STRATEGI PENGEMBANGAN OBYEK WISATA MANDEH DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT OLEH DINAS PARIWISATA KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA KABUPATEN PESISIR SELATAN

 

Siti Khofifah1, Jumiati2

Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

[email protected], [email protected]

 

Diterima: 29-10-2022��������������������� ��������������� Review: 08-11-2022�������� ��������������� ��������������� Publish: 18-11-2022

Abstrak:

Strategi pengembangan pariwisata merupakan langkah yang dapat dilakukan guna untuk mengembangkan potensi dari pariwisata yang terdapat disuatu daerah, beberapa cara yang dapat dilakukan seperti perbaikan terhadap infrastruktur yang ada baik itu secara fisik maupun non fisik, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat disekitar daerah wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis kondisi pariwisata di kawasan wisata Mandeh, strategi pengembangan pariwisata dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan, dan faktor penghambat serta faktor pendukung dari pengembangan sektor pariwisata. Namun dalam sektor pariwisata masih terdapat beberapa kendala sehingga memerlukan strategi pengembangan pariwisata oleh pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat.Peneliti menggunakan jenis metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif guna untuk mengetahui strategi pengembangan pariwisata yang dilakukan Disparpora untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 5 arah kebijakan dalam strategi pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh Disparpora Kabupaten Pesisir selatanantara lain, meningkatkan pengelolaan daya tarik wisata, meningkatkan pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif, mengembangkan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif, meningkatkan kerjasama dan kemitraan pariwisata dan ekonomi kreatif, meningkatkan sarana dan prasarana pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun dalam penerapan strategi terdapat faktor penghambat dan pendukung yang muncul baik secara internal maupun eksternal.

Kata kunci: Strategi, Pengembangan Pariwisata, Pendapatan Masyarakat

 

Abstract:

The tourism development strategy is a step that can be taken in order to develop the potential of tourism in an area, several ways that can be done such as improvements to existing infrastructure both physically and non-physically, this aims to improve the welfare of the community around the tourist area. This study aims to determine and analyze the condition of tourism in the Mandeh tourist area, tourism development strategies in an effort to increase community income carried out by the Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Pariwisata of Pesisir Selatan Regency, and the inhibiting and supporting factors of the development of the tourism sector. However, in the tourism sector there are still some obstacles that require a tourism development strategy by the local government in an effort to increase community income. Researchers use qualitative research methods with descriptive methods in order to determine the tourism development strategy carried out by Disparpora to increase community income. Based on the results of the study, there are 5 policy directions in the tourism development strategy carried out by the South Pesisir Regency Disparpora, among others, improving the management of tourist attractions, increasing tourism marketing and the creative economy, developing tourism and creative economy human resources, increasing tourism and creative economy cooperation and partnerships, improve tourism facilities and infrastructure and the creative economy. However, in implementing the strategy there are inhibiting and supporting factors that arise both internally and externally.

Keywords: Strategy, Development Of Tourism, Community Income������������������������������������

Corresponding: Siti Khofifah

E-mail: [email protected]

 

PENDAHULUAN

Pada hakekatnya pembangunan pariwisata adalah bentuk upaya dalam mengembangkan serta memanfaatkan obyek wisata yang terbentuk dalam kekayaan alam yang indah, keanekaragaman flora dan fauna, tradisi seni dan budaya serta berbagai peninggalan sejarah (Asriandy, 2016). Hal ini sesuai dengan isi dari Undang-Undang Nomor 10 tahun 2009 tentang kepariwisataan, dimana keadaan alam, flora dan fauna merupakan karunia yang diberikan oleh tuhan yang maha esa, dan peninggal sejarah, seni maupun budaya yang terdapat di Indonesia merupakan sumber daya serta modal pembangunan dalam kepariwisataan yang bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat sebagaimana terdapat dalam Pancasila dan Pembukaan dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.

Dalam Undang-Undang Otonomi Daerah Nomor 32 tahun 2004 menyerahkan ksempatan bagi daerah agar dapag mengurus rumah tangganya sendiri sejalan dengan penyerahan wewenang oleh pemerintah kepada pemerintah daerah agar dapat mengembangkan daerah masing-masing. Dan salah satu yang menjadi unsur dalam pembangunan otonomi daerah merupakan sektor pariwisata.

