Pelatihan Pemasaran
Produk dan Literasi Keuangan Terhadap UMKM di Kecamatan Cikarang Barat
Etty Zuliawati
Zed1, Antina Rahayu2, Andes Saputri3, Dafa
Fauziah4, Dhinar Laurenza5, Sasih Kirani6
Universitas Pelita Bangsa
[email protected]1,
[email protected]2, [email protected]3,
[email protected]4, [email protected]5,
[email protected]6
Abstrak:
Seiring
berkembangnya sosial media di zaman sekarang yang cukup pesat �telah mengubah keyakinan mengenai pemasaran dari tradisional ke media
sosial, memberikan peluang bagi UMKM untuk beradaptasi di era digital saat ini
untuk lebih terhubung dengan konsumen online. Karena pelaku UMKM dapat
mempromosikan produk, jasa atau merek melalui saluran media sosial seperti
Facebook, instagram, tiktok dan lainya. Terlepas dari manfaatnya, beberapa UMKM
masih ada yang tertinggal dalam memanfaatkan media sosial dan kurangnya
memahami dampak dari media sosial terhadap peningkatan interaksi konsumen
online dan pemasaran. Pengabdian ini bertujuan untuk memeberikan sebuah
pemahaman dan ketrampilan terhadap UMKM di Daerah cikarang selatan Tentang
Penerapan Strategi Pemasaran Konten dalam Meningkatkan Interaksi Konsumen di
Media Sosial di Daerah Cikarang Selatan. Kegiatan ini menggunakan metode
pendekatan kontektual� yaitu memeberikan
materi teori terlebih dahulu lalu di lanjut dengan langsung memposting produk �
produk� yang dihasilkan oleh UMKM di
Daerah Cikarang selatan. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya pemahaman
tentang pemasaran yang dilakukan melalui media sosial sehingga mampu
meningkatkan interaksi konsumen secara online untuk lebih mengenal
produk-produk yang dijual secara mandiri.
Kata kunci: Pemasaran UMKM, Digital Marketing, Sosial
Media.
Abstract:
Along with the rapid development of social
media in this day and age, it has changed beliefs about marketing from
traditional to social media, providing opportunities for UMKM to adapt in
today�s digital era to better connect with online consumers. Because UMKM
players can promote product, services or brands trough social media channelsw
such as facebook, instagram, tiktok and others. Despite the benefits, some UMKM
are still lagging behind in utilizing social media and lack understanding of
the impact of social media on increasing online consumer interaction and
marketing. This service aims to provide an understanding and skills to UMKM in
the South Cikarang Area about the Implementation of Content Marketing
Strategies in Increasing Consumer Interaction on Social Media in the South
Cikarang Area. This activity uses a contextual approach method, namely
providing theoretical material first and then continuing to directly post
products produced by UMKM in the southern Cikarang area. The result of this
activity is an understanding of marketing carried out through social media so
as to increase online consumer interaction to get to know more about the
products sold independently.
Keywords: UMKM
Marketing, Digital Marketing, Social Media.
Corresponding: Antina
Rahayu
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Era
digital yang terus berkembang, menjadi penggunaan strategi pemasaran secara
online menjadi hal yang sudah tidak asing lagi di masa modern saat ini karena
telah menjadi aspek yang sangat penting dalam menjalankan dan mengembangkan
bisnis (Suhariyanto et
al., 2022). Media sosial merupakan suatu
bentuk hubungan yang dibangun untuk melalui kepercayaan, pemahaman bersama, dan
nilai-nilai yang berbagi, mendorong anggota kelompok untuk berkolaborasi secara
efisien dan efektif (Hamzah, 2015) media soasial juga dapat
diartikan sebagai elemen� yang terkait
dengan kerja sama dalam masyarakat untuk mencapai kesejahteraan hidup yang
lebih baik (Oktaviani &
Rustandi, 2018).
Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi membawa sebagian besar perubahan dalam
kehidupan masayarakat secara otomatis juga mempengaruhi proses pemasaran sebuah
usaha (Hanief et al.,
2018). Pemasaran yang dahulu
dilakukan secara langsung kini menjadi digital atau online (Pratiwi et al.,
2023). Tentu ini berdampak besar
pada penjualan produk usaha jika tidak mengikuti perkembang zaman di era yang
digital ini sebagian dari UMKM pasti akan tertinggal dan penjualan maupun
pendapatan pasti akan menurun (KOMALASARI, 2023), ini juga mendorong sebagian
UMKM mau tidak mau harus berkembang dengan seiring bertambahnya teknologi yang
semakin canggih yang dimana ide, kreativitas dalam penjualan sangat di butukan
untuk menarik seorang konsumen agar mau dan tertarik membeli produk yang di
jual. Ekonomi digital juga memberikan akses informasi pasar, analisis data, dan
alat pemasaran digital, memungkinkan UMKM menjadi lebih tepat dalam mengenali
kebutuhan pelanggan dan� meningkatkan
strategi pemasaran (Nuraisyah et al.,
2023). Adanya Media sosial ini juga
bisa lebih mudah dalam berinteraksi terhadap konsumen dan apa kemauan konsumen
terhadap produk (Rahman &
Kurniawati, 2021). Sampai saat ini hampir
seluruh pebisnis/UMKM menggunakan media pemasaran secara digital (Dwijayanti &
Pramesti, 2021).
Dalam
konteks pemasaran di media sosial ini tiktok, instagram dan lainya, muncul
sebagai platform yang mendominasi, terutama dengan fokus pada konten berbasis
video pendek dan juga foto (Utomo, 2022). Dengan memahami karakteristik
dan potensi tiktok, instagram dan lainya, pengusaha/UMKM dapat merancang
strategi pemasaran digital yang inovatif dan relevan untuk meningkatkan
kesadaran merek dan interaksi konsumen. Sebuah media yang dapat memberikan
banyak kreatifitas yang tak terbatas juga media yang mempunyai peluang yang
luar biasa bagi pebisnis karena pemasaranya bisa langsung cepat menyebar ke
konnsumen (Trulline, 2021). Pemasarann digital juga
mencakup pemanfaatan saluran digital, seperti, internet, media sosial, dan
perangkat mobile, untuk menciptakan, berkomunikasi dan memberikan nilai kepada
konsumen (Oktaviani &
Rustandi, 2018). Konsep ini
memeperlihatkan� evolusi strategi
pemasaran yang semakin terikat erat dengan perkembangan teknologi digital
kemungkinan pengusaha/ UMKM untuk terlibat secara lebih efektif dan konsumen
secara daring. Menurut Smith dan Yang (2021), dalam lingkungan yang terus
berubah ini, kesadaran merek tidak hanya bergantung pada kemampuan konsumen
untuk mengingat atau mengenali merek secara pasif, tetapi juga melibatkan
interaksi aktif melalui media sosial dan platform online.
Kecamatan
Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa barat, sebagai salah satu
yang proaktif dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),
bertujuan menerapkan strategi pemasaran konten dan meningkatkan interaksi
konsumen dimedia sosial. Kecamatan cikarang Selatan salah satu daerah di
kabupaten� Bekasi yang dikenal sebagai
banyaknya pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai daerah (Mardhotillah
& Sukmadewi, 2024). Lingkungan bisnis yang
dinamis di Kecamatan Cikarang Selatan menciptakan sebuah fenomena dimanaa
sebagian UMKM masih ada yang tertinggal dalam melakukan pemasaran
konten/digital yang efektif. Data menunjukan bahwa sebagian pelaku Usaha Mikro,
Kecil dan Menengah belum memahami pitensi dan dampak positif pemasaran konten
dan interaksi konsumen di media sosial terhadap pertumbuhan bisnis mereka (Mariam &
Ramli, 2023). Sejalan dengan ini, Ikhsan,
seorang pelaku UMKM yang menjalankan usaha kuliner di daerah Cikarang Selatan,
mengungkapkan pengalamanaya,�Sebagai pemilik usaha kecil, saya menyadari bahwa
pasar telah berubah. pelanggan kami sekarang lebih banyak mencari informasi dan
memesan melalui internet. Namun, saya tidak yakin bagaimana cara memanfaatkanya
dengan baik untuk mempromosikan produk kami. Saya merasa perlu bantuan dan
rahan yang konkret dalam mengahadaapi dunia pemasaran yang menggunakan media
sosial ini (Syahputro, 2020).�
Berdasarkan
permasalahan diatas ini menunjukan bahwa kurangnya pemahaman dan ketrampilan
dalam menggunakan sosial media (Putri et al.,
2022). Oleh karena itu, perlunya
