ANALISIS FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI PENGGUNAAN APLIKASI POSFIN BERBASIS WEB DI PT POS INDONESIA
Rhanty
NurJannah
Sekolah Tinggi Manajemen
Informatika dan Komputer (STMIK)
Borneo Internasional
Diterima: 07-07-2022��������������������� ��������������� Review: 11-07-2022������������������������ ��������������� Publish:
Pendahuluan: Sejarah mencatat
keberadaan Pos Indonesia begitu
panjang, Kantor Pos pertama
didirikan di Batavia (sekarang
Jakarta) oleh Gubernur Jenderal
G.W Baron van Imhoff pada tanggal 26 Agustus 1746 dengan tujuan untuk lebih
menjamin keamanan surat-surat penduduk, terutama bagi mereka
yang berdagang dari kantor-kantor di luar Jawa dan bagi mereka
yang datang dari dan pergi ke Negeri belanda. Sejak itulah pelayanan batavia. Tujuan: Objek dalam penelitian
ini yaitu sebuah aplikasi Posfin berbasis web PT. Pos
Indonesia untuk dianalisis,
yang diambil sampelnya dari pengguna yang masih aktif menggunakan
aplikasi berbasis web Posfin yang berada di wilayah Penajam Paser Utara. Metode: Penelitian ini keseluruhan membahas mengenai faktor desain antar
muka, kemudahan, sikap pengguna, dan perilaku pengguna berpengaruh positif terhadap Kondisi nyata penggunaan aplikasi posfin berbasis web. dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari subjek atau
objek penelitian. Data
primer yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu kuesioner yang didapatkan dari para responden yang masih aktif menggunakan aplikasi Posfin berbasis web khususnya yang berada diwilayah Penajam Paser Utara yang merupakan area dalam penelitian ini, dengan memberikan beberapa butir pertanyaan dengan sistem online yang diakses melalui google form. Hasil: Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan mengenai penerimaan Aplikasi Posfin menggunakan TAM, Kesimpulan:
maka diambil kesimpulan sebagai berikut: a.Variabel
Perceived Ease of Use berpengaruh signifikan
terhadap variabel Perceived
Usefulness dengan nilai signifikansi 0,000. b.Variabel
Perceived Ease of Use berpengaruh signifikan
terhadap variabel Attitude
Toward Using c.Variabel Perceived Usefulness berpengaruh signifikan terhadap variabel Attitude Toward
Using. Variabel yang sangat berpengaruh
dalam penerimaan Aplikasi.
Kata kunci: Pos Indonesia, aplikasi posfin berbasis web, TAM.
Abstract:
Introduction: History records the existence of Pos
Indonesia for a long time, the first Post Office was established in Batavia
(now Jakarta) by Governor General G.W Baron van Imhoff on August 26, 1746 with
the aim of further ensuring the security of residents' letters, especially for
those who trade from the office. -offices outside Java and for those who come
from and go to the Netherlands. Since then batavia service. Objectives: The object of this
research is a web-based Posfin application PT. Pos
Indonesia for analysis, which samples were taken from users who are still
active using the Posfin web-based application located
in the North Penajam Paser
area. Methods: This research discusses the overall factors of interface
design, convenience, user attitudes, and user behavior that have a positive
effect on the real conditions of using web-based posfin
applications. collected and processed by the researcher directly from the
subject or object of research. The primary data used in this research is a
questionnaire obtained from respondents who are still actively using the
web-based Posfin application, especially in the North
Penajam Paser area which is
the area in this research, by providing several questions with an online system
that is accessed via google form. Results: Based on the results of
research and discussion regarding the acceptance of the Posfin
Application using TAM, Conclusions: the following conclusions are drawn:
a. The Perceived Ease of Use variable has a significant effect on the Perceived
Usefulness variable with a significance value of 0.000. b. The variable
Perceived Ease of Use has a significant effect on the Attitude Toward Using
variable. c. The Perceived Usefulness variable has a significant effect on the
Attitude Toward Using variable. A very influential variable in the acceptance
of the application.
Keywords:
Pos Indonesia, web-based posfin application, TAM��������������������������������������������
E-mail: [email protected]
PENDAHULUAN
Penggunaan Sistem informasi dan Teknologi
informasi telah berkembang menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Pos
Indonesia (Persero) (Nirmala, 2020). Dengan berjalannya waktu, Pos Indonesia kini telah
mampu menunjukkan kreatifitasnya dalam pengembangan bidang perposan Indonesia
dengan memanfaatkan insfrastruktur jejaring yang dimilikinya yang mencapai
sekitar 24 ribu titik layanan yang menjangkau 100 persen kota/kabupaten, hampir
100 persen kecamatan dan 42 persen kelurahan/desa, dan 940 lokasi transmigrasi
terpencil di Indonesia. Seiring dengan perkembangan informasi, komunikasi dan
teknologi, jejaring Pos Indonesia sudah memiliki lebih dari 3.800 Kantorpos
online, serta dilengkapi electronic mobile pos di beberapa kota besar. Semua titik merupakan rantai yang terhubung satu sama lain secara solid & terintegrasi. Sistem Kode Pos diciptakan untuk mempermudah processing kiriman
pos dimana tiap jengkal daerah di Indonesia mampu diidentifikasi dengan akurat.