Menurut (Isdarmanto, 2017) pariwisata merupakan suatu kegiatan yang bersifat multi sektoral yang artinya dilakukan oleh banyak pihak dimana semua memiliki kepentingan yang sejalan dan saling mendapatkan manfaatnya. Pariwisata juga dapat disebut multi dimensional dimana pariwisata membutuhkan dukungan dari segala aspek pandangan, pemahaman serta ide dan pendapat yang berbeda-beda dari berbagai lintas sektoral, baik pemerintah maupun non pemerintah sehingga yang menjadi kebutuhan pokok dari pariwisata merupakan suatu koordinasi (Simanjuntak, Simarmata, Malau, Ekomila, & Fibriasari, 2021).

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan sudah semestinya dapat memanfaatkan dengan baik semua potensi alam dan keanekaragamannya (Sihasale, 2013). Kekayaan alam yang dimiliki oleh Kabupaten Pesisir Selatan dapat dikatakan melimpah sehingga jika dikelola dengan benar lalu dimanfaatkan dengan optimal hal ini dapat memberikan potensi besar dalam meningkatkan pendapatan masyarakat (RAMADHANI, 2019).

Salah satu yang menjadi faktor penting untuk menentukan tingkat kemakmuran masyarakat adalah tingkat pendapatannya (Maulidah & Soejoto, 2015). Pendapatan masyarakat akan mencapai maximum jika tingkat pendapatan penggunaan tenaga kerja penuh dapat diwujudkan. Salah satu yang dapat mengurangi tingkat pendapatan masyarakat adalah pengangguran. Kondisi ini tentu akan mengurangi tingkat dari kemakmuran yang sudah pernah dicapai oleh masyarakat (Juariyah, 2010).

Pendapatan masyarakat merupakan hal yang berhubungan dengan aktivitas usaha yang berbentuk perekonomian, perkebunan dan pertanian serta usaha lainnya yang dilakukan oleh masyarakat untuk menunjang penghasilan mereka setiap hari (Hayati, 2017). Pendapatan masyarakat akan berhubungan erat dengan berbagai macam kebutuhan hidup dalam pemenuhannya baik itu meningkat maupun menurun (Rahmadani, 2021).

Sektor pariwisata memiliki peran penting dalam memajukan suatu daerah dengab mengundang wisatawan dari berbagai daerah, sehingga daerah tersebut dapat dikenal oleh masyarakat luas (AFRIZAL, 2022). Sektor pariwisata akan lebih baik jika dikembangkan langsung oleh orang-orang yang ahli dibidangnya sehingga dapat menggali potensi obyek wisata dengan maksimal serta meningkatkan kualitas obyek wisata sehingga dapat meraih pendapatan dan keuntungan yang besar (Setyorini, 2004).

Kawasan wisata Mandeh merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik di Provinsi Sumatera Barat. Kawasan ini terletak di Kabupaten Pesisir Selatan tepatnya di Kecamatan Koto XI tarusan yang berbatasan langsung dengan kota padang. Pada kawasan wisata Mandeh terdapat gugusan pulau-pulau kecil yang memiliki kekayaan biota laut dan terumbu karang serta terdapat taman mangrove, resort wisata bahkan lokasi terjun bebas dari tebing tinggi yang menjadikan wisata Mandeh dikenal banyak masyarakat baik Nasional maupun Internasional. Jumlah wisatawan nusantara maupun mancanegara dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 1. Jumlah Pengunjung Obyek Wisata Mandeh

Tahun

Wisatawan Nusantara

Wisatawan Mancanegara

Keterangan

2017

375.460

1.190

 

2018

418.454

1.200

 

2019

329.214

2.555

 

Jumlah

1.123.128

4.945

 

Sumber : Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan

Dapat dilihat dari tabel diatas maka sebaiknya dilakukan pengemhangan yang produktif yang harus ditingkatkan, terutama dari sektor pariwisata hal ini dikarenakan sektor pariwisata adalah instrumen penting dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat karena sektor pariwisata dapat mengatasi masalah rendahnya pendapatan masyarakat.

