EVALUASI KINERJA OPERASIONAL BUS TRANS METRO PASUNDAN
KORIDOR 2 ALUN-ALUN
� KOTA BARU PARAHYANGAN
Firly Raudya Afiffah1,
Elkhasnet2
Institut Teknologi Nasional
[email protected]1, [email protected]2 �
Abstrak:
Penduduk di Kota Bandung yang meningkat, menyebabkan kemacetan. Direktorat Jenderal Perhubungan
Darat memberikan pelayanan transportasi umum Bus Trans Metro Pasundan
diharapkan dapat menjadi salah satu pemecah masalah kemacetan. Peneltian
ini bertujuan untuk Mengindetifikasi kinerja operasi Bus Trans Metro Pasundan,
menentukan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkat kinerja operasi Bus Trans
Metro Pasundan, dan menentukan kelayakan dari operasional Bus Trans Metro
Pasundan rute Alun � Alun � Kota Baru Parahyangan. Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil rekapitulasi pada
Hari Rabu, 24 Mei 2023 rata rata faktor muatannya adalah 26,48 % < 70% hasil tersebut dikategorikan tidak memenuhi
Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum sehingga belum perlu penambahan jumlah armada, waktu antara yaitu 9
menit < 10-20 menit tidak memenuhi Standar Pelayanan Angkutan Umum, sehingga
perlu adanya kendali waktu antara menjadi 20 menit, waktu perjalanan didapatkan
64 menit sehingga sudah memenuhi Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum dan
kecepatan perjalanan rata-rata 21 km/jam tidak memenuhi Indikator Standar
Pelayanan Angkutan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tapi hal ini
lebih baik karena lebih cepat sampai. Dari penelitian ini didapatkan faktor
muatan, waktu antara dan kecepatan belum sesuai Indikator Standar Pelayanan
Angkutan Umum. Saran perlu kendali jadwal waktu agar memenuhi Standar Indikator
Pelayanan Angkutan Umum, sebaiknya Bus Trans Metro Pasundan memiliki kondektur.
Kata kunci: Bus
Trans Metro Pasundan, Faktor muatan, Waktu antara, Waktu perjalanan, Kecepatan perjalanan.
Abstract:
The population in Bandung City is increasing, causing traffic
jams. It is hoped that the Directorate General of Land Transportation provides
Trans Metro Pasundan Bus public transportation services to be one of the
solutions to congestion problems. This research aims to identify the operational
performance of Trans Metro Pasundan Buses, determine efforts that can be made
to improve the operational performance of Trans Metro Pasundan Buses, and
determine the feasibility of operating Trans Metro Pasundan Buses on the Alun -
Alun - Kota Baru Parahyangan route. This study used descriptive qualitative
method. The recapitulation results on Wednesday, May 24 2023, the average load
factor was 26.48% < 70%. These results were categorized as not meeting the
Public Transport Service Standard Indicators so there was no need to increase
the number of fleets, the time between 9 minutes < 10-20 minutes did not
meet Public Transport Service Standards, so it is necessary to control the time
between 20 minutes, the travel time is 64 minutes so it meets the Public Transport
Service Standard Indicators and the average travel speed of 21 km/hour does not
meet the Public Transport Service Standard Indicators of the Directorate
General of Land Transportation but This is better because it arrives faster.
From this research, it was found that the load factor, intermediary time and
speed did not comply with the Public Transport Service Standard Indicators.
Suggestions: need to control the time schedule so that it meets the Public
Transport Service Indicator Standards, Trans Metro Pasundan Buses should have
conductors.
Keywords: Pasundan Trans Metro
Bus, Load factor, Intermediate time, Travel time, Travel speed.
