UJI AKTIVITAS EKSTRAK
ETANOL 96% BUAH STROBERI TERHADAP PENINGKATAN MEMORI SPASIAL PADA TIKUS MODEL
DEMENSIA
Khalishatunnada1,
Hadi Sunaryo2, Rini Prastiwi3
Universitas
Muhammadiyah Prof. DR. Hamka
Abstrak:
Buah stroberi (Fragaria x ananassa
(Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier) merupakan salah satu tanaman yang
tinggi akan kandungan antioksidan
salah satunya ialah flavonoid. Dari kandungannya tersebut diduga buah stroberi ini memiliki aktivitas
sebagai antidemensia dengan meningkatkan memori spasial. Tujuan penelitian ini
adalah untuk membuktikan aktivitas ekstrak etanol 96% buah stroberi sebagai
antidemensia yang diinduksi ECS (Elektroconvulsive
shock) dengan menggunakan metode pengujian T-maze.Penelitian ini menggunakan metode induksi demensia yang menggunakan aliran listrik dengan tegangan
210 mA selama 0,5 detik untuk tikus. Subjek dalam pengujian ini adalah tikus putih
jantan (Rattus norvegicus) galur Sparague dawley berumur 2-3 bulan sebanyak 24 ekor yang
terbagi menjadi 6 kelompok. Kelompok I (kelompok kontrol normal), kelompok II
(kelompok kontrol negatif), kelompok III (kelompok kontrol positif), kelompok
IV (dosis uji ekstrak 85 mg/200 g BB), kelompok V (dosis uji ekstrak 170 mg/200
g BB), kelompok VI (dosis uji ekstrak 340 mg/200 g BB) yang diberikan secara
peroral. Data hasil kinerja memori spasial pada T-Maze 3 selama 7 hari dianalisa secara
statistik menggunakan SPSS 20 dengan uji ANOVA oneway untuk mengetahui apakah
ada pengaruh perlakuan pada kelompok dan dilanjutkan uji Tukey HSD untuk mengetahui apakah setiap perlakuan berbeda secara
statistik atau tidak. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemberian ekstrak etanol 96% buah stroberi mempunyai pengaruh secara bermakna
terhadap peningkatan memori spasial tikus putih jantan dengan nilai Sig = 0,000
(< 0,05). �
Kata kunci: Buah Stroberi, Fragaria X Ananassa, Esktrak
Etanol, Antidemensia, Memori Spasial.
Abstract:
Strawberry
fruit (Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier) is a plant
that is high in antioxidants, one of which is flavonoids. From its content, it
is suspected that this strawberry fruit has activity as an antidementia by
increasing spatial memory. The purpose of this study was to prove the activity
of 96% ethanol extract of strawberries as an antidementia induced by ECS
(Electroconvulsive shock) using the T-maze testing method. mouse. Subjects in
this test were 24 male white rats (Rattus norvegicus) Sparague dawley strain
aged 2-3 months which were divided into 6 groups. Group I (normal control
group), group II (negative control group), group III (positive control group),
group IV (extract test dose of 85 mg/200 g BW), group V (extract test dose of
170 mg/200 g BW), group VI (extract test dose of 340 mg/200 g BW) which was
administered orally. Data on the results of spatial memory performance on
T-Maze 3 for 7 days were statistically analyzed using SPSS 20 with the oneway
ANOVA test to determine whether there was an effect of treatment on the group
and continued with the Tukey HSD test to determine whether each treatment was
statistically different or not. The results showed that giving 96% ethanol
extract of strawberries had a significant effect on increasing the spatial memory
of male white rats with a value of Sig = 0.000 (<0.05).
Keywords: Strawberry, Fragaria X
Ananassa, Ethanol Extract, Antidementia, Spatial Memory.������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
Corresponding: Khalishatunnada
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Demensia
adalah sebuah sindrom karena penyakit otak, bersifat kronis atau progresif
dimana ada banyak gangguan fungsi kortikal yang lebih tinggi, termasuk memori,
berpikir, orientasi, pemahaman, perhitungan, belajar, kemampuan, bahasa, dan
penilaian kesadaran tidak terganggu. Penurunan fungsi kognitif biasanya
disertai dan kadang-kadang didahului dengan penurunan pengendalian emosi,
perilaku sosial, atau motivasi. Demensia dapat disebabkan oleh berbagai
penyakit dan cedera yang terutama atau sekunder mempengaruhi otak, seperti Alzheimer
atau stroke (WHO, 2013).
Pada dasarnya demensia bukanlah suatu penyakit
yang spesifik, tetapi demensia merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan
kumpulan gejala yang bisa disebabkan oleh berbagai kelainan yang mempengaruhi
otak. Perjalanan penyakit demensia biasanya dimulai secara perlahan dan semakin
lama semakin parah, sehingga keadaan ini pada mulanya tidak disadari oleh
penderita. Bermula terjadi penurunan dalam ingatan, kemampuan untuk mengingat
waktu dan kemampuan untuk mengenali orang, tempat dan benda (Ratnawati, 2021).
WHO mendefinisikan penurunan daya ingat
sebagai kehilangan yang progresif dari fungsi kognitif tanpa kehilangan kesadaran
yang disebabkan oleh disfungsi yang progresif dan kerusakan sel- sel neuron
yang bertanggung jawab untuk menyimpan dan memproses informasi. Salah satu
dampak yang terjadi akibat menurunnya fungsi sel-sel saraf ialah menurunnya
kualitas memori atau daya ingat dan learning (pembelajaran). Kondisi kelelahan
yang disebabkan oleh kontraksi otot secara berlebihan akan menyebabkan jumlah reactive oxygen spesies (ROS) meningkat (Andi Eka Nur Wahyu, 2023).
