Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Terhadap
Mutu Sekolah DI SDN Karangjati 02 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang
Ayu Inayah1,
Rasiman2, Sumarno3
Universitas PGRI Semarang, Indonesia
Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan yang memungkinkan
guru untuk mengakomodasi perbedaan individual siswa dalam hal kecepatan
belajar, minat, gaya belajar, dan kebutuhan lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis
dan mendesripsikan efektivitas, dampak dan respon pembelajaran berdiferensiasi
dalam meningkatkan mutu sekolah SD Negeri Karangjati 02 Kecamatan Bergas
Kabupaten Semarang. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian kualitatif, subjek penelitian ini adalah kepala
sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara,
dokumentasi dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisi kualitatif
meliputi pengumpulan data, reduksi data, display
data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) efektivitas
pembelajaran berdiferensiasi terhadap mutu sekolah di SDN Karangjati 02
Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang sudah berjalan efektif dan dapat
meningkatkan mutu sekolah dari segi peningakatan kompetensi guru dan prestasi
akademik siswa. Namun demikian dalam pembelajaran berdiferensasi belum
melibatkan wali murid/oran tua siswa secara optimal; (2) pembelajaran berdiferensiasi
di SDN Karangjati 02 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang berdampak pada
sekolah, guru dan siswa. Dampak yang dirasakan sekolah adalah implementasi
kurikulum merdeka semakin baik; dampak bagi guru antara lain guru merasa
tertantang, guru rajin mengikuti pelatihan dan pendidikan, workshop, IHT,
mengikuti program guru penggerak dan selalu ingin belajar; sedangkan dampak
bagi siswa antara lain: nilai akademik siswa meningkat dan siswa merasa senang,
termotivas dan percaya diri; (3) pembelajaran berdiferensiasi di SDN Karangjati
02 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang mendapatkan respon yang sangat baik dari
kepala sekolah, guru dan siswa. Kepala sekolah sangat mendukung dengan
pembelajaran berdiferensiasi, guru menjadi semangat belajar dan ingin meningkatkan
kompetensinya dan siswa sangat senang karena nilai akademiknya meningkat.
Kata kunci: Pembelajaran berdiferensiasi, mutu sekolah,
Sekolah Dasar
Abstract:
Differentiated learning is an approach that
allows teachers to accommodate individual differences in students in terms of
learning speed, interests, learning styles, and other needs. The purpose of
this study was to analyze and describe the effectiveness, impact and response
of differentiated learning in improving the quality of SDN Karangjati 02,
Bergas District, Semarang Regency. This research method uses a qualitative
descriptive method with a qualitative research type, the subjects of this study
are the principal, teachers, and students. Data collection techniques are
interviews, documentation and observation. Data analysis used is qualitative
analysis including data collection, data reduction, data display and drawing
conclusions. The results of the study indicate that: (1) the effectiveness of
differentiated learning on school quality at SDN Karangjati 02, Bergas
District, Semarang Regency has been running effectively and can improve school
quality in terms of increasing teacher competence and student academic
achievement. However, in differentiated learning, guardians/parents of students
have not been optimally involved; (2) differentiated learning at SDN Karangjati
02, Bergas District, Semarang Regency has an impact on schools, teachers and
students. The impact felt by the school is that the implementation of the
independent curriculum is getting better; the impact on teachers includes
teachers feeling challenged, teachers diligently participating in training and
education, workshops, IHT, participating in the teacher movement program and
always wanting to learn; while the impact on students includes: students'
academic grades increase and students feel happy, motivated and confident; (3)
differentiated learning at SDN Karangjati 02, Bergas District, Semarang Regency
received a very good response from the principal, teachers and students. The
principal is very supportive of differentiated learning, teachers are
enthusiastic about learning and want to improve their competence and students
are very happy because their academic grades have increased.
