Suparjo1,
Ismail Hoesain M2, Pande Setiawan Azhar3
Universitas Mataram, Indonesia
Abstrak:
Jembatan Meninting adalah jembatan yang berada di Kota Mataram, Nusa
Tenggara Barat yang mengalami kerusakan
akibat banjir sehingga dilakukan penggantian. Pada penggantian Jembatan Meninting digunakan fondasi tiang pancang, dalam membangun fondasi tiang pancang
dibutuhkan perhitungan daya dukung fondasi.
Daya dukung fondasi dapat dihitung dari uji beban dinamis di lapangan seperti uji kalendering dan uji
PDA (Pile Driving Analyzer). Tujuan penelitian ini adalah memperoleh
perbandingan daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan
uji kalendering dengan uji
PDA. Hitungan daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan
uji kalendering menggunakan
metode Hiley, Gates, dan ENR. Analisis
dan interpretasi berdasarkan
uji PDA menggunakan metode
Case dan CAPWAP. Hasil perhitungan berdasarkan uji kalendering menunjukkan bahwa daya dukung izin
(Qa) terkecil menggunakan metode Hiley sebesar 1547,460 kN, Gates sebesar 1669,483 kN, dan ENR sebesar 2369,548 kN lebih besar daripada
daya dukung izin (Qa) rencana
sebesar 1374,584 kN. Hasil analisis dan interpretasi berdasarkan uji PDA menunjukkan bahwa daya dukung
izin (Qa) yang diperoleh menggunakan metode Case dan CAPWAP sebesar
2404,444 kN lebih besar daripada daya dukung izin
(Qa) rencana sebesar 1374,584 kN. Perbandingan hasil daya dukung fondasi
tiang pancang berdasarkan uji kalendering dengan uji PDA menunjukkan bahwa nilai rata-rata daya dukung izin
(Qa) fondasi tiang pancang berdasarkan
uji kalendering menggunakan
metode Hiley sebesar
2311,555 kN lebih mendekati hasil daya dukung izin
(Qa) fondasi tiang pancang berdasarkan
uji PDA sebesar 2404,444 kN
dengan selisih perbandingan sebesar 3,86%. Uji
PDA memberikan hasil daya dukung yang lebih besar daripada
uji kalendering, Hal tersebut
dikarenakan perbedaan
proses pelaksanaan serta faktor aman yang digunakan.
Kata kunci: Daya Dukung, Fondasi Tiang Pancang,
Kalendering, PDA
Abstract:
The Meninting
Bridge is a bridge located in Mataram City, West Nusa Tenggara that has been damaged by flooding
so it has been replaced. In the replacement of the Meninting
Bridge, a pile foundation is used, in building a pile foundation, a calculation
of the bearing capacity of the foundation is needed. The bearing capacity of
the foundation can be calculated from dynamic load tests in the field such as calendering tests and PDA (Pile Driving Analyzer) tests.
The purpose of this study is to obtain a comparison of the bearing capacity of
pile foundations based on the calendering test with
the PDA test. The calculation of the bearing capacity of the pile foundation is
based on the calendering test using the Hiley, Gates,
and ENR methods. Analysis and interpretation based on the PDA test using the
Case and CAPWAP methods. The results of calculations based on the calendering test show that the smallest allowable bearing
capacity (Qa) using the Hiley method is 1547.460 kN, Gates is 1669.483 kN, and ENR
is 2369.548 kN greater than the planned allowable
bearing capacity (Qa) of 1374.584 kN.
The results of analysis and interpretation based on the PDA test show that the
allowable bearing capacity (Qa) obtained using the
Case and CAPWAP methods is 2404.444 kN greater than
the planned allowable bearing capacity (Qa) of
1374.584 kN. The comparison of the bearing capacity
of pile foundations based on the calendering test
with the PDA test shows that the average value of the allowable bearing
capacity (Qa) of the pile foundation based on the calendering test using the Hiley method of 2311.555 kN is closer to the allowable bearing capacity (Qa) of the pile foundation based on the PDA test of
2404.444 kN with a difference of 3,86%. The PDA test
provides greater bearing capacity results than the calendering
test, this is due to the difference in the implementation process and the
safety factors used.
Keywords: Bearing
Capacity, Pile Foundation, Calendering, PDA����������������������������������������
Corresponding:
Suparjo
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pembangunan infrastruktur, terutama jembatan, menjadi salah satu aspek penting dalam
