PENGARUH USER GENERATED CONTENT TERHADAPNIAT BELI
PRODUK WARDAH
Nadya
Fitriani1, Nurvita Trianasari2
Universitas Telkom
[email protected]1,
[email protected]2
Abstrak:
Unggahan review mengenai produk kecantikan melalui platform media sosial
Youtube ternyata mempengaruhi niat beli konsumen terhadap produk yang di
review. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh User Generated Content
(Online Review) menggunakan teori uses and gratification melalui consumer
resonance terhadap niat beli produk Wardah. Tujuan dari penelitian ini yaitu
untuk mengetahui seberapa besar pengaruh User Generated Content atau konten
buatan pengguna yang biasa kita ketahui dengan online review terhadap niat beli
konsumen pada produk Wardah. Metode yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu
menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif
dan kausal. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan
Penelitian ini menggunakan metode cross section dimana data dikumpulkan hanya
sekali.Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan diperoleh hasil
bahwa Content gratification secara signifikan berpengaruh terhadap consumer
resonance dengan arah negatif, Social relation gratification secara positif dan
signifikan berpengaruh terhadap consumer resonance, Self presentation
gratification secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap consumer
resonance dan Consumer resonance secara positif dan signifikan berpengaruh
terhadap niat beli.
Kata kunci: User
Generated Content, Uses and Gratification, Consumer Resonance, Niat beli.
Abstract:
Uploading a review of beauty products
through the YouTube social media platform actually affects consumers' purchase
intentions for the product being reviewed. The purpose of this study is to find
out how much influence User Generated Content or user-generated content that we
usually know with online reviews has on consumers' purchase intentions on
Wardah products. The
method used in this research is to use quantitative methods with the type of
research that is descriptive and causal. The data used in this study is primary
data and this study used a cross section method where data was collected only
once.Based on the results of the research and analysis conducted, it is found
that Content gratification significantly affects consumer resonance in a
negative direction, Social relation gratification has a positive and
significant effect on consumer resonance, Self presentation gratification has a
positive and significant effect on consumer resonance and Consumer resonance
positively and significantly influence the purchase intention.
Keywords: User Generated Content, Uses and
Gratification, Consumer Resonance, Purchase Intention.
����������������������
Corresponding: Nadya Fitriani
E-mail:
[email protected]
PENDAHULUAN
Saat ini kecantikan menjadi
hal yang tidak dapat dipisahkan dengan gaya hidup kalangan individu modern.
Industri kecantikan mengalami peningkatan pertumbuhan pada tahun 2021.
Peningkatan mencapai 4,75% diseluruh dunia. Diprediksi pada tahun 2025 Industri
ini akan mencapai US$716. Secara global pertumbuhan industri kosmetik semakin
meningkat (commonthreadco.com,
2021). Sama hal nya dengan global, Indonesia juga
mengalami peningkatan pertumbuhan pada Industri kecantikan. Diperkirakan
peningkatan penjualan mencapai 7%. Saat ini indonesia menjadi peluang untuk
pasar kecantikan baik lokal maupun global. K-beauty akhir-akhir ini menjadi
trend kecantikan yang populer dikalangan masyarakat Indonesia, masih berada
dibawah merek kosmetik halal di Indonesia seperti brand wardah (Statista.com,
2021).
Tren terbaru pada industri
kecantikan global yang diamati oleh perfect corp. Menunjukkan bahwa terjadi
pergeseran pada konsumen ke channel digital. Di Indonesia yang terjadi bukan
hanya pergeseran konsumen ke digital channel, namun juga permintaan produk
halal yang mendominasi mengingat mayoritas�
penduduk Indonesia yang merupakan masyarakat muslim (Connect.in-cosmetics.com, 2020). Hal ini berpengaruh pada peningkatan permintaan
pada produk kecantikan halal. Berkaca pada industri kosmetik global, produk
kecantikan lokal juga semakin mendongkrak popularitas dikalangan konsumen (Thejakartapost, 2020). Wardah merupakan salah satu produk halal kegemaran
masyarakat Indonesia, Produk kecantikan yang dibawah naungan PT. Paragon
Technology and Innovation ini telah mampu menembus pasar global sejak tahun
2017 lalu (Katadata.co.id, 2020).
