PENGARUH
INTERNAL KONTROL, ORGANIZATION BEHAVIOUR DAN DIGITALISASI TERHADAP KINERJA
PERUSAHAAN
Theresia
Anggrahini1, Sri Widyastuti2, Mombang Sihite3
Universitas Pancasila Jakarta, Indonesia
Abstrak:
Industri perkebunan
kelapa sawit di Indonesia ikut serta dalam kompetisi global untuk menjadi
perusahaan kelas dunia, peningkatan kinerja perusahaan sangat penting dalam
rangka meningkatkan daya saing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menginvestigasi pengaruh internal control, Organization Behaviour, dan
Digitalisasi terhadap kinerja perusahaan dalam industri kelapa sawit. �Penelitian ini dilakukan dengan mixed method
yaitu gabungan antara penelitian kuantitatif (146 responden) dan kualitiatif (5
narasumber). Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan penyebaran
kuesioner secara online (Gform) kepada karyawan yang bekerja di perusahaan
perkebunan sawit di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan
jabatan Supervisor ke atas. Data dianalisa menggunakan SPSS versi 25. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Internal Kontrol, Organization Behaviour, dan
Digitalisasi memiliki peran dalam meningkatkan Kinerja Perusahaan. Perusahaan dapat
membentuk budaya kerja organisasi (perusahaan) dan memberikan program
peningkatan kompetensi dalam meningkatkan produktifitas dan kinerja karyawan
sehingga mampu berkontribusi positif dalam peningkatan Kinerja Perusahaan.
Peran leadership dalam perusahaan memagang peranan penting dalam meningkatkan
kinerja perusahaan melalui pemberian motivasi, pemenuhan basic needs dan reward
(pengakuan) karyawan. Digitalisasi juga berdampak positif dalam melakukan
kontrol peruhaan terkait produksi atau output kinerja, administrasi manajemen
SDM secara digital, proses bisnis bisa lebih cepat dan terintegrasi. Penerapan
digitalisasi memberikan pengalaman yang lebih baik dalam pelaporan lebih
akurat, sehingga mampu mendorong pertumbuhan bisnis.
Kata kunci: Kinerja
Perusahaan, Internal Kontrol, Perilaku Organisasi, Digitalisasi, Perkebunan
Kelapa Sawit
Abstract:
The palm oil plantation industry in
Indonesia is actively participating in the global competition to become a
world-class company, and improving company performance is crucial to enhancing
competitiveness. The objective of this research is to investigate the influence
of internal control, Organization Behaviour, and Digitalization on the
performance of companies in the palm oil industry. This study employs a
mixed-method approach, combining quantitative research (146 respondents) and
qualitative research (5 informants). Data were collected using interview
techniques and online questionnaire distribution (Gform) to employees working
in palm oil plantation companies in Indonesia listed on the Indonesia Stock
Exchange with positions from Supervisor and above. Data were analyzed using
SPSS version 25. The research findings indicate that Internal Control,
Organization Behaviour, and Digitalization play a role in enhancing Company
Performance. Companies can shape the organizational work culture and provide
competence improvement programs to enhance productivity and employee
performance, thus positively contributing to improved Company Performance.
Leadership plays a crucial role in enhancing company performance through
motivation, meeting basic needs, and rewarding employee recognition.
Digitalization also has a positive impact on company control related to
production or performance output, digital HR management administration, and
faster, integrated business processes. The implementation of digitalization
provides a better experience in more accurate reporting, thus driving business
growth.
Keywords:
Company Performance, Internal Control,
Organizational Behavior, Digitalization, Oil Palm Plantation
Corresponding: Theresia
Anggrahini
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Sektor
perkebunan memegang peranan penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.
Salah satunya perkebunan kelapa sawit. Komoditas sawit menjadi penyumbang
pendapatan negara yang cukup besar dan sekaligus menyerap tenaga kerja yang
cukup besar, serta memiliki peluang yang sangat baik untuk dikembangkan di masa
mendatang. Kelapa sawit adalah bisnis pertanian yang sangat menguntungkan.
Dalam
industri perkebunan kelapa sawit, permintaan minyak sawit yang terus meningkat
selama beberapa dekade terakhir telah menghasilkan ekspansi yang cepat dalam
produksi minyak sawit di seluruh dunia. Didorong oleh potensi keuntungan
ekonomi dari peningkatan permintaan minyak sawit ini, perkebunan kelapa sawit,
khususnya di daerah tropis seperti Indonesia juga telah berkembang dan menarik
investor untuk menanamkan modalnya di industry ini. Pemerintah Indonesia telah
berupaya memperbaiki iklim investasi untuk menarik lebih banyak investor asing
masuk ke Indonesia dengan penerbitan peraturan investasi baru.
Industri
kelapa sawit merupakan industri strategis andalan dalam perekonomian makro,
pembangunan ekonomi daerah, pengurangan kemiskinan dan pengurangan emisi
Greenhouse Gas (GHG). Sejak tahun 2008 nilai transaksi ekspor minyak sawit dan
turunannya sudah mencapai diatas USD 10 Miliar setiap tahunnya. Angka ini jauh
melebihi nilai transaksi ekspor minyak kelapa sawit pada tahun 2005 yang hanya
mencapai USD 3.44 Miliar. Dengan adanya peningkatan jumlah industri minyak
kelapa sawit, maka pertumbuhan jumlah tenaga kerja pada perkebunan kelapa sawit
juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari 2,1 juta orang pada tahun
2000 yang terserap pada industri kelapa sawit jumlahnya meningkat menjadi 8,2
juta orang pada tahun 2016 (Palm Oil Agribusiness Strategic Policy
Institute, 2017). Sejalan
dengan pertumbuhan jumlah tenaga kerja tersebut, maka diperlukan pengendalian
dan pengawasan yang baik dalam industri ini untuk mencegah terjadinya
penyimpangan.
Penelitian terdahulu yang
memiliki implikasi manajerial yang penting bagi para praktisi. Analisisnya bisa
mendukung pemahaman kinerja karyawan dari sudut pandang yang lebih luas dan
beragam; dan membantu dalammemberikan wawasan tentang peluang, kendala, dan
solusi kehidupan nyata dalam meningkatkan manajemen kinerja (Putra & Rochimah, 2022). Penelitian terdahulu juga dengan
judul �Pengaruh Sistem Informasi Akuntansi Dan Pengendalian Internal Terhadap
Kinerja Karyawan Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi Pada Pt Bprs Bandar
Lampung)�, hasil penelitian menjelaskan serta sistem pengendalian intern
memberi dampak positif terhadap prestasi kerja pegawai perusahaan tersebut dengan
hasil nilai signifikan 0,003 < 0,05, serta F hitung 7,742 > F tabel
sebesar 3,40 (Putra & Rochimah, 2022). Penelitian terdahulu terkait
digitalisasi dan budaya organisasi adalah penelitian Hasil jurnal ini mengatakan
bahwa penerapan digitalisasi perusahaan dinilai baik oleh karyawan, citra
budaya organisasi dinilai baik, dan kinerja karyawan secara keseluruhan dinilai
optimal. Digitalisasi bisnis terbukti berdampak pada kinerja karyawan, dan
besarnya efek ini cukup dahsyat. Juga Terbukti adanya dampak budaya organisasi
yang kuat terhadap kinerja para karyawan (Prasetyo, Zulkifli, & Miranda, 2023).
