ANALISIS
PENGENDALIAN KUALITAS PADA PRODUK CORRUGATED PLASTIC DENGAN PENDEKATAN METODE
STATISTICAL QUALITY CONTROL DI PT. X
Hubertus Davy Yulianto1, Rhike Arifka2
Industrial Engineering Department, BINUS
Online Learning, Bina Nusantara University, Jakarta
[email protected]1, [email protected]2
Abstrak:
Kata kunci: Kontrol
Kualitas Statistik, Alat Kualitas, �Kapabilitas Proses
Abstract:
As a corrugated plastic producer, PT.
X have to improve the quality of its products so that customer satisfaction is
maintained at competitive prices. Currently, the management of data related to
defective products is not re-analyzed for improvement efforts, so that the
occurrence of defective products is always repeated and causes losses for the
company. The purpose of this research is to determine the level of product
quality control, identify the causes of product defects and determine
corrective actions that need to be taken so that the company's losses due to
defective products can be minimized. Collecting data in this study is by
interviewing and collecting primary data in the production section. The quality
control analysis method used in this study is Statistical Quality Control (SQC)
and Quality Tools. From the calculation and analysis of the results of
Statistical Quality Control with a p-type control chart on corrugated plastic
products that have the highest defective product ratio, it shows that the
capability of the production process is still below standard with a Cp value of
0.8342. The results of the analysis using the cause diagram identified the main
factors causing product defects to be the human factor and the work method
factor. Then the proposed corrective actions that need to be implemented by PT.
X is setting the operator's work schedule to avoid fatigue problems that cause
a decrease in operator accuracy, establishing standard work SOPs, routine
training to improve operator skills and knowledge regarding work procedures.
Keywords: Statistical Quality Control, Quality
Tool, Process Capability��������������������������
Corresponding: Hubertus
Davy Yulianto
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
PT. X merupakan
produsen produk corrugated plastic dengan variasi jenis sesuai dengan
permintaan konsumen. Perusahaan dituntut haruslah fleksibel dalam memenuhi
permintaan karena banyaknya variasi produk baik dari segi model, dimensi
ataupun fungsi suatu produk, sehingga perusahaan menyadari bahwa kualitas
produk harus tetap ditingkatkan dan dipertahankan dengan meminimalisir ataupun
menghilangkan produk defect atau cacat.
Proses
pengawasan kualitas produk dibawah departemen Quality Control dilakukan dengan
cara mengambil sample secara acak dalam suatu produk (Tampai, Sumarauw,
& Pondaag, 2017). Hasil dari pencatatan operator dilapangan akan dilaporkan ke supervisor
QC dan didokumentasikan. Kebijakan perusahaan untuk cacat suatu pembuatan
produk dari keseluruhan sampel yang diambil maksimal yaitu 1 %. Proses
pembuatan corrugated plastic membutuhkan skill serta kemampuan dalam membuat,
melipat, menempel, punching dan beberapa teknik lainnya.
