HUBUNGAN ANTARA DAYA INOVATIF KEPALA SEKOLAH, BUDAYA KERJA GURU DAN ETOS KERJA GURU TERHADAP EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DI SMK KABUPATEN MALANG MALANG

 

Mohamad Badru Zaman1, Abdul Ghofur2, Mashadi3, Saiful Ali4

Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Gresik,1,2,3,4

 

[email protected]

 

Diterima: 02-09-2022��������������������� ��������������� Review: 10-09-2022�������� ��������������� ��������������� Publish: 15-09-2022

Abstrak:

Hasil pembelajaran yang baik haruslah bersifat menyeluruh, artinya bukan hanya sekedar penguasaan pengetahuan semata-mata, tetapi juga dampak dalam perubahan sikap dan tingkah laku secara terpadu. Jenis penelitian ini merupakan penelitian korelatif dengan pendekatan kuantitatif, dilaksanakan di SMK Dharma Wanita Kromengan Malang. Berdasarkan pengujian secara berganda pada uji F menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara inovatif kepala sekolah (X1), budaya kerja guru (X2), dan etos kerja guru (X3) sangat erat sekali dengan efektifitias pembelajaran siswa (Y) di SMK Dharma Wanita Kromengan Malang dengan tingkat kepercayaan 95% dan pengaruh yang terbesar adalah inovatif kepala sekolah.

 

Kata kunci: inovatif kepala sekolah; budaya kerja guru; etos kerja Guru; efektifitas pembelajaran.

 

Abstract:

Good learning outcomes must be comprehensive, meaning that it is not just a mere mastery of knowledge, but also the impact in changing attitudes and behavior in an integrated manner. This type of research is a correlative research with a quantitative approach, carried out at SMK Dharma Wanita Kromengan Malang. Based on multiple tests on the F test, it shows that H0 is rejected and H1 is accepted, which means that there is a significant relationship between innovative principals (X1), teacher work culture (X2), and teacher work ethic (X3) very closely with student learning effectiveness. (Y) at SMK Dharma Wanita Kromengan Malang with a 95% confidence level and the greatest influence is the principal's innovativeness.

 

Keywords: innovative principal, teacher work culture, teacher work ethic, learning effectiveness

Corresponding: Mohamad Badru Zaman

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Berkaitan dengan pendidikan, Agung Wicaksono mengatakan bahwa efektivitas berkenaan dengan pencapaian tujuan dalam pengajaran (2009; hal 56). Sebagaimana diketahui bahwa dalam proses belajar mengajar di sekolah, baik sekolah dasar maupun menengah pasti mempunyai target bahan ajar yang harus dicapai oleh setiap guru berdasarkan pada kurikulum yang berlaku pada saat itu.

Bahan ajar yang banyak terangkum dalam kurikulum tersebut tentunya harus disesuaikan dengan waktu yang tersedia tanpa mengabaikan tujuan utama dari pembelajaran itu sendiri, yakni pemahaman dan keterampilan siswa. Sehingga pembelajaran dapat dikatakan efektif apabila tujuan-tujuan instruksional yang telah ditentukan dalam pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

Guru yang memiliki motivasi yang rendah biasanya kurang memberikan perhatian kepada siswa, demikian pula waktu dan tenaga yang dikeluarkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran sangat sedikit. Sehingga menjadikan pembelajaran tidak berjalan maksimal.

Sekolah merupakan organisasi pendidikan yang berhubungan langsung dengan pihak yang berkepentingan stakeholder sehinga sekolah lebih mengetahui kekurangan, kelemahan peluang maupun ancaman yang dihadapinya. oleh karena itu keberadaan seorang pemimpin dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam suatu organisasi pendidikan sangat dibutuhkan untuk membawa kepada tujuan yang telah ditetapkan. kemampuan kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor penentu utama dalam pemberdayaan guru dan peningkatan mutu proses dan produk pembelajaran.

Kepala sekolah adalah orang yang paling bertanggung jawab apakah guru dan staf sekolah dapat bekerja secara optimal. kultur sekolah dan kultur pembelajaran juga dibangun oleh kepala sekolah dalam berinteraksi dengan komunitasnya yaitu mengkoordinasi, mengarahkan dan mendukung aktifitas yang berkaitan dengan tugas pokoknya yang sangat kompleks. tugas pokok tersebut antara lain merumuskan tujuan dan sasaran sekolah, mengevaluasi kinerja guru dan staf sekolah, menata dan menyediakan berbagai sumber organisasi sekolah, membangun dan menciptakan iklim psikologis yang baik antar anggota komunitas sekolah, menjalin hubungan dengan masyarakat, membuat perencanaan bersama seluruh personel sekolah dan melaksanakan kegiatan lain yang mendukung operasional sekolah.

