RAPID ENVIRONMENTAL ASSESSMENT DALAM PENENTUAN PROGRAM PRIORITAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KELURAHAN PLAJU ULU

 

Siti Rachmi Indahsari1, Binsar Butar-Butar2, Ahmad Adi Suhendra3, Rully Mufarika4, Abdul Aziz5, Ika Bayu Kartikasari6

PT Kilang Pertamina Internasional Refinery Unit III Plaju1,2,3,4,5 Enviromental Engineering, Universitas Balikpapan6

 

[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3, [email protected]4, [email protected]5, [email protected]6

Diterima: 02-09-2022������������������������������������� Review: 10-09-2022������������������������ ��������������� Publish: 15-09-2022

Abstrak:

Corporate Social Responsibility (CSR) bertujuan untuk melihat peningkatan Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, mengatur mekanisme potensi peranan perusahaan yang sangat besar dalam penangan bencana. Rapid Environmental Impact Assesment in Disasters (REA) memprioritaskan kesejahteraan masyarakat yang disebabkan oleh kebencanaan dengan mengidentifikasi dan memasukkan isu lingkungan ke dalam tahap awal proses tanggap untuk meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dari bencana yang terjadi. Kelurahan Plaju Ulu merupakan kawasan yang terletak di Ring 1 perusahaan sehingga perusahaan bertanggung jawab dalam meningkatkan kapasitas warga dengan melakukan mitigasi kebencanaan. Adapun rumusan masalah yang diangkat sebagai berikut: (1) Melakukan analisa resiko dan kerentanan sosial, lingkungan dan fisik dengan menggunakan prinsiprapid environmental impact assessment in disaster (REA). (2) Perencanaan program pemberdayaan masyarakat binaan di daerah yang terkena bencana di untuk mendukung kegiatan penanganan dan penanggulangan bencana. Hasil penelitian diperoleh, potensi kebencaanaan yang dihadapi Kelurahan Plaju Ulu yaitu kebakaran dan covid-19. Namun kerentanan kebencanaan lebih banyak di sebabkan memiliki modal sumber daya manusia, finansial, infrastruktur, Sumber daya alam, dan sosial cukup baik diantaranya Memiliki banyak penduduk usia produktif dan sebagian warganya menjalankan UMKM, Kegiatan gotong royong masih dijalankan rutin. 2) Rekomendasi program pemberdayaan masyarakat yang ditawarkan yaitu pembentukan kampung UMKM Plaju Ulu, pemanfaatan limbah tempe dengan pembuatan pakan ternak dan pembangunan IPAL, dan pembentukan satgas siaga covid-19 untuk mengurangi wabah covid-19.

 

Kata kunci: CSR, REA, Analisa Risiko, Plaju Ulu

 

Abstract:

Corporate Social Responsibility (CSR) aims to see the improvement of the Company's Performance in Environmental Management, regulate the mechanism of the potential role of the company which is very large in disaster management. The Rapid Environmental Impact Assessment in Disasters (REA) prioritizes the welfare of the community caused by disasters by identifying and incorporating environmental issues into the early stages of the response process to minimize the negative impacts caused by disasters that occur. Plaju Ulu Village is an area located in Ring 1 of the company so that the company is responsible for increasing the capacity of residents by carrying out disaster mitigation. The formulation of the problems raised are as follows: (1) Conducting social, environmental and physical risk and vulnerability analysis using the principles of rapid environmental impact assessment in disaster (REA). (2) Planning for the empowerment of the target community in disaster-affected areas in order to support disaster management and management activities. The results of the study showed that the potential disasters faced by Plaju Ulu Village were fire and covid-19. However, disaster vulnerabilities are mostly caused by having good human, financial, infrastructure, natural and social resources, including having a large population of productive age and some of the residents running MSMEs. Mutual cooperation activities are still carried out routinely. 2) Recommendations for the community empowerment program offered are the establishment of the Plaju Ulu UMKM village, the use of tempe waste by making animal feed and the construction of WWTPs, and the formation of a COVID-19 alert task force to reduce the covid-19 outbreak.

