PENGARUH
BIAYA PENDIDIKANTERHADAP MINAT MASUK SMAK ST. PETRUS KEWAPANTE
Yuliana
Ermelinda Nona Sulce1, Nur Chotimah2, Nurdin
Haji Abdul Rahman3
Universitas Muhamadyah Maumere [email protected]1,[email protected]2,[email protected]3
Diterima: 02-07-2022��������������������� ��������������� Review: 10-07-2022������������������������ ��������������� Publish:
Abstrak:
Pendahuluan: Pendidikan
merupakan salah satu prioritas terpenting bagi sebagian besar
masyarakat. Sebab pendidikan merupakan program utama sebagai pondasi
pembangunan bangsa dan
negara. Tujuan:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui
terdapat atau tidaknya pengaruh biaya pendidikan terhadap minat masuk di SMAK St. PETRUS KEWAPANTE. Populasi
dari penelitian ini adalah seluruh
siswa kelas X SMAK St.
Petrus Kewapante. Pada akhir
pembelajaran kedua kelas sampel diberi
tes dengan menggunakan kuesioner yang sama yang telah diuji validitas, reliabilitas, taraf kesukaran dan daya pembeda. Pengumpulan data dilakukan dengan metode penyebaran kuesioner. Metode: Metode penyebaran kuesioner dilakukan untuk memperoleh informasi, data dianalisis dengan uji normalitas, uji kesamaan dua varians,
dan uji hipotesis menggunakan
uji t. Hasil: Berdasarkan hasil
perhitungan dengan menggunakan uji t satu pihak diperoleh t hitung = 7,78 dan t table diperoleh
t_tabel= 1,67, dengan
α = 5% dan db = 51 - 2 = 49. Untuk
tiap-tiap aspek, jelas t_hitung>t_tabel maka Ho ditolak dengan kata lain H_1 diterima. Kesimpulan: Kesimpulannya
adalah, Terdapat pengaruh biaya Pendidikan terhadap minat siswa.
Kata kumci: Pengaruh Biaya, Biaya
Pendidikan, Minat Masuk.
Abstract:
Introduction: Education is one of the most important
priorities for most people. Because education is the main program as the
foundation of nation and state development. Objective: The purpose of
this study was to determine whether or not there is an effect of tuition fees
on interest in entering SMAK St. PETER KEWAPANTE. The population of this study
were all students of class X SMAK St. Peter Kewapante.
At the end of the study, the two sample classes were given a test using the
same questionnaire which had been tested for validity, reliability, level of
difficulty and discriminatory power. Data collection was done by distributing
questionnaires. Methods: The method of distributing questionnaires was
carried out to obtain information, the data were analyzed by normality test,
similarity test of two variances, and hypothesis testing using t test. Results:
Based on the results of calculations using one-sided t-test, it was obtained t
count = 7.78 and t table obtained t_table = 1.67,
with = 5% and db = 51 - 2 = 49. For each aspect, it
is clear t_count > t_table
then Ho is rejected in other words H_1 is accepted. Conclusion: The
conclusion is, There is an effect of the cost of
education on student interest.
Keywords:
Effect of Cost, Tuition Fee, Entry Interest
���������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������������
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Pendidikan merupakan salah satu prioritas terpenting bagi sebagian besar masyarakat. Sebab pendidikan merupakan program utama sebagai pondasi
pembangunan bangsa dan
negara (Yasin, 2021). Pendidikan berupaya
mencerdaskan generasi muda menuju terciptanya
sumberdaya manusia yang cerdas dan berkualitas (Mini, 2017). Pendidikan merupakan
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Machful Indra Kurniawan, 2015).
