Strategi Pemasaran
Ekspansi Ekspor Produk Kecap Menggunakan Analisis Quantitative Strategic
Planning Matrix
Desima
Hana Fernanda
Universitas Padjadjaran
Abstrak:
Ekspor produk kecap
merupakan salah satu aspek penting dalam memperluas pasar internasional bagi
perusahaan Indonesia. Arab Saudi, sebagai salah satu pasar potensial,
menawarkan peluang yang signifikan untuk produk kecap. Namun, keberhasilan
ekspansi ini bergantung pada strategi pemasaran yang tepat. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemasaran yang efektif
untuk ekspansi ekspor produk kecap ke Arab Saudi. Tujuan dari penelitian ini
adalah untuk mengetahui strategi pemasaran yang efektif yang dapat digunakan
untuk memperluas ekspor produk kecap ke pasar Arab Saudi menggunakan analisis
QSPM. Penelitian ini menggunakan metode analisis QSPM (Quantitative Strategic
Planning Matrix) untuk mengevaluasi berbagai strategi pemasaran yang mungkin
digunakan dalam ekspansi ekspor produk kecap ke Arab Saudi. Data dianalisis dan
disusun berdasarkan faktor-faktor eksternal dan internal yang relevan untuk
penentuan strategi pemasaran yang optimal. Hasil penelitian ini memberikan
wawasan yang berharga bagi perusahaan Indonesia yang berencana untuk memperluas
ekspor produk kecap ke pasar internasional, khususnya ke Arab Saudi.
Kata kunci: Strategi
Pemasaran, Ekspansi Ekspor, Kecap, Arab Saudi, Analisis QSPM.
Abstract:
Exporting soy sauce products is one of the important aspects in expanding
the international market for Indonesian companies. Saudi Arabia, as one of the
potential markets, offers significant opportunities for soy sauce products.
However, the success of this expansion depends on the right marketing strategy.
Therefore, this research aims to identify effective marketing strategies for
expanding the export of soy sauce products to Saudi Arabia. The purpose of this
research is to determine effective marketing strategies that can be used to
expand the export of soy sauce products to the Saudi Arabian market using QSPM
analysis. This study uses the QSPM analysis method (Quantitative Strategic
Planning Matrix) to evaluate various marketing strategies that may be used in expanding
the export of soy sauce products to Saudi Arabia. Data is analyzed and
organized based on relevant external and internal factors for determining
optimal marketing strategies. The results of this research provide valuable
insights for Indonesian companies planning to expand the export of soy sauce
products to international markets, particularly to Saudi Arabia.
Keywords: Marketing
Strategy, Export Expansion, Soy Sauce, Saudi Arabia, QSPM Analysis.
Corresponding: Desima
Hana Fernanda
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Saat ini, Indonesia
menghadapi berbagai tantangan salah satunya di bidang ekonomi. Pemerintah
terus berupaya untuk mengatasi tantangan tersebut melalui berbagai program dan
kebijakan ekonomi, diantaranya melalui perdagangan internasional, dimana
aktivitas ekspor merupakan sumber pendapatan devisa utama bagi Indonesia
melalui penjualan barang ke pasar internasional (Majekodunmi et al., 2023). Permintaan ekspor yang tinggi menyebabkan
peningkatan produksi dan produktivitas pasar untuk memenuhi permintaan pasar
internasional (de Faria et al., 2024). Untuk dapat bersaing di pasar internasional,
diperlukan adanya kualifikasi produk yang memenuhi standar prosedur yang
sesuai. Dengan terpenuhinya standar tersebut dapat membantu meningkatkan daya
saing produk Indonesia di pasar internasional. Di antara negara tujuan
ekspor, Arab Saudi berpotensi untuk menjadi mitra yang strategis dengan produk
olahan makanan (Kahiya, 2024).
Dalam lingkungan
bisnis global yang kompetitif, strategi pemasaran yang tepat dapat menjadi
kunci untuk meningkatkan daya saing. Melalui analisis Quantitative Strategic
Planning Matrix (QSPM), penelitian ini dapat membantu perusahaan
mengidentifikasi dan memprioritaskan strategi pemasaran yang paling efektif
untuk meningkatkan posisi mereka di pasar internasional (Martino, 2022).
Hubungan perdagangan
bilateral dapat dilakukan oleh Indonesia dan Arab Saudi karena nilai
perdagangan bilateral Indonesia dengan Arab Saudi mencapai USD 7,5 miliar pada
tahun 2022, dimana nilai ekspor mencapai USD 2 miliar dan impor senilai USD 5,5
miliar (Akwasi Gyamfi et al., 2023). Arab Saudi yang memiliki populasi beragam
berpengaruh pada apa yang dikonsumsi baik oleh masyarakat maupun turis,
diantaranya kecap. Kecap kedelai adalah salah satu produk fermentasi yang
digunakan sebagai pencita rasa, terutama di Asia. Ini adalah bumbu (bumbu)
tertua di Cina selama lebih dari tiga abad (Meutia, 2016). Dua jenis kecap kedelai adalah kecap Jepang dan
kecap Cina. Kecap Jepang terbuat dari kedelai dan gandum dalam porsi yang sama.
Selain itu, kecap Jepang disebut shoyu koikuchi, shoyu usukuchi, dan shoyu
saishikomi, yang berbeda dalam proses pembuatan dan karakteristik uniknya
seperti warna, aroma, dan viskositas . Namun kecap kedelai Cina biasanya dibuat
dengan jumlah terigu yang sangat kecil, bahkan jika terigu tidak digunakan
sebagai bahan baku (Mas�udah, 2020). Namun Indonesia memiliki citra rasa kecap yang
berbeda karena kecap Indonesia memiliki cita rasa manis.
Kecap bukanlah salah
satu dari komoditas perdagangan utama di dunia. Kecap lebih masuk dalam
kategori produk makanan dan bumbu yang diperdagangkan di pasar-pasar
internasional. Komoditas perdagangan utama biasanya merujuk pada produk-produk
seperti minyak, biji-bijian, logam, dan bahan baku industri yang diperdagangkan
dalam jumlah besar dan memiliki dampak yang signifikan pada ekonomi global.
Namun, meskipun bukan
komoditas perdagangan utama, kecap masih memiliki peran penting dalam
perdagangan internasional karena diperdagangkan di pasar-pasar makanan dan
bumbu di berbagai negara. Produsen dan eksportir kecap di beberapa negara
seperti Indonesia, Tiongkok, dan beberapa negara Asia lainnya, mengirimkan
produk kecap ke berbagai negara di seluruh dunia (Li et al., 2023). Permintaan kecap dapat bervariasi tergantung pada
preferensi konsumen dan budaya kuliner di berbagai pasar internasional. Berikut
data ekspor kecap di Indonesia pada tahun 2022 (Tabel 1).�
Tabel 1 Data Tujuan Ekspor Kecap
dari Indonesia
|
No |
Negara Tujuan |
Nilai Ekspor |
|
1 |
Australia |
US$4.445.697,15 |
|
2 |
Arab Saudi |
US$3.647.803,28 |
|
3 |
Malaysia |
US$3.002.960,72 |
|
4 |
Belanda |
US$2.577.975,28 |
|
5 |
Amerika Serikat |
US$1.785.238,01 |
|
6 |
Timor Leste |
US$1.045.676,79 |
|
7 |
Taiwan |
US$975.732,26 |
|
8 |
Brunei |
US$823.379,37 |
|
9 |
Myanmar |
US$710.070,15 |
|
10 |
Hong Kong |
US$592.612,79 |
|
11 |
Filipina |
US$56.8167,12 |
|
12 |
Uni Emirat Arab |
US$533.380,31 |
|
13 |
Singapura |
US$449.502,28 |
|
14 |
Selandia Baru |
US$442.589,94 |
|
15 |
Kanada |
US$347.916,2 |
|
16 |
Kuwait |
US$306.789,21 |
|
17 |
Korea Selatan |
US$285.183,87 |
|
18 |
Jepang |
US$235.128,26 |
|
19 |
Qatar |
US$184.015,65 |
|
20 |
China |
US$134.378,38 |
|
21 |
Norwegia |
US$84.475,03 |
|
22 |
India |
US$75.632,16 |
|
23 |
Oman |
US$52.611,5 |
|
24 |
Jerman |
US$46.964,58 |
|
25 |
Yordania |
US$17.838,09 |
|
26 |
Kepulauan Solomon |
US$13.671,05 |
|
27 |
Bahrain |
US$11.197,59 |
|
28 |
Papua Nugini |
US$9.831,08 |
|
29 |
Vietnam |
US$8.659,8 |
|
30 |
Kamboja |
US$8.584,75 |
|
31 |
Afrika Selatan |
US$5.607 |
|
32 |
Spanyol |
US$5.439 |
|
33 |
Bangladesh |
US$2.850 |
|
34 |
Suriname |
US$2.100 |
|
35 |
Thailand |
US$1.969,1 |
|
36 |
Inggris |
US$1.935,71 |
|
37 |
Yaman |
US$1.425 |
|
38 |
Swedia |
US$1.290 |
|
39 |
Kiribati |
US$1.014 |
|
40 |
Malta |
US$829,58 |
|
41 |
Chili |
US$467,25 |
|
42 |
Belgia |
US$406,06 |
|
43 |
Tanzania |
US$194,8 |
|
44 |
Maroko |
US$161,33 |
|
45 |
Gambia |
US$79,42 |
|
46 |
Angola |
US$17,64 |
Sumber: Badan
Pusat Statistik (BPS), 2022 (Bacsafra et al., 2022)
Pada tahun 2022
Indonesia mengalami peningkatan ekspor kecap 4,44% dari tahun 2021 yaitu
15.028,98 ton dengan nilai US$22,10 juta namun pada 2022 ini meningkat hingga
mencapai 15.696,69 ton dengan nilai US$23,45 juta. Australia menjadi tujuan utama
ekspor kecap dengan nilai ekspor US$4.445.697,15. Indonesia telah mengirimkan
ekspor kecap ke berbagai negara di seluruh dunia, saat ini sudah ada 46 negara
yang menjadi tujuan ekspor kecap Indonesia (W. Du et al., 2023).
