STRATEGI
EKSPANSI PASAR EKSPOR BRIKET ARANG KE JEPANG
DENGAN
PENDEKATAN SWOT-QSPM
Muhammad
Raihan Averilya
Universitas Padjadjaran
Abstrak:
Perusahaan CV Eco
Produk Indonesia adalah perusahaan yang memproduksi briket arang dengan
konsistensi kualitas yang baik, mereka sedang dalam proses pengembangan
perusahaan dan saat ini sedang mencari negara baru untuk dijadikan tujuan
ekspor. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui posisi perusahaan untuk bisa
mengetahui daya saing dan juga meneliti negara tujuan Jepang sebagai tujuan
ekspor. Penelitian kali ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis
PESTLE dan juga SWOT-QSPM. Berdasarkan hasil wawancara, peneliti berhasil
mengidentifikasi kekuatan dan juga kelemahan internal perusahaan serta peluang
dan meminimalisir ancaman yang akan dihadapi perusahaan. Dalam analisis faktor
internal dan eksternal perusahaan CV Eco Produk Indonesia saat ini memiliki 8
faktor interal yang terdiri dari 4 kekuatan dan 4 kelemahan, serta 8 faktor
peluang dan ancaman yang terdiri dari 4 faktor peluang dan 4 faktor ancaman.
Hasil dari analisis SWOT mengindikasikan bahwa posisi perusahaan berada pada
kuadran 1 yang menunjukkan bahwa perusahaan dalam posisi yang kuat untuk
menggunakan kekuatan internal dan memanfaatkan peluang untuk meminimalisir
ancaman. Penilaian QSPM menghasilkan strategi alternatif terbaik yaitu
membangun brand image dengan kualitas dan konsistensi produk terbaik untuk
dipromosikan pada acara pameran dagang sebagai strategi yang menarik untuk
diimplementasikan oleh perusahaan.
Kata kunci: Ekspor,
Impor, SWOT, QSPM, Analisis Faktor Internal dan Eksternal
Abstract:
The company CV Eco Produk Indonesia is a manufacturer of charcoal
briquettes with consistently high-quality standards. The company is currently
in the process of expanding its operations and is actively seeking new
countries for export purposes. This research aims to determine the company's
competitive position and investigate Japan as a potential export destination.
The study employs a qualitative method with PESTLE analysis and SWOT-QSPM
analysis. Based on the interview results, the researcher successfully
identified the internal strengths and weaknesses of the company, as well as
potential opportunities, and mitigated threats that the company may face. In
the analysis of internal and external factors, CV Eco Produk Indonesia
currently has 8 internal factors, consisting of 4 strengths and 4 weaknesses,
as well as 8 opportunities and threats, comprising 4 opportunities and 4
threats. The SWOT analysis indicates that the company is positioned in quadrant
1, suggesting that it is in a strong position to leverage internal strengths
and capitalize on opportunities to minimize threats. The QSPM assessment yields
the best alternative strategy, which is to build a brand image with the best
product quality and consistency. This strategy is recommended to be promoted at
trade shows as an appealing implementation for the company.
Keywords: Export, Import, SWOT, QSPM,
Internal and External Analysis
Corresponding: Muhammad
Raihan Averilya
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Perdagangan internasional terjadi saat barang atau
jasa ditukar antara negara-negara melintasi perbatasan nasional (Lubis & Harahap, 2022). Fenomena perdagangan
muncul karena setiap negara tidak mempunyai semua sumber daya yang diperlukan
untuk memenuhi segala kebutuhan dan keinginan penduduknya sendiri (Nugroho, 2018). Perdagangan internasional adalah
kegiatan ekonomi yang melibatkan pertukaran barang, jasa, dan sumber daya
antara negara-negara. Perdagangan internasional melibatkan ekspor dan impor.
Perdagangan internasional terjadi karena adanya perbedaan dalam sumber daya,
keahlian, dan keunggulan komparatif setiap negara (Amanda
& Aslami, 2022). Negara-negara umumnya
fokus pada produksi barang dan jasa khusus yang dapat dihasilkan dengan efisiensi
atau memiliki keunggulan komparatif dalam proses produksinya (Harahap & Segoro, 2018). Kegiatan perdagangan internasional memungkinkan
sebuah negara untuk memanfaatkan keunggulan komparatif mereka dan mendapatkan
akses atas barang dan jasa yang tidak dapat dihasilkan sendiri. Perdagangan
lintas negara juga memiliki peran yang penting selain dari perdagangan bebas
dan kemajuan ekonomi global (Zulyanto, 2016). Juga diakui bahwa
setiap negara di dunia memerlukan keterlibatan dalam aktivitas perdagangan atau
kerjasama bisnis dengan negara lain, karena tidak ada yang dapat memenuhi semua
kebutuhannya sendiri. Perdagangan
internasional memiliki peran penting untuk pertumbuhan ekonomi karena dengan
adanya kegiatan ekspor dan impor, pertumbuhan ekonomi sebuah negara akan
menjadi baik (Amelia,
2022).
Briket adalah salah satu jenis dari sumber energi terbarukan yang
sedang diupayakan sebagai alternatif untuk menggantikan bahan bakar dengan
efisiensi tinggi dalam menjaga nyala api. Perkembangan teknologi briket sudah
dimulai sejak beberapa tahun kebelakang di Indonesia. Umumnya, briket arang
dibuat dari kulit keras kelapa dan dianggap sebagai pilihan yang efektif untuk
menjaga nyala api dalam jangka waktu yang cukup lama (Barir, 2020).