arahan dan juga bimbingan untuk mengelola pemasaran secara digital untuk
meningkatkan daya saing dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal (Adinda et al.,
2023). Melalui fenomena ini,
penelitian ini berusaha untuk merespons kebutuhan nyata di lapangan dan
menyediakan solusi yang dapat meningkatkan daya saing UMKM di Cikarang Selatan
yaitu Dengan memberi bekal pengetahuan arahan dan ketrampilan pada UMKM dan bagaimana
cara menggunakanya dan bagaimana cara mempromosikanya yaitu Menggunakan media
pemasaran konten di tiktok maupun di instagram yang dimana di platform media
online tiktok maupun instagram ini kita bisa menggunakan promosi berupa vidio
pendek yang memperkenalkan produk terhadap konsumen berisikan dengan vidio yang
menarik dan unik dan tentunya berbeda dengan UMKM lainya, selain itu juga bisa
dengan memberikan logo yang menarik di produk yang di jual suapaya lebih
gampang diingat konsumen dan konsumen merasa tertarik selain itu juga mencoba
menerapkan penjualan online yang di platform media online grabfood yang di mana
penggunaanya dapat menerima pemesanan secara online selain itu dapat
berinteraksi dengan konsumen dan bisa memenuhi keinginan konsumen meskipun
dalam keadaan jarak jauh sekalipun.
METODE
PENELITIAN
Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif yaitu dapat dipahami sebagai metode penelitian yang menggunakan data deskriptif berupa bahasa tertulis atau lisan dari
orang dan pelaku yang dapat
diamati.
Peneliti menggunakan
metodologi ini dilakukan untuk menjelaskan dan menganalisis hal- hal terpenting
dalam fenomena individu atau kelompok
yang sedang di teliti.
Penelitian ini
berupaya untuk mencari informasi mengenai strategi pemasaran konten dalam meningkatkan
interaksi konsumen di media
sosial sehingga peneliti memilih untuk menggunakan metode penelitian kualitatif menggunakan teknik observasi dan wawancara.
Alasan mengapa
penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena untuk menjelaskan dan menganalisis apa yang akan diteliti. Namun peneliti hanya memfokuskan penelitian di daerah cikarang selatan saja, Berikut UMKM yang akan di wawancara oleh peneliti di daerah cikarang selatan:
Data diperoleh
melalui wawancara mendalam dengan pelaku bisnis untuk
mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Untuk memperoleh informasi yang lebih detail, peneliti menggunakan jenis pengumpulan data yang dikenal dengan data primer atau data yang
di ambil langsung dari sumber aslinya.
Teknik Pengumpulan Data
Penulis menggunakan
metode pengumpulan data sebagai berikut:
1.
Metode observasi adalah teknik pengumpulan
data yang dilakukan melalui
suatu pengamatan, dengan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau perilaku
objek sasaran untuk mendapatkan informasi secara langsung dari narasumber.
Pengamatan ini langsung digunakan untuk memberikan pengetahuan faktual terkait strategi strategi pemasaran konten dalam meningkatkan interaksi konsumen di media sosial yang diterapkan oleh UMKM untuk meningkatkan pertumbuhan dan keuntungan bisnis mereka.
2.
Metode wawancara merupakan salah satu metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian. Peneliti dapat memperoleh data dengan cara mewawancarai
pelaku UMKM secara langsung.
Teknik Pengolahan Data
Penelitian ini
dilakukan dengan menggunakan teknik pengolahan data yaitu sebagai berikut:
1.
Editing, yaitu penelaahan terhadap semua data yang diperoleh untuk dilakukan editing, khususnya kelengkapan, kejelasan, koordinasi antara data yang ada dan relevansinya dengan penelitian.
2. Menemukan hasil
yaitu menganalisis keaslian dan ciri-ciri objek penelitian secara benar dan akurat berdasarkan data yang diperoleh dalam penelitian, serta hubungan antara fenomena yang diteliti, dan menarik kesimpulan secara tepat dan akurat.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A.
Pemasaran Konten
Dalam Meningkatkan Interaksi Konsumen Di Media Sosial yang Telah dilaksanakan
Geprek Djamin
Berdasarkan hasil
wawancara dengan owner Geprek Djamin didapatkan informasi bahwa tujuan dari
penggunaan media sosial adalah sebagai media untuk mempromosikan Geprek
Djamin� dan sebagai media komunikasi dan
interaksi terhadap konsumen.
