Beban Ton Mile Round Trip Rig dan Program Drilling Line Cutoff Sumur �AR�

 

Arief Rahman1, Ismanu Yudiantoro2

Institut Teknologi Petroleum Balongan (ITPB) Indramayu

[email protected]1, [email protected]2

 

Abstrak:

Sumur �AR� sedang melakukan pekerjaan Kerja Ulang Sumur, yaitu penutupan lapisan dengan cara menyumbat dengan semen di lapisan reservoir (penyimpan atau penghasil) migas, untuk pindah ke lapisan reservoir lainnya. Kategori kegiatan pengeboran ini termasuk pengeboran mudah. Tujuan dilakukan penelitian ini diantaranya menghitung ton-mile round trip (Tr atau RTTM), dan menentukan program pemotongan tali pengeboran. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data seperti tinggi menara rig, diameter tali pengeboran, diameter drum, berat lumpur, pounder drill-pipe (DP) 3 � inch, pounder drill-collar (DC) 4 � inch, jumlah DP sepanjang DC, panjang DP atau DC per stand, berat Block Assembly, dan kedalaman lubang bor. Selanjutnya, dilakukan perhitungan ton-mile round trip (Tr atau RTTM) dengan menghitung beban tali pengeboran per stand DP dan DC, lalu menghitung beban total tali pengeboran untuk satu kali round trip dan mengalikannya dengan jarak round trip. Setelah itu, penentuan program pemotongan tali pengeboran dilakukan dengan membandingkan nilai ton-mile round trip yang diperoleh dengan rentang 800-900 ton-mile. Berdasarkan hasil perhitungan, untuk pekerjaan 1x Tr hanya mendaptkan nilai 91,4 ton-mil, sehingga belum mencapai 800-900 ton-mil, artinya tali pengeboran belum perlu dilakukan pemotongan. Ketika akumulasi pekerjaan berada dalam rentang 800-900 ton-mil maka tali pengeboran dapat dilakukan pemotongan sepanjang 22.26 m atau 15.5 putaran drum. Berdasarkan penelitian yang dilakukan maka, dapat disimpulkan bahwa perhitungan ton-mile round trip (Tr atau RTTM) merupakan metode yang penting dalam menentukan kapan harus dilakukan pemotongan tali pengeboran. Perhitungan ini membantu menghindari risiko kerusakan atau putusnya tali pengeboran selama operasi pemboran.

 

Kata Kunci: Kerja Ulang Sumur, ton-mile round trip, pemotongan tali pengeboran.

 

Abstract:

The �AR� well is conducting a Well Re-Working job, which is closing the layer by plugging with cement in the oil and gas reservoir layer (storage or producer), to move to another reservoir layer. This drilling activity is categorized as easy drilling. The objectives of this research include calculating ton-mile round trip (Tr or RTTM), and determining the drilling string cutting program. This research uses data collection methods such as rig tower height, drilling string diameter, drum diameter, mud weight, pounder drill-pipe (DP) 3 � inch, pounder drill-collar (DC) 4 � inch, number of DP along DC, DP or DC length per stand, Block Assembly weight, and borehole depth. Next, the ton-mile round trip (Tr or RTTM) is calculated by calculating the drilling string load per DP and DC stand, then calculating the total drilling string load for one round trip and multiplying it by the round trip distance. After that, the determination of the drilling string cutting program is done by comparing the round trip ton-mile value obtained with the range of 800-900 ton-miles. Based on the calculation results, for 1x Tr work only gets a value of 91.4 ton-miles, so it has not reached 800-900 ton-miles, meaning that the drilling string does not need to be cut. When the accumulated work is in the range of 800-900 ton-miles, the drilling string can be cut along 22.26 m or 15.5 turns of the drum. Based on the research conducted, it can be concluded that ton-mile round trip (Tr or RTTM) calculation is an important method in determining when to cut the drilling string. This calculation helps avoid the risk of damage or breakage of the drilling string during drilling operations.

 

Keywords: Well Workover, ton-mile round trip, drilling-line cutoff.

