ANALISIS PERILAKU KONSUMEN TERHADAP NIAT MENGGUNAKAN
TRANSPORTASI PUBLIK PT. TRANSPORTASI JAKARTA
Armelia
Levana1, Sri Hartono2
Universitas Mercu Buana
[email protected]1,
[email protected]2
Abstrak:
Pemerintah selalu
melakukan perbaikan-perbaikan layanan Transportasi Publik guna menarik minat
masyarakat untuk beralih ke Transportasi Publik, namun pada kenyataannya belum
100% masyarakat mulai beralih ke transportasi publik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perilaku konsumen dalam
menggunakan layanan Transjakarta dengan menggunakan variabel� Trust, Perceived Ease Of Use, Perceived
Risk terhadap Intention dengan Atittude sebagai variabel
intervening (mediasi) pada layanan Transportasi Publik PT Transportasi Jakarta.
Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna transportasi publik Transjakarta
sebanyak 145 responden, teknik pengambilan sampel yang digunakan pada
penelitian ini yaitu menggunakan teknik Conveniece Sampling. Metode
analisis data yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Structural
Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) menggunakan software Smart
PLS 4.0. Penelitian ini membuktikan beberapa poin bahwa� Trust berpengaruh positif dan tidak
signifikan terhadap Attitude pada layanan transportasi publik
Transjakarta, Perceived Ease of Use dan Perceived Risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Attitude pada layanan transportasi
publik Transjakarta,� Trust, Perceived Ease of Use dan Perceived Risk� berpengaruh
positif dan signifikan terhadap Intention
pada layanan transportasi publik Transjakarta, Trust berpengaruh positif
dan tidak signifikan terhadap Intention yang dimediasi oleh Attitude
pada layanan transportasi publik Transjakarta,�
Perceived Ease of Use dan Perceived Risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Intention
yang dimediasi oleh Attitude pada layanan transportasi publik Trans Jakarta.
Kata kunci: Trust, Perceived Ease Of
Use, Perceived Risk, Attitude, Intention
Abstract:
The government is always making improvements
to public transportation services to attract people's interest in switching to
public transportation, but in reality not 100% of people have started switching
to public transportation. This research aims to analyze consumer behavior in
using Transjakarta services using the variables Trust, Perceived Ease of Use,
Perceived Risk towards Intention with Attitude as an intervening (mediation)
variable in the Public Transportation services of PT Transportation Jakarta.
The population in this study were 145 Transjakarta
public transportation users. The sampling technique used in this research was
the convenience sampling technique. The data analysis method used in this
research uses Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) using
Smart PLS 4.0 software. This research proves several points that Trust has a
positive and insignificant effect on Attitude on Transjakarta public
transportation services, Perceived Ease of Use and Perceived Risk has a
positive and significant effect on Attitude on Transjakarta public
transportation services, Trust, Perceived Ease of Use and Perceived Risk have a
positive effect and significant on Intention on Transjakarta public
transportation services, Trust has a positive and not significant effect on
Intention mediated by Attitude on Transjakarta public transportation services,
Perceived Ease of Use and Perceived Risk have a positive and significant effect
on Intention mediated by Attitude on Transjakarta public transportation services
Jakarta.
Keywords: Trust, Perceived Ease Of Use, Perceived Risk, Attitude, Intention.
Corresponding: Armelia Levana
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN

Pemerintah selalu melakukan perbaikan-perbaikan
layanan Transportasi Publik guna menarik minat masyarakat untuk beralih ke
Transportasi Publik, namun pada kenyataannya belum 100% masyarakat mulai
beralih ke transportasi publik. Berdasarkan data tabel dari databoks (2022)
menerangkan bahwa masyarakat lebih dominan menggunakan kendaraan pribadi
dibandingkan transportasi publik dengan rincian sebagai berikut:
Gambar 1 Jumlah Pengguna Kendaraan
(Sumber: databoks, 2022)
Pada tahun 2020 sebanyak 51,24% pekerja
komuter Indonesia menggunakan kendaraan pribadi atau dinas. Namun pengguna
kendaraan umum lebih kecil, yakni 41,93%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa
tingkat kesadaran masyarakat menggunakan transportasi publik masih belum merata
secara keseluruhan.

Kepolisian Republik Indonesia menerangkan
bahwa adanya peningkatan setiap tahun pada jumlah kendaraan bermotor di wilayah
Ibukota DKI Jakarta selama tahun 2018 s.d tahun 2020. Pada tahun 2018 jumlah
kendaraan sebanyak 2.789.377 kendaraan hingga pada tahun 2020 meningkat menjadi
3.365.467 kendaraan. Maka dengan ini peningkatan jumlah kendaraan pribadi akan
semakin meningkat di setiap tahunnya jika tidak ditanganin langkah serius oleh
pemerintah
Gambar 2 Jumlah Pelanggan TransJakarta
Sumber: PT Transportasi Jakarta, (2022)
Berdasarkan tabel diatas, menerangkan
selama 5 tahun pertama (Tahun 2015 s.d 2019) PT�
Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengalami peningkatan jumlah
pelanggan secara signifikan, dimulai dari tahun 2015 sebesar 102.970.384
pelanggan pertahun hingga di tahun 2019 sebesar 264.703.712 pelanggan pertahun.
