Strategi Implementasi
Supervisi Akademik Dalam Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru Madrasah Ibtidaiyah Di Kabupaten
Bojonegoro
Ira Suryani, Evi Puspitawanti, Francisca
Ellylia, Rifki Indra Fakhrudin
Program Studi Manajemen Pendidikan, Fakultas Pasca Sarjana
Universitas Gresik
Diterima: 02-09-2022������������������������������������� Review: 10-09-2022������������������������ ��������������� Publish:
15-09-2022
Abstrak:
Salah satu permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan. Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak pernah berhenti. Dalam penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui Strategi Implementasi Supervisi Akademik dalam Memingkatkan Kompetensi Profesional Guru Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini
dilaksanakan di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro, Desain penelitian kualitatif, metode pengumpulan
data menggunakan kuesioner sebagai instrumen pengumpulan data. Sebagai obyek
dalam penelitian ini kepala sekolah, waka kesiswaan, BK dan guru yang ada di MI
Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan
bahwa implementasi supervisi kepala sekolah dalam
meningkatkan profesionalisme guru di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro melalui tiga tahap yaitu
perencanaan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Faktor penghambat pelaksanaan
supervisi akademik di MI Mansyaul Huda
Kalitidu Bojonegoro antara lain: 1) latar belakang pendidikan kepala
sekolah kurang sesuai, 2) banyaknya kegiatan kepala sekolah diluar sekolah, 3)
terbatasnya waktu yang tersedia, 4) kurangnya pembinaan guru dalam memahami
supervisi. Sedangkan faktor pendukung pelaksanaan supervisi akademik di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro
antara lain: 1) dukungan dari Kementrian Agama kabupaten Bojonergoro, 2)
pembinaan kepala sekolah dalam pelaksanaan supervisi, 3) kesiapan guru dalam
melengkapi dokumen supervisi, 4) adanya tim khusus yang menangani kegiatan
supervisi.
Kata kunci: implementasi, supervisi akademik, kompetensi, guru
profesional
Abstract:
One on promblems faced by the Indonesian people
is the low quality of education efforts to improve the quality of education
Indonesia never stop. This study aims to determine the implementation strategy
of Academic Supervision in improving the professional Competence of Madrasah Ibtidaiyah Teachers in Bojonegoro
Regency.This research was conducted at MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro. The research design was qualitative,the data collection method used a
questionnaire as a data collection instrument. As the object of this research
is the principal, waka student, BK and teachers in MI Mansyaul
Huda Kalitidu Bojonegoro.Based
on the results of the study, it wa concluded that the
implementation of principal supervision in improving teacher professcionalism at MI Mansyaul
Huda Kalitidu Bojonegoro
went through three stages, namely planning< implementation,and follow-up. Factors inhibiting the
implementation of academic supervision at MI Mansyaul
Huda Kalitidu Bojonegoro
include:1) the educational background of the principal is not appropriate, 2)
the number of activities of the principal outside of school, 3) the limetid time available, 4) the lack of teacher guidance in
understanding supervision. While the supporting factors for the implementation
of academic supervision at MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro include: 1)
support from the ministry of religion of Bojonegoro distric, 2) coaching school principals in carrying out supervision , 3) teacher readiness in completing supervision
documents, 4) having a special team that handles activities supervision.�
�
Keywords: Implementatsi, supervisi, academic, kompetensi,
professional teacher��������������������
Corresponding: Ira Suryani
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pada dasarnya, mengajar dan belajar adalah tindakan yang memiliki nilai instruktif. Nilai instruktif ini adalah asosiasi antara instruktur dan siswa (Permana, Dewi, & Furnamasari, 2021). Keterkaitan
yang memiliki nilai instruktif adalah karena latihan mendidik dan pembelajaran selesai, terkoordinasi untuk mencapai tujuan tertentu yang telah terbentuk sebelum pendidikan dilakukan. Pendidik sebagai salah satu bagian dalam mendidik
dan mengembangkan pengalaman
adalah pemegang pekerjaan yang vital (Almasri, 2016). Pendidik bukan hanya sekedar
pengangkut materi, tetapi lebih dari
itu guru dapat dianggap sebagai perantara atau pembelajaran. Sebagai guru, pengendali sekaligus pemandu dalam pengalaman
mendidik dan mendidik, pendidik mengoordinasikan bagaimana pengajaran dan hal itu dilakukan
untuk proses belajar (Ali, 2018). Oleh karena
itu, pengajar harus memiliki pilihan untuk membuat
tayangan lebih powerful dan
menarik sehingga topik yang disampaikan akan membuat siswa
merasa senang dan ingin mengenal materi contoh.