Perkembangan teknologi di masa sekarang ini begitu pesat
yang mengharuskan manusia untuk membekali dirinya agar mampu bersaing dengan masyarakat global (Aspi & Syahrani, 2022). Zaman yang terus
berubah, prospek pekerjaan yang dibutuhkan di masa
mendatang pun akan berubah dari waktu
ke waktu dan menjadi spekulasi tersendiri (SHOLIHAH, 2019). Persaingan
dalam dunia kerja tidak pernah stagnan
dan selalu mengalami peningkatan. Yang mana jumlah angkatan kerja dan jumlah lapangan kerja tidak seimbang
menyebabkan persaingan dalam mencari pekerjaan
menjadi semakin ketat dan kekhawatiran menjadi pengangguran menjadi alasan tersendiri bagi mereka (Denziana & Febriani, 2017). Oleh sebab
itu, seorangsiswa diharapkan untuk mengenyam pendidikan setinggi tingginya agar memiliki bekal sebelum mereka terjun ke dunia kerja.�
Untuk saat ini pemerintah
secara terus menerus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Hal ini ditegaskan dalam Pendidikan Nasional Indonesia UU RI No 20 tahun 2003 yang menyatakan bahwa: Pendidikan berdasarkan pancasila dan undangundang dasar negara republik Indonesia tahun 1945 yang berakar pada nilainilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman. Hal ini diharapkan mampu mendorong siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang
yang lebih tinggi.
Sekolah Menengah atas merupakan
kelanjutan sekolah menengah pertama yang diselenggarakan untuk menyiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan akademik maupun kemampuan profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan dan menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi (Hadi, 2008:133). Berdasarkan hal tersebut jelas
bahwa pentingnya pendidikan saat ini sebagai modal untuk kehidupan yang lebih baik. Dan melanjutkan pendidikan diawali dengan adanya minat sehingga
akan timbul rasa perhatian, ketertarikan dan kebutuhan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Namun, minat siswa melanjutkan
pendidikan tentu cukup beragam. Ada yang memiliki minat tinggi, minat yang sedang, rendah atau bahkan sama
sekali tidak berminat untuk melanjutkan pendidikan. Hal tersebut tidak terlepas dari faktor
yang mempengaruhi minat siswa dalam melanjutkan
pendidikan, baik yang bersumber dari dalam dirinya sendiri
maupun pengaruh dari luar dirinya.
Minat adalah adanya suatu
rasa suka atau ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas,
tanpa ada yang menyuruh. Muhibin Syah (2011:175) minat melanjutkan pendidikan adalah ketertarikan siswa untuk melanjutkan
sekolah yang tumbuh secara sadar dalam
diri siswa tersebut. Dari ketertarikan tersebutlah yang menyebabkan siswa memberikan perhatian lebih terhadap sekolah yang akan mereka masuki.
Dalam kaitanya dengan minat siswa
melanjutkan sekolah menengah atas, orang tua sangat berperan aktif untuk mendorong
ketercapain cita-cita anakanaknya. Karena dengan adanya dorongan dan perhatian dari orang tua akan membuat
siswa lebih semangat untuk mengejar cita-cita mereka. Namun masih
rendahnya jumlah siswa yang melanjutkan sekolah disebabkan banyak faktor seperti
biaya pendidikan.
Biaya pendidikan merupakan semua pengeluaran yang dikorbankan oleh seseorang untuk pendidikan baik berupa uang maupun jasa. Dan biaya tersebut akan dipergunakan untuk memenuhi kualitas pendidikan. jika pembiayaan pendidikan memiliki pengelolaan yang baik dan memiliki jumlah yang memadai, maka mutu
belajar siswa juga akan menjadi baik.
Wijaya (2010: 84) biaya pendidikan
merupakan semua jenis pengeluaran yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan pendidikan. Biaya dalam pendidikan
meliputi biaya langsung (direct cost) dan tidak langsung (indirect cost), biaya langsung terdiri dari biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan pelaksanaan pengajaran dan kegiatan-kegiatan belajar siswa berupa
pembelian alat-alat pembelajaran, sarana belajar, biaya transportasi, gaji guru, baik yang dikeluarkan oleh pemerintah, orang tua maupun siswa sendiri.
