�FAKTOR DAN TINGKAT MINAT SISWA SMK BIDANG
TEKNIK DI BANDUNG UNTUK MELANJUTKAN STUDI KE PERGURUAN TINGGI
Talitha
Marcella1, Althaf Aulia Anargya2, Yosep
Jeremi3, Dadi Dinan Harish4, Muhammad Fajar Al-Farisi5,
Farel Alif Baihaqie6, Rama Wijaya Abdul Rozak7, Ariyano8
Fakultas Pendidikan Teknologi
dan Kejuruan, Univertitas
Pendidikan Indonesia (UPI)
[email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected],
[email protected], [email protected]
Banyaknya pengangguran di Indonesia yang berasal
dari siswa lulusan SMK, dengan itu tujuan dari penelitian
ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar tingkat dan minat yang terjadi pada siswa SMK untuk dapat melanjutkan studi ke perguruan tinggi dan juga mengetahui faktor apa saja yang terjadi pada siswa SMK bidang teknik dalam
hal mendorong siswa untuk melanjutkan atau tidak melanjutkannya
studi di perguruan tinggi. Metode penelitian �yang digunakan
pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan metode pengumpulan
data menggunakan pengisian angket tertutup (kuesioner). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 39,5% siswa SMK bidang tenik yang berminat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, dan sebanyak 66,1% lainya memilih untuk melanjutkan bekerja dan bewirausaha. kesimpulan pada penelitian ini yaitu masih rendahnya minat siswa SMK bidang teknik yang berada di Bandung untuk melanjutkan
pendidikan ke perguruan tinggi yang disebabkan karena faktor internal seperti kurangnya motivasi pada diri siswa, dan faktor eksternal seperti rendahnya perekonomian pada siswa tersebut.
�
Kata kunci: faktor; tingkat minat; SMK; perguruan tinggi
Abstract:
Since vocational
high school graduates make up a large portion of the unemployed population in
Indonesia, the goal of this research is to determine how many vocational high
school students are interested in continuing their education at tertiary
institutions and to identify the factors that influence students' decisions to
do so. A closed questionnaire was used to collect data using a quantitative
method in this research. (questionnaire). The research revealed that 39.5% were
interested in continuing their studies at tertiary institution, while 66.1% of
engineering vocational high school students decided to continue working and
starting their own businesses. According to the study's research, Bandung
engineering vocational high school students still have little interest in
continuing their education at tertiary institutions because of both internal
and external factors, including low student motivation and the region's poor
economic conditions.
Keywords: factor; interest;
SMK; tertiary institutions
E-mail:
[email protected],
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan
suatu hal yang penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.
Pendidikan mampu membuat manusia terbebas dari keterbelakangan dan kemiskinan. sebagaimana (Indriyanti & Ivada, 2013) mengemukakan bahwa diharapkan dengan adanya pendidikan dapat membuat masyarat
Indonesia menguasai ilmu pengetahuan dan juga perkembangan
teknologi yang hingga kini terus menerus
berkambang dan dibutuhkan
agar dapat membangun
Indonesia. Pengembangan IPTEK di Indonesia berkembang sangat pesat maka dari itu masyarakat
harus bisa menyeimbangi dan memanfaatkan teknologi yang ada dan akan terus berkembang.
�Menurut Elly M
Setadi dalam (Armalita & Yuriani, 2016) menyatakan bahwa pada masa era teknologi modern dan industrialisasi
ini masyarakat Indonesia dituntut
untuk bisa menghadapinya yaitu dengan adanya
keahlian untuk bisa menggunakan, mengelola dan dapat menyesuaikan dengan teknologi dan pengetahuan yang baru.