Guru sebagai tenaga pelaksana pembelajaran di sekolah harus memiliki kemampuan profesional. oleh sebab itu pembinaan kinerja guru secara terus menerus mutlak diperlukan, salah satu sarana utama untuk meningkatkan kemampuan profesional guru adalah melalui supervisi pendidikan.

Dari paparan yang telah dipaparkan itu penulis ingin melakukan kajian tentang bagaimanakah hubungan antara daya inovatif kepala sekolah, budaya kerja guru, dan etos kerja guru terhadap efektifitas pembelajaran siswa SMK di Kabupaten Malang.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di SMK Darma Wanita Kromengan Kabupaten Malang. SMK Dharma Wanita Kromengan berada di: Jl. Nailun Selatan 22, Ds. Kromengan, Kec Kromengan, Kab Malang, Jatim, memiliki akreditasi: B, Kompetensi Keahlian/Jurusan yang dikembangkan antara lain Teknik dan Bisnis Sepeda Moto dan Teknik Komputer dan Jaringan.

Jenis penelitian ini adalah survei sedangkan metodenya yaitu deskriptif analitis. Metode survei deskriptif adalah suatu metode penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Dalam penelitian ini data dan informasi dikumpulkan dari responden dengan menggunakan kuesioner. Setelah data diperoleh kemudian hasilnya akan dipaparkan secara deskriptif dan pada akhir penelitian akan dianalisis untuk menguji hipotesis yang diajukan pada awal penelitian ini (Fitri & Lutfi, 2020).

Metode penelitian survei adalah usaha pengamatan untuk mendapatkan keterangan-keterangan yang jelas terhadap suatu masalah tertentu dalam suatu penelitian. Penelitian dilakukan secara meluas dan berusaha mencari hasil yang segera dapat dipergunakan untuk suatu tindakan yang sifatnya deskriptif yaitu melukiskan hal-hal yang mengandung fakta-fakta, klasifikasi dan pengukuran yang akan diukur adalah fakta yang fungsinya merumuskan dan melukiskan apa yang terjadi (Harefa, 2020).

Analisis data dengan menggunakan analisis Regresi untuk mengetahui hubungan pada objek penelitian dan menginterpretasikan makna dari hal yang diteliti. Data-data yang nantinya diperoleh dari penelitian tentang daya inovatif kepala sekolah (X1), budaya kerja guru (X2), etos kerja guru (X3) terhadap efektifikas pembelajaran siswa (Y) di SMK Kabupaten Malang, akan dianalisis dan ditafsirkan kedalam kata-kata atau penjelasan yang bisa dipahami dengan jelas oleh orang lain, untuk kemudian disajikan secara tertulis dalam bentuk laporan penelitian.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Menurut Nana Sudjana (1990:50) efektivitas dapat diartikan sebagai tindakan keberhasilan siswa untuk mencapai tujuan tertentu yang dapat membawa hasil belajar secara maksimal. Keefektifan proses pembelajaran berkenaan dengan jalan, upaya teknik dan strategi yang digunakan dalam mencapai tujuan secara optimal, tepat dan cepat, sedangkan menurut

Sumardi Suryasubrata (1990:5) efektivitas adalah tindakan atau usaha yang membawa hasil. Mengacu dari beberapa pengertian efektivitas yang telah dikemukakan oleh para ahli maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa efektivitas adalah tingkat keberhasilan yang dicapai dari penerapan suatu model pembelajaran, dalam hal ini diukur dari hasil belajar siswa, apabila hasil belajar siswa meningkat maka model pembelajaran tersebutdapat dikatakan efektif, sebaliknya apabila hasil belajar siswa menurun atau tetap (tidak ada peningkatan) maka model pembelajaran tersebut dinilai tidak efektif (Orlando, 2020). Jadi tingkat keefektifan model pembelajaran Problem Based Learning diukur dari out-put.

