ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN APLIKASI POSFIN BERBASIS WEB DI PT POS INDONESIA

 

Rhanty NurJannah

Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Borneo Internasional

[email protected]

 

Diterima: 07-07-2022��������������������� ��������������� Review: 11-07-2022������������������������ ��������������� Publish: 17-07-2022

Abstrak:

Pendahuluan: Sejarah mencatat keberadaan Pos Indonesia begitu panjang, Kantor Pos pertama didirikan di Batavia (sekarang Jakarta) oleh Gubernur Jenderal G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka yang datang dari dan pergi ke Negeri belanda. Sejak itulah pelayanan batavia. Tujuan: Objek dalam penelitian ini yaitu sebuah aplikasi Posfin berbasis web PT. Pos Indonesia untuk dianalisis, yang diambil sampelnya dari pengguna yang masih aktif menggunakan aplikasi berbasis web Posfin yang berada di wilayah Penajam Paser Utara. Metode: Penelitian ini keseluruhan membahas mengenai faktor desain antar muka, kemudahan, sikap pengguna, dan perilaku pengguna berpengaruh positif terhadap Kondisi nyata penggunaan aplikasi posfin berbasis web. dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari subjek atau objek penelitian. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang didapatkan dari para responden yang masih aktif menggunakan aplikasi Posfin berbasis web khususnya yang berada diwilayah Penajam Paser Utara yang merupakan area dalam penelitian ini, dengan memberikan beberapa butir pertanyaan dengan sistem online yang diakses melalui google form. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai penerimaan Aplikasi Posfin menggunakan TAM, Kesimpulan: maka diambil kesimpulan sebagai berikut: a.Variabel Perceived Ease of Use berpengaruh signifikan terhadap variabel Perceived Usefulness dengan nilai signifikansi 0,000. b.Variabel Perceived Ease of Use berpengaruh signifikan terhadap variabel Attitude Toward Using c.Variabel Perceived Usefulness berpengaruh signifikan terhadap variabel Attitude Toward Using. Variabel yang sangat berpengaruh dalam penerimaan Aplikasi.

 

Kata kunci: Pos Indonesia, aplikasi posfin berbasis web, TAM.

 

Abstract:

Introduction: History records the existence of Pos Indonesia for a long time, the first Post Office was established in Batavia (now Jakarta) by Governor General G.W Baron van Imhoff on August 26, 1746 with the aim of further ensuring the security of residents' letters, especially for those who trade from the office. -offices outside Java and for those who come from and go to the Netherlands. Since then batavia service. Objectives: The object of this research is a web-based Posfin application PT. Pos Indonesia for analysis, which samples were taken from users who are still active using the Posfin web-based application located in the North Penajam Paser area. Methods: This research discusses the overall factors of interface design, convenience, user attitudes, and user behavior that have a positive effect on the real conditions of using web-based posfin applications. collected and processed by the researcher directly from the subject or object of research. The primary data used in this research is a questionnaire obtained from respondents who are still actively using the web-based Posfin application, especially in the North Penajam Paser area which is the area in this research, by providing several questions with an online system that is accessed via google form. Results: Based on the results of research and discussion regarding the acceptance of the Posfin Application using TAM, Conclusions: the following conclusions are drawn: a. The Perceived Ease of Use variable has a significant effect on the Perceived Usefulness variable with a significance value of 0.000. b. The variable Perceived Ease of Use has a significant effect on the Attitude Toward Using variable. c. The Perceived Usefulness variable has a significant effect on the Attitude Toward Using variable. A very influential variable in the acceptance of the application.

 

Keywords: Pos Indonesia, web-based posfin application, TAM��������������������������������������������

Corresponding: Rhanty NurJannah

E-mail: [email protected]

PENDAHULUAN

Penggunaan Sistem informasi dan Teknologi informasi telah berkembang menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos Indonesia (Persero) (Nirmala, 2020). Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir 100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki lebih dari 3.800 Kantorpos online, serta dilengkapi electronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.

PT Pos Indonesia melakukan gagasan baru dalam menciptakan kemudahan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa mereka dengan menciptakan aplikasi bernama Posfin (Hanggono, 2015). Aplikasi Posfin merupakan aplikasi berbasis web dan juga mobile, tetapi aplikasi mobile Posfin hanya tersedia untuk pengguna smartphone android (AMALIA, Lionardo, & Pratiwi, 2021). Aplikasi Posfin adalah penyedia layanan Payment Point Online Banking (PPOB) berbasis Aplikasi Mobile dan Web Online dengan menggunakan kerjasama keagenan sebagai model bisnis utamanya. Posfin peluang usaha mandiri masa kini terafiliasi dengan PT. Pos Indonesia sebagai penyedia jasa layanan pembayaran terbesar, terlengkap dan termurah di Indonesia (Mulyani & Kurniadi, 2015). Produk Posfin yaitu pulsa, pulsa pascabayar, paket data, bayar Listrik, bayar air (PDAM), cicilan/kredit, bayar BPJS Kesehatan, pajak penerimaan paerah, E-commerce (Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Matahari mall dan Mnc shop), Telkom, bayar gas (PGN dan Petro Prabu) dan lain-lain (Irawati, Rimawati, & Pramesti, 2019). Dalam penelitian ini, hanya aplikasi berbasis web posfin saja yang menjadi topik dalam penelitian penulis dengan metode Technology Acceptance Model (TAM) (Widowati & Budihartanti, 2019).