Kemudian Geprek
Djamin telah memiliki target pasar yakni pelajar,mahasiswa, wisatawan, dan
warga lokal lebih memilih membeli makanan ayam geprek ini karena memiliki harga
yang terjangkau.
Pemasaran konten
melalui media sosial yang telah dilaksanakan oleh Geprek Djamin adalah Geprek
Djamin sampai saat ini belum memiliki kalender konten yang dapat memberikan
panduan atau time frame waktu mengupload konten di media sosial Instagram.
Owner Geprek Djamin� hanya memposting
sesuai dengan ketersediaan foto atau video yang dimiliki saat tersebut.
Berdasarkan hasil wawancara pemilik Geprek Djamin Bapak Ikhsanudin sejauh ini
belum pernah melakukan pemasaran melalui paid advertisement di media sosial. Salah
satu contoh paid advertisement adalah Instagram Ads adalah salah satu kegiatan
beriklan di Instagram untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan ditargetkan.
Terkait dengan
anggaran pemasaran di media sosial, Geprek Djamin belum menyiapkan anggaran
khusus terkait dengan pemasaran di media sosial. Sejauh ini hanya memposting
foto dan video di media sosial Instagram. Didalam proses pembuatan konten,
Bapak Ikhsanudin menyatakan bahwa beliau berusaha memperhatikan aspek desain
keselarasan warna dan font yang tepat. Bapak Ikhsanudin selaku pemilik Geprek
Djamin gemar melakukan fotografi. Untuk sumber konten yang diupload oleh Geprek
Djamin� adalah dari hasil pengambilan
foto dan video milik pribadi (pemilik Geprek Djamin).
Terkait jenis konten
yang sering diunggah di media sosial�
adalah berupa foto dan video di feed atau instagram stories. Foto dan
video mengenai menu-menu yang tersedia,proses pembuatan, pelayanan, konsumen
yang datang, dan aktivitas owner dalam sehari-hari di Toko. Untuk waktu
pendistribusian konten Geprek Djamin tidak memiliki waktu khusus dalam
mengupload foto atau video di media sosial tergantung pada ketersediaan waktu
atau ketika waktu senggang di sela-sela kesibukan. Dalam penguatan konten
amplifying content, Geprek Djamin selama ini belum pernah menggunakan
influencer untuk membantu menguatkan konten atau mempromosikan Geprek Djamin.
Sehubungan dengan
mengukur keberhasilan penggunaan strategi pemasaran konten melalui media
sosial. Geprek Djamin hanya mengukurnya melalui melihat jumlah like dan comment
pada setiap foto atau video yang di posting. Geprek Djamin aktif dalam membalas
komentar atau pertanyaan pada konten yang diunggah. Mengenai pengembangan
konten pemilik Geprek Djamin secara khusus tidak pernah mengikuti pelatihan
terkait pemasaran digital namun ikut dalam komunitas fotografer.
a)
Strategi pemasaran
konten melalui media sosial di Geprek Djamin
Berdasarkan analisis
situasi terkini terhadap kegiatan pemasaran konten pada media sosial Instagram
Geprek Djamin, dirumuskan strategi pemasaran konten yang terdiri atas delapan
unsur, yaitu:
1)
Menentukan tujuan
(defining objective)
Menurut Varakas
(2017), tujuan utama perusahaan dalam menggunakan media sosial adalah untuk
mendapatkan lebih banyak pelanggan dan meningkatkan pendapatan. Sejauh ini
tujuan Geprek Djamin menggunakan media sosial Instagram masih dikategorikan
sebagai tujuan kualitatif seperti sebagai media promosi dan sebagai sarana
komunikasi dan Interaksi digital. Geprek Djamin belum memiliki tujuan
kuantitatif yang ditentukan seperti peningkatan pendapatan yang diharapkan
melalui media sosial Instagram. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk
mengetahui jumlah pendapatan yang bersumber dari media sosial Instagram yaitu
dengan menggunakan kode promo khusus saat melakukan promosi. Selain tujuan
kuantitatif berupa pendapatan melalui media sosial Instagram, Geprek Djamin juga
sebaiknya menetapkan kenaikan jumlah followers� setiap bulannya dan
keterlibatan audiens pada setiap postingan untuk dalam rangka meningkatkan
brand awareness Geprek Djamin.