PT
Pos Indonesia melakukan gagasan
baru dalam menciptakan kemudahan dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa mereka
dengan menciptakan aplikasi bernama Posfin (Hanggono, 2015). Aplikasi Posfin merupakan aplikasi berbasis web dan juga
mobile, tetapi aplikasi
mobile Posfin hanya tersedia untuk pengguna smartphone android (AMALIA, Lionardo, & Pratiwi, 2021). Aplikasi Posfin adalah penyedia
layanan Payment Point Online Banking (PPOB) berbasis Aplikasi Mobile dan Web
Online dengan menggunakan kerjasama keagenan sebagai model bisnis utamanya. Posfin peluang usaha mandiri
masa kini terafiliasi dengan PT. Pos Indonesia sebagai penyedia jasa layanan
pembayaran terbesar, terlengkap dan termurah di
Indonesia (Mulyani & Kurniadi, 2015). Produk Posfin yaitu pulsa,
pulsa pascabayar, paket data, bayar Listrik, bayar air (PDAM), cicilan/kredit, bayar BPJS Kesehatan, pajak penerimaan paerah, E-commerce (Tokopedia, Bukalapak,
Blibli, Matahari mall dan Mnc
shop), Telkom, bayar gas (PGN dan Petro Prabu) dan
lain-lain (Irawati, Rimawati, & Pramesti, 2019). Dalam penelitian ini, hanya aplikasi berbasis web posfin saja yang menjadi topik dalam penelitian
penulis dengan metode Technology
Acceptance Model (TAM) (Widowati & Budihartanti, 2019).
Technology
Acceptance Model (TAM) dikembangkan oleh Davis pada tahun 1985 untuk menjelaskan dan memprediksi penggunaan dari suatu system (Sayekti & Putarta, 2016). Model ini merupakan adaptasi dari model Theory of Reasoned Action (TRA) oleh Fishbein
dan Ajzen. Dalam TAM, ada 2
konstruk yang utama, yaitu kegunaan (perceived
usefulness) dan kemudahan penggunaan
(perceived ease of use). Konstruk kegunaan
didefinisikan sebagai tingkat dimana seseorang memercayai bahwa menggunakan suatu sistem tertentu
akan memaksimalkan kinerja mereka, sedangkan konstruk kemudahan penggunaan merupakan tingkat dimana 4 seseorang percaya bahwa dalam
menggunakan suatu sistem tanpa diperlukan
usaha yang keras (Sukmandari, 2017). Namun seiring berjalannya waktu, model TAM banyak dimodifikasi dengan menambahkan faktor-faktor eksternal. Dari sekian banyak faktor eksternal
yang telah digunakan dalam penelitian sebelumnya, dalam penelitian ini difokuskan pada 3 faktor eksternal yaitu e-learning
self-efficacy, kerumitan (complexity) dan keterbatasan waktu (lack of time)
(Fahlevi & Dewi, 2019).
METODE
PENELITIAN
Objek dalam penelitian
ini yaitu sebuah aplikasi Posfin berbasis webPT.Pos Indonesia untuk dianalisis, yang diambil sampelnya dari pengguna yang masih aktif menggunakan aplikasi berbasis web Posfin yang berada di wilayah Penajam Paser Utara. Penelitian ini keseluruhan membahas mengenai faktor desain antar muka,
kemudahan, sikap pengguna, dan perilaku pengguna� berpengaruh positif terhadap Kondisi Nyata Penggunaan
aplikasi Posfin berbasis web ini. Dalam melakukan penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, dengan menyebarkan kuesioner ke responden sebagai
data primer untuk penelitian
ini.
Dalam penelitian ini memiliki beberapa
tahapan yang di gambarkan dalam bentuk diagram Flowchart sebagai berikut :
Metode pengumpulan data merupakan cara-cara yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan data penelitian.
Proses pengumpulan data ditentukan
oleh variabel-variabel yang ada
dalam hipotesis. Pengumpulan data dilakukan terhadap sampel yang telah ditentukan sebelumnya. Data adalah sesuatu yang belum memiliki arti bagi penerimanya dan masih membutuhkan adanya suatu pengolahan. Data bisa memiliki berbagai wujud, mulai dari gambar, suara,
huruf, angka, bahasa, simbol, bahkan keadaan. Semua hal tersebut dapat disebut
sebagai data asalkan dapat kita gunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan,
obyek, kejadian, ataupun suatu konsep. Data dapat dibedakan dalam beberapa kategori. Jenis-jenis data dapat dikategorikan sebagai berikut:
a.
Data Primer, yaitu data yang dikumpulkan dan diolah sendiri oleh peneliti langsung dari subjek atau
objek penelitian. Data
primer yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu kuesioner yang didapatkan dari para responden yang masih aktif menggunakan aplikasi Posfin berbasis web khususnya yang berada diwilayah Penajam Paser Utara yang merupakan area dalam penelitian ini, dengan memberikan beberapa butir pertanyaan dengan sistem online yang diakses melalui google form.
b.
Data Sekunder, yaitu data yang didapatkan tidak secara langsung dari objek atau
subjek penelitian. Dan didalam penelitian ini data sekunder didapatkan melalui literatur/studi pustaka dari sebuah
jurnal.
Instrumen penelitian
adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya. Instrumen pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instumen sebagi alat bantu dalam
menggunakan metode pengumpulan data merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam benda, misalnya angket, perangkat tes, pedoman wawancara,
pedoman observasi, skala dan sebaginya. Salah satu intrumen penelitian
ini yaitu aplikasi SPSS sebagai alat untuk melakukan
analisis data penelitian
agar mendapatkan hasil analisis yang akurat. Selain itu, peneliti
menggunakan google form sebagai
salah satu sarana untuk membuat kuesioner
yang dapat diakses oleh responeden dengan mudah secara online.