Perkembangan produk
kecap sendiri hingga saat ini telah mencakup sejumlah inovasi dalam hal rasa,
bahan baku, formulasi, kemasan, dan penyesuaian dengan tren makanan global.
Seiring berjalannya waktu banyak produsen yang mengembangkan kecap dari
berbagai rasa yang diciptakan, ada juga kecap yang tercipta karena alasan
kesehatan maupun lingkungan sehingga terciptalah kecap yang memiliki kadar gula
yang rendah untuk disajikan sebagai makanan sehat bagi orang yang ingin mengurangi
konsumsi gula. Kecap organik yang diproduksi dengan menggunakan bahan baku
organik dan tanpa bahan kimia tambahan semakin diminati oleh konsumen yang
peduli terhadap aspek kesehatan dan lingkungan, selain itu kemasan produk yang
digunakan juga semakin berkembang menjadi kemasan yang inovatif dengan
mencantumkan label berisikan informasi mengenai bahan baku, asal produk, metode
produksi, dan nilai gizi.
Standar ekspor kecap
dapat berbeda-beda tergantung pada negara tujuan ekspor dan regulasi perdagangan
internasional yang berlaku. Berikut beberapa standar umum yang perlu
diperhatikan ketika melakukan ekspor:
1.
Codex
Alimentarius
Codex Alimentarius adalah badan internasional yang dibentuk oleh
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) PBB.
Codex mengembangkan standar dan pedoman yang berlaku internasional untuk
pangan, termasuk kecap (Taylor et al., 2022).
2.
Sumber
Pemerintah
Sumber resmi pemerintah negara tujuan ekspor, seperti Kementerian
Pertanian, Kementerian Kesehatan, atau badan regulasi makanan setempat, akan
menyediakan informasi tentang persyaratan dan standar ekspor kecap yang berlaku
(L. Du et al., 2023).
3.
Organisasi
Perdagangan Internasional
Organisasi perdagangan internasional, seperti Organisasi Perdagangan
Dunia (WTO), dapat memberikan informasi tentang regulasi perdagangan
internasional yang berlaku, termasuk aturan-aturan terkait ekspor produk
makanan (Hartwig et al., 2023).
4.
Asosiasi
Industri
Asosiasi industri makanan dan minuman di negara asal atau negara tujuan
ekspor dapat memberikan informasi tentang standar dan persyaratan yang relevan
dengan produk kecap (Murayama & Marshall, 2024).
5.
Pusat
Informasi Ekspor
Banyak negara memiliki pusat informasi ekspor yang menyediakan panduan
dan informasi mengenai persyaratan ekspor ke berbagai Negara (Fr�juis Akpa & Foster Chabossou,
2024).
6.
Konsultan
Perdagangan Internasional
Jika memiliki akses, seseorang dapat berkonsultasi dengan konsultan
perdagangan internasional atau ahli hukum perdagangan internasional untuk
membantu memahami persyaratan dan standar ekspor yang berlaku (Huo et al., 2021).
Banyaknya pelaku usaha
dan standar klasifikasi untuk ekspor kecap, menimbulkan persaingan terutama
pada produsen kecap (Fr�juis Akpa & Foster Chabossou,
2024). Persaingan ini tidak hanya dari negara Indonesia tetapi juga terdapat
pesaing dari negara-negara produsen kecap lainnya. Selain bersaing dengan
sesama produsen baik produsen dalam negeri maupun produsen luar negeri terdapat
beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dapat menjadi daya saing dalam
perindustrian kecap seperti dari sisi standar kualitas bahan baku produk kecap
maupun dari sisi kemasan inovatif yang disajikan oleh pihak produsen. Oleh
karena itu sebagai pelaku usaha diperlukan strategi untuk dapat bersaing di
pasar internasional agar pelaku usaha dapat menentukan langkah yang tepat agar
dapat bersaing di pasar internasional dan tetap bertahan dengan branding yang
telah dibangun oleh pihak produsen.
Dengan banyaknya
negara pengekspor kecap, maka tentunya terdapat pesaing ekspor kecap Indonesia
sebagai berikut:
1.
Kecap Kikkoman
(Jepang)
Kikkoman adalah merek kecap terkenal dari Jepang yang memiliki reputasi
global dalam produksi kecap berkualitas. Produk Kikkoman memiliki citra merek
yang kuat dan dapat menjadi pesaing dalam pasar yang kompetitif.
2.
Kecap Lee Kum
Kee (Hong Kong)
Lee Kum Kee adalah perusahaan terkenal yang menghasilkan berbagai jenis
saus, termasuk kecap, dengan fokus pada masakan Asia yang telah dikenal di
berbagai pasar internasional.
3.
Kecap ABC
(Indonesia)
ABC adalah merek kecap yang populer dari Indonesia. Dengan
popularitasnya di negara-negara tetangga di Asia, merek ini juga mungkin ada di
pasar Arab Saudi.
4.
Kecap Kimlan
(Taiwan)
Kimlan adalah merek terkemuka dalam produksi kecap dari Taiwan dan telah
memasuki berbagai pasar internasional, karena berkualitas tinggi dan beragam.
5.
Merek-merek
Lokal Arab Saudi
Produsen lokal di Arab Saudi juga dapat menjadi pesaing, terutama jika
memiliki produk dengan rasa dan fitur yang sesuai dengan preferensi konsumen
lokal.
6.
Produsen dari
Negara Timur Tengah
Negara-negara di kawasan Timur Tengah, yang memiliki budaya kuliner yang
mirip, juga dapat menjadi pesaing dalam pasar ekspor kecap di Arab Saudi.
CV Ikapeksi Agro
Industri adalah suatu perusahaan yang memproduksi bumbu dapur atau penyedap makanan berupa kecap. Dalam laman web CV Ikapeksi
berkomitmen untuk memproduksi makanan yang enak, halal, dan sehat bagi
konsumen. Komitmen terhadap kualitas dan pengiriman adalah kekuatan perusahaan
tersebut. Produk Ikapeksi Agri Industri telah mendapatkan sertifikasi halal
melalui fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sudah memiliki izin edar MD
yang telah dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia
(BPPOM-RI). Produk yang dikeluarkan oleh CV Ikapeksi Agro Industri ini diolah
tanpa menggunakan pengawet, tanpa pemanis buatan dan tanpa penguat rasa (MSG),
dan bahan baku yang digunakan dalam produk CV Ikapeksi Agro Industri tidak
mengandung gluten, bahan baku kedelai yang digunakan oleh perusahaan
menggunakan kedelai lokal yang berasal dari Indonesia.
