PEMANFAATAN
MICROSOFT 0365 SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN DI SMAN 1 SEKONGKANG
SMAN 1 Sekongkang
Sekolah merupakan suatu organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, dan merupakan salah satu faktor penentu mutu sumber daya
manusia. Sekolah adalah lembaga pendidikan yang bertugas m enciptakan budaya mutu untuk mengembangkan dan mencapai tujuan pendidikan nasional yang telah dicanangkan pemerintah. Guru hendaknya menguasai materi dan sekaligus metode pembelajaran sesuai dengan kedalaman materi yang diajarkan. Hasil yang
di peroleh adalah Teratasinya Keterbatasan pemenuhan
standar Tenaga Pendididk
dan kependidikan di SMAN 1 Sekongkang.
Kesimpulan Dampak positif dari pelaksanaan pemanfaatan
Microsoft 0365 sebagai upaya pemenuhan standar Tenaga Pendididk
dan kependidikan di SMAN 1 SEKONGKANG : terbentuknya team work yang solid, terlaksananya proses
pembelajaran dalam setiap keadaan, tinggi dan komitmen dalam menjalakan pengabdian dan tugas, Kinerja Guru meningkat,
dengan harapan Prestasi Sekolah meningkat.
Kata kunci: microsoft 0365; standar pendidik; tenaga kependidikan
Abstract:
School
is an organization engaged in the field of education, and is one of the
determining factors for the quality of human resources. School is an
educational institution whose job is to create a culture of quality to develop
and achieve national education goals that have been proclaimed by the
government. Teachers should master the material and at the same time learning
methods in accordance with the depth of the material being taught. The results
obtained are the overcoming of limitations in fulfilling the standards of
Educators and education at SMAN 1 Sekongkang. Conclusion The positive impact of
implementing the use of Microsoft 0365 as an effort to fulfill the standards of
Educators and education at SMAN 1 SEKONGKANG: the formation of a solid team
work, the implementation of the learning process in every situation, high commitment
in carrying out service and duties, Teacher performance increases, with the
hope of Achievement School increases.
Keywords:
Microsoft 0365; educator standards; educational staff
���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Sekolah merupakan suatu organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, dan merupakan salah satu faktor penentu mutu sumber daya
manusia (Widiansyah, 2018). Melalui pendidikan peserta didik, baik secara mental maupun intelektual, digembleng agar dapat mencapai mutu sesuai target yang ditetapkan sekolah (Sunaengsih, 2011).
Sekolah adalah lembaga pendidikan yang bertugas m enciptakan budaya mutu untuk mengembangkan dan mencapai tujuan pendidikan nasional yang telah dicanangkan pemerintah (Astawa, 2017). Dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional, yang dituangkan
dalam undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Sebagai pusat
pengembangan mutu sekolah, setiap satuan pendidikan bertanggungjawab atas ketercapaian mutu yang diharapkan (Cahyana, 2010).
Kepala sekolah sebagai penanggung
jawab setiap satuan pendidikan tentu bertugas mengembangkan mutu sekolah yang mengarah pada ketercapaian tujuan tersebut (Sumarno, 2015).� Kegiatan
perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut hasil evaluasi sebagai dasar pengembangan selanjutnya akan sangat menentukan mutu sekolah yang dipimpinnnya (Rusdarti, Slamet, & Prajanti, 2019).
Perencanaan yang dilakukan suatu
sekolah sering kali tidak berdasarkan kebutuhan yang baik. Pada umumnya
perencanaan diperkirakan
bukan dianalisa dari kebutuhan, sehingga pada pelaksanaannya sering tidak sesuai dengan
perencanaan sebelumnya. Hal
ini yang menjadi polemik
pada pengelolaan terutama masalah keuangan sekolah (Cristian, 2015).
Oleh karena
itu, untuk menghasilkan kondisi
yang menggambarkan keadaan
yang sesungguhnya, perlu dilakukan analisa yang benar dengan alat
yang menghasilkan data yang lebih valid, sebagai data
awal perencanaan pengelolaan pendidikan di setiap satuan Pendidikan (Solichin, 2017).
Berdasarkan hasil analisis Raport Mutu SMAN 1 SEKONGKANG 2019 yang telah direalis oleh Direktorat Jenderal Pendidikan
Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan sebagaimana terlampir
berikut khususnya pada standard ke-5 tentang Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan ,
Indikator ketersediaan dan kompetensi guru sesuai ketentuan, subindikator 5.1.5,
5.1.6, 5.1.7, dan 5.1.8 ( sebagaimana tabel terlampir ).