Keywords:Differentiated learning, school
quality, primary school
����������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pembelajaran berdiferensiasi merupakan suatu pendekatan dalam konteks proses belajar mengajar di mana setiap siswa diberikan kesempatan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam terhadap materi pelajaran sesuai dengan tingkat kemampuan mereka, minat yang dimiliki, dan kebutuhan individu yang berbeda. Dengan pendekatan ini, guru tidak hanya menyajikan informasi secara seragam kepada seluruh kelas, tetapi juga secara aktif menyesuaikan metode pengajaran, materi, serta penilaian untuk mengakomodasi variasi dalam gaya belajar, tingkat penguasaan materi, dan kecepatan belajar masing-masing siswa. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa dapat merasa terlibat secara maksimal dalam proses pembelajaran, tidak merasa terpinggirkan, dan memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan akademik sesuai dengan potensi dan kebutuhan mereka. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfokus pada pemberian informasi, tetapi juga pada pemberdayaan setiap siswa dalam mencapai pencapaian belajar yang optimal (Magee dan Breaux, 2010).
Tomlinson dan Moon (2013) mengemukakan lima prinsip dasar yang menjadi pijakan bagi guru dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi(Kamal, 2021). Pertama adalah menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan inklusif, di mana setiap siswa merasa diterima dan didukung dalam proses belajar mereka(Suyitno & Yahiji, 2023). Kedua, pentingnya memiliki kurikulum yang berkualitas, yang dirancang secara fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan beragam siswa. Prinsip ketiga adalah asesmen berkelanjutan, di mana guru terus menerus memantau perkembangan siswa dan menggunakan data asesmen untuk menginformasikan praktik pembelajaran mereka. Keempat, pengajaran yang responsif mengacu pada kemampuan guru untuk menyesuaikan metode pengajaran, materi, dan penilaian sesuai dengan kebutuhan individu dan kelompok siswa(Moleong, 2018). Terakhir, prinsip kelima menyoroti pentingnya kepemimpinan dan rutinitas di kelas, di mana guru memainkan peran utama dalam menciptakan atmosfir yang mendukung dan menjaga disiplin yang konsisten untuk mendukung pembelajaran yang efektif(Muktamar, Jalil, Tang, & Miharja, 2023). Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini secara konsisten, guru dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang berbeda-beda namun tetap relevan dan bermakna bagi setiap siswa(Adnin et al., 2023).
Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam konteks pendidikan dasar memiliki berbagai manfaat yang signifikan. Salah satunya adalah menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, di mana setiap siswa, tanpa memandang karakteristiknya, merasa diterima dan dihargai. Selain itu, pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru untuk mengajar secara lebih efektif dengan memperhatikan keberhasilan dan perkembangan individual setiap siswa. Selain itu, pendekatan ini juga memfasilitasi kebutuhan belajar yang beragam di antara siswa, sehingga setiap individu dapat mengakses materi pelajaran sesuai dengan gaya belajar dan kebutuhan mereka. Tak hanya itu, pembelajaran berdiferensiasi juga mendorong terjalinnya kerjasama yang erat antara guru dan siswa, memperkuat hubungan positif di dalam kelas dan membantu menciptakan atmosfir belajar yang kondusif(Marlina, 2020). Dengan demikian, penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam pendidikan dasar tidak hanya meningkatkan hasil belajar siswa, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan sosial yang penting bagi perkembangan mereka (Evaristiayu,A.A., 2022).
SD Negeri Karangjati 02 telah menerapkan pembelajaran berdiferensiasi selama dua tahun sejak mengadopsi Kurikulum Merdeka, meskipun dengan kemampuan yang seadanya dan sambil terus belajar. Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan adaptif, para guru di sekolah ini berusaha menyesuaikan metode pengajaran, materi, dan evaluasi untuk memenuhi kebutuhan individual siswa, meskipun seringkali menghadapi keterbatasan sumber daya dan pengalaman.Dengan semangat dan dedikasi, mereka secara perlahan mengintegrasikan pendekatan berdiferensiasi, seperti memberikan tugas yang bervariasi, menggunakan media pembelajaran yang beragam, dan menyesuaikan kecepatan belajar(Marantika, Tomasouw, & Wenno, 2023). Penerapan Kurikulum Merdeka telah memberikan kerangka fleksibel yang membantu para guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih responsif dan kontekstual. SD Negeri Karangjati 02 tergolong salah satu sekolah yang istimewa di Kecamatan Bergas karena berhasil mendapatkan BOS Kinerja dengan berkinerja baik dilihat dari Rapor Pendidikan(Marlina, 2020).Dalam analisis rapor pendidikan, terlihat adanya kenaikan kualitas pembelajaran selama 2 tahun terakhir di SD Negeri Karangjati 02. Suasana kelas yang kondusif, didukung oleh dukungan afektif dan aktivasi kognitif dari guru yang konstruktif, telah menjadi ciri pembelajaran yang optimal di sekolah ini. Kenaikan kualitas pembelajaran tercermin dalam beberapa aspek, termasuk keterlibatan siswa yang semakin meningkat dalam proses belajar, hasil belajar yang menunjukkan peningkatan, dan respons positif dari siswa terhadap metode pembelajaran yang diterapkan(Magee & Breaux, 2013).
