KONTRIBUSI KEKUATAN
OTOT LENGAN DAN KELENTUKAN PERGELANGAN TANGAN TERHADAP KETEPATAN MELAKUKAN
SERVIS ATAS DALAM OLAHRAGA BOLA VOLI
Hendra
Lesmawan1, Jaka Setia Nugraha2, Widodo3, Noprizal Ariyadi4, Gunawan Fajariyanto5,
Seprianto6
Universitas PGRI Palembang, Indonesia
[email protected]1,
[email protected]2, [email protected]3,
[email protected]4, [email protected]5,
[email protected]6
Tujuan penelitian
adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara kelenturan otot lengan dan kelenturan terhadap ketepatan� servis puncak bola voli� siswa� UPT SDN 01
TIUH BALAK. Metode penelitian korelasi
menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian siswa UPT SDN 01 Tiuh Balak terdiri dari siswa kelas
V dan VI. Sampel kelas V yang berjumlah
20 siswa diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan
data adalah tes dan dokumentasi.
Teknik analisis
data meliputi uji normalitas,
korelasi linier berganda,
dan uji F. Populasi�
penelitian ini terdiri dari seluruh
siswa kelas V dan VI yang berjumlah 40 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu� sebanyak 20� siswa kelas V UPT SDN 01 Tiuh Balak Kecamatan Baradatu Kabupaten Weikanan Kabupaten Lampung Indonesia.
Hasil penelitian
kekuatan lengan menunjukkan nilai sebesar 892, namun hasil hipotesis yang dihitung pada F > F tabel menunjukkan 33,09 > 3,55 sehingga
uji F ditolak dan diterima.
Kontribusi kekuatan lengan terhadap akurasi servis bola voli sebesar 79%. Ketika fleksibilitas pergelangan tangan mencapai nilai 945 maka uji F ditolak dan diterima karena hasil hipotesis
dihitung F > F Tabel 8.50 > 3.55. Kontribusi fleksibilitas pergelangan tangan terhadap akurasi servis bola voli sebesar 89%. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara kekuatan lengan dan kelenturan pergelangan tangan terhadap ketepatan servis bola voli siswa UPT SDN 01 Tiuh Balak Kelas V. Artinya, untuk N = 20 adalah 0,954 pada tingkat signifikansi 5%. Hasil
uji F menunjukkan hasil
8,606 > 3,55 yang berarti ditolak
dan diterima. Uji determinan
menunjukkan kontribusi sebesar 91%.
Kata kunci: Kekuatan Otot Lengan,
Kelentukan, Ketepatan
Servis Atas
Abstract:
The purpose of this study was to
determine whether there was an influence between arm muscle flexibility and
flexibility on the accuracy of volleyball peak service at UPT SDN 01 TIUH BALAK
students. The correlation research method used a quantitative approach. The
population of the study of UPT SDN 01 Tiuh Balak
students consisted of students in grades V and VI. The sample of grade V,
totaling 20 students, was obtained using purposive sampling techniques. Data
collection techniques were tests and documentation.
Data analysis techniques included
normality tests, multiple linear correlations, and F tests. The population of
this study consisted of all grade V and VI students totaling 40 students. The
sampling technique in this study used purposive sampling techniques, namely 20
grade V students at UPT SDN 01 Tiuh Balak, Baradatu District, Weikanan
Regency, Lampung Regency, Indonesia.
The results of the arm strength study
showed a value of 892, but the results of the hypothesis calculated on F> F
table showed 33.09> 3.55 so that the F test was rejected and accepted. The
contribution of arm strength to volleyball service accuracy was 79%. When the
wrist flexibility reaches a value of 945, the F test is rejected and accepted
because the hypothesis results are calculated F > F Table 8.50 > 3.55.
The contribution of wrist flexibility to the accuracy of volleyball service is
89%. The results of the study showed that there was a significant influence
between arm strength and wrist flexibility on the accuracy of volleyball
service for students of UPT SDN 01 Tiuh Balak Class
V. This means that for N = 20 it is 0.954 at a significance level of 5%. The F
test results showed a result of 8.606 > 3.55 which means it was rejected and
accepted. The determinant test showed a contribution of 91%.
Keywords: Arm Muscle Strength,
Flexibility, Top Serve Accurac����������������������������������������������������������
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Olahraga dapat didefinisikan
sebagai aktivitas yang dilakukan secara bebas dengan tujuan
hiburan dan melibatkan gerakan fisik dan keterampilan seseorang untuk meningkatkan kesehatan fisik dan mental serta untuk membuat
tubuh lebih ringan dan segar. Menurut Kuntjiro (2020, p. 70), olahraga adalah salah satu aktivitas fisik dan mental yang membantu menjaga dan mengoptimalkan kesehatan. Karena olahraga memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan mengharumkan nama negara ditingkat regional
dan internasional yang menjadi
perhatian khusus dibidang olahraga. Permainan seperti sepak bola, bola voli, renang, lempar lembing, dan lainnya adalah contoh olahraga
yang meningkatkan kesehatan
dan kekuatan.
