Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia Terhadap
Peningkatan Kinerja Karyawan di Perusahaan Digital
Agus Rohmat Hidayat1,
Aurelia Widya Astuti2
Universitas Mitra Cendikia Indonesia,
Indonesia1
Politeknik Siber Cerdika Internasional,
Indonesia2
Email : [email protected]1, [email protected]2
Abstrak:
Perusahaan
digital menghadapi masalah spesifik dalam pengelolaan SDM, terutama dalam
kesenjangan keterampilan yang dapat berdampak pada kinerja karyawan dan
pertumbuhan perusahaan. Dampak negatif dari tidak adanya penanganan yang tepat,
seperti tingginya turnover karyawan yang berpotensi merusak stabilitas
perusahaan. Penelitian ini berfokus untuk mengeksplorasi dampak pengelolaan SDM
terhadap peningkatan kinerja karyawan, serta untuk mengevaluasi efektivitas
program pengembangan keterampilan di perusahaan digital dalam menghadapi
tantangan era transformasi digital. Menggunakan desain survei kuantitatif,
penelitian ini mengumpulkan data dari 100 karyawan di berbagai divisi melalui
kuesioner tertutup dengan skala Likert. Hasil analisis regresi linier menunjukkan
bahwa pengelolaan SDM dan pengembangan keterampilan memiliki pengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan koefisien regresi masing-masing
sebesar 0.45 dan 0.32 serta p-value < 0.05, menunjukkan hasil yang
signifikan secara statistik. Temuan ini mendukung hipotesis bahwa investasi
dalam pengelolaan SDM yang efektif, seperti pelatihan berkelanjutan dan
pengembangan keterampilan, dapat meningkatkan produktivitas dan retensi
karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengelolaan SDM di perusahaan
digital, terutama dalam menyusun strategi pelatihan yang disesuaikan dengan
kebutuhan teknologi terbaru dan perkembangan industri.
Kata kunci: Manajemen Sumber Daya Manusia, Kinerja Karyawan, Perusahaan Digital
Abstract:
Digital
companies face specific challenges in human resource management (HRM),
particularly in the skills gap that can affect employee performance and company
growth. The negative impact of inadequate handling, such as high employee
turnover, has the potential to destabilize the company. This research focuses
on exploring the impact of HRM on improving employee performance, as well as
evaluating the effectiveness of skill development programs in digital companies
in addressing the challenges of the digital transformation era. Using a
quantitative survey design, the study collected data from 100 employees across
various divisions through closed-ended questionnaires with a Likert scale. The
results of linear regression analysis showed that HRM and skill development
have a significant effect on employee performance, with regression coefficients
of 0.45 and 0.32, respectively, and a p-value < 0.05, indicating
statistically significant results. These findings support the hypothesis that
investment in effective HRM, such as continuous training and skill development,
can enhance employee productivity and retention. This research contributes to
HRM in digital companies, particularly in designing training strategies
tailored to the latest technological advancements and industry developments.
Keywords: Human Resource Management, Employee
Performance, Digital Company
Corresponding: Agus Rohmat Hidayat
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Dunia ini, industri
digital telah mengalami perkembangan yang luar biasa di seluruh dunia, didorong oleh teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, dan internet yang terus berkembang (Saputra, 2020). Transformasi digital ini telah mempengaruhi berbagai sektor, termasuk
bisnis, pendidikan, dan pelayanan publik, sehingga menciptakan permintaan yang
besar akan tenaga kerja dengan keterampilan yang sesuai dengan teknologi
mutakhir (Agus Rohmat Hidayat, Nur Alifah, 2023). Namun, perubahan cepat
ini juga menghadirkan tantangan besar dalam pengelolaan Sumber Daya Manusia
(SDM). Salah satu tantangan utama adalah munculnya skills gap atau kesenjangan
keterampilan (Hartati & Giovanni, 2022). Studi dari World
Economic Forum (2020) menunjukkan bahwa 85 juta pekerjaan dapat tergantikan
oleh otomatisasi pada 2025, namun 97 juta pekerjaan baru akan diciptakan, yang
membutuhkan keterampilan baru yang belum banyak dimiliki oleh pekerja saat ini (Budi Eka Dharma, 2020). Di seluruh dunia, banyak perusahaan teknologi
dan digital berjuang untuk mengisi posisi-posisi baru yang memerlukan kemampuan
khusus di bidang teknologi informasi, data, dan manajemen digital (Tahir et al., 2023).
Perusahaan di sektor digital juga menghadapi
permasalahan retensi karyawan, terutama di kalangan talenta-talenta berkualitas
(Winarno, Aris, Yunita, Aryana, & Setyawan, 2023). Kompetisi yang ketat
untuk mendapatkan dan mempertahankan pekerja berketerampilan tinggi menyebabkan
tingginya tingkat turnover karyawan di perusahaan teknologi (Suprihanto & Putri, 2021). Menurut survei Sudaryo
(2018), industri
teknologi memiliki tingkat turnover sekitar 13%, jauh lebih tinggi dibandingkan
dengan sektor lain. Faktor-faktor seperti peluang karir yang lebih baik,
kompensasi yang lebih tinggi, serta budaya kerja yang lebih mendukung inovasi,
sering menjadi alasan mengapa banyak karyawan berpindah perusahaan (Supriyadi et al., 2021).