pengembangan ekonomi
global. Fondasi tiang pancang sering digunakan sebagai solusi utama untuk
menopang struktur yang melibatkan beban besar dan kondisi tanah yang bervariasi
Di Indonesia, keberhasilan
pembangunan infrastruktur seperti jembatan sangat dipengaruhi oleh ketepatan perhitungan daya dukung fondasi tiang pancang. Pada proyek pembangunan Jembatan Meninting, terdapat kebutuhan mendesak untuk membandingkan metode pengujian kalendering dengan uji PDA (Pile Driving Analyzer) dalam
menentukan daya dukung fondasi (Riyanda et al., 2023). Perbedaan hasil dari kedua
metode ini sering kali menimbulkan tantangan dalam memilih pendekatan yang lebih akurat dan efisien
Kesalahan dalam estimasi daya dukung fondasi
dapat menyebabkan kerugian besar, baik secara ekonomi
maupun keselamatan konstruksi. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk
memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai perbedaan hasil dari metode
uji kalendering dan uji PDA, serta
implikasinya pada pembangunan
infrastruktur di Indonesia (Nurhazizah,
2020).
Metode kalendering sering digunakan karena kesederhanaannya, meskipun hasilnya kurang akurat dibandingkan
metode uji dinamis seperti PDA
Penelitian ini menawarkan pembaharuan dengan mengkaji kasus spesifik Jembatan Meninting, membandingkan kedua metode pengujian
dengan data empiris yang lebih terkini. Hal ini mencakup analisis
dari berbagai parameter teknis, seperti kedalaman penetrasi dan beban aksial, yang belum banyak dibahas
dalam literatur sebelumnya (Agus et al., 2023;
Penelitian ini bertujuan untuk
Menganalisis perbedaan hasil daya dukung
fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering dan uji PDA. Menilai keunggulan dan kelemahan
masing-masing metode dalam konteks pembangunan Jembatan Meninting. Memberikan rekomendasi praktis untuk pengujian
daya dukung fondasi di proyek infrastruktur serupa.
METODE PENELITIAN
Lokasi
Penelitian
Penelitian dilakukan pada abutment arah Pemenang (ABT1)
pembangunan penggantian Jembatan Meninting B dengan panjang bentang 60 m yang
terletak di ruas Jalan Saleh Sungkar 2, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram,
Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Jenis
Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan
pendekatan deskriptif-komparatif, yang bertujuan untuk membandingkan hasil daya
dukung fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering dan uji PDA.
Pendekatan
Penelitian
Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus, dengan fokus
pada pembangunan Jembatan Meninting. Data primer diperoleh melalui pengujian di
lapangan menggunakan metode kalendering dan PDA, sementara data sekunder
berasal dari dokumen proyek terkait.
Populasi
dan Sampel
Populasi penelitian ini adalah semua fondasi tiang pancang
pada Jembatan Meninting. Sampel yang digunakan adalah fondasi tiang pancang
abutment arah Pemenang (ABT1), yang dianggap mewakili kondisi keseluruhan
proyek.
Teknik
Pengumpulan Data
Pengamatan langsung: Melakukan uji kalendering dan PDA di
lapangan. Dokumentasi: Mengumpulkan data sekunder dari laporan proyek, gambar
teknik, dan spesifikasi teknis. Wawancara: Melakukan diskusi dengan tim teknis
proyek untuk mendapatkan informasi tambahan.
Teknik
Analisis Data
Analisis Daya Dukung Kalendering: Menggunakan metode
Hiley, Gates, dan ENR untuk menghitung daya dukung fondasi. Analisis Daya
Dukung PDA: Menggunakan metode Case dan CAPWAP untuk menganalisis hasil uji
PDA. Perbandingan Data: Membandingkan hasil daya dukung dari kedua metode
menggunakan statistik deskriptif dan analisis perbedaan.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Gambaran Umum
Pembangunan
penggantian Jembatan Meninting B pada abutment arah Pemenang (ABT1) menggunakan
jenis fondasi tiang pancang pipa baja dengan diameter 0,8 m, tebal 0,012 m,
panjang 30 m dan berjumlah 21 tiang. Denah fondasi tiang pancang tersebut
ditunjukkan dalam Gambar 4.1, dimana seluruh fondasi tiang
pancang dilakukan pengujian kalendering dan pengujian PDA (Pile Driving
Analyzer) hanya dilakukan pada fondasi tiang pancang nomor 1 (TP1) untuk
mewakili keseluruhan tiang pancang.

