ANALISIS
PENGARUH PERSEPSI MEREK PERUSAHAAN, KESADARAN MEREK, KUALITAS PRODUK DAN
PERSEPSI HARGA TERHADAP NIAT PEMBELIAN ULANG
Andy Surya Sinar Christian
Universitas Mercu Buana
Peran media
sangat penting dalam memperkenalkan produk ke publik. Ada berbagai media yang
dapat digunakan seperti melalui Instagram, setiap individu dapat berinteraksi,
berkomunikasi, berbagi, dan mencari informasi dalam hitungan detik. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
persepsi merek perusahaan, kesadaran merek, kualitas produk dan persepsi harga
terhadap niat pembelian ulang produk pada brand Alowalo. Subjek penelitian ini
adalah pelanggan produk brand Alowalo yang membeli melalui e-commerce Shopee
yang berdomisili di wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini dilakukan terhadap 175
responden pelanggan produk pada brand Alowalo. Penentuan ukuran sampel
menggunakan teknik purposive sampling. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Structural Equation Model (SEM) dengan alat analisis Smart-PLS.
Hasil penelitian ini menyatakan bahwa persepsi merek perusahaan berpengaruh
positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang, kesadaran merek
berpengaruh positif signifikan terhadap niat pembelian ulang, kualitas produk
berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang, persepsi
harga berpengaruh positif signifikan terhadap niat pembelian ulang pada
pelanggan produk brand Alowalo di e-commerce Shopee.
Kata kunci: Persepsi Merek Perusahaan, Kualitas Produk, Persepsi Harga, Niat
Pembelian Ulang
Abstract:
The role of the media is very
important in introducing products to the public. There are various media that
can be used, such as through Instagram, every individual can interact,
communicate, share and search for information in seconds. This research was to
determine the effect of perception of the company brand, brand awareness,
product quality and price perception on repurchase intention brand product
Alowalo. The subjects of this study are customers of Alowalo brand products who
buy through e-commerce Shopee who are live in the DKI Jakarta area. This
research was conducted on 175 respondents product customers on the Alowalo
brand. Determination of sample size using a purposive sampling. The approach
used in this study is the Structural Equation Model (SEM) with a Smart-PLS
analysis tool. The results of this research show that the perception of the
company brand have a positive and significant effect on repurchase intention,
brand awareness has a positive and significant effect on repurchase intention,
product quality has a positive significant effect on repurchase intention,
price perception have a positive significant effect on repurchase intention of
all customers of Alowalo brand products in Shopee e-commerce.
Keywords: Company Brand Perception, Product Quality,
Perceived Price, Repurchase Intention.
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu
negara berkembang yang pertumbuhan ekonominya mengarah positif setelah pandemi
Covid-19, berdasarkan data pemerintah yang dikeluarkan oleh kementrian
keuangan, pertumbuhan ekonomi domestik pada kuartal IV 2021 mencapai 5,02 persen,
dengan kata lain hal ini memberikan sinyal positif pada pemulihan ekonomi
Indonesia. Memasuki tahun 2022, data Indeks PMI (Purchasing Managers' Index)
juga menunjukkan bahwa aktivitas perekonomian dari sisi produksi ataupun
konsumsi meningkat menjadi 53,7 dibanding Desember 2021 yaitu 53,5. Dengan
populasi jumlah penduduk terbesar ke-4 di dunia yaitu sekitar 274,9 juta
penduduk menjadikan Indonesia dilirik banyak investor dalam dan luar negeri
untuk menanamkan modalnya ke beberapa industri yang ada di Indonesia.
Hal ini dapat dilihat dari
banyaknya jumlah pelaku UMKM sebanyak 17,25 juta sampai dengan Februari 2022
dan terhubung ke dalam ekosistem digital atau perusahaan rintisan teknologi
yang dikenal akrab dengan sebutan Startup. Berdasarkan data Internet World
Stats, penetrasi internet di Indonesia mencapai 73,7% per Juni 2022 hal ini
menandakan jumlah pengguna internet di dalam negeri mencapai 202,6 juta jiwa
dari populasinya. Di Indonesia sendiri jumlah pengguna sosial media Instagram
mencapai 85 juta jiwa pada tahun 2022 (Hootsuite Indonesian Digital Report).
Penjualan produk secara online
menjadi semakin potensial untuk digunakan berbagai brand dalam
memasarkan produknya. Peran media sangat penting dalam memperkenalkan produk ke
publik. Ada berbagai media yang dapat digunakan seperti melalui Instagram,
setiap individu dapat berinteraksi, berkomunikasi, berbagi, dan mencari
informasi dalam hitungan detik. Platform ini juga menjadi sarana bagi
individu dan organisasi bisnis seperti perusahaan untuk membuat profil di mana
mereka dapat membagikan konten yang di inginkan kepada audiens. Dengan
adanya sosial media tersebut peneliti melihat bahwa ada fenomena dimana sosial
media bukan hanya sebagai media interaksi antar individu serta kelompok, akan
tetapi sebagai sarana bagi organisasi bisnis atau perusahaan untuk memasarkan
juga mengenalkan produknya ke berbagai segment pasar yang dituju dengan
strategi pemasaran yang dipilih, salah satunya yaitu yang dikenal dengan
istilah influencer. Influencer adalah pengguna media sosial
yang memiliki pengikut dalam jumlah tertentu atau dengan market tertentu yang
memiliki kekuatan untuk memengaruhi mentalitas dan memengaruhi opini public (Wirapraja,
Hariyanti, & Aribowo, 2023).