Corresponding:
Firly Raudya Afiffah
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Penduduk di Kota Bandung yang meningkat dan adanya peningkatan
ekonomi maka jumlah perjalanan yang dilakukan oleh individu-individu semakin
meningkat. Meningkatnya kebutuhan transportasi beriringan dengan pengembangan
sarana dan prasana transportasi, jalan, lingkungan dan manusia bersama-sama
untuk membentuk sistem lalu lintas. Hal ini menyebabkan terjadinya kemacetan. Kementerian Perhubungan Republik
Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan
Darat memberikan pelayanan transportasi umum yaitu Bus Trans Metro Pasundan (Andaru, 2022).
Dengan adanya Bus Trans Metro Pasundan diharapkan dapat menjadi salah satu
pemecah masalah kemacetan lalu lintas serta penggunaan jalan raya semakin
efektif dan dapat mempermudah proses perjalanan dari satu wilayah ke wilayah
lain yang nantinya akan memiliki ketertarikan dan hubungan timbal balik antar
wilayah (Nisa & Haryanto, 2014).
Kenyamanan menjadi hal yang paling utama dan
perlu memberi pelayanan yang berkualitas dan
mampu memahami kebutuhan masyarakat. Saat ini pelayanan Bus Trans Metro Pasundan
memiliki 5 koridor.
Salah satu koridor
yang popular dan banyak diminati
oleh masyarakat adalah koridor 2 yaitu Alun-alun � Kota Baru Parahyangan
yang memiliki 18 armada. Pada
penelitian ini akan mengkaji koridor 2 yaitu Alun-alun � Kota Baru Parahyangan tersebut. Rute Alun-alun
� Kota Baru Parahyangan mempunyai
Panjang 21,1 km dan 27 halte pemberhentian dan rute Kota Baru
Parahyangan � Alun-alun mempunyai
Panjang 23 km dan 29 halte pemberhentian. Kinerja operasi menjadi salah satu tolak ukur
keberhasilan angkutan umum dalam memberikan pelayanan yang handal pada masyarakat.
Pada dasarnya evaluasi dan analisis sendiri akan dilakukan dengan langkah langsung melakukan survei
pada wilayah koridor 2 guna
mempermudah dalam tahap batasan wilayah kinerja serta apakah telah memenuhi kriteria standar pelayanan
angkutan umum dalam mempermudah penumpang
untuk melakukan sebuah perjalanan menggunakan moda transportasi umum Bus Trans Metro
Pasundan.
Menurut Penelitian terdahulu hasil rata-rata analisis load factor (faktor muat) �adalah sebesar 14%, yang menunjukkan tingkat keterisian penumpang yang rendah (Saputra, 2020). Hal ini disebabkan karena berbagai faktor, dari aspek efektivitas rute/jalur, keengganan masyarakat untuk menggunakan transportasi angkutan umum, sehingga perlunya analisis lebih lanjut. Hasil rata-rata analisis headway (waktu antara) adalah sebesar 27 menit, hasil tersebut tidak memenuhi standar dari Kementerian Perhubungan yang mensyaratkan waktu antara sebesar 5-10 menit (rata-rata) dan 2-5 menit (maksimal). Menurut hasil pengamatan peneliti, di lapangan Transmetro Bandung merupakan angkutan umum yang menjadi alternatif lain selain angkutan kota karena memiliki tarif yang rendah dan kenyamanan bagi pengguna tetapi berdasarkan hasil pengamatan di lapangan didapatkan data Headway, Load Faktor, dan umur kendaraan (Malida Yulia, 2019). Umur rata-rata kendaraan bus transmetro Bandung adalah 6 tahun. Berdasarkan hasil analisis yang ada load factor pada setiap koridor di Kota Bandung yang memiliki nilai prosentase yang rendah.
Dari hasil penelitian para peneliti didapatkan time headway (Rajabasa �Sukaraja) sebesar 6,29 menit, dan kecepatan perjalanan: 25,45 km/jam telah memenuhi standar World Bank (Muhammad, Heriyanto, & Pratomo, 2015). Sedangkan jarak tempuh: 112,36 km per bus, dan load factor: 20,53% tidak memenuhi standar World Bank. Rendahnya nilai load factor menyebabkan pendapatan perkendaraan kecil, yakni sebesar Rp 346.503,56. Nilai pendapatan bus dibagi dengan nilai biaya operasional bus (operating ratio) sebesar 0,7 (kurang dari 1) maka BRT mengalami kerugian.
