PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PROFITABILITAS, DAN SOLVABILITAS TERHADAP AUDIT REPORT LAG DENGAN REPUTASI KAP SEBAGAI VARIABEL MODERASI

 

Firman Saputra1, Munawar Muchlish2, Elvin Bastian3

Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

�[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3

 

Abstrak:

penelitian ini membahas faktor-faktor yang memengaruhi keterlambatan penyampaian laporan audit, yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas. Ukuran perusahaan mencerminkan kompleksitas organisasi, sementara profitabilitas dan solvabilitas mencerminkan kesehatan finansialnya. Reputasi kantor akuntan publik (KAP) juga diangkat sebagai variabel moderasi, mengingat pengaruhnya terhadap persepsi pemangku kepentingan terhadap kualitas audit. Penelitian ini bertujuan memberikan wawasan tentang bagaimana faktor-faktor tersebut memengaruhi audit report lag, dengan reputasi KAP sebagai potensi pembuat perbedaan dalam hubungan antara faktor-faktor tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap audit report lag dengan reputasi KAP sebagai variabel moderasi pada Perusahaan Manufaktur Consumery Primer & Consumery Sekunder Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari laporan keuangan Perusahaan Manufaktur Consumery Primer & Consumery Sekunder Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021. Dengan menggunakan teknik pengambilan sampel metode purposive sampling. Dengan menggunakan analisis regresi MRA (Moderating Regression Analysis) dengan menggunakan aplikasi SPSS ini untuk menganalisis model moderasi dan pengujian hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit report lag, terdapat pengaruh profitabilitas terhadap audit report lag, terdapat pengaruh Solvabilitas terhadap audit report lag, reputasi KAP memoderasi ukuran perusahaan terhadap audit report lag, reputasi KAP memoderasi profitabilitas terhadap audit report lag, dan reputasi KAP memoderasi solvabilitas terhadap audit report lag.

 

Kata kunci: �ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, audit report lag, reputasi KAP

 

Abstract:

This research discusses the factors that influence delays in submitting audit reports, namely company size, profitability and solvency. A company's size reflects the complexity of the organization, while profitability and solvency reflect its financial health. The reputation of the public accounting firm (KAP) was also appointed as a moderating variable, considering its influence on stakeholder perceptions of audit quality. This research aims to provide insight into how these factors influence audit report lag, with KAP reputation as a potential difference maker in the relationship between these factors. The research aims to determine the effect of company size, profitability and solvency on audit report lag with KAP reputation as a moderating variable in Primary Consumer & Secondary Consumer Manufacturing Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2017-2021 Period. This research uses secondary data originating from the financial reports of Primary Consumer & Secondary Consumer Manufacturing Companies listed on the Indonesian Stock Exchange for the 2017-2021 period. By using a purposive sampling method sampling technique. By using MRA (Moderating Regression Analysis) regression analysis using the SPSS application to analyze the moderation model and test hypotheses. The results of this research show that there is an influence of company size on audit report lag, there is an influence of profitability on audit report lag, there is an influence of Solvency on audit report lag, KAP reputation moderates company size on audit report lag, KAP reputation moderates profitability on audit report lag, and KAP reputation moderates solvency against audit report lag.

 

Keywords: �corporate size, profitability, solvency, audit report lag, reputation

Corresponding: [email protected]

E-mail: [email protected]

Description: https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Salah satu syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan sebagai perusahaan publik adalah membuat laporan keuangannya transparan sehingga dapat dilihat oleh public (Clarisa & Pangerapan, 2019). Informasi yang dihasilkan manajemen perusahaan berupa laporan keuangan pada umumnya masih belum dapat memberikan kepercayaan kepada pemegang saham karena diyakini mengandung informasi asimetris, sehingga laporan keuangan akan diaudit oleh auditor independen dengan tujuan agar laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan memiliki tingkat keyakinan dan keandalan yang tinggi. Proses audit bersifat sistematis dan memakan waktu, tergantung pada materialitas laporan keuangan yang diaudit. Dengan melakukan proses audit akan dihasilkan laporan keuangan yang berkualitas sehingga hasil keputusan yang diambil juga berkualitas karena keputusan tersebut didasarkan pada informasi yang dapat dipercaya (Baatwah & Aljaaidi, 2021)

Bentuk pertanggungjawaban administrasi perusahaan kepada publik yaitu adanya transparansi pada laporan keuangan perusahaan (Ana & Ga, 2021). Hal tersebut menjadi kesadaran perusahaan dalam melakukan tata kelola yang baik dengan memberikan pengguna akses informasi terhadap kinerja keuangan perusahaan (Benanda & Parasetya, 2021). Laporan keuangan menyajikan suatu informasi mengenai posisi keuangan dan kinerja suatu entitas. Tujuan dari laporan keuangan yaitu sebagai dasar untuk menunjukkan kenaikan dan penurunan kinerja perusahaan. Laporan keuangan juga dapat memprediksi apakah perusahaan mengalami kesulitan keuangan atau tidak (Sarjono, 2017).

