Penyuluhan
Tentang Peluang Usaha Baru Melalui Penerapan Digital Marketing bagi Pelaku UMKM
Di Desa Pemakuan
Mahmudah
Hasanah1, Raihanah Sari2, Siti Musfiqah3, Lisa
Norhasanah4, Nurul Azkia5
Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
[email protected], [email protected], [email protected], [email protected], [email protected]
Abstrak:
Desa Pemakuan, yang
berada di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan
Selatan, dikenal sebagai penghasil sagu dengan luas wilayah 3,05 km�. Produk
olahan sagu dari desa ini biasanya dipasarkan secara tradisional di pasar
Martapura, Banjarbaru, dan Banjarmasin. Metode penjualan yang terbatas ini
menyebabkan produk hanya dikenal oleh pembeli yang datang langsung ke pasar,
yang pada akhirnya tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan
UMKM setempat. Meskipun bahan baku sagu melimpah, dibutuhkan inovasi dalam
produksi. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pelatihan peluang usaha baru
melalui digital marketing untuk membantu UMKM Basamaan di Desa Pemakuan
memperluas jangkauan pasar mereka, baik secara online maupun offline, dengan
harapan dapat meningkatkan keuntungan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan
secara langsung dengan melibatkan pelaku UMKM Basamaan, di mana mereka dilatih
untuk menerapkan digital marketing melalui platform media sosial seperti
Whatsapp, Twitter, Instagram, Facebook, dan marketplace, serta membuat video
menarik dengan bantuan seorang blogger untuk memperkenalkan produk mereka.
Hasil dari kegiatan ini adalah pembuatan website oleh perwakilan masyarakat
Desa Pemakuan, yang menampilkan pemasaran produk-produk sagu mereka, baik yang
masih mentah maupun yang sudah diolah.
Kata kunci: digitalisasi
marketing, pelatihan, UMKM.
Abstract:
Pemakuan
Village, located in Sungai Tabuk Sub-district, Banjar Regency, South Kalimantan
Province, is known as a sago producer with an area of 3.05 km�. Sago products
from this village are usually marketed traditionally in Martapura, Banjarbaru
and Banjarmasin markets. This limited sales method causes the products to be
known only by buyers who come directly to the market, which ultimately has no
significant impact on increasing the income of local MSMEs. Despite the
abundance of sago raw materials, innovation in production is needed. One of the
solutions offered is training on new business opportunities through digital
marketing to help Basamaan MSMEs in Pemakuan Village expand their market reach,
both online and offline, with the hope of increasing profits. This service
activity was carried out directly by involving Basamaan MSME players, where
they were trained to apply digital marketing through social media platforms
such as WhatsApp, Twitter, Instagram, Facebook, and marketplaces, as well as
making interesting videos with the help of a blogger to introduce their
products. The result of this activity is the creation of a website by
representatives of the Pemakuan Village community, which displays the marketing
of their sago products, both raw and processed.
Keywords: digitalization
of marketing, Training, MSMEs.������������������������������������������������
Corresponding: Mahmudah
Hasanah
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Saat ini
telah memasuki industri 4.0 yang mengakibatkan banyak perubahan pada semua
sektor dalam kehidupan, termasuk pada cara berkomunikasi di lingkungan
masyarakat. Vernia menyatakan jika internet ialah sebuah alat yang digunakan
berkomunikasi serta banyak individu saat ini yang tertarik (Vernia, 2017). Menurut
Suryani (2014), hampir setiap sektor, mulai dari ekonomi, pendidikan, hingga
sosial, mendapatkan dukungan dan pengaruh dari platform media sosial. (Suryani, 2014). Adanya
media sosial pada kehidupan terbantu dalam mendapatkan informasi dengan beragam
cara berbeda dari cara tradisional. Media sosial juga dijadikan sebagai alat
dalam berkomunikasi pada lingkungan bisnis. Media sosial mempunyai ciri khas
yang tidak seperti biasanya, Adapun Facebook serta Instagram ialah contoh media
sosial yang digunakan untuk mendapatkan teman baru, pengusaha juga menggunakan
beragam media sosial secara pribadi seperti WhatsApp dalam mempromosikan
produknya (Sulaksono, 2020). Media sosial
berperan dalam mendukung beragam cara untuk mempromosikan produk (Widyaningrum, 2016). Selain
itu, internet ialah alat yang digunakan masyarakat dalam transaksi jual-beli
yang terjadi, dikarenakan penjual atau pembeli tidak perlu bertemu langsung
dalam berbelanja produk yang dipasarkan (Yacub & Mustajab, 2020).
