OPTIMASI PARAMETER ARTIFICIAL NEURAL NETWORK
MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIKA PADA PERAMALAN TOKEN METAVERSE SANDBOX
Zikri
Muhamad Afnan1, Yulison Herry Chrisnanto2, Tacbir Hendro
Pudjiantoro3
Universitas
Jenderal Achmad Yani Cimahi, Indonesia
Abstrak:
Sandbox (SAND) adalah salah satu token utama dalam ekosistem Metaverse the
Sandbox, Harga token sandbox (SAND) sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor
seperti permintaan, ketersediaan, dan berita terkait proyek, dengan adanya
volatilitas yang tinggi dalam harga SAND. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja algoritma
genetika dalam mengoptimasi ANN dalam memprediksi harga close (Penutup) token
metaverse sandbox. Sistem prediksi
harga token metaverse sandbox menggunakan metode optimasi artificial neural
network dengan algoritma genetika, untuk melihat fluktuasi harga token sandbox
terhadap rupiah di masa yang akan datang. Penelitian yang dilakukan pada data
time series nilai tukar Rupiah terhadap token Sandbox periode 14 Agustus 2020
hingga 30 Juni 2023 menggunakan optimasi Artificial Neural Network (ANN) dengan
algoritma genetika. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa algoritma
genetika mampu digunakan untuk menentukan kombinasi parameter terbaik pada ANN
dalam melakukan prediksi nilai token Sandbox. Selain itu, pengujian akurasi
juga menunjukkan penurunan tingkat error dari RMSE Train 1747 RMSE Test 424
menjadi RMSE Train 1028 RMSE Test 324, mengindikasikan terjadinya peningkatan
akurasi dalam sistem prediksi. Penelitian
ini dilakukan pada data time series nilai tukar Rupiah terhadap token Sandbox
yang mencakup 1052 record dari periode 14 Agustus 2020 hingga 30 Juni 2023
dengan menggunakan optimasi Artificial Neural Network (ANN) melalui algoritma
Genetika.
Kata kunci: Metaverse, Sandbox, Artificial Neural
Network, Algoritma Genetika
Abstract:
Sandbox (SAND) is one of the main tokens
in the Metaverse the Sandbox ecosystem. The price of sandbox tokens (SAND) is
strongly influenced by factors such as demand, availability, and
project-related news, with high volatility in the price of SAND. The aim of
this research is to analyze the performance of genetic algorithms in optimizing
ANN in predicting the close price of metaverse sandbox tokens. The metaverse
sandbox token price prediction system uses an artificial neural network
optimization method with a genetic algorithm, to see fluctuations in the price
of sandbox tokens against the rupiah in the future. Research conducted on time
series data on the Rupiah exchange rate against Sandbox tokens for the period
14 August 2020 to 30 June 2023 using Artificial Neural Network (ANN)
optimization with a genetic algorithm. The research results reveal that the
genetic algorithm can be used to determine the best combination of parameters
in the ANN in predicting the value of Sandbox tokens. Apart from that, accuracy
testing also shows a decrease in the error rate from RMSE Train 1747 RMSE Test
424 to RMSE Train 1028 RMSE Test 324, indicating an increase in accuracy in the
prediction system. This research was conducted on time series data on the
Rupiah exchange rate against Sandbox tokens which includes 1052 records from the
period 14 August 2020 to 30 June 2023 using Artificial Neural Network (ANN)
optimization via a Genetic algorithm.
Keywords: Metaverse,
Sandbox, Artificial Neural Network, Algoritma Genetic.
Corresponding: Zikri Muhamad Afnan
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
The Sandbox
merupakan sebuah platform metaverse yang didalamnya pengguna bisa melakukan
kegiatan bermain ataupun membuat asset digital untuk dijual dan dibeli seperti
NFT, Land, Games, GEMs yang menggunakan sandbox (SAND) sebagai token utama
dalam ekosistem Metaverse The Sandbox, nilai harga token sandbox memiliki harga
yang turun naik terhadap uang normal disebabkan permintaan dan ketersediaan
pasar, hal-hal tersebut merupakan penyebab mengapa harga token sandbox bisa
naik maupun turun (Sutopo, 2022).