Gambar 3. Denah fondasi tiang
pancang
(Sumber:
PT. Surya Perdana Konsultan)
Data Tanah
Berdasarkan
hasil pemeriksaan material dengan sampel bor mesin pada pembangunan penggantian
Jembatan Meninting B diperoleh data tanah yang ditunjukkan dalam Tabel 1.

(Sumber:
PT. Surya Perdana Konsultan)
Berdasarkan hasil observasi dan
wawancara di lapangan diperoleh data tiang dan alat pancang sebagai berikut:
Jenis tiang pancang������������������ : Pipa baja
Berat jenis baja (Ws)���������������� : 78,50 kN/m3
Diameter tiang pancang (D)����� : 0,8 m
Tebal tiang pancang (T)����������� : 0,012 m
Panjang tiang pancang (L)�������������������� : 30 m
Jenis pemukul������������� : Pemukul Hidraulik
Material pemukul�������� ���������� : Bantalan
kayu padat
� di atas tiang
Berat pemukul (Wr)����� : 80 kN
Tinggi jatuh pemukul (h)��������� : 1,1 m
Berdasarkan data tersebut, maka
dapat dihitung luas penampang, berat, dan energi pemukul tiang pancang sebagai
berikut:
Luas penampang tiang pancang (A):
![]()
�
�m2
Berat tiang pancang (Wp):
�
![]()
kN
Energi pemukul (Eh):
�
![]()
kN
Data Pembebanan
Berdasarkan
analisis struktur fondasi tiang pancang pada pembangunan penggantian Jembatan
Meninting B, diperoleh data pembebanan rencana yang ditunjukkan dalam Tabel
4.2.

(Sumber:
PT. Surya Perdana Konsultan)
Data Uji Kalendering
Berdasarkan
hasil pengujian kalendering pada fondasi tiang pancang abutment arah Pemenang
(ABT1) diperoleh data yang ditunjukkan dalam Tabel 4.3.

(Sumber:
PT. Surya Perdana Konsultan)
Hasil Perhitungan
Daya Dukung Fondasi Tiang Pancang berdasarkan Uji Kalendering
a.��� Metode Hiley (1930)
Hasil
perhitungan daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering
menggunakan metode Hiley (1930) ditunjukkan dalam Tabel 4.
Tabel 4.
Hasil perhitungan daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering
menggunakan metode Hiley (1930)

b.��� Metode Gates (1957)
Hasil
perhitungan daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering
menggunakan metode Gates (1957) ditunjukkan dalam Tabel 5.
Tabel 5.
Hasil perhitungan daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering
menggunakan metode Gates (1957)

c.��� Metode ENR (1965)
Hasil
perhitungan daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering
menggunakan metode Hiley (1930) ditunjukkan dalam Tabel 6.
Tabel 6.
Hasil perhitungan daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering
menggunakan metode ENR (1965)

Hasil Analisis dan Interpretasi
Daya Dukung Fondasi Tiang Pancang berdasarkan�
Uji PDA (Pile Driving Analyzer)
a.��� Metode Case
Hasil
analisis dan interpretasi daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan uji PDA
menggunakan metode Case ditunjukkan dalam Tabel 7.
Tabel 7.
�Hasil analisis dan interpretasi hasil
daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan metode Case

b.��� Metode CAPWAP
Hasil
analisis dan interpretasi daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan uji PDA
menggunakan metode CAPWAP ditunjukkan dalam Tabel 8.
Tabel 8.
Hasil analisis dan interpretasi hasil daya dukung fondasi tiang pancang
berdasarkan metode CAPWAP

