Rancangan Strategi Digital Marketing Berbasis
Marketplace Guna Kembali Menembus Pasar
Nadya
Putri Ramadhani1, Kurnia Khafidhatur Rafiah2
Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat,
Indonesia
[email protected]1,
[email protected]2
Abstrak:
Potensi ekspor produk anyaman bambu di
pasar global memberikan peluang besar bagi UMKM Indonesia untuk berkembang. UD Bambu Indah, salah satu UMKM yang
memproduksi produk anyaman bambu, memiliki kesempatan untuk memasuki pasar
global dengan memanfaatkan teknologi dan informasi dalam pemasaran, termasuk
melalui platform marketplace. Tujuan penelitian ini adalah
untuk menganalisis strategi pemasaran UD Bambu Indah dalam memasarkan produk
anyaman bambu di pasar global melalui marketplace dengan mengevaluasi
efektivitas kampanye digital marketing serta memahami faktor-faktor yang
mempengaruhi keberhasilan pemasaran. Penelitian
menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kasus serta
memanfaatkan metode SOSTAC, analisis SWOT, metode 5S, analisis STP, dan analisis
Marketing Mix 4P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
UD Bambu Indah berhasil memanfaatkan marketplace sebagai saluran pemasaran
efektif untuk produk anyaman bambunya, dengan kampanye digital marketing yang
meningkatkan visibilitas produk dan penjualan. Kesimpulannya,
dengan mengadopsi strategi pemasaran yang tepat dan pentingnya evaluasi dan
penyesuaian strategi secara real-time menggunakan data analitik dan metrik
kinerja, UMKM seperti UD Bambu Indah memiliki peluang yang baik untuk sukses di
pasar global melalui marketplace.
Kata kunci: UMKM, Marketplace, Digital Marketing, SOSTAC,
pasar global
Abstract:
The export potential of woven bamboo products
on the global market provides great opportunities for Indonesian MSMEs to
develop. UD Bambu Indah, one of the MSMEs that produces
woven bamboo products, has the opportunity to enter the global market by
utilizing technology and information in marketing, including through
marketplace platforms. The aim of this research is to analyze UD Bambu Indah's
marketing strategy in marketing woven bamboo products on the global market
through the marketplace by evaluating the effectiveness of digital marketing
campaigns and understanding the factors that influence marketing success. The
research uses a qualitative-descriptive method with a case study approach and
utilizes the SOSTAC method, SWOT analysis, 5S method, STP analysis, and 4P
Marketing Mix analysis. The research results show that UD Bambu Indah has
succeeded in utilizing the marketplace as an effective marketing channel for
its woven bamboo products, with digital marketing campaigns that increase
product visibility and sales. In conclusion, by adopting the right marketing
strategy and the importance of evaluating and adjusting strategies in real-time
using analytical data and performance metrics, MSMEs like UD Bambu Indah have a
good opportunity to succeed in the global market through the marketplace.
Keywords:
MSMEs, marketplace, digital marketing,
SOSTAC, global market
Corresponding: Nadya
Putri Ramadhani
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Salah satu sumber daya alam yakni
bambu, sangat melimpah di Kabupaten Trenggalek. Data dari (Badan Pusat
Statistik, 2019) produksi bambu Kabupaten Trenggalek di tahun 2019 sebanyak
3.618.843 batang. Terdapat beberapa kecamatan yang kaya akan
hasil bambunya. Seperti yang dijelaskan oleh pemilik UD Bambu Indah, Kecamatan
Tugu, Kecamatan Watulimo, Kecamatan Bendungan, Kecamatan Munjungan dan
Kecamatan Dongko memiliki hasil tanaman bambu yang banyak karena daerah
pegunungan alami. Pemanfaatan tumbuhan berongga ini banyak diolah dijadikan
kerajinan tangan (Lasah & Yahara, 2023). Jenis bambu yang dipakai untuk bahan
baku kerajinan ini adalah bambu tutul, bambu hijau,
bambu hitam dan rotan sebagai rotan sebagai bahan pelengkap. Pengolahan bambu
menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi lebih dan modal yang sedikit.
Kerajinan dari anyaman bambu biasanya banyak ditemukan di daerah pedesaan
dengan mengandalkan kemampuan menganyam yang sudah dipelajari dari generasi ke
generasi.
�������
Kerajinan tangan dari anyaman bambu sangat dikenal dan cukup dibanggakan
oleh masyarakat Trenggalek, salah satunya yakni UD Bambu Indah yang tepatnya
terletak di Desa Wonoanti Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek. Berdasarkan
wawancara yang dilakukan dengan pemilik UD Bambu Indah (AUDINA, 2021). UMKM ini melakukan pengolahan bambu
menjadi produk yang memiliki nilai lebih. Kerajinan tangan dari anyaman bambu
yang dihasilkan memiliki berbagai macam model seperti perabotan rumah tangga,
hiasan dan souvenir. Proses produksi dilakukan seratus persen secara manual
mengandalkan kepiawaian karyawan. Produksi yang dilakukan oleh UD Bambu Indah
selain untuk barang persediaan yang kemudian dijual kepada konsumen juga
melayani permintaan produk sesuai yang diinginkan konsumen baik dari segi model
maupun ukuran (Andika, 2018). Harga yang ditawarkan pun beragam
kisaran dari harga 5 ribu hingga jutaan bahkan puluhan juta rupiah.