Namun pada tahun 2020 s.d 2021 Transjakarta mengalami penurunan jumlah
pelanggan yang cukup signifikan dikarena adanya wabah pandemi Covid-19 yang
dimulai pada tahun 2020 sebesar 132.160.074 pelanggan pertahun menjadi
123.787.915 pelanggan pertahun pada tahun 2021.
Pada penelitian ini menjadi menarik
karena akan meneliti perilaku konsumen pada para pengendara pribadi didalam
memilih transportasi publik salah satunya pada Layanan Transportasi Publik
milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yakni PT Transportasi Jakarta yang telah
memiliki ribuan bus yang beroperasi di Wilayah DKI Jakarta dan daerah-daerah
penyangga perbatasan.
Maka dari itu peneliti juga tertarik
untuk meneliti persepsi resiko apakah yang dirasakan ketika masyarakat
menggunakan Transjakarta. Dari fenomena tersebut, penulis ingin mengetahui
�Analisis Perilaku Konsumen terhadap Niat Menggunakan Transportasi Publik PT
Transportasi Jakarta�.
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah dikemukakan, masalah
yang� diidentifikasikan dalam penelitian
ini adalah apakah ada pengaruh
Trust terhadap Attitude pada layanan transportasi publik
Transjakarta, apakah ada pengaruh Perceived
Ease Of Use terhadap Attitude pada
layanan transportasi publik Transjakarta,apakah ada pengaruh Perceived Risk terhadap Attitude pada layanan transportasi
publik Transjakarta, apakah ada pengaruh Trust
terhadap Intention pada layanan
transportasi publik Transjakarta, apakah ada pengaruh Perceived Ease Of Use terhadap Intention
pada layanan transportasi publik Transjakarta, apakah ada pengaruh Perceived Risk terhadap Intention Marketing pada layanan
transportasi publik Transjakarta, apakah ada pengaruh Attitude terhadap Intention pada
layanan transportasi publik Transjakarta.
Penelitian bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Trust
terhadap Attitude pada Pelanggan Transportasi Publik Transjakarta, pengaruh Perceived Ease Of Use terhadap Attitude pada
Pelanggan Transportasi Publik Transjakarta, pengaruh Perceived
Risk terhadap Attitude pada Pelanggan Transportasi Publik
Transjakarta, pengaruh Trust terhadap Intention
pada Pelanggan Transportasi Transjakarta, pengaruh Perceived
Ease Of Use terhadap Intention pada Pelanggan Transportasi Publik di
Transjakarta, pengaruh Perceived Risk terhadap Intention
pada Pelanggan Transportasi Publik di Transjakarta, pengaruh Attitude
terhadap Intention pada Pelanggan Transportasi Publik di Transjakarta, apakah ada pengaruh Trust terhadap Intention
yang dimediasi oleh Attitude pada layanan transportasi publik
Transjakarta, apakah ada pengaruh Perceived Ease of Use terhadap Intention
yang dimediasi oleh Attitude pada layanan transportasi publik
Transjakarta, apakah ada pengaruh Perceived Ease of Use terhadap Intention
yang dimediasi oleh Attitude pada layanan transportasi publik
Transjakarta.
Kajian Pustaka
Trust
Trust bisa dijabarkan sebagai kepercayaan
subyektif pengguna dalam suatu ikatan yang terutama kala terdapatnya efek serta
ketidakpastian (Widyastuti, 2019).
Perceived
Ease of Use
Perceived ease of use
didefinisikan sebuah teknologi didefinisikan sebagai suatu ukuran dimana
seseorang percaya bahwa komputer dapat dengan mudah dipahami dan digunakan . Indikator yang digunakan untuk mengukur perceived
ease of use yaitu mudah dipelajari, fleksibel, dapat mengontrol pekerjaan,
serta mudah digunakan (Tyas & Darma, 2017).
Perceived
Risk
Para peneliti menerangkan perceived risk
selaku ketidakpastian konsumen kala tidak bisa diprediksi Schiffman dan Kanuk, (2017:170). Resiko yang dialami diakibatkan oleh ketakutan konsumen buat
menerima resiko dalam belanja online, resiko yang dialami ini timbul dengan apa
yang membolehkan terdapatnya resiko yang hendak diterima konsumen bila online (Dewi, 2019).
Attitude
Menurut para peneliti � Attitude
merupakan kecenderungan yang dipelajari dalam berperilaku dengan teknik yang
menyenangkan maupun tidak menyenangkan terhadap sesuatu obyek tertentu� Schiffman dan Kanuk, (2017:170). Consumer attitude ialah sikap serta konsep kepercayaan seorang serta
jadi sebab yang mempengaruhi suatu keputusan pembelian (Keren & Sulistiono, 2019).
