DAMPAK
KUOTA IMPOR GRAND PARENTS STOCK TERHADAP PEMENUHAN PERMINTAAN DAGING AYAM
BROILER DI INDONESIA
���������������������������������������������������������������������� Muhammad
Firdaus Susanto,�����������������������������������
Iwan
Setiawan, Cecep Firmansyah
Universitas Padjajaran Sumedang
Jumlah produksi
ayam broiler yang setiap tahunnya terus meningkat melebihi permintaan sehingga
menyebabkan fluktuasi harga Livebird di tingkat peternak rakyat. Kelebihan
pasokan ayam broiler ini salah satunya disebabkan oleh tidak akuratnya
perhitungan potensi Livebird akibat banyaknya Grand Parent Stock (GPS) yang
diimpor untuk memenuhi kebutuhan daging ayam broiler. Tujuan dari penelitian
ini adalah menganalisis jumlah produksi daging broiler di Indonesia pada tahun
2022 berdasarkan kuota impor GPS tahun 2019-2020, dan bagaimana dampak kuota
impor GPS terhadap pemenuhan permintaan ayam broiler tahun 2022. Metode
penelitian yang digunakan adalah prediksi dengan jenis penelitian studi
pustaka/literature review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) kuota impor
GPS bulan Mei sampai Desember 2019 menghasilkan daging ayam broiler sebanyak
3.984.857 ton, dan kuota impor GPS bulan Januari sampai April 2020 menghasilkan
daging ayam ras sebanyak 1.980.718 ton, (b) produksi daging ayam daging pada
tahun 2022 sebesar 5.965.575 ton sedangkan kebutuhan daging ayam sebanyak
2.067.139 ton sehingga mengakibatkan kelebihan pasokan daging ayam broiler
sebanyak 3.898.436 ton yang menyebabkan fluktuasi dan turunnya harga Livebird
di tingkat peternak rakyat di bawah harga acuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor
07 Tahun 2020 tentang Harga Acuan. tujuan dari
penelitian ini yaitu: Menganalisa jumlah produksi daging ayam broiler di
Indonesia pada tahun 2022 berdasarkan kuota impor Grand Parent Stock (GPS)
bulan Mei sampai Desember tahun 2019 dan bulan Januari sampai April tahun 2020.
Menganalisa dampak kuota impor Grand Parent Stock (GPS) terhadap pemenuhan
permintaan daging ayam broiler tahun 2022
Kata Kunci: Kuota Impor; Grand
Parent Stock; Supply and Demand; Oversupply; Ayam Broiler
Abstract
The number of broiler chicken
production continues to increase every year, exceeding demand, causing
fluctuations in Livebird prices at the smallholder farmer level. This excess
supply of broiler chickens is partly caused by inaccurate calculations of Livebird
potential due to the large amount of Grand Parent Stock (GPS) being imported to
meet the need for broiler chicken meat. The aim of this research is to analyze
the amount of broiler meat production in Indonesia in 2022 based on the
2019-2020 GPS import quota, and what impact the GPS import quota will have on
meeting demand for broiler chickens in 2022. The research method used is
prediction using the type of literature study/research. literature review. The
research results show that: (a) the GPS import quota from May to December 2019
produced 3,984,857 tons of broiler chicken meat, and the GPS import quota from
January to April 2020 produced 1,980,718 tons of purebred chicken meat, (b)
meat production Chicken meat in 2022 will amount to 5,965,575 tons, while the
need for chicken meat will be 2,067,139 tons, resulting in an excess supply of
broiler chicken meat of 3,898,436 tons, which will cause fluctuations and a
decrease in the price of Livebird at the smallholder farmer level below the
reference price of Regulation of the Minister of Trade Number 07 of 2020
concerning Reference Prices. The aim of this research is: Analyze the amount of
broiler chicken meat production in Indonesia in 2022 based on the Grand Parent
Stock (GPS) import quota from May to December 2019 and January to April 2020.
Analyze the impact of the Grand Parent Stock (GPS) import quota towards meeting
demand for broiler chicken meat in 2022
Keywords: Import Quotas; Grand Parent Stock;
Supply and Demand; Oversupply; Broiler Chickens
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Jumlah
produksi ayam broiler di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Beberapa
tahun terakhir berdasarkan analisis proyeksi produksi dan konsumsi daging ayam
ras tahun 2018-2022 yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian, pada tahun 2019
produksi daging ayam broiler mengalami kenaikan menjadi 3,73 juta ton. Kondisi
tersebut terus meningkat di tahun 2020 produksi mencapai 4,04 juta ton, tahun
2021 mencapai 4,36 juta ton, dan tahun 2022 diperkirakan mencapai 4,69 juta
ton. Menurut (BPS, 2021) tingkat konsumsi daging ayam broiler per Kapita
Sebulan pada tahun 2019 sebesar 0,532 kg, tahun 2020 sebesar 0,557 kg, dan
tahun 2021 sebesar 0,538 kg. Peningkatan konsumsi harus sesuai dengan
peningkatan jumlah produksi. Peningkatan jumlah produksi yang tidak sesuai dengan
jumlah kebutuhan konsumsi dalam negeri menyebabkan oversupply dan kemudian
berdampak terjadinya fluktuasi harga Livebird yang akan merugikan peternak
khususnya peternak rakyat mandiri. Untuk menjaga stabilitas harga, di perlukan
peran serta pemerintah dalam mengendalikan supply-demand
tersebut desngan mengambil kebijakan-kebijakan yang tepat (Saragih, 2016).
Sebagai
upaya mengendalikan supply-demand, pemerintah dapat mengatur tingkat produksi daging
ayam broiler dengan cara menghitung secara cermat kuota impor Grand Parent
Stock berdasarkan kebutuhan konsumsi dalam negeri. Kesalahan penetapan alokasi
kuota impor Grand Parent Stock akan berdampak pada produksi final stock dua
tahun berikutnya. Hal ini disebabkan karena setiap jenis ayam pembibit dari
mulai Grand Parent Stock (GPS) dan Parent Stock (PS) hingga menghasilkan final
stock membutuhkan 3 periode fase pemeliharaan berdasarkan umurnya yaitu periode
starter (umur 0 � 4�
minggu) dimana merupakan fase awal, periode grower (umur 4 � 18
minggu) yang merupakan fase pertumbuhan, dan periode layer (umur 18 sampai
afkir pada umur 65 minggu) merupakan fase produksi dan bertelur (Tri Afrizal,
2021).
Indonesia
telah menjadi mitra dagang yang berharga bagi Australia. Ekonomi Industri
Indonesia yang berkembang pesat dan tenaga kerja yang besar, digabung dengan
teknologi tinggi Australia dan sumber daya alamnya telah memberikan banyak
peluang usaha. Perdagangan dan perniagaan antara Australia dan Indonesia
semakin tumbuh. Perdagangan dua-arah telah meningkat menjadi 25,2% selama tahun
2000-2002. Lebih dari 400 perusahaan Australia sedang melakukan perniagaan di
Indonesia, mulai dari usaha pertambangan sampai telekomunikasi.
