ANALISIS
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN PENGGUNAAN APLIKASI HYBRID DENGAN
MENGGUNAKAN METODE TAM DI PT. JNE INDONESIA
Syaif
Abdur Rauf1, Elvin Leander Hadisaputra2
STMIK Borneo Internasional Balikpapan, Kalimantan Timur,
Indonesia1,2
[email protected]1, [email protected]2
Diterima: 28-05-2022��������������������� ��������������� Review: 03-06-2022������������������������ ��������������� Publish:
Abstrak:
Pada saat
ini sistem pengiriman barang sangat mudah dilakukan berbeda di zaman dahulu
dimana dalam pengiriman sebuah barang sangat rumit dan cenderung membutuhkan
waktu yang lama. Perkembangan teknologi saat ini seperti memaksaakan para
perusahaan untuk melakukan revolusi perubahan pada perusahaan mereka, bahkan
banyak bermunculan perusahaan-perusahaan baru yang menawarkan teknologi sebagai
senjata mereka dalam menjual suatu produk atau jasa. Maksud dari riset ini guna
mengetahui apakah faktor Perceived Usefulness, Perceived Ease Of Use, Attitude
Toward Using dan Behavioral Intention berdampak positif atas Actual Usage pada
aplikasi Hybrid. Riset ini memakai metode Technology Acceptance Model. Teknik
analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan
software SPSS versi 22.0 for Windows. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
secara simultan terdapat pengaruh antara variabel independent (X) secara
bersamaan terhadap variabel dependen (Y), dengan nilai F hitung 126,958 > F
tabel 2.90 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05.
Kata kunci:
Technology Acceptance Model, Aplikasi Hybrid, Website.
Abstract:
At
this time the delivery system is very easy to do, unlike in the past where in
the delivery of an item it was very complicated and tended to take a long time.
Current technological developments are like forcing companies to carry out
revolutionary changes in their companies, even many new companies have sprung
up that offer technology as their weapon in selling a product or service. The
purpose of this research is to find out whether the Perceived Usefulness,
Perceived Ease Of Use, Attitude Toward Using and Behavioral Intention factors
have a positive impact on Actual Usage in Hybrid applications. This research
uses the Technology Acceptance Model method. The data analysis technique used
multiple linear regression analysis with the help of SPSS software version 22.0
for Windows. The results of the study can be concluded that simultaneously
there is an influence between the independent variable (X) simultaneously on
the dependent variable (Y), with a calculated F value of 126.958 > F table
2.90 and a significant value of 0.000 <0.05.
Keywords: Technology Acceptance Model, Hybrid
Application, Website.����������������������������
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pada saat ini sistem pengiriman barang
sangat mudah dilakukan berbeda di zaman dahulu dimana dalam pengiriman sebuah
barang sangat rumit dan cenderung membutuhkan waktu yang lama. Perkembangan
teknologi saat ini seperti memaksakan para perusahaan untuk melakukan revolusi
perubahan pada perusahaan mereka, bahkan banyak bermunculan
perusahaan-perusahaan baru yang menawarkan teknologi sebagai senjata mereka
dalam menjual suatu produk atau jasa. Seperti halnya dalam perusahaan jasa
pengiriman barang yang saat ini sudah lebih dari 5 perusahaan jasa pengiriman
barang yang bermunculan di Indonesia, salah satunya yaitu PT. JNE Indonesia. JNE
(Jalur Nugraha Ekakurir) Express adalah perusahaan jasa kurir yang bergerak di
bidang pengiriman paket dan logistik dalam wilayah lokal dan internasional
dengan dukungan online. JNE telah memperluas pengembangan produk dan layanan,
termasuk penyediaan layanan ekspres domestik, logistik, distribusi, pengiriman
uang (Money Remittance), pengiriman
barang bawaan pesawat JNE (Trucking Air
& Sea Cargo), layanan penjemputan di bandara (Escort), hingga layanan kepabeanan (Customer Clearance) (Fauziah & Wulandari, 2018). Didirikan pada tahun 1990, PT. Tiki
Lintas Nugraha Ekakurir (JNE) memberikan pelayanan kepabeanan kepada
masyarakat, khususnya impor barang yang sensitif terhadap waktu melalui gudang expedited processing. 150+ lokasi di PT.
