PKM Pemanfaatan Kewirausahaan Melalui Daring Sebagai Produk Bernilai Ekonomis Pada Siswa SMP Driewanti Bekasi
Hermanto1,
Hugo Aries Suprapto2, Lengsi Manurung3,
Yenky Eko Adi Prasetya4
Program Studi
Teknik Industri Fakultas
Teknik dan Ilmu Komputer
Universitas Indraprasta Pgri,1,2,3,4
Diterima: 02-09-2022��������������������� ��������������� Review: 10-09-2022�������� ��������������� ��������������� Publish:
15-09-2022
Abstrak:
Penelitian ini adalah suatu aktivitas ilmiah yg penulis
lakukan buat mengetahui suatu masalah, tujuan, & manfaat yg terkait
menggunakan judul yg diteliti. Jenis
penelitian ini adalah penelitian korelatif menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada Sekolah Menengah Kejuruan NH Multimedia Poncokusumo dalam semester genap tahun pelajaran
2020/2021. Hasil penelitian ini
menerangkan bahwa kecerdasan emosional pengajar, motivasi kerja pengajar, & kinerja pengajar produktif mempunyai interaksi yg signifikan
menggunakan prestasi belajar anak didik
Sekolah Menengah Kejuruan yaitu sebanyak 67,5% sedangkan sisanya 32,5% ditentukan sang faktor lain yg nir dijelaskan pada penelitian ini.
Kata kunci: Emosional Guru; Motivasi Kerja
Guru; Kinerja Guru; Prestasi Belajar
Siswa.
Abstract:
This
research is a scientific activity that the author does to find out a problem,
purpose, and benefits related to using the title under study. This type of
research is correlative research using a quantitative approach. This research
was conducted at the NH Multimedia Poncokusumo
Vocational High School in the even semester of the 2020/2021 academic year. The
results of this study indicate that the emotional intelligence of teachers,
teacher work motivation, and productive teacher performance have significant
interaction with the learning achievement of Vocational High School students as
much as 67.5% while the remaining 32.5% is determined by other factors not
explained in the stud, this.
Keywords: Teacher Emotional; Teacher Work Motivation;
Teacher Performance; Student Achievement.��
Corresponding: Hermanto
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Kewirauasahaan saat ini menjadi mata pelajaran inti pada hampir pada semua jenjang pendidikan di Indonesia, mulai SMP, SMA, SMK dan bahkan di Perguruan Tinggi. Di beberapa perguruan tinggi, Kewirausahaan bukan hanya ada pada struktur kurikulum Fakultas Ekonomi, tetapi juga ada pada kurikulum non Fakultas Ekonomi (Sunarmintyastuti, Prabowo, Narsih, Suprapto, & Vernia, 2021). Untuk perguruan tinggi yang berbasis Ekonomi, mata kuliah Kewirausahaan menduduki posisi sebagai mata kuliah wajib dan bahkan dirinci lagi menjadi beberapa mata kuliah pecahan dari Kewirausahaan (Suprapto, 2018b). Maraknya dunia pendidikan memasukkan Kewirausahaan ke dalam kurikulum tersebut bukan suatu kebetulan, tetapi sudah menjadi tuntutan. Sebagaimana dikemukakan oleh MvLelland bahwa kemakmuran suatu Negara dapat diindikasikan oleh banyaknya wirausaha (entrepreneurs) yaitu minimal 2 % dari jumlah penduduknya. Pada masa Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagai pandemi telah dideklarasikan oleh World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia sejak Maret 2020, sehingga berarti virus ini telah menyebar secara luas di seluruh dunia. Kemudian disusul oleh Keputusan Presiden Nomor 12 Tahun 2020 ditetapkan sebagai strategi menanggulangi penyebaran pandemi COVID-19 yang disebutkan sebagai bencana nasional. Tahap berikutnya pandemi COVID-19 (Coronavirus Disease-19) juga telah mempengaruhi sistem pendidikan di seluruh dunia, yang mengarah kepada penutupan sekolah, universitas, dan perguruan tinggi. Sampai 1 April 2020, UNESCO mencatat setidaknya 1,5 milyar anak usia sekolah yang terdampak Covid 19 di 188 negara termasuk 60 jutaan diantaranya ada di negara kita. Hal ini berdampak pada sekitar 98.5% populasi siswa di dunia (UNESCO, 2020). Tantangan Pembelajaran dengan adanya penyebaran virus Corona yang massif di berbagai negara, memaksa kita untuk melihat kenyataan bahwa dunia sedang berubah. Kita bisa melihat bagaimana perubahan-perubahan di bidang