Bola voli adalah olahraga
di mana dua tim bermain melawan satu sama
lain di lapangan yang sama.
Caranya cepat, gerakannya fleksibel, dan pemainnya butuh kerja sama dan saling pengertian. Tujuan permainan ini adalah
melempar bola melewati net
dan ke lantai� lapangan lawan, mencegah upaya serupa dilakukan
oleh tim lawan. Menurut Endrawan (Endrawan, 2022, p. 426), tujuan bermain bola voli adalah� rekreasi,� mengisi waktu luang
atau sekedar bersenang-senang. Beralih ke tujuan lain adalah meningkatkan kinerja.
Atlet apabila ingin berprestasi, kondisi fisik mereka
harus prima. Pola penyelenggaraan
pertandingan diperlukan untuk pembinaan dan pembinaan atlet. Bola voli telah menjadi
sangat populer di Indonesia karena
dapat dimainkan oleh semua lapisan masyarakat,
seperti yang ditunjukkan
oleh banyaknya klub bola voli di kota-kota besar dan bahkan di pedesaan, serta sejumlah pertandingan bola voli seperti PORSENI, PORPROV,
PROLIGA, dan PON, di mana regu bola voli terdiri dari
6 orang. Setiap pemain harus memiliki dan menguasai semua elemen fisik, taktik,
teknik, dan mental yang diperlukan
untuk memenangkan pertandingan.
Menurut Mulyadi et al. (2020), ada
enam teknik dasar yang digunakan dalam permainan bola voli: servis, passing, smash, dan
blocking. Komponen kondisi fisik berfungsi untuk mendukung komponen lain. Menurut Sahabuddin
(2020), servis adalah salah
satu teknik dasar dalam permainan
bola voli karena tujuan servis adalah
untuk membuka permainan, atau memulai permainan, dan berusaha agar tim mencetak poin. Namun, para pemain harus mampu memadukan
berbagai aspek kebugaran jasmani dan keterampilan teknik agar servis bola voli dapat berfungsi dengan baik. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa sangat sulit untuk belajar
dan mengembangkan teknik servis yang baik tanpa kemampuan fisik. Berdasarkan kepentingan fungsi servis tersebut, berbagai metode penyajian dibuat, termasuk service up and down.
Salah satu servis yang paling berpengaruh dalam permainan bola voli adalah servis atas.Servis
atas adalah salah satu pukulan pertama
pada awal pertandingan bola
voli dan dilakukan sambil berdiri di antara bagian belakang
garis akhir dan�
perpanjangan garis samping.
Servis atas memerlukan teknik pukulan, sehingga dapat digunakan sebagai metode serangan untuk mencetak poin, dan tentunya juga dapat digunakan sebagai serangan untuk menghentikan bola dari posisi lawan.
Eksekusi servis yang baik juga harus didukung oleh durasi, intensitas, dan frekuensi latihan servis. Hal ini dimaksudkan untuk membantu pemain� memahami bagaimana servisnya mengenai sasaran dengan tepat dan menyulitkan lawan. Menurut Arwan (2020), jika ingin berlatih
dengan baik tentu memerlukan metode latihan yang baik dan sesuai dengan misi.
�Bobot dan keseimbangan yang tepat memungkinkan pemain� melakukan servis dengan lebih
baik. Olahraga memerlukan latihan fisik untuk mencapai
maksimal performa. Latihan jasmani dalam berbagai
cabang olahraga merupakan landasan utama yang harus diselesaikan seiring dengan peningkatan latihan teknik dan taktis. Bermain bola voli juga memerlukan kondisi fisik yang baik. �Dalam permainan bola voli, selain teknik fisik
yang baik, kekuatan otot lengan dan kelenturan pergelangan tangan memegang peranan penting dalam permainan. Kekuatan otot adalah
kemampuan otot untuk berkontraksi dan menimbulkan resistensi.
Menurut
Bola voli, olahraga secara internasional keberadaannya di seluruh
dunia, menitik beratkan kepada kecepatan dan kebugaran fisik. Servis atas, salah satu dari banyak keterampilan
yang diperlukan dalam permainan ini, sangat penting untuk menentukan
alur pertandingan. Efektivitas servis atas sangat bergantung pada kebugaran fisik atlet, khususnya kekuatan otot lengan
dan kelenturan pergelangan tangan. Kedua komponen
ini mempengaruhi lintasan bola, akurasi, dan kecepatan. Pada akhirnya, mereka mempengaruhi kemampuan lawan untuk menerima bola.
