PENGARUH
HARGA, LOKASI USAHA DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN USAHA MA�E
FRIED CHICKEN KUTAI KARTANEGARA
Putri
Febriana Maulida
Universitas Mulawarman
Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami faktor-faktor yang memengaruhi
keputusan pembelian konsumen dalam konteks industri makanan, khususnya di
sektor makanan cepat saji. Pengaruh Harga, Lokasi Usaha Dan Kualitas Produk
Terhadap Keputusan Pembelian Usaha Ma�e Fried Chicken Kutai Kartanegara yang
dibimbing oleh Ibu Ana Noor Andriana, S.AB., M.AB. Adapun tujuan penelitian ini
adalah untuk menguji bagaimana pengaruh harga, lokasi usaha dan kualitas produk
terhadap keputusan pembelian pada usaha ma�e fried chicken Kutai Kartanegara.
Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan Ma�e fried chicken dengan
domisili di sekitar Jl. Soekarno Hatta, Loa Janan Ulu, Kab. Kutai Kartanegara.
Variabel bebas penelitian ini yaitu variabel harga dan lokasi usaha, kualitas
produk, serta variabel terikat yaitu keputusan pembelian. Teknik pengumpulan
data berdasarkan data primer melalui observasi, wawancara, kuesioner atau
angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji validitas dan uji
reabilitas, uji asumsi klasik yang terdiri dari uji multikolinearitas, uji
heteroskedastistas dan uji normalitas. Teknik analisis data menggunakan
analisis regresi linear berganda, koefisien korelasi dan koefisien determinasi.
Pengujian hipotesis menggunakan uji simultan, uji parsial dan variabel yang
paling berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel harga, lokasi
usaha dan kualitas produk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap
Keputusan Pembelian pada usaha Ma�e fried chicken Kutai Kartanegara. Dapat di
simpulkan bahwa harga, lokasi usaha, dan kualitas produk memiliki pengaruh yang
signifikan secara bersama-sama terhadap keputusan pembelian di Ma'e Fried
Chicken Kutai Kartanegara. Ini menunjukkan pentingnya strategi yang holistik
dalam mengelola faktor-faktor tersebut untuk meningkatkan daya tarik dan
retensi pelanggan dalam industri makanan cepat saji.
Kata kunci: Harga,
Lokasi Usaha, Kualitas Produk, Keputusan Pembelian.
Abstract:
This research is motivated by the importance
of understanding the factors that influence consumer purchasing decisions in
the context of the food industry, especially in the fast food sector. The
Influence of Price, Business Location and Product Quality on Purchasing
Decisions for the Ma'e Fried Chicken Kutai Kartanegara Business, guided by Mrs.
Ana Noor Andriana, S.AB., M.AB. The aim of this research is to examine the
influence of price, business location and product quality on purchasing
decisions at the ma'e fried chicken business in Kutai Kartanegara. The
population in this study were Ma'e fried chicken customers domiciled around Jl.
Soekarno Hatta, Loa Janan Ulu, Kab. Kutai Kartanegara. The independent
variables in this research are price and business location, product quality,
and the dependent variable, namely purchasing decisions. Data collection
techniques are based on primary data through observation, interviews,
questionnaires, and documentation. Data analysis techniques use validity and
reliability tests, classic assumption tests consisting of multicollinearity
tests, heteroscedasticity tests and normality tests. The data analysis
technique uses multiple linear regression analysis, correlation coefficient and
coefficient of determination. Hypothesis testing uses simultaneous tests,
partial tests and the most influential variables. The research results show
that the variables price, business location and product quality simultaneously
have a significant influence on purchasing decisions at the Ma'e fried chicken
business in Kutai Kartanegara. It can be concluded that price, business
location, and product quality have a significant influence together on
purchasing decisions at Ma'e Fried Chicken Kutai Kartanegara. This shows the
importance of a holistic strategy in managing these factors to increase
customer attraction and retention in the fast food industry.
Keywords: Price,
Business Location, Product Quality, Purchasing Decisions.
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Industri kuliner di Indonesia terus
berkembang dan mengalami pertumbuhan yang pesat, tercermin dari jumlah yang
signifikan dari bisnis kuliner yang muncul di tengah masyarakat. Bisnis kuliner
ini memiliki berbagai skala, mulai dari yang berskala kecil, menengah, hingga
besar. Bisnis kecil seringkali berlokasi di pinggir jalan, termasuk
warung-warung dan kafe tenda. Sementara itu, bisnis menengah mencakup depot,
rumah makan, dan kafe. Sedangkan, bisnis kuliner besar dapat ditemukan dalam
bentuk restoran yang terletak di hotel berbintang (Harja & Wardani, 2023). Banyaknya bisnis kuliner yang muncul memicu persaingan yang sangat
ketat, dimana saat ini dunia kuliner menjadi trend dikalangan masyarakat dan
merupakan kebutuhan manusia yang paling utama. Persaingan yang ketat antara
bisnis kuliner ini mendesak perusahaan/pemilik untuk benar-benar memikirkan dan
menentukan strategi yang akan digunakan dalam menghadapi persaingan tersebut (Pakiding, 2023).
Dalam era globalisasi, setiap perusahaan
dituntut untuk siap menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat dengan
perusahaan-perusahaan lain baik dari dalam maupun dari luar untuk dapat
menghadapi globalisasasi yang sering dikatakan era dunia tanpa batas. Tantangan
yang dihadapi perusahaan dalam persaingan adalah bagaimana mempertahankan dan
merebut pangsa pasar (Wijaya et al., 2017).
Persaingan adalah hal yang pasti terjadi
dalam kehidupan manusia. Contohnya mulai pada saat masa sekolah, dimana untuk
menjadi yang terbaik siswa harus bersaing satu sama lain dalam memperebutkan
peringkat pertama di kelas. Manusia saling bersaing untuk mendapatkan hidup
yang lebih baik dan layak bagi manusia. Begitu pula halnya dalam persaingan
dunia bisnis. Pebisinis selalu bersaing untuk mejadi yang terbaik dalam
memenuhi kebutuhan konsumennya dan terus memperbaharui strategi yang dimiliki
dari waktu ke waktu untuk menghadapi lawan-lawannya sehingga dapat bertahan
dalam persaingan (Meliani et al., 2022).��
Dewasa ini, kompetisi dalam dunia bisnis
semakin intens dan kompetitif, situasi yang juga terjadi di Indonesia.
Persaingan bisnis di Indonesia telah menciptakan transformasi yang signifikan
bagi para pelaku bisnis. Sejumlah faktor memengaruhi ketatnya persaingan ini,
termasuk target pencapaian, inovasi-inovasi dalam kehidupan manusia, tingkat
kreativitas yang terus berkembang, peningkatan tuntutan hidup, dan perubahan
gaya hidup manusia yang terus berlangsung dari waktu ke waktu (Rahmansyah, 2019).