Manajemen
perlu fokus dan beradaptasi dengan transformasi supaya bisnis dapat berkembang
di pasar global. Globalisasi berkaitan erat dengan manajemen SDM dan strategi
bisnis. Banyak perusahaan yang telah melakukan program pelatihan dan
pengembangan SDM sebagai tanggapan dalam mengantisipasi perubahan bisnis maupun
lingkungan (Goffee & Jones, 2013)
Untuk
mengantisipasi perubahan ekonomi dan pasar industri minyak kelapa sawit,
perusahaan harus menyusun strategi yang dinamis, selaras dengan visi-misi
perusahaan, dan kompetitif. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui
pengaruh internal control, Organization Behaviour, dan Digitalisasi serta
strategi implementasi yang tepat bagi peningkatan kinerja perusahaan.
Manfaat dari
penelitian ini sangat relevan dengan kebutuhan industri perkebunan kelapa sawit
di Indonesia. Pertama, hasil penelitian dapat memberikan wawasan baru dan
pemahaman mendalam terhadap faktor-faktor internal yang memengaruhi kinerja
perusahaan. Kedua, penelitian ini dapat menjadi landasan bagi
perusahaan-perusahaan dalam menyusun strategi yang dinamis dan selaras dengan
visi-misi mereka, sehingga dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar
global.
Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk menginvestigasi pengaruh internal control,
Organization Behaviour, dan Digitalisasi terhadap kinerja perusahaan dalam
industri kelapa sawit. Dengan memahami faktor-faktor ini, diharapkan dapat
diidentifikasi strategi implementasi yang tepat bagi perusahaan dalam
menghadapi perubahan ekonomi dan dinamika pasar industri minyak kelapa sawit.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2023 dengan
menggunakan metode mixed methods yaitu dengan menggabungkan penelitian
kualitatif dan kuantitatif. Data hasil dari google form ini dilakukan cleaning,
kategorisasi ulang variabel berdasarkan definisi operasionalnya. Jumlah
responden yang mengisi kuesioner adalah 146 orang pekerja di industri
perkebunan kelapa sawit dengan level supervisor ke atas.
Tabel 1.
Karakteristik Responden Penelitian
|
Karakteristik |
n* |
% |
|
|
Jabatan Terakhir |
|
|
|
|
- |
Supervisor |
69 |
47,3 |
|
- |
Manager |
45 |
30,8 |
|
- |
Senior
Manager |
16 |
11,0 |
|
- |
Senior
Manager ke atas |
16 |
11,0 |
|
Pengalaman
kerja di sektor industri kelapa sawit |
|||
|
- |
< 5
tahun |
15 |
10,3 |
|
- |
5-10
tahun |
33 |
22,6 |
|
- |
10-15
tahun |
47 |
32,2 |
|
- |
> 15
tahun |
51 |
34,9 |
Pengalaman kerja responden dominan bekerja di industri kelapa
sawit > 10 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa responden sudah memahami
bagaimana kinerja yang dicapai oleh perusahaan tempat responden bekerja. Hasil
analisa menggunakan SPSS versi 25 menunjukkan bahwa Internal Kontrol,
Organization Behaviour, dan Digitalisasi berpengaruh positif terhadap Kinerja
Perusahaan.
Wawancara mendalam dilakukan secara langsung dan online melalui
zoom. Dari wawancara mendalam tersebut diperoleh hasil bahwa Kinerja perusahaan
terlihat dari performa laporan keuangan, pencapaian target produksi secara
volume maupun kualitas produksi dan learning and growth. Kinerja perusahaan
dipengaruhi oleh faktor Internal kontrol, Organization Behaviour melalui
Keterlibatan Manajemen dan Karyawan dalam peningkatan produktivitas dan
pembentukan budaya kerja perusahaan sesuai dengan standar dan target kinerja
perusahaan. Dalam pelaksanaan internal kontrol sangat diperlukan keterlibatan
semua pihak baik dari teknis operasional maupun support sistem. Internal kontrol
mempengaruhi kinerja perusahaan melalui penentuan SOP (standar ideal internal
kontrol), Good Corporate Governance (GCG) serta performance laporan keuangan
yang baik dan tervalidasi oleh auditor eksternal. Perusahaan dapat membentuk
budaya kerja organisasi (perusahaan) dan memberikan program peningkatan
kompetensi dalam meningkatkan produktifitas dan kinerja karyawan sehingga mampu
berkontribusi positif dalam peningkatan Kinerja Perusahaan. Peran leadership
dalam perusahaan memagang peranan penting dalam meningkatkan kinerja perusahaan
melalui pemberian motivasi, pemenuhan basic needs dan reward (pengakuan)
karyawan. Digitalisasi dapat mempercepat proses bisnis dengan mengefektifkan
waktu pekerjaan, sehingga bisa mengurangi waktu tunggu serta mempercepat
perbaikan masalah operasional. Hal ini akan berdampak positif pada pengambilan
keputusan yang strategis dan lebih cepat sehingga performance business
perusahaan bisa meningkat
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Pengaruh
Internal Kontrol terhadap Kinerja Perusahaan
Internal kontrol memiliki dampak yang signifikan
terhadap kinerja perusahaan perkebunan kelapa sawit (Tarigan, Hasan, & Andreas, 2018). Internal kontrol
mencakup proses, kebijakan, dan tindakan yang dirancang untuk memastikan bahwa
tujuan perusahaan dicapai secara efisien, risiko dikelola dengan baik, dan
kepatuhan terhadap aturan dan regulasi dipatuhi (Rumansyah, 2017). Internal kontrol
bertujuan untuk melindungi aset perusahaan, memastikan akurasi dan keandalan
informasi keuangan, serta mencegah atau mendeteksi penyalahgunaan atau
kecurangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa internal kontrol memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan dalam sektor industri
perkebunan kelapa sawit. Internal kontrol yang baik membantu memastikan bahwa
proses operasional di perkebunan kelapa sawit sudah berjalan secara efektif,
efisien dan terstruktur. Dengan mengatur alur kerja, pemisahan tugas, dan
prosedur yang tepat, perusahaan dapat menghindari kekacauan dan mengoptimalkan
penggunaan sumber daya. Pengaturan tugas, otorisasi, dan prosedur yang jelas
dapat membantu menghindari pemborosan waktu dan sumber daya. Internal kontrol
membantu melindungi aset perusahaan perkebunan kelapa sawit dari risiko
pencurian, penyalahgunaan, atau kerusakan. Kontrol fisik dan prosedural dapat
diterapkan untuk menjaga dan memantau keberadaan aset, mulai dari tanaman
hingga peralatan dan fasilitas (Faried, Sembiring, & Hasanah, 2022). Hal ini dapat mencakup
kontrol fisik seperti pengamanan gedung dan inventaris, serta kontrol non-fisik
seperti otorisasi transaksi dan rekonsiliasi.