Intention
Minat merupakan suatu keinginan seseorang
untuk melakukan suatu perilaku tertentu. Seseorang akan melakukan suatu
perilaku jika muncul keinginan atau minat untuk melakukannya (Damayanti, 2019).

Gambar 3 Kerangka Konseptual
Sumber:
Peneliti (2023)
Hipotesis
H1: Faktor Trust berpengaruh positif signifikan terhadap Attitude
pada Pelanggan Transportasi Publik Transjakarta
H2: Faktor Perceived Ease Of Use berpengaruh positif signifikan
terhadap Attitude pada Pelanggan Transportasi Publik Transjakarta
H3: Perceived Risk berpengaruh positif signifikan terhadap Attitude
pada Pelanggan Transportasi Publik Transjakarta?
H4: Faktor Trust berpengaruh positif signifikan terhadap Intention pada
Pelanggan Transportasi Transjakarta
H5: Faktor Perceived Ease Of Use berpengaruh positif signifikan terhadap
Intention pada Pelanggan Transportasi Publik di Transjakarta
H6: Faktor Perceived Risk berpengaruh positif signifikan terhadap
Intention pada�� Pelanggan Transportasi
Publik di Transjakarta
H7: Faktor Attitude berpengaruh positif signifikan terhadap Intention
pada Pelanggan Transportasi Publik di Transjakarta
H8: Faktor Trust berpengaruh positif signifikan terhadap Intention yang
dimediasi oleh Attitude pada������������������
Pelanggan Transportasi Publik di Transjakarta
H9: Faktor Perceived Ease Of Use berpengaruh positif signifikan terhadap
Intention yang dimediasi oleh Attitude pada pelanggan Transportasi Publik di
Transjakarta.
H10: Faktor Perceive Risk berpengaruh positif signifikan terhadap
Intention yang dimediasi oleh Attitude pada pelanggan Transportasi Publik di
Transjakarta.
METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan pada pengguna
kendaraan pribadi yang beralih menggunakan transportasi umum Tranjakarta.� Teknik sampling yang digunakan adalah
convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 145 responden.� Metode analisis data yang digunakan adalah
structural equation model (SEM) dengan bantuan aplikasi SmartPLS 4.0.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
�Suatu indikator dikatakan mempunyai valid yang baik jika
nilainya lebih besar dari 0,70, sedangkan loading factor 0,50 sampai 0,60 dapat
dianggap cukup.

Gambar 4 Hasil Pengujian Convergent Validity
Berdasarkan gambar 4 diatas, terlihat bahwa model struktual
yang merupakan hasil data yang diolah menggunakan SmartPLS 4.0 jika dilihat
dalam model struktual tersebut dimana nilai outer model atau korelasi antar
konstruk dengan telah syarat memenuhi convergent validity, dimana semua
indikator memiliki nilai loading factor lebih atau tidak kurang dari 0,70. Pada
gambar 4 semua indikator telah mempengaruhi convergent validity karena memiliki
nilai factor loading di atas 0,70. Hasil pengujian R
Square menunjukkan nilai sebagai berikut.
Tabel 1 Hasil Uji R Square
|
R-square |
R-square adjusted |
|
|
Attitude |
0.785 |
0.781 |
|
Intention |
0.855 |
0.851 |
�Tabel 1 menyatakan bahwa pengaruh variabel laten independen (Trust, Perceived Ease of Use dan Perceived of Risk) terhadap variabel
dependen (Attitude) memberikan nilai
R-square sebesar 0.785 yang dapat diinterpretasikan bahwa variabel konstruk Trust, Perceived Ease of Use dan Perceived of Risk sebesar 78,5%
sedangkan 21,5% dijelaskan oleh variabel lain di luar yang akan� diteliti.�
Model pengaruh variabel laten independen (Trust, Perceived Ease of Use, Perceived
of Risk dan Attitude) terhadap variabel
dependen (Intention) memberikan nilai
R-square sebesar 0.785 yang dapat diinterpretasikan bahwa variabel konstruk Trust, Perceived Ease of Use, Perceived of Risk dan Attitude sebesar 78,5% sedangkan 21,5%
dijelaskan oleh variabel lain di luar variabel yang diteliti.�
Selanjutnya untuk pengujian
hipotesis dilakukan pengujian bootstraping yang ditunjukkan pada gambar
di bawah ini.