Stress oksidatif adalah suatu keadaan yang tidak seimbang antara produksi
Reactive Oxygen Species (ROS) dengan sistem pertahanan antioksidan tubuh (Munandar, 2023). Oleh karena itu diperlukan suatu asupan makanan atau suplemen
antioksidan untuk menjaga keseimbangan antara produksi ROS dengan sistem
pertahanan antioksidan tubuh (Saraswati &
Oeleu, 2021). Zat antioksidan dapat
mencegah dan memperbaiki kerusakan sel akibat stress okdatif (Saraswati & Oeleu, 2021).
Salah satu tanaman yang banyak mengandung antioksidan adalah buah
stroberi. Stroberi adalah salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia,
khususnya di Jawa Barat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa
buah stroberi adalah sumber bioaktif, kaya akan asam askorbat, antosianin,
flavonoid, vitamin C dan senyawa fenol, memiliki kadar antioksidan yang cukup
tinggi (Inggrid &
Santoso, 2015). Dalam 100 gram buah stroberi mengandung flavonoid sebesar 48�2 mg dan
kandungan antosianin pada stroberi sekitar 150-600 mg/kg buah segar (Inggrid & Santoso, 2015). Flavonoid merupakan antioksidan alami yang terdapat dalam tanaman.
Flavonoid diketahui dapat menghambat radikal oksigen dengan cara mendonorkan
atom hidrogen atau elektron kepada radikal bebas (Inggrid & Santoso, 2015).
Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 96% buah stroberi (Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston)
Duchesne ex Rozier) dapat menurunkan reaksi oksidatif pada tikus model
hilperlipidemia dengan pemberian dosis 0,17 g/200 g BB tikus (Rahayuningsih & Nofianti, 2015). Pada penelitian kali ini menggunakan obat pembanding berupa fitofarmaka
ekstrak Ginkgo biloba dalam sediaan kapsul 400 mg/kaps. Beberapa kasus
membuktikan Ginkgo mampu menstabilkan dan meningkatkan kinerja kognitif pada
kondisi demensia (Obat, 2020).
Berdasarkan latar belakang diatas penelitian ini dilakukan secara in vivo pada tikus yang diinduksi
amnesia menggunakan electro convulsive
shock (ECS). Metode induksi demensia yang menggunakan aliran listrik dengan
tegangan 210 mA selama 0,5 detik untuk tikus (Manjare et al., 2014).
Kinerja memori spasial diamati menggunakan T-maze untuk melihat kemampuan kognitif hewan serta memori spasial
dinilai dari kemampuan hewan menemukan lokasi yang dapat menyediakan
diantaranya makanan dan keselamatan untuk mempertahankan hidup. T-maze dapat
digunakan dalam berbagai cara untuk menilai kemampuan kognitif hewan. Lengan
samping (tujuan) dapat berisi rangsangan (isyarat) seperti pola atau objek yang
harus ditanggapi oleh hewan, umumnya untuk mendapatkan hadiah (Yunanto, Dwi Sanyoto, Syahadatina Noor, Kustiyah Oktaviyanti, &
Triawanti, 2016).
METODE PENELITIAN
������������� Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hewan,
Farmakologi, Fitokimia, dan Kimia Terpadu Fakultas Farmasi dan Sains
Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, Jakarta pada bulan Agustus s.d
Oktober 2017. ��������
Alat yang digunakan pada penelitian ini
adalah Elecktroconvulsive shock
(ECS), Vacuum Rotary Evaporator,
stopwatch, hot plate, blender, lemari pendingin, timbangan analitik, pisau,
alas talenan, jarum sonde, gelas ukur, erlenmeyer, beaker glass, cawan
porselen, kandang tikus, tempat makan, minum tikus dan T-maze.
Buah stroberi segar didapatkan dari Badan
Penelitian Rempah dan Tanaman Obat (Balitro), Bogor, Jawa Barat. Bahan kimia
yang dgunakan adalah etanol 96% (p.a), HCl (p.a), metanol (p.a), pereaksi
Mayer, pereaksi Dragendrorf, pereaksi Bouchardat, asam asetat anhidrat, asam
sulfat, eter, NaOH, FeCl3, Logam Mg, NaCl. Dan bahan pembanding yang digunakan
adalah ekstrak Ginkgo Biloba dalam sediaan kapsul 400 mg/kaps.
Hewan uji tikus putih jantan (Rattus norvegicus) galur Sparague dawley
berumur 2-3 bulan dengan berat badan 200 g diperoleh dari Laboratorium Non
Ruminansia dan Satwa Harapan, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor.
Determinasi
Tanaman
Buah stroberi (Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne
ex Rozier) diperoleh segar dari Badan Penelitian Rempah
dan Tanaman Obat (Balitro), Bogor, Jawa Barat dideterminasi di �Herbarium Bogoriense� Bidang Botani, Pusat Penelitian
Biologi-LIPI Bogor.
Pembuatan
Ekstrak Etanol 96% Buah Stroberi
������������� Pembuatan
ekstrak etanol 96% buah stroberi dilakukan dengan cara
maserasi.
