EVALUASI� PEMAHAMAN MASYARAKAT DALAM PENANGANAN�
SAMPAH RUMAH TANGGA DI DESA BONGKUDAI KECAMATAN MODAYAG BARAT KABUPATEN
BOLAANG MONGONDOW TIMUR
Agus Rokot1,
Yozua T Kawatu2, Marlin Pandean3,
Mokoginta jusran4, �Anselmus Kabuhung5
Politeknik
Kesehatan Kementerian Kesehatan Manado,� Indonesia
Abstrak:
Masalah sampah rumah tangga meningkat
terkait dengan kesejahteraan yang meningkat dengan signifikan sehingga daya konsumsi
makin bertambah dengan berbagai macam variasi makanan
dan kebutuhan yang sangat konsumtif
Masyarakat kota maupun pedesaan sehingga perlu diimbangi dengan dukungan sarana dan prasarana penunjang. Hasil survey dan evaluasi
di masyarakat menunjukkan bahwa Masyarakat penyuluhan dari pihak yang berwenang yaitu pemerintah pada bagian penanganan sampah yang berada di wilayah kerja desa Bongkudai kecamatan Modayag� Kabupaten
Bolaang Mongondow
Timur� Provinsi
Sulawesi Utara. Jenis penelitian ini
merupakan kualitatif dengan proses berdasarkan persepsi dari satu
fenomena dengan Langkah evaluasi pada Masyarakat dan petugas
penyuluhan lewat penyuluhan atau pemberitaan lainya dari pemerintah terkait pengelolaan sampah rumah tangga.
Populasi yaitu seluruh
Masyarakat yang tinggal di Bongkudai
dengan populasi 526 KK yang
disurvei 283 KK dengan
Sampel cuplikan sebanyak
144 responden dengan pengambilan data lewat kuesioner pertanyaan yang dikerjakan atau dijawab tanpa tekanan
dari siapapun .Hasil penelitian membuktikan bahwa Masyarakat yang ada di desa Bongkudai kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dalam proses pengelolaan sampah yang dihasilkan dalam kegiatan rumah tangga belum banyak
mendalami bahwa sampah merupakan sarana untuk penyebaran
penyakit, kurang menerima/ mendengar penyuluhan tentang sampah sehingga belum maksimal dalam menangani sampah rumah tangga.
Kata kunci: Pengelolaan
Sampah Rumah Tangga, Kesadaran Masyarakat, Desa Bongkudai,
Penanganan Limbah Rumah Tangga, Evaluasi Penyuluhan, Kesehatan Lingkungan
Abstract:
The problem of household waste
increases in relation to significantly increased welfare so that consumption
power increases with various types of food and very consumptive needs of urban
and rural communities so that it needs to be balanced with the support of
supporting facilities and infrastructure. The results of the survey and
evaluation in the community show that the Community extension from the
authorized party, namely the government in the waste management section located
in the working area of Bongkudai
Village, Modayag District, East Bolaang
Mongondow Regency, North Sulawesi Province. This type
of research is qualitative with a process based on perceptions of one
phenomenon with evaluation steps in the Community and extension officers
through extension or other news from the government related to household waste
management.
The population is the entire community
living in Bongkudai with a population of 526 families
surveyed 283 families with a sample of 144 respondents with data collection
through a questionnaire of questions that were worked on or answered without
pressure from anyone. The results of the study prove that the community in Bongkudai village, Modayag
sub-district, East Bolaang Mongondow
Regency in the process of managing waste produced in household activities has
not much understood that waste is a means for spreading disease, has not
received / heard counseling about waste so that it has not been optimal in
handling household waste.