Sedangkan biaya tidak langsung berupa keuntungan yang hilang (earning forgone) dalam bentuk biaya kesempatan
yang hilang (opportunity cost) yang dikorbankan oleh siswa selama belajar.�
Dalam hal ini orang tua
ikut berperan dalam memenuhi kebutuhan anaknya dalam menempuh pendidikan termasuk biaya. Sedangkan kondisi ekonomi setiap orang tua siswa pasti berbeda.
Bagi siswa yang kondisi ekonomi orang tuanya terbatas tentu akan menjadi
pertimbangan bagi mereka untuk melanjutkan
pendidikannya. Melihat mahalnya biaya pendidikan yang harus dikeluarkan, hal tersebutlah menjadi alasan atau bahkan
menjadi kendala bagi siswa untuk
melanjutkan pendidikannya.
Dan menyebabkan mereka terpaksa harus putus sekolah karena
adanya keterbatasan biaya tersebut. Oleh karna itu dapat
dikatakan bahwa tinggi rendahnya biaya pendidikan dapat mempengaruhi minat siswa melanjutkan
pendidikan. Dan tidak sedikit siswa yang memilih meninggalkan pendidikannya demi membantu perekonomian keluarga.
SMAK st. Petrus Kewapante
merupakan sekolah yang berada di bawah nangungan Kementerian Agama RI, dan merupakan
sebuah proses pengajaran
dan pendidikan yang didasarkan
pada iman katholik, seturut ajaran katholik, artinya kurikulum, cara pandang, disiplin ilmu, moral, dan mental yang ditanamkan
harus berciri khas kekatolikan. SMAK St. Petrus
Kewapante berdiri sejak tahun 2017, dengan iuran SPP sebesar Rp 1.750,000/tahun.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian dengan judul PENGARUH BIAYA PENDIDIKAN TERHADAP MINAT MASUK SMAK
ST. PETRUS KEWAPANTE. Adapun tujuan dalam penelitian ini berdasarkan permasalahan diatas adalah untuk mengetahui
pengaruh biaya pendidikan terhadap minat masuk di SMAK St. PETRUS
KEWAPANTE
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
kuantitatif, dimana Menurut (Prof Sugiyono, 2016) pengertian metode kuantitatif adalah Metode kuantitatif
dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada
filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,
pengumpulan data menggunakan
instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, dengan tujuan untuk
menguji hipotesis yang telah ditetapakan�. Penelitian ini dilakukan di SMAK St. Petrus Kewapante,
Kabupaten Sikka. Dengan
lama waktu Penelitian selama 3 (tiga) bulan terhitung mulai bulan Maret
s/d Mei 2021.
Adapun
populasi dalam penelitian ini adalah jumlah seluruh
siswa kelas X SMAK St.
Petrus Kewapante yang berjumlah
58 siswa. Jumlah sampel yang di ambil untuk penelitian sebanyak 51. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel independen dalam penelitian ini yaitu Biaya Pendidikan (X), Sedangkan variabel dependen atau variabel
terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya
variabel bebas. Adapun variabel dependen dalam penelitian ini yaitu keputusan
memilih (Y).
Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini ialah: (1) Observasi, merupakan proses memperoleh data dari tangan pertama dengan mengamati orang dan tempat pada saat dilakukan penelitian. (Prof. Dr. Sugiyono, 2016). (2) Kuesioner
(angket), merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat
pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Prof Dr Sugiyono, 2013).�
Kuesioner yang digunakan
adalah kuesioner tertutup yaitu kuesioner yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih. Skala yang digunakan adalah skala likert dengan
interval. Dengan skala
Likert, dari nilai 1 yaitu sangat tidak setuju sampai nilai
5 sangat setuju.
Analisis data digunakan untuk menyederhanakan data agar data lebih
mudah untuk diinterprestasikan yang diolah dengan menggunakan rumus atau aturan-aturan
yang sesuai dengan pendekatan penelitian. Tujuan analisis data adalah mendapatakan informasi yang relevan yang terkandung di dalam data tersebut dan hasilnya digunakan untuk memecahkan suatu masalah.
