PENCAPAIAN K6 PADA IBU
HAMIL
DI PUSKESMAS
SUMBERPUCUNG
KAB. MALANG
Byba Melda
Suhita1, Prima Dew2, Nur Kholifatur Rizkiyah3,
Asri Dewi Wahyuningtyas4, Ida
Nuryati5
Institut Kesehatan STRADA,� Indonesia
[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3, [email protected]4, [email protected]5
Abstrak
Tingginya angka
kematian ibu (AKI) di Indonesia masih menjadi tantangan utama dalam sektor
kesehatan, salah satunya disebabkan oleh rendahnya cakupan kunjungan K6
antenatal care (ANC). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor
yang memengaruhi pencapaian kunjungan K6 pada ibu hamil di Puskesmas Sumberpucung,
Kabupaten Malang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kombinasi kualitatif
dan kuantitatif dengan alat analisis seperti diagram Fishbone, metode USG
(Urgency, Seriousness, Growth), dan SWOT. Data dikumpulkan melalui wawancara,
observasi, dan analisis dokumen. Hasil menunjukkan bahwa kurangnya pengetahuan
ibu hamil, keterbatasan akses, serta rendahnya dukungan keluarga merupakan
faktor utama yang menghambat pencapaian kunjungan K6. Intervensi berupa edukasi
melalui media sosial dan pelatihan tenaga kesehatan terbukti meningkatkan
cakupan, meskipun belum mencapai target maksimal. Implikasi penelitian ini
menekankan pentingnya pendekatan terpadu dalam meningkatkan kesadaran dan akses
ibu hamil terhadap layanan ANC, serta perlunya kolaborasi antara tenaga
kesehatan, keluarga, dan komunitas untuk mendukung pencapaian kunjungan K6 yang
optimal.
Kata
kunci: Antenatal Care
(ANC), K6, Diagram Fishbone, USG, SWOT, Puskesmas Sumberpucung
Abstract
The high maternal
mortality rate (MMR) in Indonesia is still a major challenge in the health
sector, one of which is caused by the low coverage of K6 antenatal care (ANC)
visits. This study aims to analyze the factors that influence the achievement
of K6 visits in pregnant women at the Sumberpucung Health Center, Malang
Regency. The research method uses a combination of qualitative and quantitative
approaches with analysis tools such as Fishbone diagrams, USG (Urgency,
Seriousness, Growth) methods, and SWOT. Data were collected through interviews,
observations, and document analysis. The results showed that lack of knowledge
of pregnant women, limited access, and low family support were the main factors
that hindered the achievement of K6 visits. Interventions in the form of
education through social media and training of health workers have been shown
to increase coverage, although they have not reached the maximum target. The
implications of this study emphasize the importance of an integrated approach in
increasing awareness and access of pregnant women to ANC services, as well as
the need for collaboration between health workers, families, and communities to
support the achievement of optimal K6 visits.
Keywords: Antenatal Care (ANC), K6, Fishbone Diagram, USG, SWOT, Sumberpucung
Health Center�������
Corresponding:
Byba Melda Suhita
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Dalam skala global,
kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu indikator utama dalam menilai
keberhasilan sistem pelayanan kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)
menekankan pentingnya layanan antenatal care (ANC) untuk mengurangi angka
kematian ibu (AKI) dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Salah satu fokus
global adalah memastikan aksesibilitas dan kualitas kunjungan antenatal yang
mencakup K6 atau kunjungan ke-enam, sebagai langkah penting dalam mendeteksi
komplikasi selama kehamilan (
Di Indonesia, isu
spesifik yang berkaitan dengan AKI masih menjadi perhatian serius. Data Profil
Kesehatan Indonesia (2021) menunjukkan bahwa angka kematian ibu masih cukup
tinggi dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Pelayanan ANC, khususnya
pencapaian K6, menjadi salah satu strategi yang diharapkan mampu menekan angka
ini (Kemenkes RI, 2022). Namun, pelaksanaannya menghadapi berbagai tantangan,
termasuk rendahnya kesadaran ibu hamil tentang pentingnya kunjungan rutin,
keterbatasan akses layanan kesehatan, serta hambatan sosial dan ekonomi (Maida
et al., 2023).
Urgensi penelitian
ini terletak pada pentingnya memahami faktor-faktor yang memengaruhi pencapaian
K6 di Puskesmas Sumberpucung, Kabupaten Malang. Sebagai puskesmas yang melayani
wilayah dengan karakteristik geografis dan demografis beragam, tingkat keberhasilan
program K6 dapat mencerminkan efektivitas intervensi pelayanan kesehatan di
tingkat lokal (Rini et al., 2023). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa
frekuensi kunjungan antenatal secara signifikan berhubungan dengan risiko
komplikasi kehamilan (Rini et al., 2023). Oleh karena itu, mengevaluasi
pencapaian K6 di wilayah ini memiliki nilai strategis dalam upaya meningkatkan
kualitas layanan kesehatan ibu.