Peneliti melakukan penelitian evaluasi kinerja operasional bus yang menunjukan bahwa headway, BRT memiliki tingkat pelayanan yang baik, jika dibandingkan dengan standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dimana headway standar rata-rata adalah 5 menit (Vidhia & Hendra, 2021). Sedangkan dari BP Trans Jakarta dapat dikatakan baik dimana headway pada jam sibuk adalah 2-3 menit dan jam non sibuk 5 menit. Load factor, hasil survai primer dan analisis menunjukkan bahwa load factor belum mencapai target operasional BP Trans Jakarta sebesar 70% sehingga kondisi bus masih terasa lapang dan lenggang walaupun jauh lebih baik menurut standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat. Adapun untuk travel time, kinerja pelayanan operasional BRT sudah sesuai dengan standar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang menetapkan waktu perjalanan standar adalah 1-1,5 jam dan BP TransJakarta menetapkan 45 menit, jauh lebih cepat dimana untuk jurusan Blok M-Kota dan Kota-Blok M.
Evaluasi kinerja operasi dari Bus Trans Metro Pasundan di Kota
Bandung sendiri dilakukan dengan alasan memiliki tujuan sebagai penelitian
kualitas dari operasional Bus Trans Metro Pasundan dalam penyesuaian
peningkatan kinerja operasi. Berdasarkan hal tersebut dalam hal ini akan
dilakukan sebuah langkah evaluasi kinerja operasional untuk mengetahui kriteria
kinerja dalam pelayanan untuk penumpang Bus Trans Metro Pasundan di Kota
Bandung. Evaluasi dan penilaian kinerja operasional Bus Trans Metro Pasundan
dilakukan guna memperoleh penilaian untuk kualitas kelayakan dari operasonal
Bus Trans Metro Pasundan dalam mempermudah dan memberikan kenyamanan kepada
penumpang Bus Trans Metro Pasundan.
METODE
PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif
kualitatif. metode penelitian diskritif kualitatif dilakukan kegiatan mengukur
instrumen-instrumen dalam analis data secara statistik deskriptif akan
dipadukan dengan analisis kualitatif untuk mengetahui kinerja pelayanan serta
persepsi pengguna jasa Bus Trans Metro Pasundan, dan digunakan untuk
merekomendasikan cara peningkatan kinerja pelayanan angkutan Bus Trans Metro
Pasundan rute Alun-Alun Kota Baru
Parahyangan serta analisis kualitatif digunakan untuk mempertajam hasil
deskripsi indetifikasi penelitian. Data yang dikumpulkan berupa data sekunder
dan data primer. data primer yang diperoleh adalah load factor (faktor muatan),
Headway (Waktu Antara), Time Travel (Waktu Perjalanan), Kecepatan perjalanan,
dan dokumentasi. Jenis data sekunder yang diperlukan pada
penelitian ini diantaranya, rute trayek Bus Trans Metro Pasundan dan jadwal
keberangkatan Bus Trans Metro Pasundan.

Gambar 1 Tahapan Kegiatan
1.
Kinerja Operasional
Pelayanan angkutan umum mampu dikatakan baik apabila sudah sesuai
dengan standar-standar yang telah dikeluarkan pemerintah (LALU, 2021).
Untuk mengetahui apakah pelayanan angkutan umum sudah berjalan dengan baik atau
belum maka dapat dievaluasi dengan menggunakan indikator kendaraan angkutan
umum baik dari standar world bank atau standar yang telah ditetapkan pemerintah (Saputra, 2020).
Untuk indikator standar pelayanan kendaraan umum dapat dilihat pada tabel.
