DAMPAK PROGRAM CSR PT. PONDOK INDAH PADANG GOLF, Tbk.,
JAKARTA TERHADAP CITRA PERUSAHAAN
Selvi Arifina� Muhammad Darwinsyah��
STIKOM InterStudi, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Indonesia
[email protected], [email protected]
Corporate Social Responsibility (CSR) atau Tanggung Jawab Sosial adalah manajemen pencitraan dalam program kerja PR
yang menjadi sarana vital dalam rangka menumbuhkan
citra perusahaan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kuat tidaknya dampak Program CSR PT.
PIPG, Tbk. Jakarta pada citra
perusahaan serta mengetahui komponen Program CSR
yang paling berdampak pada citra
PT. PIPG, Tbk. Variabel CSR dan Citra mengadopsi empat komponen CSR pada citra perusahaan: ekonomi, hukum, etika dan filantropis. Penelitian ini dilakukan di PT. PIPG, Tbk menggunakan metode survey. Populasinya adalah karyawan sebanyak 225, sampel 69 menggunakan purposive
sampling. Data diolah dengan
SPSS 20.1 menggunakan Analisis faktor,
Cronbach Alpha, nilai R2 dan nilai
sig. serta beta. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Variabel
CSR memiliki dampak yang
cukup kuat dalam meningkatkan citra PT. PIPG, Tbk. Adapun komponen pada variabel CSR yang secara signifikan memiliki dampak baik dalam meningkatkan citra PT. PIPG, Tbk. adalah ekonomi
dan filantropis. Sebagai saran hendaknya
lebih memaksimalkan komponen
hukum dan etika serta membuat program program Green (peduli dan berbudaya lingkungan) untuk berkontribusi aktif dalam menjaga kelestarian
lingkungan.
Kata kunci: corporate social responsibility (CSR),
citra perusahaan, PT pondok indah padang
golf.
Abstract:
Corporate Social Responsibility (CSR) is an image management in
the Public Relations work program which is a vital tool in order to grow the
company's image. This study aims to determine whether or not the impact of PT.
PIPG, Tbk. Jakarta on corporate image and knowing the
CSR components which has the most impact on corporate image. CSR and Image
variables adopt four CSR components to corporate image: economics, law, ethics
and philanthropy. This research was conducted at PT. PIPG, Tbk
by using survey methods. The population is 225 employees, 69 samples using
purposive sampling. Data was processed with SPSS 20.1 using factor analysis,
Cronbach Alpha., R2 value, sig. and beta. The results of the study show that
the CSR variable has a fairly strong impact on improving the image of PT. PIPG,
Tbk. The components contained in the CSR variable
significantly have a good impact on improving the image of PT. PIPG, Tbk. are the economic component and the philanthropic
component. Advices are, should maximize the legal and ethical components and
launch another philanthropic program in the form of a Green
program actively contribute to preserving the environment.
Keywords: corporate social responsibility (CSR), image, PT pondok indah padang
golf.
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Di antara khalayak yang paling penting
untuk organisasi dan industri
serta perseroan yakni warga atau
komunitas. Warga atau komunitas serta merta mempunyai
ikatan kuat terhadap penataan reputasi organisasi dan industri serta perseroan di mana reputasi ini menjadi tonggak untuk kesinambungan tumbuh kembang organisasi dan industri serta perseroan. keadaan ini tercipta sebab lantaran reputasi muncul pada pikiran warga atau
komunitas. Adapun reputasi organisasi dan industri serta perseroan belum tentu senantiasa
terwujud baik
Hal ini disebabkan karena menurut
Bentuk pernyataan yang telah disebutkan selaras pada pendapat menurut
Di Indonesia pemahaman mengenai CSR telah masuk pada tahapan pertumbuhan, baik secara konseptual maupun praktiknya. Tidak dapat dipungkiri bahwa pemahaman masyarakat Indonesia tentang CSR cenderung pada bentuk tanggung jawab filantropinya. Hal ini memang menjadi pemikiran utama, sebab yang terlihat jelas perusahaan-perusahaan berlomba
untuk menyampaikan bentuk tanggung jawab filantropi dengan basis kebutuhan riil masyarakat. iperlukan. Tuntutan dan kebutuhan akan CSR merupakan salah satu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh sebuah perusahaan, sesuai dengan isi
pasal 74 Undang-undang
Perseroan Terbatas (UUPT) terbaru
Data-data serta pernyataan di atas memberikan ketertarikan kepada peneliti untuk meneliti program CSR di PT. Pondok
Indah Padang Golf, Tbk., atau
disingkat PT. PIPG, Tbk.
