PELAKSANAAN PROGRAM LITERASI DI PROVINSI RIAU

 

Nurhasanah1, Anggun Ria Ignasis Munthe2, Resi Mardianti3

Universitas Islam Riau

[email protected]1, [email protected] 2, [email protected]3

 

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan program literasi yang dilaksanakan sekolah serta kendala yang dihadapinya. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai bagaimana upaya sekolah dalam menyukseskan pelaksanaan GLS yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi dari pelaksanaan GLS. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan data yang ada di lapangan dengan cara menguraikan dan menginterpretasikan sesuatu seperti fakta yang ada, dengan tujuan memperoleh gambaran realita mengenai pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan program literasi di SDN 025 Pekanbaru, SDN 015 Pekanbaru, dan SDN 62 Pekanbaru telah berjalan sesuai dengan rencana dan dikoordinir oleh penanggung jawab yang telah diberi wewenang pada kegiatan literasi, sehingga hal ini membuat kegiatan berjalan dengan baik dan sesuai dengan perencanaan. Pemilihan tempat atau lokasi penelitian dipertimbangkan berdasarkan observasi awal bahwa terdapat pelaksanaan gerakan literasi disekolah tersebut, sehingga diharapkan peneliti dapat memperoleh informasi terkait permasalahan penelitian dan sesuai dengan tujuan penelitian yang ada.

 

Kata kunci: Literasi, Gerakan Literasi Sekolah, Program Literasi

 

Abstract:

This study aims to determine the process of developing literacy programs carried out by schools and the obstacles they face. In addition, this study also aims to examine more deeply about how the school's efforts are successful in implementing the GLS which includes planning, implementing, and evaluating the implementation of the GLS. The research method used in this study is a qualitative method which aims to reveal existing data in the field by describing and interpreting things such as existing facts, with the aim of obtaining a realistic picture of the implementation of the School Literacy Movement (GLS). Based on the results of the research, the implementation of the literacy program at SDN 025 Pekanbaru, SDN 015 Pekanbaru, and SDN 62 Pekanbaru has been going according to plan and coordinated by the person in charge who has been given authority in literacy activities, so that this makes the activities go well and according to plan . The choice of place or research location was considered based on initial observations that there was implementation of the literacy movement at the school, so it was hoped that researchers could obtain information related to research problems and in accordance with existing research objectives.

 

Keywords: Literacy, School Literacy Movement, Literacy Program

����������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������

Corresponding: Nurhasanah

E-mail: [email protected]

Description: https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

 

 

PENDAHULUAN

Literasi berkaitan erat dengan dunia pendidikan, dimana literasi mampu menjadi sarana siswa dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkannya di sekolah. Literasi dideskripsikan sebagai suatu kemampuan dalam mengakses, memahami, dan menggunakan informasi secara cerdas dan bijak. Melalui literasi, siswa mampu membedakan informasi yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Hal itu karena literasi mampu mengarahkan seseorang pada kemampuan memahami pesan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk teks (lisan, tulis, visual). Literasi merupakan hal yang berkaitan dengan kehidupan di sekolah dilihat dari makna literasi itu sendiri. Pengertian sederhana dari literasi yaitu kepemahaman atau kemelekan. Selanjutnya, kemelekan diartikan lebih jauh sebagai kemelekan dalam baca dan tulis, sehingga menjadikan literasi memiliki peran dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah (Wulandani, Sudirman, & Jiwandono, 2022).

Literasi merupakan suatu kemampuan dalam memahami, mengelola, dan menggunakan informasi dalam berbagai konteks dan akan terus berkembang dan berproses yang berporos pada pemahaman terhadap teks dan konteksnya. Terdapat beberapa komponen dalam literasi, yaitu literasi dini, literasi dasar, literasi perpustakaan, literasi media, literasi teknologi, dan literasi visual (Sari, 2018).

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah gerakan yang mendukung kemampuan siswa dalam mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, seperti membaca, melihat, menyimak, menulis, dan berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah program yang diciptakan dalam rangka meningkatkan tingkat literasi siswa di lingkup sekolah. GLS merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat dengan melibatkan publik (Hidayah, 2018).