Perusahaanperusahaan ini bekerja sebagai mitra dagang dengan perusahaan dan
pemerintah Indonesia (Afrizal Afrizal & Pulungan, 2014).
�Berbagai penelitian telah dilakukan untuk
meramalkan produksi dan konsumsi daging ayam ras di Indonesia berdasarkan
parameter pertumbuhan produksi ayam broiler final
stock dan tingkat konsumsi daging ayam (Romauliyana Br Silalahi, Romdhon, &
Badrudin, 2017). Namun,
penelitian mengenai peramalan produksi ayam broiler final stock yang kemudian dapat dikonversikan menjadi daging ayam
broiler berdasarkan angka kelahiran atau Salable Chick yang dihasilkan dari pemeliharaan bibit
Grand Parent Stock masih terbatas.
Penelitian
mengenai kuota impor Grand Parent Stock sebagai salah satu faktor yang
mempengaruhi Supply-demand daging ayam menjadi penting untuk dilakukan agar
pembangunan subsektor perunggasan dan ketahanan pangan dapat direncanakan
secara tepat di masa yang akan datang, serta dapat menjadi masukan untuk
pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang solutif dalam menyelesaikan polemik
Oversupply di perunggasan dalam beberapa tahun belakangan ini. Oleh karena itu
penulis tertarik untuk meneliti dampak kuota impor Grand Parent Stock terhadap
pemenuhan permintaan daging ayam broiler di Indonesia (Joinaldy, Pt, MM, & Eng, 2020). Dalam penelitian ini kuota impor Grand Parent Stock (GPS) yang dimaksud
adalah kuota impor Grand Parent Stock bulan Mei sampai Desember tahun 2019 dan
bulan Januari sampai April tahun 2020, sedangkan pemenuhan permintaan daging
ayam broiler yang dimaksud adalah tahun 2022.
Manfaat
penelitian ini dapat menambah khasanah ilmu pengetahuan bagi penulis dan
sebagai sumber penelitian ilmiah baru bagi akademisi, dan pemerintah maupun
instansi lain yang terkait untuk pencegahan oversupply ayam broiler dan
jatuhnya harga Livebird dibawah Harga Pokok Produksi (HPP) peternak rakyat
mandiri.
Maksud dan
tujuan dari penelitian ini yaitu: Menganalisa jumlah produksi daging ayam
broiler di Indonesia pada tahun 2022 berdasarkan kuota impor Grand Parent Stock
(GPS) bulan Mei sampai Desember tahun 2019 dan bulan Januari sampai April tahun
2020. Menganalisa dampak kuota impor Grand Parent Stock (GPS) terhadap
pemenuhan permintaan daging ayam broiler tahun 2022
METODE
PENELITIAN
Objek yang
digunakan dalam penelitian ini adalah data kuota dan strain impor Grand Parent
Stock bulan Mei sampai Desember tahun 2019 dan bulan Januari sampai April tahun
2020, data jumlah penduduk per Provinsi di Indonesia Tahun 2015-2021, data
tingkat konsumsi daging ayam per kapita�
per Provinsi di Indonesia Tahun 2015-2021, data produksi ayam broiler
per Provinsi di Indonesia Tahun 2015-2021 dan data realisasi harga Livebird
ayam broiler di tingkat peternak per Provinsi di Indonesia Tahun 2015-2021
(Hidayat, n.d.)
Metode
penelitian yang digunakan adalah metode Prediksi. Penelitian ini melibatkan
perhitungan korelasi antara suatu pola tingkah laku yang kompleks, yakni
variabel yang menjadi sasaran prediksi yang diramalkan kejadiannya (disebut
kriteria) dan variabel lain yang dipakai untuk memprediksi (disebut prediktor) (Gumanti & Utami, 2018). Teknik yang digunakan untuk mengetahui tingkat prediksi antara kedua
variabel tersebut adalah teknik analisis trend.
Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kepustakaan / kajian
literatur. Penelitian studi kepustakaan merupakan teknik pengumpulan data
dengan menelaah berbagai literature dari buku, artikel, laporan, atau catatan
yang memiliki hubungan dengan masalah yang akan dipecahkan (Ridwan, Suhar, Ulum, & Muhammad,
2021).
Selanjutnya
ekstraksi data tahapan ini bertujuan untuk mengumpulkan dan mengekstraksi data
penelitian yang dikaji dari sumber-sumber terpercaya untuk menentukan data yang
relevan terhadap penelitian yang akan dilakukan (Bachtiar, 2023). Data yang penting untuk dikumpulkan yaitu data kuota import Grand
Parent Stock bulan Mei sampai Desember tahun 2019 dan bulan Januari sampai
April tahun 2020, saleable chick Grand Parent dan Parent Stock ayam broiler,
data produksi ayam broiler per provinsi, data harga livebird per provinsi,
serta jumlah penduduk dan angka konsumsi daging ayam per kapita per provinsi
dalam setahun pada 2015-2021.
Data yang
telah disaring kemudian dianalisis dengan 3 tahapan analisis, yaitu analisis
teks, analisis trend, analisis prediktif. Ketiga tahap analisis ini sering
berjalan bersamaan dan saling terkait. Analisis teks dapat memberikan masukan
untuk analisis tren, yang pada gilirannya dapat digunakan dalam analisis
prediktif. Analisis prediktif, sementara itu, memanfaatkan wawasan dari
analisis teks dan tren untuk membuat prediksi yang lebih akurat. Semua tahapan
ini dapat memberikan nilai tambah yang signifikan dalam pengambilan keputusan
dan perencanaan strategis dalam berbagai bidang.
Setiap
sumber literatur mengenai kuota import Grand Parent Stock, produksi ayam
broiler per provinsi, harga livebird per provinsi, angka konsumsi per kapita,
jumlah penduduk Indonesia per Provinsi, jumlah saleable chick Grand Parent dan
Parent Stock ayam broiler yang diperoleh akan disajikan dalam bentuk tabel
analisis teks. Data angka konsumsi per kapita dan jumlah penduduk Indonesia
akan dihitung menggunakan analisis trend, sedangkan data produksi Parent Stock
dan Final Stock berdasarkan kuota import Grand Parent Stock ayam broiler akan
dihitung menggunakan perhitungan prediktif
berdasarkan saleable chick Parent Stock dan Final Stock ayam broiler (HERAWATI, 2016).