Gambar 1 Grafik Fluktuasi Harga Sandbox Sumber CoinMarket
Dari grafik di atas per awal oktober 2021 harga token sandbox berada di
angka � Rp.10.000 setelah 1 bulan kemudian per akhir November 2021 harga naik
di angka � Rp.110.000 hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu permintaan
dan penawaran, tren pasar, berita ekonomi dan politik, sehingga faktor tersebut
yang menyebabkan token sandbox memiliki harga naik turun terhadap uang normal,
sehingga prediksi harga yang tepat sangat penting, karena dapat memudahkan
masyarakat yang ingin berinvestasi pada dunia metaverse yang diperkirakan akan
menjadi menjadi jenis ekonomi baru dan menjadi pusat kehidupan manusia dimasa
yang akan datang (Amirulloh
& Mulqi, 2022).
Salah satu
metode dapat digunakan dalam prediksi yaitu Artificial Neural Network (ANN) (Ridho, Mahalisa, Sari, & Fikri,
2022) (Syukri & Samsuddin, 2019). ANN memiliki kemampuan untuk mempelajari dan mengadaptasi dari data
input secara dinamis, membuatnya sangat efektif dalam memprediksi pola dan
trend dalam data (Putra & Walmi, 2020) (Arsi & Prayogi, 2020), tetapi ANN memiliki kelemahan yaitu mempunyai beberapa parameter
yang ditentukan, seperti training cycle, momentum, learning rate, jumlah neuron
dan lain-lain, semua parameter tersebut ditentukan secara trial-error sehingga
hasil yang diharapkan kurang optimal (Prasetyo & MINING, 2014). Algoritma genetika dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja ANN,
hal ini dapat dilakukan dengan memodifikasi parameter ANN, sehingga dapat
dihasilkan model yang lebih baik (Ali, Sularto, Sudrajat, Kurnia, &
Wijaya, 2019). Optimasi
dengan algoritma genetika ini sudah digunakan dan terbukti dapat meningkatkan
akurasi dari ANN, dari penelitian metode artificial neural network yang di
optimasi dengan algoritma genetika dapat meningkatkan akurasi ANN dalam
memprediksi pemilukada dari 91.64% ke 93.03% (Badrul, 2016), juga meningkatan prediksi approval credit card dari 85.42% menjadi
87.82% (Sugiyarto & Faddillah, 2017).
Mengacu dari permasalahan diatas
penelitian dilakukan untuk mengembangkan sebuah sistem prediksi harga token
metaverse sandbox. Metode yang digunakan adalah Artificial Neural Network (ANN)
dengan dioptimasi oleh algoritma genetika. Tujuan utama penelitian ini adalah
untuk menganalisis kinerja algoritma genetika dalam mengoptimasi ANN dalam
memprediksi harga close (Penutup) token metaverse sandbox. Dalam evaluasi
performa, pengukuran akurasi prediksi akan menggunakan metrik Root Mean Square
Error (RMSE). Penerapan metode ANN yang dioptimasi parameternya oleh algoritma
genetika akan menghasilkan prediksi harga token metaverse sandbox dengan
tingkat akurasi yang lebih baik.
METODE PENELITIAN
Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data historis yang mencakup rentang waktu tertentu. Data tersebut akan
dibagi menjadi data training dan data testing. Data diperoleh dari sumber yang
terpercaya, seperti platform perdagangan kripto atau pasar saham. Data time
series yang digunakan adalah nilai tukar Rupiah terhadap token Sandbox dari
tanggal 14 Agustus 2020 hingga 30 Juni 2023, dengan total sebanyak 1052 record.
Backpropagation adalah teknik yang digunakan dalam Artificial Neural Network
(ANN) untuk mengoptimalkan bobot-bobot dari jaringan saraf tiruan. �
HASIL DAN PEMBAHASAN
Atribut yang akan digunakan dari dataset
adalah Date, Open, Close, Low, High, Market Cap, Volume dengan��������� atribut Close dijadikan sebagai label
output. Untuk memastikan perbandingan yang konsisten di antara data, dataset
akan dinormalisasi terlebih dahulu menggunakan pendekatan Min-Max. Tahap ini
memiliki kepentingan dalam menjaga agar rentang nilai data tetap seragam dan
seimbang. Selanjutnya, dataset akan dipisahkan menjadi dua bagian, yakni data
training sebesar 80% dan data testing sebesar 20%. Data training akan digunakan
untuk melatih Artificial Neural Network (ANN) dengan mempertimbangkan
parameter-parameter penting seperti training cycle, learning rate, dan
momentum, parameter tersebut dalam ANN memiliki peran penting dalam performa
dan akurasi prediksi.