Obyek wisata Mandeh memberikan berbagai macam dampak positif bagi masyarakat, keberadaan obyek wisata Mandeh dapat meningkatkan pendapatan masyarakat hal ini juga akan berdampak pada pembangunan daerah. Sektor pariwisata tidak hanya berdampak terhadap ekonomi saja akan tetapi juga berdampak kepada sosial masyarakat dimana dalam hal ini masyarakat akan lebih sering melakukan gotong royong untuk menjaga kebersihan dan keamanan dan akan banyak juga dilakukan pembangunan fasilitas umum dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Berdasarkan uraian diatas penulis berkeinginan untuk melakukan pengkajian dan penelitian terkait "Strategi Pengembangan Obyek Wisata Mandeh Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan"

���������������

METODE PENELITIAN

����������� Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Menurut (Abdussamad & SIK, 2021: 79-80) metode penelitian kualitatif merupakan metode penelitian yang bertujuan untuk meneliti kondisi obyek yang alamiah dimana penelitian ini merupakan instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi dan analisis data yang bersifat induktif dan penelitian kualitatif lebih memfokuskan makna pada generalisasi. Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif merupakan metode penelitian yang memiliki tujuan untuk memebuat deskriptif ataupun gambaran secara mendalam, sistematis dan akurat sejalan dengan fakta-fakta serta hubungan dengan fenomena yang bisa diteliti. Penggunaan metode ini memiliki peluang bagi peneliti untuk mengumpulkan data dengan sumber yang berasal dari observasi, wawancara, catatan dan dokumen resmi yang berguna untuk menggambarkan subjek penelitian.

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.       Pelaksanaan Strategi Pengembangan Obyek Wisata Mandeh Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabpupaten Pesisir Selatan

Berdasarkan hasil penelitian strategi pengembangan obyek wisata Mandeh dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan sesuai dengan renstra Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga tahun 2021-2026. Dalam pelaksanaan strategi pengembangan obyek wisata Mandeh dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat oleh Dinas Pariwista Kepemudaan dan Olahraga, strategi yang dilakukan, yaitu :

a.     Meningkatkan pengelolaan daya tarik wisata

Pengelolaan daya tarik wisata di obyek wisata Mandeh memiliki tujuan untuk menjadikan obyek wisata Mandeh sebagai wisata bahari yang menarik sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di kawasan wisata Mandeh. Sasarannya dikhususkan untuk para wisatawan, masyarakat sekitar serta pedagang kaki lima. Biaya pengelolaan berasal dari Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraha Kab. Pesisir Selatan. Rencana pelaksanaan yang akan dilakukan adalah dengan menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban serta keindahan.

Berdasarkan hasil temuan dilapangan pengelolaan daya tarik wisata masih dapat dikatakan belum terlalu maksimal, hal ini disebabkan pembangunan dan pengembangan daya tarik wisata pendukung lainnya masih dalam tahapan perencanaan. Kondisi tersebut yang menjadikan kurang maksimalnya pengelolaan daya tarik obyek wisata Mandeh untuk saat ini sehingga masih belum maksmal dalam menjalankan upaya untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

b.     Meningkatkan pemasaran pariwisata dan ekonomi kreatif

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk pengembangan pariwisata yakni harus dibantu oleh proses perencanaan dari partisipasi masyarakat. Hal ini memiliki makna bahwasannya proses perencanaan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga salah satu nya yaitu dalam kegiatan promosi.

Berdasarkan hasil temuan dilapangan peningkatan pemasaran, promosi dan kerjasama yang dilakukan oleh Disparpora sudah cukup maksimal. Hal ini dilihat banyaknya bentuk promosi yang dilakukan melalui media sosial, serta perencanaan event-event yang akan dijalankan dan saat ini sedang menjalankan ajang pemilihan Uda Uni Duta Wisata Kab. Pesisir Selatan yang merupakan salah satu dari bentuk pemasaran dan promosi yang dilakukan oleh Disparpora yang mana jika upaya ini terus dilakukan akan membantu untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kedepannya diharapkan promosi yang dilakukan oleh Disparpora dalam mengembangkan obyek wisata Mandeh lebih maksimal lagi dengan melakukan pemasangan iklan dimedia cetak, seperti brosur dan bahkan pemasangan papan reklame ditempat keramaian agar masyarakat tau akan keindahan obyek wisata Mandeh.

c.     Mengembangkan SDM pariwisata dan ekonomi kreatif

Strategi pengembangan SDM merupakan strategi yang mendukung pengembangan produk dan pemasaran dalam pariwisata terlebih lagi dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu pengembangan pariwisata yang dapat dilakukan yaitu melalui keberhasilan pada setiap aktivitas tergantung pada keharmonisan antara pemerintah, masyarakat setempat dan industri pariwisata serta investor dan wisatawan yang harus diberikan pengertian untuk menghormati kebiasaan, norma dan nilai dari daerah setempat.

