UPAYA
MENINGKATAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DALAM MENYUSUN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
MELALUI SUPERVISI AKADEMIK
Siti Aminah
MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang
Abstrak:
Tujuan penelitian tindakan
sekolah ini adalah untuk meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran melalui Supervisi akademik dalam menyusun rencana
pembelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi. Metode yang digunakan pada penelitian
ini adalah Penelitian Tindakan digunakan adalah Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan,
dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada komponen Perumusan indikator
tujuan pembelajaran, terlihat peningkatan dari 52,33% menjadi 66,67% pada siklus I dan pada siklus II meningkat
menjadi 77,33%. Pada Komponen Penentuan bahan dan materi pembelajaran, terdapat
peningkatan Kompetensi dari 55,67% menjadi 68,33%. Dalam Komponen Pemilihan Strategi dan metoda pembelajaran, yang
didalamnya memuat langkah-langkah pembelajaran dan penentuan alokasi waktu yang
digunakan, terlihat adanya peningkatan yang signifikan dari yang semula hanya 55,67% menjadi 69,33%. Meskipun tidak terlihat
adanya peningkatan yang cukup tajam, dalam komponen pemilihan Media dan alat
pembelajaran juga terdapat adanya peningkatan dari 54,33% pada awal kegiatan dan 65,33% setelah siklus I,
menjadi 75,67% setelah siklus II. Peningkatan yang cukup signifikan juga dapat
kita lihat pada komponen perencanaan evaluasi pembelajaran. Dari yang semula
hanya 53,67%
pada awal kegiatan, menjadi 67,00% pada akhir siklus I dan berhasil mencapai 78,00% pada akhir siklus 2; dan
Melihat data perolehan hasil penelitian dalam kegiatan penelitian tindakan
sekolah ini, dapat disimpulkan bahwa supervisi akademik dapat meningkatkan
Kompetensi Guru dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran pada Guru MA
Asy-Syafi�iyyah Jatibarang Kabupaten Brebes.
Kata kunci: Kompetensi
Pedagogik, Supervisi Akademik
Abstract:
The
purpose of this school action research is to improve teacher competence in
preparing learning implementation plans through academic supervision in
preparing lesson plans according to competency standards. The method used in
this research is Action Research used is Planning, Implementation, Observation,
and reflection. The results showed that in the Formulation component of
learning objectives indicators, there was an increase from 52.33% to 66.67% in
cycle I and in cycle II it increased to 77.33%. In the Component of Determining
materials and learning materials, there was an increase in Competence from 55.67%
to 68.33%. In the Component of Choosing the Strategy and Learning Method, which
contains the learning steps and determining the time allocation used, there is
a significant increase from the previous 55.67% to 69.33%. Although there was
no sharp increase, there was also an increase in the selection of media and
learning tools from 54.33% at the beginning of the activity and 65.33% after
cycle I to 75.67% after cycle II. We can also see a significant increase in the
learning evaluation planning component. From initially only 53.67% at the
beginning of the activity, it became 67.00% at the end of cycle I and managed
to reach 78.00% at the end of cycle 2; and Looking at the data obtained from
research results in this school's action research activities, it can be
concluded that academic supervision can improve Teacher Competence in
Developing Learning Implementation Plans for MA Asy-Syafi'iyyah Jatibarang
Teachers, Brebes Regency.
Keywords: Pedagogic Competence, Academic Supervision
�����������������
Corresponding: Siti Aminah
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
A.� Latar
Belakang Masalah
Pada
hakekatnya bahwa pembelajaran dapat terlaksana apabila terdapat interkasi antar
guru dengan murid serta sarana pendukung pembelajaran, dan salah satunya
penentu keberhasilan pada kegiatan belajar mengajar adalah guru, jika seorang
guru malas mengajar dan enggan membuat perangkat pembelajaran, maka apa yang
terjadi pada hasil pendidikan, tiada lain siswa akan malas pula belajar.
Berdasarkan kenyataan tersebut dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah
maka dibutuhkan adanya supervisi yang profesional yang mampu membimbing,
menjadi teladan, dan mampu menggerakkan guru dalam peningkatan mutu pendidikan
di madrasah (Baharun, 2017).
Upaya
memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan seakan tidak pernah berhenti.
Banyak agenda reformasi yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan.
Reformasi pendidikan adalah restrukturisasi pendidikan, yakni memperbaiki pola
hubungan sekolah dengan lingkungannya dan dengan pemerintah, pola pengembangan
perencanaan, serta pola pengembangan manajerialnya, pemberdayaan guru dan
restrukturisasi model model pembelajaran.
