UPAYA
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
PANCASILA MATERI NORMA DALAM KEHIDUPANKU DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN
PAPAN NORMA
Prasetyo
Sujoko1, Nursiwi Nugraheni2, Diana Apriliya3
Universitas Negeri Semarang
Abstrak:
Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) ini berdasarkan pada penenlitian meningkatkan hasil belajar peserta
didik kelas VC pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi norma dalam
kehidupanku dengan menggunakan media pembelajaran papan norma di SD Negeri
Srondol Kulon 02. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar
peserta didik terhadap norma-norma pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam 2 siklus. Subyek penelitian
adalah peserta didik kelas VC SD Negeri Srondol Kulon 02 yang berjumlah 28
peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah hasil belajar peserta didik. Hasil belajar peserta didik ini menujukan
bahwa penerapan media pemebelajaran Papan Norma dapat meningkatkan hasil
belajara peserta didik. Hal ini terlihat dari indikator presentase peserta
didik ketika mengikuti proses pembelajaran mengunakan media pembelajaran Papan
Norma. Presentase hasil belajara peserta didik pada siklus 1 yang mencapai KKTP
sebanyak 11 peserta didik atau 39%. Pada siklus II presentase hasil belajara
peserta didik meningkat menjadi 23 peserta didik atau 82%. Berdasrkan analisis
data penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan yang segnifikan
hasil belajara peserta didim melalui media Papapn Norma pada mata pelajaran
Pendidikan Pancasila di kelas VC SD Negeri Srondol Kulon 02 tahun ajaran
2023/2024.
Kata kunci: Meningkatkan
Hasil Belajara, Papan Norma, Pendidikan Pancasila
Abstract:
This Classroom Action Research (PTK) is based
on research to improve the learning outcomes of class VC students in the
subject of Pancasila Education, norm material in my life using the norm board
learning media at SD Negeri Srondol Kulon 02. The aim of this research is to
improve student learning outcomes towards norms in the Pancasila Education
subject. Classroom Action Research (PTK) was carried out in 2 cycles. The
research subjects were 28 students in class VC at SD Negeri Srondol Kulon 02.
The data collection technique used in this research is student learning
outcomes. These student learning results show that the application of the Norm
Board learning media can improve student learning outcomes. This can be seen
from the indicator of the percentage of students when following the learning
process using the Norm Board learning media. The percentage of learning
outcomes of students in cycle 1 who achieved KKTP was 11 students or 39%. In
cycle II, the percentage of student learning outcomes increased to 23 students
or 82%. Based on the analysis of research data, it can be concluded that there
has been a significant increase in the learning outcomes of students through
the Papapn Norma media in the Pancasila Education subject in the VC class of SD
Negeri Srondol Kulon 02 for the 2023/2024 academic year.
Keywords:
Improving Learning Outcomes, Norm Board,
Pancasila Education
Corresponding: Prasetyo
Sujoko
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pendidikan
Pancasila merupakan salah satu mata pelajaran wajib yang diajarkan di sekolah
dasar (Anatasya & Dewi, 2021). Mata pelajaran ini bertujuan untuk membentuk karakter dan kepribadian
peserta didik yang berlandaskan Pancasila (Anshori, 2016). Salah satu materi yang diajarkan dalam mata pelajaran Pendidikan
Pancasila adalah norma dalam kehidupanku (AMALIA, 2016). Materi norma dalam kehidupanku membahas tentang berbagai macam norma
yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari, baik norma agama, norma hukum, norma
sosial, maupun norma kesusilaan. Materi ini penting untuk dipelajari oleh
peserta didik karena dapat membantu mereka memahami aturan-aturan yang berlaku
di masyarakat dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari (Sundari, 2017).
Pendidikan
Pancasila menanamkan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang
didasarkan pada nilai-nilai Pancasila Nilai Pancasila tersebut terdiri dari
nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan
nilai keadilan. Sebagai contoh nilai ketuhanan mengatur hubungan manusia dengan
sang pencipta, jika hubungannya dengan tuhan baik maka hubungannya dengan sesama
manusia pun akan baik pula dalam hal ini tentang nilai kemanusiaan (Nurgiansah, 2021).