Salah satu persoalan yang dilirik oleh masyarakat Indonesia
adalah buruknya kualitas pengajaran (Kurniawan, 2017). Upaya untuk menggarap sifat pelatihan di Indonesia tidak akan pernah
berhenti. Lompatan ke depan baru
yang berbeda terus dilakukan oleh otoritas publik melalui Layanan Pelatihan Publik, mengingat dewan sekolah, memperluas aset staf instruktif, membuat materi pertunjukan, serta mengembangkan standar baru dengan membantu
filosofi untuk mencapai tujuan pembelajaran dan bekerja pada sifat pengajaran di Indonesia (Pedrason, n.d.). Apakah tujuan pembelajaran tidak sepenuhnya ditentukan oleh banyak unsur, mengingat variabel pendidik untuk menyelesaikan pendidikan dan pengalaman pendidikan, karena pendidik dapat secara langsung mempengaruhi, mengembangkan dan mengembangkan pengetahuan dan kemampuan siswa (Gafur, 2012). Hal ini menunjukkan betapa pentingnya tugas pendidik di sekolah. Demikian pula, dengan tujuan untuk menunjukkan
siswa, pendidik diharapkan memainkan banyak peran sehingga
mereka dapat membuat kondisi pengajaran dan pembelajaran yang layak. Untuk mendidik
berhasil, pendidik harus bekerja pada kualitas (kualitas) dan eksekusi dalam mengajar. Dalam mengupayakan kualitas dan pelaksanaan pendidik dalam mendidik, pengajar harus memiliki pilihan untuk merancang program pertunjukan dan sekaligus dapat melakukannya melalui komunikasi pendidikan dan pembelajaran (Wahyuningsih, 2020).
Berdasarkan pengamatan penulis, bahwa kinerja guru di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro masih dalam kategori
rendah. Rendahnya kinerja guru dalam mengajar, maka sangat penting bagi penulis
melakukan penelitian untuk memperbaiki kinerja mengajar guru-guru di MI
Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah melakukan supervisi akademik dengan metode workshop. Pelaksanaan
supervisi dikemas dan didesain dalam sebuah penelitian tindakan sekolah yang selain meningkatkan kinerja guru juga dapat meningkatkan peneliti sendiri dalam bidang
akademik (Hutagalung, 2018). Sehingga, dalam penelitian ini dikaji tentang
supervisi akademik melalui metode workshop dalam
meningkatkan kinerja guru
di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro (Ambarsari
& Kaltsum, 2019).