JNE Indonesia terhubung dengan sistem komunikasi online, dikawal oleh sistem
yang efektif dan efisien, serta memberikan konsumen akses ke website informasi
status terkini pengiriman paket atau dokumen. Titik layanan PT saat ini. JNE
Indonesia telah menjangkau lebih dari 6.000 lokasi dan masih terus berkembang .
PT. JNE Indonesia memprioritaskan sumber daya manusia dan teknologi sebagai
bagian dari pengembangan salah satu manfaat teknologi yang digunakan yaitu
dengan memiliki aplikasi, baik aplikasi umum dan aplikasi internal yang
bertujuan untuk memudahkan.
Pada penelitian ini acuan yang diteliti
yaitu aplikasi internal PT. JNE Indonesia cabang Penajam Paser Utara yaitu
aplikasi Hybrid dengan menjadikan karyawan yang menggunakan aplikasi Hybrid di
PT. JNE Indonesia cabang Penajam Paser Utara sebagai sampel dari penelitian
ini. TAM merupakan sebuah metode penelitian yang dipakai pada riset ini. Model
Penerimaan Teknologi TAM (Technology Acceptance Model) merupakan model yang
menerima sistem teknologi informasi yang digunakan oleh pengguna. Model TRA
dapat diterapkan karena keputusan individu untuk merangkul teknologi sistem
informasi adalah perilaku sadar yang dapat dijelaskan dan diprediksi oleh minat
perilaku mereka. TAM menambahkan dua struktur utama ke model TRA. Dua
konstruksi utama adalah Perceived usefulness dan Perceived ease of use (Hunaifi, 2018). TAM berpendapat bahwa penerimaan
individu terhadap teknologi informasi ditentukan oleh dua konstruksi ini, dan
bahwa manfaat yang dirasakan dan kemudahan penggunaan yang dirasakan berdampak
pada niat perilaku. Jika pengguna teknologi merasa sistem teknologi itu berguna
dan mudah digunakan, maka mereka akan mengembangkan minat untuk menggunakan
teknologi (behavioral interest). Kegunaan yang dirasakan juga mempengaruhi persepsi
kemudahan penggunaan, tetapi tidak sebaliknya. Apakah sistem berjalan dengan
baik atau tidak, pengguna sistem akan menggunakan sistem tersebut. Sistem yang
sulit akan tetap digunakan jika pengguna merasa sistem tersebut masih berguna (Aziz et al., 2013).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di Penajam
Paser Utara yang dimana terdapat cabang dari PT. JNE Indonesia yang berada di
Jl. Propinsi KM 14, Lawe-Lawe, Penajam, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Waktu Penelitian ini di dilakukan pada bulan Desember 2021. Populasi dari
penelitian yaitu karyawan yang ada di PT. JNE Indonesia cabang Penajam Paser
Utara yang menggunakan aplikasi Hybrid. Populasi yang didapatkan sebanyak 25
orang yang aktif menggunakan aplikasi Hybrid yang ada di seluruh cabang Penajam
Paser Utara, dan dari populasi tersebut peneliti menentukan jumlah sampel yang
dapat digunakan untuk sebuah penelitian. Untuk menentukan sampel pada riset ini
memakai tabel Isaac dan Michael, persen toleransi kesalahan terletak antara
5-10%, dan peneliti mengambil toleransi kesalahannya 5%. Untuk menentukan
sampelnya menggunakan tabel Isaac dan Michael.
Adapun jenis metode pengumpulan data yaitu:
1.
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data primer yang dikumpulkan langsung dari responden dengan menggunakan
alat kuesioner. Kuesioner dibuat menggunakan Google Formulir sehingga responden
dapat mengisinya dengan cepat.
2.
Data sekunder adalah data yang didapat
peneliti secara tidak langsung melalui buku, jurnal dan data-data penelitian
sebelumnya.
Kegiatan ini mencakup uji validitas,
uji reabilitas dan uji normalitas serta melakukan pembahasan berdasarkan hasil
analisa.
1.