Reformasi
pendidikan tidak cukup hanya dengan perubahan dalam sektor kurikulum, baik
struktur maupun prosedur penulisannya (Arman, 2016). Pembaharuan kurikulum akan lebih bermakna bila diikuti oleh perubahan
praktik pembelajaran di dalam maupun di luar Sekolah. Keberhasilan implementasi
kurikulum sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru yang akan menerapkan dan
mengaktualisasikan kurikulum tersebut (Pambudi, 2014). Tidak jarang kegagalan implementasi kurikulum disebabkan oleh kurangnya
pengetahuan, keterampilan dan kemampuan guru dalam memahami tugas tugas yang
harus dilaksanakannya. Hal itu berarti bahwa guru sebagai pelaksana kegiatan
pembelajaran menjadi kunci atas keterlaksanaan kurikulum di sekolah.
Upaya perwujudan pengembangan silabus menjadi
perencanaan
pembelajaran
implementatif memerlukan kemampuan yang komprehensif. Kemampuan itulah yang
dapat mengantarkan guru menjadi tenaga yang professional. Guru yang profesional
harus memiliki 5 (lima) kompetensi yang salah satunya adalah kompetensi
penyusunan rencana pembelajaran
(Idrus, 2020). Namun dalam kenyataannya masih banyak guru yang belum mampu menyusun
rencana pembelajaran sehingga hal ini secara otomatis berimbas pada kualitas
output yang dihasilkan dalam proses pembelajaran.
Upaya peningkatan kemampuan guru dalam
menyusun rencana
Pembelajaran
dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya melalui pelatihan, seminar,
workshop, menyediakan berbagai panduan dan modul (Muhammad Rizal,
Iqbal, & Zahriyanti, 2022). Namun setelah mempertimbangkan berbagai kelebihan dan kekurangannya,
maka pembinaan yang terencana dan berkesinambungan dalam supervise akademik
melalui tehnik supervisi kelompok dianggap lebih efektif karena setiap
permasalahan yang ditemukan bisa langsung dicarikan solusi bersama dan waktunya
bisa disesuaikan dengan kemampuan masing - masing guru. Dalam pelaksanaannya kepala
sekolah akan dibantu oleh beberapa guru/wakasek yang dianggap telah memiliki
pengetahuan yang cukup dan kemampuan yang baik dalam menyusun rencana
pembelajaran (Lawe, 2022).
Dengan
demikian, berarti, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai
kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru
mengembangkan kemampuan profesionalismenya (Muhammad Rizal et
al., 2022). Meskipun demikian, supervisi akademik tidak bisa terlepas dari
penilaian unjuk kerja guru dalam mengelola pembelajaran.
Keberhasilan
pendidikan pada satuan pendidikan sangat dipengaruhi oleh peran kepala madrasah
sebagai peneliti dalam kepemimpinan pembelajaran terhadap para guru (Arifin, 2017). Kepala madrasah pada satuan pendidikan memiliki peran strategis dalam
menentukan keberhasilan dan kegagalan guru dalam pembelajaran yang di dalamnya
ada sistem evaluasi pembelajaran.
Kegagalan
pembelajaran pada satuan pendidikan dapat diatasi dengan usaha dan peran kepala
madrasah yang mampu mendeteksi dini kelemahan guru dalam mengevaluasi hasil
belajar siswa dengan peranannya sebagai peneliti. Kegagalan dan keberhasilan
guru juga dipengaruhi olah kemampuan pemahaman guru terhadap proses
pembelajaran. Ketidakmampuan guru memahami maksud dan tujuan pembelajaran dapat
mempengaruhi hasil pembelajaran.
Guru
dituntut mampu memahami makna dan karakter kurikurikulum sehingga dapat
menguasai materi, metoda, teknik, evaluasi pembelajaran sehingga hasil
pembelajaran pada suatu satuan pendidikan dapat dicapai secara maksimal dan
bermutu (Mu�ammar, 2019).
Peraturan
pemerintah No 10 tahun 2005 bab I pasal 1 ayat 6 bahwa standar proses
pendidikan adalah standar nasional yang berkaitan dengan pelaksanaan
pembelajaran pada satuan pendidikan untuk mencapai suatu standar kompetensi
lulusan (Ulum, 2020).�
Berdasarkan
uraian di atas penulis tertarik untuk melakukan Penelitian Tindakan
Sekolah/Madrasah (PTS/M) yang berjudul �Upaya Meningkatan Kompetensi Pedagogik
dalam Menyusun RPP Melalui Supervisi Akademik pada Guru MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang
Brebes Semester Gasal Tahun Pelajaran 2022/2023.
