ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PENGGUNAAN APLIKASI HYBRID DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAM DI PT. JNE INDONESIA

 

Syaif Abdur Rauf1, Elvin Leander Hadisaputra2

STMIK Borneo Internasional Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia1,2

[email protected]1, [email protected]2

Diterima: 28-05-2022��������������������� ��������������� Review: 03-06-2022������������������������ ��������������� Publish: 15-06-2022

 


Abstrak:

Pada saat ini sistem pengiriman barang sangat mudah dilakukan berbeda di zaman dahulu dimana dalam pengiriman sebuah barang sangat rumit dan cenderung membutuhkan waktu yang lama. Perkembangan teknologi saat ini seperti memaksaakan para perusahaan untuk melakukan revolusi perubahan pada perusahaan mereka, bahkan banyak bermunculan perusahaan-perusahaan baru yang menawarkan teknologi sebagai senjata mereka dalam menjual suatu produk atau jasa. Maksud dari riset ini guna mengetahui apakah faktor Perceived Usefulness, Perceived Ease Of Use, Attitude Toward Using dan Behavioral Intention berdampak positif atas Actual Usage pada aplikasi Hybrid. Riset ini memakai metode Technology Acceptance Model. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS versi 22.0 for Windows. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara simultan terdapat pengaruh antara variabel independent (X) secara bersamaan terhadap variabel dependen (Y), dengan nilai F hitung 126,958 > F tabel 2.90 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05.

Kata kunci: Technology Acceptance Model, Aplikasi Hybrid, Website.

 

Abstract:

At this time the delivery system is very easy to do, unlike in the past where in the delivery of an item it was very complicated and tended to take a long time. Current technological developments are like forcing companies to carry out revolutionary changes in their companies, even many new companies have sprung up that offer technology as their weapon in selling a product or service. The purpose of this research is to find out whether the Perceived Usefulness, Perceived Ease Of Use, Attitude Toward Using and Behavioral Intention factors have a positive impact on Actual Usage in Hybrid applications. This research uses the Technology Acceptance Model method. The data analysis technique used multiple linear regression analysis with the help of SPSS software version 22.0 for Windows. The results of the study can be concluded that simultaneously there is an influence between the independent variable (X) simultaneously on the dependent variable (Y), with a calculated F value of 126.958 > F table 2.90 and a significant value of 0.000 <0.05.

Keywords: Technology Acceptance Model, Hybrid Application, Website.����������������������������

Corresponding: Syaif Abdur Rauf

E-mail: [email protected]

 

 

PENDAHULUAN

Pada saat ini sistem pengiriman barang sangat mudah dilakukan berbeda di zaman dahulu dimana dalam pengiriman sebuah barang sangat rumit dan cenderung membutuhkan waktu yang lama. Perkembangan teknologi saat ini seperti memaksakan para perusahaan untuk melakukan revolusi perubahan pada perusahaan mereka, bahkan banyak bermunculan perusahaan-perusahaan baru yang menawarkan teknologi sebagai senjata mereka dalam menjual suatu produk atau jasa. Seperti halnya dalam perusahaan jasa pengiriman barang yang saat ini sudah lebih dari 5 perusahaan jasa pengiriman barang yang bermunculan di Indonesia, salah satunya yaitu PT. JNE Indonesia. JNE (Jalur Nugraha Ekakurir) Express adalah perusahaan jasa kurir yang bergerak di bidang pengiriman paket dan logistik dalam wilayah lokal dan internasional dengan dukungan online. JNE telah memperluas pengembangan produk dan layanan, termasuk penyediaan layanan ekspres domestik, logistik, distribusi, pengiriman uang (Money Remittance), pengiriman barang bawaan pesawat JNE (Trucking Air & Sea Cargo), layanan penjemputan di bandara (Escort), hingga layanan kepabeanan (Customer Clearance) (Fauziah & Wulandari, 2018). Didirikan pada tahun 1990, PT. Tiki Lintas Nugraha Ekakurir (JNE) memberikan pelayanan kepabeanan kepada masyarakat, khususnya impor barang yang sensitif terhadap waktu melalui gudang expedited processing. 150+ lokasi di PT. JNE Indonesia terhubung dengan sistem komunikasi online, dikawal oleh sistem yang efektif dan efisien, serta memberikan konsumen akses ke website informasi status terkini pengiriman paket atau dokumen. Titik layanan PT saat ini. JNE Indonesia telah menjangkau lebih dari 6.000 lokasi dan masih terus berkembang . PT. JNE Indonesia memprioritaskan sumber daya manusia dan teknologi sebagai bagian dari pengembangan salah satu manfaat teknologi yang digunakan yaitu dengan memiliki aplikasi, baik aplikasi umum dan aplikasi internal yang bertujuan untuk memudahkan.