Dari hasil analisis dan
interpretasi metode Case dan metode CAPWAP menghasilkan nilai daya dukung
ultimit fondasi tiang pancang (Qu) sebesar 541 ton atau sama
dengan 5410 kN sehingga dengan faktor aman sebesar 2,25 diperoleh daya dukung
izin fondasi tiang pancang (Qa)� pada kode tiang ABT1 TP1 sebagai berikut:
Qa=
= ![]()
Rasio�� =
=
= 1,75
Hasil Analisis Daya Dukung
Kelompok Tiang
Hasil
analisis daya dukung kelompok tiang ditunjukkan dalam Tabel 4.9.
Tabel 9. Rekapitulasi hasil analisis daya dukung kelompok
tiang (Qg)
Pembahasan
Hasil perhitungan daya dukung
izin (Qa) fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering
menggunakan metode Hiley (1930) (Tabel 4) dengan faktor aman sebesar 3,
metode Gates (1957) (Tabel 4.5) dengan faktor aman sebesar 3 dan metode
ENR (1965) (Tabel 6)� dengan
faktor aman sebesar 6 menunjukkan bahwa pada seluruh kode tiang lebih besar
daripada daya dukung izin (Qa) rencana sebesar 1374,584 kN.
Hasil daya dukung izin (Qa) terkecil diperoleh menggunakan
metode Hiley (1930) sebesar 1547,460 kN, metode Gates (1957) sebesar 1669,483
kN, dan metode ENR (1965) sebesar 2369,548 kN. Pada semua metode uji
kalendering memberikan rasio sebesar 1,13 hingga 2,79, hal tersebut menandakan
fondasi tiang pancang yang digunakan memenuhi persyaratan keamanan struktur.
Hasil analisis dan interpretasi
daya dukung izin (Qa) fondasi tiang pancang berdasarkan uji
PDA (Pile Driving Anlayzer) dengan faktor aman sebesar 2,25 menggunakan
metode Case (Tabel 7)� dan metode
CAPWAP (Tabel 8) diperoleh sebesar 2404,444 kN sehingga lebih besar
daripada daya dukung izin (Qa) rencana sebesar 1374,584 kN.
Pada semua metode uji PDA (Pile Driving Anlayzer) memberikan rasio
sebesar 1,75, hal tersebut menandakan fondasi tiang pancang yang digunakan
memenuhi persyaratan keamanan struktur.
Dari hasil perhitungan
berdasarkan data uji kalendering dan interpretasi data uji PDA (Pile Driving
Anlayzer), maka diperoleh perbandingan daya dukung fondasi tiang pancang
berdasarkan data uji kalendering menggunakan metode Hiley (1930), metode Gates
(1957), dan metode ENR (1965) dengan daya dukung fondasi tiang pancang
berdasarkan data uji PDA (Pile Driving Anlayzer) menggunakan metode Case
dan metode CAPWAP yang ditunjukkan dalam Tabel 10 untuk hasil
perbandingan daya dukung ultimtit (Qu) dan Tabel 11 untuk
hasil perbandingan daya dukung izin (Qa).
Tabel 10.
Hasil perbandingan daya dukung ultimit (Qu) fondasi tiang
pancang berdasarkan uji kalendering dengan uji PDA (Pile Driving Analyzer)
Tabel 11.
Hasil perbandingan daya dukung izin (Qa)� fondasi tiang pancang berdasarkan uji
kalendering dengan uji PDA (Pile Driving Analyzer)

Dari Tabel
10 dan Tabel 11 di atas, dapat dibuat dalam bentuk diagram
batang yang ditunjukkan pada Gambar 3 dan Gambar 4.

Gambar 4. Perbandingan daya dukung
ultimit (Qu) fondasi tiang pancang berdasarkan uji
kalendering dengan uji PDA (Pile Driving Analyzer)
Gambar 5.
Perbandingan daya dukung izin (Qa) fondasi tiang pancang berdasarkan
uji kalendering dengan uji PDA (Pile Driving Analyzer)
Perbandingan
hasil dari Tabel 10 dan Tabel 11 tersebut, kemudian dibuat
grafik dalam bentuk diagram lingkaran yang ditunjukkan dalam Gambar 5
dan Gambar 6.

Gambar 5.
Grafik perbandingan daya dukung ultimit (Qu)� fondasi tiang pancang berdasarkan uji
kalendering dengan uji PDA (Pile Driving Analyzer)

