KONSULTASI RE-DESAIN PENATAAN RUANG DALAM PADA BANGUNAN GALERI DI KASEPUHAN SINAR RESMI

 

Retna Ayu Puspatarini1, Susy Irma Adisurya2, Marsyanda Joyo Putri3, Muhammad Rakha Aushaf4, Salsa Dilla5

Universitas Trisakti

[email protected]

Abstrak:

Kasepuhan Sinar Resmi merupakan kampung adat yang berada di desa Sinar Resmi, kecamatan Cisolok, kabupaten Sukabumi di Provinsi Jawa Barat. Kampung adat ini masih mempertahankan kebudayaanya yakni budaya Sunda mulai dari penerapan bangunan tradisional, bercocok tanam, dan kerajinan tangan. Bangunan tradisional khas Kasepuhan Sinar Resmi dapat dilihat mulai dari rumah tinggal, lumbung padi, musholla, bahkan hingga ke bangunan baru yakni Galeri. Berkat keunikannya ini wisatawan mulai berkunjung untuk berwisata maupun untuk menimba ilmu pengetahuan dari kekhasan yang dimiliki kampung adat Kasepuhan Sinar Resmi. Dari beragam bangunan di kampung adat ini, bangunan Galeri merupakan bangunan yang kurang menarik penampilannya. Untuk mengangkat bangunan Galeri menjadi tempat yang menarik untuk dikunjungi maka kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dilakukan dengan memberikan konsultasi re-desain tata ruang dalam pada bangunan Galeri. Kegiatan konsultasi tersebut dilakukan secara partisipatori dari masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi yakni dengan melibatkan ketua adat, tukang bangunan khas Kasepuhan Sinar Resmi, dan masyarakat yang hasil kerajinan tangannya dipamerkan di bangunan Galeri. Hasil dari konsultasi re-desain ini berupa gambar kerja re-desain penataan ruang dari bangunan Galeri.

 

Kata kunci: Kasepuhan Sinar Resmi; Galeri; Re-desain.

 

Abstract:

Kasepuhan Sinar Resmi is a traditional village located in the village of Sinar Resmi, Cisolok sub-district, Sukabumi district in West Java Province. This traditional village still maintains its culture, namely Sundanese culture, starting from the application of traditional buildings, farming, and handicrafts. The traditional buildings typical of Kasepuhan Sinar Resmi can be seen starting from residential houses, rice barns, prayer rooms, and even to the new building, namely the Gallery. Thanks to this uniqueness, tourists have begun to visit for tours and to gain knowledge from the uniqueness of the traditional village of Kasepuhan Sinar Resmi. Of the various buildings in this traditional village, the Gallery building is the least attractive for appearance. To elevate the Gallery building to become an attractive place to visit, the Community Service (PKM) activity was carried out by providing consultations on interior re-design of the Gallery building. The consultation activity was carried out in a participatory manner from the Kasepuhan Sinar Resmi community, namely by involving traditional leader (ketua adat), Kasepuhan Sinar Resmi builders, and the community whose handicrafts were exhibited in the Gallery building. The result of this re-design consultation is a working drawing of the re-design of the spatial arrangement of the Gallery building.

 

Keywords: Kasepuhan Sinar Resmi, Gallery, Re-Design

 

�������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������

Corresponding: Retna Ayu Puspatarini

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

A picture containing text, container, box

Description automatically generated

Kasepuhan Sinar Resmi merupakan kampung adat yang berada di desa Sinar Resmi, kecamatan Cisolok, kabupaten Sukabumi di Provinsi Jawa Barat. Kampung adat ini merupakan masyarakat agraris di mana padi merupakan sumber penting bagi kehidupan masyarakatnya (Ridjal, 2019). Hal ini dapat ditelusuri dengan adanya bangunan yang dibuat khusus untuk menyimpan padi yang disebut oleh masyarakatnya sebagai leuit (Nopianti, 2016) dan diadakan upacara kebudayaan yang terkait dengan padi yang dikenal dengan seren taun (Marwanti & Kusnadi, 2015).

Gambar 1. Kawasan Kasepuhan Sinar Resmi

(https://sinarresmi.com/en/facility)

����������� Berdasarkan pengalamannya di bidang pertanian, masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi mengembangkan beragam jenis padi. Selain sektor pertanian, masyarakat di Kasepuhan Sinar Resmi juga memiliki mata pencaharian sebagai pengrajin, penyadap nira, pengukir, dan pandai besi (Sukma, 2022). Varietas padi dan hasil mata pencaharian masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi diantaranya olahan gula aren, dan kerajinan kain batik (Abdurahman, 2017) dapat dilihat oleh para wisatawan yang ditempatkan di bangunan Galeri.�

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 2. Lokasi Bangunan Galeri di Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi

(https://sinarresmi.com/en/facility)