2)
Mengelompokkan
konsumen (Segmenting audiences)
Target pasar Geprek
Djamin berdasarkan hasil wawancara adalah pelajar,mahasiswa, wisatawan , dan
warga lokal. Namun Geprek Djamin belum mentargetkan para konsumen tersebut pada
media sosial Instagram. Sejauh ini hanya sebatas mengikuti akun yang ingin diikuti
dan menerima permintaan pertemanan pada media sosial Instagram. Kedepan
sebaiknya Geprek Djamain mulai mengikuti akun�akun sesuai dengan target pasar
yang telah ditetapkan dan mempelajari selera Konsumen secara lebih dalam.
Menurut Kilgour, Sasser, & Larke (2015), setiap jenis audiens akan
memerlukan perlakuan yang berbeda, tergantung pada minat karena kelompok orang
yang berbeda memiliki karakteristik, kebutuhan, dan harapan yang berbeda.
Mengetahui bagaimana setiap kelompok audiens berinteraksi di media sosial
sangat penting untuk membuat konten yang efektif. Jika telah mengelompokkan
konsumen, suatu bisnis akan lebih mudah untuk menyesuaikan konten-kontennya di
media sosial Instagram sesuai dengan target pasar sasaran.
3)
Merencanakan konten
(Planning content)
Salah satu bentuk
perencanaan konten membuat kalender konten bulanan yang mempermudah pihak
manajemen dalam menentukan dan mengatur jenis konten hingga pembuatan pesan
teks yang akan dicantumkan pada setiap konten (Varakas, 2017). Maka, sebaiknya
Geprek Djamin mulai membuat perencanaan konten bulanan berupa kalender konten
untuk mempermudah proses distribusi konten. Adapun aspek yang harus
diperhatikan dalam membuat konten yang menarik dan kreatif yaitu desain, berita
terkini, pemilihan font, keselarasan warna (Dewanti dan Henni, 2018).
Kedepannya diharapkan Owner Geprek Djamin dapat mempertimbangkan aspek penting
dalam pemasaran konten yaitu membuat desain yang sesuai dengan selera target
pasar dan memperhatikan keselarasan warna pada desain dengan menggunakan
warna-warna yang mencirikan Geprek Djamin agar tetap berada dibenak pelanggan.
Selain kalender konten Geprek Djamin dapat mempertimbangkan menggunakan paid
advertisement di media sosial Instagram. Istilah paid advertisement di media
sosial Instagram adalah Instagram Ads. Instagram Ads adalah salah satu kegiatan
beriklan di Instagram untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan yang
ditargetkan. Serta dapat mulai menyiapkan anggaran promosi sehingga penggunaan
media sosial Instagram semakin maksimal.
4)
Membuat konten
(Creating content)
Sebagai fase paling
mendasar dalam proses pemasaran melalui konten, perusahaan perlu melakukan
sesuatu untuk memahami apa yang sebenarnya konsumen inginkan untuk membuat
konten yang menarik, serta bagaimana dan mengapa itu akan dibuat dalam
kaitannya dengan audiens. Penyampaian konten yang baik di media sosial sangat
penting bagi pasar, karena hal itu dapat menyebabkan konten diperhatikan oleh
audiens. Dalam membuat konten Geprek Djamin sebaiknya tidak hanya membuat
konten mengenai menu-menu yang tersedia,proses pembuatan, pelayanan, konsumen
yang datang, dan aktivitas owner dalam sehari-hari di Toko. Namun harus mulai
menggunakan fitur �Story Highlights� yang dapat diisi dengan foto atau video
terkait fasilitas Toko, menu-menu, serta promo-promo menarik yang dapat menjadi
daya tarik konsumen. Story Highlight menjadi penting untuk dimanfaatkan agar
Konsumen yang akan membeli memiliki gambaran mengenai Geprek Djamin. Kemudian
terdapat fitur terbaru di media sosial Instagram selain story highlight yang
dapat dimanfaatkan oleh Geprek Djamin yakni fitur reels berupa video yang dapat
menjangkau audien yang cakupannya luas dan dapat dilihat oleh siapapun walaupun
bukan follower dari Geprek Djamin. Pada era pandemi seperti saat ini Geprek
Djamin juga sebaiknya menyelipkan konten-konten terkait protokol kesehatan. Hal
tersebut juga memberikan kepercayaan pada calon konsumen yang akan datang bahwa
Geprek Djamin mengikuti aturan pemerintah dalam penerapan protokol kesehatan.