Pada penelitian ini acuan yang diteliti yaitu aplikasi internal PT. JNE Indonesia cabang Penajam Paser Utara yaitu aplikasi Hybrid dengan menjadikan karyawan yang menggunakan aplikasi Hybrid di PT. JNE Indonesia cabang Penajam Paser Utara sebagai sampel dari penelitian ini. TAM merupakan sebuah metode penelitian yang dipakai pada riset ini. Model Penerimaan Teknologi TAM (Technology Acceptance Model) merupakan model yang menerima sistem teknologi informasi yang digunakan oleh pengguna. Model TRA dapat diterapkan karena keputusan individu untuk merangkul teknologi sistem informasi adalah perilaku sadar yang dapat dijelaskan dan diprediksi oleh minat perilaku mereka. TAM menambahkan dua struktur utama ke model TRA. Dua konstruksi utama adalah Perceived usefulness dan Perceived ease of use (Hunaifi, 2018). TAM berpendapat bahwa penerimaan individu terhadap teknologi informasi ditentukan oleh dua konstruksi ini, dan bahwa manfaat yang dirasakan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan berdampak pada niat perilaku. Jika pengguna teknologi merasa sistem teknologi itu berguna dan mudah digunakan, maka mereka akan mengembangkan minat untuk menggunakan teknologi (behavioral interest). Kegunaan yang dirasakan juga mempengaruhi persepsi kemudahan penggunaan, tetapi tidak sebaliknya. Apakah sistem berjalan dengan baik atau tidak, pengguna sistem akan menggunakan sistem tersebut. Sistem yang sulit akan tetap digunakan jika pengguna merasa sistem tersebut masih berguna (Aziz et al., 2013).

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilakukan di Penajam Paser Utara yang dimana terdapat cabang dari PT. JNE Indonesia yang berada di Jl. Propinsi KM 14, Lawe-Lawe, Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Waktu Penelitian ini di dilakukan pada bulan Desember 2021. Populasi dari penelitian yaitu karyawan yang ada di PT. JNE Indonesia cabang Penajam Paser Utara yang menggunakan aplikasi Hybrid. Populasi yang didapatkan sebanyak 25 orang yang aktif menggunakan aplikasi Hybrid yang ada di seluruh cabang Penajam Paser Utara, dan dari populasi tersebut peneliti menentukan jumlah sampel yang dapat digunakan untuk sebuah penelitian. Untuk menentukan sampel pada riset ini memakai tabel Isaac dan Michael, persen toleransi kesalahan terletak antara 5-10%, dan peneliti mengambil toleransi kesalahannya 5%. Untuk menentukan sampelnya menggunakan tabel Isaac dan Michael.

Adapun jenis metode pengumpulan data yaitu:

1.    Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan langsung dari responden dengan menggunakan alat kuesioner. Kuesioner dibuat menggunakan Google Formulir sehingga responden dapat mengisinya dengan cepat.

2.    Data sekunder adalah data yang didapat peneliti secara tidak langsung melalui buku, jurnal dan data-data penelitian sebelumnya.

Kegiatan ini mencakup uji validitas, uji reabilitas dan uji normalitas serta melakukan pembahasan berdasarkan hasil analisa.

1.    Uji validitas dilaksanakan guna mengetahui tingkat apakah sebuah kusioner tersebut valid atau tidak. Uji validitas ini menggunakan aplikasi SPSS dengan memasukkan data sampel yang didapatkan melalui kuesioner.

2.    Uji reliabilitas dilaksanakan guna menguji konsistensi kuesioner. Instrumen kuesioner yang tidak reliabel akan menyebabkan instrumen tersebut tidak sesuai dengan pengukuran yang dilakukan, Sehingga hasil pengukuran tidak kredibel. Uji reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan metode Cronbach Alpha.