Technology Acceptance Model (TAM)
Untuk mengetahui tingkat penerimaan aplikasi Posfin yang digunakan oleh masyarakat bisa dianalisis dengan menggunakan model TAM (Fatmawati, 2015). Dengan demikian,
TAM merupakan salah satu metode analisis yang digunakan untuk mengetahui sikap penerimaan pengguna terhadap hadirnya teknologi. Sebelum model TAM muncul, ada teori
yang dikenal dengan nama Theory of Reasoned Action (TRA) yang dikembangkan oleh Martin Fishbein dan Icek
Ajzen (1975, 1980). Berasal dari
penelitian sebelumnya yang dimulai dari teori
sikap dan perilaku, maka penekanan TRA waktu itu ada
pada sikap yang ditinjau dari sudut pandang
psikologi. Prinsipnya yaitu: menentukan bagaimana mengukur komponen sikap perilaku yang relevan, membedakan antara keyakinan ataupun sikap, dan menentukan rangsangan eksternal. Sehingga dengan model TRA menyebabkan reaksi dan persepsi pengguna terhadap sistem informasi akan menentukan sikap dan perilaku pengguna tersebut [11]
Gambar 1. Technology Acceptance
Model (TAM)
Penelitian ini memiliki Hipotesis sebagai berikut:
H1 : Terdapat Pengaruh Positif antara Desain Antar Muka terhadap
Kondisi Nyata Penggunaan
H2 : Terdapat Pengaruh
Positif antara Kemudahan terhadap Kondisi Nyata Penggunaan
H3 :
Terdapat Pengaruh Positif antara Sikap Pengguna Sistem terhadap Kondisi Nyata Penggunaan
H4 : Terdapat
Pengaruh Positif antara Perilaku Pengguna terhadap Kondisi Nyata Penggunaan
Untuk
menganalisis lebih jauh mengenai penerimaan aplikasi Posfin berbasis web dengan
model TAM, maka beberapa variabel yang digunakan, antara lain :
a. Persepsi Kemudahan Penggunaan, merupakan pernyataan
mengenai persepsi pengguna akan kemudahan ataupun kesulitan dari penggunaan
aplikasi Posfin berbasis web. Hal ini bisa diketahui dari berbagai indikator,
antara lain: mudah untuk dipelajari, mudah mencapai tujuan, jelas
operasionalnya, mudah dipahami, sistem informasi yang fleksibel, bebas dari
kesulitan, mudah diakses, mudah mengontrol, kejelasan pada sistem informasi,
mahir bagi pengguna, adanya penilaian bahwa secara umum aplikasi Posfin
berbasis web tersebut mudah digunakan.
b. Persepsi Kebermanfaatan, merupakan pernyataan mengenai
persepsi pengguna terhadap kegunaan aplikasi Posfin berbasis web. Indikatornya antara
lain : mempercepat pekerjaan, meningkatkan produktifitas kerja, meningkatkan
kinerja, meningkatkan efektifitas tugas, mendapatkan informasi yang dibutuhkan
pengguna, adanya kebermanfaatan secara keseluruhan, mempermudah pekerjaan,
adanya penilaian kalau sistem informasi yang digunakan bermanfaat bagi
pengguna.
c. Sikap Terhadap Penggunaan Aplikasi, merupakan sikap
pengguna terhadap penggunaan aplikasi Posfin berbasis web yang berbentuk
penerimaan ataupun penolakan. Jadi dalam konteks sikap ini, pengguna akan
menunjukkan sikapnya apakah ia menerima ataupun menolak terhadap aplikasi
Posfin berbasis web tersebut.
d. Intensitas Perilaku Penggunaan Aplikasi, merupakan
niat perilaku pengguna untuk menggunakan aplikasi, sehingga menjadi
kecenderungan perilaku untuk tetap menggunakan aplikasi Posfin berbasis web
tersebut. Inilah yang disebut fase penerimaan, karena pengguna menunjukkan
sikap penerimaan terhadap penggunaan sistem informasi perpustakaan. Adanya niat
positif pengguna untuk menggunakan sistem informasi diyakini akan mampu
menggerakkan pengguna dalam menggunakan aplikasi Posfin berbasis web. Tingkat
penggunaan sistem informasi pada pengguna dapat diprediksi dari sikap
perhatiannya terhadap sistem informasi tersebut. Jadi ada semacam motivasi untuk
menggunakan dan keinginan untuk memotivasi pengguna lainnya. Hal ini meliputi
aspek, antara lain: kognitif/cara pandang adanya ketertarikan terhadap sistem
informasi, afektif dengan pernyataan pengguna untuk menggunakan sistem
informasi, komponen yang berkaitan dengan perilaku yaitu adanya keinginan untuk
tetap menggunakan sistem informasi yang ada.
e. Penggunaan Sistem Informasi Secara Aktual, �actual use� diartikan sebagai �a person�s performance of specific behavior�,
artinya kinerja seseorang dari perilaku tertentu. Hal ini dapat diketahui
melalui kondisi secara nyata penggunaan sistem informasi tersebut, antara lain:
intensitas penggunaan sistem informasi, frekuensi penggunaan menggunakan sistem
informasi, maupun penggunaan aplikasi Posfin yang sebenarnya secara
terus-menerus tersebut.
f.
Penerimaan,
penerimaan (acceptance) ini sebenarnya meliputi variabel intensitas perilaku
penggunaan aplikasi dan penggunaan aplikasi secara aktual. Untuk mengetahui
kalau teknologi yang dimaksud yaitu aplikasi Posfin berbasis web benar-benar
diterima oleh pengguna, maka dapat diketahui dari indikator manakala pengguna
selalu menggunakan, selalu mengakses, maupun tercipta kepuasan penggunanya.
