PERAN
CORPORATE ENTREPRENEURSHIP DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PERUSAHAAN
Hari Nugroho Sujiono1,
Aurelia
Widya Astuti2
Universitas Padjadjaran1, Politeknik
Siber Cerdika Internasional2
[email protected]1, [email protected]2
Di era globalisasi
yang semakin kompetitif, perusahaan dituntut untuk selalu berinovasi dan
menciptakan produk atau layanan baru yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Inovasi merupakan salah satu faktor kunci yang dapat meningkatkan daya saing
perusahaan, salah satu cara untuk menciptakan inovasi adalah melalui corporate
entrepreneurship. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji peran corporate
entrepreneurship dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian studi literatur. Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini adalah dengan mengeksplorasi jurnal, buku dan informasi lain
yang relevan dengan penelitian. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis
dalam tiga tahapan yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa corporate entrepreneurship memiliki peran
penting dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Corporate entrepreneurship
dapat meningkatkan daya saing perusahaan dengan cara menciptakan produk atau
layanan baru yang inovatif, meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses
bisnis dan membuka pasar baru.
Kata kunci: Corporate
Enterpreneurship, Daya Saing, Perusahaan
Abstract:
In the increasingly competitive era of globalization,
companies are required to always innovate and create new products or services
that can meet customer needs. Innovation is one of the key factors that can
improve the competitiveness of the company, one way to create innovation is
through corporate entrepreneurship. The purpose of this study is to examine the
role of corporate entrepreneurship in improving the competitiveness of the
company. This research uses a literature study research method. The data
collection technique in this research is to explore journals, books and other
information relevant to the research. The data that has been collected is then
analyzed in three stages, namely data reduction, data presentation and
conclusion drawing. The results showed that corporate entrepreneurship has an
important role in improving the competitiveness of the company. Corporate
entrepreneurship can improve the competitiveness of the company by creating
innovative new products or services, improving the efficiency and effectiveness
of business processes and opening new markets.�
Keywords:
Corporate Entrepreneurship,
Competitiveness, Company
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Di era globalisasi yang semakin
kompetitif, perusahaan dihadapkan pada tekanan untuk terus berinovasi dan
menghasilkan produk atau layanan baru yang dapat memenuhi tuntutan serta
kebutuhan pelanggan (Lestari, 2019). Hal ini disebabkan oleh perubahan pesat dalam dinamika pasar global
yang menuntut perusahaan untuk tetap relevan dan kompetitif. Kemajuan
teknologi, perubahan tren konsumen, serta persaingan yang semakin ketat
antarperusahaan mendorong perusahaan-perusahaan untuk berupaya menciptakan
produk atau layanan yang unik, berkualitas, dan inovatif (Lestari, 2019). Berinovasi menjadi suatu keharusan bagi perusahaan agar dapat bertahan
dan berkembang di tengah persaingan bisnis yang terus berubah (Sayudin, 2023).
Inovasi merupakan proses penciptaan atau
penerapan gagasan baru, metode, atau produk yang memberikan nilai tambah atau
keuntungan baik dalam konteks bisnis, teknologi, maupun dalam kehidupan
sehari-hari (Almah, 2013). Inovasi melibatkan pengembangan solusi kreatif yang memecahkan masalah
atau memenuhi kebutuhan yang ada, seringkali menghasilkan perubahan yang
positif dalam suatu bidang atau industri tertentu. Inovasi merupakan salah satu
faktor kunci yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan, salah satu cara
untuk menciptakan inovasi adalah melalui corporate entrepreneurship (Ambarwati et al., 2021).
Corporate Entrepreneurship adalah
aktivitas yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang di dalam suatu
organisasi untuk menerapkan kreativitas dan inovasi dalam menyelesaikan masalah
serta menemukan peluang guna meningkatkan kinerja organisasi dan memperbaiki
proses bisnis, hal ini melibatkan upaya dalam mengidentifikasi kesempatan,
memecahkan masalah, dan menerapkan ide-ide baru yang kreatif untuk memperbaiki
dan mengembangkan berbagai aspek dari organisasi tersebut (Tseng & Tseng, 2019).