Indonesia memiliki potensi ekspor briket yang cukup besar karena
negara ini memiliki pasokan bahan baku biox`massa yang melimpah, seperti limbah
kayu, sekam padi, cangkang kelapa sawit, dan limbah pertanian lainnya. Selain
itu, Indonesia juga memiliki infrastruktur produksi briket yang cukup baik dan
teknologi yang terus berkembang (Fadli et al., 2023). Pasar ekspor briket Indonesia saat
ini masih terus berkembang dengan adanya permintaan yang meningkat dari
negara-negara di Asia dan Eropa. Beberapa negara tujuan ekspor briket Indonesia
antara lain adalah Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, India, dan Belanda. Potensi
ekspor briket Indonesia juga didukung oleh kebijakan pemerintah yang mendukung
perkembangan industri briket dan penggunaan energi terbarukan secara nasional.
Pemerintah Indonesia sendiri optimis akan target pencapaian bauran eergi
nasional dari Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23% pada tahun 2025 dapat
tercapai (Nugraheni et al., 2021).
Table 1 Negara pengimpor briket arang dari Indonesia
(in thousand USD)
|
Importers |
Exported
Value in 2018 |
Exported
Value in 2019 |
Exported
Value in 2020 |
Exported
Value in 2021 |
Exported
Value in 2022 |
Trend
(%) |
|
World |
297.801 |
280.104 |
272.200 |
291.961 |
360.325 |
4.32 |
|
Arab |
42.963 |
47.327 |
51.029 |
49.666 |
58.081 |
6.73 |
|
Iraq |
21.298 |
20.182 |
29.553 |
35.095 |
54.735 |
27.65 |
|
Korea |
27.419 |
24.628 |
20.460 |
19.797 |
26.433 |
-2.87 |
|
Jepang |
16.982 |
17.214 |
15.246 |
14.513 |
17.279 |
-1.35 |
|
Lebanon |
11.903 |
10.680 |
8.799 |
10.735 |
15.110 |
4.94 |
Sumber:
trademap.org, 2022.
Berdasarkan Tabel 1 Jepang menjadi salah satu negara pengimpor
briket terbesar dari Indonesia dengan nilai impor pada tahun 2022 mencapai USD
$17.279, namun trend impor briket arang dari Indonesia ke Jepang justru
menunjukkan penurunan dengan tingkat penurunan mencapai 1.35%. Walaupun pada
tabel dapat dilihat bahwa trend impor briket arang di Jepang dari Indonesia
sedang menurun, mengekspor briket arang ke Jepang masih memiliki potensi yang
besar karena Jepang adalah salah satu negara pengimpor briket arang terbesar. Penggunaan
briket arang dapat membantu Jepang dalam mengurangi ketergantungan pada energi
fosil dan meningkatkan keberlanjutan energi. Briket arang dari limbah biomassa
mempunyai potensi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dibandingkan dengan
penggunaan batu bara konvensional (NPM, 2021).

Gambar 1
Potensi Ekspor Briket Indonesia ke Jepang
Sumber: exportpotential.intracen.org, 2022.
Berdasarkan data dari exportpotential.intracen.org, Indonesia
memiliki potensi ekspor briket arang ke Jepang sebesar $49 juta USD dengan
nilai aktual ekspor sebesar $18 juta USD dan peluang ekspor sebesar $31 juta
USD yang berarti masih terdapat ruang untuk bisa memaksimalkan ekspor briket
dari Indonesia ke Jepang.
Tabel 2 Negara Asal Impor Briket Arang ke Jepang (in
thousand USD)
|
Exporters |
Imported
Value in 2018 |
Imported
Value in 2019 |
Imported
Value in 2020 |
Imported
Value in 2021 |
Imported
Value in 2022 |
|
World |
124.286 |
120.042 |
102.167 |
105.159 |
86.184 |
|
China |
27.665 |
27.887 |
19.950 |
18.760 |
19.948 |
|
Malaysia |
23.231 |
23.935 |
20.670 |
19.662 |
19.149 |
|
Laos |
17.505 |
17.176 |
15.194 |
12.927 |
17.098 |
|
Indonesia |
20.776 |
20.862 |
18.183 |
17.513 |
16.223 |
|
Vietnam |
9.144 |
9.637 |
9.559 |
9.222 |
10.692 |
Sumber:
trademap.org, 2022
Berdasarkan Tabel 2, dapat dilihat bahwa Indonesia menjadi negara
terbesar ke-empat yang memasok briket arang dengan kode HS 4402.90 ke Jepang.
Nilai impor briket arang Jepang dan Indonesia mencapai nilai $16.223 USD. China
menjadi negara terbesar dengan nilai impor menyentuh $19.948 USD di tahun 2022.
Negara kedua dan ketiga ada Malaysia dengan nilai $19.149 USD dan Laos dengan
$17.098 USD. Negara kelima ada Vietnam yang nilai transaksi di tahun 2022 sebesar
$10.692 USD. Nilai impor briket arang Jepang dengan kelima negara ini
menunjukkan penurunan nilai impor dalam lima tahun terakhir. Adapun keunggulan
briket Indonesia dibandingkan dengan negara lain adalah kualitas produknya
dengan bahan baku yang berlimpah yang bisa diolah menjadi briket arang yang
berefisiensi tinggi. Di samping itu, berkat ketersediaan bahan baku yang
melimpah, Indonesia mampu menghasilkan briket dengan biaya produksi yang lebih
murah, sehingga menghasilkan harga yang lebih bersaing dibandingkan dengan
negara-negara lain.
Indonesia memiliki beberapa perjanjian perdagangan dengan Jepang,
yang pertama IJEPA (Indonesian-Japan Economic Partnership Agreement) yang
merupakan perjanjian ekonomi antara Indonesia dan Jepang yang berdasarkan prinsip
dari Economic Partnership Agreement (EPA). IJEPA, yang ditandatangani oleh
pemimpin Indonesia dan Jepang pada 20 Agustus 2007 di Jakarta, mulai berlaku
efektif pada 1 Juli 2008 (dikenal sebagai masa berlakunya). IJEPA memiliki
dasar pada tiga aspek utama, yakni liberalisasi, fasilitasi investasi dan
perdagangan, dan kerja sama. Sejak berlakunya perjanjian IJEPA, perdagangan
antara Indonesia dan Jepang sudah meningkat sebanyak 155%.