Uji validitas dilaksanakan guna mengetahui �tingkat apakah sebuah kusioner tersebut valid
atau tidak. Uji validitas ini menggunakan aplikasi SPSS dengan memasukkan data
sampel yang didapatkan melalui kuesioner.
2.
Uji reliabilitas dilaksanakan guna menguji
konsistensi kuesioner. Instrumen kuesioner yang tidak reliabel akan menyebabkan
instrumen tersebut tidak sesuai dengan pengukuran yang dilakukan, Sehingga
hasil pengukuran tidak kredibel. Uji reliabilitas dalam penelitian ini
menggunakan metode Cronbach Alpha.
3.
Uji normalitas untuk test sample
Kolimogrov-smirnov dan grafik maka bisa diketahui penyebaran data pada sumber
diagonal pada grafik normal P � P Plot of regression standarized residual. Data
akan disebut normal jika nilai tingkat signifikansinya > 0,05 dan disebut
tidak normal jika tingkat signifikansinya < 0,05.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.
Uji Validitas
Uji Validitas Uji validitas pada riset
ini dengan nilai r tabel 0,433 dengan tingkat signifikansi 0,05 [4]. Hasil yang
didapatkan pada uji validitas yaitu semua item kuesioner pada setiap variabel
independen dan dependen menunjukan valid, dengan masing-masing nilai lebih dari
nilai r tabel yaitu 0,433.
2.
Uji Realibilitas
Uji reliabilitas dilaksanakan guna
menguji konsistensi kuesioner. Instrumen kuesioner yang tidak reliabel akan
menyebabkan instrumen tersebut tidak sesuai dengan pengukuran yang dilakukan, alhasil
hasil pengukuran tidak kredibel. Uji reliabilitas pada riset ini memakai metode
Cronbach Alpha. Berikut ini adalah hasil uji reliabilitas:
Tabel
1. Hasil Pengujian Reliabilitas
|
No |
Nama Instrumen |
Variabel |
Nilai Cronbach Alpha |
Nilai Kriteria |
Keterangan |
|
1 |
Perceived
Usefulness |
X1 |
0,821 |
0,6 |
Realiabel |
|
2 |
Perceived Ease Of Use |
X2 |
0,806 |
0,6 |
Realiabel |
|
3 |
Attitude
Oward Using |
X3 |
0,652 |
0,6 |
Realiabel |
|
4 |
Behavioral
Intention |
X4 |
0,705 |
0,6 |
Realiabel |
|
5 |
Actual Usage |
Y |
0,609 |
0,6 |
Realiabel |
Menurut hasil dari analisis
reliabilitas dengan teknik Cronbach Alpha, bisa diketahui nilai Cronbach Alpha
dari Perceived Usefulness (X1) sebesar 0,821, Perceived Ease Of Use� (X2) sebesar 0,806, Attitude Oward Using (X3)
sebesar 0,652, Behavioral Intention (X4) sebesar 0,705 dan Actual Usage (Y)
sebesar 0,609, Kesimpulannya kemudian adalah hasil nilai uji reliabilitas
dinyatakan reliabel karena lebih besar dari 0,6.
3.
Uji Normalitas
Uji test sample Kolimogrov-smirnov dan
grafik lalu bisa melihat distribusi data pada sumber diagonal pada plot normal
dari residual standar regresi P � P Plot. Data akan dikatakan normal apabila
nilai tingkat signifikansinya > 0,05 dan disebut tidak normal jika tingkat
signifikansinya < 0,05. Pada Gambar 1 dapat dilihat bahwa nilai tingkat
signifikansi sebesar 0,200 lebih besar dari 0,05 yang membuktikan bahwa data
variabel yang diuji berdistribusi normal seperti pada Gambar 2. Dapat dilihat
dari gambar bahwa nilai peta P-P terletak di dekat garis diagonal, dan peta P-P
tidak menyimpang terlalu jauh dari garis diagonal, sehingga dapat diartikan
bahwa sebaran datanya normal.
