FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA KEUANGAN PERBANKAN: LDR, CAR DAN BOPO

 

Ahman Lekal Budiansyah

Perbanas Institute, Jakarta, Indonesia

ahman.lekal@gmail.com

 

Abstrak:

Suatu riset atau biasa disebut dengan artikel ilmiah, dalam riset terdahulu ataupun riset yang relevan merupakan suatu hal yang sangat penting, berfungsi untuk mendukung teori serta fenomena hubungan atau pengaruh antar variable. Artikel ini merupakan artikel yang mereview faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan, yaitu: LDR, CAR dan BOPO. Tujuan artikel review ini untuk membentuk sebuah hipotesis pengaruh antar variabel yang dapat dimanfaatkan untuk riset yang akan datang. Hasil artike literature review ini yaitu: LDR, CAR dan BOPO berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

 

Kata kunci: LDR, CAR, BOPO, Kinerja Keuangan

 

Abstract:

A research or commonly referred to as a scientific article, in previous research or relevant research is something that is very important, serves to support the theory and phenomenon of the relationship or influence between variables. This article is an article that reviews the factors that can affect financial performance, namely: LDR, CAR and BOPO. The purpose of this review article is to form a hypothesis of the influence between variables that can be utilized for future research. The results of this literature review article are: LDR, CAR and BOPO have an effect on financial performance.

 

Keywords: LDR, CAR, BOPO, Financial performance

 

���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������

Corresponding: Ahman Lekal Budiansyah

E-mail: ahman.lekal@gmail.com

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Perbankan merupakan lembaga keuangan yang memiliki peranan penting dalam perekonomian suatu negara. Peran yang penting tersebut terutama di sebabkan oleh fungsi utama bank yang dalam kegiatannya yaitu menghimpun uang dari masyarakat dan menyalurkannya kembali uang tersebut ke masyarakat dan juga bank menyediakan jasa bank lainnya. Oleh karena bank sebagai perantara keuangan, maka dalam hal ini faktor �Kepercayaan� dari masyarakat merupakan penentu ketika menjalankan bisnis perbankan. Perusahaan melakukan pengukuran Kinerja keuangan untuk melihat apakah penting dilakukan perbaikan-perbaikan atas kegiatan operasional perusahaan agar dapat bersaing dengan perusahaan lain. Cara yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan dengan menganalisis kinerja keuangan. Analisi Kinerja keuangan adalah proses mengkaji secara kritis terhadap review data, menghitung, mengukur, mengiterprestasi dan memberikan pemecahan masalah terhadap suatu keuangan perusaaan pada periode tertentu.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Khalifaturofi�ah & Nasution, (2016), menyatakan bahwa pada bank umum syariah LDR (loan to deposit ratio) berpengaruh positif terhadap ROA. Hal ini menunjukkan kemampuan bank dalam menyalurkan kredit dari pihak ketiga kepada pihak kreditur berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan bank umum konvensional. Ovami, (2017) dalam penelitiannya menunjukkan bahwa CAR (capital adequacy ratio) berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan permodalan bank dalam menjaga kemungkinan timbulnya risiko kerugian kegiatan usahanya dan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja bank dan penelitian yang dilakukan oleh Hamdani et al., (2018) menyatakan bahwa BOPO (biaya operasi pendapatan operasi) berpengaruh signifikan terhadap ROA. Meningkatnya nilai BOPO menandakan bahwa pihak bank tidak dapat menekan biaya operasional dengan baik sehingga pada rasio ROA mengalami penurunan dan berpotensi akan terjadi kerugian pada bank tersebut.

Kinerja dapat diartikan sebagai tolak ukur berhasil atau tidaknya perusahaan dalam menjalanakan kegiatannya. Selain itu tujuan utama dari penilaian kinerja adalah untuk mengevaluasi seberapa baik kinerja karyawan dalam mengerjakan pekerjaan yang dibandingkan pada satu standar tertentu, kemudian informasi tersebut dikomunikasikan kembali agar menjadi motivasi bagi karyawan untuk melakukan perbaikan dalam membantu perusahaan mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan Fahmi, (2015:65). Jadi, kinerja (performance) bank adalah gambaran mengenai prestasi kerja perusahaan atau kemampuan kerja perusahaan yang didukung oleh pihak menajemen dalam kegiatan operasional yang dijalankan.

