PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN, INOVASI PRODUK, DAN
LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KECAMATAN SUNGAI PINANG KOTA
SAMARINDA
Firda Fitriani1, Ana Noor Andriana2
Universitas Mulawarman Samarinda
[email protected]1,[email protected]2
Abstrak:
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam
ekonomi Indonesia, termasuk di Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda.
Faktor-faktor seperti orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi
keuangan diyakini memengaruhi kinerja UMKM. Namun, penelitian khusus tentang
pengaruh faktor-faktor ini terhadap kinerja UMKM di wilayah ini masih terbatas.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan
tersebut dan memberikan wawasan baru tentang bagaimana faktor-faktor ini
memengaruhi kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. Tujuan
penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis signifikansi pengaruh
orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan terhadap kinerja
UMKM di Kecamatan Sungai Pinang secara parsial dan secara simultan. Jenis
penelitian ini adalah penelitian deskriptif asosiatif dengan pendekatan
kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 80 UMKM di Kecamatan Sungai
Pinang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik
purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis
yang digunakan adalah regresi linear berganda. Berdasarkan analisis data yang
dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan,
berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang
Kota Samarinda, inovasi produk berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja
UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda, orientasi kewirausahaan,
inovasi produk, dan literasi keuangan secara bersama-sama berpengaruh secara
signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda.
Kata kunci: Orientasi
Kewirausahaan, Inovasi Produk, Literasi Keuangan, dan Kinerja UMKM
Abstract:
Micro, Small and
Medium Enterprises (MSMEs) have an important role in the Indonesian economy,
including in Sungai Pinang District, Samarinda City. Factors such as
entrepreneurial orientation, product innovation and financial literacy are
believed to influence MSME performance. However, specific research on the
influence of these factors on the performance of MSMEs in this region is still
limited. Therefore, this research aims to fill this knowledge gap and provide
new insights into how these factors influence the performance of MSMEs in
Sungai Pinang District, Samarinda City. The aim of this research is to test and
analyze the significance of the influence of entrepreneurial orientation,
product innovation and financial literacy on the performance of MSMEs in Sungai
Pinang District partially and simultaneously. This type of research is
associative descriptive research with a quantitative approach. The sample in
this research was 80 MSMEs in Sungai Pinang District. The sampling technique in
this research was carried out using a purposive sampling technique. The data
collection method uses a questionnaire. The analysis technique used is multiple
linear regression. Based on data analysis carried out in this research, it
shows that entrepreneurial orientation has a significant influence on the
performance of MSMEs in Sungai Pinang District, Samarinda City, product
innovation has a significant influence on the performance of MSMEs in Sungai
Pinang District, Samarinda City, entrepreneurial orientation, product innovation
and financial literacy. together they have a significant effect on the
performance of MSMEs in Sungai Pinang District, Samarinda City.
Keywords: Entrepreneurship Orientation,
Product Innovation, Financial Literacy, and MSME Performance
Corresponding: Firda Fitriani
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
UMKM merupakan
salah satu faktor yang mempengaruhi meningkat atau menurunnya pertumbuhan
ekonomi di Indonesia (ZHEEYAN
DWIVADY, 2023). Seperti yang termaktub pada UUD 1945 pasal
33 ayat 4, yang menjelaskan bahwa UMKM adalah bagian penting dalam perekonomian
nasional yang mempunyai potensi besar dan berwawasan kemandirian, sehingga
dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Kementerian
Koperasi dan UKM tahun 2020, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,19 juta
dengan kontribusi PDB sebesar 61,97% atau senilai 8.500 triliun. UMKM mampu
menyerap 97% dari keseluruhan tenaga kerja yang ada serta dapat memperoleh
hingga 60,4% dari total investasi, data tersebut merupakan kontribusi UMKM
terhadap perekonomian Indonesia.
Terdapat
beberapa alasan pentingnya UMKM dalam perekonomian nasional: (1) UMKM memiliki
potensi untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan kesempatan kerja yang
signifikan karena tergolong sangat padat karya, (2) Membantu dalam memberi
kesempatan banyak pekerja yang mempunyai tingkat pendidikan yang rendah, (3)
Banyaknya jumlah UMKM yang tersebar di perkotaan dan pedesaan bahkan daerah
terpencil, (4) UMKM dapat mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman, karena
adanya berbagai jenis investasi dan penanaman modal, (5) UMKM juga memiliki
tingkat fleksibilitas yang tinggi (Modal, 2021).
UMKM merupakan
tumpuan dan harapan besar bagi masyarakat luas, karena dapat menyediakan
lapangan kerja hingga dapat bertahan di segala kondisi seperti krisis ekonomi
saat adanya pandemi. Saat ini, UMKM mulai berbenah dan bangkit melawan
keterpurukan akibat adanya pandemi Covid-19. Para pelaku UMKM harus siap untuk
bersaing dengan UMKM lain agar dapat terus berkembang, dimaksudkan agar para
pelaku UMKM dapat berinovasi dalam menciptakan produk atau usaha baru yang
berbeda dan memiliki kinerja yang baik. Walaupun UMKM memiliki peran yang
potensial namun pada kenyataannya terdapat banyak masalah yang dihadapi dalam
perkembangannya. Secara umum, permasalahan yang terdapat pada UMKM ialah
permodalan, akses pasar, literasi keuangan, kompetensi sumber daya manusia, dan
hal-hal lain yang terkait dengan pengembangan usaha, sehingga diperlukan adanya
upaya strategis guna meningkatkan kinerja UMKM (Aribawa,
2016).