Setelah mendapatkan hasil prediksi dari
model, data akan di denormalisasi sehingga bisa diuji dan dibandingkan dengan
data aktual. Proses denormalisasi ini penting untuk mengembalikan data ke skala
semula setelah melalui tahap normalisasi sebelumnya. Dengan demikian, hasil
prediksi dapat dianalisis dan dibandingkan secara akurat dengan data aktual,
memungkinkan evaluasi mendalam terhadap kualitas dan akurasi model prediksi
yang dihasilkan.
Sebelum mengimplementasikan algoritma
genetika untuk menentukan parameter terbaik dari Artificial Neural Network
dalam memprediksi harga Close (penutup) dari token sandbox, akan terlebih
dahulu dilakukan pencarian parameter terbaik secara manual untuk melihat
perbandingan akurasi yang akan diberikan.
1.
Pemodelan Arsitektur Artificial neural network
Implementasi pembuatan model Artificial
Neural Network dalam penelitian ini dijalankan melalui sistem berbasis web
dengan menggunakan framework Flask. Proses implementasi ini melibatkan sejumlah
pustaka atau library seperti numpy, pandas, tensorflow, matplotlib, dan
scikit-learn.

Dalam rangka menciptakan model yang sesuai dengan
keperluan penelitian ini, struktur dari Artificial Neural Network (ANN) yang
dihasilkan mengikuti pola seperti yang ditunjukkan dalam gambar berikut:
Gambar 2 Arsitekrut Artificial Neural network
X1 = Harga pembuka (Open) token
X2 = Harga tertinggi (High) token
X3 = Harga terendah (Low) token
X4 = Volume perdagangan token
X5 = Kapitalisasi pasar (Market cap) token
Y1 = Harga penutup (Close) token
Neuron memiliki input layer (X) sebanyak
5 neuron yang diperoleh dari dataset, hidden layer (Z) dengan jumlah neuron 2,
dan output layer (Y) sebanyak satu neuron yang merupakan harga penutup (close).
Selanjutnya, setelah model berhasil
dibangun, tahap berikutnya adalah melatih model menggunakan data training.
Parameter-parameter seperti training cycle, learning rate dan momentum.
Penjelasan lebih lanjut mengenai pengaturan parameter dan hasil pelatihan akan
dibahas pada bagian selanjutnya
2.
Hasil Artifical Neural Network
Hasil pencarian parameter terbaik secara
manual dari Artificial Neural Network (ANN), ANN dikonfigurasi dengan
parameter: 200 training cycle, learning rate sebesar 0,01, dan nilai momentum
sebesar 0,9. Hasil evaluasinya menunjukkan Root Mean Square Error (RMSE)
sebesar 1747 untuk dataset training dan RMSE sebesar 424 untuk dataset test.
3.
Hasil Optimasi Parameter Artificial Neural Network Menggunakan
Algortima genetika
Algoritma genetika adalah sebuah metode
optimisasi yang terinspirasi dari konsep seleksi alam dalam evolusi organisme
hidup. Dalam konteks pencarian parameter untuk model Artificial Neural Network
(ANN) seperti, algoritma genetika digunakan untuk mencari kombinasi parameter
yang menghasilkan performa terbaik. Berikut adalah penjelasan tentang
langkah-langkah algoritma genetika dalam pencarian parameter ANN.
1)
Inisialisasi
Populasi Awal
Langkah pertama dalam penelitian ini
melibatkan pembentukan populasi awal yang terdiri dari 20 individu. Setiap
individu merepresentasikan satu kromosom yang mengandung parameter-parameter
yang digunakan dalam model Artificial Neural Network (ANN). Dalam hal ini,
kromosom mencakup nilai-nilai parameter seperti learning rate, training cycle,
dan momentum. Setiap individu dalam populasi memiliki kombinasi unik dari
nilai-nilai ini, yang dibangkitkan secara acak namun tetap mematuhi batasan
rentang nilai yang telah ditentukan. Misalnya, rentang nilai [100 - 500]
diterapkan untuk training cycle, [0.001 - 0.1] untuk learning rate, dan [0.5,
1] untuk momentum. Dengan cara ini, setiap individu membawa kromosom yang
merepresentasikan parameter-parameter ANN yang beragam dan bervariasi.
2)
Evaluasi Fitness
Setiap individu dalam populasi dievaluasi
melalui penggunaan fungsi fitness. Fungsi ini berperan dalam mengukur kualitas
performa model Artificial Neural Network (ANN), berdasarkan parameter yang
diberikan oleh individu tersebut. Dalam konteks ANN, performa bisa diukur
dengan metrik Root Mean Square Error (RMSE).
3)
Seleksi
Individu-individu dengan kinerja terbaik
akan dipilih untuk menjadi "orang tua" dalam generasi berikutnya.