Tinjauan pustaka
menunjukkan adanya berbagai faktor yang memengaruhi pencapaian K6, mulai dari
tingkat pengetahuan ibu hamil, dukungan keluarga, hingga kualitas layanan di
fasilitas kesehatan. Penelitian oleh Sari & Fruitasari (2022) menyoroti
pentingnya edukasi kepada ibu hamil untuk meningkatkan kesadaran akan
pentingnya kunjungan ANC. Sementara itu, studi oleh Tunny & Astuti (2022)
menunjukkan bahwa dukungan teman sebaya dapat meningkatkan kepatuhan ibu hamil
dalam melakukan kunjungan antenatal. Penelitian lain menemukan bahwa
keterlibatan tenaga kesehatan yang proaktif dalam memberikan informasi dan
motivasi juga berkontribusi pada keberhasilan program K6 (Cahyani, 2022).
Dalam konteks
Puskesmas Sumberpucung, penelitian ini memberikan pembaharuan dengan
mengeksplorasi interaksi antara faktor individu, lingkungan sosial, dan
kualitas layanan kesehatan dalam memengaruhi pencapaian K6. Selain itu,
penelitian ini juga menggunakan data terkini untuk memberikan gambaran yang
lebih relevan mengenai implementasi program ANC di tingkat lokal (Badriyah et
al., 2023; Kusuma, 2023).
Tujuan utama
penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi
pencapaian K6 pada ibu hamil di Puskesmas Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini
berupaya mengidentifikasi hambatan dan peluang dalam meningkatkan kepatuhan ibu
hamil terhadap kunjungan ANC. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi
landasan bagi pengembangan strategi intervensi yang lebih efektif untuk
meningkatkan kesehatan ibu dan anak di wilayah ini.
Penelitian ini juga
mengacu pada panduan nasional dan temuan studi sebelumnya untuk mendukung
argumen. Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu (2020) menyebutkan bahwa kunjungan
K6 merupakan indikator penting dalam menilai kualitas layanan ANC (Kemenkes RI,
2020). Studi oleh Khotimah et al. (2024) menekankan pentingnya evaluasi rutin
untuk memastikan pencapaian kunjungan K6 di puskesmas. Penelitian lain
menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga dan komunitas dapat memperkuat
efektivitas program ANC (Putri & Dewi, 2022; Sari, 2021).�
Dengan demikian,
penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan pengetahuan akademik
tetapi juga memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan efektivitas
layanan kesehatan ibu di Puskesmas Sumberpucung. Diharapkan, hasil penelitian
ini dapat menjadi acuan bagi pengambil kebijakan dan pelaksana program
kesehatan dalam upaya menekan angka kematian ibu di Indonesia.
METODE PENELITIAN
Analisis
permasalahan menggunakan diagram Fishbone
Diagram Fishbone, juga dikenal sebagai Diagram Sebab-Akibat atau Diagram
Ishikawa, adalah alat manajemen yang digunakan untuk menentukan,
mengidentifikasi, dan mengorganisir berbagai faktor penyebab yang mungkin
menyumbang terhadap masalah tertentu dalam suatu proses. Diagram ini membantu
tim dalam melakukan analisis mendalam tentang akar penyebab masalah, sehingga
memfasilitasi pengambilan keputusan yang lebih informatif (Rad, M. S., &
Mirdamadi, S. S., 2022).
Poin Kunci:
1. Struktur Diagram: Diagram ini biasanya digambarkan
dalam bentuk gambar ikan, di mana "kepala" ikan mewakili masalah
utama, dan "tulang-tulang" yang menyambung ke sisi-sisi kepala
mewakili kategori penyebab.
2.
Kategorisasi
Penyebab: Penyebab dapat dikelompokkan ke dalam kategori yang berbeda, seperti:
�
Manusia (Man):
Masalah terkait dengan keterampilan, pelatihan, motivasi staf, dan interaksi
tim.
�
Proses (Method):
Langkah-langkah dalam proses yang dapat menyebabkan masalah, termasuk prosedur
yang tidak tepat atau tidak terstandarisasi.
�
Bahan (Material):
Kualitas bahan baku atau komponen yang digunakan dalam proses.
�
Peralatan
(Machine): Masalah yang berkaitan dengan alat atau teknologi yang digunakan,
termasuk kerusakan atau kurangnya perawatan.
�
Keuangan (Money):
Faktor eksternal yang bisa memengaruhi, seperti pembiayaan pemerintah,
pendapatan penghasilan
3. Langkah-langkah Membuat Diagram Fishbone:
�
Identifikasi
Masalah: Tentukan dengan jelas apa masalah yang ingin dianalisis dan tuliskan
di �kepala� ikan.