Tabel 1� Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum
|
No |
Parameter |
Standar |
|
1 |
Waktu antara
(headway) |
10-20 menit* |
|
2 |
Waktu antara/waktu
tunggu 1. Rata-rata 2. Maximum |
5-10 menit** 10-20 meni** |
|
3 |
Faktor muatan (Load
factor) |
70% |
|
4 |
Jarak perjalanan |
230-260
(Km/kendaraan/hari) |
|
5 |
Kapasitas Operasi |
80-90%* |
|
6 |
Waktu perjalanan 1. Rata-rata 2. Maximum |
1-1,5 jam** 2-3 jam** |
|
7 |
Kecepatan Perjalanan 1. Daerah padat 2. Daerah jalur khusus (busway) 3. Daerah kurang padat |
10-12 Km/jam** 15-18 Km/jam** 25 Km/jam** |
Keterangan:
*World Bank ��������������������������������
**Direktorat Jenderal
Perhubungan Darat
Sumber: Proccedings of
Eastern Asia Society for Transportation Studies, Vol 5� dan dari buku manajemen
transportasi karangan H.M. Nasution 2003.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
1. Analisis Data
Survei lapangan untuk Operasional Bus Trans Metro Pasundan
dilaksanakan pada Hari Rabu, 24 Mei 2023 dan dilakukan pada pukul 06.00 WIB,
08.00 WIB, 10.00 WIB, 12.00 WIB, 15.00 WIB dan 17.00 WIB.
2. Kapasitas Total
Bus Trans Metro Pasundan pun memiliki tali pegangan untuk
penumpang berdiri sebanyak 20 orang maka dalam menentukan kapasitas dilakukan
dengan langkah berikut:
Penyelesaian:
Ca = m+m�
���� = 17+20
���� = 37 Penumpang
3. Faktor Muatan
Faktor muatan adalah besaran yang menyatakan perbandingan antara
jumlah�� penumpang yang diangkut dengan
kapasitas kendaraan tersebut (Adris A. Putra, 2013).� Berdasarkan hasil survei dan analisis yang
dilakukan maka diperoleh kapasitas total penumpang dengan kapasitas bus
sebanyak 32 penumpang/bus (Hariani, Varadila, & Mukhlis, 2023).
Data hasil adalah sebegai berikut pada Tabel berikut:
Tabel 2 Rekapitulasi Hasil Faktor Muatan Rabu, 24 Mei 2023
|
Waktu Pukul Keberangkatan |
Halte |
|
|
Alun-Alun Kota Baru Parahyangan |
Kota Baru Parahyangan Alun-Alun |
|
|
06.00 |
42,6 % |
50,7 % |
|
08.00 |
25,9 % |
29,2 % |
|
10.00 |
9,1 % |
12,4 % |
|
12.00 |
29 % |
17 % |
|
15.00 |
12,5 % |
79 % |
|
Hasil |
Rata Rata: 26,48 % |
|
4.
Waktu Antara (Headway)
Waktu antara (headway) diperoleh dari hasil data yang
diambil dan dicatat berdasarkan pengamatan antara Bus Trans Metro Pasundan yang
berangkat dengan bus yang dating dalam satu titik pengamatan (halte/titik
pemberhentian) (SARI, 2016). Dalam pengambilan waktu antara (headway)
dilakukan pada titik Alun-Alun Kota Bandung dan titik Halte Kota Baru
Parahyangan.