Technology Acceptance Model (TAM) dikembangkan oleh Davis pada tahun 1985 untuk menjelaskan dan memprediksi penggunaan dari suatu system (Sayekti & Putarta, 2016). Model ini merupakan adaptasi dari model Theory of Reasoned Action (TRA) oleh Fishbein dan Ajzen. Dalam TAM, ada 2 konstruk yang utama, yaitu kegunaan (perceived usefulness) dan kemudahan penggunaan (perceived ease of use). Konstruk kegunaan didefinisikan sebagai tingkat dimana seseorang memercayai bahwa menggunakan suatu sistem tertentu akan memaksimalkan kinerja mereka, sedangkan konstruk kemudahan penggunaan merupakan tingkat dimana 4 seseorang percaya bahwa dalam menggunakan suatu sistem tanpa diperlukan usaha yang keras (Sukmandari, 2017). Namun seiring berjalannya waktu, model TAM banyak dimodifikasi dengan menambahkan faktor-faktor eksternal. Dari sekian banyak faktor eksternal yang telah digunakan dalam penelitian sebelumnya, dalam penelitian ini difokuskan pada 3 faktor eksternal yaitu e-learning self-efficacy, kerumitan (complexity) dan keterbatasan waktu (lack of time) (Fahlevi & Dewi, 2019).

 

METODE PENELITIAN

Objek dalam penelitian ini yaitu sebuah aplikasi Posfin berbasis webPT.Pos Indonesia untuk dianalisis, yang diambil sampelnya dari pengguna yang masih aktif menggunakan aplikasi berbasis web Posfin yang berada di wilayah Penajam Paser Utara. Penelitian ini keseluruhan membahas mengenai faktor desain antar muka, kemudahan, sikap pengguna, dan perilaku pengguna� berpengaruh positif terhadap Kondisi Nyata Penggunaan aplikasi Posfin berbasis web ini. Dalam melakukan penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, dengan menyebarkan kuesioner ke responden sebagai data primer untuk penelitian ini.

Dalam penelitian ini memiliki beberapa tahapan yang di gambarkan dalam bentuk diagram Flowchart sebagai berikut :

Metode pengumpulan data merupakan cara-cara yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan data penelitian. Proses pengumpulan data ditentukan oleh variabel-variabel yang ada dalam hipotesis. Pengumpulan data dilakukan terhadap sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Data adalah sesuatu yang belum memiliki arti bagi penerimanya dan masih membutuhkan adanya suatu pengolahan. Data bisa memiliki berbagai wujud, mulai dari gambar, suara, huruf, angka, bahasa, simbol, bahkan keadaan. Semua hal tersebut dapat disebut sebagai data asalkan dapat kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian, ataupun suatu konsep. Data dapat dibedakan dalam beberapa kategori. Jenis-jenis data dapat dikategorikan sebagai berikut:

a.       Data Primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari subjek atau objek penelitian. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner yang didapatkan dari para responden yang masih aktif menggunakan aplikasi Posfin berbasis web khususnya yang berada diwilayah Penajam Paser Utara yang merupakan area dalam penelitian ini, dengan memberikan beberapa butir pertanyaan dengan sistem online yang diakses melalui google form.

b.       Data Sekunder, yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek atau subjek penelitian. Dan didalam penelitian ini data sekunder didapatkan melalui literatur/studi pustaka dari sebuah jurnal.

 

Instrumen penelitian adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instumen sebagi alat bantu dalam menggunakan metode pengumpulan data merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam benda, misalnya angket, perangkat tes, pedoman wawancara, pedoman observasi, skala dan sebaginya. Salah satu intrumen penelitian ini yaitu aplikasi SPSS sebagai alat untuk melakukan analisis data penelitian agar mendapatkan hasil analisis yang akurat. Selain itu, peneliti menggunakan google form sebagai salah satu sarana untuk membuat kuesioner yang dapat diakses oleh responeden dengan mudah secara online.

 

Technology Acceptance Model (TAM)

Untuk mengetahui tingkat penerimaan aplikasi Posfin yang digunakan oleh masyarakat bisa dianalisis dengan menggunakan model TAM (Fatmawati, 2015). Dengan demikian, TAM merupakan salah satu metode analisis yang digunakan untuk mengetahui sikap penerimaan pengguna terhadap hadirnya teknologi. Sebelum model TAM muncul, ada teori yang dikenal dengan nama Theory of Reasoned Action (TRA) yang dikembangkan oleh Martin Fishbein dan Icek Ajzen (1975, 1980). Berasal dari penelitian sebelumnya yang dimulai dari teori sikap dan perilaku, maka penekanan TRA waktu itu ada pada sikap yang ditinjau dari sudut pandang psikologi. Prinsipnya yaitu: menentukan bagaimana mengukur komponen sikap perilaku yang relevan, membedakan antara keyakinan ataupun sikap, dan menentukan rangsangan eksternal. Sehingga dengan model TRA menyebabkan reaksi dan persepsi pengguna terhadap sistem informasi akan menentukan sikap dan perilaku pengguna tersebut [11]

 

Gambar 1. Technology Acceptance Model (TAM)

 

Penelitian ini memiliki Hipotesis sebagai berikut:

H1 : Terdapat Pengaruh Positif antara Desain Antar Muka terhadap Kondisi Nyata Penggunaan