Perusahaan yang telah go public dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) wajib untuk dapat menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan, serta harus dapat menyajikan laporan keuangan secara tepat waktu kepada public (Diliasmara & Nadirsyah, 2019). Setiap perusahaan publik yang terdaftar di BEI diwajibkan untuk menyampaikan laporan keuangan auditan paling lambat pada akhir bulan ke empat atau 120 hari setelah tahun buku berakhir (Saragih & Gultom, 2021).

 

Tabel 1

Audit Report Lag Perusahaan Manufaktur Consumery Primer &

Consumery Sekunder yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Tahun 2017 s/d 2021

No

Kode

Nama Perusahaan

Audit Report Lag

2017

2018

2019

2020

2021

1

ADES

Akasha Wira International Tbk

 

 

 

121

 

2

AISA

Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk

 

 

117

 

27

3

ALTO

Tri Bayan Tirta Tbk

94

100

107

141

27

4

HOKI

Buyung Putra Sembada Tbk

 

 

 

107

27

5

IIKP

Inti Agri Resources Tbk

 

 

149

112

20

6

MGNA

Magna Investama Tbk

 

 

140

117

151

7

SKBM

Sekar Bumi Tbk

 

 

 

142

20

8

STTP

Siantar Top Tbk

 

 

147

146

39

9

ULTJ

Ultra Jaya Milk Industry and Trading Company Tbk

 

 

 

92

 

Sumber: www.idx.co.id (2023)

 

Berdasarkan Tabel 1 dari 2017 s/d 2021 masih ada beberapa perusahaan yang terlambat menyampaikan keuangan perusahaan yang telah diaudit. Dari tabel di atas menunjukan beberapa perusahaan manufaktur consumery primer & consumery sekunder yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia terlambat dalam mengirimkan laporan keuangan yang telah diaudit, selain itu dari tahun ke tahun menunjukan jumlah yang semakin meningkat. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberikan kelonggaran penyampaian batas waktu penyampaian laporan keuangan dan laporan tahunan terkait dengan kondisi pandemi covid-19 saat ini. Sepanjang tahun 2017 hingga 2021 tercepat 20 hari, terlama 149 hari. Audit report lag pada perusahaan manufaktur consumery primer & consumery sekunder yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sepanjang tahun 2017 hingga tahun 2021 ada yang melampaui ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 14/POJK.04/2022 Tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten Atau Perusahaan Publik sesuai dengan Pasal 4 yaitu Laporan keuangan tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (3) huruf a wajib disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan dan diumumkan kepada masyarakat paling lambat pada akhir bulan ketiga setelah tanggal laporan keuangan tahunan (Miyama et al., 2022)

lamanya waktu tersebut dapat mempengaruhi kualitas informasi karena panjangnya waktu yang ditunda oleh auditor dapat menimbulkan persepsi bahwa perusahaan tersebut sedang berada dalam kondisi keuangan yang buruk (Soewignyo & Wanda, 2020). Hal ini dapat berdampak negatif bagi reaksi pasar. Satu-satunya sumber utama informasi yang dapat dipercaya oleh investor adalah laporan tahunan yang telah diaudit (Achmad, 2022)

Ukuran perusahaan merupakan pengukur yang menunjukkan besar atau kecilnya sebuah perusahaan. perusahaan besar dalam menginformasikan laporan keuangannya lebih konsisten untuk tepat waktu dibandingkan dengan perusahaan kecil (Gaol & Duha, 2021). Selain itu, perusahaan berukuran besar diharapkan dapat menyelesaikan proses audit mereka lebih cepat daripada perusahaan yang berukuran kecil. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu manajemen perusahaan besar cenderung diberikan penekanan khusus untuk mengurangi audit report lag karena perusahaan tersebut diawasi ketat oleh pihak-pihak yang sangat berkepentingan dengan informasi yang terkandung dalam laporan keuangan, seperti investor dan otoritas pengawas permodalan dari pemerintah (Aziz, 2020). Ukuran perusahaan diproksikan dengan menggunakan log natural total aset dengan tujuan agar mengurangi fluktuasi data yang berlebih. Dengan menggunakan log natural, jumlah aset dengan nilai ratusan miliar bahkan triliun akan disederhanakan, tanpa mengubah proporsi dari jumlah aset yang sesungguhnya. ukuran perusahaan mempengaruhi audit report lag dengan negatif signifikan (Widiastuti & Kartika, 2018). �Berbeda pendapat dengan penelitian (Sastrawan & Latrini, 2016), ukuran perusahaan tidak mempengaruhi audit report lag karena bukan faktor penentu dalam menerbitkan laporan keuangan secara tepat waktu (Mousati et al., 2023).

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan. (Sumarni et al., 2022) perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi membutuhkan waktu yang lebih cepat untuk mengaudit laporan keuangannya karena mereka perlu merilis good news kepada publik sesegera mungkin. Perusahaan dengan profitabilitas yang tinggi cenderung untuk menginformasikan kinerja mereka yang luar biasa kepada publik dengan mempublikasi laporan tahunan yang tepat waktu. profitabilitas mempengaruhi audit report lag dengan negatif signifikan. Sebaliknya penelitian menunjukan hasil bahwa profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit report lag (Widiastuti & Kartika, 2018).

Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua kewajibannya, baik kewajiban jangka panjang maupun jangka pendek (Abrori & Suwitho, 2019). Komparasi harta dan utang merupakan pengertian solvabilitas, di mana suatu perusahaan dikatakan lancar jika memiliki harta atau kekayaan dalam membayar semua tunggakannya. Namun jika aktiva lebih rendah dari jumlah tunggakan maka disebut kerugian dalam perusahaan maka pengaudit lebih was-was dalam mengkalkulasi laporan keuangannya (Putri, 2023). Pernyataan bahwa rasio leverage diukur dari penggunaan utang yang telah dibiayai oleh harta perusahaan (Anggraini & Cahyono, 2021). Maka utang baik jangka pendek maupun panjang yang telah dibayar oleh kemampuan perusahaan merupakan solvabilitas. Hasil penelitian menyatakan bahwa solvabilitas berpengaruh positif terhadap audit report lag. Berbeda dengan hasil penelitian solvability tidak berpengaruh terhadap audit report lag (Do Phuoc et al., 2021)

Kantor Akuntan Publik (KAP) adalah lembaga yang memiliki izin dari Menteri Keuangan sebagai wadah bagi akuntan publik dalam menjalankan pekerjaannya (Harjanto, 2017). Pengukuran kantor akuntan publik dibagi menjadi dua yaitu KAP the big four dan KAP non the big four. hasil pengujian menunjukkan bahwa reputasi kantor akuntan publik berpengaruh negatif terhadap audit report lag. Berbeda dengan hasil penelitian (Rosalia & Ardini, 2023), reputasi Kantor Akuntan Publik tidak mempengaruhi audit report lag karena bukan faktor penentu dalam menerbitkan laporan keuangan secara tepat waktu. Selanjutnya hasil menunjukan bahwa reputasi KAP tidak berpengaruh terhadap audit report lag (Najjari et al., 2021)

audit report lag dibagi menjadi 3 komponen yaitu scheduling lag, fieldwork lag, dan reporting lag. Scheduling lag merupakan selisih waktu antara akhir tahun fiskal perusahaan atau tanggal neraca dengan dimulainya pekerjaan lapangan auditor (Mahendra, 2021). Hal ini berarti bahwa manajemen dapat menjadi salah satu penyebab keterlambatan pelaporan laporan keuangan. Fieldwork lag merupakan selisih waktu antara dimulainya pekerjaan lapangan dan saat penyelesaiannya. Sedangkan reporting lag merupakan selisih waktu antara saat penyelesaian pekerjaan lapangan dengan tanggal laporan auditor. Fieldwork lag dan reporting lag menunjukan bahwa auditor juga memiliki peranan dalam penyampaian laporan keuangan yang tepat waktu (Yudhi et al., 2020).

Namun demikian, inkonsistensi hasil penelitian terdahulu dengan variabel yang sama mendorong peneliti untuk melakukan pengujian kembali mengenai faktor-fakor yang mempengaruhi audit report lag, seperti ukuran perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas perusahaan. Sebagai pembeda dengan peneliti sebelumnya, peneliti menambah satu variabel moderating yaitu reputasi KAP dengan tujuan untuk mengetahui apakah reputasi KAP memoderasi pengaruh faktor-faktor independen lainnya terhadap audit report lag (Kodama et al., 2020)

Keterlambatan publikasi laporan keuangan bisa menandakan adanya masalah dalam laporan keuangan emiten, terjadinya asimetri informasi dan juga manfaat dari laporan keuangan semakin berkurang, adanya perusahaan manufaktur yang kurang kooperatif, sehingga proses audit menjadi lama, terdapat masalah terhadap perusahaan manufaktur sehingga berpengaruh terhadap ketepatan audit report lag, dampak yang ditimbulkan dari perusahaan manufaktur yang tidak mampu menyerahkan hasil laporan keuangan auditan sehingga mengakibatkan suspesi dan pemberian denda oleh Otoritas Jasa Keuangan, pemenuhan standar audit oleh auditor bukan hanya berdampak terhadap peningkatan kualitas audit, namun juga diduga berdampak pada lamanya penyelesaian audit, dan lamanya proses pengauditan sering menyebabkan keterlambatan publikasi laporan keuangan auditan (Andini, 2016).

Berdasarkan hasil penelitian dengan menambahkan reputasi KAP sebagai variabel moderating untuk menguji apakah kedua variabel moderating tersebut dapat memperlemah ataupun memperkuat pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, dan likuiditas pada audit report lag perusahaan BUMN, maka penelitian ini menemukan bukti secara empiris bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, dan likuiditas berpengaruh terhadap audit report lag perusahaan BUMN (Ortiz-Mart�nez et al., 2023). Sedangkan variabel solvabilitas tidak berpengaruh (Cahya, 2023). Variabel reputasi KAP tidak mampu memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, likuiditas pada laporan audit (Amankwaah & Baidoo, 2023).