Para influencer ini di
percaya mampu membantu teknik pemasaran suatu produk di mana mereka dapat
mempromosikan suatu barang lewat unggahan konten pada sosial media sekaligus
juga membentuk brand image dari suatu organisasi bisnis atau perusahaan.
Peneliti melihat bahwa dengan adanya influencer marketing memungkinkan
adanya percakapan antar audiens mengenai produk atau jasa yang ditawarkan
oleh suatu brand, sehingga konten yang disampaikan tersebut dapat
memiliki dampak besar bagi perkembangan brand (Richadinata
& Astitiani, 2021) .
Dari penjelasan diatas dapat
peneliti simpulkan bahwa influencer adalah salah satu marketing tool
yang dapat di jadikan sebagai kanal promosi, tentunya dalam hal ini marketer
suatu organisasi bisnis atau perusahaan harus mampu berinovasi secara digital
agar tetap relevan dengan kondisi real yang ada di masyarakat dengan
harapan menciptakan kesadaran merek pada konsumen atau
kelompok target market. Disisi lain, saat ini juga banyak bermunculan e-commerce
yang juga menyediakan tools untuk kanal promosi.
Dalam
memasarkan produknya, Alowalo menggunakan berbagai platform seperti website,
media sosial (Instagram) maupun e-commerce baik Shopee maupun Tokopedia.
Namun dari berbagai platform, Shopee menjadi salah satu yang memiliki
potensial tinggi dalam menarik pelanggan dalam melakukan pembelian, hal ini
terlihat dari banyaknya pengunjung dalam setiap bulannya, sebagai contoh, pada
bulan April 2022 terdapat sebanyak 30929 pengunjung melalui e-commerce
Shopee, sedangkan hanya ada 5343 pengunjung website resmi Alowalo.
Pembelian
berkelanjutan diperlukan untuk mampu bersaing secara kompetitif dalam pemasaran
secara online. Pembelian produk yang dilakukan secara berkali-kali oleh
pelanggan dapat mengindikasikan keberhasilan dalam memenuhi kebutuhan
pelanggan, namun hal ini sangat sulit dilakukan dimana persaingan dalam
penjualan online terjadi secara kompetitif. Hal ini juga dihadapi oleh
Alowalo pada pemasaran di Shopee sebagian besar masyarakat hanya melihat produk
saja, namun yang benar-benar melakukan pembelian hanya sebagian kecil.
Niat
pembelian ulang yang rendah juga diakibatkan oleh adanya kehadiran pesaing yang
bergerak di bidang yang sama, sehingga para konsumen lebih tertarik dengan
beberapa katalog produk dari pesaing Alowalo itu sendiri apalagi jika pesaing
menawarkan harga lebih terjangkau dengan kualitas produk yang premium,
berikut adalah beberapa data pesaing pada brand Alowalo:
Peneliti melihat salah satu local
product yang bergerak dibidang fashion retail yaitu Alowalo
menggunakan platform Instagram sebagai opsi sarana kegiatan promosi, product
activation, events announcement dan juga give away session,
disamping itu juga menggunakan third-party dalam hal ini e-commerce sebagai
platform kegiatan bisnisnya. Berdasarkan hasil interview peneliti kepada
Community Manager dari perusahaan Alowalo, interaksi yang terjadi antara
konsumen dalam hal ini followers dan admin dari akun Alowalo dilakukan
secara konsisten. Salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan pihak perusahaan
yaitu dengan menjadwalkan live session Instagram setiap hari di prime
time weekday, serta event-event tertentu di hari weekend. Hal
ini dilakukan untuk mengetahui engagement dari akun tersebut. Alowalo
juga menjadikan hasil dari interkasi di sosial media Instagram sebagai bentuk
dari corporate branding.
Dibawah ini beberapa foto branding
perusahaan yang ditampilkan di sosial media Instagram Alowalo sebagai bentuk
cara perusahaan menyampaikan pesan melalui produknya basic wear (T-Shirt)
yaitu dengan mencantumkan identity atau value dari perusahaan Thoughtful,
Warm, Confident:
Gambar 1. Contoh Produk Alowalo
Sumber: Instagram @alowalo.id, 2022
Dari gambar
produk diatas menjelaskan bahwa adanya branding merek dari Alowalo yang
dibuktikan dengan kualitas produk yang cukup baik dan nyaman digunakan sesuai
dengan identity atau value dari perusahaan Alowalo itu sendiri
yaitu Thoughtful, Warm, Confident yang membuat konsumen
tertarik dengan kualitas produk yang diberikan produk Alowalo.
Konsumen sendiri memiliki persepsi mengenai kualitas produk, bahwa
semakin bagus suatu produk makin tinggi harga yang tertera (Ali &
Bhasin, 2019). Hal tersebut terjadi ketika konsumen
tidak memiliki petunjuk lain dari kualitas produk selain harga.
Hubungan antara persepsi harga dengan niat pembelian ulang yaitu
persepsi harga mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian
berulang, semakin tinggi harga maka keputusan pembelian berulang semakin
rendah, sebaliknya jika harga rendah keputusan pembelian berulang berubah
semakin tinggi (Ketut, 2018).