Sharma dan Chrisman menyatakan bahwa
corporate entrepreneurship dapat menghasilkan inovasi melalui pengembangan
pasar baru, produk baru, atau keduanya (Akbar et al., 2022). Pembaruan strategis adalah upaya menerapkan semangat kewirausahaan di
dalam perusahaan yang mengakibatkan perubahan yang substansial dalam bisnis,
struktur organisasi, dan strategi perusahaan. Perubahan ini mampu mengubah
dinamika hubungan yang telah terbentuk sebelumnya baik di dalam organisasi
maupun dengan lingkungan eksternal perusahaan (Indriyani, 2014).
Penerapan corporate entrepreneurship
diharapkan dapat mengidentifikasi serta memanfaatkan peluang-peluang bisnis
untuk menjaga kelangsungan, pertumbuhan, dan daya saing perusahaan di pasar.
Dalam membangun semangat kewirausahaan di lingkungan perusahaan, peran
kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting. Dalam konteks ini, karyawan
atau individu diharapkan mampu bertindak dengan ketrampilan dan karakteristik
seorang entrepreneur yang sukses dan memiliki kepribadian yang kuat (Utomo, 2013).���������
Penelitian terdahulu oleh (Astrini et al., 2015) menunjukan bahwa implementasi Corporate Governance dan rasio
profitabilitas BUMN listed lebih baik daripada non listed. Hasil selanjutnya
adalah terdapat pengaruh signifikan Corporate Governance terhadap nilai
perusahaan. Variabel independen Corporate Governance yang berpengaruh terhadap
nilai perusahaan adalah konsentrasi kepemilikan, kepemilikan manajerial, dan
jumlah rapat Dewan Komisaris. Variabel kontrol ukuran� perusahaan juga
berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
Penelitian lain oleh (Harianto, 2018) menunjukan bahwa (1) project corporate entrepreneurship dapat
diimplementasikan pada sembilan blok lean canvas dan dapat dengan mudah melihat
konsep model optimasi dan keterkaitan antara sembilan blok dalam lean canvas;
(2) kendala yang paling sulit dialami adalah ketika mengisi blok key metric dan
unfair advantage dalam lean canvas; (3) peneliti dapat dengan mudah
menganalisis project corporate entrepreneurship dalam menentukan strategi
kedepannya agar dapat mengetahui project mana yang efektif atau tidak untuk
dilanjutkan atau dikembangkan berdasarkan pencapaian yang diukur pada blok key
metric pada salah satu blok lean canvas dan integrasi sembilan blok dalam lean
canvas.
Kebaharuan penelitian ini adalah dari
obyek penelitiannya yakni peran corporate entrepreneurship dalam meningkatkan
daya saing perusahaan yang belum pernah diteliti sebelumnya. Penelitian ini
dapat memperkaya literatur dalam manajemen dan kewirausahaan dengan pemahaman
yang lebih dalam tentang bagaimana corporate entrepreneurship berkontribusi
dalam meningkatkan daya saing perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengkaji peran corporate entrepreneurship dalam meningkatkan daya saing
perusahaan.
Penelitian ini bertujuan untuk
menginvestigasi peran Corporate Entrepreneurship dalam meningkatkan daya saing
perusahaan dengan fokus pada identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi
kemampuan perusahaan dalam menerapkan inisiatif kewirausahaan korporat,
analisis dampaknya terhadap inovasi, evaluasi efektivitas strategi yang
digunakan, serta bagaimana hal ini mempengaruhi keunggulan kompetitif. Selain
itu, penelitian akan mendalam ke peran budaya organisasi dalam menciptakan
lingkungan yang mendukung corporate entrepreneurship, mengidentifikasi hambatan
yang mungkin muncul, dan memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan
peran kewirausahaan korporat. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman dan pengembangan praktik
manajemen strategis yang berorientasi pada kewirausahaan.
METODE
PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi literatur.
