PENGARUH ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN, INOVASI PRODUK, DAN LITERASI KEUANGAN TERHADAP KINERJA UMKM DI KECAMATAN SUNGAI PINANG KOTA SAMARINDA

 

Firda Fitriani1, Ana Noor Andriana2

Universitas Mulawarman Samarinda

[email protected]1,[email protected]2

 

Abstrak:

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam ekonomi Indonesia, termasuk di Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. Faktor-faktor seperti orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan diyakini memengaruhi kinerja UMKM. Namun, penelitian khusus tentang pengaruh faktor-faktor ini terhadap kinerja UMKM di wilayah ini masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan pengetahuan tersebut dan memberikan wawasan baru tentang bagaimana faktor-faktor ini memengaruhi kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis signifikansi pengaruh orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang secara parsial dan secara simultan. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini adalah 80 UMKM di Kecamatan Sungai Pinang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Berdasarkan analisis data yang dilakukan pada penelitian ini menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan, berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda, inovasi produk berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda, orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda.

 

Kata kunci: Orientasi Kewirausahaan, Inovasi Produk, Literasi Keuangan, dan Kinerja UMKM

 

Abstract:

Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) have an important role in the Indonesian economy, including in Sungai Pinang District, Samarinda City. Factors such as entrepreneurial orientation, product innovation and financial literacy are believed to influence MSME performance. However, specific research on the influence of these factors on the performance of MSMEs in this region is still limited. Therefore, this research aims to fill this knowledge gap and provide new insights into how these factors influence the performance of MSMEs in Sungai Pinang District, Samarinda City. The aim of this research is to test and analyze the significance of the influence of entrepreneurial orientation, product innovation and financial literacy on the performance of MSMEs in Sungai Pinang District partially and simultaneously. This type of research is associative descriptive research with a quantitative approach. The sample in this research was 80 MSMEs in Sungai Pinang District. The sampling technique in this research was carried out using a purposive sampling technique. The data collection method uses a questionnaire. The analysis technique used is multiple linear regression. Based on data analysis carried out in this research, it shows that entrepreneurial orientation has a significant influence on the performance of MSMEs in Sungai Pinang District, Samarinda City, product innovation has a significant influence on the performance of MSMEs in Sungai Pinang District, Samarinda City, entrepreneurial orientation, product innovation and financial literacy. together they have a significant effect on the performance of MSMEs in Sungai Pinang District, Samarinda City.

 

Keywords: Entrepreneurship Orientation, Product Innovation, Financial Literacy, and MSME Performance

Corresponding: Firda Fitriani

E-mail: [email protected]

Description: https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

PENDAHULUAN

UMKM merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi meningkat atau menurunnya pertumbuhan ekonomi di Indonesia (ZHEEYAN DWIVADY, 2023). Seperti yang termaktub pada UUD 1945 pasal 33 ayat 4, yang menjelaskan bahwa UMKM adalah bagian penting dalam perekonomian nasional yang mempunyai potensi besar dan berwawasan kemandirian, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2020, jumlah UMKM di Indonesia mencapai 64,19 juta dengan kontribusi PDB sebesar 61,97% atau senilai 8.500 triliun. UMKM mampu menyerap 97% dari keseluruhan tenaga kerja yang ada serta dapat memperoleh hingga 60,4% dari total investasi, data tersebut merupakan kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia.

Terdapat beberapa alasan pentingnya UMKM dalam perekonomian nasional: (1) UMKM memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan kesempatan kerja yang signifikan karena tergolong sangat padat karya, (2) Membantu dalam memberi kesempatan banyak pekerja yang mempunyai tingkat pendidikan yang rendah, (3) Banyaknya jumlah UMKM yang tersebar di perkotaan dan pedesaan bahkan daerah terpencil, (4) UMKM dapat mudah beradaptasi dengan perkembangan zaman, karena adanya berbagai jenis investasi dan penanaman modal, (5) UMKM juga memiliki tingkat fleksibilitas yang tinggi (Modal, 2021).

UMKM merupakan tumpuan dan harapan besar bagi masyarakat luas, karena dapat menyediakan lapangan kerja hingga dapat bertahan di segala kondisi seperti krisis ekonomi saat adanya pandemi. Saat ini, UMKM mulai berbenah dan bangkit melawan keterpurukan akibat adanya pandemi Covid-19. Para pelaku UMKM harus siap untuk bersaing dengan UMKM lain agar dapat terus berkembang, dimaksudkan agar para pelaku UMKM dapat berinovasi dalam menciptakan produk atau usaha baru yang berbeda dan memiliki kinerja yang baik. Walaupun UMKM memiliki peran yang potensial namun pada kenyataannya terdapat banyak masalah yang dihadapi dalam perkembangannya. Secara umum, permasalahan yang terdapat pada UMKM ialah permodalan, akses pasar, literasi keuangan, kompetensi sumber daya manusia, dan hal-hal lain yang terkait dengan pengembangan usaha, sehingga diperlukan adanya upaya strategis guna meningkatkan kinerja UMKM (Aribawa, 2016).

