Pemberdayaan
Umkm Sebagai Usaha Meningkatkan Kualitas Pemasaran Produk di Lembang Tadongkon
Reni
Oktaviani Tarru1, Harni Eirene Tarru2
Universitas Kristen Indonesia Toraja ( UKI
Toraja) Toraja Utara
[email protected]1,
[email protected]2
Abstrak:
Usaha Mikro Kecil
dan Menengah (UMKM) yang merupakan pilar penting pembangunan ekonomi Indonesia
terus didorong agar dapat naik kelas, sehingga bisa memberikan kontribusi lebih
besar bagi perekonomian, dan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Sektor UMKM memberikan
kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61%, atau senilai
dengan Rp9.580 triliun. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM,
Indonesia memiliki 65,5 juta UMKM yang jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan
unit usaha. Penelitian ini� mengambil
obyek UMKM di Lembang Tadongkon Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan kualitas pemasaran produk pada UMKM . Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data diambil menggunakan metode
wawancara dan proses wawancara sesuai dengan tujuan dari penelitian ini adalah
untuk memberikan wawasan yang lebih baik tentang bagaimana pemberdayaan UMKM
dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas pemasaran
produk, khususnya di wilayah Lembang Tadongkon, serta memberikan rekomendasi
yang dapat membantu UMKM dalam mengatasi tantangan yang mereka hadapi dalam hal
pemasaran produk. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meningkatnya kualitas
pemasaran dengan pemasararan melalui media digital, dimana saat ini adalah era
digital masyarakat memiliki kemudahan bertransaksi dalam berbagai hal dengan
mudah. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha UMKM di Lembang
Tadongkon� untuk mengenalkan produk yang
dihasilkan dengan jangkauan yang luas dan menghemat biaya.
Kata kunci: UMKM,
Pemasaran, Digital
Abstract:
Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs),
which are an important pillar of Indonesia's economic development, continue to
be encouraged to move up in class, so that they can make a greater contribution
to the economy and absorb more workers. The MSME sector contributed 61% to
Gross Domestic Product (GDP), or IDR 9,580 trillion. Based on data from the
Ministry of Cooperatives and SMEs, Indonesia has 65.5 million MSMEs, which
account for 99% of all business units. This research takes as its object the
MSMEs in Lembang Tadongkon, North Toraja Regency. This research aims to improve
the quality of product marketing in MSMEs. This research uses a qualitative
approach. Data was taken using the interview method and interview process in
accordance with the aim of this research, which is to provide better insight
into how empowering MSMEs can be an effective strategy in improving the quality
of product marketing, especially in the Lembang Tadongkon area, as well as
providing recommendations that can help MSMEs in overcome the challenges they
face in terms of product marketing. The results of this research show that the
quality of marketing is increasing with marketing through digital media, where
currently in the digital era, people have the convenience of making transactions
on various things easily. This can be utilized by MSME business actors in
Lembang Tadongkon to introduce the products they produce with a wide range and
save costs.
Keywords:
MSMEs, Marketing, Digital
Corresponding: Reni
Oktaviani Tarru
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Di setiap Periode krisis sering kali
menghadirkan tantangan besar bagi perekonomian, namun Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) sering menjadi bantalan atau buffer penting dalam mengatasi
dampak negatifnya. UMKM sering menjadi penggerak utama dalam penciptaan
lapangan kerja di berbagai sektor ekonomi (Lin & Xu, 2024). Selama periode krisis, ketika perusahaan besar mungkin melakukan
pemotongan anggaran dan pemangkasan tenaga kerja, UMKM cenderung mempertahankan
tingkat pekerjaan atau bahkan membuka peluang baru untuk tenaga kerja local (Takeda et al., 2022). Dengan demikian, UMKM berperan sebagai bantalan atau buffer penting
selama periode krisis dengan mempertahankan lapangan kerja, menampilkan
fleksibilitas operasional, memelihara ekonomi lokal, mendorong inovasi, dan
memanfaatkan koneksi komunitas untuk bertahan dan berkembang dalam menghadapi
tantangan ekonomi. periode krisis UMKM menjadi bantalan ataupun buffer yang
bersifat resilien dan bisa pulih dengan kecepatan yang baik, oleh karena itu,
pengembangan UMKM merupakan hal yang necessary condition atau kondisi yang
harus dipertahankan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang lebih
tinggi,� ungkap Menteri (Sumriyah, 2024). UMKM dipacu untuk bangkit sampai bisa �go global� di masa mendatang,
bahkan supaya partisipasi UMKM meningkat dalam global value chain (Owusu-Sekyere et al., 2024).