Perusahaan CV Ikapeksi Agro Industri
terletak di Bekasi dan mulai merintis sejak 2017. Dalam proses merintis
perusahaan tersebut mengikuti berbagai macam pameran, namun kurangnya peminat
terhadap produknya karena dianggap rasanya tidak enak, mungkin disebabkan
karena selera yang dimiliki tidak sama. Namun ada calon buyer dari Australia
yang memberikan dukungan positif dan meyakinkan bahwa untuk memasarkan produk
di ranah internasional tidak sulit. Kemudian setelah CV Ikapeksi Agro Industri
mengikuti sebuah pelatihan mengenai ekspor, pada tahun 2020 mencoba untuk
memasukkan produknya di salah satu toko di Jepang menggunakan label Oishii
dengan jumlah yang relatif terbatas. Kemudian saat ini pun melakukan ekspor ke
Arab Saudi karena dipertemukan dengan buyer disaat pameran perdagangan (Akdoğan et al., 2023).
Perusahaan tidak cepat puas atas hasil
yang didapatkan walaupun saat ini sudah menembus pasar Arab Saudi dengan
menggunakan label Algamah Oishii. Perusahaan memiliki kapasitas produksi satu
kontaner per bulan atau 27 ton per bulannya. Setelah berhasil menembus pasar
internasional, CV Ikapeksi Agro Industri memikirkan strategi agar bisa tetap
bertahan dan terus berkembang dengan terus mempromosikan dan memperkenalkan
produknya di negara tujuan ekspor (Brandt & Lim, 2024). Yang membuat produk yang diproduksi oleh CV Ikapeksi Agro Industri
berbeda dari produk kecap lainnya adalah kecapnya sehat karena semua bahannya
segar dan diolah tanpa pengawet dan cita rasa rempah yang dihadirkan tanpa
penguat rasa.
Mengapa Arab Saudi menjadi tujuan ekspor
karena pada awalnya CV Ikapeksi Agro Industri menentukan Negara Tujuan Ekspor
(NTE) melalui proses searching informasi di trademap dan Arab Saudi tidak
termasuk salah satu di dalamnya. Namun setelah mengikuti paparan peluang pasar
dari perwakilan perdagangan (perwadag) salah satunya dari Arab Saudi,
perusahaan merasa Arab Saudi sebagai real market yang bisa perusahaan fokuskan sebagai
Negara Tujuan Ekspor (NTE) karena kebutuhan akan kecap sangat besar (Argaw & Yohannes, 2024). Kecap manis resep Indonesia ditujukan untuk masyarakat Indonesia yang
menetap di Saudi dan yang berkunjung ke Saudi untuk melaksanakan umroh dan haji.
Sebagaimana kita ketahui jumlah jamaah haji Indonesia sangat besar demikian
juga jamaah umroh sepanjang tahun.
Untuk melakukan ekspor ke Arab Saudi
perusahaan perlu menyiapkan beberapa dokumen seperti invoice, packinglist, PEB,
SKE, SKA, dan NIB. Strategi yang digunakan selama ini perusahaan mengandalkan
dari kegiatan mengikuti pelatihan ekspor, mengikuti webinar peluang pasar di
berbagai negara, menghadiri business matching dan ikut serta di pameran dagang
internasional. Selama melakukan ekspor perusahaan terkendala pada bagian
pendokumentasiannya.
Karena Arab Saudi adalah negara yang
kaya sumber daya migas maka menjadi potensi salah satu tujuan ekspor produk
non-migas dari Indonesia. Arab Saudi juga memiliki banyak sumber daya minyak
dan gas dibandingkan sumber daya non-migas sehingga menciptakan ketergantungan
pada sumber daya tersebut, namun sumber daya alam berupa minyak bumi dan gas
yang mereka miliki itu terbatas. Dengan begitu CV Ikapeksi Agro Industri cocok
untuk memasarkan produknya di pasar Arab Saudi.
Metode perencanaan strategis kuantitatif
(QSPM), sebuah matriks, digunakan dalam penelitian ini. Matriks QSPM
memungkinkan manajemen untuk menganalisis berbagai alternatif strategi yang
tersedia agar mereka dapat menetapkan strategi prioritasnya. Dengan menggunakan
matriks ini, manajemen dapat mengurutkan berbagai strategi yang saat ini
berlaku untuk membentuk skala prioritas dalam penerapan strategi.
Penelitian terdahulu bertajuk �Analisis
Strategi Pemasaran Perusahaan Yang Berorientasi Ekspor Dalam Peningkatan Volume
Penjualan (Studi Pada PT Kharisma Rotan Mandiri Di Sukoharjo)� yang
menganalisis strategi pemasaran perusahaan dalam meningkatkan volume ekspor.
Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor tertentu yang mempengaruhi
volume penjualan. Hasil penelitian menemukan bahwa strategi masuk pasar
internasional yang dilakukan PT Kharisma Rotan Mandiri adalah ekspor, yang
dipilih karena biaya produksi di Indonesia lebih murah dibandingkan produksi di
negara tujuan, sebagian besar di Eropa dan Amerika Serikat. Namun penelitian
ini juga menemukan bahwa efektivitas strategi pemasaran pada PT Kharisma Rotan
Mandiri tidak tercapai karena adanya permasalahan pada bauran pemasaran
perusahaan furnitur, khususnya pada strategi promosi penjualan (Fawaid et al., 2016).
Penelitian sebelumnya oleh (Maskhurin, 2019) menyimpulkan bahwa Industri Kecap Cap Kuda Mahkota menggunakan empat
unsur bauran pemasaran (produk, harga, promosi, distribusi) dalam menghadapi
persaingan bisnis. Strategi pemasaran difokuskan pada kualitas bahan baku dan
produk, penyesuaian harga, serta promosi melalui mulut ke mulut, door to door,
dan agen. Namun, tidak ada penggunaan analisis QSPM dalam penelitian tersebut.
Sebaliknya, penelitian lain oleh Rido Pujima Eli Chandra Purba dan E. Kusumadmo
dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta menggunakan metode QSPM untuk evaluasi
alternatif dalam strategi pemasaran di NIMCO Indonesia. Namun, tidak ada
penelitian khusus yang menggabungkan analisis QSPM dengan strategi pemasaran
ekspor produk kecap ke Arab Saudi.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui strategi pemasaran efektif dalam mempertahankan produk kecap di
pasar Arab Saudi dengan menerapkan metode QSPM, serta untuk mengidentifikasi
strategi yang tepat untuk ekspansi pasar internasional oleh CV Ikapeksi Agro
Industri (Papadopoulou et al., 2023). Manfaatnya bagi perusahaan adalah bertahan dan mengembangkan penjualan
di pasar internasional, meningkatkan perekonomian negara melalui ekspor kecap,
membuka peluang pasar baru di luar negeri, dan menumbuhkan investasi serta
perluasan pasar domestik. Secara akademis, penelitian ini menjadi referensi
bagi mahasiswa terkait ekspor kecap dan menambah wawasan pembaca tentang topik
tersebut. Bagi mahasiswa, penelitian ini merupakan aplikasi materi perkuliahan,
meningkatkan pemahaman tentang ekspor kecap, mengasah kreativitas dalam
penulisan, dan meningkatkan kemampuan analisis untuk menghasilkan strategi
perusahaan.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif dan analisis QSPM. Berdasarka teori yang ada maka proses
pelaksanaan penelitian dan makna lebih diperlihatkan dalam jenis penelitian ini
dengan landasan teori yang dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian
ini dapat sesuai dengan fakta yang ada saat dilapangan. Dalam metode penelitian
ini peneliti ikut serta secara langsung dalam kondisi yang ada saat
dilakukannya penelitian. Maka dari itu, hasil dari penelitian kualitatif ini
tentu memerlukanan alisis lebih dalam mengenai apa yang akan diteliti.
Penelitian ini juga menggunakan metode deskriptif yaitu metode dengan
menggambarkan suatu hasil penelitian. Metode penelitian ini memiliki tujuan
untuk memberikan deskripsi, penjelasan, juga validasi mengenai fenomena yang
ditemukan dilapangan saat sedang dilakukannya penelitian. Metode penelitian ini
digunakan untuk menjelaskan hasil dari strategi yang akan diriset
Penelitian ini Untuk mencari data dalam
penelitian ini terdapat dua teknik pengambilan data yaitu data primer yang
dimana data yang data didapatkan dengan secara langsung dari perusahaan berupa
hasil pengamatan, dokumen perusahaan, juga wawancara secara langsung dengan
pihak perusahaan. Penelitian ini dilakukan di CV Ikapeksi Agro Industri yang
berlokasi di Tambun Utara, Kab/Kota. Bekasi, Prov. Jawa Barat. Waktu penelitian
berlangsung pada bulan Juli hingga November 2023. Objek Penelitian dalam
penelitian ini adalah Strategi Pemasaran Ekspansi Ekspor Produk Kecap Di Arab
Saudi, sedangkan subjek penelitian ini adalah CV Ikapeksi Agro
Industri selaku perusahaan yang pernah melakukan ekspor di industri Bahan
Makanan.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
CV. Ikapeksi Agro Industri merupakan
perusahaan produksi pangan yang didirikan pada tahun 2017. Pada awalnya,
perusahaan didirikan di Kebumen oleh anak-anak muda Indonesia yang pernah
mengikuti program magang di Jepang dan bekerjasama dengan ahli gizi IPB.