�
Tentukan Kategori
Penyebab: Buat kategori penyebab di "tulang utama" yang menyambung ke
kepala ikan. Umumnya,
sekitar 4-6 kategori digunakan.
�
Identifikasi
Penyebab Spesifik: Ajak anggota tim untuk brainstorming penyebab potensial dari
setiap kategori. Tuliskan setiap penyebab di �tulang� yang menyambung ke tulang
utama.
�
Prioritaskan
Penyebab: Setelah semua penyebab diidentifikasi, lakukan diskusi untuk
memprioritaskan penyebab yang paling signifikan yang berkontribusi terhadap
masalah utama.
4. Analisis dan Tindakan: Gunakan hasil dari diagram
untuk merencanakan langkah-langkah perbaikan atau tindakan yang diperlukan
untuk mengatasi masalah.
Contoh Penerapan: Misalnya, dalam sebuah rumah sakit, jika masalah
yang dihadapi adalah tingginya tingkat infeksi pasca operasi, diagram
Fishbone dapat digunakan sebagai berikut:
�
Masalah Utama:
Tingginya tingkat infeksi pasca operasi.
�
Kategori:
Manusia, Keterampilan dan pelatihan dokter serta perawat dalam
melakukan prosedur steril. Proses, Prosedur pembersihan ruang operasi dan cara pengelolaan alat medis.
Bahan, Kualitas bahan antiseptik dan
alat bedah yang digunakan. Peralatan, Status
alat medis yang digunakan, apakah berfungsi dengan baik atau tidak.
Lingkungan, Kebersihan ruangan rumah sakit dan protokol
keselamatan yang diikuti.
Setelah diagram
disusun, tim dapat memfokuskan upaya mereka pada penyebab utama yang telah
diidentifikasi, menganalisis tindakan yang diperlukan untuk mengurangi atau
mengatasi masalah infeksi tersebut. Contoh:

���������������������������������� Gambar 1.
Contoh Analisis Tindakan
��������������� Fishbone
Cakupan K6 Ibu Hamil
Tabel 1. Analisis Fishbone
|
1 |
Man |
|
|
2 |
Measure |
|
|
3 |
Machine |
|
|
4 |
Method |
|
|
5 |
Environment |
|
Analisis prioritas
masalah menggunakan USG (Urgency, Seriousness, Growth)
Tabel USG
(Urgency, Seriousness, Growth) adalah alat analisis yang digunakan untuk
mengevaluasi masalah atau isu yang dihadapi dalam suatu konteks (Khoriah, S.
2024). Analisis ini membantu dalam mengidentifikasi prioritas berdasarkan tiga
elemen kunci:
�
Urgency (Urgensi): Seberapa mendesak masalah tersebut untuk
diselesaikan.
�
Seriousness
(Seriusitas): Seberapa serius dampak dari masalah tersebut terhadap individu,
komunitas, atau organisasi.
�
Growth
(Pertumbuhan): Sejauh mana masalah tersebut dapat berkembang jika tidak
ditangani, serta potensi dampaknya di masa depan.
Poin Kunci:
�
Urgency: Mengidentifikasi masalah yang perlu segera ditangani
untuk mencegah konsekuensi yang lebih besar.
�
Seriousness: Menganalisis dampak jangka pendek dan jangka panjang
dari masalah tersebut.
�
Growth: Evaluasi potensi masalah dapat bertambah parah jika
tidak ada intervensi, dan memandang kemungkinan pertumbuhannya ke depan.
Langkah-langkah Pembuatan Tabel USG:
�
Identifikasi
Masalah: Tentukan masalah yang ingin dianalisis.
�
Buat Tabel USG:
Buat tabel dengan kolom untuk masing-masing kategori: Urgency, Seriousness, dan
Growth.
�
Analisis Urgency:
Tanyakan seberapa mendesak masalah ini untuk diselesaikan. Nilai dari 1 sampai
5, di mana 1 berarti tidak mendesak dan 5 berarti sangat mendesak.
�
Analisis
Seriousness: Tanyakan seberapa serius dampak dari masalah tersebut. Beri nilai
dari 1 sampai 5, di mana 1 berarti sedikit berdampak dan 5 berarti sangat
berdampak.
�
Analisis Growth:
Tanyakan sejauh mana masalah ini akan berkembang tanpa tindakan. Beri nilai
dari 1 sampai 5, di mana 1 berarti tidak berpotensi tumbuh dan 5 berarti akan
tumbuh secara signifikan.
�
Evaluasi
Keseluruhan: Berdasarkan evaluasi nilai di ketiga kolom, tentukan prioritas
masalah dan rekomendasikan tindakan yang perlu diambil.