(1.1)
Selama ini pengolahan data dari hasil
laporan pengawasan kualitas dari suatu produk yang dilakukan oleh manajemen
kurang maksimal. Laporan data quality control mengenai defect ataupun repair
suatu produk dari produksi hanya berupa data mentah dan didokumentasikan tanpa
diolah kembali agar bisa dianalisa lebih mendalam (Martono, 2019). Pengolahan data lebih mendalam perlu dilakukan mengingat banyaknya
variasi produk yang dihasilkan dan terkadang permintaan dari konsumen yang
urgent sehingga resiko produk mengalami cacat dapat terjadi. Penggunaan Metode
Statistical Quality Control merupakan teknik penyelesaian masalah yang
digunakan untuk memonitor, mengendalikan, menganalisis mengelola dan
memperbaiki produk dan proses menggunakan metode-metode statistic (Ratnadi &
Suprianto, 2020). Metode ini bisa diaplikasikan dalam menganalisa dan memproses data
cacat atau defect dari jalur produksi. Data cacat yang diperoleh akan diolah
dan selanjutnya akan dilakukan analisis menggunakan metode SQC terhadap
pembuatan corrugated plastic pada jalur finishing product 2 untuk dianalisa
penyebab defect atau cacat Terdapat dua kelompok besar peta pengendali kualitas
proses statistik untuk data atribut. Untuk jenis pengendalian kualitas pada
corrugated plastic maka digunakan peta pengendali proporsi ketidaksesuaian
dalam sampel (p-chart). Peta pengendali proporsi kesalahan atau ketidak
sesuaian dalam sampel atau kelompok (p-chart) digunakan untuk mengetahui ukuran
kecacatan produk berupa proporsi produk cacat dalam setiap sampel yang diambil (Saputra &
Mahbubah, 2021).� Menghitung nilai rata-rata
jumlah cacat atau garis pusat (center line) yaitu sebagai berikut :

dengan:
�
������������������������ : Garis pusat peta pengendali proporsi kesalahan
�
������������� : Jumlah dari banyaknya proporsi kesalahan tiap sampel
�
����������������������� : Jumlah
dari banyaknya observasi yang dilakukan
Menghitung
batas kendali untuk peta kendali p, yaitu sebagai berikut:
(1.2)

(1.3)

�Menurut peneliti Kapabilitas proses adalah suatu analisis
yang digunakan untuk menaksir kemampuan dari suatu proses (Montgomery, 2020). Analisis kemampuan proses merupakan bagian yang sangat penting dari
keseluruhan program peningkatan kualitas. Menurut (Gazperz, 156) Kapabilitias
proses berdasarkan data atribut. Untuk mendapatkan nilai kapabilitas proses
untuk data atribut adalah dengan rumus sebagai berikut :
(1.4)
�
dengan:
�
���������� : Garis pusat peta
pengendali proporsi kesalahan atau rata-rata proporsi cacat
�������� : Indeks Kapabilitas Proses
Jika indeks kapabilitas proses lebih
besar atau sama dengan satu, hal ini menunjukkan bahwa proses memiliki
kapabilitas yang baik. Berarti bahwa proses mampu menghasilkan produk yang
berada dalam batas-batas spesifikasi. Sebaliknya, jika nilai indeks kapabilitas
proses lebih kecil dari pada satu, hal ini menunjukkan bahwa proses memiliki
kapabilitas yang buruk, serta menunjukkan proses tidak mampu menghasilkan
produk yang sesuai dengan batas-batas spesifikasi (Walujo,
Koesdijati, & Utomo, 2020).
�������������� Tujuan dari penelitian ini adalah
untuk� mengidentifikasi dan menentukan
jenis � jenis cacat yang terjadi dalam proses produksi, untuk mengetahui
faktor-faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya cacat pada proses
produksi. Dari hasil penelitian atau temuan � temuan yang didapatkan pada jalur
produksi, akan diusulkan cara memperbaiki kualitas proses produksi agar dapat
meminimalisir kemungkinan terjadinya cacat (Montgomery, 2020).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik
analisis deskriptif, diawali dengan studi literatur terkait metode dan teori
dari berbagai sumber yang relevan, dilanjutkan dengan pengumpulan data cacat
yang terdapat pada produk yang akan dipilih untuk diteliti dengan observasi
langsung ke lapangan dan melakukan wawancara dengan karyawan dijalur produksi (Rokhilatus Sa�daniya, 2022) dalam
periode 6 bulan. Jenis data
primer yang digunakan pada penelitian ini dikumpulkan dan di plot menggunakan
quality control tools untuk mencari sumber permasalahan yang menyebabkan
kerusakan produk dan membantu dalam menentukan solusi perbaikannya. Selanjutnya
dengan peta kendali dilakukan untuk mengetahui bila proses produksi masih
berada di dalam atau di luar batas pengendalian statistik. Pengolahan data yang
dilakukan yaitu dengan mencari nilai garis pusat (CL), upper control limit
(UCL) dan lower control limit (LCL) (Arum, Cahyadi, & Basith, 2017). Jika
ditemukan nilainya masih dalam batas statistik, maka nilai yang ditemukan bisa
dijadikan sebagai acuan peta kendali bagi pihak manajemen untuk kualitas proses
statistik berikutnya. Tetapi jika nilai yang ditemukan diluar batas kendali
statistik, maka akan dilakukan analisis bila proses tersebut dipengaruhi oleh
penyebab umum yang secara� langsung� dapat�
distabilkan,� atau� penyebab�
khusus� yang� perlu�
dicari tindakan�� pencarian�� penyebabnya��
untuk�� segera�� dilakukan��
perbaikan. Setelah diketahui penyebab terjadinya kerusakan produk, maka
dapat disusun sebuah rekomendasi atau usulan tindakan untuk melakukan perbaikan
kualitas produk (Ratnadi & Suprianto, 2020).