Dalam olahraga bola voli, komponen kebugaran fisik sangat penting. Harsuki (2018) menyatakan bahwa kekuatan otot lengan sangat penting untuk meningkatkan
performa atlet secara keseluruhan, terutama dalam memberikan kontrol dan kekuatan yang lebih baik saat melakukan
servis bola voli (Gazali
& Cendra, 2019). Handayani (2018) menunjukkan bahwa ada hubungan langsung
antara ketepatan servis bulu tangkis
dan kekuatan otot lengan, yang memiliki mekanisme yang mirip dengan bola voli. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Hermansah dan
Mahendra (2019) menunjukkan bahwa
mobilitas sendi yang baik dapat membantu
menentukan arah bola dengan lebih mudah.
Penemuan ini menunjukkan bahwa kelenturan pergelangan tangan meningkat secara langsung berbanding lurus dengan akurasi servis.
Rahmani (2020) meneliti hubungan antara kekuatan otot dan kelenturan, dan menemukan bahwa pemain yang memiliki kedua kualitas ini lebih baik
dalam melakukan servis atas. Yogi (2020) memperkuat temuan ini dengan mengatakan
bahwa kekuatan otot lengan berkontribusi
pada ketepatan servis sebesar 79%, dan kelenturan pergelangan tangan berkontribusi sebesar 89% untuk meningkatkan presisi servis pada pemain bola voli.
Penelitian sebelumnya telah membahas kontribusi individu dari kekuatan otot
lengan dan kelenturan pergelangan tangan terhadap ketepatan servis atas. Ini terutama berlaku untuk penelitian yang mempelajari pengaruh kombinasi dari kedua komponen ini terhadap ketepatan
servis atas. Program olahraga pendidikan seperti P5 (Learning Based on Projects) di UPT SDN 01 Tiuh Balak adalah contohnya. Ketidaksesuaian ini menunjukkan bahwa penelitian yang menilai kedua variabel
tersebut secara bersamaan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani sangat diperlukan.
Berdasarkan hasil observasi
dan pengamatan peneliti, servis atas adalah
teknik awal yang sangat penting untuk mencetak
point. Namun, peserta didik belum sepenuhnya
berhasil melakukan servis atas; melakukan
banyak kesalahan, seperti bola sering tersangkut di net dan keluar lapangan; dan gerakan servis atas masih terlihat kaku, sehingga kurang nya konsentrasi
ketika melakukan servis atas. Lawan dapat memperoleh poin karena kesalahan
yang sering terjadi pada beberapa servis. Hal ini disebabkan oleh kecepatan yang lebih rendah dari peserta
didik yang lebih lemah saat servis
atas. Tujuan servis atas bola voli sangat bergantung pada tinggi dan kelenturan pergelangan tangan pemain. karena kekuatan otot lengan dan kelenturan pergelangan tangan sangat penting untuk permainan bola voli, terutama dalam servis atas
�Dengan pentingnya kekuatan otot lengan dan kelenturan pergelangan tangan dalam permainan
bola voli khususnya pada servis atas. Berdasarkan
permasalahan di atas penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat kontribusi antara kekuatan otot lengan dan kelenturan terhadap ketepatan melakukan servis atas dalam
olahraga bola voli pada siswa di SMK Negeri 5 Palembang.
METODE
PENELITIAN
Jenis penelitian
ini adalah penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut (Sugiyono, 2021), penelitian korelasional adalah penelitian yang menentukan hubungan dan derajat hubungan antara dua variabel atau lebih tanpa
mempengaruhinya sehingga tidak terjadi manipulasi
variabel.
SMK Negri 5 sebagai
Populasi penelitian berwilayah di�
Palembang terdiri dari
kelas X.ANS yang peserta laki-lakinya 10 orang dan peserta
perempuan 10 orang, serta kelas X.PSPT yang peserta laki-lakinya 11 orang dan peserta
perempuan 9 orang. Pengambilan
sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan memilih kelas X.ANS yang berjumlah 20 individu sebagai kelas yang akan diteliti.
�Teknik
pengumpulan data yang digunakan
adalah tes. Tiga tes yang digunakan
dalam penelitian ini: tes kekuatan
otot lengan terdiri dari Tes
push up pria terdiri dari� tahapan sebagai berikut::
1.