Seiring berjalannya waktu setiap tahun perusahaan terus berkembang. Pada tahun
pertama, perusahaan sudah mendapatkan izin PIRT yang merupakan sertifikasi izin
edar bagi industri pangan rumahan, baik untuk makanan maupun minuman dan sudah
mendapatkan sertifikasi halal dari LPPOM MUI pusat.
Pada tahun ke-2 di 2018, perusahaan
berpindah lokasi produksi dari Kebumen ke Bekasi yang bertujuan untuk
memperluas pasar sehingga produk kecap Oishii Ikapeksi berhasil memasuki toko
retail di wilayah Jabodetabek. Pada tahun yang sama perusahaan berkesempatan
untuk bekerjasama co-branding dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)
Provinsi Jawa Barat sebanyak 8.000 botol. Tahun ke-3 di 2019 berkolaborasi
dengan IM Jepang dalam co-branding dengan skala 20.000 botol. Pada 2020 CV.
Ikapeksi Agro Industri mengeluarkan produk baru berupa kecap asin yang dilabeli
kecap Rusa, yang kemudian melakukan kerjasama makloon dengan PT Lemonilo
Indonesia berupa kecap manis sebanyak 20.000 pcs, serta membantu bantuan sosial
saat Covid dengan mensuplai kebutuhan kecap manis di wilayah Purbalingga Jawa
Tengah.
Tahun 2021 produk kecap Ikapeksi sudah
memiliki izin BPOM, mendapatkan pelatihan program pembinaan ekspor di PPEI
Kementrian Perdagangan yang ditunjuk oleh bank Indonesia perwakilan Jakarta,
memiliki jaringan distributor di wilayah Yogyakarta, serta memperluas pasar
ekspor Turki. Pada tahun ke 6 perusahaan masih tetap bisa bertahan bahkan
berhasil menembus pasar Arab Saudi. Kapasitas produksi pada tahun 2018 dapat
memproduksi 10.000 botol/bulan, produksi terus meningkat di setiap tahunnya
sebanyak 10.000 botol hingga saat ini dapat mencapai 30.000 botol/bulan pada
tahun 2020. Pada setiap tahun CV Ikapeksi turut serta berpartisipasi pada acara
Trade Expo Indonesia (TEI) dimana dapat menjadi peluang untuk memperkenalkan
baik perusahaannya maupun produknya.�������
Perusahaan harus memiliki visi misi
sebagai titik tumpu atau dasar landasan agar perusahaan tidak hilang arah. Visi
dari CV Ikapeksi Agro Industri adalah pada tahun 2024, Ikapeksi Agro Industri
bercita-cita menjadi perusahaan makanan sehat terkemuka dan terpercaya di
Indonesia dan Asia. Misi dari CV Ikapeksi Agro Industri adalah:
1.
Menggunakan bahan-bahan berkualitas tingi, sesuai
pedoman halal dan mengikuti prosedur GMP (Good Manufacturing Practices) (Rudiyanto, 2016).
2.
Untuk menjamin ketersediaan bahan baku berkualitas
tinggi, dibuat perjanjian dengan petani kedelai, gula kelapa, dan rempah-rempah
(Rachmawati
& Gunawan, 2020).
3.
Kemampuan dan kompetensi pegawai ditingkatkan melalui
pelatihan.
4.
Promosi diperluas melalui berbagai platform
media sosial.
5.
Kolaborasi dengan kementrian atau Lembaga yang
terhubungan, business match, dan pameran internasional yang dapat menjadi cara
untuk dapat memperluas jaringan ekspor.
6.
Mengutamakan konsep berkelanjutan dan pertumbuhan
jangka Panjang,
Berikut struktur organisasi dan tata kelola perusahaan (Gambar 1)

Gambar 1 Struktur
Organisasi dan Tata Kelola perusahaan
Sumber : https://kecapoishii.com/
CV Ikapeksi Agro Industri hingga saat
ini menghasilkan dua jenis produk kecap. Bahan baku produk kecap yang
diproduksi CV Ikapeksi Agro Industri tanpa menggunakan MSG dan addict, juga
diupayakan dari hasil petani local misalnya kacang kedelai yang berasal dari
wilayah Grobongan, Jawa Tengah. Kemudian standar bagi gula kelapa, garam, serta
warna mengikuti yang telah ditetapkan dari daerah Ciamis dan Purbalingga,
sedangkan rempah-rempah yang digunakan langsung dari daerah Bekasi, Jawa Barat.
Saat ini perusahaan memiliki beberapa
target yang difokuskan meliputi konsumen dengan ikatan emosional dan yang dapat
merasakan manfaat produk dari CV. Ikapeksi Agro Industri dengan meningkatkan
kepuasan konsumen dan memberikan edukasi mengenai makanan sehat dan pola hidup
sehat pada setiap media promosi produknya. Perusahaan juga berfokus pada petani
sebagai asset dalam penyimpanan bahan baku dengan menetapkan standar mutu bahan
baku dan membeli produk pertanian dengan harga kompetitif. Fokus pada produk
ditetapkan untuk menciptakan inovasi dengan hasil produk yang lezat, sehat,
halal, dan memiliki daya saing dengan tetap menggunakan bahan baku yang alami
dan meminimalisir penggunaan bahan tambahan pangan dalam produksi pangan.
Selain itu kemasan dibuat dengan food grade, kuat dan menarik, juga promosi
dilakukan terus-menerus pada berbagai media sosial.
Tujuan dari analisis lingkungan ini
untuk dapat melihat kondisi yang dihadapi perusahaan, perlu diingat bahwa
lingkungan dapat berubah-ubah yang dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Identifikasi lingkungan perlu dilakukan untuk keberlangsungan pembaharuan
perusahaan agar tetap bisa bertahan dan terus berkembang. Marketing mix
merupakan salah satu cara mengidentifikasi kondisi lingkungan perusahaan
meliputi 7P (product, price, place, promotion, process, people, dan physical
evidence).���������������
Marketing Mix
�
Produk (Product)
Produk yang diproduksi oleh CV Ikapeksi Agro Industri terdiri dari dua
produk yaitu kecap manis (Oishii) dan kecap asin (Rusa). Pasar produk ini
terdapat di dalam negri dan luar negeri. Perusahaan memproduksi untuk kebutuhan
ekspor namun juga menyediakan untuk pendistribusian dalam negeri. Produk yang
ditawarkan CV. Ikapeksi Agro Industri yaitu produk sehat dengan bahan baku
kecap berkualitas tinggi tanpa pengawet dan menggunakan bahan dan rempah-rempah
alami yang membuat produk kecap tersebut diminati oleh pangsa pasar dari luar.
�
Harga (Price):
Perusahaan menetapkan harga dari bahan baku yang dipakai, biaya
produksi, biaya variabel lainnya, ditambah dengan biaya profit. Hingga saat ini
peforma keuangan perusahaan adalah asset 150 juta, total kewajiban 75 juta, dan
jumlah modal 300 juta.
�
Distribusi (Place)
Kantor pusat CV. Ikapeksi Agro Industri berlokasi di Bumi Anggrek Blok N
No. 60, Karangsatria, Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat, Indonesia 17510.
Sedangkan lokasi pabrik adalah di Jalan Flamboyan Raya, Kampung Karang Mulya
RT/RW. 08/008, Karangsatria, Tambun Utara, Bekasi, Jawa Barat. Akses menuju
pabrik mudah dilalui oleh kendaraan besar maupun truk container
ekspedisi untuk menyalurkan dan mendistribusikan produk yang siap di ekspor.
Perusahaan juga melakukan distribusi sesuai Incoterms yaitu hak dan
kewajiban antar pelaku usaha dan konsumen yang berhubungan dengan pengiriman
barang, meliputi tanggung jawab proses ekspor, penanggung jawab biaya yang
keluar dan risiko apabila terjadi hal-hal di luar rencana akibat pengiriman.�
�
Promosi (Promotion)
Beberapa bentuk promosi dilakukan perusahaan untuk mengenalkan produk
dan menarik konsumen dengan pemasaran di platform media sosial seperti
Instagram, Facebok dan media online berupa website resmi perusahaan.
Dalam media sosial, dilakukan brand awareness dan aktivitas brand.