Tentunya
keberhasilan UMKM adalah tujuan utama dalam menjalankan sebuah usaha. Salah
satu cara yang dapat dilakukan untuk mengukur keberhasilan dalam usaha adalah
kinerja. Kinerja UMKM mampu dijadikan keberhasilan, penilaiannya juga dapat
menjadi masukan untuk perbaikan atau peningkatan kinerja suatu organisasi (Wardi, dkk.
2017). Kinerja yang baik merupakan salah satu
faktor penting yang dapat memengaruhi proses kemajuan dan kemunduran dari suatu
UMKM. Kinerja sebuah UMKM harus mencerminkan peningkatan dari satu periode ke
periode selanjutnya. Berbagai informasi dihimpun agar pekerjaan yang dilakukan
dapat dikontrol dan dipertanggungjawabkan. Hal ini dilakukan agar dapat
mencapai efisiensi dan efektivitas pada sebuah proses bisnis UMKM tersebut.
Salah satu
permasalahan internal yang sering dihadapi UMKM adalah orientasi kewirausahaan.
Orientasi kewirausahaan mengukur sejauh mana pemilik usaha dapat menjadi lebih
inovatif, proaktif, dan berani mengambil risiko. UMKM diharuskan untuk terus
mempelajari pengetahuan baru dan mengembangkan produk atau kinerja, sehingga
dapat memahami betul mengenai kewirausahaan, agar dapat mencapai keunggulan
kompetitif. Dari perspektif sumber daya (RBV), orientasi kewirausahaan ialah
orientasi strategis yang berbeda namun saling melengkapi sebagai sebuah
strategi. Orientasi kewirausahaan memprioritaskan filosofi dan perilaku dalam
mendeteksi lingkungan industri secara proaktif, termasuk informasi pasar dan
strategi pesaing untuk berinovasi dan menanggapi kebutuhan pelanggan. Pada
prinsipnya orientasi kewirausahaan menekankan UMKM untuk memiliki sifat
kesediaan agar selalu berinovasi. Inovasi yang dimaksud tidak hanya terkait
membuat sebuah produk baru melainkan inovasi dalam akses informasi dan akses
keuangan (Putra, dkk.
2021).
Faktor lain
yang dapat memengaruhi kinerja UMKM yaitu inovasi produk. Inovasi yaitu
kemampuan penerapan kreativitas dalam memecahkan persoalan dan peluang untuk
meningkatkan kehidupan (Tanan &
Dhamayanti, 2020). Produk yang dihasilkan oleh pengusaha
harus mempunyai inovasi. Inovasi produk diterapkan untuk memenuhi permintaan
pasar, yang berarti pengusaha harus mendesain produknya sesuai keinginan
konsumen agar produk yang dihasilkan tetap menarik konsumen untuk membeli dan
meningkatkan kinerja usaha.
Selain
orientasi kewirausahaan dan inovasi produk, hal terpenting dalam suatu UMKM
yaitu literasi keuangan (Ritonga et
al., 2023). Dalam menjalankan suatu usaha, seseorang
juga harus memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang keuangan untuk mengelola
keuangannya secara efektif, karena itu literasi keuangan sangat penting bagi
setiap pengusaha. Pada umumnya, UMKM di Indonesia berhubungan erat dengan akses
fiskal seperti akses permodalan atau dukungan fiskal dalam bentuk pinjaman
berbunga (leverage) yang merupakan sebuah pertimbangan penting untuk dapat
memperluas kinerja pasar maupun meningkatkan produksi dibutuhkan modal kerja
finansial yang cukup besar. Namun, ketika UMKM mengalami penurunan kinerja atau
bahkan pailit, hal itu menjadi sebuah tantangan besar bagi kelangsungan UMKM
itu sendiri. Akan tetapi, perkembangan finansial UMKM di Indonesia tergolong
lambat, padahal dampak dari kesuksesan mereka tidak hanya pada kemajuan
usahanya, tetapi juga dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran dan dapat
meningkatkan pendapatan daerah maupun pendapatan nasional. Hal tersebut
dikarenakan, dari beberapa penelitian terkait pelaku usaha masih ditemukan
rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan para pelaku usaha. Kecilnya
kemungkinan untuk merencanakan masa depan, membuat seseorang cenderung
mempunyai masalah dengan hutang, dan terlibat kredit dengan biaya yang lebih
tinggi� merupakan dampak dari kurangnya
literasi keuangan (Lusardi,
dkk. 2010).