Tren global menunjukkan bahwa tantangan dalam
mengelola SDM di perusahaan digital tidak hanya terkait dengan pengembangan
keterampilan teknis, tetapi juga soft skills seperti kepemimpinan, kolaborasi,
dan keterampilan komunikasi (Astuti & Muhafifah, 2023). Seiring dengan
meningkatnya kerja jarak jauh (remote working), banyak perusahaan menghadapi
tantangan dalam menjaga keterikatan (engagement) dan kolaborasi di antara
karyawan mereka. Menurut penelitian Iswati (2023), sebanyak 47%
pekerja jarak jauh merasa kurang terhubung dengan rekan kerja mereka, yang
dapat berdampak pada penurunan produktivitas dan motivasi.
Transformasi digital sedang berlangsung dengan
cepat di Indonesia, terutama di sektor bisnis yang berfokus pada teknologi dan
inovasi (Saied et al., 2023). PT. Muda Kaya Mendunia, sebuah perusahaan
digital yang berbasis di Kota Cirebon, tidak terkecuali dalam menghadapi
tantangan ini. Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor teknologi, PT. Muda
Kaya Mendunia dihadapkan pada permasalahan yang sama, yaitu bagaimana mengelola
SDM secara efektif untuk menghadapi perubahan teknologi yang cepat (Astuti, Sayudin, Khan, Hussain, & Umar, 2023). Salah satu
permasalahan yang spesifik dihadapi oleh perusahaan ini adalah kurangnya
kesiapan karyawan dalam menghadapi perkembangan teknologi terbaru. Keterampilan
karyawan sering kali tidak sejalan dengan kebutuhan teknologi yang
diimplementasikan oleh perusahaan, yang mengakibatkan penurunan produktivitas
dan kinerja perusahaan secara keseluruhan (Muharam, 2017).
Beberapa masalah yang dihapadi PT. Muda Kaya
Mendunia dalam mempertahankan talenta berkualitas. Perusahaan ini sering kali
harus bersaing dengan perusahaan digital lain, baik di dalam negeri maupun luar
negeri, untuk mendapatkan karyawan yang memiliki keterampilan tinggi di bidang
pengembangan perangkat lunak, kecerdasan buatan, dan analisis data. Masalah
turnover yang tinggi menjadi tantangan besar bagi perusahaan ini karena
mengganggu stabilitas tim dan proyek yang sedang berjalan. Terlebih lagi, program
pengembangan karyawan yang belum sepenuhnya terstruktur membuat karyawan merasa
kurang memiliki kesempatan untuk berkembang, yang dapat mempengaruhi loyalitas
dan keterlibatan mereka.
Urgensi dari penelitian ini sangat tinggi
mengingat pesatnya perubahan teknologi di sektor digital yang memerlukan
karyawan dengan keterampilan yang terus berkembang. PT. Muda Kaya Mendunia
perlu segera merespon tantangan ini untuk tetap kompetitif di pasar yang
semakin ketat. Jika perusahaan tidak segera mengatasi masalah kesenjangan
keterampilan dan turnover karyawan, bukan hanya kinerja perusahaan yang akan
terdampak, tetapi juga kemampuan perusahaan untuk berinovasi dan bertahan di
tengah perubahan industri digital yang cepat. Penelitian ini penting untuk
mengidentifikasi langkah-langkah strategis yang dapat diambil perusahaan dalam
meningkatkan kinerja dan keterampilan karyawan melalui pengelolaan SDM yang
lebih efektif.
Berbagai penelitian telah dilakukan terkait
pengelolaan SDM dalam konteks transformasi digital. Salah satu penelitian yang
relevan adalah studi yang dilakukan oleh Aji (2024), yang
menunjukkan bahwa pelatihan dan pengembangan karyawan secara berkelanjutan
menjadi kunci keberhasilan perusahaan digital dalam mempertahankan daya saing.
Penelitian lainnya oleh Jamal (2024) menekankan pentingnya
keterlibatan karyawan dalam proses digitalisasi untuk memastikan adopsi
teknologi baru berjalan efektif. Studi ini juga menunjukkan bahwa perusahaan
yang berhasil dalam implementasi transformasi digital adalah perusahaan yang
berfokus pada pengembangan keterampilan karyawan secara holistik, termasuk soft
skills seperti kepemimpinan dan inovasi.
Di Indonesia, penelitian terkait pengelolaan SDM
di perusahaan digital masih relatif terbatas. Namun, beberapa studi lokal
seperti yang dilakukan oleh Santoso (2023) menunjukkan
bahwa perusahaan teknologi di Indonesia menghadapi masalah kesenjangan
keterampilan yang sama dengan perusahaan di negara lain. Studi tersebut
menemukan bahwa perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia perlu memperkuat
program pelatihan untuk mengimbangi kebutuhan keterampilan yang terus
berkembang.