Salah satu
materi yang diajarkan dalam� mata
pelajaran Pendidikan Pancasila adalah norma dalam kehidupanku. Materi norma
dalam kehidupanku membahas tentang berbagai macam norma yang berlaku dalam
kehidupan sehari-hari, baik norma agama, norma hukum, norma sosial, maupun
norma kesusilaan. Namun, dalam proses pembelajaran materi norma dalam
kehidupanku, masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan. Hal ini dapat
disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain Peserta didik belum memahami
secara mendalam pengertian dan macam-macam norma, Peserta didik belum mampu
memahami hubungan antara norma dengan kehidupan sehari-hari, Peserta didik
belum mampu menerapkan norma dalam kehidupan sehari-hari (Sopandi & Andina Sopandi, 2021).
Materi ini
penting untuk dipelajari oleh peserta didik karena dapat membantu mereka
memahami aturan-aturan yang berlaku di masyarakat dan menerapkannya dalam
kehidupan sehari-hari. Peserta didik belum mampu memahami hubungan antara norma
dengan kehidupan sehari-hari. Untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik
dalam materi norma dalam kehidupanku, diperlukan suatu upaya yang tepat. Salah
satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan media pembelajaran
yang tepat dengan adanya penggunaan media dalam proses pembelajaran maka guru
akan lebih mudah meningkatkan pemahaman belajar peserta didik (Ekayani, 2017).
Media
pembelajaran papan norma merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat
digunakan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi norma
dalam kehidupanku. Media pembelajaran ini berupa papan yang berisi berbagai
macam norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Media pembelajaran ini
dapat membantu peserta didik untuk memahami pengertian dan macam-macam norma,
serta hubungan antara norma dengan kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil
Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) yang dilakukan peneliti di kelas VC SD Negeri
Srondol Kulon 02 pada pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam proses
pembelajaran dirasa masih perlu menggunakan media. Kondisi pembelajaran
tersebut menyebabkan peserta didik akan lebih antusias mengikuti pembelajaran
serta dengan cepat dapat memahami materi yang disampaikan guru (Oktiani, 2017).
�Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan
bahwa upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VC pada mata
pelajaran Pendidikan Pancasila materi norma dalam kehidupanku dengan
menggunakan media pembelajaran papan norma merupakan suatu hal yang penting
untuk dilakukan (Tia Sakti Jelita, 2020).
Tujuan
penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap
norma-norma yang ada pada peserta didik SD Negeri Srondol Kulon 02. Manfaat
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini diharapkan akan memberikan manfaat bagi
peserta didik, guru, dan sekolah, terutama dalam proses pembelajaran. Adapun
manfaat hasil penelitian ini yaitu meningkatkan hasil belajra peserta didik
terutama pada mata pelajaran Pendidian Pancasila (Ananda, 2017).
METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang dipakai peneliti yaitu menggunakan
Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Mulyasa (2009: 11) menyatakan penelitian
tindakan kelas merupakan suatu upaya untuk mencermati kegiatan belajar
sekelompok peserta didik dengan memebrikan sebuah tindakan (treatment) yang
sengaja di munculkan. Istilah PTK dalam bahasa Inggris Classroom Action
Research (CAR) yaitu sebuah kegiatan penelitian yang dilakukan di kelas
Penelitian dilaksanakan pada semester I tahun pelajaran 2023/2024
di SD Negeri Srondol Kulon 02 Kecamatan Banyumanik� Kota Semarang. Waktu penelitian dari bulan
Oktober sampai bulan Desember 2023 terhadap peserta didik kelas VC mata
pelajaran Pendidikan Pancasila semester I tahun ajaran 2023/2024. Penelitian
dilaksanakan setiap hari Kamis sesui dengan jam pelajaran Pendidikan Pancasila
di kelas VC yang dijadikan objek penelitian.
Pengambilan data dilakukan dengan asesmen formatif. Teknik asesmen
formatif meliputi ukangan pada akhir siklus I dan akhir siklus II. Prosedur
penelitian ini terdiri dari empat kegiatan yang dilakukan dalam siklus
berulang, empat kegiatan utama yang ada pada siklus yaitu: 1) Perencanaan
(Planning) 2) Tindakan (Acting) 3) Pengamatan (Observing) 4) Refleksi
(Reflecting).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pada siklus I diberikan
Asesmen formatif pada akhir pemebelajaran yang ditunjukan untuk melihat
keberhasilan tindakan yang diberikan, apabiala peserta didik mendapat kriteria
ketuntasan minimal 75.� Adapu n data
hasil asesmen formatif yang dapat dilihat pada tabel sebagai berikut.