Hal ini
sangat berbeda dengan konsep supervisi akademik. Secara konseptual, supervisi
akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya
mengelola proses pembelajaran demi pencapaian tujuan pembelajaran. Supervisi
akademik merupakan upaya
membantu guru-guru mengembangkan kemampuannya mencapai tujuan pembelajaran.
Dengan demikian, esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai
kinerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru
mengembangkan kemampuan profesionalismenya.
Penyusunan
karya tulis harus sesuai dengan kondisi nyata kegiatan yang dilakukan para guru
di MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang. Masalah yang terkait dengan judul Penelitian
Tindakan Sekolah/Madrasah ini sangat luas dan kompleks. Untuk memperoleh hasil
yang diharapkan penulis terfokus pada kajian masalah yang dikaitkan dengan
kondisi nyata dan paparan proses pembelajaran oleh para guru.
Berdasarkan
latar belakang masalah yang telah diuraikan maka masalah yang muncul dapat
diidentifikasi oleh penulis sebagai berikut:
1.
Guru tidak memiliki
dasar pendidikan keguruan sehingga tidak dibekali dengan pengetahuan tentang
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
2.
Guru belum pernah
mengikuti pelatihan penyusunan RPP sehingga mereka hanya copy paste pada
temannya, padahal seringkali RPP hasil copy paste tidak relevan dengan situasi
dan kondisi di sekolahnya sehingga RPP yang ada tidak bisa dijadikan acuan
dalam proses pembelajaran.
3.
Guru sudah pernah
mengikuti pelatihan, tapi belum mampu menerapkannya di madrasah.
Kondisi
tersebut tentu tidak bisa dibiarkan terus menerus, tetapi harus ada solusi dan
tindakan nyata dari kepala sekolah sebagai penanggungjawab keberhasilan
pendidikan di sekolahnya. Para guru tersebut harus mendapatkan pembinaan agar
mampu meningkatkan kemampuannya dalam menyusun rencana pembelajaran, terutama
bagi guru-guru yang memang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan,
sebelum mereka menempuh pendidikan tambahan agar memiliki akta IV sebagai bukti
kewenangan mengajar. Kepala sekolah
perlu
melakukan suatu tindakan melalui supervisi akademik untuk membantu meningkatkan
kemampuan mereka dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya.
Berdasarkan
keempat masalah yang teridentifikasi di atas, maka penulis membatasi masalah
pada: Proses pembelajaran guru kurang memberi semangat pada siswa untuk
mencintai mata pelajaran, Kualitas pembelajaran yang dilakukan guru kurang
memberi motivasi siswa dalam semangat belajarnya, Peran supervisi akademik
sangat besar dalam menghasilkan proses pembelajaran yang bermutu. Sehubungan
dengan hal tersebut, maka masalah penelitian dapat penulis rumuskan
dalam bentuk pertanyaan penelitian sebagai berikut:
�Bagaimanakah supervisi akademik dapat
meningkatkan Kompetensi
Pedagogik guru MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang dalam
menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran?�
Suatu
kegiatan mustahil dilakukan jika tanpa ada tujuan. Begitu pun dengan penelitian
ini, dilakukan dengan tujuan: Meningkatkan mutu pembelajaran siswa MA
Asy-Syafi�iyyah Jatibarang, Meningkatkan minat belajar siswa MA Asy-Syafi�iyyah
Jatibarang, Meningkatkan kemampuan guru dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Manfaat
penelitian supervisi akademik adalah untuk merubah paradigma lama sistem
pembelajaran yang DDCH menjadi model pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif
dan menyenangkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat: Dapat
meningkatkan profesionalisme supervisi untuk meningkatkan efektifitas proses
belajar mengajar di MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang Brebes, Dapat meningkatkan
kinerja madrasah melalui peningkatan profesionalisme guru, Dapat meningkatkan
kemampuan guru mengefektifkan proses belajar mengajar di kelas melalui
sepervisi pelaksanaan pembelajaran.