Penelitian ini memiliki kebaruan dalam pendekatan
yang diambil untuk menyelesaikan permasalahan MSDM di perusahaan digital,
khususnya di Indonesia. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang banyak
berfokus pada pengembangan keterampilan teknis, penelitian ini juga akan meneliti
pentingnya pengembangan soft skills serta bagaimana keduanya dapat berdampak
pada peningkatan kinerja karyawan. Selain itu, penelitian ini akan
mengeksplorasi strategi MSDM yang tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi
juga mencakup manajemen keterlibatan karyawan dalam proses inovasi di
perusahaan digital.
Berdasarkan pemaparan di atas, tujuan penelitian
untuk mengidentifikasi faktor-faktor dalam pengelolaan SDM yang berkontribusi
terhadap peningkatan kinerja dan keterampilan karyawan di perusahaan digital.
Hipotesis yang diajukan adalah bahwa pengelolaan SDM yang efektif, yang
mencakup pelatihan berkelanjutan dan peningkatan soft skills, memiliki dampak
positif terhadap kinerja karyawan dan tingkat retensi mereka di perusahaan
digital seperti PT. Muda Kaya Mendunia. Selain itu, penelitian ini juga
bertujuan untuk menemukan korelasi antara keterlibatan karyawan dalam
pengambilan keputusan dan peningkatan motivasi serta produktivitas kerja.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi praktis bagi PT. Muda Kaya Mendunia dalam menyusun strategi
pengelolaan SDM yang lebih efektif, terutama dalam menghadapi tantangan
teknologi dan persaingan di industri digital. Hasil dari penelitian ini dapat
digunakan sebagai dasar untuk merancang program pelatihan yang lebih
terstruktur dan berkelanjutan, yang mencakup pengembangan keterampilan teknis
dan soft skills. Selain itu, implikasi dari penelitian ini dapat diterapkan
oleh perusahaan digital lainnya di Indonesia yang menghadapi masalah serupa
terkait pengelolaan SDM dan transformasi digital. Penelitian ini juga dapat
menjadi referensi bagi para praktisi SDM dalam merancang kebijakan yang mampu
meningkatkan kinerja, keterampilan, dan loyalitas karyawan dalam jangka
panjang.
METODE PENELITIAN
Jenis Desain:
Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif survei (Sugiyono, 2017). Desain ini dipilih karena survei memungkinkan
pengumpulan data dari sampel besar dengan cepat dan efisien, serta sesuai untuk
mengevaluasi hubungan antara variabel-variabel dalam penelitian (Singarimbun & Effendi, 2011). Survei ini difokuskan
pada pengukuran hubungan antara variabel-variabel yang terkait dengan
pengelolaan SDM, kinerja, dan pengembangan keterampilan karyawan.

Gambar
1. Statistik Deskripsi Variable Penelitian
Desain survei dipilih karena sesuai untuk menjawab
pertanyaan penelitian mengenai hubungan antara pengelolaan SDM dengan kinerja
dan keterampilan karyawan di perusahaan digital. Pendekatan ini memungkinkan
pengumpulan data dari sejumlah besar responden dalam waktu singkat, dan
memberikan kesempatan untuk menganalisis hubungan korelasional antar variabel.
Populasi dan Sampel
Populasi:
Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan
PT. Muda Kaya Mendunia di Kota Cirebon yang bekerja di sektor digital. Total
populasi diperkirakan sekitar 200 karyawan yang bekerja di berbagai divisi
seperti pengembangan perangkat lunak, pemasaran digital, dan manajemen proyek.
Sampel:
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah
stratifikasi untuk memastikan representasi yang seimbang dari berbagai divisi.
Ukuran sampel ditetapkan sebanyak 100 karyawan, dipilih secara acak dari
berbagai departemen untuk memberikan gambaran umum kinerja dan keterampilan.

Gambar
2. Proporsi Responden
Diagram lingkaran ini menampilkan distribusi responden berdasarkan divisi
di PT. Muda Kaya Mendunia. Setiap segmen diwarnai dengan warna yang berbeda
untuk membedakan divisi. Berikut rincian distribusi:
Kriteria Inklusi dan Eksklusi:
1.
Inklusi: Karyawan yang telah bekerja di perusahaan
minimal selama 1 tahun dan berusia 21 tahun ke atas.
2.
Eksklusi: Karyawan kontrak yang bekerja kurang dari 1
tahun atau yang sedang menjalani masa percobaan kerja.
Instrumen Pengumpulan Data
Jenis Instrumen:
Instrumen yang digunakan adalah kuesioner yang
terdiri dari pertanyaan tertutup menggunakan skala Likert 1-5, di mana
responden diminta untuk menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap berbagai
pernyataan terkait pengelolaan SDM, kinerja, dan pengembangan keterampilan.
