JURNAL LOCUS: Penelitian & Pengabdian
Volume 1 No. 4 Juli 2022
E-ISSN 2829-7334 | P-ISSN 2829-5439
Hompage: https://locus.rivierapublishing.id/index.php/jl
Doi: 10.36418/locus.v1i4.51 215
ANALISA STRATEGI PENGEMBANGAN SMART CITY MENGGUNAKAN METODE
WARD AND PAPPERD (STUDI KASUS PEMERINTAH KOTA JAYAPURA)
Hendra Triady Sinurat1, Christ Rudianto2
Departemen Sistem Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana
682018212@Student.uksw.edu, Christ.rudianto@uksw.edu
Diterima: 02-07-2022 Review: 09-07-2022 Publish: 15-07-2022
Abstrak:
Pendahuluan: Jayapura merupakan ibu kota dari Provinsi Papua, Indonesia. Kota ini merupakan Ibu
kota provinsi yang terletak paling ujung timur Indonesia, dan berbatasan langsung dengan negara
tetangga yakni Papua Nugini, yang terletak di teluk Jayapura. Masalah yang ditemukan yakni kurang
optimalnya pemerataan penerapan Smart City, Infrastruktur dan SDM yang belum memadai, Akses
Internet yang masih sering mengalami gangguan. Tujuan: Analisa strategi pengembangan smart city
ini bertujuan, mencermati bagaimana Pemerintah Kota Jayapura menyiapkan strategi-strategi unggul
dari solusi atau rekomendasi yang diberikan untuk dapat mengembangkan dan meminimalisir
masalah pembangunan daerah yang berkelanjutan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif, dengan memanfaatkan metode Ward and Papperd. Metode ini terdapat beberapa
analisis yakni Value Chain, SWOT, dan Porter Five Forces. Hasil: Dari hasil penelitian yang dilakukan
Kota Jayapura telah siap mengembangkan Smart City berkelanjutan, dilihat dari perencanaan rencana
strategi dalam kurung beberapa waktu kedepan. Kesimpulan: Pemerintah Kota Jayapura melanjutkan
atau memanfaatkan sarana prasarana dibidang SI, untuk melakukan penyediaan layanan informasi
serta pelayanan kepada publik.
Kata kunci: Smart City; E-government; Pengembangan Smart City; Kota Jayapura Papua.
Abstract:
Introduction: Jayapura is the capital city of Papua Province, Indonesia. This city is the capital of the
province which is located at the easternmost tip of Indonesia and is directly adjacent to the neighboring
country, namely Papua New Guinea, which is located in the Bay of Jayapura. The problems found are
the less than optimal distribution of Smart City implementation, inadequate infrastructure and human
resources, and internet access that is still often disturbed. Objective: This analysis of the smart city
development strategy aims to observe how the Jayapura City Government prepares superior strategies
from the solutions or recommendations given to be able to develop and minimize sustainable regional
development problems. Methods: This study used a qualitative descriptive approach, using the Ward
and Paperd method. This method has several analyzes namely Value Chain, SWOT, and Porter Five
Forces. Results: From the results of research conducted by the City of Jayapura, it is ready to develop
a sustainable Smart City, seen from planning strategic plans in the future. Conclusion: The Jayapura
City Government continues or utilizes infrastructure in the field of IS, to provide information services
and services to the public.
Keywords: Smart City; E-government; Pengembangan Smart City; Kota Jayapura Papua.
Corresponding: Hendra Triady Sinurat
E-mail: 682018212@Student.uksw.edu
Hendra Triady Sinurat1, Christ Rudianto2,
Analisa Strategi Pengembangan Smart City menggunakan Metode Ward and Papperd (Studi Kasus
Pemerintah Kota Jayapura)
Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol 1 No 4 Juli 2022 216
PENDAHULUAN
Kota Jayapura adalah, Ibu Kota provinsi papua yang terletak di Indonesia bagian timur.
Wilayah Kota Jayapura mempunyai beberapa distrik dengan mempunyai total luas hingga 940 km2.
Berdasarkan fungsinya Kota Jayapura memiliki berbagai fungsi, yakni sebagai tempat untuk
melaksanakan aktivitas pekerjaan, serta mengatur pelayanan masyarakat, baik dalam segi
perekonomian, perdagangan, pariwisata, dan juga mempunyai fungsi pendidikan. Sementara itu
dengan melihat perkembangan Kota Jayapura yang telah semakin maju, Kota Jayapura seharusnya
dapat menggunakan produk SI/TI untuk mendukung peningkatan pelayanan terhadap masyarakat
secara efektif (Arjita, 2017).