Gambar Rapor Mutu
Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan SMAN 1 SEKONGKANG
Terlihat
bahwa standar tersebut menjadi� masalah
yang paling menonjol di SMAN 1 SEKONGKANG. Bertitik tolak dari Rapor Mutu
Tersebut maka kami mendiskusikan tindakan apa yang bisa kami lakukan dengan
segala keterbatasan yang ada, seperti keterbatasan Dana, Pencairan Dana Bos
yang kadang tidak sesuai jadwal kebutuhan sekolah, diberlakukannya kebijakan
kebijakan yang mengharuskan sekolah melaksanakan kebijakan kebijakan secara tidak terjadwal, seperti sekolah diwajibkan melakukan Pembelajaran Dari rumah secara Daring, karena merebaknya pendemik Covid-19 diseluruh dunia, yang mempengaruhi
seluruh lini kehidupan,� khususnya di dunia pendidikan.
Hampir seluruh sekolah khususnya sekolah sekolah didaerah pedesaan termasuk SMAN 1 Sekongkang menjadi gagap dalam mengahadapi
situasi dan kondisi tersebut. Penguasaan teknologi mutlak diperlukan oleh guru. Guru hendaknya
menguasai materi dan sekaligus metode pembelajaran sesuai dengan kedalaman materi yang diajarkan. Termasuk juga perangkat teknologi salah satunya adalah perangkat teknologi komunikasi dan informasi. Guru yang profesional
sudah harus mampu menggunakan laptop, proyektor,
internet, dan perangkat teknologi
pendukung pembelajaran lainnya agar proses belajar mengajar dapat dengan mudah dilakukan
serta peserta didik dengan mudah
bisa memahami materi pembelajaran tersebut (Muammar & Suhartina, 2018).
METODE PENELITIAN
Tempat
SMAN 1 SEKONGKANG Kabupaten Sumbawa Barat
Teknik Pengumpulan Data
a.
Observasi
langsung: mengalami langsung dalam setiap tahapan
b.
Studi dokumen: dokumen terkait yang ada di sekolah (Raport Mutu, RKS, RKAS, Kurikulum, Profil)
c.
Wawancara: bincang-bincang non
formal dengan warga sekolah
Teknik Analisis Data
Teknik analisis deskriptif: mendiskripsikan hasil Pemanfaatan Microsoft 0365
HASIL DAN PEMBAHASAN
�� Pengertian, Tujuan, Manfaat dan Langkah-langkah pelaksanaan Tindakan dalam Kegiatan Sekolah Model SPMI.
1.
Apa
itu Microsoft 065
Microsoft 0365 adalah Office
365 untuk Pendidikan dirancang dengan inovasi khusus pendidikan seperti Buku Catatan
Kelas OneNote dan alat pembelajaran untuk layanan pengajaran dan pembelajaran yang
paling lengkap, cerdas dan aman. Layanan ini menawarkan kumpulan alat yang paling beragam dan mendetail untuk pembuatan konten, pembelajaran yang disesuaikan, dan kerja sama kelas yang modern. Dan yang paling hebat, Office 365 untuk Pendidikan tersedia gratis bagi para siswa
dan guru! Melalui
feature Microsoft Tiems.
Microsoft Tiems,
sebuah ruang kerja berbasis obrolan, sebagai tambahan terbaru
untuk Office 365yang menawarkan pengalaman ruang kelas baru di Teams, fitur baru yang menjadikan Teams di Office 365 untuk
Pendidikan sebagai hub digital bagi para guru dan siswa.
Pengalaman ruang kelas baru di Teams sangat membantu
para guru mengelola alur
kerja hariannya secara jauh lebih mudah daripada aplikasi belajar lainnya (Rusydiyah, 2019). Menggunakan Teams, dapat membuat
ruang kelas yang otomatis diisi dengan daftar nama siswa dari sistem
informasi sekolah; berbagi file dan materi mengajar; membuat pengumuman; membagi kelas ke dalam grup proyek dan memantau perkembangannya; membuat, memberikan, dan menilai kuis; menyampaikan
pembelajaran yang disesuaikan
dengan Buku Catatan Kelas OneNote; serta membagikan, mengumpulkan, dan menilai tugas dengan cepat dan efisien. Juga, karena Teams adalah sebuah hub digital, siswa dapat bekerja
bersama kapan saja, di mana
saja, dan di semua perangkat; guru dapat terhubung dengan rekannya dan melanjutkan pengembangan mereka sendiri dalam PLC
(Professional Learning Communities); dan administrator sekolah
dapat saling berkomunikasi serta bekerja sama
dengan seluruh staf.