Tentunya keberhasilan UMKM adalah tujuan utama dalam menjalankan sebuah usaha. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengukur keberhasilan dalam usaha adalah kinerja. Kinerja UMKM mampu dijadikan keberhasilan, penilaiannya juga dapat menjadi masukan untuk perbaikan atau peningkatan kinerja suatu organisasi (Wardi, dkk. 2017). Kinerja yang baik merupakan salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi proses kemajuan dan kemunduran dari suatu UMKM. Kinerja sebuah UMKM harus mencerminkan peningkatan dari satu periode ke periode selanjutnya. Berbagai informasi dihimpun agar pekerjaan yang dilakukan dapat dikontrol dan dipertanggungjawabkan. Hal ini dilakukan agar dapat mencapai efisiensi dan efektivitas pada sebuah proses bisnis UMKM tersebut.

Salah satu permasalahan internal yang sering dihadapi UMKM adalah orientasi kewirausahaan. Orientasi kewirausahaan mengukur sejauh mana pemilik usaha dapat menjadi lebih inovatif, proaktif, dan berani mengambil risiko. UMKM diharuskan untuk terus mempelajari pengetahuan baru dan mengembangkan produk atau kinerja, sehingga dapat memahami betul mengenai kewirausahaan, agar dapat mencapai keunggulan kompetitif. Dari perspektif sumber daya (RBV), orientasi kewirausahaan ialah orientasi strategis yang berbeda namun saling melengkapi sebagai sebuah strategi. Orientasi kewirausahaan memprioritaskan filosofi dan perilaku dalam mendeteksi lingkungan industri secara proaktif, termasuk informasi pasar dan strategi pesaing untuk berinovasi dan menanggapi kebutuhan pelanggan. Pada prinsipnya orientasi kewirausahaan menekankan UMKM untuk memiliki sifat kesediaan agar selalu berinovasi. Inovasi yang dimaksud tidak hanya terkait membuat sebuah produk baru melainkan inovasi dalam akses informasi dan akses keuangan (Putra, dkk. 2021).

Faktor lain yang dapat memengaruhi kinerja UMKM yaitu inovasi produk. Inovasi yaitu kemampuan penerapan kreativitas dalam memecahkan persoalan dan peluang untuk meningkatkan kehidupan (Tanan & Dhamayanti, 2020). Produk yang dihasilkan oleh pengusaha harus mempunyai inovasi. Inovasi produk diterapkan untuk memenuhi permintaan pasar, yang berarti pengusaha harus mendesain produknya sesuai keinginan konsumen agar produk yang dihasilkan tetap menarik konsumen untuk membeli dan meningkatkan kinerja usaha.

Selain orientasi kewirausahaan dan inovasi produk, hal terpenting dalam suatu UMKM yaitu literasi keuangan (Ritonga et al., 2023). Dalam menjalankan suatu usaha, seseorang juga harus memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang keuangan untuk mengelola keuangannya secara efektif, karena itu literasi keuangan sangat penting bagi setiap pengusaha. Pada umumnya, UMKM di Indonesia berhubungan erat dengan akses fiskal seperti akses permodalan atau dukungan fiskal dalam bentuk pinjaman berbunga (leverage) yang merupakan sebuah pertimbangan penting untuk dapat memperluas kinerja pasar maupun meningkatkan produksi dibutuhkan modal kerja finansial yang cukup besar. Namun, ketika UMKM mengalami penurunan kinerja atau bahkan pailit, hal itu menjadi sebuah tantangan besar bagi kelangsungan UMKM itu sendiri. Akan tetapi, perkembangan finansial UMKM di Indonesia tergolong lambat, padahal dampak dari kesuksesan mereka tidak hanya pada kemajuan usahanya, tetapi juga dapat membantu mengurangi tingkat pengangguran dan dapat meningkatkan pendapatan daerah maupun pendapatan nasional. Hal tersebut dikarenakan, dari beberapa penelitian terkait pelaku usaha masih ditemukan rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan para pelaku usaha. Kecilnya kemungkinan untuk merencanakan masa depan, membuat seseorang cenderung mempunyai masalah dengan hutang, dan terlibat kredit dengan biaya yang lebih tinggi� merupakan dampak dari kurangnya literasi keuangan (Lusardi, dkk. 2010).