Perusahaan ini dibangun sesuai
dengan hari kemerdekaan, yakni 17 Agustus 1976 melalui Akta Notaris Fransiscus
Jacobus Mawati, S.H. No. 22, dengan
tujuan membuat lapangan Golf Pondok Indah
sebagai lapangan utama dan istimewa di Jakarta dan di antara
yang utama serta istimewa di Indonesia
�Bentuk dari pelaksanaan
kegiatan CSR PT. PIPG Tbk.,
Jakarta mencakup yakni beberapa program yang ditujukan
bagi karyawan serta komunitas sekitar. Salah tujuannya tentu adalah untuk mendapatkan respons positif dari komunitas dan pandangan yang positif dari para pelanggan dan masyarakat secara umum. Fakta tersebut selaras pada pernyataan menurut Prasiska yaitu kegiatan dan acara yang bisa meningkatkan reputasi baik organisasi sangatlah bervariasi di antaranya adalah dengan CSR
Menurut
Sebagai perusahaan yang memiliki tata kelola perseroan yang baik, PT. PIPG, Tbk.
memiliki program CSR bagi karyawan
yang terdiri dari melibatkan semua pegawai pada rencana kebijakan kesehatan, keamanan kerja serta tanggungan purnabakti di BPJS, menyertakan pegawai pada Asuransi Jaminan Sosial dalam Hubungan Kerja di Luar Jam Kerja (JSHK), menyertakan
pegawai pada pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), menyertakan pegawai pada forum diskusi
Kesehatan mengenai penyelesaian dan pengurusan penyakit dalam di mana terkadang dijumpai pada lokasi kegiatan, yang dibuat oleh Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia
(APLGI) dan mengikutsertakan karyawannya
dalam Kursus Hygine Sanitasi Makanan, yang dijalankan oleh Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia
Selain itu, ada juga program CSR bagi masyarakat
sekitar, di antaranya membuka peluang dinas untuk masyarakat yang bermukim di lingkaran tempat perusahaan agar bisa bergiat melalui
kegiatan padat karya
Program CSR PT. PIPG, Tbk.
sebagai sebuah fakta dan fenomena berkaitan dengan pernyataan
Adapun konsentrasi objek penelitian adalah pada program CSR bagi karyawan
yang didasari pada penelitian
Dwi Dita Erviana (2017)
yang berjudul PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
UNTUK KESEJAHTERAAN KARYAWAN (Studi Di PT.Madubaru Madukismo
Kabupaten Bantul Yogyakarta). Penelitian ini menyatakan bahwa Perusahaan melakukan aktivitas bisnis serta melaksanakan
investasi dan mendukung kegiatan sosial dengan tujuan meningkatkan
kesejahteraan komunitas dan
dapat memelihara lingkungan hidup. Komunitas di dalam jenis ini mencakup para karyawan perusahaan, pemasok, distributor, organisasi-organisasi
nirlaba yang menjadi mitra perusahaan serta masyarakat secara umum. Contohnya
perusahaan membuat fasilitas adanya poliklinik dan tenaga medis yang bisa dimanfaatkan untuk karyawan maupun masyarakat (Erviana, 2017).
Dengan demikian, maka dibuatlah penelitian ini �� dengan mengambil judul �Dampak Program CSR PT. PIPG, Tbk.
Jakarta terhadap citra perusahaan�.