Dalam bidang kuliner, banyak pelaku
usaha di Indonesia yang memutuskan untuk membuka restoran cepat saji yang
menonjolkan berbagai macam ciri khas dan keunggulan masing-masing. Makanan
cepat saji adalah makanan yang dapat disediakan dalam jangka waktu singkat dan
mayoritas makanan ini sangat mudah diolah. Adapun kelebihan dari makanan cepat
saji ini adalah penyajiannya yang mudah, dapat disajikan kapan saja dan dimana
saja. Makanan ini sangat digemari masyarakat yang memiliki kesibukan sepanjang
hari dan tidak bisa memasak� untuk dijadikan
pilihan makanan (Meilani & Florentina, 2015).
Saat ini, banyak sekali pelaku usaha
yang menyediakan makanan cepat saji di Kab. Kutai Kartanegara salah satu yang
paling banyak diminati adalah usaha fried chicken. Hal ini dibuktikan dengan
banyaknya outlet- yang membuka usaha fried chicken khususnya di sekitar Kec.
Loa Janan, Kab. Kutai Kartanegara, seperti Pa�e Fried Chicken, Borneo Fried
Chicken (BFC), Mimi Fried Chiken, Ma�e Fried Chicken, Rocket Chicken, pedagang
kaki lima, dan outlet-outlet lainnya. Dari beberapa usaha fried chicken
tersebut Ma�e fried chicken merupakan usaha yang paling lama berdiri dan
memiliki pelanggan yang cenderung lebih banyak dibanding yang lain. Kualitas
dan cita rasa yang diberikan oleh Ma�e fried chiken sangat cocok dengan lidah
masyarakat dan sangat cocok untuk dikonsumsi sehari-hari (Qonita, 2023).�
Perkembangan usaha ini terbilang cukup
pesat karena pada awalnya Ma�e fried chiken hanya membuka satu cabang di Jl.
Cipto Mangunkusumo untuk memperkenalkan ayam goreng khasnya. Tidak lama
kemudian diikuti dengan membuka cabang di Jl. Soekarno Hatta. Hal ini dilakukan
untuk memenuhi permintaan pasar dan mendekatkan produk ke konsumen untuk
mempermudah dalam transaksi jual beli. Untuk penelitian ini, peneliti
memaparkan outlet yang letaknya tidak terlalu jauh dari kediaman peneliti yaitu
yang terletak di Jl. Soekarno Hatta, Kel. Loa Janan Ulu, Kec. Loa Janan, Kutai
Kartanegara.
Penelitian ini dilakukan karena tingkat
perkembangan usaha kuliner khususnya di Kel. Loa Janan Ulu, Kec. Loa Janan,
Kab. Kutai Kartanegara relatif meningkat dengan tingkat persaingan yang tinggi,
terutama olahan fried chicken. Bisa dilihat dari banyaknya outlet dan restoran
fried chicken yang dapat ditemukan dengan mudah di setiap tempat dan sepanjang
ruas jalan. Oleh karena itu, persaingan dunia usaha di bidang makanan cepat
saji ini semakin sengit sehingga menuntut perusahaan untuk dapat terus
meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing memenuhi kebutuhan dan
keinginan konsumen demi menjaga dan mempertahankan loyalitas konsumen terhadap
produk yang dimiliki (Siregar & Hakim, 2018).
Pada perkembangan zaman saat ini banyak
sekali produsen makanan menawarkan berbagai kelebihan dan keunikan dari
masing-masing. Selain dari rasa enak, tampilan yang menarik dan harga yang
murah, konsumen cenderung lebih suka memilih lokasi makan yang memiliki jarak
dekat dengan nuansa tempat nyaman dan juga strategis (Ramdani, 2022).
Lokasi Ma�e fried chicken yang menjadi
tempat penelitian ini memiliki jumlah pengunjung yang lebih ramai dari outlet
lain di sekitar Loa Janan Ulu. Hal ini terlihat cukup jelas dari banyaknya
orang yang mengantri pada outlet tersebut padahal produk ayam yang ditawarkan
tidak berbeda jauh dengan outlet lain. Terkait kualitas produk yang tentu saja
menjadi pertimbangan pelanggan dalam memilih produk (Aytatlı, 2023). Ma�e fried chicken memiliki potongan ayam dengan ukuran yang lebih
besar dibanding usaha sejenis. Harga yang ditawarkan pun merupakan harga yang
termurah yang dapat ditemukan pada usaha yang sama (Anggraini & Saino, 2022).
Berdasarkan penelitian yang dilakukan
Ulus (2013) dapat diketahui bahwa lokasi adalah salah satu faktor yang cukup
mempengaruhi keputusan pembelian konsumen. Apabila lokasi usaha mendukung, maka
akan mempengaruhi dan meningkatkan keputusan pembelian. Adapun faktor harga
memiliki peran krusial dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen.
Penetapan harga menjadi salah satu keputusan pemasaran yang sangat vital.
Konsumen menjadi lebih cermat saat melakukan pembelian, dan harga menjadi
terkait erat dengan jumlah uang yang harus mereka keluarkan untuk memperoleh
suatu barang atau produk. Selain itu pula, konsumen cenderung menimbang
keputusan pembelian dengan melihat dari kualitas produk yang ditawarkan, serta
kesesuaian produk dengan selera dan kebutuhan (Khan et al., 2024). Karena pelanggan akan merasa puas jika produk atau jasa yang dikonsumsi
sesuai dengan harapan yang diinginkan atas produk yang ditawarkan (Dewi et al., 2016). Tentu saja ini menjadi hal yang sangat penting dan harus diperhatikan
oleh pemilik usaha untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan usahanya.