Turban &
Rainer pada (Saefuloh, 2020) sebuah
usaha yang dilakukan secara daring didalam terdapat beragam aktivitas dengan
didukung oleh internet dalam transaksi jual-beli baik itu produk, layanan,
kolaborasi, layanan pembeli, serta penjualan daring dengan sebutan digital marketing. Zaman serba digital perlu
dihadapi, seperti menurut penelitian bahwa pelaku UMKM harus dapat memanfaatkan
zaman digitalisasi dengan baik jika ingin selalu bertahan dalam situasi
persaingan (Sulaksono, 2020). UMKM
berdasar pada asas rasa kekeluargaan, Bersama-sama, persatuan, bebas
berpendapat, cinta tanah air, memiliki efisiens, berkelanjutan, maju, berpengetahuan,
cinta lingkungan, keseimbangan, mandiri, serta adanya kolaborasi perekonomian (Hasan, Dzakiyyah, Kumalasari, Safira, & Aini, 2021). UMKM yang terdampak ialah UMKM di Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai Tabuk
di Kabupaten Banjar ialah UMKM Basamaan. Desa dengan luas 3.05 km2. Basamaan
ialah UMKM yang bergerak dibidang pengolahan hasil produksi sagu dengan
karyawan sejumlah 30 orang serta memiliki profesi dalam mengolah kayu rumbia
hingga menjadi tepung sagu.
Hasil
pengolahan yakni tepung dipergunakan untuk membuat bubur. Selanjutnya dijual ke
pasar Martapura,� Banjarbaru serta
Banjarmasin dengan dilakukan promosi secara kecil-kecilan dengan perkiraan
hasil penjualan perbulan mencapai Rp. 12.000.000,00. Berdasarkan hasil tersebut
masih tergolong rendah karena ada anggota UMKM Basaman dengan jumlah 30 orang.
Jika penjualan tidak ada peningkatan menyebabkan setiap anggota hanya
mendapatkan hasil kurang dari Rp. 1.000.000,00 setiap bulannya. Anggota perlu
memasarkan produknya dengan cara yang berbeda misalnya dapat melakukan promosi
secara daring dengan bantuan teknologi digital (Hendarsyah, 2020). Media sosial
ialah sebuah wahana yang dapat memberikan berbagai informasi, sehingga terus
menerus memposting dan menawarkan produk akan memiliki keefektifan hingga 100% (Hari, SW, & Hadi, 2016). Media sosial bisa digunakan sebagai tempat promosi digital atau digital
marketing yang mudah untuk dilakukan (Purwana, Rahmi, & Aditya, 2017). Berdasar dari beragam masalah yang ada, perlu adanya pelatihan mengenai
pemanfaatan teknologi digital terutama media sosial untuk memasarkan produk
yang dimiliki sehingga dapat membantu dalam peningkatan daya jual dan hasil
UMKM Basaman. Waktu dilakukan pengabdian dengan berbasis pada pemberdayaan
anggota UMKM di Desa Pemakuan dilaksanakan luring di Kantor Kepada Desa
Pemakuan dengan jadwal 2 kali kegiatan dalam 2 bulan.
Beberapa langkah
yang dilaksanakan pada kegiatan pengabdian ialah pertama dilakukan refleksi sosial,
kedua sosial mapping, kemudian
perencanaan partisipatif dan pelaksanaan serta evaluasi. Suatu pedekatan serta
diskusi awal ialah langkah rekflesi sosial dengan para anggota (Jaelani & Suhaemi, 2021). Pada tahap akhir ialah pelaksanaan serta evaluasi, pada tahap ini
dilakukan demo serta turun langsung dalam mengevaluasi aktivitas yang dilakukan
sebelumnya. Pada rangkaian pelatihan dilakukan dengan tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya, yakni berkaitan dengan proses wirausaha (Sandora & Permadani, 2021). Tujuannya yakni anggota UMKM Basamaan dapat menjual hasil sagu dengan
menggunakan media sosial sehingga dapat meningkatkan penghasilan UMKM Basamaan.
