STRATEGI KOMUNIKASI KELOMPOK KESENIAN SATRIO MUDHO BUDHOYO DI DUSUN
PENDEN, DESA MANGGIHAN, KECAMATAN GETASAN
Annisa
Pratiwi1, Sampoerno2, Sri Suwartiningsih3
Universitas Kristen
Satya Wacana Salatiga, Indonesia
[email protected]1, sri.suwartiningsih.uksw.edu2
Abstrak:
Kesenian tradisional merupakan hasil dari bentuk kehidupan budaya yang
sebenarnya. Tujuan diadakannya tari tradisional soreng sebab masyarakat
setempat sangat menghargai dan juga ingin melestarikan budaya nenek moyang.
dengan adanya penelitian ini bakal menjadi wadah dan juga pengetahuan bagi
masyarakat agar selalu mengembangkan budaya kesenian tarian tradisionalnya.
Metode penelitian yang disgunakan adalah deskripif kualitatif dengan
menggunakan teori Difusi Inovasi oleh Rogers ini menjelaskan tentang bagaimana
upaya pembaharuan atau inovasi dapat tersampaikan melalui beberapa saluran
tertentu dengan ditujukan kepada sekelompok anggota yang berasal dari sistem
sosial. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh kelompok kesenian Satrio Mudho
Budhoyo dalam mengembangkan tarian tradisional soreng ini meliputi pertemuan
rutin kelompok, saling mengingatkan antar anggota kelompok, membuat jadwal
Latihan ruti. Selain itu juga dengan menggunakan modernisasi Gerakan, kostum,
dan juga make up nya sehingga tari tradisional soreng tetap diminati oleh
kalangan masyrakat.
Kata kunci: tari
tradisional; soreng; strategi komunikasi
Abstract:
Traditional art is the result of actual forms of
cultural life. The purpose of holding the traditional soreng dance is because
the local people really appreciate and also want to preserve their ancestral
culture. With this research, it will become a forum and also knowledge for the
community to always develop their traditional dance arts culture. The research
method used is qualitative descriptive using Rogers' Diffusion of Innovation
theory which explains how renewal or innovation efforts can be conveyed through
certain channels aimed at a group of members from the social system. The
communication strategy carried out by the Satrio Mudho Budhoyo arts group in
developing the traditional soreng dance includes regular group meetings,
reminding each other among group members, making regular practice schedules.
Apart from that, by using modernization of movements, costumes and make-up, the
traditional soreng dance remains in demand among the public.
Keywords: traditional dance; soreng; communication strategies
Corresponding: Annisa Pratiwi
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Kesenian
dapat diartikan sebagai hasil karya manusia yang mengandung keindahan dan dapat
diekspresikan melalui suara, gerak ataupun ekspresi lainnya (SOLEMAN, KARMAN, & ACO, 2020). Kesenian juga merupakan salah satu faktor budaya secara umum, sehingga
manfaatnya dapat dilihat sebagai pedoman khusus digunakan dalam melaksanakan
kegiatan keseniannya. Seni dan masyarakat tidak dapat dipisahkan karena seni
sebagai jalinan dan pemberi kekuatan dan kepuasan tertentu (Junaedi, 2016).
Dalam
penelitian ini penulis mengangkat topik Strategi komunikasi Kelompok Kesenian Satrio
Mudho Budhoyo dalam mengembangkan kembali budaya tarian tradisional Soreng di
dusun Pendem, desa Manggihan, kecamatan Getasan. Desa Manggihan yang terbilang
banyak kesenian pada setiap dusunnya, salah satunya pada dusun Pendem yang
memiliki kesenian tari soreng . Dengan perkembangan
zaman dan juga perubahan minat masyarakat dalam mengikuti tarian tradisioal ini
semakin berkurang maka dari itu dusun pendem sendiri membuat konsistensi tarian
tradisional soreng (Permana, 2016). Menurut
penulis fenomena ini menarik untuk di teliti karena banyak nya kemajuan pada
budaya tarian tradisional jaman sekarang. Pada kalimat-kalimat berikut nya kata
Satrio Mudho Budhoyo akan disingkat menjadi SMB.