Hasil penelitian terdahulu yang
dilakukan oleh Dahlia (2019), menyimpulkan bahwa kualitas produk, harga,
promosi dan lokasi memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian pada UD.Pito Jaya Lamasi (DAHLIA, 2019). Sedangkan penelitian dari (Carrillo et al., 2023), menunjukkan bahwa harga dan kualitas pelayanan berpengaruh positif dan
signifikan terhadap keputusan pembelian (Qu et al., 2023). Tetapi, lokasi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian pada
Rumah Makan Dutarasa 26 Banjarbaru (Hanaysha, 2022). Meujuk pada hasil penelitian terdahulu, peneliti tertarik untuk
meneliti bagaimana pengaruh dari harga, lokasi usaha dan kualitas produk
terhadap keputusan pembelian konsumen pada usaha Ma�e fried chicken Kel. Loa
Janan Ulu, Kec. Loa Janan, Kab. Kutai Kartanegara (Zhang et al., 2023). Dengan mengetahui pengaruh dari variabel-variabel tersebut, maka dapat
mengidentifikasi varibel manakah yang memiliki pengaruh dominan dalam
perkembangan usaha tersebut (Cahyani & Sitohang, 2016).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengidentifikasi secara signifikan pengaruh variabel harga, lokasi usaha, dan
kualitas produk terhadap keputusan pembelian konsumen Ma�e fried chicken cabang
Loa Janan Ulu (Garg et al., 2023). Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memahami dampak
simultan dari ketiga variabel tersebut terhadap keputusan pembelian (Patrucco et al., 2023). Manfaat dari penelitian ini terbagi menjadi dua, yaitu manfaat akademis
dan praktis. Secara akademis, diharapkan penelitian ini memberikan tambahan
informasi, wawasan, dan pengetahuan bagi penelitian masa depan, serta menjadi
sumber pustaka dan referensi bagi Universitas Mulawarman. Selain itu, penelitian
ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bidang pemasaran dengan
memberikan pemahaman tentang pengaruh harga, lokasi usaha, dan kualitas produk
terhadap keputusan pembelian (Bukhari et al., 2023). Secara praktis, penelitian ini diharapkan memberikan wawasan kepada
Ma�e fried chicken mengenai pengaruh lokasi usaha dan kualitas produk terhadap
keputusan pembelian konsumen, serta memberikan masukan dan saran dalam
pengembangan bisnis untuk meningkatkan keuntungan dan pertumbuhan usaha (Makate et al., 2023)
METODE
PENELITIAN
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan
metode survei. Metode kuantitatif ini mengandalkan data berupa angka dan
analisis statistik sebagai dasar penelitiannya. Dalam hal ini, metode survei
digunakan untuk mengumpulkan data secara alamiah dengan intervensi peneliti,
seperti distribusi kuesioner, tes, wawancara terstruktur, dan sejenisnya.
Subjek penelitian adalah seluruh pelanggan yang pernah melakukan pembelian di
outlet Ma�e Fried Chicken di Jl. Soekarno Hatta Kel. Loa Janan Ulu, Kec. Loa
Janan, Kab. Kutai Kartanegara, di mana Ayam Ma�e merupakan salah satu makanan
siap saji yang sering dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Penelitian
dilaksanakan di Kel. Loa Janan Ulu, Kec. Loa Janan, Kab. Kutai Kartanegara dari
bulan Februari 2023 hingga April 2023. Data primer diperoleh langsung dari
sumbernya melalui distribusi kuesioner kepada responden, termasuk konsumen baru
dan pelanggan tetap di Ayam Ma�e Fried Chicken. Analisis data menggunakan
metode survei dengan data primer, dengan teknik analisis regresi linier
berganda, dan pengolahan data dilakukan menggunakan SPSS versi 22.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Pembahasan
ini disusun berdasarkan korelasi yang terjadi untuk menguji validitas hipotesis
yang diajukan dalam penelitian ini, sesuai dengan data yang dianalisis dan
dasar teoritis. Teori-teori dan temuan penelitian sebelumnya digunakan sebagai
referensi untuk mengevaluasi hasil penelitian, apakah mendukung, menolak, atau
memiliki perbedaan dengan temuan sebelumnya (Riswanto et al., 2023).
Uji
Validitas dan Uji Reabilitas
Uji Validitas
Dalam pengujian ini, penulis mencoba mengevaluasi
validitas data yang telah dikumpulkan. Data yang tidak valid dapat menjadi
masalah serius karena dapat menghasilkan kesimpulan yang tidak akurat dalam
pengujian selanjutnya. Berikut adalah hasil dari pengujian uji validitas
melalui sistem SPSS.
Table 1 Uji Validitas
|
Variabel
Penelitian |
Kode Item Pernyataan |
Person Correlation |
N |
Hasil |
|
Harga (X1) |
X1.1 |
0,691 |
100 |
Valid |
|
X1.2 |
0,576 |
100 |
Valid |
|
|
X1.3 |
0,664 |
100 |
Valid |
|
|
X1.4 |
0,720 |
100 |
Valid |
|
|
X1.5 |
0,768 |
100 |
Valid |
|
|
X1.6 |
0,711 |
100 |
Valid |
|
|
X1.7 |
0,708 |
100 |
Valid |
|
|
X1.8 |
0,643 |
100 |
Valid |
|
|
�
Lokasi Usaha (X2) |
X2.1 |
0,481 |
100 |
Valid |
|
X2.2 |
0,473 |
100 |
Valid |
|
|
X2.3 |
0,380 |
100 |
Valid |
|
|
X2.4 |
0,688 |
100 |
Valid |
|
|
X2.5 |
0,628 |
100 |
Valid |
|
|
X2.6 |
0,584 |
100 |
Valid |
|
|
X2.7 |
0,486 |
100 |
Valid |
|
|
X2.8 |
0,473 |
100 |
Valid |
|
|
Kualitas Produk (X3) |
X3.1 |
0,433 |
100 |
Valid |
|
X3.2 |
0,473 |
100 |
Valid |
|
|
X3.3 |
0,509 |
100 |
Valid |
|
|
X3.4 |
0,543 |
100 |
Valid |
|
|
X3.5 |
0,685 |
100 |
Valid |
|
|
X3.6 |
0,651 |
100 |
Valid |
|
|
X3.7 |
0,518 |
100 |
Valid |
|
|
X3.8 |
0,653 |
100 |
Valid |
|
|
Keputusan Pembelian (Y) |
Y1 |
0,575 |
100 |
Valid |
|
Y2 |
0,630 |
100 |
Valid |
|
|
Y3 |
0,564 |
100 |
Valid |
|
|
Y4 |
0,591 |
100 |
Valid |
|
|
Y5 |
0,522 |
100 |
Valid |
|
|
Y6 |
0,524 |
100 |
Valid |
|
|
Y7 |
0,504 |
100 |
Valid |
|
|
Y8 |
0,299 |
100 |
Valid |
|
|
Y9 |
0,668 |
100 |
Valid |
|
|
Y10 |
0,651 |
100 |
Valid |
Sumber:
Data Penelitian Diolah SPSS, 2023.
Tabel tersebut menunjukkan bahwa hasil uji validitas dari semua
indikator penelitian menunjukkan kevalidan. Hal ini disebabkan oleh koefisien
korelasi yang menghasilkan nilai lebih besar daripada nilai r-tabel (r-tabel
untuk N=100 dengan tingkat signifikansi 5% adalah 0,195).
Uji Reliabilitas
Setelah memperoleh hasil yang valid dari uji
validitas, langkah selanjutnya adalah melakukan uji reliabilitas pada setiap
variabel. Uji reliabilitas digunakan untuk mengevaluasi konsistensi dari
jawaban seluruh responden. Berikut adalah hasil uji reliabilitas yang telah
dianalisis:
Table 2 Uji Reliabilitas
|
Variabel |
Cronsbach�s Alpha |
Kesimpulan |
|
X1 |
0,834 |
Reliabel |
|
X2 |
0,616 |
Reliabel |
|
X3 |
0,689 |
Reliabel |
|
Y |
0,743 |
Reliabel |
Sumber:
Data Penelitian Diolah SPSS, 2023.