Smart City atau kota pintar merupakan tindakan perencanaan pengembangan suatu kota
dengan menggunakan media Teknologi Informasi dan Komunikasi, guna untuk menciptakan efisensi
dalam melakukan suatu pelayanan yang diberikan kepada public (Saragih & Rachmawati, 2015).
Diharapkan dengan adanya pengembangan Smart City, dapat lebih meningkatkan kesejahteraan
didalam lingkungan masyarakat.
Penataan kota mengggunakan konsep dari Smarty City, merupakan suatu solusi untuk dapat
menciptakan suatu kota yang kondusif. Sebagai contohya, hadirnya Smart City dapat membantu
mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi kemiskinan dan juga tingkat pengangguran, Smart
City tidak hanya membahas tentang perencanaan pembangunan suatu kota dengan menggunakan
Teknologi Informasi, akan tetapi kota yang pintar dapat membangun kotanya dengan memperhatikan
Infrastruktur berupa: Jalan, Jembatan, dan Tempat Pumikiman masyarakat yang merupakan bagian
dari Tata Suatu Kota (Conoras & Hikmawati, 2018).
Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), merupakan penyelenggaraan yang
memanfaatkan Teknologi Informasi (TI), dan juga Komunikasi dalam memberikan suatu bentuk
layanan secara muda kepada pengguna (Kuru et al., 2021). Dengan adanya Penerapan Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik diharapkan dapat tercapainya tujuan, serta memperbaiki Tata
kelola Pemerintahan dan pelayanan Kepada Publik. Bentuk Layanan SPBE adalah G2B digunakan oleh
pelaku usaha, G2C digunakan oleh Masyarakat, G2E oleh Aperatur Sipil Negara (ASN), sedangkan G2G
oleh Pemerintahan. Dengan adanya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik, pemerintah dapat
meningkatkan kualitas layanan yang diberikan terhadap masyarakat atau publik.
Masalah yang ditemukan oleh peneliti pada penerapan Smart City di Kota Jayapura yakni: 1)
kurang optimalnya pemerataan penerapan Smart City, pada perusahaan swasta yang belum
sepenuhnya dalam mengimplementasikan Sistem Informasi (SI), Teknologi Informasi (TI), 2)
Infrastruktur dan SDM yang belum memadai, 3) Akses Internet yang masih sering mengalami
gangguan, sehingga aktivitas masyarakat maupun pemerintah yang memerlukan layanan internet
menjadi terhambat.
Berdasarkan masalah yang telah ditemukan oleh peneliti, untuk dapat mengembangkan suatu
kota perlu adanya pengembangan Sistem Informasi (SI) dan Teknologi Informasi (TI) yang merata
dengan melihat kondisi Infrastuktrur, SDM, serta memperhatikan kondisi usaha yang belum
sepenuhnya memanfaatkan Teknologi Informasi (TI). Dengan demikian dari masalah yang telah
terjadi, membuat peneliti merasa tertarik untuk dapat melihat kondisi, dan juga meng-analisa lebih
dalam, serta memperhatikan bagaimana Strategi Pemerintah Kota Jayapura dalam menangani
masalah yang terjadi. Diharapkan dengan dilakukannya penelitian ini, Kota Jayapura dapat
memperbaiki serta memaksimalkan penataan pengembangan struktur Kota Jayapura, dengan
meninjau kembali konsep Infrastruktur terkait jalan, jembatan, pembangunan gedung, dan fasilitas
Hendra Triady Sinurat1, Christ Rudianto2,
Analisa Strategi Pengembangan Smart City menggunakan Metode Ward and Papperd (Studi Kasus
Pemerintah Kota Jayapura)
Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol 1 No 4 Juli 2022 217
yang dapat dipakai oleh masyarakat, serta memperhatikan kelancaran akses internet sebagai salah
satu faktor penting untuk mendukung kesuksesan pengembangan Kota Jayapura.
Dalam penelitian yang akan dilakukan, peneliti akan menggunakan metode Ward and Pappard
sebagai dasar dalam meng-analisa Strategi Pengembangan Smart City yang telah disiapkan oleh
Pemerintah, untuk menghadapi serta mengatasi masalah yang terjadi di Kota Jayapura. Diharapkan
dengan adanya strategi yang telah di atur oleh Pemerintah, dapat memperoleh hasil Pengembangan
Smart City yang merata di wilayah Kota Jayapura. Peneliti akan melakukan penelitian, dengan
memperhatikan kondisi lingkungan bisnis Sistem Informasi (SI), Teknologi Informasi (TI) suatu
organisasi, serta memanfaatkan analisis SWOT, dan Value Chain. Peneliti menggunakan SWOT untuk
dapat mengetahui gambaran kondisi yang terjadi, sedangkan Value Chain untuk dapat mengetahui
sejauh mana pemanfaatan produk Sistem Informasi/Teknologi Informasi yang digunakan oleh
Pemerintah.