Dari beberapa
peneliti terdahulu, Niat pembelian
ulang dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Persepsi Merek Perusahaan,
dipengaruhi oleh E-WOM, dipengaruhi oleh Promosi, dipengaruhi oleh
Kesadaran Merek, dipengaruhi oleh Kepercayaan, dipengaruhi oleh Kepuasan
Pelanggan, dipengaruhi oleh Sikap, dipengaruhi oleh Kualitas Produk dipengaruhi
oleh Keragaman Produk dan dipengaruhi oleh Persepsi Harga (Purnomo &
Indriani, 2018) (Ilyas, Rahmi,
Tamsah, Munir, & Putra, 2020) (Arif, 2019) (Azmi, Shihab,
Rustiana, & Lazirkha, 2022) (Miranda &
Nurdasila, 2020) (Izzudin &
Novandari, 2018) (Adinata &
Yasa, 2018) (Purnapardi
& Indarwati, 2022) (Lorena &
Martini, 2019) (Yasri,
Susanto, Hoque, & Gusti, 2020).
Merek
perusahaan menjadi salah satu faktor yang dapat berpengaruh signifikan dan
positif terhadap niat melakukan pembelian ulang (Prabowo, Astuti, &
Respati, 2019). Meningkatnya bisnis global, merek perusahaan menjadi rintangan
penting yang harus diatasi oleh perusahaan multinasional (Huang, Gao, & Hsu,
2019). Merek Perusahaan menyangkut tentang keselarasan antara
nilai-nilai inti dari merek perusahaan, nilai tambah dan nilai-nilai
organisasi. Merek Perusahaan dapat menguatkan ekuitas merek yang pada akhirnya
dapat menciptakan pelanggan yang loyal (Purnomo & Indriani,
2018).
Kesadaran
Merek juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan niatan pelanggan untuk
membeli. Pelanggan yang telah memiliki kesadaran pada merek produk yang baik
maka dapat memotivasinya untuk membeli produk merek tersebut, karena sejatinya
pelanggan telah mempercayainya. Meskipun penelitian menyebutkan bahwa kesadaran
merek secara negatif mempengaruhi niat pembelian kembali, namun penelitian yang lain membuktikan bahwa kesadaran merek berpengaruh positif dan
signifikan terhadap niat pembelian ulang (Aquinia &
Soliha, 2020) (Ilyas et al.,
2020).
Dalam
berbelanja secara online kualitas produk dan persepsi harga tidak
terpisahkan, dimana ketika pelanggan telah mendapatkan produk yang berkualitas
dan melebihi ekspektasinya tentunya akan menganggap harga masih terjangkau,
namun sebaliknya ketika pelanggan telah mendapatkan produk dengan kualitas
dibawah yang diharapkan tentunya pelanggan dapat beranggapan bahwa produk
tersebut akan cenderung lebih mahal sehingga dapat menurunkan niatan untuk
melakukan pembelian (Wijaya et
al., 2023).
METODE PENELITIAN
�
Penelitian ini menggunakan metode analisis data dengan pendekatan
Structure Equation Modeling (SEM) yang menggunakan Smart PLS (Partial Least
Square). SEM (Structure Equation Modeling) adalah suatu teknik statistik yang
mampu menganalisis pola hubungan antara konstruk laten dan indikatornya,
konstruk laten yang satu dengan lainnya, serta kesalahan pengukuran secara
langsung. Terdapat dua alasan yang mendasari digunakannya SEM, yaitu mempunyai
kemampuan untuk mengestimasi hubungan atara variabel yang bersifat multiple
relationship. Hubungan ini dibentuk dalam model struktural (hubungan antara
kosntruk dependen dan independen).
Alat analisis yang digunakan
adalah Partial Least Square (PLS), yang merupakan metode analisis Component
atau Variance Based Structural Equation Modeling, yang mana juga merupakan
model alternative dari covariance-based SEM. PLS (Partial Least Square)
merupakan model alternative dari covariance-based SEM (Sekaran &
Bougie, 2016).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Discriminant Validity
Discriminant validity digunakan untuk menguji validitas suatu model. Nilai Discriminant Validity dilihat melalui
nilai Cross Loading yang menunjukan
besarnya korelasi antar konstruk dengan indikatornya dan indikator dari
konstruk yang lainya.
Standar nilai yang digunakan untuk Cross Loading yaitu harus lebih besar dari 0,7 atau dengan
membandingkan nilai Square Root Average
Variance Extracted (AVE) setiap
kontruk dengan korelasi antara konstruk dengan konstruk lainnya dalam model.