Berdasarkan hasil temuan di lapangan program pengembangan ekonomi kreatif untuk peningkatan SDM pelaku wisata belum banyak usaha yang dilakukan oleh Disparpora secara khusus kepada para pelaku wisata dalam meningkatkan kualitas SDM yang ada terhadap para pengelola, dan pemilik warung di obyek wisata Mandeh. Peningkatan SDM pelaku wisata yang dilakukan seringkali hanya kepada para pegawai Disparpora dan perwakilan kelompok sadar wisata saja seperti melakukan pelatihan dan workshop yang dilakukan oleh Disparpora dalam kurun waktu beberapa kali kali dalam setahun yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas SDM bagi para pegawai Disparpora.

d.     Meningkatkan kerjasama dan kemitraan pariwisata dan ekonomi kreatif

Pembangunan pariwisata agar dapat melaju dengan pesat tidak bisa hanya mengandalkan dengan pendanaan dari pemerintah saja, untuk itu perlu kerjasama dengan investor. Pemerintah daerah perlu memperhatikan sektor pariwisata dan mendorong investor serta berbagai sektor usaha khususnya di kawasan wisata Mandeh itu sendiri mapun dari luar daerah guna mendukung pembangunan sektor pariwisata khususnya Obyek Wisata Mandeh.

����� ��������� Berdasarkan hasil temuan dilapangan kerjasama yang dilakukan oleh Disparpora dengan investor masih sangat jauh dari kata maksimal. Hal ini disebabkan masih belum adanya Perda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) khusus untuk pelaksanaan pengelolaan kawasan wisata Mandeh sehingga pihak Disparpora belum bisa mendatangkan investor-investor, dan pihak investor pun dapat dikatakan belum berani memberikan investasinya di kawasan wisata mandeh karena belum adanya kejelasan hukum. Saat ini diharapkan pemerintah untuk dapat merumuskan Perda RDTR terkait pengelolaan kawasan wisata Mandeh agar dapat menarik minat para investor bekerjasama dengan pihak pemerintah.

e.     Meningkatkan sarana dan prasarana pariwisata dan ekonomi kreatif

Berdasarkan hasil temuan di lapangan sarana yang ada di obyek wisata Mandeh sudah cukup terlihat pengembangannya dikarenakan sarana pokok seperti rumah makan, atau restoran sudah lumayan banyak. Sedangkan dalam segi prasarana Disparpora selaku dinas terkait telah melakukan pembenahan jalan akses menuju kawasan wisata Mandeh. Prasarana lain yang sudah terbenahi yaitu tempat ibadah seperti musholla bisa dikatakan sudah banyak yang layak untuk dijadikan sebagai tempat ibadah. ���������

Meningkatkan sarana dan prasarana serta infrastruktur yang menunjang seperti membangun wahana permainan air, area outbond, kereta wisata dan fasilitas-fasilitas penunjang lain sehingga menarik dan kenyamanan bagi pengunjung. Disamping itu perbaikan jalan yang rusak dan pelebaran jalan menuju obyek wisata Mandeh dapat memudahkan akses bagi pengunjung untuk menuju tujuan wisata sehingga jika pengunjung semakin banyak maka dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

2.       Faktor Penghambat dan Faktor Pendukung Dalam Strategi Pengembangan Obyek Wisata Mandeh Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabpupaten Pesisir Selatan

1)      Faktor Penghambat

Berdasarkan hasil temuan di lapangan terdapat beberapa faktor penghambat dalam pelaksanaan pengembangan obyek wisata Mandeh oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kab. Pesisir Selatan. Pengembangan obyek wisata pasti tidak terlepas dari faktor-faktor berikut ini seperti faktor internal dan eksternal, diantara faktor eksternal yaitu:

a)       Kurangnya peran serta masyarakat dalam sektor pariwisata

Dalam sektor pariwisata peran serta masyarakat sangatlah penting. Peran serta masyarakat dalam sektor pariwisata diperlukan agar dapat meningkatkan pengembangan pariwisata dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat. Dengan adanya peran masyarakat akan dapat memberikan nilai tambah agar masyarakat memiliki kontribusi kepada pengelola dan Disparpora seperti memberikan masukan atau pandangan dari masyarakat untuk pengembangan obyek wisata Mandeh.