Pemilik dari UD Bambu Indah memaparkan
bahwa luas jangkauan pasarnya sudah ke pasar internasional tidak hanya
di Indonesia, terbukti UD Bambu Indah sudah pernah melakukan ekspor ke beberapa
negara yakni Amerika, Brunei Darussalam, Belanda, Malaysia, Singapura, Jepang dan
Korea. Ekspor ini dilakukan dari tahun 1992 hingga terakhir pada tahun 2019
kemudian masih vakum hingga saat ini dikarenakan beberapa faktor, seperti
proses penjualan di pasar lokal lebih mudah dibandingkan dengan penjualan ke
pasar global, pernah mengalami kegagalan dalam transaksi karena tidak
mendapatkan pembayaran yang seharusnya diberikan dari customer, terdapat
masalah secara internal dalam proses penjualan yakni dalam kegiatan ekspor ini
UD Bambu Indah menggunakan pihak ketiga sehingga kegiatan ekspor menjadi lebih
rumit. Kondisi penjualan yang dialami saat ini juga masih lesu, estimasi
penjualan yang diperoleh saat ekspor lebih besar jika dibandingkan ketika
penjualan hanya dilakukan di pasar lokal saja. Penurunan penjualan� menjadi salah satu efek dari beberapa kendala
yang dialami UD Bambu Indah saat ini, yakni terdapat kendala dalam proses
marketing dan kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki (Budiarto et al., 2018).�
������� ������� Pemilik menjelaskan bahwa UD Bambu Indah
sejak awal didirikan pada tahun 1991 hingga sekarang marketing yang dijalani hanyalah
mengandalkan conventional marketing, seperti mengikuti ajang pameran,
promosi daerah dan promosi dari mulut ke mulut. Padahal seperti yang diketahui
teknik marketing yang dapat diterapkan oleh suatu bisnis untuk
meningkatkan usahanya adalah dapat menggunakan traditional marketing dan
atau modern marketing. Didukung dengan kemajuan teknologi yang sangat
pesat di era globalisasi seperti sekarang, setiap pergerakan menjadi semakin
dipermudah dengan internet. Sama halnya dalam proses jual beli produk juga
semakin gampang (Bessie, 2019).�
Dalam modern marketing terdapat
berbagai macam bentuk penjualan yang dapat diterapkan perusahaan untuk
menjangkau pelanggan. Termasuk salah satunya menggunakan marketplace.
Menurut pemaparan dari Wijaya (2020:15-17) marketplace memiliki
keunggulan dalam berbisnis secara online karena biaya operasional yang
dikeluarkan lebih kecil, biaya pemasarannya lebih murah, dapat menjangkau
pelanggan secara lebih luas tidak terbatas oleh wilayah bahkan pelanggan lintas
negara pun bisa dijangkau dan tidak ada batasan akses maupun lokasi, informasi
produk dapat sampai ke pelanggan lebih cepat tanpa batasan waktu dan tempat.
Begitu juga dengan sistem keamanan marketplace menawarkan sistem
transaksi online yang aman baik kepada penjual maupun pembeli (Astuti et al., 2023).
Berdasarkan data konkrit dari International
Trade Center terbaru di tahun 2022 untuk produk� HS Code 460192 anyaman & produk
sejenis dari bahan anyaman bambu memiliki nilai permintaan impor dunia sebesar
31,8 juta, sedangkan ekspor Indonesia masih bernilai sebesar 1,7 juta. Sehingga
masih terdapat gap yang tinggi antara demand dan supply pada
produk tersebut. Dimana menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk memaksimalkan
peluang yang ada saat ini. Beberapa negara yang memiliki peluang pasar ekspor
terbesar adalah Amerika Serikat, Italia, Belanda, Perancis, Isreael, Jepang,
Polandia dan Australia. Potensial pasar di Amerika Serikat memiliki perbedaan
nilai terbesar antara export potential dengan actual exports,
saat ini besaran export potential-nya mencapai 7,2 juta dollar dan actual
exports-nya 4 juta dollar sehingga memungkinkan ekspor tambahan senilai 3,2
juta dollar. Sehingga UD Bambu Indah memiliki peluang yang sangat besar untuk
kembali masuk ke pasar global.
��������������� Marketing
strategy yang tepat sangat diperlukan oleh UD Bambu Indah untuk mendorong
produk kerajinan anyaman bambu kembali dikenal di seluruh dunia (Sayudin, Nurjanah, et al., 2023). Dengan perkembangan internet dan
teknologi, marketplace dapat digunakan sebagai platform guna menarik buyer
dari berbagai negara untuk membeli hasil produksi UD Bambu Indah ini. Bila
hanya mengandalkan marketing yang tradisional saja sudah kurang efektif
untuk mampu bersaing di era perkembangan globalisasi saat ini.
��������������� Oleh
karena itu, untuk analisa yang lebih dalam penelitian yang berjudul �Rancangan
Strategi Digital Marketing Berbasis Marketplace Guna Kembali
Menembus Pasar Global : Studi Kasus pada UD Bambu Indah Trenggalek, Jawa Timur�
ini dilakukan (Sayudin, Kartono, et al., 2023). Penelitian dilaksanakan dengan
menerapkan metode penelitian kualitatif-deskriptif� dengan pendekatan studi kasus. Untuk
analisis data dalam proses penelitian menggunakan Model Analisis SOSTAC (Situation
Analysis, Objectives, Strategy, Tactics, Action dan Controlling) yang mana didalamnya� juga
memanfaatkan� analisis SWOT (Strengths,
Weaknesses, Opportunities, and Threats), metode 5S (sell, serve, speak,
save, and sizzle), analisis marketing STP (Segmenting, Targeting,
dan Positioning) dan analisis Marketing Mix 4P (Product, Price, Place,
Promotion). Data yang digunakan diambil dengan melakukan studi kepustakaan,
observasi dan in-depth interview. Tujuan penelitian dari penelitian ini
adalah : Untuk merancang strategi digital marketing berbasis marketplace
guna kembali menembus pasar global pada kerajinan anyaman bambu di UD Bambu
Indah (Tahirkheli, 2022).