 

Keywords: CSR, REA, Risk Analysis, Plaju Ulu���������������������������������������������������������������������������������������������

Corresponding: Ika Bayu Kartikasari

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

PENDAHULUAN

Adanya kebijakan bahwa sektor swasta wajib berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan sosial. Inilah yang desebut dengan istilah pertanggungjawaban sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility atau CSR) (Disemadi, 2019). Saat ini masyarakat di dunia mulai beradaptasi dan melakukan pemulihan dari situasi kebencanaan darurat Covid-19, sehingga pertanggung jawaban perusahaan tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam melaui kondisi tersebut (Biswas, Acharya, Burman, & Chakraborty, 2018). Dalam Peraturan Menteri LHK No. 1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, mengatur mekanisme potensi peranan perusahaan yang sangat besar dalam penangan bencana.

Rapid Environmental Impact Assesment in Disasters (REA) digunakan dalam menentukan dampak lingkungan dan memberikan gambaran untuk menentukan besaran dampak dari bencana yang berlangsung hingga setelah bencana (Sudibyakto, 2018). Konsep yang ditawarkan REA, yaitu mengidentifikasi dan memasukkan isu lingkungan ke dalam tahap awal proses tanggap bencana dengan harapan bahwa memprioritaskan masalah lingkungan memungkinkan untuk meminimalisirdampak negatif yang ditimbulkan dari bencanayang terjadi (Biswas et al., 2018).

Plaju Ulu dan sekitarnya merupakan daerah yang rawan bencana dikarenakan terletak di dekat kilang minyakyangberadadiPalembangdenganluas100hektar pada tahun 1897. Kilang tersebut dioperasikan oleh perusahaan Bataafche Petroleum Maatchappij (BPM) yang merupakan properti Shell Inggris-Belanda Royal Dutch Shell. Kehadiran perusahaan-perusahaan inilah yang melatarbelakangi terjadinya pertumbuhan penduduk yang cukup pesat di Plaju dan menjadi cikal bakal terjadinya pemekaran suatu daerah (Simanjuntak, 2013). Berdasarkanpemaparandaripihakkelurahan,KelurahanPlajuUlu merupakan kelurahanyangberdiriakibatdaripemekaranyangterjadipada KecamatanSeberangUluII.�� Kantor�� kelurahan�� dahulu�� merupakan�� lahan perkuburan yang kemudian diwakafkan untuk kepentingan masyarakat (Puspitasari & Wiyatmoko, 2020); (Chambers & Conway, 1992).

Urgensi penilaian REA pada masyarakat sekitar perusahaan menguntungkan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan potensi bencana serta meningkatkan pertanggungjawaban perusahan (Antonius, 2016). Adapun rumusan masalah yang diangkat adalah (1) Melakukan analisa resiko dan kerentanan sosial, lingkungan dan fisik dengan menggunakan prinsip rapid environmental impact assessment in disaster (REA). (2) Perencanaan program pemberdayaan masyarakat binaan di daerah yang terkena bencana di untuk mendukung kegiatan penanganan dan penanggulangan bencana.

 

METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan wilayah Ring 1, Pertamina RU III Plaju dilaksanakan di Kelurahan Plaju Ulu. Menggunakan metode kualitatif dan metode kuantitatif kepada 27 informan yang merupakan masyarakat umum dan stakeholder yang ada di tingkat desa seperti lurah, ketua LPM, ketua RT, ketua RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, warga masyarakat, dan kelompok rentan sebagai contoh warga miskin dan kaum difabel, pelaku UMKM. Penentuan Informan sebagai sampel sumber data penentuannya dilakukan secara purposive dan snowball sampling (Sugiyono, 2015).