Menurut peneliti peran masyarakat dalam pengembangan obyek wisata Mandeh masih belum maksimal hal ini dikarenakan masih adanya masyarakat yang belum mengetahui secara umum bagaimana pelaksanaan dari strategi pengembangan yang telah dilakukan.

Dari hasil wawancara yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa keikut sertaan masyarakat dalam pengembangan wisata belum memiliki dampak yang begitu banyak. Meskipun demikian pada dasarnya peran serta masyarakat sangatlah diperlukan dalam pengembangan pariwisata sehingga dapat memberikan dampak dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

b)      Kurangnya prioritas pembangunan pemerintah Kabupaten terhadap sektor pariwisata

Kurangnya perhatian pemerintah Kabupaten untuk mengembangkan potensi wisata dan belum ditempatkannya prioritas Pemerintah Kabupaten terhadap pengembangan sektor pariwisata merupakan beberapa penyebab dari masih belum optimalnya usaha peningkatan kualitas pariwisata di Kabupaten Pesisir Selatan. Apabila proses pembangunan terhadap obyek wisata kurang, maka pengunjung pun akan enggan melaksanakan kunjungan wisata, pengunjung ataupun wisatawan akan jauh lebih tertarik kepada obyek wisata yang telah memiliki fasilitas yang bagus dan sudah lengkap.

Berdasarkan wawancara serta observasi yang telah dilakukan pada obyek wisata Mandeh, Disparpora juga mengalami kendala dalam hal pembangunan tersebut, karena keterbatasan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah terhadap pembangunan obyek wisata Mandeh.

c)       Kurangnya kerja sama dengan investor

Dalam pengembangan suatu obyek wisata kerja sama dengan para investor sangatlah diperlukan. Namun pada kenyataannya masih belum adanya kerja sama dengan para investor di obyek wisata Mandeh dikarenakan masih belum adanya landasan hukum yang jelas.

����������������� Sedangkan faktor internal yang mrnjadi faktor penghambat dalam pengembangan obyek wisata Mandeh, yaitu:

1.       Belum terdapat sistem promosi yang menarik

2.       Sistem promosi juga menjadi kendala dalam pengembangan obyek wisata

Mandeh. Sistem promosi yang dilakukan melalui media sosial seperti website, facebook, dan instagram bahkan youtube menjadi kekuatan sendiri dalam melakukan promosi untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke kawasan wisata Mandeh. Promosi juga dilakukan dengan mengadakan event seperti Festival Bahari Mandeh yang terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2017. Namun event ini tidak dilakukan secara rutin setiap tahunnya terlebih lagi semenjak terjadinya wabah Covid-19 dimana hal ini sangatlah berpengaruh terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

3.       Keterbatasan sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana juga menjadi kendala dalam pengembangan Mandeh. Diketahui bahwa sarana dan prasarana seperti infrastruktur jalan yang masih curam dibeberapa titik serta ketersediaan home industry yang masih minim. Struktur jalan yang lumayan curam membuat pengendara memiliki resiko yang lebih besar.

Pemerintah Kabupaten harus memiliki rencana untuk meningkatkan sarana dan prasarana pada semua obyek wisata yang ada untuk menjamin kenyamanan pengunjung, sehingga dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan untuk datang ke obyek-obyek wisata tersebut.

2)      Faktor Pendukung

Berdasarkan hasil temuan pada saat wawancara dan observasi lapangan, terdapat beberapa faktor pendukung dalam pengembangan obyek wisata Mandeh. Adapun faktor pendukung dalam pengembangan obyek wisata diantaranya :

1.       Potensi alam

Alam menjadi salah satu faktor pendorong bagi wisatawan melakukan perjalanan wisata. Alam yang masih asli dan indah yang didukung dengan suasana pedesaan memberikan udara yang sejuk dan bersih membuat nyaman bagi pengunjung.

Keindahan alam di obyek wisata Mandeh sendiri merupakan salah satu faktor utama dalam pengembangannya. Hal ini dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke obyek wisata Mandeh.

2.       Potensi Kebudayaan

Potensi kebudayaan yang dimaksud merupakan kebudayaan yang memiliki arti luas yang tidak hanya melibuti kesenian atau kehidupan keratin dan lain-lain. Akan tetapi kebudayaan yang dimaksud meliputi adat istiadat dan segala iebiasaan hidup yang ada ditengah-tengah kehidupan masyarakat setempat. Sehingga diharapkan wisatawan atau pengunjung bisa tertahan dan dapat menghabiskan waktu di tengah-tengah masyarakat dengan kebudayaannya yang dianggap menarik.