Salah satu isu global yang terkait
dengan masalah UMK di bidang pemasaran adalah kesenjangan digital. Di banyak
negara, UMK sering kali tertinggal dalam mengadopsi teknologi pemasaran digital
karena keterbatasan sumber daya dan aksesibilitas. Hal ini menyebabkan UMK
kehilangan peluang untuk mencapai pasar yang lebih luas dan bersaing secara
efektif dengan perusahaan besar yang telah mengadopsi teknologi pemasaran
digital. Selain itu, isu lainnya adalah ketidakseimbangan akses pasar global.
UMK sering menghadapi hambatan dalam mengakses pasar global karena keterbatasan
dalam infrastruktur perdagangan, biaya ekspor yang tinggi, serta peraturan
perdagangan yang kompleks. Hal ini menyulitkan UMK untuk meningkatkan
visibilitas dan mengembangkan pangsa pasar di luar wilayahnya. Dengan demikian,
kesenjangan digital dan ketidakseimbangan akses pasar global menjadi isu global
yang signifikan yang memengaruhi UMK di bidang pemasaran.
�Pemerintah melihat bahwa salah satu strategi
pengembangan UMKM Naik Kelas dan UMKM Go Export yaitu melalui peningkatan akses
pembiayaan. Pembiayaan bagi UMKM menjadi salah satu faktor penting yang dapat
menjadi akselerator perkembangan UMKM selain itu faktor pemasaran produk sangat
penting (Kilay et al., 2022). Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka masalah
penelitian ini adalah kesulitan yang dihadapi UMKM dalam memasarkan produk dan
pasca Pandemi Covid. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memiliki kontribusi
yang besar terhadap perekonomian Indonesia terbukti dengan 60,3% PDB Indonesia berasal
dari UMKM (Dewobroto & Shania, 2023). Namun, UMKM khususnya usaha mikro mengalami penurunan penjualan dan
kendala lainnya sebagai akibat pandemi COVID- 19 (Chaerani et al., 2020). Salah satu hal yang dapat membantu usaha mikro dalam mengupayakan
pertahanan di masa pandemi dan pasca pandemi ini adalah pemasaran digital (Alysia, 2021). Teknologi yang sudah semakin maju membuat pemasaran digital juga
menjadi lebih mudah dan bermanfaat. Namun, hanya 9,4 juta UMKM yang menggunakan
pemasaran digital dan masih 54,8 juta UMKM yang belum beralih ke pemasaran
digital, ada 2 faktor yang mendorong usaha mikro dalam menggunakan pemasaran
digital, utamanya yaitu kegunaan pemasaran digital serta didukung oleh
kemudahan penggunaannya. Kemudian, dampak yang diperoleh usaha mikro dari
melakukan pemasaran digital termasuk di dalamnya adalah rasa pengendalian
terhadap usaha, rasa kesenangan dan pengembangan diri. Rasa pengendalian
terhadap usaha menjadi dampak yang paling signifikan dari penggunaan pemasaran
digital oleh pemilik dan pengelola usaha mikro (Vernanda et al., 2023)
Penelitian tentang "Pemberdayaan
UMKM Sebagai Usaha Meningkatkan Kualitas Pemasaran Produk di Lembang
Tadongkon" memiliki urgensi yang tinggi karena mengatasi tantangan
pemasaran yang dihadapi oleh UMKM, yang merupakan tulang punggung ekonomi di
banyak komunitas. Dengan meningkatkan kualitas pemasaran produk, UMKM dapat
meningkatkan daya saing mereka, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung
pertumbuhan ekonomi lokal, yang pada gilirannya dapat mengurangi tingkat
kemiskinan dan ketidakstabilan ekonomi di wilayah tersebut. Penelitian ini juga
memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan UMKM dalam
strategi pemasaran yang efektif, sehingga mereka dapat bersaing secara lebih
baik di pasar yang semakin kompetitif. Hasil penelitian atau kegiatan lain yang
relevan mungkin termasuk pelatihan pemasaran, penyediaan akses ke sumber daya
dan infrastruktur yang diperlukan, serta pembentukan kerja sama antar-UMKM
untuk meningkatkan daya saing bersama. Tujuan penelitian ini adalah �. Kebaruan penelitian ini terletak pada
pendekatan holistiknya terhadap pemberdayaan UMKM dalam konteks spesifik
Lembang Tadongkon, yang mungkin menghasilkan wawasan dan rekomendasi yang dapat
diadaptasi untuk mendukung UMKM di berbagai wilayah dengan tantangan yang
serupa.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk memahami
fenomena atau gejala sosial dengan observasi, wawancara dan dokumentasi tentang
studi kasus yang ada di lapangan. Data diambil menggunakan wawancara kepada
salah satu pengusaha UMKM di Lembang Tadongkon�
yaitu UMKM Tandre Art berlokasi di objek wisata Londa. Penyelesaian
masalah yang dilakukan dengan pendampingan UMKM dengan� membantu pemilik UMKM dalam pemasaran produk
secara online dan diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk. Saat
berkunjung ke lapangan, tim melakukan diskusi terkait kendala-kendala yang ada
di usaha tersebut dan membahas masalah yang dialami pada usaha yang dijalankan.