Metode studi literatur merujuk pada serangkaian tindakan yang terkait dengan
mengumpulkan informasi dari berbagai sumber tertulis, meliputi membaca,
mencatat, dan mengelola materi yang relevan untuk keperluan penelitian. Teknik
pengumpulan data pada penelitian ini adalah dengan mengeksplorasi jurnal, buku
dan informasi lain yang relevan dengan penelitian. Jenis data yang digunakan
pada penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari Google Schoolar
dengan periode publikasi 2013-2023. Data yang telah terkumpul kemudian
dianalisis dalam tiga tahapan yakni tahap pertama adalah reduksi data, di mana
data yang terkumpul disusun, dipersempit, dan disaring untuk menghasilkan fokus
utama. Langkah ini bertujuan untuk memudahkan pemahaman dan fokus pada elemen
penting dari data yang relevan dengan penelitian. Tahap kedua adalah penyajian
data, di mana data yang telah direduksi disusun kembali dan diorganisir untuk
mempermudah interpretasi. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan, di mana
analisis data mendalam dilakukan untuk memahami makna di balik temuan tersebut.
Peneliti menginterpretasikan hasil analisis untuk menarik kesimpulan yang
terkait dengan pertanyaan penelitian dan memberikan interpretasi yang masuk
akal dan didukung oleh data.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Saat
ini perusahaan menghadapi ketidakpastian yang semakin tinggi dalam keputusan
bisnis, mereka dihadapi dengan persaingan pasar global yang kompetitif. Di
bawah kondisi lingkungan yang dinamis seperti itu, kegiatan pembaruan
organisasi serta pembaharuan strategi yang dapat meningkatkan kemampuan
perusahaan untuk berinovasi, mengambil risiko, dan dapat bersaing secara
efektif merupakah hal yang terpenting. Corporate entrepreneurship hadir sebagai
sarana penting untuk mendorong inovasi, merevitalisasi organisasi, dan
meningkatkan produktivitas. Ini juga merupakan sumber pengetahuan baru yang
memungkinkan perusahaan untuk menciptakan kemampuan untuk memasuki pasar baru
dan mencapai pertumbuhan (Zahra, 2015).
Menurut
Kuratko 2001 dalam (Purbasari
& Purnomo, 2023) corporate entrepreneurship didefinisikan
sebagai sebuah kegiatan maupun proses yang dilakukan oleh seorang individu
maupun kelompok dalam suatu organisasi,dimana kegiatan tersebut menerapkan
kreativitas dan inovasi di dalamnya guna memecahkan permasalahan dan menemukan
peluang untuk memperbaiki keberlangsungan organisasi. Kreativitas dan inovasi
merupakan dua hal yang saling berkaitan dan saling
mendukung. Jika kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan ide-ide
baru, sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan ide-ide baru tersebut.
Kreativitas
telah menjadi pendorong ekonomi negara ini sejak abad ke-19, fenomena ini telah
memberikan paradigma baru di mana kreativitas, pengetahuan dan informasi diakui
sebagai kekuatan pendorong yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Industri kreatif
dengan demikian muncul sebagai komponen penting dari pertumbuhan ekonomi,
lapangan kerja perdagangan dan inovasi di sebagian besar negara maju (Alexandri
& Raharja, 2020). Kreativitas
dapat menjadi pendorong dalam pengembangan konsep corporate
entrepreneurship yang saat ini dibutuhkan perusahaan.
Corporate
entrepreneurship merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari untuk
kelangsungan hidup semua perusahaan termasuk perusahaan kecil, menengah dan
perusahaan besar yang ingin terus berkembang. Perusahaan untuk dapat tumbuh dan
bertahan hidup harus terus mengevaluasi kinerja mereka, meluncurkan bisnis baru
dan memajukan proses inovasi (Parpanji,
2016).
Dapat ditarik kesimpulan corporate entrepreneurship
atau kewirausahaan korporasi adalah proses menciptakan nilai baru melalui
inovasi dan kewirausahaan dalam lingkungan organisasi yang sudah ada. Hal ini
dapat menjadi alat yang ampuh untuk meningkatkan daya saing perusahaan dan
mencapai kesuksesan jangka panjang.
Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, penting bagi
perusahaan untuk meningkatkan daya saingnya. Daya saing adalah kemampuan
perusahaan untuk bersaing dengan perusahaan lain dalam industri yang sama.
Perusahaan yang memiliki daya saing tinggi akan lebih mudah untuk bertahan dan
berkembang di pasar, sedangkan perusahaan
yang tidak mempunyai daya saing ditinggalkan oleh pasar, karena tidak memiliki
daya saing berarti tidak memiliki keunggulan dan tidak unggul berarti tidak ada
alasan bagi suatu perusahaan untuk tetap survive di dalam pasar persaingan
untuk jangka panjang (Jumady &
Fajriah, 2020).