Internal kontrol yang baik akan dapat memberikan
keyakinan bahwa informasi keuangan yang dilaporkan oleh perusahaan sudah akurat
dan dapat diandalkan (Putri, 2022). Hal ini sangat penting
untuk memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan dalam sektor industri
perkebunan kelapa sawit seperti investor, owner, kreditor, dan
regulator. Keberadaan kontrol yang baik dapat mengurangi risiko pelanggaran hukum
dan sanksi yang mungkin timbul. Perusahaan perkebunan kelapa sawit tunduk pada
berbagai regulasi lingkungan, keamanan pangan, dan peraturan lainnya. Internal
kontrol membantu perusahaan mematuhi aturan-aturan ini, mengurangi risiko denda
atau sanksi, dan menjaga reputasi perusahaan (Dewi, 2020).
Internal kontrol membantu perusahaan di sektor
industri perkebunan kelapa sawit untuk mengidentifikasi,
menilai, dan mengelola risiko yang dapat mempengaruhi tujuan bisnis. Dengan
mengidentifikasi risiko secara lebih baik, maka perusahaan dapat merencanakan
strategi pengelolaan risiko yang lebih baik pula dan dapat mengurangi dampai
risiko terhadap kinerja perusahaan. Dengan perkebunan kelapa sawit memiliki
internal kontrol yang kuat, maka dapat meningkatkan kepercayaan pihak eksternal
seperti investor, klien, dan mitra bisnis (Ismail, 2018). Kepercayaan ini dapat
membantu memperkuat hubungan bisnis dan membuka peluang baru. Dalam hal ini
dapat dinyatakan bahwa internal kontrol merupakan fondasi penting untuk
mencapai kinerja perusahaan di sektor industri perkebunan kelapa sawit yang
baik dan berkelanjutan. Hal ini akan berdampak posistif dan membantu perusahaan
di sektor industri kelapa sawit dapat mencapai tujuan bisnis, mengelola risiko,
dan membangun kepercayaan dengan berbagai pemangku kepentingan. Dengan demikian
kinerja perusahaan dapat terus meningkat. Internal kontrol yang kuat dapat
meningkatkan transparansi dalam operasi perusahaan, yang pada gilirannya dapat
memperkuat hubungan dengan pemangku kepentingan seperti investor, klien, dan
regulator.
Temuan penelitian tersebut sesuai dengan Teori yang
menyebutkan bahwa pengendalian internal diperlukan agar perusahaan tetap bisa
beroperasi dan sesuai dengan penelitian lain yang terkait Pengendalian Internal
yang berpengaruh positif terhadap pencegahan fraud (Faradila, Aprilia, Zulfa, & Gusti, 2022). Internal kontrol yang
dapat memberikan keyakinan bahwa informasi laporan keuangan ini sejalan dengan
penelitian terkait integrase sustainability awareness terhasap kinerja keuangan
(Suyanto, 2022). Penerapan internal
kontrol berdampak positif pada transparansi operasional ini juga sesuai dengan
penelitian yang menyebutkan bahwa Praktik Internal kontrol dan tata
kelola yang baik dapat mengatur berbagai hubungan antara karaktristik managemen
dan kinerja Perusahaan dimana Manajemen memelihara system kontrol internal yang
sehat untuk melindungi investasi pemegang saham dan secara konsisten dan
konsekuen sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan, pemegang
saham, karyawan, dan pihak lain terkait (Hidayanti & Paramita, 2014).
Pengaruh
Organization Behavior terhadap Kinerja Perusahaan
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Perilaku
organisasi (organization behavior) memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap kinerja organisasi secara keseluruhan pada sektor industri perkebunan
kelapa sawit. Berbagai faktor dalam perilaku organisasi, seperti budaya
organisasi, dinamika tim, motivasi, komunikasi, dan interaksi antarindividu,
dapat memengaruhi bagaimana organisasi berkinerja dengan baik di perkebunan
kelapa sawit. Cara karyawan berinteraksi, bekerja sama, dan mempengaruhi
lingkungan kerja dapat mempengaruhi berbagai aspek kinerja perusahaan (Rahayu & Emilisa, 2023).
Organization behavior
juga dapat dikaitkan dengan gaya kepemimpinan dan keterampilan manajerial
mempengaruhi bagaimana tim dan karyawan pada sektor industri perkebunan kelapa
sawit dikelola. Kepemimpinan yang efektif dapat menginspirasi karyawan
perusahaan, memberikan arahan yang jelas, dan memotivasi untuk mencapai hasil
yang lebih baik. Kepemimpinan yang inspiratif, memberikan arahan yang jelas,
dan mendukung perkembangan karyawan perusahaan dapat membantu menciptakan
lingkungan yang produktif dan memberikan contoh yang baik bagi karyawan lainnya
(Wijaya, 2023).
Kerja tim (teamwork) yang baik dapat
meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan. Pada organization
behavior yang baik, maka kolaborasi yang efektif, koordinasi, dan saling
mendukung dalam tim dapat menghasilkan solusi kreatif dan pemecahan masalah
yang lebih baik. Kinerja perkebunan kelapa sawit melibatkan berbagai tim dan
departemen yang bekerja bersama. Organization behavior yang mendorong
kerja tim yang baik, komunikasi terbuka, dan kolaborasi dapat meningkatkan
efektivitas tim, mengurangi konflik, dan meningkatkan hasil kerja. Organisasi
yang memiliki budaya yang mendukung adaptasi terhadap perubahan akan lebih siap
menghadapi tantangan dan peluang yang muncul. Fleksibilitas dan kemampuan
beradaptasi dapat meningkatkan kinerja dalam lingkungan bisnis yang dinamis
yang terjadi dalam sektor industri perkebunan kelapa sawit (Saputra, Abdinagoro, & Kuncoro, 2020).
Organization behavior
juga dapat dikaitkan dengan kepuasan karyawan perusahaan. Organization
behavior yang memprioritaskan kesejahteraan dan kepuasan karyawan dapat
mempengaruhi retensi karyawan, motivasi, dan komitmen terhadap perusahaan.
Karyawan perusahaan yang puas lebih cenderung memberikan kontribusi yang lebih
besar terhadap kinerja perusahaan. Karyawan yang puas dan merasa diperhatikan
cenderung memiliki kinerja yang lebih baik. Kesejahteraan karyawan, baik fisik
maupun mental, dapat mempengaruhi produktivitas dan kreativitas dalam
pekerjaannya di sektor industri perkebunan kelapa sawit. Organization
behavior juga mencakup bagaimana organisasi (perusahaan kelapa sawit) dapat
menangani konflik antar karyawan perusahaan atau antar departemen. Dalam
industri seperti perkebunan kelapa sawit yang melibatkan banyak elemen, konflik
dapat muncul (Fahrimal & Safpuriyadi, 2018).
Temuan penelitian tersebut sesuai dengan penelitian
terdahulu dimana kepuasan pekerja dan produktivitas karyawan adalah 2 tantangan
yang dihadapi perusahaan secara konsisten (Wirdayani, 2023). Poin gaya kepemimpinan
sejalan dengan penelitian terdahulu terkait gaya kepemimpinan yang memiliki
pengaruh terhadap perilaku organisasi (Etikariena, 2020). Penelitian ini juga
terkait menyebutkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap organization
behavior (Piyandini, Nurweni, &
Hartati, 2021).
tentang faktor fasilitas perusahaan yang mempengaruhi retensi karyawan secara
positif (Supriyadi et al., 2021). Kerja tim (teamwork)
yang dapat meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan sesuai dengan
penelitian terkait employee engagement dan komitmen organisasi terhadap
kinerja.