METODE PENELITIAN
������������� Proses
yang dilaksanakan ialah P2M (Pengabdian Pada Masyarakat) dengan metode yang
digunakan ialah pemberian penyuluhan serta pelatihan pada anggota UMKM Basamaan
sebanyak 30 orang. Aktivitas ini dilakukan di Desa Pemakuan, Kecamatan Sungai
Tabuk, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, serta dilaksanakan 4 kali pelatihan
dilakukan selama 2 bulan. Beberapa metode yang dilakukan pada saat
dilaksanakannya kegiatan ini ialah sebagai berikut:
1)
Memberikan penyuluhan tentang peluang usaha
baru dengan muatan materi dengan memberikan wawasan mengenai pemasaran digital
pada anggota UMKM di wilayah Desa Pemakuan. Dengan adanya penyuluhan tersebut, di
harapkan dapat menyadarkan anggota masyarakat untuk menambah penghasilan
sehingga kesejahteraan keluarga bisa meningkat.
2)
Memberikan pengetahuan mengenai internet dalam
penggunaan pemasaran digital.
3)
Memberikan pelatihan pada anggota UMKM
mengenai cara membuat video untuk promosi, dapat dilakukan oleh anggota UMKM
ataupun bantuan dari ahli.
4)
Memberikan cara mengenai pembuatan akun media sosial
seperti halnya WhatsApp dan Facebook.
5)
Memberikan wawasan mengenai cara memasang
iklan secara digital dengan Facebook.
6)
Memberikan pengertian keberlanjutan sebagai
usaha untuk membantu dalam peningkatan keefektifan media pemasaran digital yang
selanjutnya diberikan evaluasi pada proses aktivitas memasarkan yang telah
dicoba anggota UMKM dengan media digital.
�������� Ketercapaian target
dapat diketahui dengan adanya penghasilan yang meningkat dari sebelum
dilakukannya pemasaran melalui media sosial.
HASIL DAN PEMBAHASAN
�������������� Aktivitas pengabdian yang
dilakukan selama 2 bulan pada anggota UMKM Basamaan, Desa Sungai Tabuk yakni
dari tanggal 15 hingga 16 Agustus 2024 selanjutnya dilakukan evaluasi dari
pelatihan yang dilakukan pada tanggal 6 dan 7 September 2024. Kegiatan awal
yang dilakukan pada pengabdian pada anggota UMKM Basamaan dilakukan penyuluhan dengan
memberikan pengetahuan dasar mengenai perlunya penggunaan teknologi digital
untuk membantu bisnis yang dijalankan. Selanjutnya dipaparkan beragam manfaat
dari digunakannya media sosial untuk pemasaran produk yag dimiliki. Adapun
pemberian materi juga mengenai penggunaan akun media sosial secara langsung.
Hasil yang
didapatkan dari pengabdian yang dilakukan ialah mayoritas anggota UMKM Basaan
melakukan pemasaran secara tradisional yakni pemasaran secara langsung dijual
di pasar dengan menjajakan produk yang dijualnya. Beberapa anggota UMKM yang
telah menggunakan media digital tetapi masih seadanya seperti penjualan pada market place pada aplikasi Facebook.
Selesai dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat anggota UMKM Basamaan sangat
tertarik dalam penggunaan media sosial sebagai alat pemasaran digital sebagai
usaha untuk membantu peningkatan penghasilan serta kemajuan atas usahanya. Ketertarikan
anggota UMKM Basamaan dalam mengikuti pelatihan pemasaran digital ini terlihat
melalui dokumentasi kegiatan pelatihan. Berikut beberapa dokumentasi yang telah
diabadikan (gambar 1, 2, 3).

Gambar 1. Beberapa peserta yang telah
mengikuti pelatihan dengan semangat dan merasa terbantu.

Gambar 2. Dokumentasi peserta
pelatihan dengan tim pengabdian.

Gambar 3. Produk sagu yang dijual secara
daring.
Diselesaikannya
acara pelatihan dilanjutkan dengan evaluasi dari TIM PKM Prodi Pendidikan
Ekonomi pada anggota UMKM Basamaan Desa Pemakuan yakni penerapan pemasaran
digital yang telah terlaksana. Adapula peningkatan penggunakaan teknologi
digital denga hadirnya website yang dilakukan perwakilan masyarakat Desa
Pemakuan yang didalamnya terdapat promosi berbagai produk sagu mulai dari
mentahan hingga yang telah diolah. Selain itu, para peserta pelatihan juga
telah mulai menggunakan media sosial untuk memasarkan produknya seperti
Instagram, WhatsApp, dan penjualan dengan akun Facebook di market place (Hendrawan, 2019;Rahayu, Al Muhairah, & Nazipawati, 2021;Septiana, 2021; Utami & Aini, 2019).