teknologi, ekonomi, politik hingga pendidikan di tengah krisis akibat Covid-19. �Kebijakan yang diambil oleh banyak negara termasuk Indonesia dengan meliburkan seluruh aktivitas pendidikan, membuat pemerintah dan lembaga terkait harus menghadirkan alternatif proses pendidikan bagi peserta didik maupun mahasiswa yang tidak bisa melaksanakan proses pendidikan pada lembaga pendidikan� (Purwanto et al., 2020). Penelitian (Gewin, 2020) menyatakan bahwa �banyak universitas di seluruh dunia telah menunda atau membatalkan berbagai kegiatan seperti kegiatan kampus, seminar, konferensi, kompetisi olahraga dan kegiatan lainnya�. Universitas telah bergerak cepat untuk mentransisikan berbagai program agar pembelajaran tetap berlangsung. Menanggapi hal tersebut, UNESCO (2020) merekomendasikan penggunaan program pembelajaran jarak jauh (distance learning) dan membuka aplikasi serta platform pendidikan yang dapat digunakan sekolah atau perguruan tinggi untuk menjangkau pelajar dan mahasiswa dari jarak jauh. Sekitar 96 Negara telah membuka platform berupa perpustakaan online, siaran edukasi di televisi, video simulasi, serta program online lainnya (Suryana & Bayu, 2014). Mengemban tugas utama seorang dosen terdiri dari tiga tridharma, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Universitas Indraprasta PGRI, lewat lembaga pengabdian pada masyarakatnya, berusaha memenuhi Tri Dharma tersebut dengan melakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat, seperti pelatihan kewirausahaan (Maula, 2022). Berwirausaha sebaiknya dimulai dari dini dan juga dimulai dari bangku sekolah menengah pertama. Pada Umumnya, kegiatan ini dibuat sebagai support (dukungan) perguruan tinggi kepada pemerintah dalam mengembangkan usaha kecil dan dalam dunia pekerjaan, juga dalam rangka menjalin hubungan kerjasama dengan institusi pendidikan lain, dalam hal ini SMP Driewanti Bekasi.
Berdasarkan beberapa hal tersebut diatas maka tim dosen dari Unindra PGRI Jakarta dalam melaksanakan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui online dengan dengan tema �: �Pkm Pemanfaatan Barang Bekas Sebagai Produk Bernilai Ekonomis Pada Siswa SMP Driewanti Bekasi�. Manfaat dari pembelajaran tersebut adalah diharapkan semua siswa SMP Driewanti dapat meningkatkan sejak dini pengetahuan, kreativitas, dan motivasi secara individu untuk berwirausaha sebagai bekal masa depan mereka sendiri.
Menurut (Alma, 2014) mengatakan bahwa �kewirausahaan adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut�. Pengertian wirausaha disini menekankan pada setiap orang yang memulai sesuatu bisnis yang baru. Sedangkan proses kewirausahaan meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi. Menurut ( Lubis., 2011) Kewirausahaan merupkan �kemampuan menciptakan dan membangun sebuah impian, praktis dari ketiadaan, dan kegiatan kreatif yang sangat manusiwai�. Kewirausahaan merupakan pemanfaatan energi secara nyata untuk memulai dan membangun sebuah perusahaan ataupun organisasi, dan bukan sekedar melakukan pengamatan ataupun analisis. Keberhasilan seorang wirausaha untuk mengembangkan bisnisnya tergantung pada kecerdasan, imajinasi, dan kekuatan, serta keinginan individu yang berangkutan (Suprapto, 2018a). Sedikit keberuntungan diperlukan, tetapi dapat diargumentasikan bahwa tidak ada keberuntungan mengubah visi menjadi realita, lebih berupa kerja keras di samping imajinasi dan kemampuan yang mampu merubah karir individu menjadi sukses (Purwanti, Andhani, Simangunsong, Nelsi, & Yunanti, 2020).
METODE
PENELITIAN
Metode yang akan dilaksanakan adalah metode pendekatan pembelajaran berorientasi pada peserta pembelajaran (siswa), dengan pemberian materi berisi teori dan praktek simulasi baik hard skill maupun soft skill, sebagai berikut:
1.
Melakukan pengajaran pertama berupa teori tentang pengertian dan
manfaat kewirausahaan.
2.
Memberikan penjelasan tentang motivasi, minat dalam kewirausahaan.
3.
Memberikan contoh dengan studi kasus dan simulasi.
4.
Mitra diberikan pendampingan dalam bentuk ppt yang sederhana,
komunikatif dan djelaskan melalui zoom meeting.