Sumber yang di ambil pada penelitian yang berjudul Analisa Strategi Pengembangan Smart
City menggunakan metode ward and papperd studi kasus Pemerintah Kota Jayapura, ada beberapa
referensi yang diambil sebagai informasi yakni: Analisa Strategi Pengembangan Kota Pintar studi kasus
Kota Yogyakarta, penelitian yang berjudul konsep dan strategi pengembangan Smart Regional dalam
menghadapi globalisasi version 3.0, penelitian yang berjudul pemanfaatan infrastruktur teknologi
informasi dan komunikasi dalam pengembangan Smart City, Studi kasus pemerintah Kota Batu,
Pengertian Smart City dari DPUPKP, Surat Keputuasan Presiden tentang Sistem Pemerintahan Berbasis
Elektronik dasar SPBE, dan juga penerapan metode ward and papperd (Firmansyah & Purwaningtias,
2017).
Peneliti akan melakukan Analisa Strategi Pengembangan Smart City, pada wilayah
Pemerintahan Kota Jayapura Papua, dengan menggunakan metode: berdiskusi, serta melakukan
proses pengambilan data di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), untuk dapat
membantu peneliti dalam memberikan data berupa suatu informasi, sebagai penunjang, agar peneliti
dapat melaksanakan proses analisa Strategi Pengembangan Smart City, yang akan dilakukan di wilayah
Pemerintahan Kota Jayapura Papua. Penelitian yang di lakukan hanya terfokuskan pada aspek dari
Teknologi Informasi (TI) dan tidak keluar dari topik pembahasan yang telah ditentukan.
Pada penelitian yang berjudul Analisa Strategi Pengembangan Kota Pintar Studi Kasus Kota
Yogyakarta, membahas tentang pentahapan pengembangan Kota Yogyakarta untuk beberapa tahun
kedepan. Analisis data yang di manfaatkan oleh peneliti adalah deskriptif kualitatif, dimana hasil dari
analisa akan di jadikan informasi sebagai bentuk gambaran strategi yang telah disiapkan oleh
Pemerintah Kota Yogyakarta. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini pemerintah dapat
melanjutkan, memanfaatkan apa yang telah difasilitasi, serta pengembangan yang berkelanjutan
dapat dilakukan dengan membangun kerja sama bersama stakeholder pada bidang pengembangan
Smart City (Hasibuan & Sulaiman, 2019). Persamaan dari penelitian ini adalah membahas tentang
analisa strategi pengembangan Smart City dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Perbedaan
penelitian terdahulu tidak memanfatkan metode seperti penelitian saat ini, peneliti menggunakan
metode ward and peppard sebagai dasar dalam menganalisa strategi pengembangan yang disiapkan
oleh pemerintah Kota Jayapura (Faidat & Khozin, 2018).
Pada penelitian yang berjudul Konsep dan Strategi Pengembangan Smart Regional (Smart
City) Dalam Menghadapi Globalisasi Version 3.0, memanfaatkan metode PDCA dan USEPDSA (Wibowo
& Gamayanto, 2019). Penelitian ini membahas tentang pengembangan Smart City, terfokuskan
bagaimana Kota memiliki Sumber Daya Manusia yang berkualitas tinggi, penerapan Teknologi
Informasi yang tepat, serta memanajemenkan SDM. Perbedaan penelitian ini dilihat dari sisi metode
Hendra Triady Sinurat1, Christ Rudianto2,
Analisa Strategi Pengembangan Smart City menggunakan Metode Ward and Papperd (Studi Kasus
Pemerintah Kota Jayapura)
Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol 1 No 4 Juli 2022 218
yang digunakan, penelitiaan saat ini menggunakan metode ward and papperd, sedangkan penelitian
terdahulu memanfaatkan metode PDCA dan USEPDSA untuk melihat proses manajemen yang di
terapkan, serta memperbaiki proses secara berkelanjutan (Wibowo & Gamayanto, 2019).
Pada penelitian yang berjudul Pemanfaatan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi
dalam pengembangan Smart City, Studi kasus Pemerintah kota Batu. Penelitian ini memberikan suatu
gambaran umum arsitektur yang dioperasikan secara menyeluruh, serta tefokuskan pada
infrastruktur teknologi informasi yang ada pada saat ini untuk dapat melihat potensi serta peluang
yang akan dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, persamaan penilitian yakni adalah
membahas tentang Smart City, mengunakan pendekatan deskriptif kualitatif, akan tetapi pembahasan
terdahulu membahas konsep Smart City yang mendalam. Pada penelitian saat ini yang berjudul analisa
strategi pengembangan Smart City, terfokuskan pada aspek penerapan teknologi informasi
pemerintah untuk memberikan layanan serta informasi kepada public (Ilmananda et al., 2022).