Tabel 2 Hasil Pengujian
Hipotesis
|
No |
Hipotesis |
Original Sample |
Standard Deviation |
T-Statistics |
P Values |
Keterangan |
Hasil |
|
H1 |
Trust � Attitude |
0.235 |
0.128 |
1.844 |
0.065 |
Positif Tidak Signifikan |
Ditolak |
|
H2 |
Perceived Ease of Use � Attitude |
0.410 |
0.093 |
4.398 |
0.000 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H3 |
Perceived Risk � Attitude |
0.305 |
0.131 |
2.328 |
0.020 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H4 |
Trust � intention |
0.255 |
0.087 |
2.921 |
0.004 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H5 |
Perceived Ease of Use � intention |
0.223 |
0.071 |
3.126 |
0.002 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H6 |
Perceived Risk � Intention |
0.134 |
0.066 |
2.019 |
0.044 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H7 |
Attitude �� Intention � |
0.384 |
0.090 |
4.274 |
0.000 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H8 |
Trust � Attitude � Intention |
0.090 |
0.062 |
1.468 |
0.142 |
Tidak signifikan |
Ditolak |
|
H9 |
Perceive ease of use � Attitude � Intention |
0.158 |
0.048 |
3.291 |
0.001 |
Positif Signifikan |
Diterima |
|
H10 |
Perceived risk � Attitude � Intention |
0.117 |
0.057 |
2.030 |
0.041 |
Positif Signifikan |
Diterima |
Sumber: Olah data SmartPls 4.0 (2023)
1.
Pengaruh
Trust terhadap Attitude
Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 3 diatas menunjukan bahwa
pengaruh antara Trust terhadap Attitude adalah tidak signifikan dengan nilai
t-statistic sebesar 1,844 (< 1,96). Nilai original sample estimate adalah
positif yaitu 0,235 yang menunjukan bahwa arah hubungan antara Trust terhadap Attitude
adalah positif. Jadi pada hipotesis H1 dalam penelitian ini dapat disimpulkan
bahwa Trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap Attitude adalah
ditolak.
2.
Pengaruh Perceived Ease of Use terhadap Attitude
Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 3 diatas menunjukan bahwa
pengaruh antara Perceived Ease of Use terhadap
Attitude adalah signifikan dengan nilai t-statistic sebesar 4,398 (> 1,96).
Nilai original sample estimate adalah positif yaitu 0,410 yang menunjukan bahwa
arah hubungan antara Perceived Ease of
Use terhadap Attitude adalah positif. Jadi pada hipotesis H2 dalam
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Perceived
Ease of Use berpengaruh positif dan signifikan terhadap Attitude adalah
diterima.
3.
Pengaruh Perceived Risk terhadap Attitude
Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 3 diatas menunjukan bahwa
pengaruh antara Perceived Risk
terhadap Attitude adalah signifikan dengan nilai t-statistic sebesar 2,328
(> 1,96). Nilai original sample estimate adalah positif yaitu 0,305 yang
menunjukan bahwa arah hubungan antara Perceived
Risk terhadap Attitude adalah positif. Jadi pada hipotesis H3 dalam
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Perceived Risk berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Attitude adalah diterima.
4.
Pengaruh Trust
terhadap Intention
Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 3 diatas menunjukan bahwa
pengaruh antara trust terhadap intention adalah signifikan dengan nilai
t-statistic sebesar 2,921 (> 1,96). Nilai original sample estimate adalah
positif yaitu 0,255 yang menunjukan bahwa arah hubungan antara trust terhadap
intention adalah positif. Jadi pada hipotesis H4 dalam penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa Trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention
adalah diterima.
5.
Pengaruh Perceived Ease of Use� terhadap Intention
Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 3 diatas menunjukan bahwa
pengaruh antara perceived ease of use
terhadap intention adalah signifikan dengan nilai t-statistic sebesar 3,126
(> 1,96). Nilai original sample estimate adalah positif yaitu 0,223 yang
menunjukan bahwa arah hubungan antara perceived
ease of use terhadap intention adalah positif. Jadi pada hipotesis H5 dalam
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perceived
ease of use berpengaruh positif dan signifikan terhadap Intention adalah
diterima.
6.
Pengaruh Perceived Risk terhadap Intention
Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 3 diatas menunjukan bahwa
pengaruh antara Perceived Risk terhadap Intention adalah signifikan dengan
nilai t-statistic sebesar 2,019 (> 1,96). Nilai original sample estimate
adalah positif yaitu 0,134 yang menunjukan bahwa arah hubungan antara Perceived
Risk terhadap Intention adalah positif. Jadi pada hipotesis H6 dalam penelitian
ini dapat disimpulkan bahwa Perceived
Risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap Intention adalah diterima.
7.
Pengaruh
Attitude terhadap Intention
Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 3 diatas menunjukan bahwa
pengaruh antara Attitude terhadap Intention adalah signifikan dengan nilai
t-statistic sebesar 4,274 (> 1,96). Nilai original sample estimate adalah
positif yaitu 0,384 yang menunjukan bahwa arah hubungan antara Attitude
terhadap Intention adalah positif. Jadi pada hipotesis H7 dalam penelitian ini
dapat disimpulkan bahwa Attitude berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Intention adalah diterima.
8.
Pengaruh
Trust� terhadap Intention yang dimediasi
oleh Attitude
Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 3 diatas menunjukan bahwa
pengaruh antara� Trust� terhadap Intention yang dimediasi oleh
Attitude adalah tidak signifikan dengan nilai t-statistic sebesar 1,468 (<
1,96). Nilai original sample estimate adalah positif yaitu 0,090 yang
menunjukan bahwa arah hubungan antara Trust terhadap Intention yang dimediasi
oleh Attitude adalah positif. Jadi pada hipotesis H8 dalam penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa pengaruh positif dan signifikan antara Trust terhadap
Intention yang dimediasi oleh Attitude adalah ditolak.