Buah stroberi disortir, dicuci, ditimbang, dipotong lalu dihancurkan di
blender,
tambahkan etanol 96% sedikit demi sedikit. Setelah halus, hasilnya
dimasukkan
kedalam maserator, tambahkan sisa etanol 96% sampai terendam
selama
3x24 jam kemudian diperoleh ekstrak cair yang selanjutnya dipekatkan
dengan
rotary evaporator sampai diperoleh ekstrak kental.
Perhitungan
Dosis
a. Dosis Buah
Stroberi
Dalam penelitian sebelumnya, dimana
ekstrak etanol buah stroberi dapat menurunkan reaksi oksidatif pada tikus model
hilperlipidemia dengan pemberian dosis 0,17g/200g BB tikus (Amalia, Prabandari, & Susiyarti, 2021).
Pada
penelitian ini dosis yang diuji:
1) Dosis I����������� : � x 170 mg/200 g = 85 mg/200 g BB tikus
2) Dosis II���������� : 1� x 170 mg/200 g
= 170 mg/200 g BB tikus
3) Dosis III��������� : 2� x 170 mg/200 g =
340 mg/200 g BB tikus
b. Dosis Ginkgo Biloba
Dosis Ginkgo biloba yang digunaan
adalah 400 mg atau pada manusia dewasa dengan berat badan � 60 kg, menjadi 6,67
mg/kg BB manusia. Pada penelitian ini hewan uji yang digunakan adalah tikus,
maka perlu dikonversi dosis 6,67 mg/kg BB manusia ke tikus dengan menggunakan
rumus translasi dosis berdasarkan luas permukaan tubuh. Diketahui km faktor
manusia adalah 37 dan km faktor tikus adalah 6 (Maharadingga, Pahriyani, & Arista, 2021).
Maka dosis ginkgo biloba yang
digunakan pada tikus adalah:
�Dosis tikus������� = Dosis
manusia x ![]()
= 6,67
mg/kg BB x ![]()
= 41,13 mg/kg BB
= 41,13 mg/kg BB x
= 8,23 mg/200 g BB tikus
Persiapan
Hewan Uji
a. Aklimatisasi
Dua puluh empat ekor tikus putih galur
Sprague dawley dengan berat badan 200
gram umur 2-3 bulan diperoleh dari Departemen Ilmu
Produksi dan Peternakan, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Hewan
uji diaklimatisasi selama 7 hari diletakkan didalam baki plastik ukuran 35x25x5 cm dengan diberi sekat kawat
pada tiap baki, baki tersebut diletakkan didalam lab �hewan pada kondisi lingkungan standar (suhu
ruangan 24 � 2oC dan fase terang gelap = 12:12 jam). Hewan uji
terdiri dari 6 kelompok, tiap kandang berisi 4 ekor tikus dan diberikan akses
bebas untuk air minum dan pakan pelet. Kandang tikus dibersihkan setiap hari
agar menghindari tikus terserang penyakit atau kutu.
b. Rancangan
Penelitian
������������� Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap
(RAL), dengan jumlah minimal per kelompok mengikuti rumus Federer, yaitu:
������������� (t-1)
(n-1) ≥ 15(1)
������������� Keterangan:
t adalah jumlah perlakuan
���������������������������� ��������� n adalah jumlah hewan uji per
kelompok
������������� Maka��� : (6 � 1) (n � 1) ≥ 15
���������������������������� ������ 5 (n � 1) ≥ 15
���������������������������� ������ 5n � 5 ≥ 15
���������������������������� ������ 5n ≥ 20
���������������������������� ������� n ≥ 4
Sehingga hewan percobaan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri
dari 4 ekor tikus per kelompok.
Pengelompokkan
Hewan Uji
Hewan
percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 ekor yang dibagi
menjadi 6 kelompok yang terdiri dari 4 ekor tikus.
a.
Kelompok I������������� : Diberi makanan standar dan larutan Na-CMC 0,5%
(kontrol normal).
b.
Kelompok II����������� : Diberi makanan standar, induksi ECS dan larutan Na-CMC
0,5% (kontrol ����������� negatif).
c.
Kelompok III���������� : Diberi makanan standar, induksi ECS dan suspensi Ginkgo
biloba kapsul ����������� dosis 8,23 mg/200 g BB (kontrol
positif).
d.
Kelompok IV���������� : Diberi makanan standar, induksi ECS dan suspensi ekstrak
etanol 96% buah������������������ stroberi
dosis 85 mg/200 g BB (dosis I)
e.
Kelompok V����������� : Diberi makanan standar, induksi ECS dan suspensi
ekstrak etanol 96% buah������������������ stroberi
dosis 170 mg/200 g BB (dosis II).
f.
Kelompok VI���������� : Diberi makanan standar, induksi ECS dan suspensi ekstrak
etanol 96% buah ����������������� stroberi
dosis 340 mg/200 g BB (dosis III).
Pembuatan
Bahan Uji
a.
Pembuatan Larutan Na-CMC 0,5%
Na-CMC ditimbang seberat 500 mg,
kemudian dimasukkan dalam lumpang yang berisi 10 ml aquadest yang telah
dipanaskan, lalu dicampur sampai homogen tambahkan aquadest panas sedikit demi
sedikit. Larutan Na-CMC tersebut dicukupkan volumenya dengan aquadest panas
hingga 100 ml lalu diaduk sampai homogen.
b.