Perjanjian kedua adalah AJCEP (ASEAN-Japan Comprehensive Economic
Partnership), AJCEP adalah kolaborasi yang bertujuan untuk meningkatkan ekonomi
antara negara ASEAN dan Jepang. Fokus utamanya mencakup pengembangan zona
perdagangan bebas, peningkatan daya saing ASEAN dan Jepang di pasar global,
serta fasilitasi kelancaran perdagangan barang, jasa, dan investasi dengan
menghilangkan berbagai hambatan perdagangan. AJCEP resmi ditandatangani pada
tanggal 2 Maret 2019, dan efektif diberlakukan pada 1 Februari 2022. Salah satu
manfaat utama dari perjanjian ini adalah penghapusan tarif sebanyak 84,5% untuk
ekspor Indonesia ke Jepang. Hal ini memungkinkan barang yang berasal dari
negara-negara anggota AJCEP dapat dikirimkan bolak-balik tanpa harus melalui
proses pemrosesan tambahan di Indonesia, dan tetap mempertahankan status asalnya.
Perjanjian ketiga adalah RCEP (Regional Comprehensive Economic
Partnership) yang merupakan kesepakatan perdagangan bebas yang terdiri dari
sepuluh negara anggota ASEAN (Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia,
Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam) dan lima negara mitra
(Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru). Pada tanggal 15
November 2020, kesepakatan RCEP disetujui dan ditandatangani oleh seluruh
negara anggota ASEAN serta lima negara mitra dalam KTT ASEAN ke-37 yang diselenggarakan
secara virtual dengan Vietnam sebagai tuan rumah.
Perluasan pasar ekspor ke Jepang tentunya akan memberikan
keuntungan untuk sebuah perusahaan. Untuk bisa melakukan perluasan pasar
ekspor, sebuah perusahaan harus bisa melakukan evaluasi terlebih dahulu
terhadap bisnis mereka. Perusahaan dapat menggunakan metode analisis PESTLE,
analisis matriks IFE dan EFE, dan SWOT-QSPM untuk melakukan evaluasi terhadap
perkembangan bisnisnya, metode ini dapat membantu perusahaan untuk bisa
memberikan alternatif strategi terbaik untuk perusahaan dalam mengetahui
strategi terbaik dan sesuai untuk perusahaan.
CV Eco Produk Indonesia berdiri di tahun 2015 dan berlokasi di
Jawa Barat. Perusahaan CV Eco Produk Indonesia menawarkan berbagai jenis produk
yang terbuat dari briket arang, semua produk CV Eco Produk Indonesia sudah
berstandar Internasional dan berpeluang baik untuk melakukan perluasan pasar
ekspor ke Jepang melalui metode PESTLE, analisis matriks IFE dan EFE, dan
SWOT-QSPM. CV Eco Produk Indonesia sudah menghasilkan briket arang yang
memiliki kualitas tinggi yang dapat bersaing di pasar internasional, dengan
melakukan perluasan pasar ekspor ke Jepang perusahaan bisa mendapatkan
keuntungan. Melakukan kegiatan ekspor ke Jepang bisa memberikan keuntungan karena
dapat meningkatkan kerjasama bilateral dan juga dengan rendahnya nilai tukar
mata uang antara JPY dan IDR perusahaan bisa mendapatkan margin keuntungan yang
lebih dari proses perdagangan ini.
Dengan potensi ini, perusahaan seperti CV Eco Produk Indonesia
dapat memanfaatkan metode analisis seperti PESTLE, analisis matriks IFE dan
EFE, dan SWOT-QSPM untuk mengevaluasi peluang perluasan pasar ekspor ke Jepang.
Melalui strategi ini, perusahaan dapat memanfaatkan kerjasama bilateral dan
nilai tukar mata uang yang menguntungkan antara JPY dan IDR untuk meningkatkan
margin keuntungan dari ekspor briket arang ke Jepang.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menetapkan langkah-langkah
strategis dalam melakukan ekspansi pasar briket ke Jepang dan untuk
mengevaluasi posisi daya saing perusahaan CV Eco Produk Indonesia dalam
mengekspor briket arang. Manfaat dari penelitian ini adalah bagi Perusahaan CV
Eco Produk Indonesia, diharapkan hasilnya dapat membantu perusahaan mendapatkan
pangsa pasar baru yang potensial untuk meningkatkan pendapatan. Bagi penulis,
hasil penelitian ini akan memberikan pengalaman dan pengetahuan tentang
strategi perluasan pasar ekspor untuk produk briket. Bagi pembaca, hasil
penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber pengetahuan dan wawasan serta
menjadi bahan referensi penting untuk penelitian strategi pemasaran ekspor
produk briket di masa depan.