KESIMPULAN

A.      Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai Strategi Pengembangan Obyek Wisata Mandeh Dalam Upaya Meningkatkan Pendapatan MasyarakatOleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan dapat diambil kesimpulan, antara lain :

1.       Strategi pengembangan obyek wisata Mandeh dalam upaya meningkatkan pendapatan Masyarakat Oleh Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan sudah cukup baik meskipun ada beberapa hal yang perlu dioptimalkan lagi dalam pengembangannya. Pengembangan yang dilakukan olehDinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Pesisir Selatan saat ini hanya sebatas melakukan promosi melalui media sosial dan media cetak namun akan lebih baik lagi dengan mengangat event-event yang sempat dijalankan beberapa tahun sebelumnya. Serta dalam peningkatan SDM pelaku wisata Dinas Pariwisata melakukan bimbingan dalam setahun beberapa ialiyang diadakan untuk para pegawai Dinas Pariwisata guna untuk menigkatkan kualitas SDM pelaku wisata.

2.       Faktor penghambat dalam pengembangan obyek wisata Mandeh yaitu kurangnya peran serta masyarakat, kurangnya prioritas pembangunan pemerintah kabupaten, kurangnya kerja sama dengan investor, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Sedangkan faktor pendukung dalam pengembangan obyek wisata Mandeh yaitu potensi alam yangdimiliki seperti keindahan alamnya dan potensi kebudayaan.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Abdussamad, H. Zuchri, & SIK, M. Si. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV. Syakir Media Press.

 

AFRIZAL, AFRIZAL. (2022). PENGEMBANGAN WISATA PULAU ULAR SEBAGAI UPAYA MEMAJUKAN SEKTOR PARIWISATA DI KABUPATEN BIMA NUSATENGGARA BARAT. Universitas_Muhammadiyah_Mataram.

 

Asriandy, Ian. (2016). Strategi Pengembangan Obyek Wisata Air Terjun Bissapu di Kabupaten Bantaeng. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Makassar: UNHAS.

 

Hayati, Ela. (2017). USAHA EKONOMI KREATIF DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT MENURUT PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM (Studi: Petani Nanas Desa Totokaton Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah). UIN Raden Intan Lampung.

 

Isdarmanto, Isdarmanto. (2017). DASAR DASAR KEPARIWISATAAN DAN PENGELOLAAN DESTINASI WISATA. Gebang Media Aksara: Yogyakarta.

 

Juariyah, Siti. (2010). Analisis kondisi sosial ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat desa Srigading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan, 7(1).

 

Maulidah, Fadlliyah, & Soejoto, Ady. (2015). Pengaruh tingkat pendidikan, pendapatan dan konsumsi terhadap jumlah penduduk miskin di provinsi Jawa Timur. Jurnal Ekonomi Pendidikan Dan Kewirausahaan, 3(2), 227�240.

 

Rahmadani, Suci. (2021). Analisis Strategi Pengembangan UMKM dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Padang Brahrang Kec. Selesai Kab. Langkat (Studi Kasus Pada Home Industri Krupuk & Keripik). Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(3), 115�129.

 

RAMADHANI, ANGELIA. (2019). PEMANFAATAN POTENSI SUMBER DAYA ALAM DALAM MENINGKATKAN EKONOMI MASYARAKAT DI DESA SIDOARJO KECAMATAN BLAMBANGAN UMPU KABUPATEN WAY KANAN. UIN Raden Intan Lampung.

 

Setyorini, Timang. (2004). Kebijakan pariwisata dalam rangka meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat kabupaten Semarang. Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro.

 

Sihasale, Daniel A. (2013). Keanekaragaman hayati di kawasan pantai Kota Ambon dan konsekuensi untuk pengembangan pariwisata pesisir. Journal of Indonesian Tourism and Development Studies, 1(1), 20.

 

Simanjuntak, Daniel Harapan Parlindungan, Simarmata, Janner, Malau, Waston, Ekomila, Sulian, & Fibriasari, Hesti. (2021). Antropologi Pariwisata Pemanfaatan Teknologi Augmented Reality Dalam Pengembangan Berpikir Kritis Mahasiswa. Yayasan Kita Menulis.