3.    Uji normalitas untuk test sample Kolimogrov-smirnov dan grafik maka bisa diketahui penyebaran data pada sumber diagonal pada grafik normal P � P Plot of regression standarized residual. Data akan disebut normal jika nilai tingkat signifikansinya > 0,05 dan disebut tidak normal jika tingkat signifikansinya < 0,05.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.    Uji Validitas

Uji Validitas Uji validitas pada riset ini dengan nilai r tabel 0,433 dengan tingkat signifikansi 0,05 [4]. Hasil yang didapatkan pada uji validitas yaitu semua item kuesioner pada setiap variabel independen dan dependen menunjukan valid, dengan masing-masing nilai lebih dari nilai r tabel yaitu 0,433.

2.    Uji Realibilitas

Uji reliabilitas dilaksanakan guna menguji konsistensi kuesioner. Instrumen kuesioner yang tidak reliabel akan menyebabkan instrumen tersebut tidak sesuai dengan pengukuran yang dilakukan, alhasil hasil pengukuran tidak kredibel. Uji reliabilitas pada riset ini memakai metode Cronbach Alpha. Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas:

 

Tabel 1. Hasil Pengujian Reliabilitas

 

No

Nama Instrumen

Variabel

Nilai Cronbach Alpha

Nilai Kriteria

Keterangan

1

Perceived Usefulness

X1

0,821

0,6

Realiabel

2

Perceived Ease Of Use

X2

0,806

0,6

Realiabel

3

Attitude Oward Using

X3

0,652

0,6

Realiabel

4

Behavioral Intention

X4

0,705

0,6

Realiabel

5

Actual Usage

Y

0,609

0,6

Realiabel

 

Menurut hasil dari analisis reliabilitas dengan teknik Cronbach Alpha, bisa diketahui nilai Cronbach Alpha dari Perceived Usefulness (X1) sebesar 0,821, Perceived Ease Of Use(X2) sebesar 0,806, Attitude Oward Using (X3) sebesar 0,652, Behavioral Intention (X4) sebesar 0,705 dan Actual Usage (Y) sebesar 0,609, Kesimpulannya kemudian adalah hasil nilai uji reliabilitas dinyatakan reliabel karena lebih besar dari 0,6.

3.    Uji Normalitas

Uji test sample Kolimogrov-smirnov dan grafik lalu bisa melihat distribusi data pada sumber diagonal pada plot normal dari residual standar regresi P � P Plot. Data akan dikatakan normal apabila nilai tingkat signifikansinya > 0,05 dan disebut tidak normal jika tingkat signifikansinya < 0,05. Pada Gambar 1 dapat dilihat bahwa nilai tingkat signifikansi sebesar 0,200 lebih besar dari 0,05 yang membuktikan bahwa data variabel yang diuji berdistribusi normal seperti pada Gambar 2. Dapat dilihat dari gambar bahwa nilai peta P-P terletak di dekat garis diagonal, dan peta P-P tidak menyimpang terlalu jauh dari garis diagonal, sehingga dapat diartikan bahwa sebaran datanya normal.

 

 

Gambar 1. Uji Normalitas kolmogorov smirnov

 

 

Gambar 2. Uji Normalitas kolmogorov smirnov

 

Hasil dari uji normalitas pada regresi bisa dilihat pada gambar 3 dan 4. Membuktikan bahwa data variabel yang diuji berdistribusi normal sebab tingkat signifikansinya 0,200 > 0,05 seperti gambar 1, Terlihat bahwa titik-titik berdistribusi sepanjang garis dan sepanjang arah diagonal, data berdistribusi normal, dan model regresi memenuhi asumsi normalitas, lihat Gambar 2.

4.    Analisis Struktural Model

Analisis model internal atau analisis model struktural digunakan untuk melihat hubungan antar variabel dengan tujuan untuk menentukan apakah suatu model struktural layak untuk digunakan. Pada model internal yang diuji yaitu R-square pada model penelitian. Berdasarkan gambar 3 menunjukkan bahwa nilai R-square 0,966, yang menerangkan bahwa dampak variabel independen X1, X2, X3, dan X4 atas variabel dependen Y yaitu 96,6%.

 

 

Gambar 3. R-square

 

Berdasarkan gambar di atas dapat dilihat bahwa nilai Tolerance ketiga variabel bebas tersebut semuanya diatas 0,10 yaitu untuk X1 0,728, untuk X2 0,741, dan untuk X3 0,829 dan nilai VIF masing-masing variabel independen kurang dari 10, jadi bisa diartikan bahwa tidak terjadi masalah multikolinearitas pada model regresi.