Meningkatnya permintaan pada
industri kecantikan tentunya berpengaruh pada potensi persaingan antar
perusahaan dibidang kecantikan, sehingga strategi pemasaran memiliki peran
penting untuk setiap perusahaan kosmetik. Saat ini terjadi pergeseran pada
bidang pemasaran, Dahulu pemasaran dilakukan melalui media-media konvensional
lain hal nya dengan sekarang yang serba digital. Jika sebelumnya pemasaran
dilakukan langsung di toko fisik atau melalui media tradisional, saat ini
pemasaran dapat dilakukan melalui internet yang tentunya lebih simple dan mudah �(Oktaviani
& Rustandi, 2018).
Berdasarkan survey yang
dilakukan gartner terhadap Chief Marketing Officer (CMO), menunjukkan bahwa
pemasar mendapati teknologi sebagai titik terang untuk melakukan pemasaran
secara digital. Sama hal nya dengan Indonesia, yang beberapa tahun ini telah
mengimplementasikan marketing pada platform digital (Gartner.com,
2020). Survei yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara
Jasa Internet Indonesia (APJII) menginformasikan bahwa jumlah pengguna internet
di Indonesia meningkat dengan sangat pesat dari tahun 2018 dengan peningkatan
sebesar 171,1 juta dengan pengguna internet sebesar 64,8%� (Beritasatu.com,
2020). Terdapat salah satu bentuk pemasaran digital yang
dapat mengurangi biaya pemasaran yaitu User Generated Content atau UGC yang
didefinisikan sebagai konten apapun yang dibuat oleh user terhadap suatu brand
tanpa dibayar (Hootsuite.com,
2019).
Berdasarkan survei Jakpat
dengan 82% responden yang menggunakan platform Youtube menunjukkan bahwa
Youtube merupakan media sosial yang paling banyak diakses di Indonesia (Katadata.co.id, 2020). berdasarkan survei yang dilakukan oleh Markplus
yang melibatkan sekitar 1.183 responden wanita, didapatkan hasil survei sebesar
37,8% responden memilih wardah sebagai kosmetik paling populer menurut mereka (Adriyati & Indriani, 2017). Pada era digital saat ini, Wardah juga mulai aktif
untuk melakukan pemasaran produk melalui berbagai media sosial miliknya seperti
Instagram, Website, Youtube dan Facebook. Selain itu, Wardah juga sudah sangat
banyak di review oleh para beauty vlogger melalui media sosial Youtube dengan
tingkat pencarian sebesar 88 ribu (Adriyati & Indriani, 2017). Manfaat Penelitian ini yaitu dapat menjadi
referensi untuk penelitian selanjutnya sehingga mempermudah penelitian
selanjutnya dalam melakukan penelitian dengan variabel dan objek yang sama dan
juga bermanfaat untuk menambah pengetahuan bagi pembaca. Bagi penulis
penelitian ini bermanfaat untuk menambah wawasan bagi penulis dan sebagai
pembelajaran serta penerapan ilmu-ilmu yang sebelumnya belum pernah dipelajari.
Sedangkan bagi perusahaan penelitian ini dapat membantu perusahaan untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh user generated content berdasarkan teori
uses and gratification melalui consumer resonance terhadap niat beli konsumen
dan dapat meningkatkan pemasaran secara digital bagi perusahaan.
METODE PENELITIAN
Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian yang bersifat deskriptif dan
kausal. Berdasarkan variabel-variabel yang akan diteliti, penelitian ini
menggunakan metodologi kuantitatif. Strategi yang digunakan dalam penelitian
ini menggunakan survei yang dilakukan dengan mengumpulkan data melalui
kuesioner yang disebarkan melalui media sosial menggunakan google form.