Perancangan Kuesioner
Kuesioner dalam
penelitian ini digunakan untuk mengetahui apakah faktor desain antar
muka, kemudahan, sikap pengguna, dan perilaku pengguna berpengaruh positif terhadap kondisi nyata Ppnggunaan aplikasi Posfin berbasis web ini, dengan memberikan 21 butir pernyataan kepada para responden. Kuesioner dalam penelitian ini dibuat menggunakan google form
yang dapat diakses oleh responden dengan diberikan sebuah link yang untuk mengisi kuesioner
dengan gadget melaui jejaring internet. Dalam penilain kuesioner ini menggunakan skala likert dengan
skala 1 sampai 4, yang dimana 1 (sangat tidak setuju), 2 (tidak setuju), 3 (setuju), dan 4
(sangat setuju) (Budiaji, 2013). Pengambilan skala genap yaitu 1 sampai
4 yang dilakukan peneliti untuk menghindari jawaban labil jika
skala berjumlah ganji yang cenderung membuat responden memilih jawaban yang berada di tengah-tengah. Penilaian kuesioner aplikasi Posfin berbasis web di jabarkan seperti tabel dibawah
ini :
No
|
Poin
|
Parameter
|
1
|
4
|
Sangat Setuju
|
2
|
3
|
Setuju
|
3
|
2
|
Tidak Setuju
|
4
|
1
|
Sangat Tidak Setuju
|
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasi penelitian ini adalah untuk memberikan
gambaran secara umum mengenai penyebaran
data yang diperoleh dari lapangan. Data penelitian didapatkan dengan menyebarkan kuesioner kepada mahasiswa/i Sistem Informasi
yang menggunakan Aplikasi Posfin. Pengambilan data kuesioner ini dilakukan
selama satu bulan mulai tanggal
9 Juli 2021 hingga 9 Agustus 2021. Wawancara langsung dengan pengguna Aplikasi Posfin untuk mengetahui
sejauh mana penggunaan dan pengembangan Posfin, serta pengambilan data kepada pengguna dengan menggunakan kuesioner tertutup. Penyebaran kuesioner kepada responden dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan Google Form. Penyebaran kuesioner menggunakan Google Form ini bertujuan untuk memudahkan peneliti dalam memperoleh data secara langsung ke setiap angkatan
tanpa perlu menggunakan media kertas.
Tingkat pengembalian kuesioner
yang dibagikan kepada 100 mahasiswa/i Sistem
Informasi sebagai uji validitas mencapai 70 % yaitu sebanyak 85 responden yang mengisi kuesioner tersebut. Sisanya terdapat 15 mahasiswa/i yang tidak mengisi dikarenakan
mahasiswa/i tersebut merasa malas untuk mengisi kuesioner
yang terlalu banyak yaitu sebanyak 21 pernyataan. Kemudian peneliti mengurangi jumlah pernyataan kuesioner yang ada menjadi 12 pernyataan dan melakukan penyebaran kuesioner kembali kepada tiga 3 angkatan
di Sistem Informasi yaitu angkatan 2019, angkatan 2018, dan angkatan 2017 dengan jumlah sampel
yang diperoleh sebanyak 85 responden. Berikut tabel deskripsi dari responden, yaitu :
1. Deskripsi responden berdasarkan angkatan Adapun karakteristik responden berdasarkan angkatan disajikan pada Tabel 1
Tabel 1 Responden Berdasarkan Angkatan
|
No |
Angkatan |
Jumlah Responden |
|
1 |
2019 |
35 |
|
2 |
2018 |
24 |
|
3 |
2017 |
26 |
|
Total |
85 |
|
(Sumber:
Data Primer)
Jumlah Responden Kuesioner
� � � �
Gambar 2 Diagram Responden
Berdasarkan Angkatan
No Angkatan Jumlah Responden
1 2019 35 2 2018 24 3 2017 26 Total 85 (Sumber : Data Primer) Jumlah Responden Kuesioner Gambar 4.1
Diagram Responden Berdasarkan
Angkatan Berdasarkan Tabel
4.1 dan Gambar 4.1 penyebaran kuesioner
dari angkatan 2019 mendapatkan data sebanyak 35 mahsiswa/i sebesar
40,8% responden, pada angkatan
2018 mendapatkan data sebanyak
24 mahasiswa/i atau sebesar 37,5% responden, dan pada angkatan 2017
mendapatkan data sebanyak
26 mahasiswa/i atau sebesar 21,7% responden. Dari data
diagram di atas peneliti dapat mengetahui bahwa penggunaan Aplikasi Posfin paling sering digunakan pada angkatan 2019.