Sedangkan pada media online, terdapat penjelasan mengenai perusahaan dan
produk. Jika perusahaan sedang mengadakaan acara, konsumen dapat mendaftarkan
diri melalui media online tersebut. Kolaborasi juga dilakukan jika
terjadi peningkatan pemasaran dan konsumen terus bertambah, salah satunya
adalah dengan Lemonilo, distributor ke Jepang dan Saudi Arabia dan e-commerce
Tokopedia. Tokopedia merupakan platform e-commerce yang memudahkan
konsumen untuk membeli produk secara praktis.
�
Bukti Fisik (Physical Evidence):
�Fasilitas yang sudah dimiliki
perusahaan yaitu sebuah pabrik sehingga mampu memproduksi dengan kapabilitas
puluhan ribu botol. Pabrik serta mesin yang digunakan selalu dirawat secara
rutin. Pasca pemproduksian pun diolah sehingga perusahaan menjadi industri
hijau. Fasilitas yang disediakan oleh perusahaan juga berupa website
yang dapat diakses dan calon konsumen disuguhkan dengan informasi terkait
perusahaan juga tentunya produk yang dihasilkan.
�
Orang (People):
CV. Ikapeksi Agro Industri dikepalai oleh 4 orang dengan 6 pegawai.
Dengan latar belakang yang berbeda-beda perusahaan memberikan fasilitas
pelatihan kepada pegawai dan menempatkan sesuai potensinya masing-masing agar
dapat bekerja secara maksimal. Pengelolaan pegawai perusahaan seimbang antara
pria dan wanita dan mengutamakan perekrutan dari masyarakat sekitar. Pegawai
perusahaan saat ini melibatkan anak anak muda.
�
Proses (Process):
Langkah dan proses yang dilakukan perusahaan untuk menghasilkan
kerjasama antara konsumen berawal dari pihak perusahaan yang mengikuti sebuah
pameran internasional dan bertemu dengan calon konsumen. Komunikasi terjalin
sampai pengiriman sample produk kepada calon konsumen yang membuahkan
kesepakatan antar dua pihak meliputi tenggat waktu pengiriman, harga, dan
kuantitas produk. Kecap diproduksi sesuai target yang telah disepakati oleh dua
pihak, kemudian dilakukan pengurusan berkas yang dibutuhkan dan melakukan
pengiriman hingga produk sampai di tangan konsumen.
Analisis ini merupakan hal-hal yang
meliputi kelebihan (Strength), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunity),
dan ancaman (Threath). Dari analisis ini perusahaan dapat melihat faktor
internal maupun eksternal untuk menentukan suatu strategi dalam pelaksanaan
aktivitasperusahaan.
a. Kelebihan (Strength)
�
Poduk kecap yang dijual lebih sehat.
�
Owner memiliki pengalaman dibidang produksi sehingga
manajemen lebih detail, disiplin, dan tepat waktu.
�
Cepat tanggap dalam melakukan legalisasi/sertifikasi.
�
Sudah berhasil melakukan ekspor.
�
Memiliki harga yang cukup terjangkau.
b. Kelemahan (Weaknesses)
�
Memiliki citra rasa kecap yang berbeda dengan produk
lain.
�
Produk belum dikenal oleh masyarakat lokal.
�
Marketing yang dilakukan belum maksimal.
�
Konten yang disajikan di Instagram kurang menarik.
�
Hanya memiliki dua produk.
c. Peluang (Opportunities)
�
Pemerintah telah menyediakan fasilitas untuk UMKM
yaitu potensi untuk melakukan ekspor
�
Adanya pertumbuhan pasar
�
Target pasar sudah spesifik.
�
Memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk
menjangkau pasar.
�
Produk biasa digunakan pada masakan sehari-hari.
d. Ancaman (Threats)
�
Untuk citra rasa produk kurang sesuai dengan
masyarakat lokal.
�
Bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar.
�
Perubahan kebijakan pemerintah terkait perdagangan
internasional dan regulasi makanan.
�
Dana yang terbatas untuk melakukan pemasaran
besar-besaran.
Analisis
ekternal dan internal perusahaan dapat dilihat pada Tabel 2
Tabel 2 �Matrik IFAS (Internal Factor
Analysis Summary)
|
No |
Internal Strategic Factor / Faktor Strategi Internal |
Weight / Bobot |
Grade / Rating |
Weight X Grade / Bobot X Rating |
|
|
Strengths (Kekuatan) |
|||
|
1 |
Poduk
kecap yang dijual lebih sehat. |
0,10 |
3,74 |
0,39 |
|
2 |
Manajemen
yang baik yaitu detail, telaten, dan tepat waktu. |
0,11 |
3,75 |
0,42 |
|
3 |
Cepat
tanggap dalam melakukan legalisasi/sertifikasi. |
0,11 |
4 |
0,44 |
|
4 |
Sudah berhasil melakukan ekspor. |
0,11 |
3,75 |
0,42 |
|
5 |
Memiliki harga yang cukup murah (terjangkau). |
0,10 |
3,25 |
0,32 |
|
|
Weaknesses (Kelemahan) |
|||
|
1 |
Memiliki citra rasa kecap yang berbeda dengan produk
lain. |
0,10 |
3,5 |
0,36 |
|
2 |
Produk belum dikenal oleh masyarakat lokal. |
0,10 |
3,75 |
0,39 |
|
3 |
Marketing yang dilakukan
belum maksimal. |
0,09 |
3,25 |
0,29 |
|
4 |
Konten yang disajikan di Instagram kurang menarik. |
0,08 |
2,75 |
0,23 |
|
5 |
Hanya memiliki dua produk |
0,08 |
3,25 |
0,27 |
|
|
Total |
1 |
|
3,53 |
Tabel 3 Matrik EFAS (External Factor Analysis Summary)
|
No |
External Strategic Factor / Faktor Strategi Eksternal |
Weight / Bobot |
Grade / Rating |
Weight X Grade / Bobot X Rating |
|
|
Opportunities (Peluang) |
|||
|
1 |
Pemerintah telah menyediakan fasilitas untuk UMKM
yaitu potensi untuk melakukan ekspor |
0,11 |
3,5 |
0,39 |
|
2 |
Adanya
pertumbuhan pasar |
0,12 |
3,5 |
0,41 |
|
3 |
Target pasar sudah spesifik. |
0,11 |
3,5 |
0,39 |
|
4 |
Memanfaatkan platform digital dan media
sosial untuk menjangkau pasar. |
0,10 |
3,5 |
0,36 |
|
5 |
Produk yang dijual biasa digunakan pada masakan
sehari-hari |
0,12 |
3,5 |
0,41 |
|
|
Threats (Ancaman) |
|||
|
1 |
Untuk citra rasa produk kurang sesuai dengan
masyarakat lokal. |
0,09 |
3 |
0,28 |
|
2 |
Bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar. |
0,11 |
3,5 |
0,39 |
|
3 |
Perubahan kebijakan pemerintah terkait perdagangan
internasional dan regulasi makanan |
0,12 |
3,25 |
0,38 |
|
4 |
Dana yang terbatas untuk melakukan pemasaran besar-besaran |
0,12 |
3,5 |
0,41 |
|
|
Total |
1 |
|
3,42 |
Dari hasil analisis IFAS meliputi
Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesess) memiki total skor 3,53 dan skor
EFAS meliputi Peluang (Opportunities) dan Ancaman (Threats) memiliki skor 3,42.
Secara teori pada sembilan matriks IE, sumbu X merupakan IFAS dengan mengikuti
dari angka 0 ke arah atas dan sumbu Y yaitu hasil EFAS mengikuti angka 0 ke
arah kiri. Hasil analisis EFAS dan IFAS posisi perusahaan CV Ikapeksi Agro
Industri berada pada sel 1 yang berarti perusahaan masih pada masa pertumbuhan
dan pembinaan dengan menerapkan strategi intensif, seperti mencari potensi
pasar, pengembangan pasar, dan pengembangan produk (Tabel 4 Matriks IE CV
Ikapeksi Agro Industri).
Tabel 4 Matriks IE
CV Ikapeksi Agro Industri
|
|
Kuat |
Rata-rata |
Lemah |
|
|
|
3,0-4,0 |
2,0-2,99 |
1,0-1,99 |
|
|
4,0 |
3,0 |
2,0 |
1,0 |
|
|
3,0 |
CV Ikapeksi Agro Industri I |
II |
III |
Tinggi 3,0-4,0 |
|
2,0 |
IV |
V |
VI |
Sedang 2,0-1,99 |
|
1,0 |
VII |
VIII |
IX |
Rendah 1,0-1,99 |
|
|
Hold and Maintain |
|
Harvest or Divest |
|
Sumber: Rangkuti,
2015
Pada
Tabel 5 dapat dilihat analisis berdasarkan Matriks SWOT.
|
IFAS EFAS |
Strengths (S) 1.