Permasalahan
yang ditemukan pada UMKM skala nasional saat ini adalah menurunnya daya beli
masyarakat sehingga para UMKM mengalami penurunan pendapatan. Penurunan daya
beli masyarakat juga diperkirakan akan menurun seiring dengan kenaikan
rata-rata upah minimum provinsi (UMP) 2022 yang lebih rendah yaitu sebesar 1,09
persen dibandingkan dengan rata-rata upah minimum lima tahun terakhir, yaitu
mencapai 8-9 persen (Saputra,
2021). Selain itu, permasalahan lain yang membuat
terbatasnya peran UMKM adalah kurangnya akses ke layanan keuangan formal
ataupun non-formal. Menurut data dari bi.go.id menunjukkan bahwa masih rendahnya
akses pembiayaan pada pangsa pasar kredit UMKM yaitu kurang dari 20 persen.
Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) juga mencatat bahwa
mayoritas pemilik UMKM belum mendapatkan akses kredit, itu dilihat dari sekitar
60 juta UMKM, 46,6 juta atau 77,6 persen di antaranya tidak dapat mengakses
kredit perbankan maupun fintech. Walaupun jumlah pelaku UMKM yang tidak
tersentuh bank atau unbankable terus berkurang, namun belum sepenuhnya
memanfaatkan layanan pembiayaan dikarenakan, masih rendahnya literasi yang
membuat ini menjadi sebuah masalah yang perlu diperhatikan (Ramli, 2021). Diperlukan adanya pendekatan multi
dimensi, dikarenakan akses ke layanan keuangan adalah masalah yang cukup
kompleks agar dapat mengatasi UMKM yang unbanked.
Berfokus pada
Provinsi Kalimantan Timur, menurut Hadi Mulyadi selaku Wakil Gubernur
Kalimantan Timur, sama seperti permasalahan UMKM secara umum, sulitnya
mendapatkan modal dan kurangnya pengetahuan mengenai persyaratan untuk dapat
mengakses modal dari perbankan atau koperasi merupakan salah satu hal yang
membuat terhambatnya UMKM di Kalimantan Timur untuk berkembang (Kemenkes,
2020). Minimnya literasi
terkait penggunaan produk-produk perbankan untuk transaksi dan pembiayaan usaha
membuat para pemilik UMKM kurang memanfaatkannya dengan baik.
Tabel 1
Data Dinas UKM Provinsi Kalimantan Timur
|
|
|
UKM |
Total |
||||
|
No |
Kab/Kota |
Industri |
Dagang |
Jasa |
|||
|
|
|
Knliner |
Industri
Pengolahan |
Kerajinan |
|||
|
1 |
Samarinda |
34966 |
111 |
104 |
99167 |
24276 |
158624 |
|
2 |
Kntai
Kartanegara |
253 |
721 |
21 |
245 |
293 |
1533 |
|
3 |
Kntai
Barat |
329 |
1987 |
1045 |
505 |
302 |
4168 |
|
4 |
Kntai
Timer |
211 |
1560 |
18 |
994 |
778 |
3561 |
|
5 |
Balikpapan |
39861 |
1999 |
6 |
60995 |
2199 |
105060 |
|
6 |
Paser |
248 |
2391 |
25 |
439 |
562 |
3665 |
|
7 |
PPU |
54 |
1045 |
0 |
129 |
24 |
1252 |
|
8 |
Mahulu |
122 |
24 |
289 |
106 |
57 |
598 |
|
9 |
Beran |
308 |
955 |
49 |
375 |
119 |
1806 |
|
10 |
Bontang |
17644 |
3128 |
16 |
6187 |
101 |
27076 |
|
Jumlah |
93996 |
13921 |
1573 |
169142 |
28711 |
307343 |
|
Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan
Koperasi, dan UKM 2019
Pada tabel 1 menunjukkan
bahwa Kota Samarinda merupakan kota yang memiliki jumlah UKM terbanyak di
Provinsi Kalimantan Timur yaitu sebanyak 158.624 UKM, dan usaha bidang kuliner
merupakan bidang industri yang mendominasi di dalamnya, yaitu sebanyak 34.966
UKM di bidang makanan dan minuman (kuliner) yang terbagi di beberapa kecamatan
yang ada di Samarinda.
Berdasarkan
wawancara dengan Ibu Dra. Hj. Marsidah, M.Adm.KP., selaku Kasi Pengembangan
Wirausaha di Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian
Kota Samarinda pada November 2022 menjelaskan bahwa UMKM di Kecamatan
Sungai Pinang memiliki banyak potensi unggulan yang dapat dikembangkan, namun
masih kurangnya sumber daya serta kapabilitas UMKM untuk terus bersaing
sehingga diperlukan adanya orientasi kewirausahaan agar dapat terus bertahan
dan unggul jika dibandingkan dengan para kompetitor mereka.