Validitas dan Reliabilitas:
Kuesioner telah diuji validitasnya melalui uji
validitas isi oleh para ahli di bidang MSDM, dan reliabilitasnya diuji
menggunakan koefisien Cronbach's Alpha, yang menunjukkan nilai reliabilitas
sebesar 0,85, menandakan instrumen memiliki keterandalan yang tinggi.
Prosedur Pengumpulan Data:
Data dikumpulkan selama 2 minggu menggunakan
survei daring yang disebarkan melalui email kepada responden. Setiap responden
diberikan waktu satu minggu untuk mengisi kuesioner. Pengingat dikirimkan
setiap 3 hari kepada mereka yang belum merespons.
Variabel Penelitian
Variabel Independen:
Pengelolaan SDM: Ini termasuk praktik-praktik seperti
pelatihan, pengembangan karyawan, dan manajemen kinerja.
Variabel Dependen:
1.
Kinerja Karyawan: Diukur berdasarkan hasil kerja yang
dinilai oleh manajer mereka, serta produktivitas mereka secara keseluruhan.
2.
Pengembangan Keterampilan: Diukur dengan bagaimana
karyawan menilai peningkatan keterampilan mereka sejak bergabung di perusahaan.
Variabel Kontrol:
1.
Pengalaman Kerja: Pengalaman kerja dikendalikan untuk
memastikan bahwa pengaruh utama berasal dari pengelolaan SDM dan bukan dari
perbedaan dalam pengalaman kerja.
2.
Jenis Divisi: Karena setiap divisi memiliki peran yang
berbeda, divisi diambil sebagai variabel kontrol untuk melihat variasi pengaruh
pengelolaan SDM.
Prosedur Penelitian
Tahapan Penelitian:
1. Perencanaan: Pengembangan instrumen kuesioner dan
pengujian awal.
2. Pengumpulan Data: Distribusi kuesioner kepada
responden selama 2 minggu.
3. Pengolahan Data: Data dari kuesioner akan dikumpulkan,
dibersihkan dari data yang tidak valid, dan dianalisis.
4.
Analisis Data: Data dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik.
Pengendalian Variabel:
Variabel pengalaman kerja dan divisi akan
dikendalikan dalam analisis statistik untuk memastikan hasil lebih akurat.
Teknik Analisis Data
Metode Statistik:
Data akan dianalisis menggunakan uji regresi
linier untuk menentukan hubungan antara pengelolaan SDM dengan kinerja dan
keterampilan karyawan. ANOVA akan digunakan untuk melihat perbedaan kinerja
antar divisi.
Pengolahan Data:
Data akan diproses menggunakan perangkat lunak
SPSS. Langkah pertama adalah pembersihan data untuk menghapus respon yang tidak
lengkap, diikuti oleh transformasi data yang diperlukan untuk analisis.
Etika Penelitian
Persetujuan Etik:
Penelitian ini telah mendapatkan persetujuan dari
komite etik universitas. Semua prosedur penelitian dilakukan sesuai dengan
standar etika yang berlaku, termasuk memastikan hak-hak peserta penelitian.
Informasi tentang Subjek:
Setiap responden diberi penjelasan tentang tujuan
penelitian dan bagaimana data mereka akan digunakan. Persetujuan diberikan
secara tertulis melalui formulir daring sebelum mereka mengikuti survei.
Privasi dan Kerahasiaan:
Data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan
disimpan secara aman, hanya digunakan untuk tujuan penelitian ini. Nama
responden tidak diungkapkan, dan hasil dianalisis secara agregat.
Pertimbangan Logistik
Sumber Daya:
Penelitian ini menggunakan dana internal dari
perusahaan dan alat pengumpulan data seperti Google Forms dan perangkat lunak
SPSS untuk analisis data.
Kendala:
Kemungkinan kendala yang dihadapi adalah rendahnya
partisipasi responden dalam pengisian kuesioner. Untuk mengatasi hal ini,
pengingat akan dikirim secara berkala kepada mereka yang belum menyelesaikan
survei.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil Temuan Penelitian
1.
Penyajian Data
Berikut adalah
distribusi sampel berdasarkan divisi di PT. Muda Kaya Mendunia:
Tabel 1. Distribusi Sampel Berdasarkan Divisi
|
Divisi |
Jumlah Responden |
|
Pengembangan |
30 |
|
Pemasaran Digital |
25 |
|
Manajemen Proyek |
25 |
|
Lainnya |
20 |
Berdasarkan tabel 1 menyajikan distribusi responden berdasarkan divisi di
PT. Muda Kaya Mendunia. Tabel ini menunjukkan bahwa responden berasal dari
berbagai divisi di perusahaan, dengan divisi Pengembangan memiliki jumlah
responden terbanyak, yaitu 30 responden, diikuti oleh divisi Pemasaran Digital
dan Manajemen Proyek yang masing-masing berjumlah 25 responden. Divisi lainnya mencakup 20 responden.
2.
Statistik Deskriptif:�
Berikut adalah
statistik deskriptif dari variabel-variabel penelitian, seperti pengelolaan
SDM, kinerja karyawan, dan pengembangan keterampilan.