Manfaat Penelitian Penelitian ini diharapkan
memiliki kebermanfaatan bagi UD Bambu Indah secara teoritis begitupun secara praktis :
��������������� Secara
teoritis, hal-hal berikut diharapkan dari hasil penelitian:
a.
Peneliti dapat menggunakan penelitian ini
sebagai alat untuk membandingkan teori mengenai strategi digital marketing
berbasis marketplace untuk memasuki pasar global dengan keadaan industri
saat ini (Yaiprasert & Hidayanto, 2023).
b.
Menjadi manfaat bagi pelajar dan akademisi
untuk menambah pengetahuan dalam bidang digital marketing dan ekspor.
c.
Menjadi sumber data untuk jenis penelitian
kualitatif mengenai strategi digital marketing berbasis marketplace pada
UMKM untuk memasuki pasar global di masa mendatang (Shen et al., 2023).
Secara praktis, diharapkan bahwa
penelitian ini akan bermanfaat bagi semua pihak yang
terlibat dalamnya:
a.
Bagi UD Bambu Indah penelitian ini akan
berfungsi sebagai bahan masukan, rekomendasi, dan evaluasi untuk dipraktekkan
dalam meningkatkan kualitas pemasaran untuk hasil yang lebih baik di masa depan
melalui digital marketing� berbasis marketplace.
b.
Dapat menjadi sumber pengetahuan baru yang
dapat dipraktekkan bagi industri anyaman bambu untuk membantu penjualan
produknya secara digital�
melalui marketplace.
c.
Diharapkan bermanfaat bagi seluruh UMKM di
Indonesia sebagai sumber rujukan penerapan strategi untuk meningkatkan
penjualan produknya secara digital melalui marketplace.
METODE PENELITIAN
Penggunaan
teknik analisis data yang lebih lanjut, seperti analisis kualitatif terhadap
hasil wawancara dan observasi, dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pemasaran digital UD Bambu
Indah. Dalam metode penelitian kualitatif-deskriptif
dengan pendekatan studi kasus ini, pengumpulan data dilakukan melalui studi
pustaka, observasi, dan wawancara mendalam. Data
primer diperoleh langsung dari pemilik UD Bambu Indah, sementara data sekunder
berasal dari berbagai sumber seperti buku, situs web resmi, dan jurnal terkait.
Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan menggunakan Model
Analisis SOSTAC (Situation Analysis, Objectives, Strategy, Tactics, Action, dan
Controlling), yang melibatkan analisis SWOT untuk mengevaluasi kondisi internal
dan eksternal perusahaan. Setelah itu, tujuan dan rencana masa depan
UMKM UD Bambu Indah ditetapkan dengan menggunakan metode 5S (Sell, Serve,
Speak, Save, dan Sizzle), yang membantu dalam merumuskan strategi pemasaran
yang tepat sasaran. Dengan demikian, penggunaan teknik
analisis data yang lebih komprehensif dalam penelitian ini memungkinkan untuk
mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kondisi dan kebutuhan perusahaan,
serta membantu dalam merancang strategi digital marketing yang efektif dan
responsif terhadap pasar.
HASIL DAN PEMBAHASAN
��������������� Diantara banyaknya kerajinan di daerah
Trenggalek, penelitian ini dilakukan di UD Bambu Indah yang terletak di
Kabupaten Trenggalek Jawa Timur yang mana adalah produsen kerajinan bambu yang
sudah terkenal dan sudah memasuki pasar ekspor luar negeri. UMKM ini resmi
berdiri pada 6 Juni 1990, dengan mendapatkan pengakuan secara resmi dari
Departemen Perindustrian Kabupaten Daerah Tingkat II Trenggalek. Berikut adalah
profil lengkap UMKM UD Bambu Indah :
1.
Nama Usaha : UD
Bambu Indah
2.
Alamat
: Jalan Desa
Wonoanti, RT.18/RW.7, Gondang, Wonoanti, Kec. Gandusari, Kabupaten Trenggalek,
Jawa Timur 66372, Indonesia
3.
Telepon :
0821-4062-7898
4.
Website :
kerajinan-bambu-indah.business.site
5.
Email : [email protected]
��������������� Proses
produksi dari UD Bambu Indah adalah seperti pada gambar di bawah ini.

Sumber :� Data Internal UD Bambu Indah�������������
��������������� Deskripsi pekerjaan dari
masing-masing karyawan produksi :
Pengolah Bahan Baku
●
Melakukan
pemotongan bahan baku bambu mentah sesuai ukuran yang
dibutuhkan.
●
Melubangi bagian
tertentu sesuai dengan keperluan.
●
Menghaluskan
bahan baku pada bagian yang diperlukan.
Penganyam
●
Melakukan
penganyaman pada bahan bambu yang telah dipotong sebelumnya hingga menjadi
bentuk sesuai desain yang dibutuhkan.
●
Untuk produk
tertentu selain dilakukan penganyaman juga dilakukan penjahitan.
Finishing
●
Melakukan finishing pada produk anyaman bambu
seperti perlas, pernis atau pengecatan.
