Analisis Total Quality Control
dalam Peningkatan Produktivitas dan Daya Saing Pada
UMKM Say Cup
Erwin Alfiansyah1,
Muhammad Ilham2, Priscilla3, Restina4, Yeni5
1,2,3,4,5 Universitas Bina Sarana Informatika, indonesia
[email protected]1,
[email protected]2, [email protected]3,
[email protected]4,
[email protected]5
Industri kemasan minuman
menghadapi tantangan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas produk
untuk tetap bersaing di pasar yang kompetitif. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Total Quality Control (TQC) dalam
meningkatkan produktivitas dan daya saing pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) Say Cup. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif yang melibatkan
wawancara dengan pemilik Say Cup, studi ini menelaah bagaimana penerapan TQC
memengaruhi proses produksi perusahaan, mulai dari penerimaan pesanan hingga
pengiriman produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan mengintegrasikan
prinsip-prinsip TQC di seluruh rantai pasokan, Say Cup dapat secara signifikan
meningkatkan efisiensi operasional, kualitas produk, dan kepuasan pelanggan.
Penerapan pengendalian kualitas yang ketat, seperti inspeksi menyeluruh dan
pemeriksaan kualitas, memungkinkan Say Cup untuk menarik dan mempertahankan
pelanggan, sehingga memperoleh keunggulan kompetitif di pasar. Selain itu,
implementasi TQC mendorong terwujudnya budaya perusahaan yang berorientasi pada
kualitas, perbaikan proses manajemen, dan peningkatan motivasi karyawan, yang
pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan daya saing
secara keseluruhan. Penelitian ini menyoroti peran penting TQC dalam mendorong
pertumbuhan berkelanjutan dan kesuksesan jangka panjang bagi UMKM di industri
kemasan minuman yang kompetitif.
Kata kunci: Daya Saing, Efisiensi Operasional, Kepuasan Pelanggan, Produktivitas, Total Quality
Control (TQC)
Abstract:
The beverage
packaging industry faces challenges to improve operational efficiency and
product quality to remain competitive in a competitive market. This study aims
to analyze the implementation of Total Quality Control (TQC) in improving
productivity and competitiveness in Say Cup Micro, Small, and Medium
Enterprises (MSMEs). Through a descriptive qualitative approach involving
interviews with the owner of Say Cup, this study examines how the
implementation of TQC affects the company's production process, from order
receipt to product delivery. The results showed that by integrating TQC
principles throughout the supply chain, Say Cup was able to significantly
improve operational efficiency, product quality, and customer satisfaction. The
implementation of strict quality controls, such as thorough inspections and
quality checks, enabled Say Cup to attract and retain customers, thereby
gaining a competitive advantage in the market. In addition, the implementation
of TQC promoted the realization of a quality-oriented corporate culture,
improved management processes, and increased employee motivation, which
ultimately contributed to increased productivity and overall competitiveness.
This research highlights the critical role of TQC in driving sustainable growth
and long-term success for MSMEs in the competitive beverage packaging industry.
Keywords: Competitiveness, Operational Efficiency,
Customer Satisfaction, Productivity, Total Quality Control (TQC)
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pertumbuhan ekonomi indonesia tetap kuat di tengah perlambatan ekonomi
global. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan pertumbuhan ekonomi
Indonesia triwulan I 2023 tercatat sebesar 5,03% (yoy), sedikit meningkat
dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,01% di
(yoy). Pertumbuhan ekonomi ini dipengaruhi oleh banyak faktor salah satunya
adalah bertambahnya usaha baik usaha besar maupun UMKM (Fauziah, 2021); (Khoirunnisa,
2021). Semenjak masa covid-19 banyak oarang yang lebih
memlilih untuk membangun usaha untuk membiayai hidup, dan saat ini telah banyak
usaha UMKM yang mulai berkembang (Sutrisno, 2017).
����� Untuk tetap bisa menjalankan
suatu usaha maka diperlukan ide-ide atau upaya produk tersebut tetap laris
manis dan banyak disukai meskipun banyak pesaing yang melakukan usaha yang
sama. Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan menjaga kualitas pada
suatu produk (Mandasari et al.,
2019). Kualitas produk merupakan aspek penting� yang sangat berpengaruh pada kinerja
aspek-aspek yang lain dalam perusahaan (Haryono &
Marniyati, 2017), semakin rendah tingkat kegagalan produk yang
dihasilkan maka produk yang dihasilkan semakin berkualitas (Haming, 2022); (Lifani et al.,
2022); (Lastiawan, 2020).