9.
Pengaruh
Perceived Ease of Use terhadap Intention yang dimediasi oleh Attitude
Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 3 diatas menunjukan bahwa
pengaruh antara �Perceived ease of
use� terhadap Intention yang dimediasi
oleh Attitude adalah signifikan dengan nilai t-statistic sebesar 3,291 (>
1,96). Nilai original sample estimate adalah positif yaitu 0,158 yang
menunjukan bahwa arah hubungan antara Perceived ease of use terhadap Intention
yang dimediasi oleh Attitude adalah positif. Jadi pada hipotesis H9 dalam
penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pengaruh positif dan signifikan antara
Perceived ease of use terhadap Intention yang dimediasi oleh Attitude adalah diterima.
10.
Pengaruh
Perceived Risk terhadap Intention yang dimediasi oleh Attitude
Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 3 diatas menunjukan bahwa
pengaruh antara� Perceived Risk� terhadap Intention yang dimediasi oleh
Attitude adalah signifikan dengan nilai t-statistic sebesar 2,039 (> 1,96).
Nilai original sample estimate adalah positif yaitu 0,117 yang menunjukan bahwa
arah hubungan antara Perceived risk terhadap Intention yang dimediasi oleh
Attitude adalah positif. Jadi pada hipotesis H10 dalam penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa pengaruh positif dan signifikan antara Perceived risk
terhadap Intention yang dimediasi oleh Attitude adalah diterima.
Pembahasan
a.
Pengaruh
Trust terhadap Attitude pada Pelanggan Transportasi Publik Transjakarta
Pada hasil pengujian menyatakan bahwa trust memiliki dampak
positf namun tidak pengaruh terhadap attiude. Hasil ini tidak sejalan dengan
penelitian yang dilakukan oleh peneliti pada penelitian tersebut terdapat
pengaruh yang signifikan antara kepercayaan dengan sikap yang ditunjukkan oleh
para pengguna yang tertarik untuk menggunakan park and ride facilities di
Malaysia (Fitri, 2020). Sedangkan
penelitian ini memperlihatkan bahwa pengguna transportasi publik Transjakarta
meskipun mempercayai perusahaan Transjakarta tetapi hal tersebut tidak
mempengaruhi sikap pelanggan atas untuk menggunakan moda transportasi tersebut.
b.
Pengaruh
Perceived Ease of Use terhadap Attitude pada Pelanggan Transportasi Publik
Transjakarta
Pada hasil pengujian menyatakan bahwa perceived ease of use
memiliki pengaruh terhadap attitude. Hal ini memperlihatkan bahwa persepsi
kemudahan yang diberikan oleh perusahaan Transjakarta memberikan dampak yang
nyata terhadap sikap pengguna. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh peneliti yang memperlihatkan pengaruh yang signifikan
antara persepsi kemudahan dengan sikap konsumen (Basyar & Sanaji, 2016). Penelitian
tersebut meneliti mengenai layanan belanja online, dimana hasil penelitian
tersebut membuktikan bahwa persepsi kemudahan mempengaruhi sikap konsumen dalam
berbelanja online.� Hasil penelitian ini
juga sejalan dengan penelitian lain yang menunjukkan bahwa perceived ease of
use berpengaruh signifikan terhadap attitude (Setyawati, 2020).
c.
Pengaruh
Perceived Risk terhadap Attitude pada Pelanggan Transportasi Publik
Transjakarta
Pada hasil pengujian menyatakan bahwa perceived risk memiliki
pengaruh terhadap attiude. Hal ini memperlihatkan bahwa persepsi risiko atas
pelayanan yang diberikan perusahaan berdampak pada sikap yang ditunjukkan oleh
konsumen. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang memperlihatkan
bahwa persepsi risiko memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap
sikap (Achadi, Surveyandini, & Prabawa, 2021).� Adanya risiko keterlambatan yang mungkin
ditemui pelanggan tetap memberikan dampak positif atas sikap pelanggan
transportasi publik Transjakarta.�
d.
Pengaruh
Trust terhadap Intention pada Pelanggan Transportasi Publik Transjakarta
Pada hasil pengujian menyatakan bahwa trust memiliki pengaruh
intention. Hal ini memperlihatkan bahwa kepercayaan atas pelayanan yang
diberikan perusahaan berdampak pada niat untuk menggunakan transportasi publik
Transjakarta. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian lain yang
memberikan bukti empiris bahwa kepercayaan memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap minat (Hamzah & Kurniawan, 2020).� Kepercayaan yang dimiliki pelanggan ataupun
calon pelanggan akan membantu untuk menumbuhkan minat penggunaan atau
pembelian.� Penelitian membuktikan bahwa
kepercayaan memiliki dampak pada keinginan untuk membeli pada platform media social
(Mardalena, Lubis, & Utami, 2018).
e.