Dari tabel 2, dapat diketahui bahwa ketiga variabel
tersebut, berdasarkan hasil Cronbach's alpha, menunjukkan nilai yang lebih
besar daripada r-tabel, yaitu 0,60, sesuai dengan teori reliabilitas. Setelah
dianggap reliabel, maka seluruh variabel dapat digunakan dalam penelitian
berikutnya.
Analisis
Regresi Linear Berganda
Analisis
regresi linear berganda bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan atau pengaruh
variabel bebas, yaitu Harga (X1), Lokasi Usaha (X2), dan Kualitas Produk (X3),
terhadap variabel terikat Keputusan Pembelian (Y). Aplikasi perangkat lunak
SPSS digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan hasil analisis yang akurat:
Table 3� Analisis Regresi Linear
Berganda
|
Coefficientsa |
||||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
T |
Sig. |
Collinearity Statistics |
|||
|
B |
Std. Error |
Beta |
Tolerance |
VIF |
||||
|
1 |
(Constant) |
13,478 |
5,081 |
|
2,653 |
,009 |
|
|
|
X1.Harga |
,277 |
,119 |
,240 |
2,329 |
,022 |
,779 |
1,284 |
|
|
X2.Lokasi_Usaha |
,162 |
,139 |
,116 |
1,162 |
,248 |
,824 |
1,213 |
|
|
X3.Kualitas_Produk |
,339 |
,137 |
,242 |
2,475 |
,015 |
,861 |
1,161 |
|
|
a. Dependent Variable:
Y.Keputusan_Pembelian |
||||||||
Sumber:
Data Penelitian Diolah SPSS, 2023.
Dari tabel di atas, maka dapat diketahui model
regresi linear berganda dari penelitian ini yang dapat dilihat pada kolom kedua
(Unstandardized Coefficient) sebagai
berikut:
Y =
13,478+0,2771+0,1622+0,3393+e
Berdasarkan dari hasil persamaan regresi linear
berganda yang diolah di atas, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.
Konstanta
Nilai
konstanta adalah 5,081, yang menyatakan bahwa jika variabel Harga (X1), lokasi
usaha (X2) dan kualitas produk (X3) tidak dilakukan, maka nilai keputusan pembelian
(Y) adalah sebesar nilai konstanta 5,081. Maka dapat diartikan jika konsumen
Ma�e fried chicken memperhatikan
variabel di atas dalam melakukan pembelian.
2.
Koefisien Regresi Variabel Harga (X1)
Variabel
harga memiliki nilai sebesar 0,119, artinya variabel harga berpengaruh positif
terhadap keputusan pembelian yang disetiap kenaikan
satu kesatuan
variabel harga akan mempengaruhi keputusan pembelian sebanyak 0,119 dengan
asumsi variabel bebas lainnya tetap.
3.
Koefisien Regresi Variabel Lokasi Usaha (X2)
Variabel
lokasi usaha adalah sebesar 0,139, artinya variabel lokasi usaha berpengaruh
positif terhadap keputusan pembelian yang disetiap kenaikan satu kesatuan
variabel lokasi usaha akan mempengaruhi keputusan pembelian sebanyak 0,139
dengan asumsi variabel bebas lainnya tetap.
4.
Koefisien Regresi Variabel Kualitas Produk (X3)
Variabel
kualitas produk adalah sebesar 0,137, artinya variabel kualitas produk
berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian yang disetiap kenaikan satu
kesatuan variabel kualitas produk akan mempengaruhi keputusan pembelian
sebanyak 0,137 dengan asumsi variabel bebas lainnya tetap.
Koefisien
Korelasi
Uji ini mengindikasikan sejauh mana hubungan linier
antara dua variabel atau lebih, dan umumnya disimbolkan dengan huruf r. Nilai koefisien
tersebut mencerminkan tingkat kekuatan hubungan antara variabel independen dan
variabel dependen. Semakin tinggi nilai R, semakin kuat hubungan di antara
variabel independen dan variabel dependen secara bersama-sama. Untuk
mengevaluasi kekuatan hubungan korelasi, digunakan kriteria uji koefisien
korelasi berdasarkan Sugiyono (2010) seperti yang dijabarkan oleh (Safitri, W, 2014) sebagai berikut:
Table 4 Koefisien Korelasi
|
Model Summaryb |
||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the Estimate |
|
1 |
,455a |
,207 |
,182 |
3,45335 |
|
a. Predictors: (Constant),
X3.Kualitas_Produk, X2.Lokasi_Usaha, X1.Harga |
||||
|
b.
Dependent Variable: Y.Keputusan_Pembelian |
||||
Sumber:
Data Penelitian Diolah SPSS, 2023.
Berdasarkan hasil uji koefisien korelasi di atas,
terlihat bahwa nilai R adalah 0,455 atau setara dengan 45,5%. Nilai tersebut
menunjukkan bahwa hubungan antara variabel harga, lokasi usaha, dan kualitas
produk dengan variabel keputusan pembelian memiliki tingkat hubungan sedang.
Koefisien
Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mengukur
sejauh mana variabel independen mampu menjelaskan variasi variabel dependen.
Dalam output SPSS, nilai koefisien determinasi (R2) dapat ditemukan di tabel Model Summary dan kolom R Square. Rentang nilai R berkisar
antara 0 hingga 1, dimana mendekati 1 menunjukkan hubungan yang kuat, sementara
mendekati 0 menandakan hubungan yang rendah.
Table 5 Koefisien Determinasi
|
Model Summaryb |
||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the Estimate |
|
1 |
,455a |
,207 |
,182 |
3,45335 |
|
a. Predictors: (Constant),
X3.Kualitas_Produk, X2.Lokasi_Usaha, X1.Harga |
||||
|
b.
Dependent Variable: Y.Keputusan_Pembelian |
||||
Sumber:
Data Penelitian Diolah SPSS, 2023.
Dari data output, nilai koefisien determinasi (R2)
sebesar 0,207 atau 20,7%, menunjukkan bahwa tingkat hubungan antara variabel
harga, lokasi usaha, dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian pada
usaha Ma�e fried chicken Kutai
Kartanegara dikategorikan sebagai tingkat hubungan yang rendah. Sebagian besar
keputusan pembelian masih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar variabel
yang diteliti, mencapai sekitar 79,3%.