Poduk kecap yang dijual lebih sehat. 2.
Manajemen yang baik dengan detail, telaten, dan
tepat waktu. 3.
Cepat tanggap dalam melakukan
salegalisasi/sertifiaksi. 4.
Sudah berhasil melakukan ekspor. 5.
Memiliki harga yang cukup murah. |
Weaknesses (W) 1. Memiliki citra rasa
kecap yang berbeda dengan produk lain. 2. Produk belum
dikenal oleh masyarakat lokal. 3. Marketing yang
dilakukan belum maksimal. 4. Konten yang
disajikan di Instagram kurang menarik. 5. Hanya memiliki dua
produk. |
|
Opportunities (O) 1.� Pemerintah telah menyediakan
fasilitas untuk UMKM yaitu potensi untuk melakukan ekspor. 2.� Pertumbuhan pasar 3.� Target pasar sudah spesifik. 4.� Memanfaatkan platform digital
dan media sosial untuk menjangkau pasar. 5.� Produk biasa digunakan pada
masakan sehari-hari. |
Strategi SO 1.(S1, S3, O2) Akibat
pertumbuhan pasar saat ini banyak masyarakat yang berkelompok atau mengikuti
sebuah komunitas dengan memiliki tujuan yang sama, disitu perusahaan dapat
memanfaatkan peluang untuk ikut berpartisipasi atau berkolaborasi dengan
sebuh komunitas atau berkolaborasi dengan produsen makanan sehat target
konsumen berkeinginan yang memiliki pola hidup sehat dalam mengkonsumsi
makanan-makanan sehat dengan mempromosikan produk Ikapeksi Agro Industri.
Seperti berkolaborasi dengan Healthy go yang merupakan salah satu penyedia
makanan sehat. 2.(S3, S4, O4)
Perusahaan dapat mencari buyer pada web yang tersedia seperti Global
Buyer Online yaitu platform untuk aktivitas bisnis ekspor impor, karena
perusahaan pernah melakukan ekspor sehingga dapat mempermudah beradaptasi
dengan regulasi dengan negara lain, pada platform terssebut juga perusahaan
dapat segmentasikan geografisnya untuk mencapai visinya. 3.(S1, O2, O3, O4,
O5) Dengan perkembangan zaman saat ini akses internet sangat begitu mudah,
maka dari itu perusahaan dapat memanfaatkan bebagai macam platform digitas
dan media sosial untuk menjangkau pasar secara luas. Perusahaan dapat
menggunakan fitur ads di berbagai macam platform atau media sosial untuk
dapat mengjangkau calon konsumen yang di targetkan. Selain itu perusahaat
dapat mengajak masyarakat yang berkeinginan untuk merubah pola hidup sehat
melaui makanan untuk membentuk sebuah komunitas, disana orang-orang dapat
saling sharing apa saya yang menjadi pengaruh pada makanan sehat sehingga
relevan dengan produk untuk dapat menyelipkan promosi untuk menggunakan bahan
makanan yang sehat seperti produk Ikapeksi Agro Industri. |
Strategi WO 1.
(W2, W3, W4, O4) Membuat konten promosi dengan
mengikuti tren saat ini, gunakan seluruh platform untuk memaksimalkan
jangkauan pasar yang dituju, merekrut pekerja untuk fokus dalam bidang ini
untuk dapat terus stabll. 2.
(O1, O,2, O3, W2, W3) Memanfaatkan relasi dan
fasilitas pemerintah sebagai akses untuk memperkenalkan produk perusahaan
kepada kalangan pemerintah/ market pasar yang lebih luas. Untuk meningkatkan
penjualan perusaan juga terus dapat ikut berpartisipasi agar lebih
menguasai market pasar. |
|
Threats (T) 1.Untuk citra rasa
produk kurang sesuai dengan masyarakat lokal. 2.Bersaing dengan
perusahaan-perusahaan besar. 3.Perubahan kebijakan
pemerintah terkait perdagangan internasional dan regulasi makana 4.Dana yang terbatas
untuk melakukan pemasaran besar2an. |
Strategi ST 1. (S2, S3, T3)
Seiring berjalannya waktu tentunya akan ada perubahan kebijakan pemerintah
salah satunya dalam perdagangan internasional dan regulasi makanan, dengan
rekam jejak perusahaan perlu mempertahankan kinerja seperti ketika ada nya
dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mendukung aktifitas ekspor perusahaan
cepat mengurus pembaharuan penambahan dokumen yang diperlukan. 2. (S5, T4) Perusahaan
dapat meningkatkan target penjualan serta pendapatannya dengan tujuan agar
mendapatkan surplus untuk melakukan pemasaran melalui billboard atau short
iklan di TV/youtube. |
Strategi WT 1. (T1, T2, T3, W1,
W4) Melakukan promosi dengan kolaborasi atau endorse kepada infliencer yang
memiliki pengaruh baik berpengaruh untuk semua kalangan atau secara segmented
sehingga followers akan relevan dengan produk perusahaan. |
Tabel 6 dapat dilihat
Matriks QSPM.
|
No |
Strength (kekuatan) |
BOBOT |
Strategi |
|||||||||||||||
|
1 |
|
2 |
|
3 |
|
4 |
|
5 |
|
6 |
|
7 |
|
8 |
|
|||
|
AS |
TAS |
AS |
TAS |
AS |
TAS |
AS |
TAS |
AS |
TAS |
AS |
TAS |
AS |
TAS |
AS |
TAS |
|||
|
1 |
Poduk kecap yang dijual lebih
sehat. |
0,10 |
2 |
0,21 |
1 |
0,10 |
1 |
0,10 |
1 |
0,10 |
1 |
0,10 |
3 |
0,31 |
2 |
0,21 |
2 |
0,21 |
|
2 |
Manajemen yang baik dengan
detail, telaten, dan tepat waktu. |
0,11 |
3 |
0,33 |
4 |
0,44 |
3 |
0,33 |
4 |
0,44 |
1 |
0,11 |
2 |
0,22 |
2 |
0,22 |
2 |
0,22 |
|
3 |
Cepat tanggap dalam melakukan
salegalisasi/sertifiaksi. |
0,11 |
3 |
0,33 |
4 |
0,44 |
3 |
0,33 |
4 |
0,44 |
2 |
0,22 |
2 |
0,22 |
3 |
0,33 |
1 |
0,11 |
|
4 |
Sudah berhasil melakukan
ekspor. |
0,11 |
4 |
0,44 |
3 |
0,33 |
2 |
0,22 |
3 |
0,33 |
2 |
0,22 |
3 |
0,33 |
2 |
0,22 |
2 |
0,22 |
|
5 |
Memiliki harga yang cukup
murah. |
0,10 |
2 |
0,19 |
1 |
0,10 |
1 |
0,10 |
1 |
0,10 |
4 |
0,39 |
2 |
0,19 |
4 |
0,39 |
2 |
0,19 |
|
No |
Weaknesess (Kelemahan) |
|||||||||||||||||
|
1 |
Memiliki citra rasa kecap yang
berbeda dengan produk lain. |
0,10 |
2 |
0,21 |
2 |
0,21 |
1 |
0,10 |
1 |
0,10 |
1 |
0,10 |
3 |
0,31 |
4 |
0,42 |
3 |
0,31 |
|
2 |
Produk belum banyak dikenal
oleh masyarakat lokal. |
0,10 |
3 |
0,31 |
1 |
0,10 |
4 |
0,42 |
2 |
0,21 |
3 |
0,31 |
3 |
0,31 |
2 |
0,21 |
4 |
0,42 |
|
3 |
Marketing yang dilakukan belum
maksimal. |
0,09 |
3 |
0,27 |
2 |
0,18 |
4 |
0,36 |
2 |
0,18 |
3 |
0,27 |
2 |
0,18 |
1 |
0,09 |
4 |
0,36 |
|
4 |
Konten yang disajikan di
Instagram kurang menarik. |
0,08 |
3 |
0,25 |
1 |
0,08 |
4 |
0,33 |
1 |
0,08 |
3 |
0,25 |
4 |
0,33 |
2 |
0,17 |
3 |
0,25 |
|
5 |
hanya memiliki 2 produk |
0,08 |
1 |
0,08 |
1 |
0,08 |
1 |
0,08 |
1 |
0,08 |
1 |
0,08 |
1 |
0,08 |
1 |
0,08 |
1 |
0,08 |
|
No |
Opportunity (Peluang) |
|||||||||||||||||
|
1 |
Pemerintah telah menyediakan
fasilitas untuk UMKM yaitu potensi untuk melakukan ekspor. |
0,11 |
2 |
0,22 |
4 |
0,44 |
2 |
0,22 |
4 |
0,44 |
1 |
0,11 |
2 |
0,22 |
3 |
0,33 |
1 |
0,11 |
|
2 |
Pertumbuhan pasar. |
0,12 |
4 |
0,47 |
4 |
0,47 |
4 |
0,47 |
3 |
0,35 |
3 |
0,35 |
4 |
0,47 |
3 |
0,35 |
4 |
0,47 |
|
3 |
Memiliki target pasar spesifik. |
0,11 |
4 |
0,44 |
4 |
0,44 |
3 |
0,33 |
2 |
0,22 |
3 |
0,33 |
3 |
0,33 |
3 |
0,33 |
4 |
0,44 |
|
4 |
Memanfaatkan platform digital
dan media sosial untuk menjangkau pasar. |
0,10 |