Tabel 2
Data Dinas UKM Kota Samarinda
|
No |
Kecamatan |
Jenis usaha |
|||||||
|
Kuliner |
Fashion |
Pendidikan |
Agrobisnis |
Otomotif |
Internet |
Lainnya |
Jumlah |
||
|
1 |
Samarinda ilir |
1.793 |
641 |
6 |
972 |
82 |
51 |
831 |
4376 |
|
2 |
Samarinda utara |
1.807 |
616 |
9 |
1.370 |
129 |
36 |
1.915 |
5882 |
|
3 |
Samarinda ulu |
2.121 |
401 |
10 |
2.023 |
121 |
67 |
375 |
5118 |
|
4 |
Sungai kunjang |
2.016 |
453 |
2 |
539 |
31 |
23 |
1.925 |
4988 |
|
5 |
Samarinda
seberang |
854 |
375 |
2 |
480 |
43 |
20 |
539 |
2304 |
|
6 |
Palaran |
931 |
369 |
2 |
1.271 |
69 |
14 |
729 |
3385 |
|
7 |
Sambutan |
1.667 |
542 |
2 |
1.314 |
100 |
41 |
1.000 |
4666 |
|
8 |
Sungai pinang |
2.150 |
1.079 |
4 |
1.501 |
79 |
53 |
546 |
5412 |
|
9 |
Samarinda koto |
730 |
222 |
5 |
247 |
39 |
27 |
285 |
1582 |
|
10 |
Loa janan ilir |
1.259 |
478 |
3 |
1.323 |
68 |
27 |
518 |
3676 |
|
Jumlah |
15.319 |
5.176 |
45 |
11.076 |
760 |
359 |
8.663 |
41.384 |
|
Sumber:
Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Samarinda
Berdasarkan
data pada tabel 2 menunjukkan bahwa dari 10 kecamatan yang ada di Samarinda,
Kecamatan Sungai Pinang merupakan kecamatan dengan jumlah pelaku UMKM terbanyak
di bidang kuliner yaitu sebanyak 5412 pelaku usaha. Usaha makanan/minuman
menjadi sektor yang sangat strategis dalam meningkatkan perekonomian daerah dan
menyerap tenaga kerja, karena memiliki potensi pasar yang besar dan
terus-menerus, sebab hal tersebut telah menjadi takdir manusia yang selalu
membutuhkan makanan setiap harinya (Mulawarman
et al., 2020). Hal ini menarik untuk diteliti karena
tingginya persaingan membuat para UMKM harus memiliki kemampuan orientasi
kewirausahaan baik dari segi inovasi produk, maupun pengetahuan mengenai
literasi keuangan.
Berdasarkan
latar belakang yang ada, peneliti dapat menarik benang merah dari permasalahan
yang dihadapi oleh UMKM sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
yang berjudul �Pengaruh Orientasi Kewirausahaan, Inovasi Produk, dan Literasi
Keuangan Terhadap Kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda�.
Penelitian ini
bertujuan untuk menguji dan menganalisis signifikansi pengaruh orientasi
kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan terhadap kinerja UMKM di
Kecamatan Sungai Pinang. Manfaatnya meliputi kontribusi bagi penyusun regulasi
untuk merancang kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan kinerja UMKM
serta mengevaluasi pencapaian target pemerintah. Bagi praktek bisnis,
penelitian ini memberikan wawasan dan pengetahuan teoritis yang dapat digunakan
dalam menetapkan kebijakan di masa mendatang bagi pemilik UMKM (Linting,
2021). Bagi akademisi, penelitian ini menjadi
referensi untuk penelitian selanjutnya dengan objek yang serupa, memfasilitasi
peningkatan kualitas penelitian di masa depan.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang peneliti gunakan
yaitu deskriptif asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Rumusan masalah
deskriptif berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri,
baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Data
dikumpulkan melalui instrument penelitian dengan analisis statistik untuk
melakukan uji hipotesis.
Populasi untuk penelitian ini yaitu UMKM
di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda yang beroperasi pada jenis usaha FnB
dan telah berdiri minimal 2 tahun lamanya, serta terdaftar di Dinas Koperasi
dan UKM Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan rumus Slovin dan hasil dari
perhitungan menggunakan rumus tersebut sampel yang digunakan adalah 80
responden. Pada penelitian ini, jenis sampel yang digunakan adalah non
probability sampling dengan metode purposive sampling.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji
Validitas dan Uji Reliabilitas
Uji Validitas merupakan uji yang berguna sebagai pengukur sebuah instrument
penelitian apakah telah valid atau belum. Instrimen penelitian dapat dikatakan
valid apabila pertanyaan yang diajukan telah mencakup seluruh elemen yang
diukur oleh isntrumen itu sendiri. Berikut ini hasil pengujian validitas
instrumen yang terdapat di dalam Tabel 4.36 sebagai berikut:
Tabel 3
Hasil Uji Validitas
|
Indikator |
Rxy |
r-tabel |
Keterangan |
|||
|
X1.1 |
0,599 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X1.2 |
0,458 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X1.3 |
0,648 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X1.4 |
0,684 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X1.5 |
0,611 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X1.6 |
0,631 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X1.7 |
0,636 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X1.8 |
0,590 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X1.9 |
0,526 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X1.10 |
0,436 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X2.1 |
0,646 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X2.2 |
0,710 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X2.3 |
0,616 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X2.4 |
0,750 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X2.5 |
0,725 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X2.6 |
0,773 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X3.1 |
0,499 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X3.2 |
0,671 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X3.3 |
0,651 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X3.4 |
0,409 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X3.5 |
0,514 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X3.6 |
0,532 |
0,219 |
Valid |
|||
|
X3.7 |
0,434 |
0,219 |
Valid |
|||
|
Y1 |
0,570 |
0,219 |
Valid |
|||
|
Y2 |
0,422 |
0,219 |
Valid |
|||
|
Y3 |
0,597 |
0,219 |
Valid |
|||
|
Y4 |
0,513 |
0,219 |
Valid |
|||
|
Y5 |
0,572 |
0,219 |
Valid |
|||
|
Y6 |
0,583 |
0,219 |
Valid |
|||
|
Y7 |
0,635 |
0,219 |
Valid |
|||
|
Y8 |
0,450 |
0,219 |
Valid |
|||
Sumber: Data Primer Diolah,
2023
Dari tabel 3 dapat
diketahui bahwa nilai rxy > 0,219, sehingga seluruh pertanyaan dalam kuesioner pada item-item pertanyaan
pada variabel orientasi kewirausahaan, inovasi produk, literasi keuangan, dan kinerja UMKM adalah valid.