Sesuai dengan latar belakang masalah yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi beberapa masalah yang relevan dengan penelitian ini, yaitu: (a) pembelajaran yang dilakukan belum menggambarkan kinerja guru yang baik dalam mengajar; (b) siswa mengalami kejenuhan dalam pembelajaran yang tidak bervariasi dan tidak menuntut keterlibatan siswa; (c) perlunya peningkatan kinerja guru berupa keterampilan mengajar di dalam kelas; (d) perlunya supervisi akademik dengan metode workshop guna
meningkatkan kinerja guru
di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro. Meskipun demikian, karena luasnya masalah yang diakui, eksplorasi ini terbatas pada penggunaan pengawasan ilmiah dalam mengembangkan
lebih lanjut pelaksanaan pendidik dalam merencanakan rencana ilustrasi. Ada 14 pameran pendidik dalam pengajaran yang dicari dalam tinjauan
ini, secara spesifik: (1) merencanakan target
pembelajaran sesuai prospektus; (2) pengumpulan materi pertunjukan secara rasional, konsisten, relevan, dan mutakhir; (3) merencanakan latihan pembelajaran yang layak; (4) pemilihan media dan aset pembelajaran sesuai materi dan teknik pembelajaran; (5) mulai benar-benar maju; (6) mendominasi topik; (7) menerapkan sistem pembelajaran yang menarik; (8) Menggunakan aset pembelajaran dalam pembelajaran; (9) Memicu dan mengikuti kontribusi siswa dalam pembelajaran; (10) menggunakan bahasa yang tepat dan sesuai dalam pembelajaran; (11) akhiri dengan sukses;
(12) merencanakan perangkat
penilaian untuk mengukur kemajuan dan hasil belajar siswa;
(13) menggunakan prosedur
dan strategi evaluasi yang berbeda
untuk menyaring kemajuan dan hasil belajar siswa, dan; (14) menggunakan hasil penilaian yang berbeda untuk memberikan kritik kepada siswa
tentang kemajuan belajar mereka.
Berdasarkan fokus masalah tersebut, maka tujuan penelitian
ini adalah 1. Mendeskripsikan kompetensi profesional guru di MI Mansyaul
Huda Kalitidu Bojonegoro. Mendeskripsikan strategi implementasi
supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di MI Mansyaul
Huda Kalitidu Bojonegoro.
Mendeskripsikan faktor penghambat dan pendukung dalam implementasi supervisi akademik kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi profesional guru di MI Mansyaul
Huda Kalitidu Bojonegoro
METODE PENELITIAN
Pendekatan eksplorasi adalah keseluruhan cara atau tindakan
dalam suatu pemeriksaan yang dimulai dari rencana masalah
hingga berakhir. Mengingat isu-isu yang ada dalam penelitian
ini menekankan pada isu siklus atau
aplikasi, jenis eksplorasi yang paling masuk akal adalah ekspresif
dengan metodologi subjektif. Eksplorasi semacam ini dapat
mencakup semua data sebagai informasi subjektif sesuai penggambaran yang tidak terduga dibandingkan dengan sekadar pernyataan angka atau hasil sebagai
angka (Sidiq, Choiri, & Mujahidin, 2019).
Jenis pemeriksaan yang digunakan adalah analisis kontekstual, yang merupakan eksplorasi subjektif di mana para ahli memimpin penyelidikan atas ke bawah
proyek, peristiwa, proses, latihan, terhadap setidaknya satu individu. Sebuah kasus dibatasi oleh waktu dan gerakan dan ilmuwan mengumpulkan informasi poin demi poin dengan menggunakan
berbagai strategi pengumpulan
informasi dan dalam waktu yang terus-menerus.
Analis dalam eksplorasi subyektif sangat penting mengingat ilmuwan merupakan instrumen pemilah informasi utama sehingga kehadirannya diperlukan dalam mengungkap informasi nantinya. Dalam pemeriksaan subyektif, spesialis sendiri merupakan instrumen kunci, baik dalam mengumpulkan
informasi, memimpin pemeriksaan, merekam, menguraikan informasi, dan membuat laporan penelitian dari objek yang dilihat di lapangan.
Dengan asosiasi langsung analis dalam keberadaan individu yang menjadi objek penelitian, ilmuwan akan benar-benar
ingin mengetahui kejadian yang ada secara langsung sehingga tingkat legitimasi informasi dapat diwakili.