 

Teknik Pengumpulan Data

��������������� Teknik pengambilan sampel dalam metode kualitatif adalah purposive sampling. Sampel yang dihasilkan bertujuan untuk menjaring sebanyak mungkin informasi dari berbagai sumber dengan berbagai konsep yang melingkupinya (Paripurno & Jannah, 2014). Dengan teknik pengambilan sampel ini diharapkan dapat ditemukan potensi dan masalah di lokasi penelitian dapat tertangkap dengan lebih lengkap karena informasi dari para aktor yang sudah ditentukan berkembang ke aktor lain sesuai dengan informasi yang didapat di lapangan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kelurahan Plaju Ulu merupakan wilayah yang termasuk dalam ring 1 (satu) area PT Pertamina (Persero) RU III Plaju. Selama PT Pertamina (Persero) RU III Plaju beroperasi, masyarakat belum merasakan dampak negatif operasional dari perusahaan. Untuk meningkatkan kulitas hidup masyarakat. Sehingga pada akhirnya akan disampaikan rekomendasi program untuk mewujudkan harapan masyarakat setempat sesuai dengan kebutuhannya.

Identifikasi Kebencanaan

Data analisis resiko kebencanaan di Kelurahan Plaju Ulu didapatkan dengan menggunakan pendekatan Community Level Assessment yang merupakan pendekatan yang berfokus pada masalah lingkungan kritis yang terpengaruh oleh bencana yang pernah terjadi. Tinjauan atau penilaian yang dikumpulkan dapat berupa pengambilan data secara langsung dari masyarakat atau data yang dikumpulkan melalui kajian-kajian lain yang dapat melengkapi penilaian terhadap aspek lingkungan yang terpengaruh oleh bencana tersebut (Kelly, 2003).

Secara geografis, wilayah Provinsi Sumatera Selatan berbatasan langsung dengan patahan Sumatera, hal ini menyebabkan di kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan memiliki ancaman bencana gempa bumi. Selain itu, kondisi topografi yang terdiri dari dataran rendah, gambut, sungai besar, perbukitan membuat Provinsi Sumatera Selatan memiliki ancaman bencana yang bervariasi. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2018, Provinsi Sumatera Selatan memiliki indeks risiko 139,67 (sedang). Berdasarkan kategorisasi ancaman bencana, Kota Palembang memiliki skor indeks risiko bencana banjir sebesar 36,0 (tinggi), bencana gempa bumi sebesar sebesar 10,8 (sedang), bencana kebakaran hutan dan lahan sebesar 36,0 (tinggi), bencana tanah longsor sebesar 12,0 (sedang), bencana kekeringan sebesar 23,2 (tinggi), serta bencana cuaca ekstrim sebesar 13,6 (tinggi). Mengerucut pada Kecamatan Plaju yang di dalamnya termasuk Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju memiliki indeks resiko sebesar 131,60 (sedang).

Adapun untuk Kelurahan Plaju Ulu memiliki risiko bencana banjir akibat curah hujan yang terlalu tinggi dan kondisi pemukiman warga yang padat serta saluran drainase wilayah Kelurahan Plaju Ulu masih kurang baik (Warsilah & Wardiat, 2017). Selain itu, Kelurahan Plaju Ulu juga terdampak oleh merebaknya Virus Covid19 yang terjadi sejak Maret 2020 lalu. Salah satu langkah yang sudah dilakukan oleh pihak Kelurahan Plaju Ulu yaitu dengan perwakilan RT dan tokoh masyarakat ditugaskan untuk melakukan sosialisasi 3M, penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan handsanitizer untuk masyarakat sekitar Kelurahan Plaju Ulu serta pembagian sembako bagi warga terdampak Covid-19. Rekap bencana di kelurahan plaju disajikan pada tabel 1.