METODE PENELITIAN
Subjek yang akan di supervisi adalah guru di MA Asy-Syafi�iyyah
Jatibarang,� adapun sasaran utama
dilakukannya supervisi akademik di MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang adalah untuk
menguji kemampuan-kemampuan guru dalam merencanakan kegiatan pembelajaran,
melaksanakan kegiatan pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, memanfaatkan
hasil penilaian untuk peningkatan layanan pembelajaran, menciptakan lingkungan
belajar yang menyenangkan, memanfaatkan sumber belajar yang tersedia, dan
mengembangkan interaksi pembelajaran (strategi, metode, teknik) yang tepat.
Supervisi edukatif juga harus didukung oleh instrumen-instrumen yang sesuai
Subjek pada penelitian ini adalah guru MA Asy-Syafi�iyyah
Jatibarang, yang terdiri dari 15 orang guru. Penelitian ini penulis lakukan di
kampus MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang Kabupaten Brebes yang berlokasi di Jl.
Raya Timur Jatibarang Brebes. Dalam penelitian ini penulis melakukan selama 2
bulan yaitu bulan September sampai dengan Oktober 2022.
Penelitian ini berbentuk Penelitian Tindakan Sekolah (School
Action Research), yaitu sebuah penelitian yang merupakan kerjasama antara
peneliti dan guru, dalam meningkatkan kemampuan guru agar menjadi lebih baik
dalam menyusun proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif, dengan menggunakan teknik persentase untuk melihat
peningkatan yang terjadi dari siklus ke siklus. Dengan metode ini peneliti
berupaya menjelaskan data yang dikumpulkan melalui komunikasi langsung atau
wawancara, observasi/pengamatan, dan diskusi yang berupa persentase atau
angka-angka.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan
yang dialami oleh guru dalam proses pembelajaran.� Selanjutnya peneliti memberikan alternatif
atau usaha guna meningkatkan kemampuan guru dalam membuat proses pembelajaran
yang bermutu
Apa yang dilakukan oleh peneliti sebagai upaya meningkatkan
kompetensi guru dalam perencanaan pembelajaran yaitu dengan memberikan
bimbingan berkelanjutan pada guru. Peneliti melakukan pengamatan terhadap
perencanaa pembelajaran untuk memotret seberapa jauh kemampuan guru dalam
mengevaluasi program, proses, dan hasil pembelajaran. Selain
itu juga peneliti mencatat hal-hal yang terjadi dalam
pertemuan dan wawancara. Rekaman dari pertemuan dan wawancara akan digunakan
untuk analisis dan komentar kemudian.
Peneliti mengkaji, melihat, dan mempertimbangkan hasil atau dampak
dari tindakan yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil dari refleksi ini,
peneliti bersama guru melaksanakan revisi atau perbaikan terhadap kegiatan
proses pembelajaran.
Prosedur penelitian adalah suatu rangkaian tahap-tahap penelitian
dari awal sampai akhir. Penelitian ini merupakan proses pengkajian sistem
berdaur sebagaimana kerangka berpikir yang dikembangkan oleh para peneliti (Sundoro, 2016). Prosedur
ini mencakup tahap-tahap: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan
(4) refleksi. Keempat kegiatan tersebut saling terkait dan secara urut
membentuk sebuah siklus. Penelitian Tindakan Sekolah/Madrasah merupakan
penelitian yang bersiklus, artinya penelitian dilakukan secara berulang dan
berkelanjutan sampai tujuan penelitian dapat tercapai. Alur
PTS/M dapat dilihat pada Gambar berikut:
Gambar 3.1
Alur PTS/M
![]()
���������������������������������� ����� PELAKSANAAN
![]()
����������� PERENCANAAN����������������������������������������� PENGAMATAN
��������������������������������������� ����� REFLEKSI
C.� Teknik
Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi berupa hasil
karya penyusunan administrasi mengajar, wawancara dan instrument analisis
penilaian.
1.
Perencanaan Tindakan
a.
Pemilihan topic.
b.
Melakukan review silabus untuk mendapatkan
kejelasan tujuan pembelajaran untuk topik tersebut dan mencari ide-ide dari
materi yang ada dalam buku pelajaran.
c.
Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran.
d.
Menentukan indikator yang akan dijadikan acuan.
e.
Mempersiapkan kelompok mata pelajaran.
f.
Mempersiapkan media pembelajaran.
g.
Membuat format evaluasi.
h.
Membuat format observasi.
i.
Membuat angket respon guru dan siswa
2.
Pelaksanaan Tindakan
Menerapkan
tindakan sesuai dengan rencana, dengan langkah-langkah:
a.