Pembuatan Sediaan Suspensi Ekstrak
Etanol Buah Stroberi
Ekstrak etanol 96% buah
stroberi sesuai dengan dosis yang telah ditentukan, disuspensi dengan Na-CMC
0,5% digerus sampai terdispersi homogen. Ditambahkan suspensi Na-CMC sedikit
demi sedikit hingga volume yang dibutuhkan dan dikocok sampai terdispersi
homogen.
c.
Pembuatan Suspensi Ginkgo biloba
������������� Sediaan
ekstrak Ginkgo biloba dalam satu kapsul adalah 400 mg/kaps ditimbang sesuai
dengan dosis yang sudah ditentukan, lalu ditambahkan dengan suspensi Na-CMC
0,5% sampai volume yang dibutuhkan.
Induksi
Elektroconvulsive Shock
������������� Induksi ECS dengan tegangan 210 mA selama 0,5 detik,
sehari sekali selama 7 hari (Manjare 2014). Subjek diberi ECS
berkekuatan 210 mA dalam 0,5 detik selama 7 hari untuk menimbulkan efek stress
yang dapat menimbulkan demensia dari kejutan listrik. Untuk mengurangi tingkat
kesetresan pada subjek maka subjek diusap-usap dahulu bagian kepalanya. Electroconvulsive shock (ECS)
akan menyebabkan tikus kejang selama 45 menit dan menyebabkan menurunya memori
spasial pada tikus. Setelah 45 menit, tikus kembali normal dan aktif.
Pengujian
dengan T-maze
������������� Hewan uji dilatih di T-maze dilakukan selama 8 hari dengan diletakkan hadiah
makanan pada lengan yang benar. Hewan dihadapkan pada labirin T, separuh hewan dilatih
berlari ke arah lengan kanan labirin, sementara lainnya dilatih untuk berlari
ke arah lengan kiri labirin dengan sebelah lengannya ditutup.
Hal ini bertujuan untuk melihat
homogenitas memori hewan uji. Penilaian uji yang sukses
adalah 9 kali masuk ke lengan yang benar setiap 10 kali uji coba berturut-turut.
������������� Pelatihan T-maze dilakukan selama 8 hari sebelum diinduksi ECS dan pemberian
ekstrak. Setelah pelatihan T-maze, seminggu berikutnya hewan uji
diinduksi ECS selama 7 hari kemudian dilanjutkan dengan pemberian ekstrak.
Setelah diinduksi ECS dan pemberian ekstrak, hewan uji dilakukan pengujian T-Maze kembali selama 7 hari.

Gambar 1.
Metode T- Maze
(Ratbehaviour 2004)
Perlakuan Terhadap
Hewan Uji

Analisa
Data
Pada uji
aktivitas antidemensia, data yang digunakan untuk analisis statistik adalah
data akhir setelah induksi ECS dan pemberian dosis terhadap nilai memori
spasial dari awal dan akhir. Sebelum diuji, terlebih dahulu dilakukan uji kenormalan menurut Kolmogrov
smirnov dan uji homogenitas menurut Levene. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisa secara
statistik menggunakan analisis varians (ANOVA) satu arah untuk mengetahui
apakah ada perbedaan antara kelompok perlakuan, lalu dilanjutkan dengan uji Tukey.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Determinasi Tanaman
Determinasi dilakukan oleh Herbarium Bogoriense, bidang
botani Pusat Penelitian Biologi � LIPI Bogor. Hasil menunjukkan bahwa tanaman
yang digunakan dalam penelitian ini adalah buah stroberi (Fragaria x ananassa (Duchesne ex Weston) Duchesne ex Rozier) yang
berasal dari suku Rosaceae. Determinasi ini bertujuan untuk mengetahui
identitas dan memastikan kebenaran jenis dari tanaman yang digunakan.
Pengelompokkan Hewan Uji
Penelitian ini menggunakan hewan percobaan tikus putih (Rattus norvegicus) strain Sprague Dawley
dengan berat 200gram dengan umur dan kondisi lingkungan yang sama untuk
menghindari perbedaan aktivitas biologis. Tikus yang digunakan dalam penelitian
ini berjumlah 24 ekor yang dikelompokan menjadi 6 kelompok yang masing-masing
kelompok terdiri dari 4 ekor tikus dengan berat tikus 200 g. Hewan uji
diletakkan didalam baki plastik ukuran 35x25x5 cm dengan diberi sekat kawat
pada tiap baki, baki tersebut diletakkan didalam lab hewan pada kondisi
lingkungan standar (suhu ruangan 24�2̊C dan fase terang: gelap = 12:12
jam) selama 7 hari. Kelompok I sebagai kelompok normal (tidak ada
perlakuan/Na-CMC 0,5%), kelompok II sebagai kelompok kontrol negatif (induksi
ECS + Na-CMC 0,5%), kelompok III sebagai kontrol positif (Ginkgo biloba 8,23
mg/200 g BB), kelompok IV sebagai kontrol uji dosis I (85 mg/200 g BB),
kelompok V sebagai kontrol uji dosis II (170 mg/200 g BB), kelompok VI sebagai
kontrol uji dosis III (340 mg/200 g BB).
Hasil Ekstraksi Buah Stroberi
Pemilihan metode maserasi dikarenakan pengerjaan dan
peralatan yang digunakan lebih sederhana dan dapat digunakan untuk menarik zat
yang tahan maupun yang tidak tahan pemanasan. Etanol digunakan sebagai cairan
penyari, karena etanol dapat memperbaiki stabilitas bahan terlarut, keuntungan
lainnya adalah etanol tidak beracun, absorbsinya baik, dan dapat mencegah
reaksi enzimatis sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang
dapat merusak kandungan simplisia.