Gerakan Literasi Sekolah menjadi salah satu program utama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang penyebarannya mampu memberi dampak masif ke berbagai daerah di Indonesia (Wulandani et al., 2022). Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sendiri telah dilaksanakan sejak tahun 2016. Walaupun sudah banyak sekolah yang menerapkan GLS, pada kenyataannya tidak semua sekolah tersebut berhasil menerapkannya. Pengamatan awal menunjukkan bahwa program literasi tersebut belum berjalan secara efektif pada sekolahsekolah di beberapa daerah, termasuk di Kota Mataram dan Lombok Barat (Musaddat & Marhaeni, 2020).

Berdasarkan pemaparan tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai bagaimana upaya SDN 025 Pekanbaru, SDN 015 Pekanbaru, dan SDN 62 Pekanbaru dalam menyukseskan pelaksanaan GLS yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi dari pelaksanaan GLS.

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bertujuan untuk mengungkapkan data yang ada di lapangan dengan cara menguraikan dan menginterpretasikan sesuatu seperti fakta yang ada, dengan tujuan memperoleh gambaran realita mengenai pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 025 Pekanbaru, SDN 015 Pekanbaru, dan SDN 62 Pekanbaru.

Lokasi penelitan adalah Sekolah Dasar Negeri 025 Pekanbaru, SDN 015 Pekanbaru, dan SDN 62 Pekanbaru. Pemilihan tempat atau lokasi penelitian dipertimbangkan berdasarkan observasi awal bahwa terdapat pelaksanaan gerakan literasi di sekolah tersebut, sehingga diharapkan peneliti dapat memperoleh informasi terkait permasalahan penelitian dan sesuai dengan tujuan penelitian yang ada.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Di SDN 025 pekanbaru ini melaksanakan kegiatan literasi baca yang dimana namakan dengan sebutan pojok baca. Kegiatan pojok baca ini dilakukan dengan memberikan waktu selama 30 menit untuk literasi baca, dilaksanakan oleh siswa kelas 1 sampai dengan siswa kelas 6. Pelaksanaan membaca 30 menit tergantung pada masing-masing kelas. Membaca 30 menit dilakukan pada hari Selasa, Rabu dan Kamis. Literasi baca ini juga dilakukan pada saat jam pertama saja setelah selesai berdoa di dalam kelas, Ini berlaku untuk seluruh kelas 1 sampai dengan kelas 6. Pojok baca di SDN 025 Pekanbaru ini di letak seluruh kelas 1 sampai dengan kelas 6 di dalam kelas dengan Posisi disamping sudut belah kanan tepatnya bagian sudut. Pojok baca ini dihiasi oleh gambar pohon yang ditempelkan didinding, serta ada gambar awan berwarna biru juga ditempelkan didinding, ada hiasan gambar matahari, hiasan gambar rumput serta bunga-bunga yang di tempelkan didinding, juga ada rak-rak buku juga yang dilapisi dengan kertas berwana silver, ada juga keranjang berwarna hijau yang ditempelkan didinding sebagai tempat barang-barang yang kecil, serta ada karpet berwarna merah yang dimana untuk alas anak-anak duduk membaca buku yang ada di pojok baca tersebut dan juga ada pagar berawan hijau untuk hiasan ataupun juga untuk pembatas tempat pojok baca tersebut. Pojok baca di SDN 025 pekanbaru ini rata-rata setiap kelas menyediakan buku cetak pembelajaran saja, sedangkan buku cerita hanya ada beberapa buah.

Pengembangan pada program literasi baca di SDN 025 pekanbaru ini dengan mengadakan kegiatan kunjungan perpustakaan di SDN 025 Pekanbaru, yang dimana kegiatan ini dilaksanakan oleh siswa-siswi kelas 1 sampai kelas 6. Hari untuk pelaksanaan kunjungan perpustakaan tergantung pada masing-masing kelas. Kunjungan ini dilakukan bergantian kelas sesuai dengan hari yang telah ditentukan oleh pihak sekolah tersebut (Safitri & Dafit, 2021). Kegiatan ini dilakukan awalnya dibimbing terlebih dahulu kemudian menjadi mandiri, siswa bukan hanya membaca di bangkunya tetapi juga siswa disuruh maju kedepan dengan cara bergantian kepada temannya, ketika salah satu siswa membaca didepan temannya harus memperhatikan.