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi efektivitas suatu pembelajaran, baik dari faktor guru, faktor siswa, materi pembelajaran, media, metode maupun model pembelajaran (Manurung, 2015). Namun dalam penelitian ini, peneliti hanya terfokus pada efektivitas penggunaan model pembelajaran dalam mata pelajaran Pendidika Kewarganegaraan. Peneliti menggunakan kriteria efektif apabila pada hasil belajar kelas eksperimen lebih tinggi jika dibandingkan dengan kelas kontrol.

Seorang guru dituntut untuk dapat mengembangkan program pembelajaran yang optimal, sehingga terwujud proses pembelajaran yang efektif dan efisien (Fakhrurrazi, 2018). Belajar merupakan proses yang sangat penting dilakukan oleh siswa, karena tanpa adanya hasil belajar yang memadai mereka akan kesulitan dalam menghadapi berbagai tantangan dalam masyarakat. Suatu metode bisa dikatakan efektif jika prestasi belajar yang diinginkan dapat dicapai dengan menggunakan metode yang tepat guna. Maksudnya dengan memakai metode tertentu tetapi dapat menghasilkan prestasi belajar yang lebih baik.

Hasil pembelajaran yang baik haruslah bersifat menyeluruh, artinya bukan hanya sekedar penguasaan pengetahuan semata-mata, tetapi juga dampak dalam perubahan sikap dan tingkah laku secara terpadu. Perubahan ini sudah barang tentu harus dapat dilihat dan diamati, bersifat khusus dan operasional, dalam arti mudah diukur (Yaumi, 2017). Agar metode yang akan digunakan dalam suatu pembelajaran bias lebih efektif makan guru harus mampu melihat situasi dan kondisi siswa, termasuk perangkat pembelajaran.

Kegiatan pembelajaran untuk peserta didik berkemampuan sedang tentu berbeda dengan peserta didik yang pandai. Metode caramah misalnya akan menjadi kurang efektif jika dipakai dalam kelas dengan jumlah siswa besar, karena berbagai alasan, seperti sebagian mereka kurang memperlihatkan pembicaraan guru, bicara sendiri dengan temannya, guru kurang optimal dalam mengawasi siswa (Tambak, 2014). Untuk menciptakan siswa yang berkualitas dan mampu menghadapi perkembangan zaman maka kebutuhan pembaharuan dalam metode merupakan suatu keharusan. Kualitas pembelajaran dapat dilihat dari proses dan dari segi hasil.

 

Inovatif Kepala Sekolah

Ditinjau dari objek garapan manajemen pendidikan, dengan titik tolak kegiatandapur inti� yaitu proses belajar mengajar maka setidaknya ada 8 obyek garapan, yaitu: (1) Manajemen siswa. (2) Manajemen pesonil sekolah. (3) Manajemen kurikulum. (4) Manajemen sarana dan material. (5) Manajemen tatalaksana atau ketatausahaan sekolah (6) Manajemen pembiayaan atau manajeman anggaran. (7) Manajemen lembaga-lembaga pendidikan dan organisasi pendidikan. (8) Manajemen hubungan masyarakat atau komunikasi pendidikan.

Adapun target atau sasaran inovasi yang dapat dilaksankan oleh kepala sekolah bisa menyangkut bidang-bidang kurikulum, sarana dan prasarana, pengelolaan keuangan, strategi pembelajaran, pengelolaan siswa, tenaga guru, hubungan masyarakat (Sulfemi, 2019).

Inovatif kepala sekolah di SMK Dharma Wanita Kromengan berdasarkan analisis deskriptif dapat diketahui bahwa berdasarkan jawaban responden menunjukan bahwa 10% atau sebanyak 3 orang yang menyatakan sangat tidak sesuai, 16% atau sebanyak 5 orang yang menyatakan tidak sesuai, 50% atau sebanyak 15 orang yang menyatakan sesuai dan 24% atau sebanyak 7 orang yang menyatakan sangat sesuai.

Secara parsial diperoleh koefisien regresi variabel inovatif kepala sekolah (X1) sebesar 0,446 dan thitung sebesar 4,103, oleh karena thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa variabel inovatif kepala sekolah (X1) mempunyai hubungan yang signifikan dengan efektifitas pembelajaran (Y) di SMK Dharma Wanita Kromengan Malang.