METODE
PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kualitatif. �Dalam penelitian ini,
peneliti memanfaatkan dua metode pengumpulan data, yakni data yang diperoleh
secara langsung (primer) dan dari sumber lain (sekunder). Dalam situasi ini,
subjek penelitian, atau yang juga disebut sebagai informan, terkait dengan
variabel yang tengah diinvestigasi. Pengumpulan data primer melibatkan kegiatan
seperti pengamatan, pengukuran, atau wawancara langsung dengan subjek
penelitian. Data primer yang digunakan penulis untuk penelitian kali ini
menggunakan teknik wawancara. Wawancara yang dilakukan oleh penulis melalui
online meeting dengan sumber informan selaku CEO perusahaan CV Eco Produk
Indonesia. Dalam konteks penelitian ini, informasi sekunder diperoleh melalui
konsultasi buku referensi, jurnal penelitian, sumber online, dan referensi
lainnya. Data sekunder pada penelitian ini diambil dari berbagai jenis sumber
seperti jurnal, buku, artikel, basis data, dan kajian pustaka yang terkait
dengan konteks penelitian yang dilakukan. Penelitian dilakukan di CV Eco Produk
Indonesia yang berlokasi di Jawa Barat. Waktu penelitian berlangsung pada bulan
Juni hingga September 2023. Alasan penulis memilih perusahaan ini karena
perusahaan tersebut memiliki peluang untuk bisa melakukan perluasan pasar
ekspor ke Jepang, dan berada di wilayah yang sama dengan penulis. CV Eco Produk
Indonesia menghasilkan produk yang sudah berstandar internasional dan siap
bersaing di pasar internasional.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
CV Eco Produk Indonesia didirikan pada tahun 2015 dan berlokasi di
Jawa Barat. Pabrik perusahaan CV Eco Produk Indonesia terletak di wilayah kampung
karet Jl. Swadarma RT 02/01 Desa Situsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor
dengan total karyawan 51 orang. CV Eco Produk Indonesia berfokus dalam
pembuatan briket arang dan mereka menawarkan produk-produk briket mereka untuk
para pembeli OEM (Original Equipment Manufacturer) yang berada di luar negeri
menggunakan metode B2B. Pertahun, CV Eco Produk Indonesia dapat memproduksi
briket arang sebanyak 6000 Ton. Pertahun, CV Eco Produk Indonesia bisa
mendapatkan keuntungan hingga sebesar US$1 juta.
CV Eco Produk Indonesia
menawarkan berbagai jenis produk yang terbuat dari briket arang, mulai dari
briket berbentuk kotak yang digunakan untuk BBQ, briket berbentuk hexagon,
briket arang instan, briket arang kotak instan, briket arang kotak untuk shisha,
briket arang berbentuk kompor. Produk CV Eco Produk Indonesia dikemas dalam box
dan untuk setiap pembelian produk terdapat minimal pembelian yaitu 2 ton.
Analisis PESTEL
Berdasarkan studi dan
pendalaman yang sudah dilakukan terkait dengan faktor-faktor politik, ekonomi,
sosial, teknologi, lingkungan dan hukum, berikut adalah beberapa faktor dari
analisis PESTEL yang perlu dipertimbangkan apabila CV Eco Produk Indonesia akan
mengekspor produk arang briket mereka ke Jepang
Tabel 3 Tabel Matriks PESTEL
|
Politik |
Ekonomi |
Sosial |
Teknologi |
Lingkungan |
Hukum |
|
Keadaan
Politik Indonesia dan Jepang dalam kondisi yang baik. Memiliki
perjanjian bilateral dengan Indonesia yaitu IJEPA dan perjanjian AJCEP dan
RCEP. Pemerintah
Jepang sudah menerapkan Feed-In Tariff (FIT) dan Feed-In Premium (FIP) yang
berguna untuk memberi insentif pada investasi energi terbarukan sekaligus
mendorong integrase ke dalam pasar, hal ini bertujuan untuk mencapai
masyarakat yang netral karbon. |
Jepang
sempat mengalami resesi yang bersamaan dengan perlambatan ekonomi global yang
disebabkan oleh Covid-19, yang mengakibatkan turunnya PDB hingga -4.6% pada
tahun 2020. Ekonomi
Jepang mengalami pemulihan pada tahun 2021 (+1,7%) dan 2022 (+1,7%), dan
diperkirakan akan tumbuh sebesar 1,6% pada tahun 2023 (IMF, Oktober 2022). Jepang
saat ini sedang dalam kondisi pemulihan ekonomi karena nilai mata uang yang
menurun dan Jepang tetap ingin mempertahankan harga barang yang murah karena
minimum wage yang tidak meningkat. Nilai
transaksi Indonesia dengan Jepang pada Agustus tahun 2023 masih surplus
sebesar $3 juta USD. Nilai
ekspor impor Jepang dan Indonesia dalam beberapa waktu ini mengalami
penurunan dikarenkana Jepang yang sedang dalam fase pemulihan ekonomi dan
juga Indonesia yang mulai shifting yang berarti Jepang Jepang tidak
hanya menjadi target pasarnya dan sudah mulai menargetkan negara-negara non
tradisional seperti Afrika dan Amerika Latin. |
Tingkat
urbanisasi Jepang mencapai 91% dengan jumlah penduduk mencapai 114 juta pada tahun
2021. Tingkat urbanisasi yang tinggi ini berarti banyak penduduknya tinggal
di kota-kota besar, kesibukan masyarakat dapat mendorong peningkatan
permintaan arang briket karena briket arang dapat digunakan untuk BBQ. Konsumen
Jepang memiliki ketertarikan dan minat yang tinggi pada produk yang sustainable,
berkualitas dan beragam, inovatif dan unik yang bisa meningkatkan
permintaan untuk briket arang. Pejabat
Jepang sendiri sudah mempromosikan konsep �various pathways toward a
common goal� pada pertemuan G7 di Jepang pada bulan April 2023, dimana
konsep ini adalah pendekatan dengan berbagai cara untuk bisa mempercepat
pengurangan penggunaan emisi dengan tujuan untuk mencapai �net zero�
di tahun 2050 |
Jepang
menggunakan energi matahari untuk memproses bahan baku briket arang yang
dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan sudah ada. Jepang
sedang melakukan uji coba untuk menggunakan serbuk kayu untuk dijadikan
pengganti briket arang, serbuk kayu diklaim memiliki emisi karbon yang lebih
rendah dari briket arang, namun belum signifikan dan belum ada perubahan
kebijakan dari pemerintah Jepang yang mendukung energi alternative ini. Penggunaan
e-commerce seperti alibaba, amazon, uncle-b store, rakuten, yahoo
shopping sebagai sarana yang digunakan masyarakat untuk membeli briket arang
di Jepang. |
Penggunaan
briket arang di Jepang sendiri tidak terpengaruh oleh musim karena tingginya
tingkat penggunaan briket arang oleh masyarakat Jepang. Masyarakat
Jepang sendiri memiliki tingkat kesadaran yang tinggi akan keberadaan
lingkungan, masyarakat Jepang sendiri sedari dini sudah dibuat sadar atas
masalah kebersihan lingkungan. |
Indonesia
dan Jepang sudah menjalin beberapa hubungan untuk perdagangan internasional. IJEPA
adalah perjanjian bilateral yang ditandatangai sejak 20 Agustus 2007 dan
bertujuan untuk meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia dan Jepang. AJCEP
adalah perjanjian yang memperkuat integrase ekonomi antara negara anggota
ASEAN dan Jepang yang melibatkan zona perdagangan bebas, peningkatan daya
saing ASEAN dan Jepang di pasar Internasional serta memudahkan investasi dan
perdagangan barang dan jasa, AJCEP menghilangkan hingga 84,5% tarif pada
semua jenis barang yang diekspor dari Indonesia ke Jepang. RCEP
adalah perjanjian perdagangan bebas antara 10 negara ASEAN dan 6 negara
mitra, manfaat dari RCEP adalah rata-rata penghapusan tarif sebesar 92%
antara pihak RCEP. |
Matriks IFE terdiri dari
faktor kekuatan dan kelemahan perusahaan, dimana matriks ini dapat
menggambarkan kondisi internal pada perusahaan dengan hasil dari penilaian
bobot dan peringkat terhadap faktor strategis internal perusahaan.