Maksud dan tujuan dari riset
ini yaitu memastikan kuat tidaknya dampak
Program CSR PT. PIPG, Tbk. Jakarta pada citra perusahaan serta mengetahui komponen Program CSR PT. PIPG, Tbk.,
Jakarta yang paling berdampak pada citra perusahaan.
Masalah dari Peningkatan Keterlibatan Masyarakat: Program CSR yang dilakukan oleh PT. Pondok Indah
Padang Golf, Tbk. dapat melibatkan masyarakat sekitar dalam kegiatan
yang bermanfaat. Misalnya, perusahaan dapat mengadakan kegiatan sosial seperti bakti sosial, pelatihan
keterampilan, atau peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak di sekitar area perusahaan. Hal ini akan memberikan kesan positif kepada
masyarakat dan mencerminkan
komitmen perusahaan dalam membantu masyarakat sekitar.
METODE PENELITIAN
Rancangan riset ini memanfaatkan kajian eksplanatif. Burhan (2005)
menjelaskan tentang desain eksplanasi yang bertujuan mengungkap dan menguraikan satu penyamarataan sampel kepada populasinya, dengan kata lain, menguraikan korelasi, diferensiasi atau dampak satu
variabel dengan variabel yang lain (Pramesti,
2017). Pendekatan penelitian
menggunakan kuantitatif, yakni riset melalui
metode penguraian keterangan yang berwujud skor atau nomor.
Dengan
kata lain, keterangan kualitatif
dibuat skor atau nomor (Triyono
& Ekoyudistiro, 2017). Paradigma
yang digunakan adalah
positivist, yaitu mempunyai
arah tujuan memahami kenyataan sosial yang dijumpai, melalui cara observasi
pada kenyataan sosial yang dijumpai (Kusuma & Prasetio,
2016).���
Populasi
pada riset yang dilakukan yaitu para karyawan CSR PT. PIPG,
Tbk., Jakarta yakni sebanyak 225 orang (Report, 2021).�
Teknik Sampling dengan metode purposive, yaitu metode penunjukkan
sampel melalui alasan dan kategori yang telah ditentukan. untuk memperkuat
hasil (Densa, 2016). Kriterianya adalah pernah mengikuti salah satu program CSR
bagi karyawan seperti BPJS, JSHK, pelatihan P3K, Seminar Kesehatan dan Kursus
Hygine Sanitasi Makanan.�
Pada riset yang dilakukan digunakan jenis informasi utama
dan Sekunder. Informasi utama yakni informasi yang didapatkan spontan dari asal
muasal yang orisinil dan pertama. Informasi utama Pada riset yang dilakukan
yaitu informasi yang didapatkan melalui responden dengan memberikan daftar
pertanyaan (Asih, 2016). Informasi ke dua merupakan informasi yang bukan
didapatkan dari informan namun bisa menjadi bahan pendukung (Asih, 2016).
Informasi ke dua pada riset yang dilakukan yaitu referensi dan gambar serta
foto.
Metode penggarapan data pada riset yang dilakukan adalah
menggunakan teknik Metode penggarapan informasi pada riset yang dilakukan
adalah SPSS 20.0. Uji Validitas dengan teknik Analisis faktor dan Reliabilitas
dilakukan dengan menghitung nilai Cronbach
Alpha. (Syamsudin & Pratiwi, 2019).
Setelah itu dilanjutkan uji regresi linear sederhana dilakukan dengan
menghitung nilai R2 dan uji regresi linear berganda dengan melihat nilai sig.
dan beta. (Pramesti, 2017).�
Riset yang dilakukan
memanfaatkan tes keabsahan melalui teknik penguraian faktor (Lucia, 2017). Tes
kredibilitas atau jaminan yang dimanfaatkan sebagai alat melihat kestabilan
informan pada daftar pertanyaan dijalankan melalui proses menjumlah skor alpa (a) (Syamsudin, 2019).�
HASIL DAN PEMBAHASAN
Responden dalam penelitian ini berjumlah 69 orang.