Tarian
tradisional soreng sendiri memang dimulai dari daerah magelang. Seiring
berjalannya waktu dan perkembangan zaman, maka di munculkan tari soreng di
Dusun Pendem dengan tujuan menghormati leluhur serta menambah kesenian tarian
tradisional di Dusun Pendem. Menurut bapak Kaseno selaku ketua kesenian, �tarian
tradisional sendiri adalah aset yang sangat berharga bagi masyarakat, sehingga
perlu adanya sikap menjaga kelestarian dari budaya yang ada�. Dengan adanya
kesenian tradisional ini bisa menjadikan suatu keunikan dan ciri khas pada
dusun pendem. Beliau menjelaskan bahwa tradisi yang sudah ada itu senantiasa di
jaga kelestariannya. Budaya tarian tradisional di Indonesia sendiri sudah
mengalami penurunan minat, lalu kita sebagai generasi muda patutnya ikut serta
mengembangkan budaya tarian tradisional agar tidak terancam punah.
Diadakannya
kesenian soreng di dusun Pendem sendiri sebab masyarakat setempat sangat
menghargai dan juga ingin melestarikan budaya nenek moyang. Oleh karena itu
tarian tradisional soreng selalu di tampilkan pada acara �saparan� di dusun
Pendem agar tetap lestari dan juga mengenalkan tarian soreng tersebut kepada
masyarakat luar.

Gambar 1: bukti tampil pada acara saparan
Definisi
Tari Soreng adalah suatu kesenian kerakyatan yang mengandung unsur filosofis
ideologi nusantara, moral, sejarah dan patriotism yang telah ada sejak masa Raja
pertama kesultanan Demak. Keterkaitan antara komunikasi dengan topik dan juga
fenomena yang di pilih penulis adalah adanya komunikasi dapat membantu
masyarakat untuk mengembangkan budaya tarian tradisional, dengan komunikasi
masyarakat dapat membuat media promosi agar kesenian tradisional di dusun
pendem lebih di kenal banyak orang.
Dengan
adanya banyak penelitian yang sudah ada guna mendukung permasalahan terhadap
pembahasan, peneliti mencari sumber dari penelitian terdahulu yang masih
relevan terhadap suatu permasalah objek penelitian. Tujuannya untuk menegaskan
penelitian. Meskipun terdapat keterkaitan pembahasan, penelitian ini masih
sangat berbeda dengan penelitian terdahulu.
Penelitian
dari Reffi Pranita �Komunikasi Kelompok Sanggar Tari Bhatoro Yakso Dalam
Pelestarian Tarian Tradisional Kuda Lumping Di Desa Handil Kecamatan Muara Jawa
Kabupaten Kutai Kartanegara� penelitian tersebut berokus pada setiap kelompok
kesenian itu pasti memiliki rasa tanggung jawab kepada seluruh anggota dan juga
pesan moral yang turun temurun harus di sampaikan dengan baik dan benar.
Kelompok kesenian tersebut harus konsisten dan juga mengajar serta melestarikan
kesenian tersebut kepada gemerasi penerusnya. dan hasil yang di capai dari
penelitian Reffi Prania adalah bagaiamana strategi komunikasi yang sangat
penting bagi kelompok kesenian dengan komunikasi bisa menciptakan kelompok yang
kompak dan juga membuat hubungan antara anggota baik-baik saja tidak ada perselisihan
yang terjadi sehingga budaya yang sudah ada itu senantiasa terjaga
kelestariannya.