Tabel 4 Matriks IFE
|
STRENGTHS (Kekuatan) |
Bobot |
Rating |
Skor |
|||||
|
Kontrol kualitas yang baik untuk setiap produk |
0.14 |
3.75 |
0.53 |
|||||
|
Konsistensi Kualitas |
0.16 |
4 |
0.64 |
|||||
|
Kondisi iklim usaha dan kemudahan dalam berusaha (ease of
doing business) |
0.11 |
3 |
0.33 |
|||||
|
Pemahaman e-commerce untuk menjual produk yang baik |
0.11 |
3.25 |
0.36 |
|||||
|
Sub Total |
|
|
|
|
|
0.51 |
|
1.86 |
|
WEAKNESS (Kelemahan) |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Peningkatan inovasi produk |
0.08 |
1.25 |
0.10 |
|||||
|
Kurangnya SDM yang berkualitas |
0.16 |
2 |
0.32 |
|||||
|
Toleransi kualitas |
0.11 |
1.25 |
0.14 |
|||||
|
Harga pasaran yang dibanjiri produk dengan harga murah |
0.14 |
1.5 |
0.21 |
|||||
|
Sub Total |
|
|
|
|
|
0.49 |
|
0.77 |
|
Total |
1 |
|
2.63 |
|||||
Pada perhitungan matriks IFE CV Eco
Produk Indonesia menghasilkan jumlah skor strengths sebesar 1.86 dan
skor weakness sebesar 0.77 dengan total skor faktor internal dari perusahaan
sebesar 2.63, yang dimana skor ini menunjukkan kalau posisi internal perusahaan
berada diatas rata-rata yaitu 2.50 sehingga menunjukkan bahwa perusahaan
memiliki posisi internal yang relatif kuat dalam memanfaatkan kekuatan guna
mengatasi kelemahan yang dimiliki. Pada faktor kekuatan, konsistensi kualitas
menjadi faktor dengan skor tertinggi sebesar 0.64 yang menunjukkan kekuatan
utama perusahaan berada pada konsistensi kualitas produknya. Pada faktor
kelemahan, kualitas SDM menjadi salah satu kelemahan utama dengan rating 0.32
dan perusahaan harus bisa memberi pelatihan dan pembekalan kepada para pekerja
untuk bisa mengatasi kelemahannya
Matriks EFE terdiri dari
faktor peluang dan ancaman yang dihadapi oleh perusahaan, dimana matriks ini
dapat menggambarkan kondisi eksternal perusahaan berdasarkan hasil penilaian
bobot dan peringkat pada faktor eksternal perusahaan.
Tabel 5 Matriks EFE
|
OPPORTUNITY |
(Peluang) |
|
|
|
|
Bobot |
Rating |
Skor |
|
Berpartisipasi dalam pameran dagang |
0.16 |
3.25 |
0.52 |
|||||
|
Menjalin hubungan strategis di sektor relevan |
0.11 |
3 |
0.33 |
|||||
|
Penghapusan Tarif dengan skema IJEPA, ACJEP, dan RCEP |
0.16 |
3.25 |
0.52 |
|||||
|
Pengembangan produk yang ramah lingkungan |
0.11 |
2.5 |
0.26 |
|||||
|
Sub Total |
|
|
|
|
|
0.53 |
|
1.63 |
|
THREATHS |
(Ancaman) |
|
|
|
|
|
|
|
|
Perubahan iklim yang mengakibatkan naiknya harga bahan baku |
0.08 |
2.75 |
0.22 |
|||||
|
Inflasi yang fluktuatif, politik/hukum/kebijakan pemerintah
Jepang |
0.16 |
1.5 |
0.24 |
|||||
|
Persaingan dari dalam dan luar negeri. |
0.13 |
2 |
0.26 |
|||||
|
Kelesuan pasar |
0.11 |
1.25 |
0.14 |
|||||
|
Sub Total |
|
|
|
|
|
0.47 |
|
0.86 |
|
Total |
1.00 |
|
2.49 |
|||||
Perhitungan EFE menghasilkan skor opportunity
sebesar 1,63 dan skor ancaman sebesar 0,86 dengan total skor matriks EFE
sebesar 2.49 yang menunjukkan bahwa posisi eksternal perusahaan berada di
posisi yang baik dan skor ini juga menunjukkan bahwa perusahaan memiliki
kemampuan yang cukup baik dalam mengatasi peluang dan menghadapi ancaman. Pada
faktor peluang, faktor berpartisipasi dalam pameran dagang dan peningkatan
populasi di negara tujuan memiliki skor tertinggi sebesar 0.52, kedua peluang
ini memiliki skor tinggi karena dengan berpartisipasi dalam pameran dagang
perusahaan bisa mendapatkan konsumen dan meningkatnya populasi di negara tujuan
ekspor bisa meningkatkan tingkat konsumsi dan meningkatkan peluang ekspor ke negara
tujuan. Pada faktor ancaman, skor tertinggi ada pada Pesaing banting harga yang
bisa menjadi ancaman apabila pesaing menjual produk dengan harga dibawah harga
pasaran dan harga jual perusahaan.