Dalam
penelitian ini analisis data studi kepustakaan akan dilakukan dalam 3 tahap,
yaitu analisis teks, analisis trend dan analisis prediktif. Analisis teks
bertujuan untuk mengkaji latar belakang data mengenai kuota import Grand Parent
Stock, produksi ayam broiler per provinsi, harga livebird per provinsi, angka
konsumsi daging ayam per kapita, jumlah penduduk Indonesia, jumlah saleable
chick Parent Stock dan Final Stock ayam broiler. Sementara analisis trend
dilakukan untuk memperkirakan perkembangan jumlah penduduk Indonesia dan
tingkat konsumsi daging ayam per kapita pada tahun 2022. Analisis prediktif
bertujuan untuk memprediksi gambaran supply-demand daging ayam broiler di
Indonesia tahun 2022 berdasarkan hasil perhitungan analisis trend dan
perhitungan jumlah livebird yang dihasilkan dari kuota impor Grand Parent Stock
bulan Mei sampai Desember tahun 2019 dan bulan Januari sampai April tahun 2020.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Produksi Parent Stock dan Final Stock
Ayam Broiler
Ayam Parent Stock
dihasilkan melalui pemeliharaan ayam Grand Parent Stock yang diperoleh melalui
impor, sedangkan ayam Final Stock diperoleh melalui pemeliharaan ayam Parent
Stock. Secara garis keturunan dalam menghasilkan Final Stock secara berurutan
yaitu:
1.
Pure Line
2.
Great Grand Parent
Stock
3.
Grand Parent Stock
4.
Parent Stock
5.
Final Stock
Berdasarkan fase
pemeliharaan ayam pembibit, waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan Parent
Stock adalah 65 minggu, begitu pula untuk menghasilkan Final Stock memerlukan
waktu 65 minggu (Nugroho, 2012), masa pemeliharaan Final Stock sampai
menghasilkan Livebird membutuhkan waktu 28-30 hari (Tri Afrizal, 2021). Berdasarkan rentang waktu tersebut, produksi Livebird membutuhkan waktu
2,8 tahun, seperti pada Gambar 2.
FS ke LB 4 mg
minggu mi GPS ke PS 65
mg PS ke FS 65
mg minggu mi T =2,8 T = 0 Proses
produksi LB 1bln
Gambar 2. Masa Produksi Livebird dari Grand
Parent Stock
Perusahaan
pembibitan di Indonesia untuk memproduksi ayam Parent Stock diperoleh dari
pemeliharaan ayam Grand Parent Stock. Fase pemeliharaan ayam Grand Parent Stock
untuk memproduksi ayam Parent Stock membutuhkan waktu 65 minggu, berdasarkan
umurnya yaitu periode starter (umur 0 � 4 minggu) dimana merupakan fase awal,
periode grower (umur 4 � 18 minggu) yang merupakan fase pertumbuhan, dan
periode layer (umur 18 sampai afkir pada umur 65 minggu) merupakan fase
produksi dan bertelur (Tri Afrizal, 2021).
Standar Salable
Chick untuk strain Cobb, 1 ekor Grand Parent Stock mampu menghasilkan
48,9 ekor ayam Parent Stock (Cobb, 2018). Strain Ross 1 ekor Grand Parent Stock
mampu menghasilkan 63,3 ayam Parent Stock (Ross, 2011). 1 ekor Grand Parent
Stock strain Indian River mampu menghasilkan 65 ayam Parent Stock (Aviagen,
2011). 1 ekor Grand Parent Stock mampu menghasilkan 50 ayam Parent Stock
(Hubbard, 2022). Hasil penelitian menyatakan bahwa produksi Parent Stock
berdasarkan kuota import Grand Parent Stock bulan Mei sampai Desember tahun
2019 dan bulan Januari sampai April tahun 2020 menghasilkan 33.243.062 ekor
Parent Stock.
Tabel 1 Prediksi Produksi Parent Stock dan
Final Stock
|
No |
Strain |
Saleable Chick Parent Stock |
Saleable Chick Final Stock |
Kuota Impor GPS |
Prediksi Produksi Parent
Stock |
Prediksi Produksi Final Stock |
|
1 |
Coob |
48,9*) |
150,6*) |
330.242 |
14.760.052 |
2.051.703.312 |
|
2 |
Ross |
63,3**) |
154**) |
212.091 |
11.680.041 |
1.654.828.270 |
|
3 |
Indian
River |
65**) |
156,8**) |
48.425 |
2.738.434 |
395.035.499 |
|
4 |
Hubbard |
50***) |
152,5***) |
90.323 |
4.064.535 |
557.857.429 |
|
Total Produksi Final Stock |
33.243.062 |
4.659.424.510 |
||||
Sumber: Data diolah dari Surat Kementerian Pertanian RI No.
23029/TI.040/F1/11/2021 tentang Penyajian Data Ayam Ras. Keterangan : ) Cobb
Vantress, 2021 ; ) Aviagen, 2021 ; ) Hubbard, 2022 (Obidzinski et al., 2014)
Perusahaan pembibitan
di Indonesia untuk menghasilkan ayam Final Stock harus memproduksi Parent Stock
dari Grand Parent Stock yang berasal dari impor, karena Indonesia tidak
memiliki Grand Parent Stock. Jumlah Grand Parent Stock yang bisa diimpor
ditentukan berdasarkan kuota impor yang telah di tetapkan oleh pemerintah
melalui Kementerian Pertanian RI.
Jumlah kuota impor
tersebut mempengaruhi jumlah Final Stock yang dihasilkan melalui pemeliharaan
bibit Grand Parent Stock dan Parent Stock ayam broiler (NUHARJA, 2018). Berikut yang disajikan dalam Tabel 1 merupakan hasil analisis data
produksi Final Stock 2022 berdasarkan kuota impor Grand Parent Stock bulan Mei
sampai Desember tahun 2019 dan bulan Januari sampai April tahun 2020 (Purnama Ramadani Silalahi, 2020). Jika tidak ada kebijakan cutting Hatching egg (HE), dari analisis data
pada Tabel 1 menunjukan bahwa berdasarkan kuota import Grand Parent Stock bulan
Mei sampai Desember tahun 2019 dan bulan Januari sampai April tahun 2020
menghasilkan 4.659.424.510 ekor DOC Final Stock. Jumlah DOC Final Stock
tersebut meningkat 62% dari tahun 2021 yang berjumlah 2.889.208.000 ekor
(Kementerian Pertanian RI, 2022).
Produksi Livebird Ayam Broiler
Livebird merupakan
ayam broiler hasil budidaya yang dipasarkan dalam keadaan hidup dan diukur
dalam satuan (ekor). Livebird dihasilkan dari pemeliharaan DOC Final Stock ayam
pedaging. Perusahaan penghasil DOC membedakan kualitas DOC menjadi 3 kelompok
berdasarkan berat DOC yaitu; DOC dengan berat lebih dari 39 g (Platinum), DOC
dengan berat 35-39 g (Gold), DOC dengan berat dibawah 35 g (Silver).
DOC Platinum lebih
banyak diminati peternak, sebab kecenderungan asumsi bahwa DOC yang lebih besar
akan menghasilkan peformans produksi Livebird yang lebih baik (Agus, 2016).
Secara umum DOC ayam broiler (Final Stock) dipelihara dengan sistem kandang
terbuka (open house) dan kandang tertutup (close house) (Suprijatna, 2015).
Untuk menghitung produksi Livebird, diperlukan perhitungan prediksi jumlah
Livebird yang dihasilkan dari prediksi jumlah Final Stock yang dipelihara
dengan mempertimbangkan asumsi tingkat deplesi.