Sementara unit analisis pada penelitian ini yaitu individu dan berdasarkan
tingkat keterlibatan pada penelitian ini peneliti tidak mengintervensi data.
Teknik sampling yang digunakan adalah non probability sampling menggunakan
metode purposive sampling. Untuk menguji validitas dan reabilitas, dilakukan
pre-test� dengan bantuan software SPSS v.
26 yang melibatkan 30 responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji
asumsi klasik, analisis regresi linear berganda dan uji hipotesis dengan sampel
sebanyak 400 responden. Analisis data dilakukan menggunakan software SPSS V.
26.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik
Responden
Karakteristik responden pada
penelitian ini yaitu wanita Indonesia yang pernah menonton online review produk
Wardah melalui media sosial Youtube dengan mayoritas usia 15 � 24 tahun,
mayoritas pendidikan terakhir SMA/SMK/Sederajat,� mayoritas pekerjaan yaitu pelajar/mahasiswa dan
sering menonton online review suatu produk pada media sosial Youtube (Astuti,
Lukitaningsih, & Hatmanti, 2021).
Analisis Deskriptif
Hasil analisis deskriptif
menunjukkan variabel Content Gratification (X1) memperoleh rata-rata skor
sebesar 86,5% dan termasuk kategori sangat baik, variabel Social Relation
Gratification (X2) memperoleh rata-rata skor sebesar 84,0% dan termasuk
kategori baik, variabel Self Presentation Gratification (X3) memperoleh
rata-rata skor sebesar 83,63% dan termasuk kategori baik, variabel Consumer
Resonance (Z) memperoleh rata-rata skor sebesar 79,02% dan termasuk kategori
baik dan variabel Niat Beli (Y) memperoleh rata-rata skor sebesar 83,58% dan
termasuk kategori baik (Anggita
& Trenggana, 2020).
Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik pada
penelitian ini terdapat uji normalitas, multikolinearitas dan uji
heteroskedastisitas. Karena penelitian ini menggunakan variabel intervening
maka uji asumsi klasik yang dilakukan menggunakan dua persamaan yang perlu di
uji yaitu variabel X1, X2, X3 terhadap Z dan persamaan kedua yaitu variabel X1,
X2, X3 dan Z terhadap Y.

Gambar 1 Grafik
Normal P-Plot Variabel X1, X2 dan X3 terhadap Z
Sumber:
Output IBM SPSS 26
Grafik P-Plot menunjukkan bahwa
penyebaran data terletak disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal,
maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal.

Gambar 2 Grafik
Normal P-Plot Variabel X1, X2, X3 dan Z terhadap Y
Sumber:
Output
IBM SPSS 26
Grafik P-Plot menunjukkan bahwa
penyebaran data terletak disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis
diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal. Berdasarkan Uji
Sampel Nonparametris Kolmogorov-Smirnov dengan persyaratan nilai signifikansi
>0,05, jika hasil pengujian dibawah 0,05 maka data dapat dikatakan tidak
terdistribusi normal. Jika hasil pengujian data diatas 0,05 maka data
terdistribusi normal. Tabel 4.10 menunjukkan hasil Uji Sampel Nonparametris
Kolmogorov-Smirnov dengan nilai signifikansi Asymp. Sig. (2-tailed) menunjukkan
nilai sebesar 0,00 < 0,05. Namun penelitian ini menggunakan asumsi central
limit theorem (CLT), yang mengansumsikan bahwa jika ukuran sampel yang digukan
> 30 maka data dapat dikatakan terdistribusi normal. Karena sampel yang digunakan pada penelitian ini
berjumlah 400 > 30 maka data terdistribusi normal.

