FORMULASI
SNEDDS (SELF - NANOEMULSIFYING DRUG
DELIVERY SYSTEM) KOMBINASI MINYAK ATSIRI SEREH DAPUR DAN DAUN CENGKEH
Indah Lusyana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu, Jambi, Indonesia
Minyak
atsiri sereh dapur dan daun cengkeh memiliki aktivitas sebagai antibakteri,
namun dengan beragam aktivitasnya sebagai antibakteri minyak atsiri memiliki
kelarutan dan biovailabilitas yang rendah jika dibuat sediaan oral maka
dilakukan formulasi SNEDDS (Self-Nanoemulsifying
Drug Delivery System). Tujuan penelitian ini untukmenghasilkan formulasi
yang optimal dari SNEDDS kombinasi minyak atsiri sereh dapur dan daun cengkeh
serta minyak tunggal daun cengkeh. Penelitian ini dilakukan dengan metode
experimental di laboratorium dengan optimasi surfaktan (tween 80) dan ko
surfaktan (propilenglikol, PEG 400), SNEDDS yang diperoleh dilakukan evaluasi %
transmitan, emulsification time,
pengujian ukuran partikel menggunakan particle
size analyzer dan stabilitas tetesan nanoemulsi pada berbagai suhu (4oC,
suhu ruang dan 37 oC).� Hasil
yang didapatkan menunjukkan formulasi SNEDDS dapat bercampur homogen dengan %
transmitan rata-rata lebih dari 99%, emulsification time rata-rata kurang dari
1 menit dan ukuran partikel terkecil yaitu 407 nm pada perbandingan minyak
kombinasi (1:1): surfaktan tween 80, 3 ml: ko-surfaktan propilenglikol 2 ml
dalam media aquades, serta stabil pada berbagai penyimpanan suhu. Pada
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa formula SNEDDS kombinasi minyak atsiri
sereh dapur dan daun cengkeh yang optimal terdiri dari tween 80 dengan
propilenglikol mampu menghasilkan campuran yang homogen pada perbandingan 3:1
dan 3:2, pada minyak tunggal daun cengkeh perbandingan 2:1
Kata Kunci: Minyak atsiri daun
cengkeh, Minyak atsiri sereh dapur, SNEDDS
Abstract:
Lemongrass
and clove leaf essential oil had antibacterial activity, moreover with
activities as antibacterial,it have low solubility and bioavailability, if its
being formulated in oral preparations,this SNEDDS (Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System) formulation is carried
out. This study purpose to obatain optimal combination of both lemongrass and
clove leaf essential oil in which had better compared to single oil. This
research was conducted by experimental method in the laboratory with
optimization of surfactant (tween 80) and co-surfactant (propylene glycol, PEG
400), the obtained SNEDDS were evaluated for % transmittance, emulsification
time, particle size test using a particle size analyzer and the stability of
nanoemulsion droplets at various temperatures (40 c, room
temperature and 370 c). The results obtained indicate that the
SNEDDS formulation can be mixed homogeneously with an average transmittance of
more than 99%, an average emulsification time of less than 1 minute and the
smallest particle size of 407 nm at a ratio of combined oil (1:1): surfactant
tween 80, 3 ml: 2 ml propylene glycol co-surfactant in distilled water, and
stable at various storage temperatures. In this study, it can be concluded that
the optimal combination of SNEDDS formula for lemongrass and clove leaf
esessential oilformulated with tween 80 with propylene glycol is able to
produce a homogeneous mixture at a ratio of 3:1 and 3:2, and a single oil of
clove leaf the ratio is 2:1.