5)
Mendistribusikan
konten (Distributing content)
Dalam
mendistribuskan konten pada media sosial Instagram, dapat dilakukan dengan
mendistribusikan foto atau video melalui ikon instagram story, feed, story
highlight dan Reels. Dalam pendistribusian konten Geprek Djamin dapat
memanfaatkan informasi dari Instagram Insight terutama pada icon audience.
Melalui informasi tersebut terutama mengenai pengikut, Geprek Djamin
mendapatkan infromasi terkait waktu yang tepat memposting konten atau �Golden
Hour� sehingga konten yang diposting mendapatkan respon yang maksimal dari para
audien. Dalam pendistribusian konten perlu adanya waktu-waktu tertentu dimana
waktu tersebut adalah golden hour di media sosial.
6)
Memperkuat Konten
(Amplifying content)
Pemasaran konten
melalui influencer dapat meningkatkan kredibilitas suatu bisnis, terutama jika
influencer tersebut dipandang sebagai orang yang positif, terhormat, dan
inspiratif. Influencer memiliki potensi besar untuk memperluas visibilitas
bisnis ke pelanggan (Emekeokhale, 2021). Sejauh ini Geprek Djamin belum
menggunakan jasa influencer untuk memperkuat konten. Influencer dipandang mampu
untuk menyampaikan informasi mengenai produk suatu bisnis dengan follower yang
dimilikinya. Kedepan Geprek Djamin dapat bekerjasama dengan influencer dengan
kesepakatan influencer tersebut akan memposting foto dan video baik di
instagram strory atau feeds pada akun media sosial instagramnya.
7)
Mengevaluasi Konten
(Evaluation content)
Evaluasi konten
sangat penting untuk memastikan kualitas konten. Evaluasi konten dalam
dilakukan dengan merekap kinerja konten di media sosial Instagram seperti
memiliki target dan merekap jumlah like, share dan comment.
8)
Mengembangkan Konten
(Improving content)
Setelah evaluasi
dilakukan, langkah berikutnya adalah upaya dalam meningkatkan kualitas konten
dengan mempelajari dan mendapatkan referensi sebanyak mungkin melalui
kegiatankegiatan pelatihan yang relevan. Mengikuti kelas-kelas webinar mengenai
digital marketing dan social media advertising yang diselenggarakan oleh para
expert sehingga dapat selalu update dengan perkembangan dunia digital khususnya
pemanfaatan media sosial untuk kegiatan pemasaran.
Berikut ini hasil
dan pembahasan mengenai UMKM Geprek Djamin yang berlokasi di Jl. Pesona
Ciantra, RT. 08/ RW. 04, Ciantra, Cikarang Selatan,� Kab. Bekasi, Jawa barat.

��
� 
�
KESIMPULAN
Strategi digital marketing yang telah dilakukan oleh para pelaku UMKM ayam geprek di daerah cikarang selatan adalah berupa pemasaran melalui sarana media sosial, dan interaksi dengan pelanggan dan beberapa aplikasi e-commerce. Untuk melakukan promosi pada usahanya, mayoritas mereka memanfaatkan Instagram sebagai tempat untuk mengunggah sejumlah foto dan video produk dengan semenarik mungkin pada akun Instagram, seperti pada Instagram reels, Instagram feed dan Instagram story. agar para konsumen tertarik terhadap produk dan hasil dari strategi digital marketing dalam meningkatkan keuntungan atau profit usaha belum begitu signifikan. Namun, metode digital marketing dapat memberikan dampak yang positif terhadap keberlangsungan UMKM di cikarang selatan khususnya. Dengan digital marketing pelaku usaha bisa dengan mudah mempromosikan produk usahanya dengan dapat menjangkau konsumen secara lebih luas. Tidak hanya itu, digital marketing juga memudahkan para konsumen dalam membeli ayam geprek tanpa harus datang ke outlet UMKM langsung. Hal ini dapat memberi kenyamanan dan kemudahan bagi para konsumen sehingga memberikan pengaruh yang baik bagi pemilik UMKM.