 

Corresponding: Arief Rahman

E-mail: [email protected]

Description: https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Pengeboran (drilling) minyak bumi yaitu proses (membuat lubang) untuk mengambil minyak dari permukaan bumi, lebih tepatnya melalui sumur (lubang) dan pipa (Sekarputri, 2023). Saat penelitian ini, sumur �AR� dalam pekerjaan Workover, khususnya penutupan lapisan dengan menyumbat dengan semen atau cement plug di lapisan reservoir (penyimpan atau penghasil) migas, untuk pindah ke lapisan reservoir lainnya. Menurut Resesiyanto (2018), cement plug adalah penempatan bubur semen (cement slurry) dengan volume (tertentu) yang relatif kecil di dalam lubang sumur (borehole) (Resesiyanto, 2018).

 

Drilling System; Hoisting System

Dirangkum dari Suhascaryo (2020:2), Pada teknologi peralatan teknik pemboran putar dibagi menjadi empat (4) sistem utama dan dua (2) sistem penunjang. Untuk sistem utama meliputi sistem tenaga,� sistem angkat, sistem putar, sistem sirkulasi, dan sistem pencegah semburan liar. Sedangkan dua sistem penunjangnya meliputi sistem penyemenan dan sistem pemancingan (Suhascaryo, 2020). Hoisting system merupakan salah satu parameter yang krusial pada saat operasi pemboran berlangsung yaitu saat mengangkat dan menurunkan rangkaian pipa bor (drillstring), casing string, tubing dan peralatan-peralatan penunjang lainnya (Kalapain & Leonardo, 2022).

 

Gambar 1 Komponen Hoisting System (Drilling Manual, 2023)

Round Trip

Menurut API /American Petroleum Institute (2015), sebagian besar pekerjaan yang dilakukan oleh drilling line adalah melakukan perjalanan round-trip atau naik-turun (atau setengah perjalanan) yaitu memasukkan rangkaian drill-pipe (pipa bor) ke dalam lubang dan menarik tali keluar dari lubang (sumur pengeboran).

 

Gambar 2 Skema lubang sumur pengeboran (Cunha Jr. Et al, 2015)

Fluida Pengeboran

Di dalam lubang bor terdapat fluida pengeboran. Keberadaan fluida tersebut mengurangi berat peralatan pengeboran, karena ada faktor apung. Dalam Redhiza (2021), fluida pengeboran atau biasa disebut dengan lumpur pengeboran yaitu salah satu elemen paling penting di operasi pengeboran karena memiliki beberapa fungsi untuk memperlancar dan mendukung kegiatan pengeboran.

Istilah �berat� (weight) lebih sering digunakan dalam hubungannya dengan lumpur pengeboran dibandingkan dengan �densitas� (density), meskipun istilah densitas lebih tepat, satuannya yaitu pounds per gallon atau ppg (SigmaQuadrant, 2022).

 

Faktor Apung

Faktor Apung (Bouyancy Factor) adalah faktor kompensasi penurunan berat barang yang digunakan untuk menyesuaikan perendaman dalam cairan atau fluida pengeboran (drilling mud atau lumpur pengeboran). Buoyancy Factor menggunakan berat lumpur pengeboran (mud weight) dalam satuan ppg (pounds-per-gallon), (Akhtar, 2021).

Diambil dari Lapeyrose (2002: 20), rumus menghitung Bouyancy Factor (BF) adalah

BF = (65,5 � MW) / 65,5

MW adalah Mud Wieght atau berat lumpur pengeboran. Istilah berat peralatan pengeboran setelah dikalikan dengan Bouyancy Factor (BF) dapat disebut berat efektif.

 

Ton-Mile Round Trip

Satu ton-mile atau ton-mil atau TM, setara 10,560,000 foot-pounds, dan ekivalen untuk mengangkat 2,000 pounds sejauh 5,280 feet. Menurut API / American Petroleum Institute (2015), jumlah pekerjaan yang dilakukan tiap round trip (naik-turun) harus ditentukan dengan menggunakan rumus berikut:

Tr = ((D(Ls+D) Wm)/10.560.000) + 4((D(M+0,5C))/ 10.560.000))

atau

Tr = ((D(Ls+D) Wm)/10.560.000) + ((D(M+0,5C))/2.640.000))

Dimana:

Tr ������ = Ton-mil

D ������� = kedalaman lubang (ft)

Ls ������ = panjang stand drill pipe (ft)

N ������� = jumlah stands drill-pipe

Wm �� = berat efektif drill-pipe per ft (lb)

M������� = berat total dari traveling block � elevator assesment (lb)