Keywords: Clove
Leaf Essential oil, Lemongrass essential oil, SNEDDS
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Minyak
atsiri terbaik diantaranya, yaitu minyak atsiri cengkeh (Syzgium aromatica) dan sereh
dapur (Cymbopogon citratus). Minyak
atsiri daun cengkeh mengandung eugenol yang memiliki aktivitas sebagai
antibakteri (Arrijani, 2017). Tanaman penghasil minyak yang banyak digunakan adalah sereh dapur (Cymbopogon citratus). Berdasarkan hasil
uji in vitro aktivitas antibakteri
minyak atsiri batang sereh Cymbopogon
citratus terhadap Shigella
dysentreriae diketahui minyak atsiri Cymbopogon
citratus memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Shigella dysentreriae bakteri penyebab
diare (Wulansari et al., 2018). Minyak atsiri Cymbopogon citratus dapat digunakan sebagai antibakteri
terhadap Eschericia coli, Klebsiella
pneumonia, Streptococcus mutans, semua strain Staphylococcus sp, Bacillus cereus dan Bacillus subtilis (Wulansari et al., 2018). Minyak atsiri sereh dapur dengan dosis 2,5 ml/kgBB dapat digunakan
secara oral dan tidak menimbulkan efek toksik (Gebremickael., 2018). Namun dengan beragam aktivitasnya sebagai antibakteri minyak atisiri
memiliki kekurangan yaitu biovailabilitas dan kelarutan yang rendah jika dibuat
sediaan oral maka dari itu dilakukan modifikasi sediaan yaitu formulasi sediaan
SNEDDS (Wang et al.,
2015).
SNEDDS
salah satu sediaan nano partikel berbasis minyak atau lemak (Huda & Wahyuningsih, 2018). Formulasi SNEDDS diketahui mampu memperbaiki disolusi dan
biovailabilitas dari zat yang bersifat lipofil atau sukar larut dalam air (Wang et al.,
2015) .
Pada
penelitian Ujilestari et
al.,(2018) telah dilakukan formulasi
SNEDDS dari minyak atsiri sereh dapur (Cymbopogon
citratus) menggunakan Tween 80 sebagai surfaktan dan PEG 400 sebagai
ko-surfaktan dimana minyak atsiri sereh dapur dapat digunakan sebagai fase
minyak untuk pengembangan SNEDDS dengan kandungan minyak atsiri sereh relatif
baik yaitu (8,33%) dengan ukuran tetesan emulsi rata-rata 20,7 nm. Sementara
pada hasil penelitian (Pertiwi et
al., 2017) minyak daun cengkeh campuran
surfaktan tween 80 dan ko-surfaktan propilenglikol tidak mengalami pemisahan
dan stabil secara fisik.
Berdasarkan
hasil studi pustaka diatas maka dilakukan formulasi SNEDDS kombinasi minyak
sereh dapur dan daun cengkeh sebagai antibakteri. Formulasi SNEEDS dipilih
karena SNEDDS dapat� meningkatkan
ketersediaan� hayati� zat�
aktif� di� dalam tubuh. Partikel zat aktif yang berukuran
kecil akan meningkatkan luas permukaan secara signifikan sehingga mampu
menambah kelarutan, laju disolusi dan absorpsi zat aktif di dalam tubuh (Lovelyn & Attama, 2011).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini
dilaksanakan pada januari 2021 sampai dengan juli 2021 di Laboratorium
Teknologi Farmasi untuk optimasi komposisi surfaktan dan ko-surfaktan,
Laboratorium mikrobiologi klinik untuk formulasi SNEDDS, Laboratorium
Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi untuk evaluasi
SNEDDS dan Laboratorium Sentral Universitas Padjajaran untuk pengujian
karakterisasi tetesan nanoemulsi.
Bahan-bahan yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Minyak Atsiri sereh dapur dan daun
cengkeh (Lansida group), PEG 400 (Subur Kimia Jaya), Tween 80 (Subur Kimia
Jaya), Propilen glikol (Subur Kimia Jaya), Aquades (Amidis), AIF, AGF.
Alat yang digunakan
dalam penelitian ini meliputi Vortex (Thermo scientific), Magnetic stirrer
(C-MAG HS7), waterbath, vial, spektrofotometri (Shimadzu corp), sonikator
(ultrasonic cleaner), tabung sentrifuse, pipet mikro, pH meter (Hanna HI 8424),
Beaker gelas (Pyrex), Labu ukur (Pyrex), Gelas ukur (Pyrex).