Kegiatan ini dilakukan dengan cara kegiatan yang dibiasakan dengan setiap hari membaca buku non pelajaran pada waktu tertentu, dengan cara ganti-gantian membaca ataupun membaca di bangku masing-masing (Aulia, 2021). Kegiatan ini juga dilakukan setiap harinya agar siswa terbiasa membaca buku. Kegiatan ini dilakukan selama 30 menit, siswa diminta untuk membaca buku yang sudah disediakan oleh pihak sekolah, buku yang dibaca bebasakan tetapi bebasnya ini ke arah yang positif, yang mana isi bukunya beredukasi ke pelajaran yang positif. Dengan kegiatan ini bertujuan agar siswa lancar dalam membaca.

2.Literasi sains

Program literasi sains di SDN 025 Pekanbaru ini mengadakan kegiatan yang dinaman dengan sebutan Membaca step by step. Kegiatan ini dilaksanakan oleh siswa kelas 3 sampai dengan siswa kelas 6. Pelaksanaan membaca step by step tergantung pada masing-masing kelas. Pada kelas 5 membaca step by step hanya pada pelajaran IPA saja di mana pelajaran IPA terdapat praktek. Siswa membaca 15-25 menit terlebih dahulu langkah- langkah sebelum melakukan praktek.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara membaca langkah-langkah petunjuk sebelum melakukan praktek atau percobaan, seperti mata pelajaran IPA, praktek yang dilaku kan yaitu di luar kelas siswa dituntun atau dibimbing terlebih dahulu oleh guru pada saat sebelum melakukan percobaan (Maryani & Fatmawati, 2018). Hal ini agar membiasakan siswa bisa melakukan percobaan tanpa adanya guru tetapi kegiatan ini dibimbing terus oleh guru yang melakukan praktek atau percobaan. Ketika siswa kurang paham dengan langkah-langkah yang dibacanya maka siswa biasa bertanya kepada guru.

Sebelum melakukan percobaan peserta didik disuruh melakukan tahap awal terlebih dahulu, yaitu dengan cara membaca langkah-langkah percobaan agar peserta didik mengetahui apa saja yang harus dilakukan pada masa percobaan. Kegiatan literasi ini juga bisa dilakukan dengan cara menyuruh siswa menghapal dan menyebutkan apa saja yang sudah disuruh hapal yang mana dengan begitu siswa mendapatkan nilai. Jika siswa sudah melakukan kegiatan ini siswa bisa langsung melakukan percobaan atau siswa bisa langsung maju ke depan, kegiatan ini dilakukan agar siswa memiliki keberanian dan kreativitas, dan kegiatan ini bisa juga sangat bermanfaat agar siswa lebih paham dan mudah dalam melakukan percobaan atau praktek (Wahyuningsih, 2020). Kegiatan ini bertujuan agar siswa tidak tergesa-gesa dalam melakukan sesuatu dan dapat mengetahui apa yang harus dilakukan terlebih dahulu.

Program literasi numerasi di SDN 025 pekanbaru melaksanakannya dengan nama Kegiatan menilai, yang dimana kegiatan menilai ini dilaksanakan oleh siswa kelas 1 sampai dengan siswa kelas 6. Kegiatan Pelaksanaan menilai tergantung pada masing-masing kelas. Kegiatan ini dilakukan selama 15 6 sampai 20 menit. Kelas yang bersih, indah dan nyaman akan mendapatkan nilai yang bagus.

kegiatan ini dilakukan terus-menerus oleh siswa setiap mata pelajaran matematika yang mana siswa membaca materi yang akan dipelajari, dengan dibimbing terlebih dahulu oleh guru. Ketika siswa sudah membaca materi maka guru menjelaskan kembali apa yang sudah dibaca oleh siswa. Kegiatan ini dikembangkan dengan siswa maju ke depan untuk menjawab soal dan temannya mengoreksi benar atau salah tidaknya jawaban yang dijawab oleh temannya.