Pengaruh
Perceived Ease of Use terhadap Intention pada Pelanggan Transportasi Publik
Transjakarta
Pada hasil pengujian menyatakan bahwa perceived ease of use
memiliki pengaruh terhadap intention. Hal ini memperlihatkan bahwa persepsi
kemudahan yang ditunjukkan dan dirasakan oleh pelanggan mampu berdampak pada
keinginan untuk menggunakan transportasi publik Transjakarta.� Kemudahan yang diberikan oleh transportasi
publik Transjakarta adalah dengan melakukan integrasi angkutan. Hasil
penelitian ini sejalan dengan penelitian �(Maharama & Kholis, 2018) yang memberikan
bukti bahwa persepsi kemudahan memiliki pengaruh yang positif dan signifikan
dengan minat beli layanan.� Hasil ini
memperlihatkan bahwa semakin mudah suatu layanan di peroleh dan digunakan maka
akan semakin meningkatkan keinginan untuk menggunakannya.
f.
Pengaruh
Perceived Risk terhadap Intention pada Pelanggan Transportasi Publik
Transjakarta
Pada hasil pengujian menyatakan bahwa perceived risk memiliki
pengaruh terhadap intention. Hal ini memperlihatkan bahwa pelanggan merasa
bahwa risiko yang mengiringi penggunaan transportasi publik Transjakarta layak
untuk diterima.� Pelanggan merasa bahwa risiko
yang harus diterima para pengguna transportasi publik Transjakarta sangatlah
sepadan dengan manfaat yang mereka rasakan sehingga tertarik untuk menggunakan
layanan tersebut. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang
dilakukan (Maharama & Kholis, 2018). yang
menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara risiko dengan niat
membeli.� Hanya saja pada penelitian
tersebut dampak yang ditimbulkan adalah dampak negatif.� Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada
penelitian lainnya, semakin tinggi risiko yang diambil akan mengurangi
keinginan untuk membeli.
g.
Pengaruh
Attitude terhadap Intention pada Pelanggan Transportasi Publik Transjakarta
Pada hasil pengujian menyatakan bahwa attitude memiliki
pengaruh terhadap intention. Hal ini memperlihatkan sikap yang ditunjukkan
pelanggan atas layanan yang diterima berdampak pada keinginan pelanggan untuk
menggunakan layanan tersebut. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh (Adriani, 2020) yang
menunjukkan bahwa attitude memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
intention.� Hasil ini membuktikan bahwa
attitude mempengaruhi intention.
h. Pengaruh Trust
terhadap Intention yang dimediasi oleh Attitude pada Pelanggan Transportasi
Publik Transjakarta
Pada hasil pengujian menyatakan bahwa attitude tidak mampu
memediasi pengaruh antara trust terhadap intention. Hal ini memperlihatkan
sikap yang ditunjukkan pelanggan tidak mempengaruhi kepercayaan pelanggan atas
keinginan untuk niat menggunakan layanan transportasi publik transjakarta.
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (AQIL, 2023) yang
menunjukkan bahwa attitude secara positif mampu memediasi pengaruh trust
terhadap intention, meskipun hasil yang dicapai sama-sama positif. Pengaruh
tidak langsung antara trust dan attitude terhadap intention yang positif
menunjukkan bahwa semakin tinggi kepercayaan dan sikap yang dimiliki pengguna
akan semakin meningkatkan keinginan untuk menggunakan fasilitas bersepeda.�
Akan tetapi pada penelitian ini, hasil tersebut tidak
berpengaruh secara signifikan, artinya meskipun terjadi peningkatan atas sikap
dan kepercayaan pengguna tidak secara langsung dapat meningkatkan keinginan
pengguna untuk menggunakan transportasi publik transjakarta. Sesuai dengan
penelitian yang dilakukan oleh (Suandewi & Maradona, 2023) yang
menunjukkan trust tidak berpengaruh terhadap attitude dan keinginan untu
berbelanja online.� Hasil ini
memperlihatkan bahwa kepercayaan dan sikap yang dimiliki pengguna tidak selalu
mampu mempengaruhi keinginan untuk melakukan pembelian online.
i. Pengaruh Perceived Ease to Use terhadap Intention
yang dimediasi oleh Attitude pada Pelanggan Transportasi Publik Transjakarta
Pada hasil pengujian menyatakan bahwa attitude mampu
memediasi pengaruh antara perceived ease
to use terhadap intention. Hasil penelitian ini mendukung hasil penelitian
yang dilakukan oleh (Laora, Hidayati, & Asnawati, 2021) yang
menunjukkan bahwa attitude mampu memediasi pengaruh yang ditimbulkan oleh perceived ease of use terhadap
intention. Kemudahan dalam menggunakan transportasi transjakarta membantu
meningkatkan minat untuk menggunakan transportasi publik.� Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh Saparudin et al (2020) yang menunjukkan bahwa attitude
mampu memediasi pengaruh perceived ease to use terhadap intention.� Hasil penelitian tersebut memperlihatkan
bahwa sikap pengguna mampu memediasi pengaruh antara kemudahan penggunaan
terhadap keinginan untuk menggunakan teknologi mobile banking.