Yang lebih menarik
lagi, pengalaman kelas baru ini juga membantu para siswa mempersiapkan masa depannya. Microsoft Tiems berfungsi lebih dari sekadar menyederhanakan tugas rutin (Kurniawan, 2012). Fitur ini juga membantu siswa
membangun komunikasi dan kemampuan bekerja sama yang akan diperlukan agar berhasil di masa mendatang.� Word, Excel dan PowerPoint Online telah berhasil membantu siswa menulis dokumen bersama secara real-time. Pengalaman percakapan yang konsisten di Teams mampu membuat kerja sama di ruang kelas menjadi
lebih efektif (Iskandar et al., 2020). Diskusi kelas yang aktif memungkinkan semua orang
untuk membaca, mengambil peran, dan belajar sesuai kemampuan mereka, baik di kelas maupun di rumah. Kontrol moderasi juga memungkinkan guru menghapus pesan, menonaktifkan pemberitahuan dari siswa tertentu,
atau menjeda percakapan. Percakapan Teams dapat meliputi semua hal yang diperlukan siswa untuk bekerja sama, termasuk dokumen Word, Excel, dan PowerPoint; buku catatan OneNote; dan Planner untuk proyek
grup. Hanya dengan sekali klik, diskusi
berbasis teks akan menjadi lebih menarik dengan suara dan video untuk pengalaman
kerja sama yang paling canggih.
2.
Tujuan
a.
Teratasinya
Keterbatasan pemenuhan standar
Tenaga Pendididk dan kependidikan
di SMAN 1 Sekongkang
b.
Proses pembelajaran berlangsung dalam berbagai kondisi yang
berbeda �beda tidak lagi monoton didalam kelas
c.
Pemberdayaan guru menjadi optimal
d.
Pembelajaran Dari rumah dapat terencana,
terlaksana dan terevaluasi dengan sangat baik
3.
Manfaat
Bagi Siswa
a.
Tersedianya
bahan ajar setiap saat
b.
Bahan
ajar/materi ajar bisa dakses oleh siswa kapan saja
c.
Siswa
bisa memiliki akun untuk mengakses bahan ajar secara gratis
d.
Siswa
dapat mengakses kelas �secara mandiri kapan
saja
e.
Siswa
dapat melihat hasil evaluasi segera setelah evaluasi dilakukan
Bagi Guru
Bagi Sekolah
C. Kendala-Kendala
yang Dihadapi dalam Pelaksanaan
D. Faktor
Pendukung
Faktor pendukung yang membantu
terlaksannya seluruh siklus kegiatan SPMI adalah sebagai berikut
E. Langkah Pencapaian Kegiatan
Langkah yang ditempuh
dalam melaksankan SPMI di
SMAN 1 Sekongkang adalah
sebagai berikut.
Dalam tahapan pelaksanaan pemecahan masalah ini, penerapan pemanfaatan Microsoft 0365 dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1.
Membentuk team work yang solid
2.
Melaksanakan workshop
pemanfaatan Microsoft 0365 bagi para guru di SMAN 1 SEKONGKANG
3.
Pelaksanaan program.
4.
Pelaksanaan tindak lanjut hasil supervisi dengan memberikan umpan balik
5.
Prestasi dan reward
F. Hasil yang Diperoleh
Pelaksanaan tindakan membawa hasil;
Pemberdayaan guru menjadi optimal
KESIMPULAN
Pengembangan sekolah melalui pemanfaatan Microsoft 0365 sebagai upaya pemenuhan standar Tenaga Pendididk dan kependidikan
di SMAN 1 SEKONGKANG, dilakukan dengan lima tahap kegiatan, yakni:
1. Membentuk team work yang solid
2. Melaksanakan workshop pemanfaatan Microsoft 0365 bagi para
guru di SMAN 1 SEKONGKANG
3. Pelaksanaan program.
4. Pelaksanaan tindak lanjut hasil supervisi dengan memberikan umpan balik
Dampak positif dari pelaksanaan pemanfaatan Microsoft 0365 sebagai upaya
pemenuhan standar Tenaga Pendididk dan kependidikan di SMAN 1 SEKONGKANG : terbentuknya team work yang solid, terlaksananya proses pembelajaran dalam setiap keadaan, tinggi dan komitmen dalam menjalakan pengabdian dan tugas, Kinerja Guru meningkat,
dengan harapan Prestasi Sekolah meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
Astawa, I. Nyoman Temon.