Gambar 3 Hasil Uji
Heteroskedastisitas pada Variabel X1, X2, dan X3 terhadap Z
Sumber:
Output IBM SPSS 26

Gambar 4 Hasil Uji
Heteroskedastisitas pada Variabel X1, X2, X3 dan Z terhadap Y
Sumber:
Output IBM SPSS 26
�� Uji heteroskedastisitas dilakukan
untuk mengetahui apakah terdapat varian residual yang tidak sama antara satu
pengamatan ke pengamatan lainnya atau tidak dalam model regresi. Apabila
terdapat ketidaksamaan maka terjadi heteroskedastisitas. Sementara regresi yang
baik seharusnya tidak terjadi heteroskedastisitas dan menunjukkan bahwa regresi
bersifat homoskedastisitas. Berdasarkan hal tersebut, regresi dapat dikatakan
terjadi heteroskedastisitas jika terdapat pola tertentu seperti titik-titik
yang membentuk suatu pola tertentu dan teratur misalnya bergelombang, melebar
kemudian menyempit. Sementara jika tidak terdapat pola tertentu maka tidak
terjadi heteroskedastisitas. hasil uji heteroskedastisitas pada Variabel X1, X2
dan X3 terhadap variabel Z dan X1, X2, X3 dan Z terhadap variabel Y menunjukkan
bahwa tidak terdapat pola tertentu dan data tersebar merata. Berdasarkan hal
tersebut, maka data bersifat homoskedastisitas dan tidak terjadi heteroskedastisitas.
Tabel 1 Hasil Uji
Multikolinearitas variabel X1, X2, dan X3 terhadap Z
|
Model |
Collinearity Statistics |
||
|
Tolerance |
VIF |
||
|
1 |
(Constant) |
|
|
|
Content
Gratification |
,639 |
1,565 |
|
|
Social
Relation Gratification |
,440 |
2,274 |
|
|
Self Presentation
Gratification |
,542 |
1,845 |
|
Sumber: Output IBM SPSS 26
Uji multikolinearitas dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi
yang kuat diantara variabel bebas yang digunakan dalam pembentukan regresi
linear. Jika tidak terdapat multikolinearitas pada suatu regresi, maka dapat
dikatakan regresi tersebut baik. Untuk mengetahui apakah suatu model regresi
terdapat multikolinearitas atau tidak dapat dilihat berdasarkan nilai tolerance
dan VIF (Variance Inflation Factor). Jika VIF < 10, maka model regresi dapat
dikatakan baik dan tidak terdapat multikolinearitas. Sedangkan sebaliknya, jika
nilai VIF > 10 maka model regresi terdapat multikolinearitas. Kemudian juga
dapat diukur berdasarkan nilai tolerance,�
Selain dari nilai VIF juga dapat dilihat dari nilai tolerace. Jika nilai
tolerance yang dihasilkan mendekati 1, maka tidak terjadi multikolinearitas.
Sedangkan jika nilai tolerance menjauhi angka 1 maka model tidak terbebas dari
multikolinearitas (Digdowiseiso,
2017).
Berdasarkan Tabel 1 dapat diihat bahwa content gratification memilki
nilai tolerance 0,639 dan nilai VIF 1,565, social relation gratification
memiliki nilai tolerance 0,440 dan nilai VIF 2,274 sedangkan self presentation
gratification memiliki nilai tolerance 0,542 dan VIF 1,845. Maka dapat
disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas pada model regresi tersebut
ditunjukkan dengan masing-masing nilai tolerance > 0,10 dan nilai VIF <
10.