Pemeliharaan ayam
broiler dinyatakan berhasil jika angka kematian (deplesi) secara keseluruhan
kurang dari 5% (North dan Bell, 1990). Prediksi jumlah produksi Livebird
diperhitungkan berdasarkan produksi Saleable Chick Parent Stock dan Final
Stock. Berdasarkan fase pemeliharaan DOC Final Stock sampai dengan menghasilkan
Livebird membutuhkan waktu 28-30 hari.
Tabel 2 Matrix impor GPS dan Prediksi Produksi
Livebird (LB)
|
Kuota Impor |
Produksi
Livebird |
Persentase Kontribusi GPS |
Persentase Produksi LB |
||||
|
Tahun |
Bulan |
Tahun |
Bulan |
Jumlah (juta ekor) |
|||
|
2019 |
Mei-Des |
2022 |
Jan-Aug |
2.956,76 |
66,80% |
||
|
2020 |
Jan-Apr |
Sept-des |
1.469,69 |
33,20% |
32,10% |
||
|
Mei-Des |
2023 |
Jan-Aug |
3.108,90 |
67,90% |
|||
Produksi Livebird tahun 2022 berasal dari kuota impor tahun 2019 dan
2020, karena berdasarkan Gambar 2, diketahui bahwa masa produksi untuk
menghasikan Livebird dari kuota impor Grand Parent Stock membutuhkan waktu 33
bulan. sehingga kuota impor pada 2020 belum mencerminkan produksi Livebird
tahun 2022, sebab masih ada kontribusi produksi Livebird yang berasal dari
Grand Parent Stock yang diimpor tahun 2019 yaitu pada bulan Mei � Desember.
Sedangkan Grand Parent Stock yang diimpor Mei � Desember tahun 2020 akan
menghasilkan Livebird pada tahun 2023.
Hasil analisis data
menunjukan bahwa produksi Livebird pada tahun 2022 sebanyak 4.426,45 juta ekor
atau 4.426.453.285 ekor, sementara berdasarkan publikasi kementerian pertanian
yang berjudul Statistik Peternakan dan Kesehatan Hewan (2022) jumlah populasi
ayam broiler tahun 2022 sebesar 3.168.325.176 ekor. Perbedaan hasil data
tersebut disebabkan perbedaan formula perhitungan Salable Chick Parent Stock
dan Final Stock. Kementerian Pertanian menghitung dengan formula seekor ayam
Grand Parent Stock menghasilkan 40 ekor ayam indukan Parent Stock. Sedangkan
seekor ayam Parent Stock dapat memproduksi 140 ekor ayam Final Stock. Dengan
demikian, satu ekor ayam bibit Grand Parent Stock dapat memproduksi 40 x 140 =
5.600 ekor bakalan Final Stock (Muladno, 2020). Sedangkan dalam penelitian ini,
formula perhitungan Salable Chick Parent Stock dan Final Stock berdasarkan data
produktifitas masing-masing strain yang diperoleh dari Guidebook sebagaimana
pada Tabel 1.
Produksi
Daging Ayam Broiler
Produksi daging ayam
broiler adalah jumlah daging ayam yang dihasilkan dari Livebird, yang diukur
adalah total produksi daging selama satu tahun dengan satuan (kg) (Suryadi et al., 2021). Berdasarkan hasil penelitian (Nuryati, 2019) mengungkapkan bahwa ayam
broiler dapat dipanen dengan bobot badan mencapai 1.900-2.002 gram. Sedangkan
persentase karkas bagian tubuh Ayam Broiler menurut (Salam dkk.,2013) berkisar
antara 65-75% dari bobot hidup.
Tabel 3 Prediksi Produksi Daging Ayam Broiler
Tahun 2022 dan 2023
|
Bulan |
Produksi Daging (Kg) |
|
|
2022 |
2023 |
|
|
Januari |
641.370.848* |
427.280.953** |
|
Februari |
496.761.735* |
408.166.778** |
|
Maret |
314.353.804* |
433.055.778** |
|
April |
824.038.695* |
995.641.414** |
|
Mei |
557.238.252* |
439.172.627** |
|
Juni |
359.398.986* |
461.333.297** |
|
Juli |
77.456.181* |
473.112.283** |
|
Agustus |
714.238.534* |
552.132.648** |
|
September |
236.671.133** |
|
|
Oktober |
505.773.628** |
|
|
November |
887.301.139** |
|
|
Desember |
350.972.423** |
|
|
Jumlah |
5.965.575.356 |
���������� 4.189.895.773 |
Keterangan:
*�� = produksi
daging ayam berdasarkan GPS impor 2019;
** = produksi daging ayam berdasarkan GPS impor 2020
Hasil analisis data menunjukan produksi
daging ayam broiler yang dihasilkan tahun 2022 berdasarkan kuota import Grand
Parent Stock bulan Mei sampai Desember tahun 2019 yaitu 3.984.857.034 kg dan
pada bulan Januari sampai April tahun 2020 yaitu 1.980.718.322 kg. Sehingga
secara keseluruhan produksi daging ayam broiler di tahun 2022 berjumlah
5.965.575.356 kg atau sama dengan 5.965.575 ton. Jumlah tersebut lebih tinggi
jika dibandingkan produksi daging ayam broiler tahun 2021 yaitu 3.426.042 ton
(BPS, 2021). Jumlah produksi daging ayam Indonesia tahun 2022 berjumlah 4.098
juta ton (Kementan, 2022). Sedangkan hasil penelitian (Kartika, 2020) mengenai
proyeksi produksi daging ayam broiler tahun 2022 yaitu 5.062.790 ton.
Pemenuhan
Kebutuhan Daging Ayam Broiler
Pemenuhan kebutuhan
daging ayam broiler dapat diketahui berdasarkan proyeksi supply-demand daging
ayam broiler, supply didapatkan dari hasil analisis produksi daging ayam
broiler, sedangkan demand didapatkan dari perhitungan kebutuhan berdasarkan
proyeksi jumlah penduduk dan angka konsumsi daging ayam per kapita. Jumlah
penduduk merupakan salah satu indikator penting dalam suatu negara. Bahkan Adam
Smith menganggap bahwa jumlah penduduk merupakan input yang potensial yang
dapat digunakan sebagai faktor produksi untuk meningkatkan produksi suatu rumah
tangga perusahaan (Mustika,2011). Data penduduk pada waktu yang lalu sudah
dapat diperoleh dari hasil-hasil survei dan sensus, sedangkan untuk memenuhi
kebutuhan data penduduk pada masa yang akan datang perlu dibuat proyeksi
penduduk yaitu perkiraan jumlah penduduk dan komposisinya di masa mendatang.
Konsumsi adalah
suatu kegiatan manusia menghabiskan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan,
baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus. Konsumsi memainkan peranan
penting dalam sistem perekonomian (Zakiah, 2022). Adanya konsumsi akan mendorong terjadinya produksi dan distribusi.