Seleksi dilakukan berdasarkan nilai fitness individu, dengan mempertimbangkan
prinsip bahwa individu yang memiliki nilai fitness lebih tinggi akan memiliki
peluang yang lebih besar untuk menjadi orang tua. Dalam penelitian ini,
dilakukan seleksi berdasarkan nilai fitness terendah dari Root Mean Square
Error (RMSE). Oleh karena itu, individu dengan nilai RMSE yang lebih rendah
akan diprioritaskan sebagai orang tua dalam proses reproduksi untuk generasi
berikutnya.
4)
Crossover
Pada langkah ini, pasangan individu
dipilih dari populasi yang dipilih sebelumnya untuk menghasilkan keturunan.
Operasi crossover menggabungkan bagian-bagian parameter dari kedua individu
untuk menghasilkan individu baru yang memiliki kombinasi parameter yang
berbeda.
5)
Mutasi
Operasi mutasi diterapkan pada
individu-individu hasil crossover dengan tujuan memperkenalkan variasi baru ke dalam
populasi pada penelitian ini. Pada langkah ini, nilai-nilai parameter individu
dapat diubah secara acak dengan probabilitas kecil, biasanya menggunakan
probabilitas mutasi sekitar 0.1. Hal ini bertujuan untuk menjaga keberagaman
populasi dan mencegah konvergensi prematur pada proses evolusi algoritma
genetika yang digunakan dalam penelitian ini.
6)
Generasi Berikutnya
Setelah terjadi crossover dan mutasi,
populasi baru terbentuk. Langkah-langkah 2 hingga 5 diulang untuk generasi
baru. Proses ini berlanjut hingga mencapai kondisi berhenti yang ditentukan,
misalnya mencapai jumlah generasi maksimum atau mencapai tingkat kinerja yang
memadai. di mana pada penelitian ini terdapat 10 generasi.
Hasil Terbaik: Setelah iterasi selesai,
individu dengan nilai fitness terbaik dalam populasi terakhir dianggap sebagai
solusi terbaik. Solusi ini mewakili kombinasi parameter yang memberikan
performa terbaik untuk model ANN.
Pada penggabungan Artificial Neural
Network dengan Algoritma Genetika, algoritma genetika berhasil menemukan
kombinasi parameter terbaik dengan nilai training cycle sebanyak 497, learning
rate sekitar 0.053671049609951706, dan momentum sekitar 0.8766696848979256.
Hasil evaluasinya menunjukkan Root Mean Square Error (RMSE) sebesar 1028 untuk
dataset training dan RMSE sebesar 324 untuk dataset test.
4.
Perbandingan Pengujian Perbandingan Akurasi Sistem
Tahap selanjutnya melakukan pengujian
untuk mengetahui tingkat akurasi pada model. Pengujian dilakukan menggunakan
nilai Root Mean Square Error (RMSE). Pengujian ini akan membandingkan Model
Artificial Neural Network (ANN) yang parameternya ditentukan oleh algoritma
genetika dan ANN yang parameternya tanpa ditentukan menggunakan algoritma
genetika dapat dilihat pada Tabel.
Tabel 1 Perbandingan Pengujian Perbandingan Akurasi Sistem
|
Parameter |
Artificial
Neural Network |
Artificial Neural Network + Algoritma Genetika |
|
Training Cycle |
200 |
497 |
|
Learning Rate |
0,01 |
0.053671049609951706 |
|
Momentum |
0,9 |
0.8766696848979256 |
|
RMSE Train: 1747 |
||
|
RMSE Data Testing |
RMSE Test: 424 |
RMSE Test: 324 |
Dari tabel diatas menunjukan ANN yang
ditentukan parameternya oleh algortima genetika menjadikan akurasi lebih baik
dikarenakan adanya penurunan tingkat error dari nilai RMSE Train 1747 RMSE Test
424 menjadi RMSE Train 1028 RMSE Test 324 yang berarti Artificial Neural
Network yang di tentukan parameternya oleh dengan Algoritma Genetika lebih baik
dibandingkan Artificial Neural Network tanpa algoritma Genetika.