Uji Reliabilitas
Uji ini digunakan
apabila penelitian tersebut dapat reliabel/konsisten dalam menentukan sejauh mana alat pengukur
dapat dipercaya pada program SPSS, uji diperhitungkan dengan melihat crochbach�s alpha lebih besar dari level signifikansi yang sebelumnya
telah ditentukan Berikut ini hasil
uji reliabilitas instrumen variabel orientasi kewirausahaan, inovasi produk, l
i terasi keuangan, dan kinerja
UMKM.
Tabel 4
Hasil Uji Reliabilitas
|
Variabel |
Cronbach Alpha |
Nilai Kritis |
Keterangan |
|
Orientasi Kewirausahaan |
0,865 |
≥ 0,60 |
Reliabel |
|
Inovasi Produk |
0,882 |
≥ 0,60 |
Reliabel |
|
Literasi Keuangan |
0,772 |
≥ 0,60 |
Reliabel |
|
Kinerja UMKM |
0,813 |
≥ 0,60 |
Reliabel |
Dari tabel 4 dapat
diketahui bahwa koefisien Cronbach�s Alpha > 0,60 sehingga seluruh pertanyaan dalam kuesioner pada item-item
pertanyaan variabel orientasi kewirausahaan,
inovasi produk, literasi keuangan,
dan kinerja UMKMbersifat reliabel.
Uji Asumsi Klasik
a. Uji Normalitas
Uji normalitas
bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi
normal atau tidak (Sukestiyarno &
Agoestanto, 2017). Untuk menguji normalitas, dapat menganalisis dengan melihat nilai
probabilitasnya. Dasar pengambilan keputusan adalah j ika nilai probabilitas > 0,05, maka model
regresi memenuhi asumsi normalitas. Hasil uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov
Test sebagai berikut:
�������������� Tabel 5
Hasil Uji Normalitas dengan Kolmogorov Smirnov
Test
|
Variabel |
Sig. |
Level of Significant |
Keterangan |
|
Residual |
0,200 |
0,05 |
Normal |
Sumber : Data Primer Diolah, 2023.
Berdasarkan hasil uji normalitas
dengan Kolmogorov Smirnov Test di atas terlihat bahwa nilai probabilitas 0,200 > 0,05, maka model
regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas merupakan suatu keadaan
dimana salah satu atau lebih variabel independen dapat dinyatakan sebagai
kombinasi linier dari variabel independen lainnya. Salah satu asumsi regresi linier klasik adalah tidak adanya multikolinearitas sempurna
(no perfect multikolinearitas). Suatu model
regresi dikatakan terkena multikolinearitas apabila terjadi korelasi linier yang perfect atau exact di
antara beberapa atau semua variabel bebas. Kriteria pengujian dalam penelitian ini adalah tidak terjadi multikolinearitas jika Tolerance >
0.10 dan VIF < 10
Hasil uji multikolinearitas sebagai berikut:
Tabel
6
Hasil
Uji Multikolinearitas
|
Variabel |
VIF |
Tolerance |
Keterangan |
|
Orientasi Kewirausahaan
(X1) |
1,520 |
0,658 |
Tidak ada multikolinearitas |
|
Inovasi Produk (X2) |
1,778 |
0,562 |
Tidak ada multikolinearitas |
|
Literasi Keuangan
(X3) |
1,461 |
0,684 |
Tidak ada multikolinearitas |
Sumber: Data Primer Diolah,
2023.
