GAMBARAN DISMENOREA
SAAT AKTIVITAS BELAJAR DIRUANG KELAS PADA SISWI SMA MUHAMMADIYAH 1 SRAGEN
Frisca Indah Yuliyani 1, Tri Susilowati 2
Program Studi
Sarjana Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan
Universitas �Aisyiyah
Surakarta,1,2
Diterima: 02-09-2022��������������������� ��������������� Review: 10-09-2022�������� ��������������� ��������������� Publish:
15-09-2022
Abstrak:
Latar Belakang: dismenorea merupakan rasa nyeri yang terjadi pada perut bagian bawah
yang berlangsung selama 2-3
hari dimulai sehari sebelum mulai menstruasi. Menurut Fatmawati (2016), bahwa kejadian dismenorea di Jawa Tengah pada umumnya 56%. Tingginya prevalensi dismenorea dipengaruhi oleh riwayat kesehatan keluarga dismenorea, siklus menstruasi yang berkepanjangan, kualitas tidur, kurangnya aktivitas fisik seperti olahraga
secara teratur. Dampak dari dismenorea
itu sendiri yaitu dapat menimbulkan
gangguan dalam proses belajar mengajar dikelas, sehingga siswi tersebut akan membatasi aktivitas sehari-harinya terutama aktivitas belajar disekolahnya. Menurut Alimuddin (2017), bahwa siswi yang mengalami kesuitan belajar karena efek dismenorea sebanyak 73,4% dan siswi yang tidak terganggu dalam aktivitas belajarnya sebesar 26,6% Tujuan Penelitian : untuk mendeskripsikan
gambaran dismenorea saat aktivitas belajar dikelas pada siswi SMA Muhammadiyah 1 Sragen. Metode Penelitian: menggunakan
metode kuantitatif dengan desain deskriptif.
Penentuan sampel dengan menggunakan metode simple random sampling (sampel
acak sederhana) sebanyak 113 siswi dari jumlah populasi
sebanyak 138 siswi. Data
yang dikumpulkan dengan menggunakan NRS (Numeric Rating Scale) dan kuesioner aktivitas belajar. Data disajikan dalam bentuk distribusi
frekuensi. Hasil
penelitian
:� menunjukkan
sebagian besar responden berusia 17 tahun sebanyak 41 siswi (36,3%), usia pertama haid sebagian
besar berusia 11 tahun sebanyak 69 siswi (61,6%), lama perdarahan haid 6-8 hari sebanyak
64 siswi (56,6%), sebagian besar responden mengalami dismenorea sedang berjumlah 62 siswi (54,9%) dan sebagian besar responden yang aktivitas belajarnya terganggu sebanyak 72 siswi (63,7%). Kesimpulan: adanya
gambaran dismenorea saat aktivitas belajar dikelas pada siswi SMA Muhammadiyah 1 Sragen. Diharapkan pada penelitian ini dapat menjadi
informasi bagi siswi yang mengalami dismenorea saat melakukan aktivitas belajar dan dapat mengatasi cara mengurangi rasa nyeri haid.
Kata kunci: Dismenorea; Aktivitas Belajar.
Abstract:
Background: Dysmenorrhea is pain that occurs in the lower
abdomen which lasts for 2-3 days starting the day before menstruation begins.
According to Fatmawati (2016), the incidence of
dysmenorrhea in Central Java is generally 56%. The high prevalence of
dysmenorrhea is influenced by a family history of dysmenorrhea, prolonged
menstrual cycles, sleep quality, lack of physical activity such as regular
exercise. The impact of dysmenorrhea itself is that it can cause interference
in the teaching and learning process in the classroom, so that these students
will limit their daily activities, especially learning activities at school.
According to Alimuddin (2017), that students who
experience learning difficulties due to the effects of dysmenorrhea are 73.4%
and students who are not disturbed in their learning activities are 26.6%.