Setiap guru yang telah menyusun rencana
pembelajaran menyajikan atau mempresentasikan rencana pembelajarannya,
sementara rekan/guru lain memberi masukan, sampai akhirnya diperoleh rencana
pembelajaran yang lebih baik.
b.
Guru yang ditunjuk menggunakan masukan-masukan
tersebut untuk memperbaiki rencana pembelajaran.
c.
Guru yang ditunjuk tersebut mempresentasikan
rencana pembelajarannya di depan kelas untuk mendapatkan umpan balik.
3.
Pengamatan (observasi)
a.
Observer melakukan pengamatan sesuai rencana
dengan menggunakan lembar observasi.
b.
Menilai tindakan dengan menggunakan format
evaluasi.
c.
Pada tahap ini seorang guru melakukan
implementasi rencana pembelajaran yang telah disusun, guru lain melakukan
observasi dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Kondisi
Awal
Dari hasil
wawancara terhadap tiga puluh orang guru, peneliti memperoleh� informasi bahwa semua guru (sepuluh orang)
belum tahu kerangka penyusunan administrasi mengajar seperti RPP dengan
menerapkan model-model pembelajaran, hanya tiga orang yang memiliki dokumen
standar proses (satu buah), hanya� empat
orang guru yang pernah mengikuti pelatihan pengembangan RPP dengan penerapan
model-model pembelajaran, umumnya guru mengadopsi dan mengadaptasi RPP yang
menerapkan model-model pembelajaran didalamnya, kebanyakan guru tidak tahu dan
tidak paham menyusun RPP dengan penerapan model-model pembelajaran secara
lengkap, mereka setuju bahwa guru harus menggunakan RPP dengan menerapkan
model-model pembelajaran dalam melaksanakan proses pembelajaran yang dapat
dijadikan pedoman dalam proses pembelajaran. Selain itu, kebanyakan guru belum
tahu dengan komponen-komponen RPP yang menerapkan model-model pembelajaran secara
lengkap (Tarmizi, 2021).
Pada tahapan
ini peneliti mempersiapan instrumen untuk menggali data seberapa jauh para guru
menguasai Kompetensinya dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP),
sesuai dengan standar penyusunan RPP yang ada (Mulyono, 2014).
Dengan
menggunakan instrumen yang sudah dipersiapkan pada tahap ini dilakukan studi
dokumen untuk melihat apakah RPP yang telah disusun oleh semua guru telah
sesuai dengan standar yang telah ditentukan (Febrina, 2018).
Berdasarkan
hasil observasi peneliti terhadap sepuluh RPP yang dibuat guru (khusus pada
siklus I), diperoleh data bahwa masih ada guru yang tidak melengkapi RPP-nya
dengan komponen dan sub-sub komponen RPP penerapan model pembelajaran tertentu,
misalnya komponen indikator dan penilaian hasil belajar (pedoman penskoran dan
kunci jawaban).� Rumusan kegiatan siswa
pada komponen langkah-langkah
kegiatan pembelajaran masih kurang interaktif,
inspiratif, dan sistematis.
Dilihat dari segi kompetensi
guru, terjadi peningkatan dalam
menyusun administrasi mengajar dari siklus ke siklus.
Hal itu dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi administrasi mengajar dengan
berbagai model pembelajaran dari Siklus I ke Siklus II.