Sekolah menengah kejuruan di rancang agar seluruh siswanya siap berkaloborasi di lapangan pekerjaan, hal itu membuat rendahnya minat siswa SMK untuk melanjutkan perguruan tinggi. Menurut Farwitawati & Masirum dalam (Uyun, 2023) Faktor yang menyebabkan siswa/I SMK tidak melanjutkan pendidikan tinggi yaitu karena
kurikulim yang berada di
SMK berbeda dengan kurikulum yang berada di SMA, hal tersebut menyulitkan
siswa/I SMK untuk menyesuaikannya,
adapun faktor lainnya yaitu rendahnya
tingkat perekonomian pada
orang tua orang, maka tidak heran ketika
orang tua tersebut menyekolahkan anaknya di SMK karena agar anak tersebut mendapatkan peluang bekerja lebih cepat dan dapat membantu perekonomian keluarganya, faktor lainnya yaitu terdapat
pada dirinya sendiriyaitu ketika siswa/I kehilangan minat untuk melanjutkan pendidikan tinggi. �
Saat ini bayak lapangan pekerjaan di Indonesia
yang memiliki syarat pendidikan terakhir minimal D3 atau S1. Padahal siswa SMK telah dilatih secara teori dan praktek untuk dapat membangkitkan kualitas siswa, dan siswa SMK telah dipersiapkan agar dapat langsung bekerja. Syarat pendidikan terakhir untuk memasuki lapagan pekerjaan tersebut dan juga karena lapangan kerja yang menjadi hal yang membuat penyumbang pengangguran di
Indonesia banyak yang berasal
dari lulusan SMK. Pada data
Badan Pusat Statistik (BPS) Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang disebabkan
oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) paling tinggi mencapai 10.38% pada bulan
Februari 2022.
Dari data yang diperoleh, Sebanyak 39,5% siswa SMK bidang teknik di bandung berminat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan 60,5% tidak beminat untuk melanjutkan pendidikan tinggi, melainkan 4,4% berminat melanjutkan wirausaha dan 56,1% lainnya beriminat untuk melanjutkan bekerja. Anak akan memperluas minatnya apabila status perekonomian pada orang tuanya
baik, melanjutkan pendidikan
ke perguruan tinggi menjadi salah satu minat anak (Khoerunisa
F: 2014). Sekolah merupakan
lingkungan langsung yang berperaruh untuk meningkatkan motivasi pada siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurut (Hamalik,
2020) prinsip motivasi dapat mengembangkan minat untuk belajar.
Alasan dilakukannya peneltian ini yaitu agar pemerintah, guru serta siswa dapat
mengetahui seberapa besar tingkat minat
siswa SMK dalam bidang keteknikan untuk melanjutka perguruan tinggi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Selain itu pemerintah dan tenaga pendidik dapat lebih memotivasi peserta didik agar memiliki semangat dan minat untuk m elanjutkan pendidikannya.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif. Pengumpulan data dengan cara menyebarkan
angket atau kuesioner secara tertutup kepada peserta didik kelas
XII SMK bidang keteknikan. Tujuannya yaitu agar responden dapat memilih jawaban secara akurat dan singkat dengan cara responden memilih jawaban yang menurutnya sesuai dengan minatnya dan memilih pilihan yang telah tersedia. Pada penelitian ini, peserta didik tersebut merupakan siswa-siswi yang berasal dari beberapa
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang keteknikan yang berada di
Bandung. Pengumpulan data dilaksanakan
pada bulan maret 2023. Sample penelitian yang di ambil ditentukan dengan menggunakan tabel Isaac dan Michael dengan
tingkat kepercayaan sebesar 95% dengan tingkat kesalahan sebesar 5% Jumlah respnden sebanyak (210), maka sampel yang didapat sebanyak (200).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil yang didapat, faktor dan minat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dari beberapa sample (210) siswa SMK Negeri di daerah
Bandung sebanyak 83 siswa, sisanyan ada yang ingin langsung bekerja sebanyak 120 siswa dan yang berwirausaha sebanyak 7 siswa.
Diagram
1: Tingkat Minat Siswa SMK
Setelah Lulus
Dari data yang diperoreh, minat siswa SMK bidang teknik di Bandung untuk melanjutkan
pendidikan ke perguruan tinggi sebesar 40% dan sebanyak 56% berminat untuk melanjutkan bekerja, 4% lainnya memilih untuk berwirausaha
Diagram 2: Alasan Siswa SMK Memilih Bekerja
Dari data di atas
menunjukan bahwa para siswa yang memilih untuk bekerja setelah lulus memiliki alasan-alasan, 36% siswa karena ingin membantu
perekonomian keluarga, 31% siswa karena memang
keinginannya sendiri, 22% hendak
mencari pengalaman lebih di
dunia kerja, 11% hendak kuliah
namun ada beberapa halangan sehingga memilih menunda kuliahnya (gapyear) dan memilih untuk bekerja terlebih dahulu.