Pengaruh
Digitalisasi terhadap Kinerja Perusahaan
Digitalisasi memiliki potensi besar untuk mempengaruhi
kinerja perusahaan pada perkebunan kelapa sawit. Penggunaan teknologi digital
dalam industri perkebunan kelapa sawit dapat membawa berbagai manfaat dan
perubahan dalam berbagai aspek operasional dan manajemen. Dengan mengadopsi
teknologi digital dan solusi berbasis IT, perusahaan pada sektor industri
perkebunan kelapa sawit dapat mengoptimalkan operasi, meningkatkan efisiensi,
dan mengatasi tantangan yang ada dalam industri ini. Digitalisasi dapat
membantu otomatisasi proses-proses operasional seperti pemantauan lahan,
pemeliharaan tanaman, pengolahan hasil panen, dan pengiriman produk.
Digitalisasi memungkinkan otomatisasi proses yang sebelumnya dilakukan secara
manual sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pekerjaan manual,
mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas. Penggunaan sensor,
monitor, dan sistem pengendalian otomatis dalam pengelolaan irigasi, pemupukan,
dan perawatan tanaman dapat meningkatkan efisiensi operasional dan penggunaan
sumber daya seperti air dan pupuk. Hal ini dapat membawa inovasi dan perbaikan
berkelanjutan yang lebih baik dalam produksi kelapa sawit. Hal lain yang perlu
dipertimbangkan adalah adanya digitalisasi pada perusahaan yang bergerak di
sektor industri perkebunan kelapa sawit juga memerlukan investasi dalam
infrastruktur teknologi, pelatihan karyawan, dan perencanaan yang matang.
Penerapan digitalisasi yang sukses memerlukan strategi yang baik dan kesesuaian
dengan tujuan bisnis perusahaan kelapa sawit. Temuan penelitian tersebut sesuai
dengan penelitian terdahulu yang menyebutkan bahwa inovasi menuntut terobosan
teknologi dan sesuai dengan penelitian terkait implementasi ERP dan kinerja
operasional yang dapat dicapai melalui perbaikan digitalisasi yang
berkesinambungan. (Basalamah & Erwaedy, 2021) Penelitian ini juga
sesuai dengan penelitian terahulu yang menyebutkan kapabilitas digital
berdampak pada keunggulan kompetitif yang berdampak pada kinerja (Basuki & Suwarno, 2021).
Strategi
Peningkatan Kinerja Perusahaan Menggunakan Metode QSPM
Proses penting untuk mengevaluasi sejauh mana suatu perusahaan
mencapai tujuan dan sasarannya adalah pengukuran kinerjanya. Dalam proses
menyusun manajemen strategi, perusahaan harus menentukan strategi yang tepat
untuk mencapai visi dan misi mereka. QSPM merupakan metode untuk melakukan evaluasi pilihan alternatif secara objektif,
menetapkan daya tarik relatif dari tindakan alternatif yang layak dan
memutuskan strategi mana yang terbaik (Pujima Eli Chandra Purba, 2015).
Tabel 2 Matrix QSPM
|
IFE\ EFE |
Strengths 1. Sistem internal
kontrol yang kuat dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mencegah
penyelewengan. 2. Organisasi yang
memiliki budaya kerja yang positif dan karyawan yang berkomitmen dapat
meningkatkan produktivitas dan retensi karyawan 3. Digitalisasi dapat
meningkatkan aksesibilitas data, efisiensi proses, dan inovasi produk dan
layanan. |
Weakness 1. Kontrol internal
yang lemah dapat meningkatkan risiko kecurangan dan ketidakakuratan data. 2. Organisasi dengan
perilaku yang tidak sehat atau kurangnya komunikasi dapat menghambat
kolaborasi dan inisiatif karyawan. 3. Implementasi
digitalisasi yang kurang matang dapat menyebabkan gangguan operasional dan
kegagalan proyek |
|
Opportunity 1. Adopsi teknologi
baru dalam internal kontrol dapat meningkatkan ketepatan dan kecepatan
analisis data. 2. Perubahan perilaku
konsumen yang mengarah ke permintaan produk digital membuka peluang pasar
baru. 3. Digitalisasi dapat
meningkatkan interaksi dengan pelanggan dan membuka saluran pemasaran baru |
Strategi SO 1. Menguatkan sistem
internal kontrol dengan mengadopsi teknologi yang memungkinkan pemantauan dan
pelaporan yang lebih akurat dan real-time (S1 S3 01 03) 2. Menerapkan solusi
digital yang memungkinkan pelanggan untuk berinteraksi dengan perusahaan
melalui platform digital, memberikan pengalaman yang lebih baik dan mendukung
pertumbuhan bisnis. (S3 O2 O3) |
Strategi WO 1. Mengidentifikasi
kebutuhan digitalisasi yang paling krusial dan merancang roadmap implementasi
yang jelas (W3 01) 2. Mendorong
komunikasi terbuka dan kolaborasi di seluruh lapisan organisasi melalui
platform digital dan alat kolaborasi (W2 02 03) |
|
Threats 1. Perubahan peraturan
dan kebijakan dapat mempengaruhi keefektifan sistem internal kontrol. 2. Persaingan yang
ketat di industri dapat mengancam pangsa pasar dan keuntungan perusahaan. 3. Ancaman keamanan
siber dapat menyebabkan kerugian data dan reputasi yang merugikan. |
Strategi ST 1. Tetap mengikuti
perkembangan regulasi dan mengadaptasi sistem internal kontrol sesuai dengan
perubahan yang diberlakukan (S1 T1). 2. Mengembangkan
strategi diferensiasi yang menonjolkan keunggulan unik perusahaan dalam
menghadapi persaingan yang ketat (S3 S1T2) 3. Membentuk kemitraan
dan jaringan dengan pemangku kepentingan eksternal untuk memperoleh wawasan
tentang perubahan lingkungan yang mungkin mempengaruhi bisnis (S2 T1) |
Strategi WT 1. Mengintegrasikan
sistem kontrol internal dengan digitalisasi untuk memastikan keamanan data
dan pemantauan yang lebih efektif terhadap transaksi dan operasi (W1 W2 T3) 2. Melakukan audit dan
evaluasi rutin untuk mengidentifikasi area- area yang memerlukan perbaikan
dalam sistem kontrol internal (W1 T1 T2) 3. Berinvestasi dalam
keamanan siber yang kuat, termasuk pelatihan karyawan tentang praktik
keamanan dan perlindungan data (W3 T2T3) |
Pada tahapan pengaplikasian QSPM untuk peningkatan kinerja
perusahaan, faktor kunci yang diidentifikasi pada aspek internal kontrol adalah
efisiensi Operasional. Proses operasional yang lebih efisien memungkinkan
bisnis menghasilkan lebih banyak dengan sumber daya yang sama, yang dapat
meningkatkan produktivitas dan kinerja keseluruhan. Keterlibatan karyawan dalam
meningkatkan produktivitas dan membangun teamwork adalah faktor penting dalam
perilaku organisasi yang diidentifikasi. Karyawan merupakan aset berharga bagi
perusahaan. Keterlibatan karyawan berdampak pada kualitas kerja dan tingkat
motivasi, inovasi, dan kreativitas yang mereka bawa ke perusahaan. Tim yang
bekerja secara efektif dan harmonis akan lebih cenderung menghasilkan output
yang lebih tinggi. Kolaborasi yang efektif memungkinkan pembagian tugas yang
lebih efisien, mengurangi jumlah pekerjaan yang tidak diperlukan, dan
menghasilkan proses yang lebih efisien. Penggunaan teknologi untuk mempercepat
proses operasional adalah komponen utama digitalisasi. Teknologi ini
memungkinkan pemrosesan jumlah data yang sangat besar dengan kecepatan yang
tinggi. Ini memungkinkan bisnis menganalisis data lebih mendalam dalam waktu
singkat, yang membantu mereka membuat keputusan yang lebih cepat dan tepat.
