Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Mutu Sekolah DI SDN Karangjati 02 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang

Ayu Inayah1, Rasiman2, Sumarno3

Universitas PGRI Semarang, Indonesia

�[email protected]

 

Abstrak:

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan yang memungkinkan guru untuk mengakomodasi perbedaan individual siswa dalam hal kecepatan belajar, minat, gaya belajar, dan kebutuhan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendesripsikan efektivitas, dampak dan respon pembelajaran berdiferensiasi dalam meningkatkan mutu sekolah SD Negeri Karangjati 02 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisi kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) efektivitas pembelajaran berdiferensiasi terhadap mutu sekolah di SDN Karangjati 02 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang sudah berjalan efektif dan dapat meningkatkan mutu sekolah dari segi peningakatan kompetensi guru dan prestasi akademik siswa. Namun demikian dalam pembelajaran berdiferensasi belum melibatkan wali murid/oran tua siswa secara optimal; (2) pembelajaran berdiferensiasi di SDN Karangjati 02 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang berdampak pada sekolah, guru dan siswa. Dampak yang dirasakan sekolah adalah implementasi kurikulum merdeka semakin baik; dampak bagi guru antara lain guru merasa tertantang, guru rajin mengikuti pelatihan dan pendidikan, workshop, IHT, mengikuti program guru penggerak dan selalu ingin belajar; sedangkan dampak bagi siswa antara lain: nilai akademik siswa meningkat dan siswa merasa senang, termotivas dan percaya diri; (3) pembelajaran berdiferensiasi di SDN Karangjati 02 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang mendapatkan respon yang sangat baik dari kepala sekolah, guru dan siswa. Kepala sekolah sangat mendukung dengan pembelajaran berdiferensiasi, guru menjadi semangat belajar dan ingin meningkatkan kompetensinya dan siswa sangat senang karena nilai akademiknya meningkat.

 

Kata kunci: Pembelajaran berdiferensiasi, mutu sekolah, Sekolah Dasar

 

Abstract:

Differentiated learning is an approach that allows teachers to accommodate individual differences in students in terms of learning speed, interests, learning styles, and other needs. The purpose of this study was to analyze and describe the effectiveness, impact and response of differentiated learning in improving the quality of SDN Karangjati 02, Bergas District, Semarang Regency. This research method uses a qualitative descriptive method with a qualitative research type, the subjects of this study are the principal, teachers, and students. Data collection techniques are interviews, documentation and observation. Data analysis used is qualitative analysis including data collection, data reduction, data display and drawing conclusions. The results of the study indicate that: (1) the effectiveness of differentiated learning on school quality at SDN Karangjati 02, Bergas District, Semarang Regency has been running effectively and can improve school quality in terms of increasing teacher competence and student academic achievement. However, in differentiated learning, guardians/parents of students have not been optimally involved; (2) differentiated learning at SDN Karangjati 02, Bergas District, Semarang Regency has an impact on schools, teachers and students. The impact felt by the school is that the implementation of the independent curriculum is getting better; the impact on teachers includes teachers feeling challenged, teachers diligently participating in training and education, workshops, IHT, participating in the teacher movement program and always wanting to learn; while the impact on students includes: students' academic grades increase and students feel happy, motivated and confident; (3) differentiated learning at SDN Karangjati 02, Bergas District, Semarang Regency received a very good response from the principal, teachers and students. The principal is very supportive of differentiated learning, teachers are enthusiastic about learning and want to improve their competence and students are very happy because their academic grades have increased.

 

Keywords:Differentiated learning, school quality, primary school

����������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������

Corresponding: Ayu Inayah

E-mail: [email protected]

 

PENDAHULUAN

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan suatu pendekatan dalam konteks proses belajar mengajar di mana setiap siswa diberikan kesempatan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap materi pelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, minat yang dimiliki, dan kebutuhan individu yang berbeda. Dengan pendekatan ini, guru tidak hanya menyajikan informasi secara seragam kepada seluruh kelas, tetapi juga secara aktif menyesuaikan metode pengajaran, materi, serta penilaian untuk mengakomodasi variasi dalam gaya belajar, tingkat penguasaan materi, dan kecepatan belajar masing-masing siswa. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat merasa terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran, tidak merasa terpinggirkan, dan memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan akademik sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga pada pemberdayaan setiap siswa dalam mencapai pencapaian belajar yang optimal (Magee dan Breaux, 2010).