Tim memberikan saran untuk mengunakan media digital salah satunya menggunakan
aplikasi yang menyederhanakan proses pemasaran produk.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Narasumber
penelitian ini adalah salah seorang pelaku UMKM (Ulfa & Aribowo, 2021). Usaha ini dikelola oleh Bpk Panaroan
Pasapan. Usaha ini mulai beroperasi sejak sejak tahun 1978 sampai saat
ini.� Alasan pemilihan usaha tersebut
karena UMKM itu merupakan salah satu UMKM yang cukup populer di objek� wisata Londa (Asriati et al., 2023). Harapan usaha ini bisa lebih baik dari
sebelumnya dengan promosi produk secara digital akan mempermudah pelaku usaha
UMKM memasarakan Produknya. Disisi lain, tidak berhenti sampai disitu saja,
permasalahan yang dihadapi usaha tersebut bisa dibilang cukup beragam dan berbeda-beda,
misalnya dampak dari COVID-19 yang menyebabkan kurangnya pengunjung wisata yang
juga berpengaruh pada penjualan produk. Berdasarkan permasalahan yang dialami
oleh pemilik usahan maka dilkukan pendampingan yang terdiri dari monitoring dan
sosialisasi, serta evaluasi (Arifudin & Tanjung, 2020). Berawal dari pendataan ditemukan
permasalahan yang dialami oleh pemilik UMKM yaitu kurangnya modal dan minimnya
pembeli (Palit et al., 2021). Setelah mengetahui masalah yang
dihadapi oleh pemilik UMKM, maka salah satu�
pemecahan masalah yaitu membantu dalam pemasaran produk secara online (Mavilinda et al., 2021).
Dalam
menginventarisir permasalahan UMK yang menjadi objek penelitian, diperlukan
pemahaman yang mendalam terhadap situasi yang dihadapi oleh UMKM di Lembang
Tadongkon. Berikut adalah beberapa permasalahan yang mungkin dihadapi UMKM di
wilayah tersebut, disertai dengan data faktual yang dapat mendukung: Keterbatasan
Akses Pasar: Banyak UMKM di Lembang Tadongkon mungkin menghadapi kendala dalam
mengakses pasar yang lebih luas. Data faktual yang mendukung permasalahan ini
mungkin termasuk jumlah UMKM yang hanya mampu menjual produk mereka secara
lokal, persentase UMKM yang belum memiliki akses ke platform e-commerce, atau
penurunan penjualan akibat keterbatasan akses pasar. Kurangnya Pengetahuan dan
Keterampilan Pemasaran: UMKM mungkin menghadapi kesulitan dalam merancang dan
melaksanakan strategi pemasaran yang efektif. Data yang relevan dapat mencakup
tingkat pendidikan dan pelatihan pemasaran yang dimiliki oleh pemilik UMKM,
serta hasil survei atau wawancara yang menunjukkan tingkat pemahaman mereka
tentang konsep pemasaran dan strategi pemasaran yang modern.
Tingkat
Persaingan yang Tinggi: Persaingan di pasar mungkin sangat ketat, baik dari
UMKM lokal maupun perusahaan besar yang memasuki pasar lokal. Data faktual yang
mendukung permasalahan ini dapat meliputi jumlah pesaing di sektor yang sama,
analisis pangsa pasar, atau data penjualan yang menunjukkan penurunan pangsa
pasar UMKM. Keterbatasan Sumber Daya: Banyak UMKM mungkin mengalami
keterbatasan dalam hal modal, tenaga kerja, atau infrastruktur yang diperlukan
untuk melakukan pemasaran yang efektif. Data yang relevan termasuk tingkat
akses UMKM terhadap sumber daya finansial, jumlah karyawan yang dimiliki, atau
kondisi infrastruktur yang memengaruhi kegiatan pemasaran, seperti ketersediaan
akses internet atau fasilitas logistik.