Keywords: Household
Waste Management, Public Awareness, Bongkudai
Village, Household Waste Management, Counseling Evaluation, Environmental
Health��������������������������������������������������������������������
Corresponding:
Agus Rokot
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Sampah sudah menjadi
masalah nasional dan
global, bukan hanya lokal. Keberadaan sampah di masyarakat menjadi permasalahan klasik sehingga perlu tidak mendapatkan
perhatian baik dari Masyarakat/ individu penghasil sampah maupun pemerintah. Dari data
Kementerian Lingkungan Hidup tahun
2012 tercatat rata-rata setiap
orang menghasilkan sampah 2
kilogram per hari. Artinya,
jika saat ini penduduk Indonesia berjumlah 250 juta jiwa, maka sampah
yang akan dihasilkan adalah 500 ton sampah
dalam 1 hari. Pentingnya pengelolaan sampah dalam menjaga
lingkungan hidup, khususnya dalam kota, terutama dalam lingkungan tempat tinggal, telah dibuktikan dalam beberapa penelitian
Keadaan sampah baik desa maupun
kota pada dasarnya sama namun dalam
tingkat pengolahannya tidak sama hal
ini tergantung mereka tinggal yaitu di desa halamannya
masih luas, keadaan masyarakat dikategorikan sedikit, bahkan pengaruh keadaan masyarakat dengan berbagai filosofi bahkan didukung oleh kebudayaan yang melekat dengan kondisi Masyarakat yang sifat dan
keadaannya masih homogen pengaruh luar masih kurang
dibandingkan dengan keadaan kota. Saat ini masih banyak
kita temui orang-orang yang
mementingkan diri sendiri atau mengabaikan
lingkungan, sehingga tidak bertanggungjawab untuk turut berpartisipasi
membersihkan lingkungan dengan berbagai macam alasan seperti
sibuk bekerja, tidak punya waktu luang, sering keluar
daerah, dan lain-lain. Sesungguhnya
kita perlu menganggap serius masalah sampah karena dalam proses penangan perlu secara bersama dalam sekelompok orang bahkan peran individu
soal tanggung jawab sangat penting. Pada dasarnya terdapat 2 macam pengelolaan sampah, yaitu pengelolaan
/ penanganan sampah setempat (individu) dan pengelolaan sampah terpusat untuk suatu lingkungan permukiman atau kota. Penanganan setempat adalah penanganan yang dilaksanakan sendiri oleh si penghasil sampah. Sedangkan pengelolaan secara terpusat, khususnya dalam teknis operasional, adalah suatu proses atau kegiatan penanganan
sampah yang terkoordinir
Dalam kondisi masyarakat yang ada di kota dan desa seperti desa
bongkudai yang kondisi geografis dan letaknya sudah seperti kota
karena posisinya dekat dengan daerah
kecamatan. Sampah rumah tangga adalah
sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari
di rumah tangga sangat menghasilkan sampah dan limbah rumah tangga
berupa hasil cucian serta banyak
hal lainnya yang dihasilkan dapat mempengaruhi udara seperti bau dari
sampah rumah tangga apalagi bila tidak diolah
dengan baik akan menghasilkan bau yang dapat mempengaruhi Kesehatan. Dalam mengelola
limbah atau sampah rumah tangga,yang terjadi seperti mengurangi tingkat kepedulian dari lingkungan rumah tangga itu
sendiri, mengurangi tempat-tempat pembuangan sampah, serta meningkatkan
penegakan hukum terhadap para pelanggarnya (Hasibuan, 2016;
Pengolahan sampah yang bertalian dengan kondisi Masyarakat dipengaruhi
oleh kondisi yang ada di masyarakat juga tergantung sosial yang ada. dalam sosiologi, konsep peranan tidak bisa dilepaskan
dengan kedudukan Peranan (role) merupakan aspek yang dinamis dari kedudukan (status) seseorang. Menurut Soekanto
(1987), bila seseorang telah melaksanakan hak-hak dan kewajiban sesuai dengan kedudukannya,
berarti orang tersebut telah menjalankan suatu peranan. Peranan yang dijalankan seseorang mencakup tiga hal: (a) meliputi
norma-norma yang dihubungkan dengan
posisi seseorang dalam masyarakat, norma tersebut merupakan rangkaian peraturan dalam masyarakat. (b) suatu konsep apa
yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi. (c) perikelakuan individu yang penting bagi struktur social
Kehidupan masyarakat tidak akan pernah
terlepas dari persoalan sampah, baik sampah rumah
tangga maupun sampah hasil pembuangan
limbah industri yang dihasilkan hampir setiap hari. Volume sampah akan meningkat
seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas penduduk, serta semakin tinggi
tingkat pendapatan masyarakat maka akan semakin tinggi
pula volume sampah yang dihasilkan
dengan berbagai jenis sampah. Ini sejalan dengan perkembangan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas pembangunan dalam wilayah daerah tersebut.