Gambar
1. Uji Normalitas kolmogorov smirnov
Gambar
2. Uji Normalitas kolmogorov smirnov
Hasil dari uji normalitas pada regresi
bisa dilihat pada gambar 3 dan 4. Membuktikan bahwa data variabel yang diuji
berdistribusi normal sebab tingkat signifikansinya 0,200 > 0,05 seperti
gambar 1, Terlihat bahwa titik-titik berdistribusi sepanjang garis dan
sepanjang arah diagonal, data berdistribusi normal, dan model regresi memenuhi
asumsi normalitas, lihat Gambar 2.
4.
Analisis Struktural Model
Analisis model internal atau analisis
model struktural digunakan untuk melihat hubungan antar variabel dengan tujuan
untuk menentukan apakah suatu model struktural layak untuk digunakan. Pada
model internal yang diuji yaitu R-square pada model penelitian. Berdasarkan
gambar 3 menunjukkan bahwa nilai R-square 0,966, yang menerangkan bahwa dampak
variabel independen X1, X2, X3, dan X4 atas variabel dependen Y yaitu 96,6%.
Gambar
3. R-square
Berdasarkan gambar di atas dapat
dilihat bahwa nilai Tolerance ketiga variabel bebas tersebut semuanya diatas
0,10 yaitu untuk X1 0,728, untuk X2 0,741, dan untuk X3 0,829 dan nilai VIF
masing-masing variabel independen kurang dari 10, jadi bisa diartikan bahwa
tidak terjadi masalah multikolinearitas pada model regresi.
5.
Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis regresi linier berganda
dirancang untuk mengetahui apakah dua atau lebih variabel bebas (X) berpengaruh
terhadap variabel terikat (Y). Prosedur komputasi regresi linier berganda
menggunakan aplikasi SPSS dan output dari perhitungan regresi linier berganda.
Terdapat 2 uji dalam analisis regresi linier berganda yaitu uji F dan uji T.
a.
Uji Koefisien Regresi Secara Simultan (Uji F)
Guna menguji dampak variabel
independen (X) secara bersamaan atas variabel dependen (Y) maka perlu dilakukan
uji F. Taraf signifikansi yang dipakai untuk uji F yaitu 0,05. Untuk
mendapatkan nilai F tabel maka perlu menggunakan perhitungan rumus seperti
berikut:
F tabel = F(k;n-k)= F = (4;23-4)=F
(4;19)=2,90
n : jumlah sampel
k : jumlah variabel independen
Hasil yang didapatkan dari perhitungan
rumus F tabel yaitu (4;19) dan untuk mengetahui F tabelnya maka bisa dilihat
pada F tabel seperti gambar 4.15,� dan
didapatkan nilai F tabel 2,90. Guna melihat apakan variabel independen (X)
secara bersamaan berdampak pada variabel dependen (Y) maka perlu memperhatikan
hal sebagai berikut.
1)
Jika nilai signifikansi > 0,05 atau F
hitung < F tabel, maka tidak terdapat dampak antara variabel independen (X)
secara bersamaan atas variabel dependen (Y).
2)
Jika nilai signifikansi < 0,05 atau F
hitung > F tabel, maka terdapat dampak variabel independen (X) secara
bersamaan atas variabel dependen (Y).
Gambar
4. Hasil Uji F
Berdasarkan gambar 4 bisa diketahui
nilai signifikansi 0,000 dan nilai F hitung 126,958, yang artinya nilai
signifikansi (0,000) < 0,05 atau F hitung (126,958) > F tabel (2,90),
maka ada dampak antara variabel independen (X) secara bersamaan atas variabel
dependen (Y).
b.
Uji Koefisien Regresi Secara Parsial (Uji T)
Guna menguji apakah variabel
independen (X) secara parsial terhadap variabel dependen (Y) maka perlu
dilakukan uji T. Taraf signifikansi yang digunakan untuk uji T yaitu 0,05.
Untuk mendapatkan nilai T tabel maka perlu menggunakan perhitungan rumus
seperti berikut:
T tabel = T(a/2;n-k-1)=
T(0,05/2;23-4-1)=T(0,025;18)= 2,101
a : tingkat kepercayaan
n : jumlah sampel
k : jumlah variabel independen
Hasil yang didapatkan dari perhitungan
rumus T tabel yaitu (0,025;18) dan untuk mengetahui T tabelnya maka bisa
diketahui pada F tabel seperti gambar 4.18,�
dan didapatkan nilai T tabel 2, 101. Guna melihat apakah variabel
independen (X) secara bersamaan berpengaruh pada variabel dependen (Y) maka
perlu memperhatikan hal sebagai berikut.