Analisa data
menggunakan standar deviasi untuk menentukan bagaimana sebaran data dalam
sampel atau rata-rata nilai sampel. Standar deviasi dari kumpulan data sama
dengan nol menandakan bahwa semua nilai tersebut adalah sama, sedangkan nilai
deviasi yang lebih besar menunjukkan bahwa titik data individu jauh dari nilai
rata-rata (Hidayat et al., 2019).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Optimasi komposisi surfaktan dan ko-surfaktan
Tabel 1 Hasil
optimasi rasio komposisi surfaktan dan ko-surfaktan
|
Surfaktan |
Ko-surfaktan |
Hasil |
|
|
Tween 80 |
Propilenglikol |
PEG 400 |
|
|
1 |
1 |
|
Terpisah |
|
1 |
1 |
Terpisah |
|
|
1 |
2 |
|
Terpisah |
|
1 |
2 |
Terpisah |
|
|
1 |
3 |
|
Terpisah |
|
1 |
3 |
Terpisah |
|
|
2 |
3 |
|
Terpisah |
|
2 |
3 |
Terpisah |
|
|
2 |
1 |
|
Homogen |
|
2 |
1 |
Terpisah� |
|
|
3 |
1 |
|
Homogen |
|
3 |
1 |
Homogen |
|
|
3 |
2 |
|
Homogen |
|
3 |
2 |
Terpisah |
|
Formulasi SNEDDS
Tabel 2 Hasil
formula SNEDDS kombinasi minyak sereh dapur dan daun cengkeh�� setelah diamati selama 24 jam
|
No |
minyak |
surfaktan & ko-surfaktan |
Formulasi SNEDDS |
||||
|
Tween 80 & Propilenglikol |
Tween 80 &
PEG 400 |
||||||
|
2:1 |
3:1 |
3:2 |
3:1 |
||||
|
1 |
1 |
10 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
2 |
1 |
9,5 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
3 |
1 |
9 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
4 |
1 |
8,5 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
5 |
1 |
8 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
6 |
1 |
7,5 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
7 |
1 |
7 |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
8 |
1 |
6,5 |
Homogen |
Terpisah |
Homogen |
Terpisah |
|
|
9 |
1 |
6 |
Homogen |
Terpisah |
Homogen |
Homogen |
|
|
10 |
1 |
5,5 |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
Homogen |
|
|
11 |
1 |
5 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Homogen |
|
|
12 |
1 |
4,5 |
Terpisah |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
13 |
1 |
4 |
Terpisah |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
14 |
1 |
3,5 |
Terpisah |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
15 |
1 |
3 |
Homogen |
Homogen |
Homogen |
Terpisah |
|
|
16 |
1 |
2,5 |
Homogen |
Homogen |
Homogen |
Terpisah |
|
|
17 |
1 |
2 |
Homogen |
Homogen |
Homogen |
Terpisah |
|
|
18 |
1 |
1,5 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
19 |
1 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
20 |
1,5 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
21 |
2 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
22 |
3 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
23 |
4 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
24 |
7 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
|
25 |
9 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
Tabel 3 Hasil
formula SNEDDS minyak tunggal daun cengkeh setelah diamati selama 24 jam
|
No |
minyak |
surfaktan &
ko surfaktan |
rasio optimasi
surfaktan dan ko-surfaktan |
|||
|
Tween 80 & Propilenglikol |
Tween 80 &
PEG 400 |
|||||
|
2:1 |
3:1 |
3:2 |
3:1 |
|||
|
1 |
1 |
10 |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
2 |
1 |
9,5 |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
3 |
1 |
9 |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
4 |
1 |
8,5 |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
5 |
1 |
8 |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
6 |
1 |
7,5 |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
7 |
1 |
7 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
8 |
1 |
6,5 |
Terpisah |
Terpisah |
Homogen |
Terpisah |
|
9 |
1 |
6 |
Homogen |
Terpisah |
Homogen |
Homogen |
|
10 |
1 |
5,5 |
Homogen |
Homogen |
Terpisah |
Homogen |
|
11 |
1 |
5 |
Terpisah |
Homogen |
Terpisah |
Homogen |
|
12 |
1 |
4,5 |
Homogen |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
|
13 |
1 |
4 |
Homogen |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
|
14 |
1 |
3,5 |
Homogen |
Homogen |
Terpisah |
Terpisah |
|
15 |
1 |
3 |
Homogen |
Homogen |
Homogen |
Terpisah |
|
16 |
1 |
2,5 |
Terpisah |
Terpisah |
Homogen |
Terpisah |
|
17 |
1 |
2 |
Terpisah |
Terpisah |
Homogen |
Terpisah |
|
18 |
1 |
1,5 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
19 |
1 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
20 |
1,5 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
21 |
2 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
22 |
3 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
23 |
4 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
24 |
7 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
|
25 |
9 |
1 |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Terpisah |
Setelah
didapatkan formula yang homogen dilanjutkan evaluasi %Transmitan dengan
melarutkan SNEDDS 0,1 ml kedalam aquades.