Tabel 2 Hasil Uji
Multikolinearitas variabel X1, X2, X3 dan Z terhadap Y
|
Model |
Collinearity Statistics |
||
|
Tolerance |
VIF |
||
|
1 |
(Constant) |
|
|
|
Content
Gratification |
,615 |
1,627 |
|
|
Social
Relation Gratification |
,325 |
3,077 |
|
|
Self
Presentation Gratification |
,492 |
2,033 |
|
|
Consumer
Resonance |
,452 |
2,213 |
|
Sumber: Output IBM SPSS 26
Berdasarkan
Tabel 2 dapat diihat bahwa content
gratification memilki nilai tolerance 0,615 dan nilai VIF 1,627, social
relation gratification memiliki nilai tolerance 0,325 dan nilai VIF 3,077
sedangkan self presentation gratification memiliki nilai tolerance 0,429 dan
VIF 2,213, dan consumer resonance memiliki nilai tolerance 0,452 dan nilai VIF
2,213. Maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas pada model
regresi tersebut ditunjukkan dengan masing-masing nilai tolerance > 0,10 dan
nilai VIF < 10.
Analisis Regresi Linear Berganda
Tabel 3 Hasil
Analisis Regresi Linear Berganda pada Variabel X1, X2 dan X3 terhadap Z
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
-2,106 |
,967 |
|
-2,178 |
,030 |
|
Content
Gratification |
-,263 |
,067 |
-,166 |
-3,930 |
,000 |
|
|
Social
Relation Gratification |
,295 |
,025 |
,602 |
11,823 |
,000 |
|
|
Self
Presentation Gratification |
,585 |
,092 |
,291 |
6,345 |
,000 |
|
|
a.
Dependent Variable: Consumer Resonance |
||||||
Sumber: Output IBM
SPSS 26
Analisis
regresi linear berganda merupakan analisis statistik yang dimana pada analisis
ini menghubungkan antara� dua variabel
independen atau lebih dengan variabel dependen (Digdowiseiso,
2017). Persamaan regresi linear
berganda pada penelitian ini dilakukan berdasarkan perhitungan berikut ini:
![]()
Dari
persamaan tersebut, berarti:
Nilai
konstanta a yaitu consumer resonance (Z) bernilai negatif yaitu sebesar -2,106.
Nilai tersebut menunjukkan pengaruh negatif (berlawanan arah) berarti jika
variabel X1, X2 dan X3 yaitu content gratification, social relation
gratification dan self presentation gratification sama dengan nol, maka nilai
consumer resonance adalah sebesar -2,106. Nilai koefisien b1 = -0,263, nilai
tersebut menunjukkan pengaruh negatif (berlawanan arah) berarti jika terjadi
peningkatan variabel X1 (content gratification) sebesar 1%, maka sebaliknya
consumer resonance akan mengalami penurunan sebesar 0,263 atau 26,3% begitu
juga sebaliknya (Hutauruk, Santoso, & Naryoso, 2021). Nilai koefisien b2 = 0,293, nilai
tersebut menunjukkan pengaruh positif (searah) berarti jika terjadi peningkatan
variabel X2 (social relation gratification) sebesar 1%, maka consumer resonance
akan meningkat sebesar 0,293 atau 29,3% begitu juga sebaliknya. Nilai koefisien b3 = 0,585, nilai
tersebut menunjukkan pengaruh positif (searah) berarti jika terjadi peningkatan
variabel X3 (self presentation gratification) sebesar 1%, maka consumer
resonance akan meningkat sebesar 0,585 atau 58,5% begitu juga sebaliknya.
Tabel 4 Hasil
Analisis Regresi Linear Berganda pada Variabel X1, X2, X3 dan Z terhadap Y
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
3,274 |
,616 |
|
5,316 |
,000 |
|
Content
Gratification |
,185 |
,043 |
,186 |
4,291 |
,000 |
|
|
Social
Relation Gratification |
,091 |
,018 |
,296 |
4,963 |
,000 |
|
|
Self
Presentation Gratification |
-,245 |
,061 |
-,194 |
-4,001 |
,000 |
|
|
Consumer
Resonance |
,329 |
,032 |
,523 |
10,328 |
,000 |
|
|
a.