Kegiatan ini dilaksanakan ketika guru matematika masuk kelas dan guru meminta siswa untuk membaca materi terlebih dahulu sebelum guru tersebut menjelaskannya, setelah kegiatan ini dilakukan maka guru menjelaskan sedikit dan menyuruh siswa untuk menjawab soal mandiri atau kelompok yang diberi guru di papan tulis dan meminta siswa lainnya untuk mengoreksi jawaban dari temannya yang sudah menjawab, dan yang mengkoreksi maju ke depan untuk memperbaiki jawaban dari temannya dan diberi nilai oleh guru. Kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat memahami materi yang akan disampaikan oleh guru.

Program literasi finansial di SDN 025 Pekanbaru melaksanakan kegiatan literasi finansial yang dinamakan dengan sebutan kegiatan keuangan di SDN 025 Pekanbaru. Kegiatan ini dilaksanakan oleh siswa kelas 1 sampai dengan siswa kelas 6. Pelaksanaan kegiatan literasi keuangan tergantung pada masing-masing kelas. Guru dan siswa berdiskusi / menghitung bersama tentang keuangan yang sudah dikumpul oleh seluruh murid di kelas.

Kegiatan ini dilakukan pada saat kelas membutuhkan biaya/pengeluaran. Kegiatan ini dibimbing guru yang mana akan menjadi kebiasaan setiap bulannya, agar siswa mengetahui uangnya untuk apa dan kemana. Kegiatan ini dikembangkan dengan cara guru meminta bendahara menyampaikan laporan keuangan yang dipegangnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan menghitung uang kas, guru menanyakan siapa saja yang sudah bayar dan siapa saja yang belum bayar. Uang kas dibayar dalam satu minggu satu kali dengan sebesar Rp2.000 dalam hari Jumat Rp2.000 untuk infak. Setiap satu bulan dua kali guru berdiskusi kepada siswa nya untuk menghitung uang kas yang sudah ada, guru meminta bendahara dan siswa lainnya berpendapat apa saja yang dibutuhkan di kelas, jika uang yang dihitung pas maka bendahara mengeluarkan uang tersebut untuk membeli benda yang diperlukan itu. Kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat menghitung uang dan menghemat uang.

Program literasi digital di SDN 025 Pekanbaru ini sudah melaksanakannya dengan cara baca dengan infokus. Program ini dilaksanakan oleh siswa kelas 1 sampai dengan siswa kelas 6. Kegiatan baca dengan infokus tergantung pada masing-masing kelas. Siswa sebelum masuk ke materi membaca terlebih dahulu materi yang sudah disediakan guru dan terpapar di papan tulis menggunakan infocus dilakukan selama 15 sampai 20 menit jadi seperti belajar sudah menggunakan infokus.

pengembangan kegiatan ini dilakukan dengan menunjukkan teks cerita di infocus siswa membaca satu-satu orang yang mana jika siswa sudah selesai membaca satu slide maka dilanjutkan oleh teman sebelahnya begitu dengan seterusnya, dengan begitu siswa akan menjadi lebih paham tentang materi yang akan dipelajarinya ketika semua siswa sudah selesai membaca slide-nya maka guru melanjutkan dengan menjelaskan materi yang sudah dibaca siswa.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara setiap masuk ke dalam materi guru mempersiapkan isi materi di laptop terus menunjukkannya dengan menggunakan infocus maka dengan begitu guru meminta siswa membaca satu persatu slide, yang mana satu slide akan dibaca oleh siswa yang paling depan kemudian dilanjutkan dengan siswa di sebelahnya atau guru juga biasa dengan menunjuk satu siswa dan kemudian menunjuk siswa lainnya dengan begitu siswa akan memperhatikan slide yang telah disediakan oleh guru di depan.