Perkembangan pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas pembangunan sangat jelas menjadi salah satu faktor penyebab
perubahan lingkungan.
Keberhasilan penelitian ini menawarkan beberapa aspek kebaruan (novelty), Pendekatan berbasis evaluasi pada masyarakat pedesaan yang memiliki kondisi geografis menyerupai kawasan urban, namun tetap dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya lokal. Penggunaan data empiris dengan metodologi kualitatif dan kuantitatif yang melibatkan survei kepada masyarakat
untuk menggali pemahaman dan sikap mereka terhadap pengelolaan sampah. Penekanan pada hubungan antara rendahnya tingkat paparan informasi penyuluhan dengan efektivitas pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga,
yang jarang diteliti sebelumnya di konteks lokal.
Penelitian ini bertujuan
untuk mengevaluasi tingkat pemahaman masyarakat Desa Bongkudai terhadap penanganan sampah rumah tangga
serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku mereka. Studi ini mengangkat pendekatan berbasis evaluasi terhadap efektivitas penyuluhan yang dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait dalam
meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji peran kondisi sosial-budaya lokal dalam membentuk
perilaku masyarakat terhadap penanganan sampah rumah tangga.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam merumuskan strategi yang lebih efektif dan berbasis masyarakat untuk meningkatkan pengelolaan sampah rumah tangga, serta
menawarkan model implementasi
yang relevan di wilayah serupa
lainnya.
Jenis penelitian
kualitatif dengan mempelajari perilaku�
dalam suatu budaya kelompok Masyarakat dengan Metode kualitatif adalah
metode dengan proses penelitian berdasarkan persepsi pada suatu fenomena dengan
pendekatannya datanya menghasilkan analisis deskriptif berupa kalimat secara
lisan dari objek penelitian
Pelaksanaan
penelitian ini dilaksanakan di Desa/ Kelurahan Bongkudai Kecamatan Modayag
Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur waktu pelaksanaan pada bulan Februari
Maret 2024 Dengan pelaksanaan melihat peran masyarakat dalam penanganan sampah
rumah tangga secara mandiri.
Populasi adalah
seluruh Rumah/jumlah kepala keluarga sebanyak 526 KK dengan kondisi terjangkau
sebanyak� 283 KK dengan cuplikan dalam
pengambilan data sebagai sampel sebanyak 114 Responden, yang memberikan
tanggapan tentang� penanganan sampah
rumah tangga di masyarakat. Pengambilan sampel pada responden secara simple
Probability sampling merupakan teknik penarikan� sampel, dimana setiap unsur atau elemen
sampling ber kesempatan yang sama dan persis sama untuk diikutkan/dipilih dalam
sampel. Syarat dalam penarikan sampel probabilitas adalah tersedianya daftar
anggota populasi atau daftar unsur/elemen populasi (kerangka sample/sampling
frame)
Pada tahap
terakhir, peneliti menentukan jenis data yang akan dikumpulkan dan teknik
analisisnya (Hikmawati, 2020;�
Analisis data
dengan menggunakan pendekatan kualitatif, dibangun berdasarkan filsafat Plato
dari Jerman yang humanistis. Pandangan Plato terhadap manusia lebih banyak
menempatkan manusia sebagai makhluk yang humanistis daripada manusia sebagai
homo sapiens. Manusia dipengaruhi oleh rasionya sehingga manusia memiliki
idealisme. Tradisi pemikiran Plato yang humanistis dan idealistis mengilhami
pemikiran yang melahirkan paradigma fenomenologi dalam penelitian sosial yang