Setelah mendapatkan nilai kekuatan
internal dan eksternal perusahaan, dilakukan perhitungan untuk mengetahui
strategi yang tepat untuk dilakukan oleh perusahaan CV Eco Produk Indonesia.
Nilai diambil dari selisih skor pada analisis internal (strengths dan weakness)
dan juga eksternal (opportunities dan threats) dan ditentukan
titik koordinat pada gambar berikut:

Gambar 1 Diagram Analisis SWOT
���������������
Gambar 1 memperlihatkan angka kekuatan
berada di 1.86 dan kelemahan di 0.77 maka didapatkan selisih 1.09 dan setelah
dibagi 2 hasilnya adalah 0.55. Sedangkan untuk peluang berada di angka 1.63 dan
ancaman di 0.86 dan didapatkan selisih sebesar 0.77 dan setelah dibagi 2
hasilnya adalah 0.39. Nilai selisih yang didapatkan selanjutnya membentuk titik
koordinat (0.55 - 0.39) sehingga didapatkan posisi perusahaan berada di kuadran
1 yang dimana menunjukkan bahwa perusahaan memiliki peluang dan kekuatan
sehingga bisa memanfaatkan kesempatan. Strategi yang tepat untuk dilakukan oleh
perusahaan CV Eco Produk Indonesia dalam posisi ini adalah strategi pertumbuhan
yang agresif (Growth-Oriented Strategy) yang berarti perusahaan bisa
memanfaatkan kekuatan internal yang dimiliki seperti konsistensi kualitas dan
juga kontrol kualitas pada setiap produk untuk memanfaatkan peluang seperti
berpartisipasi dalam pameran dagang dan penghapusan tarif dengan skema IJEPA,
ACJEP, dan RCEP bisa memberikan keuntungan dan juga mengatasi kemahan
perusahaan seperti kurangnya inovasi produk.
Matriks SWOT
Matriks SWOT digunakan sebagai sarana
untuk merencanakan strategi pemasaran. Dengan menggunakan matriks ini,
perusahaan dapat mengidentifikasi dengan jelas peluang dan ancaman dari
lingkungan eksternal, sambil menyesuaikannya dengan kekuatan dan kelemahan
internal perusahaan. Matriks tersebut mampu menghasilkan empat pilihan strategi
yang mungkin diambil oleh pimpinan perusahaan untuk menghadapi persaingan yang
semakin ketat (Kurniawati & Marlena, 2020).
Tabel 6 Tabel Analisis Matriks SWOT
|
���������������������������������������������� Internal Eksternal |
Strengths
(Kekuatan) 1.
Kontrol kualitas yang baik untuk setiap produk. 2. Konsistensi Kualitas 3. Kondisi iklim usaha dan kemudahan dalam berusaha (ease of
doing business) 4. Pemahaman e-commerce untuk menjual produk yang baik |
Weaknesses
(Kelemahan) 1. Peningkatan inovasi produk 2. Kurangnya SDM yang berkualitas 3. Toleransi kualitas 4. Harga pasaran yang dibanjiri produk dengan harga murah |
|
|
Opportunities
(Peluang) 1. Berpartisipasi dalam pameran dagang 2. Menjalin hubungan strategis di sektor relevan 3. Penghapusan Tarif dengan skema IJEPA, ACJEP, dan RCEP 4. Pengembangan produk yang ramah lingkungan |
SO 1. Membangun brand image dengan kualitas dan konsistensi
produk terbaik untuk dipromosikan pada acara pameran dagang. 2. Membangun hubungan strategis agar dapat menghasilkan kualitas
produk terbaik. |
WO 1. Membangun hubungan dengan sektor relevan untuk mendapatkan
SDM terbaik. 2. Menciptakan produk yang ramah lingkungan dengan harga yang
dapat bersaing dipasar. |
|
|
Threats
(Ancaman) 1. Perubahan iklim yang mengakibatkan naiknya harga bahan baku 2. Inflasi yang fluktuatif, politik/hukum/kebijakan pemerintah
Jepang 3. Pesaing banting harga 4. Kelesuan pasar |
ST 1. Memanfaatkan musim panas untuk mendapatkan bahan baku
berkualitas untuk menjaga konsistensi produk. 2. Menciptakan produk dengan kualitas yang dapat menyesuaikan
pasar tujuan dengan harga yang kompetitif. |
WT 1. Menetapkan strategi harga pasar yang sesuai dalam menghadapi
persaingan dan volatilitas mata uang. |
|
���������������
1.
Strategi SO (Strengths-Opportunities)
Strategi Strengths-Opportunities
memanfaatkan kekuatan perusahaan untuk memanfaatkan peluang, dengan tujuan
untuk mendapat keunggulan persaingan (Mashuri & Nurjannah, 2020). Strategi alternatif pertama ada membangun brand image dengan
kualitas dan konsistensi produk terbaik untuk dipromosikan pada acara pameran
dagang. Dengan kekuatan internal perusahaan
dalam konsistensi dan kontrol kualitas, perusahaan dapat membangun brand
image atas faktor kekuatan dan memanfaatkan peluang yaitu berpartisipasi
dalam pameran dagang. Alternatif strategi kedua adalah membangun hubungan strategis agar dapat menghasilkan kualitas produk
terbaik. Kekuatan perusahaan yaitu kondisi iklim dan kemudahan dalam
berusaha (ease of doing business), perusahaan dapat memanfaatkan peluang
dalam menjalin hubungan strategis di sektor relevan dan membangun hubungan
strategis agar dapat menghasilkan produk terbaik (Suryatman et al., 2021).