Analisis statistik deskriptif merupakan analisis yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran
terhadap obyek yang diteliti melalui data sampel atau populasi
sebagaimana adanya, tanpa melakukan melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku umum. Prosedur
yang digunakan adalah sebagai berikut :
1.
Menghitung rata-rata
untuk setiap variabel.
2.
Membuat kategori nilai rata-rata dengan pengkategorian skor yang telah dibuat untuk mendapatkan
Hasil Tingkat Kecapaian Responden
(TCR).
Cara
menghitung persentase yang dikemukkan oleh (Sugiyono, 2011) yaitu ;.
Uji validitas digunakan
untuk mengukur sah atau tidaknya
suatu kuesioner. Uji validitas terhadap instrumen yang dimaksud untuk mengetahui apakah instrumen yang dipergunakan tersebut dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat dan akurat. Suatu instrumen dikatakan valid jika terdapat kesamaan antara data yang terkumpul dengan data sesungguhnya terjadi pada objek yang diteliti (Sugiyono, 2013). Metode ini mengunakan Pearson
Correlation menggunakan alat
software SPSS v. 21 dengan cara
mengkorelasikan antara
masing-masing butir item pertanyaan
dengan skor totalnya dengan kriteria pengujian apabila nilai rhitung
> rtabel dengan α =
0,05 maka alat ukur tersebut dinyatakan
valid, dan sebaliknya apabila
rhitung < rtabel maka alat ukur
tersebut adalah tidak valid.
Nunanlly dalam (Ghozali, 2000) menyatakan bahwa �reliabilitas sebenarnya adalah alat ukur untuk
mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk�.
Suatu kuesioner dikatakan reliabel jika jawaban seseorang
terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari
waktu ke waktu. Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama. Uji reliabilitas ini menggunakan bantuan program SPSS v. 21. dengan
uji statistik Cronbach Alpha > 0,07.
Pada uji normalitas data dapat dilakukan dengan menggunakan uji one sampel kolmogorov smirnov yaitu dengan
ketentuan apabila nilai signifikan diatas 5% atau 0,05 maka data memiliki distribusi normal. Sedangkan jika hasil uji one simpel kolmogorov smirnov menghasilkan nilai signifikan dibawah 5% atau 0,05 maka data tidak memiliki distribusi normal.
Uji Linearitas merupakan
uji prasyarat untuk mengetahui pola data, apakah data berpola linear atau tidak. Uji ini berkaitan dengan
penggunaan regresi linear, maka datanya harus
menunjukkan pola yang berbentuk linier� (Kurniasari & Ghozali, 2013). �Dasar pengambilan
keputusan dalam uji linearitas jika nilai signifikan (Linearity) <
0,05� maka kedua variabel mempunyai hubungan linear� (Priyatno, 2010).
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari satu pengamatan
ke pengamatan yang lain.
Jika viriance dari residual
satu pengamatan ke pengamatan yang lain tetap, maka disebut
homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya heteriskedastisitas
dilakukan dengan menggunakan Grafik Plot antara nilai prediksi
variabel dependen yaitu ZPRED dengan nilai residualnya SRESID. Dasar pengambilan keputusannya adalah jika ada
pola tertentu, seperti titik-titik yang ada bentuk pola
teratur (gelombang, melebar kemudian menyempit) maka, mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Tetapi jika tidak
ada pola yang jelas, serta titik-titik
menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak
terjadi heteroskedastisitas,v (Kurniasari & Ghozali, 2013).