Tabel 3 Penilaian IFE/EFE
|
No |
Fakter Internal Deminar |
Bebet |
Rating |
Sker |
|
|
Strength |
|
|
|
|
1 |
Sistem internal kontral yang knat
dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mencegah penyelewengan |
0.19 |
5.75 |
1.08 |
|
2 |
Organisasi yang memiki budaya kerja
yang positif dan karyawan yang berkomitmen dapat meninglatican produktivitas
dan retensi karyawan. |
0.20 |
6 |
1.17 |
|
3 |
Digitalisasi dapat meningkatican
aksesibilitas data, efisiensi proses, dan inovasi produk dan layanan |
0.16 |
5 |
0.81 |
|
|
TOTAL |
0.54 |
|
3.06 |
|
|
Weakness |
|
|
|
|
1 |
Kontrol internal yang lemah dapat
meningkatican risiko kecurangan dan ketidakakuratan data |
0.15 |
4.5 |
0.66 |
|
2 |
Organisasi dengan perilaim yang
tidak sehat atan kurangnya kommikasi dapat menghambat kolaborasi dan
inistatif karyawan. |
0.16 |
5 |
0.81 |
|
3 |
Implementasi digitalisasi yang
kurang matang dapat menyebabkan gangguan operasional dan kegagalan proyek |
0.15 |
4.5 |
0.66 |
|
|
TOTAL |
0.46 |
|
2.13 |
|
|
Total Keselaruhan |
|
|
5.19 |
Tabel 4 Penilaian IFE/EFE
|
No |
Fakter Eksternal Deminar |
Bebet |
Rating |
Sker |
|
|
Opportunity |
|
|
|
|
1 |
Adopsi teknologi baru dalam
internal kontrol dapat meninglatican ketepatan dan kecepatan analisis data |
0.16 |
4.25 |
0.68 |
|
2 |
Perubahan perilakn konsumen yang
mengarah ke permintaan produk digital membuka pelnang pasar baru. |
0.16 |
4.25 |
0.68 |
|
3 |
Digitalisasi dapat meningkatican interaksi
dengan pelanggan dan membulca saluran pemasaran baru |
0.16 |
4.25 |
0.68 |
|
|
TOTAL |
0.48 |
|
2.04 |
|
|
Threats |
|
|
|
|
1 |
Perubahan peraturan dan kebijakan
dapat mempengaruhi keefektifan sistem internal kontrol |
0.19 |
5 |
0.94 |
|
2 |
Persaingan yang ketat di industri
dapat mengancam pangsa pasar dan keuntungan perusahaan |
0.21 |
5.5 |
1.14 |
|
3 |
Ancaman keamanan siber dapat
menyebabkan kerogian data dan reputasi yang merogikan |
0.12 |
3.25 |
0.40 |
|
|
TOTAL |
0.52 |
|
2.48 |
|
|
Total Keselaruhan |
|
|
4.53 |
Dalam penilaian Internal, Organization Behavior mencapai
skor tertinggi yaitu 1,98. Pertukaran ide dan perspektif yang berbeda dapat
terjadi ketika tim bekerja sama dengan orang-orang dari berbagai latar belakang
dan perspektif. Dengan bekerja dalam tim yang solid, masalah dapat diidentifikasi
lebih cepat dan diselesaikan dengan cara yang lebih efektif. Kolaborasi
memungkinkan karyawan berbagi pengetahuan dan perspektif yang membantu
mengatasi tantangan dengan lebih baik.. Skor internal
kontrol = 1,74. Efisiensi operasional berkontribusi pada identifikasi dan
mitigasi risiko dengan lebih baik. Proses operasional yang terorganisir dan
efektif membantu mencegah dan mengurangi risiko operasional yang merugikan
bisnis. Internal kontrol yang baik dapat membantu perusahaan dalam beradaptasi
dengan pasar, peraturan, atau lingkungan bisnis dengan lebih cepat dan mudah.
Aspek ini memungkinkan bisnis untuk tetap kompetitif dan menyesuaikan diri
dengan perubahan. Efisiensi operasional yang dihasilkan dari internal kontrol
yang baik dapat meningkatkan kepercayaan dari berbagai pemangku kepentingan,
termasuk investor, klien, karyawan, dan regulator. Kepercayaan ini sangat
penting untuk menjaga hubungan yang baik dengan setiap orang yang terlibat
dalam bisnis.. Skor untuk Digitalisasi = 1,47. Penerapan
teknologi memungkinkan perusahaan untuk melakukan analisis bisnis secara
real-time dan memantau kinerja operasional dalam waktu nyata. Ini membantu
perusahaan menemukan masalah atau peluang dengan cepat, yang memungkinkan
tindakan cepat. Sistem manajemen persediaan dan perencanaan sumber daya
perusahaan (ERP) dapat mengoptimalkan penjadwalan produksi dan pengiriman,
mengurangi waktu tunggu, dan mencegah kelebihan atau kekurangan persediaan.
Skor untuk 3 faktor Opportunity sama baik Adopsi teknologi,
perubahan perilaku konsumen dan digitalisasi yang dapat meningkatkan interaksi
pelanggan. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagai pengusaha bisnis yang
berorientasikan profit dan risk taker, semua peluang bisnis patut dicoba
dengan menimbang pro dan kontra yang mungkin terjadi dan tentunya dengan
memanfaatkan kekuatan/strength yang dimiliki oleh perusahaan. Perusahaan
kelapa sawit dapat memperoleh banyak manfaat dari adopsi teknologi baru dalam
internal kontrol, terutama dalam hal meningkatkan ketepatan dan kecepatan
analisis data yang dikumpulkan dari berbagai sumber, termasuk keuangan,
inventaris, dan produksi tanaman (Yufita, 2021). Teknik analisis data memiliki
kemampuan untuk memproses dan menganalisis sejumlah besar data dengan cepat dan
memberikan wawasan yang lebih baik dalam waktu yang lebih singkat. Sangat
penting untuk membuat keputusan yang cepat dan akurat. Dengan menggunakan
teknologi analisis data, manajemen dapat dengan lebih baik menemukan pola,
tren, dan peluang bisnis. Data yang kuat memungkinkan manajemen dalam mengambil
keputusan yang lebih cerdas dan cepat.