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Peta Kendali p-chart
Dari hasil
pengumpulan data pada salah satu produk yang memiliki ratio jumlah produk cacat
yang terbesar, maka dapat dilakukan perhitungan Batasan pada peta kendali
p-chart seperti pada tabel 1
(Ramayanti,
Fitriyeni, & Yulistyari, 2019).
Tabel
1. Perhitungan Batasan Peta Kendali p-chart
|
Batch Produksi |
Jumlah Sample (n) |
Jumlah Produk Cacat (unit) |
Proporsi Produk Cacat |
p bar |
UCL |
LCL |
|
1 |
50 |
2 |
����������������� 0,040 |
0,291 |
0,484 |
0,099 |
|
2 |
50 |
14 |
����������������� 0,280 |
0,291 |
0,484 |
0,099 |
|
3 |
30 |
2 |
����������������� 0,067 |
0,291 |
0,540 |
0,042 |
|
4 |
30 |
3 |
����������������� 0,100 |
0,291 |
0,540 |
0,042 |
|
5 |
20 |
20 |
����������������� 1,000 |
0,291 |
0,596 |
0,000 |
|
6 |
20 |
15 |
����������������� 0,750 |
0,291 |
0,596 |
0,000 |
|
7 |
14 |
1 |
����������������� 0,071 |
0,291 |
0,656 |
0,000 |
|
8 |
20 |
3 |
����������������� 0,150 |
0,291 |
0,596 |
0,000 |
|
9 |
20 |
4 |
����������������� 0,200 |
0,291 |
0,596 |
0,000 |
|
10 |
20 |
20 |
����������������� 1,000 |
0,291 |
0,596 |
0,000 |
|
11 |
15 |
3 |
����������������� 0,200 |
0,291 |
0,643 |
0,000 |
|
12 |
20 |
3 |
����������������� 0,150 |
0,291 |
0,596 |
0,000 |
|
Jumlah |
309 |
90 |
|
|
|
|
Dengan perhitungan
UCL , LCL dan CL dibawah ini (Montgomery, 2020) :
a.
Peta Pengendali
(Control Chart)

b.
UCL (Upper Control
Limit)

c.
LCL (Lower Control Limit)

Pada saat
terjadi tingkat ketidaksesuaian yang kecil, maka CL dari grafik pengendali p
mendekati nol, menyebabkan LCL bernilai negatif. LCL bernilai negatif akan
menjadi nol, karena proporsi ketidaksesuaian produk tidak mungkin negatif (Anas, Rachman, & Rachmadita, 2020).

Gambar 1.
Peta Kendali p-chart� produksi corrugated
plastic fase 1
Berdasarkan
grafik peta kendali pada gambar 1 maka�
proporsi jumlah cacat produk pembuatan corrugated plastic terdapat 4
titik proses yang berada diluar batas pengendali statistik, yaitu pada proses
sampel produksi pengamatan 1, 5, 6 dan 10. Hal ini menandakan bahwa adanya
variasi penyebab khusus yang telah masuk kedalam proses, dan proses harus
diperiksa untuk mengidentifikasi penyebab dari penyimpangan yang berlebihan
tersebut. Setelah dianalisa penyebab penyimpangan yang terjadi pada produksi
sampel 1,5,6 dan 10 dan telah dilakukan penanganan terhadap variasi tersebut,
maka akan dilakukan revisi terhadap peta pengendali jumlah cacat dengan tidak
mengikutsertakan keempat data sampel pengamatan sebelumnya dalam perhitungan
dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2.