Tomlinson dan Moon (2013) mengemukakan lima prinsip dasar yang menjadi pijakan bagi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi(Kamal, 2021). Pertama adalah menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan inklusif, di mana setiap siswa merasa diterima dan didukung dalam proses belajar mereka(Suyitno & Yahiji, 2023). Kedua, pentingnya memiliki kurikulum yang berkualitas, yang dirancang secara fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan beragam siswa. Prinsip ketiga adalah asesmen berkelanjutan, di mana guru terus menerus memantau perkembangan siswa dan menggunakan data asesmen untuk menginformasikan praktik pembelajaran mereka. Keempat, pengajaran yang responsif mengacu pada kemampuan guru untuk menyesuaikan metode pengajaran, materi, dan penilaian sesuai dengan kebutuhan individu dan kelompok siswa(Moleong, 2018). Terakhir, prinsip kelima menyoroti pentingnya kepemimpinan dan rutinitas di kelas, di mana guru memainkan peran utama dalam menciptakan atmosfir yang mendukung dan menjaga disiplin yang konsisten untuk mendukung pembelajaran yang efektif(Muktamar, Jalil, Tang, & Miharja, 2023). Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini secara konsisten, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang berbeda-beda namun tetap relevan dan bermakna bagi setiap siswa(Adnin et al., 2023).

 

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks pendidikan dasar memiliki berbagai manfaat yang signifikan. Salah satunya adalah menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap siswa, tanpa memandang karakteristiknya, merasa diterima dan dihargai. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru untuk mengajar secara lebih efektif dengan memperhatikan keberhasilan dan perkembangan individual setiap siswa. Selain itu, pendekatan ini juga memfasilitasi kebutuhan belajar yang beragam di antara siswa, sehingga setiap individu dapat mengakses materi pelajaran sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan mereka. Tak hanya itu, pembelajaran berdiferensiasi juga mendorong terjalinnya kerjasama yang erat antara guru dan siswa, memperkuat hubungan positif di dalam kelas dan membantu menciptakan atmosfir belajar yang kondusif(Marlina, 2020). Dengan demikian, penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam pendidikan dasar tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan sosial yang penting bagi perkembangan mereka (Evaristiayu,A.A., 2022).

SD Negeri Karangjati 02 telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi selama dua tahun sejak mengadopsi Kurikulum Merdeka, meskipun dengan kemampuan yang seadanya dan sambil terus belajar. Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adaptif, para guru di sekolah ini berusaha menyesuaikan metode pengajaran, materi, dan evaluasi untuk memenuhi kebutuhan individual siswa, meskipun seringkali menghadapi keterbatasan sumber daya dan pengalaman.Dengan semangat dan dedikasi, mereka secara perlahan mengintegrasikan pendekatan berdiferensiasi, seperti memberikan tugas yang bervariasi, menggunakan media pembelajaran yang beragam, dan menyesuaikan kecepatan belajar(Marantika, Tomasouw, & Wenno, 2023). Penerapan Kurikulum Merdeka telah memberikan kerangka fleksibel yang membantu para guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih responsif dan kontekstual. SD Negeri Karangjati 02 tergolong salah satu sekolah yang istimewa di Kecamatan Bergas karena berhasil mendapatkan BOS Kinerja dengan berkinerja baik dilihat dari Rapor Pendidikan(Marlina, 2020).Dalam analisis rapor pendidikan, terlihat adanya kenaikan kualitas pembelajaran selama 2 tahun terakhir di SD Negeri Karangjati 02. Suasana kelas yang kondusif, didukung oleh dukungan afektif dan aktivasi kognitif dari guru yang konstruktif, telah menjadi ciri pembelajaran yang optimal di sekolah ini. Kenaikan kualitas pembelajaran tercermin dalam beberapa aspek, termasuk keterlibatan siswa yang semakin meningkat dalam proses belajar, hasil belajar yang menunjukkan peningkatan, dan respons positif dari siswa terhadap metode pembelajaran yang diterapkan(Magee & Breaux, 2013).

Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi telah memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan di SD Negeri Karangjati 02(Astria & Kusuma, 2023). Namun, sementara kenaikan kualitas pembelajaran menjadi fenomena yang menarik, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi secara mendalam implikasi dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap mutu sekolah secara keseluruhan. Dengan demikian, akan menjadi lebih jelas bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat terus ditingkatkan untuk memberikan manfaat maksimal bagi seluruh siswa di SD Negeri Karangjati 02 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang(Supriyadi et al., 2022).