Jika nilai akar AVE setiap konstruk lebih besar daripada nilai korelasi antara
konstruk dengan konstruk lainnya dalam model, maka dapat dikatakan memiliki
nilai Discriminant Validity yang baik
(Imam Ghozali,
2015). Hasil dari Cross Loading pada analisis Discriminant
Validity bisa dilihat pada tabel 12 pengujian Discriminant Validity, indikator reflektif dapat dilihat pada Cross Loading antara indikator dengan
konstruknya. Menurut penelitian suatu indikator dinyatakan valid atau
dinyatakan memenuhi Discriminant Validity
apabila nilai Cross Loading indikator
pada variabelnya adalah yang terbesar dibandingkan pada variabel lainnya,
seperti Tabel 1. berikut (Imam Ghozali,
2015):
Tabel 1. Hasil Pengujian Discriminant
Validity (Cross Loadings)
|
Indikator |
Persepsi Merek Perusahaan (X1) |
Kesadaran Merek (X2) |
Kualitas Produk (X3) |
Persepsi Harga (X4) |
Niat Pembelian Ulang (Y) |
|
PMP1 |
0.793 |
0.430 |
0.541 |
0.490 |
0.527 |
|
PMP2 |
0.883 |
0.476 |
0.588 |
0.564 |
0.670 |
|
PMP3 |
0.878 |
0.553 |
0.627 |
0.599 |
0.704 |
|
PMP4 |
0.835 |
0.571 |
0.541 |
0.532 |
0.598 |
|
PMP5 |
0.913 |
0.572 |
0.637 |
0.619 |
0.691 |
|
PMP6 |
0.878 |
0.570 |
0.581 |
0.558 |
0.654 |
|
PMP7 |
0.867 |
0.506 |
0.562 |
0.542 |
0.613 |
|
KM2 |
0.561 |
0.811 |
0.545 |
0.604 |
0.644 |
|
KM4 |
0.563 |
0.814 |
0.539 |
0.537 |
0.673 |
|
KM5 |
0.565 |
0.838 |
0.553 |
0.563 |
0.683 |
|
KM6 |
0.557 |
0.842 |
0.510 |
0.536 |
0.667 |
|
KM7 |
0.459 |
0.885 |
0.491 |
0.415 |
0.599 |
|
KM8 |
0.391 |
0.796 |
0.452 |
0.384 |
0.521 |
|
KM9 |
0.379 |
0.807 |
0.446 |
0.357 |
0.505 |
|
KP1 |
0.559 |
0.523 |
0.853 |
0.510 |
0.627 |
|
KP2 |
0.564 |
0.496 |
0.821 |
0.471 |
0.627 |
|
KP3 |
0.490 |
0.508 |
0.850 |
0.479 |
0.623 |
|
KP4 |
0.615 |
0.491 |
0.839 |
0.520 |
0.649 |
|
KP5 |
0.623 |
0.579 |
0.870 |
0.623 |
0.716 |
|
PH1 |
0.533 |
0.496 |
0.494 |
0.837 |
0.563 |
|
PH2 |
0.603 |
0.552 |
0.598 |
0.892 |
0.728 |
|
PH3 |
0.482 |
0.448 |
0.459 |
0.828 |
0.551 |
|
PH4 |
0.577 |
0.500 |
0.539 |
0.830 |
0.627 |
|
PH5 |
0.612 |
0.528 |
0.563 |
0.901 |
0.694 |
|
PH6 |
0.495 |
0.528 |
0.497 |
0.843 |
0.597 |
|
Indikator |
Persepsi Merek Perusahaan
(X1) |
Kesadaran Merek (X2) |
Kualitas Produk (X3) |
Persepsi Harga (X4) |
Niat Pembelian Ulang (Y) |
|
NPU2 |
0.668 |
0.627 |
0.677 |
0.672 |
0.893 |
|
NPU3 |
0.567 |
0.670 |
0.635 |
0.652 |
0.844 |
|
NPU4 |
0.520 |
0.547 |
0.547 |
0.514 |
0.779 |
|
NPU5 |
0.698 |
0.602 |
0.654 |
0.588 |
0.832 |
|
NPU6 |
0.561 |
0.656 |
0.604 |
0.543 |
0.807 |
|
NPU7 |
0.642 |
0.654 |
0.693 |
0.611 |
0.852 |
|
NPU8 |
0.641 |
0.598 |
0.642 |
0.701 |
0.809 |
Sumber: Hasil pengolahan dengan SmartPLS, 2023
Dari Tabel 1.
terlihat bahwa korelasi konstruk Persepsi
Merek Perusahaan dengan indikatornya (PMP1 sebesar 0.793, PMP2 sebesar
0.883, PMP3 sebesar 0.878, PMP4 sebesar 0.835, PMP5 sebesar 0.913, PMP6 sebesar
0.878 dan PMP7 sebesar 0.867) lebih tinggi dibanding korelasi indikator Persepsi Merek Perusahaan dengan
konstruk lainnya. Selanjutnya korelasi Kesadaran Merek dengan indikatornya
(KM2 sebesar 0.811, KM4 sebesar 0.814, KM5 sebesar 0.838, KM6 sebesar 0.842,
KM7 sebesar 0.885, KM8 sebesar 0.796 dan KM9 sebesar 0.807) lebih tinggi
dibanding korelasi indikator Kesadaran
Merek dengan konstruk lainnya. Kemudian korelasi Kualitas Produk dengan
indikatornya (KP1 sebesar 0.853, KP2 sebesar 0.821, KP3 sebesar 0.850, KP4
sebesar 0.839 dan KP5 sebesar 0.870) lebih tinggi dibanding korelasi indikator Kualitas Produk dengan konstruk
lainnya. Kemudian korelasi Persepsi
Harga dengan indikatornya (PH1
sebesar 0.837, PH2 sebesar 0.892, PH3 sebesar 0.828, PH4 sebesar 0.830, PH5
sebesar 0.901 dan PH6 sebesar 0.843) lebih tinggi dibanding korelasi indikator Persepsi Harga dengan konstruk
lainnya. Adapun korelasi Niat
Pembelian Ulang dengan indikatornya (NPU2 sebesar 0.893, NPU3 sebesar
0.844, NPU4 sebesar 0.779, NPU5 sebesar 0.832, NPU6 sebesar 0.807, NPU7 sebesar
0.852 dan NPU8 sebesar 0.809) lebih tinggi dibanding korelasi indikator Niat Pembelian Ulang dengan konstruk
lainnya.
Uji Discriminant validity juga dapat
dilakukan dengan melihat akar AVE untuk setiap konstruk yang harus lebih besar
dari pada korelasi dengan konstruk lainnya, yang akan dilihat dari Tabel 2. Fornell-Lacker Criterion.