Menurut (Krisnamurti & Darma, 2015) Sugiyono �uji t melakukan pengujian terhadap koefisien regresi secara parsial,� pengujian ini dilakukan
untuk mengetahui signifikansi peran secara parsial antara variabel independen terhadap variabel dependen dengan mengasumsikan bahwa variabel independen lain dianggap konstan. Apabila sig t lebih besar dari
0,05 maka Ho diterima. Demikian pula sebaliknya jika sig t lebih kecil dari 0,05, maka Ho ditolak. Bila Ho ditolak ini berarti ada
hubungan yang signifikan antara variabel independen terhadap variabel dependen.
Y = a+bx
Menurut (Krisnamurti & Darma, 2015) menjelaskan
analisis regresi� linear sederhana adalah sebagai berikut: �Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional atau kausal satu
variabel independen dengan satu variabel
dependen�. Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk menguji sifat hubungan
sebab-akibat antara variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) yang di formulasikan
dalam bentuk persamaan sebagai berikut: Menurut (Susilo, Hasbullah, & Sugiyono, 2013), rumus analisis sederhana sebagai berikut:
Keterangan:
Y
= Subjek dalam Variabel dependen yang diprediksikan
α� = Harga Y bila X = 0 (harga kontan)
B
= Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, dan bila (-) maka terjadi
penurunan.
X
= Subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu.
Koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan
model dapat menjelaskan variasi variabel dependen. Semakin besar nilai koefisien
determinasi berarti semakin besar kemampuan
variabel independen dalam menjelaskan variabel dependen. Sebaliknya, semakin kecil nilai koefisien
determinasi berarti semakin kecil kemampuan
variabel dependen dalam menjelaskan variabel dependen atau sangat terbatas. Nilai koefisien determinasi ditunjukkan dengan nilai Adjusted� R
Square bukan R square dari
model regresi karena R
square bisa terhadap jumlah variabel dependen yang dimasukan kedalam model, sedangkan Adjusted
R Square dapat naik turun jika suatu variabel
independen ditambahkan dalam model (Ghozali, 2000).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji normalitas data variabel
menggunakan program SPSS v 21 melalui
Test Normality Kolmogrov-Smirnov diperoleh
nilai Asymp. Sig.
(2-tailet) dengan kriteria pengujian jika nilai signifikansi > 0,05 maka data berdistribusi normal, sedangkan jika nilai signifikansi < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal. Berikut disajikan hasil uji normalitas:
Tabel 4.13 Hasil Uji Normalitas
|
One Sampel Kolmogorov-Smirnov |
||
|
Asymp. Sig. (2- tailet) |
0,200 |
Normal |
Sumber :
Data diolah menggunakan
SPSS versi 21
Hasil pengujian uji normalitas
dengan menggunakan program
SPSS Statistical v.21 nilai signifikan
sebesar 0,200 > 0,05 maka
sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji normal Kolmogrov-Smirnov diatas, dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal.
�������� Uji Linearitas
bertujuan untuk mengetahui apakah dua variabel mempunyai
hubungan yang linear atau tidak secara signifikan.
Uji ini biasanya digunakan sebagai prasyarat dalam analisis korelasi atau regresi linear. Dalam penelitian menggunakan bantuan program SPSS
v.21. Pengujian linearitasnya
adalah apabila nilai signifikansi < 0,05 dikatakan mempunyai hubungan yang linear. Berikut disajikan hasil uji Linearity:
Tabel 4.14 Hasil Uji Linearitas
|
Sig. (Linearity) |
Keterangan |
|
0,000 |
Linear |
Sumber : Data diolah
menggunakan SPSS Versi 21
Berdasarkan tabel uji linearitas diatas nilai signifikansi
untuk variabel promosi dengan keputusan memilih yaitu 0,000 < 0,05. Maka disimpulkan bahwa ada hubungan linear secara signifikan antara variabel promosi (X) dengan variabel keputusan memilih (Y).
Uji heteroskedastisitas menggunakan Uji Glejser digunakan untuk mengetahui apakah terjadi penyimpangan model karena varian gangguan
berbeda antar satu observasi ke observasi lain.
Jika varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut
Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas. Hasil uji ini
dapat diketahui dengan mengetahui nilai signifikansinya, apabila > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi
heterokedasitas.