Dengan demikian, hasil ini menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi telah memberikan dampak positif terhadap mutu pendidikan di SD Negeri Karangjati 02(Astria & Kusuma, 2023). Namun, sementara kenaikan kualitas pembelajaran menjadi fenomena yang menarik, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi secara mendalam implikasi dari penerapan pembelajaran berdiferensiasi terhadap mutu sekolah secara keseluruhan. Dengan demikian, akan menjadi lebih jelas bagaimana pembelajaran berdiferensiasi dapat terus ditingkatkan untuk memberikan manfaat maksimal bagi seluruh siswa di SD Negeri Karangjati 02 Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang(Supriyadi et al., 2022).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah,
guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, dokumentasi dan
observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif meliputi pengumpulan data, reduksi data, display data dan
penarikan Kesimpulan (Yanti, Montessori, &
Nora, 2022).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Efektivitas
Pembelajaran Berdiferensiasi
Efektivitas pembelajaran
berdiferensiasi di SD Negeri Karangjati 02 Kabupaten Semarang
dilaksanakan melalui tiga kegiatan yaitu perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi atau refleksi. Hal ini sesuai dengan pendapat
Mariati (2021) bahwa pembelajaran berdiferensiasi melibatkan tiga tahapan yang
berurutan, yaitu tahap permulaan, tahap implementasi, dan tahap penilaian atau
evaluasi(Moleong, 2018).
a. Perencanaan
pembelajaran berdiferensiasi
Astuti
sebagaimana dikutip Kalangi, Sumual dan Lengkong (2023) berpendapat bahwa
pembelajaran berdiferensiasi dilakukan melalui 3 langkah, yaitu: Pertama,
melaksanakan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu: kesiapan
belajar, minat belajar, dan profil belajar murid. Kedua, merencanakan
pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil asesmen diagnostik. Ketiga,
menyusun asesmen/evaluasi dan refeleksi hasil belajar siswa.
Guru SD
Negeri Karangjati 02
melakukan asesmen diagnostik awal, yang dilakukan di awal tahun pelajaran
sebelum pembelajaran dimulai. Metode asesmen diagnostik antara lain menggunakan
teknik: pre tes (lembar pre tes ataupun google
form), asesmen non kognitif dan kognitif, memberikan pertanyan-peratanyaa
sebelum pembelajaran di mulai, berkoordinasi dengan wali murid dengan
menanyakan kondisi dan karakter siswa melalui group whatsapp paguyuban wali murid. Hasil dari asesemen diagnostik
inilah yang menjadi hasil pemetaan kebutuhan belajar siswa. Langkah selanjutnya
adalah merencanakan pembelajaran yang tertuang dalam modul ajar. Penyusunan
modul ajar di SD Negeri
Karangjati 02 dilakukan di awal tahun pelajaran, secara unum modul ajar
pembelajaran berdiferensiasi yang dibuat guru SD Negeri Karangjati 02 mengikuti pedoman penyusunan
modul ajar kurikulum merdeka yang secara garis besar terdiri dari tiga bagian
yaitu: informasi umum, komponen inti, dan lampiran. Modul ajar dibuat sesuai
dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, dengan mempertimbangkan apa
yang akan dipelajari sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis
perkembangn jangka panjang. Sedangkan rencana asesmen yang digunakan dalam
pembelajaran berdiferensiasi ada dua yaitu asesmen formatif dan sumatif.