Tabel 2. Hasil Pengujian Discriminant
Validity (Fornell-Lacker Criterion)
|
Variabel |
Kesadaran
Merek |
Kualitas Produk |
Niat Pembelian Ulang |
Persepsi
Harga |
Persepsi
Merek Perusahaan |
|
Kesadaran Merek |
0.828 |
|
|
|
|
|
Kualitas Produk |
0.615 |
0.847 |
|
|
|
|
Niat Pembelian Ulang |
0.749 |
0.767 |
0.832 |
|
|
|
Persepsi Harga |
0.596 |
0.618 |
0.739 |
0.856 |
|
|
Persepsi Merek Perusahaan |
0.609 |
0.675 |
0.741 |
0.647 |
0.865 |
Sumber: Hasil pengolahan dengan SmartPLS, 2023
Uji �Average
Variance Extracted (AVE)
Metode lain
untuk melihat Discriminant Validity
adalah dengan melihat nilai Square Root
of Average Variance Extracted (AVE) setiap konstruk dengan korelasi antara
konstruk dengan kostruk lainnya dalam model, maka dapat dikatakan pada
penelitian ini nilai AVE masing-masing konstruk berada di atas 0,5, sehingga
tidak ada permasalahan Convergent
Validity pada model yang diuji sehingga konstruk pada model penelitian ini
memiliki Discriminant Validity yang
baik.
Tabel 3.�
Hasil Pengujian AVE (Average
Variance Extracted)
|
Variabel |
Syarat |
AVE |
|
Persepsi Merek
Perusahaan (X1) |
>0.5 |
0.747 |
|
Kesadaran
Merek (X2) |
>0.5 |
0.686 |
|
Kualitas
Produk (X3) |
>0.5 |
0.717 |
|
Persepsi Harga
(X4) |
>0.5 |
0.732 |
|
Niat Pembelian
Ulang (Y) |
>0.5 |
0.692 |
�Sumber: Hasil
pengolahan dengan SmartPLS, 2022
Dari Tabel 3. di
atas dapat dinyatakan bahwa setiap variabel pada penelitian ini memiliki nilai
ave yang baik. Pengujian Cronbach�s Alpha
bertujuan untuk menguji reliabilitas instrumen dalam suatu model penelitian
atau mengukur internal konsistensi dan nilainya harus ≥ 0,60. Apabila
seluruh nilai variabel laten memiliki nilai Composite
Reliability maupun cronbach alpha
≥ 0,70 maka menunjukkan konstruk memiliki reliabilitas yang baik atau
kuesioner yang digunakan sebagai alat dalam penelitian ini, telah handal dan
konsisten
Hasil Uji Model Struktural (Inner Model)
Pengujian Inner model adalah Koefisien
determinasi Pengujian Inner model adalah pengembangan model berbasis
konsep dan teori dalam rangka menganalisis hubungan antara variabel eksogen dan
endogen, telah dijabarkan dalam kerangka konseptual. Analisa Inner model dilakukan dengan tujuan
untuk memastikan bahwa model struktur yang dibangun robust dan akurat. Pengujian terhadap model struktural dilakukan
dengan melihat nilai R-Square.
Tahapan pengujian terhadap model struktural (Inner model), dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Hasil Uji Multikolinearitas
Untuk mendeteksi
ada tidaknya multikolinieritas dapat dilihat dari besaran Variance Inflation
Factor (VIF). Nilai maksimal multikolinearitas yang dapat mengganggu hasil
penelitian, yaitu nilai VIF yang lebih besar dari 5. Namun, masalah collinearity
juga dapat terjadi pada nilai VIF yang lebih rendah dari 3 Idealnya, nilai
VIF harus mendekati 3 dan lebih rendah. Berikut adalah hasil uji
multikolinearitas yang dijelaskan pada nilai VIF:
Tabel 4. Hasil Pengujian Multikolinearitas (Inner VIF
Model)
|
Variabel |
VIF |
|
Persepsi Merek
Perusahaan (X1) |
2.299 |
|
Kesadaran Merek (X2) |
1.931 |
|
Kualitas Produk (X3) |
2.210 |
|
Persepsi Harga (X4) |
2.047 |
Sumber: Hasil pengolahan dengan SmartPLS, 2023
Berdasarkan
tabel 4. menunjukkan bahwa hasil uji multikolinearitas pada nilai inner VIF
variabel independen menunjukkan nilai yang ideal karena mendekati 3 bahkan
lebih rendah dan tidak terdapat problem multikolinieritas diantara
variabel independen.
Koefisien Determinasi R-Square (R2)
Koefisien determinasi R-Square (R2) menunjukkan seberapa besar
variabel independen menjelaskan variabel dependennya. Nilai R-Square adalah nol sampai dengan satu.