 

 

 

 

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data dan penarikan Kesimpulan (Yanti, Montessori, & Nora, 2022).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Efektivitas Pembelajaran Berdiferensiasi

Efektivitas pembelajaran berdiferensiasi di SD Negeri Karangjati 02 Kabupaten Semarang dilaksanakan melalui tiga kegiatan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi atau refleksi. Hal ini sesuai dengan pendapat Mariati (2021) bahwa pembelajaran berdiferensiasi melibatkan tiga tahapan yang berurutan, yaitu tahap permulaan, tahap implementasi, dan tahap penilaian atau evaluasi(Moleong, 2018).

a.  Perencanaan pembelajaran berdiferensiasi

Astuti sebagaimana dikutip Kalangi, Sumual dan Lengkong (2023) berpendapat bahwa pembelajaran berdiferensiasi dilakukan melalui 3 langkah, yaitu: Pertama, melaksanakan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar, dan profil belajar murid. Kedua, merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil asesmen diagnostik. Ketiga, menyusun asesmen/evaluasi dan refeleksi hasil belajar siswa.

Guru SD Negeri Karangjati 02 melakukan asesmen diagnostik awal, yang dilakukan di awal tahun pelajaran sebelum pembelajaran dimulai. Metode asesmen diagnostik antara lain menggunakan teknik: pre tes (lembar pre tes ataupun google form), asesmen non kognitif dan kognitif, memberikan pertanyan-peratanyaa sebelum pembelajaran di mulai, berkoordinasi dengan wali murid dengan menanyakan kondisi dan karakter siswa melalui group whatsapp paguyuban wali murid. Hasil dari asesemen diagnostik inilah yang menjadi hasil pemetaan kebutuhan belajar siswa. Langkah selanjutnya adalah merencanakan pembelajaran yang tertuang dalam modul ajar. Penyusunan modul ajar di SD Negeri Karangjati 02 dilakukan di awal tahun pelajaran, secara unum modul ajar pembelajaran berdiferensiasi yang dibuat guru SD Negeri Karangjati 02 mengikuti pedoman penyusunan modul ajar kurikulum merdeka yang secara garis besar terdiri dari tiga bagian yaitu: informasi umum, komponen inti, dan lampiran. Modul ajar dibuat sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, dengan mempertimbangkan apa yang akan dipelajari sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangn jangka panjang. Sedangkan rencana asesmen yang digunakan dalam pembelajaran berdiferensiasi ada dua yaitu asesmen formatif dan sumatif.

b. Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil bahwa pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di SD Negeri Karangjati 02 Kabupaten yang dilakukan guru sudah berjalan efektiv atau cukup baik. Marlina (2020) menyebutkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan penyesuaian terhadap minat, preferensi belajar, dan kesiapan siswa untuk mencapai peningkatan hasil belajar. Guru SD Negeri Karangjati 02 melakukan pembelajaran diferensiasi bertujuan untuk menjawab kebutuhan, gaya, atau minat belajar dari masing-masing peserta didik.

Tahap awal kegiatan pembelajaran berdiferensiasi di SD Negeri Karangjati 02 guru mempersiapakan perangkat ajar dengan lengkap, dan melaksanakannya sesusai dengan perencanana yang sudah direncanakan, guru melaksanakan pembelajaran berdiferensisai sesuai dengan modul ajar yang telah direncanakan. Penggunaan metode pembelajaran bervariasi dan beragam, guru menggunakan berbagai sumber belajar dan media belajar, termasuk Laptop, LCD, speaker, ular tangga normal, dadu dan pion, video, kertas dan pensil serta pos it, ini membantu siswa dengan gaya belajar yang berbeda untuk lebih terlibat dalam pembelajaran, dan pemberian dukungan berupa arahan dan pemahaman materi terhadap siswa yang belum menguasai materi.

Sebelum pelajaran dimulai diwali dengan berdo�a, membaca asmaul khusna dan menyanyikan lagu wajib, baru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari. Adapun stratgei yang digunakan antara lain: menonton video tentang materi, membagi siswa kedalam kelompok-kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 anak; guru juga menggunakan metode pembelajaran variaif meliputi: ceramah, melakukan kolaborasi dan diskusi, presentasi dan pemberian tugas diakhir pelajaran.