Uji
Hipotesis
Uji Simultan
Uji F digunakan untuk mengevaluasi apakah variabel
bebas, yang terdiri dari harga, lokasi usaha, dan kualitas produk secara
bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat, yaitu
keputusan pembelian pada usaha Ma�e fried
chicken Kutai Kartanegara. Hal ini dilakukan dengan membandingkan nilai
Fhitung dengan Ftabel (2,70) dan tingkat signifikansi sebesar (0,05).
a.
Apabila nilai Fhitung> Ftabel, maka Ho ditolak dan Ha diterima.
b.
Apabila nilai Fhitung< Ftabel, maka Ho diterima dan Ha ditolak.
Table 6 Uji Simultan (F)
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of Squares |
Df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
298,979 |
3 |
99,660 |
8,357 |
,000b |
|
Residual |
1144,861 |
96 |
11,926 |
|
|
|
|
Total |
1443,840 |
99 |
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable:
Y.Keputusan_Pembelian |
||||||
|
b. Predictors: (Constant),
X3.Kualitas_Produk, X2.Lokasi_Usaha, X1.Harga |
||||||
Sumber:
Data Penelitian Diolah SPSS, 2023.
Berdasarkan output di atas menunjukan bahwa secara
keseluruhan nilai Fhitung sebesar 8,357, maka dapat disimpulkan
bahwa Fhitung>Ftabel (8,357>2,70). Pada tabel
terlihat nilai signifikansi sebesar 0,000<0,05 (alpha) untuk seluruh
variabel, dapat diartikan bahwa variabel Harga, Lokasi Usaha dan Kualitas
Produk berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian pada usaha Ma�e
fried chicken Kutai Kartanegara.
Uji Parsial
Tujuan pengujian ini adalah untuk mengidentifikasi
sejauh mana masing-masing variabel bebas memengaruhi variabel terikat.
Penelitian menggunakan Ttabel sebesar 1.984 dengan nilai alpha sebesar 0,05.
Berdasarkan hasil analisis menggunakan program SPSS, diperoleh hasil uji t
(parsial) seperti yang tercantum dalam tabel berikut:
Table 7 Uji Parsial (t)
|
Coefficientsa |
||||||
|
Model |
Unstandardized Coefficients |
Standardized Coefficients |
T |
Sig. |
||
|
B |
Std. Error |
Beta |
||||
|
1 |
(Constant) |
13,478 |
5,081 |
|
2,653 |
,009 |
|
X1.Harga |
,277 |
,119 |
,240 |
2,329 |
,022 |
|
|
X2.Lokasi_Usaha |
,162 |
,139 |
,116 |
1,162 |
,248 |
|
|
X3.Kualitas_Produk |
,339 |
,137 |
,242 |
2,475 |
,015 |
|
|
a. Dependent Variable:
Y.Keputusan_Pembelian |
||||||
Sumber:
Data Penelitian Diolah SPSS, 2023.
Hasil hipotesis dapat diterima apabila
Thitung>Ttabel dan nilai signifikansi<0,05. Dengan demikian, pengaruh
variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a.
Variabel Harga. Dari variabel harga, diperoleh nilai Thitung sebesar
2,329. Kesimpulannya, H1 diterima dan H0 ditolak, atau variabel harga secara
parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel keputusan pembelian. Hal ini
didasarkan pada nilai Thitung>Ttabel (2,329>1.984) dan nilai
signifikansi<alpha (0,022<0,05).
b.
Variabel Lokasi Usaha. Dari variabel lokasi usaha, diperoleh nilai
Thitung sebesar 1,162. Kesimpulannya, H1 ditolak dan H0 diterima, atau variabel
lokasi usaha secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian. Hal ini didasarkan pada nilai Thitung<Ttabel (1,162<1.984) dan
nilai signifikansi>alpha (0,248>0,05).
c.
Variabel Kualitas Produk. Dari variabel kualitas produk, diperoleh nilai
Thitung sebesar 2,475. Kesimpulannya, H1 diterima dan H0 ditolak, atau variabel
kualitas produk secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian. Hal ini didasarkan pada nilai Thitung>Ttabel (2,475>1.984) dan
nilai signifikansi < alpha (0,015<0,05).
Pengaruh Harga, Lokasi Usaha dan
Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Secara Simultan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga,
lokasi usaha, dan kualitas produk secara simultan memiliki pengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian pada usaha Ma�e fried chicken Kutai Kartanegara.
Dengan kata lain, ketika ketiga variabel tersebut diuji bersama-sama, mereka
secara bersama-sama memberikan dampak yang signifikan terhadap keputusan
pembelian konsumen di usaha tersebut. Keputusan pembelian merupakan proses yang
dilakukan oleh konsumen sebelum melibatkan diri dalam pembelian. Tahapan proses
keputusan pembelian melibatkan pengenalan produk, pencarian informasi produk,
evaluasi alternatif, pembelian, dan fase pasca pembelian. Ma�e fried chicken
dipilih oleh konsumen karena faktor harga yang terjangkau, lokasi usaha yang
mudah diakses, dan kualitas produk yang bersaing dengan produk serupa (Assrory & Mashariono, 2017).
Penelitian ini sejalan dengan temuan
penelitian yang dilakukan oleh (Triyanto, 2014) berjudul "Analisis Pengaruh
Produk, Promosi, Harga, dan Tempat terhadap Keputusan Pembelian pada Toko
Sayegan Sport Sleman". Hasil penelitian tersebut mengindikasikan bahwa
faktor-faktor seperti produk, promosi, harga, dan tempat secara bersama-sama
memberikan pengaruh terhadap keputusan pembelian pada Toko Sayegan Sport
Sleman.
Pendapat ini juga diperkuat oleh hasil
penyebaran kuesioner, di mana mayoritas responden menunjukkan persetujuan
terhadap pernyataan yang berkaitan dengan faktor-faktor (X), yaitu harga,
lokasi usaha, dan kualitas produk.
Pengaruh Harga Terhadap Keputusan
Pembelian Secara Parsial
Berdasarkan hasil analisis variabel
Harga (X1) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y). Hal ini
dapat dilihat dari nilai signifikan pengaruh harga terhadap keputusan pembelian
yang menyatakan bahwa� nilai
Thitung>Ttabel atau 2,329>1,984 (Ding et al., 2023). Hasil penelitian menyatakan bahwa
variabel harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada usaha
Ma�e fried chicken Kutai Kartanegara. Harga dalam pembelian produk di Ma�e
fried chicken menjadi pertimbangan yang signifikan bagi konsumen.