Say Cup adalah sebuah usaha UMKM yang berdiri sejak 2019 dengan lima
karyawan yang memiliki visi untuk mengubah lanskap industri kemasan minuman di
Indonesia. Rebranding dari Sablongood menjadi Saycup pada tahun 2023 menjadi
tonggak penting dalam perjalanan bisnis mereka, menandai langkah besar dari
status usaha kecil menjadi pemain yang diperhitungkan dalam industri tersebut.
Motivasi awal untuk memulai usaha ini terinspirasi oleh percobaan mereka dengan
mesin cetak di rumah, yang dipicu oleh pengetahuan dan pengalaman keluarga
dalam industri serbuk minuman.
Sebagai pelaku UMKM di sektor pembuatan cup minuman seperti Say Cup,
tantangan utama yang dihadapi adalah mempertahankan kualitas produk sambil
tetap bersaing secara efektif di pasar yang terus berubah dan semakin
kompetitif (Manuella Anwar
et al., 2017). Dalam menghadapi dinamika ini, penerapan Total
Quality Control menjadi penting untuk memastikam kelangsungan dan pertumbuhan
usaha. Total Quality Control (TQC) atau pengendalian kualitas dilaksanakan
mulai dari pengawasan, pengujian pada suatu produk, serta memeriksa setiap
langkah proses produksi yang dilakukan dalam membuat atau meghasilkan suatu
produk. Melalui TQC, UMKM Say Cup dapat mengidentifikasi penyebab
ketidaksempurnaan dalam proses produksi, mengurangi pemborosan, dan
meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Dengan fokus pada
kualitas total, UMKM Say cup dapat memenuhi harapan pelanggan yang semakin
tinggi dan memperoleh keunggulan kompetitif di pasar yang padat.
Selain itu,
implementasi TQC memungkinkan
UMKM Say Cup untuk memperbaiki
proses manajemen yang lebih
terarah dan membangun budaya perusahaan yang berorientasi pada kualitas dan
inovasi (Rosad, 2019); (Alamsyah et al.,
2021). Hal ini
dapat meningkatkan motivasi karyawan dan menghasilkan lebih banyak ide yang kreatif untuk meningkatkan
produk dan layanan. Dengan demikian analisis Total Quality
Control bukan hanya tentang meningkatkan kualitas produk, tetapi juga tentang
meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing secara
keseluruhan dari UMKM Say
Cup. Dalam ekosistem bisnis yang terus berubah, investasi dalam TQC dapat menjadi kunci untuk
pertumbuhan yang berkelanjutan
dan kesuksesan jangka panjang (Busro, 2018).
Rumusan
masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana implementasi Total Quality Control pada
UMKM Say Cup (2) Bagaimana pengaruh
Total Qualaity Control dalam
meningkatkan produktivitas dan daya saing
pada Say Cup. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui implementasi TQC pada usaha Say Cup . (2) Untuk menegetahui seperti apa pengaruh TQC dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing pada
Say Cup . Manfaat dari penelitian ini adalah (1)� Dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan atau
sebagai dasar untuk mengetahui lebih lanjut tentang
Total Quality Control (2) Bagi pemilik
usaha diharapan dapat digunakan sebagai pedoman dalam menjaga kualitas
produk untuk memenuhi kepuasan pelanggan dan untuk
mencapai tujuan perusahaan.
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini dilakukan pada bulan April dan Mei 2024 dengan menggunakan Say Cup sebagai objek penelitian. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Dalam penelitian deskriptif, informasi dikumpulkan sesuai dengan variabel
yang memvalidasi fokus penelitian, dan faktor-faktor ini kemudian dianalisis untuk menentukan signifikansinya. Penelitian ini fokus pada
pemikiran, persepsi, pandangan, dan keyakinan subjek yang tidak dapat dikuantifikasi
secara kuantitatif, yang dikenal sebagai penelitian kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini tidak diterapkan
secara kaku untuk memperoleh gambaran yang lengkap mengenai suatu masalah, tetapi lebih menyesuaikan dengan sudut pandang
manusia yang diteliti.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, di mana faktor-faktor yang berhubungan dengan objek penelitian dieksplorasi secara mendalam. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemilik Say Cup, yang mencakup proses penerimaan pesanan, produksi, pengiriman, serta masalah-masalah yang terkait dengan Say Cup. Metode analisis data yang digunakan akan memberikan tampilan yang rinci mengenai topik penelitian ini, dengan fokus pada
mengeksplorasi dan menguraikan informasi yang diperoleh dari wawancara. Aplikasi teori dalam penelitian
ini akan mengikuti alur wawancara dan analisis
data untuk memberikan pemahaman yang mendalam terhadap proses dan masalah yang ada di Say Cup.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari hasil wawancara dengan
pemilik Say Cup, diketahui bahwa mereka telah menerapkan Total Quality Control
(TQC) di semua tahapan proses bisnis mereka, mulai dari penerimaan pesanan,
produksi, hingga pengiriman kepada pelanggan. Proses produksi dimulai ketika
ada pelanggan yang ingin memesan Cup minuman, dengan beberapa pelanggan datang
langsung ke toko dan yang lainnya memesan melalui platform e-commerce seperti
Tokopedia (Julianti, 2018).