C�������� = berat efektif drill-collar assembly � berat efektif drill-pipe sama panjang (lb)

 

Untuk menentukan perkiraan berapa ton-mil sebelum cutoff atau pemotongan drilling-line yang sedang digunakan dengan drilling-line baru, lihat grafik hubungan antara ton-mil, ketinggian menara rig (derrick height), danukuran diameter drilling-line, seperti ditunjukkan berikut ini:

 

Gambar 3 Hubungan antara ton-mil, ketinggian menara rig (derrick height), dan ukuran diameter drilling-line menurut API �(1999: 27), dalam Lyons, et al (2016)

 

Program Cut & Slip Drilling-Line

Tujuan program ini untuk menghindari drilling line yang putus karena beban lebih atau overload. Diambil dari Drilling Manual (2023), jumlah slip antar cut-off dapat bervariasi dari satu atau dua slip hingga sebanyak tujuh atau delapan. Hal ini tergantung pada panjang cut-off dan keadaan yang terlibat, seperti pekerjaan pengeboran (drilling) dan mengambil peralatan pengeboran yang tersangkut (tertinggal) di dalam sumur� atau disebut fishing job.

Berikut ini adalah rekomendasi dari API RP (Recommendation Practice) 9B, dengan data input diameter drum dan masa atau tinggi derrick (Menara rig), untuk jumlah putaran (laps) dari drum sebelum dilakukan pemotongan (cutoff) drilling line.

 

Gambar 4 Rekomendasi Panjang pemotongan (cut off) untuk tali pengeboran sistem putar

atau rotary drilling (Drilling Manual, 2023)

 

Diambil dari Drilling Manual (2023), untuk memastikan perubahan titik potong drilling line pada drum, dimana keausan dan kerusakan sangat parah, maka harus ditambahkan ke jumlah putaran yang tercantum pada gambar di atas, sejumlah 1/4 atau 1/2 putaran, dengan ketentuan sebagai berikut:

�       tambahan 1/4 lap untuk drum alur yang seimbang (counterbalanced groove drums).

�       tambahan 1/2 lap untuk semua tipe drum.

Konversi putaran drum drilling line (laps) menjadi panjang dapat disederhanakan menjadi

Panjang drilling-line potong = π x d x jumlah putaran

 

Potensi bahaya drilling-line putus

Perhitungan pemotongan tali pengeboran (drilling-line cut) sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya putus sehingga menyebabkan bahaya. Pentingnya pemilihan dan pemakain rig dalam operasi pemboran dapat mempengaruhi kesuksesan dalam operasi pemboran.Telah terjadi banyak kasus kecelakaan seperti menara rig yang rubuh karena tidak kuat menahan beban pada saat pemboran.Tentu saja kejadian tersebut dapat merugikan dari aspek efesiensi saat operasi berlangsung yang mengakibatkan terhambatnya operasi pemboran dan bertambahnya biaya operasi pemboran (Rivaldi, 2018).

 

Gambar 5 Contoh rekahan/putus tali pengoboran terletak di permukaannya (Peterka, et al., 2020)

 

Penelitian Terdahulu

Menurut penelitian terdahulu oleh Alexandri (2016) berjudul "Pemeliharan Drilling Line Dan Perhitungan Ton Mile Sebagai Upaya Optimasi Pada Drilling Line�, penelitian ini fokus pada perhitungan ton-mile round trip untuk sumur pemboran vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan ton-mile round trip dapat membantu menentukan kapan akan dilakukan pemotongan tali pengeboran. Penelitian oleh Putra (2022) berjudul "Evaluasi Perhitungan Ton Miles Terhadap Optimalisasi Pemakaian Drilling Line Ukuran 1" Pada Rig 350 Hp Di Sumur X, Y dan Z". Penelitian ini menganalisis dampak penggunaan tali pengeboran jika tidak dilakukan pemotongan tali pengeboran pada beberapa sumur. Penelitian oleh Hadid, and Mohammed (2022) berjudul " Optimal Choice of Travelling System Structure depending on Design Parameters of Hoisting System in Drilling Units of Oil and Gas Wells". Penelitian ini fokus pada efisiensi penggunaan ton-mile round trip untuk tali pengoboran menggunakan pemograman komputer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan ton-mile round trip dapat membantu menghindari risiko putusnya tali pengeboran.