Hasil penelitian ini sesuai dengan
teori yang dikemukakan oleh (Damayanti et al., 2022) dalam keadaan yang normal permintaan
dan harga mempunyai hubungan yang negatif atau positif, dimana dapat diartikan
bahwa semakin tinggi atau murah harga yang ditetapkan oleh usaha Ma�e fried
chicken Kutai Kartaengara mempengaruhi keputusan pembelian yang diambil
konsumen. Konsumen perhatian dan peduli terhadap harga produk yang ditawarkan
oleh usaha Ma�e fried chicken dan juga pesaing bisnis lainnya.� Konsumen Ma�e fried chicken akan tetap datang
karena harga produk yang ditawarkan adalah harga yang murah dam sesuai dengan
keinginan konsumen, sehingga pada penelitian ini mendapatkan hasil bahwa harga
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Penelitian ini sejalan dengan hasil
penelitian sebelumnya dimana harga bepengaruh signifikan terhadap keputusan
pembelian yang dilakukan oleh Yusi Ananda (2019) dengan judul pengaruh harga
dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian amplang pada toko Sinar Rejeki
di Jl. Teluk Lerong Samarinda. Kemudian sejalan dengan hasil penelitian yang
dilakukan oleh Supirman (2016) dengan judul pengaruh faktor kelengkapan produk,
harga, dan lokasi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Eramart Sentosa
Samarinda.
Namun, penelitian ini tidak sejalan
dengan penelitian yang dilakukan oleh Andika (2019) dengan judul pengaruh
harga, lokasi, dan kualitas layanan terhadap keputusan pemilihan fitnes center
sebagai tempat melatih kebugaran tubuh pada Muscle Gym di Samarinda dimana
variabel harga mendapat hasil yang tidak signifikan terhadap variabel dependent
(Ding et al., 2023).
Harga produk Ma�e fried chicken sangat
terjangkau dimana harga yang ditetapkan hanya mulai dari Rp. 7000 hingga <
Rp. 20.000. Harga tersebut adalah harga yang murah mengingat banyaknya manfaat
yang didapatkan dari produk seperti kepraktisan produk dan mendapatkan manfaat
protein dari produk ayam. Selain itu, cita rasa dan besar ayam sangat sesuai
dengan harga yang ditawarkan. Harga Ma�e fried chicken adalah harga termurah
dengan kualitas produk yang baik yang bisa didapatkan di daerah Loa Janan Kutai
Kartanegara.
Temuan indikator harga pada usaha Ma�e
fried chicken mendapatkan hasil setuju dengan harga yang relatif murah,
walaupun ada beberapa pelanggan merasa harga yang ditawarkan adalah harga yang
tidak jauh berbeda yang juga ditetapkan oleh pesaing lainnya. Namun, hal
tersebut tidak berpengaruh banyak karena mayoritas konsumen merasa harga yang
ditawarkan adalah murah, sehingga harga pun dapat berpengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian konsumen walaupun banyak pesaing menawarkan harga
dan produk yang sama dengan Ma�e fried chicken Kutai Kartanegara.
Pengaruh Lokasi Usaha Secara Parsial
Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil analisis variabel
Lokasi Usaha (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian
(Y). Hal ini dapat dilihat dari nilai signifikan pengaruh lokasi usaha terhadap
keputusan pembelian yang menyatakan bahwa nilai Thitung<Ttabel atau
1,162<1.984. Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel lokasi usaha tidak
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada usaha Ma�e fried
chicken Kutai Kartanegara. Lokasi usaha dalam pembelian produk di Ma�e fried
chicken tidak menjadi pertimbangan yang signifikan bagi konsumen.
Hasil penelitian ini tidak sesuai
dengan teori yang dikemukakan oleh Lupiyoadi (2009) dalam (Andika, 2019) bahwa
lokasi merupakan keputusan yang dibuat perusahaan berkaitan dengan dimana
operasi dan stafnya akan ditempatkan. Lokasi merupakan faktor yang sangat
penting untuk memudahkan transaksi antara penjual dan pembeli. Dimana banyak
konsumen yang cenderung memilih berbelanja di lokasi usaha dengan akses yang
mudah dijangkau dan dekat dengan pusat perbelanjaan. Sedangkan hubungan antara
lokasi usaha dan keputusan pembelian pada usaha Ma�e fried chicken tidak
mempengaruhi secara signifikan dalam melakukan keputusan pembelian. Hal ini
dapat terjadi karena ada konsumen lebih mempertimbangan variabel lain yaitu
seperti variabel harga dan variabel kualitas produk yang berpengaruh secara
signifikan dibandingkan dengan variabel lokasi usaha pada keputusan pembelian
usaha Ma�e fried chicken Kutai Kartanegara.
Penelitian ini sejalan dengan hasil
penelitian sebelumnya dimana variabel lokasi mendapat hasil yang tidak
signifikan terhadap variabel dependent yang dilakukan oleh Andika (2019) dengan
judul pengaruh harga, lokasi, dan kualitas layanan terhadap keputusan pemilihan
fitnes center sebagai tempat melatih kebugaran tubuh pada Muscle Gym di
Samarinda. Namun, penelitian ini tidak sejalan dengan hasil penelitian
sebelumnya dimana lokasi bepengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian
yang dilakukan oleh Supirman (2016) dengan hasil lokasi berpengaruh signifikan
pada keputusan pembelian, dengan judul pengaruh faktor kelengkapan produk,
harga, dan lokasi terhadap keputusan pembelian konsumen pada Eramart Sentosa
Samarinda. Kemudian tidak sejalan pula dengan hasil penelitian yang dilakukan
oleh Dwi Okto (2016) dengan judul pengaruh analisis pengaruh motivasi, lokasi
dan promosi terhadap keputusan memilih sinduadi fitness centre sebagai tempat
berolahraga. Hal ini karena lokasi Sindudi Fitness Centre lebih strategis
sebagai penyedia jasa olahraga. Akses yang dimiliki Sinduadi Fitness Centre
sangat mudah dan terjangkau untuk dilaui kendaraan bermibil dan bermotor,
sehingga memenuhi keinginan pelanggan usaha tersebut.
Pada penelitian ini, lokasi menjadi
faktor yang tidak dipertimbangkan oleh konsumen Ma�e fried chicken Kutai
Kartanegara saat membeli produk. Responden yang menjadi sampel pada penelitian
ini cenderung lebih mempertimbangkan harga dan kualitas produk dari Ma�e fried
chicken dibandingkan lokasi usaha.
Adapun temuan indikator lahan parkir
yang cukup luas tapi tidak untuk kendaraan bermobil karena lokasi yang berada
di pinggir jalan sehingga rawan menimbulkan kemacetan jika konsumen
berkendaraan bermobil singgah untuk melakukan pembelian, tingkat kemacetan
cukup tinggi saat sore hari jam pulang bekerja dimana lokasi usaha dilalui oleh
banyak bus karyawan sehingga menjadi kendala saat konsumen ingin berbelanja dan
menjadi bahan pertimbangan oleh beberapa konsumen Ma�e fried chicken Kutai
Kartanegara saat mengambil keputusan pembelian.