Tabel 4.1
kondisi guru MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang sesuai status kepegawaian tahun
pembelajaran 2022/2023
|
No |
Kondisi |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
PNS |
1 |
|
|
2 |
Non PNS |
14 |
|
|
Jumlah |
15 |
|
|
Tabel 4.2
kondisi guru MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang sesuai tingkat pendidikan tahun
pembelajaran 2022/2023
|
No |
Kondisi |
Jumlah |
Keterangan |
|
1 |
Strata 2 (S2) |
1 |
|
|
2 |
Strata 1 (S1) / D4 |
13 |
|
|
3 |
Diploma 3 (D3) |
1 |
|
|
4 |
Diploma 2 (D2) |
- |
|
|
5 |
Diploma 1 (D1) |
- |
|
|
6 |
SLTA |
- |
|
|
Jumlah |
15 |
|
|
Berdasarkan
data awal yang diperoleh pada kegiatan penelitian ini, menunjukkan bahwa:
Tabel 4.3 Data Awal sebelum Penelitian Tindakan Madrasah
|
No |
Nama
Guru |
Menentukan |
Rata-rata |
||||
|
Tujuan |
Materi |
Metode |
Media |
Evaluasi |
|||
|
1 |
Siti Aminah, S.Pd. MM. |
65 |
65 |
65 |
60 |
60 |
63 |
|
2 |
Irawan, S.Pd.I |
45 |
60 |
50 |
55 |
60 |
54 |
|
3 |
Rosyidin, S.Pd |
60 |
50 |
40 |
50 |
55 |
51 |
|
4 |
Slamet Taruni, S.Pd.I |
45 |
50 |
55 |
55 |
60 |
53 |
|
5 |
Marsudi, BA |
45 |
40 |
50 |
55 |
60 |
50 |
|
6 |
Dra. Siti Aminah |
50 |
60 |
55 |
60 |
55 |
56 |
|
7 |
Umi Wahidah, S.Ag |
65 |
55 |
60 |
55 |
50 |
57 |
|
8 |
Ana Rodiyana, S.Ag |
50 |
55 |
60 |
55 |
45 |
53 |
|
9 |
Sri Rejeki, SE |
55 |
60 |
65 |
55 |
55 |
58 |
|
10 |
Lydia Mayaningsih, S.Pd |
55 |
60 |
60 |
50 |
45 |
54 |
|
11 |
Aini Lutfiyah, S.Pd.I |
45 |
55 |
55 |
55 |
60 |
54 |
|
12 |
Muh. Ziaul Haq, S.Kom |
50 |
55 |
60 |
50 |
50 |
53 |
|
13 |
M. Isy Karima, S.Pd.I |
45 |
55 |
55 |
50 |
55 |
52 |
|
14 |
Etty Susilowati, S.Pd |
55 |
55 |
50 |
55 |
45 |
52 |
|
15 |
Millatih Amaliyah, S.Pd |
55 |
60 |
55 |
55 |
50 |
55 |
|
Jumlah Per Aspek |
785 |
835 |
835 |
815 |
805 |
815 |
|
|
Rata-rata Per Aspek |
52,33 |
55,67 |
55,67 |
54,33 |
53,67 |
54,33 |
|
Berdasarkan
tabel di atas kemampuan guru MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang adalah sebagai
berikut:
a.
52,33% guru dalam
merumuskan indikator tujuan pembelajaran yang efektif sesuai dengan
kompetensi inti dan kompetensi dasar masing-masing mata pelajaran.
b.
55,67% Guru dapat
memilih strategi dan metode pembelajaran.
c.
55,67% Guru dapat
menentukan teknik dan metode penilaian yang bisa mengukur pencapaian
tujuan pembelajaran.
d.
�54,33% guru dapat menentukan bahan belajar/
materi pembelajaran.
e.
�53,67% guru dapat menyusun evaluasi belajar.
Untuk jelasnya
perolehan data hasil penelitian dapat dilihat pada grafik kemampuan
guru pada awal kegiatan berikut:
Grafik 4.1 Kemampuan
Guru dalam Penyusunan RPP Pra Tindakan

|
A |
: |
merumuskan
indikator tujuan pembelajaran yang efektif sesuai dengan kompetensi inti dan
kompetensi dasar |
|
B |
: |
memilih
strategi dan metode pembelajaran |
|
C |
: |
menentukan
teknik dan metode penilaian |
|
D |
: |
menentukan
bahan belajar/ materi pembelajaran |
|
E |
: |
menyusun
evaluasi belajar |
Berdasarkan pada
data tersebut, maka perlu dilakukan tindakan dengan titik berat pada
kesulitan-kesulitan yang dihadapi, dengan cara memberikan penjelasan dan
contoh-contoh yang relevan.
B.
Siklus I
Siklus
pertama terdiri dari empat tahap yakni: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3)
pengamatan, dan (4) refleksi seperti berikut ini.
1.
Perencanaan (Planning)
Pada tahapan ini peneliti
mempersiapan supervisi akademik yang memfokuskan pada kelemahan-kelemahan pada
hasil awal sebelum diberi tindakan dan instrumen dipersiapka untuk menggali
data seberapa
jauh para guru menguasai Kompetensinya dalam menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), sesuai dengan standar penyusunan RPP yang ada.
a.
Membuat lembar
wawancara pra observasi dan pasca observasi.
b.
Membuat
format/instrumen penilaian administrasi mengajar.
c.
Membuat format
rekapitulasi hasil penyusunan RPP penerapan model-model pembelajaran.
d.
Membuat angket guru
tentang supervisi akademik dalam pelaksanaan pembelajaran.