Pada tahap pelaksanaan ini, peneliti tidak menemukan pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan guru belum melibatkan orang tua atau wali murid. Orang tua atau wali murid memegang peran penting dalam pembelajaran berdiferensiasi. Guru harus melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran dan memastikan bahwa orang tua memahami tujuan dan strategi pembelajaran yang digunakan. Melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran juga membantu guru untuk mengetahui lebih banyak tentang kebutuhan dan kemampuan siswa, sehingga pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih efektif.

c.  Evaluasi dan refleksi pembelajaran berdiferensiasi

Evaluasi dan refleksi pembelajaran berdiferensiasi di SD Negeri Karangjati 02 dilakukan untuk mengevaluasi pembelajaran berdiferensiasi secara keseluruhan dan evaluasi dan refleksi yang merupakan bagian dari proses pembelajaran atau kurikulum yaitu berupa evaluasi hasil belajar yang dilakukan oleh guru baik pada saat pembelajaran berlangsung maupun evaluasi hasil belajar pertengahan dan akhir semseter sebagai penentu nilai akhir siswa atau nilai raport siswa.

Evaluasi dan refleksi pembelajaran berdiferensiasi secara keseluruhan dilakukan satu minggu sekali melalui rapat refleksi bersama guru untuk membahas dan merefleksi apa yang sudah dilakukan dalam pembelajaran, kegiatan ini melibatkan kepala sekolah dan semua guru. Sedangkan evaluasi dan refleksi yang dilakukan guru adalah membuat dan menyusun asesmen formatif dan sumatif. Evaluasi� dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung sedangkan asesmen sumatif bertujuan untuk mengetahui atau mengukur sejauh mana siswa mencapai tujuan pembelajaran atau capaian pembelajaran. Hasil dari asesmen sumatif ini dipakai untuk menentukan nilai akhir siswa, sedangkan hasil asesmen formatif tidak� dipakai untuk menentukan nilai akhir siswa.

Asesemen yang dilakukan guru SD Negeri Karangjati 02 sesuai dengan Panduan Pembelajaran dan Asesmen oleh BSKAP Kemdikbud RI (2022: 26-27) dimana dijelaskan bahwa pendidik dianjurkan untuk melakukan asesmen-asesmen antara lain: (1) asesmen formatif meliputi; asesmen di awal pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan peserta didik untuk mempelajari materi ajar dan mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan dan asesemen di dalam proses pembelajaran yang dilakukan selama proses pembelajaran untuk mengetahui perkembangan peserta didik dan sekaligus pemberian umpan balik yang cepat; (2) asesmen sumatif, yaitu asesmen yang dilakukan untuk memastikan ketercapaian keseluruhan tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan pada akhir proses pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih tujuan pembelajaran, sesuai dengan pertimbangan pendidik dan kebijakan satuan pendidikan. Berbeda dengan asesmen formatif, asesmen sumatif menjadi bagian dari perhitungan penilaian di akhir semester, akhir tahun ajaran, dan/atau akhir jenjang

 

 

Dampak Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi sangat berdampak pada guru dan siswa, dimana guru dan siswa merasa senang dan antusias dalam pembelajaran, nilai akademik siswa meningkat secara signifikan, siswa merasa termotivasi dan percaya diri, serta secara otomatis guru dan siswa mendukung implementasi kurikulum merdera di SD NEGERI Karangjati 02 Kabupaten Semarang. Marantika, dkk., (2023) berpendapat bahwa indikator keberhasilan suatu pembelajaran berdiferensiasi adalah siswa merasa nyaman dalam belajar, adanya peningkatan keterampilan baik segi hard skill atau softskill, dan adanya kesuksesan belajar dari seorang murid yaitu murid mampu merefleksikan diri kemampuannya dimulai dari titik awal pembelajaran sampai peningkatan diri selama proses pembelajaran dan pada akhir pembelajaran.