Smart City merupakan bagian dari konsep perencanaan pembangunan suatu kota, baik dapat
dilihat dalam segi infrastruktur, pengembangan SI/TI yang telah terintegrasi untuk dapat mengatur
serta mengelola dengan aman segala bentuk aset kota. Hadirnya Smart City, dapat membantu
peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, mengurangi pengeluaran dalam bentuk biaya, dan dapat
mempermudah pemerintah dalam memberikan informasi (Utomo & Hariadi, 2016).
METODE PENELITIAN
Peneliti memenfaatkan analisis data dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data yang telah
berhasil dikumpulkan melalui: Observasi Lapangan, berdiskusi, serta melakukan pengambilan data
pada Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Jayapura (BAPPEDA), dan Dinas
Komunikasi Informatika Kota Jayapura (DISKOMINFO) (Sugiyono., 2017). Sumber data yang di dapat,
akan dirangkum sesuai dengan kebutuhan dalam melakukan penelitian. Alasan peneliti memilih jenis
penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dikarenakan, ingin dapat secara langsung
melihat keadaan dengan melakukan observasi, dan diskusi.dan juga Jenis penelitian deskriptif
kualitatif menampilkan hasil data yang akan dikumpulkan secara langsung, dan tanpa adanya
manipulasi atau kebohongan.
Objek Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti akan melibatkan Strategi yang telah di siapkan oleh pemerintah
untuk dapat mengembangkan Kota Jayapura menjadi suatu kota yang lebih cerdas. Peneliti dapat
memperhatikan rencana strategi baik itu rencana pemerintah dalam mengembangkan Teknologi
Informasi, di wilayah Kota Jayapura.
Lokasi Penelitian
Pemilihan lokasi penelitian yang dilakukan, disesusaikan dengan tempat domisili peneliti yaitu
di Kota Jayapura Papua. Peneliti juga akan melakukan proses pengambilan data di Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (BAPPPEDA), dan juga pada Dinas Komunikasi dan Informatika (DISKOMINFO
KOTA JAYAPURA).
Variabel Penelitian
Dikarenakan penelitian Analisa Strategi menggunakan metode Ward and Papperd dengan
pendekatan deskriptif kualitatif, untuk itu dalam mendukung proses penelitian boleh dapat
berlangsung, peneliti akan melakukan proses pengambilan data baik itu mengambil data pada Dinas
Badan Perencanaan Pembangunan daerah (BAPPEDA), dan juga pada Dinas Komunikasi dan
Informatika (DISKOMINFO KOTA JAYAPURA).
Hendra Triady Sinurat1, Christ Rudianto2,
Analisa Strategi Pengembangan Smart City menggunakan Metode Ward and Papperd (Studi Kasus
Pemerintah Kota Jayapura)
Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol 1 No 4 Juli 2022 219
Tahap Penelitian
Gambar 2. Tahap Penelitian
Tahap Pertama
Merancang Peta Penelitian, Peneliti merancang peta alur penelitian diperlukan sebagai acuan
tahapan dalam meng-analisa Strategi Pengembangan Smart City di Kota Jayapura, Tahapan pertama
menghasilkan alur penelitian seperti: Memasukan surat izin penelitian, melakukan observasi, serta
pengambilan data pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan di Dinas Komunikasi dan
Informatika Kota Jayapura.
Tahap Kedua
Peneliti akan melakukan pembahasan dari data yang telah di dapatkan, dengan menggunakan
metode Ward and Papperd, serta dapat memanfaatkan analisis Value Chain, SWOT, Porter Five Forces,
sebagai dasar peneliti dalam melakukan penelitian. Peneliti akan memperhatikan, Struktur organisasi,
Visi/Misi dari Pemerintah Kota, dan juga memperhatikan strategi yang disiapkan untuk
mengembangkan Smart City di wilayahKota Jayapura.
Pada tahap ke dua, peneliti mulai melakukan pembahasan dari data yang telah berhasil
dikumpulkan, hasil yang diharapkan dari tahap ini adalah boleh mulai meng-analisa strategi
pengembangan Smart City di Kota Jayapura, sehingga dari hasil pembahasan pada penelitian yang
dilakukan dapat menjadi Sumber Informasi kepada Pemerintah Kota Jayapura.
Value Chain
Analisis Value Chain adalah merupakan suatu metode untuk dapat menjelaskan, menganalisis
serta memahami makna dari arti sumber daya yang telah ada dari tahap proses hingga pada akhirnya
dapat menjadi bentuk layanan. Manfaat Analisis Value Chain membantu Instansi, untuk dapat
memahami rantai nilai yang membentuk produk tersebut menjadi sebuah layanan.