Tabel 1 Tigkat
Ketuntasan Belajara Peserta didik pada Siklus I
|
No |
Nama |
Nilai Siklus 1 |
Tuntas / Tidak Tuntas |
|
1 |
SW-1 |
80 |
Tuntas |
|
2 |
SW-2 |
60 |
Tidak Tuntas |
|
3 |
SW-3 |
80 |
Tuntas |
|
4 |
SW-4 |
70 |
Tidak Tuntas |
|
5 |
SW-5 |
50 |
Tidak Tuntas |
|
6 |
SW-6 |
90 |
Tuntas |
|
7 |
SW-7 |
90 |
Tuntas |
|
8 |
SW-8 |
60 |
Tidak Tuntas |
|
9 |
SW-9 |
40 |
Tidak Tuntas |
|
10 |
SW-10 |
80 |
Tuntas |
|
11 |
SW-11 |
70 |
Tidak Tuntas |
|
12 |
SW-12 |
80 |
Tuntas |
|
13 |
SW-13 |
40 |
Tidak Tuntas |
|
14 |
SW-14 |
80 |
Tuntas |
|
15 |
SW-15 |
60 |
Tidak Tuntas |
|
16 |
SW-16 |
60 |
Tidak Tuntas |
|
17 |
SW-17 |
80 |
Tuntas |
|
18 |
SW-18 |
60 |
Tidak Tuntas |
|
19 |
SW-19 |
70 |
Tidak Tuntas |
|
20 |
SW-20 |
90 |
Tuntas |
|
21 |
SW-21 |
70 |
Tidak Tuntas |
|
22 |
SW-22 |
80 |
Tuntas |
|
23 |
SW-23 |
70 |
Tidak Tuntas |
|
24 |
SW-24 |
70 |
Tidak Tuntas |
|
25 |
SW-25 |
30 |
Tidak Tuntas |
|
26 |
SW-26 |
90 |
Tuntas |
|
27 |
SW-27 |
40 |
Tidak Tuntas |
|
28 |
SW-28 |
60 |
Tidak Tuntas |
Tabel 2 Tingkat
Keberhasilan Peserta didik pada Siklus I
|
Kategori |
Nilai |
Frekuensi |
Persentase |
|
Tuntas |
>75 |
11 |
39% |
|
Tidak Tuntas |
<75 |
17 |
61% |
|
Jumlah |
|
28 |
100% |
Berdasarkan pada tabel di atas maka dapat diketahui bahwa
nilai hasil belajar� peserta didik dari
28 peserta didik, pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi norma pada
kehidupanku. Presentase nilai hasil belajar peserta didik pada siklus I
yang� mencapai nilai KKTP adalah 11
peserta didik (39%) dan� yang belum
mencapai nilai KKTP 17 peserta didik (61%), yang mana nilai KKTP minimsl 75.
Dengan kategori nilai terendah adalah 30, sedang nilai tertinggi 90 dan nilai
rata-rata pada pemebelajaran siklus 1 adalah 68. Hal ini menunjukan bahwa nilai
KKTP minimal pada peserta didik tergolong masih rendah dan peserta didik kelas
VC belum tuntas mempelajari materi norma dalam kehidupanku (PRIMASARI, 2016).
a. Hasil Siklus II
Pada akhir siklus II diberikan asesmen formatif yang bertujuan untuk
melihat kembali keberhasilan tindakan yang diberikan, apabila peserta didik
mendapat kriteria nilai KKTP minimal 75. Adapun data hasil asesmen formatif
yang dapat dilihat pada tabel sebagi berikut:
Tabel 3 Tibgkat Ketuntasan Belajar peserta didik pada Siklus II
|
No |
Nama |
Nilai Siklus 1 |
Tuntas / Tidak Tuntas |
|
1 |
SW-1 |
80 |
Tuntas |
|
2 |
SW-2 |
80 |
Tuntas |
|
3 |
SW-3 |
100 |
Tuntas |
|
4 |
SW-4 |
80 |
Tuntas |
|
5 |
SW-5 |
80 |
Tuntas |
|
6 |
SW-6 |
90 |
Tuntas |
|
7 |
SW-7 |
90 |
Tuntas |
|
8 |
SW-8 |
70 |
Tidak Tuntas |
|
9 |
SW-9 |
80 |
Tuntas |
|
10 |
SW-10 |
80 |
Tuntas |
|
11 |
SW-11 |
70 |
Tidak Tuntas |
|
12 |
SW-12 |
90 |
Tuntas |
|
13 |
SW-13 |
70 |
Tidak Tuntas |
|
14 |
SW-14 |
80 |
Tuntas |
|
15 |
SW-15 |
80 |
Tuntas |
|
16 |
SW-16 |
90 |
Tuntas |
|
17 |
SW-17 |
80 |
Tuntas |
|
18 |
SW-18 |
70 |
Tidak Tuntas |
|
19 |
SW-19 |
80 |
Tuntas |
|
20 |
SW-20 |
90 |
Tuntas |
|
21 |
SW-21 |
80 |
Tuntas |
|
22 |
SW-22 |
90 |
Tuntas |
|
23 |
SW-23 |
80 |
Tuntas |
|
24 |
SW-24 |
90 |
Tuntas |
|
25 |
SW-25 |
80 |
Tuntas |
|
26 |
SW-26 |
100 |
Tuntas |
|
27 |
SW-27 |
80 |
Tuntas |
|
28 |
SW-28 |
70 |
Tidak Tuntas |
Tabel 4 Tingkat
Keberhasilan Peserta didik pada Siklus II
|
Kategori |
Nilai |
Frekuensi |
Persentase |
|
Tuntas |
>75 |
23 |
82% |
|
Tidak Tuntas |
<75 |
5 |
18% |
|
Jumlah |
|
28 |
100% |
Berdasarkan pada tabel di
atas maka dapat diketahui bahwa nilai hasil belajar dari 28 peserta didik, pada
mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi norma di sekitarku (Bay, 2019). Presentase ketuntasan belajar peserta didik dengan mengunakan menit
belajar papan norma adalah 23 peserta didik (82%). Sedangkan peserta didik yang
belum memnuhi nilai KKTP ada 5 peserta didik (18%), yang mana nilai minimal
KKTP yaitu 75, dengan nilai terendah yang diperoleh peserta didik adalah 60,
sedangkan nilai tertinggi yang diperoleh peserta didik adalah 100, untuk
rata-rata nilai yang diperoleh peserta didik pada siklus II ini� adalah 81. Hal ini menunjukan nilai
ketuntasan minimal pada peserta didik kelas VC sudah tergolong tinggi dan sudah
mengalami peningkatan serta sudah mengalami nilai ketuntasan dalam mata
pelajaran Pendidikan Pancasila materi norma disekitarku (Syauqy Sabila Rosyad, n.d.).
Berdasarkan hasil
penilaian yang dilakukan melalui asesmen formatif pada akhir pembelajaran,
penerapn mendia pembelajaranj Papan Norma dalam proses pembelajaran Pendidikan
Pancasila� materi norma dalam kehidupanku
dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik.�
Hal ini disebabkan, keberhasilanya guru dapat membangun ras percaya diri
dan semangat peserta didik dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Selain itu
guru dapat membuat proses pembelajaran yang menyenangkan sehingga atusiasme
peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran lebih meningkat dan proses
pemebelajaran berhasil dilaksanakan dengan baik. Pada siklus I jumlah peserta
didik yang mendapat nilai diatas KKTP hanya 11peserta didik (39%) dari 28
peserta didik, sedangkan 17 peserta didik (61%) dinyatakan tidak tuntas (SULFIKAR, 2021).
Berdasarkan analisis data
pada siklus I dapat disimpulkan bahwa penerapan mendia Papan Norma yang
dilakukan peneliti belum dapat meningkatkan hasil hasil belajar peserta didik
pada pelajaran Pendidikan Pancasila materi norma disekitarku (Jati & Des Fitria, 2024). Sehingga perlu dilakukan perbaikan dan pengembangan dengan media Papan
Norma� pada siklus II. Pada siklus II
dari 28 peserta didik diperoleh 23 peserta didik (82%) mendapat nilai diatas
KKTP yaitu 75. Sengakan 5 peserta didik (18%) belum memcapai nilai KKTP. Lebih
jelasnya peningkatan hasil belajar pada siklus I dan siklus II dapat dilihat
pada tabel dibawah ini:
Tabel 5 Hasil
Belajara padaSiklus I dan Siklus II
|
No |
Deskripsi Nilai |
Nilai Rata-Rata Kentuntasan |
|
1 |
Siklus I |
39% |
|
2 |
Siklus II |
82% |
Pada tindakan siklus II
merupakan pernbaikan pembelajaran yang dilaksanakan pada siklus I. Dari asesmen
formatif yang sudah dikerjakan peserta didik dapat diperoleh nilai-rata kelas
meningkat, hal ini berarti pembelajaran dengan mengunakan media Papan Norma
yang dilaksanakan peneliti dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas
VC SDN Srondol Kulon 02. Hal tersebut dapat dilihat pad perubahan hasil belajar
peserta didik di mau dari siklus I dan siklus II pada grafik berikut:

Gambar 1 Hasil
Belajar Peserta didik Siklus I dan Siklus II
Berdasarkan hasil penelitian dan hasil analisis diperoleh
bahwa upaya peningkatan hasil belajar dengan menggunakan media belajar Papan
Norma dapat meningkatkan hasil belajara peserta didik dalam menyesuiakan
soal-sosal asesmen formatif yang diberikan. Dengan demikian media belajar
pemebelajaran Papan norma mempunyai salah satu peran penting dalam upaya
meningkatkan hasil belajar peserta didik.