Posisi
awal: Mulailah dengan posisi tengkurap dengan�
telapak tangan menghadap ke atas. Lantai di bawah dada peserta tes. Peserta
kemudian meletakkan kedua tangannya di lantai di bawah bahu, menjaga siku tetap
lurus atau terentang. Seluruh tubuh peserta harus lurus, hanya tangan dan tumit
yang menyentuh lantai, dan� kaki dibuka
selebar bahu.
2. Prosedur : Peserta menekuk lengan,
menurunkan badan hingga dada menyentuh tangan, dan menekan kembali ke posisi
awal. Saat melakukan push-up, Anda perlu menjaga posisi tubuh tetap lurus. Peserta
menyelesaikan tes sebanyak-banyaknya tanpa istirahat.
3. Penilaian: Poin diberikan berdasarkan
jumlah push-up yang dilakukan dengan benar.
Tabel 1. Penilaian
Push-UP untuk Laki-Laki
|
Umur |
17-19 |
20�29 |
30-39 |
40-49 |
50�59 |
60-69 |
|
Excellient |
>56 |
>47 |
>41 |
>34 |
>31 |
>30 |
|
Baik |
47-56 |
39 � 47 |
34 � 41 |
28 � 34 |
25 � 31 |
24 � 30 |
|
Cukup |
35 � 46 |
30 � 38 |
25 � 33 |
21 � 27 |
18 � 24 |
17 � 23 |
|
Sedang |
19 � 34 |
17 � 29 |
13 � 24 |
11 � 20 |
9 � 17 |
6 � 16 |
|
Kurang |
11 � 18 |
10 -16 |
8 � 12 |
6 � 10 |
5 � 8 |
3 � 5 |
|
Kurang Selkali |
4 � 10 |
4 � 9 |
2 � 7 |
1 � 5 |
1 � 4 |
1 |
|
Buruk |
<4 |
<4 |
<2 |
0 |
0 |
0 |
Sumber
:
Dan Tes Push-Up
Wanita dengan tahap-tahap yaitu berbaring di lantai, berbaring di lantai dengan posisi
lengan dan bahu�
lurus. Posisi lutut berada di lantai dan menopang tubuh. Turunkan tubuh hingga siku membentuk sudut 90 derajat. Kembali ke posisi awal dengan
tangan terentang penuh. Gerakan push up ini diulangi tanpa istirahat. �Jalankan sesering mungkin.Tuliskan jumlah total untuk semua kegiatan.
Tabel 2. Tes
Push-UP untuk Wanita
|
Umur |
17-19 |
20 � 29 |
30 - 39 |
40 - 49 |
50 - 59 |
60 - 69 |
|
Excellielnt |
>35 |
>36 |
>37 |
>31 |
>25 |
>23 |
|
Baik |
27 � 35 |
30 � 36 |
30 � 37 |
25 � 31 |
21 � 25 |
19 � 23 |
|
Cukup |
21 � 26 |
23 � 29 |
22 � 29 |
19 � 24 |
15 � 20 |
13 � 18 |
|
Sedang |
11 � 20 |
12�22 |
10 � 21 |
8 � 18 |
7 � 14 |
5 � 12 |
|
Kurang |
6 � 10 |
7 -11 |
5 � 9 |
4 � 7 |
3 � 6 |
2 � 4 |
|
Kurang Selkali |
2 � 5 |
2 � 6 |
1 � 4 |
1 � 3 |
1 � 2 |
1 |
|
Buruk |
0 - 1 |
0 � 1 |
0 |
0 |
0 |
0 |
Sumber
:
Tes kelenturan pergelangan
tangan dilakukan dengan berbaring telungkup di lantai dengan kedua tangan
diluruskan dan memegang tongkat. Metode Pelaksanaan: (a) Naikkan tongkat setinggi mungkin sambil menahan kepalanya dari lantai. (b) Ukur jarak tongkat dari
lantai. 1/2 inci adalah jarak terpindah.
(c) Ulangi tiga kali dan catat jarak terbaik.
(d) Ukur jarak antara pangkal lengan dan jari terpanjang. (e) Catat jarak terbaik.
Tabel 3. Penilaian
Kelentukan Pergelangan
Tangan
|
Klasifikasi |
Laki-Laki |
Perempuan |
|
Sempurna |
>12.50 |
>11.75 |
|
Baik |
12.50 � 11.50 |
11.75 � 10.75 |
|
Cukup |
11.49 � 8.25 |
10.74 � 7.50 |
|
Kurang |
8.24 � 6.00 |
7.49 � 5.50 |
|
Buruk |
<6.0 |
<5.50 |
Sumbelr :
Tes servis atas bola voli, tahapan-tahapan servis atas bola voli yaitu a) berdiri
dengan satu tangan memegang bola; b) kemudian tempatkan satu kaki berlawanan dengan tangan yang digunakan untuk memukul; c) lambungkan bola sampai melewati kepala, lalu pukul
dengan mengayunkan tangan ke atas
ke arah bola; d) kemudian langkahkan kaki belakang ke depan
dan luruskan tangan pemukul dengan mengikuti arus bola.