Gambar 6. Grafik perbandingan daya dukung izin (Qa)� fondasi tiang pancang berdasarkan uji
kalendering dengan uji PDA (Pile Driving Analyzer)
Hasil perbandingan daya dukung
fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering dengan uji PDA (Pile
Driving Analyzer) memiliki perbedaan nilai di titik pengujian yang sama,
yaitu pada kode tiang ABT1 TP1 (Gambar 3 dan Gambar 4). Hasil
perbandingan daya dukung ultimit (Qu) fondasi tiang pancang
berdasarkan uji kalendering lebih kecil daripada uji PDA (Pile Driving
Analyzer), dimana berdasarkan uji PDA (Pile Driving Analyzer)�� memberikan daya dukung ultimit (Qu)
sebesar 5410 kN dan berdasarkan uji kalendering yang lebih mendekati PDA (Pile
Driving Analyzer)�� yaitu menggunakan
metode Gates (1957) memberikan daya dukung ultimit (Qu)� sebesar 5068,810 kN dengan selisih 6,73%.
Hasil perbandingan daya dukung izin (Qa) fondasi tiang
pancang berdasarkan uji kalendering lebih besar daripada uji PDA (Pile
Driving Analyzer), dimana berdasarkan uji PDA (Pile Driving Analyzer)�� memberikan daya dukung izin (Qa)
sebesar 2404,444 kN dan berdasarkan uji kalendering yang lebih mendekati PDA (Pile
Driving Analyzer)�� yaitu menggunakan
metode ENR (1965) memberikan daya dukung izin (Qu) sebesar
2445,985 kN dengan selisih 1,73%.
Grafik perbandingan daya dukung
fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering dengan uji PDA (Pile
Driving Analyzer)� dalam Gambar 5 dan
Gambar 6 memperlihatkan bahwa nilai rata-rata daya dukung ultimit (Qu)
fondasi tiang pancang berdasarkan uji kalendering menggunakan metode Gates
(1957) sebesar 5171,586 kN lebih mendekati hasil daya dukung ultimit (Qu)
fondasi tiang pancang berdasarkan uji PDA (Pile Driving Analyzer)
sebesar 5410 kN dengan selisih perbandingan sebesar 4,41% dan nilai rata-rata
daya dukung izin (Qa) fondasi tiang pancang berdasarkan uji
kalendering menggunakan metode Hiley (1930) sebesar 2311,555 kN lebih mendekati
hasil daya dukung izin (Qa) fondasi tiang pancang berdasarkan
uji PDA (Pile Driving Analyzer) sebesar 2404,444 kN dengan selisih
perbandingan sebesar 3,86%.
Dari hasil Analisis daya dukung
kelompok tiang, maka diperoleh hasil bahwa semua metode analisis memberikan
daya dukung kelompok tiang (Qg) lebih besar daripada beban
kerja kelompok tiang (Pkerja) sebesar 15993,968 �kN (Tabel 9)
dengan memberikan rasio sebesar 1,05 hingga 1,96, hal tersebut menandakan
kelompok tiang aman dan mampu memikul besarnya beban yang bekerja. Dari hasil
Analisis juga diperoleh perbandingan daya dukung kelompok tiang (Qg)� berdasarkan uji kalendering dengan uji PDA (Pile
Driving Analyzer) yang ditunjukkan dalam Tabel 12.
Tabel 12 Hasil perbandingan daya dukung
kelompok tiang berdasarkan uji kalendering dengan uji PDA
(Pile Driving Analyzer)

Dari Tabel 12 di atas, dapat dibuat dalam bentuk
diagram batang yang ditunjukkan dalam Gambar 7.

Gambar 7 Perbandingan daya dukung kelompok tiang berdasarkan uji
kalendering dengan dengan uji PDA (Pile Driving
Analyzer)
Perbandingan hasil dari Tabel 12 tersebut, kemudian
dibuat grafik dalam bentuk diagram lingkaran yang ditunjukkan dalam Gambar 7.