Dilihat dari segi uisa, maka terlihat bahwa lebih dari setengah responden
berusia antara 31 � 40 tahun (52,2%) dengan jenis kelamin terbanyak adalah
laki-laki (50,7%). Seluruh responden berdomisili� di JABODETABEK (100%). Adapun program CSR
yang paling banyak responden dapatkan dari perusahaan adalah Asuransi Jaminan
Sosial dalam Hubungan Kerja di Luar Jam Kerja (JSHK) (40,6%) seperti yang
ditunjukkan pada Tabel 1.�
Tabel 1. Identitas Responden
|
Deskripsi |
Jumlah |
Persentase (%) |
|
Usia responden |
� |
� |
|
< 20 tahun |
3 |
4,3% |
|
20 - 30 tahun |
9 |
13% |
|
31 - 40 tahun |
36 |
52,2% |
|
41 - 50 tahun |
13 |
18,8% |
|
> 50 tahun |
8 |
11,6% |
|
� |
||
|
Jenis kelamin responden |
� |
� |
|
Laki-laki |
35 |
50,7% |
|
Perempuan |
34 |
49,3% |
|
� |
||
|
Domisili responden |
� |
� |
|
Jabodetabek |
69 |
100% |
|
Luar Jabodetabek
|
0 |
0% |
|
Lainnya |
0 |
0% |
|
� |
||
|
Program CSR yang responden
dapatkan dari perusahaan |
� |
� |
|
Tanggungan purnabakti di BPJS |
12 |
17,4 |
|
Asuransi Jaminan Sosial dalam Hubungan Kerja di Luar Jam Kerja (JSHK).
|
28 |
40,6 |
|
Pelatihan Pertolongan
Pertama Pada Kecelakaan (P3K) |
13 |
18,8 |
|
Forum diskusi Kesehatan mengenai penyelesaian dan pengurusan penyakit dalam |
7 |
10,1 |
|
Kursus Hygine Sanitasi Makanan |
6 |
8,7 |
|
Lebih dari
satu |
3 |
4,3 |
|
Keterangan : Total responden adalah 61 orang (n=61) |
||
Sumber : Peneliti (2023)
Tahap uji validitas menunjukkan bahwa variabel CSR (Corporate Social Responsibility) dan
C (Citra) memiliki nilai Keiser Meyer Olkin (KMO) yang lebih tinggi dari 0,5 sehingga dapat dipastikan bahwa
seluruh variabel valid (Boonlertvanich, 2019). Adapun nilai Alpha Cronbach (a) variabel CSR (Corporate
Social Responsibility) dan C (Citra perusahaan) menunjukkan angka di atas ambang batas 0.6 sehingga dapat
dikatakan bahwa seluruh variabel reliabel (Cakici et al, 2019). Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 2 berikut ini.�
Tabel 2. Validitas
& Reliabilitas Variabel
|
Variabel |
KMO |
Α |
Keterangan |
|
CSR |
0.784 |
0.954 |
Valid & Reliabel |
|
CP |
0.781 |
0.840 |
Valid & Reliabel |
|
Note: CSR (Corporate Social Responsibility), CP (Citra Perusahaan) � |
|||
Sumber : Peneliti
(2023)
Nilai Koefisien Determinasi (R2) dalam
penelitian ini menunjukkan kontirbusi yang cukup kuat sebesar 0,458. Nilai
tersebut menunjukkan bahwa citra perusahaan dalam tataran yang cukup kuat bisa
dijelaskan oleh variabel �CSR (Corporate Social Responsibility) seperti
tertera pada tabel 3.
Tabel 3. Koefisien
Determinasi (R2)� ��������
Model Summary
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the
Estimate |
|
1 |
.676a |
.458 |
.449 |
.44585 |
a. Predictors:
(Constant), Program CSR
Sumber: Peneliti (2020)
Dengan kata lain, dapat diartikan pula bahwa variabel CSR (Corporate Social Responsibility) atau
Tanggung Jawab Sosial memiliki
dampak yang cukup kuat dalam meningkatkan citra PT. PIPG, Tbk. dengan
prosentase sebesar 45,8%, sedangkan sisanya 54,2% dijelaskan oleh variabel lain
di luar penelitian ini. Hal ini dapat dilihat pada gambar 2 sebagai berikut:�
� � � � � CP � CSR � 0,458 � Cukup kuat �
Gambar 1.