Berdasarkan hasil uji
multikolinearitas dengan metode VIF, nilai VIF < 10 dan nilai Tolerance >
0.10, artinya semua variabel bebas tidak terjadi multikolinearitas, sehingga
tidak membiaskan interpretasi hasil analisis regresi.
c. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas
adalah situasi dimana varian (σ2) dari faktor pengganggu atau disturbance term adalah sama untuk semua observasi
X. Penyimpangan terhadap asumsi ini yaitu disebut heteroskedastisitas yaitu apabila
nilai varian (σ2)
variabel tak bebas (Yi) meningkat sebagai akibat dari meningkatnya varian dari
variabel bebas (Xi), maka varian dari Yi tidak sama (Ghozali, 2021). Pendeteksian
heteroskedastisitas dalam penelitian ini dilakukan dengan Uji Glejser. Hasil
uji heteroskedastisitas dengan Uji Glejser sebagai berikut:
Tabel 7
Hasil Uji
Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser
|
Variabel |
Sig. |
Nilai Kritis |
Keterangan |
|
Orientasi Kewirausahaan (X1) |
0,358 |
0,05 |
Homoskedastisitas |
|
Inovasi Produk (X2) |
0,104 |
0,05 |
Homoskedastisitas |
|
Literasi Keuangan
(X3) |
0,795 |
0,05 |
Homoskedastisitas |
Sumber : Data Primer Diolah, 2023.
Berdasarkan hasil uji
heteroskedastisitas dengan menggunakan Uji Glejser terlihat bahwa nilai
signifikan (Sig.(2-tailed)) > 0,05. Hal ini berarti model yang diestimasi
bebas dari heteroskedastisitas. Oleh karena itu, juga dapat disimpulkan bahwa
model regresi tidak mengalami heteroskedastisitas.
Analisis Regresi Linear Berganda
a.
Persamaan Regresi
linier berganda
Model regresi
linier berganda bertujuan
untuk memprediksi besar variabel independen dengan menggunakan data variabel independen yang sudah diketahui
besarnya (Rikah, 2016). Variabel independen terdiri dari orientasi
kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan. Sedangkan
variabel dependennya adalah kinerja UMKM. Dapat
diketahui hasil uji regresi linear berganda sebagai berikut:
Tabel 8
Hasil Uji Regresi Linear
Berganda
|
Coefficientsa |
|||||||
|
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
||||||
|
|
|
B |
Std. Error |
Beta |
|
|
|
|
|
(Constant) |
1.019 |
.292 |
|
3.491 |
.001 |
|
|
X1 |
.308 |
.080 |
.335 |
3.843 |
.000 |
||
|
X2 |
.117 |
.055 |
.201 |
2.138 |
.036 |
||
|
X3 |
.352 |
.071 |
.423 |
4.949 |
.000 |
||
a. Dependent Variable: Y
Sumber : Data Primer Diolah,
2023.
Dari tabel diatas
menunjukkan persamaan regresinya sebagai berikut :
b.
Pengujian Koefisien Determinasi
Untuk mengetahui uji koefisien determinasi yang dilakukan dengan menggunakan program
SPSS 25 for Windows dapat dilihat pada tabel
di bawah ini:
Tabel 9
Hasil Uji Koefisien Determinasi
(R�)
|
Model Summary |
||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the
Estimate |
|
1 |
.788a |
.620 |
.605 |
.25469 |
|
a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2 |
|
|||
Sumber : Data Primer Diolah,
2023.
Berdasarkan uji koefisien
determinasi pada tabel diatas menunjukkan nilai R Square sebesar
0,620 atau 62,0%, ini menunjukkan bahwa variabel dependen kinerja UMKM dapat dijelaskan oleh variabel independent orientasi kewirausahaan, inovasi produk dan literasi keuangan sebesar 62,0% sedangkan sisanya sebesar 38,0%
dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model dalam penelitian. Angka koefisien (R) sebesar 0,788 menunjukkan bahwa ada
hubungan sangat kuat antara variabel independen dengan variabel dependen karena
memiliki nilai koefisien korelasi diatas
0,5.
c.
Pengujian Hipotesis Pengaruh Secara Parsial
(Uji t)
Uji t pada dasarnya
menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan
variasi variabel dependen (Ghozali, 2021). Untuk dapat mengetahui apakah ada pengaruh
yang signifikan dari masing-masing variabel
dapat dibandingkan dengan
derajat kepercayaan sebesar 5%. Jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05
maka variabel independen secara satu persatu berpengaruh terhadap variabel
dependen. Sebaliknya, jika nilai
probabilitas lebih besar dari 0,05 maka variabel independen secara satu persatu
tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.
Adapun pengujian ini dilakukan dengan
menggunakan Program SPSS
adalah sebagai berikut :
Tabel 10
Hasil Uji t
|
Coefficientsa |
|||||
|
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
|
|
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
|
|
|
|
(Constant) |
1.019 |
.292 |
|
3.491 |
.001 |
|
X1 |
.308 |
.080 |
.335 |
3.843 |
.000 |
|
X2 |
.117 |
.055 |
.201 |
2.138 |
.036 |
|
X3 |
.352 |
.071 |
.423 |
4.949 |
.000 |
|
a. Dependent Variable: Y |
|
|
|
|
|
Sumber : Data Primer Diolah,
2023.