2.��� Strategi WO (Weakness-Opportunities)
Strategi Weakness-Opportunities
Bermaksud untuk meningkatkan kekurangan internal guna dapat mengambil
keuntungan dari peluang eksternal (Sonatasia et al., 2020). Alternatif strategi pertama adalah membangun hubungan dengan sektor
relevan untuk mendapatkan SDM terbaik. Dengan
kualitas SDM menjadi kelemahan perusahaan, perusahaan bisa menjalin hubungan
strategis agar bisa mendapatkan SDM berkualitas seperti menjalin kemitraan
dengan lembaga pelatihan keterampilan. Alternatif strategi kedua adalah menciptakan produk yang ramah lingkungan
dengan harga yang dapat bersaing dipasar. Perusahaan bisa memanfaatkan
peluang pengembangan produk ramah lingkungan untuk bisa menciptakan produk
briket yang ramah lingkungan dan mengatasi kelemahan perusahaan harga pasar
yang dibanjiri produk murah (RIFALDY, 2022).
3.��� Strategi ST (Strengths-Threats)
Strategi Strengths-Threats
digunakan untuk mengurangi dampak yang timbul dari ancaman eksternal dengan
memanfaatkan sumber daya internal perusahaan (Suryatman et al., 2021). Strategi alternatif yang dapat
diterapkan adalah memanfaatkan musim
panas untuk mendapatkan bahan baku berkualitas untuk menjaga konsistensi produk.
Perubahan iklim yang bisa meningkatkan harga bahan baku bisa menjadi ancaman
untuk perusahaan, dengan kemudahan dalam berusaha (ease of doing business)
perusahaan bisa memaksimalkan untuk mendapatkan bahan baku dimusim panas agar
ketersediaan bahan baku berkualitas tidak terganggu oleh pergantian musim.
Alternatif strategi selanjutnya adalah menciptakan
produk dengan kualitas yang dapat menyesuaikan pasar tujuan dengan harga yang
kompetitif. Pesaing yang banting harga menjadi salah satu ancaman bagi
perusahaan, dengan pemahaman produk yang baik untuk setiap pasar dan kontrol
kualitas perusahaan bisa menciptakan produk berkualitas yang dapat menyesuaikan
dengan pasar tujuan dan dapat bersaing secara harga dengan kompetitor (Mawah, 2022).
4.��� Strategi WT (Weakness-Threats)
Strategi Weakness-Threats
digunakan untuk memperkecil mengatasi kelemahan internal perusahaan sambil
menghindari potensi ancaman dari luar (Qanita, 2020). Alternatif strategi yang dapat
diterapkan adalah menetapkan strategi
harga pasar yang sesuai dalam menghadapi persaingan dan volatilitas mata uang.
Inflasi yang fluktuatif oleh politik/hukum/kebijakan pemerintah Jepang dan
pesaing banting harga menjadi ancaman perusahaan dan harga pasaran yang
dibanjiri produk murah menjadi kelemahan perusahaan. Perusahaan bisa menetapkan
strategi harga pasar yang sesuai agar bisa menghadapi persaingan harga dan
nilai mata uang (Qanita, 2020).
Analisis QSPM
��������������� Matriks
Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) adalah tahap akhir dari analisis
strategi yang melibatkan penentuan alternatif terbaik (FATCHROJIONO, 2022). Melalui matriks QSPM,
dapat diidentifikasi nilai tertinggi pada Total Attractiveness Score (TAS),
yang menunjukkan bahwa alternatif strategi tersebut adalah yang paling sesuai
untuk diimplementasikan oleh CV Eco Produk Indonesia.
Tabel 7 Tabel Alternatif Strategi QSPM
|
Urutan |
Alternatif Strategi |
Nilai TAS |
|
1 |
Membangun brand image dengan
kualitas dan konsistensi produk terbaik untuk dipromosikan pada acara pameran
dagang. |
6.66 |
|
2 |
Menciptakan produk dengan
kualitas yang dapat menyesuaikan pasar tujuan dengan harga yang kompetitif. |
6.25 |
|
3 |
Menetapkan strategi harga pasar
yang sesuai dalam menghadapi persaingan dan volatilitas mata uang. |
5.9 |
|
4 |
Menciptakan produk yang ramah lingkungan
dengan harga yang dapat bersaing dipasar. |
5.88 |
|
5 |
Membangun hubungan strategis
agar dapat menghasilkan kualitas produk terbaik. |
5.33 |
|
6 |
Membangun hubungan dengan sektor
relevan untuk mendapatkan SDM terbaik. |
4.34 |
|
7 |
Memanfaatkan musim kemarau untuk
mendapatkan bahan baku berkualitas untuk menjaga konsistensi produk. |
4.31 |
Dari hasil analisis QSPM, dapat
dilihat bahwa terdapat empat alternatif strategi yang menarik untuk digunakan
oleh perusahaan, yang pertama membangun brand image dengan kualitas dan konsistensi produk
terbaik untuk dipromosikan pada acara pameran dagang, hasil evaluasi strategi menunjukkan bahwa nilai TAS dari
analisis ini secara signifikan lebih tinggi daripada opsi strategi lainnya
yakni mencapai 6.66. Alternatif strategi ini dapat membantu perusahaan agar
bisa dikenal dengan membangun brand image seperti mempromosikan konsistensi dan
kualitas produknya yang baik dan dapat menarik konsumen-konsumen yang
mengutamakan konsistensi dan kualitas produk. Alternatif strategi kedua, tiga,
dan empat memiliki keterkaitan dengan pengembangan produk yang menunjukkan
bahwa perusahaan perlu berinovasi pada produknya dan membuat produk yang ramah
lingkungan dan berkualitas agar bisa meningkatkan penjualan perusahaan dan juga
melakukan strategi penetapan harga yang tepat agar produk dapat bersaing di
pasar internasional.