Dependent Variable: Niat Beli |
||||||
Sumber: Output IBM SPSS 26
![]()
Dari
persamaan tersebut, berarti:������������������������
Nilai konstanta a yaitu niat beli (Y) bernilai positif yaitu sebesar
3,274. Nilai tersebut menunjukkan pengaruh positif (searah) berarti jika
variabel X1, X2, X3 dan Z yaitu content gratification, social relation
gratification, self presentation gratification dan consumer resonance sama
dengan nol, maka nilai niat beli adalah sebesar 3,274 (Callista, 2016). Nilai koefisien b1 = 0,185,
nilai tersebut menunjukkan pengaruh positif (searah) berarti jika terjadi
peningkatan variabel X1 (content gratification) sebesar 1%, maka niat beli akan
meningkat sebesar 0,185 atau 18,5% begitu juga sebaliknya. Nilai koefisien b2 =
0,091, nilai tersebut menunjukkan pengaruh positif (searah) berarti jika
terjadi peningkatan variabel X2 (social relation gratification) sebesar 1%,
maka niat beli akan meningkat sebesar 0,091 atau 9,1% begitu juga sebaliknya.
Nilai koefisien b3 = -0,245, nilai tersebut menunjukkan pengaruh negatif
(berlawanan arah) berarti jika terjadi peningkatan variabel X3 (self
presentation gratification) sebesar 1%, maka sebaliknya niat beli akan
mengalami penurunan sebesar 0,245 atau 24,5% begitu juga sebaliknya. Nilai
koefisien Z = 0,329, nilai tersebut menunjukkan pengaruh positif (searah)
berarti jika terjadi peningkatan variabel Z (consumer resonance) sebesar 1%,
maka niat beli akan meningkat sebesar 0,329 atau 32,9% begitu juga sebaliknya.�������
1.
Pengujian Hipotesis
Hipotesis yang akan diuji pada penelitian ini yaitu menggunakan uji
hipotesis secara parsial (Uji T) dan uji hipotesis secara simultan (Uji F).
Tabel 5 Hasil Uji T
Variabel X1, X2 dan X3 Terhadap Z
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
-2,106 |
,967 |
|
-2,178 |
,030 |
|
Content
Gratification |
-,263 |
,067 |
-,166 |
-3,930 |
,000 |
|
|
Social
Relation Gratification |
,295 |
,025 |
,602 |
11,823 |
,000 |
|
|
Self
Presentation Gratification |
,585 |
,092 |
,291 |
6,345 |
,000 |
|
|
a.
Dependent Variable: Consumer Resonance |
||||||
Sumber: Output IBM SPSS 26
Tabel 6 Hasil Uji T
Variabel Z terhadap Y
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
t |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
7,545 |
,285 |
|
26,508 |
,000 |
|
Consumer
Resonance |
,421 |
,023 |
,670 |
18,000 |
,000 |
|
|
a.
Dependent Variable: Niat Beli |
||||||
Sumber: Output IBM SPSS
1.
Untuk
variabel content gratification (X1) diperoleh nilai t hitung -3,930 lebih besar
dari t tabel -1,960 (-3,930 < -1,960) dengan tingkat sig. 0,000 < 0,05,
maka H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh pada content
gratification terhadap consumer resonance, namun arah pengaruh tersebut
negatif.
2.
Untuk
variabel social relation gratification (X2) diperoleh nilai t hitung 11,823
lebih besar dari t tabel 1,960 (11,823 > 1,960) dengan tingkat sig. 0,000
< 0,05 maka H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh positif
pada social relation gratification terhadap consumer resonance.
3.
Untuk
variabel self presentation gratification (X3) diperoleh nilai t hitung 6,345
lebih besar dari t tabel 1,960 (6,345 > 1,960) dengan tingkat sig. 0,000
< 0,05, maka H0 ditolak yang berarti terdapat pengaruh positif
pada self presentation gratification terhadap consumer resonance.