Tabel 3 Waktu Antara Titik Pengamatan Halte Alun-Alun Kota Bandung
|
No |
No
Bus (Plat Nomer) |
Jam
Kedatangan |
Waktu
Antara (Menit) |
|
1 |
D
7643 AT |
07.10 |
- |
|
2 |
D
7641 AT |
07.19 |
8 |
|
3 |
D
7644 AT |
07.38 |
8 |
|
4 |
D
7658 AT |
07.46 |
9 |
|
5 |
D
7662 AT |
07.48 |
8 |
|
6 |
D
7645 AT |
07.58 |
8 |
Hasil perhitungan waktu antara kendaraan di halte Alun-Alun
Bandung dalam satu jam yang diperoleh adalah senilai 10 menit. Maka hasil
tersebut sesuai yang tetapkan oleh Direktorat Jederal Perhubungan Darat maka
termasuk memenuhi Standar yaitu 10-20 menit (Aprialdi,
2022). Hasil dan data waktu antara pada titik
pengamatan pada halte IKEA Kota Baru Parahyangan waktu pengamatan pukul 07.00 �
08.00 WIB pada Tabel 4.
Tabel 4 Waktu Antara Titik Pengamatan Halte IKEA Kota Baru Parahyangan
|
No |
No Bus (Plat Nomer) |
Jam Kedatangan |
Waktu Antara (Menit) |
|
1 |
D 7633 AT |
07.00 |
- |
|
2 |
D 7632 AT |
07.09 |
9 |
|
3 |
D 7661 AT |
07.17 |
8 |
|
4 |
D 7630 AT |
07.25 |
8 |
|
5 |
D 7658 AT |
07.33 |
8 |
|
6 |
D 7648 AT |
07.41 |
8 |
|
7 |
D 7629 AT |
07.50 |
9 |
|
8 |
D 2642 AT |
08.00 |
10 |
Hasil perhitungan waktu antara kendaraan
di halte IKEA Kota Baru Parahyangan dalam satu jam yang diperoleh adalah
senilai 7,5 menit. Maka hasil tersebut sesuai yang tetapkan oleh Direktorat
Jederal Perhubungan Darat maka tidak termasuk memenuhi standar karena <
10-20 menit.
5.
Waktu Perjalanan (Time Travel)
Waktu perjalanan dari Bus Trans Metro Pasundan yang
melakukan perjalanan 1 rit baik rute berangkat maupun rute kembali dimana dalam
waktu perjalanan ini perjalanan dimulai dari menunggu kedatangan bus pada halte
Alun-Alun kota Bandung dan selanjutnya menuju titik perjalanan terakhir yaitu
halte Kota Baru Parahyangan (Dwiki Anggara
Putra, 2019). Rit adalah satu kali perjalanan bus dari
halte Alun-Alun ke halte Kota Baru Parahyangan ataupun sebaliknya (NETHA SABRINA
PUTERI, 2022). Waktu perjalanan dalam setiap perjalanan
Bus Trans Metro Pasundan adalah sebagai berikut dalam Tabel 5.
Tabel 5 Waktu Perjalanan
|
No |
Rute |
Rit |
Waktu
Perjalanan (menit) |
Jam |
|
1 |
Berangkat |
1 |
55 |
06.16-07.11 |
|
2 |
Kembali |
1 |
74 |
08.00-09.14 |
|
3 |
Berangkat |
2 |
53 |
10.00-10.53 |
|
4 |
Kembali |
2 |
69 |
12.02-13.11 |
|
5 |
Berangkat |
3 |
53 |
15.00-15.53 |
|
6 |
Kembali |
3 |
80 |
17.06-18.26 |
|
Rata-rata |
|
64 |
|
|
Berdasarkan hasil survei waktu perjalanan Bus Trans Metro
Pasundan rute Alun-Alun � Kota Baru Parahyangan maka diperoleh waktu perjalanan
rata-rata pada rute keberangkatan yaitu 53,6 menit atau 0,89 jam dan waktu
perjalanan kembali Kota Baru Parahyagan � Alun-Alun yaitu 74,3 menit atau 1,2
jam.
6.
Kecepatan Perjalanan
Dirjen Bina Marga dalam buku Panduan Survei dan
Perhitungan Waktu Perjalanan Lalu Lintas (1990) mendefinisikan bahwa kecepatan
adalah tingkat pergerakan lalu lintas atau kendaraan tertentu yang sering
dinyatakan dalam kilometer per jam (Nurhadi,
2019). Hasil kecepatan perjalanan dapar dilihat
pada Tabel 6.