Jumlah pelanggan yang diperoleh
dari Tokopedia berkisar antara 3000-5000. Hingga saat ini, rata-rata penjualan
Say Cup antara penjualan offline dan online adalah 60:40. Setelah pelanggan
melakukan proses pemesanan, pihak produksi akan membuat desain untuk Cup yang
dipesan oleh pelanggan. Pelanggan dapat menyesuaikan desain sesuai keinginan
atau menggunakan desain mereka sendiri. Setelah desain disetujui, proses sablon
cup dilakukan.
Proses sablon ini menggunakan
mesin sablon cup semi otomatis dengan langkah-langkah sebagai berikut :
1. Tempatkan layar sablon pada mesin sablon cup semi otomatis, atur dan
susun dengan benar, pastikan desain dan layar sablon berada di tengah sesuai
dengan posisi cup yang akan disablon.
2. Tuangkan tinta atau cat ke dalam layar sablon sesuai dengan warna desain
yang diinginkan oleh pelanggan.
3. Hidupkan mesin, putar tuas ke mode "M".
4. Letakkan cangkir pada cetakan dan tekan pedal untuk memulai proses
sablon.
Proses sablon berlangsung
sekitar 5 detik untuk setiap cup, tergantung pada desain yang dipilih oleh
pelanggan. Proses sablon dapat menggunakan satu warna atau lebih. Setelah
proses sablon selesai, tim produksi akan melakukan pemeriksaan detail pada
setiap cup yang telah disablon. Pemeriksaan terhadap hasil sablon dilakukan
secara berkala untuk menjaga kualitas produk dan memastikan kepuasan pelanggan.
Setelah proses produksi
selesai, langkah selanjutnya adalah proses pengiriman. Di sini, para pegawai
melakukan pengecekan ulang sebelum mengantar cup kepada pelanggan. Untuk
menghindari kekeliruan, setiap cup yang telah dikemas akan diberi nama dan
alamat, memudahkan kurir dalam proses pengiriman.
Masalah yang terkadang terjadi
di Say Cup adalah:
1. Terjadi ketidakpahaman antara desainer dengan tukang cetak, terutama
ketika pelanggan melakukan pemesanan ulang dengan desain baru tetapi tukang
cetak menggunakan desain lama.
2. Terdapat cup yang cacat dari pemasok.
3. Terjadi kekeliruan dalam pengiriman, seperti tertukarnya barang antar
pelanggan.
Berdasarkan masalah-masalah
yang dihadapi oleh Say Cup, penerapan Quality Control menjadi sangat penting
untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dan masalah yang timbul. Berikut adalah
solusi dan alasan mengapa Quality Control harus diterapkan:
1. Masalah misskomunikasi antara desainer dan tukang cetak:
Solusi:
a. Menetapkan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas untuk komunikasi
desain antara desainer dan tukang cetak.
b. Menggunakan perangkat lunak/aplikasi yang memungkinkan kolaborasi antara
desainer dan tukang cetak serta melacak perubahan desain dengan mudah.
c. Melakukan pemeriksaan silang sebelum memulai produksi untuk memastikan
keakuratan desain yang akan dicetak.
d. Pentingnya Quality Control: Quality Control membantu memastikan bahwa
komunikasi antara desainer dan tukang cetak berjalan lancar, sehingga desain
yang dicetak sesuai dengan keinginan pelanggan. Hal ini dapat mencegah
kesalahan cetak dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
2. Masalah cup cacat dari supplier :
Solusi:
a. Melakukan inspeksi kualitas yang ketat pada setiap kiriman cup dari
supplier.
b. Membuat perjanjian atau kontrak dengan supplier yang mencantumkan standar
kualitas yang harus dipenuhi.
c. Mencari alternatif supplier lain jika kualitas cup dari supplier saat ini
tidak memenuhi standar.