Meskipun industri perkebunan kelapa sawit tidak langsung terkait
dengan teknologi digital, perubahan perilaku pembeli masih penting dan harus
diperhatikan. Perusahaan kelapa sawit mencari cara untuk memasukkan teknologi
digital ke dalam rantai pasokan, seperti yang dilakukan perusahaan besar dimana
perusahaan dan pembeli sama-sama menggunakan teknologi blockchain untuk
memberikan pelacakan yang transparan, yang dapat memberikan kredibilitas dan
nilai tambahan pada produk mereka. Saat ini, pembeli sangat memilih untuk
membeli produk CPO dari PT yang bersertifikat RSPO/ISPO dengan sedikit keluhan
(grievance). Grievance dapat diakses secara publik melalui situs
perusahaan konsultan yang berwenang maupun dari website PT yang memproduksi CPO
(Fauzi, 2021). Perubahan perilaku konsumen termasuk
mencari informasi di platform digital. Perusahaan kelapa sawit dapat
menggunakan saluran digital untuk memberikan informasi tentang praktik
berkelanjutan, tanggung jawab sosial, dan keuntungan produk mereka, yang dapat
memengaruhi.
Pada gambar 1 yaitu matrix QSPM, beberapa strategi alternative
yang diadopsi adalah yang mencerminkan kekuatan internal, mengatasi kelemahan,
memanfaatkan peluang, dan menghadapi ancaman yang berpengaruh terhadap kinerja
perusahaan. Berikut skoring dari alternative strategi:
1. Menguatkan
sistem internal kontrol dengan mengadopsi teknologi yang memungkinkan
pemantauan dan pelaporan yang lebih akurat dan real-time Perusahaan kelapa sawit
yang menggunakan teknologi untuk memperkuat sistem kontrol internal mereka
dengan pelaporan dan efisiensi operasional yang lebih baik, respons yang lebih
cepat terhadap perubahan, dan manajemen risiko yang lebih baik mendapat banyak
keuntungan. Di perusahaan kelapa sawit, pemantauan kualitas produksi sangat
penting karena sumber pendapatan utama adalah CPO (Crude Palm Oil) dan
PKO (Palm Kernel Oil) (Yuliansyah, 2023). Teknologi yang memungkinkan
pemantauan real-time dapat membantu mendeteksi perubahan kualitas atau masalah
operasional dengan cepat, sehingga tindakan korektif dapat diambil segera.
Perubahan cuaca yang dapat mempengaruhi panen atau kondisi pasar yang
berubah-ubah adalah contoh situasi yang dapat diubah yang dapat diatasi oleh
manajemen dengan cepat.
Strategi ini sejalan dengan penelitian
terdahulu yang menyampaikan bahwa Perusahaan telah menggunakan digitalisasi dan
pengembangan aplikasi untuk menjaga kualitas produk tetap tinggi (Sugiana, 2018).
2.�� Mendorong komunikasi terbuka dan kolaborasi
di seluruh lapisan organisasi melalui platform digital dan alat kolaborasi
Perusahaan kelapa sawit memiliki
lokasi yang tersebar di berbagai wilayah atau negara. Karena teknologi
kolaborasi digital, karyawan yang bekerja dari jarak jauh dapat tetap
terhubung, berkomunikasi, dan berkolaborasi tanpa hambatan fisik. Perusahaan
mengumpulkan banyak data tentang hal-hal seperti pemasaran, produksi, dan
inventaris. Alat digital untuk kolaborasi dapat membantu mengelola data dengan
lebih baik dan mengintegrasikannya di seluruh perusahaan. Proses kerja sama
yang lebih baik memungkinkan pertukaran informasi dan perspektif yang
diperlukan untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif. Pemikiran dan
diskusi kolektif dapat membantu membuat keputusan yang lebih baik dan lebih
akurat. Berkolaborasi digital memungkinkan berbagai anggota tim bertukar ide
dan saran. Ini mendorong kreativitas dan perbaikan berkelanjutan dalam produk
dan proses operasional.
Terkait komunikasi juga
disebutkan dalam Jurnal terdahulu dimana Employee engagement dan
komitmen organisasi secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap
kinerja karyawan (Mardiansyah, 2022). Semakin tinggi komitmen
organisasi maka akan berdampak pada karyawan akan tetap tinggal (loyal) dalam
organisasi dan akan selalu meningkatkan kinerjanya.
3.��� Membentuk kemitraan dan jaringan dengan
pemangku kepentingan eksternal untuk memperoleh wawasan tentang perubahan
lingkungan yang mungkin mempengaruhi bisnis
Keberlanjutan dan tanggung jawab
sosial perusahaan menjadi lebih penting karena tuntutan konsumen dan pemangku
kepentingan. Perusahaan dapat mengembangkan dan menerapkan praktik
berkelanjutan dan tanggung jawab sosial yang lebih baik dengan bekerja sama
dengan organisasi lingkungan dan kelompok masyarakat setempat. Dengan bekerja sama
dengan pemangku kepentingan eksternal seperti pelanggan, distributor, dan
pengecer, Anda dapat mengetahui tren pasar yang berkembang. Ini memberi
perusahaan kemampuan untuk mengubah strategi pemasaran dan pengembangan produk
mereka. Pemahaman dan dukungan dari masyarakat sekitar dan pemangku kepentingan
lainnya dapat membantu membangun citra positif perusahaan dan mencegah konflik.
Perusahaan kelapa sawit dapat lebih siap untuk menghadapi perubahan lingkungan
yang dinamis dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk keberlanjutan
dan kesuksesan bisnis mereka dengan bekerja sama dan menjalin hubungan dengan
pemangku kepentingan eksternal..
4.��� Melakukan audit dan evaluasi rutin untuk
mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan dalam sistem kontrol
internal
Pelaksanaan Audit dan evaluasi rutin
membantu mengidentifikasi risiko dan kecurangan yang mungkin terjadi dalam
operasi perusahaan kelapa sawit. Halini sesuai dengan jurnal terdahulu, �yang
menyebutkan bahwa Internal Control berpengaruh terhadap pencegahan fraud.
Aturan dan kebijakan dalam internal
control menjadi pedoman atau Standard Operational Procedure (SOP)
bagi para stakeholder dalam melaksanakan kegiatan
operasional di lapangan
sehingga dapat mengurangi risiko terjadinnya fraud
yang dapat merugikan perusahaan (A Bintang, 2022).
Perusahaan kelapa sawit dapat
menghadapi masalah seperti pencurian hasil panen, kesalahan dalam pencatatan
inventaris, atau pelanggaran peraturan lingkungan. Audit membantu mengungkapkan
risiko ini sebelum mereka mengakibatkan konsekuensi yang merugikan. Jika
perusahaan menemukan risiko yang mungkin terjadi dan tempat untuk perbaikan,
mereka dapat mengambil tindakan yang diperlukan untuk menjaga operasi tetap
berjalan. Tindakan ini termasuk penanganan risiko yang lebih baik dan persiapan
yang lebih baik untuk perubahan lingkungan eksternal. Perusahaan kelapa sawit
dapat memastikan bahwa sistem kontrol internal mereka beroperasi dengan baik,
efisien, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Ini mengurangi risiko, menjaga
integritas operasi, dan memastikan bahwa bisnis beroperasi secara etis dan
sesuai dengan standar industri.
5.��� Mengembangkan strategi diferensiasi yang
menonjolkan keunggulan unik perusahaan dalam menghadapi persaingan yang ketat
Industri kelapa sawit memiliki
kemampuan untuk sangat kompetitif dengan sejumlah besar pemasok dan produsen.