Program literasi kewargaan budaya di SDN 025 Pekanbaru sudah melaksanakannya dengan sebutan kegiatan kewargaan membaca. Kegiatan ini dilaksanakan oleh siswa kelas 1 sampai dengan siswa kelas 6. Kegiatan ini dilakukan oleh seluruh siswa dan siswi yang berada di SDN 025 Pekanbaru, yang mana dihari jumat siswa beragama Islam berada di lapangan untuk melakukan kegiatan keislaman dibarengi literasi dan siswa beragama Kristen berada di ruang yang sudah disediakan dibarengi membaca Al kitab.

pengembangan kegiatan ini dilakukan dengan cara membiasakan anak-anak atau siswa untuk setiap jumatnya berada di tempat yang sudah disiapkan untuk melakukan kegiatan masing seperti siswa Islam berada di lapangan dan 9 siswa Kristen berada di ruang yang sudah disediakan dan kegiatan ini bisa dengan cara ketika ada acara kegiatan di sekolah pihak bagian sekolah seperti guru komite kepala sekolah dan orang tua siswa terlibat di dalamnya, yang mana mereka saling berperan di dalam acara tersebut contohnya ketika anaknya melakukan pertunjukan puisi di lapangan orang tua melihatnya.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara setiap Jumat yang Islam berada dilapangan dengan melakukan kegiatan hari jumat minggu pertama membaca Yasin, minggu kedua ketiga dan keempat maka ada acara seperti ceramah Nasir shalat jenazah baca surat pendek baca puisi berkaitan agama yang diwakili setiap kelas. Bagian siswa Kristen berada atau ngumpul di ruang tertentu yang sudah disiapkan khusus untuk mereka seperti mereka membaca kitab dan nyanyi, dan adapun kegiatan lain yang berkaitan dengan literasi budaya kewargaan yang mana orang tua terlibat di dalamnya di mana ada kegiatan siswa menjual masakan orang tuanya di sekolah dan guru atau teman lainnya membeli dagangannya. Kegiatan ini bertujuan agar siswa mengenal kebudayaan.

Program literasi baca yang dilaksanakan di SDN 015 Pekanbaru ini dinamakan dengan membaca jadi anak murid akan membawa buku dari rumah nya masing-masing, buku nya yang masih mengandung unsur pelajaran bagi anak murid tersebut. Yang dimana dalam kegiatan ini diwajibkan dilakukan selama 15 menit, setiap masuk kelas pada pukul 07.30 sampai dengan pukul 7.45, membaca buku non pembelajaran yang dibawa kesekolah kegiatan ini juga dilaksanakan di luar kelas yang dimana selama jam kosong dan jam istirahat, siswa akan membaca buku di perpustakaan.

Kegiatan ini dilaksanakan dengan membaca buku non pelajaran yang dibawa oleh peserta didik di rumah masing-masing yang dilaksanakan setiap masuk kelas dan pada jam kosong, membaca buku di perpustakaan.

Pada saat masuk kelas siswa diwajibkan untuk membaca buku selama 15 menit, buku yang dibaca adalah buku non pelajaran di mana untuk mengawali pembelajaran, ketika jam kosong atau jam istirahat siswa membaca buku di perpustakaan.

Program literasi numerasi diSDN 015 PEKANBARU dinamakan dengan Kegiatan menghitung, yang mana kegiatan ini dilaksanakan oleh siswa kelas 1 sampai dengan siswa kelas 6. Pelaksanaan menghitung tergantung pada masing-masing kelas. Pada kelas 4 program menghitung dilakukan sebelum guru menjelaskan mata pelajaran matematika. Siswa diminta untuk membaca buku matematika terlebih dahulu. Kegiatan ini dilakukan selama 15 menit. kegiatan ini dilakukan pada saat mulai pelajaran matematika di mana siswa diwajibkan membaca buku terlebih dahulu selama 15 menit, dan mengerjakan tugas menghitung di depan kelas.

Kegiatan literasi ini dikembangkan dari kelas 1 sampai kelas 6 di mana kegiatan ini dimulai dari membaca buku matematika sebelum matematika 15 menit dan tugas menghitung jawaban dan mengerjakan soal matematika.