Deskripsi responden berdasarkan kelas
��������������� Adapun
karakterisitik responden berdasarkan kelas disajikan pada Tabel 2
Tabel 2 Responden Berdasarkan Kelas
|
No |
Kelas |
Jumlah responden
|
|
1 |
A |
26 |
|
2 |
B |
18 |
|
3 |
C |
16 |
|
4 |
D |
13 |
|
5 |
E |
12 |
|
Total |
85 |
|
(Sumber : Data Primer)
Gambar 3 Diagram Respoden Berdasarkan Kelas
No Kelas Jumlah
responden 1 A 26 2 B 18 3 C 16 4 D 13 5 E 12 Total 85 (Sumber : Data Primer) 85 Jumlah Responden Gambar 4.2 Diagram Respoden Berdasarkan Kelas
Berdasarkan Tabel 4.2 dan Gambar 4.2 penyebaran kuesioner berdasarkan kelas
pada setiap angkatan yang menggunakan Aplikasi Posfin yaitu, pada
kelas A mendapatkan data sebanyak 26 mahasiswa/i atau sebesar 26,7% responden, pada kelas B mendapatkan data
sebanyak 18 mahasiswa/i atau
sebesar 19,2% responden, pada kelas C mendapatkan data sebanyak 16 mahasiswa/i atau
sebesar 21,7%, pada kelas D mendapatkan data sebanyak 13 mahasiswa/i atau sebesar 18,3% responden, dan pada
kelas E mendapatkan data sebanyak 12 mahasiswa/i atau sebesar 14,2% responden. Dari data diagram di atas
peneliti dapat mengetahui bahwa penggunaan Aplikasi Posfin secara umum
paling sering digunakan oleh kelas A dengan persentase sebesar 26,7%. 39 4.2
Uji Validitas Uji Validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu
kuesioner. Suatu kuesioner dinyatakan valid jika apabila memiliki kriteria
sebagai berikut. a. Jika rhitung > rtabel, maka item pertanyaan valid. b. Jika
rhitung < rtabel, maka item pertanyaan tidak valid. Uji signifikansi
dilakukan dengan membandingkan 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dengan nilai 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 pada pengujian ini jumlah sampel yang digunakan (n) =
35 dan alpha = 0,05 berdasarkan tabel distribusi jika n = 35 maka 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 = 0,334. Pernyataan atau indikator dikatakan valid
jika nilai 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 lebih besar dari nilai 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 Hasil pengujian validitas dalam penelitian ini
menggunakan SPSS 25, sebagai berikut.
Hasil Uji Validitas
|
No |
Variabel |
Indikator |
𝒓𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 � |
𝒓𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍 � |
Keterangan |
|
1 |
�� Perceived Ease of Use (PEOU) � |
PEOU_1 |
0,681 |
0,334 |
Valid
|
|
2 |
PEOU-2 |
0,655 |
0,334 |
Valid |
|
|
3 |
PEOU_3 |
0,766 |
0,334 |
Valid |
|
|
4 |
PEOU_4 |
0,710 |
0,334 |
Valid |
|
|
5 |
PEOU_5 |
0,759 |
0,334 |
Valid |
|
|
6 |
PEOU_6 |
0,761 |
0,334 |
Valid |
|
|
7 |
� Perceived |
PU_1 |
0,858 |
0,334 |
Valid |
|
8 |
PU_2 |
0,863 |
0,334 |
Valid |
|
|
No
|
Variabel |
Indikator |
𝒓𝒉𝒊𝒕𝒖𝒏𝒈 � |
𝒓𝒕𝒂𝒃𝒆𝒍 � |
Keterangan |
|
9 |
Uselfullnes (PU) � � |
PU_3 |
0,877 |
0,334 |
Valid |
|
10 |
PU_4 |
0,859 |
0,334 |
Valid |
|
|
11 |
PU_5 |
0,890 |
0,334 |
Valid |
|
|
12 |
PU_6 |
0,746 |
0,334 |
Valid |
|
|
13 |
Attitude Towards Use (ATU) |
ATU_1 |
0,891 |
0,334 |
Valid |
|
14 |
ATU_2 |
0,900 |
0,334 |
Valid |
|
|
15 |
ATU_3 |
0,941 |
0,334 |
Valid |
|
|
16 |
ATU_4 |
0,891 |
0,334 |
Valid |
|
|
17 |
� Behaviora Intention
to Use
(BITU) |
BITU_1 |
0,858 |
0,334 |
Valid |
|
18 |
BITU_2 |
0,920 |
0,334 |
Valid |
|
|
19 |
BITU_3 |
0,699 |
0,334 |
Valid |
|
|
20 |
BITU_4 |
0,897 |
0,334 |
Valid |
|
|
21 |
BITU_5 |
0,915 |
0,334 |
Valid |
(Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 25)
Dari hasil pengujian
validitas yang telah dilakukan terhadap variabel (indikator) dalam penelitian ini, menunjukan bahwa dari 21 pernyataan
yang digunakan oleh peneliti
seluruhnya memiliki nilai 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 lebih besar dari
𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa dari 21
pernyataan yang digunakan selurur pernyataan dinyatakan valid dan layak untuk
digunakan.
Uji Reliabilitas
Uji Reliabilitas
adalah pengujian yang digunakan untuk menunjukan sejauh mana suatu hasil
pengukuran kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang
terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil. Pengujian yang digunakan
adalah menggunakan teori Cronbach Alpha (Ayunita & Nurmala, 2018). Secara umum suatu variabel penilitian dikatan
reliable, jika nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,70. Untuk mengetahui
tiap instrumen pernyataan reliabel atau tidak, maka nilai koefisien reabilitas
(Alpha) tersebut dibandingkan dengan 0,70 dimana jika nilai Alpha lebih besar
dari 0,70 maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel, begitu pula sebaliknya.
Jika alpha > 0,90 maka reliabilitas sempurna. Jika alpha antara 0,70 � 0,90
maka reliabilitas tinggi. Jika alpha 0,50 � 0,70 maka reliabilitas moderat.