Dalam situasi seperti ini, memiliki elemen yang membuat perusahaan berbeda dari
pesaing dan membuatnya lebih menarik bagi pelanggan dan pemangku kepentingan
lainnya sangat penting. Perusahaan dapat memberikan nilai tambahan kepada
pelanggan mereka dengan menggunakan strategi diferensiasi. Ini bisa berupa
peningkatan kualitas produk, praktik berkelanjutan, inovasi produk atau proses,
atau layanan pelanggan yang lebih baik. Dalam industri kelapa sawit yang
kompleks dan beragam, mengembangkan strategi diferensiasi yang menekankan
keunggulan khusus perusahaan adalah penting untuk bertahan dan tumbuh di tengah
persaingan yang ketat. Ini memberikan fondasi yang kuat untuk memperbaiki
posisi di pasar dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan lebih baik.
6.��� Mengintegrasikan sistem kontrol internal
dengan digitalisasi untuk memastikan keamanan data dan pemantauan yang lebih
efektif terhadap transaksi dan operasi
Sistem kontrol internal yang
terintegrasi dengan digitalisasi memungkinkan pelacakan transaksi secara
real-time dan memastikan bahwa data yang dihasilkan dan diproses konsisten dan
dapat diandalkan. Ini membantu menemukan transaksi yang mencurigakan atau tidak
biasa dengan lebih cepat, memungkinkan perbaikan segera dilakukan. Proses
otomatisasi dapat mengurangi kemungkinan kesalahan manusia dan menghemat waktu.
7.��� Berinvestasi dalam keamanan siber yang kuat,
termasuk pelatihan karyawan tentang praktik keamanan dan perlindungan data
Perusahaan kelapa sawit memiliki data
pelanggan, transaksi keuangan, dan informasi bisnis yang sensitif. Secara
keseluruhan, keamanan siber yang kuat dan pelatihan karyawan tentang praktik
keamanan dan perlindungan data melindungi data ini dari ancaman peretasan atau
pencurian identitas, yang dapat merusak reputasi perusahaan dan kepercayaan
pelanggan.
8.��� Menerapkan solusi digital yang memungkinkan
pelanggan untuk berinteraksi dengan perusahaan melalui platform digital,
memberikan pengalaman yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan bisnis
Pelanggan semakin mengharapkan
kemudahan dan fleksibilitas dalam berinteraksi dengan bisnis di era digital.
Perusahaan kelapa sawit dapat tetap relevan dan menyesuaikan diri dengan tren
yang berkembang dengan menerapkan solusi digital. Dalam Jurnal (Kembaren,
2022), menyebutkan bahwa Implementasi ERP,
kepercayaan organisasi, kepemimpinan transformasional dan strategi mobilitas
memiliki peran besar dalam mempengaruhi kinerja operasional. Dengan demikian,
kinerja ERP dapat ditingkatkan dengan kepercayaan organisasi, kepemimpinan
transformasional, dan strategi mobilitas. Kinerja operasional dapat dicapai
melalui perbaikan yang berkesinambungan dan handal.
Dalam industri kelapa sawit yang
beragam dan terus berkembang, menerapkan solusi digital untuk berinteraksi
dengan pelanggan adalah langkah strategis yang dapat membantu pertumbuhan
bisnis, peningkatan pengalaman pelanggan, dan kesuksesan jangka panjang. Ini
dapat menciptakan peluang baru dan meningkatkan nilai tambah.
9.��� Mengidentifikasi kebutuhan digitalisasi yang
paling krusial dan merancang roadmap implementasi yang jelas
Digitalisasi memengaruhi cara bisnis
berinteraksi dengan pelanggan mereka. Roadmap implementasi membantu perusahaan
memahami bagaimana teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman
pelanggan melalui platform digital. Roadmap ini memberi seluruh tim terkait
arahan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan untuk digitalisasi, yang
memudahkan komitmen dan kerja sama di seluruh organisasi. Perusahaan dapat
mengukur keberhasilan dan kemajuan dalam mengadopsi teknologi baru. Dengan
membuat roadmap implementasi yang tepat, mereka dapat mengoptimalkan nilai
tambah dari teknologi, menghadapi perubahan, dan tetap kompetitif di pasar yang
berkembang pesat ini.
10.� Tetap mengikuti perkembangan regulasi dan
mengadaptasi sistem internal kontrol sesuai dengan perubahan yang diberlakukan
Pemangku kepentingan, termasuk
investor, pelanggan, dan pemerintah, semakin memperhatikan kepatuhan perusahaan
terhadap regulasi. Untuk memastikan bahwa bisnis memenuhi ekspektasi, sistem
internal kontrol harus disesuaikan dengan perubahan regulasi. Sistem internal
kontrol yang diperbarui sesuai dengan perubahan regulasi dapat membantu
perusahaan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis tanpa mengganggu
operasional. Ini karena bisnis tidak perlu mengalami masalah dan kesulitan
karena pelanggaran atau ketidakpatuhan.
Perusahaan
kelapa sawit dapat memastikan bahwa strategi yang dipilih dari QSPM benar-benar
mendukung tujuan jangka panjang dan visi perusahaan, dan membantu menjaga fokus
dan konsistensi dalam upaya jangka panjang. Implementasi dan pengawasan dalam
proses QSPM membantu perusahaan kelapa sawit untuk tetap adaptif terhadap
perubahan lingkungan yang mungkin mempengaruhi pelaksanaan strategi, seperti
perubahan pasar atau faktor eksternal lainnya
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis dan
pembahasan, dapat disimpulkan bahwa internal kontrol yang baik berpengaruh
positif terhadap kinerja perusahaan di sektor industri perkebunan kelapa sawit
dengan mengoptimalkan kegiatan operasional, mengurangi risiko, serta mencapai
kinerja yang lebih baik secara keseluruhan. Selain itu, Budaya Organisasi yang
mempromosikan norma dan perilaku yang diikuti oleh karyawan, motivasi karyawan,
kerjasama tim, dan gaya kepemimpinan yang tepat dapat menciptakan lingkungan
kerja yang produktif, berkelanjutan, dan inovatif, yang pada akhirnya berdampak
positif pada kinerja perusahaan secara keseluruhan. Terakhir, digitalisasi juga
berperan penting dalam pengelolaan operasional perkebunan kelapa sawit yang
lebih efisien dan dalam mengatasi tantangan yang ada dalam industri ini,
membawa berbagai manfaat serta perubahan dalam berbagai aspek operasional dan
manajemen perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
A Bintang, A. (2022). KONTRIBUSI
INKLUSIF INTERNAL AUDIT DALAM UPAYA PENCEGAHAN FRAUD (Studi Pada PT. Sumber
Graha Sejahtera Luwu). UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALOPO.
Basalamah, Ridwan, &
Erwaedy, Ahmad. (2021). Manajemen Inovasi dalam Bisnis. AE Publishing.
Basuki, Basuki, &
Suwarno, Noorlailie. (2021). Teknologi Digital Memediasi Dampak Strategi Bisnis
Terhadap Kinerja Umkm Di Nusa Tenggara Barat. EKUITAS (Jurnal Ekonomi Dan
Keuangan), 5(3), 300�320.
Dewi, Rintis Sukma.
(2020). BUSINESS ETHICS PADA PT. CONTROL SYSTEMS ARENA PARA NUSA. Jurnal
Ekonomi Manajemen Sistem Informasi, 1(4), 378�391.