Apabila nilai R-Square semakin
mendekati satu, maka variabel- variabel independen memberikan semua informasi
yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Sebaliknya,
semakin kecil nilai R-Square, maka
kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel
dependen semakin terbatas. Nilai R-Square
akan meningkat setiap ada penambahan satu variabel independen meskipun variabel
independen tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Berdasarkan pengolahan data yang telah dilakukan, diperoleh nilai R-Square sebagai berikut:
Koefisien Determinasi f-Square (f2)
f-Square (Effect
Size) adalah ukuran yang digunakan untuk menilai dampak relative dari suatu variabel yang
mempengaruhi (eksogen) terhadap variabel yang dipengaruhi (endogen). Nilai f-Square
model digunakan untuk mengetahui besarnya effect size variabel laten
endogen terhadap variabel laten eksogen.� Apabila nilai f-Square sama dengan 0,35 maka dapat diinterpretasikan bahwa predictor variabel laten
memiliki pengaruh kuat, apabila bernilai sama dengan 0,15 maka memiliki pengaruh menengah dan
apabila bernilai sama dengan 0,02 maka memiliki pengaruh lemah
Uji Nilai Predictive Relevance (Q-Square)
Q2 predictive relevance digunakan untuk
mempresentasikan sintesis dari validasi dan fungsi fitting dengan
prediksi dari variabel manifest dan
estimasi dari parameter konstruk. Nilai Q2 predictive
relevance 0,002, 0,15 dan 0,35 menunjukan bahwa model lemah, moderat, kuat.
Nilai Q2 lebih besar dari 0 menunjukkan bahwa model memiliki predictive relevance, sedangkan Q2
kurang dari 0 menunjukkan bahwa model kurang memiliki predictive relevance
Pengujian Q-Square
struktural pada inner model menggunakan nilai predictive-relevance
(Q2). Nilai Q-square lebih besar 0 (nol) menunjukkan
bahwa model mempunyai nilai predictive relevance. Nilai Q-square tiap-tiap
variabel endogen dalam penelitian ini dapat dilihat pada perhitungan berikut
ini:
Tabel 5. Hasil Pengujian Redudansi Validasi-Silang Konstruk
|
Variabel |
SSO |
SSE |
Q2 (=1-SSE/SSO) |
|
Niat Pembelian
Ulang |
1.225.000 |
592.481 |
0.516 |
Sumber: Hasil
pengolahan dengan SmartPLS, 2023
Berdasarkan tabel 5. hasil pengujian redudansi validasi-silang konstruk bahwa hasil dari perhitungan relevansi prediktif menunjukkan nilai Q2
= 0.516 pada variabel niat pembelian
ulang. Hasil perhitungan menunjukkan prediksi nilai relevansi > 0, sehingga
model dapat dikatakan layak dan memiliki nilai prediksi yang
relevan.
Hasil Pengujian Q2 Predictive Relevance dan
Goodness of Fit Model
Pengujian Goodness of Fit Model struktural pada inner model mengunakan nilai predictive-relevance (). Nilai Q-square lebih besar 0 (nol) menunjukan
bahwa model mempunyai nilai predictive
relevance.
Tabel 6. Hasil Q2 Predictive
Relevance dan Goodness of Fit
|
Ukuran Evaluasi |
Aturan Kriteria |
Hasil Uji Model |
|
Q� Predictive Relevance |
Q2 > 0 = model
mempunyai predictive relevance, Q2 < 0 = model kurang memiliki predictive Relevance |
Q�= 0.516 |
|
Tenenhaus
Goodness of FIT (GoF) |
Kecil jika ≥ 0.1,
sedang jika ≥ 0.25, besar jika ≥ 0.36 |
0.754 |
Sumber: Hasil pengolahan dengan SmartPLS, 2023
Hasil evaluasi
model struktural yang dapat dilihat pada tabel 6. menunjukkan
bahwa pada ukuran evaluasi Tenenhaus Goodness of FIT (GoF) dihasilkan
sebesar 0.754 yang mana ada pengaruh antar variabel dengan tingkat kesesuaian yang
kuat yaitu 0,46-0,70 yang di dapat dari nilai NFI. Setelah diuji
model ini memiliki prediksi relevansi yang ditunjukkan dengan nilai Q� yang
dapat dilihat pada tabel 7. yaitu 0.516 > 0.
Hasil Pengujian Hipotesis (Estimasi
Koefisien Jalur)
Nilai
signifikansi pada hipotesis ini dapat diperoleh dengan prosedur boostrapping. Melihat signifikansi pada
hipotesis dengan melihat nilai koefisien parameter dan nilai signifikansi t-statistik pada algorithm boostrapping report.
Untuk mengetahui signifikan atau tidak signifikan dilihat dari t-table pada alpha 0,05 (5%) =
1,96, kemudian t-table dibandingkan
dengan t-hitung (t-statistik).
Tabel 7. Hasil Pengujian Hipotesis
|
No |
Hipotesis |
Original Sample |
Standard Deviation |
T-Statistics |
P Values |
Keterangan |
Hasil |
|
H1 |
Persepsi Merek Perusahaan� Niat Pembelian Ulang |
0.197 |
0.072 |
2.749 |
0.007 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H2 |
Kesadaran Merek� Niat Pembelian Ulang |
0.297 |
0.068 |
4.343 |
0.000 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
No |
Hipotesis |
Original
Sample |
Standard
Deviation |
T-Statistics |
P Values |
Keterangan |
Hasil |
|
H3 |
Kualitas Produk � Niat Pembelian Ulang |
0.297 |
0.079 |
3.743 |
0.000 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H4 |
Persepsi Harga � Niat Pembelian Ulang |
0.250 |
0.080 |
3.133 |
0.002 |
Positif Signifikan |
Diterima |
Sumber: Hasil pengolahan dengan SmartPLS, 2023
Analisis Variabel Persepsi Merek Perusahaan Terhadap Niat
Pembelian Ulang
Berdasarkan uji hipotesis pertama yaitu apakah persepsi merek
perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang.