Jika alpha < 0,50 maka reliabilitas rendah. Jika alpha rendah, kemungkinan
satu atau beberapa item tidak reliabel. Hasil pengujian reliabilitas dalam
penelitian ini menggunakan IBM SPSS Versi 25, sebagai berikut. 42 Tabel 4.4
Hasil Uji Reliabilitas No Variabel Cronbach Alpha Keterangan 1 Perceived Ease
of Use 0,811 Reliabel 2 Perceived Usefulness 0,923 Reliabel 3 Attitude Towards
Use 0,924 Reliabel 4 Behavior Intention Use 0,928 Reliabel (Sumber : Hasil
Pengolahan Data dengan SPSS 25) Dari hasil pengujian reliabilitas yang telah
dilakukan terhadap variabel pada Tabel 4.4 menunjukan bahwa dari 4 variabel
yang digunakan seluruhnya memiliki nilai Cronbach Alpha > 0,70. Oleh karena
itu dapat diketahui bahwa variabel tersebut memenuhi nilai reliabilitas,
sehingga seluruh variabel layak untuk digunakan 4.4 Uji Hipotesis Uji hipotesis
yang digunakan oleh peneliti untuk menganalisis data penelitian adalah dengan
menggunakan uji korelasi peringkat Spearman (Spearman�s rank correlation )
untuk menguji hubungan dua variabel yang diteliti. Variabel tersebut antara lain :
1. Variabel Perceived Ease of Use (PEOU) terhadap Perceived Usefulness (PU).
2. Variabel Perceived Ease of Use (PEOU) terhadap Attitude Toward Using (ATU) 43
3. Variabel Perceived Usefulness (PU) terhadap
Attitude Toward Using (ATU).
4. Variabel Perceived Usefulness (PU) terhadap
Behavior Intention to Use (BITU).
a.
e. Variabel Attitude Toward Using (ATU)
terhadap Behavior Intention to Use ((BITU).
Untuk mengetahui tingkatan
hubungan antara variabel
variabel yang diteliti, maka digunakan Tabel 4 kriteria penilaian korelasi, sebagai berikut
Tabel 4 kriteria penilaian korelasi
|
Interval
Koefisien |
Tingkat
Hubungan |
|
0,00 � 0,199 |
Sangat Lemah |
|
0,20 � 0,399 |
Lemah |
|
0,40 � 0,599 |
Cukup |
|
0,60 � 0,799 |
Kuat |
|
0,80 � 1,000 |
Sangat Kuat |
Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 5 sebagai berikut :
Tabel
5 Hasil Pengujian
Hipotesis
|
No
|
Hipotesis |
Keterangan |
|
1 |
Persepsi Kemudahan (Perceived
Ease of Use) berpengaruh terhadap
Persepsi Kegunaan (Perceived Usefulness) pada penggunaan Aplikasi
Posfin. |
DITERIMA |
|
2 |
Persepsi Kemudahan (Perceived
Ease of Use) berpengaruh terhadap
sikap penggunaan (Attitude Toward Using) pada penggunaan Aplikasi Posfin. |
DITERIMA |
|
�3 |
Persepsi Kegunaan (Perceived
Usefulness) berpengaruh terhadap
sikap penggunaan (Attitude Toward Using) pada penggunaan Aplikasi
Posfin. |
DITERIMA |
|
4 |
Persepsi Kegunaan (Perceived
Usefulness) berpengaruh terhadap
minat pemanfaatan dan penggunaan (Behavior
Intention to Use)� pada penggunaan
Aplikasi Posfin. |
DITERIMA |
|
5 |
Sikap Penggunaan (Attitude
Toward Using) berpengaruh terhadap
minat pemanfaatan dan penggunaan (Behavior
Intention to Use)� pada penggunaan
Aplikasi Posfin. |
DITERIMA |
Penjabaran Tabel 5 yaitu hasil pengujian
hipotesis terhadap variabelvariabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut
:
H1 : Persepsi
Kemudahan Penggunaan
(Perceived Ease of Use) berpengaruh terhadap Persepsi Kegunaan (Perceived Usefulness) pada penggunaan
Apliksi Posfin. Pengujian korelasi rank spearman
yang diolah menggunakan IBM
SPSS Versi 25 mengenai hubungan Perceived Ease of Use terhadap
Perceived Usefulness dapat dilihat
pada Tabel 5 sebagai
berikut.
Tabel 6 Hasil Uji Korelasi Antara Variabel
PEOU dan PU
|
� |
� � |
Correlations � |
� PEOU |
� PU |
|
Spearman�s rho � � � � � |
PEOU
� � |
Correlation Coefficient |
1.000 |
.427** |
|
Sig. (2-tailed) |
� |
.000 |
||
|
N |
120 |
120 |
||
|
PU
� � |
Correlation Coefficient |
.427**
|
1.000 |
|
|
Sig. (2-tailed) |
.000 |
� |
||
|
N |
120 |
120 |
(Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 25)
Berdasarkan Tabel 6 diperoleh
nilai korelasi Spearman
.427** artinya besar korelasi antara variabel persepsi kemudahan dan persepsi kegunaan ialah sebesar 0,427 tergolong dalam katagori cukup, sehinga besar korelasi yang ditunjukkan tidak terlalu lemah dan tidak terlalu kuat
atau sedang. Besar nilai signifikansi
0,000 yang lebih kecil dari nilai alpha α = 0,05 artinya hubungan kedua variabel signifikan dan mempunyai dua arah (2-tailed), yaitu dapat 46 searah dan tidak searah. Dengan demikian, H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh antara persepsi kemudahan (Perceived
Ease of Use) terhadap persepsi
kegunaan (Perceived Usefulness) pada penggunaan Aplikasi Posfin. H2 : Persepsi
Kemudahan (Perceived Ease of Use) berpengaruh
terhadap sikap penggunaan (Attitude Toward Using) pada penggunaan
Apliksi Posfin. Pengujian korelasi rank Spearman
yang diolah menggunakan IBM
SPSS Versi 25 mengenai hubungan Perceived Ease of Use terhadap
Attitude Toward Using dapat dilihat
pada Tabel 7 sebagai
berikut.