H2 : Terdapat Pengaruh Positif antara Kemudahan terhadap Kondisi Nyata Penggunaan

H3 : Terdapat Pengaruh Positif antara Sikap Pengguna Sistem terhadap Kondisi Nyata Penggunaan

H4 : Terdapat Pengaruh Positif antara Perilaku Pengguna terhadap Kondisi Nyata Penggunaan

Untuk menganalisis lebih jauh mengenai penerimaan aplikasi Posfin berbasis web dengan model TAM, maka beberapa variabel yang digunakan, antara lain :

a.       Persepsi Kemudahan Penggunaan, merupakan pernyataan mengenai persepsi pengguna akan kemudahan ataupun kesulitan dari penggunaan aplikasi Posfin berbasis web. Hal ini bisa diketahui dari berbagai indikator, antara lain: mudah untuk dipelajari, mudah mencapai tujuan, jelas operasionalnya, mudah dipahami, sistem informasi yang fleksibel, bebas dari kesulitan, mudah diakses, mudah mengontrol, kejelasan pada sistem informasi, mahir bagi pengguna, adanya penilaian bahwa secara umum aplikasi Posfin berbasis web tersebut mudah digunakan.

b.       Persepsi Kebermanfaatan, merupakan pernyataan mengenai persepsi pengguna terhadap kegunaan aplikasi Posfin berbasis web. Indikatornya antara lain : mempercepat pekerjaan, meningkatkan produktifitas kerja, meningkatkan kinerja, meningkatkan efektifitas tugas, mendapatkan informasi yang dibutuhkan pengguna, adanya kebermanfaatan secara keseluruhan, mempermudah pekerjaan, adanya penilaian kalau sistem informasi yang digunakan bermanfaat bagi pengguna.

c.       Sikap Terhadap Penggunaan Aplikasi, merupakan sikap pengguna terhadap penggunaan aplikasi Posfin berbasis web yang berbentuk penerimaan ataupun penolakan. Jadi dalam konteks sikap ini, pengguna akan menunjukkan sikapnya apakah ia menerima ataupun menolak terhadap aplikasi Posfin berbasis web tersebut.

d.       Intensitas Perilaku Penggunaan Aplikasi, merupakan niat perilaku pengguna untuk menggunakan aplikasi, sehingga menjadi kecenderungan perilaku untuk tetap menggunakan aplikasi Posfin berbasis web tersebut. Inilah yang disebut fase penerimaan, karena pengguna menunjukkan sikap penerimaan terhadap penggunaan sistem informasi perpustakaan. Adanya niat positif pengguna untuk menggunakan sistem informasi diyakini akan mampu menggerakkan pengguna dalam menggunakan aplikasi Posfin berbasis web. Tingkat penggunaan sistem informasi pada pengguna dapat diprediksi dari sikap perhatiannya terhadap sistem informasi tersebut. Jadi ada semacam motivasi untuk menggunakan dan keinginan untuk memotivasi pengguna lainnya. Hal ini meliputi aspek, antara lain: kognitif/cara pandang adanya ketertarikan terhadap sistem informasi, afektif dengan pernyataan pengguna untuk menggunakan sistem informasi, komponen yang berkaitan dengan perilaku yaitu adanya keinginan untuk tetap menggunakan sistem informasi yang ada.

e.       Penggunaan Sistem Informasi Secara Aktual, �actual use� diartikan sebagai �a person�s performance of specific behavior�, artinya kinerja seseorang dari perilaku tertentu. Hal ini dapat diketahui melalui kondisi secara nyata penggunaan sistem informasi tersebut, antara lain: intensitas penggunaan sistem informasi, frekuensi penggunaan menggunakan sistem informasi, maupun penggunaan aplikasi Posfin yang sebenarnya secara terus-menerus tersebut.

f.        Penerimaan, penerimaan (acceptance) ini sebenarnya meliputi variabel intensitas perilaku penggunaan aplikasi dan penggunaan aplikasi secara aktual. Untuk mengetahui kalau teknologi yang dimaksud yaitu aplikasi Posfin berbasis web benar-benar diterima oleh pengguna, maka dapat diketahui dari indikator manakala pengguna selalu menggunakan, selalu mengakses, maupun tercipta kepuasan penggunanya.

 

 

Perancangan Kuesioner

Kuesioner dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah faktor desain antar muka, kemudahan, sikap pengguna, dan perilaku pengguna berpengaruh positif terhadap kondisi nyata Ppnggunaan aplikasi Posfin berbasis web ini, dengan memberikan 21 butir pernyataan kepada para responden. Kuesioner dalam penelitian ini dibuat menggunakan google form yang dapat diakses oleh responden dengan diberikan sebuah link yang untuk mengisi kuesioner dengan gadget melaui jejaring internet. Dalam penilain kuesioner ini menggunakan skala likert dengan skala 1 sampai 4, yang dimana 1 (sangat tidak setuju), 2 (tidak setuju), 3 (setuju), dan 4 (sangat setuju) (Budiaji, 2013). Pengambilan skala genap yaitu 1 sampai 4 yang dilakukan peneliti untuk menghindari jawaban labil jika skala berjumlah ganji yang cenderung membuat responden memilih jawaban yang berada di tengah-tengah. Penilaian kuesioner aplikasi Posfin berbasis web di jabarkan seperti tabel dibawah ini :

 