Proses maserasi dilakukan dengan merendam simplisia dengan
etanol 96%. Selanjutnya rendaman tersebut disimpan terlindung cahaya langsung
dimaksudkan untuk mencegah reaksi yang dikatalisis cahaya atau perubahan warna.
Proses maserasi disertai dengan pengadukan setiap 6 jam. Proses ini dilanjutkan
dengan pendiaman selama 18 jam berikutnya agar terjadi kesetimbangan diantara
senyawa kimia yang tertarik dalam maserat dan yang masih tertinggal dalam
simplisia, selain itu dilakukan pengadukan berulang agar terjadi keseimbangan
yang lebih cepat dalam cairan. Maserasi dilakukan secara berulang dengan
menggunakan cairan penyari yang baru untuk menghindari jenuhnya cairan penyari
sehingga penyariannya lebih sempurna. Hasil maserat yang didapatkan, dipekatkan
dengan menggunakan vacuum rotary evaporator. Hasil ekstrak kental yang
diperoleh adalah 69,34 gram.
Tabel 1. Hasil Ekstraksi Buah Stroberi
|
Jenis |
Hasil |
|
Buah stroberi segar |
1500 g |
|
Ekstrak kental etanol 96% |
69,34 g |
Hasil Pemeriksaan Karakteristik Ekstrak
Untuk mengetahui karakteristik ekstrak buah stroberi, maka dilakukan
uji organoleptik, kadar air, kadar abu dan randemen ekstrak etanol 96% buah
stroberi.
Tabel 2. Uji Organoleptik
|
Jenis |
� |
����
�������������� Uji
Organoleptik�� |
� |
|
|
Bentuk |
Bau |
Rasa |
Warna |
|
|
Buah segar |
Oval |
Khas |
Asam manis |
Merah |
|
Ekstrak |
Kental |
Khas |
Asam |
Merah |
Uji organoleptik dilakukan dengan penggunaan
pancaindera untuk mendeskripsikan bentuk, warna, bau dan rasa (Depkes RI 2000).
Tabel 3. Kadar Air, Kadar Abu, Rendemen Ekstrak Etanol 96% Buah
Stroberi
|
Jenis |
Hasil |
|
Kadar
air ekstrak etanol 96% buah stroberi |
10,23 % |
|
Kadar
abu ekstrak etanol 96% buah stroberi |
4,10 % |
|
Rendemen
ekstrak etanol 96% buah stroberi |
4,62 % |
Penetapan kadar air dilakukan untuk
memberikan batasan maksimal atau rentang tentang besarnya kandungan air (Rakernas &
Tahunan, 2016). Metode yang digunakan yaitu metode destilasi
toluene. Hasil dari penetapan kadar air ekstrak diperoleh 10,23%, hal ini tidak
sesuai dengan batas syarat kadar air yaitu < 10%. Penetapan kadar abu
bertujuan untuk memberikan gambaran kandungan mineral internal dan eksternal
yang berasal dari proses awal sampai terbentuknya ekstrak dan untuk mengontrol
jumlah� pencemaran benda-benda anorganik (Rakernas &
Tahunan, 2016).� Hasil
dari penetapan kadar abu yaitu 4,10%. Rendemen adalah perbandingan jumlah
(kuantitas) ekstrak yang dihasilkan dari ekstraksi tanaman. Rendemen
menggunakan satuan persen (%). Semakin tinggi nilai rendemen yang dihasilkan
menandakan nilai ekstrak yang diasilkan semakin banyak (Rakernas &
Tahunan, 2016). Hasil perhitungan % rendemen ekstrak etanol 96%
buah stroberi adalah 4,62%.
Hasil Uji
Penapisan Fitokimia����������������������������������������������������������������������
Uji identifikasi penapisan fitokimia dilakukan
untuk mengetahui kandungan kimia / metabolit sekunder yang terdapat pada
ekstrak etanol 96% buah stroberi yang meliputi uji alkaloid, flavonoid,
saponin, steroid, dan terpenoid.
Tabel 4. Hasil Uji Penapisan Fitokimia
|
Kandungan |
Hasil |
|
Alkaloid |
+ |
|
Flavonoid |
+ |
|
Saponin |
+ |
|
Tanin |
+ |
|
Steroid dan Triterpenoid |
- |
Keterangan (+) = Ada
Hasil Pengujian T-maze
Pengujian T-maze
dilakukan 3 kali, yang pertama latihan T-maze
(T-maze 1), yang kedua T- maze pasca ECS
(T-Maze 2), dan ketiga T-maze test (T-Maze
3). Nilai yang dicatat mencakup jumlah jalur berlari yang benar dan yang salah
selama pengujian, yang dilakukan sebanyak 10 kali percobaan. Nilai kerja tikus
pada T-maze diperoleh dengan menghitung
jumlah memasuki labirin yang benar dibagi dengan 10 (jumlah trial yang dilakukan) dikali dengan 100%
(Standard Operating Procedure, Version 4.0).