Nilai R2 CSR terhadap C
Sumber: Peneliti (2023)
Hasil penelitian ini sesuai dengan pernyataan (Golob and Bartlett 2007) dan Pomering
and (Johnson 2009) bahwa bahwa
perusahaan dapat menciptakan citra perusahaan yang positif melalui kegiatan tanggung jawab sosial mereka (G�rlek, Mert, Ertuğrul D�zg�n, 2017).���
Pada tahapan uji regresi linear berganda yang bertujuan
untuk menguji empat hipotesis yang diajukan, maka ditemukan hasil sebagai
berikut:�
a) Uji hipotesis pertama menunjukkan angka sig. 0.000 yang
berarti bahwa H1 diterima (Komponen Ekonomi yang terdapat pada
variabel Tanggung Jawab Sosial dapat berdampak baik pada citra PT. PIPG, Tbk.).�
b) Uji hipotesis ke dua menunjukkan angka sig. 0.053 yang
berarti bahwa H2 ditolak (Komponen
Hukum yang terdapat pada variabel Tanggung Jawab Sosial tidak berdampak
baik pada citra PT. PIPG, Tbk.).
c) Uji hipotesis ke tiga menunjukkan angka sig. 0.093 yang
berarti bahwa H3 ditolak (Komponen
Etika yang terdapat pada variabel Tanggung Jawab Sosial tidak berdampak
baik pada citra PT. PIPG, Tbk.).
d) Uji hipotesis ke empat menunjukkan angka sig. 0.037 yang
berarti bahwa H4
ditolak (Komponen Filantropis yang terdapat pada variabel Tanggung Jawab Sosial dapat berdampak
baik pada citra PT. PIPG, Tbk.).
Dari ke empat variabel yang telah diuji hipotesisnya
terlihat bahwa tidak semua hipotesis yang diajukan terbukti. H1 dan H4 diterima
sedangan H2 dan H3 ditolak. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4 berikut
ini.�
Tabel 4. Uji Hipotesis pada
Regresi Berganda �
Sumber : Peneliti
(2023) Dengan kata lain, melalui uji
regresi berganda, terbukti bahwa komponen yang terdapat pada variabel Tanggung Jawab Sosial
yang secara signifikan memiliki dampak baik dalam meningkatkan
citra PT. PIPG, Tbk. adalah komponen ekonomi dan komponen filantropis. Dua
komponen lain yang terdapat pada variabel Tanggung Jawab Sosial yakni
komponen hukum dan komponen etika tidak memiliki dampak signifikan dalam
meningkatkan citra PT. PIPG, Tbk. hasil ini selaras dengan konsep bahwa
kegiatan perusahaan dalam melakukan sebuah tanggung jawab kepada para
stakeholdernya dapat memberikan kesejahteraan, sedangkan kesejahteraan yang
dimaksud mencakup aspek kesehatan, keselamatan, kebutuhan psikologis,
emosional maupun pendidikan. Beberapa aktivitas social responsible business
practice yang dilakukan oleh perusahaan adalah memberikan sebuah fasilitas
kemanan dan keselamatan lingkungan tempat kerja dan semua ini adalah bentuk
kegiatan yang disebut filantropis Nilai Beta pada komponen ekonomi sebesar 0,714, sedangkan nilai Beta filantropis sebesar 0,244. Itu
berarti bahwa komponen ekonomi memiliki dampak yang lebih besar dibanding
komponen filantropis dalam meningkatkan citra PT. PIPG, Tbk.
seperti terlihat pada gambar 2 sebagai berikut: |
||||||||||||||||||||||||
0.244 � - 0.400 � 0.714 � KE � KH � CP � KF � 0.261 � KEt �
�
(Note: KE
(Komponen Ekonomi),� KH
(Komponen Hukum),� KEt (Komponen
Etika),� KF (Komponen Filantropis), CP
(Citra Perusahaan)).