Sesuai judul kajian yang penulis rangkum, khususnya metodologi pelaksanaan pengawasan skolastik dalam mengembangkan lebih lanjut keterampilan
luar biasa pendidik di MI Mansyaul Huda
Kalitidu Bojonegoro, jelas kehadiran
tenaga ahli sangat penting karena mereka terikat erat. dengan individu-individu
tertentu dalam memperoleh informasi penting, misalnya, Kepala, Pendidik, siswa yang akan memberikan informasi yang berhubungan dengan instruktur keterampilan yang luar biasa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan paparan data hasil penelitian dan temuan penelitian maka dapat diuraikan strategi implementasi supervisi akademik kepala sekolah berdasarkan hasil wewancara dengan kepala sekolah
dan guru di MI Mansyaul Huda Kalitidu
Bojonegoro� sebagaimana
yang dijelaskan pada fokus penelitian, yaitu:
1.
Kompetensi profesional guru
Kemampuan profesional adalah memahami materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mengingat dominasi materi rencana pendidikan untuk mata pelajaran
sekolah dan substansi logis yang menutupi materi, serta otoritas
desain dan filosofi logis.
a.
Penguasaan materi yang diampu
Sebagian dari kemampuan ahli pendidik dalam menguasai materi yang digerakkan oleh MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro tenaga pendidik pandai dalam menangkap
materi yang ditampilkan dalam rencana pendidikan
sekolah; memahami desain, ide, dan teknik logis yang melampaui atau jernih dengan
materi yang ditampilkan; mencari tahu hubungan
ide antara mata pelajaran terkait; dan menerapkan ide-ide logis dalam kehidupan sehari-hari biasa.
b.
Penguasaan kurikulum
Kemampuan pendidik dalam memahami norma kemampuan mata pelajaran yang dididik, memahami keterampilan dasar mata pelajaran yang diajar, dan memahami tujuan pembelajaran yang diinstruksikan masih kurang karena aset
pembelajaran yang digunakan
hanya menggunakan LKS namun tidak mengingat
program pendidikan sekolah
yang telah ditetapkan.
c. Pengembangan Materi
Pengembangan materi yang dimaksud adalah guru mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif dengan cara memilih materi pembelajaran yang diampu sesuai dengan tingkat
perkembangan peserta didik serta mengolah
materi pelajaran yang diampu secara kreatif
sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
d.
Pengembangan Keprofesionalan Guru
Upaya mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan guru di MI Mansyaul
Huda Kalitidu Bojonegoro dengan melakukan tindakan reflektif masih kurang karena tidak
memahami materi serta kurikulum yang berlaku serta kesibukan
guru diluar sekolah yang
sangat padat dan aktif dalam kegiatan sosial dan LSM sehingga guru tersebut tidak ada waktu untuk
meningkatkan keprofesionalan
guru.
e.
Pemanfaatan�
Teknologi
Pemanfaatan teknologi yang dimaksud adalah guru memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.
Salah satu upaya pemanfaatan teknologi adalah berkomunikasi melalui media sosial serta pemanfaatan untuk pengembangan diri melalui diklat/workshop
daring melalui teknlogi
internet.
2.
Strategi implementasi supervisi akademik.
Tahapan pelaksanaan
supervisi adalah sebagai berikut:
a.
Perencanaan Supervisi
Sebelum pelaksanaan supervisi, kepala MI Mansyaul Huda
Kalitidu Bojonegoro mengadakan pertemuan awal untuk menyampaikan rencana
pelaksanaan supervisi, pengamatan serta jadwal pelaksanaan supervisi serta
pemberian masukan dan saran daru guru untuk mempersiapkan pelaksanaan
supervisi.
b.� Pelaksanaan Supervisi
Kepala sekolah selaku supervisor melakukan supervisi sesuai dengan pengamatan
yaitu supervisi akademik yang terkait dengan kompetensi supervisiyang
meliputi refleksi
terhadap kinerja sendiri secara terus menerus, memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan, melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan
keprofesionalan serta mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.