Tabel 4. Penilaian
Servis Atas
|
Intelrval |
Kategori |
|
>
25 |
Baik |
|
20-24 |
Cukup |
|
10-19 |
Kurang |
|
<10 |
Kurang
Selkali |
Sumber:�
Serta pengumpulan
data dengan dokumentasi.
Teknik analisis data sebagai
berikut:
1) uji normalitas menggunakan
uji Shapiro-Wilk menggunakan aplikasi
SPSS, Kriteria pengujian apabila nilai < 0,05 maka data dikatakan berdistribusi normal, dan ≥ 0,05 maka
data dikatakan tidak berdistribusi normal;
2) korelasi linier berganda, Rumus korelasi
berganda sebagai berikut:
Keterangan:
Ryx1 = koefisien
korelasi variabel kriteria dengan variabel prediktor pertama.
Ryx2= koefisien
korelasi variabel kriteria dengan variabel prediktor kedua.
3) Uji F, diperlukan untuk
mengetahui kuat hubungan antar dua variabel independen secara bersamaan atau lebih dengan
mempengaruhi variabel dependen. Rumus uji F sebagai berikut:
Persamaan dan rumus
Semua persamaan dan rumus
harus dirujuk dalam teks menggunakan
angka berurutan dalam tanda kurung,
lihat persamaan (1) sebagai contoh. Persamaan atau rumus yang ditampilkan harus dipusatkan dan diatur pada baris terpisah dengan ruang ekstra
di atas dan di bawah. Mereka harus diberi
nomor untuk referensi dan jumlahnya harus berurutan, dengan angka yang diapit tanda kurung
dan ditetapkan pada margin kanan.
a + b = c. (1)
Persamaan dan rumus harus diberi tanda baca
dengan cara yang sama seperti teks
biasa tetapi dengan spasi sebelum
tanda baca.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Kekuatan Otot
(Push-Up)
Deskripsi statistik kekuatan otat didapatkan
rata-rata hasil tes kekuatan otot (Push-Up) yaitu 16,20 dengan nilia minimum 10 dan maksimum 23 dapat dijabarkan pada tabel berikut.
Tabel 5.� Descriptive Statistic
Kekuatan Otot (Push-Up)
|
Descriptive Statistics |
|||||
|
|
N |
Minimum |
Maximum |
Melan |
Std. Delviatioln |
|
Kekuatan |
20 |
10 |
23 |
16.20 |
3.318 |
|
Valid
N (listwisel) |
20 |
|
|
|
|
Berdasarkan hasil tes
Push-Up laki-laki sebanyak
7 (35%) siswa dengan tingkat Push-Up kurang dan 3
(15%) siswa dengan tingkat sedang. Kemudian, hasil Push-Up perempuan sebanyak 1 (5%) siswi dengan tingkat
kurang dan 9 (45%) siswi dengan tingkat sedang. Siswa mampu
menyelesaikan tes kekuatan otot (Push-Up) dengan semaksimal mungkin.
Kelentukan Pergelangan Tangan
Deskripsi ststistik kelentukan pergelangan tangan didapatkan rata-rata yaitu 18,60 dengan nilia minimum 13 dan maksimum 25 dapat dijabarkan pada tabel berikut.
Tabel 6.� Descriptive Statistik
Kelentukan Pergelangan
Tangan
|
Descriptive Statistics |
|||||
|
|
N |
Minimum |
Maximum |
Melan |
Std. Delviatioln |
|
Kellelntukan |
20 |
13 |
25 |
18.60 |
2.873 |
|
Valid
N (listwisel) |
20 |
|
|
|
|
Belrdasarkan hasil tels
kellelntukan pelrgellangan tangan laki-laki selbanyak
10 (50%) siswa delngan tingkat selmpurna. Kelmudian hasil tels kellelntukan pelrgellangan tangan pelrelmpuan selbanyak 10 (50%) siswi delngan tingkat
selmpurna.
Servis Atas Bola
Voli
Deskripsi statistik servis atas bola voli didapatkan rata-rata yaitu 20,20 dengan nilai minimum 15 dan maksimum 26 dapat dijabarkan pada tabel berikut.