Pada penelitian ini diperoleh hasil nilai T-statistic sebesar 2.749,
nilai Original Sample sebesar 0.197 dan nilai P Values sebesar
0.007, Standard Deviation 0.072. Nilai T-statistic lebih besar
dari nilai T-table 1,96, nilai Original Sample menunjukkan nilai
positif, dan pada nilai P Values menunjukkan kurang dari 0.05, hasil ini
membuktikan bahwa persepsi merek perusahaan berpengaruh positif dan signifikan
terhadap niat pembelian ulang.
Hasil ini diperkuat dengan penelitian sebelumnya
yang dilakukan oleh para peneliti yang menunjukkan
bahwa persepsi merek perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang (Purnomo & Indriani, 2018). Hal ini
menunjukkan bahwa semakin baik persepsi yang diterima pelanggan mengenai citra merek perusahaan
dari Alowalo melalui e-commerce Shopee maka semakin tinggi niat
pembelian ulang pada produk Alowalo tersebut.
Analisis Variabel
Kesadaran Merek Terhadap Niat
Pembelian Ulang
Berdasarkan uji hipotesis kedua yaitu apakah kesadaran merek
berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang. Pada
penelitian ini diperoleh hasil nilai T-statistic sebesar 4.343, nilai Original
Sample sebesar 0.297 nilai P Values sebesar 0.000. Standard
Deviation 0.068. Nilai T-statistic lebih besar dari nilai T-table
1,96, nilai Original Sample menunjukkan nilai positif dan pada nilai
P Values menunjukkan kurang dari 0.05, hasil ini membuktikan bahwa
kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian
ulang.
Hasil ini diperkuat dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh peneliti menunjukkan bahwa kesadaran merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang (Ilyas et al., 2020). Diartikan bahwa semakin baik pelanggan memahami brand produk
Alowalo dan memiliki kesadaran akan penting memakai brand produk
Alowalo maka semakin tinggi niat pembelian ulang pelanggan pada brand produk
Alowalo.
Analisis Variabel Kualitas Produk Terhadap Niat Pembelian Ulang
Berdasarkan uji hipotesis ketiga yaitu apakah kualitas produk
berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang. Pada
penelitian ini diperoleh hasil nilai T-statistic sebesar 3.743, nilai Original
Sample sebesar 0.297 nilai P Values sebesar 0.000. Standard Deviation 0.079. Nilai T-statistic
lebih besar dari nilai T-table 1,96, nilai Original Sample menunjukkan
nilai positif dan pada nilai P Values menunjukkan kurang dari 0.05,
hasil ini membuktikan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan
terhadap niat pembelian ulang.
Hasil ini diperkuat dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan
oleh para peneliti menunjukkan bahwa kualitas
produk memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap niat pembelian
ulang (Sinaga & Bernarto, 2021). Diartikan bahwa kualitas produk yang
baik yang diterima oleh pelanggan brand produk Alowalo akan mampu meningkatkan niat pembelian ulang para
pelanggan karena puas dengan kualitas produk yang dimiliki brand produk Alowalo.
Analisis Variabel Persepsi Harga Terhadap Niat Pembelian Ulang
Berdasarkan uji hipotesis keempat yaitu apakah persepsi harga
berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang. Pada
penelitian ini diperoleh hasil nilai T-statistic sebesar 3.133, nilai Original
Sample sebesar 0.250 nilai P Values sebesar 0.002. Standard
Deviation 0.080. Nilai T-statistic lebih kecil dari nilai T-table
1,96, nilai Original Sample menunjukkan nilai positif, dan pada
nilai P Values menunjukkan lebih dari 0.05, hasil ini membuktikan bahwa
persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian
ulang.
Berdasarkan hasil diatas dapat diartikan bahwa
semakin kompetitif harga yang ditawarkan pada pelanggan brand produk Alowalo
melalui e-commerce Shopee maka semakin tinggi tingkat niat pembelian
ulang pelanggan brand brand produk Alowalo melalui e-commerce Shopee.
Pelanggan tidak akan ragu untuk membeli jika sebuah produk memang memiliki
harga yang murah dibandingkan pesaing. Hasil ini diperkuat dengan penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh para peneliti
yang menunjukkan bahwa persepsi harga berpengaruh
positif dan signifikan terhadap niat
pembelian ulang.
KESIMPULAN
Kesadaran merek memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap niat pembelian ulang. Kesadaran merek merupakan faktor yang mempengaruhi
pelanggan untuk melakukan pembelian produk Alowalo
melalui e-commerce Shopee. Kesadaran merek yang baik akan suatu produk, maka semakin tinggi tingkat niat pembelian ulang produk Alowalo. Kualitas
produk memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap niat pembelian ulang. Kualitas produk merupakan faktor yang mempengaruhi
pelanggan untuk melakukan pembelian produk Alowalo
melalui e-commerce Shopee. Kualitas produk yang didapatkan pelanggan berkualitas
baik, maka semakin tinggi tingkat niat pembelian ulang produk Alowalo. Persepsi harga berpengaruh positif dan
signifikan terhadap niat pembelian ulang.
DAFTAR PUSTAKA
Adinata, Kenny Jaya, & Yasa, Ni Nyoman Kerti. (2018). Pengaruh
kepercayaan, persepsi harga, dan sikap terhadap niat beli kembali di situs
lazada. Udayana University.
Ali, Asif, &
Bhasin, Jaya. (2019). Understanding customer repurchase intention in
e-commerce: Role of perceived price, delivery quality, and perceived value. Jindal
Journal of Business Research, 8(2), 142�157.