Dari tabel output SPSS
diatas, kita akan
melakukan uji untuk mengetahui apakah
variabel orientasi kewirausahaan (X₁), inovasi produk (X₂), dan literasi keuangan
(X 3) secara parsial
berpengaruh terhadap variabel
kinerja UMKM. Sehingga
menurut keterangan diatas maka didapatkan tabel sebagai berikut:
Tabel 11
Hasil Uji t
|
No |
Variabel |
Sig. |
Probabilitas |
t hitung |
t tabel |
Keputusan |
|
1 |
Orientasi Kewirausahaan |
0,000 |
0,05 |
3,843 |
1,992 |
H₁ diterima |
|
2 |
Inovasi Produk |
0,036 |
0,05 |
2,138 |
1,992 |
H2 diterima |
|
3 |
Literasi Keuangan |
0,000 |
0,05 |
4,949 |
1,992 |
H3 diterima |
Sumber
: Data Primer Diolah,
2023
Dari tabel 11 terlihat
bahwa orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan berpengaruh secara parsial
terhadap kinerja UMKM.
Oleh karena itu, hasil hipotesis dalam penelitian ini adalah :
H1 : Orientasi kewirausahaan berpengaruh
signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan
Sungai Pinang Kota
Samarinda
H2 : Inovasi
produk berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM
di Kecamatan Sungai Pinang
Kota Samarinda
H3 : Literasi keuangan
berpengaruh signifikan
terhadap kinerja UMKM di Kecamatan
Sungai Pinang Kota
Samarinda
d.
Pengujian Hipotesis
Pengaruh Secara Simultan
(Uji F)
Uji F pada dasarnya
menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara
bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat.
Dasar pengambilan keputusan dalam uji F sebagai berikut
:
1. Jika F hitung <
F tabel, maka H₀ diterima
2. Jika F hitung
> F tabel, maka H₀
ditolak (H₁ diterima)
Hasil perhitungan uji F dengan
menggunakan program SPSS,
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 12
Hasil Uji F
|
ANOVAa |
|||||
|
Model |
Sum of Squares |
Df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
Regression |
8.058 |
3 |
2.686 |
41.409 |
.000b |
|
Residual |
4.930 |
76 |
.065 |
|
|
|
Total |
12.988 |
79 |
|
|
|
|
a. Dependent Variable: Y |
|
|
|
|
|
|
b. Predictors: (Constant), X3, X1, X2 |
|
|
|
|
|
Sumber : Data Primer Diolah,
2023.
Berdasarkan tabel 12 diketahui
nilai F hitung sebesar 41,409 dengan tingkat signifikansi 0,000 melihat pada
Uji ANOVA dalam regresi linear dengan nilai signifikansi 0,05. DF1 adalah
jumlah variabel bebas X=3, sedangkan DF2 adalah jumlah sampel 80 dikurangi
jumlah variabel = 76, maka diperoleh F tabel sebesar 2,72 sehingga diperoleh F
hitung > F tabel (41,409 > 2,72) dan signifikansi penelitian 0,000 <
0,05 maka H₀ ditolak dan H₁ diterima. Kesimpulannya adalah
orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan berpengaruh
signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda.
Pembahasan Hasil
Penelitian
Pengaruh Orientasi
Kewirausahaan terhadap Kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda
Hasil analisis regresi linier
menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh secara signifikan
terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda (dilihat dari
nilai probabilitas (sig.) t-hitung (0,000) < Level of Significant (0,05) dan
t hitung lebih besar dari t tabel (3,843 > 1,992)). Hasil penelitian ini
sesuai dengan penelitian Mustari et al., (2021) yang menunjukan hasil bahwa
orientasi kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM.
Orientasi kewirausahaan dapat
dikatakan sebagai salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam
meningkatkan kinerja usaha. Seseorang yang memiliki orientasi kewirausahaan
yang tinggi, maka akan mendorong semakin tingginya tingkat kinerja usaha,
karena orientasi kewirausahaan memiliki peran untuk menjamin suksesnya suatu
usaha yang dikerjakan serta memberikan dorongan melalui sikap wirausaha dalam
berusaha untuk mencapai kesuksesan.
Pengaruh Inovasi Produk
terhadap Kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda
Hasil analisis regresi linier
menunjukkan bahwa inovasi produk berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja
UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda (nilai probabilitas (sig.)
t-hitung (0,040) < Level of Significant (0,05) t hitung lebih besar dari t
tabel (2,138> 1,992)). Hal ini dapat diartikan, jika semakin tinggi inovasi
produk maka akan mendorong semakin tingginya kinerja perusahaan (UMKM di
Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda). Sebaliknya, jika inovasi produk rendah
maka kinerja perusahaan juga akan mengalami penurunan. Dengan inovasi yang
kuat, maka akan membantu perusahaan dalam pengembangan ide tentang pembaharuan
produk, fokus pada upaya untuk menghasilkan produk, serta berupaya untuk
memasarkan produk yang variatif. Hasil penelitian ini sesuai
dengan penelitian Ahadhini dan Sarwono, (2022) yang menunjukkan hasil bahwa
inovasi produk berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM. .
Pengaruh Literasi
Keuangan terhadap Kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda
Hasil analisis regresi linier
menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap
kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda (nilai probabilitas
(sig.) t-hitung (0,005) < Level of Significant (0,05) t hitung lebih besar
dari t tabel (4,949> 1,992)). Hal ini dapat diartikan, jika literasi keuangan
meningkat, maka kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda
mengalami peningkatan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian
Rohman (2021) dan Larashati dan Hariyati (2021) yang menyatakan bahwa literasi
keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM.