Tabel 7. Descriptive
Statistik Servis Atas Bola Voli
|
Descriptive Statistics |
|||||
|
|
N |
Minimum |
Maximum |
Melan |
Std. Delviatioln |
|
Selrvis |
20 |
15 |
26 |
20.20 |
2.707 |
|
Valid
N (listwisel) |
20 |
|
|
|
|
Belrdasarkan
hasil tels selrvis atas bolla volli laki-laki selbanyak 4 (20%) siswa
delngan
tingkat kurang, 5 (25%) siswa delngan tingkat
cukup dan 1 (5%) delngan tingkat baik. Kelmudian hasil tels selrvis atas bolla volli pelrelmpuan selbanyak
4 (20%) siswi delngan katelgolri kurang dan 6 (30%) siswi delngan
katelgolri cukup.
Korelasi Berganda
Meltoldel analisis relgrelsi belrganda
digunakan guna melngeltahui selbelrapa belsar
kolntribusi
antara X1 (Push-Up),
X2 (Kelentukan Pergelangan
Tangan) dan Y (Servis Atas Bola Voli). Data diollah melnggunakan
SPSS Velrsi 26 yang hasilnya
dapat dilihat pada tablel
di bawah ini.
Tabel 8. Uji Korelasi Berganda� X1 Terhadap Y
|
Model
Summary |
|||||||||
|
Model |
R |
R
Square |
Adjusted
R Square |
Std. Error
of the Estimate |
Change
Statistics |
||||
|
R
Square Change |
F
Change |
df1 |
df2 |
Sig. F
Change |
|||||
|
1 |
.892a |
.795 |
.784 |
1.258 |
.795 |
70.010 |
1 |
18 |
.000 |
|
a. Predictors: (Constant), PushUp |
|||||||||
Berdasarkan tabel model summary di atas
:
a. R = 0,892 artinya koefisien
korelasinya 0,892 angka ini menunjukan bahwa derajat kontribusi
atau tingkat keeratan antara push-up terhadap
ketepatan melakukan servis atas bola voli menunjukan tingkat kontribusi sangat kuat.
b. Sig F change menunjukan angka
0,00 yang berarti kontribusi
simultan antara push-up terhadap
ketepatan servis atas karena apabila
nilai sig. F change < 0,05 maka
berkorelasi. Sedangkan, jika nilai sig. F change >
0,05 maka tidak berkontribusi.
Tabel
9. Uji Korelasi Berganda� X2 Terhadap Y
|
Model Summary |
|||||||||
|
Model |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error of the Estimate |
Change Statistics |
||||
|
R Square Change |
F Change |
df1 |
df2 |
Sig. F Change |
|||||
|
1 |
.945a |
.893 |
.887 |
.910 |
.893 |
150.011 |
1 |
18 |
.000 |
|
a. Predictors: (Constant), Kelentukan |
|||||||||
Berdasarkan tabel model summary di atas
:
a. R
= 0,945 artinya koefisien korelasinya 0,945 angka ini menunjukan bahwa derajat
kontribusi atau tingkat keeratan antara kelentukan terhadap ketepatan melakukan
servis atas bola voli menunjukan tingkat kontribusi sangat kuat.
b. Sig
F change menunjukan angka 0,00 yang berarti kontribusi simultan antara
kelentukan terhadap ketepatan servis
atas karena apabila nilai sig. F change < 0,05 maka berkorelasi. Sedangkan,
jika nilai sig. F change > 0,05 maka tidak berkontribusi.
Tabel
10. Uji Korelasi Berganda� X1 Dan X2 Terhadap
Y
|
Model
Summary |
|||||||||
|
Model |
R |
R
Square |
Adjusted
R Square |
Std.
Error of the Estimate |
Change
Statistics |
||||
|
R
Square Change |
F
Change |
df1 |
df2 |
Sig.
F Change |
|||||
|
1 |
.954a |
.910 |
.900 |
.856 |
.910 |
86.470 |
2 |
17 |
.000 |
|
a. Predictors:
(Constant), Kelentukan, PushUp |
|||||||||
Berdasarkan tabel model summary di atas
:
a. R
= 0,954 artinya koefisien korelasinya 0,954 angka ini menunjukan bahwa derajat
kontribusi atau tingkat keeratan antara push-up
dan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan melakukan servis atas bola
voli menunjukan tingkat kontribusi sangat kuat.
b. Sig
F change menunjukan angka 0,00 yang berarti kontribusi simultan antara push-up �dan kelentukan pergelangan tangan terhadap
ketepatan servis atas karena apabila nilai sig. F change < 0,05 maka
berkorelasi. Sedangkan, jika nilai sig. F change > 0,05 maka tidak
berkontribusi.