Galeri merupakan gedung yang digunakan sebagai tempat untuk memamerkan benda atau karya seni yang mendapat tempat perhatian umum (Musaffa, 2018). Dalam memamerkan benda, hal yang perlu diperhatikan dalam menata benda-benda yakni kategori Galeri. Terdapat beberapa kategori Galeri, yakni:

-    Galeri di dalam museum

-    Galeri Kontemporer

-    Vanity Galeri

-    Galeri Arsitektur

-    Galeri Komersil

Berdasarkan kategori Galeri maka galeri yang ada di Kasepuhan Sinar Resmi termasuk pada Galeri di dalam museum dan Galeri Komersil. Dua kategori ini terlihat dari dipajangnya benih padi yang dihasilkan di Kasepuhan Sinar Resmi dan tidak diperjual belikan namun untuk mengedukasi masyarakat beragam benih padi (Galeri di dalam museum), sedangkan kategori lainnya galeri yang berfungsi untuk memajangkan hasil karya untuk diperjual belikan (Galeri Komersil) yakni memajangkan kain batik, dan gula aren.

Namun kondisi saat ini tidak semua wisatawan yang datang ke Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi datang mengunjungi bangunan Galeri. Hal ini disebabkan penataan area museum dan komersil diletakkan seadanya sehingga kurang menarik untuk dilihat. Untuk itu perlu dilakukan re-desain tata ruang dalam pada bangunan Galeri di Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi.

 

METODE PENELITIAN

Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan berbagai tahapan (Ghozali, 2016). Pelaksanaan awal dilakukan dengan mengumpulkan tim kegiatan pengabdian kepada masyarakat, selanjutnya dilakukan diskusi untuk persiapan berkunjung ke lokasi kegiatan. Pada tanggal 30 Januari 2023 melakukan kunjungan ke kampung adat Kasepuhan Sinar Resmi. Kegiatan kunjungan ke lapangan dilakukan untuk melihat kondisi bangunan Galeri, melakukan focus group discussion (FGD) yang melibatkan masyarakat setempat (partisipatori) untuk mengumpulkan data hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan re-desain tata ruang dalam pada bangunan Galeri.

Pelaksanaan tahap berikutnya, tim kegiatan pengabdian kepada masyarakat melakukan diskusi terkait data yang diperoleh saat melakukan kunjungan ke lapangan. Kemudian tim melakukan proses desain untuk menghasilkan penataan tata ruang dalam di bangunan Galeri. Dari proses desain ini dihasilkan gambar kerja dari desain tata ruang dalam dari bangunan Galeri.

Setelah dihasilkan desain yang menarik maka langkah selanjutnya yakni mempresentasikan hasil gambar desain tersebut ke ketua adat Kasepuhan Sinar Resmi. Kegiatan diskusi ini dilakukan secara daring (online). Hasil diskusi ini menyimpulkan bahwa ketua adat menyetujui desain yang disampaikan tim. Setelah adanya persetujuan dari ketua adat maka pihak Kasepuhan Sinar Resmi menerima gambar kerja re-desain tata ruang dalam bangunan Galeri.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat

����������� Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan mulai dari pembentukan tim kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat hingga disetujuinya hasil re-desain tata ruang dalam bangunan Galeri. Tim kegiatan ini terdiri atas Kerjasama dua program studi Universitas Trisakti yakni program studi magister arsitektur dan program studi sarjana desain interior Universitas Trisakti. Pihak mitra yang terlibat yakni Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi. Kegiatan ini dilakukan secara luring (offline) dan daring (online). Kegiatan luring dilakukan saat tim melakukan kunjungan ke lapangan melihat bangunan Galeri dan melakukan focus group discussion (FGD) dengan masyarakat Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi. Sedangkan untuk kegiatan daring dilakukan untuk melakukan persiapan ke lapangan, diskusi terkait data yang dikumpulkan, melakukan proses desain, dan presentasi hasil desain ke pihak mitra.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 3. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat berdiskusi dengan Masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi (30 Januari 2023)

(dokumentasi pribadi)

Graphical user interface

Description automatically generated

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 4. Diskusi Desain dari Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan secara Daring

(dokumentasi pribadi)

Gambar 5. Presentasi Desain Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dengan Ketua Adat Kasepuhan Sinar Resmi dilakukan Daring

(dokumentasi pribadi)

 

Re-Desain Tata Ruang Dalam pada Bangunan Galeri

Re-desain tata ruang dalam pada bangunan Galeri dilakukan dengan menerapkan tahapan design thinking (Wibowo & APRILIA, 2021) yakni:

�   Empathize

�   Define

�   Ideate

�   Prototype

�   Test

Empathize merupakan tahap awal dari design thinking. Tahapan ini dilakukan untuk memahami permasalahan yang dilakukan melalui pengamatan. Berdasarkan pemahaman tersebut, tahap awal yang dilakukan pada kegiatan re-desain tata ruang dalam bangunan Galeri dilakukan dengan melakukan pengamatan bangunan Galeri di Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi. Kegiatan pengamatan langsung di lakukan pada tanggal 30 Januari 2023. Kegiatan ini menghasilkan dokumentasi foto seperti yang terlihat pada gambar 6.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 6. Bangunan Galeri di Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi (kondisi saat ini)

(dokumentasi pribadi)

 

����������� Define merupakan tahapan yang mengumpulkan informasi yang telah dikumpulkan selama melakukan tahapan empathize. Pada tahapan ini dilakukan pencarian informasi terkait ukuran dari bangunan Galeri. Untuk mendapatkan informasi tersebut, tim Pengabdian Kepada Masyarakat melakukannya dengan mengukur luasan dari bangunan Galeri dengan menggunakan alat ukur meteran. Dari pengukuran tersebut diketahui ukuran bangunan Galeri, hal ini seperti terlihat pada gambar 7.

Diagram, schematic

Description automatically generated

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 7. Catatan Hasil ukur berdasarkan Pengamatan di lokasi

(dokumentasi pribadi)

 

Pengumpulan informasi dapat juga dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) antara tim Pengabdian Kepada Masyarakat dengan masyarakat kampung adat Kasepuhan Sinar Resmi. Hal ini seperti terlihat pada gambar 8.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 8. Focus Group Discussion (FGD) untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan

(dokumentasi pribadi)

 

Ideate merupakan tahapan yang dilakukan untuk mengumpulkan ide desain. Tahapan ini dilakukan melalui sketsa ide dasar re-desain tata ruang dalam pada bangunan Galeri, hal ini seperti terlihat pada gambar 9.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 9. Sketsa Ide Dasar Re-Desain Tata Ruang Dalam pada Bangunan Galeri

(dokumentasi pribadi)

 

Prototype merupakan tahapan desain yang dilakukan dengan menguji desain yang dilakukan. Pada re-desain tata ruang dalam pada bangunan Galeri pengujian desain dilakukan dengan melakukan layout dan 3D modeling. Hal ini seperti yang terlihat pada gambar 10.

Gambar 10. Layout Tata Ruang Dalam pada Bangunan Galeri

(dokumentasi pribadi)

 

 

Test merupakan tahapan akhir dari design thinking. Tahapan ini merupakan tahapan penyempurnaan desain. Pada re-desain tata ruang dalam pada bangunan Galeri, tahapan ini dilakukan melalui rendering desain. Hal ini seperti terlihat pada gambar 11.

Gambar 11. Rendering Tata Ruang Dalam pada Bangunan Galeri

(dokumentasi pribadi)

 

Perubahan Desain Tata Ruang Dalam pada Bangunan Galeri

�� Hasil re-desain tata ruang dalam pada bangunan Galeri menghasilkan beberapa perbedaan. Namun perbedaan tersebut didasarkan pada kebutuhan yang diinginkan mitra serta masih berdasarkan pada teori desain.

Francis D.K Ching mengutarakan ada 6 (enam) elemen dasar interior, yakni elemen lantai, elemen dinding, elemen langit-langit, elemen estetis, elemen bukaan, dan elemen cahaya (Jonatan, 2022). Berdasarkan elemen dasar interior tersebut pada hasil re-desain tata ruang dalam pada bangunan Galeri elemen lantai, elemen langit-langit, elemen bukaan, dan elemen cahaya masih mempertahankan bentuk aslinya. Namun pada elemen dinding, dan elemen estetis mengalami sedikit perubahan.

Pada elemen dinding, dinding struktural bangunan masih mempertahankan bentuk aslinya. Pada kondisi saat ini, bangunan tidak memiliki sekat pembatas yang dapat membentuk suatu ruang namun hanya terlihat di area kasir adanya pembatas vertikal dan horizontal yang menandakan pembedaan ruang (Irtanto, Istanto, & Susan, 2019). Pada hasil re-desain masih mempertahankan area kasir membentuk ruang tersendiri yakni area kasir namun lokasi area ini berubah dari area awalnya. Sebelumnya area kasir berada jauh dari pintu masuk namun di hasil re-desain area kasir diletakkan dekat dengan pintu masuk (Phielip, Istanto, & Nuradhi, 2018).

Selain area kasir, elemen dinding yang menciptakan suatu ruang juga terlihat pada hasil re-desain melalui material yang dibuat untuk menggantung baju dan untuk meletakkan alat untuk membatik yang diletakkan ditengah bangunan (Razani, 2022). Adanya material tersebut menciptakan ruang tambahan di bangunan Galeri. Untuk ruang yang terbentuk karena material untuk menggantung baju membentuk 2 ruang yakni ruang dekat area display aksesoris dan ruang dekat cermin. Hal ini terlihat pada gambar 12.