Permasalahan yang ditemukan pada UMKM skala nasional saat ini adalah menurunnya daya beli masyarakat sehingga para UMKM mengalami penurunan pendapatan. Penurunan daya beli masyarakat juga diperkirakan akan menurun seiring dengan kenaikan rata-rata upah minimum provinsi (UMP) 2022 yang lebih rendah yaitu sebesar 1,09 persen dibandingkan dengan rata-rata upah minimum lima tahun terakhir, yaitu mencapai 8-9 persen (Saputra, 2021). Selain itu, permasalahan lain yang membuat terbatasnya peran UMKM adalah kurangnya akses ke layanan keuangan formal ataupun non-formal. Menurut data dari bi.go.id menunjukkan bahwa masih rendahnya akses pembiayaan pada pangsa pasar kredit UMKM yaitu kurang dari 20 persen. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) juga mencatat bahwa mayoritas pemilik UMKM belum mendapatkan akses kredit, itu dilihat dari sekitar 60 juta UMKM, 46,6 juta atau 77,6 persen di antaranya tidak dapat mengakses kredit perbankan maupun fintech. Walaupun jumlah pelaku UMKM yang tidak tersentuh bank atau unbankable terus berkurang, namun belum sepenuhnya memanfaatkan layanan pembiayaan dikarenakan, masih rendahnya literasi yang membuat ini menjadi sebuah masalah yang perlu diperhatikan (Ramli, 2021). Diperlukan adanya pendekatan multi dimensi, dikarenakan akses ke layanan keuangan adalah masalah yang cukup kompleks agar dapat mengatasi UMKM yang unbanked.

Berfokus pada Provinsi Kalimantan Timur, menurut Hadi Mulyadi selaku Wakil Gubernur Kalimantan Timur, sama seperti permasalahan UMKM secara umum, sulitnya mendapatkan modal dan kurangnya pengetahuan mengenai persyaratan untuk dapat mengakses modal dari perbankan atau koperasi merupakan salah satu hal yang membuat terhambatnya UMKM di Kalimantan Timur untuk berkembang (Kemenkes, 2020). Minimnya literasi terkait penggunaan produk-produk perbankan untuk transaksi dan pembiayaan usaha membuat para pemilik UMKM kurang memanfaatkannya dengan baik.

 

Tabel 1

Data Dinas UKM Provinsi Kalimantan Timur

 

 

UKM

 

Total

No

Kab/Kota

Industri

 

Dagang

 

Jasa

 

 

Knliner

Industri Pengolahan

Kerajinan

1

Samarinda

34966

111

104

99167

24276

158624

2

Kntai Kartanegara

253

721

21

245

293

1533

3

Kntai Barat

329

1987

1045

505

302

4168

4

Kntai Timer

211

1560

18

994

778

3561

5

Balikpapan

39861

1999

6

60995

2199

105060

6

Paser

248

2391

25

439

562

3665

7

PPU

54

1045

0

129

24

1252

8

Mahulu

122

24

289

106

57

598

9

Beran

308

955

49

375

119

1806

10

Bontang

17644

3128

16

6187

101

27076

Jumlah

93996

13921

1573

169142

28711

307343

 

 

Sumber: Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi, dan UKM 2019

 

Pada tabel 1 menunjukkan bahwa Kota Samarinda merupakan kota yang memiliki jumlah UKM terbanyak di Provinsi Kalimantan Timur yaitu sebanyak 158.624 UKM, dan usaha bidang kuliner merupakan bidang industri yang mendominasi di dalamnya, yaitu sebanyak 34.966 UKM di bidang makanan dan minuman (kuliner) yang terbagi di beberapa kecamatan yang ada di Samarinda.

Berdasarkan wawancara dengan Ibu Dra. Hj. Marsidah, M.Adm.KP., selaku Kasi Pengembangan Wirausaha di Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Samarinda pada November 2022 menjelaskan bahwa UMKM di Kecamatan Sungai Pinang memiliki banyak potensi unggulan yang dapat dikembangkan, namun masih kurangnya sumber daya serta kapabilitas UMKM untuk terus bersaing sehingga diperlukan adanya orientasi kewirausahaan agar dapat terus bertahan dan unggul jika dibandingkan dengan para kompetitor mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 2

Data Dinas UKM Kota Samarinda

 

No

 