Aquinia, Ajeng,
& Soliha, Euis. (2020). The effect of brand equity dimensions on repurchase
intention. Diponegoro International Journal of Business, 3(2),
97�103.
Arif, Moh Erfan.
(2019). The influence of electronic word of mouth (eWOM), brand image, and
price on re-purchase intention of airline customers. Jurnal Aplikasi
Manajemen, 17(2), 345�356.
Azmi, Maulida,
Shihab, Muchsin S., Rustiana, Deden, & Lazirkha, Diana Putri. (2022). The
effect of advertising, sales promotion, and brand image on repurchasing
intention (study on shopee users). IAIC Transactions on Sustainable Digital
Innovation (ITSDI), 3(2), 76�85.
Ghozali, I. (2014).
Model persamaan struktural konsep dan aplikasi dengan program AMOS 22.0
update bayesian SEM Semarang Badan Penerbit Univ. Diponegoro.
Ghozali, Imam.
(2015). Aplikasi Analisis Multivariance dan Program SPSS. Semarang: Badan
Penerbit Universitas Diponorogo.
Huang, Ling Chuan,
Gao, Ming, & Hsu, Ping Fu. (2019). A study on the effect of brand image on
perceived value and repurchase intention in ecotourism industry. Ekoloji,
28(107), 283�287.
Ilyas, Gunawan
Bata, Rahmi, Sri, Tamsah, Hasmin, Munir, Abdul Razak, & Putra, AHPK.
(2020). Reflective model of brand awareness on repurchase intention and
customer satisfaction. Journal of Asian Finance, Economics and Business,
7(9), 427�438.
Izzudin, Muhammad
Sidi, & Novandari, Weni. (2018). The Effect of perceived quality, brand
image on customer satisfaction and brand awareness toward repurchase intention.
Journal of Research in Management, 1(3), 32�43.
Ketut, Yasa I.
(2018). The role of brand image mediating the effect of product quality on
repurchase intention. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic
Sciences, 83(11), 172�180.
Lorena, Esa Yanri
Mekar, & Martini, Sri. (2019). Menilai Pengaruh Citra Merek, Keragaman
Menu, Suasana Toko Dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan Konsumen Dan Niat Beli
Ulang (Studi Pada Konsumen Society Coffee House Purwokerto). Jurnal Ekonomi,
Bisnis, Dan Akuntansi, 21(2).
Miranda, Regi,
& Nurdasila, Nurdasila. (2020). Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kepercayaan,
Dan Citra Merek Terhadap Niat Beli Ulang Jasa Transportasi Po Simpati Star Di
Kota Banda Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Manajemen, 5(2),
310�321.
Prabowo, Heri,
Astuti, Widji, & Respati, Harianto. (2019). Effect of service quality and
brand image on repurchase intention through word of mouth at budget hotels airy
rooms. Open Journal of Business and Management, 8(01), 194.
Purnapardi,
Magfirah Safitri, & Indarwati, Tias Andarini. (2022). Pengaruh Product
Quality dan Brand Image terhadap Repurchase Intention Produk Kosmetik Halal di
E-Commerce. Jurnal Ilmu Manajemen, 10(1), 136�147.
Purnomo, Singgih,
& Indriani, Farida. (2018). Analisis pengaruh brand image dan corporate
branding terhadap brand equity serta dampaknya pada loyalitas pelanggan
operator seluler Telkomsel di kota Semarang. Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Richadinata, Kadek
Riyan Putra, & Astitiani, Ni Luh Putu Surya. (2021). Pengaruh Iklan
Sosial Media Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen Di Lingkungan Universitas
Bali Internasional. Udayana University.
Sekaran, Uma, &
Bougie, Roger. (2016). Research methods for business: A skill building
approach. john wiley & sons.
Sholihin, Mahfud,
& Ratmono, Dwi. (2021). Analisis SEM-PLS dengan WarpPLS 7.0 untuk
hubungan nonlinier dalam penelitian sosial dan bisnis. Penerbit Andi.
Sinaga, Avelin
Triani Veronica, & Bernarto, Innocentius. (2021). Pengaruh Disiplin Kerja,
Kesehatan Dan Keselamatan Kerja, Dan Job Stress Terhadap Work Productivity Pada
Perawat Di Rumah Sakit XYZ Jakarta. JMBI UNSRAT (Jurnal Ilmiah Manajemen
Bisnis Dan Inovasi Universitas Sam Ratulangi)., 8(3).
Wijaya, Kusuma,
Sudirjo, Frans, Fauzan, Rusydi, Hitopa, Agus, Soelasih, Yasintha, Sucandrawati,
Ni Luh Ketut Ayu Sudha, Manan, Mohammad Athian, Choerudin, Achmad, &
Nawawi, Imam. (2023). Manajemen Pemasaran Lanjutan. Global Eksekutif
Teknologi.
Wirapraja,
Alexander, Hariyanti, Novi Tri, & Aribowo, Handy. (2023). Kajian Literatur
Dampak dan Pengaruh Digital Influencer Marketing terhadap Perkembangan Strategi
Bisnis. KONSTELASI: Konvergensi Teknologi Dan Sistem Informasi, 3(1),
37�47.
Yasri, Yasri,
Susanto, Perengki, Hoque, Mohammad Enamul, & Gusti, Mia Ayu. (2020). Price
perception and price appearance on repurchase intention of Gen Y: do brand
experience and brand preference mediate? Heliyon, 6(11).