Sedangkan hasil penelitian ukuran perusahaan dan kepemilikan institusional berpengaruh negatif terhadap audit report lag (Suparsada & Putri, 2017). Sedangkan variabel profitabilitas dan komite audit tidak berpengaruh terhadap audit report lag. Hasil penelitian� dengan uji interaksi MRA menunjukkan bahwa peran reputasi KAP mampu memoderasi negatif pengaruh ukuran perusahaan terhadap audit report lag, namun tidak mampu memoderasi pengaruh profitabilitas, kepemilikan institusional, dan komite audit terhadap audit report lag (Amankwaah & Baidoo, 2023)

Berdasarkan uraian masalah dan penelitian sebelumnya, penulis ingin melakukan penelitian yang berkaitan dengan audit report lag dikarenakan setiap perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia memiliki rentang waktu audit report lag yang beragam, serta kebutuhan akan laporan keuangan oleh investor dan pihak yang berkepentingan lainnya agar dapat dipublikasikan secara cepat. Ada beberapa faktor yang diperkirakan mempengaruhi audit report lag yang akan diangkat dalam penelitian ini, yaitu ukuran perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas dengan reputasi KAP sebagai variabel moderasi. Faktor-faktor tersebut dipilih karena sangat berkaitan langsung dengan laporan keuangan perusahaan. Objek dalam penelitian ini akan difokuskan pada perusahaan consumery primer & consumery sekunder yang terdaftar di BEI yang membuat penulis akan melakukan penelitian dengan judul Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, dan Solvabilitas terhadap Audit Report Lag dengan Reputasi KAP sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur Consumery Primer & Consumery Sekunder yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2017-2021).

Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap audit report lag pada perusahaan manufaktur consumery primer & consumery sekunder di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021 (Wicaksono et al., 2024). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami apakah reputasi KAP dapat memoderasi pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap audit report lag. Manfaat dari penelitian ini. Menambah wawasan bagi mahasiswa tentang faktor-faktor yang mempengaruhi audit report lag pada perusahaan manufaktur. Mendukung pengembangan disiplin ilmu akuntansi, khususnya dalam bidang audit, bagi pascasarjana Program Studi Magister Akuntansi. Memberikan masukan bagi peneliti selanjutnya serta menjadi referensi dalam bidang keuangan perusahaan manufaktur. Memperluas wawasan, pengetahuan, dan pengalaman peneliti dalam menghadapi permasalahan dengan lebih kritis. Mendorong manajemen perusahaan untuk menyajikan laporan keuangan secara andal dan tepat waktu serta menghindari sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan. Memberikan informasi kepada auditor mengenai faktor-faktor yang memengaruhi audit report lag untuk mengurangi lamanya proses audit. Menjadi pertimbangan bagi investor terkait investasi pada suatu perusahaan. Mendukung regulasi terkait kewajiban perusahaan dalam menyampaikan laporan keuangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku (Wicaksono et al., 2024).

 

METODE PENELITIAN

Objek penelitian pada perusahaan manufaktur consumery primer & consumery sekunder yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2017 hingga tahun 2021. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metodologi penelitian kuantitatif yaitu metodologi yang berdasarkan data dari hasil pengukuran variabel penelitian yang ada. Ada dua jenis penelitian dalam metodologi penelitian kuantitatif yaitu format deskriptif dan format eksplanasi. Analisis deskriptif digunakan untuk mendapat gambaran tentang ukuran perusahaan (SIZE), solvabilitas (DER), return on asset (ROA), debt to equity ratio (DER) dan audit report lag (ARL) dengan reputasi KAP sebagai variabel moderasi.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Ukuran Perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit report lag

Berdasarkan hasil uji t yang sudah dilakukan, diperoleh nilai memiliki sig sebesar 0,000 > 0,05 artinya bahwa H1 diterima. Ukuran perusahaan merupakan salah satu indikator untuk menilai kinerja perusahaan dengan didasari besar atau kecilnya perusahaan tersebut yang dinilai dengan nilai aset yang dimiliki oleh perusahaan.

Hal ini mencerminkan besar atau kecilnya suatu ukuran perusahaan akan memberikan dampak pada perusahaan dalam menjalankan operasional perusahaan dengan memaksimalkan aset yang dimiliki perusahaan agar mampu menghasilkan keuntungan yang akan dimiliki perusahaan. Dalam hal memaksimalkan kinerja yang positif, yang dilihat dari besarnya ukuran perusahaan maka perusahaan dapat memaksimalkan aset yang dimiliki oleh perusahaan untuk menghasilkan kinerja yang positif (Mudjijah et al., 2019).

Oleh karena itu, perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan rendah maka akan melakukan penundaan pada penerbitan laporan keuangan dan akan melakukan kerjasama dengan auditor unuk melakukan audit lebih lama dari jadwal penerbitan audit biasanya, karena ukuran perusahaan yang diihat dari besar atau kecilnya aset yang dimiliki perusahaan akan memberikan dampak pada kinerja yang dihasilkan. Sehingga, hal ini menyebabkan apabila perusahaan memiliki tingkat laba yang rendah maka akan memberikan dampak atau reaksi pasar dan penilaian terhadap kinerja yang dimiliki perusahaan akan menurun.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Sastrawan & Latrini, 2016) menunjukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit report lag. Sedangkan menurut (Widiastuti & Kartika, 2018) menunjukan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit report lag. Sebaliknya berdasarkan penelitian (Tannuka, 2018) mengemukakan hasil bahwa ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap audit report lag.