Pengaruh Kualitas Produk Secara
Parsial Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil analisis variabel
Lokasi Usaha (X3) berpengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y). Hal
ini dapat dilihat dari nilai signifikan pengaruh kualitas produk terhadap
keputusan pembelian yang menyatakan bahwa nilai Thitung>Ttabel atau
2,475>1,984. Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel kualitas produk
berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada usaha Ma�e fried
chicken Kutai Kartanegara. Kualitas produk dalam pembelian produk di Ma�e fried
chicken menjadi pertimbangan yang signifikan bagi konsumen.
Hail penelitian ini sesuai dengan
teori yang dikemukakan oleh Kotler (2005) dalam (Kapahang et al., 2016), dimana
kualitas produk adalah keseluruhan ciri serta dari suatu produk atau pelayanan
yang tertuju pada kemampuan untuk memuaskan kebutuhan baik yang dinyatakan.
Kualitas produk merupakan faktor yang sangat bepengaruh pada penelitian ini
dimana keputusan pembelian dipetimbangkan oleh konsumen dengan menilai dari
kualitas produk yang ditawarkan. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian
yang menyatakan bahwa kualitas produk berpengaruh secara signifikan terhadap
keputusan pembelian usaha Ma�e fried chicken Kutai Kartanegara.
Penelitian ini sejalan dengan hasil
penelitian sebelumnya dimana variabel kualitas produk mendapat hasil signifikan
terhadap variabel keputusan pembelian yang dilakukan oleh Mariana (2015) dengan
judul pengaruh harga dan kualitas produk terhadap keputusan pembelian amplang
pada Toko Sinar Rejeki Jl. Teluk Lerong Samarinda. Penelitian ini sejalan pula
dengan penelitian yang dilakukan oleh Siti Aulia (2019) dengan judul pengaruh
kualitas produk, harga, dan lokasi terhadap keputusan pembelian (studi pada
Depot Pak Qomar Surabaya) dengan hasil kualitas produk berpengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian. Namun, penelitian ini tidak sejalan dengan
penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Alvendo Teguh Santosa (2019) dengan
judul pengaruh kualitas pelayanan, kualitas produk, store atmosphere, dan e-wom
terhadap proses keputusan pembelian (survei terhadap konsumen zenbu-house of mozaru
paris van java, Bandung) dengan hasil penelitian menyatakan bahwa kualitas
produk tidak berpengaruh secara signifiikan terhadap keputusan pembelian.
Kualitas produk yang ditawarkan Ma�e
fried chicken sangat baik. Dimana kualitas produk sangat dijaga mulai dari
tingkat kematangan ayam yang dimasak secara merata, tekstur ayam yang lembut
dengan luaran yang krispi dan memiliki warna cokelat keemasan yang menarik
sehingga menggugah selera konsumen untuk menyantap ayam tersebut. Tidak lupa
pula dengan rasa sambal yang sangat cocok disantap dengan ayam dimana sambal
diolah sendiri oleh Ma�e fried chicken sehingga sambal tidak didapatkan di
tempat usaha ayam lainnya. Dengan kualitas produk yang terjaga sehingga membuat
konsumen loyal dan melakukan pembelian secara berulang di Ma�e fried chicken
Kutai Kartanegara.
Temuan indikator kualitas produk pada
usaha Ma�e fried chicken mendapatkan hasil setuju dengan ayam yang dimasak
secara merata, tekstur yang lembut dan juga warna yang menarik membuat Ma�e
fried chicken Kutai Kartanegara dapat bertahan dan bersaing dengan pasar yang
ada. Kualitas yang diberikan mampu menjadi pertimbangan yang signifikan bagi
konsumen untuk mengambil keputusan pembelian.
Variabel yang Paling Berpengaruh
Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil penelitian yang
dilakukan sebelumnya dapat diketahui bahwa variabel yang paling berpengaruh
terhadap keputusan pembelian pada usaha Ma�e fried chicken Kutai Kartanegara
adalah variabel kualitas produk. Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian
yang dilakukan oleh oleh Mariana (2015) dengan judul pengaruh harga dan
kualitas produk terhadap keputusan pembelian amplang pada Toko Sinar Rejeki Jl.
Teluk Lerong Samarinda dimana variabel kualitas produk adalah variabel yang
peling berpengaruh dalam penelitian. Fakta yang didapat dari hasil penelitian
bahwa usaha Ma�e fried chicken memiliki kualitas produk yang terjaga. Produk
yang ditawarkan memiliki rasa yang enak dengan tingkat kematangan yang merata
dan memiliki tekstur yang pas. serta kemasan yang menarik dan cocok dikonsumsi
dari berbagai usia dan kalangan. Hal ini membuat Ma�e fried chicken menjadi
usaha yang diminati karena kualitas produknya yang sangat baik. Diharapkan agar
Ma�e fried chicken dapat terus menjaga dan meningkatkan kualitas produknya agar
tetap bertahan dan dapat bersaing dengan usaha lain yang serup
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian analisis
dan perhitungan data, serta pembahasan, dapat ditarik beberapa kesimpulan.
Pertama, dari hasil uji t (parsial), variabel Harga (X1) terbukti berpengaruh
secara signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y), sementara variabel Lokasi
Usaha (X2) tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y),
dan variabel Kualitas Produk (X3) menunjukkan pengaruh signifikan terhadap
Keputusan Pembelian (Y). Hal ini tercermin dari nilai signifikansi yang kurang
dari 0,05 pada variabel harga (X1) dan variabel Kualitas Produk (X3). Kedua,
dari hasil perhitungan Uji F (simultan), terlihat bahwa pengaruh harga, lokasi
usaha, dan kualitas produk secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap keputusan pembelian di Ma�e fried chicken Kutai Kartanegara, dengan
nilai signifikansi yang memenuhi syarat yaitu kurang dari 0,05 (0,000<0,05).
Ketiga, dari ketiga variabel yang diteliti, disimpulkan bahwa variabel kualitas
produk (X3) menunjukkan pengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian
(Y) di Ma�e fried chicken Kutai Kartanegara, dengan nilai standardized
coefficients beta terbesar, yaitu 0,242. Jadi, kesimpulan utama dari penelitian
ini adalah bahwa harga dan kualitas produk memiliki pengaruh signifikan
terhadap keputusan pembelian di Ma'e Fried Chicken Kutai Kartanegara, sementara
lokasi usaha tidak begitu berpengaruh. Hal ini menunjukkan pentingnya fokus
pada strategi penentuan harga yang tepat dan peningkatan kualitas produk untuk
memengaruhi keputusan pembelian pelanggan.
DAFTAR
PUSTAKA
Anggraini, A. B., & Saino, S. (2022). Pengaruh harga, physical
evidence, dan lokasi terhadap keputusan pembelian mie gacoan surabaya. Jurnal
Pendidikan Tata Niaga (JPTN), 10(1), 1591�1599.