Tabel 6 Kecepatan Perjalanan
|
No |
Rute |
Rit |
Jam |
Waktu Perjalanan (menit) |
Waktu Perjalanan (Jam) |
Jarak (Km) |
Kecepatan Perjalanan (km/jam) |
|
1 |
Berangkat |
1 |
06.16-07.11 |
55 |
0,91 |
21,1 |
23,19 |
|
2 |
Kembali |
1 |
08.00-09.14 |
74 |
1,23 |
23 |
18,70 |
|
3 |
Berangkat |
2 |
10.00-10.53 |
53 |
0,88 |
21,1 |
24 |
|
4 |
Kembali |
2 |
12.02-13.11 |
69 |
1,15 |
23 |
20 |
|
5 |
Berangkat |
3 |
15.00-15.53 |
53 |
0,88 |
21,1 |
24 |
|
6 |
Kembali |
3 |
17.06-18.26 |
80 |
1,3 |
23 |
17,7 |
|
|
Rata-rata |
|
|
|
|
|
21,26 |
Rute Berangkat adalah Alun-Alun � Kota
Baru Parahyangan, rute Kembali adalah Kota Baru Parahyangan � Alun-Alun.� Rata - rata kecepatan Bus Trans Metro
Pasundan adalah 21,38 km/jam dimana hasil tersebut tidak memenuhi standar
Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum Direktorat Jenderal Perhubungan. Rata-rata
kecepatan perjalan Bus Trans Metro Pasundan ini sesuai dengan ketetapan
peraturan yang ditetapkan oleh perusahan Bus Trans Metro Pasundan yang dimana
maximal kecepatan 50km/jam.
7.
Pembahasan Hasil
Tabel
7 Hasil Penelitian
|
NO |
Indikator Parameter |
Standar Depatermen Perhubungan Darat |
Hasil |
Status |
|
1 |
Faktor Muatan (Load Factor) |
70 % |
26,48 % |
Tidak Memenuhi |
|
2 |
Waktu Antara (Headway) |
10-20 menit |
9 menit |
Tidak Memenuhi |
|
3 |
Waktu Perjalanan |
1-1,5 jam |
1 jam 4 menit |
Memenuhi |
|
4 |
Kecepatan Perjalanan |
Daerah Padat: 10-12 Km/jam |
21,38 Km/jam |
Tidak Memenuhi |
Didapatkan
hasil rekapitulasi Faktor Muatan Bus Trans Metro Pasundan pada Hari Rabu, 24
Mei 2023 adalah sebagai berikut:
1. Rata-rata faktor muatan/load factor nya adalah
26,48 %, < 70% hasil tersebut dikategorikan tidak memenuhi Indikator Standar
Pelayanan Angkutan Umum.
Hasil minimun = 9,1 % (Pada Pukul 10.00 WIB rute
Alun-alun � Kota Baru Parahyangan). Maximum = 79 % (Pada pukul 15.00 WIB rute
Kota Baru Parahyangan � Alun-alun). Faktor muatan saat pagi hari pukul 06.00
lebih besar dari pada saat pukul 10.00 dikarenakan saat pagi pukul 06.00 banyak
masyarakat berangkat untuk beraktivitas sedangkan pada saat pukul 10.00
rata-rata masyarakat sudah berada di tempat tujuannya. Faktor muatan saat siang
hari pukul 12.00 sangat kecil di bandingkan saat pukul 15.00 dikarenakan
masyarakat pada pukul 12.00 masih berada di tempat aktivitasnya sedangkan pada
saat pukul 15.00 masyarakat rata-rata kembali untuk pulang dan sebagainya.
Upaya peningkatan kinerja adalah penjadwalan yang tepat dan
sosialisasi/edukasi.