Gambar 2. Nilai Beta
komponenkomponen variabel CSR dalam
meningkatkan citra
PT. PIPG, Tbk.� Sumber: Peneliti (2023)
Hasil penelitian ini ternyata berbeda dengan penelitian
yang dilakukan Al Mubarak et. Al. (2018) di mana dalam penelitiannya semua
komponen yang terdapat pada variabel Tanggung Jawab Sosial (ekonomi, hukum,
etika dan filantropis) secara signifikan memiliki dampak baik dalam
meningkatkan citra PT. PIPG, Tbk. sedangkan dalam penelitian ini hanya dua
komponen yaitu ekonomi dan filantropis. Hal ini dapat dihubungkan dengan
perbedaan tempat dan objek penelitian.
Penelitan ini mempertegas pernyataan (2002)
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang sudah dilakukan maka dapat
disimpulkan bahwa Variabel �CSR (Corporate Social Responsibility) atau
Tanggung Jawab Sosial memiliki
dampak yang cukup kuat dalam meningkatkan citra PT. PIPG, Tbk. Adapun komponen
yang terdapat pada variabel Tanggung Jawab Sosial yang secara signifikan
memiliki dampak baik dalam meningkatkan citra PT. PIPG, Tbk. adalah komponen
ekonomi dan komponen filantropis.
Sebagai bentuk saran, maka PT. PIPG, Tbk. hendaknya lebih
memaksimalkan dua komponen lain yang secara signifikan belum memiliki dampak
baik dalam meningkatkan citra PT. PIPG, Tbk. yakni komponen hukum dan etika.
Selain itu, agar dibuat program-program filantropis lain berupa program Green (peduli dan berbudaya lingkungan)
sehingga selain mengejar profit, perusahaan
juga memerhatikan dan terlibat dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat (people) dan turut berkontribusi aktif
dalam menjaga kelestarian lingkungan (planet).
DAFTAR PUSTAKA
Al Mubarak, Zainab, Ben Hamed, Anji, & Al Mubarak,
Muneer. (2019). Impact of corporate social responsibility on bank�s corporate
image. Social Responsibility Journal, 15(5), 710�722.
Ariefianto, Lutfi. (2015). Program
corporate social responsibility (CSR) PT Semen Indonesia Tbk
dan dampaknya terhadap keberdayaan
masyarakat. Pancaran
Pendidikan, 4(2), 115�134.
Astri, Herlina.
(2012). Pemanfaatan corporate social responsibility
(CSR) bagi peningkatan kualitas
hidup manusia Indonesia. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah
Sosial, 3(2), 151�165.
Balmer, John M. T., & Greyser,
Stephen A. (2006). Corporate marketing: Integrating corporate identity,
corporate branding, corporate communications, corporate image and corporate
reputation. European Journal of Marketing, 40(7/8), 730�741.
Carrigan, Marylyn, & Attalla, Ahmad. (2001). The myth
of the ethical consumer�do ethics matter in purchase behaviour?
Journal of Consumer Marketing, 18(7), 560�578.
ERVIANA, D. W. I. DITA. (n.d.). PROGRAM CORPORATE SOCIAL
RESPONSIBILITY UNTUK KESEJAHTERAAN KARYAWAN.
Fraj‐Andr�s, Elena,
L�pez‐P�rez, M. Eugenia, Melero‐Polo, Igu�cel, & V�zquez‐Carrasco, Rosario. (2012).
Company image and corporate social responsibility: reflecting with SMEs�
managers. Marketing Intelligence & Planning, 30(2), 266�280.
Frankental, Peter. (2001). Corporate
social responsibility�a PR invention? Corporate Communications: An
International Journal, 6(1), 18�23.
Golob, Ur�a,
& Bartlett, Jennifer L. (2007). Communicating about corporate social
responsibility: A comparative study of CSR reporting in Australia and
Slovenia. Public Relations Review, 33(1), 1�9.