Dengan demikian akan menggerakkan roda-roda perekonomian (Lutfi, 2019). Konsumsi yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu konsumsi daging ayam
broiler per kapita selama satu tahun dengan satuan (kg/kapita) yang dihitung
menggunakan analisis trend (Nisa, Winandi, & Tinaprilla, 2014). Hasil analisis menyatakan bahwa tingkat konsumsi daging ayam per kapita
pada tahun 2022 yaitu 7,502 kg/kapita. Sedangkan jumlah penduduk pada tahun
2022 yaitu 275.545.107 penduduk. Dengan demikian dapat diketahui permintaan
daging ayam broiler tahun 2022 berjumlah 2.067.139.393 kg, sementara dari hasil
analisis produksi daging ayam broiler tahun 2022 berjumlah 5.965.575.356 kg.
Kebutuhan daging ayam pada tahun 2022 terpenuhi, bahkan surplus 3.898.435.963
kg daging ayam.
Kebutuhan daging
ayam ditentukan oleh kemampuan daya beli masyarakat, namun jika dibandingkan
dengan kecukupan kebutuhan gizi masyarakat tingkat konsumsi daging ayam per
kapita masih belum mencukupi kebutuhan gizi masyarakat (Praza & Shamadiyah, 2020). Dalam mewujudkan gizi yang seimbang, idealnya dalam sehari kebutuhan
pangan hewani masyarakat 2-4 porsi, atau setara dengan 80-160 g (2-4 potong)
daging ayam. Dengan demikian seharusnya konsumsi daging ayam perkapita yaitu
29,2 kg/tahun (Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 Tahun
2014 Tentang Pedoman Gizi Seimbang).
Berdasarkan hasil
penelitian yang telah dilakukan, persentase proporsi populasi livebird ayam
broiler setiap provinsi dan sebaran populasi livebird ayam broiler yang
dihasilkan dari kuota impor Grand Parent Stock bulan Mei sampai Desember tahun
2019 dan bulan Januari sampai April tahun 2020 hasilnya disajikan dalam Tabel
4. Berdasarkan hasil penelitian, populasi ayam broiler di Indonesia pada tahun
2022 mencapai angka 4.426.453.285 ekor, dan di Jawa Barat sendiri populasi ayam
broiler mencapai 1.111.323.479 ekor atau sekitar 25,1% dari total populasi ayam
broiler di Indonesia. Kondisi ini dikarenakan Jawa Barat sebagai sentra
produsen utama ayam broiler di Indonesia (Jojo, 2021). Sedangkan Jakarta
menjadi provinsi yang tidak terdapat populasi ayam broiler dikarenakan adanya
larangan pemeliharaan unggas di Jakarta dan persyaratan bahwa ayam yang masuk
wilayah DKI Jakarta harus sudah dalam bentuk karkas melalui pemasaran rantai
dingin berdasarkan Perda DKI Jakarta No. 4 Tahun 2007 (Arief, 2011).
Tabel 4 Prediksi Sebaran Populasi Ayam Broiler per Provinsi Tahun
2022
|
Provinsi |
Populasi Ayam Broiler 2022 |
|
|
A |
P |
|
|
Aceh |
1,145% |
50.687.160 |
|
Sumatera Utara |
4,867% |
215.414.646 |
|
Sumatera Barat |
1,913% |
84.680.865 |
|
Riau |
3,054% |
135.168.583 |
|
Jambi |
1,384% |
61.259.946 |
|
Sumatera Selatan |
3,123% |
138.216.155 |
|
Bengkulu |
0,291% |
12.876.961 |
|
Lampung |
3,033% |
134.273.749 |
|
Kepulauan Bangka Belitung |
0,631% |
27.919.313 |
|
Kepulauan Riau |
0,757% |
33.523.897 |
|
DKI Jakarta |
0,000% |
- |
|
Jawa Barat |
25,106% |
1.111.323.479 |
|
Jawa Tengah |
18,671% |
826.475.125 |
|
DI Yogyakarta |
1,792% |
79.302.816 |
|
Jawa Timur |
12,915% |
571.683.405 |
|
Banten |
6,560% |
290.390.122 |
|
Bali |
2,609% |
115.495.983 |
|
Nusa Tenggara Barat |
0,807% |
35.717.251 |
|
Nusa Tenggara Timur |
0,379% |
16.784.948 |
|
Kalimantan Barat |
1,667% |
73.797.938 |
|
Kalimantan Tengah |
0,761% |
33.702.789 |
|
Kalimantan Selatan |
2,853% |
126.266.801 |
|
Kalimantan Timur |
1,707% |
75.556.045 |
|
Kalimantan Utara |
0,138% |
6.091.967 |
|
Sulawesi Utara |
0,336% |
14.881.341 |
|
Sulawesi Tengah |
0,234% |
10.357.973 |
|
Sulawesi Selatan |
2,628% |
116.318.205 |
|
Sulawesi Tenggara |
0,169% |
7.470.307 |
|
Gorontalo |
0,126% |
5.594.747 |
|
Sulawesi Barat |
0,113% |
5.005.938 |
|
Maluku |
0,020% |
886.028 |
|
Maluku Utara |
0,003% |
135.068 |
|
Papua Barat |
0,030% |
1.312.335 |
|
Papua |
0,178% |
7.881.399 |
|
Indonesia |
100% |
4.426.453.285 |
Prediksi kebutuhan daging ayam broiler per
provinsi tahun 2022
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilakukan, prediksi kebutuhan daging ayam broiler per provinsi tahun 2022
hasilnya disajikan dalam Tabel 5. Berdasarkan hasil penelitian, provinsi dengan
kebutuhan daging ayam paling besar adalah provinsi Jawa Barat dengan 37.110.973
kg kebutuhan daging ayam. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kebutuhan daging
ayam paling besar dikarenakan Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah
penduduk terbanyak se-Indonesia yaitu mencapai 48,64 juta jiwa pada Juni 2022.
Jumlah ini melampaui 17% dari total penduduk Indonesia (Dukcapil, 2022).
Sedangkan tingkat konsumsi daging ayam di tahun 2022 mencapai 0,176 kg/kapita
dalam seminggu (BPS, 2022).