SWOT
Analisis SWOT adalah metode sederhana yang dapat digunakan untuk membantu dalam
mengembangkan Strategi-strategi bisnis yang telah disiapkan, sehingga renacana pengembangan
yang akan dilakukan. SWOT adalah singkatan dari Strengths (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan),
Opportunities (Peluang), Threats (Ancaman). Manfaat dari analisis SWOT adalah sebagai gambaran
bentuk strategi penentu di masa depan
Porter Five Force
Porter Five Forces, merupan salah satu metode untuk menganalisis suatu industri dan
pengembangan suatu strategi bisnis. Porter Five, digunakan untuk menganalisa kondisi lingkungan
Hendra Triady Sinurat1, Christ Rudianto2,
Analisa Strategi Pengembangan Smart City menggunakan Metode Ward and Papperd (Studi Kasus
Pemerintah Kota Jayapura)
Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol 1 No 4 Juli 2022 220
Internal dan Eksternal yang sedang dihadapi oleh Pemerintah Kota Jayapura (D. Rencana, S. Si, D. I. Pt,
2022).
Tahap Ketiga
Hasil pembahasan pada tahap kedua dari hasil pembahasan, output yang dihasilkan adalah
peneliti dapat memberikan sebuah rekomendasi, sehinggi dapat menjadi patokan Pemerintah dalam
menyusun strategi pengembangan yang berkelanjutan.
Tahap Keempat
Peneliti akan menarik kesimpulan secara ringkas dan jelas dari keseluruhan hasil penelitian
yang telah dilakukan pada wilayah Pemerintah Kota Jayapura Pada tahap empat, peneliti dapat
menarik kesimpulan dari awal sampai dengan hasil pembahasan, output yang diharapkan dapat
menjadi jurnal, guna untuk menambah informasi Bidang keilmuan Teknologi Informasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Sesuai dengan isi surat keputusan Walikota Jayapura menimbang bahwa Smart City, merupakan
suatu pengembangan dan pengelolaan kota dengan memanfaatkan Teknologi Informasi dan
Komunikasi untuk mengetahui, memahami, dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada
didalam kota lebih efektif dan efisien, serta untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya dan
mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Sesuai dengan Visi dari Kota Jayapura yakni;
“Terwujudnya Kota Jayapura yang Beriman, Bersatu, Sejahtera, Mandiri dan Modern berbasis kearifan
lokal”. Sesuai dengan isi visi dari pemerintah Kota Jayapura, adalah sebagai suatu landasan untuk
mendukung penuh pengembangan Smart City yang berkelanjutan.
Struktur organisasi tim pelaksana Smart City Kota Jayapura telah terstruktur dengan baik,
dimana yang bertanggung jawab penuh dalam berjalannya kegiatan tersebut, adalah bapak Walikota
Jayapura sebagai Ketua pelaksanaan serta, beberapa jajaran anggota yang dipercaya membantu
mengembangkan Program Smart City di Wilayah Pemerintah Kota Jayapura.
Pengimplementasian Smart City terlebih dahulu harus menyiapkan Masterplan, untuk dapat
membuat atau menentukan konsep-konsep seperti apa yang akan di gunakan dalam mengembangkan
pembangunan baik itu terkait Infrastruktur dan juga Teknologi Informasi. Kota Jayapura telah memiliki
Masterplan, dan telah menyiapkan rencana-rencana strategi yang dapat mempermuda Pemerintah
dalam menentukan langkah seperti apa yang akan di ambil dalam proses pembangunan
pengembangan berkelanjutan di Wilayah Pemerintahan Kota Jayapura.
Analisis Value Chain
Gambar 3, Analisis Value Chain
Aktivitas
Utama
Manajemen Sumber Daya (Pembekalan)
Aktivitas
Pendukung
Pengembangan dan Pengelolaan Teknologi Informasi
Pelayann Pemerintahan Kepada Masyarakkat (Publik)
Infrastruktur Pemerintahan & Service
Gedung
(Infrastruktur),
Jaringan Internet,
Wadah Teknologi
Informasi
(berbasis Web
atau Mobile)
Komputer Server
Penginputan
Layanan dari
masyarakat,
Layanan Mengelola
Data Masyarakat.
Memberikan
edukasi Sistem
Informasi yang
digunakan Oleh
Pemerintah
Kepada
Masyarakat
Pelayanan
dari
Pemerintah
terjamin
Hendra Triady Sinurat1, Christ Rudianto2,
Analisa Strategi Pengembangan Smart City menggunakan Metode Ward and Papperd (Studi Kasus
Pemerintah Kota Jayapura)
Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol 1 No 4 Juli 2022 221
Aktivita Pendukung
1) Manajemen Sumber Daya (Pembekalan), hal ini dilakukan untuk menambah SDM serta
pengetahahuan.