No

Poin

Parameter

1

4

Sangat Setuju

2

3

Setuju

3

2

Tidak Setuju

4

1

Sangat Tidak Setuju

 

 

 

 

 

 

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasi penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara umum mengenai penyebaran data yang diperoleh dari lapangan. Data penelitian didapatkan dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa/i Sistem Informasi yang menggunakan Aplikasi Posfin. Pengambilan data kuesioner ini dilakukan selama satu bulan mulai tanggal 9 Juli 2021 hingga 9 Agustus 2021. Wawancara langsung dengan pengguna Aplikasi Posfin untuk mengetahui sejauh mana penggunaan dan pengembangan Posfin, serta pengambilan data kepada pengguna dengan menggunakan kuesioner tertutup. Penyebaran kuesioner kepada responden dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan Google Form. Penyebaran kuesioner menggunakan Google Form ini bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam memperoleh data secara langsung ke setiap angkatan tanpa perlu menggunakan media kertas.

Tingkat pengembalian kuesioner yang dibagikan kepada 100 mahasiswa/i Sistem Informasi sebagai uji validitas mencapai 70 % yaitu sebanyak 85 responden yang mengisi kuesioner tersebut. Sisanya terdapat 15 mahasiswa/i yang tidak mengisi dikarenakan mahasiswa/i tersebut merasa malas untuk mengisi kuesioner yang terlalu banyak yaitu sebanyak 21 pernyataan. Kemudian peneliti mengurangi jumlah pernyataan kuesioner yang ada menjadi 12 pernyataan dan melakukan penyebaran kuesioner kembali kepada tiga 3 angkatan di Sistem Informasi yaitu angkatan 2019, angkatan 2018, dan angkatan 2017 dengan jumlah sampel yang diperoleh sebanyak 85 responden. Berikut tabel deskripsi dari responden, yaitu : 1. Deskripsi responden berdasarkan angkatan Adapun karakteristik responden berdasarkan angkatan disajikan pada Tabel 1

 

Tabel 1 Responden Berdasarkan Angkatan

No

Angkatan

Jumlah Responden

1

2019

35

2

2018

24

3

2017

26

Total

85

(Sumber: Data Primer)

 

Jumlah Responden Kuesioner

�

�

�

�

Gambar 2 Diagram Responden Berdasarkan Angkatan

 

No Angkatan Jumlah Responden 1 2019 35 2 2018 24 3 2017 26 Total 85 (Sumber : Data Primer) Jumlah Responden Kuesioner Gambar 4.1 Diagram Responden Berdasarkan Angkatan Berdasarkan Tabel 4.1 dan Gambar 4.1 penyebaran kuesioner dari angkatan 2019 mendapatkan data sebanyak 35 mahsiswa/i sebesar 40,8% responden, pada angkatan 2018 mendapatkan data sebanyak 24 mahasiswa/i atau sebesar 37,5% responden, dan pada angkatan 2017 mendapatkan data sebanyak 26 mahasiswa/i atau sebesar 21,7% responden. Dari data diagram di atas peneliti dapat mengetahui bahwa penggunaan Aplikasi Posfin paling sering digunakan pada angkatan 2019.

 

Deskripsi responden berdasarkan kelas

��������������� Adapun karakterisitik responden berdasarkan kelas disajikan pada Tabel 2

Tabel 2 Responden Berdasarkan Kelas

No

Kelas

Jumlah responden

1

A

26

2

B

18

3

C

16

4

D

13

5

E

12

Total

85

(Sumber : Data Primer)

 

Gambar 3 Diagram Respoden Berdasarkan Kelas

 

No Kelas Jumlah responden 1 A 26 2 B 18 3 C 16 4 D 13 5 E 12 Total 85 (Sumber : Data Primer) 85 Jumlah Responden Gambar 4.2 Diagram Respoden Berdasarkan Kelas Berdasarkan Tabel 4.2 dan Gambar 4.2 penyebaran kuesioner berdasarkan kelas pada setiap angkatan yang menggunakan Aplikasi Posfin yaitu, pada kelas A mendapatkan data sebanyak 26 mahasiswa/i atau sebesar 26,7% responden, pada kelas B mendapatkan data sebanyak 18 mahasiswa/i atau sebesar 19,2% responden, pada kelas C mendapatkan data sebanyak 16 mahasiswa/i atau sebesar 21,7%, pada kelas D mendapatkan data sebanyak 13 mahasiswa/i atau sebesar 18,3% responden, dan pada kelas E mendapatkan data sebanyak 12 mahasiswa/i atau sebesar 14,2% responden. Dari data diagram di atas peneliti dapat mengetahui bahwa penggunaan Aplikasi Posfin secara umum paling sering digunakan oleh kelas A dengan persentase sebesar 26,7%. 39 4.2 Uji Validitas Uji Validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika apabila memiliki kriteria sebagai berikut. a. Jika rhitung > rtabel, maka item pertanyaan valid. b. Jika rhitung < rtabel, maka item pertanyaan tidak valid. Uji signifikansi dilakukan dengan membandingkan 𝑟𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dengan nilai 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 pada pengujian ini jumlah sampel yang digunakan (n) = 35 dan alpha = 0,05 berdasarkan tabel distribusi jika n = 35 maka 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 0,334. Pernyataan atau indikator dikatakan valid jika nilai 𝑟𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 lebih besar dari nilai 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 Hasil pengujian validitas dalam penelitian ini menggunakan SPSS 25, sebagai berikut.