![]()
T-maze 1
Pengujian laihan T-Maze (T-Maze 1) selama 8
hari, uji T-Maze 1 ini memiliki tujuan untuk mengetahui memori dasar dan
homogenitas memori tikus. Sebagian tikus dilatih untuk berlari ke lengan
sebelah kanan dan sebagian lainnya dilatih berlari kearah lengan kiri, di
setiap lengan yang benar diletakkan umpan makanan sebagai imbalan (Sulianti,
Hidayat, & Saputra, 2017). Dari hasil grafik berikut dapat diketahui
semua kelompok mempunyai kinerja yang sama hal ini berarti keadaan memori tikus
homogen.
Tabel 5. Data Kinerja T-maze
Sebelum Induksi ECS (T-maze 1)
|
Hari |
Kinerja
T-maze 1 (%) |
|||||
|
Normal |
Negatif |
Positif |
Dosis I |
Dosis II |
Dosis III |
|
|
Hari 1 |
70 � 0,082 |
70 � 0,019 |
70 � 0,082 |
80 � 0,019 |
75 � 0,058 |
73 � 0,096 |
|
Hari 2 |
70 � 0,082 |
75 � 0,058 |
73 � 0,050 |
73 � 0,096 |
78 � 0,050 |
78 � 0,096 |
|
Hari 3 |
73 � 0,096 |
70 � 0 |
75 � 0,100 |
70 � 0,082 |
75 � 0,058 |
73 � 0,096 |
|
Hari 4 |
78 � 0,050 |
68 � 0,096 |
75 � 0,058 |
83 � 0,050 |
78 � 0,050 |
80 � 0,082 |
|
Hari 5 |
80 � 0,082 |
75 � 0,058 |
83 � 0,050 |
85 � 0,058 |
78 � 0,096 |
83 � 0,050 |
|
Hari 6 |
78 � 0,050 |
80 � 0 |
80 � 0 |
88 � 0,050 |
80 � 0,082 |
83 � 0,096 |
|
Hari 7 |
83 � 0,050 |
80 � 0,050 |
83 � 0,096 |
83 � 0,050 |
83 � 0,050 |
85 � 0,058 |
|
Hari 8 |
88 � 0,050 |
83 � 0,050 |
85 � 0,058 |
88 � 0,050 |
90 � 0,082 |
93 � 0,050 |
Ket: Data kinerja T-Maze yang
tampilkan nilai rata-rata � SD (n=4)

Gambar
2. Grafik
Kinerja T-maze Sebelum Induksi ECS (T-maze 1).
T-maze 2
Pengujian T-maze pasca ECS (T-maze 2) dilakukan setelah hewan uji diinduksi ECS. Penilaian ini bertujuan
untuk memastikan bahwa kelompok yang telah diinduksi ECS mengalami perbedaan
hasil dengan kelompok normal yang tidak diinduksi ECS. Perlakuan induksi ECS
ini untuk membuat hewan uji menjadi demensia, induksi ECS dengan memberikan
sengatan listrik sebesar 210 mA, 0,5 detik/hari selama 7 hari. ECS dapat
menyebabkan terbentuknya radikal bebas dan menyerang dinding sel saraf yang
tersusun atas asam lemak tak jenuh, hal ini dapat menyebabkan penurunan
asetilkolin yang menyebabkan berkurangnya/menurunnya fungsi memori sehingga
akan menurunkan daya ingat hewan. Setelah hewan uji diinduksi ECS, dilakukan
uji T- maze pasca ECS (T-maze 2) sebagai data bahwa semua hewan
uji mengalami penurunan daya ingat. Hasil T-maze
2 dapat dilihat pada tabel 6 dan gambar 3.


Berdasarkan tabel 6 diatas, tampak
nilai rata-rata kinerja tikus pada T-maze setelah induksi ECS. Semua kelompok
perlakuan menunjukkan bahwa tikus dalam keadaan demensia (penurunan daya ingat)
dibuktikan dengan nilai rata-rata yang ditunjukkan lebih rendah dibandingkan
dengan nilai rata-rata kelompok normal.
Gambar 3. Grafik Hasil Kinerja T-maze Setelah Induksi ECS (T-maze 2)
������������� Pada gambar 2, tampak bahwa
semua kelompok uji mengalami penurunan kinerja pada T-maze dibandingkan pada
kelompok normal.
T-maze 3
Pengujian ini dilakukan setelah induksi ECS dan pemberian dosis uji
bertujuan untuk mengetahui hasil kinerja masing-masing kelompok dalam bentuk
presentasi yang dihasilkan dari perbandingan antara jumlah lengan benar yang
dimasuki oleh tikus dengan jumlah trial yang dilakukan, setelah dilakukannya
pemberian dosis uji. Hasil T-maze 3 dapat dilihat pada tabel 7 dan
gambar 4.
Tabel 7.
Data Kinerja T-Maze Setelah Induksi
ECS dan Pemberian Dosis Uji
|
Hari |
Kinerja
T-maze test (%) |
|||||
|
Normal |
Negatif |
Positif* |
Dosis I* |
Dosis II* |
Dosis III* |
|
|
Hari 1 |
68 � 0,050 |
20 � 0,050 |
68 � 0,050 |
50 � 0,080 |
53 � 0,100 |
65 � 0,100 |
|
Hari 2 |
68 � 0,005 |
20 � 0,082 |
73 � 0,050 |
50 � 0 |
53 � 0,050 |
70 � 0,050 |
|
Hari 3 |
70 � 0,082 |
23 � 0,126 |
75 � 0,058 |
53 � 0,050 |
58 � 0,050 |
73 � 0,050 |
|
Hari 4 |
68 � 0,096 |
20 � 0,058 |
75 � 0,058 |
55 � 0,058 |
60 � 0,082 |
75 � 0,080 |
|
Hari 5 |
68 � 0,050 |
18 � 0,082 |
80 � 0,058 |
58 � 0,050 |
65 � 0,096 |
78 � 0,100 |
|
Hari 6 |
68 � 0,050 |
18 � 0,096 |
83 � 0,082 |
58 � 0,096 |
68 � 0,058 |
78 � 0,060 |
|
Hari 7 |
73 � 0,050 |
15 � 0,082 |
85 � 0,058 |
63 � 0,050 |
73 � 0,050 |
83 � 0,050 |
Ket: Data kinerja T-Maze yang tampilkan nilai
rata-rata � SD (n=4) (*) memiliki perbedaan yang bermakna.