Dalam teori
penulis mengkaitkan dengan penelitian karena penulis ingin mengetahui bagaimana
strategi komunikasi dari kelompok kesenian SMB sendiri dalam mengembangkan
kesenian budaya tarian tradisional soreng. Dengan teori juga ingin mengetahui
atau menjelaskan tentang bagaimana upaya pembaharuan atau inovasi dapat
tersampaikan. Sama hal nya dengan penelitian ini yang artinya bagaimana
kelompok kesenian dalam mengembangkan dan juga menjelaskan kepada masyarakat
dengan strategi komunikasi atau ide ide baru dan konsep yang baru (Wijaya, 2015). Dengan
begitu masyarakat dapat menangkap dan mengambangkan kemajuan budaya tarian
tradisional
Menurut peneliti
komunikasi adalah proses penyampaian asumsi atau perasaan oleh seseorang kepada
orang lain dengan gunakan lambang-lambang yang bermakna bagi ke dua pihak (Barseli, Sembiring, Ifdil, & Fitria, 2019). Komunikasi menurut para peneliti menyampaikan bahwa adanya hubungan
antar sesama manusia dan fakta bahwa komunikasi adalah sebuah proses yang
konsisten menerus dan tidak ada selanjutnya berarti komunikasi memiliki peran
yang benar-benar perlu dalam kehidupan manusia (Dewi, 2021).
Dapat
diambil kesimpulan bahwa komunikasi adalah suatu proses atas suatu pertukaran
pesan atau Informasi kepada seseorang atau pada masyarakat. Tujuan komunikasi
memberikan pengetahuan atau informasi terhadap orang lain sehingga dapat
berpengaruh terhadap pola pikir seseorang, merubah sikap, dan mendorong orang
lain untuk menuju kearah yang di tuju. Tujuan komunikasi ini sangat penting
terhadap kesenian di Dusun Pendem sebab tradisi yang udah ada sejak jaman
dahulu dapat di publikasikan dan di perkenalkan ke orang lain secara luas. Sehingga
komunikasi memberikan Manfaat sebagai sarana dalam memahami semua informasi
yang di butuhkan, komunikasi dapat mempererat tali silaturahmi baik antara
pribadi, golongan, kelompok, bangsa sehingga kesenian ini dapat dijaga
kelestariannya oleh masyarakat. Komunikasi sangat penting dalam kesenian didusun pendem sebab komunikasi dapat
memperkenalkan budaya yang ada di masyarakat sehingga orang lain dapat menambah
wawasan mengenai tradisi kesenian tari tradisional soreng. Strategi yang di
ambil kelompok kesenian SMB untuk mengembangkan tarian tradisional soreng
adalah dengan melaksanakan pemetasan setiap satu tahun sekali dan juga Latihan
rutin.
Berdasarkan
fokus penelitian yang di uraikan di bagian sebelumnya peneliti hanya di Batasi
pada pelaksanaan strategi komunikasi kelompok kesenian SMB untuk mengembangkan
tarian tradisional soreng di Dusun Pendem, Desa Manggihan Kec, Getasan.� Di dalam penelitian ini saya menggunakan dari
Teori Komunikasi Difusi Inovasi oleh Rogers Teori komunikasi difusi inovasi ini
menjelaskan tentang bagaimana upaya pembaharuan atau inovasi dapat tersampaikan
melalui beberapa saluran tertentu dengan ditujukan kepada sekelompok anggota
yang berasal dari sistem sosial. Teori ini dicetuskan oleh Rogers (1961) dengan
maksud �difusi merupakan salah satu bentuk komunikasi yang memiliki
karakteristik serta memiliki relasi dengan pemancaran pesan yang isinya adalah
mengenai ide-ide baru.
Berdasarkan
kerangka berpikir maka dapat disimpulkkan bahwa Strategi Komunikasi Kelompok
Kesenian SMB Dalam Mengembangkan Budaya Tarian Tradisional soreng di Dusun
Pendem, Desa Manggihan, Kecamatan Getasan dapat memberikan pengaruh terhadap
kesenian soreng di dusun pendem. Dalam strategi komunikasi yang dilakukan oleh
kelompok kesenian SMB ini dapat meningkatkan partisipasi masyarakat juga, yang
di maksud partisipasi masyarakat itu adalah partisipasi dalam mengikuti
kesenian soreng, partisipasi penonton yang akan melihat kesenian soreng, dan
juga pertisipasi masyarakat dalam membantu sponsor pada kelompok kesenian SMB.