Sehingga pada penelitian ini, ukuran perusahaan memiliki pengaruh negatif dan memberikan pengaruh yang sangat kecil terhadap tingkat keuntungan perusahaan, ukuran perusahaan menjadi salah satu indikator perusahaan dalam menerbitkan laporan audit, apabila perusahaan memiliki ukuran perusahaan yang kecil atau besar akan memberikan kinerja perusahaan, baik kinerja positif atau menurun, apabila kinerja tersebut menurun, maka perusahaan akan melakukan berbagai upaya untuk menunda waktu penerbitan laporan audit perusahaan.

Profitabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit report lag

Berdasarkan uji t yang sudah dilakukan memberikan nilai memiliki sig sebesar 0,000 > 0,05 artinya H2 diterima. Profitabilitas adalah salah satu indikator perusahaan untuk menilai kinerja perusahaan, perusahaan berada dalam kondisi yang baik dalam melihat keuntungan yang diperoleh oleh perusahaan.

Apabila perusahaan memiliki tingkat keuntungan yang rendah sehingga maka perusahaan akan melakukan berbagai upaya untuk tetap mampu melaporkan kondisi keuangan perusahaan dalam posisi kinerja yang positif. Namun, apabila perusahaan sudah melaporkan kinerja yang positif maka perusahaan hanya perlu untuk melakukan kestabilan kinerja.

Perusahaan yang mengalami tingkat keuntungan yang rendah akan menjadi berita buruk bagi perusahaan, sehingga perusahaan akan menunda penerbitan laporan keuangan sehingga meminta auditor untuk menunda waktu auditor yang lebih lama dari jadwal audit biasanya. Dikarenakan apabila perusahaan memiliki kinerja yang buruk, maka kinerja tersebut akan memberikan reaksi atau dampak negatif dari pasar dan mengakibatkan kinerja perusahaan akan mengalami penurunan.

Namun, apabila perusahaan mencatat atau membukukan keuntungan yang positif, maka akan menjadi berita baik bagi perusahaan, dikarenakan perusahaan memiliki kinerja keuangan yang positif. Sehingga atas pelaporan keuntungan yang dilaporkan oleh perusahaan maka memberikan reaksi atau dampak positif dari pasar dan mengakibatkan kinerja perusahaan akan mengalami peningkatan.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Lianto & Kusuma, 2010) menunjukan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap audit report lag. Sedangkan (Sunarsih et al., 2021) menunjukan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif pada audit report lag. Berbeda dengan hasil penelitian dari (Dura, 2017) profitabilitas tidak berpengaruh terhadap audit report lag.

Solvabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit report lag

Berdasarkan hasil uji t yang sudah dilakukan, memiliki sig sebesar 0,000 > 0,05 artinya bahwa H3 diterima. Solvabilitas adalah salah satu kinerja keuangan yang digunakan untuk menilai kinerja keuangan perusahaan, yang dilihat dari kewajiban yang dimiliki perusahaan dengan membandingkan modal yang dimiliki oleh perusahaan. Semakin besar rasio solvabilitas, maka akan semakin besar kemungkinan perusahaan akan terlilit utang, dan mengakibat perusahaan dalam kondisi kesulitan pembayaran, kesulitan pembayaran yang terjadi akan memberikan dampak pada tingkat keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan akan berkurang.

Hal ini disebabkan oleh tingkat keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan akan dipergunakan untuk membayar bunga utang. Dengan pembayaran utang yang dibayarkan oleh perusahaan, maka perusahaan akan menghadapi tingkat risiko keuangan yang sama, baik perusahaan berskala besar maupun berskala kecil dapat sama-sama mencapai tingkat solvabilitas yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh perusahaan yang tidak dapat memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang yang dimiliki oleh perusahaan, baik dari segi pokok maupun bunga, maka perusahaan akan menghadapi kesulitan keuangan.

Solvabilitas dalam penelitian ini, diliat dari komparasi asset dan hutang yang dimiliki oleh perusahaan, apabila perusahaan memiliki asset yang lebih besar dari kewajiban yang dimiliki oleh perusahaan, maka perusahaan dapat dipastikan mampu membayar semua tunggakan hutang yang dimiliki. Namun, apabila perusahaan memiliki aktiva yang lebih rendah dibandingkan jumlah asset yang dimiliki, maka perusahaan akan berada dalam kondisi perusahaan mengalami kesulitan keuangan. Hal ini akan mendasari auditor untuk melakukan audit dengan mengkalkulasi laporan keuangan dan auditor menjadi was-was.

Apabila perusahaan mengetahui situasi perusahaan yang berada dalam kondisi keuangan yang sulit, maka pada saat auditor melakukan audit akan melihat laporan keuangan dimana jumlah tunggakan lebih besar daripada jumlah asset yang dimiliki. Sehingga perusahaan melakukan perbaikan pada audit report lag yang dikeluarkan oleh tim auditor. Sehingga, perusahaan akan berkerja sama dengan auditor untuk melakukan proses audit sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Hasil penelitian ini sejalan dengan (Sunarsih et al., 2021) menunjukan bahwa solvabilitas berpengaruh terhadap audit report lag. hasil penelitiannya menunjukkan bahwa solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap audit report lag (Agustina & Jaeni, 2022).