Tabel
4.15 Hasil Uji� Heteroskedasitas
|
Variabel |
Signifikan |
Keterangan |
|
Promosi |
0, 662 |
Non Heteroskedasitas |
Sumber : Data diolah
menggunakan SPSS Versi 21
Berdasarkan tabel hasil uji heteroskedasitas di atas nilai signifikansi promosi sebesar 0,662 dimana nilai tersebut
lebih besar dari 0,05. Sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi Heteroskedasitas.
`Pada
tahap analisis regresi linear sederhana ini peneliti melakukan
pengujian hipotesis untuk menguji pengaruh
variabel bebas terhadap variabel terikat. Pengujian hipotesis pada penelitian ini dilakukan menggunakan
analisis regresi sederhana dengan bantuan program SPSS V.21. Berikut
hasil uji analisis regresi sederhana promosi dan keputusan memilih sekolah dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.16 Analisis Regresi Linear Sederhana
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan
bahwa nilai konstanta (a) nilainya sebesar 18.796 sedangkan nilai promosi (b/koefisien regresi) sebesar 0,364 sehingga persamaan regresinya dapat ditulis:
Y=18.796+0,364
(X)
�Berdasarkan
persamaan regresi diatas konstanta sebesar 18.796 artinya bahwa nilai konstanta
variabel keputusan memilih adalah sebesar 18.796. Koefisien regresi promosi (X) sebesar 0,364 menyatakan bahwa setiap peningkatan
pada promosi sebesar satu satuan, maka
keputusan memilih akan mengalami kenaikan sebesar 0,364 satuan. Koefisien regresi linear sederhana bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel
(X) terhadap variabel (Y) adalah positif.
Uji
t digunakan untuk mengetahui apakah variabel bebas secara individual mempunyai pengaruh terhdap variabel terikat. Berikut ini disajikan
tabel hasil uji t :
Tabel 4.17 Hasil
Uji t
Berdasarkan hasil uji
parsial (uji t) dengan menggunakan program SPSS V.21, diperoleh nilai thitung
sebesar 3.805 > dari ttabel 2,00 dan nilai signifikan sebesar 0,000 pada
tingkat signifikasi 0,05. Sehingga 0,000 < 0,05 maka h0 ditolak dan h1 diterima,
Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh promosi� sekolah terhadap keputusan calon siswa dalam
pemilihan di SMAK St. Petrus Kewapante.
Uji koefisien determinasi
ini bertujuan untuk menentukan persentase total variansi dalam variabel terikat
yang diterangkan variabel bebas secara bersama-sama. Hasil perhitungan Adjusted
R Square dapat dilihat pada output Model Summary. Hasil uji koefisien
determinasi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.18 Hasil Uji Koefisien
Determinasi
Berdasarkan hasil uji
Kofisien Determinasi analisis pada tabel diatas diketahui bahwa koefesien
determinasi (Adjusted R Square) sebesar�
0,212 atau (0,212 x 100% = 21,2%) maka dapat disimpulkan bahwa ada
pengaruh promosi� terhadap keputusan
memilih sebesar 21,2% dan selebihnya 78,8% dipengaruhi oleh variabel yang tidak
diteliti.
Berdasarkan� hasil analisis yang telah� diuraikan�
di� atas� diperoleh�
hasil bahwa variabel (X) promosi�
berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel (Y) keputusan
memilih Siswa SMAK St. Petrus Kewapante. Hal�
ini dibuktikan� dengan nilai
thitung sebesar 3,805 dengan nilai probabilitas (sig) = 0,000. Nilai thitung
(3,805) > ttabel (2,00) dan nilai signifikansi < dari nilai probabilitas
0,05 atau nilai 0,000 < 0,05, maka h0 ditolak dan h1 diterima, Sehingga
dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh promosi� sekolah terhadap keputusan calon siswa dalam
pemilihan di SMAK St. Petrus Kewapante.