Uji Determinan
Setelah memperhitungkan koefesien kontribusi dan uji F, untuk mengetahui besar kecilnya kontribusi variabel X1 dan X2 delngan variabel Y, uji determinan mendapatkan besarnya kontribusi kekuatan otot lengan
dan kelentukan terhadap ketepatan melakukan servis atas bola voli secara serentak
yaitu 91%, dengan rumus koefisien determinan sebagai berikut :
1. X1 Terhadap
Y, KD = 79%
2. X2 Terhadap
Y, KD = 89 %
3. X1 Dan X2 Terhadap
Y, KD = 91 %
Pembahasan
Hasil penelitian didasarkan pada korelasi ganda. 1) Variabel X1 menunjukkan F hitung lebih besar
dari F tabel, yaitu 33,09 lebih besar dari 3,55 dan determinasi 79%; 2) Variabel X2 menunjukkan F hitung lebih besar dari
F tabel, yaitu 8,50 lebih besar dari
3,55 dan determinasi 89%; dan 3) Variabel
X1 dan X2 menunjukkan F hitung
lebih besar dari F tabel, yaitu
8,606 lebih besar dari 3,55. besarnya kontribusi kekuatan otot dan kelentukan terhadap ketepatan servis bola voli di uji menggunakan determinasi yang mendapatkan hasil 91%, sedangkan selebihnya dapat dipengaruhi oleh faktor lain di luar hasil dokumentasi penelitian, yaitu metode lain untuk mengumpulkan informasi dari lapangan dalam
proses pengumpulan data, seperti
dokumen, gambar, dan
video.� Disimpulkan, berdasarkan hasil penelitian, kekuatan otot dan kelentukan berkontribusi pada hasil servis atas bola voli SDN 01 TIUH BALAK.
Widiastuti (2019) menyatakan bahwa kekuatan otot adalah kemampuan
atau sekelompok otot untuk melakukan
kontraksi secara maksimal melawan tahanan atau beban,
dan Harsuki Maifa &
Paris B (2018) menyatakan bahwa
kekuatan otot sangat penting untuk meningkatkan
kondisi fisik secara keseluruhan karena mendorong aktivitas fisik. Selain itu, kekuatan memainkan
peran penting dalam melindungi atlet atau individu
dari cedera. Dengan hasil servis
atas bola volli 0,563, Terdapat kontribusi yang signifikan antara kekuatan otot.
Menurut penelitian Handayani (2018), kekuatan adalah komponen yang sangat penting (jika bukan
yang paling penting) untuk meningkatkan kondisi fisik secara keseluruhan.
Ini disebabkan oleh fakta bahwa kekuatan adalah penggerak setiap aktivitas fisik, dan kedua, kekuatan memegang perintah untuk setiap latihan. Hasil penelitian mendukung hipotesis Ha, yang mengatakan bahwa ada hubungan
antara kekuatan otot lengan dan ketepatan hasil servis f.
Selain itu, seperti yang ditunjukkan oleh Hermansah dan
Mahendra (2019), kekuatan otot
lengan berkontribusi pada servis, yaitu hasil
tembakan bebas akan meningkat jika kekuatan otot
lengan meningkat sebesar satu unit skor, dan jika kekuatan otot lengan
menurun sebesar satu unit skor, hasil tembakan bebas akan menurun..
Selain itu, kelentukan pergelangan tangan berkontribusi pada servis, yaitu jika lingkar
lengan meningkat sebesar satu unit skor, hasil tembakan.
Diperkuat oleh teori Sahabuddin
(2020), servis memiliki peran yang sangat penting dalam permainan bola voli karena tujuan
servis atas adalah untuk membuka
permainan, atau cara memulai permainan,
dan berusaha agar tim mencetak polin. Menurut Arwan (2020), metode latihan yang baik yang sesuai dengan tindakan
servis juga diperlukan. Endrawan (2022) melakukan penelitian tentang tes servis atas
bola voli, yang menyatakan bahwa untuk memiliki
kemampuan servis atas bola voli yang baik, pemain harus
dapat menggabungkan berbagai aspek kondisi fisik dan kemampuan teknik mereka. Hasil tes servis atas, 0,740, adalah hasil yang signifikan.
KESIMPULAN
Berdasarkan
yang telah dijabarkan di atas menunjukkan bahwa terdapat kekuatan otot lengan
berkontribusi pada ketepatan
servis atas bola voli, dan kelentukan pergelangan tangan berkontribusi pada ketepatan servis atas bola voli. Ada juga korelasi yang signifikan antara kekuatan otot lengan
dan kelentukan pergelangan tangan terhadap ketepatan servis atas bola voli di SDN 01 TIUH
BALAK. Diharapkan rekomendasi
penelitian lebih lanjut akan memberikan
manfaat bagi peneliti yang akan datang. Diharapkan guru dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi
dalam kegiatan olahraga, yang berdampak pada prestasi sekolah. Diharapkan sekolah dapat membantu siswa dalam pembelajaran
PJOK.