Kegiatan ini diawali dengan ketika masuk pelajaran matematika guru meminta siswa untuk membaca buku terlebih dahulu selama 15 menit, kemudian guru menjelaskan setelah itu guru memberi soal menghitung, jika ada waktu guru memberikan soal yang ada di buku matematika tersebut.

Program literasi finansial yang ada di SDN 015 Pekanbaru ini melaksanakannya dengna Kegiatan yang dinamakan kebendaharaan. Kegiatan ini dilaksanakan oleh siswa kelas 1 sampai dengan siswa kelas 6. Pelaksanaan kegiatan kebendaharaan tergantung pada masing-masing kelas. Pada kelas 4 program kebendaharaan dilakukan selama dua minggu sekali. Wali kelas meminta kepada bendahara untuk menghitung keuangan dan berdiskusi dengan siswa lainnya. Kegiatan ini dilakukan selama 20 menit dalam dua minggu satu kali yang mana wali kelas menanyakan tentang keuangan di kelas, siswa dituntut untuk menghitung uang yang dikumpulkan selama dua minggu oleh siswasiswa lainnya, kegiatan ini dilakukan selama 20 menit.

Para guru membiasakannya dengan cara meminta siswa untuk menghitung uang yang dikumpulkan selama 2 minggu dan jika adanya pengeluaran maka guru akan berdiskusi kepada siswa, meminta bendahara untuk mengecek berapa pengeluaran dan berapa pemasukan.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua minggu satu kali, di mana awalnya bendahara laporan kepada guru terlebih dahulu berapa uang yang terkumpul dan apa yang diperlukan dalam kelas, yang mana guru dan siswa-siswa akan berunding atau berdiskusi tentang pengeluaran dan pemasukan.

Program literasi baca yang ada di SDN 62 Pekanbaru ini melaksankannya dengan nama kegiatan Pojok baca yang dimana pada tahap ini membaca buku dilakukan selama 15 menit sebelum pembelajaran dimulai. Dalam kegiatan ini peserta didik membaca buku bacaan berupa buku dongeng, puisi, pantun dan lain sebagainya dengan suasana yang tertib yang bertujuan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik dalam membaca. Pojok baca di setiap kelas dihiasi dengan gambar rumput pohon dan bunga-bunga berwarna-warni di dindingnya, terus juga dilengkapi dengan rak-rak untuk buku-buku yang ada di pojok baca supaya rapi, serta ada juga karpet berwarna merah untuk alas duduk di pojok baca, ada juga hiasan nomor-nomor yang di tempelkan di dinding, ada meja panjang satu buah untuk anak-anak menulis dipojok baca tersebut. Dalam program pojok baca pelaksanaan ini dilakukan kepada peserta didik yang mana memberikan kesempatan dan kebebasan kepada mereka dalam memilih bacaan dari buku-buku yang disukainya. Kegiatan ini dilakukan pada setiap waktu luang disela-sela jam pembelajaran yang kosong. Pojok baca disebut juga sebagai perpustakkan mini yang terletak baik dipojok kelas maupun diruang yang ditentukan yang dibuat dengan bentuk yang indah sehingga peserta didik nyaman pada saat membaca.

Pada tahap pengembangan ini guru meminta peserta didik dalam mengembangkan membaca dengan meminta untuk menyimpulkan bacaan yang telah diibaca dengam menggunakan bahasa/ kalimat sendiri yang sederhana.

Pada tahap pembelajaran ini SDN 62 Pekanbaru belum melaksanakannya karena masih membiasakan pada tahap pembiasaan dan pengembangan.

Program literasi sains yang ada di SDN 62 Pekanbaru ini melaksankannya dengan nama kegiatan observasi. Pada tahap ini dilakukan untuk mengajarkan pengetahun kepada peserta didik tentang berbagai jenis tanaman yang ada disekitar kita baik berupa tanaman hias, obat-obatan, pagan, bumbu dapur, dan lain sebagainya yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Pada tahapan ini guru meminta peserta didik untuk mengembangkan pemahamannya dari berbagai aktivitas yang memperkuat proses pembelajaran secara terintegrasi.