Penentuan %Transmitan
Tabel 4 Hasil uji
evaluasi % transmitan minyak kombinasi sereh dapur & daun cengkeh
|
Minyak |
Surfaktan &
ko-surfaktan |
Tween 80 &
Propilenglikol |
Tween 80 &
PEG 400 |
||
|
2:1 |
3:1 |
3:2 |
3:1 |
||
|
1 |
2 |
99,40�001 |
99,48�0,02 |
99,87�0,02 |
- |
|
1 |
2,5 |
99,70�0,00 |
99,77�0,01 |
99,86�0.03 |
- |
|
1 |
3 |
99,79�0,00 |
99,16�0,00 |
99,88�0,01 |
- |
|
1 |
3,5 |
- |
- |
- |
- |
|
1 |
4 |
- |
99,72�0,01 |
- |
- |
|
1 |
4,5 |
- |
99,75�0,01 |
- |
- |
|
1 |
5 |
- |
- |
- |
99,63�0,03 |
|
1 |
5,5 |
99,93�0,02 |
- |
- |
99,90�0,00 |
|
1 |
6 |
99,88�0,01 |
- |
99,90�0,01 |
99,97�0,01 |
Tabel 5� Hasil Uji %Transmitan Minyak Tunggal Daun
Cengkeh
|
Minyak |
Surfaktan &
ko-surfaktan |
Tween 80 &
Propilenglikol |
Tween 80 &
PEG 400 |
||
|
2:1 |
3:1 |
3:2 |
3:1 |
||
|
1 |
3 |
99,11�0,02 |
99,27�0,02 |
- |
- |
|
1 |
3,5 |
99,60�0,01 |
99,83�0,02 |
99,84�0,04 |
- |
|
1 |
4 |
99,61�0,04 |
99,88�0,05 |
- |
- |
|
1 |
4,5 |
99,90�0,01 |
99,82�0,01 |
- |
- |
|
1 |
5 |
- |
99,73�0,01 |
- |
99,85� 0,01 |
|
1 |
5,5 |
99,79�0,01 |
99,88�0,02 |
- |
99,21 �0,07 |
|
1 |
6 |
99,81�0,02 |
- |
- |
99,85 �0.01 |
Emulsification
time
Tabel 6 Hasil Uji Emulsification Time
|
Formula SNEDDS |
Media |
Waktu emulsi
(detik) �sd |
|
Minyak Kombinasi:Tween 80:Propilenglikol 3:1 (2 ml) |
Aquades |
57,79�0,47 |
|
AGF |
50,46�0,21 |
|
|
AIF |
51,30�0,12 |
|
|
Minyak Kombinasi:Tween 80:Propilenglikol 3:1 (2,5 ml) |
Aquades |
57,90�0,23 |
|
AGF |
50,09�0,27 |
|
|
AIF |
59,50�0,20 |
|
|
Minyak Kombinasi:Tween 80:Propilenglikol 3:2 (2 ml) |
Aquades |
56,57�0,29 |
|
AGF |
50,60�0,12 |
|
|
AIF |
54,23�0,04 |
|
Minyak Kombinasi:Tween 80:Propilenglikol 3:2 (2,5 ml) |
Aquades |
57,85�0,24 |
|
AGF |
52,57�0,22 |
|
|
AIF |
54,15�0,67 |
|
|
Minyak tunggal:Tween 80:Propilenglikol 3:1 (3 ml) |
Aquades |
56,52�0,30 |
|
AGF |
48,45�0,22 |
|
|
AIF |
44,44�0,15 |
|
|
Minyak tunggal:Tween 80:Propilenglikol 3:1 (3,5 ml) |
Aquades |
56,68�0,52 |
|
AGF |
48,44�48,44 |
|
|
AIF |
48,83�0,06 |
|
|
Minyak tunggal:Tween 80:Propilenglikol 2:1 (3 ml) |
Aquades |
56,52�0,30 |
|
AGF |
48,45�0,13 |
|
|
AIF |
44,44�0,15 |
|
|
Minyak tunggal:Tween 80:Propilenglikol 2:1 (3,5 ml) |
Aquades |
56,68�0,52 |
|
AGF |
48,44�0,20 |
|
|
AIF |
48,83�0,06 |
Stabilitas nanoemulsi
Tabel 7 Stabilitas
Nanoemulsi
|
Formula SNEDDS |
Media |
Selama 4 jam |
Selama 48 jam |
|||
|
|
40 C |
Suhu ruang |
370C |
40 C |
Suhu ruang |
|
|
Minyak Kombinasi:Tween 80:Propilenglikol 3:1 (2 ml) |
Aquades |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
AGF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
AIF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
Minyak Kombinasi:Tween 80:Propilenglikol 3:1 (2,5 ml) |
Aquades |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
AGF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
AIF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
Minyak Kombinasi:Tween 80:Propilenglikol 3:2 (2 ml) |
Aquades |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
AGF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
AIF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