3. Masalah barang pelanggan yang tertukar:
Solusi:
a. Menerapkan sistem pelabelan yang jelas dan akurat pada setiap pesanan
pelanggan.
b. Meningkatkan pengawasan dan pengecekan pada proses pengemasan dan
pengiriman barang.
c. Memberikan pelatihan kepada karyawan terkait pentingnya ketelitian dalam
penangana barang pelanggan.
Pentingnya Quality Control:
Quality Control membantu memastikan bahwa setiap pesanan pelanggan diperlakukan
dengan tepat, mulai dari tahap produksi hingga pengiriman (Islachiyana et al., 2023). Dengan penerapan kontrol kualitas yang baik, risiko kesalahan seperti
barang tertukar dapat diminimalkan. Dengan menerapkan Quality Control yang
efektif, Say Cup dapat meningkatkan konsistensi kualitas produknya, mengurangi
kesalahan serta cacat, dan menjamin kepuasan pelanggan. Hal ini pada akhirnya
akan meningkatkan reputasi serta daya saing Say Cup di pasar.
Pentingnya Quality Control:
Quality Control memastikan bahwa bahan baku (cup) yang digunakan dalam produksi
memenuhi standar kualitas yang ditetapkan (Wicaksana & Sunaryanto, 2021). Ini membantu mencegah produk akhir menjadi cacat karena bahan baku yang
tidak berkualitas, sehingga mengurangi risiko kerugian dan keluhan dari
pelanggan.
Penerapan Total Quality Control
(TQC) atau pengendalian kualitas terbukti sangat berpengaruh dalam kelangsungan
dan kesuksesan usaha Say Cup, terutama dalam meningkatkan produktivitas dan
daya saing. Beberapa poin penting yang dapat disimpulkan adalah:
a. Dengan menerapkan TQC dari awal proses pengadaan bahan baku hingga
pendistribusian produk, Say Cup dapat menjaga kualitas produknya dengan baik,
yang pada akhirnya meningkatkan kepuasan pelanggan.
b. Kepuasan pelanggan yang tinggi akan mendorong mereka untuk menjadi
pelanggan tetap, menciptakan loyalitas yang penting dalam industri yang
kompetitif.
c. Kemampuan Say Cup dalam menarik dan mempertahankan pelanggan menunjukkan
peningkatan produktivitas usaha mereka.
d. Keunggulan kompetitif dalam kualitas produk dan loyalitas pelanggan
memberikan Say Cup daya saing yang lebih tinggi di pasar.
e. Penerapan TQC juga membantu meningkatkan efisiensi operasional,
mengurangi pemborosan, dan memperbaiki proses manajemen secara keseluruhan.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa
implementasi TQC yang baik pada UMKM seperti Say Cup terbukti mampu
meningkatkan produktivitas usaha dan daya saing di pasar yang kompetitif.
Kualitas produk yang dijaga dengan baik menjadi kunci keberhasilan untuk
pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan (Kurniasari, 2018). Dari implementasi TQC tersebut, Say Cup berhasil meningkatkan
produktivitas dan daya saingnya. Dengan menjaga kualitas produk melalui
pengendalian kualitas yang ketat, Say Cup dapat memenuhi kepuasan pelanggan dan
memperoleh keunggulan kompetitif di pasar yang sibuk. Penerapan TQC juga
membantu Say Cup dalam memperbaiki proses manajemen, membangun budaya
perusahaan yang berorientasi pada kualitas dan inovasi, serta meningkatkan
motivasi karyawan.
KESIMPULAN
Implementasi Total Quality Control (TQC) terbukti memberikan dampak
positif yang signifikan bagi peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM Say
Cup dalam industri kemasan minuman. Melalui penerapan TQC yang konsisten di
seluruh rantai proses bisnis, mulai dari penerimaan pesanan hingga pengiriman
produk, Say Cup mampu menjaga kualitas produk mereka dengan baik. Pengendalian
kualitas yang ketat, seperti pemeriksaan bahan baku, pengawasan proses
produksi, dan inspeksi produk akhir, memungkinkan Say Cup untuk
mengidentifikasi dan meminimalkan kesalahan serta kecacatan dalam produk. Hal
ini membantu meningkatkan kepuasan pelanggan dan membangun loyalitas pelanggan
terhadap produk Say Cup. Selain itu,
implementasi TQC juga berkontribusi pada peningkatan efisiensi operasional Say
Cup dengan mengurangi pemborosan dan memperbaiki proses manajemen. Budaya
perusahaan yang berorientasi pada kualitas dan inovasi turut terbentuk,
mendorong motivasi karyawan dalam menghasilkan ide-ide kreatif untuk terus
meningkatkan produk dan layanan. Dengan mempertahankan kualitas produk yang
tinggi dan kepuasan pelanggan, Say Cup mampu memperoleh keunggulan kompetitif
di pasar yang semakin kompetitif. Hal ini menjadikan Say Cup sebagai UMKM yang
produktif dan memiliki daya saing yang kuat dalam industri kemasan minuman. Secara keseluruhan, studi ini menegaskan pentingnya penerapan Total
Quality Control bagi UMKM seperti Say Cup dalam upaya mencapai pertumbuhan yang
berkelanjutan dan kesuksesan jangka panjang. Investasi dalam TQC terbukti
menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, serta memastikan
kelangsungan usaha di pasar yang dinamis dan kompetitif.