Hasil penelitian ini
memiliki keterkaitan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Gusdiandika & Sinduwiatmo, 2012) dengan hasil penelitianya menyatakan bahwa ada pengaruh
promosi terhadap keputusan siswa dalam memilih SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo.
Selain itu� pada penelitian Jarot Tri (Santoso, 2014) dalam hasil penelitianya menyatakan bahwa Berdasar hasil
analisis data bahwa promosi SMK, lokasi SMK, latar belakang sosial ekonomi,
referensi orang terdekat dengan siswa, persepsi siswa tentang SMK, motivasi
siswa, jurusan yang ditawarkan SMK secara bersama sama mempunyai pengaruh
terhadap minat siswa SMP dalam memilih SMK. Begitu juga dengan penelitian oleh (Agus Kurniawan, 2012) dengan hasil penelitianya menyatakan bahwa ada pengaruh
produk, promosi, harga, dan tempat
terhadap keputusan pembelian (studi kasus pada kedai Amarta Semarang). Dan
penelitian oleh (Munarsih, Akbar, Ariyanto, Ivantan, &
Sudarsono, 2020) dalam hasil penelitianya menyatakan bahwa berdasarkan
analisa data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan maka
dalam penelitian ini menetapkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan
antara promosi sekolah� terhadap minat
sekolah pada sdit bina cendekia.
Berdasarkan hasil
analisis menunjukkan koefesien determinasi atau Adjusted R Square sebesar� 0,212. maka dapat disimpulkan bahwa ada
pengaruh promosi (X) terhadap keputusan memilih (Y) sebesar 21,2% dan
selebihnya 78,8% dipengaruhi oleh variabel yang tidak diteliti.
Responden memilih SMAK St.
Petrus Kewapante karena promosi SMAK St. Petrus Kewapante jauh lebih baik jika
dibandingkan dengan promosi sekolah lainnya. Hal ini dilihat dari beberapa
aspek-aspek (indikator) promosi yang telah dijalankan antara lain:� SMAK St. Petrus Kewapante mengiklankan
sekolahnya kepada masyarakat dengan begitu menarik, SMAK St. Petrus Kewapante
melakukan promosi penjualan kepada masyarakat luas, publisitas SMAK St. Petrus
Kewapante yang dijalankan begitu terarah, kegiatan penjualan tatap muka dan
pemasaran langsung berjalan dengan baik sehingga menarik banyak calon
siswa-siswi untuk memilih masuk di SMAK St. Petrus Kewapante.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa analisis yang telah diuraikan diperoleh hasil variable (X) Biaya berpengaruh terhadap variable (Y)Minat siswa SMAK St. Petrus Kewapante.
Hal ini dibuktikan dengan t_hitungsebesar 7.78 dengan taraf signifikasi
0,05. Nilai t_hitung = 7.78 >t_tabel
= 1.66 artinya biaya
Pendidikan berpengaruh terhadap
minat siswa, sedangkan hasil analisis menunjukan R atau Koefisien Determinasi X terhadap Y sebesar 0,88, artinya pengaruh biaya terhadap minat siswa ada sebesar
88% sisanya 12% disebabkan
oleh variable lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Aspi, Muhammad, &
Syahrani, Syahrani. (2022). Profesional Guru Dalam Menghadapi Tantangan
Perkembangan Teknologi Pendidikan. Adiba: Journal of Education, 2(1),
64�73.
Denziana, Angrita, &
Febriani, Resti Fitri. (2017). Pengaruh Motivasi, Persepsi Biaya Pendidikan Dan
Lama Pendidikan Terhadap Minat Mahasiswa Akuntansi Untuk Mengikuti Pendidikan
Profesi Akuntansi (PPAk)(Studi Kasus Pada Perguruan Tinggi di Bandar Lampung). Jurnal
Akuntansi Dan Keuangan, 8(2).
Ghozali, Abbas. (2000).
Analisis biaya manfaat SMU dan SMK. Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 22,
57�85.