 

Budaya Kerja Guru

Budaya kerja yang dilaksanakan secara baik dapat mengubah sikap dan perilaku Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pencapaian produktivitas kerja yang lebih tinggi. Budaya secara harfiah berasal dari Bahasa Latin yaitu Colere yang memiliki arti mengerjakan tanah, mengolah, memelihara ladang (Hasdiah, Rahmat, & Adnan, 2018).

Menurut The American Herritage Dictionary mengartikan kebudayaan adalah sebagai suatu keseluruhan dari pola perilaku yang dikirimkan melalui kehidupan sosial, seniagama, kelembagaan, dan semua hasil kerja dan pemikiran manusia dari suatu kelompok manusia.

Menurut Koentjaraningrat budaya adalah keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki diri manusia dengan cara belajar. Kerja adalah perintah suci Allah kepada manusia. Meskipun akhirat lebih kekal daripada dunia, namun Allah tidak memerintahkan hambanya meninggalkan kerja untuk kebutuhan duniawi. Konsep kerja adalah sebagai proses penciptaan atau pembentukan nilai baru (tambahan) pada suatu unit sumber daya.

Budaya kerja guru di SMK Dharma Wanita Kromengan berdasarkan analisis deskriptif dapat diketahui bahwa berdasarkan jawaban responden menunjukan bahwa 3% atau sebanyak 1 orang yang menyatakan sangat tidak sesuai, 20% atau sebanyak 6 orang yang menyatakan tidak sesuai, 63% atau sebanyak 19 orang yang menyatakan sesuai dan 14% atau sebanyak 4 orang yang menyatakan sangat sesuai.

Secara parsial diperoleh koefisien regresi variabel budaya kerja guru (X1) sebesar 0,345 dan thitung sebesar 3,913, oleh karena thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa variabel budaya kerja guru (X1) mempunyai hubungan yang signifikan dengan efektifitas pembelajaran (Y) di SMK Dharma Wanita Kromengan Malang.

 

Etos Kerja Guru

Dalam upaya meningkatkan etos kerja guru, menurut Wahjosumidjo (1999:92), bahwa �kepala sekolah adalah seorang yang dapat menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah�. Jika kepala sekolah cakap maka tentunya akan besar perhatiannya pada etos kerja baik yang menyangkut guru maupun peserta didik sejak masuk sekolah sampai dengan kembali kerumah masing-masing. Kepala sekolah juga berpikir dan berusaha bagaimana guru merasa nyaman di sekolah, senang dalam bekerja dan memperoleh kesejahteraan yang memadai.

Sejalan dengan itu Sergiovanni (1987:269), menyebutkan:  �School Improvement requires a strong commitment from the principle�. Pernyataan tersebut memberikan pengertian bahwa perbaikan sekolah itu sesungguhnya berada pada komitmen kuat kepala sekolah. Oleh sebab itu kepala sekolah juga di tuntut untuk memiliki kemampuan, terampil, cerdas untuk mewujudkan iklim kerja yang sehat, sehingga akan tercipta etos kerja pada guru di sekolah. Jika iklim suatu organisasi dapat merangsang iklim kerja, tersedia sarana dan prasarana yang memadai bagi para guru dan peserta didik, maka iklim kerja yang demikian akan memberikan sumbangan yang besar bagi peningkatan etos kerja guru.

Etos kerja guru di SMK Dharma Wanita Kromengan berdasarkan analisis deskriptif dapat diketahui bahwa berdasarkan jawaban responden menunjukan bahwa 14% atau sebanyak 4 orang yang menyatakan tidak sesuai, 67% atau sebanyak 20 orang yang menyatakan sesuai dan 19% atau sebanyak 6 orang yang menyatakan sangat sesuai.

Secara parsial diperoleh koefisien regresi variabel etos kerja guru (X1) sebesar 0,311 dan thitung sebesar 3,671, oleh karena thitung > ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa variabel etos kerja guru (X1) mempunyai hubungan yang signifikan dengan efektifitas pembelajaran (Y) di SMK Dharma Wanita Kromengan Malang.