b. Pelaksanaan
pembelajaran berdiferensiasi
Berdasarkan
hasil penelitian diperoleh hasil bahwa pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi
di SD Negeri Karangjati
02 Kabupaten yang dilakukan guru sudah berjalan efektiv atau cukup baik.
Marlina (2020) menyebutkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi merupakan
penyesuaian terhadap minat, preferensi belajar, dan kesiapan siswa untuk
mencapai peningkatan hasil belajar. Guru SD Negeri Karangjati 02 melakukan pembelajaran
diferensiasi bertujuan untuk menjawab kebutuhan, gaya, atau minat belajar dari
masing-masing peserta didik.
Tahap
awal kegiatan pembelajaran berdiferensiasi di SD Negeri Karangjati 02 guru mempersiapakan perangkat
ajar dengan lengkap, dan melaksanakannya sesusai dengan perencanana yang sudah
direncanakan, guru melaksanakan pembelajaran berdiferensisai sesuai dengan
modul ajar yang telah direncanakan. Penggunaan metode pembelajaran bervariasi
dan beragam, guru menggunakan berbagai sumber belajar dan media belajar,
termasuk Laptop, LCD, speaker, ular tangga normal, dadu dan pion, video, kertas
dan pensil serta pos it, ini membantu siswa dengan gaya belajar yang berbeda
untuk lebih terlibat dalam pembelajaran, dan pemberian dukungan berupa arahan
dan pemahaman materi terhadap siswa yang belum menguasai materi.
Sebelum
pelajaran dimulai diwali dengan berdo�a, membaca asmaul khusna dan menyanyikan
lagu wajib, baru kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.
Adapun stratgei yang digunakan antara lain: menonton video tentang materi,
membagi siswa kedalam kelompok-kelompok, setiap kelompok terdiri dari 4-5 anak;
guru juga menggunakan metode pembelajaran variaif meliputi: ceramah, melakukan
kolaborasi dan diskusi, presentasi dan pemberian tugas diakhir pelajaran.
Pada
tahap pelaksanaan ini, peneliti tidak menemukan pembelajaran berdiferensiasi
yang dilakukan guru belum melibatkan orang tua atau wali murid. Orang tua atau
wali murid memegang peran penting dalam pembelajaran berdiferensiasi. Guru
harus melibatkan orang tua dalam proses pembelajaran dan memastikan bahwa orang
tua memahami tujuan dan strategi pembelajaran yang digunakan. Melibatkan orang
tua dalam proses pembelajaran juga membantu guru untuk mengetahui lebih banyak
tentang kebutuhan dan kemampuan siswa, sehingga pembelajaran dapat dilakukan
dengan lebih efektif.
c. Evaluasi
dan refleksi pembelajaran berdiferensiasi
Evaluasi
dan refleksi pembelajaran berdiferensiasi di SD Negeri Karangjati 02 dilakukan untuk mengevaluasi
pembelajaran berdiferensiasi secara keseluruhan dan evaluasi dan refleksi yang
merupakan bagian dari proses pembelajaran atau kurikulum yaitu berupa evaluasi
hasil belajar yang dilakukan oleh guru baik pada saat pembelajaran berlangsung
maupun evaluasi hasil belajar pertengahan dan akhir semseter sebagai penentu
nilai akhir siswa atau nilai raport siswa.
Evaluasi
dan refleksi pembelajaran berdiferensiasi secara keseluruhan dilakukan satu
minggu sekali melalui rapat refleksi bersama guru untuk membahas dan merefleksi
apa yang sudah dilakukan dalam pembelajaran, kegiatan ini melibatkan kepala
sekolah dan semua guru. Sedangkan evaluasi dan refleksi yang dilakukan guru
adalah membuat dan menyusun asesmen formatif dan sumatif. Evaluasi� dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung
sedangkan asesmen sumatif bertujuan untuk mengetahui atau mengukur sejauh mana
siswa mencapai tujuan pembelajaran atau capaian pembelajaran. Hasil dari
asesmen sumatif ini dipakai untuk menentukan nilai akhir siswa, sedangkan hasil
asesmen formatif tidak� dipakai untuk
menentukan nilai akhir siswa.