Tabel 5
Prediksi Kebutuhan Daging Ayam per Provinsi Tahun 2022
|
No |
Provinsi |
Kebutuhan
Daging Ayam (kg) |
|
1 |
Aceh |
2.294.371 |
|
2 |
Sumatera Utara |
8.387.807 |
|
3 |
Sumatera Barat |
3.443.065 |
|
4 |
Riau |
5.373.306 |
|
5 |
Jambi |
2.756.792 |
|
6 |
Sumatera Selatan |
5.899.322 |
|
7 |
Bengkulu |
1.193.804 |
|
8 |
Lampung |
4.587.309 |
|
9 |
Kepulauan Bangka Belitung |
1.241.726 |
|
10 |
Kepulauan Riau |
2.194.215 |
|
11 |
DKI Jakarta |
9.519.968 |
|
12 |
Jawa Barat |
37.110.973 |
|
13 |
Jawa Tengah |
20.595.973 |
|
14 |
DI Yogyakarta |
2.443.387 |
|
15 |
Jawa Timur |
21.697.498 |
|
16 |
Banten |
9.571.980 |
|
17 |
Bali |
3.883.251 |
|
18 |
Nusa Tenggara Barat |
2.860.884 |
|
19 |
Nusa Tenggara Timur |
1.836.380 |
|
20 |
Kalimantan Barat |
3.768.724 |
|
21 |
Kalimantan Tengah |
2.266.525 |
|
22 |
Kalimantan Selatan |
2.662.213 |
|
23 |
Kalimantan Timur |
2.986.992 |
|
24 |
Kalimantan Utara |
443.232 |
|
25 |
Sulawesi Utara |
774.748 |
|
26 |
Sulawesi Tengah |
685.636 |
|
27 |
Sulawesi Selatan |
3.818.896 |
|
28 |
Sulawesi Tenggara |
682.515 |
|
29 |
Gorontalo |
339.491 |
|
30 |
Sulawesi Barat |
330.419 |
|
31 |
Maluku |
382.446 |
|
32 |
Maluku Utara |
182.733 |
|
33 |
Papua Barat |
440.609 |
|
34 |
Papua |
2.566.616 |
Sumber: Data BPS diolah dengan Trend konsumsi daging ayam 2015-2021,
pangsa konsumsi daging ayam 2021, estimasi produksi dan konsumsi daging ayam
broiler 2022 (SECHAN, n.d.).
Trend Harga Livebird Ayam Broiler per
Provinsi Tahun 2022
Berdasarkan hasil
analisis penelitian yang telah dilakukan, prediksi harga Livebird ayam broiler
tahun 2022 di tingkat peternak hasilnya sebagaimana ditampilkan pada Gambar 3.
Gambar 3 Grafik Prediksi Harga Livebird
Tahun 2022
Peraturan
Menteri Perdagangan Nomor 07 Tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di
Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen menyatakan bahwa
harga acuan Livebird ayam broiler di tingkat peternak adalah 19.000 � 21.000.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pada tahun 2022 harga
Livebird di provinsi Sumatera, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,
Kalimantan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Selatan berada diatas
harga acuan Permendag 07 Tahun 2020, sedangkan pada provinsi Banten, Jawa
Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur berada di bawah harga acuan Permendag 07
Tahun 2020.
Apabila
ditelusuri lebih lanjut di Jawa Barat, Nilai Tukar Petani (NTP) peternakan
sepanjang tahun 2022 cukup berfluktuasi (DI PERKOTAAN, 2022). Pada Februari 2022 peternak dihadapkan pada tingginya ongkos sarana
produksi ternak (sapronak), sementara harga jual ayam di tingkat peternak
(livebird on farm) di bawah biaya produksi sehingga peternak mandiri mengalami
kerugian, diantaranya karena pada Maret 2022 terdapat peraturan pemerintah
(Permendag) untuk penyesuaian harga pakan seperti jagung (dari 4.500/kg menjadi
5.600/kg).�
Secara
kumulatif, angka NTP peternak Januari-April 2022 tercatat sebesar 98,51 atau
melemah 0,27% (yoy) dibandingkan kumulatif Januari-April 2021 yang tercatat
sebesar 98,77. Pada bulan Juli 2022 ayam broiler memberikan andil terjadinya
deflasi di Jawa Barat sebesar -0,0105%, sedangkan pada minggu IV Agustus 2022,
ayam broiler menjadi salah satu penyumbang utama deflasi di jawa barat sebesar -0,04% (Bank Indonesia, 2022).
Gambaran Supply-Demand Daging Ayam Broiler
Setelah
didapatkan hasil penelitian, seluruh data hasil analisis mengenai proyeksi
jumlah penduduk, produksi daging ayam, tingkat konsumsi daging ayam per kapita,
kebutuhan daging ayam nasional dimasukan ke dalam Tabel 6. Hasil Penelitian
dampak kuota impor Grand Parent Stock terhadap pemenuhan permintaan daging ayam
broiler menyatakan bahwa secara nasional impor Grand Parent Stock bulan Mei
sampai Desember tahun 2019 dan bulan Januari sampai April tahun 2020 mampu
memenuhi permintaan daging ayam broiler tahun 2022 sebesar 2.067.139.393 kg,
namun terjadi oversupply sebesar 3.898.435.963 kg daging ayam. Produksi
terbesar daging ayam broiler berada di provinsi Jawa Barat sebesar 25,11%,
sedangkan konsumsi terbesar daging ayam broiler berada di provinsi Kepulauan
Riau sebesar 13,66%, kebutuhan daging ayam broiler terbesar berada di provinsi
Jawa Barat sebesar 1,8%.
Tabel 6 Gambaran Supply-demand Daging Ayam
Broiler dan Harga Livebir di Tahun 2022
|
Provinsi |
Jumlah
Penduduk |
Produksi/Supply
Daging Ayam Broiler (Ton) |
Konsumsi
Daging Ayam/Kapita |
Kebutuhan/ Demand
Daging Ayam Nasional (Ton) |
Surplus/ Defisit (Ton) |
|
Aceh |
5.389.695 |
68.312 |
0,426 |
2.294 |
66.017 |
|
Sumatera Utara |
15.093.005 |
290.316 |
0,556 |
8.388 |
281.929 |
|
Sumatera Barat |
5.638.783 |
114.125 |
0,611 |
3.443 |
110.682 |
|
Riau |
6.561.772 |
182.168 |
0,819 |
5.373 |
176.795 |
|
Jambi |
3.622.738 |
82.561 |
0,761 |
2.757 |
79.804 |
|
Sumatera Selatan |
8.640.670 |
186.275 |
0,683 |
5.899 |
180.375 |
|
Bengkulu |
2.054.242 |
17.354 |
0,581 |
1.194 |
16.161 |
|
Lampung |
9.177.144 |
180.962 |
0,500 |
4.587 |
176.375 |
|
Kep. Bangka
Belitung |
1.488.666 |
37.627 |
0,834 |
1.242 |
36.385 |
|
Kep. Riau |
2.140.438 |
45.180 |
1,025 |
2.194 |
42.986 |
|
Dki Jakarta |
10.721.084 |
- |
0,888 |
9.520 |
- 9.520 |
|
Jawa Barat |
49.294.533 |
1.497.742 |
0,753 |
37.111 |
1.460.631 |
|
Jawa Tengah |
37.128.235 |
1.113.849 |
0,555 |
20.596 |
1.093.253 |
|
Di Yogyakarta |
3.751.879 |
106.877 |
0,651 |
2.443 |
104.434 |
|
Jawa Timur |
41.307.959 |
770.463 |
0,525 |
21.697 |
748.766 |
|
Banten |
12.188.125 |
391.361 |
0,785 |
9.572 |
381.790 |
|
Bali |
4.408.501 |