Research Objectives : to describe the
description of dysmenorrhea during class learning activities for students of
SMA Muhammadiyah 1 Sragen. Research Methods : using quantitative methods with descriptive
design. Determination of the sample using simple random sampling method (simple
random sample) as many as 113 students from a total population of 138 students.
Data were collected using NRS (Numeric Rating Scale) and learning activity
questionnaires. The data is presented in the form of a frequency distribution.
The results : showed that most of the
respondents were 17 years old as many as 41 students (36.3%), the age of first
menstruation was mostly 11 years old as many as 69 students (61.6%), the length
of menstrual bleeding was 6-8 days as many as 64 students (56 ,6%), most of the
respondents experienced moderate dysmenorrhoea as
many as 62 students (54.9%) and most of the respondents whose learning
activities were disturbed were 72 students (63.7%). Conclusion
: there is a description of dysmenorrhea when learning activities in
class at SMA Muhammadiyah 1 Sragen students. It is
hoped that this research can be information for students who experience
dysmenorrhea when doing learning activities and can overcome how to reduce
menstrual pain.
Keywords: Dysmenorrhea; Learning Activities.������������������������������������������������������������������
Corresponding: Frisca Indah Yuliyani
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Menstruasi merupakan suatu perdarahan periodik dari rahim yang terjadi setiap bulan dan sepanjang kehidupan reproduksi aktif seorang wanita
(Michael et al., 2020). Siklus menstruasi terjadi secara periodik pada setiap bulannya dengan rentang normal 28 hari, sedangkan siklus menstruasi itu sendiri adalah 3 sampai 7 hari (Rahayu et al., 2017). Masalah kesehatan
yang dapat terjadi pada kesehatan reproduksi remaja pada saat menstruasi salah satunya yaitu dismenorea atau nyeri pada saat menstruasi (Utari, 2018). Аkіbаt buruk
dіѕmеnοrе tеrhаdар ѕtаtuѕ
рѕіkοlοgіѕ rеmаϳа рutrі
аdаlаh tеrgаnggunуа
kuаlіtаѕ hіduр
rеmаϳа рutrі
dаn mеnуеbаbkаn
ѕеοrаng wаnіtа
аbѕеn dаrі
bеlаϳаr (Setiawan, 2018).
Disminorea� adalah� rasa� nyeri� yang� dirasakan� pada� perut� bagian� bawah� atau kram menjelang
haid yang berlangsung 2-3 hari, dimulai sehari
sebelum mulai haid (Andriana, 2018). Dismenorea dibagi menjadi dua jenis,
dismenore primer dan dismenore
sekunder. Dismenorea sering terjadi pada wanita antara usia
20 dan 25, dengan hingga
61% wanita yang belum menikah (Reeder, 2020). Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun
2020, kejadian dismenorea adalah 1.769.425 (90%) wanita
yang menderita dismenorea, dengan 10-16% menderita dismenorea berat. Angka kejadian dismenorea di dunia
sangat tinggi. Besar
rata-rata lebih dari 50% wanita menderita karenanya (Herawati, 2021).
Tingginya prevalensi dismenore
primer dipengaruhi oleh beberapa
karakteristik. Beberapa karakteristik dismenore primer antara lain dismenorea pada masa kanak-kanak, riwayat keluarga dismenorea, siklus menstruasi yang berkepanjangan, merokok, konsumsi alkohol dan kafein, dan kualitas tidur, kesehatan yang buruk, konsumsi makanan tertentu, kurangnya aktivitas fisik atau olahraga,
obesitas dan stres
(Fern�ndez-Mart�nez et al., 2018).
Dismenorea banyak dialami oleh remaja putri yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Remaja putri dengan
dismenorea akan membatasi aktivitasnya sehari-hari, terutama aktivitas sekolah. Aktivitas belajar merupakan prinsip yang sangat penting dalam interaksi
pembelajaran yang melibatkan
tidak hanya aktivitas fisik tetapi juga aktivitas mental (Dimyanti, 2014). Jika seorang siswi mengalami dismenorea, aktivitas disekolah akan terganggu dan ketidakhadiran tidak jarang terjadi. Selain itu, kualitas
hidup berkurang, misalnya seorang siswi dengan dismenorea
tidak dapat berkonsentrasi pada studinya dan motivasi belajarnya akan menurun karena
nyeri menstruasi yang dialami selama belajar mengajar (Ningsih, 2014).