Business
entrepreneur merupakan entrepreneur yang terjadi di dalam organisasi atau dalam
perusahaan yang menghubungkan antara kesenjangan ilmu dengan keinginan pasar,
melalui penciptaan produk baru ataupun inovasi (Astuti, 2019). Sehingga dapat dikatakan corporate entrepreneurship dapat menciptakan produk atau
layanan baru yang inovatif melalui inovasi. menurut Everett (1983) dalam
(Wijaya et al.,
2019)
inovasi dapat berarti segala hal baru dalam bentuk ide, gagasan, praktek atau
objek/benda yang secara sadar diterima untuk diadopsi oleh suatu instansi,
kelompok, atau individu. Sumber lain mendefinisikan bahwa inovasi tidak
memiliki batas pada sesuatu yang berwujud seperti benda akan tetapi juga
mencakup tindakan atau gerakan menuju perubahan dalam tata kehidupan
masyarakat. Dengan adanya inovasi membuat
usaha bisnis memiliki keunggulan kompetitif diantara pesaingnya yang digunakan
agar dapat memenangkan persaingan.
Menciptakan produk atau layanan baru yang inovatif dapat
mempengaruhi keunggulan kompetitif seperti meningkatkan kepuasan pelanggan,
meningkatkan pangsa pasar karena dapat menarik pelanggan baru dan tentu saja meningkatkan pendapatan
perusahaan dan meningkatkan keuntungan.� Adanya inovasi membuat usaha bisnis memiliki
keunggulan, menurut cooper dalam (Suhaeni, 2018) bahwa keunggulan produk baru sangat penting
dalam lingkaran pasar global yang sangat bersaing. Keunggulan tersebut tidak
lepas dari pengembangan produk inovasi yang dihasilkan sehingga akan mempunyai
keunggulan dipasar yang selanjutnya akan menang dalam persaingan. Sehingga dengan adanya inovasi membuat usaha bisnis memiliki
keunggulan kompetitif diantara pesaingnya yang digunakan agar dapat memenangkan
persaingan. Keunggulan ini, dapat di realisasikan dengan menciptakan produk
yang unik dan berbeda dari pasaran.
Kewirausahaan
perusahaan yang tinggi akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menciptakan
produk yang unik atau berbeda dengan pesaingnya. Kewirausahaan perusahaan yang
tinggi juga meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menciptakan�� produk dengan biaya yang relatif murah (Hartini, 2013). Artinya corporate entrepreneurship juga terbukti memperkuat
efisiensi dan efektivitas dalam menjalankan proses bisnis, yang pada gilirannya
berkontribusi pada peningkatan produktivitas perusahaan secara keseluruhan.
Apabila efisiensi dan efektivitas sudah di
dapat perusahaan maka akan berpengaruh terhadap hal berikut pertama biaya operasional misalnya perusahaan dapat mengurangi biaya
bahan baku, biaya tenaga kerja, atau biaya overhead. Kedua perusahaan dapat
meningkatkan keuntungannya, perusahaan juga dapat meningkatkan kualitas produk
atau layanannya. Misalnya, perusahaan dapat mengurangi kesalahan atau
meningkatkan kepuasan pelanggan. Terakhir dengan meningkatkan efisiensi dan
efektivitas, perusahaan dapat meningkatkan produktivitasnya.� Adanya
peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam bisnis perusahaan dapat meningkatkan daya saingnya, karena
perusahaan dapat menurunkan harga produk atau layanannya atau meningkatkan
layanan pelanggannya. Peningkatan efisiensi dan efektivitas juga di dukung oleh
konsep yang dianut oleh corporate entrepreneurship.