 

Hasil Uji Validitas

No

Variabel

Indikator

𝒓𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 �

𝒓𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍 �

Keterangan

1

��

Perceived

Ease of Use

(PEOU)

�

PEOU_1

0,681

0,334

Valid

2

PEOU-2

0,655

0,334

Valid

3

PEOU_3

0,766

0,334

Valid

4

PEOU_4

0,710

0,334

Valid

5

PEOU_5

0,759

0,334

Valid

6

PEOU_6

0,761

0,334

Valid

7

�

Perceived

PU_1

0,858

0,334

Valid

8

PU_2

0,863

0,334

Valid

No

Variabel

Indikator

𝒓𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 �

𝒓𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍 �

Keterangan

9

Uselfullnes

(PU)

�

�

PU_3

0,877

0,334

Valid

10

PU_4

0,859

0,334

Valid

11

PU_5

0,890

0,334

Valid

12

PU_6

0,746

0,334

Valid

13

Attitude

Towards

Use

(ATU)

ATU_1

0,891

0,334

Valid

14

ATU_2

0,900

0,334

Valid

15

ATU_3

0,941

0,334

Valid

16

ATU_4

0,891

0,334

Valid

17

�

Behaviora

Intention to

Use

(BITU)

BITU_1

0,858

0,334

Valid

18

BITU_2

0,920

0,334

Valid

19

BITU_3

0,699

0,334

Valid

20

BITU_4

0,897

0,334

Valid

21

BITU_5

0,915

0,334

Valid

(Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 25)

 

Dari hasil pengujian validitas yang telah dilakukan terhadap variabel (indikator) dalam penelitian ini, menunjukan bahwa dari 21 pernyataan yang digunakan oleh peneliti seluruhnya memiliki nilai 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 lebih besar dari 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa dari 21 pernyataan yang digunakan selurur pernyataan dinyatakan valid dan layak untuk digunakan.

 

Uji Reliabilitas

Uji Reliabilitas adalah pengujian yang digunakan untuk menunjukan sejauh mana suatu hasil pengukuran kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil. Pengujian yang digunakan adalah menggunakan teori Cronbach Alpha (Ayunita & Nurmala, 2018). Secara umum suatu variabel penilitian dikatan reliable, jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,70. Untuk mengetahui tiap instrumen pernyataan reliabel atau tidak, maka nilai koefisien reabilitas (Alpha) tersebut dibandingkan dengan 0,70 dimana jika nilai Alpha lebih besar dari 0,70 maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel, begitu pula sebaliknya. Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna. Jika alpha antara 0,70 � 0,90 maka reliabilitas tinggi. Jika alpha 0,50 � 0,70 maka reliabilitas moderat. Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah. Jika alpha rendah, kemungkinan satu atau beberapa item tidak reliabel. Hasil pengujian reliabilitas dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS Versi 25, sebagai berikut. 42 Tabel 4.4 Hasil Uji Reliabilitas No Variabel Cronbach Alpha Keterangan 1 Perceived Ease of Use 0,811 Reliabel 2 Perceived Usefulness 0,923 Reliabel 3 Attitude Towards Use 0,924 Reliabel 4 Behavior Intention Use 0,928 Reliabel (Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 25) Dari hasil pengujian reliabilitas yang telah dilakukan terhadap variabel pada Tabel 4.4 menunjukan bahwa dari 4 variabel yang digunakan seluruhnya memiliki nilai Cronbach Alpha > 0,70. Oleh karena itu dapat diketahui bahwa variabel tersebut memenuhi nilai reliabilitas, sehingga seluruh variabel layak untuk digunakan 4.4 Uji Hipotesis Uji hipotesis yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data penelitian adalah dengan menggunakan uji korelasi peringkat Spearman (Spearman�s rank correlation ) untuk menguji hubungan dua variabel yang diteliti. Variabel tersebut antara lain :

1.       Variabel Perceived Ease of Use (PEOU) terhadap Perceived Usefulness (PU).

2.       Variabel Perceived Ease of Use (PEOU) terhadap Attitude Toward Using (ATU) 43

3.       Variabel Perceived Usefulness (PU) terhadap Attitude Toward Using (ATU).

4.       Variabel Perceived Usefulness (PU) terhadap Behavior Intention to Use (BITU).

a.    e. Variabel Attitude Toward Using (ATU) terhadap Behavior Intention to Use ((BITU).

 

Untuk mengetahui tingkatan hubungan antara variabel

variabel yang diteliti, maka digunakan Tabel 4 kriteria penilaian korelasi, sebagai berikut

Tabel 4 kriteria penilaian korelasi

Interval Koefisien

Tingkat Hubungan

0,00 � 0,199

Sangat Lemah

0,20 � 0,399

Lemah

0,40 � 0,599

Cukup

0,60 � 0,799

Kuat

0,80 � 1,000

Sangat Kuat

 

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut :

Tabel 5 Hasil Pengujian Hipotesis

No

Hipotesis

Keterangan

1

Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use) berpengaruh terhadap Persepsi Kegunaan (Perceived Usefulness) pada penggunaan Aplikasi Posfin.

DITERIMA

2

Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use) berpengaruh terhadap sikap penggunaan (Attitude Toward Using) pada penggunaan Aplikasi Posfin.