5.    Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda dirancang untuk mengetahui apakah dua atau lebih variabel bebas (X) berpengaruh terhadap variabel terikat (Y). Prosedur komputasi regresi linier berganda menggunakan aplikasi SPSS dan output dari perhitungan regresi linier berganda. Terdapat 2 uji dalam analisis regresi linier berganda yaitu uji F dan uji T.

a.    Uji Koefisien Regresi Secara Simultan (Uji F)

Guna menguji dampak variabel independen (X) secara bersamaan atas variabel dependen (Y) maka perlu dilakukan uji F. Taraf signifikansi yang dipakai untuk uji F yaitu 0,05. Untuk mendapatkan nilai F tabel maka perlu menggunakan perhitungan rumus seperti berikut:

F tabel = F(k;n-k)= F = (4;23-4)=F (4;19)=2,90

n : jumlah sampel

k : jumlah variabel independen

Hasil yang didapatkan dari perhitungan rumus F tabel yaitu (4;19) dan untuk mengetahui F tabelnya maka bisa dilihat pada F tabel seperti gambar 4.15,dan didapatkan nilai F tabel 2,90. Guna melihat apakan variabel independen (X) secara bersamaan berdampak pada variabel dependen (Y) maka perlu memperhatikan hal sebagai berikut.

1)    Jika nilai signifikansi > 0,05 atau F hitung < F tabel, maka tidak terdapat dampak antara variabel independen (X) secara bersamaan atas variabel dependen (Y).

2)    Jika nilai signifikansi < 0,05 atau F hitung > F tabel, maka terdapat dampak variabel independen (X) secara bersamaan atas variabel dependen (Y).

 

 

Gambar 4. Hasil Uji F

 

Berdasarkan gambar 4 bisa diketahui nilai signifikansi 0,000 dan nilai F hitung 126,958, yang artinya nilai signifikansi (0,000) < 0,05 atau F hitung (126,958) > F tabel (2,90), maka ada dampak antara variabel independen (X) secara bersamaan atas variabel dependen (Y).

b.    Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji T)

Guna menguji apakah variabel independen (X) secara parsial terhadap variabel dependen (Y) maka perlu dilakukan uji T. Taraf signifikansi yang digunakan untuk uji T yaitu 0,05. Untuk mendapatkan nilai T tabel maka perlu menggunakan perhitungan rumus seperti berikut:

T tabel = T(a/2;n-k-1)= T(0,05/2;23-4-1)=T(0,025;18)= 2,101

a : tingkat kepercayaan

n : jumlah sampel

k : jumlah variabel independen

Hasil yang didapatkan dari perhitungan rumus T tabel yaitu (0,025;18) dan untuk mengetahui T tabelnya maka bisa diketahui pada F tabel seperti gambar 4.18,dan didapatkan nilai T tabel 2, 101. Guna melihat apakah variabel independen (X) secara bersamaan berpengaruh pada variabel dependen (Y) maka perlu memperhatikan hal sebagai berikut.

1)    Jika nilai signifikansi > 0,05 atau T hitung < T tabel, maka tidak terdapat pengaruh antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).

2)    Jika nilai signifikansi < 0,05 atau T hitung > T tabel, maka terdapat pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y).

 

Tabel 2. Hasil Uji T

 

Coefficientsa

Model

Unstandardized coefficients

Standardized coefficients

T

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

1.635

.713

 

2.294

.034

Total X1

.139

.098

.156

1.417

.017

Total X2

.208

.088

.251

2.373

.029

Total X3

.390

.085

.359

4.565

.000

Total X4

.292

.100

.298

2.933

.009

 

Tabel 3. T Tabel

 