Pada penelitian ini peneliti secara khusus meneliti Strategi Komunikasi
Kelompok Kesenian SMB Dalam Mengembangkan Budaya Tarian Tradisional di Dusun
Penden, Desa Manggihan, Kecamatan Getasan.

Gambar 2: Kerangka Berpikir
METODE PENELITIAN
Jenis
Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Deskriptif Kualitatif
yang merupakan suatu rumusan permasalahan yang memandu peneliti untuk mencari
sumber sumber terkait dan situasi sosial secara menyeluruh bertujuan untuk
menggali atau menjelaskan makna dari realitas yang sedang terjadi. Penelitian
deskriptif merupakan jenis metode yang menggambarkan suatu objek dan subjek
yang sedang diteliti tanpa adanya rekayasa. Termasuk mengenai hubungan tentang
kegiatan, pandangan, sikap dan proses-proses yang berpengaruh dalam suatu
fenomena yang terjadi. Peneliti menggunakan deskriptif kualitatif karena dalam
penelitian ini ingin mengetahui bagaimana strategi Kelompok Kesenian SMB dalam
meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kemajuan budaya tarian tradional di
Dusun Pendem, Desa Manggihan, Kecamatan Getasan.
Dalam
penelitian ini menggunakan beberapa metode pengumpulan data yaitu observasi,
wawancara. Observasi yang dilakukan adalah mengamati dan juga melihat langsung
bagaimana kesenian tarian tradisional berkembang di Dusun pendem tersebut.
Sedangkan dengan metode wawancara untuk mendapatkan ada beberapa narasumber
yang dapat menjelaskan tentang perkembangan tarian tradisional yaitu ada ketua
kelompok kesenian dan anggota kelompok kesenian.
Ketertarikan
penulis dalam melakukan penelitian ini dikarenakan beberapa hal, yang pertama
adalah menjadi bagian dari masyarakat yang menempati tempat yang diteliti yaitu
Dusun pendem, yang kedua adalah untuk lebih memahami dan juga mempelajari
bagaimana kesenian tarian tradiisonal di dusun Pendem bisa dikembangkan. Hal
tersebut menjadi bagian yang sangat menarik karena dengan begitu penulis bisa
memahami dan juga mengetahui secara mendalam tentang bagaimana kearifan lokal
budaya mengembangkan kesenian tarian tradisional.
Waktu
pelaksanaan penelitian akan dilaksanakan dalam waktu bulan terhitung dari bulan
Januari 2023 hingga bulan agustus 2023. Lokasi tempat penelitian adalah Dusun
Pendem Desa Manggihan Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Alasan peneliti
memilih Dusun Pendem dengan berdasarkan beberapa pertimbangan:
a.
Desa Pendem
merupakan Desa yang masih melestarikan Budaya Turun-Temurun berupa tarian
tradisonal yang sedang di teliti yaitu Soreng.
b.
Lokasi Desa
Pendem mudah dijangkau oleh peneliti, peneliti juga menemukan narasumber yang
lebih tepat yang bisa memenuhi data penelitian secara mudah dan transparan.
Sehingga dapat dipastikan pada saat pengambilan data waktunya akan lebih
efisien.
c.
Peneliti
menemukan bahwa dusun pendem adalah satu desa yang mengalami ketertinggalan
kesenian sebab masyarakat kurang partisipatif.
d.
Peneliti
ingin mengetahui bagaimana Upaya kelompok kesenian SMB dalam mengembangkan
kesenian tarian tradisonal soreng kepada masyarakat luas agar lebih dikenbal
banyak orang.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan
hasil wawancara Senin, 24 Juli 2023 dari bapak Kaseno (50th) sebagai ketua
kesenian menjelaskan bahwa kesenian soreng merupakan kesenian adat yang terus
di laksanakan dan di pentaskan setiap setahun sekali dengan tujuan untuk
melestarikan kesenian yang sudah ada sejak jaman dahulu (Fauzan & Nashar, 2017). Bapak Kaseno juga menjelaskan bahwa soreng merupakan sebuah kesenian
yang berkembang di kabupaten semarang ksususnya di dusun Pendem.