KESIMPULAN
Penelitian ini dilakukan pada data time
series nilai tukar Rupiah terhadap token Sandbox yang mencakup 1052 record dari
periode 14 Agustus 2020 hingga 30 Juni 2023 dengan menggunakan optimasi
Artificial Neural Network (ANN) melalui algoritma Genetika. Hasil penelitian
mengungkapkan beberapa kesimpulan penting, yaitu bahwa algoritma genetika mampu
digunakan untuk menentukan kombinasi parameter terbaik pada ANN dalam melakukan
prediksi nilai token Sandbox. Selain itu, pengujian akurasi juga menunjukkan
penurunan tingkat error dari RMSE Train 1747 RMSE Test 424 menjadi RMSE Train
1028 RMSE Test 324, mengindikasikan terjadinya peningkatan akurasi dalam sistem
prediksi.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, I., Sularto, L.,
Sudrajat, D., Kurnia, D. A., & Wijaya, Y. A. (2019). Optimasi Parameter
Artificial Neural Network Menggunakan Algoritma Genetika Untuk Prediksi
Kelulusan Mahasiswa. J. ICT Inf. Commun. Technol, 18(1), 54�59.
Amirulloh,
M. F. N., & Mulqi, M. (2022). Know more metaverse as the technology of the
future. International Journal of Research and Applied Technology
(INJURATECH), 2(1), 174�177.
Amrin,
Amrin. (2016). Analisa Komparasi Neural Network Backpropagation Dan Multiple
Linear Regression Untuk Peramalan Tingkat Inflasi. Jurnal Teknik Komputer,
2(2), 1�6.
Arsi,
Primandani, & Prayogi, Joko. (2020). Optimasi Prediksi NilaiTukar Rupiah
Terhadap Dolar Menggunakan Neural Network Berbasiskan Algoritma Genetika. Jurnal
Informatika, 7(1), 8�14.
Badrul,
Mohammad. (2016). Optimasi Neural Network Dengan Algoritma Genetika Untuk
Prediksi Hasil Pemilukada. Bina Insani ICT Journal, 3(1),
229�242.
Elmasari,
Yandria, & Nurhadi, Nurhadi. (2019). Optimasi Artificial Neural Network
Dengan Genetic Algorithm Pada Prediksi Debit Inflow Waduk Sengguruh. Jipi
(Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Pembelajaran Informatika), 4(2),
122�126.
Fitriadini,
Andhea. (2020). Penerapan Backpropagation Neural Network Dalam Prediksi Harga
Saham. Prosiding Seminar Nasional Mahasiswa Bidang Ilmu Komputer Dan
Aplikasinya, 1(2), 561�573.
Hilmi,
Muhammad Alfin. (2018). Identifikasi Suara Menggunakan Fft Dan Neural
Network. Universitas Muhammadiyah Gresik.
Nasution,
Darnisa Azzahra, Khotimah, Hidayah Husnul, & Chamidah, Nurul. (2019).
Perbandingan normalisasi data untuk klasifikasi wine menggunakan algoritma
K-NN. CESS (Journal of Computer Engineering, System and Science), 4(1),
78�82.
Prasetyo,
E., & MINING, DATA. (2014). Mengolah Data Menjadi Informasi Menggunakan
Matlab, Yogyakarta, CV. Andi Offset.
Putra,
Hasdi, & Walmi, N. Ulfa. (2020). Penerapan Prediksi Produksi Padi
Menggunakan Artificial Neural Network Algoritma Backpropagation. Jurnal
Nasional Teknologi Dan Sistem Informasi, 6(2), 100�107.
Ridho,
Ihda Innar, Mahalisa, Galih, Sari, Dwi Retno, & Fikri, Ihsanul. (2022).
Metode Neural Network Untuk Penentuan Akurasi Prediksi Harga Rumah. Technologia:
Jurnal Ilmiah, 13(1), 56�58.
Santoso,
Andy, & Hansun, Seng. (2019). Prediksi IHSG dengan Backpropagation Neural
Network. Jurnal RESTI (Rekayasa Sistem Dan Teknologi Informasi), 3(2),
313�318.
Sugiyarto,
Ipin, & Faddillah, Umi. (2017). Optimasi Artificial Neural Network dengan
Algorithm Genetic pada Prediksi Approval Credit Card. Jurnal Teknik
Informatika, 3(2), 151�156.
Sutopo,
Ariesto Hadi. (2022). Pengembangan Bahan Ajar berbasis Metaverse. Topazart.
Syukri,
Syukri, & Samsuddin, Samsuddin. (2019). Pengujian Algoritma Artificial
Neural Network (ANN) Untuk Prediksi Kecepatan Angin. Jurnal Nasional
Komputasi Dan Teknologi Informasi (JNKTI), 2(1), 43�47.
Zukhri,
Zainudin. (2014). Algoritma Genetika Metode Komputasi Evolusioner untuk
Menyelesaikan Masalah Optimasi. Yogyakarta: Andi Offset.