1)
Jika nilai signifikansi > 0,05 atau T
hitung < T tabel, maka tidak terdapat pengaruh antara variabel independen
(X) terhadap variabel dependen (Y).
2)
Jika nilai signifikansi < 0,05 atau T
hitung > T tabel, maka terdapat pengaruh variabel independen (X) terhadap variabel
dependen (Y).
Tabel
2. Hasil Uji T
Coefficientsa
|
Model |
Unstandardized
coefficients |
Standardized
coefficients |
T |
Sig. |
||
|
B |
Std.
Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
1.635 |
.713 |
|
2.294 |
.034 |
|
Total
X1 |
.139 |
.098 |
.156 |
1.417 |
.017 |
|
|
Total
X2 |
.208 |
.088 |
.251 |
2.373 |
.029 |
|
|
Total
X3 |
.390 |
.085 |
.359 |
4.565 |
.000 |
|
|
Total
X4 |
.292 |
.100 |
.298 |
2.933 |
.009 |
|
Tabel
3. T Tabel
|
d.f |
t0.10 |
t0.05 |
t0.025 |
t0.01 |
t0.005 |
|
1 |
3.078 |
6.314 |
12.71 |
31.82 |
63.66 |
|
2 |
1.886 |
2.920 |
4.303 |
6.965 |
9.925 |
|
3 |
1.638 |
2.353 |
3.182 |
4.541 |
5.841 |
|
4 |
1.533 |
2.132 |
2.776 |
3.747 |
4.604 |
|
5 |
1.476 |
2.015 |
2.571 |
3.365 |
4.032 |
|
6 |
1.440 |
1.943 |
2.447 |
3.143 |
3.707 |
|
7 |
1.415 |
1.895 |
2.365 |
2.998 |
3.499 |
|
8 |
1.397 |
1.860 |
2.306 |
2.896 |
3.355 |
|
9 |
1.383 |
1.833 |
2.262 |
2.821 |
3.250 |
|
10 |
1.372 |
1.812 |
2.228 |
2.764 |
3.169 |
|
11 |
1.363 |
1.796 |
2.201 |
2.718 |
3.106 |
|
12 |
1.356 |
1.782 |
2.179 |
2.681 |
3.055 |
|
13 |
1.350 |
1.771 |
2.160 |
2.650 |
3.012 |
|
14 |
1.345 |
1.761 |
2.145 |
2.624 |
2.977 |
|
15 |
1.341 |
1.753 |
2.131 |
2.602 |
2.947 |
|
16 |
1.337 |
1.746 |
2.120 |
2.583 |
2.921 |
|
17 |
1.333 |
1.740 |
2.110 |
2.567 |
2.898 |
|
18 |
1.330 |
1.734 |
2.101 |
2.552 |
2.878 |
|
19 |
1.328 |
1.729 |
2.093 |
2.539 |
2.861 |
|
20 |
1.325 |
1.725 |
2.086 |
2.528 |
2.845 |
|
21 |
1.323 |
1.721 |
2.080 |
2.518 |
2.831 |
|
22 |
1.321 |
1.717 |
2.074 |
2.508 |
2.819 |
|
23 |
1.319 |
1.714 |
2.069 |
2.500 |
2.807 |
|
24 |
1.318 |
1.711 |
2.064 |
2.492 |
2.797 |
|
25 |
1.316 |
1.708 |
2.060 |
2.485 |
2.787 |
|
26 |
1.315 |
1.706 |
2.056 |
2.479 |
2.779 |
|
27 |
1.314 |
1.703 |
2.052 |
2.473 |
2.771 |
Pada Tabel 2 bisa diketahui nilai
signifikansi masing-masing variabel independen (X) dan juga nilai dari T hitung
masing � masing variabel independen (X). Berdasarkan nilai T tabel yaitu 2,101
dan juga nilai signifikansi yaitu 0,05, maka bisa dijabarkan sebagai berikut.