DITERIMA

�3

Persepsi Kegunaan (Perceived Usefulness) berpengaruh terhadap sikap penggunaan (Attitude Toward Using) pada penggunaan Aplikasi Posfin.

DITERIMA

4

Persepsi Kegunaan (Perceived Usefulness) berpengaruh terhadap minat pemanfaatan dan penggunaan (Behavior Intention to Use)� pada penggunaan Aplikasi Posfin.

DITERIMA

5

Sikap Penggunaan (Attitude Toward Using) berpengaruh terhadap minat pemanfaatan dan penggunaan (Behavior Intention to Use)� pada penggunaan Aplikasi Posfin.

DITERIMA

Penjabaran Tabel 5 yaitu hasil pengujian hipotesis terhadap variabelvariabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

 

H1 : Persepsi Kemudahan Penggunaan (Perceived Ease of Use) berpengaruh terhadap Persepsi Kegunaan (Perceived Usefulness) pada penggunaan Apliksi Posfin. Pengujian korelasi rank spearman yang diolah menggunakan IBM SPSS Versi 25 mengenai hubungan Perceived Ease of Use terhadap Perceived Usefulness dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut.

 

Tabel 6 Hasil Uji Korelasi Antara Variabel PEOU dan PU

 

�

�

�

Correlations

�

�

PEOU

�

PU

Spearman�s

rho

�

�

�

�

�

PEOU

�

�

Correlation Coefficient

1.000

.427**

Sig. (2-tailed)

�

.000

N

120

120

PU

�

�

Correlation Coefficient

.427**

1.000

Sig. (2-tailed)

.000

�

N

120

120

(Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 25)

Berdasarkan Tabel 6 diperoleh nilai korelasi Spearman .427** artinya besar korelasi antara variabel persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan ialah sebesar 0,427 tergolong dalam katagori cukup, sehinga besar korelasi yang ditunjukkan tidak terlalu lemah dan tidak terlalu kuat atau sedang. Besar nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari nilai alpha α = 0,05 artinya hubungan kedua variabel signifikan dan mempunyai dua arah (2-tailed), yaitu dapat 46 searah dan tidak searah. Dengan demikian, H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh antara persepsi kemudahan (Perceived Ease of Use) terhadap persepsi kegunaan (Perceived Usefulness) pada penggunaan Aplikasi Posfin. H2 : Persepsi Kemudahan (Perceived Ease of Use) berpengaruh terhadap sikap penggunaan (Attitude Toward Using) pada penggunaan Apliksi Posfin. Pengujian korelasi rank Spearman yang diolah menggunakan IBM SPSS Versi 25 mengenai hubungan Perceived Ease of Use terhadap Attitude Toward Using dapat dilihat pada Tabel 7 sebagai berikut.

 

Tabel 7 Hasil Uji Korelasi Antara Variabel PEOU dan ATU

 

�

�

�

Correlations

�

�

PEOU

�

ATU

Spearman�s

rho

�

�

�

�

�

PEOU

�

�

Correlation Coefficient

1.000

.471**

Sig. (2-tailed)

�

.000

N

120

120

ATU

�

�

Correlation Coefficient

.471**

1.000

Sig. (2-tailed)

.000

�

N

120

120

(Sumber : Hasil Pengolahan Data degan SPSS 25)

Berdasarkan Tabel 7 diperoleh nilai korelasi Spearman .471** artinya besar korelasi antara variabel persepsi kemudahan dan sikap pengguna ialah sebesar 0,471 tergolong dalam katagori cukup, sehingga besar korelasi yang ditunjukkan tidak terlalu lemah dan tidak terlalu kuat atau sedang. Besar nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari nilai alpha α = 0,05 artinya hubungan kedua Correlations PEOU ATU Spearman�s rho PEOU Correlation Coefficient 1.000 .471** Sig. (2-tailed) .000 N 120 120 ATU Correlation Coefficient .471** 1.000 Sig. (2-tailed) .000 N 120 120 47 variabel signifikan dan mempunyai dua arah (2-tailed), yaitu dapat searah dan tidak searah. Dengan demikian, H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh antara persepsi kemudahan (Perceived Ease of Use ) terhadap sikap penggunaan (Attitude Toward Using) pada penggunaan Aplikasi Posfin.

H3 : Persepsi Kegunaan (Perceived Usefulness) berpengaruh terhadap sikap penggunaan (Attitude Toward Using) pada penggunaan Aplikasi Posfin. Pengujian korelasi rank Spearman yang diolah menggunakan IBM SPSS Versi 25 mengenai hubungan Perceived Usefulness terhadap Attitude Toward Using dapat dilihat pada Tabel 8 sebagai berikut.

Tabel 8 Hasil Uji Korelasi Antara Variabel PU dan ATU Correlations PU ATU

 

�

�

�

Correlations

�

�

PU

�

ATU

Spearman�s

rho

�

�

�

�

�

PU

�

�

Correlation Coefficient

1.000

.415**

Sig. (2-tailed)

�

.000

N

120

120

ATU

�

�

Correlation Coefficient

.415**

1.000

Sig. (2-tailed)

.000

�

N

120

120

(Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 25)

Berdasarkan Tabel 8 diperoleh nilai korelasi Spearman .415** artinya besar korelasi antara variabel persepsi kegunaan dan sikap pengguna ialah sebesar 0,415 tergolong dalam katagori cukup, sehingga besar korelasi yang ditunjukkan tidak terlalu lemah 48 dan tidak terlalu kuat atau sedang. Besar nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari nilai alpha α = 0,05 artinya hubungan kedua variabel signifikan dan mempunyai dua arah (2-tailed), yaitu dapat searah dan tidak searah . Dengan demikian, H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh antara persepsi kegunaan (Perceived Usefulness) terhadap sikap pengguna (Attitude Toward Using) pada Aplikasi Posfin.