DAFTAR PUSTAKA
Adinda, E. O. T.,
Primandhana, W. P., & Sishadiyati, S. (2023). Pemanfaatan Media Digital
dalam Meningkatkan Pemasaran dan Pertumbuhan UMKM Desa Karangan Kabupaten
Jombang. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 9(21), 304�313.
Dwijayanti, A., & Pramesti, P. (2021). Pemanfaatan Strategi Pemasaran
Digital menggunakan E-Commerce dalam mempertahankan Bisnis UMKM Pempek4Beradek
di masa Pandemi Covid-19. Ikra-Ith Abdimas, 4(2), 68�73.
Hamzah, R. E. (2015). Penggunaan Media Sosial di Kampus Dalam Mendukung
Pembelajaran Pendidikan. WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 14(1),
45�70.
Hanief, S., Pramana, D., Kom, S., & Kom, M. (2018). Pengembangan
Bisnis Pariwisata dengan Media Sistem Informasi. Penerbit Andi.
KOMALASARI, P. S. (2023). Transformasi Dunia Pasar Tradisional Menjadi
Dunia Bisnis Online di Indonesia. Sahmiyya: Jurnal Ekonomi Dan Bisnis,
367�375.
Mardhotillah, G. M., & Sukmadewi, R. (2024). Pemanfaatan Influencer
Endorsement Sebagai Strategi Dalam Meningkatkan Brand Awareness Pada UMKM Onies
Brownies. Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING), 7(3),
5850�5856.
Mariam, S., & Ramli, A. H. (2023). Pelatihan Dan Pendampingan
Membangun Praktik Digital Marketing Unggul Untuk Peningkatan Pemasaran UMKM Di
Kota Jakarta Barat. Indonesian Collaboration Journal of Community Services,
3(4), 379�390.
Nuraisyah, N., Haryono, D., & Lutfiani, L. (2023). Pelatihan Strategi
Digital Marketing Bagi Usaha Mikro Kecil Dan Menengah (UMKM) Di Kecamatan Sarjo
(Membentuk Dan Mendukung Pengembangan Wirausahawan Muda Dan Pemula). Publikasi
Ilmiah Bidang Pengabdian Kepada Masyarakat (SIKEMAS), 2(2), 63�78.
Oktaviani, F., & Rustandi, D. (2018). Implementasi digital marketing
dalam membangun brand awareness. PRofesi Humas, 3(1), 1�20.
Pratiwi, A., Kamila, N., & Haifa, W. (2023). Komunikasi Pemasaran
Digital Produk Cake And Cookies Dalam Meningkatkan Penjualan Komunitas Umkm. Jurnal
Pustaka Komunikasi, 6(1), 72�84.
Putri, A. P., Hetami, A. A., Fourqoniah, F., Andriana, A. N., Ardiyani,
M., Muniroh, T. U., Riandani, R., Muliyani, E., Yasshyka, A., & Listiana,
A. P. (2022). Pelatihan Digital Marketing untuk Mencapai Optimalisasi Strategi
Pemasaran pada UMKM. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 3(2.1
Desember), 828�839.
Rahman, D., & Kurniawati, D. (2021). Pemanfaatan Media Sosial Bagi
Pengembangan Pemasaran Umkm (Studi Deskriptif Kualitatif Pada Distro Di
Kabupaten Sumenep). Wacana Equiliberium (Jurnal Pemikiran Penelitian
Ekonomi), 9(02), 112�122.
Suhariyanto, S., Djojo, A., Kapadia, R., Soeli, Y. M., Haryati, R. T. S.,
& Handiyani, H. (2022). Peningkatan Asuhan Terintegrasi melalui Peran
Perawat Penanggung Jawab Asuhan. Jurnal Keperawatan, 14(2), 1�8.
Syahputro, E. N. (2020). Melejitkan pemasaran UMKM melalui media sosial.
Caremedia Communication.
Trulline, P. (2021). Pemasaran produk UMKM melalui media sosial dan
e-commerce. Jurnal Manajemen Komunikasi, 5(2), 259.
Utomo, T. P. (2022). Optimalisasi media sosial untuk pemasaran
perpustakaan perguruan tinggi. Buletin Perpustakaan Universitas Islam
Indonesia, 5(1), 99�133.