Remaja putri yang mengalami
dismenorea ketika mengikuti kegiatan pembelajaran yang dapat mengganggu aktivitas belajarnya dapat menurunkan, mengurangi konsentrasi, atau bahkan sulit berkonsentrasi,
maka diberikan materi (Putri, 2017). Menurut Setyowati (2018), menyatakan bahwa dampak dismenorea meliputi konsentrasi di kelas (59%), olahraga (51%), kehadiran di kelas (50%), interaksi sosial ( 36%), pekerjaan rumah (35%), tes kemampuan (36%) dan nilai (29%). Oleh karena itu, dismenore secara signifikan terkait dengan ketidakhadiran, tugas sekolah, partisipasi dalam olahraga, dan bersosialisasi dengan teman.
Menurut (Rohmat 2013), mengemukakan bahwa aktivitas belajar adalah kegiatan seseorang dalam bentuk sikap, pikiran
dan perhatian dalam mendukung kegiatan belajar proses belajar mengajar sehingga dapat memperoleh manfaat dari kegiatan
tersebut. Remaja putri mengalami nyeri haid (dismenorea)
secara bersamaan kegiatan belajar, bisa menyebabkan kegiatan belajar terganggu, tidak termotivasi, konsentrasi menjadi menurun, sulit berkonsentrasi sehingga materi yang disampaikan tidak dapat diterima dengan baik bahkan
tidak diterima sampai ada yang tidak sekolah.
Berdasarkan survei Alimuddin (2017), terhadap 64 siswa dengan menggunakan angket, 47 (73,4%) siswa mengalami kesulitan belajar karena efek dismenore, dan 17 siswa (26,6%) aktivitas tidak terganggu. Hal ini menunjukkan bahwa menstruasi tidak teratur yang dialami mahasiswi dapat menghambat mereka untuk melakukan
aktivitas normal. Penelitian
lain oleh Saguni (2013), menunjukkan bahwa ketidakmampuan belajar pada siswi disebabkan oleh nyeri haid yang dirasakan selama proses pembelajaran, dan nyeri haid (dismenorea) menurunkan konsentrasi belajar siswi. Beberapa siswi yang mengalami dismenorea pada jam pembelajaran, beberapa meminta izin untuk
pulang, sementara yang lain
meminta izin untuk memberikan dispensasi� mereka untuk beristirahat di ruang UKS.
Dismenora ini dapat diatasi dengan pengobatan farmakologis dan non-farmakologis. Terapi farmakologis dengan menggunakan analgesik, khususnya obat Non-Steroidal Anti Inflammatory
Drug (NSAID) yang dapat meredakan
nyeri. Penggunaan analgesik ini memiliki
beberapa efek samping seperti mual, muntah, konstipasi,
kegelisahan, dan mengantuk (Sari, Nurdin, & Defrin, 2015). Terapi non-farmakologis
seperti kompres air hangat, pijatan ringan diperut (effleurage massage), TENS, akupuresure, akupuntur, aromaterapi, olahraga secara teratur, herbal untuk meningkatkan gizi (Lowdermilk et al., 2013).
Survey awal
yang dilakukan di SMA Muhammadiyah 1 Sragen� pada bulan Februari 2022. Didapatkan bahwa terdapat 20 siswi yang mengalami menstruasi. Terdapat 13 siswi yang terganggu dalam pembelajaran saat mengalami dismenorea dan 7 siswi tidak merasa terganggu
saat mengalami dismenorea, siswi mengatakan mereka mengalami sakit nyeri pada perut bagian bawah. Hal ini dapat menyebabkan
mereka tidak fokus saat belajar,
menurunnya konsentrasi belajar dan hilangnya kemampuan untuk menjawab pertanyaan dari guru.