155.655 |
0,881 |
3.883 |
151.772 |
|
Nusa Tenggara
Barat |
5.446.586 |
48.136 |
0,525 |
2.861 |
45.276 |
|
Nusa Tenggara
Timur |
5.444.262 |
22.621 |
0,337 |
1.836 |
20.785 |
|
Kalimantan Barat |
5.528.234 |
99.458 |
0,682 |
3.769 |
95.689 |
|
Kalimantan Tengah |
2.730.569 |
45.422 |
0,830 |
2.267 |
43.155 |
|
Kalimantan Selatan |
4.165.880 |
170.171 |
0,639 |
2.662 |
167.508 |
|
Kalimantan Timur |
3.848.180 |
101.828 |
0,776 |
2.987 |
98.841 |
|
Kalimantan Utara |
721.092 |
8.210 |
0,615 |
443 |
7.767 |
|
Sulawesi Utara |
2.666.301 |
20.056 |
0,291 |
775 |
19.281 |
|
Sulawesi Tengah |
3.053.625 |
13.960 |
0,225 |
686 |
13.274 |
|
Sulawesi Selatan |
9.235.449 |
156.763 |
0,414 |
3.819 |
152.944 |
|
Sulawesi Tenggara |
2.687.117 |
10.068 |
0,254 |
683 |
9.385 |
|
Gorontalo |
1.193.399 |
7.540 |
0,284 |
339 |
7.201 |
|
Sulawesi Barat |
1.451.884 |
6.746 |
0,228 |
330 |
6.416 |
|
Maluku |
1.882.154 |
1.194 |
0,203 |
382 |
812 |
|
Maluku Utara |
1.312.839 |
182 |
0,139 |
183 |
-1 |
|
Papua Barat |
1.168.944 |
1.769 |
0,377 |
441 |
1.328 |
|
Papua |
4.401.124 |
10.622 |
0,583 |
2.567 |
8.055 |
|
Indonesia |
275.545.107 |
5.965.575 |
7,502 |
2.067.139 |
3.898 |
Surplus
terbesar berada pada provinsi Jawa Barat sebesar 23,31%, sedangkan devisit
terbesar berada pada provinsi DKI Jakarta sebesar -0,46%. Jakarta menjadi
provinsi dengan devisit terbesar dikarenakan Jakarta tidak bisa memproduksi
daging ayam broiler sendiri yang disebabkan tidak adanya peternakan ayam
broiler di Jakarta. Selama ini kebutuhan daging ayam broiler di Jakarta
dipenuhi oleh sebagian produksi daging ayam broiler di Jawa Barat. Sedangkan
Jawa Barat menjadi provinsi terbesar surplus daging ayam broiler dikarenakan
jumlah populasi ayam broiler melebihi jumlah penduduk, sehingga produksi daging
ayam broiler surplus. Provinsi Jawa Barat walaupun harus memenuhi kebutuhan
daging ayam di Jakarta kondisinya tetap surplus sebesar 1.451.110.824 kg daging
ayam. Kondisi oversupply ini berdampak pada fluktuasi dan anjloknya harga
Livebird ayam broiler di tingkat peternak rakyat mandiri pada tahun 2022. Hal
ini sejalan dengan harga livebird yang disampaikan Pinsar Indonesia (2022)
sebagaimana pada Gambar 4.
Sumber: Pinsar Indonesia 2022 (Syahlani et al., 2022)
Gambar 4
Grafik Perkembangan Harga Livebird Tahun 2022
Berdasarkan
publikasi Pinsar Indonesia harga ayam broiler tahun 2022 pada provinsi Jawa
Tengah dan Jawa Timur jatuh dibawah harga acuan Permendag 07 Tahun 2020 tentang
Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat
Konsumen pada bulan Januari, Februari, Maret, Mei, Juni, Juli, Agustus,
September, Oktober, November. Sedangkan kondisi yang sama juga terjadi pada
provinsi Jawa Barat namun pada bulan Juni terjadi kenaikan diatas harga acuan
Permendag 07 Tahun 2020. Sementara peternak rakyat di Jawa Barat, Jawa Tengah,
dan Jawa Timur merugi akibat harga Livebird jatuh dibawah Harga Pokok Produksi
(HPP) terjadi pada bulan Januari, Februari, Maret, Agustus, September, Oktober,
dan November tahun 2022.
Selama ini
kondisi Oversupply daging ayam broiler diarahkan kepada pembuatan produk olahan
hasil ternak (Kementan, 2018). Solusi tersebut belum mampu menyelesaikan
permasalahan jatuhnya harga Livebird di tingkat peternak rakyat mandiri yang
diakibatkan oleh Oversupply ayam broiler. Perlu adanya segmentasi pasar dalam
mengatasi permasalahan Oversupply ayam broiler. Menurut data World
Bank, harga daging ayam global berada di level US$3,32/kg atau setara
dengan Rp.50.000/kg, harga tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga
daging ayam di pasar dalam negeri sebesar Rp.35.000/kg. Dengan demikian pasar
ekspor sangat berpotensi menjadi solusi pengentasan permasalahan Oversupply
yang menyebabkan hancurnya harga Livebird di tingkat peternak rakyat mandiri,
selain itu ekspor akan meningkatkan devisa negara.�
KESIMPULAN
Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa
bertujuan untuk menginvestigasi dampak kebijakan kuota impor stok grand parents
terhadap ketersediaan dan pasokan daging ayam broiler di Indonesia. Hasil
penelitian ini memiliki potensi untuk memberikan pemahaman yang lebih baik
tentang bagaimana regulasi impor stok grand parents dapat memengaruhi industri
ayam broiler lokal, ketahanan pangan, dan kesejahteraan konsumen di negara ini,
serta memberikan landasan bagi pengembangan kebijakan yang sesuai untuk
mendukung keberlanjutan sektor ini. Kuota import Grand Parent Stock bulan Mei
sampai Desember tahun 2019 dan bulan Januari sampai April tahun 2020 mampu
memenuhi permintaan daging ayam tahun 2022, namun terjadi Oversupply 3.898.436
ton daging ayam broiler yang menyebabkan jatuhnya harga Livebird ditingkat
peternak rakyat mandiri dibawah harga acuan Peraturan Menteri Perdagangan 07
tahun 2020 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Petani dan Harga Acuan
Penjualan di Tingkat Konsumen.
DAFTAR
PUSTAKA
Aditya, Bayu. (2021). Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Pendapatan
Peternak Ayam Broiler Di Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Universitas
Islam Lamongan.
Afrizal, Afrizal, & Pulungan, Reni Efrida. (2014). Dampak
Kebijakan Indonesia Membatasi Kuota Impor Daging Sapi dari Australia. Riau
University.
Afrizal, Tri. (2021). TA: Tatalaksana Pemeliharaan Ayam
Pembibit Fase Brooding Di Ptcharoen Pokphandunit GP 2desa Sukamaju Kecamatan Sidomulyo
Kabupaten Lampung Selatan. Politeknik Negeri Lampung.
AKRIM, AKRIM. (2022). Covid-19 Dan Kampus Merdeka Di Era New
Normal (Ditinjau Dari Perspektif Ilmu Pengetahuan). Aksaqila Jabfung.