2. Rata-rata waktu antara/headway bus yaitu 9 menit
dikategorikan tidak memenuhi Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum.tetapi
memenuhi standar dari ketetapan jadwal keberangkatan. Untuk keberangkatan di
mulai dari jam 05.00 � 20.00 dari Kota Baru Parahyangan � Alun-alun, untuk
pukul 07.00 waktu terdekat adalah 07.06 menurut jadwal keberangkatan yang
tertera pada halte IKEA Kota Baru Parahyangan tetapi keberangkatan pada 07.10
dimana terjadi keterlambatan 4 menit. Waktu antara Bus Trans Metro Pasundan ini
sangat menyenangkan dan memuaskan bagi pengunna atau penumpang dikarenakan
waktu menunggu tidak begitu lama, tetapi bagi perusahaan hal ini bisa jadi
merungikan dikarenakan pendapatan akan kecil. Faktor yang memperngaruhi waktu
atara (headway) di bawah standar adalah waktu yang begitu singkat antar satu
bus ke satu bus lainnya. Upaya peningkatan kinerja dari waktu antara antara
lain adalah perlu adanya evaluasi mengenai waktu antara ini dikarenakan saat
diluar jam sibuk pengguna atau penumpang bus lebih sedikit di bandingkan saat
jam sibuk. Waktu antara dari per 9 menit saat waktu jam sibuk dan saat diluar
jam sibuk lebih baik waktu antaranya 20 menit ini ketentuan maximal dari
Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum.
3. Rata-rata waktu perjalanan Bus Trans Metro
Pasundan rute Alun-alun � Kota Baru Parahyangan sebaliknya mendapatkan 1 jam 4
menit dikategorikan memenuhi Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum. Waktu
perjalanan tercepat adalah rute Alun-alun � Kota Baru Parahyangan pada pukul
10.00 dan 15.00 dimana waktu perjalanannya adalah 53 menit. Waktu perjalanan
terlama adalah rute Kota Baru Parahyangan- Alun alun dimana waktu perjalanannya
adalah 80 menit. Waktu perjalanan tercepat dikarenakan lalu lintas pada rute
Alun-alun � Kota Baru Parahyangan ramai lancar tidak adanya kemacetan,
sedangkan waktu perjalanan terlama dikarenakan lalu pada saat jam sibuk
mengalami kemacetan.
4. Kecepatan perjalanan 21,38 km/jam pada daerah
padat hasil tersebut tidak memenuhi standar Indikator Standar Pelayanan
Transportasi Umum Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, tetapi nilai tersebut
memenuhi standar dari peraturan Bus Trans Metro Pasunda yaitu kecepatan
perjalanan >50 km/jam. Kecepatan Perjalanan tercepat pada saat rute
berangkat Alun-alun � Kota Baru Parahyangan pada pukul 10.00 dan 15.00 yaitu
kecepatan 24 km/jam, sedangkan kecepatan perjalanan paling lambat pada rute
kembali Kota Baru Parahyangan � Alun-alun pada pukul 17.00 yaitu kecepatan 17,7
km/jam.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian serta analisis data
maka kesimpulan yang didapatkan
dari penelitian adalah Faktor muatan rata-rata 26,48 % < 70 %
sehingga belum perlu untuk penambahan jumlah armada Bus Trans Metro Pasun dan
waktu antara adalah 9 menit < 10-20 menit tidak memenuhi standar pelayanan
angkutan umum. Untuk efisiensi waktu antara menjadi 20 menit. Waktu perjalanan
rata-rata yaitu 64 menit (60 menit � 90 menit) sehingga sudah memenuhi standar
pelayan angkutan umum. Kecepatan perjalanan rata-rata 21,38 km/jam hasil
tersebut tidak sesuai Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum karena rute
perjalanan Alun-alun � Kota Baru Parahyangan adalah Daerah yang padat yang standarnya
adalah 10-12 km/jam Indikator Standar Pelayanan Angkutan Umum. Tetapi kecepatan
perjalanan rata-rata memenuhi standar yang ditetapkan oleh perusahaan yaitu
< 50km/jam.
DAFTAR
PUSTAKA
Andaru,
Imara Pramesti Normalita. (2022). Implementasi Sistem Buy The Service dalam
Transportasi Umum Batik Solo Trans.
Aprialdi, Sansan Sanja. (2022). Evaluasi Kinerja Pelayanan Angkutan
Perdesaan. Universitas Komputer Indonesia.