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan gambaran dismenorea dan mendiskripsikan aktivitas belajar pada siswi SMA
Muhammadiyah 1 Sragen.
METODE
PENELITIAN
Tempat dan
Waktu
Penelitian ini dilakukan
di SMA Muhammadiyah 1 Sragen. Dan penelitian
ini dilaksanakan pada bulan Juli 2022.
Rancangan Penelitian
Penelitan ini dilakukan
dengan metode kuantitatif menggunakan desain deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk
mendiskripsikan bagaimana gambara dismenorea saat aktivitas belajar diruang kelas pada siswi SMA Muhammadiyah
1 Sragen.
Bahan dan Peralatan
Populasi dalam penelitian
ini adalah siswi kelas X dan XI yang terdiri dari kelas
IPA dan IPS yang ada di SMA Muhammadiyah 1 Sragen. Sampel pada penelitian ini menggunakan metode sampel acak sederhana
(simple random sampling) dengan krieria inklusi yang bersedia menjadi responden. Dalam penelitian ini menggunakan sampel yang berjumlah 113 dari populasi sebanyak
138.
Tempat Penelitian
Pengumpulan data ini dengan menggunakan kuesioner aktivitas belajar dan kuesioner dismenorea yang diberikan kepada responden sebelum mengisi kuesioner responden diberikan lembar persetujuan untuk bersedia menjadi responden. Hasil pengisian kuesioer dismenorea terdapat lembar kuesioner NRS (Numeric Rating Scale) yang digunakan untuk mengukur tingkat nyeri responden. Kemudian melakukan editing pada
data responden untuk mengetahui kelengkapan data, melakukan coding serta memasukkan data, memberikan skoring, melakukan pembersihan data untuk melihat adanya kesalahan kode dan tahap akhir melakukan
penyimpanan data
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Responden
Tabel 1: Distribusi frekuensi dan presentasi data demografi siswi yang mengalami dismenorea di SMA
Muhammadiyah 1 Sragen
|
Karakteristik |
Frekuensi
(n) |
Presentase
(%) |
|
Kelas |
|
|
|
10 |
56 |
49,6 |
|
11 |
57 |
50,4 |
|
Usia |
|
|
|
15 tahun |
38 |
33,6 |
|
16 tahun |
59 |
52,2 |
|
17 tahun |
16 |
14,2 |
|
Usia Haid Pertama (menarche) |
|
|
|
9 tahun |
12 |
10,6 |
|
10 tahun |
31 |
27,4 |
|
11 tahun |
69 |
61,6 |
|
12 tahun |
1 |
0,9 |
|
Lama
Perdarahan Menstruasi |
|
|
|
3-5 hari |
49 |
43,4 |
|
6-8 hari |
64 |
56,6 |
Sumber
: data diolah pada bulan Agustus, 2022
Karakteristik responden ini berdasarkan pada data demografi usia ini seluruhnya berada pada rentang usia 15-17 tahun, dimana usia tersebut
pada kelompok intervensi maksimal berusia 16 tahun sebanyak 59 responden (52,2%), dan usia
minimal 17 tahun sebanyak
16 responden (14,2%) serta diikuti usia 15 sebanyak 38 responden (33,6%).
Dismenorea
Hasil penelitian
dismenorea dapat dilihat pada table dibawah ini :
Tabel 2: Distribusi Dismenorea Kategori Tingkat Nyeri Haid Pada Siswi SMA Muhammadiyah 1 Sragen
|
Tingkatan
Disemenorea |
Frekuensi
(n) |
Presentase
(%) |
|
Tidak nyeri |
0 |
0 |
|
Nyeri ringan |
62 |
54,9 |
|
Nyeri sedang |
38 |
33,6 |
|
Nyeri berat |
13 |
11,5 |
|
Nyeri sangat berat |
0 |
0 |
|
Total Keseluruhan |
113 |
100,0 |
Sumber
: data diolah pada bulan Agustus, 2022
��������������� Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak
62 siswi (54,9%), diikuti responden yang mengalami nyeri sedang sebanyak
38 siswi (33,6%) dan nyeri berat sebanyak 13 responden (11,5%).