Kecamatan

Jenis usaha

Kuliner

Fashion

Pendidikan

Agrobisnis

Otomotif

Internet

Lainnya

Jumlah

1

Samarinda ilir

1.793

641

6

972

82

51

831

4376

2

Samarinda utara

1.807

616

9

1.370

129

36

1.915

5882

3

Samarinda ulu

2.121

401

10

2.023

121

67

375

5118

4

Sungai kunjang

2.016

453

2

539

31

23

1.925

4988

5

Samarinda seberang

854

375

2

480

43

20

539

2304

6

Palaran

931

369

2

1.271

69

14

729

3385

7

Sambutan

1.667

542

2

1.314

100

41

1.000

4666

8

Sungai pinang

2.150

1.079

4

1.501

79

53

546

5412

9

Samarinda koto

730

222

5

247

39

27

285

1582

10

Loa janan ilir

1.259

478

3

1.323

68

27

518

3676

Jumlah

15.319

5.176

45

11.076

760

359

8.663

41.384

 

 

Sumber: Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Samarinda

 

Berdasarkan data pada tabel 2 menunjukkan bahwa dari 10 kecamatan yang ada di Samarinda, Kecamatan Sungai Pinang merupakan kecamatan dengan jumlah pelaku UMKM terbanyak di bidang kuliner yaitu sebanyak 5412 pelaku usaha. Usaha makanan/minuman menjadi sektor yang sangat strategis dalam meningkatkan perekonomian daerah dan menyerap tenaga kerja, karena memiliki potensi pasar yang besar dan terus-menerus, sebab hal tersebut telah menjadi takdir manusia yang selalu membutuhkan makanan setiap harinya (Mulawarman et al., 2020). Hal ini menarik untuk diteliti karena tingginya persaingan membuat para UMKM harus memiliki kemampuan orientasi kewirausahaan baik dari segi inovasi produk, maupun pengetahuan mengenai literasi keuangan.

Berdasarkan latar belakang yang ada, peneliti dapat menarik benang merah dari permasalahan yang dihadapi oleh UMKM sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul �Pengaruh Orientasi Kewirausahaan, Inovasi Produk, dan Literasi Keuangan Terhadap Kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda�.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis signifikansi pengaruh orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang. Manfaatnya meliputi kontribusi bagi penyusun regulasi untuk merancang kebijakan yang lebih efektif dalam meningkatkan kinerja UMKM serta mengevaluasi pencapaian target pemerintah. Bagi praktek bisnis, penelitian ini memberikan wawasan dan pengetahuan teoritis yang dapat digunakan dalam menetapkan kebijakan di masa mendatang bagi pemilik UMKM (Linting, 2021). Bagi akademisi, penelitian ini menjadi referensi untuk penelitian selanjutnya dengan objek yang serupa, memfasilitasi peningkatan kualitas penelitian di masa depan.

 

METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang peneliti gunakan yaitu deskriptif asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Rumusan masalah deskriptif berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaan variabel mandiri, baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri). Data dikumpulkan melalui instrument penelitian dengan analisis statistik untuk melakukan uji hipotesis.

Populasi untuk penelitian ini yaitu UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda yang beroperasi pada jenis usaha FnB dan telah berdiri minimal 2 tahun lamanya, serta terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan rumus Slovin dan hasil dari perhitungan menggunakan rumus tersebut sampel yang digunakan adalah 80 responden. Pada penelitian ini, jenis sampel yang digunakan adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Uji Validitas dan Uji Reliabilitas

Uji Validitas merupakan uji yang berguna sebagai pengukur sebuah instrument penelitian apakah telah valid atau belum. Instrimen penelitian dapat dikatakan valid apabila pertanyaan yang diajukan telah mencakup seluruh elemen yang diukur oleh isntrumen itu sendiri. Berikut ini hasil pengujian validitas instrumen yang terdapat di dalam Tabel 4.36 sebagai berikut:

Tabel 3

Hasil Uji Validitas

Indikator

Rxy

r-tabel

Keterangan

X1.1

0,599

0,219

Valid

X1.2

0,458

0,219

Valid

X1.3

0,648

0,219

Valid

X1.4

0,684

0,219

Valid

X1.5

0,611

0,219

Valid

X1.6

0,631

0,219

Valid

X1.7

0,636

0,219

Valid

X1.8

0,590

0,219

Valid

X1.9

0,526

0,219

Valid

X1.10

0,436

0,219

Valid

X2.1

0,646

0,219

Valid

X2.2

0,710

0,219

Valid

X2.3

0,616

0,219

Valid

X2.4

0,750

0,219

Valid

X2.5

0,725

0,219

Valid

X2.6

0,773

0,219

Valid

X3.1

0,499

0,219

Valid

X3.2

0,671

0,219

Valid

X3.3

0,651

0,219

Valid

X3.4

0,409

0,219

Valid

X3.5

0,514

0,219

Valid

X3.6

0,532

0,219

Valid

X3.7

0,434

0,219

Valid

Y1

0,570

0,219

Valid

Y2

0,422

0,219

Valid

Y3

0,597

0,219

Valid

Y4

0,513

0,219

Valid

Y5

0,572

0,219

Valid

Y6

0,583

0,219

Valid

Y7

0,635

0,219

Valid

Y8

0,450

0,219

Valid

Sumber: Data Primer Diolah, 2023

 