Anggraini, Mitha. (2021). Aktivitas Fisik Dan Kesehatan
Mental Lansia Selama Pandemi Covid-19. Universitas dr. SOEBANDI.
Bachtiar, Ariansyah. (2023). Analisis Web Phishing
Menggunakan Metode Network Forensic Dan Block Access Situs Dengan Router
Mikrotik. Prosisko: Jurnal Pengembangan Riset Dan Observasi Sistem Komputer,
10(1), 71�83.
Di Perkotaan, Budi Daya Tanaman. (2022). Hidroponik Indoor,
Solusi Keterbatasan Lahan Terbuka Untuk. Dinamika Kemajuan Dalam Studi
Pembangunan Pertanian: Membangun Kesadaran Dan Pengembangan Inovasi Pertanian,
151.
Gumanti, Tatang Ary, & Utami, Elok Sri. (2018). Metode
Penelitian Keuangan. Mitra Wacana Media.
Harisman, Kundang. (2017). Analisis Surplus Padi dan
Kaitannya Dengan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani (Suatu Studi Tentang
Marketable Surplus dan Marketed Surplus Komoditas Padi Serta Tingkat Ketahanan
Pangan Pada Rumah Tangga Petani Padi di Kabupaten Subang).
Herawati, Maria. (2016). Analysis Of Competitiveness
Broiler Chicken Farming In South Lampung Regency. Program Pascasarjana
Agribisnis Fakultas Pertanian.
Hidayat, Firman Taufik. (n.d.). Pengaruh Harga Rokok,
Produksi Rokok Dan Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Konsumsi Rokok (Studi
Kasus 34 Provinsi Di Indonesia Tahun 2015-2021).
Joinaldy, Ir Audy, Pt, S., MM, I. P. M., & Eng, ASEAN.
(2020). Poultrypreneur Sukses Di Era 4.0 & New Normal. Penerbit Mata
Kehidupan.
Karlina, Berlian. (2017). Pengaruh Tingkat Inflasi, Indeks
Harga Konsumen Terhadap PDB di Indonesia Pada Tahun 2011-2015. Jurnal
Ekonomika Dan Manajemen, 6(1), 16�27.
Lutfi, Mohammad. (2019). Konsumsi dalam perspektif ilmu
ekonomi Islam. Syar�ie: Jurnal Pemikiran Ekonomi Islam, 1,
95�109.
Ningrum, Siti Nurrohimin Jaya Eviana. (2018). Faktor-faktor
yang mempengaruhi permintaan daging sapi di indonesia. Fakultas Sains dan
Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah �.
Nisa, Chairun, Winandi, Ratna, & Tinaprilla, Netti.
(2014). Analisis kelayakan investasi penggemukan sapi potong (Kasus: PT Catur
Mitra Taruma, Kabupaten Bogor). Forum Agribisnis: Agribusiness Forum, 4(1),
35�52.
Nugroho, Yayang Eldifna. (2021). Manajemen Biosecurity
Kandang Parent Stock Ayam Broiler Di Pt Charoen Pokphand Jaya Farm Unit 1 Bali.
Nuharja, Rahma. (2018). Praktik Kartel Dalam Industri
Daging Ayam Broiler Di Indonesia (Studi Putusan KPPU Nomor: 02/KPPU-I/2016).
Obidzinski, Krystof, Dermawan, Ahmad, Andrianto, Agus,
Komarudin, Heru, Hernawan, Dody, Fripp, Emily, & Cullinane, Lucy. (2014). Timber
legality verification system and the Voluntary Partnership Agreement in
Indonesia: The challenges of the small-scale forestry sector (Vol. 164).
Cifor.
Praza, Riyandhi, & Shamadiyah, Nurasih. (2020). Analisis
Hubungan Pengeluaran dengan Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani di Kabupaten
Aceh Utara. Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 5(1),
23�34.
Priadana, M. Sidik, & Sunarsi, Denok. (2021). Metode
Penelitian Kuantitatif. Pascal Books.
Ridwan, Muannif, Suhar, A. M., Ulum, Bahrul, & Muhammad,
Fauzi. (2021). Pentingnya penerapan literature review pada penelitian ilmiah. Jurnal
Masohi, 2(1), 42�51.
Sahara, Harum. (2023). Uji Model Dan Analisis
Faktor-Faktor Penyebab Panic Selling Pada Peternakan Ayam Ras Pedaging Di
Malang Raya. Universitas Muhammadiyah Malang.
Saragih, Juli Panglima. (2016). Bauran Kebijakan
Moneter-Fiskal Terhadap Pencapaian Target Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi. Kajian,
20(2), 163�182.
Sechan, Ivvana. (N.D.). Pengaruh Industri Halal Terhadap
Perkembangan Ekspor Produk Halal Indonesia. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis UIN
Jakarta.
Seo, Kwang Won, & Lee, Young Ju. (2021). The occurrence
of CTX-M�producing E. coli in the broiler parent stock in Korea. Poultry
Science, 100(2), 1008�1015.
Silalahi, Purnama Ramadani. (2020). Perilaku Investor
Muslim Dalam Pengambilan Keputusan Investasi Saham Di Bursa Efek Indonesia
(BEI). Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Silalahi, Romauliyana Br, Romdhon, M. Mustopa, &
Badrudin, Redy. (2017). Integrasi Pasar Spasial Telur Ayam Ras di Provinsi
Bengkulu. Jurnal AGRISEP: Kajian Masalah Sosial Ekonomi Pertanian Dan
Agribisnis, 71�86.
Suryadi, Ujang, Prasetyo, Anang Febri, Kustiawan, Erfan,
& Khisan, Urfa Khoirotun. (2021). Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Gaharu
(Grynops versteegii) terhadap Stres Transportasi pada Broiler Jantan. Jurnal
Agripet, 21(2), 165�171.
Syahlani, S. P., Haryadi, F. T., Setyawan, A. A., Mayasari,
I., Dewi, NMAK, & Qui, N. H. (2022). Key Driver of Repurchase Intention in
the Poultry Farming Input Market in Indonesia. Tropical Animal Science
Journal, 45(4), 490�498.
Syam, Amran Ronny, Mujiyanto, Mujiyanto, & Rahman, Arif.
(2016). KEpadatan Dan Status Pemanfaatan Ikan Napoleon (Cheilinus Undulatus) Di
Perairan Sinjai, Sulawesi Selatan. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia,
20(4), 243�250.
Ulfatin, Nurul. (2022). Metode penelitian kualitatif di
bidang pendidikan: Teori dan Aplikasinya. Media Nusa Creative (MNC
Publishing).
Wangtafendirra, Muhammad Faliq. (2023). Analisis Pengaruh
Pertumbuhan Ekonomi, Jumlah Penduduk, Upah Minimum, Dan Tingkat Pengangguran
Terhadap Kemiskinan Di Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2015-2020. Universitas
Islam Indonesia.
Zakiah, Selviana. (2022). Teori Konsumsi Dalam Perspektif
Ekonomi Islam. El-Ecosy: Jurnal Ekonomi Dan Keuangan Islam, 2(2),
180�194.