dikenal dengan paradigma penelitian kualitatif, dimana paradigma ini
berseberangan dengan tradisi pemikiran Inggris dan Prancis yang positivistic
Analisis Data
secara deskriptif karakteristik responden, dengan menyajikan distribusi
frekuensi dari apa yang sudah dilakukan berupa pengambilan kuesioner jawaban
dari responden� yang diteliti dan
disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, untuk mengetahui cara menangani sampah
Rumah tangga yang dihasilkan dari aktivitas setiap hari.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Kondisi dan penanganan Sampah Rumah tangga Desa bongkudai Kecamatan Modayag Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur Propinsi Sulawesi
utara
Tabel 1. Sarana dan Cara Penanganan
Tempat Sampah
|
Cara penanganan |
Jumlah |
Persentase (%) |
|
Kelolah Baik����������������������������� |
15 |
5,3 |
|
Dibakar |
208 |
23,5 |
|
Lubang sampah |
13 |
4.6 |
|
Tidak punya sarana |
41 |
14.5 |
|
TPS |
6 |
2.1 |
|
Total |
283 |
100 |
(Poltekkes Kemenkes Manado, 2024)
Tabel 1. Menjelaskan tempat sarana dan cara penanganan sampah rumah tangga
oleh Masyarakat yaitu kondisinya
dikelolah dengan baik sebanyak 15 (5.3%), dibakar sebanyak 208 (23.5%), gunakan lubang sampah 13(4.6%), tidak punya sarana penanganan sampah 41 (14.5%) sedangkan tersedianya TPS 6(2.1%)
Tabel 2. Kondisi Sarana Penanganan Sampah
|
Kondisi Sarana |
Jumlah |
Persentase (%) |
|
Memenuhi syarat |
188 |
65.4 |
|
Tidak Bersyarat |
95 |
33.6 |
|
Total |
283 |
100 |
(Poltekkes Kemenkes Manado, 2024)
Tabel 2. Menjelaskan bahwa kondisi sarana
penanganan sampah� sebanyak
188(65.4%) memenuhi syarat sedangkan� 95(33.6%) sarananya tidak memenuhi syarat
Tabel 3. Distribusi Responden Mengolah Sampah
|
Jumlah Responden |
Mengolah Sampah |
Tidak�
Mengolah Sampah |
|
114 |
53 |
61 |
|
|
|
|
|
Prosentase |
46.50 |
53.50 |
Tabel 3. menjelaskan bahwa, yang mengolah sampah dengan baik
sebanyak 46.50 %, sedangkan
yang tidak mengolah sampah 53.50% tidak mengolah sampah dengan baik
Tabel
4. Distribusi Responden Mendapat informasi Penanganan Sampah
|
Dengar Penyuluhan/ sumber lain |
Belum Dengar Penyuluhan |
Tidak respon |
Persentasi (%) |
|
11 |
- |
��� - |
9.65 |
|
- |
101 |
��� - |
88.59 |
|
- |
- |
��� 2 |
0.18 |
|
|
|
|
|
|
Jumlah |
|
|
100 |
Tabel 4. Menjelaskan bahwa responden yang mendapat informasi penanganan sampah yang diperoleh dari informasi luar sebanyak 11(9.65%), sedangkan responden yang belum menerima bahkan terpapar dengan informasi dari petugas Kesehatan sebanyak
101(88.59%)
Pembahasan
Pemahaman
dan pengetahuan masyarakat dalam� penanganan sampah di Desa Bongkudai Kecamatan Modayag Barat Kabupaten Bolaang Mongondow Timur� dapat dikategorikan baik karena dalam penanganan
sampah, walaupun� belum banyak mendengar penyuluhan dari petugas kesehatan maupun pemerintah tapi tingkat mengatasih
sampah rumah tangga sudah bisa
dikategorikan baik� karena angka prosentase yang ditunjukkan yaitu 53 (46.50%) responden mengolah sampah dengan benar
sedangkan 61 (53.50% belum mengolah sampah dengan benar.
Dalam penanganan sampah rumah tangga
dari Masyarakat yang ada di
desa Bongkudai kecamatan modayag barat jika dilihat dari
hasil persentasenya tidak berbeda jauh
dalam proses penanganannya.� faktor sosial budaya yang ada di Masyarakat juga sangat menentukan
dan sukar kita bandingkan desa yang satu dengan lainnya.