Dengan
memahami permasalahan UMKM secara rinci dan didukung oleh data faktual,
penelitian dapat lebih terarah dalam merancang solusi yang efektif dan relevan
untuk meningkatkan kualitas pemasaran produk UMKM di Lembang Tadongkon.
Di era
digital saat ini, kehadiran media online sangat penting untuk bisnis apa pun (Resmadi et al., 2020). Tidak hanya meningkatkan jangkauan
Anda ke audiens yang lebih luas, tetapi juga memungkinkan transaksi yang lebih
mudah dan nyaman , tanpa kerumitan, tanpa biaya, cukup instal beberapa aplikasi
yang ditawarkan untuk pemasaran produk hanya dengan satu-klik. Setiap applikasi� menyederhanakan proses dan memperkuat lebih
banyak pengguna dampaknya saat semua orang memiliki alat yang tepat untuk
pekerjaan mereka, dengan integrasi sempurna Namun, memiliki bisnis online saja
tidak cukup (Yuliana, 2023). penting untuk memasarkan bisnis
secara efektif untuk menjangkau audiens target lain tentang persaingan dan Pengembangan
ini tentu saja akan lebih berkembang dengan baik dengan adanya dukungan dari Pemerintah
dalam memberikan fasilitas-fasilitas yang diperlukan sebagai penunjang
pelaksanaan dan kemajuan usaha yang dijalankan agar dapat menghasilkan kualitas
produksi yang baik sehingga dapat bersaing. Pada usaha. UMKM Tandre Art ini
pemasaran produk selama ini� secara
langsung karena keterbatasan waktu dan dukungan media online belum dilakukan
untuk proses pemasaran sehingga kedepannya akan lebih baik setelah memasarkan
dengan memanfaatkan media Digital untuk�
pemasaran produk yang ada (Insani, 2021). Pendampingan UMKM di Lembang
Tadongkon memberi makna yang sangat baik bagi pelaku usaha mikcro untuk belajar
tentang digital marketing yang akan memeberikan solusi untuk perkembangan UMKM
tersebut. Disrupsi digital ini membawa banyak perubahan dalam ekosistem
masyarakat, maupun lingkungan bisnis usaha (Avita et al., 2023).
Pelaku
usaha�� harus memanfaatkannya sebagai
peluang usaha. Bersikap adaptif, kolaboratif, dan inovatif dalam mengembangkan
pengetahuan dan keterampilan menjadi dasar agar mampu berdaya saing di era ini (Ariescy et al., 2021).
KESIMPULAN
�������� Pendampingan UMKM di
Lembang Tadongkon memberi makna yang sangat baik bagi pelaku usaha mikcro untuk
belajar tentang digital marketing yang akan mmeberikan solusi untuk
perkembangan UMKM tersebut . Mentransformasikan UMKM ke digitalisasi.
Digitalisasi UMKM ini juga ditujukan agar UMKM lebih produktif dan lebih
berkualitas terintegrasi dengan platform digital sebagai strategi
untuk menaikkan omset dan diperlukan pemahaman digital marketing bagi UMKM
sehingga UMKM di Lembang Tadongkon akan�
menggunakan digital marketing�
membuat� usaha bertahan bahkan
meningkatkan penjualan tanpa mengandalkan toko konvensional. Penelitian ini
juga untuk mengidentifikasi
hambatan-hambatan yang dihadapi oleh UMKM dalam pemasaran produk mereka,
merancang strategi pemberdayaan yang sesuai, dan mengukur dampak dari strategi
tersebut terhadap peningkatan kualitas pemasaran produk UMKM di Lembang
Tadongkon.
DAFTAR PUSTAKA
Alysia, V. (2021). Kajian Pengembangan Usaha Mikro
Kecil dan Menengah Melalui E-Peken dalam Upaya Pemulihan Ekonomi Kota Surabaya:
Pertumbuhan Ekonomi melalui UMKM Berbasis Digital. Jurnal Ekonomi Bisnis Dan
Akuntansi, 1(2), 10�18.
Ariescy, R. R., Mawardi, A. I.,
Sholihatin, E., & Aprilisanda, I. D. (2021). Inovasi Pemasaran Produk UMKM
Dalam Meningkatkan Daya Saing. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Manajemen,
6(2), 418�432.
Arifudin, O., & Tanjung, R.
(2020). Pendampingan Usaha Oncom Dawuan Makanan Khas Kabupaten Subang Jawa
Barat. Jurnal Ilmiah Pangabdhi, 6(2), 59�63.