Gambar 7. Grafik perbandingan
daya dukung kelompok tiang (Qg)� fondasi tiang pancang berdasarkan uji
kalendering dengan uji PDA (Pile Driving Analyzer)
Grafik perbandingan daya dukung kelompok tiang tiang (Qg)
berdasarkan uji kalendering dengan uji PDA (Pile Driving Analyzer)� dalam Gambar 7 dan Gambar 8 memperlihatkan
bahwa daya dukung kelompok tiang tiang (Qg) berdasarkan uji
kalendering menggunakan metode Hiley (1957) sebesar 28351,236 kN lebih
mendekati hasil daya dukung kelompok tiang tiang (Qg)
berdasarkan uji PDA (Pile Driving Analyzer) sebesar 29490,525 kN dengan
selisih perbandingan sebesar 3,86% .
Berdasarkan
hasil perhitungan, analisis, dan interpretasi daya dukung fondasi tiang pancang
dengan cara uji beban dinamis di lapangan yaitu uji kalendering dan uji PDA (Pile
Driving Analyzer) memberikan nilai yang bervariasi pada masing-masing
metode. Secara umum uji PDA (Pile Driving Analyzer) memberikan hasil
daya dukung yang lebih besar daripada uji kalendering, Hal tersebut dapat
terjadi karena perbedaan proses dan hasil pelaksanaan pemancangan serta faktor
aman yang digunakan. Proses pelaksanaan uji kalendering dilakukan pada saat
lekatan tanah belum bekerja, sedangkan uji PDA (Pile Driving Analyzer)
dilaksanakan 15 menit hingga 30 hari setelah uji kalendering sehingga lekatan
tanah sudah mulai bekerja.
Perbandingan Hasil dengan
Penelitian Sebelumnya
Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa uji PDA memberikan daya dukung fondasi tiang
pancang yang lebih besar dibandingkan dengan uji kalendering. Hal ini sejalan
dengan temuan Aldino (2019), yang menyebutkan bahwa hasil uji PDA cenderung
lebih akurat dibandingkan metode kalendering karena memperhitungkan variabel
dinamis seperti lekatan tanah setelah pemancangan.
Selain
itu, penelitian ini mendukung hasil yang diperoleh oleh Nurhazizah (2020), di
mana metode Gates dalam uji kalendering memiliki akurasi yang lebih baik dalam
mendekati hasil uji PDA dibandingkan metode lain. Sementara itu, Riyanda et al.
(2023) menemukan bahwa metode Case dan CAPWAP pada uji PDA mampu memberikan
hasil daya dukung yang lebih mendekati kondisi aktual di lapangan.
Berbeda
dengan penelitian Sari (2021) yang menyebutkan bahwa metode ENR dalam uji
kalendering menghasilkan perbandingan yang lebih akurat dengan uji PDA,
penelitian ini menunjukkan bahwa metode Hiley memberikan nilai daya dukung izin
yang lebih mendekati hasil uji PDA, dengan selisih perbandingan sebesar 3,86%.
Faktor ini dapat disebabkan oleh karakteristik tanah di lokasi penelitian yang
memiliki lapisan kepasiran dominan.
Secara
keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan kontribusi tambahan terhadap
literatur, dengan menegaskan bahwa pemilihan metode kalendering dan PDA harus
disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan proyek. Penelitian ini juga
menyoroti pentingnya mempertimbangkan variabel seperti kedalaman penetrasi dan
faktor aman dalam analisis daya dukung fondasi tiang pancang.
Hasil
perbandingan dengan penelitian sebelumnya memperkuat validitas metode PDA
sebagai alat uji yang lebih akurat dalam menilai kapasitas daya dukung fondasi.
Namun, metode kalendering tetap relevan sebagai metode pendukung, terutama
untuk estimasi awal daya dukung fondasi.
KESIMPULAN
Berdasarkan
hasil dan pembahasan, maka dalam penelitian
ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: Hasil perhitungan daya dukung fondasi
tiang pancang berdasarkan uji kalendering menunjukkan bahwa daya dukung izin
(Qa) terkecil menggunakan metode Hiley (1930) sebesar 1547,460 kN, metode Gates (1957) sebesar
1669,483 kN, dan metode ENR
(1965) sebesar 2369,548 kN lebih besar daripada
daya dukung izin (Qa) rencana
sebesar 1374,584 kN. Hal tersebut menandakan fondasi tiang pancang
yang digunakan memenuhi persyaratan keamanan struktur. Hasil analisis dan interpretasi daya dukung fondasi tiang pancang berdasarkan
uji PDA (Pile Driving Anlayzer) menunjukkan
bahwa daya dukung izin (Qa)