Rasio ini digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan bank tersebut dalam membayar utang jangka pendek dan membayar kembali kepada deposannya serta dapat memenuhi permintaan kredit yang diajukan tepat waktu. Likuiditas diukur dengan Loan to deposit ratio. Menurut Irianti, (2013), batas toleransi berkisar antara 85%-100%. Bank Indonesia membuat kategori tingkat LDR yang baik adalah di bawah 93,75% (sehat), sedangkan jika 93,76%-97,5% (cukup sehat), 97,6%-101,25% (kurang sehat), di atas 101,25% (tidak sehat).

Capital Adequacy Ratio (CAR) adalah rasio kecukupan modal yang berfungsi menampung risiko kerugian yang kemungkinan dihadapi oleh bank. Semakin tinggi CAR maka semakin baik kemampuan bank tersebut untuk menanggung risiko dari setiap kredit/aktiva produktif yang berisiko. Jika nilai CAR tinggi maka bank tersebut mampu membiayai kegiatan operasional dan memberikan kontribusi yang cukup besar bagi profitabilitas Siregar, (2022). Praktisi keuangan syariah, M. Gunawan Yasni mengatakan setidaknya ada empat urgensi bank syariah memerlukan investor baru , yaitu sebagaian bank umum syariah (BUS) telah mendekati batas minimum rasio kecukupan modal (CAR), adanya kepastian bahwa jumlah pemegang saham minoritas di BUS, maksimal 30%. Rencana bank sentral untuk menjadi BUS sebagai bank devisa jika BUS mencapai modal minimum 1 triliun rupiah dan penargetan bank sentral untuk mengatur rasio efisiensi kegiatan operasional sebesar 85%.

Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) sering disebut rasio efisiensi yang digunakan untuk mengukur kemampuan manajemen bank dalam mengendalikan biaya operasional terhadap pendapatan operasional atau BOPO juga sering disebut sebagai perbandingan antara total biaya operasional dengan total pendapatan operasional. Semakin kecil rasio BOPO menunjukkan semakin efisien bank dalam menjalankan aktivitas usahanya. Efisiensi operasi akan mempengaruhi kinerja bank, yakni untuk menunjukkan apakah bank telah menggunakan semua faktor produksinya dengan tepat, guna mencapai keberhasilan yang telah diharapkan Khalifaturofi�ah & Nasution, (2016). Semakin kecil rasio BOPO mengidentikasikan semakin efisiensi bank dalam menekan biaya operasional yang dikeluarkan bank, sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil dan kinerja keuangan bankpun semakin baik. Bank Indonesia menetapkan angka terbaik untuk rasio BOPO adalah dibawah 90%, karena jika rasio BOPO melebihi 90% hingga mendekati angka 100% maka bank tersebut dapat dikategorikan tidak efisien dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.

Tabel 1 : penelitian terdahulu yang relevan

No

Author (Tahun)

Hasil Riset terdahulu

Persamaan dengan artikel ini

Perbedaan dengan artikel ini

1

Efendi & Fermayani, (2018)

LDR, NPL, BOPO, NIM, dan CAR secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA

LDR, BOPO, dan CAR

NPL dan NIM

2

Theresia et al., (2020)

LDR, CAR NPL, BOPO dan NIM secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA

LDR, CAR dan BOPO

NPL dan NIM

3

Sofyan, (2019)

CAR dan FDR berpengaruh positif terhadap ROA

CAR

FDR

4

Siregar, (2022)

CAR dan NPM berpengaruh signifikan terhadap ROA.

CAR

NPM

5

Shara & Nasution, (2019)

BOPO, NPL dan kepemilikan institusi berpengaruh signifikan terhadap ROA

BOPO

NPL dan kepemilikan institusi

6

Eko Saputra & Febria Lina, (2020)

BOPO, FDR, dan CAR berpengaruh signifikan terhadap ROA

CAR, FDR, dan BOPO

-

 

METODE PENELITIAN

Ditinjau dari jenis datanya, pendekatan penulisan artikel reveiw ini dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan kajian pustaka atau library research, bersumber dari aplikasi online google scholar dan media online akademik lainnya, yang dimana tujuan dari penelitian kualitatif ini dapat diketahui apakah LDR, CAR, dan BOPO berpengaruh terhadap kinerja keuangan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

�� Berdasarkan kajian teori dan penelitian terdahulu tentang LDR, CAR, dan BOPO berpengaruh terhadap kinerja keuangan yaitu:

 

Pengaruh LDR terhadap kinerja keuangan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Efendi & Fermayani, (2018) menyatakan bahwa LDR, NPL, BOPO, NIM, dan CAR secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA dan penelitian yang dilakukan oleh Theresia et al., (2020)menyatakan bahwa LDR, CAR NPL, BOPO dan NIM secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ROA. Kemampuan suatu bank dalam memenuhi kewajibannya diukur dengan menggunakan rasio LDR. Dalam penelitian ini NPL berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA. Kenaikan NPL tidak mengakibatkan menurunnya ROA. Jadi meningkatnya ROA bisa terjadi meskipun NPL meningkat karena sumber laba selain dari bunga juga diperoleh dari fee based income.