Minyak Kombinasi:Tween 80:Propilenglikol 3:2 (2,5 ml) |
Aquades |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
AGF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
AIF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
Minyak tunggal: Tween 80:Propilenglikol 3:1 (3 ml) |
Aquades |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
AGF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
AIF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
Minyak tunggal: Tween 80:Propilenglikol 3:1 (3,5 ml) |
Aquades |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
AGF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
AIF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
Minyak tunggal: Tween 80:Propilenglikol 2:1 (3 ml) |
Aquades |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
AGF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
AIF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
Minyak tunggal: Tween 80:Propilenglikol 2:1 (3,5 ml) |
Aquades |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
AGF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
|
AIF |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
Stabil |
|
Karakterisasi Tetesan Nanoemulsi
8 Hasil Particle Size Analyzer
|
Formula SNEDDS |
Media |
Ukuran partikel
(nm) |
|
Minyak Kombinasi:Tween 80:Propilenglikol 3:2 (2 ml) |
Aquades |
870 |
|
AGF |
939 |
|
|
AIF |
407 |
|
|
Minyak Kombinasi:Tween 80:Propilenglikol 3:1 (2 ml) |
Aquades |
1.532 � 103 |
|
AGF |
1.133� 103 |
|
|
AIF |
1.141� 103 |
|
|
Minyak tunggal:Tween 80:Propilenglikol 2:1 (3 ml) |
Aquades |
1.644� 103 |
|
AGF |
778 |
|
|
AIF |
1.281� 103 |
Penelitian
ini menggunakan sampel kombinasi minyak atsiri sereh dapur dan daun cengkeh
dengan beberapa perbandingan surfaktan dan ko-surfaktan. Salah satu komponen
yang penting dalam nanoemulsi yaitu surfaktan dan kosurfaktan. Adanya surfaktan
dapat meningkatkan kestabilan suatu nanoemulsi dengan membentuk droplet yang
kecil. Surfaktan dan ko-surfaktan yang digunakan yaitu tween 80, propilenglikol
dan PEG 400. Tween 80 dipilih karna memiliki nilai HLB 15 yang stabil untuk
emulsi O/W dan aman bagi tubuh (Huda & Wahyuningsih, 2018). PEG dan propilenglikol
sebagai fase ko-surfaktan sangat cocok digunakan dalam pembuatan formula SNEDDS
karena memenuhi kriteria SNEDDS (Rowe et al.,
2009).
Hasil
optimasi komposisi surfaktan dan ko-surfaktan Tabel 1 menunjukkan bahwa untuk
mencapai campuran yang stabil diperlukan rasio perbandingan 2:1, 3:1, dan 3:2
antara tween 80 dengan propilenglikol sedangkan antara Tween 80 dengan PEG 400
3:1. Untuk penggunaan surfaktan dan ko- surfaktan yang homogen lebih banyak
pada propilenglikol karena Ko-surfaktan dengan struktur rantai pendek seperti
propilenglikol akan menembus permukaan dari monomer secara efektif sehingga
dapat membantu solubilisasi surfaktan hidrofilik maupun obat dalam basis minyak
(Borhade et
al., 2012). Dari hasil perbandingan tersebut menandakan
bahwa untuk mencapai campuran yang homogen dan stabil diperlukan komposisi
surfaktan yang lebih besar dibandingkan dengan ko-surfaktan (Meirista, 2014).