Hal yang sama juga disampaikan Suminingsih (2023) bahwa indikator dari keberhasilan pembelajaran berdifferensiasi antara lain peserta didik memiliki pemahaman materi pembelajaran yang lebih baik, perubahan dalam kemampuan pemecahan masalah peserta didik, peningkatan dalam keterlibatan peserta didik pada partisipasi dalam diskusi, atau kemauan untuk berbagi pendapat dan ide, peningkatan motivasi belajar, semangat untuk mencari informasi tambahan, atau minat dalam mengikuti diskusi dan aktivitas pembelajaran, peningkatan nilai atau prestasi akademik peserta didik. Melalui proses pembelajaran berdifferensiasi, maka potensi dapat diwujudkan dalam bentuk prestasi hasil belajar atau kecakapan nyata dalam berbagai aspek kehidupan dan perilaku. Penelitian ini juga sejalan dengan hasil penelitian Kamal (2021) dan Herwina (2021) dalam penelitiannya dijelaskan bahwa melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi menunjukkan peningkatan yang nyata dalam aktivitas belajar serta hasil belajar siswa.

Respons Terhadap Pembelajaran Berdiferensiasi

Kepala sekolah SD Negeri Karangjati 02 sangat mendukung dengan pembelajaran berdiferensiasi oleh guru, dukungan yang diberikan kepala sekolah agar pembelajaran berdiferensiasi berjalan efektif dan baik antara lain dengan mengadakan pelatihan, pendidikan, workshop, in house trainig (IHT), webinar yang dilakukan setiap minggu. Sedangkan guru SD NEGERI Karangjati 02 beranggapan bahwa pembelajara berdiferensiasi merupakan sesuatu atau hal yang baru, namun demikian para guru terus belajar dan meningkatkan kompetensinya melalui belajar dengan teman sejawat, mengikuti pelatihan, pendidikan, workshop, in hous training (IHT), pelatihan mandiri melalui platform meredeka mengajar (PMM). dukungan yang diberikan kepala sekolah merupakan upaya untuk memberikan pemahaman kepada guru tentang pembelajaran bediferensiasi. Astuti (2023) menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan yang dimulai dengan pemahaman kurikulum merdeka membantu guru memahami pembelajaran berdiferensiasi.

Penelitian ini sejalan dengan penelitian oleh Supriyadi, Lia, Rusilowati, dkk., (2023) bahwa untuk mencapai tujuan pembelajaran berdiferensiasi, maka ada beberapa solusi antara lain adalah: (1) pelatihan mengenai pembelajaran berdiferensiasi secara holistik, (2) pendampingan dan penugasan guru-guru praktik merancang pembelajaran berdiferensiasi dan menyusun asesmennya, (3) mengajak guru merasakan pembelajaran berdiferensiasi melalui pelatihan, (4) pendampingan berkelanjutan. Dukungan yang dilakukan kepala sekolah SD NEGERI Krangjai 02 Kabupaten Semarang dengan melakukan berbagai pelatihan dan pendidikan sudah mejawab persoalan yang dihadapai guru SD NEGERI Karangjati 02 itu sendiri(Fauzi, 2022).

Mariati, dkk. (2021: 40) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi meliputi diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk dan lingkungan belajar dalam pembelajaran berdiferensiasi(Evaristiayu, 2022). Dalam hal pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi di SD NEGERI Karangjati 02, mayoritas siswa pada dasarnya merasa senang dengan pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan oleh Bapak/Ibu guru, ada yang senang karena dikelompokkan setiap pembelajaran berlangsung, ada yang merasa senang karena bisa belajara bersama dan mengerjakan soal bersama dengan temannya, ada yang merasa senang karena diberi kebebesan untuk mementukan kelompoknya, mersa senang karena beragi dalam mengerjakan tugas dengan temannya, membuat jadwal piket dan menghias kelas bersama, yang membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, dan merasa senang karea hasil belajarnya juga meningkat, ada yang mersa senang karena selama pembelaaran menggunakan metode yang bervariatif, denga menonton video dan belajar sambil bemain, sehingg belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah dipahami(Herwina, 2021). Hasil penelitian ini sesuai dengan pendapat Suminingsih (2023) yang menjelaskan bahwa indikator keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi dapat dirangkum antara lain: siswa merasa nyaman dan aktif dalam belajar, peningkatan keterampilan baik hard skill dan soft skill, kesuksesan belajar siswa (seperti peningkatan nilai atau kemampuan yang lebih baik), meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, mempercepat perkembangan siswa dengan materi yang sesuai, dan meningkatkan pemahaman konsep dengan menggunakan berbagai metode pengajaran.