Berikut
pada Tabel 2 adalah data dari penjualan UD Bambu atas produk-produknya dari
tahun 2018 hingga tahun 2021.
|
Barang |
Volume
Penjualan (Rp) 2018 |
Volume
Penjualan (Rp) 2019 |
Volume
Penjualan (Rp) 2020 |
Volume
Penjualan (Rp) 2021 |
|
Piring Bambu |
43.473.000 |
36.813.000 |
31.581.000 |
22.420.000 |
|
Tempat Tisu |
46.857.000 |
47.198.000 |
46.225.000 |
31.211.000 |
|
Keranjang Parsel |
23.539.000 |
25.151.000 |
28.070.000 |
16.910.000 |
|
Kursi |
67.536.000 |
54.627.000 |
15.629.000 |
5.030.000 |
|
Tudung Saji |
21.594.000 |
28.561.000 |
16.249.000 |
7.100.000 |
|
Kap Lampu |
56.671.000 |
56.671.000 |
55.681.000 |
33.020.000 |
|
Penyekat Ruangan |
47.594.000 |
48.030.000 |
29.318.000 |
17.411.000 |
|
Vas Bunga |
20.350.000 |
21.523.000 |
20.350.000 |
14.180.000 |
|
Tempat Baju |
19.050.000 |
17.895.000 |
17.927.000 |
8.860.000 |
|
Besek |
45.875.000 |
48.871.000 |
38.867.000 |
25.010.000 |
|
Tas Souvenir |
74.350.000 |
88.560.000 |
47.813.000 |
21.118.000 |
|
Gazebo |
28.400.000 |
62.800.000 |
40.570.000 |
23.200.000 |
|
JUMLAH |
495.289.000 |
536.700.000 |
338.280.000 |
225.470.000 |
Permasalahan
yang dialami saat ini adalah UD Bambu Indah ingin melakukan digitalisasi pada
usahanya karena proses pemasaran yang telah dilakukan hanya mengandalkan
promosi secara tradisional seperti melalui event,
pameran dan rekomendasi customer dari
mulut ke mulut. Sehingga untuk meningkatkan penjualan produk akan
dilakukan proses digitalisasi pada UD Bambu Indah dengan memanfaatkan digital marketing menggunakan marketplace dimana proses penjualan
dengan sistem ini dilakukan lebih mudah tidak terpaut waktu dan minim biaya.
Lokasi
produksi kerajinan anyaman bambu ini jauh dari tempat kontainer dimana letak
bongkar muat daerah Jawa Timur ada di Surabaya. Jarak lokasi produksi di
Trenggalek ke Surabaya membutuhkan waktu jarak tempuh kurang lebih� 5 jam. Sehingga akan
memerlukan biaya tambahan untuk proses operasional yang dilakukan.
��������������� Seiring berjalannya waktu, teknologi� terus berkembang semakin canggih.
Begitu pula pada ranah bisnis, dimana saat ini sudah banyak pelaku usaha yang
menggunakan strategi kegiatan pemasaran produknya secara online atau disebut juga dengan istilah digital marketing (Ramli et al., 2020). UD Bambu Indah juga perlu melakukan
penyesuain sesuai dengan kondisi kemajuan proses pemasaran saat ini, sehingga
dilakukannya analisis strategi digital
marketing bagi UD Bambu Indah (da Silva et
al., 2023).
Berikut hasil penelitian menggunakan Model Analisis SOSTAC (Situation Analysis, Objectives, Strategy, Tactics, Action dan
Controlling) pada UD Bambu Indah.
Hasil
penelitian pada tahap ini akan mengetahui kondisi
internal dan eksternal dari UMKM UD Bambu Indah dengan menggunakan analisis
matriks SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities, and Threats).
|
SWOT |
STRENGTHS |
WEAKNESS |
|
1. Bahan baku tersedia sehingga permintaan
dapat terpenuhi 2. Menjual produk bambu ramah lingkungan, handmade, unik 3. Memiliki berbagai macam jenis produk dari
bambu dan dapat sesuai permintaan 4. Bisa menembus pasar lokal maupun global 5. Kemampuan karyawan memproduksi kerajinan
anyaman bambu |
1. Kurangnya sumber daya manusia pada bidang
pemasaran dan ekspor impor 2. Pemilik sekaligus pengurus minim
pengetahuan digitalisasi 3. Promosi hanya dilakukan secara offline hanya menargetkan pada traditional market 4. Managerial
promotion cenderung pasif |
|
|
OPPORTUNITIES |
Strategi
SO |
Strategi
WO |
|
1. Peluang ekspor ke pasar global sangat besar 2. Perkembangan teknologi dan komunikasi
sehingga dapat melakukan penjualan menggunakan marketplace 3. Citra merek yang kuat di pasaran 4. Bahan produk memanfaatkan dari bambu yang
bersifat sustainable atau ramah
lingkungan |
1. Melakukan penjualan hingga ke pasar global 2. Menjangkau pasar global dengan memanfaatkan teknologi 3. Menjaga kualitas produk sehingga dapat
digunakan dalam jangka waktu yang lama |
1. Memanfaatkan teknologi informasi sebagai
alat untuk ekspor 2. Dilakukannya penelitian dan penyusunan
strategi menggunakan digital marketing 3. Melakukan perekrutan karyawan yang
bertanggung jawab dalam mengelola
digital marketing |
|
THREATS |
Strategi ST |
Strategi WT |
|
1. Pesaing ekspor produk serupa seperti
Vietnam dan China 2. Pasar dalam negeri banyak yang
sentralisasi 3. Memerlukan dukungan pemerintah untuk
harga produk agar dapat bersaing dengan pesaing 4. Penipuan oleh customer yang menolak pembayaran 5. Kondisi ekonomi global tidak stabil akibat perang dagang Amerika-China, perang
rusia ukraina |