4.
pada variabel
Z terhadap variabel Y diperoleh nilai t hitung 18,000 lebih besar dari t tabel
1,960 (18,000 > 1,960) dengan tingkat sig. 0,000 < 0,05, maka hipotesis
diterima dan terdapat pengaruh positif pada consumer resonance terhadap niat
beli. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa uji T membuktikan,
variabel consumer resonance (Z)�
berpengaruh signifikan terhadap variabel niat beli (Y)
Tabel 7 Uji F
Variabel X1, X2, X3 terhadap Z
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
Df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
1637,816 |
3 |
545,939 |
160,085 |
,000b |
|
Residual |
1350,481 |
396 |
3,410 |
|
|
|
|
Total |
2988,297 |
399 |
|
|
|
|
|
a.
Dependent Variable: Consumer Resonance |
||||||
|
b.
Predictors: (Constant), Self Presentation Gratification, Content
Gratification, Social Relation Gratification |
||||||
Sumber: Output IBM
SPSS 26
Berdasarkan Tabel 7
diatas menunjukkan hasil uji F pada Variabel X1, X2, dan X3 terhadap Z.
Diperoleh nilai F-hitung sebesar 160,085 dan F-tabel sebesar 2,40. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa nilai F-hitung > F-tabel sehingga dapat
disimpulkan bahwa variabel content gratification (X1), social relation
gratification (X2) dan self presentation gratification (X3) bersama-sama
berpengaruh signifikan terhadap variabel consumer resonance (Z).
Tabel 8 Hasil Uji F
Variabel X1, X2, X3 dan Z terhadap Y
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
641,200 |
4 |
160,300 |
117,205 |
,000b |
|
Residual |
540,237 |
395 |
1,368 |
|
|
|
|
Total |
1181,437 |
399 |
|
|
|
|
|
a.
Dependent Variable: Niat Beli |
||||||
|
b.
Predictors: (Constant), Consumer Resonance, Content Gratification, Social
Relation Gratification, Self Presentation Gratification |
||||||
Sumber: Output IBM SPSS 26
Berdasarkan Tabel �4 diatas menunjukkan hasil uji F
pada Variabel X1, X2, X3 dan Z terhadap Y. Diperoleh nilai F-hitung sebesar
117,205 dan F-tabel sebesar 2,40. Hasil tersebut menunjukkan bahwa nilai
F-hitung > F-tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel content
gratification (X1), social relation gratification (X2), self presentation
gratification (X3) dan consumer resonance (Z) bersama-sama berpengaruh
signifikan terhadap variabel niat beli (Y).
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah
dijelaskan sebelumnya dan berdasarkan hasil kuesioner yang telah dilakukan
kepada responden dengan variabel yang diuji yaitu content gratification, social
relation gratification dan self presentation gratification terhadap niat beli
yang dimediasi oleh variabel consumer resonance, maka dapat disimpulkan bahwa Content gratification (X1)
secara signifikan berpengaruh terhadap consumer resonance (Z) dengan arah
negatif. Jika variabel content gratification tinggi maka consumer resonance
rendah. Sehingga dapat disim-pulkan bahwa content gratification� berpengaruh negatif terhadap consumer
resonance. Social
relation gratification (X2) secara positif dan signifikan berpengaruh terhadap
consumer resonance (Z). Sehingga dapat disimpulkan bahwa social relation
gratification� berpengaruh positif
terhadap consumer resonance. Self
presentation gratification (X3) secara positif dan signifikan berpengaruh
terhadap consumer resonance (Z). Sehingga dapat disimpulkan
bahwa self presentation gratification berpengaruh positif terhadap con-sumer
resonance.
DAFTAR PUSTAKA
Adriyati, Rosmaya, & Indriani, Farida. (2017). Pengaruh
Electronic Word of Mouth Terhadap Citra Merek Dan Minat Beli Pada Produk
Kosmetik Wardah. Diponegoro Journal of Management, 6, 1�14.
Retrieved from http://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/dbr
Anggita, Mayang, & Trenggana, Arlin Ferlina Mochamad.