Konsep
kewirausahaan korporasi atau corporate entrepreneurship terdiri atas tiga
dimensi, yaitu inovasi, proaktif dan berani menanggung resiko (Nathaniel,
2019),
sejalan dengan penelitian oleh (Harbin &
Riza, 2022)
peningkatan dari sifat proaktif, inovatif dan berani mengambil resiko akan
mendorong bisnis untuk melakukan ekspansi dan tumbuh, artinya orientasi
kewirausahaan berpengaruh positif terhadap pertumbuhan bisnis. Mengadopsi prinsip-prinsip corporate entrepreneurship dapat membantu perusahaan
untuk melihat peluang baru di pasar yang tidak dapat dilihat oleh perusahaan
yang lebih tradisional, corporate entrepreneurship juga dapat membantu untuk
memperluas pasarnya dengan memasuki pasar baru atau dengan menargetkan segmen
pasar baru. Hal ini dapat dilakukan dengan mengembangkan produk atau layanan
baru yang menarik bagi segmen pasar yang berbeda. Seperti yang dilakukan
perusahaan Unilever, Unilever adalah perusahaan
multinasional yang memproduksi berbagai produk konsumen, seperti makanan,
minuman, dan perawatan pribadi. Perusahaan ini telah mengembangkan berbagai
bisnis baru di berbagai pasar, seperti produk kesehatan dan kecantikan, produk
makanan dan minuman organik, dan produk makanan dan minuman untuk pasar Asia.
Corporate entrepreneurship dapat menjadi alat yang ampuh untuk
meningkatkan daya saing perusahaan. Namun, untuk dapat berhasil, corporate
entrepreneurship harus didukung oleh komitmen dari manajemen puncak dan seluruh
karyawan perusahaan. Berikut adalah
beberapa kiat untuk menerapkan corporate entrepreneurship dalam perusahaan:
1)
Kembangkan
budaya kewirausahaan, budaya kewirausahaan adalah budaya yang mendukung
kreativitas, pengambilan risiko, dan inovasi. Perusahaan harus membuat dengan
jelas bahwa kreativitas dan inovasi sebagai nilai inti perusahaan, dapat juga
menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa aman untuk mengambil risiko dan
mencoba hal-hal baru.
2)
Sediakan
sumber daya yang dibutuhkan, perusahaan harus menyediakan sumber daya yang
dibutuhkan untuk mendukung kegiatan kewirausahaan, seperti sumber daya
keuangan, sumber daya manusia, dan sumber daya teknologi. Contoh spesifik dari
tindakan yang dapat diambil perusahaan untuk menyediakan sumber daya yang
dibutuhkan untuk menciptakan corporate entrepreneurship yang baik meliputi
pembuatan anggaran khusus untuk kegiatan kewirausahaan, memberikan pendanaan
untuk penelitian dan pengembangan, memberikan�
pelatihan dan pengembangan profesional kepada karyawan, dan berinvestasi
dalam penelitian dan pengembangan teknologi.
3)
Buatlah
proses yang jelas, karena dengan proses yang jelas mengelola kegiatan
kewirausahaan dapat meningkatkan keberhasilan corporate entrepreneurship. Perusahaan harus memiliki proses
yang jelas untuk mengelola kegiatan kewirausahaan, seperti proses pengembangan
ide, proses pengujian ide, dan proses komersialisasi ide.
Contoh peran corporate entrepreneurship dalam meningkatkan daya
saing perusahaan yang dilakukan
oleh Net Visi Media dalam (Akbar et al.,
2022).
Net Visi Media, dalam upayanya untuk meningkatkan daya saing perusahaan, telah
memainkan peran penting dalam memahami kebutuhan inovasi untuk mencapai
stabilitas dan bersaing dengan konglomerasi media lainnya. Dengan tekad untuk
mempercepat inovasi, Net Visi Media telah mengambil langkah-langkah yang cermat
dan beragam. Bila diperhatikan kecepatan Net Visi Media dalam menghadirkan
inovasi, sejak awal pendiriannya hingga saat ini, mencerminkan tingkat
kecepatan yang luar biasa. Perusahaan ini tampaknya tidak gentar dihadapkan
dengan berbagai ancaman dan tantangan di industri media. Net Visi Media melalui
anak perusahaannya, Net Mediatama Televisi (Net TV), berhasil menjalankan
inovasi dengan menghasilkan dampak positif terhadap nilai perusahaan. Transformasi
digital telah memaksa perusahaan di berbagai sektor, termasuk sektor siaran
televisi, untuk mengikuti laju inovasi yang diterapkan oleh perusahaan lain
guna menghindari ketertinggalan. Kementerian Komunikasi dan Informatika
(Kominfo) telah mendorong transformasi digital untuk pertumbuhan bisnis melalui
berbagai program (Kusumastuti et
al., 2021).
Transformasi digital dianggap sebagai masa depan ekonomi dan bisnis, membawa
perubahan signifikan dalam cara beroperasi, berkomunikasi, dan bertransaksi di
dunia bisnis (Zebua et al.,
2023).
Hal ini juga menuntut sumber daya manusia untuk berinovasi dan ikut andil dalam
perkembangan, serta mempersiapkan SDM dalam menghadapi revolusi industri 4.0 (Azharuddin et
al., 2020).
Meskipun transformasi digital membawa banyak manfaat, juga terdapat tantangan
seperti ketimpangan digital dan keamanan siber yang perlu diatasi.
Penerapan
konsep ini membuka pintu bagi inovasi produk yang mendukung pertumbuhan dan
relevansi perusahaan dalam pasar yang terus berubah. Corporate entrepreneurship
tidak hanya memberikan perusahaan keunggulan dalam menciptakan ide-ide baru,
tetapi juga secara efektif meningkatkan produktivitas melalui pendekatan yang
proaktif terhadap perubahan dan peluang pasar. Selain itu, dengan menerapkan
corporate entrepreneurship, perusahaan memiliki kemampuan untuk membuka pasar
baru, memperluas cakupan bisnis, dan menciptakan diferensiasi kompetitif.
Dengan demikian, corporate entrepreneurship bukan hanya strategi untuk
menghadapi persaingan, tetapi juga suatu bentuk investasi jangka panjang dalam
menjaga kelangsungan hidup perusahaan dengan cara terus-menerus beradaptasi dan
berinovasi
KESIMPULAN
Corporate entrepreneurship terbukti berperan krusial dengan memberikan kontribusi dalam berbagai aspek yang mendukung peningkatan daya saing perusahaan. Salah satu kontribusi terbesarnya adalah melalui penciptaan produk atau layanan baru yang memiliki unsur inovasi yang tinggi. Selain itu, corporate entrepreneurship juga terbukti memperkuat efisiensi dan efektivitas dalam menjalankan proses bisnis, yang pada gilirannya berkontribusi pada peningkatan produktivitas perusahaan secara keseluruhan. Selain itu, dengan mengadopsi prinsip-prinsip corporate entrepreneurship, perusahaan mampu membuka pasar-pasar baru yang sebelumnya tidak terjangkau, memperluas cakupan bisnis, serta meningkatkan penetrasi pasar, yang semuanya berdampak positif pada daya saing dan posisi pasar perusahaan di industri yang bersangkutan. Dengan demikian, corporate entrepreneurship terbukti sebagai faktor kunci yang memengaruhi daya saing perusahaan dengan cara menginspirasi inovasi, peningkatan proses bisnis, dan ekspansi ke pasar baru.
DAFTAR PUSTAKA
Akbar, R. S., Purbasari,
R., & Purnomo, M. (2022). Corporate Entrepreneurship: Inovasi Net Visi
Media dalam Menghadapi Digitalisasi. Jurnal Investasi, 8(2),
19�31.
Alexandri, M. B., &
Raharja, S. J. (2020). Development strategy of Bandung creative city through
the performance improvement of creative industries. International Journal of
Business and Globalisation, 24(4), 560�568.
Almah, H. (2013).
Membangun inovasi di perpustakaan perguruan tinggi melalui konsep km (knowledge
management). Khizanah Al-Hikmah: Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, Dan
Kearsipan, 1(2), 91�100.
Ambarwati, D., Wibowo,
U. B., Arsyiadanti, H., & Susanti, S. (2021). Studi literatur: Peran
inovasi pendidikan pada pembelajaran berbasis teknologi digital. Jurnal
Inovasi Teknologi Pendidikan, 8(2), 173�184.
Astrini, S. F.,
Biekayanti, G., & Suhardjanto, D. (2015). Praktik corporate governance dan
nilai perusahaan BUMN di Indonesia. Jurnal Akuntansi, 19(1),
1�30.
Astuti, E. D. (2019).
Perencanaan Strategi Bisnis dengan Penerapan Corporate Entrepreneurship dalam
Meningkatkan Kinerja Perusahaan Studi Empiris Pada: UKM Industri Pakaian Jadi
Kota Bekasi. Jurnal Lentera Bisnis, 8(1), 6�17.