Assrory, M., & Mashariono, M. (2017). Pengaruh Kualitas
Layanan, Harga, Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Lazizaa Chicken & Pizza
Di Jombang. Jurnal Ilmu Dan Riset Manajemen (JIRM), 6(10).
Aytatlı, A. (2023). Machine learning-based product
quality classification of the enterprise producing aluminum flat coil. Journal
of Radiation Research and Applied Sciences, 16(4), 100715.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jrras.2023.100715
Bukhari, F., Hussain, S., Ahmed, R. R., Mubasher, K. A.,
Naseem, M. R., Rizwanullah, M., Nasir, F., & Ahmed, F. (2023). Consumers�
purchase decision in the context of western imported food products: Empirical
evidence from Pakistan. Heliyon, 9(10), e20358.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e20358
Cahyani, F. G., & Sitohang, S. (2016). Pengaruh kualitas
produk, kualitas pelayanan dan harga terhadap kepuasan konsumen. Jurnal Ilmu
Dan Riset Manajemen (JIRM), 5(3).
Carrillo, E., Gonz�lez, M., Parrilla, R., & Tarrega, A.
(2023). Classification trees as machine learning tool to explore consumers�
purchasing decision pathway. A case-study on parent�s perception of baby food
jars. Food Quality and Preference, 109, 104916.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.foodqual.2023.104916
Dahlia, D. (2019). Pengaruh Kualitas Produk, Harga,
Promosi Dan Lokasi Terhadap Keputusan Pembelian Pada UD. Pito Jaya Lamasi.
Institut Agama Islam Negeri Palopo.
Damayanti, M. E., Pawenang, S., & Burhanuddin, A. Y.
(2022). Motivasi, Lokasi dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pemilihan
Fitness Center Sebagai Tempat Berolahgara (Studi Kasus pada Classic Gym
Klaten). Al-Kharaj: Jurnal Ekonomi, Keuangan & Bisnis Syariah, 4(6),
1653�1662.
Dewi, W. S., Hasiholan, L. B., & Minarsih, M. M. (2016).
Pengaruh kualitas produk, kepercayaan terhadap keputusan pembelian dengan
kepuasan konsumen sebagai variabel intervening Studi kasus pada Susu Bebelac di
Giant Hypermarket Karangayu Semarang. Journal of Management, 2(2).
Ding, S., Zheng, D., Cui, T., & Du, M. (2023). The oil
price-inflation nexus: The exchange rate pass- through effect. Energy
Economics, 125, 106828. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.eneco.2023.106828
Garg, P., Raj, R., Kumar, V., Singh, S., Pahuja, S., &
Sehrawat, N. (2023). Elucidating the role of consumer decision making style on
consumers� purchase intention: The mediating role of emotional advertising
using PLS-SEM. Journal of Economy and Technology, 1, 108�118.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ject.2023.10.001
Hanaysha, J. R. (2022). Impact of social media marketing
features on consumer�s purchase decision in the fast-food industry: Brand trust
as a mediator. International Journal of Information Management Data Insights,
2(2), 100102. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jjimei.2022.100102
Harja, O., & Wardani, D. M. (2023). Pengaruh Harga,
Kualitas Makanan Dan Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Restauran Hotel. Journal
of Innovation Research and Knowledge, 3(1), 5053�5066.
Khan, A., Naquvi, K. J., Haider, M. F., & Khan, M. A.
(2024). Quality by design- newer technique for pharmaceutical product
development. Intelligent Pharmacy, 2(1), 122�129.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ipha.2023.10.004
Makate, C., Angelsen, A., Terje Holden, S., & Tveitereid
Westengen, O. (2023). Rainfall shocks and inequality have heterogeneous effects
on farmers� seed purchase decisions in East Africa. Climate Risk Management,
42, 100556. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.crm.2023.100556
Meilani, E., & Florentina, C. (2015). Kampanye Masakan
Sehat Untuk Mengurangi Jumlah Konsumsi Daging Olahan Siap Saji. Jurnal
Telematika, 10(1), 5.
Meliani, F., Iqbal, A. M., Ruswandi, U., & Erihadiana, M.
(2022). Konsep Moderasi Islam dalam Pendidikan Global dan Multikultural di
Indonesia. Eduprof: Islamic Education Journal, 4(1), 195�211.
Pakiding, D. L. (2023). BAB 3 ANALISIS LINGKUNGAN INTERNAL. Ekonomi
Manajerial & Strategi Bisnis, 30.
Patrucco, A. S., Marzi, G., & Trabucchi, D. (2023). The
role of absorptive capacity and big data analytics in strategic purchasing and
supply chain management decisions. Technovation, 126, 102814.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.technovation.2023.102814
Qonita, R. H. (2023). Pengaruh Harga Dan Cita Rasa
Terhadap Loyalitas Konsumen Dengan Kepuasan Konsumen Sebagai Variabel Mediasi
(Studi Kasus Pada Konsumen Mie Gacoan Purwokerto). UIN Prof. KH Saifuddin
Zuhri.
Qu, Y., Khan, J., Su, Y., Tong, J., & Zhao, S. (2023).
Impulse buying tendency in live-stream commerce: The role of viewing frequency
and anticipated emotions influencing scarcity-induced purchase decision. Journal
of Retailing and Consumer Services, 75, 103534.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2023.103534
Rahmansyah, R. (2019). Pengaruh Kualitas Pelayanan, Harga,
Promosi Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pada Makanan Cepat
Saji Mcdonald�s Jakarta Garden City Serta Tinjauannya Dari Sudut Pandang Islam.
Universitas YARSI.
Ramdani, A. B. (2022). Analisis Strategi Pengembangan
Bisnis Kedai Kopi Victoria Di Kabupaten Sumbawa Besar.
Universitas_Muhammadiyah_Mataram.
Siregar, N., & Hakim, F. (2018). Pengaruh pencitraan,
kualitas produk dan harga terhadap loyalitas pelanggan pada rumah makan
kampoeng Deli Medan. Jumant, 8(2), 87�96.
Triyanto, B. (2014). Analisis Pengaruh Produk, Promosi,
Harga, dan Tempat terhadap Keputusan Pembelian. Universitas Negeri
Yogyakarta, Yogyakarta.
Wijaya, W., Yulianeu, Y., Syaifuddin, T., & Wulan, H. S.
(2017). Strategi pengembangan usaha cv. steba advertising semarang dalam
meningkatkan pendapatan. Journal of Management, 3(3).
Zhang, Z., Shi, W., Wang, Y., Meng, X., Dabbour, M., Kumah
Mintah, B., Chen, X., Chen, X., He, R., & Ma, H. (2023). Mono-frequency
ultrasonic-assisted thawing of frozen goose meat: Influence on thawing
efficiency, product quality and microstructure. Ultrasonics Sonochemistry,
98, 106489.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ultsonch.2023.106489