�cara saya dalam mengajak masyarakat agar tetap
melestarikan tari tradisional soreng adalah dengan mencarikan pelatih atau
memcoba mekolaborasikan tarian soreng dengan kesenian yang modern, seperti
kostum sampai dengan tarian yang lebih modern�
Bapak kaseno juga
menjelaskan bahwa awal mula kesenian soreng di laksanakan oleh beberapa unsur
masyarakat meliputi orang tuwa remaja maupun anak anak.berikut penjelasan dari
bapak kaseno:
�kalau soreng sendiri sudah ada sejak jaman dahulu tetapi soreng mulai
ada di dusun pendem yaitu tahun 2018, namum aktif Kembali pada tahun 2019 dan
mulai di pentaskan pada saat saparan berlangsung�
Selain itu juga mengapa
memilih tari tradisional soreng dalam melestarikan kesenian didusun Pendem dan
bapak Kaseno menjelaskan bahwa:
�kalau kesenian sendiri itu keputusan dari masyarakat, dengan keputusan
Bersama masyarakat memilih tari tradisional soreng sebab tarian ini belum ada
di Desa Manggihan dan juga tarian soreng adalah tarian yang menceritakan
sejarah keprajuritan pada jaman dahulu dan dalam masyarakat di gambarkan
sebagai latihan militer pada jaman sekarang�
Bapak kaseno juga
menjelaskan cara apa saja yang dilakukannya agar kesenian soreng tetap
bertahan:
�kalau cara sendiri saya merasa tidak melakukan
cara yang pasti tetapi saya melakukan cara sederhana seperti tari tradisional
soreng selalu ditampilkan dalam acara saparan di dusun pendem, dan juga di
adakannya Latihan rutin bagi anggota kesenian agar tetap mengingat gerakan dan
juga memoderinsasikan Gerakan agar tidak monoton�
Berdasarkan
pemaparan dari subjek di atas, bapak kaseno telah memahami tarian soreng
diDusun Pendem Desa Manggihan. Hal ini di paparkan oleh bapak kaseno merupakan
suatu tradisi yang ada sehingga tarian ini harus senantiasa di lestarikan dan
di jaga nilai-nilai budaya luhur yang ada.�
Tarian soreng di pentaskan dengan berbagai kolaborasi sehingga kesannya
kesenian ini tidak monoton dan bisa berkembang sesuai dengan perkembangan jaman
(Yuliastuti, 2016). Sehingga
masyarakat yang menonton pementasan soreng ini merasa puas dengan pementasan
soreng dengan versi yang modern.
Selanjutnya
yaitu pemaparan hasil wawancara dari subjek kedua pada Selasa 25 Juli 2023
adalah saudara Riski (23 th) riski menjelaskan bahwa kesenian soreng merupakan
kesenian yang baru baru saja berkembang di dusun pendem sehingga cara saudara
riski dalam melestarikan kesenian soreng agar tetap lestari dan juga banyak
masyarakat yang ikut andil pada kesenian soreng berikut pemaparan dari saudara
riski:
�ya menurut saya tarian soreng merupakan
kesenian yang baru saja ada di dusun pendem tarian ini bagi saya sangat menarik
sehingga saya mengikuti tari soreng ini sebagai cara saya dalam menjaga
kelestariannya. Saya mencoba dengan mengkolaborasikan Gerakan yang kuno kedalam
Gerakan yang modern tetapi dengan arti yang sama, agar masyarakat atau penonton
tidak bosan dengan pementasan tari soreng yang ada. Tarian soreng berhubungan
erat dengan masyarakat sehingga perlu adanya memberikan pemahaman dengan
generasi yang lebih muda tentang tarian soreng�
Berdasarkan
hasil pemaparan dari subjek ke dua saudara riski menjelaskan bahwa tarian
soreng di pendem harus senantiasa di jaga kelestariannya dengan kolaborasi
dengan Gerakan modern sehingga masyarakat dapat menikmati pementasan tarian
soreng ini, dan perlu adanya memberikan pemahaman dengan generasi penerus
sehingga tarian soreng tetap lestari (Kiswanto, 2019).