3 |
0,31 |
4 |
0,41 |
4 |
0,41 |
2 |
0,20 |
4 |
0,41 |
4 |
0,41 |
4 |
0,41 |
4 |
0,41 |
|
5 |
Produk biasa digunakan pada
masakan sehari-hari |
0,12 |
2 |
0,24 |
2 |
0,24 |
1 |
0,12 |
1 |
0,12 |
3 |
0,35 |
2 |
0,24 |
2 |
0,24 |
3 |
0,35 |
|
No |
Threats (Ancaman) |
|||||||||||||||||
|
1 |
Untuk citra ras produk kurang
cocok untuk lidah Indonesia |
0,09 |
2 |
0,19 |
1 |
0,09 |
1 |
0,09 |
1 |
0,09 |
1 |
0,09 |
1 |
0,09 |
2 |
0,19 |
1 |
0,09 |
|
2 |
Bersaing dengan
perusahaan-perusahaan besar. |
0,11 |
3 |
0,33 |
3 |
0,33 |
3 |
0,33 |
4 |
0,44 |
4 |
0,44 |
3 |
0,33 |
4 |
0,44 |
3 |
0,33 |
|
3 |
Perubahan kebijakan pemerintah
terkait perdagangan internasional dan regulasi makanan |
0,12 |
2 |
0,24 |
4 |
0,47 |
1 |
0,12 |
2 |
0,24 |
1 |
0,12 |
1 |
0,12 |
1 |
0,12 |
1 |
0,12 |
|
4 |
Dana yang terbatas untuk
melakukan pemasaran besar-besaran |
0,12 |
1 |
0,12 |
1 |
0,12 |
2 |
0,24 |
1 |
0,12 |
4 |
0,47 |
2 |
0,24 |
1 |
0,12 |
1 |
0,12 |
Berdasarkan Tabel 6 �dapat diuraikan masing-masing strategi
perusahaan.
1.
(S1, S3, O2) Akibat pertumbuhan pasar saat ini banyak
masyarakat yang berkelompok atau mengikuti sebuah komunitas dengan memiliki
tujuan yang sama. Disitu perusahaan dapat memanfaatkan peluang untuk ikut
berpartisipasi atau berkolaborasi dengan sebuah komunitas atau berkolaborasi
dengan produsen makanan sehat yang memiliki target konsumen yang berkeinginan
memiliki pola hidup sehat dan mengkonsumsi makanan-makanan sehat dengan
mempromosikan produk CV. Ikapeksi Agro Industri. Misalnya berkolaborasi dengan Healthy
go yang merupakan salah satu penyedia makanan sehat (https://healthy-go.id/). (Skor 5,19)
2.
(S3, S4, O4) Perusahaan dapat mencari buyer
pada web yang tersedia seperti Global Buyer Online yaitu platform
untuk aktivitas bisnis ekspor impor, karena perusahaan pernah melakukan
ekspor sehingga dapat mempermudah beradaptasi dengan regulasi negara lain, pada
platform tersebut juga perusahaan dapat mensegmentasikan geografisnya
untuk mencapai visinya. Berikut menurut data Trade Map pemasok yang memiliki
potensi terbesar untuk mengekspor kecap 210310 ke Dunia adalah China, Belanda
dan Amerika Serikat, sedangkan ke ASIA adalah China, Jepanng, Taipei, Hong Kong
SAR, Korea. Untuk melakukan ekspor ke China mencakup dokumen standar seperti
bill of lading, faktur, daftar pengiriman, deklarasi bea cukai, polis asuransi,
dan kontrak penjualan, serta dokumen yang lebih khusus seperti sertifikat kuota
impor untuk komoditas umum (jika berlaku), izin impor (jika berlaku),
sertifikat inspeksi (jika berlaku), dan izin keselamatan atau mutu lainnya,
untuk lengkap nya terdapat pada web http://english.customs.gov.cn/. (Skor 5,10)
3.
(S1, O2, O3, O4, O5) Dengan perkembangan zaman saat
ini akses internet sangat begitu mudah, maka dari itu perusahaan dapat
memanfaatkan bebagai macam platform digital dan media sosial untuk
menjangkau pasar secara luas. Perusahaan dapat menggunakan fitur ads di
berbagai macam platform atau media sosial untuk dapat menjangkau calon
konsumen yang ditargetkan. Selain itu perusahaat dapat mengajak masyarakat yang
berkeinginan untuk merubah pola hidup sehat melalui makanan dengan membentuk
sebuah komunitas, dimana disana orang-orang dapat saling sharing apa
saja pengaruh makanan sehat sehingga relevan dengan produk dan perusahaan dapat
menyelipkan promosi untuk menggunakan bahan makanan yang sehat seperti produk
Ikapeksi Agro Industri. (Skor 4,72)
4.
(S2, S3, T3) Seiring berjalannya waktu tentunya akan
ada perubahan kebijakan pemerintah salah satunya dalam perdagangan
internasional dan regulasi makanan. Perusahaan perlu membuat rekam jejak yang
mempertahankan kinerja seperti ketika adanya dokumen-dokumen yang diperlukan
untuk mendukung aktifitas ekspor perusahaan cepat mengurus pembaharuan
penambahan dokumen yang diperlukan. (Skor 4,31)
5.
(S5, T4) Perusahaan dapat meningkatkan target
penjualan serta pendapatannya agar mendapatkan surplus dengan melakukan
pemasaran melalui billboard atau short iklan di TV/youtube.
(Skor 4,75)
6.
�(W2, W3, W4,
O4) Perusahaan membuat konten promosi dengan mengikuti tren saat ini,
menggunakan seluruh platform untuk memaksimalkan jangkauan pasar yang
dituju, merekrut pekerja untuk fokus dalam bidang ini agar dapat terus stabil.
(Skor 4,96)
7.
(O1, O,2, O3, W2, W3) Memanfaatkan relasi dan
fasilitas pemerintah sebagai akses untuk memperkenalkan produk perusahaan
kepada kalangan pemerintah/market pasar yang lebih luas. Untuk
meningkatkan penjualan perusahaan juga terus dapat ikut berpartisipasi agar
lebih menguasai market/pasar. (Skor 4,87)
8.(T1, T2, T3, W1, W4) Melakukan
promosi dengan kolaborasi atau endorse kepada influencer yang
memiliki pengaruh baik pada semua kalangan atau secara segmented sehingga
followers akan relevan dengan produk perusahaan. (Skor 4,83)
Tabel 7 dapat dilihat Ringkasan
Strategi Berdasarkan Prioritas.
|
No. |
Strategi |
Skor |
|
1 |
(S1, S3, O2) Strategi ikut berpartisipasi atau berkolaborasi
dengan sebuah komunitas atau berkolaborasi dengan produsen makanan sehat yang
memiliki target konsumen yang berkeinginan memiliki pola hidup sehat dan
mengkonsumsi makanan-makanan sehat |
5,19 |
|
2 |
(S3, S4, O4) Strategi mencari buyer pada web yang
tersedia seperti Global Buyer Online yaitu platform untuk
aktivitas bisnis ekspor impor |
5,10 |
|
3 |
(W2, W3, W4, O4) Perusahaan membuat konten promosi dengan mengikuti
tren saat ini, menggunakan seluruh platform untuk memaksimalkan
jangkauan pasar yang dituju, merekrut pekerja untuk fokus dalam bidang ini
agar dapat terus stabil. (Skor 4,96) |
4,96 |
|
4 |
(O1, O,2, O3, W2, W3) Strategi memanfaatkan relasi dan fasilitas
pemerintah sebagai akses untuk memperkenalkan produk perusahaan kepada
kalangan pemerintah/market pasar yang lebih luas. |
4,87 |
|
5 |
(T1, T2, T3, W1, W4) Strastegi melakukan promosi dengan kolaborasi atau endorse
kepada influencer yang memiliki pengaruh baik pada semua kalangan atau
secara segmented sehingga followers akan relevan dengan produk perusahaan. |
4,83 |
|
6 |
(S5, T4) Strategi meningkatkan target penjualan serta
pendapatannya agar mendapatkan surplus dengan melakukan pemasaran melalui billboard
atau short iklan di TV/youtube. |
4,75 |
|
7 |
(S1, O2, O3, O4, O5) Strategi memanfaatkan bebagai macam platform digital
dan media sosial untuk menjangkau pasar secara luas |
4,72 |
|
8 |
(S2, S3, T3) Strategi beradaptasi dengan perubahan kebijakan
pemerintah misalnya dalam perdagangan internasional dan regulasi makanan.