1. Melakukan diferensiasi pasar untuk
menghindari penurunan penjualan 2. Memilih negara tujuan ekspor tertentu 3. Memanfaatkan
keunggulan produk untuk menembus pasar global 4. Fokus pada nilai tambah
produk, seperti keunikan desain, kualitas bahan, dan praktik produksi yang
ramah lingkungan |
1. Melakukan literasi digital mengenai
penjualan secara online 2. Menggunakan perantara penjualan resmi
seperti platform marketplace 3. Mempertimbangkan
inovasi produk untuk membedakan diri dari pesaing dan menarik minat pasar 4. Melakukan advokasi dan negosiasi dengan
pemerintah 5. Penggunaan
sistem pembayaran online yang
terjamin keamanannya atau mengharuskan pembayaran sebagian di muka sebelum
pengiriman barang |
Sumber : Hasil penelitian
dan diolah, 2024
Hasil
analisis menggunakan Metode 5S (Sell,
Serve, Speak, Save and Sizzle) dimana tahapan objectives menjelaskan rencana dan tujuan utama dari UMKM :
|
Aspek |
Deskripsi |
|
Sell |
Menggunakan
modern marketing melalui marketplace untuk meningkatkan
produktivitas penjualan produknya hingga ke luar negeri. |
|
Serve |
Menyediakan
produk anyaman bambu otentik dibuat secara manual menggunakan keahlian tangan
dengan variasi produk yang bermacam macam dan tersedia pada media digital. |
|
Speak |
Berinteraksi
dengan pelanggan melalui WhatsApp, telepon dan direct message dari akun marketplace
yang digunakan. |
|
Save |
Mengganti
proses promosi secara tradisional dengan memasarkan produk melalui media
digital (digital marketing). |
|
Sizzle |
Meningkatkan brand awareness melalui jalur online. |
Dalam
penelitian ini metode STP (Segmenting,
Targeting, and Positioning) digunakan untuk merencanakan ringkasan strategi
untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya.
a)
Segmenting
:
i)
Segmentasi
Geografis, berdasarkan dari website
export potential ditemukan bahwa pasar yang cocok untuk ekspor anyaman
bambu saat ini adalah Amerika Serikat, Italia, Belanda, Perancis, Isreael,
Jepang, Polandia dan Australia. Saat ini gap �antara export potential dengan actual exports terbesar diantara
negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat. Menurut pengguna internet
terbesar di dunia adalah benua Asia, diantara keempat negara yang telah
disebutkan sebelumnya terdapat Jepang yang termasuk negara Asia. Dalam hal ini
Amerika Serikat dan Jepang dapat menjadi tujuan segmentasi geografis yang
utama.
ii)
Segmentasi
Demografi, penggemar�� barang-barang�� handmade,pecinta alam, dan mereka yang
peduli dengan kelestarian lingkungan
iii)
Segmentasi
Perilaku orang�� yang�� mencari��
barang-barang�� unik,�� ramah��
lingkungan,�� dan buatan tangan.
b) Targeting :
Target pasarnya adalah pelanggan perorangan maupun perusahaan. Target
marketplace yang akan digunakan diantaranya adalah Amazon untuk negara tujuan
Amerika Serikat, Rakuten untuk daerah Jepang, dan Buyamia yang merupakan
platform berasal dari Indonesia namun secara khusus diperuntukkan bagi UMKM kerajinan
tangan lokal melakukan ekspor global. Target profit margin yang ingin diperoleh dari penjualan adalah sebesar
20-30%.
c) Positioning
:
UD Bambu Indah memposisikan diri sebagai bisnis produk handmade anyaman bambu
dengan harga murah, memiliki berbagai jenis produk, dapat membeli produk dengan
model sesuai permintaan dan melayani pembelian satuan maupun jumlah banyak.
Hasil
implementasi strategi Marketing Mix 4P �(Product, Price, Place, Promotion) untuk menentukan dan merancang
taktik yang akan dilakukan berdasarkan strategi yang telah dibuat sebelumnya.
1.
Product
: UD Bambu Indah menyuguhkan produk yang
bervariatif yakni 12 jenis produk anyaman bambu dengan kualitas ketahanan
barang yang awet sehingga dapat digunakan dalam kurun waktu lama. Produk dapat
dibeli dalam jumlah banyak. Contoh gambar produk kursi hasil anyaman bambu
adalah sebagai berikut.

Sumber : Hasil
Dokumentasi Peneliti

Sumber : Hasil
Dokumentasi Peneliti
2.
Price
: Memberikan penentuan harga terjangkau
menyesuaikan dengan target pasar dengan minimal harga Rp15.000,- di marketplace Buyamia, $1,5 dollar untuk
di Amazon, �210 untuk di Rakuten.
3.
Place
: Membuka toko online di platform marketplace
Amazon, Rakuten atau Buyamia sesuai dengan target pasar utama yakni Amerika
Serikat dan Jepang.
4.
Promotion
: Mengoptimalkan foto dan deskripsi produk�� dengan��
informasi�� yang�� jelas berisi tentang spesifikasi, ukuran,
bahan, kegunaan produk dan durasi pembuatan produk. Selain� �itu,� juga�� dapat memanfaatkan�� fitur��
iklan�� yang�� disediakan��
oleh�� platform� marketplace seperti display ads, email marketing dan sistem diskon.