Aktivitas Belajar
Berdasarkan hasil penelitian aktivitas belajar pada siswi dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Tabel 3: Distribusi
frekuensi dan presentase aktivitas belajar pada siswi SMA Muhammadiyah 1 Sragen
|
Aktivitas
Belajar |
Frekuensi
(n) |
Presentase
(%) |
|
Terganggu |
74 |
65,5 |
|
Tidak Terganggu |
39 |
34,5 |
|
Total Keseluruhan |
113 |
100,0 |
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang aktivitas belajarnya terganggu sebanyak 74 siswi (65,5%) dan diikuti responden yang aktivitas belajarnya tidak terganggu sebanyak 39 siswi (34,5%).
Pembahasan
Pada tabel 2 menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami dismenorea dalam kategori nyeri ringan sebanyak
62 siswi (54,9%). Dismenorea
merupakan nyeri haid dengan tingkat
keparahanya yang dapat mengganggu kapasitas fungsional seorang perempuan dan masalah yang sering terjadi pada setiap wanita remaja,
data yang diperoleh bervariasi
karena intensitas nyeri haid setiap
manusia itu berbeda-beda yang dipengaruhi
oleh deskripsi individu itu sendiri, seperti
nyeri, persepsi dan pengalaman nyeri yang dialami oleh individu itu sendiri (Rejeki, 2019).
Kejadian dismenorea ini juga dipengaruhi oleh oleh kadar hemoglobin seseorang yang mengalami anemia berat, sedang, ringan pada saat mengalami menstruasi. Pada wanita yang mengalami menstruasi normal, maka kontraksi uterus tidak memberi efek pada pengaliran darah menstruasi, berbeda dengan wanita yang mengalami dismenorea maka, kontraksi uterus yang upnormal dan kuat akan dapat meningkatkan
produksi prostaglandin sehingga
dapat menyebabkan nyeri haid.
Pada tabel 4.3 hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian responden aktivitas belajarnya terganggu sebanyak 74 siswi (65,5%). Sejalan dengan penelitian Hanum (2019), dalam penelitiannya yang berjudul �Hubungan Dismenorea dengan Aktivitas Belajar Mahasiswi Akademi Kebidanan Delima Gresik 2018�, dengan jumlah responden sebanyak 60 responden diperoleh 32 responden dinyatakan aktivitas belajar dikelasnya terganggu sedangkan yang aktivitas belajarnya tidak terganggu lebih sedikit yaitu
28 responden.
Sesuai dengan hasil penelitian, bahwa dismenorea berpengaruh langsung pada proses pembelajaran siswi dikelas. Dikarenakan peningkatan prostaglandin yang menyebabkan
kontraksi uterus yang dapat
memicu keluhan dismenorea, seperti mual, muntah, diare,
nyeri punggung, sakit kepala dan pusing. Hal ini dapat berdampak terhadap kondisi fisik yang lemah, sehingga dapat menimbulkan gangguan aktivitas belajar pada siswi tersebut. Sehingga hal tersebut
dapat membuat sebagian prestasi siswi kurang begitu
baik, karena terdapat siswi yang izin pergi ke
UKS untuk beristirahat dan ada pula yang meminta izin untuk beristirahat
dirumah.
KESIMPULAN
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswi SMA Muhammadiyah 1 Sragen mengalami dismenorea dalam kategori nyeri ringan dan sebagian besar aktivitas belajarnya terganggu saat mengalami dismenorea. Peneliti menyarankan bahwa para siswi dianjurkan untuk melakukan aktivitas olahraga secara teratur seperti bersepeda dan para siswi perlu diberikan
pendidikan kesehatan bagaimana cara mencegah terjadinya dismenorea.