Pengaruh CAR terhadap kinerja keuangan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sofyan, (2019) menyatakan bahwa CAR dan FDR berpengaruh positif terhadap ROA dan penelitian yang dilakukan oleh Siregar, (2022) menyatakan bahwa CAR dan NPM berpengaruh signifikan terhadap ROA. Tingkat CAR yang ideal akan sangat menguntungkan bagi bank dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sebagai pemilik dana, sehingga masyarakat akan memiliki keinginan yang lebih untuk menyimpan dananya di bank. Semakin tinggi CAR maka semakin baik kemampuan bank tersebut untuk menanggung risiko dari setiap kredit/aktiva produktif yang berisiko.

 

Pengaruh BOPO terhadap kinerja keuangan

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Shara & Nasution, (2019) menyatakan bahwa BOPO, NPL dan kepemilikan institusi berpengaruh signifikan terhadap ROA dan penelitian yang dilakukan oleh Eko Saputra & Febria Lina, (2020) menyatakan bahwa BOPO, FDR, dan CAR berpengaruh signifikan terhadap ROA. Hal ini mengindikasikan bahwa ketika bank memiliki beban pembiayaan yang tinggi maka semakin kecil laba yang diperoleh bank. Hal ini dikarenakan tingginya beban biaya operasional bank yang menjadi tanggungan bank umumnya dapat dibebankan pada pendapatan yang di dapatkan dari alokasi pembiayaan. Beban atau biaya kredit yang semakin tinggi akan mengurangi permodalan dan laba yang dimiliki bank.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan kesimpulan di atas, maka saran pada artikel ini yaitu masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan, selain dari LDR, CAR dan BOPO. Oleh karena itu, masih diperlukan kajian yang lebih lanjut untuk mencari faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja keuangan. Faktor lain tersebut seperti NPL, NIM, FDR, dan kepemilikan institusi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

�Efendi, Hendriyan Joyo, & Fermayani, Riche. (2018). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan pada perbankan yang go publik di bursa efek Indonesia (BEI). STIE Perbankan Indonesia, 1(1), 1�8.

 

Eko Saputra, Febrian, & Febria Lina, Lia. (2020). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan bank umum syariah yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BE) periode 2016-2018. 3(1), 45�50.

 

Fahmi, Irham. (2015). Manajemen kinerja teori dan aplikasi. Bandung: Alfabeta.

 

Hamdani, Hamdani, Wahyuni, Nining, Amin, Ali, & Sulfitra, Sulfitra. (2018). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan bank umum syariah yang terdaftar di bursa efek Indonesia (BEI) (Periode 2014-2016). Jurnal EMT KITA, 2(2), 62. https://doi.org/10.35870/emt.v2i2.55

 

Irianti, Tjiptowati Endang. (2013). Pengaruh rasio kecukupan modal, likuiditas dan total dana pihak ketiga terhadap tingkat profitabilitas perusahaan perbankan. Jurnal Ilmiah Inkoma, 24(1).

 

Khalifaturofi�ah, Sholikha Oktavi, & Nasution, Zubaidah. (2016). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perbankan di Indonesia. Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi Dan Perbankan Syariah, 1(2), 2527�6344.

 

Ovami, Debbi Chyntia. (2017). Faktor � faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan bank konvensional pada bursa efek Indonesia. Jurnal Akuntansi Dan Bisnis, 3(1), 15�25.

 

Shara, Yuni, & Nasution, Ananda Anugrah. (2019). Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perbankan. Jurnal Akuntansi Audit Dan Perpajakan, 1(7,), 24-30.

 

Siregar, Rahmadi. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan bank umum syariah. Jurnal Paradigma Akuntansi, 4(1), 424. https://doi.org/10.24912/jpa.v4i1.17562

 

Sofyan, Mohammad. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan bpr syariah di Indonesia. Sains Manajemen, 5(2), 183�195. https://doi.org/10.30656/sm.v5i2.1862

 

Theresia, Vera, Husnurroqif, Husnurroqif, & Samhudi, Akhmad. (2020). Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuanagan bank.