Peta Kendali p-chart� produksi corrugated
plastic fase 2
Berdasarkan
gambar 2 makasemua data data sampel pengamatan telah berada didalam batas
pengendalian statistik, maka tidak perlu dilakukan revisi lagi. Dengan acuan
peta kendali seperti ini dapat digunakan oleh pihak manajemen kualitas sebagai
masukan ataupun acuan untuk kualitas proses statistik periode berikutnya
2. Kapabilitas
Proses
Analisis
kemampuan proses dapat dilakukan untuk mengukur stabilitas proses dari waktu ke
waktu dengan catatan bahwa proses produksi sudah terkendali secara statistik
yang artinya sudah tidak terjadi proses out of control pada peta kendali (Anas et al.,
2020). Pada perhitungan peta kendali p chart ketika masih belum di revisi
dengan hasil seperti perhitungan di bawah ini
![]()
�
Berdasarkan
data peta kendali p chart yang telah berada dalam batas pengendalian statistik,
maka kapabilitas proses dapat dicari dengan formula
![]()
Dari kedua
hasil perhitungan diatas, terlihat dari kemampuan proses setelah dilakukan
revisi terhadap control chart dengan melakukan perbaikan terhadap beberapa
variasi khusus dengan dilakukan penanganan dan perbaikan untuk menghilangkan
penyebab proses diluar kendali meningkatkan kapabilitas proses dari nilai
sebelumnya yaitu 0.709 menjadi 0.8342. Melihat hasil dari kapabilitas proses
yang nilainya kurang dari 1 yaitu�
(0.8342 < 1), hal ini menandakan proses produksi pembuatan corrugated
plastic belum memiliki kapabilitas yang baik,
3. Diagram
Sebab-Akibat

Berdasarkan diagaram sebab akibat / fishbone diagram
pada gambar 3, diketahui bahwa untuk 3 buah kategori cacat yaitu kesalahan
pemasangan aksesoris, aksesoris yang kurang, dan penggantian aksesoris disebabkan
oleh 4 faktor, yaitu manusia, metode, material dan lingkungan (Valentine, 2019). Dan penyebab dimensi dominan adalah faktor manusia dan lingkungan (Trenggonowati
& Arafiany, 2018). Hal ini dikarenakan cacat yang terjadi lebih banyak diakibatkan oleh
human error atau kesalahan operator yang kelelahan sehingga menjadi tidak fokus
dan teliti dalam pembuatan produk
(PIPA, 2019). Hal ini ditambah lagi dengan faktor lingkungan dimana pembuatan produk
diruangan terbuka dan temperature lingkungan yang panas dan debu akan
berpengaruh terhadap kondisi operator dan produk itu sendiri (Sumarna, Sumarni,
& Rosidin, 2018). Kategori cacat yang berkaitan dengan perbaikan proses welding
diakibatkan oleh 5 faktor yaitu manusia, metode, material, lingkungan dan
mesin. Dimana penyebab yang paling dominan yaitu mesin dan manusia (Bagus Ramadhan,
2017). Operator haruslah memastikan pengoperasian alat welding telah dilakukan
sesuai dengan petunjuknya. Hal ini akan berpengaruh terhadap hasil pengelasan
partisi.
Gambar 3.
Diagram Sebab Akibat pada Produksi Corrugated plastic
KESIMPULAN
Dari
perhitungan dan analisa hasil Statistical Quality Control dengan diagram
kendali tipe p pada produk corrugated plastic yang memiliki ratio produk cacat
tertinggi, menunjukkan kapabilitas proses produksi masih dibawah standard
dengan nilai Cp sebesar 0,8342. Hasil analisa menggunakan diagram sebab maka
teridentifikasi faktor utama penyebab kecacatan produk adalah faktor manusia
dan faktor metode kerja. Maka usulan tindakan perbaikan yang perlu diterapkan
oleh PT. X adalah
a)Penetapan Standard
Operational Procedure (SOP) secara baku. b)Memberikan pelatihan rutin bagi
operator dengan ketetapan SOP yang baku untuk meningkatkan kemampuan dan
pengetahuan operator terkait prosedur kerja. c)Pengaturan jadwal kerja dan jam
istirahat operator untuk menghindari factor kelelahan dan menyebabkan penurunan
konsentarasi dan ketelitian operator saat bekerja. PT. X sebaiknya secara
konsisten melakukan upaya pengendalian kualitas dengan menerapkan metode Statistical
Quality Control dalam pemantauan proses produksi nya agar penyebab variasi
dalam proses dapat teridentifikasi serta tindakan perbaikan penyebab variasi
dalam proses produksi dapat segera dilakukan. Kajian selanjut nya yang perlu di
kembangkan adalah terkait dengan biaya produksi dan juga pengembangan disain
produk dalam upaya efisiensi biaya pengeluaran perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Anas, Nizar, Rachman,
Farizi, & Rachmadita, Renanda Nia. (2020). Usulan Perbaikan Kualitas Proses
Produksi Closing Rib Perusahaan Penerbangan Dengan Metode Six Sigma. Proceedings Conference on Design Manufacture
Engineering and Its Application, 4(1),
246�251.