Tujuan dilakukan penelitian ini diantaranya menghitung ton-mile round trip (Tr atau RTTM), dan menentukan program pemotongan tali pengeboran (drilling-line cutoff).

 

METODE PENELITIAN

Sumur �AR� terletak di lapangan Jatibarang. Saat pengambilan data, sedang dilakukan pekerjaan work over (kerja ulang) pindah lapisan (reservoir migas) disebabkan produksi minyak naik secara tiba-tiba, sehingga harus dilakukan plug semen pada lapisan yang bermasalah tersebut. Kategori pengeboran ini termasuk kategori easy drilling. Berikut ini adalah data program sumur untuk perhitungan ton-mile round-trip:

 

Data Sumur

Data-data yang digunakan dalam penelitian kali ini yaitu:

Tinggi Menara Rig����������������������������������������������������� = 34,7 m (113,8 ft)

Diameter Drilling line���� ������������������������������������������ = 1 1/8 inch = 1,125 inch

Diameter Drum������������������������������������������� ������������� = 18 inch

 

Mud Weight (MW)���������������������������������������������������� = 9,4 ppg

Pounder drill-pipe (DP) 3 � inch��������������� ������������� = 13,3 lb/ft

Pounder drill-collar (DC) 4 � inch��������������������������� = 46,8 lb/ft

Jumlah DP sepanjang DC����������������������������������������� = 6

Panjang DP atau DC per stand����������������� ������������� = 9,3 m (30,5 ft)

Berat Block Assembly����������������������������������������������� = 3000 kg (6614 lb)

Kedalaman lubang bor (D)�������������������������������������� = 2349 m (7707 ft)

 

Pengolahan Data

Tahapan pengolahan data untuk mendapatkan ton-mile round-trip, yang pertama adalah menghitung faktor apung atau Bouyancy Factor (bf), lalu berat efektif drill-pipe per ft (Wm), Berat efektif DC assembly, Berat efektif DP assembly, dan C (berat efektif drill-collar assembly � berat efektif drill-pipe sama panjang), untuk dimasukkan dalam persamaan ton-mile round-trip (Tr) menurut API / American Petroleum Institute (2015).

Setelah didapat nilai ton-mile round-trip, kemudian ditentukan nilai maksimalnya berdasarkan grafik pada Gambar3, berdasarkan nilai diamater drilling line dan tinggi menara rig (derrick height) sumur �AR�. Setelah itu ditentukan jumlah putaran (laps) drum, untuk dilakukan pemotongan drilling line.

 

 

Analisis Data

Analisis data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan. Pertama, melakukan perhitungan Ton-Mile Round Trip (Tr atau RTTM) menggunakan rumus Tr (ton-mile) = {(Berat DP + Berat DC) x Kedalaman Lubang Bor} / 2000. Perhitungan ini dilakukan untuk satu kali putaran (round trip) naik-turun alat di dalam lubang bor, dengan memanfaatkan data-data yang tersedia seperti berat DP (drill pipe) dan DC (drill collar), serta kedalaman lubang bor.

Selanjutnya, data Tr dianalisis untuk menentukan program pemotongan tali pengeboran (Drilling Line Cutoff). Jika hasil perhitungan Tr belum mencapai rentang 800-900 ton-mile, maka tali pengeboran belum perlu dilakukan pemotongan. Namun, jika Tr mencapai atau mendekati 900 ton-mile, maka dapat ditentukan panjang pemotongan tali pengeboran yang diperlukan dengan memanfaatkan data diameter tali pengeboran, diameter drum, serta panjang tali pengeboran per putaran drum, untuk menghindari kemungkinan bahaya putusnya tali pengeboran (drilling line)

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Langkah-langkah hasil perhitungan ton-mile round trip untuk program kerja ulang (work over) sumur AR adalah sebagai berikut:

 

Menghitung Bouyancy Factor (bf)

bf ��������� = (65,5 � MW) / 65,5

������������� = (65,5 � 9,4) / 65,5

������������� = 0,856

 

Menghitung berat efektif drill-pipe per ft (Wm)

Wm ����� = Pounder drill pipe (DP) 3 � inch * bf

������������� = 13,3 lb/ft * 0,856

������������� = 11,4 lb/ft

 

Selanjutnya adalah menghitung C, yaitu berat efektif DC assembly � berat efektif DP sama panjang (lb). Panjang rangkaian (N) sebagaimana diketahui yaitu 6 stand, dan Panjang DP atau DC per stand (Ls) yaitu 30,5 ft.