Optimasi
komposisi surfaktan, ko-surfaktan dan minyak kombinasi minyak atsiri sereh
dapur dan daun cengkeh bertujuan untuk menentukan rasio perbandingan yang
paling stabil ditandai dengan tidak adanya pemisahan fase komponen bahan
setelah proses pencampuran setelah didiamkan selama 24 jam. Hasil optimasi� surfaktan, ko-surfaktan dan minyak kombinasi
Tabel 2 menunjukkan bahwa dibutuhkan komposisi tween 80 yang lebih besar
dibandingkan propilenglikol ataupun PEG 400 untuk mencapai campuran yang
homogen dan juga komposisi minyak berpengaruh terhadap keseimbangan formula
SNEDDS, semakin tinggi komposisi minyak yang ditambahkan maka semakin sulit
tercapai fase yang homogen (Meirista, 2014). Minyak atsiri sereh dapur dan
daun cengkeh dapat bercampur karena penggunaan tween 80 yang memiliki kandungan
asam oleat sekitar ≥ 58,0 % (Rowe et al.,
2009). Asam oleat memiliki nilai log P sebesar 6,5 dimana
nilai log P yang lebih besar dari 4 cenderung menginginkan sistem lipid.
Semakin besar nilai nilai koefisien partisi suatu senyawa, semakin mudah
terjadi interaksi antar gugus lipofilik (Sarpal et al., 2010).
Evaluasi
% transmitan bertujuan untuk melihat kejernihan SNEDDS yang mendekati
transmitansi aquades dengan menggunakan spektrofotometri pada panjang gelombang
650 nm (Meirista, 2014). Hasil pengamatan % transmitan
pada tabel 4 menunjukkan bahwa formula yang menggunakan kombinasi minyak,
surfaktan tween 80 dengan ko-surfaktan propilenglikol maupun PEG 400 tidak
terjadi perbedaan yang signifikan dan menghasilkan dispersi jernih dengan nilai
% transmitan diatas 90% hasil ini juga tidak jauh berbeda dengan % transmitan
minyak tunggal yaitu diatas 90 %. Hal tersebut dikarenakan tween 80 memiliki
kemampuan dalam pembentukan partikel yang lebih kecil (Lin et al.,
2011). Nilai %transmitan yang mendekati 100 %
menunjukkan SNEDDS menghasilkan dispersi yang jernih dan transparan (Bali et al.,
2010).
Evaluasi
Emulsification time bertujuan untuk
melihat gambaran kemudahan SNEDDS untuk membentuk emulsi ketika berada didalam
tubuh akibat gerakan peristaltik di saluran cerna. Dari hasil uji
emulsification time yang tersaji pada tabel 6 menunjukkan bahwa setiap formula
mampu memberikan hasil perhitungan emulsification
time dengan rerata kurang dari 2 menit, dimana hal tersebut sesuai dengan
penelitian (Anindhita &
Oktaviani 2016) bahwa SNEDDS mampu membentuk nanoemulsi dalam
waktu kurang dari 2 menit� sehingga
formula ini ditetapkan menjadi formula yang optimal. Pembentukan nanoemulsi
dalam tiap media terjadi karena adanya surfaktan dan ko-surfaktan yang
mekanisme kerjanya adalah dengan menurunkan tegangan antar muka dari air dan
minyak.
Hasil
stabilitas nanoemulsi pada tabel 7 menunjukkan bahwa nanoemulsi tetap stabil
dalam media akuades, AGF dan AIF. Hal ini sesuai dengan penelitian (Meirista 2014) bahwa stabilitas nanoemulsi
yang stabil ditandai dengan tidak terbentuknya gumpalan atau endapan pada
nanoemulsi.
Karakerisasi
tetesan nanoemulsi dilakukan untuk mengetahui apakah ukuran tetesan nanoemulsi
dalam ketiga media berukuran kurang dari 100 nm. Hasil yang tersaji dalam tabel
4.8 menunjukkan bahwa ukuran tetesan nanoemulsi dalam ketiga media yaitu pada
F1 870 nm media aquades,939 nm media AGF, 407 nm media AIF, F2 1.532 � 103� nm media aquades, 1.133 � 103 nm
media AGF, 1.141 � 103� nm
media AIF dan F3 1.644. � 103�
nm media aquades, 778 nm media AGF 1.281 � 103 nm. Hal
tersebut belum memenuhi kriteria SNEDDS yakni harus mampu membentuk sistem
nanoemulsi dengan ukuran tetesan� kurang
dari 100 nm (Shahba et
al., 2012). Komposisi penggunaan surfaktan dan ko-surfaktan
berpengaruh terhadap hasil ukuran tetesan nanoemulsi yang ada sehingga perlu
dilakukan penambahan konsentrasi yg lebih besar untuk mencapai ukuran nano (Priani et
al., 2017).