 

Hubungan Inovatif Kepala Sekolah, Budaya Kerja Guru, dan Etos Kerja

Hasil analisis data yang telah dilakukan dalam penelitian diperoleh nilia koefisien korelasi R sebesar 0,745 serta koefisien determinasi R2 sebesar 0,555, hal tersebut menunjukan bahwa hubungan antara inovatif kepala sekolah (X1), budaya kerja guru (X2), dan etos kerja guru (X3) sangat erat sekali dengan efektifitias pembelajaran siswa (Y) di SMK Dharma Wanita Kromengan Malang dengan pengaruh sebesar 55%, sehingga 45% efektifitas pembelajaran siswa (Y) di SMK Dharma Wanita Kromengan Malang di pengaruhi oleh faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.

Berdasarkan pengujian secara berganda pada uji F menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara inovatif kepala sekolah (X1), budaya kerja guru (X2), dan etos kerja guru (X3) sangat erat sekali dengan efektifitias pembelajaran siswa (Y) di SMK Dharma Wanita Kromengan Malang dengan tingkat kepercayaan 95% dan pengaruh yang terbesar adalah inovatif kepala sekolah.

 

 

 

KESIMPULAN

Adanya pengaruh inovatif kepala sekolah (X1), budaya kerja guru (X2), dan etos kerja guru (X3) sangat erat sekali dengan efektifitias pembelajaran siswa (Y) di SMK Dharma Wanita Kromengan Malang.

Inovasi dilakukan kepala sekolah dalam berbagai bidang dan sangat menentukan kinerja seorang guru. Baik tidaknya kinerja seorang guru juga dapat ditentukan melalui inovasi pengelolaan guru yang pada akhirnya dapat menentukan kinerja guru.

Menurut (Adawiyah, 2022), proses inovasi pengelolaan guru merupakan salah satu kunci keberhasilan (key to succesfullnes) sekolah, sebab guru merupakan salah satu komponen pendidikan yang memengaruhi keberhasilan dalam institusi pendidikan. Profesionalisme guru diperlukan dibidang pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Profesionalisasi guru diperlukan untuk melangsungkan proses inovasi di sekolah. Kecerdikan, kekreatifan, dan memiliki etos dan komitmen yang tinggi tumbuh berkembang secara personal profesional merupakan sikap inovatif yang dibutuhkan pula untuk melaksanakan inovasi pendidikan sekolah.

Mangkunegara (2006) mengungkapkan bahwa faktor yang mempengaruhi kinerja guru adalah faktor kemampuan (ability) dan faktor motivasi (motivation). Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situasi kerja. Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Adawiyah, Rabiatul. (2022). KONSEP DASAR INOVASI PENDIDIKAN.

Fakhrurrazi, Fakhrurrazi. (2018). Hakikat pembelajaran yang efektif. At-Tafkir, 11(1), 85�99.

Fitri, Sari, & Lutfi, Ahmad. (2020). Pengaruh Stres Kerja, Motivasi Perempuan Berperan Ganda Terhadap Kinerja Lembaga Keuangan Syariah. El-Kahfi| Journal of Islamic Economics, 1(02), 14�27.

Harefa, Darmawan. (2020). Pengaruh Persepsi Guru IPA Fisika Atas Lingkungan Kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru SMA di Kabupaten Nias Selatan. Jurnal Education and Development, 8(3), 112.

Hasdiah, Renil Darsa, Rahmat, Muhammad Rais, & Adnan, Andi Astinah. (2018). Pengaruh Motivasi dan Budaya Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Kantor Sekertariat Daerah Kabupaten Enrekang. Prosiding Konferensi Nasional Ke-8 Asosiasi Program Pascasarjana Perguruan Tinggi Muhammadiyah (APPPTMA.

Manurung, Sri Hariani. (2015). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Belajar Matematika Siswa Mts Negeri Rantau Prapat Pelajaran 2013/2014Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keefektifan Belajar Matematika Siswa Mts Negeri Rantau Prapat Pelajaran 2013/2014. EduTech: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Ilmu Sosial, 1(01), 42695.

Orlando, Galih. (2020). EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME BERBASIS DARING MATA KULIAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN PADA MASA COVID-19 DI STITA LABUHANBATU. TARBIYAH Bil QALAM Jurnal Pendidikan, Agama Dan Sain, 4(1).

Sulfemi, Wahyu Bagja. (2019). Manajemen Kurikulum di Sekolah.

Tambak, Syahraini. (2014). Metode ceramah: Konsep dan aplikasi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Tarbiyah, 21(2).

Yaumi, Muhammad. (2017). Prinsip-prinsip desain pembelajaran: Disesuaikan dengan kurikulum 2013 edisi Kedua. Kencana.