Dari tabel 3 dapat diketahui bahwa nilai rxy > 0,219, sehingga seluruh pertanyaan dalam kuesioner pada item-item pertanyaan pada variabel orientasi kewirausahaan, inovasi produk, literasi keuangan, dan kinerja UMKM adalah valid.

Uji Reliabilitas

Uji ini digunakan apabila penelitian tersebut dapat reliabel/konsisten dalam menentukan sejauh mana alat pengukur dapat dipercaya pada program SPSS, uji diperhitungkan dengan melihat crochbach�s alpha lebih besar dari level signifikansi yang sebelumnya telah ditentukan Berikut ini hasil uji reliabilitas instrumen variabel orientasi kewirausahaan, inovasi produk, l i terasi keuangan, dan kinerja UMKM.

Tabel 4 Hasil Uji Reliabilitas

Variabel

Cronbach

Alpha

Nilai Kritis

Keterangan

Orientasi Kewirausahaan

0,865

0,60

Reliabel

Inovasi Produk

0,882

0,60

Reliabel

Literasi Keuangan

0,772

0,60

Reliabel

Kinerja UMKM

0,813

0,60

Reliabel

 

Dari tabel 4 dapat diketahui bahwa koefisien Cronbach�s Alpha > 0,60 sehingga seluruh pertanyaan dalam kuesioner pada item-item pertanyaan variabel orientasi kewirausahaan, inovasi produk, literasi keuangan, dan kinerja UMKMbersifat reliabel.

Uji Asumsi Klasik

a.  Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak (Sukestiyarno & Agoestanto, 2017). Untuk menguji normalitas, dapat menganalisis dengan melihat nilai probabilitasnya. Dasar pengambilan keputusan adalah j ika nilai probabilitas > 0,05, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Hasil uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov Test sebagai berikut:

�������������� Tabel 5

Hasil Uji Normalitas dengan Kolmogorov Smirnov Test

Variabel

Sig.

Level of Significant

Keterangan

Residual

0,200

0,05

Normal

Sumber : Data Primer Diolah, 2023.

Berdasarkan hasil uji normalitas dengan Kolmogorov Smirnov Test di atas terlihat bahwa nilai probabilitas 0,200 > 0,05, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

b. Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas merupakan suatu keadaan dimana salah satu atau lebih variabel independen dapat dinyatakan sebagai kombinasi linier dari variabel independen lainnya. Salah satu asumsi regresi linier klasik adalah tidak adanya multikolinearitas sempurna (no perfect multikolinearitas). Suatu model regresi dikatakan terkena multikolinearitas apabila terjadi korelasi linier yang perfect atau exact di antara beberapa atau semua variabel bebas. Kriteria pengujian dalam penelitian ini adalah tidak terjadi multikolinearitas jika Tolerance > 0.10 dan VIF < 10

 

Hasil uji multikolinearitas sebagai berikut:

Tabel 6

Hasil Uji Multikolinearitas

Variabel

VIF

Tolerance

Keterangan

Orientasi Kewirausahaan (X1)

1,520

0,658

Tidak ada multikolinearitas

Inovasi Produk (X2)

1,778

0,562

Tidak ada multikolinearitas

Literasi Keuangan (X3)

1,461

0,684

Tidak ada multikolinearitas

Sumber: Data Primer Diolah, 2023.

Berdasarkan hasil uji multikolinearitas dengan metode VIF, nilai VIF < 10 dan nilai Tolerance > 0.10, artinya semua variabel bebas tidak terjadi multikolinearitas, sehingga tidak membiaskan interpretasi hasil analisis regresi.

c. Uji Heteroskedastisitas

Heteroskedastisitas adalah situasi dimana varian (σ2) dari faktor pengganggu atau disturbance term adalah sama untuk semua observasi X. Penyimpangan terhadap asumsi ini yaitu disebut heteroskedastisitas yaitu apabila nilai varian (σ2) variabel tak bebas (Yi) meningkat sebagai akibat dari meningkatnya varian dari variabel bebas (Xi), maka varian dari Yi tidak sama (Ghozali, 2021). Pendeteksian heteroskedastisitas dalam penelitian ini dilakukan dengan Uji Glejser. Hasil uji heteroskedastisitas dengan Uji Glejser sebagai berikut:

Tabel 7

Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser

Variabel

Sig.