Asesemen yang dilakukan
guru SD Negeri Karangjati
02 sesuai dengan Panduan Pembelajaran dan Asesmen oleh BSKAP Kemdikbud RI
(2022: 26-27) dimana dijelaskan bahwa pendidik dianjurkan untuk melakukan
asesmen-asesmen antara lain: (1) asesmen formatif meliputi; asesmen di awal
pembelajaran yang dilakukan untuk mengetahui kesiapan peserta didik untuk
mempelajari materi ajar dan mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan dan asesemen
di dalam proses pembelajaran yang dilakukan selama proses pembelajaran untuk
mengetahui perkembangan peserta didik dan sekaligus pemberian umpan balik yang
cepat; (2) asesmen sumatif, yaitu asesmen yang dilakukan untuk memastikan
ketercapaian keseluruhan tujuan pembelajaran. Asesmen ini dilakukan pada akhir
proses pembelajaran atau dapat juga dilakukan sekaligus untuk dua atau lebih
tujuan pembelajaran, sesuai dengan pertimbangan pendidik dan kebijakan satuan
pendidikan. Berbeda dengan asesmen formatif, asesmen sumatif menjadi bagian
dari perhitungan penilaian di akhir semester, akhir tahun ajaran, dan/atau
akhir jenjang
Dampak Pembelajaran
Berdiferensiasi
Pembelajaran
berdiferensiasi sangat berdampak pada guru dan siswa, dimana guru dan siswa
merasa senang dan antusias dalam pembelajaran, nilai akademik siswa meningkat
secara signifikan, siswa merasa termotivasi dan percaya diri, serta secara
otomatis guru dan siswa mendukung implementasi kurikulum merdera di SD NEGERI
Karangjati 02 Kabupaten Semarang. Marantika, dkk., (2023) berpendapat bahwa
indikator keberhasilan suatu pembelajaran berdiferensiasi adalah siswa merasa
nyaman dalam belajar, adanya peningkatan keterampilan baik segi hard skill atau softskill, dan adanya kesuksesan belajar dari seorang murid yaitu
murid mampu merefleksikan diri kemampuannya dimulai dari titik awal
pembelajaran sampai peningkatan diri selama proses pembelajaran dan pada akhir
pembelajaran.
Hal yang sama juga
disampaikan Suminingsih (2023) bahwa indikator dari keberhasilan pembelajaran
berdifferensiasi antara lain peserta didik memiliki pemahaman materi
pembelajaran yang lebih baik, perubahan dalam kemampuan pemecahan masalah peserta
didik, peningkatan dalam keterlibatan peserta didik pada partisipasi dalam
diskusi, atau kemauan untuk berbagi pendapat dan ide, peningkatan motivasi
belajar, semangat untuk mencari informasi tambahan, atau minat dalam mengikuti
diskusi dan aktivitas pembelajaran, peningkatan nilai atau prestasi akademik
peserta didik. Melalui proses pembelajaran berdifferensiasi, maka potensi dapat
diwujudkan dalam bentuk prestasi hasil belajar atau kecakapan nyata dalam
berbagai aspek kehidupan dan perilaku. Penelitian ini juga sejalan dengan hasil
penelitian Kamal (2021) dan Herwina (2021) dalam penelitiannya dijelaskan bahwa
melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi menunjukkan peningkatan yang
nyata dalam aktivitas belajar serta hasil belajar siswa.
Respons
Terhadap Pembelajaran Berdiferensiasi
Kepala
sekolah SD Negeri Karangjati
02 sangat mendukung dengan pembelajaran berdiferensiasi oleh guru, dukungan
yang diberikan kepala sekolah agar pembelajaran berdiferensiasi berjalan
efektif dan baik antara lain dengan mengadakan pelatihan, pendidikan, workshop, in house trainig (IHT), webinar yang dilakukan setiap minggu.