KESIMPULAN
Berdasrkan analisis data pada penelitian ini, maka penulis dapat mengambil kesimpulan: hasil belajar Pendidikan Pancasila materi norma dalam kehidupanku meningkat. Pada saat siklus I diperoleh nilai rata-rata 68 dengan jumlah peserta didik 11 (39%) yang mendapat nilai diatas KKTP, sedangkan peserta didik sebanyak 17 (61%)� belum tuntas atau memiliki nilai kurang dari 75 batas minimal nilai KKTP. Sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh peserta didik adalah 81 dengan 23 (82%) peserta didik mendapat nilai diatas batas minimal KKTP dan hanya� 5 (81%) peserta didik yang belum memperoleh nilai batas minimal KKTP yaitu 75. Dengan penerapan media pembelajaran Papan Norma peserta didik lebih antusias dan lebih termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran.
DAFTAR PUSTAKA
AMALIA, R. (2016). PENINGKATAN
AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PKn MELALUI PENERAPAN
STRATEGI PEMBELAJARAN AKTIF TIPE INDEX CARD MATCH KELAS IV SDN 1 PEKALONGAN
KECAMATAN PEKALONGAN LAMPUNG TIMUR.
Ananda, R. (2017).
Penggunaan media audio visual untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan
kewarganegaraan siswa kelas IV SD Negeri 016 Bangkinang Kota. Jurnal
Basicedu, 1(1), 21�30.
Anatasya, E., &
Dewi, D. A. (2021). Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Sebagai
Pendidikan Karakter Peserta Didik Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan
Kewarganegaraan Undiksha, 9(2), 291�304.
Anshori, S. (2016).
Kontribusi ilmu pengetahuan sosial dalam pendidikan karakter. Edueksos
Jurnal Pendidikan Sosial & Ekonomi, 3(2).
Bay, R. R. (2019).
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan melalui Pembelajaran Saintifik dengan Menggunaan Media Gambar
Foto di Kelas V Sekolah Dasar Negeri Boameze. Musamus Journal of Primary
Education, 1(2), 83�92.
Ekayani, P. (2017).
Pentingnya penggunaan media pembelajaran untuk meningkatkan prestasi belajar
siswa. Jurnal Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, 2(1), 1�11.
Jati, D. H. P., &
Des Fitria, E. (2024). Media Pembelajaran Permainan Kartu Norma Bergambar untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Kelas X IPA 1 SMA Negeri 2 Boyolali. JIIP-Jurnal
Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(1), 785�791.
Nurgiansah, T. H.
(2021). Pendidikan Pancasila sebagai upaya membentuk karakter jujur. Jurnal
Pendidikan Kewarganegaraan Undiksha, 9(1), 33�41.
Oktiani, I. (2017).
Kreativitas guru dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Jurnal
Kependidikan, 5(2), 216�232.
PRIMASARI, D. (2016). ANALISIS
SOSIOLOGI SASTRA DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER.
Sopandi, D., &
Andina Sopandi, N. (2021). Perkembangan Peserta Didik. Deepublish.
SULFIKAR, S. (2021). MENINGKATKAN
KONSENTRASI BELAJAR PESERTA DIDIK DENGAN MEMANFAATKAN METODE ICE BREAKING PADA
PELAJARAN PAI DI KELAS VII SMPN SATAP 4 SALOLEKKO. INSTITUT AGAMA ISLAM
MUHAMMADIYAH SINJAI.
Sundari, F. (2017). Peran
Guru Sebagai Pembelajar dalam Memotivasi Peserta Didik Usia SD.
Syauqy Sabila Rosyad, S.
(n.d.). PENGGUNAAN MEDIA FLASH CARD PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV DI SDN
KARANGDUREN 01 BALUNG JEMBER TAHUN PELAJARAN 2022/2023.
Tia Sakti Jelita, J.
(2020). PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT)
BERBANTUAN MEDIA VIDEO INTERAKTIF TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS V
SDN 2 WAY DADI BANDAR LAMPUNG. UIN Raden Intan Lampung.