yang diperoleh menggunakan metode Case dan metode CAPWAP sebesar 2404,444 kN lebih besar daripada
daya dukung izin (Qa) rencana
sebesar 1374,584 kN. Hal tersebut menandakan fondasi tiang pancang
yang digunakan memenuhi persyaratan keamanan struktur.
Nilai rata-rata daya
dukung ultimit (Qu) yang diperoleh berdasarkan uji kalendering menggunakan metode Hiley (1930) sebesar
6934,665 kN,� metode
Gates (1957) sebesar 5171,586 kN,
dan metode ENR (1965) sebesar
15326,130 kN. Hasil perbandingan
menunjukkan bahwa metode Gates (1957) lebih mendekati daya dukung ultimit (Qu) berdasarkan uji PDA (Pile Driving Analyzer) sebesar 5410 kN dengan selisih sebesar 4,41%. Nilai rata-rata daya
dukung izin (Qa) yang diperoleh berdasarkan uji kalendering menggunakan metode Hiley (1930) sebesar 2311,555 kN, metode Gates (1957) sebesar
1723,862 kN, dan metode ENR
(1965) sebesar 2554,355 kN.
Hasil perbandingan menunjukkan
bahwa metode Hiley (1930) lebih mendekati hasil daya dukung
izin (Qa) berdasarkan uji PDA (Pile Driving Analyzer) sebesar 2404,444 kN dengan selisih sebesar 3,86%.
DAFTAR PUSTAKA
Agus, M., Muchlian, M., & Dewi, N.
P. (2023). "Analisis Perbandingan
Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Berdasarkan Data N-SPT dan Pembacaan
Alat Hydraulic Static Pile Drive (HSPD) 320 T." Journal of
Infrastructural in Civil Engineering, 4(2), 52-64.
Aldino, R. (2019). Tinjauan Perbedaan Kuat Dukung Tiang Tunggal Antara Data
Kalendering, Data SPT, Dan Data PDA Test Pada Tiang Pancang No. 7 Dan No. 25
Pile Cap No. 1 Overpass STA 58+ 250 Proyek Jalan Tol
Pekanbaru-Dumai, Tugas
Akhir, Universitas Islam Riau.
Badan Standardisasi Nasional (2017).
SNI 8459:2017 Metode uji fondasi dalam
dengan High-Strain Dynamic Pile (HSDP). Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.
Bowles, J. E. Alih Bahasa Oleh Silaban,
Pantur. (1988). Analisis
dan Desain Fondasi Jilid 1 (Edisi
keempat). Jakarta: Penerbit
Erlangga.
Direktorat� Jenderal� Bina�
Marga.� 2020.� Spesifikasi� Umum� 2018� Revisi� 2.� Jakarta: Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat.
Direktorat Jenderal Bina Marga. 2016. Ketentuan
Praktis Uji Fondasi Tiang Jembatan. Kemernterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Gunawan, R. (1991). Pengantar Teknik Fondasi, Kanisius.
Hardiyatmo, H. C. (2011). Analisis dan Perancangan Fondasi bagian I edisi kedua. Gadjah Mada
University press, Yogyakarta.
Nurhazizah, P. (2020). Komparasi Kuat Dukung Tiang Pancang Menggunakan Beberapa Metode Dinamik dan Metode Statis Terhadap
Hasil PDA Test Pada Pembangunan Masjid Raya Provinsi
Riau, Tugas Akhir, Universitas Islam Riau.
Pile Dynamics, Inc. 2009., �PDA-W Manual of Operation�.,
Cleveland, Ohio44128, USA.
Putri, R. M. (2017). "Perbandingan
Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Berdasar Hasil Pile Driving Analyze (PDA) Test dan
Standard Penetration Test (SPT)." Universitas Jember Repository.
Riyanda, D., & Chairullah, B. (2020). "Daya Dukung
Pondasi Tiang Pancang Menggunakan Data Kalendering dan Data SPT." Jurnal
Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, 5(2), 1-10.
Riyanda, D., & Yunita, H. (2023). Perbandingan
Daya Dukung Menggunakan
Metode Statis, Dinamis dan Hasil Uji PDA Fondasi Tiang Pancang Jembatan Peureulak. Journal of The Civil Engineering Student, 5(1),
78-84.
Riyanda, D., Yunita, H., & Chairullah, B.
(2020). "Perbandingan Daya Dukung
Menggunakan Metode Statis, Dinamis
dan Hasil Uji PDA Pondasi Tiang
Pancang Jembatan Peureulak." Jurnal Ilmiah Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Syiah Kuala, 5(3), 1-10.
Santoso, H. T., & Hartono, J. (2020). "Analisis Perbandingan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Berdasar Hasil Uji SPT dan Pengujian
Dinamis." Jurnal
Riset Rekayasa Sipil
Universitas Sebelas Maret, 4(1), 32-38.
Sari, R. A. (2021). Analisis Kuat Dukung Dinamis Fondasi Tiang Pancang Pada Jembatan Overpass
Sta 58+ 250 Jalan Tol Ruas Pekanbaru-Dumai Seksi 4, Tugas Akhir,
Universitas Islam Riau.