1)
Perceived Usefulness (X1) tidak berdampak
positif atas Actual Usage (Y). Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai
signifikansi yaitu 0,173 > 0,05 atau T hitung (1,417) < T tabel (2,101)
maka H1 ditolak.
2)
Perceived Ease Of Use (X2) berdampak positif atas
Actual Usage (Y). Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai signifikansi yaitu
0,029 < 0,05 atau T hitung (2,373) > T tabel (2,101) maka H2 diterima.
3)
Attitude Toward Using (X3) berdampak positif atas
Actual Usage (Y). Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai signifikansi yaitu 0,000
< 0,05 atau T hitung (4,565) > T tabel (2,101) maka H3 diterima.
4)
Behavioral Intention (X4) berdampak positif atas
Actual Usage (Y). Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai signifikansi yaitu
0,009 < 0,05 atau T hitung (2,933) > T tabel (2,101) maka H4 diterima.
6.
Pembahasan
Terdapat 4 variabel independen dan 1
variabel dependen, dimana pembagian variabel independen terdiri dari :
Perceived Usefulness (X1), Perceived Ease Of Use (X2), Attitude Toward Using
(X3), dan Behavioral Intention (X4) sedangkan variabel dependen yaitu Actual
Usage (Y). Pada penelitian ini menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji
normalitas, analisis structural model dan Uji regresi linier berganda. Uji
validitas dalam penelitian ini dengan nilai r tabel 0,433 dengan tingkat signifikansi
0,05 (Supriyanto & Iswandari, 2017). Hasil
yang didapatkan pada uji validitas yaitu semua item kuesioner pada setiap
variabel independen dan dependen menunjukan valid, dengan masing-masing nilai
lebih dari nilai r tabel yaitu 0,433.
Uji reliabilitas pada penelitian ini
menyatakan bahwa metode pengambilan keputusan dalam pengujian reliabilitas
menggunakan batas 0,6 (Supriyanto & Iswandari, 2017). Pada
variabel independen dan dependen menunjukan hasil reliabel, yang dimana nilai
uji reliabilitas diatas 0,6 dan terbukti bahwa setiap item kuesioner menunjukan
reliabel. Uji normalitas dilakukan dengan uji Test Sample Kolimogrov-Smirnov
dan grafik P-P Plot dengan melihat penyebaran data pada sumber diagonal. Pada
uji normalitas ini, apabila nilai tingkat signifikansi > 0,05 maka dapat disebut
normal begitu pula sebaliknya dan dikatakan normal jika nilai P-P Plot terletak
disekitar gari diagonal (Mulyani & Kurniadi, 2015). Hasil yang
diperoleh dari uji normalitas yang dimana nilai signifikansi 0,200 > 0,05
dan juga grafik nilai P-P Plot tidak menyimpang dari gari diagonal alhasil bisa
dikatakan bahwa distribusi data adalah normal.
Analisis struktural model yang
dilakukan pada penelitian ini dipakai guna mengetahui hubungan antar variabel
yang bermaksud guna menetapkan model struktural sebagai model yang baik untuk
digunakan atau tidak. Pada analisis struktural model yang diuji yaitu R-square (Mulyani & Kurniadi, 2015). Hasil
dari analisis struktural model menunjukan nilai R-square 0,966 yang menjelaskan
bahwa pengaruh variabel X1, X2, X3, dan X4 terhadap varibel Y yaitu 96,6%.
Analisis regresi linier berganda
dilakukan 2 pengujian pada penelitian ini, yaitu uji F dan uji T. Taraf
signifikansi yang digunakan pada uji F dan uji T yaitu 0,05 (5%) dan nilai F
tabel pada riset ini yaitu 2,90 yang didapatkan dengan melakukan perhitungan
menggunakan rumus F tabel. Jika nilai signifikansi < 0,05 atau F hitung >
F tabel, maka terdapat dampak antara variabel independen secara bersamaan atas
variabel dependen (Mulyani & Kurniadi, 2015). Nilai
signifikansi pada variabel independen yaitu X1, X2, X3 dan X4 secara bersamaan
berdampak positif atas variabel dependen yaitu Y, dengan nilai F hitung 126,958
> 2,90 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang dapat dilihat pada gambar
4.16. Pada uji T nilai T tabel yaitu 2,101 yang didapatkan dengan melakukan
perhitungan menggunakan rumus T tabel, dan hasil yang didapatkan sebagai
berikut.
a.
Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai
signifikansi variabel Perceived Usefulness (X1) yaitu 0,173 > 0,05 atau T
hitung (1,417) < T tabel (2,101) maka H1 ditolak, karena variabel Perceived
Usefulness (X1) tidak berdampak positif atas Actual Usage (Y).
b.
Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai
signifikansi variabel Perceived Ease Of Use (X2) yaitu 0,029 < 0,05 atau T hitung
(2,373) > T tabel (2,101), maka H2 diterima, karena variabel Perceived Ease
Of Use (X2) berdampak positif atas Actual Usage (Y).
c.
Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai
signifikansi variabel Attitude Toward Using (X3) yaitu 0,000 < 0,05 atau T
hitung (4,565) > T tabel (2,101) maka H3 diterima, karena variabel Attitude
Toward Using (X3) berdampak positif atas Actual Usage (Y).
d.
Dapat dilihat pada gambar 4.17, nilai
signifikansi variabel Behavioral Intention (X4) yaitu 0,009 < 0,05 atau T
hitung (2,933) > T tabel (2,101) maka H4 diterima, karena variabel
Behavioral Intention (X4) berdampak positif atas Actual Usage (Y).
KESIMPULAN
Berdasarkan perhitungan dan hasil
penelitian yang dilakukan dengan menggunakan metode TAM dan melakukan beberapa
pengujian melalui aplikasi SPSS, dengan jumlah populasi sebanyak 25 orang dan
jumlah sampel 23 orang, bisa ditarik kesimpulan bahwa faktor pada variabel
Perceived Usefulness (X1) tidak berdampak positif atas variabel Actual Usage
(Y), dengan nilai T hitung 1,417 < T tabel 2,101 dan nilai signifikansi
0,173 > 0,05 yang berarti pada hipotesis H1 ditolak. Untuk variabel
independen Perceived Ease Of Use (X2), Attitude Toward Using (X3) dan
Behavioral Intention (X4) menunjukan bahwa terdapat dampak antara tiap tiap
variabel dengan variabel dependen yaitu Actual Usage (Y), yang berarti hipotesis
H2, H3, dan H4 diterima. Secara simultan juga terdapat dampak antara variabel
independent (X) secara bersamaan atas variabel dependen (Y), dengan nilai F
hitung 126,958 > F tabel 2.90 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05.
DAFTAR PUSTAKA
Aziz, A. L., Al
Musadieq, M., & Susilo, H. (2013). Pengaruh
kemudahan penggunaan terhadap kemanfaatan pada sikap pengguna e-learning.
In Jurnal Administrasi Bisnis (Vol. 6, Issue 2, pp. 1�7). Malang:
Universitas Brawijaya.
Fauziah,
D. N., & Wulandari, D. A. N. (2018). Pengukuran kualitas layanan bukalapak.
com terhadap kepuasan konsumen dengan metode webqual 4.0. JITK (Jurnal Ilmu
Pengetahuan Dan Teknologi Komputer), 3(2), 173�180. https://doi.org/10.33480/jitk.v3i2.345.
Hunaifi,
N. (2018). Penerapan Metode Tam Terhadap Penerimaan Sistem Informasi Produksi
Garment. Jurnal Informatika, 5(2), 221�227. https://doi.org/10.31294/ji.v5i2.3701.
Mulyani,
A., & Kurniadi, D. (2015). Analisis
Penerimaan Teknologi Student Information Terminal (S-IT) Dengan Menggunakan
Technology Acceptance Model (TAM). Jurnal Wawasan
Ilmiah, 7(12), 23�35.
Supriyanto,
W., & Iswandari, R. (2017). Kecenderungan sivitas akademika dalam memilih
sumber referensi untuk penyusunan karya tulis ilmiah di perguruan tinggi. Berkala
Ilmu Perpustakaan Dan Informasi, 13(1), 79�86. https://doi.org/10.22146/bip.26074.