Contoh Penerapan
(Sudaryanto, A. 2023): Dalam konteks pencegahan penyakit jantung pada populasi
lansia, Sebagai berikut : �
Tabel 2. Contoh USG
Pencegahan Penyakit Jantung Pada Lansia
|
Elemen |
Analisis |
Skor (1-5) |
|
Urgency (Urgensi) |
Banyak lansia tidak mendapatkan pemeriksaan kesehatan
rutin, dan risiko penyakit jantung meningkat. |
5 |
|
Seriousness (Seriusitas) |
Penyakit jantung adalah penyebab kematian utama di kalangan
lansia; memerlukan perhatian segera. |
5 |
|
Growth (Pertumbuhan) |
Tanpa intervensi, prevalensi penyakit jantung di
kalangan lansia diperkirakan akan meningkat. |
5 |
Analisis SWOT
Analisis SWOT adalah alat strategis yang digunakan untuk mengevaluasi
kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman suatu organisasi, proyek, atau
situasi bisnis. Tujuan dari analisis ini adalah untuk membantu organisasi
memahami posisi mereka di pasar dan mengembangkan strategi untuk mencapai
tujuan mereka (Madsen, M. T., 2023).
Komponen SWOT:
1.
Strengths
(Kekuatan): faktor internal
yang memberikan keunggulan atau kelebihan dibandingkan dengan pesaing. Contoh
kekuatan bisa berupa sumber daya yang kuat, reputasi yang baik, teknologi yang
unggul, atau tim yang berpengalaman.
2.
Weaknesses
(Kelemahan): Faktor internal yang dapat menghambat pencapaian tujuan.
Ini mungkin termasuk kurangnya sumber daya, kurangnya keahlian tertentu,
fasilitas yang tidak memadai, atau masalah reputasi yang dapat merugikan.
3.
Opportunities
(Peluang): Faktor eksternal yang dapat dimanfaatkan oleh organisasi
untuk mencapai tujuannya. Ini mencakup tren pasar, perubahan regulasi yang
menguntungkan, inovasi teknologi, atau kebutuhan yang belum terpenuhi dalam
industri.\
4.
Threats
(Ancaman): Faktor eksternal yang dapat menghambat pencapaian tujuan
organisasi, seperti persaingan yang meningkat, perubahan kebijakan pemerintah,
krisis ekonomi, atau perubahan dalam preferensi konsumen.
Proses Pembuatan Tabel SWOT
1.
Identifikasi
Masalah atau Situasi: Tentukan aspek yang ingin dianalisis, seperti hasil suatu
proyek, kinerja organisasi, atau strategi bisnis.
2. Pengumpulan Data: Kumpulkan informasi yang relevan
mengenai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Ini bisa dilakukan melalui survei, wawancara, analisis data yang ada,
dan penelitian pasar.
3. Diskusi Tim: Libatkan tim atau pemangku kepentingan dalam
diskusi untuk mendapatkan berbagai perspektif mengenai faktor-faktor yang
relevan dalam masing-masing kategori.
4. Penyusunan Tabel SWOT: Buat tabel dengan empat kuadran:
kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Tulis setiap faktor yang telah
diidentifikasi dalam kategori yang sesuai.
5. Prioritasi: Setelah semua faktor dituliskan, lakukan
diskusi lebih lanjut untuk memprioritaskan faktor-faktor terpenting dalam
setiap kategori. Ini membantu
dalam fokus strategi.
6. Rencana Tindakan: Berdasarkan hasil analisis, buat
rencana tindakan untuk memanfaatkan kekuatan dan peluang, serta untuk mengatasi
kelemahan dan ancaman.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Data Cakupan K6
Tabel 3. Capaian K6 Puskesmas Sumberpucung
Bulan September 2024
|
No |
Desa |
Sasaran |
K6 |
KUMUL |
||
|
BUMIL |
Jumlah Jan sd
Agus |
BLN INI |
JML |
% |
||
|
1 |
Sumberpucung |
188 |
89 |
8 |
97 |
52% |
|
2 |
Jatiguwi |
152 |
72 |
4 |
76 |
50% |
|
3 |
Sambigede |
93 |
43 |
6 |
49 |
53% |
|
4 |
Senggreng |
144 |
67 |
6 |
73 |
51% |
|
5 |
Ternyang |
96 |
46 |
3 |
49 |
51% |
|
6 |
Ngebruk |
122 |
50 |
2 |
52 |
43% |
|
7 |
Karangkates |
128 |
51 |
11 |
62 |
48% |
|
8 |
Unit Lain
Wilayah |
|
|
|
|
|
|
9 |
Luar Wilayah |
|
|
|
|
|
|
TOTAL |
923 |
418 |
40 |
458 |
50% |
|

Gambar 2. Capaian
K6 Puskesmas Sumberpucung
Bulan
September 2024
Pengkajian
Masalah
Identifikasi masalah
pada laporan residensi ini menggunakan analisa fishbone yaitu menentukan
permasalahan sebagai bagian dari kepala ikan, kemudian mencatat faktor-faktor
yang kemungkinan menjadi penyebab permasalahan pada kepala ikan dalam duri-duri
ikannya.