Diagram 3: Alasan Siswa SMK Memilih Bekerja
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa sebanyak 14% dari total siswa yang menjadi responden memiliki minat yang tinggi untuk berwirausaha. Dalam konteks ini, kegiatan wirausaha dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat membantu meningkatkan perekonomian secara lokal maupun
nasional.
hasil dari penelitian juga ditemukan bahwa sebagian besar siswa yang memiliki minat untuk berwirausaha, yaitu sekitar 57%, didorong oleh keinginan mereka sendiri. Dari data tersebut
menunjukkan bahwa semakin banyak siswa yang memahami potensi dan manfaat dari wirausaha sebagai alternatif karir, semakin besar pula peluang untuk terciptanya lapangan kerja baru di masa depan.
Selain
itu, 29% siswa memiliki motivasi untuk melanjutkan usaha yang sudah dimiliki oleh
orang tua mereka. Hal ini menunjukkan bahwa di samping keinginan individu, faktor lingkungan sosial dan keluarga juga memainkan peran penting dalam
membentuk minat seseorang untuk berwirausaha.
Diagram 4: Alasan Siswa SMK Menerusan Ke Pergurua Tinggi
Diagram 4 di atas menunjukan bahwa sebanyak 57% siswa SMK bidang teknik berminat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yang disebabkan karena siswa berminat untuk meningkatkan value pada dirinya.
Hal ini dapat dijadikan indikasi bahwa semakin banyak siswa SMK yang menyadari pentingnya pendidikan tinggi sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan mereka. Dari hasil penelitian juga ditemukan bahwa sekitar 38% siswa SMK bidang teknik yang berminat melanjutkan studi ke perguruan tinggi yang didasari oleh keinginan mereka sendiri. Hal tersebut menunjukkan bahwa sudah semakin banyaknya siswa SMK yang sudah memiliki motivasi intrinsik untuk belajar dan berprestasi, maka semakin tinggi pula kemungkinan untuk meraih kesuksesan di masa depan. Di samping itu, sebanyak 5% siswa SMK memiliki motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi karena karena
didorong olehkeinginan
orang tua mereka. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan dan sosial keluarga memainkan peran sangat penting dalam membentuk
minat siswa SMK untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Para siswa menentukan pilihan-pilihannyanya tersebut
bukan tanpa alasan, melainkan karena mereka sudah memiliki tujuannya sendiri. Bagi mereka yang
memilih untuk melanjutkan
ke perguruan tinggi memiliki alasan karena ingin mencari
ilmu sebanyak mungkin agar dapat meningkatkan kulitas pada dirinya dan juga mencari gelar yang termotivasi karena karena faktor
internal maupun eksternal seperti adanya keinginan dari dirinya sendiri atau dorongan dari orang tua bahkan lingkungannya.
Sedangkan siswa SMK bidang teknik yang memilih untuk melanjutkan bekerja memiliki alasan karena mereka
merasa siap untuk langsung bekerja, namun sebagian besar dari siswa SMK yang melanjutkan bekerja, ada yang ingin melanjutkan untuk kuliah namun terhambat di faktor ekonomi, mereka yang memilih bekerja karena ingin meningkatkan ekonomi keluarganya, mengangkat derajat keluarga dan juga menunda kuliahnya (gapyear) untuk mencari penghasilan terlebih dahulu. Siswa SMK yang memilih untuk melanjutkan dengan berwirausaha beralasan karena sebagian siswa ada yang melanjutkan usaha keluarga, dan ada juga yang termotivasi dari keinginannya sendiri.
Dengan demikian, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi pihak-pihak terkait, seperti sekolah, pemerintah, dan institusi pendidikan tinggi, untuk mengembangkan
program dan kebijakan yang dapat
meningkatkan minat pada siswa SMK untuk dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Sebagai contoh, dapat dilakukan
sosialisasi dan penyediaan informasi mengenai manfaat dan peluang setelah menempuh pendidikan tinggi, sehingga siswa SMK semakin termotivasi untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan tinggi.