2) Pengembangan dan Pengelolaan Teknologi Informasi, hal ini dilihat dari perkembangan
zaman, dan Kota Jayapura telah meraih penghargaan Smart City.
3) Pelayanan Pemerintahan Kepada Masyarakat, hal ini dilihat pada kualitas layanan yang telah
diberikan.
4) Infrastruktur Pemerintahan Service, dengan adanya Infrastruktur yang mewadai, maka service
yang di berikan akan jauh lebih baik.
Aktivitas Utama
1) Gedung, Jaringan Internet, Wadah Teknologi Informasi berbasis (Web/Mobile), Komputer dan
Server, dengan adanya fasilitas yang lengkap, maka.
2) Penginputan Layanan dari masyarakat, Layanan Mengelola Data Masyarakat, hal ini
mempermudah efisiensi pelayanan.
3) Memberikan edukasi Sistem Informasi yang digunakan Oleh Pemerintah Kepada Masyarakat,
dengan memberikan edukasi pembekalan, maka dapat menambah pengetahuan.
Analisis SWOT
Gambar 4, Analisis SWOT
Strength (Kekuatan)
1) Pemerintah Kota mendukung pengembangan Smart City, hal ini terlihat dengan dikeluarkan
Perda tentang Smart City.
2) Sebagian besar pegawai memahami menggunakan teknologi internet, hal ini terlihat dari
perkembangan yang maju sehingga dengan adanya internet dapat membantu dalam
melakukan pekerjaan.
3) Angaran tersedia, hal ini terlihat dari anggaran yang disiapkan oleh Pemerintah dari tahun ke
tahun.
4) Memiliki Sistem Informasi, hal ini dapat dilihat dari banyak Perangkat Daerah yang telah
menerapkan sistem informasi baik itu berbasis web/mobile untuk melakukan pelayanan
kepada masyarakat.
Weakness (Kelemahan)
1) Pemerataan tenaga Teknologi Informasi (TI) belum merata, hal ini dapat dilihat dari
penempatan belum sesuai dengan bidang keilmuan.
Internal
Strength (Kekuatan)
Weakness (Kelemahan)
1. Pemerintah Kota Jayapura Mendukung
Pengembangan Smart City.
2. Sebagian besar Pegawai memahami
menggunakan teknologi Internet.
3. Anggaran Tersedia.
4. Memiliki Sistem Informasi.
1. Pemerataan SDM tenaga Teknologi Informasi (TI) belum
merata
2. Masih seringnya terjadi gangguan jaringan
telekomuniksi kabel optik di Kota Jayapura
3. Prioritas utama anggaran belum sesusai targetnya
4. Kualitas SDM belum mampu mengikuti
perkembangan SI/TI.
Eksternal
Opportunity (Peluang)
Threat (Ancaman)
1. Dapat melakukan penerimaan PNS
dan Non PNS dibidang TI.
2. Meningkatkan Kesehjahteraan dan
mempermudah pelayanan kepada
masyarakat
1. Terjadinya bencana alam: seperti tanah longsor, banjir,
gempa bumi, kebakaran, dan juga tsunami.
2. Ketidak Seimbangan ekonomi
3. Kemanan Data/Cyber
Hendra Triady Sinurat1, Christ Rudianto2,
Analisa Strategi Pengembangan Smart City menggunakan Metode Ward and Papperd (Studi Kasus
Pemerintah Kota Jayapura)
Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol 1 No 4 Juli 2022 222
2) Masih sering terjadi gangguan jaringan telekomunikasi kabel optik, hal ini dilihat dari kabel
optik yang Putus pada tahun 2021 tepatnya pada bulan mei kurang lebih selama 1 bulan
mengalami gangguan jaringan internet.
3) Prioritas utama anggaran belum sesuai targetnya, hal ini dapat dilihat dari anggaran yang
disediakan.
4) Kualitas SDM belum mampu mengikuti perkembang Sistem Informasi (SI)/Teknologi Informasi
(TI), hal ini dapat dilihat dari perkembangan zaman yang semakin maju.
Opportunity (Peluang)
1) Dapat melakukan penerimanaan PNS dan Non PNS dibidang Teknologi Informasi (TI), hal ini
perlu dilakukan untuk dapat membantu instansi dalam mengelola ataupun mengoperasikan
teknologi.
2) Meningkatkan kesejahteraan, hal ini dilihat bahwa dengan adanya sarana SI maka dapat
membantu masyarakat untuk memanfaatkan jaringan dalam berjualan menggunakan media
sosial yang telah ada, serta mempermuda pelayan kepada masyarakar hal ini terlihat dari telah
tersedianya wada Sistem Informasi (SI), yang dapat dimanfaatkan dalam memberikan
pelayanan kepada masyarakat.