Hal yang
sama di sampaikan oleh siti (20 th) pada Selasa 25 Juli 2023 tetang
pandangannya mengenai bagaimana cara melestarikan tarian soreng dan juga
bagaimana dia mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam tarian tradisonal
soreng:
�menurut saya tarian soreng yang ada di dusun
pendem ini baru baru saja mengalami perubahan dari bentuk kostum maupun
makeupnya, perbandingan dengan kostum yang di pakai dulu dengan yang sekarang
berbeda jauh sebab sekarang menggunakan kostum yang modern. Begitu juga dengan
makeupnya yang sekarang bisa dibilang macak ayu kalau kata orang jawa. Dengan
hal tersebut bisa membuat masyarakat atau anggota lain tertarik dalam mengikuti
tarian tradisional soreng�
Berdasarkan
pemaparan dari subjek ketiga menjelaskan bahwa cara dalam menjaga dan
melestarikan tari tradisional soreng bisa dengan kostum dan juga make up yang
berbeda agar tidak monoton, dan pada saat pementasan penonton merasakan
perbedaan.
Subjek
keempat yaitu novi (19th) pada Selasa 25 Juli 2023 tentang bagaiamana
pandangannya tentang modernisasi pada tari tradisional soreng:
�ya kalau saya sendiri sudah mulai suka dengan Gerakan yang banyak
variasi nya , make up yang sudah mulai terlihat cantik serta kostum yang
diperbolehkan memakai hijab, dengan begitu saja kedepannya bakalan banyak minat
Masyarakat tentang tari tradisonal soreng ini�
Berdasarkan
pemaparan dari subjek keempat menjelaskan bahwa dengan modernisasi yang ada
sudah ada membuat masyarakat lebih meminati tari tradisional soreng dan dengan
modernisasi tersebut tidak lupa makna dan juga tujuan dari tariannya (Lail, 2015).
�Hasil dari pemaparan wawancara di atas bahwa
kesenian soreng merupakan kesenian yang harus terus di lestarikan sebab tarian
ini merupakan kesenian yang ada sejak jaman dahulu dan baru baru ini di
perkenalkan Kembali kepada masyarakat di dusun pendem. Masyarakat sangat
menjaga kelestarian dari tarian soreng sebab tarian ini merupakan budaya yang
ada di Kabupaten Semarang khususnya di dusun pendem. Tarian ini menjelaksan
mengenai prajurit pada jaman dahulu sebelum melaksanakan perang tarian soreng
mengandung makna keberanian dan kekompakan sehingga pementasan dari soreng ini
akan patut di pandang apabila di pentaskan dengan baik (Sari, 2020). Dengan
mengkolaborasi dengan cara yang modern dapat mendorong masyarakat untuk lebih
tertarik dalam tarian soreng.


Gambar 3: before after make up
soreng
Pada gambar
di atas maka dapat di lihat bahwa pada perkembangan jaman make up soreng
sendiri mendapatkan moderenisasi. Dimana pada jaman dahulu make up laki-laki
maupun Perempuan selalu sama dengan make up full tegas pada bagian wajah. Dan
sekarang dengan perkembangan zaman make up laki-laki dan juga perempuan memilki
perbedaan dimana make up laki-laki masih dengan make up full tegas sedangkan perempuan
menggunakan make up masa kini dengan make up sederhana tetapi terlihat cantik
dengan menggunakan bulu mata palsu serta soflens pada bagian mata (Nurhaliza, 2022).
Modernisasi selanjutnya adalah dengan kostum dimana Perempuan yang dahulu
dengan rambut terurai dan memakai ikat kepala serta sekarang Perempuan
diperbolehkan memakai hijab (Hendra Afiyanto & Hervina Nurullita, 2022).