Pada tahap pembelajaran ini SDN 62 Pekanbaru belum melaksanakannya karena masih membiasakan pada tahap pembiasaan dan pengembangan.

Program literasi numerasi yang ada di SDN 62 Pekanbaru ini 35 melaksankannya dengan nama kegiatan estafet angka yang dimana kegiatan ini hanya dilaksanakan kelas 3 sampai kelas 6, terutama pada pelajaran matematika. Guru membiasakan siswa untuk berhitung dan juga mengajarkan siswa penjumlahan, perkalian, dan pembagian.

Pada pengembangan ini agar literasi dapat berjalan dengan optimal pihak sekolah memfasilitasi dengan buku-buku matematika ataupun buku mengenai hitung-hitungan, serta guru juga mengembangkan perkalian menggunakan media-media sederhana (Putri, Syafitri, Gusnaida, & Dafit, 2023).

Setiap akhir pembelajaran guru akan mengadakan tanya-jawab������������� mengenai penjumlahan, pengurangan, perkalian dan juga pembagian (Azima Dimyati, 2019).

Program literasi finansial yang ada di SDN 62 Pekanbaru ini melaksankannya dengan nama kegiatan menabung. Kegiatan ini dilaksankan untuk kelas 5 dan kelas 6 saja. Pada kegiatan ini guru membiasakan siswa untuk menabung setiap harinya yang mana dilakukan untuk mengajarkan siswanya cara mengatur keuangan, mengajarkan kedisplinan, dan mengajarkan cara berhemat (Kahar, 2020).

Pada tahap ini dilakukan untuk mengajarkan peserta didik dalam mengelola keuangan di masa depan yang akan membentuk kebiasaan baik yang dapat memotivasi diri untuk menabung lebih rutin dalam kehidupan sehari-hari (Sunarto, Krisyanto, & Ellesia, 2023).

Pada tahap pembelajaran ini SDN 62 Pekanbaru belum melaksanakannya karena masih membiasakan pada tahap pembiasaan dan pengembangan.

Program literasi sains yang ada di SDN 62 Pekanbaru ini melaksanakannya dengan nama kegiatan festival seni dan budaya. Pada kegiatan seni dan budaya ini pembiasaan nya dilakukan untuk membiasakan siswa dalam mengenal berbagai hal yang ada pada budaya ini dengan mengajarkan siswa lagu-lagu nasional, tarian daerah dan kegiatan yang berhubungan dengan kewajiban kita sebagai warga negara (Setiani, 2021). Kegiatan ini dilaksankan oleh kelas 4, kelas 5, kelas 6.

Pada tahap pengembangan ini guru mengembangkan dengan cara mengajarkan siswa dalam bentuk menampilkan lagu-lagu nasional, tarian daerah dan kegiatan yang berhubungan dengan kewajiban kita sebagai warga negara yang masih pada tahap yang harus dikembangkan (Suryana, 2021). Dengan adanya kegiatan ini guru dapat menimbulkan minat dan bakat siswa dalam mengenal pembelajaran budaya dan kewargaan.

Pada tahap pembelajaran ini SDN 62 Pekanbaru belum melaksanakannya karena masih membiasakan pada tahap pembiasaan dan pengembangan.

Program literasi sains yang ada di SDN 62 Pekanbaru ini melaksankannya dengan nama kegiatan Pembelajaran E- Learning. Kegiatan ini dilaksanakan hanya kelas 5 dan kelas 6 saja. Pada tahap pembiasaan ini dilakukan untuk membiasakan siswa dalam belajar menggunakan media digital yang mana dapat mengembangkan daya pikir dalam belajar yang bukan hanya bisa dilakukan secara langsung ditulis di buku, atau papan tulis melainkan bisa juga dilihat dari tampilan slide-slide yang akan menarik kreativitas dalam belajar (Pohan, 2020).

Pada tahap pengembangan ini guru diharuskan terampil dalam mengembangkan metode/cara-cara menarik dan kreatif (Azima Dimyati, 2019). Sehingga peserta didik dapat memahami apa yang disampaikan pada materi yang diajarkan

Pada tahap pembelajaran ini SDN 62 Pekanbaru belum melaksanakannya karena masih membiasakan pada tahap pembiasaan dan pengembangan.