Threat (Ancaman)
1) Terjadinya bencana alam, hal ini dilihat dari Kota Jayapura beberapa waktu lalu terjadi
bencana, maka perlu adanya manajemen resiko untuk mengatasi.
2) Ketidak Seimbangan Ekonomi, dapat dilihat dari ketidak seimbangan pembangunan.
3) Kemanan data/cyber, hal ini dapat dilihat dari semakin banyak orang yang salah dalam
menggunakan teknologi untuk melakukan pencurian data pada target yang di inginkan.
Analisis Porter Five Forces
Gambar 5, Lingkungan Internal Bisnis
Internal Bisnis
1) Tenaga Kerja (SDM), dengan memiliki SDM, maka pekerjaan dapat berjalan baik.
2) Sarana Prasarana Sistem Informasi (SI)/Teknologi Informasi (TI), mempermuda proses
kegiatan pekerjaan yang dilakukan.
3) Pelatihan, dengan memberikan pelatihan dapat menambah pengetahuan serta ketrampilan
Pegawai dalam melakukan pekerjaan.
4) Komunikasi, hal ini bermanfaat untuk membantu kordinasi antara rekan kerja, sehingga
miskomunikasi dapat diminimalisir.
Hendra Triady Sinurat1, Christ Rudianto2,
Analisa Strategi Pengembangan Smart City menggunakan Metode Ward and Papperd (Studi Kasus
Pemerintah Kota Jayapura)
Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol 1 No 4 Juli 2022 223
5) Kekompakan Tim, dengan adanya kerjasama yang baik akan menciptakan keberhasilan dalam
menjalankan kegiatan.
Gambar 6, Lingkungan Eksternal Bisnis
Eksternal Bisnis
1) Tingkat Kesadaran Masyarakat, belum sepenuhnya masyarakat menyadari bahwa
perkembangan Teknologi Semakin Cepat.
2) Penyuluhan Kepada Masyarakat, dengan dilakukan penyuluhan dapat menambah
pengetahuan di lingkungan Masyarakat.
3) Perkembangan Teknologi Yang Semakin Cepat, hal ini dilihat dari perkembangan dari masa ke
masa, perkembangan didasarkan dari inovasi-inovasi yang diciptakan oleh manusia.
4) Ancaman Keamanan Data, hal ini dilihat dari semakin banyak Cyber yang memanfaatkan
teknologi dengan tidak semestinya.
5) Relasi Stakholder, menjaga hubungan baik dengan Stakeholder, hal ini untuk mempermudah
kerja sama diwaktu mendatang.
Rekomendasi
Berdasarkan hasil Analisa Strategi Pengembangan Smart City pada Pemerintahan Kota
Jayapura yang telah dilakukan, peneliti memberikan beberapa rekomendasi seperti yang ada di bawah
ini:
1) Pemerintah dapat menyiapkan Inovasi-Inovasi baru yang dapat mendukung terus
pengembangan Smart City di Wilayah Pemeritah Kota Jayapura, baik itu berbasis WEB/Mobile
untuk keperluan pelayanan kepada masyarakat.
2) Memperhatikan dan terus mengembangkan sarana prasarana Sistem Informasi (SI)
dilingkungan Pemerintah Kota Jayapura, terutama Akses Internet.
3) Menambah Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang Teknologi Informasi (TI), di karenakan
minimnya tenaga TI di wilayah kerja Pemerintah Kota Jayapura.
4) Dapat mengembangkan pengetahuan lebih dalam tentang Teknologi Informasi, hal ini
dikarenakan semakin pesatnya perkembangan di era Industry 4.0, maka Sumber Daya
Manusia dapat menyikapi kemajuan dengan menambah ilmu pengetahuan, sehingga dapat
mempermudah komunikasi, dan keperluan dalam melaksanakan pekerjaan.
5) Tetap membuat pelatihan khusus untuk ASN ataupun tenaga non ASN.
6) Penempatan tenaga Teknologi Informasi (TI) harus tepat sasaran pada Bidang Keilmuannya.
Hendra Triady Sinurat1, Christ Rudianto2,
Analisa Strategi Pengembangan Smart City menggunakan Metode Ward and Papperd (Studi Kasus
Pemerintah Kota Jayapura)
Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol 1 No 4 Juli 2022 224
KESIMPULAN
Kota Jayapura telah siap mengembangkan Smart City yang berkelanjutan di wilayah
Pemerintahannya, dilihat dari tersusunya Masterplan dan Rencana-rencana yang di siapkan, serta
mempunyai Tim khusus yang terbentuk untuk bertanggung jawab secara penuh dalam pelaksanaan
pengembangan Smart City. Diharapkan dengan adanya penelitian yang dilakukan, Pemerintah Kota
Jayapura dapat menyiapkan Inovasi-Inovasi dalam proses pembuatan rencana strategi. serta dapat
terus mengembangkan Smart City yang menyeluruh di wilayah Pemerintah Kota Jayapura.