j. Pengaruh Perceived Risk terhadap Intention yang
dimediasi oleh Attitude pada Pelanggan Transportasi Publik Transjakarta
Pada hasil pengujian menyatakan bahwa attitude mampu
memediasi pengaruh antara perceived risk
terhadap intention. Hal ini memperlihatkan sikap yang ditunjukkan pelanggan
mampu mempengaruhi persepsi pengguna atas risiko yang harus dihadapi ketika
menggunakan transportasi publik, sehingga menimbulkan keinginan untuk
menggunakan transportasi publik transjakarta. Hasil penelitian ini juga sejalan
dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Wardhani, 2021) yang
menunjukkan bahwa attitude mampu memediasi pengaruh risk terhadap intention to
buy. Hasil ini menunjukkan bahwa sikap positif yang dimiliki oleh pengguna
transportasi publik transjakarta dapat mempengaruhi persepsi pengguna atas
risiko yang dihadapi ketika menggunakan transportasi publik.� Sikap positif tersebut membantu meningkatkan
keinginan untuk menggunakan transportasi publik meskipun menyadari adanya
risiko yang dihadapi, akan tetapi risiko tersebut dianggap masih cukup relevan
atau masih dapat diterima oleh pengguna.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang
telah dikemukakan pada sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan yakni Trust berpengaruh
positif dan tidak signifikan terhadap Attitude pada pengguna layanan
transportasi publik Transjakarta.� Hal
ini memperlihatkan bahwa peningkatan kepercayaan tidak secara nyata mampu
mempengaruhi sikap. Perceived ease of use berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Attitude pada pengguna layanan transportasi publik Transjakarta.
Kemudahan dalam menggunakan layanan transportasi publik Transjakarta memberikan
dampak nyata pada sikap. Perceived risk berpengaruh positif dan signifikan terhadap
Attitude pada pengguna layanan transportasi publik Transjakarta. Hasil ini
mengindikasikan bahwa risiko yang harus diterima oleh pelanggan berdampak pada
sikap pelanggan atas layanan yang diterima. Trust� berpengaruh positif dan signifikan terhadap
intention pada pengguna layanan transportasi publik Transjakarta.� Hasil ini mengindikasikan bahwa kepercayaan
pelanggan mampu mempengaruhi minat penggunakan layanan transportasi publik
Transjakarta. Perceived ease of use�
berpengaruh positif dan signifikan terhadap intention pada pengguna
layanan transportasi publik Transjakarta.�
Hasil ini mengindikasikan bahwa kemudahan yang dirasakan pelanggan mampu
mempengaruhi minat penggunakan layanan transportasi publik Transjakarta.
Perceived risk� berpengaruh positif dan
signifikan terhadap intention pada pengguna layanan transportasi publik
Transjakarta.� Hasil ini mengindikasikan
bahwa risiko yang harus diperhitungkan oleh pelanggan berdampak terhadap
keinginan untuk menggunakan layanan transportasi publik Transjakarta.
Selanjutnya Attitude berpengaruh positif dan signifikan
terhadap intention pada pengguna layanan transportasi publik Transjakarta.
Hasil ini mengindikasikan bahwa sikap pelanggan mampu mempengaruhi minat
penggunakan layanan transportasi publik Transjakarta. Trust berpengaruh tidak
signifikan terhadap� intention melalui
mediasi Attitude. Hal ini menunjukkan bahwa�
sikap yang ditunjukkan pelanggan tidak mempengaruhi kepercayaan
pelanggan atas keinginan untuk menggunakan layanan transportasi publik transjakarta.Perceived
Ease Of Use berpengaruh positif signifikan terhadap Intention melalui mediasi
Attitude. Hasil ini mengindikasikan bahwa sikap yang ditunjukkan pelanggan
mampu mempengaruhi persepsi pengguna atas kemudahan dalam menggunakan
transportasi publik, sehingga menimbulkan keinginan untuk menggunakan
transportasi publik transjakarta. Perceived Risk berpengaruh positif signifikan terhadap Intention melalui
mediasi Attitude. Hasil ini memperlihatkan sikap yang ditunjukkan pelanggan
mampu mempengaruhi persepsi pengguna atas risiko yang harus dihadapi ketika
menggunakan transportasi publik, sehingga menimbulkan keinginan untuk
menggunakan transportasi publik transjakarta.
DAFTAR
PUSTAKA
Achadi,
Ady, Surveyandini, Mayla, & Prabawa, Agus. (2021). Pengaruh Kualitas
Website E-Commerce, Kepercayaan, Persepsi Risiko Dan Norma Subyektif Terhadap
Minat Beli Secara Online Di Bukalapak. Com. Jurnal Ilmiah Universitas
Batanghari Jambi, 21(3), 1207�1212. http://dx.doi.org/10.33087/jiubj.v21i3.1628
Adriani, Lisa. (2020). Pengaruh Islamic Religiosity
Dan Halal Knowledge Terhadap Purchase Intention Kosmetik Halal Dimediasi Oleh
Attitude Terhadap Produk Halal Di Indonesia. Al-Muzara�ah, 8(1),
57�72.