Ruang tambahan yang tercipta adanya material finishing juga dihasilkan melalui adanya meja kecil yang diletakkan di tengah bangunan untuk meletakkan alat membatik (Vina, n.d.). Pada kondisi saat ini, area tersebut kosong tidak ada meja kecil. Dengan adanya meja kecil tersebut maka ruang tambahan yang terbentuk menghasilkan ruang sirkulasi. Adanya perubahan desain ini memberikan focal point pada ruang dalam pada bangunan Galeri. Desain ini menerapkan elemen estetis yang diutarakan Francis D.K Ching dimana adanya penekanan pada bentuk ruang. Hal ini terlihat pada gambar 12.

Elemen estetis juga mengalami perubahan pada benda-benda yang menempel di dinding. Pada kondisi saat ini, baju-baju dan hasil karya kerajinan lainnya yang dipamerkan diletakkan tergantung di dinding, sedangkan pada hasil re-desain yang diletakkan menggantung di dinding yakni kaca, papan informasi terkait jenis varietas padi yang ada di Kasepuhan Sinar Resmi, dan informasi cara memakai ikatan kepala khas setempat. Untuk baju dan kerajinan lainnya disimpan di lemari. Hal ini juga dapat dilihat pada gambar 12.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Gambar 12. Perbedaan Desain Tata Ruang Dalam pada Bangunan Galeri

(dokumentasi pribadi)

 

KESIMPULAN

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan merupakan kegiatan konsultasi re-desain tata ruang dalam pada bangunan Galeri menghasilkan sebuah desain baru untuk mengubah penampilan ruang dalam yang menarik sehingga wisatawan tertarik dan terkesan dengan barang-barang yang dipamerkan dan dijual. Konsultasi ini berjalan dengan efektif karena masyarakat dalam melakukan kegiatan focus discussion group (FGD) bersikap kooperatif sehingga memberikan banyak informasi yang dibutuhkan bagi tim kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk dapat merealisasikannya didasarkan pada acuan desain tata ruang dalam.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdurahman, Dede Diaz. (2017). Mentari Pagi di Kasepuhan Sinar Resmi.

 

Ghozali. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete Dengan Program IBM SPSS 23. Semarang: Universitas Diponegoro.

 

Irtanto, Johnsen, Istanto, Freddy H., & Susan, Maria Yohana. (2019). Perancangan Arsitektur Interior Kedai Kopi Mantao Pare di Makassar. Kreasi, 4(2), 113�134.

 

Jonatan, Lisa Levina. (2022). KAJIAN KONSEP ADAPTIVE REUSE PADA DESAIN INTERIOR GALERI DI RUMAH HERITAGE ISTANA BATIK KERIS, SOLO. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 5, 331�341.

 

Marwanti, Theresia Martina, & Kusnadi, Nurani. (2015). PARTISIPASI PEREMPUAN DALAM UPACARA ADAT �SEREN TAUN�(STUDI KASUS PADA MASYARAKAT KASEPUHAN SINAR RESMI DESA SIRNA RESMI, KECAMATAN CISOLOK, KABUPATEN SUKABUMI PROVINSI JAWA BARAT). Pekerjaan Sosial, 12(2).

 

Musaffa, Reinaldy Putra Anandia. (2018). Desain Interior Galeri Sentra UMKM Madiun Dengan Konsep Memfasilitasi UMKM Daerah dan Ramah Pengunjung Bernuansa Modern.

 

Nopianti, Risa. (2016). Leuit Si Jimat: wujud solidaritas sosial masyarakat di Kasepuhan Sinarresmi. Patanjala: Journal of Historical and Cultural Research, 8(2), 219�234.

 

Phielip, Rivaldy Anthonios, Istanto, Freddy H., & Nuradhi, Maureen. (2018). DESAIN INTERIOR DENGAN PENERAPAN TEKNOLOGI DAN PENAMPILAN TEKNO PADA SHOWROOM AUTO ONE DI MAKASSAR. KREASI, 3(2), 292�324.

 

Razani, Briliana. (2022). Perancangan UMKM Market Place Pasca Pandemi COVID-19 dengan Pendekatan Biophilic Design di Kota Bontang.

 

Ridjal, Abraham Mohammad. (2019). Arsitektur masyarakat agraris dan perkembangannya. Universitas Brawijaya Press.

 

Sukma, Nony Nuryani. (2022). Eksistensi Kampung Adat Sinar Resmi Sukabumi.

 

Vina, Amelia. (n.d.). Super Kreatif Mendesain Area Living Room. NOKTAH.

 

Wibowo, Mariana, & APRILIA, ARIESTA. (2021). RE-DESAIN INTERIOR GRIYA KUSUMA INDAH UNTUK MENDUKUNG PELAKSANAAN RETREAT DI PACET. Petra Christian University.