DAFTAR
PUSTAKA
Amrullah, O. Z. (2022). Hubungan
Kekuatan Otot Lengan Dan Koordinasi
Mata-Tangan Dengan Ketepatan
Servis Atas Bola Voli Siswa Kelas
Xi Jurusan Pedalangan Di Smk Negeri 1 Kasihan Bantul. Skripsi.
Arwan, Mongsidi,
Wolter, Badaruddin. (2020). Hubungan
Kelentukan Sendi Bahu Dengan
Kemampuan Servis Atas Pada Permainan
Bola Voli Klub Laskar Muda Desa Mataiwoi Kabupaten Konawe Utara. In Agustus (Vol. 1).
Gazali, Novri, &
Cendra, Romi. (2019). Keterampilan Servis Pendek Bulutangkis Mahasiswa Universitas Islam Riau.
Handayani,
Widya. (2018). Hubungan Koordinasi
Mata Tangan Dan Kekuatan Otot
Lengan Dengan Ketepatan Hasil Servis Forehand Dalam Permainan
Bulutangkis Pada Peserta Ekstrakurikuler Di Sma Negeri 2 Kayuagung. Wahana Didaktika :
Jurnal Ilmu Kependidikan, 16(2), 256.
Https://Doi.Org/10.31851/Wahanadidaktika.V16i2.2052
Harsuki.
(2018). Komponen Kebugaran
Fisik Dalam Olahraga Kompetitif. Jakarta: Rajawali
Pers.
Hermansah,
Bambang, & Mahendra, Agung. (2019). Hubungan Besarnya Lingkar Lengan, Kekuatan Otot Lengan Dan Kelentukan Pergelangan Tangan Dengan Hasil Tembakan Bebas Dalam Permainan Bola
Tangan Pada Mahasiswa Putra Club Bolatangan
Universitas Pgri Palembang Tahun
2016/2017. Wahana Didaktika : Jurnal Ilmu Kependidikan,
17(1), 93. Https://Doi.Org/10.31851/Wahanadidaktika.V17i1.2420
I Bagus E, Memo I,Martinus.
(2022). Hubungan Kekuatan Otot Lengan Dan Kelentukan Pergelangan Tangan Terhadap servis Atas Bola Voli. Journal
On Teacher Education, 4, 423�431. https://doi.org/10.31004/jote.v4i1.6223
Kuntjoro,
Bambang F.T. (2020). Rasisme Dalam Olahraga. Jurnal Penjakora, 7(1), 69.
Https://Doi.Org/10.23887/Penjakora.V7i1.19503
Nurhasan.
(2000). Tes Pengukuran
Dan Kelolahragaan. Bandung: Fakultas
Pendidikan Dan Kesehatan Universitas Pendidikan Indonesia.
Sahabuddin, Sahabuddin. (2020). Ektifitas Kelentukan Pergelangan Tangan Dan Kekuatan Otot Lengan Dengan
Kemampuan Servis Atas Bolavoli. Sportive: Journal
Of Physical Education, Sport And Recreation, 4(1), 23.
Https://Doi.Org/10.26858/Sportive.V4i1.17168
Sitti Maifa, &
Paris Barantai, Stkip.
(2018). Hubungan Antara Kekuatan
Otot Lengan Dan Daya Ledak
Otot Tungkai Dengan Kemampuan Smash Dalam Permainan Bola Voli Pada Mahasiswa
Penjaskesrek Angkatan 2017/2018 Stkip
Paris Berantai Kotabaru. Cendekia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 122�129.
Https://Doi.Org/10.33659/Cip.V7i1.126
Sugiyono.
(2021). Metode Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif, Dan R&D. Alfabeta.
Widiastuti.
(2015). Tes Dan Pengukuran
Olahraga. Delpolk: Pt Rajagrafindo Persada.
Widiastuti, S.
S. (2019). Mengenal Permainan
Olahraga Bola Besar. Myria Publisher.
Yogi, B. D. (2020). Hubungan
Antara Kekuatan Otot Lengan Dan Kelentukan Togok Dengan Hasil Servis Atas
Pada Siswa Ekstrakurikuler
Bola Voli Disekolah Smp
Negeri 1 Menjalin Kabupaten
Landak. Ikip Pgri Pontianak, 45�53.
Yulia, Dwi, Mulyadi, Nur, Pd, M., &
Pratiwi, Endang. (2020). Pembelajaran Bola
Voli. Retrieved From Www.Bening-Mediapublishing.Com