Etikariena, Arum.
(2020). Peran gaya kepemimpinan pada perilaku kerja inovatif karyawan pada
organisasi berbasis teknologi digital. Ecopsy, 7(1), 375365.
Fahrimal, Yuhdi, &
Safpuriyadi, Safpuriyadi. (2018). Komunikasi Strategik Dalam Penyelesaian
Konflik Agraria Di Indonesia. Jurnal Riset Komunikasi, 1(1),
109�127.
Faradila, Annisa,
Aprilia, Zania, Zulfa, Sherly Salma, & Gusti, Risky Rahmadani. (2022).
Pengaruh Pengendalian Internal Terhadap Upaya Pencegahan Fraud Pada PT Fuji
Seimitsu Indonesia. E-Prosiding Akuntansi, 3(1).
Faried, Annisa Ilmi,
Sembiring, Rahmad, & Hasanah, Uswatun. (2022). Pembangunan Ekonomi
Pertanian Perdesaan Melalui Potensi Integrasi Tanaman Cabe dan Ternak Ayam.
CV. Mitra Cendekia Media.
Fauzi, Fadhlurrahman.
(2021). Upaya Greenpeace Dalam Menghadapi Deforestasi Di Indonesia Oleh
Wilmar International. Universitas Andalas.
Goffee, Rob, &
Jones, Gareth. (2013). Creating the Best Workplace on Earth. Work
Environments.
Hidayanti, Ery, &
Paramita, Ratna Wijayanti Daniar. (2014). Pengaruh good corporate governance
terhadap praktik manajemen laba riil pada perusahaan manufaktur. Wiga:
Jurnal Penelitian Ilmu Ekonomi, 4(2), 1�16.
Ismail, Mohamad Rahadi.
(2018). PERANAN AUDIT INTERNAL DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN
INTERNAL PENGELOLAAN KREDIT USAHA MIKRO (KUM)(DENGAN EFEKTIVITAS PENGENDALIAN
INTERNAL SEBAGAI VARIABEL MODERATING). Program Studi Akuntansi S1
Universitas Widyatama.
Mardiansyah, Muhamad.
(2022). Pengaruh Quality of Work Life dan Employee Engagement Terhadap Komitmen
Organisasi pada Anita Phoneshop Baturaja. Jurnal Manajemen Bisnis, Akuntansi
Dan Keuangan, 1(1), 25�38.
Palm Oil Agribusiness
Strategic Policy Institute. (2017). Mitos vs Fakta: Industri Minyak Sawit
Indonesia dalam Isu Sosial, Ekonomi, dan Lingkungan Global. Bogor: PASPI.
Piyandini, Lathifah,
Nurweni, Hari, & Hartati, Retno. (2021). Pengaruh Komitmen Organisasi,
Lingkungan Kerja, dan Motivasi Terhadap Organizational Citizenship Behavior
(OCB) Karyawan PT Sport Glove Indonesia Cabang Wonosari. Cakrawangsa Bisnis:
Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 1(2).
Prasetyo, Octo Budhi,
Zulkifli, Zulkifli, & Miranda, Agustinus. (2023). STRATEGI TRANSFORMASI
BUDAYA ORGANISASI UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ORGANISASI POLDA BENGKULU. JEMBA:
JURNAL EKONOMI, MANAJEMEN, BISNIS DAN AKUNTANSI, 2(5), 791�812.
Pujima Eli Chandra
Purba, Rido. (2015). Analisis Strategi Pemasaran Dengan Menggunakan Metode
QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) Di NIMCO Indonesia.
Putra, Rio Johan, &
Rochimah, Dewi. (2022). Pengaruh Intervensi Sistem Informasi Akuntansi terhadap
Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Karyawan. Owner: Riset Dan Jurnal Akuntansi,
6(3), 3077�3093.
Putri, Artati Anggita.
(2022). Dampak Sistem Informasi Akuntansi Untuk Pengendalian Internal Yang
Efektif Pada Kinerja Perusahaan. Jurnal Pusdansi, 1(11).
Rahayu, Sarfliyanti
Anggaini, & Emilisa, Netania. (2023). Pengaruh Employee Participation in
the Decision-Making dan Benevolent Leadership Terhadap Organizational
Commitment Behaviour yang Dimediasi oleh Affective Commitment Terhadap Karyawan
H&M di Jakarta. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(2),
288�301.
Rumansyah, Harry.
(2017). PENGARUH AUDIT INTERNAL DAN PENGENDALIAN MANAJEMEN TERHADAP
PELAKSANAAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE PADA BANK BJB SYARIAH (Studi Kasus Pada
Bank BJB Kota Bandung). Universitas Widyatama.
Saputra, Nopriadi,
Abdinagoro, Sri Bramantoro, & Kuncoro, Engkos Achmad. (2020). SUSTAINABLE
GROWTH FORMULA: keterlekatan kerja dan ketangkasan belajar dari managerial
resources industri minyak sawit Indonesia. SCOPINDO MEDIA PUSTAKA.
Sugiana, Wari. (2018). Strategi
meningkatkan kualitas pelayanan melalui digitalisasi produk perbankan di bank
bni syariah kcp bulaksumur yogyakarta.
Supriyadi, Eko, Ningrum,
Dian Prasetya, Kurniawatiningsih, Eka Dewi, Bilal, Farhan, Pahleviando, Rezha,
& Handoko, Indria. (2021). Faktor yang mempengaruhi retensi karyawan
milenial pada saat pandemi Covid-19: Kasus pada sebuah perusahaan BUMN di
Indonesia. Journal of Business & Banking, 11(1), 49�71.
Suyanto, Suyanto.
(2022). Faktor Demografi, Financial Technology, Dan Kinerja Keuangan Usaha
Mikro Kecil Dan Menengah (Umkm): Inklusi Keuangan Sebagai Mediasi. Akuntansi
Dewantara, 6(1), 1�20.
Tarigan, Rahmat
Syahputra, Hasan, Amir, & Andreas, Andreas. (2018). ANALISIS FAKTOR FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI TINDAKAN KECURANGAN (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN SWASTA
PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI RIAU). Jurnal Ekonomi, 26(1), 29�43.
Wijaya, Shierli. (2023).
PENGARUH ETHICAL LEADERSHIP DALAM MENCIPTAKAN WORK ENGAGEMENT KARYAWAN. Jurnal
Bina Manajemen, 12(1), 378�392.
Wirdayani, Annisa.
(2023). PENGARUH KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) TERHADAP PRODUKTIVITAS
KERJA KARYAWAN DI PT PLN (PERSERO). ZAHRA: JOURNAL OF HEALTH AND MEDICAL
RESEARCH, 3(3), 330�339.
Yufita, Sri Wella.
(2021). Analisis Efisiensi Usaha tani Jeruk Siam Di Kecamatan Kuok Kabupaten
Kampar Provinsi Riau. Universitas Islam Riau.
Yuliansyah, Fajar Dwi.
(2023). TA: MEMPELAJARI MESIN �RIPPLE MILL� PADA STASIUN PEMECAH BIJI KELAPA
SAWIT DI PTPN VII UNIT SUNGAI LENGI KECAMATAN GUNUNG MEGANG KABUPATEN MUARA
ENIM PROVINSI SUMATERA SELATAN. Politeknik Negeri Lampung.