 

KESIMPULAN

Pembelajaran berdiferensiasi terhadap mutu pendidikan di SD Negeri Karangjati 02 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang sudah berjalan efektif, dan dapat meningkatkan mutu sekolah dari segi peningakatan kompetensi guru dan prestasi akademik siswa. Namun demikian dalam pembelajaran berdiferensasi belum melibatkan wali murid/oran tua siswa secara optimal. Dampak pembelajaran berdiferensiasi bagi sekolah adalah implementasi kurikulum merdeka semakin baik, bagi guru merasa tertantang, guru rajin mengikuti pelatihan dan pendidikan, workshop, IHT, engikuti program guru penggerak dan nilai akademik siswa meningkat. Adapun respon terhadap pembealajaran berdiferensias sangat baik dari kepala sekolah, guru dan siswa. Kepala sekolah sangat mendukung dengan pembelajaran berdiferensiasi, guru menjadi semangat belajar dan ingin meningkatkan kompetensinya dan siswa sangat senang karena nilai akademiknya meningkat. Dari hasil penelitian terdapat beberapa saran antara lain: kepala sekolah hendaknya menambah kerja sama dengan wali/orang tua siswa untuk terlibat dalam pembelajaran berdiferensaisi, guru sebaiknya aktif dalam mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran, dan selalu memanfaatkan komunitas belajar yang ada.

 

DAFTAR PUSTAKA

Adnin, Ismi, Sapriya, Sapriya, Nuriyani, Riska, Ramadhan, Abhi Rachma, Damayanti, Siska, & Putra, Agung Nugraha. (2023). Analisis Implikasi Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada Pembelajaran PKn. Educatio, 18(2), 304�314.

Astiti, Kadek Ayu, Lantik, Vinsensius, & Sukarjita, I. Wayan. (2023). Pelatihan penyusunan RPP Pembelajaran berdiferensiasi untuk mewujudkan merdeka belajar di SMA N 2 Kupang Timur. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(2), 1367�1373.

Astria, Restu, & Kusuma, Anggun Badu. (2023). Analisis pembelajaran berdiferensiasi untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Proximal: Jurnal Penelitian Matematika Dan Pendidikan Matematika, 6(2), 112�119.

Evaristiayu, Ancilla Adjeng. (2022). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 4 Malang. Universitas Negeri Malang.

Fauzi, Achmad. (2022). Implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Jurnal Pahlawan| Vol, 18(2).

Herwina, Wiwin. (2021). Optimalisasi kebutuhan murid dan hasil belajar dengan pembelajaran berdiferensiasi. Perspektif Ilmu Pendidikan, 35(2), 175�182.

Kamal, Syamsir. (2021). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam upaya meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas xi mipa sma negeri 8 barabai. JUrnal PembeLAjaran Dan PendidiK, 1(1), 409651.

Magee, Monique, & Breaux, Elizabeth. (2013). How the best teachers differentiate instruction. Routledge.

Marantika, Juliaans E. R., Tomasouw, Jolanda, & Wenno, Eldaa C. (2023). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi di kelas. German F�r Gesellschaft (J-Gef�ge), 2(1), 1�8.

Marlina, Marlina. (2020). Strategi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah inklusif.

Moleong, Lexy J. (2018). Metode penelitian kualitatif, cetakan ke-37. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Muktamar, Ahmad, Jalil, Abdul, Tang, Muhammad, & Miharja, Jaja. (2023). Kurikulum Merdeka Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Perspektif Pendidikan Islam. Journal of International Multidisciplinary Research, 1(2), 246�251.

Supriyadi, Supriyadi, Lia, Roudloh Muna, Rusilowati, Ani, Isnaeni, Wiwi, Susilaningsih, Endang, & Suraji, Suraji. (2022). Penyusunan instrumen asesmen diagnostik untuk persiapan kurikulum merdeka. Journal of Community Empowerment, 2(2), 67�73.

Suyitno, Sri Dinawaty, & Yahiji, Kasim. (2023). Implikasi Perencanaan Kurikulum Merdeka Belajar dalam Pembelajaran Berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Telaga. Journal of Islamic Education Management Research, 2(2), 1�11.

Yanti, Novia Sri, Montessori, Maria, & Nora, Desi. (2022). Pembelajaran Ips Berdiferensiasi Di Sma Kota Batam. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 4(3), 203�207.