Hasil
analisis tahap action yang harus
dilakukan selanjutnya dari adalah sebagai berikut.
|
Aspek |
Deskripsi
Actions |
|
Product |
UD
Bambu Indah berhasil menyuguhkan produk yang bervariatif yakni 11 jenis
produk anyaman bambu. |
|
Price |
Menerapkan�
harga pada produk
yang akan dijual dengan minimal harga Rp15.000,- di marketplace Buyamia, $1,5 dollar untuk di Amazon, �210 untuk di
Rakuten. Pada
Buyamia harga setiap produk dapat dibedakan lagi menjadi 3 macam : ●
Try a little (harga tertinggi) ●
Go for more (harga sedang) ●
Have in bulk (harga terendah) |
|
Place |
Belum
berhasil melakukan pendaftaran toko di Amazon, gagal di tahap pertama
pengisian billing/pembayaran karena
memerlukan kartu kredit. Pada Rakuten gagal melakukan pendaftaran akun toko
di langkah 1 karena UD Bambu Indah terkendala pada pengisian email bisnis.
Akan tetapi, berhasil melakukan registrasi menjadi seller di marketplace Buyamia
hingga masuk ke dashboard Buyamia seller portal. |
|
Promotion |
Pada
marketplace Buyamia dapat menerapkan promosi dengan sistem diskon� harga semakin murah apabila membeli
dalam jumlah banyak. Pada pembelian Try
a little menggunakan harga tertinggi, Go
for more harga berkurang 15%, dan Have
in bulk harga berkurang 20%. Ikut
bergabung dalam program email marketing
yang disediakan oleh Buyamia berguna untuk menghubungkan UD Bambu Indah
dengan pelanggan agar dapat memperoleh informasi produk yang dijual. UD Bambu
Indah perlu mempersiapkan deskripsi produk dan foto high-quality resolution dari masing-masing produk untuk digunakan
di marketplace. |
Marketplace
Target
pasar dari UD Bambu Indah untuk ekspor produk hasil anyaman bambu melalui digital marketing marketplace adalah
Negara Amerika Serikat dan Jepang (Munizu et al.,
2023).
Berdasarkan statistik dari Companies Market Cap, per 13 Januari 2023 Amazon
memiliki nilai kapitalisasi pasar sebesar US$ 971,91 miliar, atau setara dengan
Rp 14.905 triliun, menjadikannya perusahaan e-commerce
dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Negara jangkauan terbesar dari
Amazon adalah Amerika Serikat dengan penjualan tahun 2022 US$450,7 miliar dan diperkirakan penjualan tahun 2027 menembus
US$759,1 miliar. Sedangkan untuk target pasar Jepang marketplace yang cocok adalah Rakuten. Bersumber dari website resmi Rakuten menyatakan bahwa
Rakuten adalah pasar digital paling terpercaya di Jepang. Rakuten Ichiba
mengungguli marketplace dunia,
termasuk Amazon dan Yahoo! Jepang, memegang kendali kuat di pasar domestik
Jepang sejak tahun 1997. Selain itu, terdapat marketplace Indonesia bernama Buyamia, merupakan platform pioneer marketplace B2B bagi Indonesian Suppliers untuk Global Buyer. Berdasarkan website resmi Buyamia, marketplace ini menjunjung nilai sustainability product yang selaras
dengan target Perjanjian United Nations dan Paris yakni� Net Zero di 2050.� Sehingga selain bertujuan memajukan UMKM
lokal Indonesia Buyamia juga menekankan produk yang dijual adalah produk daur
ulang dan eco-friendly.
a. Amazon
Kelebihan
menggunakan Amazon adalah dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan, pada tahun
2022 terdapat lebih dari 197 juta pengguna aktif setiap bulannya. Di sisi lain,
menurut survei Feedvisory terhadap 2000 pengguna Amazon, 87% penggunanya lebih
sering membeli produk melalui Amazon daripada melalui situs e-commerce lainnya. Data menunjukkan
bahwa pelanggan percaya pada Amazon sebagai tempat belanja. Jadi, toko dinilai
kredibel dan dipercaya oleh pelanggan jika berjualan di Amazon (UKM Indonesia.id,
2023). Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk dapat membuka toko di Amazon
adalah seperti berikut.
b. Pendaftaran Akun
& Produk
Untuk memulai
penjualan melalui Amazon, harus membuat akun penjual di Amazon sesuai dengan
negara yang dituju dan mendaftarkan produk. Penjual individu akan
dikenakan biaya sebesar $0.99 (15 ribu rupiah) untuk setiap produk yang
terjual; penjual profesional akan dikenakan biaya sebesar $39.99 (606 ribu
rupiah) setiap bulan dan tidak dikenakan biaya untuk setiap produk yang
terjual.
Berikut alur
pendaftaran untuk pembuatan akun penjual di Amazon.

Sumber : Sell Amazon
Setelah
membuat akun penjual, daftarkan barang yang akan
dijual. Jika mendaftarkan produk, harus memperhatikan informasi seperti
identitas produk (UPC, EAN, atau ISBN), judul, deskripsi, foto, dan kata kunci.
Menetapkan Metode Pemenuhan dan
Pengiriman Produk
Ada
dua cara untuk memenuhi dan mengirimkan produk. Metode
pertama, Fulfillment by Amazon (FBA),
memungkinkan produk dikirim ke pusat gudang Amazon yang telah ditentukan, dan
FBA melayani pelanggan setiap hari.

Sumber : Sell Amazon
Kedua
adalah Fulfillment by Merchant (FBM),
dimana dengan metode ini penjual mengatur pengiriman dan pemenuhan produk ke
pasar global secara mandiri tanpa bantuan Amazon.
Misalnya dari Indonesia, UD Bambu Indah dapat mengirimkan produk ke luar negeri
melalui jasa ekspedisi internasional seperti DHL atau FedEx.