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa: SNEDDS kombinasi
minyak sereh dapur dan daun cengkeh dapat�
menghasilkan formula yang homogen dan optimal ditandai dengan campuran
yang jernih, Hasil formulasi SNEDDS yang optimal terdiri dari perbandingan tween
80:propilenglikol (3:1), (3:2) dan minyak daun cengkeh tween 80:propilenglikol
(2:1) dengan rata-rata nilai %transmitan �99% dan emulsification time yang kurang dari 1 menit.
DAFTAR
PUSTAKA
�Alfian, A., Mahulette, A. S., Zainal,
M., Hardin, & Bahrun, A. H. (2019). Morphological character of raja clove
(Syzygium aromaticum L. Merr & Perry.) native from Ambon Island. IOP Conference Series: Earth and
Environmental Science, 343(1)
.Anindhita, M. A., & Oktaviani, N.
(2016). Formulasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System ( SNEDDS ) Ekstak
Daun Pepaya ( Carica papaya L .) dengan Virgin Coconut Oil ( VCO ) sebagai
Minyak Pembawa. Jurnal Pena Medika, 6(2), 103�111.
Arrijani, K. and A. K. (2017).
Characteristics of clove leaf essential oil ( Eugenia aromatica o . k ) in
various range of elevation. Journal of Medicinal Plants Studies, 5(5),
27�32.
Bali, V., Ali, M., & Ali, J. (2010).
Study of surfactant combinations and development of a novel nanoemulsion for
minimising variations in bioavailability of ezetimibe. Elsevier, 76(2),
410�420.
Basalious, E. B., Shawky, N., &
Badr-Eldin, S. M. (2010). SNEDDS containing bioenhancers for improvement of
dissolution and oral absorption of lacidipine. I: Development and optimization.
International Journal of Pharmaceutics, 391(1�2), 203�211.
Borhade, V., Pathak, S., Sharma, S.,
& Patravale, V. (2012). Clotrimazole nanoemulsion for malaria chemotherapy.
Part I: Preformulation studies, formulation design and physicochemical
evaluation. International Journal of Pharmaceutics, 431(1�2),
138�148.
Date, A. A., Desai, N., &
Nagarsenker, M. (2010). Review Self-nanoemulsifying drug delivery
systems : formulation insights , applications and advances. Future
Medicine, 5(December), 1596�1616.
Gebremickael, A. (2018). Single Dose Acute Toxicity Testing And
Preliminary Safety Single Dose Acute Toxicity Testing And Preliminary Safety
Evaluation Of Lemongrass Oil In Mice. International Journal of Current
Research, 9(08), 56298�56299
Huda, N., & Wahyuningsih, I. (2018).
Karakterisasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Minyak Buah
Merah (Pandanus conoideus Lam.). Jurnal Farmasi Dan Ilmu Kefarmasian
Indonesia, 3(2), 49.
Jaiswal, M., & Dudhe, R. (2015).
Nanoemulsion : an advanced mode of drug delivery system. Biotech, 2,
123�127.
Jirovetz, L., Buchbauer, G., Stoilova,
I., Stoyanova, A., Krastanov, A., & Schmidit, E. (2018). Chemical
composition and antioxidant properties of dill essential oil. Journal
Agricultural and Food Chemistry, 18(6.4), 87�94.
Kommuru, T. R., Gurley, B., Khan, M. A.,
& Reddy, I. K. (2001). Self-emulsifying drug delivery systems (SEDDS) of
coenzyme Q10: Formulation development and bioavailability assessment. International
Journal of Pharmaceutics, 212(2), 233�246.
Lin, Y. M., Wu, J. Y., Chen, Y. C., Su,
Y. Der, Ke, W. T., Ho, H. O., & Sheu, M. T. (2011). In situ formation of
nanocrystals from a self-microemulsifying drug delivery system to enhance oral
bioavailability of fenofibrate. International Journal of Nanomedicine, 6,
2445�2457.
Lovelyn, C., & Attama, A. A. (2011).
Current State of Nanoemulsions in Drug Delivery. Journal of Biomaterials and
Nanobiotechnology, 02(05), 626�639.