 

Berat efektif DC assembly ��������� = N * Pounder DC 4 � inch * Panjang DP per stand * bf������

��������������������������������������������������������� = 6 * 46,8 lb/ft * 30,5 ft * 0,856

��������������������������������������������������������� = 7369 lb

 

Berat efektif DP assembly ���������� = N * Pounder DC 4 � inch * Panjang DP per stand * bf������

��������������������������������������������������������� = 6 * 13,3 lb/ft * 30,5 ft * 0,856

���������������������������� ���������������������������� = 2094 lb

Maka,

C ���������� = Berat efektif DC assembly - Berat efektif DP assembly

������������� = 7369 lb - 2094 lb

������������� = 5275 lb

 

Sehingga

Tr ��������� = ((D(Ls+D) Wm)/10.560.000) + ((D(M+0,5C))/2.640.000))

������������� = ((7707 ft (30,5 ft +7707 ft) 11,4 lb/ft) / 10.560.000 lb.ft/ton-mil) +

��� (7707 ft (6614 lb + 0,5*5275 lb) / 2.640.000 lb.ft/ton-mil))

= 64,38 ton-mil+ 27 ton-mil

= 91,4 ton-mil

Selanjutnya menentukan jumlah nilai maksimal ton-mil berdasarkan grafik pada Gambar3, dengan cara melihat perpotongan antara nilai diamater drilling line 1 1/8 inch dengan nilai tinggi menara rig (derrick height) 113,8 ft sebagai berikut:

 

Gambar 6 Penentuan rentang nilai maksimal ton-mil sumur �AR�.

 

Dari Gambar 6 tersebut penentuan nilai maksimal ton-mil sumur �AR� untuk progam work over untuk cement plug ini termasuk kategori easy drilling, sehingga Tr maksimal adalah 800-900 ton mil. Dalam hal ini pekerjaan 1x round trip yang bernilai 91,4 ton-mil masih jauh di bawah dari angka maksimal tersebut. Dengan kata lain, masih bisa dilakukan 6x s.d 7x round trip dengan nilai ton-mil yang sama (91,4 ton-mil) sebelum dilakukan program pemotongan drilling-line.

Kemudian, untuk menentukan jumlah putaran (laps) drum drilling-line untuk kemudian dilakukan pemotongan drilling-line, berdasarkan tabel pada Gambar4, dengan cara melihat perpotongan antara nilai diamater drum �18 inch dengan nilai tinggi menara rig (derrick height) 113,8 ft sebagai berikut:

 

Gambar 7 Penentuan jumlah putaran (laps) drum sumur �AR�.

Dari gambar 7 tersebut penentuan jumlah putaran (laps) drum sumur �AR� untuk progam pemotongan drilling-line menurut API RP 9B ini yaitu 15 putaran, dan menurut Drilling Manual (2023), ditambahkan nilai � (karena tidak ada informasi jenis drum alur yang seimbang atau counterbalanced groove drums), sehingga pemotongan drilling-line pada drum dilakukan setelah 15,5 putaran (laps).

Jika dikonversi nilai putaran tersebut dalam satuan panjang

Panjang drilling-line potong ������ = π x d x no. of laps

��������������������������������������������������������� = (22/7) x 18 inch x 15,5

��������������������������������������������������������� = 876,86 inch

��������������������������������������������������������� = 22,26 meter

 

KESIMPULAN

Berdasarkan perhitungan yang sudah dilakukan, dapat disimpulkan beberapa hal yaitu: untuk pekerjaan 1x Tr hanya mendaptkan nilai 91,4 ton-mil, sehingga belum mencapai 800-900 ton-mil, artinya tali pengeboran (drilling-line) belum perlu dilakukan pemotongan (cutoff). Ketika akumulasi pekerjaan berada dalam rentang 800-900 ton-mil maka tali pengeboran dapat dilakukan pemotongan sepanjang 22.26 m atau 15.5 putaran drum.