Nilai Kritis

Keterangan

Orientasi Kewirausahaan (X1)

0,358

0,05

Homoskedastisitas

Inovasi Produk (X2)

0,104

0,05

Homoskedastisitas

Literasi Keuangan (X3)

0,795

0,05

Homoskedastisitas

Sumber : Data Primer Diolah, 2023.

Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas dengan menggunakan Uji Glejser terlihat bahwa nilai signifikan (Sig.(2-tailed)) > 0,05. Hal ini berarti model yang diestimasi bebas dari heteroskedastisitas. Oleh karena itu, juga dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengalami heteroskedastisitas.

Analisis Regresi Linear Berganda

a.    Persamaan Regresi linier berganda

Model regresi linier berganda bertujuan untuk memprediksi besar variabel independen dengan menggunakan data variabel independen yang sudah diketahui besarnya (Rikah, 2016). Variabel independen terdiri dari orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan. Sedangkan variabel dependennya adalah kinerja UMKM. Dapat diketahui hasil uji regresi linear berganda sebagai berikut:

Tabel 8

Hasil Uji Regresi Linear Berganda

Coefficientsa

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

 

 

B

Std. Error

Beta

 

 

 

(Constant)

1.019

.292

 

3.491

.001

X1

.308

.080

.335

3.843

.000

X2

.117

.055

.201

2.138

.036

X3

.352

.071

.423

4.949

.000

a.  Dependent Variable: Y

Sumber : Data Primer Diolah, 2023.

Description: ImageDari tabel diatas menunjukkan persamaan regresinya sebagai berikut :

b.    Pengujian Koefisien Determinasi

Untuk mengetahui uji koefisien determinasi yang dilakukan dengan menggunakan program SPSS 25 for Windows dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 9

Hasil Uji Koefisien Determinasi (R�)

Model Summary

 

Model

 

R

 

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.788a

.620

.605

.25469

a. Predictors: (Constant), X3, X1, X2

 

Sumber : Data Primer Diolah, 2023.

 

Berdasarkan uji koefisien determinasi pada tabel diatas menunjukkan nilai R Square sebesar 0,620 atau 62,0%, ini menunjukkan bahwa variabel dependen kinerja UMKM dapat dijelaskan oleh variabel independent orientasi kewirausahaan, inovasi produk dan literasi keuangan sebesar 62,0% sedangkan sisanya sebesar 38,0% dijelaskan oleh faktor-faktor lain diluar model dalam penelitian. Angka koefisien (R) sebesar 0,788 menunjukkan bahwa ada hubungan sangat kuat antara variabel independen dengan variabel dependen karena memiliki nilai koefisien korelasi diatas 0,5.

c.     Pengujian Hipotesis Pengaruh Secara Parsial (Uji t)

Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2021). Untuk dapat mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dari masing-masing variabel dapat dibandingkan dengan derajat kepercayaan sebesar 5%. Jika nilai probabilitas lebih kecil dari 0,05 maka variabel independen secara satu persatu berpengaruh terhadap variabel dependen. Sebaliknya, jika nilai probabilitas lebih besar dari 0,05 maka variabel independen secara satu persatu tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Adapun pengujian ini dilakukan dengan menggunakan Program SPSS adalah sebagai berikut :

Tabel 10

Hasil Uji t

Coefficientsa

 

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients

 

 

B

Std. Error

Beta

 

 

(Constant)

1.019

.292

 

3.491

.001

X1

.308

.080

.335

3.843

.000

X2

.117

.055

.201

2.138

.036

X3

.352

.071

.423

4.949

.000

a. Dependent Variable: Y

 

 

 

 

 

Sumber : Data Primer Diolah, 2023.

 

Dari tabel output SPSS diatas, kita akan melakukan uji untuk mengetahui apakah variabel orientasi kewirausahaan (X₁), inovasi produk (X₂), dan literasi keuangan (X 3) secara parsial berpengaruh terhadap variabel kinerja UMKM. Sehingga menurut keterangan diatas maka didapatkan tabel sebagai berikut:

 

 

Tabel 11

Hasil Uji t

No

Variabel

Sig.