Tabel 2. Statistik Deskriptif Variabel Penelitian
|
Variabel |
Mean |
Standar Deviasi |
|
Pengelolaan SDM |
4.2 |
0.7 |
|
Kinerja Karyawan |
3.8 |
0.9 |
|
Pengembangan Keterampilan |
3.9 |
0.8 |
Tabel ini menunjukkan statistik deskriptif dari tiga variabel utama dalam
penelitian, yaitu pengelolaan SDM, kinerja karyawan, dan pengembangan
keterampilan. Nilai rata-rata (mean) untuk setiap variabel menunjukkan tingkat
persepsi responden terhadap variabel tersebut. Misalnya, nilai mean sebesar 4.2
pada variabel pengelolaan SDM menunjukkan bahwa responden secara umum memiliki
persepsi yang positif mengenai bagaimana SDM dikelola di perusahaan. Standar
deviasi menunjukkan variasi dari data, di mana nilai standar deviasi yang lebih
kecil (seperti pada pengelolaan SDM) menunjukkan variasi data yang lebih kecil.
Analisis
Statistik:
Untuk menguji hubungan antara pengelolaan SDM
(X₁), pengembangan keterampilan (X₂), dan kinerja karyawan (Y),
dilakukan analisis regresi linier. Regresi linier digunakan untuk melihat
seberapa besar pengaruh variabel independen (X₁ dan X₂) terhadap
variabel dependen (Y).
Rumus Umum Regresi Linier:

Keterangan dari Rumus:
1.
YYY: Variabel dependen, yaitu kinerja karyawan. Ini
adalah hasil yang ingin diprediksi berdasarkan variabel independen.
2.
X1X_1X1: Variabel independen pertama, yaitu
pengelolaan SDM. Ini adalah faktor yang dianggap memengaruhi atau meningkatkan
kinerja karyawan.
3. X2X_2X2:
Variabel independen kedua, yaitu pengembangan keterampilan. Variabel ini juga dianggap berkontribusi
terhadap peningkatan kinerja karyawan.
4.
β0\beta_0β0:
Konstanta atau intercept,
yang mewakili nilai Y saat X₁ dan X₂ bernilai nol. Artinya, ini adalah kinerja karyawan jika tidak
ada pengaruh dari pengelolaan SDM atau pengembangan keterampilan.
5.
β1\beta_1β1: Koefisien regresi untuk X₁, yaitu
pengelolaan SDM. Ini menunjukkan seberapa besar perubahan dalam kinerja
karyawan (Y) setiap kali terjadi peningkatan satu unit pada pengelolaan SDM
(X₁), dengan asumsi variabel lain konstan.
6.
β2\beta_2β2: Koefisien regresi untuk X₂, yaitu
pengembangan keterampilan. Ini menunjukkan seberapa besar perubahan dalam
kinerja karyawan (Y) setiap kali terjadi peningkatan satu unit pada
pengembangan keterampilan (X₂), dengan asumsi variabel lain konstan.
7.
ϵ\epsilonϵ: Residual atau error, yaitu selisih antara nilai
yang diprediksi oleh model regresi dan nilai aktual. Ini mencakup faktor-faktor
yang tidak dijelaskan oleh variabel independen dalam model.
Signifikansi dari Uji Regresi:
Jika p-value dari koefisien regresi β1\beta_1β1 dan β2\beta_2β2 < 0.05, maka pengaruh variabel
independen terhadap variabel dependen dinyatakan signifikan secara statistik.
Artinya, variabel pengelolaan SDM dan pengembangan keterampilan memiliki
pengaruh yang nyata terhadap kinerja karyawan.
Tabel 3. Hasil regresi linier
|
Variabel |
Koefisien |
t-statistik |
p-value |
|
Konstanta β0 |
1.2 |
3.15 |
0.002 |
|
Pengelolaan SDM (X1) |
0.45 |
5.67 |
0.000 |
|
Pengembangan Keterampilan (X2) |
0.32 |
4.23 |
0.001 |
Tabel ini menampilkan hasil regresi linier antara variabel independen
(pengelolaan SDM dan pengembangan keterampilan) terhadap variabel dependen
(kinerja karyawan). Koefisien regresi untuk pengelolaan SDM sebesar 0.45
menunjukkan bahwa peningkatan dalam pengelolaan SDM berhubungan positif dengan
peningkatan kinerja karyawan. Koefisien pengembangan keterampilan sebesar 0.32
juga menunjukkan hubungan yang positif, meskipun sedikit lebih rendah daripada
pengelolaan SDM. Nilai p-value untuk kedua variabel lebih kecil dari 0.05,
menunjukkan bahwa hubungan tersebut signifikan secara statistik.
Signifikansi:
Berdasarkan hasil uji regresi, nilai p-value untuk
pengelolaan SDM dan pengembangan keterampilan keduanya lebih kecil dari 0.05,
yang berarti hasilnya signifikan secara statistik. Hal ini menunjukkan bahwa
terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengelolaan SDM dan
pengembangan keterampilan terhadap kinerja karyawan di PT. Muda Kaya Mendunia.