Baik
metode FBA dan FBM mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing, seperti
terlampir di tabel bawah ini:
|
Fulfillment
by Amazon (FBA) |
Fulfillment
by Merchant (FBM) |
|
+
Pengiriman
barang akan diatur langsung oleh pihak dari Amazon. +
Tidak perlu
gudang pribadi. +
Meningkatkan
kepercayaan pelanggan dengan mendapatkan tanda terdaftar FBA. |
+
Margin laba
yang dihasilkan lebih besar, karena tidak perlu mengeluarkan biaya untuk jasa
Amazon. +
Dapat
mengendalikan kebutuhan inventaris produk sendiri. |
|
-
Memerlukan
biaya tambahan yang dapat menghasilkan keuntungan jika kita menjual barang
besar, berat, atau murah. |
-
Membutuhkan
biaya lebih untuk menyediakan sumber daya manusia, waktu, serta tempat untuk
mengurus inventaris. |
Sumber : UKMIndonesia.id,
2023
Rakuten
Bersumber
dari informasi pada website Rakuten
Marketplace, Rakuten mendominasi pasar
e-commerce di Jepang bahkan disebut sebagai �Amazon-nya Jepang�. Proses
pembuatan akun toko di marketplace ini
adalah sebagai berikut :
�
Langkah 1 : Registrasi

Sumber : Website Rakuten Marketplace
Masuk
ke portal Rakuten dan klik sign up. Setelah itu, isi formulir dengan informasi� yang benar lalu� kirimkan formulir pendaftaran. Butuh waktu 5
hari sebelum Rakuten menghubungi kami kembali, namun biasanya, akan menunggu sekitar 3-10 hari kerja.� Setelah melewati semua tahap penyaringan,
pendaftar dapat mulai membuat toko di Rakuten.

Sumber : Website Rakuten Marketplace
�
Langkah 2 : Pengaturan toko
Setelah
mendapatkan akses ke RMS (Rakuten
Merchant Server), langkah selanjutnya adalah mendaftarkan item, mengunggah
informasi usaha, menetapkan kebijakan pengembalian dan pengiriman, dan membuat
etalase produk.
Terdapat persyaratan utama yang harus dipenuhi
oleh pendaftar di Rakuten yakni sebagai berikut. Untuk
penjual yang berbasis diluar AS, persyaratannya adalah:
1.
Panel penjual
2.
Barcode Produk seperti JAN, UPC, ISBN, atau EAN.
3.
ID Produsen Unik
�
Langkah 3 : Pembukaan toko
Setelah toko
aktif, konsultan e-commerce khusus akan ditugaskan untuk membantu penjual untuk lebih
meningkatkan penjualan dan memaksimalkan kinerja toko dan untuk memastikan
kesuksesan di pasar Rakuten.
Untuk
memaksimalkan promosi toko Rakuten menyediakan fitur R-mail, alat seperti
buletin, yang memungkinkan penjual dapat product
update dan penawaran kepada pelanggan yang sudah ada.
Buyamia
Buyamia
memiliki tujuan mulia yakni memberdayakan bisnis lokal Indonesia dengan
memperkenalkan produk mereka ke pasar global. Keuntungan utama menggunakan
Buyamia adalah memberikan pengurangan dan penyederhanaan atas biaya pengiriman.

Langkah
yang perlu dilakukan untuk mendaftar sebagai seller di website Seller
Buyamia sangatlah mudah hanya perlu mengisi 3 tahap pengisian pendaftaran.
Berikut penjelasannya.
1.
Mengisi informasi
dasar mengenai penjual dan usahanya.

2.
Mengisi tipe
usaha yang dimiliki

3.
Mengisi informasi
lebih detail mengenai usaha yang didaftarkan pada Buyamia.

��������������� Setelah berhasil melakukan
registrasi sebagai seller maka
terlihat dalam layar dashboard dari Buyamia Seller
Portal. Penjual dapat melengkapi data-data yang mungkin perlu dilengkapi
dan mengunggah produk yang akan dijual.

�Untuk memeriksa dan mengevaluasi apakah Strategy, Tactics, dan Action sudah dilaksanakan dengan baik
atau belum. Tujuan dilakukan kontrol adalah untuk mengecek apakah setiap
rancangan sudah dilaksanakan atau belum, dan apa saja
evaluasinya. Pada penelitian ini, terdapat beberapa parameter yang dapat
dijadikan acuan untuk mengevaluasi.
Hasil evaluasi dari rancangan strategi
yang telah disusun adalah :
1.
Berhasil
menyediakan produk yang bervariasi dengan 12 macam produk hasil anyaman bambu.
2.
Diantara ketiga marketplace (Amazon, Rakuten dan
Buyamia) hanya berhasil mendaftar sebagai seller
di Buyamia. Dikarenakan Amazon dan Rakuten memiliki proses pendaftaran yang
cukup rumit dan detail, sehingga terdapat beberapa persyaratan pengisian yang
belum bisa dipenuhi oleh UD Bambu Indah. Sedangkan Buyamia memiliki tahap
pendaftaran yang cukup sederhana.
3.
Belum berhasil
lanjut pada penjualan produk karena dikarenakan Buyamia mensyaratkan penjual
harus memakai foto produk dengan
high-quality resolution.
KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa UD Bambu Indah merupakan UMKM yang berdiri sejak tahun 1990 dan menawarkan produk berupa hasil anyaman bambu. UD Bambu Indah sudah pernah melakukan ekspor ke beberapa negara yakni Amerika, Brunei Darussalam, Belanda, Malaysia, Singapura, Jepang dan Korea namun berhenti pada tahun 2019. UMKM ini memiliki pertumbuhan penjualan yang cenderung menurun sejak 4 tahun terakhir. Prose pemasaran yang dilakukan pun hanya secara tradisional dengan mengikuti pameran dan promosi mulut ke mulut. Sehingga untuk kembali meningkatkan penjualan dari UD Bambu Indah dilakukan penelitian untuk perancangan strategi pemasaran secara digital melalui marketplace.� Pada penelitian ini menggunakan metode analisis SOSTAC untuk mengolah hasil data yang diperoleh guna menyiapkan strategi mulai dari analisis produk, objektif UMKM dan juga implementasi dari strategi yang telah dirancang. Selain membuat dan menerapkan strategi penelitian ini juga melakukan control dan evaluasi agar dapat melihat hasil dari penerapan strategi yang telah dibuat.
Hasil dari analisis adalah UD Bambu Indah perlu mengoptimalkan media digital marketing menggunakan marketplace untuk memasarkan produknya. Berdasarkan analisis target pasar yang cocok untuk UD Bambu Indah ini adalah negara Amerika Serikat dan Jepang. Marketplace yang dapat dipakai antara lain Amazon, Rakuten atau Buyamia. Diantara ketiga marketplace ini pada saat dilakukan pendaftaran toko sebagai seller hanya Buyamia yang berhasil. Marketplace Buyamia memberikan kemudahan bagi seller yang berasal dari UMKM kecil dan minim sumber daya seperti UD Bambu Indah. Karena bahasa yang dipakai merupakan Bahasa Indonesia sehingga tidak memerlukan penerjemah, mata uang yang dipakai juga rupiah sehingga seller tidak perlu kesusahan dalam mengkonversi nilai mata uang.
DAFTAR PUSTAKA
Andika, F. (2018).
Analisa Strategi Marketing Gumati Cafe Dalam Meningkatkan Konsumen Menurut
Perspektif Islam. Al-Infaq: Jurnal Ekonomi Islam, 3(1), 96�149.
Astuti, A. W., Sayudin,
S., & Muharam, A. (2023). Perkembangan Bisnis Di Era Digital. Jurnal
Multidisiplin Indonesia, 2(9), 2787�2792.
Audina, E. R. (2021). Pengembangan
Ekonomi Kreatif Pada Kerajinan Anyaman Bambu Di Desa Wonoanti Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek (Studi Kasus UD. Bambu Indah Craft).
Bessie, J. L. D. (2019).
Implementasi E-Commerce dalam Industri Pariwisata. Journal of Management:
Small and Medium Enterprises (SMEs), 8(1), 45�62.
Budiarto, R., Putero, S.
H., Suyatna, H., Astuti, P., Saptoadi, H., Ridwan, M. M., & Susilo, B.
(2018). Pengembangan UMKM antara konseptual dan pengalaman praktis. Ugm
Press.
da Silva, D. J. C.,
Stertz, E. da S., Portella, A. G., Gomes, C. F. S., Moreira, M. �. L., &
Santos, M. dos. (2023). Social Media Platform for Digital Marketing: An
Analysis Using CRITIC-GRA-3N Method. Procedia Computer Science, 221,
169�176.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.procs.2023.07.024
Lasah, I., & Yahara,
Y. (2023). Kontribusi Dan Manfaat Hasil Olahan Rotan Kerajinan Kreatif Berbasis
Kearifan Lokal Di Dusun Mendung Terusan Desa Samalantan Kecamatan Samalantan
Kabupaten Bengkayang. Business, Economics and Entrepreneurship, 5(1),
102�108.
Lin, B., & Xu, C.
(2024). Digital inclusive finance and corporate environmental performance:
Insights from Chinese micro, small- and medium-sized manufacturing enterprises.
Borsa Istanbul Review.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.bir.2024.02.009
Munizu, M., Tandiono,
R., Pravitasari, E., Kardini, N. L., Hendrawan, H., Nur, T., Siswanto, A.,
& Manuaba, I. B. K. (2023). UMKM: Peran Pemerintah Dalam Meningkatkan
Daya Saing UMKM di Indonesia. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Ramli, T. S., Ramli, A.
M., Permata, R. R., Ramadayanti, E., & Fauzi, R. (2020). Aspek hukum
platform e-commerce dalam era transformasi digital. Jurnal Studi Komunikasi
Dan Media, 24(2), 119�136.
Sayudin, S., Kartono,
K., & Curatman, A. (2023). Increasing Business Effectiveness Through The
Implementation Of An Integrated Digital Marketing Strategy. Journal of World
Science, 2(11), 1908�1913.
Sayudin, S., Nurjanah,
A., & Yusup, A. (2023). Innovation strategy and product development to
increase company competitiveness in digital era. Eduvest-Journal of
Universal Studies, 3(5), 973�996.
Shen, T., Downs, J.,
Hou, X., & Wang, Y. (2023). Digital marketplace: The role of probabilistic
selling strategies in the travel industry. Journal of Economy and Technology,
1, 75�93. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ject.2023.10.003
Tahirkheli, S. K.
(2022). Paying for the picnic was not enough; get ready to share your lunch
too. They are selling but also learning your product: Predatory marketing and
imitation strategies in the Amazon marketplace. Social Sciences &
Humanities Open, 5(1), 100265.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2022.100265
Yaiprasert, C., &
Hidayanto, A. N. (2023). AI-driven ensemble three machine learning to enhance
digital marketing strategies in the food delivery business. Intelligent
Systems with Applications, 18, 200235.
https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.iswa.2023.200235