(1) Budaya hidup sehat dalam higiene
dan sanitasi di lingkungan rumah tangga adalah
konsep hidup yang mengedepankan upaya-upaya dan kegiatan-kegiatan hidup yang sehat dilingkungan rumah tangga. (2) Penerapan konsep hidup sehat ini,
maka kita dapat terhindar dari berbagai penyakit
yang mungkin dapat menyerang tubuh kita. Budaya hidup
dalam higiene dan sanitasi di lingkungan rumah tangga tercermin
dalam perilaku, yaitu perilaku yang akan ditunjukkan dalam hidup bermasyarakat
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masyarakat yang
belum banyak mendengar penjelasan langsung dari petugas
penyuluh kesehatan beertalian dengan penangan sampah rumah tangga pada cuplikan sebanyak 114 responden� dengan jumlah yang belum mendapat informasi terkait penanganan� sebanyak responden 101 (88.59%), sedangkan yang sudah mendengar atau mendapat informasi dari media lainnya sebanyak responden 11(9.65%),
dan� responden
2 0.18%) tidak memberikan komentar apakah tidak memahami atau bingung menjawabnya.
Berbagai Gambaran penelitian
lainnya yang dilakukan sejalan Penanganan sampah rumah tangga
secara sembarangan di sekitar rumah ataupun
ke sungai telah menjadi kebiasaan
sebagian masyarakat di Kecamatan Daha Selatan Kabupaten
Hulu Sungai Selatan, sehingga menimbulkan
beberapa penyakit yang berbasis lingkungan serta mencemari Sungai Negara.
Oleh karena itu, maka perlu dilakukan
suatu kajian tentang pengelolaan sampah rumah tangga
berdasarkan aspek teknis operasional, kelembagaan, pembiayaan, hukum/peraturan serta peran serta
masyarakatnya.
Penelitian
analitik observasional ini bertujuan untuk
mengkaji pengelolaan sampah rumah tangga
dan faktor-faktor yang berkorelasi,
serta merencanakan pengelolaan sampah rumah tangga yang berbasis masyarakat. Hasilnya didapatkan rata-rata sampah rumah tangga
yang dihasilkan sebanyak
1,46 liter/orang/hari atau
0,38 kg/orang/hari, yang terdiri
dari 47% sampah organik, 15 % kertas, 22% plastik, serta 16% logam dan sebagainya. Pengelolaan sampah rumah tangga di Kecamatan Daha Selatan belum dilaksanakan secara optimal.
Tingkat pendidikan, tingkat
pendapatan, perilaku terhadap kebersihan lingkungan, pengetahuan tentang perda persampahan,
serta kesediaan membayar retribusi sampah berkorelasi positif dengan cara pengelolaan sampah rumah tangga.
Saran yang diberikan di antaranya peningkatan pelayanan persampahan, pembentukan kelompok pengelola persampahan desa, pelibatan masyarakat dan swasta dalam pembiayaan, peningkatan koordinasi lintas sektoral dan pelibatan tokoh masyarakat dan tokoh agama, serta penerapan peraturan persampahan secara tegas. (Riswan, R. dkk 2011)� berbagai penelitian juga sejalan yang pernah dilakukan antara lain: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Masyarakat Permukiman Atas
Laut masih belum maksimal dengan kata lain masih tergolong sangat rendah hal ini
dilihat berdasarkan responden dengan nilai persentase kategori nilai tertinggi berada pada responden yang tidak memiliki tempat penampungan sampah sementara didalam rumah, yaitu sebesar
90,47% sedangkan, kategori terendah berada pada responden yang memiliki dan menyediakan tempat penampung sampah sementara di dalam rumah yaitu, dengan
persentase 9,53%
KESIMPULAN
Tingkat penanganan sampah rumah tangga
pada masyarakat dapat dikategorikan baik bahkan hampir mencapai
separuhnya sudah dapat menanganinya dengan benar 53 (46.50%) responden menangani sampah dengan benar
dan 61(53.50%) belum� menangani
sampah dengan baik dan benar.