Dalam kegiatan Pengabdian
Masyarakat, tim membagikan materi melalui daring dan akses email/internet ke sekolah yang bersangkutan yang akan dijadikan pedoman pembelajaran. Metode yang digunakan adalah drill and practice dimana peserta mendengarkan arahan dari narasumber
dan melihat simulasi yang diberikan melalui daring atau Zoom meeting. Adapun peralatan
yang diperlukan untuk menunjang kegiatan: Backdrop, materi/Hand Out, Laptop, sarana
Zoom meeting. Semua perlengkapan
merupakan hasil kerjasama antara Tim Pengabdian Masyarakat dengan
Mitra. Dengan adanya dukungan perlengkapan diharapkan kegiatan pembelajaran dapat terlaksana sesuai harapan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat (PPM)
Kegiatan Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat ini pihak Universitas Indraprasta PGRI, Mulai dari Pimpinan, Dekan, Wakil Dekan, Ketua Prodi, Sesprodi dan Para Dosen yang melaksanakan Abdimas ini berkoordinasi dengan pihak Yayasan dan Kepala Sekolah SMA Insan Mulia yaitu: Bapak H. Sutrisna, M.Pd sebagai Kepala Sekolah dan Lembaga Pusat Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Indraprasta PGRI memberikan dukungan terselenggaranya acara Abdimas dapat berjalan dengan lancar. Pemberian metode pembelajaran yang tim abdimas lakukan adalah dengan menggunakan zoom Meeting dikarenakan masih adanya covid 19 di negara Indonesia, materinya adalah implementasi menumbuhkan minat dan motivasi dalam berwirausaha merupakan program yang pada saat ini sedang digalakkan oleh pihak Pemerintah.
Output yang dicapai dalam pelaksanaan abdimas ini adalah memberikan kesadaran, motivasi, kemauan, semangat agar membentuk karakter para siswa dan siswi SMP Bani Taqwa agar mengerti pemahaman tentang arti pentingnya berwirausaha sedari muda, terbuka wawasan untuk kreatif dan inisiatif berwirausaha, dan membentuk karakter mental pengenalan wirausaha. Tak lupa kami dari tim Dosen juga menyertakan mahasiswa kami, Prodi Teknik Industri berjumlah 1 orang yang ikut membantu memberikan pelatihan keterampilan lewat media zoom meeting kepada siswa dan siswi SMA Insan Mulia. Dengan mengikut sertakan mahasiswa, di samping hal yang baru buat mereka, juga para mahasiswa sadar bahwa tujuan mulia ini adalah untuk memberikan manfaat buat generasi muda.
Dalam upaya menginternalisasi kartakteristik wirausaha dengan menumbuhkan potensi penguatan kewirausahaan, maka harus diciptakan situasi dan kondisi yang membiasakan untuk berfikir, bersikap dan bertindak sebagaimana karakteristik seorang wirausaha. Kegiatan zoom meeting pembelajaran dan pelatihan kewirausahaan yang kita lakukan di sekolah ini, ada beberapa kegiatan yang kita lakukan dari awal persiapan, pembukaan, dan materi tentang menumbuhkan minat dan motivasi dalam berwirausaha.
B.
Penerapan Nilai-nilai Karakteristik
Kewirausahaan di Lingkungan SMA Insan Mulia
Kegiatan PPm pembelajaran pentingnya menumbuhkan jiwa minat kewirausahaan dalam membentuk karakter mandiri di SMA Insan Mulia telah dilaksanakan dengan hasil yang cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari tingkat kehadiran peserta yang mencapai 100% dari yang telah ditetapkan serta dari hasil wawancara kepada peserta pembelajaran dan pelatihan.
Karakteristik wirausahawan
dapat ditumbuhkan melalui penerapan nilai-nilai kewirausahaan di lingkungan SMA
Insan Mulia. Setiap siswa dn siswi mulai dari Ketua Yayasan, pengelola yayasan,
dan siswa harus konsisten terhadap karakteristik wirausaha menjadi perilaku
kehidupan sehari-hari. Sehingga dengan demikian pada akhirnya para siswa dan
siswi akan terbiasa dengan pola kehidupan yang sesuai dengan karakteristik
wirausaha. Upaya yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan minat dan motivasi jiwa
wirausaha melalui budaya di lingkungan SMA Insan Mulia, yaitu dengan cara
memasukkan nilai-nilai karakteristik wirausaha ke dalam peraturan yang berlaku
di Yayasan. Peraturan yang dibuat harus melibatkan semua komponen yang ada
didalam Yayasan, serta mengakomodasi kepentingan stakeholder demi kemajuan
siswa siswi, sehingga
peraturan itu sudah mengalami uji materiil dari seluruh
warga yayasan, sekolah dan diakui keberadaanya.