 

 

Tabel 1. Rekap Bencana di Kelurahan Plaju

Tahun

Jenis Bencana

Akibat

Langkah Mitigasi

1970-an

Kebakaran������� rumah warga

Kebocoran pipa gas Perusahaan

-

2020

Covid-19

Terbatasnya�� kegiatan masyarakat

Perwakilan RT dan tokoh masyarakat ditugaskan untuk melakukan sosialisasi 3M, penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan handsanitizer untuk masyarakat sekitar Kelurahan Plaju Ulu serta pembagian

sembako bagi warga terdampak Covid-19.

Sampai sekarang

Bencana Banjir Lokal

Saat terjadi hujan, beberapa���������� rumah tergenang

Perbaikan drainase

 

Identifikasi Potensi Kehidupan Berkelanjutan

Identifikasi potensi kehidupan berkelanjutan diperlukan di dalam pemetaan sosial. Melalui identifikasi kehidupan berkelanjutan dapat diketahui potensi-potensi yang ada di masyarakat sesuai dengan sustainable livelihood approach (SLA). Identifikasi kehidupan berkelanjutan ini mencakup 5 (lima) modal yaitu modal Sumber Daya Alam, modal sosial, modal finansial, modal infrastruktur, dan modal Sumber Daya Manusia. Potensi-potensi yang sudah diketahui ini akan dikembangkan menjadi rekomendasi program yang ditujukan untuk masyarakat setempat sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang ada.

Tabel 2. SLA Kelurahan Plaju

Modal Sumber Daya Alam

Modal Sosial

Modal Finansial

Modal Infrastruktur

Modal Sumber Daya Manusia

Memiliki lahan pekarangan yang kosong namun

sudah dimiliki individu

Kegiatan gotong royong, pengajian dan PKK masih terus dijalankan warga. Selain itu memiliki kelompok posyandu balita, posyandu lansia dan juga posbindu yang aktif.

Terdapat Koperasi simpan pinjam di

Kelompok PKK

Memiliki fasilitas umum yang baik dan lengkap

Memiliki banyak penduduk usia

Produktif dan sebagian warganya menjalankan UMKM

 

 

 

 

Rekomendasi Program Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Plaju Ulu

Sebelum ditampilkan rekomendasi program yang akan diberikan untuk community empowerment, berikut disajikan kesinambungan potensi, masalah, dan justifikasi yang mendukung kehidupan berkelanjutan.

 

Tabel 3. Potensi, masalah, dan justifikasi Program Pemberdayaan Masyarakat

 

Aspek

Potensi

Masalah

Justifikasi

 

Sumber Daya Alam

lahan pekarangan yang kosong serta potensial

Perkarangan belum dimanfaatkan secara optimal, dan milik pribadi.

Memanfaatkan�� lahan dengan menggunakannya sebagai pusat kegiatan sosial����� dan����� pusat berjualan��� mengingat banyaknya�� pedagang di��� Kelurahan�� Plaju

Ulu

 

Sosial

         Kegiatan gotong royong masih dijalankan rutin

         Tingkat kriminalistas rendah

         Kepedulian masyarakat�� yang tinggi

         Masyarakat sering sengketa batas tanah

         Pemuda jarang ikut serta jika ada kegiatan

         Tidak������������ ada pengganti pengelola��� Bank

Sampah

Dengan����������� adanya Karang Taruna dan Bank Sampah kembali aktif, kegiatan sosial warga akan semakin banyak dan inovatif

 

Finansial

         Terdapat��� simpan pinjam dari PKK

         Terdapat Lembaga Keuangan Bank

         Sebagian������ besar masyarakat bersumber pendapatan����� dari berdagang

Kurangnya informasi akses permodalan bagi warga setempat

Minat masyarakat untuk memulai usaha mayoritas terbentur karena masalah modal, maka akses finansial termasuk akses simpan pinjam dan permodalan yang Mudah sangat dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan ekonomi masyarakat

 