Goodwin, Felicity W., & Bartlett, Jennifer L. (2008). Public
relations and corporate social responsibility (CSR).
G�rlek, Mert, D�zg�n,
Ertugrul, & Uygur, Selma Meydan. (2017). How
does corporate social responsibility create customer loyalty? The role of
corporate image. Social Responsibility Journal, 13(3), 409�427.
Hoeffler, Steve, & Keller, Kevin
Lane. (2002). Building brand equity through corporate societal marketing. Journal
of Public Policy & Marketing, 21(1), 78�89.
Juholin, Elisa. (2004). For
business or the good of all? A Finnish approach to corporate social
responsibility. Corporate Governance: The International Journal of Business
in Society, 4(3), 20�31.
Juwita, Rina. (2016). Praktik public relations dan corporate social
responsibility dalam perubahan sosial
global. Interaksi: Jurnal Ilmu Komunikasi, 5(2),
187�200.
Lee, Jihyun, & Lee, Yuri.
(2018). Effects of multi-brand company�s CSR activities on purchase intention
through a mediating role of corporate image and brand image. Journal of
Fashion Marketing and Management: An International Journal, 22(3),
387�403.
Lu, Tim, Wei, Xia, & Li, Kungchi.
(2015). Consumer responses to corporate social responsibility programs: The
influence of company-cause fit and consumer involvement. Nankai Business
Review International, 6(4), 364�380.
Mandhachitara, Rujirutana,
& Poolthong, Yaowalak.
(2011). A model of customer loyalty and corporate social responsibility. Journal
of Services Marketing.
Palmatier, Robert W., Jarvis, Cheryl
Burke, Bechkoff, Jennifer R., & Kardes, Frank R. (2009). The role of customer gratitude in
relationship marketing. Journal of Marketing, 73(5), 1�18.
Pomering, Alan, & Johnson,
Lester W. (2009). Constructing a corporate social responsibility reputation
using corporate image advertising. Australasian Marketing Journal, 17(2),
106�114.
Porter, Michael E., & Kramer, Mark R. (2002). The
competitive advantage of corporate philanthropy. Harvard Business Review,
80(12), 56�68.
Prasiska, Yosa
Vega, Pertiwi, Bunga, Nabila, Yosi Rizky, Indah, Kristin, & Safitr,
Diani. (2017). CSR dan Citra Perusahaan. Jurnal Bisnis
Dan Ekonomi, 24(1).
Report. A. (2020). Annual Report 2020 PT. Pondok Indah Padang Golf, Tbk.
Report. A. (2021). Annual Report 2021 PT. Pondok Indah Padang Golf, Tbk.
Servaes, Henri, & Tamayo, Ane. (2013). The impact of corporate social responsibility
on firm value: The role of customer awareness. Management Science, 59(5),
1045�1061.
Shah, Ravi V, Chen‐Tournoux,
Annabel A., Picard, Michael H., van Kimmenade,
Roland R. J., & Januzzi, James L. (2010).
Galectin‐3, cardiac structure and function, and long‐term
mortality in patients with acutely decompensated heart failure. European
Journal of Heart Failure, 12(8), 826�832.
Suharto, Edi. (2006). Peta dan Dinamika
Welfare State di Beberapa Negara: Pelajaran apa yang bisa dipetik untuk membangun
Indonesia? Institute for Reseacrh and Empowerment.
Theaker, Alison, & Yaxley, Heather. (2012). The
Public Relations Strategic Toolkit: An essential guide to successful public
relations practice. Routledge.
Virvilaite, Regina, & Daubaraite, Ugne. (2011).
Corporate social responsibility in forming corporate image. In�inerinė Ekonomika,
22(5), 534�543.
Wood, Donna J., & Jones, Raymond E. (1995). Stakeholder
mismatching: A theoretical problem in empirical research on corporate social
performance. The International Journal of Organizational Analysis, 3(3),
229�267.