Pengaruh Orientasi
Kewirausahaan, Inovasi Produk, dan Literasi Keuangan terhadap Kinerja UMKM di
Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda
Hasil analisis Regresi Linier
menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi
keuangan secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja
UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda (nilai probabilitas (sig.)
F-hitung (0,000) < Level of Significant (0,05)). Hal ini dapat diartikan,
jika orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan li terasi keuangan meningkat
secara bersama-sama, maka kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota
Samarinda mengalami peningkatan. Orientasi kewirausahaan berkaitan dengan
pencarian peluang bagi para pelaku usaha, mencari peluang-peluang baru untuk
terus mengembangkan usahanya. Semangat kewiraushaan harus tetap ada di dalam
diri pelaku usaha, tanpa adanya semangat usaha akan sulit untuk menjalankan
usaha. Selain semangat berwirausaha yang harus selalu ada dalam diri pelaku
usaha hal yang terpenting juga harus melakukan pembaharuan produk (inovasi
produk) agar mampu bersaing dengan para kompetitor.
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis data dan pembahasan mengenai
pengaruh orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan terhadap
kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda, dapat disimpulkan bahwa
orientasi kewirausahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM
di wilayah tersebut. Selain itu, inovasi produk juga memberikan dampak yang
signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda.
Selanjutnya, literasi keuangan juga terbukti berpengaruh secara signifikan
terhadap kinerja UMKM di wilayah tersebut. Secara keseluruhan, orientasi
kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan, ketika digabungkan,
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai
Pinang Kota Samarinda.
DAFTAR PUSTAKA
Aribawa, D. (2016).
Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Jawa
Tengah. Jurnal Siasat Bisnis.
https://doi.org/10.20885/jsb.vol20.iss1.art1
Kemenkes, R. I. (2020).
Buletin SDM Kesehatan Edisi Februari 2020. Buletin SDM Kesehatan.
Linting, V. A. C.
(2021). Pengaruh Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, Dan Kepribadian
Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Pada Pelaku Umkm Kerajanan Tenun Di Toraja.
UNIVERSITAS HASANUDDIN.
Lusardi, A., Mitchell,
O. S., & Curto, V. (2010). Financial literacy among the young. Journal
of Consumer Affairs. https://doi.org/10.1111/j.1745-6606.2010.01173.x
Modal, B. K. P. (2021). Upaya
Pemerintah untuk Memajukan UMKM Indonesia. BPKM/Investasi.
Mulawarman, W. G.,
Sulistyowati, E. D., Wahyuningsih, T., Rokhmansyah, A., & Pagoray, H.
(2020). KAJIAN PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2019: Perempuan Kepala
Rumah Tangga Miskin Yang Mempunyai Usaha Ekonomi Di Bontang, Samarinda, Dan
Kutai Timur. Istana Agency.
Putra, D., Swissia, P.,
Irawati, A., & Putra, A. A. (2021). Pengembangan Inovatif UMKM Seni Lukis
Kulit Berbasis Digital Di Desa Penguyuban Kecamatan Way Lima, Kab. Pesawaran,
Lampung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(7), 1421�1430.
Ramli, R. R. (2021,
April). 77,6 Persen UMKM Indonesia Masih Tidak Mendapat Akses Kredit. KOMPAS.Com.
Rikah, R. (2016).
Pengaruh Rasio keuangan dalam memprediksi Financial Distress pada Perusahaan di
Sektor Pertanian dan Pertambangan yang Terdaftar di bursa efek Indonesia. Jurnal
Akuntansi & Bisnis, 2(01).
Ritonga, M., Arita, S.,
Delfiani, S., & Sofia, N. (2023). Pengaruh Orientasi Kewirausahaan,
Literasi Keuangan, dan Keunggulan Bersaing Terhadap Kinerja UKM Bisnis
Keluarga. Jurnal Ecogen, 6(3), 400�411.
Saputra, D. (2021,
November). Kenaikan UMP 2022 Minim, Daya Beli Masyarakat Tergerus? Bisnis.Com.
Sukestiyarno, Y. L.,
& Agoestanto, A. (2017). Batasan prasyarat uji normalitas dan uji
homogenitas pada model regresi linear. Unnes Journal of Mathematics, 6(2),
168�177.
Tanan, C. I., &
Dhamayanti, D. (2020). Pendampingan UMKM dalam pengelolaan keuangan usaha guna
peningkatan ekonomi masyarakat di distrik abepura jayapura. Amalee:
Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 1(2),
173�185.
Wardi, Y., Susanto, P.,
& Abdullah, N. L. (2017). Orientasi Kewirausahaan pada Kinerja Usaha Kecil
dan Menengah (UKM) Sumatera Barat: Analisis Peran Moderasi dari Intensitas
Persaingan, Turbulensi Pasar dan Teknologi. Jurnal Manajemen Teknologi.
https://doi.org/10.12695/jmt.2017.16.1.4
Zheeyan Dwivady, Y.
(2023). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Umkm Di Kota
Jambi (Studi Kasus Pada Umkm Di Jambi Night Market). Universitas Jambi.