2. Pelaksanaan (Acting)
Pada awal
siklus pertama administrasi mengajar yang dibuat para guru belum sesuai seperti
keinginan peneliti.� Hal itu
dibuktikan� dengan masih adanya komponen
administrasi mengajar seperti 1) silabus, 2) RPP, 3) Prota, 4) Promes, 5)
Daftar hadir (DH), dan 6) Daftar Nilai (DN) belum dibuat� oleh guru.�
3. Pengamatan (Observasi)
Hasil
pengamatan pada siklus I dapat dideskripsikan berikut ini:�� Pengamatan dilaksanakan Senin, 5 September
2022, terhadap tiga orang guru. Pada pengamatan selanjutnya dilakukan pada hari
Sabtu tanggal 10 September 2022. Data selengkapnya ada pada jadwal supervisi
pada lampiran halaman 58. Semuanya menyusun administrasi mengajar, tapi masih
ada guru yang belum melengkapi administrasi mengajarnya dengan komponen
administrasi mengajar. Hasil pengamatan dari lima belas guru didapatkan sbb:
Tabel 4.4.
Data Hasil Siklus I Penelitian Tindakan Madrasah Dilakukan terhadap Guru-guru
MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang Brebes.
|
No |
Nama
Guru |
Menentukan |
Rata-rata |
||||
|
Tujuan |
Materi |
Metode |
Media |
Evaluasi |
|||
|
1 |
Siti Aminah, S.Pd. MM. |
80 |
75 |
75 |
70 |
70 |
74 |
|
2 |
Irawan, S.Pd.I |
75 |
70 |
65 |
65 |
75 |
70 |
|
3 |
Rosyidin, S.Pd |
70 |
65 |
60 |
65 |
65 |
65 |
|
4 |
Slamet Taruni, S.Pd.I |
60 |
65 |
65 |
65 |
75 |
66 |
|
5 |
Marsudi, BA |
60 |
55 |
65 |
65 |
70 |
63 |
|
6 |
Dra. Siti Aminah |
65 |
70 |
65 |
70 |
65 |
67 |
|
7 |
Umi Wahidah, S.Ag |
80 |
65 |
80 |
65 |
65 |
71 |
|
8 |
Ana Rodiyana, S.Ag |
65 |
65 |
70 |
65 |
60 |
65 |
|
9 |
Sri Rejeki, SE |
65 |
80 |
80 |
65 |
65 |
71 |
|
10 |
Lydia Mayaningsih, S.Pd |
65 |
80 |
80 |
65 |
60 |
70 |
|
11 |
Aini Lutfiyah, S.Pd.I |
60 |
65 |
65 |
65 |
80 |
67 |
|
12 |
Muh. Ziaul Haq, S.Kom |
65 |
65 |
80 |
60 |
65 |
67 |
|
13 |
M. Isy Karima, S.Pd.I |
60 |
65 |
70 |
65 |
65 |
65 |
|
14 |
Etty Susilowati, S.Pd |
65 |
70 |
60 |
65 |
65 |
65 |
|
15 |
Millatih Amaliyah, S.Pd |
65 |
70 |
60 |
65 |
60 |
64 |
|
Jumlah Per Aspek |
1000 |
1025 |
1040 |
980 |
1005 |
1010 |
|
|
Rata-rata Per Aspek |
66,67 |
68,33 |
69,33 |
65,33 |
67,00 |
67,33 |
|
Berdasarkan
tabel di atas kemampuan guru MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang adalah sebagai
berikut:
a.
66,67% guru dalam
merumuskan indikator tujuan pembelajaran yang efektif sesuai dengan kompetensi inti
dan kompetensi dasar masingmasing mata pelajaran.
b.
68,33 % Guru dapat
memilih strategi dan metode pembelajaran.
c.
69,33% Guru dapat
menentukan teknik dan metode penilaian yang bisa mengukur pencapaian tujuan pembelajaran.
d.
65,33% guru dapat
menentukan bahan belajar/ materi pembelajaran.
e.
67,00% guru dapat
menyusun evaluasi belajar.