Reputasi KAP memoderasi Ukuran Perusahaan berpenggaruh dan signifikan terhadap audit report lag

Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan, memiliki nilai memiliki sig sebesar 0,000 > 0,05, artinya H4 diterima. Reputasi KAP akan memberikan dampak pada perusahaan yang melakukan audit akan mempengaruhi tingkat audit report lag. Apabila perusahaan yang memiliki ukuran perusahaan dalam kategori skala besar dan auditor yang melakukan audit pada perusahaan merupakan salah satu Kantor Akuntan Publik yang memiliki reputasi yang baik, maka akan menurunkan tingkat audit report lag yang dimiliki.

Tingkat ukuran perusahaan yang berada dalam skala besar akan menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki jumlah aset yang besar. Hal ini menyebabkan perusahaan akan mempercepat proses audit karena akan mempengaruhi tingkat keuntungan yang dimiliki oleh perusahaan. Selain itu, reputasi Kantor Akuntan Publik yang memiliki reputasi dalam kategori KAP Big Four. Mempercepat proses audit karena perusahaan mencatat jumlah aset atau pertumbuhan aset yang bernilai positif. Selain itu, jika perusahaan bekerjasama dengan KAP yang masuk dalam kategori big four, maka perusahaan akan memiliki nilai plus atas laporan keuangan yang disajikan, sehingga perusahaan akan mempercepat proses audit tersebut.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Zahrani et al., 2023) bahwa reputasi KAP memperkuat hubungan antara ukuran perusahaan dengan audit report lag. Berbeda dengan hasil penelitian dari (Herawaty, 2020) bahwa variabel reputasi kantor akuntan publik tidak mampu memoderasi hubungan antara ukuran perusahaan pada laporan audit report lag.

Reputasi KAP memoderasi Profitabilitas berpengaruh dan signifikan terhadap audit report lag

Berdasarkan hasil uji t memiliki sig sebesar 0,000 > 0,05 artinya bahwa H5 diterima. Apabila kondisi keuangan perusahaan dalam kondisi keuangan yang baik, atau perusahaan memiliki nilai profitabilitas yang tinggi. Dengan kondisi keuangan perusahaan yang berada dalam posisi stabil atau sehat, maka perusahaan akan menggunakan jasa Kantor Akuntan Publik yang masuk dalam kategori KAP Big Four, dengan menggunakan jasa KAP tersebut akan memberikan nilai tambah yang dihasilkan pada laporan audit yang tersaji.

Selain itu, keuntungan perusahaan menggunakan jasa KAP yang masuk dalam kategori Big Four karena KAP tersebut cenderung memiliki prosedur penyelesaian audit yang lebih ketat dibandingkan dengan KAP yang tidak termasuk kategori big four. Laporan keuangan audit yang tersaji pada perusahaan akan menggambarkan kondisi keuangan perusahaan dalam posisi positif sehingga akan mempengaruhi tingkat keuntungan perusahaan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Rosalia & Ardini, 2023) bahwa variabel reputasi kantor akuntan publik tidak mampu memoderasi hubungan antara profitabilitas pada laporan audit report lag.

Reputasi KAP memoderasi Solvabilitas berpengaruh dan signifikan terhadap audit report lag

Berdasarkan hasil uji t yang sudah dilakukan memiliki nilai memiliki sig sebesar 0,000 > 0,05, artinya bahwa H6 diterima. Semakin tinggi solvabilitas yang dimiliki oleh perusahaan, akan memberikan dampak pada audit report lag akan semakin tinggi pula. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam melakukan pelunasan kewajiban yang dimiliki perusahaan, baik kewajiban jangka pendek dan jangka panjang. Sehingga, risiko keuangan yang dimiliki oleh perusahaan akan memberikan risiko keuangan yang tinggi juga atas tingkat kewajiban yang dimiliki perusahaan.

Dengan tingginya tingkat solvabilitas yang dimiliki oleh perusahaan, maka perusahaan akan melakukan cara dengan cara menutupi pihak perusahaan untuk menunda penyampaian atas laporan keuangan yang disajikan. Hal ini tercermin pada hasil laporan audit yang dihasilkan oleh perusahaan pada saat pemberian opini audit yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan. Hal ini akan tercermin pada laporan keuangan yang sudah diaudit, apabila perusahaan menggunakan jasa KAP yang masuk dalam kategori KAP Big Four, maka informasi yang tercantum pada laporan keuangan audit menjadi informasi yang lebih relevan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rosalia & Ardini, 2023) bahwa variabel reputasi kantor akuntan publik tidak mampu memoderasi hubungan antara solvabilitas pada laporan audit report lag.

 

KESIMPULAN

Berdasarkan analisis dan pembahasan yang telah dijelaskan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa hasil uji t statistik menunjukkan bahwa ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, serta reputasi KAP secara signifikan berpengaruh terhadap audit report lag pada perusahaan manufaktur consumery primer & consumery sekunder yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2021. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi (sig) yang lebih kecil dari taraf signifikansi (0,05), yang menandakan bahwa hipotesis penelitian (H1 sampai H6) diterima.