Analisa fishbone
yang digunakan pada laporan ini meliputi : man, material, method, mother
nature, machine. Kemudian hasil wawancara dan diskusi yang didapat dicatat
sebagai duri ikan seperti pada gambar 3.2. Kemudian dari analisa fishbone
dicari ide-ide alternatif solusi dari permasalahan yang ada dengan analisa USG.
Pengkajian/identifikasi
masalah pada laporan residensi ini menggunakan Fishbone Diagram (diagram tulang
ikan), sering juga disebut Caise-and-effect diagram atau Ishikawa Diagram, yang
diperkenalkan oleh Dr. Kaoru (Eris, 2011). Fishbone Diagram mengenai Strategi
Peningkatan Cakupan K6 di Puskesmas Sumberpucung� sebagai berikut:

Gambar 3. digram fish bone
Fishbone Cakupan K6 Ibu Hamil
Tabel 4.� Analisis Fishbone
|
1 |
Man |
|
|
2 |
Measure |
|
|
3 |
Machine |
|
|
4 |
Method |
|
|
5 |
Environment |
|
Metode
Usg (Urgency, Seriousness, Growth), Penentuan Prioritas Penyelesaian Masalah
Belum Optimalnya cakupan vaksin di puskesma sumber pucung
Berdasarkan
diagram fishbone yang telah dibuat terkait belum optimalnya pelaksanaan K6 di
puskesmas sumber pucung, dapat diidentifikasi faktor penyebab masalah sebagai
berikut:
1. Kurangnya penyuluhan kepada WUS
2.
Bidan kurang perhatian terhadap Ibu Hamil
3.
Kurangnya
pengetahuan Ibu Hamil
4.
Kehamilan
diluar nikah
5.
Belum
Punya dana/Asuransi/BPJS
6.
Kurangnya penyuluhan terhadap WUS
karena belum adanya adanya leafleat
7.
K1 tidak
ditindak lanjuti
8.
Belum
waktunya K6
9.
Faktor
Budaya, Sosial dan Ekonomi
10.
Tingkat
Pendidikan yang rendah
11.
Jarak
jauh dari fasilitas Kesehatan
12.
Kurangnya
peran serta keluarga, tokoh agama dan tokoh Masyarakat
Berdasarkan
identifikasi faktor penyebab masalah yang telah dicatat tersebut, kemudian
dilakukan penentuan prioritas masalah dengan metode USG (urgency, seriousness, growth). Berikut, penentuan prioritas masalah
dengan metode USG :
Tabel 5. Prioritas Masalah dengan
Metode USG
|
No |
�Indikator |
U |
S |
G |
UxSxG |
Rangking |
|
1 |
Kurangnya peran serta keluarga,
tokoh agama dan tokoh Masyarakat |
5 |
5 |
4 |
100 |
2 |
|
2 |
� Belum
waktunya K6 |
4 |
4 |
4 |
64 |
4 |
|
3 |
Tingkat Pendidikan yang rendah |
5 |
5 |
5 |
125 |
1 |
|
4 |
�Kurangnya penyuluhan kepada WUS |
5 |
5 |
4 |
100 |
2 |
|
5 |
�Belum Punya dana/Asuransi/BPJS |
4 |
4 |
4 |
64 |
4 |
|
6 |
Jarak jauh dari fasilitas Kesehatan |
4 |
4 |
5 |
80 |
3 |
|
7 |
�Kehamilan diluar nikah |
5 |
4 |
3 |
60 |
5 |
|
8 |
Kurangnya pengetahuan Ibu Hamil |
5 |
5 |
5 |
125 |
1 |
|
9 |
Faktor, Budaya, Sosial dan Ekonomi |
4 |
4 |
5 |
80 |
3 |
|
10 |
K1 tidak ditindaklanjuti |
4 |
4 |
4 |
64 |
4 |
|
11 |
Bidan tidak perhatian terhadap ibu
hamil |
4 |
4 |
4 |
64 |
4 |
|
12 |
�Kurangnya penyuluhan terhadap WUS karena
belum adanya adanya leafleat |
5 |
5 |
4 |
100 |
2 |
Dari tabel di
atas, masalah yang perlu diprioritaskan penyelesaiannya adalah :
1.
Tingkat Pendidikan yang rendah
2.
Kurangnya
pengetahuan Ibu Hamil
3.
Kurangnya
penyuluhan kepada WUS
4.
Kurangnya penyuluhan terhadap WUS
karena belum adanya adanya leafleat
5.