Untuk
jelasnya perolehan data hasil penelitian dapat dilihat pada grafik peningkatan
hasil setelah siklus I berikut:
Grafik 4.2 Kemampuan Guru dalam
Penyusunan RPP Siklus I

Keterangan:
|
A |
: |
merumuskan indikator tujuan pembelajaran
yang efektif sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar |
|
B |
: |
memilih strategi dan metode pembelajaran |
|
C |
: |
menentukan teknik dan metode penilaian |
|
D |
: |
menentukan bahan belajar/ materi
pembelajaran |
|
E |
: |
menyusun evaluasi |
Melihat
hasil yang diperoleh pada refleksi kegiatan siklus 1, maka perlu dilakukan
tindakan penelitian pada siklus 2 dengan tujuan untuk lebih meningkatkan dan
menguatkan kemampuan guru di MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang Kabupaten Brebes
dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) hingga bisa mencapai
hasil minimal 70 %.
KESIMPULAN
Berdasarkan
uraian di atas maka dapat dismpulkan bahwa Supervisi Akademik dapat
Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran pada Guru di MA Asy-Syafi�iyyah Jatibarang Brebes. Guru
menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun administrasi mengajar
apalagi setelah mendapatkan bimbingan pengembangan administrasi mengajar/ RPP. Kegiatan
supervisi akademik dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyiapkan
perencanaan pembelajaran yang pada akhirnya meningkatkan mutu pembelajaran. Hal
itu dapat dibuktikan dari hasil observasi /pengamatan yang memperlihatkan bahwa
terjadi peningkatan kompetensi guru dalam mengajar dari siklus ke siklus.
DAFTAR PUSTAKA
Arifin, Imron. (2017). Kepemimpinan pembelajaran kepala sekolah
dalam menerapkan pendidikan karakter pada era masyarakat ekonomi asean.
Arman,
Ali. (2016). Upaya peningkatan kompetensi guru dalam menyusun rencana
pelaksanaan pembelajaran melalui supervisi akademik Kepala Sekolah di SMAN 1
Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal Manajemen Pendidikan, 1(1), 55�61.
Baharun,
Hasan. (2017). Peningkatan kompetensi guru melalui sistem kepemimpinan kepala
madrasah. At-Tajdid: Jurnal Ilmu
Tarbiyah, 6(1), 1�26.
Febrina,
Dilla Ila. (2018). Studi Tentang Pelaksanaan Pembelajaran Geografi Berdasarkan
Standar Proses di SMA Negeri 7 Padang. Jurnal
Buana, 2(1), 338.
Idrus,
S. Th. (2020). Upaya Meningkatkan
Kompetensi Pedagogik Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Penyusunan Perencanaan
Pembelajaran melalui Supervisi Akademik.
Karomah,
Nurul. (2021). Peningkatan mutu mengajar guru produktif melalui supervisi
akademik ketua program keahlian. Jurnal
Ilmiah Pro Guru, 7(2),
189�196.
Lawe,
Lambertus. (2022). Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru dalam
Perencanaan dan Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Kegiatan Supervisi Akademik Kepala
Sekolah di SDN Waepoa Tahun Pelajaran 2021/2022. Warta Pendidikan| E-Journal, 6(4), 9�16.
Mu�ammar,
M. Arfan. (2019). Literasi di Era
Disrupsi.
Muhammad
Rizal, Najmuddin, Iqbal, Muhammad, & Zahriyanti, Elfiadi. (2022).
Kompetensi guru PAUD dalam mengimplementasikan profil pelajar pancasila di
sekolah penggerak. Jurnal Obsesi:
Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6),
6924�6939.
Mulyono,
Dedi. (2014). Analisis karakteristik curah hujan di wilayah Kabupaten Garut
Selatan. Jurnal Konstruksi, 12(1).
Pambudi,
Aris Fajar. (2014). Analisis Spektrum Gaya Mengajar Divergendalam Implementasi
Kurikulum 2013. Jurnal Pendidikan
Jasmani Indonesia, 10(2).
Raga,
Wilfridus. (2022). Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Menyusun Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran Melalui Bimbingan Berkelanjutan di SMP Negeri SATAP 3
Soa Kabupaten Ngada Tahun 2017. Warta
Pendidikan| E-Journal, 6(9),
45�53.
Sundoro,
Bekty Tandaningtyas. (2016). Peningkatan
keterampilan menulis wacana narasi dengan model problem based learning pada siswa
kelas xi administrasi perkantoran smk kristen 1 Surakarta.
Tarmizi,
Tarmizi. (2021). Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Menerapkan Model
Pembelajaran Melalui Kegiatan Supervisi Kelas. Jurnal Muara Olahraga, 3(2),
65�75.
Ulum,
Miftahul. (2020). Kebijakan standar nasional pendidikan. Syaikhuna: Jurnal Pendidikan Dan Pranata
Islam, 11(1), 105�116.