Makadia, M. H. A., Bhatt, M. A. Y.,
Parmar, R. B., Paun, M. J. S., & Tank, H. M. (2013). Self-nano Emulsifying
Drug Delivery System ( SNEDDS ): Future Aspects. Asian Pharma, 3(1),
21�27.
Meirista, I. (2014). Formulasi dan uji
aktivitas nano-herbal anti-hiperkolesterol dari kombinasi ekstrak temulawak
(Curcuma xanthorrhizza Roxb.) dan Sambung Nyawa (Gyunura Procumbens (Lour.)
Merr.) Menggunakan Myritol 318 Sebagai Fase Minyak. In Fakultas Farmasi,
Universias Gadjah Mada, Yogyakarta. Gadjah Mada.
Pertiwi, D. V., Ikhsanudin, A., Ningsih,
A. K., & Sugihartini, N. (2017). Formulasi Dan Karakterisasi Sediaan
Hidrogel Minyak Cengkeh (Syzygium Aromaticum) Berbasis Kitosan. Media
Farmasi, 14(1), 17�28.
Priani, S. E., Nurrayyan, N., &
Darusman, F. (2017). Formulation self nano emulsifying drug delivery system
glimepiride using oleic acid as oil phase. Pharmaciana, 7(2),
267.
Reningtyas, R., & Mahreni. (2015).
Biosurfaktan. Eksergi, XII(2), 12�22.
Rowe, C., Shesky,� j paul, & Quinn, E. marian. (2009).
Handbook of Pharmaceutical Excipient. In Royal Pharmaceutical Society of
Great Britain (6th ed.). Pharmaceutical Press.
Sarpal, K., Pawar, Y.B., & Bansal,
A.K., (2010). Self Emulsifying Drug Delivery Sistems: A Strategy to Improve
Oral Bioavailability. NRIPS, 11:
42�49.
Shahba, A. A., Mohsin, K., &
Alanazi, F. K. (2012). Novel Self-Nanoemulsifying Drug Delivery Systems (
SNEDDS ) for Oral Delivery of Cinnarizine : Design , Optimization , and
In-Vitro Assessment. American Association of Pharmaceutical Scientists, 13(3),
967�973.
Slamet, Supranto, & Riyanto. (2013).
Studi Perbandingan Perlakuan Bahan Baku dan Metode Distilasi Terhadap Rendeman
dan Kualitas Minyak Atsiri Sereh Dapur (Cymbopogon citratus). ASEAN Journal
of Systems Engineering, 1(1), 25�31.
Susanti, S. F., & Safitri, R. Z.
(2019). Uji efektifitas daya hambat ekstrak daun cengkeh ( Syzigium aromaticum
) dan daun ceremai ( Phyllanthus acidus ) dengan variasi konsentrasi terhadao
pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans. Jurnal Sains, 9(17),
25�33.
Ujilestari, T., Danar Dono, N., Ariyadi,
B., Martien, R., & Zuprizal, Z. (2018). Formulation and characterization of
self-nano emulsifying drug delivery systems of lemongrass (cymbopogon citratus)
essential oil. Malaysian Journal of Fundamental and Applied Sciences, 14(3),
360�363.
Ulhaqi, T. D. (2020). Formulasi dan Uji
Karakteristik SNEDDS Ekstrak Umbi Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L)
denagn Variasi Perbandingan Minyak Kaprilat, Surfaktan dan Ko-surfaktan. In Osteoarthritis
and Cartilage (Vol. 28, Issue 2). Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim,
Malang.
Wang, Houyung., li, Qiang. Deng wen
wen.,� siaw omari. (2015).
Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System oftrans-Cinnamic acid: Formulation
Development andPharmacodynamic Evaluation in Alloxan-induced Type 2Diabetic Rat
Model. Drug Development Researc, 1(76), 82�93.
Wilis, A. O. dkk. (2017). Analisa
Komposisi Kimia Minyak Atsiri Dari Tanaman Sereh Dapur dengan Proses Destilasi
Uap Air. Jurnal Penelitian Mahasiswa Teknik Sipil Dan Teknik Kimia, 1(1),
1�8.
Wulansari, Y., Suswati, E., &
Wahyudi,� septa surya. (2018). Uji in
vitro Aktivitas Antibakteri Minyak Atsiri Batang Sereh (Cymbopogon citratus)
terhadap Shigella dysenteriae. Pustaka Kesehatan, 6 (2), 262�266.