Kurangnya
peran serta keluarga, tokoh agama dan tokoh Masyarakat
Rencana Intervensi Identifikasi
Faktor Internal
Tabel 6. Perhitungan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE)
|
Kekuatan/Streght |
||||
|
No |
Kekuatan / Streght |
Bobot |
Rating |
Skor |
|
|
Dukungan
puskesmas sumber pucung pada kunjungan K6 |
0.1 |
3 |
0.3 |
|
|
Tempat pelayanan K6 pada ibu hamil mudah
dijangkau |
0.1 |
3 |
0.3 |
|
|
Memiliki jadwal kegiatan yang tepat |
0.1 |
2 |
0.2 |
|
|
Memiliki tenaga yang kompeten untuk pelayanan ibu
hamil |
0.2 |
5 |
1 |
|
|
Pelayanan Ibu Hamil tercover BPJS |
0.2 |
3 |
0.6 |
|
|
Sub total |
0.7 |
|
2.4 |
|
Kelemahan/Weackness |
||||
|
No |
Kelemahan/Weackness |
Bobot |
Rating |
Skor |
|
|
Jadwal petugas bersamaan antara jaga perawatan
dengan jadwal pelaksanaan pelayanan K6 |
0.05 |
2 |
0.1 |
|
|
Harus
melakukan K6 dengan kunjungan rumah apabila ibu hamil tidak bisa datang ke puskesmas/posyandu
|
0.05 |
2 |
0.1 |
|
|
Tugas rangkap
bagi petugas pelayanan ibu hamil/Bidan |
0.2 |
2 |
0.4 |
|
|
Sub total |
0.3 |
|
0.6 |
|
|
Total |
1 |
|
|
|
|
Total IFE��������������������������������������������������������������� |
|
1,00 |
|
|
|
Total IFE��������������� S-W (2,91-1,51)������������������� |
|
|
1.8 |
Faktor External
Tabel 7. Perhitungan Matriks External Factor
Evaluation (EFE)
|
Peluang/Opportunity |
||||
|
No |
Peluang/Opportunity |
Bobot |
Rating |
Skor |
|
|
Peran media
social |
0.05 |
2 |
0.1 |
|
|
Kebijakan
pemerintah tentang pelayanann K6 ibu hamil |
0.2 |
5 |
1 |
|
|
Adanya
asuransi BPJS untuk pelayan ibu hamil |
0.2 |
5 |
1 |
|
|
Adanya
pelayanan ibu hamil K6 di posyandu |
0.05 |
2 |
0.1 |
|
|
Adanya jadwal
rutin posyandu |
0.1 |
2 |
0.2 |
|
|
Sub total |
0.6 |
|
2.4 |
|
|
Ancaman/Threath |
|
|
|
|
|
Ancaman/Threath |
Bobot |
Rating |
Skor |
|
|
Ibu hamil
tidak mau periksa dengan alasan faktor budaya/tidak adanya dukungan keluarga |
0.1 |
2 |
0.2 |
|
|
Banyak ibu
hamil resiko tinggi |
0.1 |
1 |
0.1 |
|
|
Masih adanya
ibu hamil dengan resiko tinggi meskipun rutin kontrol |
0.1 |
4 |
0.4 |
|
|
Kurang
pengetahuan ibu hamil terhadap K6 |
0.1 |
5 |
0.5 |
|
|
Sub total |
0.4 |
|
1.2 |
|
|
Total EFE |
1 |
|
|
|
|
Total IFE S-W (2,91-1,51) |
|
|
1.2 |
Dari hasil perhitungan nilai masing-masing faktor internal yang
meliputi kekuatan dan kelemahan, serta faktor eksternal yang meliputi peluang
dan ancaman, didapatkan nilai akhir S-W adalah 1,8 dan nilai O-T adalah 1.2.
Kedua nilai S-W dan O-T tersebut kemudian digambarkan pada diagram layang SWOT
untuk menentukan posisi kuadran SWOTnya. Dari hasil kuadran yang didapat
kemudian ditentukan strategi yang mungkin bisa diterapkan.

Gambar 4. Diagram Layang Analisa SWOT strategi
peningkatan cakupan vaksin
Berdasarkan diagram layang SWOT pada gambar 3.3 di atas,
didapatkan strategi yang dapat diterapkan adalah pada kuadran I atau strategi
agresif yaitu strategi untuk
memaksimalkan kekuatan dan peluang yang dimiliki oleh RS dengan cara menyerang
atau agresif. Arti agresif menurut
Berdasarkan diagram layang diatas� strategi SO (pada kuadran I-agresif) yang
dapat diterapkan antara lain :
Implementasi
Implementasi
kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan cakupan K6 melalui
pendekatan ibu hamil dan keluarga di Puskesmas sumber pucung Malang Tahun 2024
disesuaikan dengan rencana intervensi yang telah disusun berdasarkan dengan
hasil 3 prioritas masalah utama yang ditemukan.
1.
Meningkatkan
peran media social melalui edukasi secara terus menerus kepada ibu hamil
2.
Melaksanakan
edukasi kepada ibu hamil dan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan.