Gambar 3: rapat
rutinan kelompok kesenian SMB

Pada gambar
di atas dapat dijelaskan bahwa kelompok kesenian Satrio Mudho Budhoyo (SMB)
selalu melakukan rapat rutin pada malam minggu bersama dengan anggota karang
taruna dusun serta sesepuh atau penasehat di dusun pendem. Dengan rapat rutin
yang dilakukan kelompok kesenian SMB membahas beberapa hal yang mungkin dapat
dilakukan dalam jangka Panjang seperti apabila ada warga atau masyarakat yang
akan menampilkan kesenian dari SMB harus melalui kesepakan yang dilakukan
Bersama sama. Seperti harga yang ditawarkan atau bahkan kesenian apa saja yang
akan di tampilkan atau kesenian apa yang akan di minta pada acara tersebut.
Dalam kesepakan Bersama itu kelompok kesenian SMB menetapkan harga 8 juta pada
3 kesenian yang akan di tampilkan dan juga apabila memakai sound system serta
panggung dari dusun pendem maka bisa mencapai 11 juta untuk keseluruhan.
Kelompok kesenian SMB membuat kesepakatan tersebut Bersama sesepuh, penasehat,
anggota karang taruna dusun pendem dan juga naggota kesenian dusun pendem.
Setiap
perkumpulan rutin akan di bahas hari dimana akan dilaksanakan nya Latihan rutin
pada kelompok kesenian SMB. Dari kesepakatan bersama di pilih hari jumat pukul
19:30 tetapi apabila ada hal yang mendesak atau hari tersebut di pakai oleh
warga untuk acara di dusun pendem maka Latihan rutin akan di geser ke hari
sabtu pukul 19:30 dan perkumpulan rutin akan di geser ke hari minggu pukul
19:30. Pada perkumpulan rutin juga biasa nya ada anggota yang mempunyai ide
baru tentang Gerakan yang akan di tambahkan pada tari tradisional tersebut.
Teori
komunikasi difusi inovasi ini menjelaskan tentang bagaimana upaya pembaharuan
atau inovasi dapat tersampaikan melalui beberapa saluran tertentu dengan
ditujukan kepada sekelompok anggota yang berasal dari sistem social (Feni Evi Andini, 2022). Teori ini dicetuskan oleh peneliti dengan maksud �difusi merupakan
salah satu bentuk komunikasi yang memiliki karakteristik serta memilikis relasi
dengan pemancaran pesan yang isinya adalah mengenai ide-ide baru.
Penulis
mengkaitkan dengan penelitian karena Peneliti ingin mengetahui bagaimana
strategi komunikasi dari Kelompok kesenian dalam mengembangkan kesenian budaya
tarian tradisional soreng. Dan teori ini bisa di kaitkan karena dalam teori ini
ingin mengetahui atau menjelaskan tentang bagaimana upaya pembaharuan atau
inovasi dapat tersampaikan, dan sama dengan hal-hal penelitian ini yang artinya
bagaimana kelompok kesenian dalam mengembangkan dan juga menjelaskan kepada
masyarakat dengan strategi komunikasi ide-ide baru atau bahkan dengan konsep
yang baru agar masyarakat dapat menangkap maksud nya untuk mengembangkan pada
kemajuan budaya tarian tradisional (Retnoningsih, 2017).
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil pembahasan dari penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa di Dusun
Pendem masih menjaga keletarian dari kesenian soreng. masyarakat sangat
antusias dalam menjaga tarian tradisional soreng di dusun pendem, dan masih
Sebagian masyarakat yang mempublikasi kesenian soreng agar masyarakat bisa
mengenal tarian tradisional ini. Strategi yang dilajukan kelompok kesenian SMB
sendiri sudah sangat berperan penting seperti hal nya menjadikan tari
tradisional soreng sebagai tontonan dan juga hiburan dalam acara sarapan,
pertemuan rutin yang dilakukan setiap hari sabtu bersama anggota karang taruna dan
juga sesepuh kelompok kesenian SMB, melatih anggota atau bisa disebut dengan
Latihan rutin selama 2 minggu sekali dan apabila ada waktu luang bisa latihan
selama 1 minggu sekali, membuat promosi kelompok kesenian, dan dibantu dengan
modernisasi Gerakan, make up, serta pakaiannya. Semua itu adalah hal yang
sangat berpengaruh besar bagi generasi penerus anggota kesenian SMB. Intensitas
interaksi kelompok Kesenian SMB dalam mengembangkan tarian tradisional Soreng
yaitu hubungan tiap anggota selama ini baik, yang mana ketua membimbing tiap
anggota baik itu pemusik, penari, untuk melakukan tugasnya dan tiap anggota
saling mendukung dan memberikan saran satu sama lain.