DAFTAR PUSTAKA
Alamsyah,
K., Prastiwi, E. N., & Salamah, U. (2021). Implementasi Kebijakan
Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Daerah Kota Bekasi. Kebijakan:
Jurnal Ilmu Administrasi, 12(2), 107�121.
Busro,
M. (2018). Teori-teori manajemen sumber daya manusia. Prenada Media.
Fauziah,
Y. (2021). Pengaruh Perkembangan Usaha mikro kecil Dan Menengah terhadap
pertumbuhan ekonomi di asean 4. Jurnal Ekonomi Akuntansi Dan Manajemen, 20(2),
160�176.
Haming,
M. (2022). Manajemen Produksi Modern: Operasi Manufaktur dan Jasa (Buku 2
Edisi 3). Bumi Aksara.
Haryono,
T., & Marniyati, S. (2017). Pengaruh market orientation, inovasi produk,
dan kualitas produk terhadap kinerja bisnis dalam menciptakan keunggulan
bersaing. Jurnal Bisnis Dan Manajemen (Journal of Business and Management),
17(2), 51�68.
Islachiyana,
R., Zunaidi, A., Puspitasari, D. A., & Mahmudi, D. (2023). Strategi
Pengendalian Biaya Produksi: Analisis Perlakuan Akuntansi Produk Cacat di Usaha
Kerajinan Terbang Bani Syafi�i. Proceedings of Islamic Economics, Business,
and Philanthropy, 2(1), 99�118.
Julianti,
S. (2018). Mastering Packaging for E-commerce. Gramedia Pustaka Utama.
Khoirunnisa,
A. (2021). Pemberdayaan Perempuan Dalam Pengelolaan Usaha Mikro di Desa Rejo
Basuki Kecamatan Seputih Raman Lampung Tengah. IAIN Metro.
Kurniasari,
R. D. (2018). Pengaruh Inovasi Produk, Kreativitas Produk, dan Kualitas Produk
Terhadap Keunggulan Bersaing (Studi Kasus Pada Kerajinan Enceng Gondok �AKAR.� Jurnal
Manajemen Bisnis Indonesia (JMBI), 7(5), 467�477.
Lastiawan,
Y. (2020). Analisis Penerapan Total Quality Management (TQM), Sistem
Pengukuran Kinerja, dan Biaya Kualitas Terhadap Efisiensi Biaya di Bagian
Produksi Melamin Pada PT. Presindo Central. KODEUNIVERSITAS041060#
UniversitasBuddhiDharma.
Lifani,
S., Ulfah, M., & Kusumadewi, R. (2022). Pengaruh Digital Marketing Dan
Kualitas Produk Terhadap Minat Pembelian Produk Usaha Siwang Nounna Saritie
Kabupaten Indramayu. Hawalah: Kajian Ilmu Ekonomi Syariah, 1(2),
83�92.
Mandasari,
D. J., Widodo, J., & Djaja, S. (2019). Strategi pemasaran usaha mikro,
kecil dan menengah (UMKM) Batik Magenda Tamanan Kabupaten Bondowoso. JURNAL
PENDIDIKAN EKONOMI: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi Dan Ilmu Sosial,
13(1), 123�128.
Manuella
Anwar, R., CS Magdalena, F., Widjaja, D., Frederica, D., Colline, F., Siswanto,
B., Wahyoedi, S., Desy Purnama, E., Tecoalu, M., & Saparso, S. (2017). Spirit
of Entrepreneurship: Sikap Mental.
Rosad,
A. M. (2019). Implementasi pendidikan karakter melalui managemen sekolah. Tarbawi:
Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan, 5(02), 173�190.
Sutrisno,
E. (2017). Manajemen Sumber Daya Manusia. Prenadamedia Group.
Wicaksana,
T., & Sunaryanto, L. T. (2021). Analyzing The Quality Control Of Milk Production
Using Statistical Process Control (SPC) Method In CV. Cita Nasional. AGRITEPA:
Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pertanian, 8(2), 100�113.