Azharuddin, A.,
Cornelia, W., Gunawan, H. B., & Hulu, I. R. (2020). Kesiapan Sumber Daya
Manusia Dalam Bidang Hukum Terhadap Revolusi IndustrI 4.0. Hermeneutika:
Jurnal Hermeneutika, 6(2).
Harbin, F. J., &
Riza, F. (2022). The Effect Of Entrepreneurial Orientation On Business Growth: The
Mediating Role Of Business Performance. Proceeding National Conference
Business, Management, and Accounting (NCBMA), 5, 87�98.
Harianto, E. (2018). Implementasi
lean canvas Pada project corporate entrepreneurship.
Hartini, S. (2013).
Hubungan orientasi pasar, strategi bersaing, kewirausahaan korporasi dan
kinerja perusahaan. EKUITAS (Jurnal Ekonomi Dan Keuangan), 17(1),
39�53.
Indriyani, R. (2014). Analisa
Jalur Dalam Corporate Entrepreneurship Terhadap Organizational Citizenship
Behaviour Dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus
Pada Perusahaan Keluarga Di Jawa Timur). Competence: Journal of Management
Studies, 8(2).
Jumady, E., &
Fajriah, Y. (2020). Green Supply Chain Management: Mediasi Daya Saing Dan
Kinerja Perusahaan Manufaktur. Jurnal Ilmiah Teknik Industri, 8(1).
Kusumastuti, F., Astuti,
S. I., Astuti, Y. D., Birowo, M. A., Hartanti, L. E. P., Amanda, N. M. R.,
& Kurnia, N. (2021). Modul Etis bermedia digital.
Lestari, E. R. (2019). Manajemen
Inovasi: Upaya Meraih Keunggulan Kompetitif. Universitas Brawijaya Press.
Nathaniel, R. (2019). Analisis
Penerapan Kewirausahaan Korporasi Pada Ukm Di Kabupaten Tana Toraja. Jemma
(Journal of Economic, Management and Accounting), 2(1), 36�48.
Parpanji, M. (2016).
Entrepreneurial Behavior and Corporate Entrepreneurship. Research Journal of
Management Reviews, 2(6), 326�331.
Purbasari, R., &
Purnomo, M. (2023). Corporate Entrepreneurship In Digital Era Sebagai Pendorong
Utama Inovasi Dan Pertumbuhan Dalam Mengembangkan Organisasi: Studi Kasus Di
Go-Jek. Entrepreneur: Jurnal Bisnis Manajemen Dan Kewirausahaan, 4(2),
153�164.
Sayudin, S. (2023).
Membentuk Strategi Bisnis Yang Tangguh Dalam Era Manajemen Yang Berubah. Jurnal
Multidisiplin Indonesia, 2(7), 1566�1572.
Suhaeni, T. (2018).
Pengaruh Strategi Inovasi Terhadap Keunggulan Bersaing di Industri Kreatif
(Studi Kasus UMKM Bidang Kerajinan Tangan di Kota Bandung). Jurnal Riset
Bisnis Dan Investasi, 4(1), 57�74.
Tseng, C., & Tseng,
C.-C. (2019). Corporate entrepreneurship as a strategic approach for internal
innovation performance. Asia Pacific Journal of Innovation and
Entrepreneurship, 13(1), 108�120.
Utomo, A. A. (2013).
Pengaruh Corporate Entrepreneurship Terhadap Komitmen Organisasi Pada
Perusahaan Manufaktur Di Jawa Timur. Agora, 1(3), 1309�1320.
Wijaya, R. A.,
Qurratu�aini, N. I., & Paramastri, B. (2019). Pentingnya Pengelolaan
Inovasi Dalam Era Persaingan. Jurnal Manajemen Dan Bisnis Indonesia, 5(2),
217�227.
Zahra, S. A. (2015).
Corporate entrepreneurship as knowledge creation and conversion: The role of
entrepreneurial hubs. Small Business Economics, 44, 727�735.
Zebua, R. S. Y.,
Hendriyani, C., Sukmadewi, R., Thaha, A. R., Tahir, R., Purbasari, R., Novel,
N. J. A., Dewintari, P., Paramita, C. C. P., & Hierdawati, T. (2023). BISNIS
DIGITAL: Strategi Administrasi Bisnis Digital Untuk Menghadapi Masa Depan.
PT. Sonpedia Publishing Indonesia.