DAFTAR PUSTAKA
Alimuddin. (2017). Hubungan
Dismenorea Dengan Aktivitas Belajar Mahasiswa Prodi DIV Kebidanan Poltekes
Kemenkes Kendari (Skripsi).
Andriana, F. (2018).
Pengaruh Pemberian coklat hitam terhadap penurunan nyeri haid pada dismenore
primer. Journal of Healt Science and Prevention, 2(1).
Dimyanti. (2014). Belajar
dan Pembeljaran.
Hanum. (2019). Hubungan
Dismenorea dengan Aktivitas Belajar Mahasiswi Akademi Kebidanan Delima Gresik
2018. Akademik Kebidanan Delima Persada Gresik.
Herawati R. (2017).
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Nyeri Haid (Dismenorea) Pada Siswi
Madrasah Aliyah Negeri Pasir Pengaraian. UPP.
Lowdermilk, et al.
(2013). Keperawatan Maternitas. Jakarta: PT. Salemba Emban Patria.
Michael, J., Iqbal, Q.,
Haider, S., Khalid, A., Haque, N., Ishaq, R., Bashaar, M. (2020). Knowledge and
Practice of Adolescent Females about Menstruation and Menstruation Hygiene
Visiting a Public Healthcare Institute of Quetta, Pakistan[Pengetahuan dan
Praktik padaRemaja Wanita tentang Menstruasi dan Menstrual Hygiene di Institut
Kesehatan ma. BMC Women�s Health, 20(1), 1�8.
Ningsih, R. (2014). Efektivitas
Paket Pereda Intensitas Nyeri Pada Remaja Dengan Dismenorea di SMAN Kecamatan
Curup.
Putri, S. .. (2017).
Hubungan Antara Nyeri Haid (Dismenore) Terhadap Aktivitas Belajar Pada Siswi
Kelas XI SMA Negeri 52 Jakarta. Jurnal Keperawatan.
Rahayu, A., Pertiwi, S.,
Patimah, S., &., & Kunci, K. (2017). Pengaruh Endorphine Massage
Terhadap Rasa Sakit Dismenore Pada Mahasiswi Jurusan Kebidanan Poltekkes
Kemenkes Tasikmalaya Tahun 2017.
Reeder. (2020). Asuhan
Kesehatan reproduksi Pada remaja. PT Rineka Cipta.
Rejeki, Sri. (2019).
Gambaran Tingkat Stres Dan Karakteristik Remaja Putri Dengan Kejadian Dismenore
Primer. Jurnal Kebidanan, 8(1), 50.
https://doi.org/10.26714/jk.8.1.2019.50-55
Rohmat. (2013). Aktivitas
Belajar, Hasil Belajar, Metode Diskusi Dan Pendidikan Kewarganegaraan.
Saguni, Fersta Cicilia
Apriliani, dkk. (2013). Hubungan Dismenore dengan Aktivitas Belajar Remaja
Putri di SMA Kristen I Tomohon. Jurnal Keperawatan, 1(1).
Sari, Diana, Nurdin,
Adnil Edwin, & Defrin, Defrin. (2015). Hubungan Stres dengan Kejadian
Dismenore Primer pada Mahasiswi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran
Universitas Andalas. Jurnal Kesehatan Andalas, 4(2), 567�570.
https://doi.org/10.25077/jka.v4i2.301
Setiawan, S. A., &
Lestari, L. (2018). Hubungan Nyeri Haid (Dismenore) Dengan Aktivitas Belajar
Sehari-Hari Pada Remaja Putri Kelas Vii Di Smpn 3 Pulung. 9(8),
24�31.
Setyowati. (2018). Akupresur
untuk Kesehatan Wanita Berbasis Hasil Penelitian. Magelang: Unimas Press.
Utari, Listiani. (2018).
Efektifitas Aromaterapi Lemon Untuk Menurunkan Nyeri Menstruasi (Dismenore)
Pada Mahasiswi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Semarang. Journal of
Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689�1699.