Perusahaan perlu membuat rekam jejak yang mempertahankan kinerja seperti
ketika adanya dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mendukung aktifitas
ekspor perusahaan cepat mengurus pembaharuan penambahan dokumen yang
diperlukan. |
4,31 |
KESIMPULAN
Berdasarkan rumusan masalah dan hasil
pembahasan dari analisis yang telah dilakukan pada CV Ikapeksi Agro Industri,
dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang efektif untuk mempertahankan
produk kecap di pasar Arab Saudi dengan menggunakan metode QSPM adalah sesuai
dengan hasil analisis EFAS dan IFAS, di mana posisi perusahaan CV Ikapeksi Agro
Industri berada pada sel 1 yang menunjukkan bahwa perusahaan masih dalam fase
pertumbuhan dan pembinaan. Strategi intensif seperti mencari potensi pasar,
pengembangan pasar, dan pengembangan produk direkomendasikan. Strategi yang
tepat untuk melakukan ekspansi ke pasar internasional melalui CV Ikapeksi Agro
Industri juga dapat diperumuskan berdasarkan hasil matriks analisis SWOT dan
matriks IR. Beberapa alternatif strategi yang dapat digunakan oleh CV Ikapeksi
Agro Industri disusun berdasarkan prioritas hasil matriks QSPM, termasuk
strategi berpartisipasi atau berkolaborasi dengan komunitas atau produsen
makanan sehat, mencari pembeli di platform online seperti Global Buyer Online,
memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk menjangkau pasar, membuat
konten promosi yang mengikuti tren, melakukan promosi dengan kolaborasi atau
endorse kepada influencer, meningkatkan target penjualan serta pendapatan
melalui pemasaran di media tradisional, memanfaatkan relasi dan fasilitas
pemerintah, serta beradaptasi dengan perubahan kebijakan pemerintah dalam perdagangan
internasional dan regulasi makanan.
DAFTAR
PUSTAKA
Akdoğan, K.,
Bağır, Y. K., & Torun, H. (2023). Heterogeneous effect of
exchange rates on firms� exports: Role of labor intensity. Central Bank
Review, 23(3), 100130.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.cbrev.2023.100130
Akwasi
Gyamfi, B., Taiwo Onifade, S., Haouas, I., & Fatai Adedoyin, F. (2023). The
impacts of resource abundance and export diversity on financial development in
the South Asian economic bloc. Heliyon, 9(4), e15105.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e15105
Argaw,
M., & Yohannes, H. (2024). Impact of land use/land cover changes on surface
water and soil-sediment export in the urbanized Akaki River catchment, Awash
Basin, Ethiopia. Journal of Hydrology: Regional Studies, 52,
101677. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ejrh.2024.101677
Bacsafra,
M. A., Kusumawardani, D. M., & Darmansah, D. (2022). Pengembangan Sistem
Informasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuningan Berbasis Android Dengan
Metode Prototype. J-SAKTI (Jurnal Sains Komputer Dan Informatika), 6(1),
379�390.
Brandt,
L., & Lim, K. (2024). Opening up in the 21st century: A quantitative
accounting of Chinese export growth. Journal of International Economics,
150, 103895.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jinteco.2024.103895
de
Faria, C. H. F., Almeida, J. F. F., & Pinto, L. R. (2024).
Simulation�optimisation approach for sustainable planning of intermodal
logistics in the Brazilian grain export industry. Decision Analytics Journal,
10, 100388. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.dajour.2023.100388
Du,
L., Zuo, J., O�Farrell, K., Chang, R., Zillante, G., & Li, L. (2023).
Transnational recycling of Australian export waste: An exploratory study. Resources,
Conservation and Recycling, 196, 107041.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.resconrec.2023.107041
Du,
W., Fan, Y., & Li, M. (2023). A clean road to international trade:
Environmental regulations and the cleanliness of export enterprises. Heliyon,
9(11), e21180.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e21180
Fawaid,
A., Suharyono, S., & Mawardi, M. K. (2016). Analisis Strategi Pemasaran
Perusahaan Yang Berorientasi Ekspor Dalam Peningkatan Volume Penjualan (Studi
Pada PT Kharisma Rotan Mandiri Di Sukoharjo). Brawijaya University.
Fr�juis
Akpa, A., & Foster Chabossou, A. (2024). Effect of information and
communication technology on cashew nut export in Benin. Research in
Globalization, 8, 100197.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.resglo.2024.100197
Hartwig,
L. D., Jackson, S., Smart, J. C. R., & Osborne, N. (2023). Water trading by
Aboriginal organisations in NSW, Australia. Journal of Rural Studies, 100,
102997. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.jrurstud.2023.03.005
Huo,
J., Meng, J., Zhang, Z., Gao, Y., Zheng, H., Coffman, D., Xue, J., Li, Y.,
& Guan, D. (2021). Drivers of fluctuating embodied carbon emissions in international
services trade. One Earth, 4(9), 1322�1332.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.oneear.2021.08.011
Kahiya,
E. T. (2024). A problematization review of export assistance: Debates and
future directions. International Business Review, 33(1), 102202.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ibusrev.2023.102202
Li,
M., Du, W., & Wang, Z. (2023). Export globalization and pollution
localization: Multivariate heterogeneous data based on Chinese enterprises. Energy
Reports, 9, 472�483. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.egyr.2022.11.203
Majekodunmi,
T. B., Shaari, M. S., Abidin, N. Z., & Ridzuan, A. R. (2023). Green
technology, exports, and CO2 emissions in Malaysia. Heliyon, 9(8),
e18625. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2023.e18625
Martino,
R. B. G. (2022). Perumusan Strategi Bersaing Pada Perusahaan Tas Rajut Nayla
Craft di Kulon Progo Menggunakan Model Matriks QSPM (Quantitative Strategic
Planning Matrix). UPN" Veteran" Yogyakarta.
Mas�udah,
N. M. N. (2020). Mie Sehat: Sebagai Usaha Pengereman Impor Terigu dengan
Menggunakan Bahan Subtitusi Alami. Lembaga Academic & Research
Institute.
Maskhurin,
S. (2019). Analisis Strategi Pemasaran Dalam Menghadapi Persaingan Bisnis (Studi
Kasus Industri Kecap Cap Kuda Mahkota Kediri).
Meutia,
Y. R. (2016). Standardisasi Produk Kecap Kedelai Manis Sebagai Produk Khas
Indonesia. Jurnal Standardisasi, 17(2), 147�156.
Murayama,
A., & Marshall, D. C. (2024). Associations between pharmaceutical industry
payments to physicians and prescription of PARP inhibitors in the United
States. Gynecologic Oncology, 181, 83�90.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ygyno.2023.12.011
Papadopoulou,
C., Theotokis, A., & Hultman, M. (2023). Managerial mindset effects on
international marketing strategy adaptation decisions. Industrial Marketing
Management, 115, 266�280.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.indmarman.2023.09.014
Rachmawati,
R. R., & Gunawan, E. (2020). Peranan petani milenial mendukung ekspor hasil
pertanian di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 38(1),
67�87.
Rudiyanto,
H. (2016). Kajian Good Manufacturing Practices (GMP) dan kualitas mutu pada
wingko berdasarkan SNI-01-4311-1996. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 8(2),
148�157.
Taylor,
D. D., Fenske, G. J., Pouzou, J. G., Costard, S., & Zagmutt, F. J. (2022).
Codex Alimentarius Guidelines for Risk Analysis of Foodborne Antimicrobial
Resistance Are Incompatible with Available Surveillance Data. Journal of
Food Protection, 85(11), 1496�1505.
https://doi.org/https://doi.org/10.4315/JFP-22-038