KESIMPULAN
Dari data dan pembahasan
yang telah di bahas, maka kesimpulannya yaitu masih rendahnya
minat siswa SMK kelas XII bidang teknik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Siswa SMK lebih berminat untuk melanjutkan bekerja, dan dari data yang diperoleh alasan untuk melanjutkan bekerja cenderung karena ingin membantu perekonomian keluarga dan memiliki minat yang berasal dari diri
sendiri. Sebagian siswa lainnya
berminat untuk melanjutkan wirusaha yang cenderung didasari oleh keinginan sendiri. Siswa yang berminat untuk melanjutkan kuliah cenderung memiliki faktor internal yaitu siswa memiliki keinginan dari diri sendiri dan ingin meningkatkan kualitas pada dirinya.
Fitriani, K. (2014). Pengaruh
Motivasi, Prestasi Belajar, Status Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Lingkungan
Sekolah Terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi Pada Siswa
Kelas Xii Akuntansi Smk Negeri 1 Kendal. Economic Education Analysis
Journal, 152-159. Diambil kembali dari
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eeaj
Hamalik, O. (2012). Kurikulum dan
Pembelajaran. Bumi Aksara.
Khasan Setiaji, D. R. (2017). Minat
Melanjutkan Studi Perguruan Tinggi Siswa Smkn Kota Semarang. Jurnal
Pendidikan Ekonomi, Vol 10, No. 1, 45-59.
doi:https://dx.doi.org/10.17977/UM014v10i12017p045
Lase, I. P. (2020, Mei). Pengaruh
Tingkat Pendapatan Orang Tua, Tingkat Pendidikan Orang Tua, Lingkungan Teman
Sebaya Dan Efikasi Diri Terhadap Minat Siswa Untuk Melanjutkan Keperguruan
Tinggi Smk Kabupaten Nias. Jurnal Education and development, Vol.8 No.2 .
Ninuk Indriyati, S. E. (2013). Faktor-Faktor
Yang Memengaruhi Minat Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi Pada Siswa
Kelas Xii Akuntansi Smk Negeri 6 Surakarta Tahun 2013. Jupe UNS, Vol, 1,
No.2, 1-10.
Nur Barokah, A. Y. (2019). Pengaruh
Lingkungan Sekolah, Self Efficacy, dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua
terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan Tinggi Dengan Prestasi Belajar Sebagai
Variabel Mediasi. Economic Education Analysis Journal(p-ISSN 2252-6544
e-ISSN 2502-356X), 434-452.
Rahmat Ramadhan, M. A. (2018). Pengaruh
Status Sosial Ekonomi Orang Tua Dan Motivasi Belajar Terhadap Minat
Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi (Studi Pada Siswa Smk Nasional Padang).
EcoGen, Vol 1, No. 1, , 140-147.
Reni Farwitawati, M. M. (2021). Menumbuhkan
Minat Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
(Smk) Perpajakan. Comsep: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, Vol. 2, No.
1, 21-26.
Rian Kurniawan, M. S. (2022). Studi
Eksplorasi Motivasi Dan Minat Siswa Smk Untuk Melanjutkan Pendidikan Tinggi
Pada Program Studi Keolahragaan Di Kabupaten Kendal. Sport Science and
Education Journal, Vol 3, No. 1, 1-12.
Ruslinda Agustina, R. A. (2018). Pengaruh
Motivasi Belajar, Prestasi Belajar, Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Dan
Lingkungan Teman Sebaya Terhadap Minat Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan
Tinggi S1 Akuntansi Pada Siswa Smk Swasta Di Banjarmasin. Jurnal Ekonomi
dan Bisnis , Vol.11 No.1, 12-27.
Sinta Armalita, Y. (2016). Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Minat Untuk Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Siswa
Kelas Xii Jurusan Tata Boga Di Smk Negeri 4 Dan Smk Negeri 6 Yogyakarta . Jurnal
Pendidikan Teknik Boga, 74-80.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian
Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Uyun, M. (2013). Meningkatkan Minat
Siswa Smk Untuk Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi. Communnity
Development Journal, Vol 4, No. 1, 358-365.