������������� Tabel
7 menunjukkan bahwa adanya peningkatan nilai rata-rata selama 7 hari pada
kelompok positif, dosis I, dosis II, dosis III dibandingkan dengan kelompok
tikus normal dan kelompok negatif.

Gambar 4. Grafik Hasil Kinerja T-maze Setelah Induksi ECS dan Pemberian
Dosis Uji (T-maze 3)
Dilihat dari hasil grafik tersebut, menunjukkan bahwa kelompok
kontrol negatif memiliki kinerja terendah dibandingkan kelompok lainnya dan
kelompok positif memiliki kinerja tertinggi. Hal ini menunjukkan jika pemberian
dosis uji memberikan efek pada pengujian ini. Pemberian dosis uji menggunakan
ekstrak etanol 96% buah stroberi dengan 3 macam dosis, dosis 1 (85 mg/ 200 g
BB), dosis 2 (170 mg/200 g BB), dosis 3 (340 mg/200 g BB) dan kontrol positif
dengan kapsul Ginkgo biloba (8,23 mg/200 g BB).
Penelitian ini menggunakan buah stroberi karena merupakan salah
satu tanaman yang banyak mengandung antioksidan didalamnya (Inggrid &
Santoso, 2015). Zat antioksidan dapat memperbaiki kerusakan akibat
penurunan fungsi kognitif karena meningkatnya radikal bebas yang dapat
menyebabkan penurunan daya ingat (Saraswati
& Oeleu, 2021). Salah satu antioksidan yang terkandung dalam
buah stroberi ialah antosianin yang merupakan metabolit sekunder dari family
flavonoid (Parmadi &
Pratama, 2020). Mekanisme flavonoid dalam meningkatkan daya
ingat yaitu dengan cara melindungan syaraf terhadap cedera (Sri Wahyu,
2020). Perubahan efek selular yang timbul akibat
pengaruh pemberian senyawa flavonoid menyebabkan peningkatan fungsi kognisi,
membuat struktur otak menjadi efisien untuk menggambarkan sensor informasi oleh
syaraf aferen, sebagai penyimpanan, proses penerimaan dan pemunculan kembali
memori (Wulandari,
2015).
Kontrol positif menggunakan Ginkgo
biloba dalam bentuk sediaan kapsul. Kandungan tertinggi dalam Ginkgo biloba
adalah flavonoid (ginkoflavonoglikosida) dan terpenoid yang telah diuji untuk
efektifitasnya dalam pengobatan Alzheimer, penyakit aterosklerosis serebral,
kekurangan serebral, demensia, depresi �(Hamdan, 2019).
Setelah pengujian ini selesai, dilakukan analisa data statistik
ANOVA one-way dan dilanjutkan dengan uji Tukey
HSD untuk melihat hasil kinerja pada uji T-maze
test (T-maze
KESIMPULAN
Hewan uji diletakkan didalam baki plastik ukuran 35x25x5 cm dengan
diberi sekat kawat pada tiap baki, baki tersebut diletakkan didalam lab hewan
pada kondisi lingkungan standar (suhu ruangan 24�2̊C dan fase terang: gelap
= 12:12 jam) selama 7 hari. Proses
ini dilanjutkan dengan pendiaman selama 18 jam berikutnya agar terjadi
kesetimbangan diantara senyawa kimia yang tertarik dalam maserat dan yang masih
tertinggal dalam simplisia, selain itu dilakukan pengadukan berulang agar
terjadi keseimbangan yang lebih cepat dalam cairan. Hasil Uji
Penapisan Fitokimia Uji identifikasi penapisan fitokimia dilakukan untuk
mengetahui kandungan kimia / metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak
etanol 96% buah stroberi yang meliputi uji alkaloid, flavonoid, saponin,
steroid, dan terpenoid.
Nilai yang dicatat mencakup jumlah jalur berlari yang benar dan
yang salah selama pengujian, yang dilakukan sebanyak 10 kali percobaan. Penilaian ini bertujuan untuk memastikan bahwa kelompok yang telah
diinduksi ECS mengalami perbedaan hasil dengan kelompok normal yang tidak
diinduksi ECS. Pemberian dosis uji menggunakan
ekstrak etanol 96% buah stroberi dengan 3 macam dosis, dosis 1 (85 mg/ 200 g
BB), dosis 2 (170 mg/200 g BB), dosis 3 (340 mg/200 g BB) dan kontrol positif
dengan kapsul Ginkgo biloba (8,23 mg/200 g BB). Dari
hasil statistik tersebut menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna
antar kelompok, dapat diketahui bahwa kelompok negatif berbeda signifikan
dengan kelompok normal, kelompok positif dan kelompok uji. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak stroberi pada dosis 1 (85 mg/200 g
BB), dosis 2 (170 mg/200 g BB), dan dosis 3 (340 mg/ 200 g BB) mampu meningkatkan
memori spasial pada tikus sebanding dengan kontrol positif yang menggunakan
Ginkgo biloba dosis 8,23 mg/200 g BB dengan taraf kepercayaan 95%, nilai Sig.