d.f

t0.10

t0.05

t0.025

t0.01

t0.005

1

3.078

6.314

12.71

31.82

63.66

2

1.886

2.920

4.303

6.965

9.925

3

1.638

2.353

3.182

4.541

5.841

4

1.533

2.132

2.776

3.747

4.604

5

1.476

2.015

2.571

3.365

4.032

6

1.440

1.943

2.447

3.143

3.707

7

1.415

1.895

2.365

2.998

3.499

8

1.397

1.860

2.306

2.896

3.355

9

1.383

1.833

2.262

2.821

3.250

10

1.372

1.812

2.228

2.764

3.169

11

1.363

1.796

2.201

2.718

3.106

12

1.356

1.782

2.179

2.681

3.055

13

1.350

1.771

2.160

2.650

3.012

14

1.345

1.761

2.145

2.624

2.977

15

1.341

1.753

2.131

2.602

2.947

16

1.337

1.746

2.120

2.583

2.921

17

1.333

1.740

2.110

2.567

2.898

18

1.330

1.734

2.101

2.552

2.878

19

1.328

1.729

2.093

2.539

2.861

20

1.325

1.725

2.086

2.528

2.845

21

1.323

1.721

2.080

2.518

2.831

22

1.321

1.717

2.074

2.508

2.819

23

1.319

1.714

2.069

2.500

2.807

24

1.318

1.711

2.064

2.492

2.797

25

1.316

1.708

2.060

2.485

2.787

26

1.315

1.706

2.056

2.479

2.779

27

1.314

1.703

2.052

2.473

2.771

 

Pada Tabel 2 bisa diketahui nilai signifikansi masing-masing variabel independen (X) dan juga nilai dari T hitung masing � masing variabel independen (X). Berdasarkan nilai T tabel yaitu 2,101 dan juga nilai signifikansi yaitu 0,05, maka bisa dijabarkan sebagai berikut.

1)    Perceived Usefulness (X1) tidak berdampak positif atas Actual Usage (Y). Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai signifikansi yaitu 0,173 > 0,05 atau T hitung (1,417) < T tabel (2,101) maka H1 ditolak.

2)    Perceived Ease Of Use (X2) berdampak positif atas Actual Usage (Y). Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai signifikansi yaitu 0,029 < 0,05 atau T hitung (2,373) > T tabel (2,101) maka H2 diterima.

3)    Attitude Toward Using (X3) berdampak positif atas Actual Usage (Y). Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai signifikansi yaitu 0,000 < 0,05 atau T hitung (4,565) > T tabel (2,101) maka H3 diterima.

4)    Behavioral Intention (X4) berdampak positif atas Actual Usage (Y). Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai signifikansi yaitu 0,009 < 0,05 atau T hitung (2,933) > T tabel (2,101) maka H4 diterima.

6.    Pembahasan

Terdapat 4 variabel independen dan 1 variabel dependen, dimana pembagian variabel independen terdiri dari : Perceived Usefulness (X1), Perceived Ease Of Use (X2), Attitude Toward Using (X3), dan Behavioral Intention (X4) sedangkan variabel dependen yaitu Actual Usage (Y). Pada penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, analisis structural model dan Uji regresi linier berganda. Uji validitas dalam penelitian ini dengan nilai r tabel 0,433 dengan tingkat signifikansi 0,05 (Supriyanto & Iswandari, 2017). Hasil yang didapatkan pada uji validitas yaitu semua item kuesioner pada setiap variabel independen dan dependen menunjukan valid, dengan masing-masing nilai lebih dari nilai r tabel yaitu 0,433.

Uji reliabilitas pada penelitian ini menyatakan bahwa metode pengambilan keputusan dalam pengujian reliabilitas menggunakan batas 0,6 (Supriyanto & Iswandari, 2017). Pada variabel independen dan dependen menunjukan hasil reliabel, yang dimana nilai uji reliabilitas diatas 0,6 dan terbukti bahwa setiap item kuesioner menunjukan reliabel. Uji normalitas dilakukan dengan uji Test Sample Kolimogrov-Smirnov dan grafik P-P Plot dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal. Pada uji normalitas ini, apabila nilai tingkat signifikansi > 0,05 maka dapat disebut normal begitu pula sebaliknya dan dikatakan normal jika nilai P-P Plot terletak disekitar gari diagonal (Mulyani & Kurniadi, 2015). Hasil yang diperoleh dari uji normalitas yang dimana nilai signifikansi 0,200 > 0,05 dan juga grafik nilai P-P Plot tidak menyimpang dari gari diagonal alhasil bisa dikatakan bahwa distribusi data adalah normal.

Analisis struktural model yang dilakukan pada penelitian ini dipakai guna mengetahui hubungan antar variabel yang bermaksud guna menetapkan model struktural sebagai model yang baik untuk digunakan atau tidak. Pada analisis struktural model yang diuji yaitu R-square (Mulyani & Kurniadi, 2015). Hasil dari analisis struktural model menunjukan nilai R-square 0,966 yang menjelaskan bahwa pengaruh variabel X1, X2, X3, dan X4 terhadap varibel Y yaitu 96,6%.