Temuan Utama:
1.
Pengelolaan SDM berpengaruh signifikan terhadap kinerja
karyawan, dengan koefisien sebesar 0.45. Artinya, setiap peningkatan dalam
pengelolaan SDM akan meningkatkan kinerja karyawan secara signifikan.
2.
Pengembangan keterampilan juga memiliki pengaruh
signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan koefisien sebesar 0.32. Hal ini
menunjukkan bahwa peningkatan dalam pengembangan keterampilan karyawan akan
meningkatkan kinerja mereka.
3.
Hasil uji statistik menunjukkan bahwa model regresi yang
digunakan adalah signifikan dengan nilai p < 0.05.
Perbandingan Data:
Jika dibandingkan dengan hasil penelitian
sebelumnya oleh Sumarsono (2021), yang menunjukkan bahwa pengelolaan SDM
memberikan kontribusi sebesar 35% terhadap kinerja karyawan di sektor
teknologi, temuan penelitian ini mendukung hasil tersebut dengan pengaruh
pengelolaan SDM sebesar 45%. Perbedaan ini dapat disebabkan oleh fokus
perusahaan yang lebih besar pada pengembangan keterampilan di era digital.
Tabel 4. Perbandingan Hasil Penelitian ini Dengan Studi Sebelumnya
|
Penelitian |
Pengelolaan SDM (Koefisien) |
Pengembangan Keterampilan (Koefisien) |
Kinerja Karyawan (R�) |
|
Penelitian ini |
0.45 |
0.32 |
0.52 |
|
Sumarsono (2021) |
0.35 |
Tidak Diteliti |
0.48 |
Tabel ini
membandingkan hasil penelitian ini dengan studi terdahulu yang dilakukan oleh
Sumarsono (2021). Koefisien untuk pengelolaan SDM dalam penelitian ini lebih
tinggi dibandingkan dengan studi sebelumnya, yang menunjukkan bahwa pengelolaan
SDM di PT. Muda Kaya Mendunia memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap
kinerja karyawan. Selain itu, penelitian ini juga memperluas cakupan dengan menambahkan
variabel pengembangan keterampilan, yang tidak diteliti dalam studi sebelumnya.
Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi pengelolaan SDM dan pengembangan
keterampilan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kinerja karyawan
secara keseluruhan.
Pembahasan
Interpretasi Hasil
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan
SDM dan pengembangan keterampilan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
kinerja karyawan di PT. Muda Kaya Mendunia. Koefisien regresi untuk pengelolaan
SDM sebesar 0.45 menunjukkan bahwa peningkatan pengelolaan SDM memberikan
kontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Demikian pula,
pengembangan keterampilan dengan koefisien sebesar 0.32 menunjukkan bahwa
keterampilan karyawan yang dikembangkan melalui program pelatihan berkelanjutan
juga berdampak positif pada kinerja mereka.
Hasil ini mendukung hipotesis penelitian yang
diajukan sebelumnya, bahwa pengelolaan SDM dan pengembangan keterampilan
berhubungan positif dengan peningkatan kinerja karyawan. Temuan ini memperkuat
pemahaman bahwa investasi dalam manajemen SDM yang efektif serta pengembangan
kompetensi karyawan sangat penting untuk mencapai kinerja optimal, terutama
dalam konteks perusahaan digital yang terus berubah dan berkembang.
Temuan ini memiliki implikasi signifikan dalam
praktik pengelolaan SDM, terutama di perusahaan yang bergerak di industri
digital seperti PT. Muda Kaya Mendunia. Hasil ini menunjukkan bahwa perusahaan
yang secara proaktif mengelola SDM dan memberikan pelatihan yang berkelanjutan
dapat meningkatkan kinerja karyawan mereka. Dalam praktik, perusahaan harus
lebih fokus pada strategi pengembangan keterampilan yang disesuaikan dengan
kebutuhan teknologi terbaru serta membangun sistem manajemen kinerja yang lebih
efektif untuk mendukung pertumbuhan karyawan dan perusahaan.
Perbandingan dengan Penelitian Sebelumnya
Hasil penelitian ini sejalan dengan studi
terdahulu oleh Sumarsono (2021), yang juga menemukan bahwa pengelolaan SDM
memiliki kontribusi signifikan terhadap kinerja karyawan, meskipun besarnya
pengaruh dalam penelitian ini lebih tinggi (0.45 dibandingkan dengan 0.35 dalam
studi Sumarsono). Hal ini bisa disebabkan oleh perbedaan konteks organisasi, di
mana PT. Muda Kaya Mendunia mungkin lebih berfokus pada pengelolaan SDM yang
strategis.
Perbedaan utama dari penelitian ini adalah
dimasukkannya variabel pengembangan keterampilan, yang belum dieksplorasi dalam
penelitian Sumarsono. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan
memainkan peran penting dalam meningkatkan kinerja, terutama dalam lingkungan
kerja yang dinamis dan berbasis teknologi, seperti perusahaan digital.