Penanganan
sampah dengan informasi dari petugas lewat penyuluhan
pada masyarakat yaitu sebanyak 101 (88.59%) responden belum terpapar dengan penanganan sampah, sedangkan� 11 (9.65%) sudah mulai terpapar
dengan mengambil atau memperoleh informasi terkait dengan penanganan yang diperoleh dari yang lainnya. Sedangkan 2(0.18%) responden tidak memberikan respon soal penangan sampah
di desa Bongkudai� kecamatan
modayag barat kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Masyarakat dan petugas
kesehatan lebih terkoordinasi/kerja sama yang baik dalam proses penanganan sampah dari hasil
kegiatan rumah tangga yang dapat beresiko pada Kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA
Agustari, A. (2023). Peran Pemerintah Desa dalam Menangani Dampak Sampah di Lingkungan Pesisir Melalui Implementasi Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Sampah (Studi Desa Juru Seberang). Dinamika:
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 10(1),
1-15.
Budiarti,
L. Y., Hartoyo, B., Bukhari, M., Anwar, M. D., Fachriyad, M., Putra, M. J., & Arietama,
G. (2022). Penyuluhan Pengelolaan
Sampah Rumah Tangga di Lingkungan RT 01 Desa Keliling Benteng Ulu Kabupaten Banjar. In
Lambung Mangkurat Medical
Seminar 3(1), 110-117.
Diskominfo tik (2019). Survei
Perilaku Masyarakat terhadap
Upaya Pengurangan Sampah.
Jakarta: Pusat Pelayanan Statistik
Dinas Komunikasi, Informatika,
Dan Statistik.
Fauzy, A. (2019). Metode Sampling.
Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Nurmala, I., & KM, S. (2020). Promosi kesehatan. Airlangga
University Press.
Nurrizalia, M., Husin, A., Waty,
E. R. K., & Nengsih, Y. K. (2022). Mengelola Sampah Rumah Tangga dengan Pedoman Buku Saku 4R (Reduse, Reuse, Recycle, Replant) di Desa Limbang Jaya Ii Ogan Ilir. Journal of Sriwijaya Community Service on
Education (JSCSE), 1(2), 67-77.
Riswan,
R., Sunoko, H. R., & Hadiarto,
A. (2011). Pengelolaan sampah
rumah tangga di Kecamatan Daha Selatan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 9(1), 31-38.
Rosnawati, W. O., Bahtiar,
B., & Ahmad, H. (2017). Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Masyarakat Permukiman Atas Laut Di Kecamatan
Kota Ternate. Techno: Jurnal Penelitian,
6(2), 48-56.
Sahir,
S. H. (2021). Metodologi penelitian.
Yogyakarta: Penerbit KBM Indonesia.
Saleh,
S. (2017). Analisis data kualitatif.
Bandung: Penerbit Pustaka Ramadhan.
Sinaga,
D. (2014). Buku Ajar Statistik
Dasar. Jakarta Timur: UKI Press.
Soesana, A., Subakti,
H., Karwanto, K., Fitri,
A., Kuswandi, S., Sastri, L., ... & Lestari, H.
(2023). Metodologi Penelitian
Kuantitatif. Penerbit
Yayasan Kita Menulis.
Sumaryo, S. & Listiana,
I. (2018) Dinamika Penyuluhan
Pertanian dari Era Kolonial Sampai dengan Era Digital. Lampung: AURA Publishing.
Poltekkes Kemenkes
Manado, (2024) Praktek Kerja
lapngan Terpadu (PKLT)
Desa Bongkudai Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur
Wisnu
Aji, R. (2019). Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kabupaten Cilacap Jawa Tengah.
Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali. Jurnal Manajemen dan Ekonomi,
2(2), 213-224.
Yudiyanto, E. Y., & Tania, A. L. (2019). Pengelolaan sampah pengabdian pendampingan di Kota
Metro. Metro, Indonesia: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut
Agama Islam Negeri Metro dengan Sai Wawai Publishing.