KESIMPULAN
�������� Setelah
menerima penyuluhan dan pelatihan, para pelaku UMKM Basamaan di Desa Pemakuan,
Kecamatan Sungai Tabuk, khususnya yang memiliki usaha, mendapatkan masukan
positif dari segi pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam upaya meningkatkan
pendapatan rumah tangga untuk mencapai kesejahteraan. Mereka menunjukkan
kesadaran yang baik, sehingga penyuluhan dan pelatihan yang diberikan berjalan
dengan lancar. Pada akhirnya, mereka telah mampu memanfaatkan ponsel android
sebagai media untuk memperluas jangkauan pemasaran melalui WhatsApp, Instagram,
dan Facebook. Dengan menggunakan media pemasaran secara online, diharapkan
penjualan mereka akan mengalami peningkatan.
DAFTAR PUSTAKA
Hari, Moch Purwidiantoro, SW, D. F. K., & Hadi, W. (2016).
Pengaruh penggunaan media sosial terhadap pengembangan usaha kecil menengah
(UKM). Jurnal Eka Cida, 1(1), 30�39.
Hasan, Muhammad, Dzakiyyah, Aisyah, Kumalasari, Diah Ayu, Safira,
Nabela, & Aini, Sri Nur. (2021). Transformasi digital umkm sektor kuliner
di kelurahan jatinegara, jakarta timur. Jurnal Bisnis Dan Kewirausahaan,
17(2), 135�150.
Hendarsyah, Decky. (2020). Pemasaran digital dalam kewirausahaan. IQTISHADUNA:
Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita, 9(1), 25�43.
Hendrawan, Andi. (2019). Pengaruh marketing digital terhadap kinerja
penjualan produk umkm asti gauri di kecamatan bantarsari cilacaP. Jurnal
Administrasi Dan Kesekretarisan, 4(1), 50�61.
Jaelani, Jaelani, & Suhaemi, Babay. (2021). Digitalisasi Marketing
Sebagai Strategi Dalam Meningkatkan Penjualan Umkm Di Desa Rancabango Pada Masa
Pandemi Covid-19. Proceedings UIN Sunan Gunung Djati Bandung, 1(23),
99�121.
Purwana, Dedi, Rahmi, R., & Aditya, Shandy. (2017). Pemanfaatan
digital marketing bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kelurahan
Malaka Sari, Duren Sawit. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM), 1(1),
1�17.
Rahayu, Sri, Al Muhairah, Novie, & Nazipawati, Nazipawati. (2021).
Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah Pada
Masa Pandemi COVID 19. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 5(5),
2217�2230.
Saefuloh, Deddy. (2020). Rekognisi terhadap peluang bisnis online
melalui media sosial dan hubungannya dengan minat berwirausaha: studi kasus
mahasiswa Politeknik Negeri Bandung. Jurnal Bisnis Dan Kewirausahaan, 16(1),
12�23.
Sandora, Meri, & Permadani, Via Ayu. (2021). Pengaruh pelatihan
dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Xyz rokan hulu provinsi
riau. Eko Dan Bisnis: Riau Economic and Business Review, 12(4),
454�467.
Septiana, Risca Afrilia. (2021). Analisis Strategi Pemasaran Online
dan Personal Selling Guna Menciptakan Minat Beli Konsumen Produk Kecantikan
Make Over Di Bravo Supermarket.
Sulaksono, Juli. (2020). Peranan digital marketing bagi usaha mikro,
kecil, dan menengah (umkm) desa tales kabupaten kediri. Generation Journal,
4(1), 41�47.
Suryani, Ita. (2014). Pemanfaatan media sosial sebagai media pemasaran
produk dan potensi Indonesia dalam upaya mendukung ASEAN community 2015.(Studi Sosial
media marketing pada twitter kemenparekraf ri dan facebook disparbud provinsi
jawa barat). Jurnal Komunikasi, 8(2), 123�138.
Utami, Sulistyo Seti, & Aini, Nur. (2019). Pemanfaatan E-commerce
dalam upaya meningkatkan penjualan produk handycraft mama Art Deco. Intervensi
Komunitas, 1(1), 21�32.
Vernia, Dellia Mila. (2017). Peranan Pendidikan dan Pelatihan Media
Sosial dalam Pemasaran Online untuk Meningkatkan Daya Saing Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM). Lectura: Jurnal Pendidikan, 8(2).
Widyaningrum, Premi Wahyu. (2016). Peran media sosial sebagai strategi
pemasaran pada sewa kostum Meiyu Aiko Malang. Al Tijarah, 2(2),
230�257.
Yacub, Rudi, & Mustajab, Wahyu. (2020). Analisis pengaruh
pemasaran digital (digital marketing) terhadap brand awareness pada e-commerce.
Jurnal Manajerial, 12(2), 198.