H4 : Persepsi Kegunaan (Perceived Usefulness) berpengaruh terhadap minat pemanfaatan dan penggunaan (Behavior Intention to Use) pada penggunaan Aplikasi Posfin.

 

Pengujian korelasi rank Spearman yang diolah menggunakan IBM SPSS Versi 25 mengenai hubungan Perceived Usefulness terhadap Behavior Intention to Use dapat dilihat pada Tabel 9 sebagai berikut.

 

Tabel 9 Hasil Uji Korelasi Antara Variabel PU dan BITU

 

�

�

�

Correlations

�

�

PU

�

BITU

Spearman�s

rho

�

�

�

�

�

PU

�

�

Correlation Coefficient

1.000

.643**

Sig. (2-tailed)

�

.000

N

120

120

BITU

�

�

Correlation Coefficient

.643**

1.000

Sig. (2-tailed)

.000

�

N

120

120

(Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 25)

Berdasarkan Tabel 9 diperoleh nilai korelasi Spearman .643** artinya besar korelasi antara variabel persepsi kegunaan dan 49 minat pemanfaatan penggunaan ialah sebesar 0,643 tergolong dalam katagori kuat karena mendekati angka satu. Besar nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari nilai alpha α = 0,05 artinya hubungan kedua variabel signifikan dan mempunyai dua arah (2- tailed), yaitu dapat searah dan tidak searah. Dengan demikian, H4 diterima yang berarti terdapat pengaruh antara persepsi kegunaan (Perceived Usefulness) terhadap minat pemanfaatan dan penggunaan (Behavior Intention to Use) pada penggunaan Aplikasi Posfin.

 

H5 : Sikap Penggunaan (Attitude Toward Using) berpengaruh terhadap minat pemanfaatan dan penggunaan (Behavior Intention to Use) pada penggunaan Aplikasi Posfin. Pengujian korelasi rank Spearman yang diolah menggunakan IBM SPSS Versi 25 mengenai hubungan Attitude Toward Using terhadap Behaviora Intention to Use dapat dilihat pada Tabel 10 sebagai berikut.

Tabel 10 Hasil Uji Korelasi Antara Variabel ATU dan BIT

 

�

�

�

Correlations

�

�

ATU

�

BITU

Spearman�s

rho

�

�

�

�

�

ATU

�

�

Correlation Coefficient

1.000

.464**

Sig. (2-tailed)

�

.000

N

120

120

BITU

�

�

Correlation Coefficient

.464**

1.000

Sig. (2-tailed)

.000

�

N

120

120

(Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 25)

50 Berdasarkan Tabel 10 diperoleh nilai korelasi .464** artinya besar korelasi antara variabel persepsi kegunaan dan sikap pengguna ialah sebesar 0,464 tergolong dalam katagori cukup, sehingga besar korelasi yang ditunjukkan tidak terlalu lemah dan tidak terlalu kuat atau sedang. Besar nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari nilai alpha α = 0,05 artinya hubungan kedua variabel signifikan dan mempunyai dua arah (2-tailed), yaitu dapat searah dan tidak searah . Dengan demikian, H5 diterima yang berarti terdapat pengaruh antara sikap penggunaan (Attitude Toward Using) terhadap minat pemanfaatan dan penggunaan (Behavior Intention to Use) pada penggunaan Aplikasi Posfin.

 

Analisis Hasil

Pengaruh PEOU Terhadap PU

Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa H1 yang diajukan dapat diterima, hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0,000 < 0,05 sehingga pengaruh variabel Perceived Ease of Use terhadap Perceived Usefulness terbukti memiliki pengaruh. Hal ini berarti, semakin tinggi persepsi kemudahan penggunaan Aplikasi Posfin. maka akan semakin tinggi persepsi kegunaan Aplikasi tersebut. Secara logis dapat dipersepsikan bahwa Aplikasi yang mudah untuk digunakan akan lebih memberi manfaat atau kegunaan.

 

Pengaruh PEOU Terhadap ATU

Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa H2 yang diajukan dapat diterima, hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0,000 < 0,05 sehingga pengaruh variabel Perceived Ease of Use terhadap Attitude Toward Using terbukti memiliki pengaruh. Hal ini berarti, semakin tinggi persepsi kemudahan pengunaan Aplikasi Posfin. maka akan semakin baik pula sikap penggunaan Aplikasi. Dapat dipersepsikan bahwa Aplikasi yang mudah untuk digunakan akan lebih membuat pengguna lebih baik dalam menggunakan Aplikasi.