Infrastruktur

   Kondisi jalan cukup baik

   Fasilitas Pendidikan, Ekonomi, Agama cukup lengkap dan kondisi baik

Saluran pembuangan penuh

       Tidak semua RT memiliki Pos Ronda

Adanya��� pos Ronda dapat memperkuat modal sosial masyarakat, terutama kesadaran untu menjaga keamanan lingkungan secara bersama sama. Serta dengan sanitasi yang baik akan meningkatkan tingkat Kesehatan masyarakat

 

Sumber Daya Manusia

Memiliki banyak

Penduduk usia

 

 

 

produktif dan sebagian warganya

menjalankan UMKM

 

 

 

 

Pemilihan rekomendasi program pembinaan selain berasal dari potensi dan permasalahan, juga disesuaikan dengan poin SDGs. Program yang ditawarkan adalah:

1)  pembentukan kampung UMKM Plaju Ulu yang digunakan sebagai sentralisasi kelompok UMKM dan meningkatkan kemampuan masyarakat dengan pelaksanaan

2)  melakukan pemanfaatan limbah tempe dan tahu untuk mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat akibat limbah produksi tahu dan tempe yang belum terkelola dan mencemari lingkungan dengan pelatihan pembuatan pakan ternak dan pembangunan IPAL

3)  melakukan pembentukan satgas siaga covid-19 untuk mengurangi kemungkinan tersebarnya wabah covid-19 di Kelurahan Plaju Ulu.

 

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) potensi kebencaanaan yang dihadapi Kelurahan Plaju Ulu yaitu kebakaran dan covid-19. Namun kerentanan kebencanaan lebih banyak di sebabkan memiliki modal sumber daya manusia, finansial, infrastruktur, Sumber daya alam, dan sosial cukup baik diantaranya Memiliki banyak penduduk usia produktif dan sebagian warganya menjalankan UMKM, Kegiatan gotong royong masih dijalankan rutin. 2) Rekomendasi program pemberdayaan masyarakat yang ditawarkan yaitu pembentukan kampung UMKM Plaju Ulu,pemanfaatan limbah tempe dengan pembuatan pakan ternak dan pembangunan IPAL, dan pembentukan satgas siaga covid-19 untuk mengurangi wabah covid-19.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Antonius, A. (2016). Pendidikan Karakter: Strategi Mendidik Anak di. Zaman Global. Jakarta.

 

Biswas, Amitava, Acharya, Sankar Kr, Burman, Sourav, & Chakraborty, Anannya. (2018). Rapid environmental impact assessment (REIA): The perception and impact of thermal power on the social ecology of Kolaghat, West Bengal. Journal of Energy Research and Environmental Technology(JERET), 5(2), 38�41.

 

Chambers, Robert, & Conway, Gordon. (1992). Sustainable rural livelihoods: practical concepts for the 21st century. Institute of Development Studies (UK).

 

Disemadi, Hari Sutra. (2019). Kontrak build operate transfer sebagai sarana mewujudkan kesejahteraan rakyat. Jurnal Komunikasi Hukum (JKH), 5(2), 126�138.

 

Kelly, Charles. (2003). Acute food insecurity in mega-cities: issues and assistance options. Benfield Hazard Research Centre London.

 

Paripurno, Eko Teguh, & Jannah, M. (2014). Panduan Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas. Yogyakarta: Deepublish.

 

Puspitasari, Astri Rica, & Wiyatmoko, Angger. (2020). Pemberdayaan Kampung Kreasi Warna-warni Lorong Mari oleh PT Pertamina (Persero) RU III Plaju. Islamic Management and Empowerment Journal, 2(1), 17�34.

 

Simanjuntak, Bungaran Antonius. (2013). Dampak otonomi daerah di Indonesia: merangkai sejarah politik dan pemerintahan Indonesia. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

 

Sudibyakto, H. A. (2018). Manajemen bencana di Indonesia ke mana? UGM PRESS.

 

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

 

Warsilah, Henny, & Wardiat, Dede. (2017). Pembangunan Sosial di Wilayah Perbatasan Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.