Sedangkan guru SD NEGERI Karangjati 02 beranggapan bahwa pembelajara
berdiferensiasi merupakan sesuatu atau hal yang baru, namun demikian para guru terus
belajar dan meningkatkan kompetensinya melalui belajar dengan teman sejawat,
mengikuti pelatihan, pendidikan, workshop,
in hous training (IHT), pelatihan mandiri melalui platform meredeka
mengajar (PMM). dukungan yang diberikan kepala sekolah merupakan upaya untuk
memberikan pemahaman kepada guru tentang pembelajaran bediferensiasi. Astuti (2023) menjelaskan bahwa kegiatan
pelatihan yang dimulai dengan pemahaman kurikulum merdeka membantu guru
memahami pembelajaran berdiferensiasi.
Penelitian
ini sejalan dengan penelitian oleh Supriyadi, Lia, Rusilowati, dkk., (2023)
bahwa untuk mencapai tujuan pembelajaran berdiferensiasi, maka ada beberapa
solusi antara lain adalah: (1) pelatihan mengenai pembelajaran berdiferensiasi
secara holistik, (2) pendampingan dan penugasan guru-guru praktik merancang
pembelajaran berdiferensiasi dan menyusun asesmennya, (3) mengajak guru
merasakan pembelajaran berdiferensiasi melalui pelatihan, (4) pendampingan
berkelanjutan. Dukungan yang dilakukan kepala sekolah SD NEGERI Krangjai 02
Kabupaten Semarang dengan melakukan berbagai pelatihan dan pendidikan sudah
mejawab persoalan yang dihadapai guru SD NEGERI Karangjati 02 itu sendiri(Fauzi,
2022).
Mariati,
dkk. (2021: 40) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi
meliputi diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk dan
lingkungan belajar dalam pembelajaran berdiferensiasi(Evaristiayu,
2022). Dalam hal pelaksanaan
pembelajaran berdiferensiasi di SD NEGERI Karangjati 02, mayoritas siswa pada
dasarnya merasa senang dengan pembelajaran berdiferensiasi yang dilakukan oleh
Bapak/Ibu guru, ada yang senang karena dikelompokkan setiap pembelajaran
berlangsung, ada yang merasa senang karena bisa belajara bersama dan
mengerjakan soal bersama dengan temannya, ada yang merasa senang karena diberi
kebebesan untuk mementukan kelompoknya, mersa senang karena beragi dalam
mengerjakan tugas dengan temannya, membuat jadwal piket dan menghias kelas
bersama, yang membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan, dan merasa
senang karea hasil belajarnya juga meningkat, ada yang mersa senang karena
selama pembelaaran menggunakan metode yang bervariatif, denga menonton video
dan belajar sambil bemain, sehingg belajar menjadi lebih menyenangkan dan mudah
dipahami(Herwina,
2021). Hasil penelitian ini sesuai
dengan pendapat Suminingsih (2023) yang menjelaskan bahwa indikator
keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi dapat dirangkum antara lain: siswa
merasa nyaman dan aktif dalam belajar, peningkatan keterampilan baik hard skill dan soft skill, kesuksesan belajar siswa (seperti peningkatan nilai
atau kemampuan yang lebih baik), meningkatkan partisipasi siswa dalam
pembelajaran, mempercepat perkembangan siswa dengan materi yang sesuai, dan
meningkatkan pemahaman konsep dengan menggunakan berbagai metode pengajaran.
KESIMPULAN
Pembelajaran
berdiferensiasi terhadap mutu pendidikan di SD Negeri Karangjati 02 Kecamatan Bergas Kabupaten
Semarang sudah berjalan efektif, dan dapat meningkatkan mutu sekolah
dari segi peningakatan kompetensi guru dan prestasi akademik siswa. Namun
demikian dalam pembelajaran berdiferensasi belum melibatkan wali murid/oran tua
siswa secara optimal.