Keuntungan menggunakan metode Ward and Papperd adalah, pada metodologi ini terdapat
beberapa analisis yang dapat dimanfaatkan dalam proses analisa yang akan dilakukan.
Kendala yang peneliti rasakan saat memanfaatkan metode Ward and Papperd adalah saat
menyusun analisis-analisis yang digunakan yakni saat mulai menyusun dari awal seperti, Menyusun
Value Chain, SWOT, dan juga Porter Five. Hal diatas membutuhkan waktu yang ekstra lebih. Peneliti
harus dapat membagi waktu, dikarenakan waktu penelitian bersamaan dengan Kerja Praktek yang
peneliti lakukan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), maka perlu adanya
manajemen waktu yang baik.
Hasil penelitian ini dapat dijadikan patokan oleh pemerintah Kota Jayapura, sebagai bentuk
pertimbangan dalam menentukan strategi-strategi SI yang tepat diwaktu yang akan datang, sehingga
dapat meningkatkan pengembangan, keunggulan yang berdaya saing, serta dapat menjadi contoh
kepada Pemerintah di kota lain khususnya di wilayah Papua.
Daftar Pustaka
Arjita, U. A. (2017). E-Government Sebagai Bagian Dalam Smart City. 2nd Seminar Nasional IPTEK
Terapan (SENIT).
Conoras, M. E. B., & Hikmawati, N. K. (2018). Smart City Peluang Dan Tantangan Untuk Papua Bangkit,
Mandiri dan Sejahtera. Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI) 2018.
D. Rencana, S. Si, D. I. Pt, and V. K. (2022). “Penerapan Metode Ward & Peppard,.” 16, 19.
Faidat, N., & Khozin, M. (2018). Analisa Strategi Pengembangan Kota Pintar (Smart City): Studi Kasus
Kota Yogyakarta. JIP (Jurnal Ilmu Pemerintahan): Kajian Ilmu Pemerintahan Dan Politik Daerah,
3(2), 171180.
Firmansyah, Y., & Purwaningtias, D. (2017). Analisa Metodologi Ward & Peppard Dalam Penentuan
Perencanaan Strategis SI/TI. CYBERNETICS, 1(02), 7082.
Hasibuan, A., & Sulaiman, O. K. (2019). Smart city, konsep kota cerdas sebagai alternatif penyelesaian
masalah perkotaan kabupaten/kota, di kota-kota besar Provinsi Sumatera Utara. Buletin Utama
Teknik, 14(2), 127135.
Ilmananda, A. S., Marcus, R. D., & Pamuji, F. Y. (2022). Pemanfaatan Infrastruktur Teknologi Informasi
dan Komunikasi (TIK) dalam Pengembangan Smart City: Studi Kasus Pemerintah Kota Batu.
Briliant: Jurnal Riset Dan Konseptual, 7(1), 253268.
Kuru, G. S. N., Gumilang, S. F. S., & Nugraha, R. A. (2021). MODEL ARSITEKTUR SISTEM PEMERINTAHAN
BERBASIS ELEKTRONIK (SPBE) DOMAIN PROSES BISNIS PADA PEMERINTAH KABUPATEN
KUNINGAN. JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian Dan Pembelajaran Informatika), 6(2), 369378.
Saragih, P. R., & Rachmawati, R. (2015). Penyediaan Ruang Publik Taman Kota Berbasis Teknologi
Informasi Dan Komunikasi Dalam Mendukung Jakarta Smart City Di Taman Menteng, Jakarta
Hendra Triady Sinurat1, Christ Rudianto2,
Analisa Strategi Pengembangan Smart City menggunakan Metode Ward and Papperd (Studi Kasus
Pemerintah Kota Jayapura)
Jurnal LOCUS: Penelitian & Pengabdian Vol 1 No 4 Juli 2022 225
Pusat. Jurnal Bumi Indonesia, 4(4).
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif & RND. Alfabeta.
Utomo, C. E. W., & Hariadi, M. (2016). Strategi Pembangunan Smart City dan Tantangannya bagi
Masyarakat Kota.
Wibowo, S., & Gamayanto, I. (2019). Konsep dan Strategi Pengembangan Smart Regional (Smart City)
Dalam Menghadapi Globalisasi Version 3.0 Dengan Menggunakan Metode PDCA & USEPDSA.
Jurnal Litbang Kota Pekalongan, 17.