 

DAFTAR PUSTAKA

Akhtar, Waheed. (2021). Oil Drilling Buoyancy Factor. Retrieved June 1, 2024, from https://handyman-calculator.com/oil-drilling-buoyancy-factor/

Alexandri, Agus. (2016). Pemeliharan Drilling Line Dan Perhitungan Ton Mile Sebagai Upaya Optimasi Pada Drilling Line. Swara Patra: Majalah Ilmiah PPSDM Migas, 6(3). https://ejurnal.ppsdmmigas.esdm.go.id/sp/index.php/swarapatra/article/ view/124/142

API. 2015. Recommended Practice on Application, Care, and Use of Wire Rope for Oilfield Service � 14th edition. retrieved Juni 1, 2024. API Publishing Services, 1220 L Street, NW, Washington.

Cunha Jr, Americo Cunha Jr., Christian Soize., and Rubens Sampaio. 2015. Computational modeling of the nonlinear stochastic dynamics of horizontal drillstrings https://www.researchgate.net/publication/281240695_Computational_modeling_of_the_nonlinear_stochastic_dynamics_of_horizontal_drillstrings diakses tanggal 1 Juni 2024

Drilling Manual. 2023. Hoisting System In Drilling Rig Guide. https://www.drillingmanual.com/drilling-rig-hoisting-system/ retrieved Juni 1, 2024 2024

Hadid, Mahmoud M., and Ahmed A. Mohammed. (2022). Optimal Choice of Travelling System Structure depending on Design Parameters of Hoisting System in Drilling Units of Oil and Gas Wells. Journal of Petroleum Research and Studies, No. 34 part 1, March 2022, pp.121-136

Kalapain, Yehezkiel., & Leonardo Davinci Massolo. (2022). Analisa Berat Beban Hoisting System Pada Operasi Kerja Ulang Dan Perbaikan Sumur Di Lapangan �Y�. INTAN Jurnal Penelitian Tambang Volume 5, Nomor 1, 2022.

Lapeyrose, Norton J. 2002. Formulas Calculations for Drilling, Production, Workover - Second Edition. Gulf Professional Publishing: USA

Lyons, William C., Gary J. Plisga, and Michael D. Lorenz. 2016. Standard Handbook of Petroleum and Natural Gas Engineering. Elsevier inc

Peterka, Pavel., Jozef Kre��k, Marek Vojtko, Branislav Halek, David Heinz . (2020).The failure analysis of the drilling rig hoisting steel wire rope. Eksploatacja i Niezawodnosc � Maintenance and Reliability Vol. 22, No. 4, 2020.

Putra, Syailendra Maha Fijar Sanjaya. (2022). Evaluasi Perhitungan Ton Miles Terhadap Optimalisasi Pemakaian Drilling Line Ukuran 1" Pada Rig 350 Hp Di Sumur X, Y dan Z. Laporan Tugas Akhir - Universitas Pertamina. https://library.universitaspertamina.ac.id/xmlui/handle/123456789/6470?show=full

Resesiyanto, Hastowo. (2018). Calculation Of Cementing Material With Plug Balance Method At Plug Cement Program Of Well X Field Y: Perhitungan Kebutuhan Material Penyemenan Dengan Metode Balance Plug Pada Program Cement Plug Sumur X Lapangan Y. INTAN Jurnal Penelitian Tambang, 1(1), 38�43.

Redhiza, Reifandi. 2021. Fluida Pengeboran. https://rigsis.com/2021/04/fluida-pengeboran/#:~:text=Fluida%20pengeboran%20atau%20yang%20biasa,memperlancar%20dan%20mendukung%20kegiatan%20tersebut diakses tanggal 1 Juni 2024

Rivaldi, Muhammad. 2018. Evaluasi Kapasitas Rig Onshore Untuk Pemboran Berarah� Tipe �S� Pada Sumur X Lapangan Y. Jurnal Petro 2018, Volume VII No. 1 April 2018

Sekarputri, Nadhira. (2023). Proses Pengeboran Minyak Bumi beserta Manfaatnya. Retrieved June 1, 2024, from https://solarindustri.com/blog/pengeboran-minyak-bumi/

SigmaQuadrant. (2022). Mud Weight. Retrieved June 1, 2024, from https://www.sigmaquadrant.com/mud-weight/

Suhascaryo, K. R. T. (2020). Teknologi Peralatan Teknik Pemboran. Pusat Kajian Geoteknologi Mineral LPPM UPN "Veteran": Yogyakarta