Dampak pembelajaran berdiferensiasi bagi sekolah adalah implementasi kurikulum
merdeka semakin baik, bagi guru merasa tertantang, guru rajin mengikuti
pelatihan dan pendidikan, workshop, IHT,
engikuti program guru penggerak dan nilai akademik siswa meningkat. Adapun
respon terhadap pembealajaran berdiferensias sangat baik dari kepala sekolah,
guru dan siswa. Kepala sekolah sangat mendukung dengan pembelajaran
berdiferensiasi, guru menjadi semangat belajar dan ingin meningkatkan
kompetensinya dan siswa sangat senang karena nilai akademiknya meningkat. Dari
hasil penelitian terdapat beberapa saran antara lain: kepala sekolah hendaknya
menambah kerja sama dengan wali/orang tua siswa untuk terlibat dalam
pembelajaran berdiferensaisi, guru sebaiknya aktif dalam mengikuti perkembangan
teknologi pembelajaran, dan selalu memanfaatkan komunitas belajar yang ada.
DAFTAR PUSTAKA
Adnin, Ismi, Sapriya,
Sapriya, Nuriyani, Riska, Ramadhan, Abhi Rachma, Damayanti, Siska, & Putra,
Agung Nugraha. (2023). Analisis Implikasi Penerapan Pembelajaran
Berdiferensiasi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Pada
Pembelajaran PKn. Educatio, 18(2), 304�314.
Astiti, Kadek Ayu,
Lantik, Vinsensius, & Sukarjita, I. Wayan. (2023). Pelatihan penyusunan RPP
Pembelajaran berdiferensiasi untuk mewujudkan merdeka belajar di SMA N 2 Kupang
Timur. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 4(2),
1367�1373.
Astria, Restu, &
Kusuma, Anggun Badu. (2023). Analisis pembelajaran berdiferensiasi untuk
meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Proximal: Jurnal
Penelitian Matematika Dan Pendidikan Matematika, 6(2), 112�119.
Evaristiayu, Ancilla
Adjeng. (2022). Implementasi pembelajaran berdiferensiasi di SMP Negeri 4
Malang. Universitas Negeri Malang.
Fauzi, Achmad. (2022).
Implementasi kurikulum merdeka di sekolah penggerak. Jurnal Pahlawan| Vol,
18(2).
Herwina, Wiwin. (2021).
Optimalisasi kebutuhan murid dan hasil belajar dengan pembelajaran
berdiferensiasi. Perspektif Ilmu Pendidikan, 35(2), 175�182.
Kamal, Syamsir. (2021).
Implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam upaya meningkatkan aktivitas
dan hasil belajar matematika siswa kelas xi mipa sma negeri 8 barabai. JUrnal
PembeLAjaran Dan PendidiK, 1(1), 409651.
Magee, Monique, &
Breaux, Elizabeth. (2013). How the best teachers differentiate instruction.
Routledge.
Marantika, Juliaans E.
R., Tomasouw, Jolanda, & Wenno, Eldaa C. (2023). Implementasi pembelajaran
berdiferensiasi di kelas. German F�r Gesellschaft (J-Gef�ge), 2(1),
1�8.
Marlina, Marlina.
(2020). Strategi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah inklusif.
Moleong, Lexy J. (2018).
Metode penelitian kualitatif, cetakan ke-37. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Muktamar, Ahmad, Jalil,
Abdul, Tang, Muhammad, & Miharja, Jaja. (2023). Kurikulum Merdeka Berbasis
Pembelajaran Berdiferensiasi Perspektif Pendidikan Islam. Journal of
International Multidisciplinary Research, 1(2), 246�251.
Supriyadi, Supriyadi,
Lia, Roudloh Muna, Rusilowati, Ani, Isnaeni, Wiwi, Susilaningsih, Endang, &
Suraji, Suraji. (2022). Penyusunan instrumen asesmen diagnostik untuk persiapan
kurikulum merdeka. Journal of Community Empowerment, 2(2), 67�73.
Suyitno, Sri Dinawaty,
& Yahiji, Kasim. (2023). Implikasi Perencanaan Kurikulum Merdeka Belajar
dalam Pembelajaran Berdiferensiasi di SMP Negeri 1 Telaga. Journal of
Islamic Education Management Research, 2(2), 1�11.
Yanti, Novia Sri,
Montessori, Maria, & Nora, Desi. (2022). Pembelajaran Ips Berdiferensiasi
Di Sma Kota Batam. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and
Development, 4(3), 203�207.