 

KESIMPULAN

Literasi berkaitan erat dengan dunia pendidikan, dimana literasi mampu menjadi sarana siswa dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang diperolehnya di sekolah. Kegiatan Pelaksanaan menilai tergantung pada masing-masing kelas. Pengembangan kegiatan ini dilakukan terus menerus oleh siswa setiap mata pelajaran matematika yang mana siswa membaca materi yang akan dipelajari, dengan dibimbing terlebih dahulu oleh guru, ketika siswa sudah membaca materi maka guru menjelaskan kembali apa yang sudah dibaca oleh siswa. Kegiatan ini dilakukan pada saat memulai pelajaran matematika di mana siswa diharuskan membaca buku terlebih dahulu selama 15 menit, dan mengerjakan tugas menghitung di depan kelas.

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Aulia, Mira. (2021). Pendidikan Agama Islam di Rumah Pada Anak Usia 5-6 Tahun di Desa Purwodadi Kabupaten Aceh Tamiang. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.

 

Azima Dimyati, M. M. (2019). Pengembangan Profesi Guru. Gre Publishing.

 

Hidayah, Isti. (2018). Pembelajaran matematika berbantuan alat peraga manipulatif pada jenjang pendidikan dasar dan gerakan literasi sekolah. PRISMA, Prosiding Seminar Nasional Matematika, 1, 1�11.

 

Kahar, As Pino Be. (2020). Pembiasaan Menabung di Sekolah dalam Upaya Membentuk Kepribadian Anak. J-PGMI: Jurnal Pendidikan Guru MI, 3(2), 15�29.

 

Maryani, Ika, & Fatmawati, Laila. (2018). Pendekatan scientific dalam pembelajaran di sekolah dasar: teori dan praktik. Deepublish.

 

Musaddat, Syaiful, & Marhaeni, AAIN. (2020). Keterlaksanaan Gerakan Literasi Bahasa Berbasis Kelas pada Jenjang Sekolah Dasar di Pulau Lombok: Peluang Pemanfaatan Teknologi Digital Sebagai Upaya Optimalisasi. Mabasan, 14(2), 143�160.

 

Pohan, Albert Efendi. (2020). Konsep pembelajaran daring berbasis pendekatan ilmiah. Penerbit CV. Sarnu Untung.

 

Putri, Natasya Meisandi, Syafitri, Ridia, Gusnaida, Riva, & Dafit, Febrina. (2023). Pelaksanaan Gerakan Literasi di Sekolah Dasar Kampar dan Pekanbaru. Jurnal Simki Postgraduate, 2(3), 114�120.

 

Safitri, Vira, & Dafit, Febrina. (2021). Peran Guru dalam Pembelajaran Membaca dan Menulis Melalui Gerakan Literasi di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 5(3), 1356�1364.

 

Sari, Ika Fadilah Ratna. (2018). Konsep dasar gerakan literasi sekolah pada permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 10(1), 89�100.

 

Setiani, Afifah Hesti. (2021). PEMBIASAAN MENYANYI LAGU NASIONAL DI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN JIWA NASIONALISME DI SD NEGERI BANDUNGREJO 1. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

 

Sunarto, Ading, Krisyanto, Edy, & Ellesia, Nindie. (2023). Penyuluhan Budaya Menabung Untuk Anak Serta Mengelola Keuangan Sendiri Secara Mandiri Dengan Hemat, Cermat Dan Tepat Pada Peserta Didik Yayasan Lembaga Amil Zakat Nasional Mizan Amanah. Indonesian Collaboration Journal of Community Services, 3(1), 29�41.

 

Suryana, Dadan. (2021). Pendidikan anak usia dini teori dan praktik pembelajaran. Prenada Media.

 

Wahyuningsih, Endang Sri. (2020). Model pembelajaran mastery learning upaya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa. Deepublish.

 

Wulandani, Baiq Aulia, Sudirman, Sudirman, & Jiwandono, Ilham Syahrul. (2022). Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SDN 21 Ampenan. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(3c), 1837�1845.