DAFTAR PUSTAKA
Amalia,
Intan, Prabandari, Sari, & Susiyarti, Susiyarti. (2021). Formulasi Dan
Uji Sifat Fisik Lip balm Ekstrak Etanol Buah Strawberry (Fragraria Sp).
Politeknik Harapan Bersama Tegal.
Hales,
Robert E., Yudofsky, Stuart C., & Gabbard, Glen O. (2011). Essentials of
psychiatry. American Psychiatric Pub.
Hamdan,
Muhammad. (2019). Potensi Ekstrak Ginkgo Biloba (Egb) Untuk Preventif
Kerusakan Sel Hipokampus Pada Rattus Novergicus Yang Diberi Paparan Timbal.
Universitas Brawijaya.
Inggrid,
Maria, & Santoso, Herry. (2015). Aktivitas antioksidan dan senyawa bioaktif
dalam buah stroberi. Research Report-Engineering Science, 2.
Maharadingga,
Maharadingga, Pahriyani, Ani, & Arista, Desilva. (2021). Uji Aktivitas
Ekstrak Etanol 70% Daun Ketapang (Terminalia catappa L.) Pada Hamster Syrian
Jantan Hiperglikemia Dan Hiperkolesterolemia Dengan Parameter Pengukuran
Kolesterol Total Dan LDL. Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, 2(2),
80�88.
Manjare,
Rahul M., Tilak, Abhijit V, Rane, Bhalchandra T., Dabhade, Sanjay A.,
Bhalsinge, Rahul R., & Patil, Harshal P. (2014). Study of effects of
donepezil and aspirin on working memory in rats using electroconvulsive shock
model.
Munandar,
Wahyu. (2023). Sosialisasi Pengaruh Stres Oksidatif Terhadap Penderita Obesitas
Usia Remaja di Desa Balangtanaya Kab. Takalar. ABDI SAMULANG: Jurnal
Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 29�36.
Obat,
Badan Pengawas. (2020). Pedoman penggunaan herbal dan suplemen kesehatan dalam
menghadapi COVID-19 di Indonesia. Jakarta: BPOM RI.
Parmadi,
Anom, & Pratama, Bangkit. (2020). UJI EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK ETANOL
DAUN ILER (ColeusatropurpureusL. Benth) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA MENCIT.
Rahayuningsih,
Nur, & Nofianti, Tita. (2015). Efek antihiperlipidemia ekstrak etanol buah
strawberry (Fragraria x ananassa Duchesne) pada tikus putih dari daerah
Bandung. Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-Ilmu Keperawatan,
Analis Kesehatan Dan Farmasi, 13(1).
Rakernas,
Prosiding, & Tahunan, Pertemuan Ilmiah. (2016). Penetapan parameter
standarisasi non spesifik ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi
L.).
Ratnawati,
Ratnawati. (2021). DEMENSIA SEBAGAI GANGGUAN BERPIKIR PADA GANGGUAN BERBAHASA. JALADRI:
Jurnal Ilmiah Program Studi Bahasa Sunda, 7(1), 58�64.
Saraswati,
Maulita, & Oeleu, Krisantus Y. (2021). THE EFFECT OF CHERRY (Muntingia
calabura) JUICE ON INCREASED MEMORY IN MICE (Mus musculus) BY MORRIS WATER MAZE
METHOD. Joseph: Journal of Science and Pharmacy, 1(01), 4�13.
Sulianti,
Ambar, Hidayat, Ila Nurlaila, & Saputra, Fadli Gemilang. (2017). Aktivasi
motorik otot tangan kiri dan otak kanan melalui kondisi keterpaksaan. Jurnal
Psikologi Klinis Indonesia, 1(1).
Wahyu,
Andi Eka Nur. (2023). ANALISIS PERUBAHAN KADAR MALONDIALDEHID (MDA) DAN
LAKTAT DEHIDROGENASE (LDH) SETELAH EVENT BERSEPEDA 30 KM PADA KOMUNITAS SEPEDA
MAKASSAR.
Wahyu,
Sri. (2020). EFEKTIFITAS PEMBERIAN EKSTRAK KAYU SECANG (Caesalpinia sappan
L) TERHADAP EKSPRESI GEN mRNA, HIGH MOTILITY GROUP BOX 1 (HMGB1), INTERLEUKIN-6
DAN INTERLEUKIN-10 PADA MENCIT Balb/c DENGAN CANDIDIASIS VULVOVAGINALIS.
Universitas Hasanuddin.
Wulandari,
Afriani Susilo. (2015). Pengaruh pemberian ekstrak daun katuk (Sauropus
androgynus) terhadap berat uterus dan tebal endometrum pada tikus putih (Rattus
norvegicus) menopause. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Yunanto,
Ari, Dwi Sanyoto, Didik, Syahadatina Noor, Meitria, Kustiyah Oktaviyanti, Ika,
& Triawanti, Triawanti. (2016). Kapita Selekta Memori dan Nutrisi.
Fakultas Kedokeran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin.