PERANCANGAN
SISTEM INFORMASI MONITORING AKADEMIK DENGAN MENGGUNAKAN DATA FLOW DIAGRAM
Dedy
Mirwansyah1, Khodijah Az Zahro2, Muhammad Irfan3
Universitas Mulia Samarinda, Indonesia
Abstrak:
Lembaga pendidikan,
seperti universitas dan perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting
dalam menyediakan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan wawasan yang dibutuhkan
oleh generasi muda untuk menghadapi masa yang akan datang. Untuk mendukung hal
tersebut maka, lembaga-lembaga pendidikan ini haru memiliki sistem informasi
yang efisien dan efektif. Salah satu sistem informasi dalam bidang pendidikan
adalah Sistem Informasi Monitoring Akademik (SIMA). Sistem Informasi Monitoring
Akademik merupakan layanan akademik yang dirancang untuk digunakan oleh dosen
dalam mengakses informasi seputar akasemik mahasiswa selama proses perkuliahan.
Dalam perancangan Sistem Informasi Monitoring Akademik, kami menggunakan Data Flow
Diagram (DFD). Hal ini bertujuan untuk membantu dalam merancang, memahami, dan
mendokumentasikan Sistem Informasi Monitoring Akademik secara keseluruhan. Data flow diagram dalam perancangan Sisitem
Informasi Monitoring Akademik terdiri atas level 0, level 1, dan level 2. Dalam
level 0, menjelaskan tentang hubungan antara entitas dan sistem. Level 1
menjelaskan proses-proses utama pada sistem. Lalu level 2, menggambarkan
rincian dari setiap proses pada level 1. Dengan menggunakan Data Flow Diagram
dalam perancangan Sistem Informasi Monitoring Akademik dapat dilihat bahwa
sistem yang dirancangn dapat memenuhi kebutuhan di bidang pendidikan.
Kata kunci: Data Flow
Diagram (DFD), Sistem Informasi, Sistem Informasi Monitoring Akademik (SIMA),
Pendidikan, Perguruan Tinggi.
Abstract:
Educational institutions, such as universities
and colleges, have a very important role in providing the knowledge, skills and
insight needed by the young generation to face the future. To support this,
educational institutions must have an efficient and effective information
system. One of the information systems in the education sector is the Academic
Monitoring Information System (SIMA). The Academic Monitoring Information
System is an academic service designed to be used by lecturers to access
information about students' academics during the lecture process. In designing
the Academic Monitoring Information System, we use Data Flow Diagrams (DFD).
This aims to assist in designing, understanding and documenting the Academic
Monitoring Information System as a whole. Data flow diagrams in designing
Academic Monitoring Information Systems consist of level 0, level 1, and level
2. Level 0 explains the relationship between entities and systems. Level 1
describes the main processes in the system. Then level 2, describes the details
of each process at level 1. By using Data Flow Diagrams in designing the
Academic Monitoring Information System, it can be seen that the system designed
can meet the needs in the education sector.
Keywords:
Data Flow Diagram (DFD), Information
Systems, Academic Monitoring Information Systems (SIMA), Education, Higher
Education.
Corresponding: Dedy
Mirwansyah
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pendidikan sebagai tempat untuk
menyiapkan pemimpin dimasa yang akan datang haruslah dapat berubah dan
beradabtasi dengan kondisi dunia yang juga terus berubah (Bahtiar et al., 2020). Perubahan yang terlihat menonjol saat ini adalah penemuan dan
penggunaan tehnologi (Hidayat, 2021). sistem informasi dalam bidang pendidikan memiliki peranan yang sangat
penting untuk kemajuan kualitas pendidikan di Indonesia (Hidayat, 2021). Sistem informasi pendidikan memberikan manfaat dalam dunia pendidikan
terutama dalam mempermudah dan meningkatkan kinerja pendidikan, mempertinggi
efektifitas dan produktifitas pendidikan, lebih fleksibel dan mempermudah
pengoperasian Pendidikan semua jenjang pendidikan (Wirawan et al., 2020).
Lembaga pendidikan seperti universitas dan perguruan tinggi memiliki
peran yang sangat penting dalam menyediakan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan
wawasan yang dibutuhkan oleh generasi muda untuk menghadapi masa yang akan dating
(Santoso et al., 2023). Untuk mendukung hal tersebut maka, lembaga-lembaga pendidikan ini harus
memiliki sistem informasi yang efisien dan efektif. Salah satu sistem informasi
dalam bidang pendidikan adalah Sistem Informasi Monitoring Akademik (SIMA) (Jamaludin & Rizal, 2017). sistem informasi adalah pengaturan orang, data, proses dan Teknologi
Informasi yang berinteraksi untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, dan
menyediakan sebagai output informasi yang diperlukan untuk mendukung sebuah
organisasi adalah untuk meng-capture (mencatat atau merekam dalam file yang
permanen) dan mengelola data untuk menghasilkan informasi berguna yang
mendukung sebuah organisasi beserta karyawan, pelanggan, pemasok dan merekamnya
(Dwiyatno et al., 2022).
Sistem Informasi Akademik adalah salah-satu aplikasi yang dirancang untuk
Kebutuhan pengolahan data administratif sekolah dengan tujuan supaya data
akademik lebih terkelola dengan baik (Solahudin, 2021). Sistem Informasi Monitoring Akademik merupakan layanan akademik yang
dirancang untuk digunakan oleh dosen dalam mengakses informasi seputar akasemik
mahasiswa selama proses perkuliahan (Merliana & Putra, 2021). Hal-hal yang dikelola ini mencakup berbagai aspek, mulai dari pendataan
dosen hingga pengelolaan jadwal, catatan nilai dan presensi, hingga laporan
akademik (MAMNUN, n.d.).
Dalam perancangan Sistem Informasi Monitoring Akademik, kami menggunakan
DFD (Data Flow Diagram). DFD adalah suatu diagram yang menggambarkan aliran
data dari sebuah proses yang sering disebut dengan sistem informasi (Sutopo et al., 2017). Data Flow Diagram (DFD) banyak digunakan untuk analisis dan desain
perangkat lunak terstruktur. Hal ini juga tersebar luas di bidang administrasi
bisnis. Sintaks dan semantik DFD diperkenalkan pada bab ini. Pendekatan
terstruktur untuk pengembangan model DFD juga dibahas (Habibi & Karnovi, 2020).
Penelitian mengenai DFD membantu pembaca untuk memahami proses bisnis
secara visual, mengidentifikasi ketergantungan dan keterkaitan antarproses, dan
merinci langkah-langkah proses yang dapat dioptimalkan. Selain itu, DFD juga
membantu dalam merancang sistem yang efisien dan terstruktur, mendeteksi
potensi kesalahan atau kesenjangan dalam desain sistem, dan menyediakan basis
untuk pengembangan lebih lanjut. Penggunaan DFD sebagai alat komunikasi yang
efektif memfasilitasi komunikasi antara pengembang, pemangku kepentingan, dan
pihak terkait lainnya. Selain itu, DFD dapat digunakan sebagai dasar untuk
pemantauan, evaluasi, dan pengembangan sistem informasi secara menyeluruh,
menyediakan pemahaman yang mendalam tentang bagaimana data mengalir dan diolah
dalam konteks sistem informasi monitoring akademik.
Penelitian ini bertujuan untuk membantu dalam merancang, memahami, dan
mendokumentasikan Sistem Informasi Monitoring Akademik secara keseluruhan.
Selain itu, penggunaan DFD (Data Flow Diagram) dalam penelitian ini dapat
membantu dalam mengidentifikasi berbagai masalah dan peluang perbaikan sistem,
dan meningkatkan efisiens serta efektivitas sistem.
METODE
PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam perancangan Sistem Informasi
Monitoring Akademik adalah Data Flow Diagram (DFD). DFD adalah sebuah alat
grafis yang digunakan untuk menggambarkan alur data dalam suatu sistem
informasi. Dalam konteks perancangan sistem akademik, DFD digunakan untuk
mengilustrasikan bagaimana data mengalir di antara berbagai proses dalam
sistem. Metode ini membantu dalam memodelkan fungsi-fungsi sistem, menunjukkan
bagaimana data diproses, disimpan, dan dikirim antar proses atau komponen
sistem. DFD juga memungkinkan pemahaman yang lebih baik tentang struktur sistem
dan interaksi antarbagian sistem tersebut. Dalam penelitian ini, DFD digunakan
sebagai alat visual untuk menggambarkan secara sistematis dan terstruktur bagaimana
informasi akademik mengalir dalam lingkungan pendidikan. Dengan menggunakan
DFD, penelitian dapat mengidentifikasi proses-proses utama, input-output, serta
hubungan antarproses dan data. Kelebihan DFD mencakup kemampuannya untuk
menyederhanakan kompleksitas sistem, memfasilitasi komunikasi antara pengembang
dan pemangku kepentingan, serta memberikan pandangan yang jelas terhadap alur
data dan fungsionalitas sistem secara keseluruhan. Dengan memahami alur data
secara visual, para pengembang sistem dapat merancang dan mengoptimalkan sistem
informasi monitoring akademik dengan lebih efisien.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Data flow diagram dalam perancangan Sisitem Informasi Monitoring
Akademik terdiri atas level 0, level 1, dan level 2. Sebelum membuat DFD pentingnya
untuk mengetahui input dan output serta entitas dalam system (Kaharu & Sakina, 2016). Input, output, dan entitas dalam
Sistem Informasi Monitoring Akademik dijelaskan dalam tabel 1.
Tabel
1 Input Output Sistem
|
Entitas |
Input |
Output |
|
Dosen |
Data Dosen Data Nilai Data Presensi |
Informasi Jadwal Informasi Laporan Akademik |
|
Mahasiswa |
Data Mahasiswa Data KRS |
Informasi Jadwal Informasi Laporan Akademik |
|
Admin |
Data Jadwal Data Mata Kuliah |
Informasi Laporan Akademik |
a.
DFD Level 0
Selanjutnya
input, output, dan entitas dituangkan pada diagram konteks. DFD Level 0 sering disebut
Diagram Konteks yang berguna untuk menjelaskan lingkup sistem secara umum.
Diagram konteks merupakan diagram yang menggambarkan hubungan atau interaksi
antara sistem dengan entitas seperti yang terlihat pada gambar 1

Gambar
1 Data Flow Diagram Level 0
b.�� DFD Level 1
Berdasarkan
gambar 1, langkah selanjutnya adalah membuat Data Flow Diagram level 0 yang
dapat dilihat pada gambar 2

Gambar
2 Data Flow Diagram Level 1
Data
Flow Diagram Level 1 menunjukkan bahwa Sistem Informasi Mahasiswa memiliki
empat proses utama, yakni Pendataan Awal, Input Data Mata Kuliah dan KRS, Input
Jadwal dan Presensi, dan Mengelola Laporan Akademik.
c.��� DFD Level 2
Rincian
empat proses pada DFD Level 1 pada gambar 4.2 digambarkan pada Data Flow
Diagram Level 2. Pada proses pertama, Pendataan Awal terdapat dua data yang
dimasukkan, yakni data mahasiswa dan data dosen. Selengkapnya digambarkan pada
gambar 4.3 sebagai berikut.

Gambar 3
Data Flow Diagram Level 2-1
Selanjutnya
informasi data mahasiswa dan informasi data dosen diteruskan ke proses kedua
Input Mata Kuliah dan KRS yang digambarkan pada gambar 4.4.

Gambar 4 Data
Flow Diagram Level 2-2
Informasi
mata kuliah dan KRS diteruskan ke proses ketiga, yakni Input Jadwal dan
Presens. Pada proses ini, admin memasukkan Data Jadwal yang kemudian Informasi
Jadwal tersebut ditampilkan agar dapat dilihat oleh dosen dan mahasiswa (Prajoko, 2022). Lalu dosen memasukkan data presensi
berdasarkan informasi jadwal yang diterima. Proses ini digambarkan pada gambar
4.5.

Gambar 5
Data Flow Diagram Level 2-3
Lalu proses
keempat Mengelola Laporan Akademik yang merupakan proses terakhir. Dalam proses
ini Laporan akademik akan dibuat berdasarkan Informasi Presensi yang telah
diterima dari proses ketiga dan data nilai yang dimasukkan oleh dosen (Anwari, 2018). Selengkapnya digambarkan pada gambar
5

Gambar 6
Data Flow Diagram Level 2-4
Setelah
itu, Laporan Akademik dibagikan kepada dosen, admin, dan mahasiswa.
KESIMPULAN
Tanggung jawab Camat atau Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara melibatkan upaya untuk memastikan keabsahan dan kelegalan setiap proses jual beli tanah, dengan menjalankan segala aturan dan ketentuan yang berlak. Dalam hal terjadi pembatalan oleh pengadilan, keduanya wajib tunduk pada putusan tersebut sebagai bentuk pemeliharaan keadilan dan integritas sistem hukum agraria di Indonesia. Konsekuensi langsung dari pembatalan ini adalah hilangnya hak hukum pembeli terhadap tanah yang bersangkutan, mencakup hak kepemilikan, penggunaan, dan pengembangan. Selain itu, pembeli juga berisiko kehilangan pembayaran yang telah disertakan dalam transaksi pembelian tanah. Penting untuk dicatat bahwa proses pembatalan akta jual beli umumnya melibatkan prosedur hukum yang kompleks, memerlukan keterlibatan otoritas terkait, dan dapat bervariasi sesuai dengan yurisdiksi dan kondisi khusus transaksi
DAFTAR PUSTAKA
Anwari, M. A. (2018). PA:
Rancang Bangun Sistem Informasi Akademik (Studi Kasus: SMA Negeri 1 Porong
Sidoarjo). Institut Bisnis dan Informatika Stikom Surabaya.
Ardiansyah,
M., & Kurniawan, M. J. (2023). Analisis Pelanggaran Jabatan Notaris Sebagai
Advokat Berdasarkan Persfektif Syariah. Jurnal Inovasi Global, 1(2),
208�216.
Bahtiar,
R. A., Ibrahim, S., Ariffin, H., Ismail, N. H., & Isa, W. M. K. W. (2020).
Peranan dan cabaran pemimpin pendidikan dalam memastikan matlamat dan agenda
pendidikan dilestari dalam tempoh perintah kawalan pergerakan (PKP) Covid-19. Institut
Aminuddin Baki, Kementerian Pendidikan Malaysia.
Dwiyatno,
S., Sulistiyono, S., Abdillah, H., & Rahmat, R. (2022). APLIKASI SISTEM
INFORMASI AKADEMIK BERBASIS WEB. PROSISKO: Jurnal Pengembangan Riset Dan
Observasi Sistem Komputer, 9(2), 83�89.
Habibi,
R., & Karnovi, R. (2020). Tutorial membuat aplikasi sistem monitoring
terhadap job desk operational human capital (Vol. 1). Kreatif.
Hidayat,
U. S. (2021). Urgensi Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Menyiapkan
Generasi Emas 2045: Strategi Membangun Generasi Cerdas, Berkarakter dan Berdaya
Saing di Abad 21. Nusa Putra Press.
Jamaludin,
J., & Rizal, M. K. (2017). Sistem Informasi Akademik STKIP Hamzanwadi
Selong Menggunakan Technology Acceptance Model. Edumatic: Jurnal Pendidikan
Informatika, 1(2), 65�74.
Kaharu,
S., & Sakina, O. (2016). Perancangan Sistem Informasi Pengolahan Data
Akademik Pada Tk Al-Hidayah Lolu. Jurnal Elektronik Sistem Informasi Dan
Komputer, 2(1), 30�40.
Mamnun,
G. G. (N.D.). Laporan Individu Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di SD Negeri
Sinduadi 2 Tahun Akademik 2015/2016.
Merliana,
N. P. E., & Putra, P. B. A. A. (2021). Sistem Informasi Akademik dalam
pengelolaan pendidikan di Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka
Raya. Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen, 5(2), 47�56.
Prajoko,
Z. N. (2022). Implementasi Service Oriented Architecture (Soa) Pada Sistem
Informasi Akademik Berbasis Web Service (Studi Kasus: Jogja Flight Education
Center). UPN�Veteran" Yogyakarta.
Santoso,
G., Karim, A. A., & Maftuh, B. (2023). Kajian Integrasi Nasional dalam NKRI
Tidak Dapat Diubah dan Sumpah Pemuda Indonesia Abad 21. Jurnal Pendidikan
Transformatif, 2(1), 270�283.
Solahudin,
M. (2021). Rancang Bangun Sistem Informasi Akademik Sekolah (SIAS) Berbasis
Website. DoubleClick: Journal of Computer and Information Technology, 4(2),
107�113.
Sutopo,
P., Cahyadi, D., & Arifin, Z. (2017). Sistem Informasi Eksekutif Sebaran
Penjualan Kendaraan Bermotor Roda 2 di Kalimantan Timur Berbasis Web.
Wirawan,
R., Nur, M. A., & Syahraeni, R. (2020). Aplikasi pembelajaran matematika
interaktif berbasis multimedia. Jurnal Riset Teknologi Dan Inovasi
Pendidikan (Jartika), 3(1), 75�83.