Belum optimalnya pelayanan kesehatan berbasis
online atau virtual termasuk edukasi terkait ibu hamil dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor inovasi
faskes , media edukasi masih bersifat konvensional yang pada era sekarang tidak
efektif, banyaknya mitos dan hoax
dimedia sosial yang berhubungan dengan informasi kesehatan yang dapat
menyebabkan kesalahan persepsi sehingga ibu hamil memiliki kekhawatiran yang
berlebihan untuk melakukan pemeriksaan.
Tahap
pertama dalam implementasi intervensi adalah melakukan
persiapan berupa orientasi
dan koordinasi dengan puskesma sumber pucung malang terkait rencana dan
pelaksanaan kegiatan intervensi yang berupa edukasi kesehatan
melalui pengembangan media edukasi kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 5 Oktober 2024. Selanjutnya dilakukan perencanaan intervensi berdasarkan analisa
situasi dan kondisi permasalahan ibu hamil dengan penanggungjawab puskesmas
sumber pucung malang. Kegiatan ini dilaksanakan
pada 6 Oktober 2024. Tahap berikutnya
adalah melakukan pengkajian dan
penentuan masalah terkait kurang tercapainya K6 pada ibu hamil.
Pengkajian masalah tersebut menjadi landasan
dalam menyusun pengembangan perencanaan strategi yang akan diterapkan sebagai solusi, yaitu
intervensi promosi kesehatan berupa pemberian
edukasi kesehatan. Kegiatan
ini dilaksanakan pada 7 hingga 19 Oktober 2024. Setelah menyusun rencana intervensi, dilakukan pelaksanaan kegiatan
intervensi di lapangan
yaitu Puskesmas Sumber Pucung Malang.
Intervensi kegiatan dilakukan
dengan pendampingan dari penanggungjawab program
edukasi penyuluhan. Kegiatan ini dilaksanakan pada 7 Oktober 2024. Implementasi intervensi kegiatan tersebut dapat dijelaskan lebih lanjut dalam pembahasan berikut. Edukasi
Penyuluhan tersebut menggunakan secara langsung saat pelayanan dan menggunakan
whatsapp sebagai pengingat pemeriksaan terkait kunjungan
K6.
Adapun materi edukasi yang akan dibagi
sebagai materi edukasi diprogram ini sebagai berikut� :
1.
Pengertian
dari K6 ibu hamil
2.
Tingkat
Kejadian Ibu Hamil Resiko Tinggi
3.
Tanda
Bahaya pada kehamilan
4.
Pelayanan
pada K6
5.
Keuntungan
yang didapatkan pada kunjungan K6
6.
Jadwal
K6
Evaluasi


Gambar 4.
Capaian K6 Puskesmas Sumberpucung Kab.Malang
Bulan
September & Oktober 2024
Inovasi
Untuk mengatasi
kunjungan K6 ibu hamil dengan menggunakan salah satu Inovasi unggulan ibu hamil
yaitu �SI BATARI� (SISTEM INFORMASI BIDAN TERINTEGRASI KABUPATEN MALANG) di
Puskesmas Sumberpucung sebagai pengajuan inovasi tenaga kesehatan dalam bidang
kebidanan. Yang salah satu isinya WhatsApp reminder kepada ibu hamil
untuk melakukan pemeriksaan baikitu ke Bidan ataupun ke dokter. Inovasi ini
dapat digunakan untuk meningkatkan kunjungan ibu hamil terutama K6 untuk
melakukan kunjungan ulang. Fitur ini sangat mudah digunakan dan dapat
memudahkan pasien/Bidan/Pemeriksa pelayanan dalam pemantauan K6 ibu hamil.
KESIMPULAN
Penelitian ini menunjukkan bahwa pencapaian
kunjungan K6 pada ibu hamil di Puskesmas Sumberpucung, Kabupaten Malang, masih
belum optimal meskipun telah ada berbagai upaya dan fasilitas yang mendukung.
Analisis menggunakan diagram Fishbone, metode USG, dan SWOT mengidentifikasi
faktor-faktor utama yang menghambat, termasuk kurangnya pengetahuan ibu hamil,
dukungan keluarga, serta aksesibilitas layanan kesehatan.
Intervensi berbasis edukasi melalui media
sosial dan pengembangan media edukasi kesehatan telah memberikan dampak positif
terhadap peningkatan cakupan K6, meskipun belum mencapai target maksimal.
Strategi seperti pemanfaatan BPJS untuk meningkatkan aksesibilitas, pelatihan
bagi tenaga kesehatan, dan penguatan dukungan komunitas diusulkan untuk
memperbaiki pencapaian ini.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting
dalam memahami hambatan dan peluang dalam implementasi program antenatal care,
khususnya kunjungan K6. Rekomendasi dari penelitian ini dapat menjadi dasar
bagi kebijakan dan program peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu di
wilayah Sumberpucung dan daerah lainnya.