Faktor Pendukung dan Penghambat Kegiatan:
Kegiatan penyuluhan pembelajaran kewirausahaan dengan tema Menumbuhkan Minat dan Motivasi Berwirausaha bagi siswa dan siswi di lingkungan SMP Driewanti ini dapat berhasil karena penyelesaian permasalahan dilakukan dengan baik. Penyelesaian permasalahan kegiatan membutuhkan dukungan kerjasama dari berbagai pihak. Adapun faktor pendukung penyelesaian masalah sehingga kegiatan berhasil adalah:
a. Yayasan SMP Driewanti memiliki ruang belajar yang memadai yang representatif sebagai tempat pembelajaran.
b. Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah yang juga sebagai pengelola yayasan sangat kooperatif dalam kegiatan sosialisasi dan perijinan kegiatan PPM.
c. LP2M, Tim Abdimas Unindra PGRI yang membantu dalam identifikasi kebutuhan peserta serta penyusuna materi pelatihan.
d. Unindra PGRI memiliki dosen yang profesional dengan spesialisasi pengembang kewirausahaan, serta profesional dan berpengalaman dalam pelaksanaan kegiatan penataran dan pelatihan.
e. Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah SMP Driewanri mempunyai kemauan kuat untuk mendapatkan penyuluhan dan pembinaan untuk memajukan minat kewirausahaan dalam membentuk karakter berwirausaha siswa sesuai kurikulum 2013.
f. Siswa dan siswi, mitra yang sangat antusias sebagai peserta riil dalam kegiatan penyuluhan pentingnya minat kewirausahaan dalam membentuk karakteristik siswa. Sementara faktor penghambat kegiatan PPM penyuluhan pentingnya minat kewirausahaan bagi siswa siswi SMP Driewanti yang dialami selama kegiatan antara lain:
1.
Waktu yang menurut peserta sangat
singkat yaitu hanya dalam dua kali pertemuan dalam format klasikal.
2.
Terbatasnya peserta yang dapat
diundang dalam PPM dikarenakan daya tampung tempat kegiatan.
3.
Terkadang terkendala sinyal untuk
zoom meeting
KESIMPULAN
Simpulan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakt di SMK Insan Mulia Bekasi, adalah sebagai berikut:
1.
Pemberian penyuluhan pelatihan
menumbuhkan minat dan motivasi menjadi wirausaha sangat bermanfaat untuk
memperkenalkan langkah berwirausaha.
2.
Menambah knowledge belajar tentang
kewirausahaan.
3.
Kemampuan memulai usaha sangat
penting, agar siswa siswi berani membuka usaha meskipun belum berhasil. Siswa
siswi dapat mengembangkan usaha, walaupun dengan modal minim, namun bisa
merasakan bagaimana siswa siswi memiliki tanggung jawab dalam berusaha.
DAFTAR PUSTAKA
Alma, Buchari. (2014). Kewirausahaan
untuk mahapeserta didik dan umum. Bandung: CV. Alfabeta.
Gewin, Virginia. (2020).
Five tips for moving teaching online as COVID-19 takes hold. Nature, 580(7802),
295�296.
H., Lubis. (2011). Kewirausahaan.
Jakarta: Universtas Terbuka.
Maula, Riza. (2022). Kampus
mengajar: pengabdian dan harapan. Sekretaiat Jenderal, Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
Purwanti, Purwanti,
Andhani, Destian, Simangunsong, Ria Roslia, Nelsi, Mitri, & Yunanti, Siska.
(2020). Membangun Mental Wirausaha Untuk Meningkatkan Taraf Hidup Masyarakat Rt
006 Rw 10 Kp Cimuncang Destasikmalaya a Karangnunggal Kabupaten Propinsi Jawa
Barat. DEDIKASI PKM, 1(2), 123�131.
Purwanto, Agus, Pramono,
Rudy, Asbari, Masduki, Hyun, Choi Chi, Wijayanti, Laksmi Mayesti, & Putri,
Ratna Setyowati. (2020). Studi eksploratif dampak pandemi COVID-19 terhadap
proses pembelajaran online di sekolah dasar. EduPsyCouns: Journal of
Education, Psychology and Counseling, 2(1), 1�12.
Sunarmintyastuti, Lies,
Prabowo, Hanggono Arie, Narsih, Dwi, Suprapto, Hugo Aries, & Vernia, Dellia
Milla. (2021). Peran Pelatihan Kewirausahaan dan Minat Siswa Yayasan Tahfidzul
Ar-Rahmani Tangerang Selatan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 7(2),
90�95.
Suprapto, Hugo Aries.
(2018a). Pelatihan pembuatan proposal rencana bisnis (business plan) bagi siswa
madrasah Tsanawiyah Nurul Hikmah dan SMP Al-ihsan guna meningkatkan kemampuan
berwirausaha. Abdimas Siliwangi, 1(2), 81�88.
Suprapto, Hugo Aries.
(2018b). Pengaruh Komunikasi Efektif untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Kewirausahaan Mahasiswa. Lectura: Jurnal Pendidikan, 9(1), 1�9.
Suryana, Suryana, &
Bayu, Kartib. (2014). Kewirausahaan: Kiat dan Proses menuju Sukses. Jakarta:
Salemba Empat.