Program lanjutan tentang akibat dari pengawasan sebagai: dukungan dan hibah diberikan kepada pendidik yang telah memenuhi pedoman, peringatan instruktif diberikan kepada pendidik yang tidak memenuhi pedoman dan instruktur ditawarkan kesempatan untuk berpartisipasi dalam persiapan tambahan/pendesainan ulang, serta pendidik
yang berhasil.
Faktor penghambat dan pendukung.
Faktor pembentuk kompetensi guru dipengaruhi faktor pendukung dan penghambat yang dapat diuraikan sebagai berikut:
a.
Faktor penghambat
Faktor penghambat pelaksanaan supervisi akademik di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro antara lain: 1) latar belakang pendidikan kepala sekolah kurang sesuai, 2) banyaknya kegiatan kepala sekolah diluar sekolah, 3) terbatasnya waktu yang tersedia, 4) kurangnya pembinaan guru dalam memahami supervisi.
b.
Faktor pendukung
Faktor pendukung pelaksanaan supervisi akademik di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro antara lain: 1) dukungan dari dinas
pendidikan kabupaten, 2) pembinaan kepala sekolah dalam pelaksanaan
supervisi, 3) kesiapan guru
dalam melengkapi dokumen supervisi, 4) adanya tim khusus
yang menangani kegiatan supervisis.
KESIMPULAN
Berdasarkan paparan data hasil penelitian dan temuan penelitian strategi implementasi supervisi akademik kepala sekolah berdasarkan hasil wewancara dengan kepala sekolah dan guru di MI Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro dapat disimpulkan bahwa kompetensi profesional guru dalam penguasaan materi yang dimiliki oleh guru MI
Mansyaul Huda Kalitidu Bojonegoro sebagian sudah baik memahami materi yang ditampilkan dalam program pendidikan sekolah; memahami desain, ide, dan strategi logis
yang melampaui atau jernih dengan materi
yang ditampilkan; mencari tahu hubungan ide antara mata pelajaran
terkait; dan menerapkan
ide-ide logis dalam kehidupan sehari-hari biasa. Selain itu,
masih ada tenaga pendidik yang kurang memahami materi yang ditampilkan dalam program pendidikan sekolah; memahami rancangan, ide, dan strategi logis
yang melampaui atau rasional dengan materi pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Muhammad. (2018).
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) Melalui Supervisi Akademik. NUSANTARA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial,
3(1).
Almasri, M. Nazar.
(2016). Manajemen Sumber Daya Manusia: Imlementasi Dalam Pendidikan Islam. Kutubkhanah,
19(2), 133�151.
Ambarsari, Diana, &
Kaltsum, Honest Ummi. (2019). Analisis Kesulitan Guru Dalam Penilaian
Autentik Pada Kurikulum 2013. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Gafur, Abdul. (2012).
Desain Pembelajaran: Konsep. Model, Dan Aplikasinya Dalam.
Hutagalung, Jonter.
(2018). Penerapan Supervisi Klinis Melalui Focus Group Discussion dalam
Meningkatkan Kinerja Guru di Sekolah Binaan Kecamatan Medan Deli. PROVIDENSI:
Jurnal Pendidikan Dan Teologi, 1(2), 49�69.
Kurniawan, Saeful.
(2017). Pengembangan Manajemen Mutu Pendidikan Islam Di Madrasah. Al-Tanzim:
Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 1(2), 25�36.
Pedrason, Rer Pol Rodon.
(n.d.). Buku Ajar Keamanan Nasional. Jakad Media Publishing.
Permana, Belva Saskia,
Dewi, Dinie Anggraeni, & Furnamasari, Yayang Furi. (2021). Peranan Guru
Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Membangun Pendidikan Karakter pada Siswa
Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3), 8651�8659.
Sidiq, Umar, Choiri,
Miftachul, & Mujahidin, Anwar. (2019). Metode penelitian kualitatif di
bidang pendidikan. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9),
1�228.
Wahyuningsih, Endang
Sri. (2020). Model Pembelajaran Mastery Learning Upaya Peningkatan Keaktifan
dan Hasil Belajar Siswa. Deepublish.