Analisis regresi linier berganda dilakukan 2 pengujian pada penelitian ini, yaitu uji F dan uji T. Taraf signifikansi yang digunakan pada uji F dan uji T yaitu 0,05 (5%) dan nilai F tabel pada riset ini yaitu 2,90 yang didapatkan dengan melakukan perhitungan menggunakan rumus F tabel. Jika nilai signifikansi < 0,05 atau F hitung > F tabel, maka terdapat dampak antara variabel independen secara bersamaan atas variabel dependen (Mulyani & Kurniadi, 2015). Nilai signifikansi pada variabel independen yaitu X1, X2, X3 dan X4 secara bersamaan berdampak positif atas variabel dependen yaitu Y, dengan nilai F hitung 126,958 > 2,90 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang dapat dilihat pada gambar 4.16. Pada uji T nilai T tabel yaitu 2,101 yang didapatkan dengan melakukan perhitungan menggunakan rumus T tabel, dan hasil yang didapatkan sebagai berikut.

a.    Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai signifikansi variabel Perceived Usefulness (X1) yaitu 0,173 > 0,05 atau T hitung (1,417) < T tabel (2,101) maka H1 ditolak, karena variabel Perceived Usefulness (X1) tidak berdampak positif atas Actual Usage (Y).

b.    Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai signifikansi variabel Perceived Ease Of Use (X2) yaitu 0,029 < 0,05 atau T hitung (2,373) > T tabel (2,101), maka H2 diterima, karena variabel Perceived Ease Of Use (X2) berdampak positif atas Actual Usage (Y).

c.     Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai signifikansi variabel Attitude Toward Using (X3) yaitu 0,000 < 0,05 atau T hitung (4,565) > T tabel (2,101) maka H3 diterima, karena variabel Attitude Toward Using (X3) berdampak positif atas Actual Usage (Y).

d.    Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai signifikansi variabel Behavioral Intention (X4) yaitu 0,009 < 0,05 atau T hitung (2,933) > T tabel (2,101) maka H4 diterima, karena variabel Behavioral Intention (X4) berdampak positif atas Actual Usage (Y).

 

KESIMPULAN

Berdasarkan perhitungan dan hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode TAM dan melakukan beberapa pengujian melalui aplikasi SPSS, dengan jumlah populasi sebanyak 25 orang dan jumlah sampel 23 orang, bisa ditarik kesimpulan bahwa faktor pada variabel Perceived Usefulness (X1) tidak berdampak positif atas variabel Actual Usage (Y), dengan nilai T hitung 1,417 < T tabel 2,101 dan nilai signifikansi 0,173 > 0,05 yang berarti pada hipotesis H1 ditolak. Untuk variabel independen Perceived Ease Of Use (X2), Attitude Toward Using (X3) dan Behavioral Intention (X4) menunjukan bahwa terdapat dampak antara tiap tiap variabel dengan variabel dependen yaitu Actual Usage (Y), yang berarti hipotesis H2, H3, dan H4 diterima. Secara simultan juga terdapat dampak antara variabel independent (X) secara bersamaan atas variabel dependen (Y), dengan nilai F hitung 126,958 > F tabel 2.90 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aziz, A. L., Al Musadieq, M., & Susilo, H. (2013). Pengaruh kemudahan penggunaan terhadap kemanfaatan pada sikap pengguna e-learning. In Jurnal Administrasi Bisnis (Vol. 6, Issue 2, pp. 1�7). Malang: Universitas Brawijaya.

Fauziah, D. N., & Wulandari, D. A. N. (2018). Pengukuran kualitas layanan bukalapak. com terhadap kepuasan konsumen dengan metode webqual 4.0. JITK (Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Komputer), 3(2), 173�180. https://doi.org/10.33480/jitk.v3i2.345.

Hunaifi, N. (2018). Penerapan Metode Tam Terhadap Penerimaan Sistem Informasi Produksi Garment. Jurnal Informatika, 5(2), 221�227. https://doi.org/10.31294/ji.v5i2.3701.

Mulyani, A., & Kurniadi, D. (2015). Analisis Penerimaan Teknologi Student Information Terminal (S-IT) Dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Jurnal Wawasan Ilmiah, 7(12), 23�35.

Supriyanto, W., & Iswandari, R. (2017). Kecenderungan sivitas akademika dalam memilih sumber referensi untuk penyusunan karya tulis ilmiah di perguruan tinggi. Berkala Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 13(1), 79�86. https://doi.org/10.22146/bip.26074.