Probabilitas

t hitung

t tabel

Keputusan

1

Orientasi

Kewirausahaan

0,000

0,05

3,843

1,992

H₁ diterima

2

Inovasi Produk

0,036

0,05

2,138

1,992

H2 diterima

3

Literasi Keuangan

0,000

0,05

4,949

1,992

H3 diterima

Sumber : Data Primer Diolah, 2023

 

Dari tabel 11 terlihat bahwa orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan berpengaruh secara parsial terhadap kinerja UMKM. Oleh karena itu, hasil hipotesis dalam penelitian ini adalah :

H1 : Orientasi kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda

H2 : Inovasi produk berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda

H3 : Literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda

d.    Pengujian Hipotesis Pengaruh Secara Simultan (Uji F)

Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat. Dasar pengambilan keputusan dalam uji F sebagai berikut :

1.    Jika F hitung < F tabel, maka H₀ diterima

2.    Jika F hitung > F tabel, maka H₀ ditolak (H₁ diterima)

Hasil perhitungan uji F dengan menggunakan program SPSS, dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 12

Hasil Uji F

ANOVAa

Model

Sum of Squares

Df

Mean Square

F

Sig.

Regression

8.058

3

2.686

41.409

.000b

Residual

4.930

76

.065

 

 

Total

12.988

79

 

 

 

a. Dependent Variable: Y

 

 

 

 

b. Predictors: (Constant), X3, X1, X2

 

 

 

 

Sumber : Data Primer Diolah, 2023.

 

Berdasarkan tabel 12 diketahui nilai F hitung sebesar 41,409 dengan tingkat signifikansi 0,000 melihat pada Uji ANOVA dalam regresi linear dengan nilai signifikansi 0,05. DF1 adalah jumlah variabel bebas X=3, sedangkan DF2 adalah jumlah sampel 80 dikurangi jumlah variabel = 76, maka diperoleh F tabel sebesar 2,72 sehingga diperoleh F hitung > F tabel (41,409 > 2,72) dan signifikansi penelitian 0,000 < 0,05 maka H₀ ditolak dan H₁ diterima. Kesimpulannya adalah orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda.

 

 

 

 

Pembahasan Hasil Penelitian

Pengaruh Orientasi Kewirausahaan terhadap Kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda

Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda (dilihat dari nilai probabilitas (sig.) t-hitung (0,000) < Level of Significant (0,05) dan t hitung lebih besar dari t tabel (3,843 > 1,992)). Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Mustari et al., (2021) yang menunjukan hasil bahwa orientasi kewirausahaan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM.

Orientasi kewirausahaan dapat dikatakan sebagai salah satu faktor yang memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja usaha. Seseorang yang memiliki orientasi kewirausahaan yang tinggi, maka akan mendorong semakin tingginya tingkat kinerja usaha, karena orientasi kewirausahaan memiliki peran untuk menjamin suksesnya suatu usaha yang dikerjakan serta memberikan dorongan melalui sikap wirausaha dalam berusaha untuk mencapai kesuksesan.

Pengaruh Inovasi Produk terhadap Kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda

Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa inovasi produk berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda (nilai probabilitas (sig.) t-hitung (0,040) < Level of Significant (0,05) t hitung lebih besar dari t tabel (2,138> 1,992)). Hal ini dapat diartikan, jika semakin tinggi inovasi produk maka akan mendorong semakin tingginya kinerja perusahaan (UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda). Sebaliknya, jika inovasi produk rendah maka kinerja perusahaan juga akan mengalami penurunan. Dengan inovasi yang kuat, maka akan membantu perusahaan dalam pengembangan ide tentang pembaharuan produk, fokus pada upaya untuk menghasilkan produk, serta berupaya untuk memasarkan produk yang variatif. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Ahadhini dan Sarwono, (2022) yang menunjukkan hasil bahwa inovasi produk berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM. .

Pengaruh Literasi Keuangan terhadap Kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda

Hasil analisis regresi linier menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda (nilai probabilitas (sig.) t-hitung (0,005) < Level of Significant (0,05) t hitung lebih besar dari t tabel (4,949> 1,992)). Hal ini dapat diartikan, jika literasi keuangan meningkat, maka kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda mengalami peningkatan. Hasil penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian Rohman (2021) dan Larashati dan Hariyati (2021) yang menyatakan bahwa literasi keuangan berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM.