Keterbatasan Penelitian
Beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan
dalam penelitian ini antara lain ukuran sampel yang terbatas pada satu perusahaan,
sehingga hasilnya mungkin tidak dapat digeneralisasikan untuk perusahaan
digital lainnya di Indonesia. Selain itu, pendekatan kuantitatif yang digunakan
memberikan data numerik tetapi mungkin mengabaikan aspek-aspek kualitatif yang
juga penting, seperti persepsi karyawan terhadap manajemen atau faktor-faktor
organisasi lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
Terdapat pula kemungkinan bias dalam pengumpulan
data, di mana responden mungkin merasa terdorong untuk memberikan jawaban yang
lebih positif mengenai pengelolaan SDM dan keterampilan mereka, terutama jika
mereka merasa diawasi oleh manajemen.
Saran untuk Penelitian Selanjutnya
Penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan
dengan melibatkan lebih banyak perusahaan dari berbagai sektor untuk mendapatkan
hasil yang lebih general. Selain itu, studi lanjutan juga dapat
mempertimbangkan pendekatan campuran (mixed methods) yang menggabungkan data
kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh
tentang pengelolaan SDM dan pengembangan keterampilan. Mengkaji variabel lain
seperti motivasi karyawan, loyalitas, atau kepuasan kerja juga akan memberikan
wawasan yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja
karyawan.
Kontribusi Penelitian
Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan
terhadap bidang manajemen SDM, terutama dalam konteks perusahaan digital di
Indonesia. Dengan menambahkan dimensi pengembangan keterampilan ke dalam
penelitian, studi ini memperluas pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi
kinerja karyawan. Selain itu, hasil ini menyoroti pentingnya SDM dan pelatihan
sebagai elemen kunci dalam mencapai kinerja organisasi yang optimal di industri
yang cepat berubah.
Penelitian ini juga memberikan bukti empiris
mengenai pentingnya pendekatan strategis dalam manajemen SDM yang sejalan
dengan perkembangan teknologi dan tuntutan pasar global.
Implikasi Praktis
Dari hasil penelitian ini, terdapat beberapa
rekomendasi praktis yang dapat diterapkan oleh PT. Muda Kaya Mendunia dan
perusahaan digital lainnya. Pertama, perusahaan harus terus meningkatkan
kualitas pengelolaan SDM mereka dengan berfokus pada program pelatihan
berkelanjutan yang tidak hanya melibatkan keterampilan teknis tetapi juga
pengembangan soft skills, seperti kepemimpinan dan kemampuan berkomunikasi.
Kedua, perusahaan perlu mengadopsi sistem manajemen kinerja yang lebih
transparan dan terukur sehingga dapat memotivasi karyawan untuk terus
meningkatkan kinerja mereka. Terakhir, perusahaan disarankan untuk membuat
lingkungan kerja yang mendukung pembelajaran berkelanjutan dan inovasi, yang
penting untuk bertahan dalam persaingan industri digital yang sangat dinamis.
KESIMPULAN
Hasil penelitian ini secara jelas menunjukkan
bahwa pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang efektif, terutama melalui
pelatihan berkelanjutan dan pengembangan keterampilan, memiliki dampak
signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan di perusahaan digital seperti
PT. Muda Kaya Mendunia. Pengelolaan SDM yang strategis, mencakup program
pelatihan yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi, berkontribusi secara
nyata dalam meningkatkan produktivitas karyawan, mengurangi turnover, dan
mempersiapkan karyawan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi yang pesat.
Secara spesifik, analisis regresi menunjukkan bahwa pengelolaan SDM memberikan
kontribusi sebesar 0.45 terhadap peningkatan kinerja karyawan, sementara
pengembangan keterampilan menyumbang 0.32, yang keduanya signifikan secara
statistik. Rekomendasi praktis untuk perusahaan digital mencakup penerapan
program pelatihan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, khususnya dalam hal
keterampilan teknis dan soft skills yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan
transformasi digital. Selain itu, perusahaan perlu memperkuat manajemen kinerja
yang mampu mengukur hasil dari pelatihan ini secara berkala, sehingga karyawan
tidak hanya mampu beradaptasi tetapi juga memberikan kontribusi optimal bagi
pertumbuhan perusahaan. Dengan strategi yang lebih fokus pada pengembangan SDM
berbasis kebutuhan teknologi, perusahaan dapat lebih kompetitif dan
mempertahankan talenta terbaik di tengah persaingan industri yang semakin
ketat.
DAFTAR PUSTAKA
Agus Rohmat Hidayat, Nur
Alifah, Agis Ahmad Rodiansjah. (2023). Kontribusi Digitalisasi Bisnis Dalam
Menyokong Pemulihan Ekonomi dan Mengurangi Tingkat Pengangguran di Indonesia. Jurnal
Syntax Idea, 5(9), 1259�1269.
https://doi.org/10.46799/syntax-idea.v5i9.2559
Aji, Guruh Suksmono,
& Mala, Iva Khoiril. (2024). Meningkatkan Kualitas SDM Untuk Mencapai
Keunggulan Kompetitif Perusahaan di Era Digital: Tren, Inovasi, dan Tantangan. Jurnal
Manajemen Dan Ekonomi Kreatif, 2(3), 1�17.