Aqil, Ikhram. (2023). Pengaruh Electronic Word Of
Mouth, Destination Image Dan Tourist Attitude Terhadap Revisit Intention Taman
Wisata Geopark Silokek Sijunjung. Universitas Andalas.
Basyar, Khoirul, & Sanaji, Sanaji. (2016).
Pengaruh Persepsi Kemudahan Dan Persepsi Manfaat Terhadap Niat Beli Ulang
Secara Online Dengan Kepuasan Sebagai Variabel Intervening. Bisma (Bisnis
Dan Manajemen), 8(2), 204�217.
Damayanti, Rizka Sri. (2019). Pengaruh Online
Customer Review And Rating, E-Service Quality Dan Price Terhadap Minat Beli
Pada Online Marketplace Shopee (Studi Empiris Pada Mahasiswa Universitas
Muhammadyah Magelang). Ummagelang Conference Series, 684�693.
Dewi, Ida Ayu Made Sasmita. (2019). Manajemen
Risiko. Unhi Press.
Fitri, Yulia. (2020). Pengaruh Kualitas Pelayanan,
Fasilitas Dan Kepercayaan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pengguna Jasa Gojek Di
Kota Batam. Prodi Manajemen.
Hamzah, Zulfadli, & Kurniawan, Izzatunnafsi.
(2020). Pengaruh Pengetahuan Zakat Dan Kepercayaan Kepada Baznas Kabupaten
Kuantan Singingi Terhadap Minat Muzakki Membayar Zakat. Jurnal Tabarru�:
Islamic Banking And Finance, 3(1), 30�40. https://doi.org/10.25299/jtb.2020.vol3(1).5114
Keren, Keren, & Sulistiono, Sulistiono. (2019).
Pengaruh Motivasi, Budaya, Dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian
Produk Indomie. Jurnal Ilmiah Manajemen Kesatuan, 7(3), 319�324. https://doi.org/10.37641/jimkes.v7i3.284
Laora, Siagian Enisia, Hidayati, Tetra, &
Asnawati, Asnawati. (2021). Pengaruh Perceived Ease Of Use Dan Perceived
Usefulness Tehadap Repurchase Intention Yang Dimediasi Oleh Customer Trust. Kinerja,
18(2), 304�313.
Maharama, Arif Reza, & Kholis, Noor. (2018).
Pengaruh Kepercayaan, Kemudahan Dan Persepsi Risiko Terhadap Keputusan
Pembelian Jasa Gojek Di Kota Semarang Yang Dimediasi Minat Beli Sebagai
Variabel Intervening. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, 19(2), 203�213.
Mardalena, Novi Tria, Lubis, Abdul Rahman, &
Utami, Sorayanti. (2018). Pengaruh Kesadaran Merek, Kepercayaan Merek Dan
Keunggulan Produk Terhadap Minat Beli Produk Luxuri Fashion Brand Dengan Gender
Sebagai Moderating Pada Pemasaran Media Sosial Di Kota Banda Aceh. Jurnal
Magister Manajemen, 2(1), 99�114.
Schiffman, Leon, & Kanuk, Leslie L. (2017). Perilaku
Konsumen. Jakarta: Pt. Indeks Aksara.
Setyawati, Rena Eka. (2020). Pengaruh Perceived
Usefullness, Perceived Ease Of Use Terhadap Behavioral Intention To Use Dengan
Atittude Towards Using Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada Gopay
Dikota Yogyakarta). Jurnal Ekobis Dewantara, 3(1), 39�51. https://doi.org/10.26460/ed_en.v3i1.1470
Suandewi, Putu Rahayu, & Maradona, Agus Fredy.
(2023). Pengaruh Online Review, Subjective Norm, Perceived Ease Of Use Dan
Customer Online Experience Terhadap Online Buying Intention Pada E-Commerce Di
Indonesia Dengan Consumer Attitude Dan Trust Sebagai Mediasi. Adbispreneur:
Jurnal Pemikiran Dan Penelitian Administrasi Bisnis Dan Kewirausahaan, 8(1),
45�59. https://doi.org/10.24198/adbispreneur.v8i1.42739
Tyas, Elok Irianing, & Darma, Emile Satia.
(2017). Pengaruh Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Perceived
Enjoyment, dan Actual Usage Terhadap Penerimaan Teknologi Informasi: Studi
Empiris Pada Karyawan Bagian Akuntansi dan Keuangan Baitul Maal Wa Tamwil
Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Reviu Akuntansi Dan Bisnis Indonesia,
1(1), 25�35.
Wardhani, Mey Ranita Tresnada. (2021). Pengaruh
Perceived Ease of Use dan Perceived Risk terhadap Buying Intention dengan
Customer Attitude sebagai Intervening. Universitas Putra Bangsa.
Widyastuti, Sri. (2019). Implementasi Etika Islam
Dalam Dunia Bisnis. IRDH Book Publisher.