(2020). Pengaruh Customer Engagement dan E-Service Quality Terhadap Niat Beli
Ulang dengan Kepuasan Pelanggan sebagai Variabel Mediator Tiket. Com. ProBank,
5(1), 83�99.
Astuti, Sekar Meilana Kinanthi, Lukitaningsih, Ambar, &
Hatmanti, Lusia Tria. (2021). Analisis Pengaruh Celebrity Endorse, Beauty
Vlogger, Word Of Mouth, dan Brand Image Terhadap Minat Beli Produk Emina. Jurnal
Ilmiah Manajemen Kesatuan, 9(1), 53�62. https://doi.org/10.37641/jimkes.v9i1.439
Beritasatu.com. (2020, November 9). APJII: Pengguna
Internet di Indonesia Capai 196,7 Juta. Retrieved from
https://www.beritasatu.com/digital/696577/apjii-pengguna-internet-di-indonesia-capai-1967-juta
Callista, Natasha. (2016). Pengaruh Kompetensi SDM Terhadap
Kinerja Karyawan Pada PT. Tresnamuda Sejati Cabang Surabaya. Agora, 4(2),
45�50.
commonthreadco.com. (2021). 2021 Beauty Industry Trends &
Cosmetics Marketing: Statistics and Strategies for Your Ecommerce Growth.
Retrieved October 24, 2021, from https://commonthreadco.com/blogs/coachs-corner/beauty-industry-cosmetics-marketing-ecommerce
Connect.in-cosmetics.com. (2020). Why Indonesia is at the
core of Halal beauty. Retrieved October 25, 2021, from
https://www.businesswire.com/news/home/20211004005415/en/Perfect-Corp.s-Q4-2021-Global-Beauty-Trend-Report-Reveals-Top-Makeup-Trends-as-Consumers-Emerge-from-Pandemic
Digdowiseiso, Kumba. (2017). Metodologi Penelitian
Manajemen dan Bisnis (Suharyono, Ed.). Jakarta Selatan: Lembaga Penerbitan
Universitas Nasional.
Gartner.com. (2020). Gartner CMO Spend Survey 2020-2021:
Technology and Digital Channels Withstand Budget Cuts. Retrieved from
https://www.gartner.com/en/marketing/insights/articles/gartner-cmo-2020-2021-tech-digital-channels-withstand-budget-cuts
Hootsuite.com. (2019, March 12). A Marketer�s Guide to
Using User-Generated Content on Social Media. Retrieved from
https://blog.hootsuite.com/user-generated-content-ugc/
Hutauruk, Bagas, Santoso, Hedi Pudjo, & Naryoso, Agus.
(2021). Hubungan antara Intensitas Penggunaan Aplikasi Streaming Berbayar
dan Tingkat Kekayaan Konten (content richness) yang Ditawarkan dengan Loyalitas
Konsumsi Aplikasi Streaming Berbayar GoPlay/61/KOM/2021. Faculty of Social
and Political Science.
Katadata.co.id. (2020, October 27). Bidik Pasar Kosmetik
Halal, Wardah Ekspor Rp 22 Miliar ke Malaysia. Retrieved from
https://katadata.co.id/ekarina/brand/5f97c0c5c1948/bidik-pasar-kosmetik-halal-wardah-ekspor-rp-22-miliar-ke-malaysia
Oktaviani, Femi, & Rustandi, Diki. (2018). Implementasi
Digital Marketing dalam Membangun Brand Awareness. PRofesi Humas :
Jurnal Ilmiah Ilmu Hubungan Masyarakat, 3(1), 1.
https://doi.org/10.24198/prh.v3i1.15878
Statista.com. (2021). Cosmetics and personal care market
in Indonesia - statistics & facts. Retrieved from
https://www.statista.com/topics/7592/cosmetics-and-personal-care-market-in-indonesia/#dossierKeyfigures
Thejakartapost. (2020, January 29). Indonesian beauty
trends to look out for in 2020. Retrieved from
https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/202001/3e2c1a46d5_c3ce5b6ad5.pdf