 

Pengaruh PU Terhadap ATU

Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa H3 yang diajukan dapat diterima, hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0,000 < 0,05 sehingga pengaruh variabel Perceived Usefulness terhadap Attitude Toward Using terbukti memiliki pengaruh. Hal ini berarti, semakin tinggi persepsi kegunaan terhadap penggunaan Aplikasi Posfin maka akan semakin baik pula sikap penggunaan terhadap Aplikasi tersebut. Dapat dipersepsikan bahwa sistem yang memberikan manfaat atau kegunaan akan membuat pengguna lebih baik dalam menggunakan Aplikasi

 

Pengaruh PU Terhadap BITU

Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa H4 yang diajukan dapat diterima, hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0,000 < 0,05 sehingga pengaruh variabel Perceived 52 Usefulness terhadap Behavior Intention to Use terbukti memiliki pengaruh. Hal ini berarti, semakin tinggi persepsi kegunaan terhadap penggunaan Aplikasi Posfin maka semakin baik pula minat pemanfaatan dan penggunaan Aplikasi. Dapat dipersepsikan bahwa sistem yang memberikan manfaat atau kegunaan akan lebih membuat minat pengguna untuk menggunakan Aplikasi tersebut.

 

Pengaruh ATU Terhadap BITU

Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa H5 yang diajukan dapat diterima, hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari nilai alpha yaitu 0,000 < 0,05 sehingga pengaruh variabel Attitude Toward Using terhadap Behavior Intention to Use terbukti memiliki pengaruh. Hal ini berarti, semakin tinggi sikap penggunaan terhadap Aplikasi Posfin maka semakin baik pula minat pemanfaatan dan penggunaan Aplikasi tersebut. Dapat dipersepsikan menggunakan sistem dengan baik akan membuat minat pengguna untuk menggunakan Aplikasi tersebut.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai penerimaan Aplikasi Posfin menggunakan TAM, maka diambil kesimpulan sebagai berikut:

a.       Variabel Perceived Ease of Use berpengaruh signifikan terhadap variabel Perceived Usefulness dengan nilai signifikansi 0,000.

b.       Variabel Perceived Ease of Use berpengaruh signifikan terhadap variabel Attitude Toward Using

c.       Variabel Perceived Usefulness berpengaruh signifikan terhadap variabel Attitude Toward Using.

d.       Variabel yang sangat berpengaruh dalam penerimaan Aplikasi adalah Variabel Perceived Usefulness berpengaruh signifikan terhadap variabel Behavior Intention to Use. Berdasarkan hasil analisis data pada model ini memiliki nila persentase korelasi Spearman paling besar diantara lainnya. 5. Variabel Attitude Toward Using berpengaruh signifikan terhadap variabel Behavior Intention to Use

 

DAFTAR PUSTAKA

 

AMALIA, A. Y. U. RELISTA, Lionardo, Andries, & Pratiwi, Miftha. (2021). KOMUNIKASI PERSUASIF KANTOR POS PALEMBANG DALAM MENINGKATKAN PENGGUNA APLIKASI POSPAY MELALUI KEGIATAN PENYALURAN BANTUAN SOSIAL TUNAI. Sriwijaya University.

 

Ayunita, Dian, & Nurmala, N. (2018). Modul Uji Validitas dan Reliabilitas. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 7(1), 17�23.

 

Budiaji, Weksi. (2013). Skala pengukuran dan jumlah respon skala likert. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 2(2), 127�133.

 

Fahlevi, Pahri, & Dewi, Anthanasia Octaviani Puspita. (2019). Analisis Aplikasi Ijateng Dengan Menggunakan Teori Technology Acceptance Model (TAM). Dalam Jurnal Ilmu Perpustakaan, 8(2).

 

Fatmawati, Endang. (2015). Technology acceptance model (TAM) untuk menganalisis penerimaan terhadap sistem informasi perpustakaan. Jurnal Iqra, 9(01).

 

Hanggono, Aditya Arie. (2015). Analisis atas praktek tam (technology acceptance model) dalam mendukung bisnis online dengan memanfaatkan jejaring sosial Instagram. Brawijaya University.

 

Irawati, Tri, Rimawati, Elistya, & Pramesti, Nayu Ariloka. (2019). Penggunaan Metode Technology Acceptance Model (TAM) Dalam Analisis Sistem Informasi Alista (Application Of Logistic And Supply Telkom Akses). @ Is The Best: Accounting Information Systems and Information Technology Business Enterprise, 4(2), 106�120.

 

Mulyani, Asri, & Kurniadi, Dede. (2015). Analisis Penerimaan Teknologi Student Information Terminal (S-IT) Dengan Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Jurnal Wawasan Ilmiah, 7(12).

 

Nirmala, Dhina. (2020). PENGARUH DUKUNGAN TOP MANAGEMENT, KEMAMPUAN TEKNIK PERSONAL, DAN KETERLIBATAN PEMAKAI TERHADAP KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PELAYANAN JASA KEUANGAN PT POS INDONESIA (PERSERO) KEDIRI. UPN" VETERAN" JATIM.

 

Sayekti, Fran, & Putarta, Pulasna. (2016). Penerapan Technology Acceptance Model (TAM) dalam pengujian model penerimaan sistem informasi keuangan daerah. Jurnal Manajemen Teori Dan Terapan| Journal of Theory and Applied Management, 9(3).

 

Sukmandari, Daniswara Galuh. (2017). Analisis aplikasi jadwal perkuliahan berbasis android. Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education), 2(1), 80�84.

 

Widowati, Ayu Yuni, & Budihartanti, Cahyani. (2019). ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP APLIKASI TRAVELOKA DENGAN MENERAPKAN METODE TAM. PROSISKO: Jurnal Pengembangan Riset Dan Observasi Sistem Komputer, 6(2).