DAFTAR PUSTAKA
Barseli, Mufadhal,
Sembiring, Kristinus, Ifdil, Ifdil, & Fitria, Linda. (2019). The Concept Of
Student Interpersonal Communication. Jppi (Jurnal Penelitian Pendidikan
Indonesia), 4(2), 129�134.
Dewi,
Reffi Pranita. (2021). Komunikasi Kelompok Sanggar Tari Bhatoro Yakso Dalam
Pelestarian Tarian Tradisional Kuda Lumping Di Desa Handil Kecamatan Muara Jawa
Kabupaten Kutai Kartanegara.
Fauzan,
Rikza, & Nashar, Nashar. (2017). Mempertahankan Tradisi, Melestarikan
Budaya (Kajian Historis Dan Nilai Budaya Lokal Kesenian Terebang Gede Di Kota
Serang). Candrasangkala: Jurnal Pendidikan Dan Sejarah, 3(1),
1�9.
Feni
Evi Andini, Feni. (2022). Analisis Difusi Inovasi Program Generasi Berencana
(Genre) Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional Dalam Membentuk Generasi
Yang Berkualitas Melalui Duta Genre Riau. Universitas Islam Negeri Sultan
Syarif Kasim Riau.
Hendra
Afiyanto, Afiyanto, & Hervina Nurullita, Hervina. (2022). Mengurai
Simpul Kelanggengan Domestikasi Perempuan Yogyakarta Dan Drama Kesehariannya.
Samudra Biru.
Junaedi,
Deni. (2016). Estetika: Jalinan Subjek, Objek, Dan Nilai. Artciv.
Kiswanto,
Kiswanto. (2019). Transformasi Multipel Dalam Pengembangan Seni Kuda Kepang. Dance
And Theatre Review: Jurnal Tari, Teater, Dan Wayang, 2(1).
Lail,
Jamalul. (2015). Belajar Tari Tradisional Dalam Upaya Meletarikan Tarian Asli
Indonesia. Asian Journal Of Innovation And Entrepreneurship (Ajie), 4(2),
102�104.
Nurhaliza,
Andi. (2022). Analisis Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Jasa Make Up Pada
Salon Ayu Beauty Di Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang. Iain Parepare.
Permana,
Siti Luhfiyah Nur Faizah. (2016). Pusat Kesenian Sunda Di Bandung: Tema
Reinterpreting Tradition. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.
Retnoningsih,
Dyah Ayu. (2017). Eksistensi Konsep Seni Tari Tradisional Terhadap Pebentukan
Karakter Siswa Sekolah Dasar: Array. Dialektika Jurnal Pemikiran Dan
Penelitian Pendidikan Dasar, 7(1), 20�29.
Sari,
Windari Prihatin. (2020). Sendratari Doso Godo Karya Eko Agung Prasetyo
(Bentuk Sajian Dan Garap). Isi Surakarta.
Soleman,
Israh, Karman, Andi Sumar, & Aco, Dewi Apriani. (2020). �Tokuwela�
Permainan Rakyat Pada Orang Galela. Etnohistori: Jurnal Ilmiah Kebudayaan
Dan Kesejarahan, 7(1), 40�48.
Wijaya,
Ida Suryani. (2015). Perencanaan Dan Strategi Komunikasi Dalam Kegiatan
Pembangunan. Lentera, 17(1).
Yuliastuti,
Puput. (2016). Tari Soreng Kelompok Sri Rahayu Di Desa Lencoh, Kecamatan Sela,
Kabupaten Boyolali. Greget, 15(2).