Tabel 7 Hasil Uji Korelasi Antara Variabel
PEOU dan ATU
|
� |
� � |
Correlations
� |
� PEOU
|
� ATU
|
|
Spearman�s rho � � � � � |
PEOU
� � |
Correlation
Coefficient |
1.000 |
.471**
|
|
Sig.
(2-tailed) |
� |
.000 |
||
|
N
|
120 |
120 |
||
|
ATU
� � |
Correlation
Coefficient |
.471**
|
1.000 |
|
|
Sig.
(2-tailed) |
.000 |
� |
||
|
N
|
120 |
120 |
(Sumber : Hasil Pengolahan Data degan SPSS 25)
Berdasarkan Tabel 7 diperoleh
nilai korelasi Spearman
.471** artinya besar korelasi antara variabel persepsi kemudahan dan sikap pengguna ialah sebesar 0,471 tergolong dalam katagori cukup, sehingga besar korelasi yang ditunjukkan tidak terlalu lemah dan tidak terlalu kuat
atau sedang. Besar nilai signifikansi
0,000 yang lebih kecil dari nilai alpha α = 0,05 artinya hubungan kedua Correlations PEOU ATU Spearman�s rho PEOU Correlation
Coefficient 1.000 .471** Sig. (2-tailed) .000 N 120 120 ATU Correlation
Coefficient .471** 1.000 Sig. (2-tailed) .000 N 120 120 47 variabel
signifikan dan mempunyai dua arah (2-tailed), yaitu dapat searah
dan tidak searah. Dengan demikian, H2 diterima yang berarti terdapat pengaruh antara persepsi kemudahan (Perceived Ease of Use )
terhadap sikap penggunaan (Attitude Toward Using) pada penggunaan
Aplikasi Posfin.
H3 : Persepsi Kegunaan (Perceived
Usefulness) berpengaruh terhadap
sikap penggunaan (Attitude
Toward Using) pada penggunaan Aplikasi
Posfin. Pengujian korelasi rank Spearman yang diolah
menggunakan IBM SPSS Versi
25 mengenai hubungan
Perceived Usefulness terhadap Attitude Toward Using dapat dilihat pada Tabel 8 sebagai berikut.
Tabel 8 Hasil Uji Korelasi Antara Variabel
PU dan ATU Correlations PU ATU
|
� |
� � |
Correlations
� |
� PU
|
� ATU
|
|
Spearman�s
rho
� � � � � |
PU
� � |
Correlation
Coefficient |
1.000 |
.415** |
|
Sig.
(2-tailed) |
� |
.000 |
||
|
N
|
120 |
120 |
||
|
ATU
� � |
Correlation
Coefficient |
.415**
|
1.000 |
|
|
Sig.
(2-tailed) |
.000 |
� |
||
|
N
|
120 |
120 |
(Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 25)
Berdasarkan Tabel 8 diperoleh
nilai korelasi Spearman
.415** artinya besar korelasi antara variabel persepsi kegunaan dan sikap pengguna ialah sebesar 0,415 tergolong dalam katagori cukup, sehingga besar korelasi yang ditunjukkan tidak terlalu lemah 48 dan tidak terlalu kuat
atau sedang. Besar nilai signifikansi
0,000 yang lebih kecil dari nilai alpha α = 0,05 artinya hubungan kedua variabel signifikan dan mempunyai dua arah (2-tailed), yaitu dapat searah
dan tidak searah . Dengan demikian,
H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh antara persepsi kegunaan (Perceived Usefulness) terhadap
sikap pengguna (Attitude
Toward Using) pada Aplikasi Posfin.
H4 : Persepsi
Kegunaan (Perceived Usefulness) berpengaruh
terhadap minat pemanfaatan dan penggunaan
(Behavior Intention to Use) pada penggunaan Aplikasi Posfin.
Pengujian korelasi rank Spearman yang diolah menggunakan IBM SPSS Versi 25 mengenai hubungan Perceived Usefulness terhadap
Behavior Intention to Use dapat dilihat
pada Tabel 9 sebagai
berikut.
Tabel 9 Hasil Uji Korelasi Antara Variabel PU dan
BITU
|
� |
� � |
Correlations
� |
� PU
|
� BITU
|
|
Spearman�s
rho
� � � � � |
PU
� � |
Correlation
Coefficient |
1.000 |
.643**
|
|
Sig.
(2-tailed) |
� |
.000 |
||
|
N
|
120 |
120 |
||
|
BITU
� � |
Correlation
Coefficient |
.643**
|
1.000 |
|
|
Sig.
(2-tailed) |
.000 |
� |
||
|
N
|
120 |
120 |
(Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 25)
Berdasarkan Tabel 9 diperoleh
nilai korelasi Spearman
.643** artinya besar korelasi antara variabel persepsi kegunaan dan 49 minat pemanfaatan penggunaan ialah sebesar 0,643 tergolong dalam katagori kuat karena
mendekati angka satu. Besar nilai
signifikansi 0,000 yang lebih
kecil dari nilai alpha α = 0,05 artinya
hubungan kedua variabel signifikan dan mempunyai dua arah
(2- tailed), yaitu dapat searah dan tidak searah. Dengan demikian, H4 diterima yang berarti terdapat pengaruh antara persepsi kegunaan (Perceived
Usefulness) terhadap minat pemanfaatan dan penggunaan
(Behavior Intention to Use) pada penggunaan Aplikasi Posfin.