Pengaruh Orientasi Kewirausahaan, Inovasi Produk, dan Literasi Keuangan terhadap Kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda

Hasil analisis Regresi Linier menunjukkan bahwa orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda (nilai probabilitas (sig.) F-hitung (0,000) < Level of Significant (0,05)). Hal ini dapat diartikan, jika orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan li terasi keuangan meningkat secara bersama-sama, maka kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda mengalami peningkatan. Orientasi kewirausahaan berkaitan dengan pencarian peluang bagi para pelaku usaha, mencari peluang-peluang baru untuk terus mengembangkan usahanya. Semangat kewiraushaan harus tetap ada di dalam diri pelaku usaha, tanpa adanya semangat usaha akan sulit untuk menjalankan usaha. Selain semangat berwirausaha yang harus selalu ada dalam diri pelaku usaha hal yang terpenting juga harus melakukan pembaharuan produk (inovasi produk) agar mampu bersaing dengan para kompetitor.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis data dan pembahasan mengenai pengaruh orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda, dapat disimpulkan bahwa orientasi kewirausahaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM di wilayah tersebut. Selain itu, inovasi produk juga memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda. Selanjutnya, literasi keuangan juga terbukti berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM di wilayah tersebut. Secara keseluruhan, orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan literasi keuangan, ketika digabungkan, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM di Kecamatan Sungai Pinang Kota Samarinda.

 

DAFTAR PUSTAKA

Aribawa, D. (2016). Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Jawa Tengah. Jurnal Siasat Bisnis. https://doi.org/10.20885/jsb.vol20.iss1.art1

 

Kemenkes, R. I. (2020). Buletin SDM Kesehatan Edisi Februari 2020. Buletin SDM Kesehatan.

 

Linting, V. A. C. (2021). Pengaruh Pengetahuan Keuangan, Sikap Keuangan, Dan Kepribadian Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan Pada Pelaku Umkm Kerajanan Tenun Di Toraja. UNIVERSITAS HASANUDDIN.

 

Lusardi, A., Mitchell, O. S., & Curto, V. (2010). Financial literacy among the young. Journal of Consumer Affairs. https://doi.org/10.1111/j.1745-6606.2010.01173.x

 

Modal, B. K. P. (2021). Upaya Pemerintah untuk Memajukan UMKM Indonesia. BPKM/Investasi.

 

Mulawarman, W. G., Sulistyowati, E. D., Wahyuningsih, T., Rokhmansyah, A., & Pagoray, H. (2020). KAJIAN PEMBANGUNAN MANUSIA BERBASIS GENDER 2019: Perempuan Kepala Rumah Tangga Miskin Yang Mempunyai Usaha Ekonomi Di Bontang, Samarinda, Dan Kutai Timur. Istana Agency.

 

Putra, D., Swissia, P., Irawati, A., & Putra, A. A. (2021). Pengembangan Inovatif UMKM Seni Lukis Kulit Berbasis Digital Di Desa Penguyuban Kecamatan Way Lima, Kab. Pesawaran, Lampung. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(7), 1421�1430.

 

Ramli, R. R. (2021, April). 77,6 Persen UMKM Indonesia Masih Tidak Mendapat Akses Kredit. KOMPAS.Com.

 

Rikah, R. (2016). Pengaruh Rasio keuangan dalam memprediksi Financial Distress pada Perusahaan di Sektor Pertanian dan Pertambangan yang Terdaftar di bursa efek Indonesia. Jurnal Akuntansi & Bisnis, 2(01).

 

Ritonga, M., Arita, S., Delfiani, S., & Sofia, N. (2023). Pengaruh Orientasi Kewirausahaan, Literasi Keuangan, dan Keunggulan Bersaing Terhadap Kinerja UKM Bisnis Keluarga. Jurnal Ecogen, 6(3), 400�411.

 

Saputra, D. (2021, November). Kenaikan UMP 2022 Minim, Daya Beli Masyarakat Tergerus? Bisnis.Com.

 

Sukestiyarno, Y. L., & Agoestanto, A. (2017). Batasan prasyarat uji normalitas dan uji homogenitas pada model regresi linear. Unnes Journal of Mathematics, 6(2), 168�177.

 

Tanan, C. I., & Dhamayanti, D. (2020). Pendampingan UMKM dalam pengelolaan keuangan usaha guna peningkatan ekonomi masyarakat di distrik abepura jayapura. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 1(2), 173�185.

 

Wardi, Y., Susanto, P., & Abdullah, N. L. (2017). Orientasi Kewirausahaan pada Kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Sumatera Barat: Analisis Peran Moderasi dari Intensitas Persaingan, Turbulensi Pasar dan Teknologi. Jurnal Manajemen Teknologi. https://doi.org/10.12695/jmt.2017.16.1.4

 

Zheeyan Dwivady, Y. (2023). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Umkm Di Kota Jambi (Studi Kasus Pada Umkm Di Jambi Night Market). Universitas Jambi.