(2017). Memahami peran masyarakat dan pemerintah dalam kemajuan mutu pendidikan
di Indonesia. Jurnal Penjaminan Mutu, 3(2), 197�205.
Cahyana, Ade. (2010).
Upaya Peningkatan Mutu Sekolah melalui Satuan Otonomi Pendidikan. Jurnal Pendidikan
Dan Kebudayaan, 16(2), 109�117.
Cristian, Harry. (2015).
Studi tentang Pelaksanaan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKPDes) Tahun 2013 di
Desa Loa Janan Ulu Kecamatan Loa Janan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kutai:
EJournal Pemerintahan Integratif, 3, 2337�8670.
Iskandar, Akbar,
Sudirman, Acai, Safitri, Meilani, Sulaiman, Oris Krianto, Ramadhani, Rahmi,
Wahyuni, Dewi, Kurniawan, Muh Ardian, Mardiana, Nana, Jamaludin, Jamaludin,
& Simarmata, Janner. (2020). Aplikasi Pembelajaran Berbasis TIK.
Yayasan Kita Menulis.
Kurniawan, Hendra.
(2012). Pemanfaatan Media Audio Visual Dalam Pembelajaran Sejarah Yang
Konstruktivistik Studi Kasus Pada Siswa Kelas Xi Ilmu Sosial 1 Sma Regina Pacis
Surakarta. UNS (Sebelas Maret University).
Muammar, Muammar, &
Suhartina, Suhartina. (2018). Media pembelajaran berbasis teknologi informasi
dalam meningkatkan minat belajar akidah akhlak. KURIOSITAS: Media Komunikasi
Sosial Dan Keagamaan, 11(2), 176�188.
Rusdarti, Rusdarti,
Slamet, Achmad, & Prajanti, Sucihatiningsih Dian Wisika. (2019).
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan dalam Pembuatan Publikasi Ilmiah Melalui
Workshop dan Pendampingan Bagi Guru SMA Kota Semarang. Rekayasa: Jurnal
Penerapan Teknologi Dan Pembelajaran, 16(2), 271�280.
Rusydiyah, Evi
Fatimatur. (2019). Teknologi Pembelajaran: implementasi pembelajaran era 4.0.
UIN Sunan Ampel Press Surabaya.
Solichin, Mujianto.
(2017). Analisis daya beda soal, taraf kesukaran, validitas butir tes,
interpretasi hasil tes dan validitas ramalan dalam evaluasi pendidikan. Dirasat:
Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Islam, 2(2), 192�213.
Sumarno, Sumarno.
(2015). Studi Rekruitmen dan Pengembangan Profesi Kepala Sekolah sebagai
Pimpinan Satuan Pendidikan di Kecamatan Selupu Rejang. Manajer Pendidikan:
Jurnal Ilmiah Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana, 9(4).
Sunaengsih, Cucun.
(2011). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Dan Budaya
Sekolah Terhadap Mutu Sekolah di SMP Negeri dan Swasta Wilayah Kota Bandung. Jurnal
Administrasi Pendidikan, 14(2).
Widiansyah, Apriyanti.
(2018). Peranan sumber daya pendidikan sebagai faktor penentu dalam manajemen
sistem pendidikan. Cakrawala-Jurnal Humaniora, 18(2), 229�234.
Departemen Pendidikan Nasional, 2007, Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional �������������� Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi
Kepala Sekolah, Jakarta, ������ Dirjen �� PMPTK
Departemen Pendidikan Nasional, 2007, Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional �������������� Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi
Akademik dan Kompetensi ����� Guru, ��� Jakarta, Dirjen PMPTK
https://glints.com/id/lowongan/microsoft-team/#.X3FjWxTivIU
http://fatkhan.web.id/definisi-kompetensi-profesional-guru/