 

DAFTAR PUSTAKA

Abrori, A., & Suwitho, S. (2019). Pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas terhadap nilai perusahaan. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen (JIRM), 8(2).

 

Achmad, S. (2022). ANALISIS REAKSI PASAR PADA SAAT PANDEMI COVID 19 PADA SEKTORPERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI INDEKS SAHAM SYARIAH INDONESIA (ISSI) PRIODE 2019-2020 DENGAN METODE ECM. UIN RADEN INTAN LAMPUNG.

 

Agustina, S. D., & Jaeni, J. (2022). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Umur Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas dan Likuiditas terhadap Audit Report Lag. Owner: Riset Dan Jurnal Akuntansi, 6(1), 648�657.

 

Amankwaah, E., & Baidoo, N. O. (2023). Effect of firm size and corruption on financial challenges of savings and loans companies: Evidence from Ghana. Social Sciences & Humanities Open, 8(1), 100552. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2023.100552

 

Ana, A. T. R., & Ga, L. L. (2021). Analisis Akuntabilitas dan Transparansi Pelaporan Keuangan Bumdes (Studi Kasus BUMDes INA HUK). Jurnal Akuntansi: Transparansi Dan Akuntabilitas, 9(1), 62�72.

 

Andini, H. W. (2016). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Bakrie University.

 

Anggraini, I. D., & Cahyono, K. E. (2021). PENGARUH MODAL KERJA, LIKUIDITAS, LEVERAGE DAN AKTIVITAS TERHADAP PROFITABILITAS (Studi Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia). Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen (JIRM), 10(5).

 

Aziz, F. (2020). PENGARUH PROFITABILITAS, SOLVABILITAS, OPINI AUDIT, UKURAN PERUSAHAAN, DAN UKURAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK TERHADAP AUDIT REPORT LAG Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2015-2019. Skripsi, Universitas Muhammadiyah Magelang.

 

Baatwah, S. R., & Aljaaidi, K. S. (2021). Dataset for audit dimensions in an emerging market: Developing a panel database of audit effectiveness and efficiency. Data in Brief, 36, 107061. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.dib.2021.107061

 

Benanda, E., & Parasetya, M. T. (2021). ANALISIS PENGARUH TATA KELOLA CORPORATE SOSIAL RESPONSIBILITY DAN KINERJA CORPORATE SOSIAL RESPONSIBILITY BERORIENTASI LINGKUNGAN DAN SOSIAL TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN (Studi Empiris Perusahaan Non Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Diponegoro Journal of Accounting, 10(4).

 

Cahya, A. P. D. (2023). PENGARUH PROFITABILITAS, SOLVABILITAS, LIKUIDITAS, UKURAN PERUSAHAAN, UKURAN KAP DAN KARAKTERISTIK KOMITE AUDIT TERHADAP AUDIT REPORT LAG. Universitas Islam Indonesia.

 

Clarisa, S., & Pangerapan, S. (2019). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Solvabilitas, Profitabilitas, Dan Ukuran Kap Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Sektor Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 7(3).

 

Diliasmara, D. A., & Nadirsyah, N. (2019). Pengaruh Profitabilitas, Likuiditas, Financial Leverage, Dan Struktur Kepemilikan Terhadap Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2013-2015. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi, 4(2), 304�316.

 

Do Phuoc, H., Nguyen Hoang, P., & Cao Ba, H. (2021). The use of a 3D-printed personalised drill guide for posterior column lag screw fixation in displaced transverse acetabular fracture: A case report. International Journal of Surgery Case Reports, 88, 106503. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ijscr.2021.106503

 

Dura, J. (2017). Pengaruh profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap Audit Report Lag pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Ilmiah Bisnis Dan Ekonomi Asia, 11(1), 64�70.

 

Gaol, R. L., & Duha, K. S. (2021). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Audit Delay Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi & Keuangan, 64�74.

 

Harjanto, K. (2017). Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, dan ukuran kantor akuntan publik terhadap audit delay. Ultimaccounting Jurnal Ilmu Akuntansi, 9(2), 33�49.

 

Herawaty, V. (2020). Pengaruh Financial Distress, Profitabilitas Dan Audit Tenure Terhadap Audit Report Lag Dengan Ukuran Perusahaan Sebagai Variabel Moderasi. Kocenin Serial Konferensi (E) ISSN: 2746-7112, 1, 2�6.

 

Kodama, H., Saku, I., & Tomoyama, S. (2020). Surgical treatment of femoral medial condyle fracture with lag screws and proximal tibial plate: A case report. International Journal of Surgery Case Reports, 70, 101�105. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ijscr.2020.04.060

 

Lianto, N., & Kusuma, B. H. (2010). Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap audit report lag. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 12(2), 98�107.

 

Mahendra, I. G. P. W. M. (2021). Pengaruh Profitabilitas, Solvabilitas, Ukuran Perusahaan, Opini Auditor, dan Reputasi KAP Terhadap Audit Report Lag Pada Perusahaan Bidang Manufaktur Terdaftar di BEI Pada Tahun 2016-2020. Prosiding: Ekonomi Dan Bisnis, 1(1), 112�121.

