RANCANGAN
SEQUENCE PENAMBANGAN PADA BLOK A4
PT. ADHI KARTIKO PRATAMA DESA LAMERURU KECAMATAN
LANGGIKIMA KABUPATEN KONAWE UTARA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Wiil Sarfin.L1, Erwin Anshari2, Wd. Rizky Awaliah N3
Universitas Halu Oleo
[email protected]1, [email protected]2,� [email protected]3
Abstrak:
PT. Adhi Kartiko Pratama merupakan perusahaan Swasta yang bergerak di bidang pertambangan nikel dan memiliki Izin
Usaha Pertambangan seluas
1975 Ha. Untuk tetap mempertahan produksi perusahaan, saat ini PT. AKP berencana membuka lokasi penambangan yang baru pada Front Blok A Khususnya pada Sub Blok A4 dengan target produksi 100.000
ton perbulan. Penelitian ini bertujuan untuk
melakukan rancangan sequence
penambangan berdasarkan
target produksi pada Blok
A4. Rancangan yang dibuat sebaran ore yang telah diestimasi. Penelitian
ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif, dimana proses penelitian mengikuti prosedur yang telah direncanakan dan analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul untuk mencapai tujuan deskriptif. Cadangan tertambang berdasarkan
rancangan desain pit
limit penambangan pada
Blok A4 adalah sebesar
466.383,36 bcm dengan jumlah tonase sebesar 769.532,54 ton dengan kadar rata-rata Ni 1,76%, serta memasukkan parameter mining
recovery sebesar 90% adalah
sebesar 419.745,02 bcm dan tonase sebesar 692.579,29 ton dengan kadar rata-rata Ni 1,74%, maka diperkirakan umur tambang pada Blok A4 PT. Adhi Kartiko Pratama akan berlangsung kurang lebih selama
6 bulan. Berdasarkan target
produksi pada Blok A4, rancangan sequence penambangan
dibagi menjadi 6 tahap yang dilakukan dengan sistem level plan atau mengikuti level penggalian, dimana penambangan nantinya akan dimulai pada
topografi dengan level tertinggi 180 mdpl sampai dengan topografi
dengan level terendah 135 mdpl.
Kata
kunci: Nikel Laterit, Pit
limit, Sequence
Abstract:
PT. Adhi Kartiko Pratama
is a private company which operates in the nickel mining sector and has a
Mining Business License covering an area of 1975 Ha. To maintain the company's
production, currently PT. AKP plans to open a new mining location in Front
Block A, especially in Sub Block A4, with a production target of 100,000 tons
per month. This research aims to design a mining sequence based on production
targets in Block A4. The design created is an estimated ore distribution. This
research uses a quantitative method approach, where the research process
follows planned procedures and data analysis is carried out after all data has
been collected to achieve descriptive objectives. Minable reserves based on the
mining pit limit design in Block A4 are 466,383.36 bcm
with a total tonnage of 769,532.54 tons with an average Ni content of 1.76%,
and including mining recovery parameters of 90%, it is 419,745.02 bcm. and tonnage of 692,579.29 tons with an average Ni
content of 1.74%, the estimated mine life in Block A4 PT. Adhi
Kartiko Pratama will last
approximately 6 months. Based on the production target in Block A4, the mining
sequence design is divided into 6 stages carried out using a level plan system
or following excavation levels, where mining will start from topography with
the highest level of 180 meters above sea level to topography with the lowest
level of 135 meters above sea level.
Keywords: Nickel Laterite, Pit
limit, Sequence�������������������������������������������������������������������������������������������
Corresponding: Wiil Sarfin.L
E-mail: [email protected]
�
PENDAHULUAN
Industri yang padat modal dan padat teknologi,
juga memiliki resiko kerja yang sangat tinggi (Djunaidi & Alfitri, 2022). Oleh karena itu
sangat diperlukan manajemen yang baik dalam proses penambangan sehingga
mendapatkan keuntungan yang maksimal dan tentunya memperhatikan keamanan dan
kelancaran dalam operasional (Kaleb, Lengkong, & Taroreh, 2019).
Untuk mendukung operasional
penambangan tentunya dilakukan perencanaan tahapan penambangan yang dikenal dengan mining sequence
(Haryono
& Aprilianta, 2017). Perencanaan desain sequence ini akan dipakai sebagai
dasar acuan untuk melakukan kegiatan sebenarnya di lapangan yang meliputi rancangan batas akhir tambang (pit limit),
tahapan penambangan (mining
sequence), penjadwalan produksi
dan material buangan
(waste) (Negara
& Hutapea, 2020). Rancangan rekayasa tersebut dapat dibagi menjadi rancangan bulanan, mingguan dan harian.
Potensi bijih nikel yang berada di Provinsi
Sulawesi Tenggara menjadi daya tarik yang mendorong salah satu perusahaan
pertambangan yaitu PT. Adhi Kartiko Pratama (AKP) yang merupakan perusahaan
swasta untuk melakukan kegiatan penambangan bijih nikel yang berlokasi di Desa
Lameruru Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara
dengan luas izin usaha pertambangan mencapai 1975 ha dimana terbagi beberapa
bagian atau blok-blok. Metode penambangan yang diterapkan
perusahaan yaitu adalah metode surface mining,
dengan sistem open cut (Hadi
& Sepriadi, 2020).
�Perusahaan PT. Adhi Kartiko
Pratama (AKP) berencana akan melakukan kegiatan penambangan di blok A tepatnya pada Sub blok A4, untuk memenuhi target produksi bulanan yaitu sebanyak 100.000 ton/bulan dengan COG (Cut Off
Grade) 1,4% Ni. Dalam melakukan
kegiatan penambangan dibutuhkan perencanaan yang baik sehingga akan
meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam
kegiatan operasi produksi (Prasmoro
& Hasibuan, 2018). Berdasarkan hal tersebut maka
penulis melakukan perencanaan sequence penambangan
untuk memenuhi rencana target pada daerah ini (Aryanda,
Ramli, & Djamaluddin, 2014).
Penelitian
ini bertujuan untuk melakukan analisis potensi sumber daya mineral di Blok A4
PT. Adhi Kartiko Pratama, Desa Lameruru,
Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Dalam
upaya meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan
operasional, penelitian ini akan fokus
pada pengembangan rancangan sequence penambangan
yang optimal, mempertimbangkan karakteristik
geologi dan ekonomi kawasan tersebut. Dengan demikian, Hasil penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan suatu model dan rancangan sequence penambangan yang sesuai dengan kondisi aktual pada daerah
blok A4.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini
menggunakan metode kuantitatif, dimana proses penelitian mengikuti prosedur yang telah direncanakan dan analisis data dilakukan setelah semua data terkumpul untuk mencapai tujuan deskriptif. Dalam hal ini penelitian
deskriptif dimaksudkan untuk dapat menyajikan
dan menjelaskan objek penelitian yaitu perencanaan sequence
penambangan nikel laterit. Waktu penelitian dilakukan 1 bulan lebih 10 hari di PT. Adhi Kartiko
Pratama. Lokasi penelitian berada pada wilayah administrasi Desa Lameruru,
Kecamatan langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara dengan
luas IUP 1975 Ha. Bahan atau materi penelitian yang digunakan
berupa data primer dan data sekunder. Data primer merupakan data yang diambil
langsung dilapangan dan data sekunder merupakan data yang didapat dari internet
maupun dari perusahaan PT. Adhi Kartiko Pratama.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kondisi Daerah Penilitian
Situasi Lahan
Pada lokasi penelitian yaitu pada Blok A4 masih
didominasi oleh tutupan lahan berupa hutan yang telah dilakukan eksplorasi.
Peta situasi lahan dapat dilihat pada gambar 2.

Gambar 2. Peta Situasi
Lahan
(Sumber: Software arcgis 10.8 ,2023)
Topografi dan Morfologi
Berdasarkan analisis data topografi kondisi
morfologi yaitu perbukitan dengan ketinggian bervariasi mulai dari 145 mdpl �
180 mdpl. Peta Topografi lokasi penelitian dapat dilihat pada gambar 3.

Gambar 3. Peta Topografi
(Sumber: Software arcgis 10.8 ,2023)
Kemiringan Lereng
Berdasarkan klasifikasi kemiringan lereng menurut
undang-undang tata ruang oleh departemen permukiman dan prasarana wilayah,
lokasi IUP PT. AKP memiliki kondisi kemiringan lereng datar hingga sangat
curam, sementara untuk area blok eksplorasi didominasi oleh kemiringan lereng
datar dan landai. Peta analisa kemiringan lereng pada area penelitian dapat
dilihat pada gambar 4.

Gambar 4. Peta Kemiringan Lereng
(Sumber: Software arcgis 10.8 ,2023)
Litologi
Berdasarkan peta geologi lembar Lasusua Sulawesi
yang dibuat oleh Rusmana, Drr (1993), lokasi IUP PT. Adhi Kartiko Pratama
berada diatas lembar batuan ofiolit dan formasi pandua. Pada gambar 6 perupakan
hasil pemboran yang mencapai kedalaman 22 meter dimana pada hasil pemboran
tersebut ditemukan batuan ultrabasa berjenis batuan peridotit. Peta geologi
regional lokasi penelitian dapat dilihat pada gambar 5 serta hasil pemboran
dapat dilihat pada gambar 6.

Gambar 5. Peta Geologi Regional
(Sumber: Software arcgis 10.8 ,2023)

Gambar 6. Hasil Pemboran Kedalaman 22 meter
(Sumber: Dokumentasi
Lapangan ,2023)
Pemodelan Endapan Nikel
Laterit
Departemen Eksplorasi PT. Adhi Kartiko Pratama
telah melakukan kegiatan eksplorasi rinci pada Blok A4 dengan luas area 6,3 Ha
melalui eksplorasi langsung dengan metode pemboran pada lokasi-lokasi titik bor
yang telah direncanakan dengan spasi 35 meter x 35 meter dan tersebar sebanyak
59 titik bor seperti pada gambar 7.

Gambar 7. Tampilan 3 Dimensi Sebaran Titik Bor
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
|
|
|
Gambar 8. Korelasi Masing-Masing Zona Berdasarkan Titik Bor
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
Pemodelan endapan nikel laterit pada zona
laterisasi selanjutnya dibuat menggunakan bantuan Software Micromine 2021.5
berdasarkan data eksplorasi perusahaan pada Blok A4 yang telah dikorelasikan
seperti pada gambar 8. Bentuk
model zona laterisasi kemudian divisualisasikan dalam bentuk 3D solid digital
terrain model (DTM).

Gambar 9. Tampilan 3 Dimensi Sebaran Titik Bor
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
Analisa Statistik Dasar
Analisa statistik dasar dilakukan untuk
mengetahui karakteristik dari data yang digunakan, seperti nilai rata-rata
kadar dari setiap lubang bor, nilai variance (homogenitas kadar), coefficient
of variation, serta sebaran dari distribusi kadar yang ditampilkan dalam
bentuk histogram dan tabel report seperti pada gambar 9 dan tabel 2.
Data yang digunakan untuk analisis statistik dasar berupa data kadar Ni hasil
composite pada zona laterisasi yaitu limonit dan saprolit (Jufri, 2021).

Gambar 10. Histogram Ni Zona Laterisasi
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
Tabel 2. Hasil Statistik Deskriptif
|
No. |
Variabel |
Ni |
|
1 |
Number of samples |
1868 |
|
2 |
Minimum value |
0,05 |
|
3 |
Maximum value |
4,45 |
|
4 |
Mean |
1,08 |
|
5 |
Median |
1,03 |
|
6 |
Variance |
0,42 |
|
7 |
Standard Deviation |
0,65 |
|
8 |
Coefficient of variation |
0,60 |
|
9 |
Skewness |
0,82 |
|
10 |
Kurtosis |
3,78 |
Sumber: Hasil Report Composite Ni Software Micromine
2021.5
Metode Estimasi
Pemilihan metode estimasi yang akan digunakan
didasarkan atas hasil analisis statistik dasar yang telah dilakukan sebelumnya.
Berdasarkan hasil analisis statistik dasar yang dilakukan, dimana dapat dilihat
dari nilai coefficient of variation lebih besar dari 0,25 yaitu 0,60
yang berarti penyebaran nikel pada lokasi tersebut bersifat heterogen sehingga
tidak memungkinkan menggunakan metode NNP (Nearest Neighboard Point).
Selanjutnya, nilai yang diperhatikan adalah nilai skewness pada analisa
statistik dasar, jika nilainya dibawah 0,5 atau mendekati 0 menunjukan data
dianalisa terdistribusi normal maka metode yang cocok digunakan adalah krigging (Rizky
& Yulhendra, 2022),
jika tidak, maka metode yang digunakan adalah metode IDW (inverse distance
weighted) (Wahyuni,
Supriyanto, & Djayus, 2019; Purnomo &
Wijaya, 2022).
Dari data hasil report Software Micromine 2021.5 diatas, dapat dilihat
nilai skewness pada zona laterisasi baik bernilai 0,82 yang berarti data yang
dianalisa tidak terdistristribusi normal, sehingga metode estimasi yang cocok
digunakan pada penelitian ini yaitu metode inverse distance weighted
(IDW). Metode inverse distance weighted (IDW) dapat dilihat pada persamaan berikut.
![]()
Keterangan:
: Kadar yang ditaksir
: Bobot conto
� : Kadar conto
�� : Jumlah
kadar
��� : Indeks penjumlahan awal
Estimasi Sumber Daya dan
Cadangan
Perhitungan sumberdaya dilakukan hanya pada zona
laterisasi sebagai zona keterdapatan nikel laterit, dimana dalam perhitungannya
digunakan nilai density rekomendasi dari perusahaan yaitu sebesar 1,65
ton/bcm . Model blok sumberdaya Blok A4 PT. Adhi Kartiko Pratama hasil
pemodelan dapat dilihat pada gambar 10, rician hasil estimasi dapat diliat pada
tabel 3 dan cadangan terkira berdasarkan model blok sumberdaya sebelumnya
dengan memasukan parameter nilai cut off grade yang ditetapkan oleh
perusahaan yaitu 1,4% Ni dapat dilihat pada gambar 11 serta rician hasil
estimasi dapat diliat pada tabel 4.

Gambar 10. Histogram Ni Zona Laterisasi
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
Tabel 3. Hasil Estimasi Sumberdaya
|
Range Ni
(%) |
Volume
(BCM) |
Tonnes (ton) |
Kadar Ni
(%) |
|
|
limonit |
0,0
-> 0,5 |
341.600,00 |
563.640,00 |
0,36 |
|
0,5
-> 1,0 |
435.350,00 |
718.327,50 |
0,72 |
|
|
1,0
-> 1,5 |
166.050,00 |
273.982,50 |
1,19 |
|
|
1,5
-> 2,0 |
15.225,00 |
25.121,25 |
1,65 |
|
|
2,0
-> 2,5 |
1.175,00 |
1.938,75 |
2,15 |
|
|
Sub
Total |
959.400,00 |
1.583.010,00 |
0,69 |
|
|
saprolit |
0,0
-> 0,5 |
3.750,00 |
6.187,50 |
0,03 |
|
0,5
-> 1,0 |
36.725,00 |
60.596,25 |
0,83 |
|
|
1,0
-> 1,5 |
245.625,00 |
405.281,25 |
1,33 |
|
|
1,5
-> 2,0 |
744.975,00 |
1.229.208,75 |
1,69 |
|
|
2,0 -> 2,5 |
96.625,00 |
159.431,25 |
2,16 |
|
|
2,5 -> 3,0 |
12.225,00 |
20.171,25 |
2,68 |
|
|
3,0 -> 3,5 |
5.100,00 |
8.415,00 |
3,30 |
|
|
3,5 -> 4,0 |
425,00 |
701,25 |
3,71 |
|
|
4,0 -> 4,5 |
200,00 |
330,00 |
4,13 |
|
|
Sub
Total |
1.145.650,00 |
1.890.322,50 |
1,64 |
|
|
Grand
Total |
2.105.050,00 |
3.473.332,50 |
1,20 |
|
Sumber: Hasil Report Software Micromine
2021.5,2023

Gambar 11. Histogram Ni Zona Laterisasi
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
Tabel 4. Hasil Estimasi Sumberdaya Di atas COG
|
Litologi |
Range Ni (%) |
Kategori |
Volume (BCM) |
Tonnes (ton) |
Kadar Ni (%) |
|
Limonit |
1,40
- 1,69 |
Low Grade |
26.625,00 |
43.931,25 |
1,49 |
|
1,70
-1,89 |
Medium Grade |
3.625,00 |
5.981,25 |
1,78 |
|
|
>
1,90 |
High Grade |
2.150,00 |
3.547,50 |
2,06 |
|
|
Sub Total |
32.400,00 |
53.460,00 |
1,56 |
||
|
Saprolit |
1,40
- 1,69 |
Low Grade |
527.975,00 |
871.158,75 |
1,57 |
|
1,70
-1,89 |
Medium Grade |
269.350,00 |
444.427,50 |
1,78 |
|
|
>
1,.90 |
High Grade |
167.600,00 |
276.540,00 |
2,17 |
|
|
Sub Total |
964.925,00 |
1.592.126,25 |
1,73 |
||
|
Grand Total |
997.325,00 |
1.645.586,25 |
1,73 |
||
Geometri Jenjang Penambangan
Geometri jenjang penambangan dibuat berdasarkan
analisis kestabilan lereng yang memiliki faktor keamanan (FK) yang sesuai dengan
rekomendasi studi geoteknik rencana penambangan pada blok A4 PT. Adhi Kartiko
Pratama yaitu FK > 1,9. Komponen Dasar Jenjang rancangan� penambangan dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5. Komponen Dasar Jenjang Rancangan
|
No. |
Komponen Dasar Jenjang |
Rekomendasi Geoteknik |
|
1. |
Tinggi Jenjang |
4 meter |
|
2. |
Lebar Jenjang |
2 meter |
|
3. |
Sudut Jenjang Tunggal |
60� |
|
4. |
Sudut Jenjang Keseluruhan |
Maksimal 49� |
Sumber: Mine
Production PT. Adhi Kartiko
Pratama
Desain Pit Limit
Rancangan pit limit dibuat dengan
mempertimbangankan sebaran model blok cadangan dan potensi berdasarkan
rekomendasi geometri jenjang perusahaan yang dapat diliat pada gambar 12.

Gambar 12. Rancangan Desain Pit limit
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
Material Tertambang
Berdasarkan Pit Limit
Cadangan tertambang berdasarkan COG perusahaan
dan rancangan pit limit dapat dilihat pada gambar 13 serta Rincian perolehan
material tertambang dapat dilihat pada 6.

Gambar 12. Rancangan Desain Pit limit
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
Tabel 6. Cadangan Tertambangan
|
Material |
Range Ni (%) |
Kategori |
Volume (BCM) |
Tonnes (ton) |
Ni (%) |
|
< 1,40 |
Low Grade |
532.950,22 |
879.367,86 |
1,05 |
|
|
ORE |
1,40 � 1,69 |
Medium Grade |
196.424,27 |
324.100,04 |
1,56 |
|
1,70 -1,89 |
High Grade |
150.959,09 |
249.082,50 |
1,78 |
|
|
> 1,90 |
Low Grade |
119.000,00 |
196.350,00 |
2,11 |
|
|
Sub Total |
466.383,36 |
769.532,54 |
1,76 |
||
|
Mining recovery 90% |
OB |
579.588,55 |
956.321,11 |
1,07 |
|
|
ORE |
419.745,02 |
692.579,29 |
1,74 |
||
|
Striping Ratio (SR) |
1 : 1,38 |
||||
Sumber: Hasil Report Software Micromine
2021.5,2023
Umur Tambang
Penentuan umur tambang bertujuan untuk mengetahui
berapa lama suatu kegiatan penambangan berlangsung (Supandi,
2015).
Berdasarkan estimasi jumlah cadangan tertambang dan memasukkan parameter mining
recovery sebesar 90% sebesar�
692.579,29 ton dengan target produksi perusahaan pada Blok A4 sebesar
100.000 ton setiap bulannya. Untuk dapat menentukan umur tambang dapat
dilakukan dengan cara membagi total cadangan dengan target produksi (Gaspersz,
2017; Setiawan,
2020)
maka diperkirakan umur tambang pada Blok A4 PT. Adhi Kartiko Pratama akan
berlangsung kurang lebih selama 6 bulan.
Sequence Penambangan
Rancangan sequence penambangan dibuat
mengacu pada target produksi yang ditetapkan Blok A4, yaitu sebesar 100.000 ton
per bulan. Berdasarkan target produksi, rancangan sequence penambangan
dibagi menjadi 6 tahap yang dilakukan dengan sistem level plan, dimana
penambangan nantinya akan dimulai pada topografi dengan level tertinggi 180
mdpl sampai dengan topografi dengan level terendah 135 mdpl.
1.
Sequence Penambangan Pertama
Pada sequence pertama dilakukaan bukaan
penambangan yang diawali dari elevasi 180 mdpl sampai elevasi 155 mdpl, dengan
luas area yang dibuka sebesar 4,06 Ha. Rincian perolehan sequence penambangan
bulan ke-1 dapat dilihat pada tabel 7 serta hasil rancangan seqeuence penambangan
pertama dan penampang hasil cross section dapat dilihat pada gambar 14
dan 15.
Tabel 7.� Rincian Perolehan Sequence
Pertama
|
Material |
Range Ni (%) |
Kategori |
Volume (BCM) |
Tonnes (ton) |
Ni (%) |
|
OB |
< 1,40 |
Waste |
194.311,29 |
320.613,63 |
0,63 |
|
ORE |
1,40 � 1,69 |
Low Grade |
66.100,00 |
109.065,00 |
1,55 |
|
1,70 -1,89 |
Medium Grade |
7.970,22 |
13.150,87 |
1,75 |
|
|
> 1,90 |
High Grade |
850,00 |
1.402,50 |
1,96 |
|
|
Sub Total |
74.920,22 |
123.618,37 |
1,58 |
||
|
Mining
recovery 90% |
OB |
201.803,31 |
332.975,47 |
0,65 |
|
|
ORE |
67.428,20 |
111.256,53 |
1,56 |
||
|
Striping Ratio (SR) |
1 : 2,99 |
||||
Sumber: Hasil Report Software Micromine
2021.5,2023

Gambar 14. Rancangan Sequence Pertama
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
|
|
|
Gambar 15. Cross section Sequence Pertama
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
2.
Sequence Penambangan Kedua
Pada sequence kedua dilakukaan bukaan
penambangan yang diawali dari elevasi 155 mdpl sampai elevasi 152 mdpl, dengan
luas area yang dibuka mengalami penambahan sebesar 1,40 Ha sehingga menjadi
5,46 Ha. Rincian perolehan sequence penambangan ke-2 dapat dilihat pada
tabel 8 serta hasil rancangan seqeuence penambangan ke dua dan penampang
hasil cross section dapat dilihat pada gambar 16 dan 17.
Tabel 8. Rincian Perolehan Sequence Kedua
|
Material |
Range Ni (%) |
Kategori |
Volume (BCM) |
Tonnes (ton) |
Ni (%) |
|
|
OB |
< 1,40 |
Waste |
164.625,53 |
271.632,13 |
1,18 |
|
|
ORE |
1,40 - 1,69 |
Low Grade |
43.545,59 |
71.850,23 |
1,56 |
|
|
1,70 -1,89 |
Medium Grade |
24.225,00 |
39.971,25 |
1,77 |
|
|
|
> 1,90 |
High Grade |
14.750,00 |
24.337,50 |
2,14 |
|
|
|
Sub Total |
82.520,59 |
136.158,98 |
1,67 |
|
||
|
Mining
recovery 90% |
OB |
172.877,59 |
285.248,03 |
1,20 |
|
|
|
ORE |
74.268,53 |
122.543,08 |
1,65 |
|
||
|
Striping Ratio (SR) |
1 : 2,33 |
|||||
Sumber: Hasil Report Software Micromine
2021.5,2023

Gambar 16. Rancangan Sequence Kedua
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
|
|
|
Gambar 17. Cross section Sequence Kedua
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
3.
Sequence Penambangan Ketiga
Pada sequence ketiga dilakukaan bukaan
penambangan yang diawali dari elevasi 152 mdpl sampai elevasi 149 mdpl, dengan
luas area yang dibuka mengalami penambahan sebesar 0,10 Ha sehingga menjadi
5,56 Ha. Rincian perolehan sequence penambangan ke-3 dapat dilihat pada
tabel 9 hasil rancangan seqeuence penambangan ke dua dan penampang hasil
cross section dapat dilihat pada gambar 18 dan 19.
Tabel 9. Rincian Perolehan Sequence Ketiga
|
Material |
Range Ni (%) |
Kategori |
Volume (BCM) |
Tonnes (ton) |
Ni (%) |
|
OB |
< 1,40 |
Waste |
90.434,78 |
149.217,39 |
1,23 |
|
ORE |
1,40 � 1,69 |
Low Grade |
35.765,31 |
59.012,76 |
1,57 |
|
1,70 -1,89 |
Medium Grade |
29.350,00 |
48.427,50 |
1,78 |
|
|
> 1,90 |
High Grade |
13.750,00 |
22.687,50 |
2,06 |
|
|
Sub Total |
78.865,31 |
130.127,76 |
1,71 |
||
|
Mining
recovery 90% |
OB |
98.321,31 |
162.230,17 |
1,25 |
|
|
ORE |
70.978,78 |
117.114,98 |
1,69 |
||
|
Striping Ratio (SR) |
1 : 1,39 |
||||
Sumber: Hasil Report Software Micromine
2021.5,2023

Gambar 18. Rancangan Sequence Ketiga
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
|
|
|
Gambar 19. Cross section Sequence Ketiga
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
4.
Sequence Penambangan Keempat
Pada sequence keempat dilakukaan bukaan
penambangan yang diawali dari elevasi 149 mdpl sampai elevasi 146 mdpl, dengan
luas area yang dibuka tetap sama yaitu 5,56 Ha. Rincian perolehan sequence
penambangan ke-4 dapat dilihat pada tabel 10 serta hasil rancangan seqeuence
penambangan ke dua dan penampang hasil cross section dapat dilihat pada
gambar 20 dan 21.
Tabel 10. Rincian Perolehan Sequence Keempat
|
Range Ni (%) |
Kategori |
Volume (BCM) |
Tonnes (ton) |
Ni (%) |
|
|
OB |
< 1,40 |
Waste |
44.374,24 |
73.217,50 |
1,19 |
|
ORE |
1,40 � 1,69 |
Low Grade |
23.850,00 |
39.352,50 |
1,60 |
|
1,70 -1,89 |
Medium Grade |
32.789,24 |
54.102,24 |
1,77 |
|
|
> 1,90 |
High Grade |
14.925,00 |
24.626,25 |
2,05 |
|
|
Sub Total |
71.564,24 |
118.080,99 |
1,76 |
||
|
Mining recovery 90% |
OB |
51.530,67 |
85.025,60 |
1,21 |
|
|
ORE |
64.407,81 |
106.272,89 |
1,74 |
||
|
Striping Ratio (SR) |
1 : 0,80 |
||||
Sumber: Hasil Report Software Micromine
2021.5,2023

Gambar 20. Rancangan Sequence Keempat
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
|
|
|
Gambar 21. Cross section Sequence Keempat
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
5.
Sequence Penambangan Kelima
Pada Sequence kelima dilakukaan bukaan
penambangan yang diawali dari elevasi 146 mdpl sampai elevasi 143 mdpl, dengan
luas area yang dibuka tetap sama yaitu 5,56 Ha. Rincian perolehan sequence
penambangan ke-5 dapat dilihat pada tabel 11 serta hasil rancangan seqeuence
penambangan ke dua dan penampang hasil cross section dapat dilihat
pada gambar 22 dan 23.
Tabel 11. Rincian Perolehan Sequence Kelima
|
Material |
Range Ni (%) |
Kategori |
Volume (BCM) |
Tonnes (ton) |
Ni (%) |
|
OB |
< 1.40 |
Waste |
28.010,64 |
46.217,56 |
1,28 |
|
ORE |
1.40 - 1.69 |
Low Grade |
9.450,00 |
15.592,50 |
1,62 |
|
1.70 -1.89 |
Medium Grade |
26.675,00 |
44.013,75 |
1,80 |
|
|
> 1.90 |
High Grade |
41.072,76 |
67.770,05 |
2,11 |
|
|
Sub Total |
77.197,76 |
127.376,30 |
1,92 |
||
|
Mining
recovery 90% |
OB |
35.730,42 |
58.955,19 |
1,30 |
|
|
ORE |
69.477,98 |
114.638,67 |
1,90 |
||
|
Striping Ratio (SR) |
1 : 0,51 |
||||
Sumber: Hasil Report Software Micromine
2021.5,2023

Gambar 22. Rancangan Sequence Kelima
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
|
|
|
Gambar 23. Cross section Sequence Kelima
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
6.
Sequence Penambangan Keenam
Pada Sequence keenam dilakukaan bukaan
penambangan yang diawali dari elevasi 143 mdpl sampai elevasi 135 mdpl, dengan
luas area yang dibuka tetap sama yaitu 5,56 Ha dimana pada sequence
penambangan keenam merupakan batas akhir penambangan (pit limit).
Rincian perolehan sequence penambangan ke-6 dapat dilihat pada tabel 12
serta hasil rancangan seqeuence penambangan ke dua dan penampang hasil cross
section dapat dilihat pada gambar 24 dan 25.
Tabel 12 Rincian Perolehan Sequence Keenam
|
Material |
Range Ni (%) |
Kategori |
Volume (BCM) |
Tonnes (ton) |
Ni (%) |
|
OB |
< 1,40 |
Waste |
11.193,73 |
18.469,65 |
1,18 |
|
ORE |
1,40 - 1,69 |
Low Grade |
8.550,00 |
14.107,50 |
1,60 |
|
1,70 -1,89 |
Medium Grade |
32.365,24 |
53.402,64 |
1,80 |
|
|
> 1,90 |
High Grade |
40.400,00 |
66.660,00 |
2,12 |
|
|
Sub Total |
81.315,24 |
134.170,14 |
1,95 |
||
|
Mining
recovery 90% |
OB |
19.325,25 |
31.886,66 |
1,20 |
|
|
ORE |
73.183,71 |
120.753,13 |
1,93 |
||
|
Striping Ratio (SR) |
1 : 0,26 |
||||
Sumber: Hasil Report Software Micromine
2021.5,2023

Gambar 24. Rancangan Sequence Keenam
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
|
|
|
Gambar 25. Cross section Sequence Keenam
(Sumber: Software Micromine 2021.5,2023)
KESIMPULAN
Rancangan pit limit Blok A4 mempertimbangkan lokasi model blok cadangan dan
rekomendasi geometri jenjang perusahaan, yaitu tinggi lereng 4 meter, lebar
lereng 2 meter, dan kemiringan lereng 60 derajat. Pit limit ini memiliki luas
sebesar 5,56 Ha. Material tertambang di Blok A4 memenuhi standar COG dengan
parameter mining recovery 90%, menghasilkan 419.745,02 bcm dan 692.579,29 ton
dengan kadar rata-rata Ni 1,74%. Volume material overburden (OB) kategori waste
mengalami penambahan total 637.397,10 bcm dan 956.321,11 ton dengan kadar
rata-rata Ni 1,07%, dan nilai striping ratio sebesar 1 : 1,38. Estimasi jumlah
cadangan tertambang adalah 692.579,29 ton, dengan target produksi bulanan
100.000 ton, sehingga umur tambang Blok A4 diperkirakan selama 6 bulan. Rancangan
sequence penambangan dibuat berdasarkan target produksi, terbagi menjadi 6
sequence/bulan dengan sistem level plan, dimulai dari topografi level tertinggi
180 mdpl hingga level terendah 135 mdpl.
DAFTAR PUSTAKA
Aryanda, Dadang, Ramli,
Muhammad, & Djamaluddin, H. (2014). Perancangan Sequence penambangan
batubara Untuk memenuhi target produksi bulanan. Jurnal Penelitian Geosains,
10(2).
Djunaidi,
Djunaidi, & Alfitri, Alfitri. (2022). Dilema industri padat modal dan
tuntutan tenaga kerja lokal. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia),
8(1), 29.
Gaspersz,
Rolling Swempry. (2017). Analisis Cadangan Penambangan Batuan Gamping Pada CV Sanggaria
Jaya Desa Sanggaria Arso 1 Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Dinamis,
1(12), 45�51.
Hadi,
Hadi, & Sepriadi, Sepriadi. (2020). A Analisis Tipe Dan Struktur Batuan
Untuk Menentukan Metode Penambangan Yang Akan DigunakaN. Jurnal Teknik Patra
Akademika, 11(02), 64�73.
Haryono,
Ahmad Fauzan, & Aprilianta, I. Putu Eka Dimi. (2017). Perencanaan Sequence
Penambangan Batubara pada Seam 16 Phase 2 di PT. KTC Coal Mining & Energy,
Kec. Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur. ReTII.
Jufri,
Fadly Kurnia. (2021). Pemodelan Sebaran Kadar Ni Pada Endapan Bijih Nikel
Laterit Dengan Analisis Statistik Dan Metode Inverse Distance Weighting (IDW) Untuk
Perencanaan Awal Lokasi Penambangan (Studi Kasus: Blok U, PT Indrabakti
Mustika, Desa Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara).
Universitas Hasanuddin.
Kaleb,
Bryan J., Lengkong, Victor P. K., & Taroreh, Rita N. (2019). Penerapan
Sistem Informasi Manajemen Dan Pengawasannya Di Kantor Pelayanan Pajak Pratama
Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi,
7(1).
Negara,
I. Gede Nata, & Hutapea, Ricardo O. M. (2020). Pushback Design Block X At PT
Ifishdeco Southeast Sulawesi: Desain Pushback Blok X Pada Pt Ifishdeco Sulawesi
Tenggara. INTAN Jurnal Penelitian Tambang, 3(2), 154�160.
Prasmoro,
Alloysius Vendhi, & Hasibuan, Sawarni. (2018). Optimasi Kemampuan Produksi
Alat Berat Dalam Rangka Produktifitas Dan Keberlanjutan Bisnis Pertambangan
Batubara: Studi Kasus Area Pertambangan Kalimantan Timur. Jurnal Operations
Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering, 10(1), 1�16.
Purnomo,
Hendro, & Wijaya, R. Andy Erwin. (2022). Pemetaan sebaran kadar Al2O3 dan
RSiO2 pada endapan laterit bauksit menggunakan pendekatan metode interpolasi
ordinary Kriging dan inverse distance weighting. Angkasa: Jurnal Ilmiah
Bidang Teknologi, 14(1), 75�86.
Rizky,
Muhammad, & Yulhendra, Dedi. (2022). Estimasi Sumber Daya Bijih Besi
Menggunakan Metode Inverse Distance Weighted dan Ordinary Kriging di PT.
KUATASSI, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Bina Tambang, 7(1),
96�106.
Setiawan,
K. B. (2020). Estimasi Cadangan Batugamping Pada Kuari XIII PT. Solusi
Bangun Indonesia Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. UPN" Veteran"
Yogyakarta.
Supandi,
Supandi. (2015). Prediksi Umur Dinding Tambang Berdasarkan Kejadian Longsoran
yang Pernah Terjadi dengan Bantuan Program Microsoft Access. Seminar
Nasional Informatika (SEMNASIF), 1(1).
Wahyuni,
Sri, Supriyanto, Supriyanto, & Djayus, Djayus. (2019). Estimasi Sebaran
Kualitas Batubara (Ash Content) Menggunakan Metode Invers Distance Weighted
(Idw) Dan Ordinary Kriging (Ok) Di Pt. Kayan Putra Utama Coal Site Separi,
Kalimantan Timur. GEOSAINS KUTAI BASIN, 2(1).