KESIMPULAN
Kesimpulan pada Laporan Tugas Akhir ini merangkum hasil penelitian untuk menjawab pertanyaan yang tercantum dalam rumusan masalah. Pertama, meskipun nilai ekspor briket arang dari Indonesia ke Jepang mengalami penurunan, hal ini disebabkan oleh penurunan nilai transaksi antara kedua negara yang sedang mengalami penurunan ekonomi, serta Indonesia yang mulai memperluas pasar ekspornya ke negara-negara lain. Meskipun demikian, Jepang tetap menarik sebagai pasar ekspor karena kerjasama perdagangan internasional yang masih berlangsung dan minat masyarakat Jepang terhadap briket arang sebagai alternatif energi terbarukan. Kedua, Perusahaan CV Eco Produk Indonesia berada dalam posisi kuadran 1 pada diagram SWOT, memungkinkan perusahaan untuk mengadopsi strategi pertumbuhan yang agresif, seperti membangun citra merek dengan fokus pada kualitas produk dan konsistensi, yang dapat dipromosikan pada acara pameran dagang.
DAFTAR PUSTAKA
Amanda, N. S., &
Aslami, N. (2022). Analisis Kebijakan Perdagangan Internasional. Journal
Economy And Currency Study (JECS), 4(1), 14�23.
Amelia, F. (2022).
Perdagangan Internasional Booster Dalam Pertumbuhan Ekonomi. Change Think
Journal, 1(02), 151�157.
Barir, M. F. (2020). Analisis
fisis briket dari sampah berbahan alami kulit buah Siwalan (Borassus
flabellifer L) sebagai bahan biomassa. Universitas Islam Negeri Maulana
Malik Ibrahim.
Fadli, M., Jaya, A. H.,
& Kornelius, Y. (2023). Strategi Bauran Pemasaran Briket Pengganti Arang Di
Desa Sibalaya Selatan. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Indonesia, 2(2),
70�77.
Fatchrojiono, H. K. (2022).
Penyusunan Strategi Pemasaran Menggunakan Metode Swot Dan Quantitative
Strategic Planning Matrik (QSPM)(Studi Kasus: UKM Putri Bolu dan Donat,
Kaliwungu). Universitas Islam Sultan Agung.
Harahap, N. H. P., &
Segoro, B. A. (2018). Analisis daya saing komoditas karet alam Indonesia ke
pasar global. TRANSBORDERS: International Relations Journal, 1(2),
130�143.
Kurniawati, R., &
Marlena, N. (2020). Analisis SWOT Sebagai Dasar Perencanaan Strategi Pemasaran
Pada Agrowisata Belimbing Karangsari Kota Blitar. Jurnal Manajemen Dan
Bisnis Indonesia, 6(2), 191�203.
Lubis, M. P. N., &
Harahap, M. I. (2022). Dampak Positif dari Perdagangan Nasional. JIKEM:
Jurnal Ilmu Komputer, Ekonomi Dan Manajemen, 2(2), 3069�3080.
Mashuri, M., &
Nurjannah, D. (2020). Analisis SWOT Sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing. JPS
(Jurnal Perbankan Syariah), 1(1), 97�112.
Mawah, S. (2022). Strategi
Pengembangan Industri Pengolahan Kopi Pada Ukm Labbo Coffee Banyorang Kecamatan
Tompobulu Kabupaten Bantaeng= The Development Strategy Of Coffee Processing
Industry Of Banyorang At Labbo Coffee Small Medium Entrerprise In Tompobulu
District Bantaeng Regency. Universitas Hasanuddin.
NPM, R. A. B. (2021). Pengaruh
Kadar Perekat Dan Tipe Tungku Pirolisis Terhadap Karakteristik Briket Arang Limbah
Kayu Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg)(Skripsi) Oleh.
Nugraheni, P. P., j
Kumaat, R., & Mandeij, D. (2021). Analisis determinan ekspor Sulawesi Utara
ke negara-negara tujuan ekspor periode 2012-2018. Jurnal EMBA: Jurnal Riset
Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 9(2).
Nugroho, O. C. (2018).
Tanggung Jawab Negara dalam Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Jurnal
Penelitian Hukum De Jure, 18(4), 543.
Qanita, A. (2020).
Analisis strategi dengan metode swot dan qspm (quantitative strategic planning
matrix): studi kasus pada d�gruz caffe di Kecamatan Bluto Sumenep. Komitmen:
Jurnal Ilmiah Manajemen, 1(2), 11�24.
Rifaldy, A. R. (2022). Implikasi
Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan
Kantor Jasa Penilai Publik Nanang Rahayu Sigit Paryanto & Rekan Jakarta
Selatan. Universitas Bosowa.
Sonatasia, D., Onsardi,
O., & Arini, E. (2020). Strategi Meningkatkan Loyalitas Konsumen Makanan
Khas Kota Curup Kabupaten Rejang Lebong. Jurnal Manajemen Modal Insani Dan
Bisnis (JMMIB), 1(1), 11�25.
Suryatman, T. H., Kosim,
M. E., & Samudra, G. E. (2021). Perencanaan Strategi Pemasaran Dengan
Analisis SWOT Dalam Upaya Meningkatkan Penjualan Sepatu Adidas Di PT. Panarub
Industry. Journal Industrial Manufacturing, 6(1), 43�56.
Zulyanto, A. (2016).
Kesiapan Dalam Menghadapi Era Perdagangan Bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Ekspansi: Jurnal Ekonomi, Keuangan, Perbankan, Dan Akuntansi, 8(1),
29�45.