DAFTAR PUSTAKA
Aprianti, D.,
Ulfa, L., & Hartono, B. (2024). Determinan Ibu Hamil Trimester III
Terhadap Cakupan Kunjungan Ke-6 di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Walantaka Kota
Serang. Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS), 8(2). https://doi.org/10.52643/jukmas.v8i2.4916
Badriyah, U. N.,
Munawaroh, S., & Ernawati, H. (2023). Faktor-Faktor yang Berhubungan
dengan Kepatuhan Ibu Hamil dalam Kunjungan ANC di Wilayah Kerja Puskesmas
Ponorogo Utara. Health Sciences Journal, Universitas Muhammadiyah Ponorogo.
Retrieved from https://studentjournal.umpo.ac.id/index.php/HSJ/article/download/2021/748
Cahyani, D.
(2022). Hubungan Dukungan Teman Sebaya dengan Kepatuhan Antenatal Care pada
Ibu Hamil di Puskesmas Tanggul Kabupaten Jember. Jurnal Kesehatan, Universitas
Muhammadiyah Jember. Retrieved from https://repository.unmuhjember.ac.id/15012/3/3.%20BAB%20I.pdf
Kemenkes RI.
Pedoman Pelayanan Antenatal Terpadu 2020 Ed.3. Vol. III, Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia. 2020. 4�6 p. 8. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia
2021. Pusdatin.Kemenkes.Go.Id. 2022. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
Kementerian
Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia
2021. Pusdatin.Kemenkes.Go.Id.
Khotimah, S.,
Sari, E. N., Sepiana, A., & Putri, C. Y. N. (2024). Evaluasi Ketercapaian
Kunjungan ANC K6 di Wilayah Kerja Puskesmas Silago Kabupaten Dharmasraya Tahun
2024. Innovative: Journal Of Social Science Research, 4(5), 6688�6700. https://doi.org/10.31004/innovative.v4i5.15179
Kusuma, H.
(2023). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pencapaian Standar
Pelayanan Minimal K6 pada Ibu Hamil di Puskesmas Ketapang. Jurnal Kesehatan,
STIKes Patria Husada Blitar. Retrieved from https://jurnal.stipaba.ac.id/index.php/123akpb/article/download/208/159
Maida R, Sari
EP, Dhamayanti R, Rahmawati E. Faktor-Faktor Kunjungan Continuity Of Care
(COC) Dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di Pmb Azzalea Desa Sungsang.
2023;4(September):4458�65.
Putri, A. L.,
& Dewi, N. K. (2022). Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Kesehatan
dengan Kepatuhan Kunjungan K6 di Puskesmas Sugio Kabupaten Lamongan. Jurnal
Ilmu Kesehatan (JIK), Poltekkes Kemenkes Denpasar. Retrieved from https://ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JIK/article/download/3292/1614
Rahmaniah, E.
(2024). Gambaran Kepatuhan Kunjungan K6 Antenatal Care di Wilayah Kerja
Puskesmas Menteng Kota Palangka Raya. Laporan Tugas Akhir, Politeknik
Kesehatan Kemenkes Palangka Raya. Retrieved from https://repo.polkesraya.ac.id/3284/
Rini IN, Sriyono
GH, Supriyadi B. Hubungan Frekuensi Kunjungan Antenatal Care K6 dengan
Terjadinya Komplikasi Kehamilan. J Penelit Perawat Prof. 2023;5(3):1219�26.
Sari AP,
Fruitasari F. Faktor Resiko Yang Mempengaruhi Kunjungan Antenatal Care Pada
Ibu Hamil. J Sains Kesehat. 2022;28(2):52�9.
Sari, D. P.
(2019). Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu Hamil
dalam Melakukan Kunjungan K6 di Puskesmas X. Jurnal Kesehatan Masyarakat,
Universitas Airlangga.
Sari, M. (2021).
Analisis Pelaksanaan Program Antenatal Care (ANC) Terpadu sebagai Upaya
Peningkatan Kesehatan Ibu Hamil di Puskesmas Kasihan I Bantul. Jurnal
Kesehatan, Universitas Ahmad Dahlan. Retrieved from https://eprints.uad.ac.id/15043/1/T1_1500029277_Naskah%20Publikasi.pdf.
Susiana S. Angka
Kematian Ibu : Faktor Penyebab Dan Upaya Penanganannya. 2020
Tunny R, Astuti
AD. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kunjungan Antenatal Care (Anc) Pada Ibu
Hamil Di Puskesmas Rijali Kota Ambon. Maret[Internet].2022;2(1):153- 62.Availablefrom:https://journal.amikveteran.ac.id/index.php/
Wahyuni, S.
(2020). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Ibu Hamil dalam Melakukan
Kunjungan Antenatal Care di Puskesmas Pekalongan. Jurnal Medika Husada,
Akademi Analis Kesehatan Pekalongan. Retrieved from https://jurnal.aakpekalongan.ac.id/index.php/jumeha/article/download/37/44