 

Miyama, T., Kakimoto, K., Iritani, N., & Motomura, K. (2022). Factors associated with time lag between symptom onset and reporting in the first epidemic wave of COVID-19 in Osaka, Japan. IJID Regions, 4, 53�58. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ijregi.2022.06.002

 

Mousati, Z., Van Den Broek, M., Callaert, J., Gielis, J., & Govaers, K. (2023). Endovascular assisted removal of intrapelvic lag screw after intramedullary proximal femoral nail: A case report and literature review. Trauma Case Reports, 46, 100873. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.tcr.2023.100873

 

Mudjijah, S., Khalid, Z., & Astuti, D. A. S. (2019). Pengaruh kinerja keuangan dan struktur modal terhadap nilai perusahaan yang dimoderasi variabel ukuran perusahaan. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan, 8(1), 41�56.

 

Najjari, K., Gouravani, M., Hajebi, R., Zabihi Mahmoudabadi, H., & Rahimpour, E. (2021). Enterocutaneous fistula formation thirty years after a femoral neck fracture fixation with lag screws: A case report. International Journal of Surgery Case Reports, 80, 105706. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ijscr.2021.105706

 

Ortiz-Mart�nez, E., Mar�n-Hern�ndez, S., & Santos-Ja�n, J.-M. (2023). Sustainability, corporate social responsibility, non-financial reporting and company performance: Relationships and mediating effects in Spanish small and medium sized enterprises. Sustainable Production and Consumption, 35, 349�364. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.spc.2022.11.015

 

Putri, A. R. (2023). KEPATUHAN WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI: STUDI ASPEK PENGETAHUAN, KESADARAN, KUALITAS PELAYANAN FISKUS DAN KEBIJAKAN TAX AMNESTY DENGAN SANKSI PAJAK SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI. Universitas Islam Indonesia.

 

Rosalia, Y., & Ardini, L. (2023). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Audit Report Lag Dengan Reputasi Kap Sebagai Pemoderasi. SISTEM INFORMASI, KEUANGAN, AUDITING DAN PERPAJAKAN (SIKAP)), 4(1), 44�57.

 

Saragih, J., & Gultom, S. J. (2021). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketepatan Waktu Pelaporan Keuangan pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2016-2017. Jurnal Riset Akuntansi & Keuangan, 210�221.

 

Sarjono, H. (2017). Analisis laporan keuangan sebagai alat prediksi kemungkinan kebangkrutan dengan model diskriminan altman pada sepuluh perusahaan properti di bursa efek Jakarta. Business Management Journal, 2(1).

 

Sastrawan, I. P., & Latrini, M. Y. (2016). Pengaruh profitabilitas, solvabilitas, dan ukuran perusahaan terhadap audit report lag pada perusahaan manufaktur. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 17(1), 311�337.

 

Soewignyo, F., & Wanda, R. E. (2020). AUDIT DELAY PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA. Klabat Accounting Review, 1(2), 19�33.

 

Sumarni, T., Nor, W., & Lesmanawati, D. (2022). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fenomena Audit Delay di Masa Covid-19.

 

Sunarsih, N. M., Munidewi, I. A. B., & Masdiari, N. K. M. (2021). Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Solvabilitas, Kualitas Audit, Opini Audit, Komite Audit Terhadap Audit Report Lag. KRISNA: Kumpulan Riset Akuntansi, 13(1), 1�13.

 

Suparsada, N., & Putri, I. A. D. (2017). Pengaruh Profitabilitas, Reputasi Auditor, Ukuran Perusahaan, Dan Kepemilikan Institusional Terhadap Audit Delay Pada Perusahaan Manufaktur. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 18(1), 60�87.

 

Tannuka, S. (2018). Pengaruh ukuran perusahaan, profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, dan ukuran kap terhadap audit report lag (studi empiris pada perusahaan properti, real estate, dan konstruksi bangunan yang terdaftar di bursa efek indonesia periode 2011-2015). Jurnal Muara Ilmu Ekonomi Dan Bisnis, 2(2), 353�365.

 

Wicaksono, A. P., Setiawan, D., Anni Aryani, Y., & Hartoko, S. (2024). The effect of ownership structure on water disclosure in Indonesian companies. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity, 10(1), 100185. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.joitmc.2023.100185

 

Widiastuti, I. D., & Kartika, A. (2018). Ukuran Perusahaan, Profitabilitas, Umur Perusahaan, Solvabilitas Dan Ukuran Kap Terhadap Audit Report Lag. Dinamika Akuntansi Keuangan Dan Perbankan, 7(1).

 

Yudhi, Y. P., Ahmar, N., & Syam, M. A. (2020). Determinan Audit Report Lag dan Peran Auditor Spesialisasi Industri Sebagai Pemoderasi Pada Perusahaan Badan Usaha Milik Negara. JRAP (Jurnal Riset Akuntansi Dan Perpajakan), 7(01), 119�136.

 

Zahrani, K., Jayanti, R., & Prasetya, R. I. D. C. (2023). Pengaruh Ukuran Perusahaan dan Opini Audit Tahun Sebelumnya terhadap Audit Report Lag dengan Reputasi KAP sebagai Variabel Moderasi. Jurnal Kewarganegaraan, 7(1), 1174�1185.