Hariani, Mira Lestira, Varadila, Vanny, & Mukhlis, Jafar. (2023).
Evaluasi Kinerja Pelayanan dan Tarif Sistem Angkutan Umum Berbasis Bus di Kota
Semarang (Studi Kasus: Bus Trans Semarang Koridor I Rute Terminal
Penggaron�Terminal Mangkang). Siklus: Jurnal Teknik Sipil, 9(1),
28�42.
Lalu, Tulus Agung Satriawan. (2021). Analisis Akuntabilitas Kerja Pada
Perusahaan Jasa Angkutan Umum Bus Damri Kota Mataram Lombok. Skripsi.
Malida Yulia, Madyasari. (2019). Evaluasi Kinerja Pelayanan Bus
Transmetro Bandung. Politeknik Transportasi Darat Indonesia-Sttd.
Muhammad, Nurfadli, Heriyanto, Dwi, & Pratomo, Priyo. (2015). Evaluasi
Kinerja Angkutan Massal Bus Rapid Transit Pada Koridor Rajabasa-Sukaraja. Jurnal
Rekayasa Sipil Dan Desain, 3(2), 205�220.
Netha Sabrina Puteri, Netha. (2022). Rasionalisasi Jumlah Armada Dalam
Rangka Keberlanjutan Pelayanan Angkutan Perdesaan Di Kabupaten Bandung Barat
(Studi Kasus: Trayek B01, Trayek C01, Trayek C04). Politeknik Transportasi
Darat Indonesia-Sttd.
Nisa, Ahsanul Fathiyyatun, & Haryanto, Ragil. (2014). Kajian
Keberadaan Wisata Belanja Malioboro Terhadap Pertumbuhan Jasa Akomodasi Di
Jalan Sosrowijayan Dan Jalan Dagen. Teknik Pwk (Perencanaan Wilayah Kota),
3(4), 933�948.
Nurhadi, Febrian Setyo. (2019). Analisa Kinerja Angkutan Umum Kabupaten
Malang (Studi Kasus Angkutan Umum Trayek Donomulyo�Gadang). University Of
Muhammadiyah Malang.
Prakoso, Bintang Iman. (2016). Evaluasi Kinerja Dan Pelayanan Bus Trans
Sidoarjo. Tugas Akhir, Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.
Putra, Adris A. (2013). Analisis Keseimbangan Jumlah Armada Angkutan Umum
Berdasarkan Kebutuhan Penumpang. Media Komunikasi Teknik Sipil, 19(1),
1�12.
Putra, Dwiki Anggara. (2019). The Plot Of Time Travel In Predestination
(2014). Uin Sunan Gunung Djati Bandung.
Sahara, Indah Aurellia Putri. (2022). Efektivitas Penggunaan Bus Trans
Patriot Sebagai Angkutan Umum Massal Dalam Mengatasi Kemacetan Di Kota Bekasi. Jurnal
Inovasi Penelitian (Jip), 3(2), 4887�4896.
Saputra, Saka Dimas. (2020). Evaluasi Kinerja Operasional Angkutan Umum
(Studi Kasus Bus Trans Jogja Trayek 5a).
Sari, Ruslina. (2016). Analisis Distribusi Waktu Headway Dan Gap Kendaraan
(Studi Kasus Simpang Bersinyal: Jalan Mt. Haryono Dan Muhammad Said) Kota
Samarinda. Kurva Mahasiswa, 1(1), 163�176.
Sugiyanto, Martinus Agus, Hariani, Mira Lestira, & Hikmatullah, Harry.
(2023). Evaluasi Kinerja Operasional Dan Tarif Bus Trans Cirebon Koridor I. Jurnal
Konstruksi Dan Infrastruktur, 11(1).
Vidhia, Clara, & Hendra, Franka. (2021). Evaluasi Kinerja Operasional
Pelayanan Bus Rapid Transit (B Koridor Blok M-Kota, Dki Jakarta. Al-Kharaj:
Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 3(1), 57�71.