Asriati, A., Mamonto, M. A. W.
W., & Ramadani, R. (2023). Formulasi Kebijakan Sektor Pariwisata:
Pemberdayaan Dan Peningkatan Perekonomian Pelaku Usaha. UNES Law Review,
5(4), 3463�3485.
Avita, D. N., Aditya, R.,
Fakhrudin, A., Tohir, N. I., & Anshori, M. I. (2023). Maximizing Strategies
For Developing Business In The Digital Transformation Era. Gudang Jurnal
Multidisiplin Ilmu, 1(4), 56�61.
Chaerani, D., Talytha, M. N.,
Perdana, T., Rusyaman, E., & Gusriani, N. (2020). Pemetaan Usaha Mikro
Kecil Menengah (UMKM) Pada Masa Pandemi Covid-19 Menggunakan Analisis Media
Sosial Dalam Upaya Peningkatan Pendapatan. Dharmakarya, 9(4),
275�282.
Dewobroto, W. S., & Shania,
W. (2023). Faktor pendorong dan dampak dari peralihan usaha mikro ke
pemasaran digital sebagai solusi meningkatkan penjualan pasca pandemi covid-19.
Insani, F. (2021). Analisis
E-commerce Sebagai Ekonomi Digital Dalam Mendorong Pertumbuhan Perekonomian
Kota Medan Di Tengah Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Pada UMKM Di Kota Medan).
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Kilay, A. L., Simamora, B. H.,
& Putra, D. P. (2022). The Influence of E-Payment and E-Commerce Services
on Supply Chain Performance: Implications of Open Innovation and Solutions for
the Digitalization of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in
Indonesia. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity,
8(3), 119. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/joitmc8030119
Lin, B., & Xu, C. (2024). Digital
inclusive finance and corporate environmental performance: Insights from
Chinese micro, small- and medium-sized manufacturing enterprises. Borsa
Istanbul Review. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.bir.2024.02.009
Mavilinda, H. F., Nazaruddin,
A., Nofiawaty, N., Siregar, L. D., Andriana, I., & Thamrin, K. M. H.
(2021). Menjadi �UMKM Unggul� Melalui Optimalisasi Strategi Pemasaran Digital
dalam Menghadapi Tantangan Bisnis di Era New Normal. Sricommerce: Journal of
Sriwijaya Community Services, 2(1), 17�28.
Owusu-Sekyere, E., Ciss�, F. N.,
& Achandi, E. L. (2024). Impact of solar energy subscription on the market
performance of micro, small & medium enterprises in Nigeria. Energy
Policy, 188, 114063. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.enpol.2024.114063
Palit, H. C., Aysia, D. A. Y.,
& Octavia, T. (2021). Profil UMKM Desa Kesamben Kulon. In Profil UMKM
Desa Kesamben Kulon. LPPM UK Petra.
Resmadi, I., Bastari, R. P.,
& Prahara, G. A. (2020). Analisis strategi media komunikasi visual label
rekaman independen di era digital. Demandia: Jurnal Desain Komunikasi
Visual, Manajemen Desain, Dan Periklanan, 5(2), 212�232.
Sumriyah, S. (2024). Penerapan
Prinsip Good Corporate Governance Pada Perseroan Terbatas. Birokrasi: Jurnal
Ilmu Hukum Dan Tata Negara, 2(1), 199�209.
Takeda, A., Truong, H. T., &
Sonobe, T. (2022). The impacts of the COVID-19 pandemic on micro, small, and
medium enterprises in Asia and their digitalization responses. Journal of
Asian Economics, 82, 101533.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.asieco.2022.101533
Ulfa, M., & Aribowo, I.
(2021). Strategi Meningkatkan Kesadaran dan Kepatuhan Wajib Pajak UMKM di
Indonesia. Jurnal Pajak Dan Keuangan Negara (PKN), 3(1), 64�71.
Vernanda, T., Paramita, P. D.,
& Andini, R. (2023). Pengaruh Skala Usaha Dan Penggunaan Sistem Informasi
Akuntansi Terhadap Keberhasilan Umkm Dimoderasi Motivasi Pelaku UMKM (Studi
Kasus: UMKM Pengrajin Kulit di Tanggulangin Sidoarjo). Journal Of Accounting,
9(1).
Yuliana, R. (2023). Integrasi
Aplikasi dan Informasi: Filosofi, Konsep dan Penerapannya. UIN Ar-Raniry
Banda Aceh.