Arum,
K. T., Cahyadi, E. R., & Basith, A. (2017). Evaluasi kinerja peternak mitra
ayam ras pedaging. Jurnal Ilmu
Produksi Dan Teknologi Hasil Peternakan, 5(2), 78�83.
Bagus
Ramadhan, H. M. Thamrin. (2017). Komunikasi
Interpersonal Antara Host dan Audience terhadap Penggunaan Bigo Live di
Kabupaten Jember. jember: Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Jember.
Martono,
Ricky Virona. (2019). Analisis
Produktivitas dan efisiensi. Gramedia Pustaka Utama.
Montgomery,
Douglas C. (2020). Introduction to
statistical quality control. John Wiley & Sons.
Pipa,
Upaya Menurunkan Tingkat Cacat Pada. (2019). Analisis Diagram Sebab Akibat Dan
Metode 5w+ 1h. Seminar Nasional Sains
Dan Teknologi, 1.
Ramayanti,
Gina, Fitriyeni, Lailatul, & Yulistyari, Eka Indah. (2019). Usulan
Peningkatan Kualitas Batu Merah dengan Metode Six Sigma dan Taguchi. Penelitian Dan Aplikasi Sistem Dan Teknik Industri,
13(1), 9�16.
Ratnadi,
Ratnadi, & Suprianto, Erlian. (2020). Pengendalian kualitas produksi
menggunakan alat bantu statistik (seven tools) dalam upaya menekan tingkat
kerusakan produk. Jurnal Industri
Elektro Dan Penerbangan, 6(2).
Rokhilatus
Sa�daniya, Vivin. (2022). Analisis
Pengendalian Proses Repacking Snack pada Family Star Desa Wonojati Kecamatan
Jenggawah Kabupaten Jember. UIN KH Achmad Siddiq Jember.
Saputra,
Andrianto Eko, & Mahbubah, Nina Aini. (2021). Analisis Seven Tools Pada
Pengendalian Kualitas Proses Vulkanisir Ban 1000 Ring 20 di CV Citra Buana
Mandiri Surabaya. STRING (Satuan
Tulisan Riset Dan Inovasi Teknologi), 5(3), 252�262.
Sumarna,
Umar, Sumarni, Nina, & Rosidin, Udin. (2018). Bahaya kerja serta faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Deepublish.
Tampai,
Yul Stella, Sumarauw, Jacky S. B., & Pondaag, Jessy J. (2017). Pelaksanaan
quality control pada produksi air bersih di PT. Air Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi,
Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 5(2).
Trenggonowati,
Dyah Lintang, & Arafiany, Nuraini Minati. (2018). Pengendalian Kualitas
Produk Baja Tulangan Sirip 25 Dengan Menggunakan Metode Spc Di Pt. Krakatau Wajatama
Tbk. Journal Industrial Servicess,
3(2).
Valentine,
Indra Raesha. (2019). Identifikasi Dan
Pengurangan Pemborosan Pada Proses Produksi Ukm Musafir Indonesia Dengan
Pendekatan Lean Manufacturing. Universitas Islam Indonesia.
Walujo,
Djoko Adi, Koesdijati, Titiek, & Utomo, Yitno. (2020). Pengendalian kualitas. Scopindo Media
Pustaka.