Gusdiandika, Raditya,
& Sinduwiatmo, Kukuh. (2012). Pengaruh promosi sekolah terhadap keputusan
siswa dalam pemilihan smk sepuluh nopember sidoarjo. Kanal: Jurnal Ilmu
Komunikasi, 1(1), 27�38. https://doi.org/10.21070/kanal.v1i1.326
Krisnamurti, Made Bayu,
& Darma, Gede Sri. (2015). Strategi Diferensiasi Produk Dan Jasa Di
Industri Digital Print. Jurnal Manajemen Bisnis, 12(1), 122�139.
Kurniasari, Christiana,
& Ghozali, Imam. (2013). Analisis pengaruh rasio CAMEL dalam memprediksi
financial distress perbankan Indonesia. Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Kurniawan, Agus. (2012).
Uji Karakteristik Sifat Fisis Dan Mekanis Serat Agave Cantula Roxb (Nanas)
Anyaman 2D Pada Fraksi Berat (40%, 50%, 60%). Universitas Muhammadiyah
Surakarta.
Kurniawan, Machful
Indra. (2015). Mendidik untuk membentuk karakter siswa sekolah dasar: studi
analisis tugas guru dalam mendidik siswa berkarakter pribadi yang baik. PEDAGOGIA:
Jurnal Pendidikan, 4(2), 121�126.
Mini, Rus. (2017).
Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan Karakter dan Attitude. Nur
El-Islam, 4(2), 79�96.
Munarsih, Munarsih,
Akbar, Mada Faisal, Ariyanto, Aris, Ivantan, Ivantan, & Sudarsono, Agus.
(2020). Pelatihan Digital Marketing Dalam Meningkatkan Kompetensi Siswa Untuk
Berwirausaha Pada Smk Muhammadiyah Parung-Bogor. Jurnal Pengabdian Dharma
Laksana, 3(1), 22�28. https://doi.org/10.32493/j.pdl.v3i1.6275
Priyatno, Duwi. (2010). Cara
Instan Desain Promo dengan Microsoft Publisher. Galangpress Publisher.
Santoso, Jarot Tri Bowo.
(2014). Faktor Faktor yang Mempengaruhi Siswa SMP N di Kota Semarang Memilih
SMK. Dinamika Pendidikan, 9(1).
SHOLIHAH, RIF�ATUS.
(2019). PENGARUH PERSEPSI PENDIDIKAN DAN BIAYA PENDIDIKAN TERHADAP MINAT
MELANJUTKAN KE PERGURUAN TINGGI PADA SISWA KELAS XI SMA MUHAMMADIYAH 3
KEDUNGADEM TAHUN AJARAN 2018/2019. IKIP PGRI BOJONEGORO.
Sugiyono. (2011). Metode
Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D).
Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2013). Metode
Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
(Bandung: Alfabeta).
Sugiyono, Prof. Dr.
metode penelitian kuantitatif, kualitatif,dan R&D. , Alfabeta, cv. (2016).
Sugiyono, Prof. (2016). Metode
Penelitian Manajemen(Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi (Mixed
Methods), Penelitian Tindakan (Action Research, dan Penelitian Evaluasi).
Bandung: Alfabeta Cv.
Sugiyono, Prof Dr.
(2013). Metode penelitian manajemen. Bandung: Alfabeta, CV.
Susilo, Nurman,
Hasbullah, Rokhani, & Sugiyono, Sugiyono. (2013). Proses Pengolahan Beras
Pratanak Memperbaiki Kualitas dan Menurunkan Indeks Glikemik Gabah Varietas
Ciherang (Parboiled Rice Processing Improve Quality and Reduce Glycemic Index
of Paddy cv. Ciherang). Jurnal Pangan, 22(3), 209�220.
Yasin, Ilyas. (2021).
Problem Kultural Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia: Perspektif Total
Quality Management. Ainara Journal (Jurnal Penelitian Dan PKM Bidang Ilmu
Pendidikan), 2(3), 239�246.