Astuti, Aurelia Widya,
& Muhafifah, Ratih. (2023). The Role Of Technology In Changing Modern
Business Dynamics. Interdisciplinary Journal of Advanced Research and
Innovation, 1(2), 68�72.
Astuti, Aurelia Widya,
Sayudin, Sayudin, Khan, Aisha, Hussain, Syed Araick, & Umar, Manir. (2023).
Islamic Economic Transformation In The Digital Era: A Review Of The Role Of
Fintech. Jurnal Impresi Indonesia, 2(12), 1219�1225.
Budi Eka Dharma, George.
(2020). Upaya Pemajakan atas Robot Sebagai Bentuk Pengendalian Otomatisasi
Dalam Perkembangan Revolusi Industri di Dunia (Efforts to Tax the Robots as a
Form of Automation Control in the Development of the Industrial Revolution in
the World). Karya Tulis Tugas Akhir Politeknik Keuangan Negara STAN.
Hartati, Veronica
Novelia Pretty Puji, & Giovanni, Axel. (2022). Perspektif Pengembangan
Digital Talent Era Industri 4.0. Akmenika: Jurnal Akuntansi Dan Manajemen,
19(1).
Iswati, Ana. (2023). Peran
Worklace Spirituality Dalam Menurunkan Tingkat Burnout Terhadap Turnover
Intention. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.
Jamal, Rayyan, Ikhval,
Achmad Alfarizal, Nisa, Nova Ainun, Qulbi, Salwa Hulyatul, & Arifin,
Muhammad Usman. (2024). Penggunaan Teknologi Informasi dalam Mengoptimalisasi
Supply Chain Management. Jurnal Inovasi Global, 2(7), 737�750.
Muharam, Dani Rahadian.
(2017). Penerapan konsep resources-based view (RBV) dalam upaya mempertahankan
keunggulan bersaing perusahaan. Jurnal Ilmu Administrasi: Media Pengembangan
Ilmu Dan Praktek Administrasi, 14(1), 82�95.
Saied, Muhammad, Atika,
Nila, Sayudin, Sayudin, Sagita, Bahar, Astuti, Aurelia Widya, & Muharram,
Azka. (2023). Exploration of Innovation Strategies in Business Management:
Enhancing Sustainability and Organizational Growth in the Digital Economic Era.
Riwayat: Educational Journal of History and Humanities, 6(3),
1739�1744.
Santoso, Gunawan, Karim,
Aim Abdul, & Maftuh, Bunyamin. (2023). Kajian Kewajiban dan Hak Negara dan
Warga Negara sebagai Strategi WNI dan WNA di Dalam dan di Luar Negeri Indonesia
Abad 21. Jurnal Pendidikan Transformatif, 2(1), 241�256.
Saputra, Anri. (2020).
Pendidikan Dan Teknologi: Tantangan Dan Kesempatan. Indonesian Journal of
Islamic Educational Management, 3(1), 21�33.
Singarimbun, Masri,
& Effendi, Sofian. (2011). Metode Penelitian Survei, Edisi Revisi, LP3ES.
Jakarta.
Sudaryo, Yoyo, Aribowo,
Agus, & Sofiati, Nunung Ayu. (2018). Manajemen Sumber Daya Manusia:
Kompensasi Tidak Langsung dan Lingkungan Kerja Fisik. Penerbit Andi.
Sugiyono, Prof. (2017).
Metodologi penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D. Alpabeta, Bandung.
Suprihanto, John, &
Putri, Lana Prihanti. (2021). Manajemen Sumber Daya Manusia. UGM PRESS.
Supriyadi, Eko, Ningrum,
Dian Prasetya, Kurniawatiningsih, Eka Dewi, Bilal, Farhan, Pahleviando, Rezha,
& Handoko, Indria. (2021). Faktor yang mempengaruhi retensi karyawan
milenial pada saat pandemi Covid-19: Kasus pada sebuah perusahaan BUMN di
Indonesia. Journal of Business & Banking, 11(1), 49�71.
Tahir, Rusdin, Aulia,
Didi Iskandar, Sunarto, Sunarto, Syahputra, Hendra, Dewi, Rina, Muharam, Deden
Darajat, Joeliaty, Joeliaty, Ramadhi, Ramadhi, Rohim, Mohamad, & Afiyah,
Salamatul. (2023). Manajemen Sumber Daya Manusia: Sebuah Konsep dan
Implementasi terhadap kesuksesan Organisasi. PT. Sonpedia Publishing
Indonesia.
Winarno,
Claudio E., Aris, Hardianto, Yunita, Mira, Aryana, Sarah, & Setyawan,
Agustinus. (2023). Masalah Kritis di Perusahaan Fintech dan Pendekatannya untuk
Menyelesaikan Isu Kritis. SEIKO: Journal of Management & Business, 6(2),
217�229.