H5 : Sikap Penggunaan (Attitude Toward
Using) berpengaruh terhadap
minat pemanfaatan dan penggunaan (Behavior Intention to Use) pada penggunaan Aplikasi Posfin. Pengujian korelasi rank Spearman yang diolah
menggunakan IBM SPSS Versi
25 mengenai hubungan
Attitude Toward Using terhadap Behaviora
Intention to Use dapat dilihat
pada Tabel 10 sebagai
berikut.
Tabel 10 Hasil Uji Korelasi Antara Variabel
ATU dan BIT
|
� |
� � |
Correlations � |
� ATU |
� BITU |
|
Spearman�s rho � � � � � |
ATU � � |
Correlation
Coefficient |
1.000 |
.464** |
|
Sig. (2-tailed)
|
� |
.000 |
||
|
N |
120 |
120 |
||
|
BITU � � |
Correlation
Coefficient |
.464** |
1.000 |
|
|
Sig. (2-tailed)
|
.000 |
� |
||
|
N |
120 |
120 |
(Sumber : Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 25)
50 Berdasarkan
Tabel 10 diperoleh
nilai korelasi .464** artinya besar korelasi
antara variabel persepsi kegunaan dan sikap pengguna ialah sebesar 0,464 tergolong dalam katagori cukup, sehingga besar korelasi yang ditunjukkan tidak terlalu lemah
dan tidak terlalu kuat atau sedang.
Besar nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari nilai
alpha α = 0,05 artinya hubungan
kedua variabel signifikan dan mempunyai dua arah (2-tailed), yaitu dapat searah
dan tidak searah . Dengan demikian,
H5 diterima yang berarti terdapat pengaruh antara sikap penggunaan
(Attitude Toward Using) terhadap minat
pemanfaatan dan penggunaan
(Behavior Intention to Use) pada penggunaan Aplikasi Posfin.
Analisis Hasil
Pengaruh PEOU Terhadap PU
Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa H1 yang diajukan dapat diterima, hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari
nilai alpha yaitu 0,000
< 0,05 sehingga pengaruh
variabel Perceived Ease of Use terhadap
Perceived Usefulness terbukti memiliki
pengaruh. Hal ini berarti, semakin tinggi persepsi kemudahan penggunaan Aplikasi Posfin. maka akan semakin
tinggi persepsi kegunaan Aplikasi tersebut. Secara logis dapat dipersepsikan
bahwa Aplikasi yang mudah untuk digunakan
akan lebih memberi manfaat atau kegunaan.
Pengaruh PEOU Terhadap ATU
Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa H2 yang diajukan dapat diterima, hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari
nilai alpha yaitu 0,000
< 0,05 sehingga pengaruh
variabel Perceived Ease of Use terhadap
Attitude Toward Using terbukti memiliki
pengaruh. Hal ini berarti, semakin tinggi persepsi kemudahan pengunaan Aplikasi Posfin. maka akan semakin
baik pula sikap penggunaan Aplikasi. Dapat dipersepsikan bahwa Aplikasi yang mudah untuk digunakan
akan lebih membuat pengguna lebih baik dalam
menggunakan Aplikasi.
Pengaruh PU Terhadap ATU
Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa H3 yang diajukan dapat diterima, hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari
nilai alpha yaitu 0,000
< 0,05 sehingga pengaruh
variabel Perceived Usefulness terhadap
Attitude Toward Using terbukti memiliki
pengaruh. Hal ini berarti, semakin tinggi persepsi kegunaan terhadap penggunaan Aplikasi Posfin maka akan
semakin baik pula sikap penggunaan terhadap Aplikasi tersebut. Dapat dipersepsikan bahwa sistem yang memberikan manfaat atau kegunaan
akan membuat pengguna lebih baik dalam menggunakan
Aplikasi
Pengaruh PU Terhadap BITU
Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa H4 yang diajukan dapat diterima, hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari
nilai alpha yaitu 0,000
< 0,05 sehingga pengaruh
variabel Perceived 52 Usefulness terhadap
Behavior Intention to Use terbukti memiliki pengaruh. Hal ini berarti, semakin
tinggi persepsi kegunaan terhadap penggunaan Aplikasi Posfin maka semakin
baik pula minat pemanfaatan dan penggunaan Aplikasi. Dapat dipersepsikan bahwa sistem yang memberikan manfaat atau kegunaan
akan lebih membuat minat pengguna
untuk menggunakan Aplikasi tersebut.
Pengaruh ATU Terhadap BITU
Berdasarkan pengujian hipotesis diketahui bahwa H5 yang diajukan dapat diterima, hasil pengujian menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari
nilai alpha yaitu 0,000
< 0,05 sehingga pengaruh
variabel Attitude Toward Using terhadap
Behavior Intention to Use terbukti memiliki pengaruh. Hal ini berarti, semakin
tinggi sikap penggunaan terhadap Aplikasi Posfin maka semakin baik
pula minat pemanfaatan dan penggunaan Aplikasi tersebut. Dapat dipersepsikan menggunakan sistem dengan baik
akan membuat minat pengguna untuk menggunakan Aplikasi tersebut.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan mengenai penerimaan Aplikasi Posfin menggunakan TAM, maka diambil kesimpulan
sebagai berikut:
a. Variabel Perceived Ease of Use berpengaruh
signifikan terhadap variabel Perceived Usefulness dengan
nilai signifikansi 0,000.
b. Variabel Perceived Ease of Use berpengaruh
signifikan terhadap variabel Attitude Toward Using
c. Variabel Perceived Usefulness berpengaruh
signifikan terhadap variabel Attitude Toward Using.
d. Variabel yang sangat berpengaruh
dalam penerimaan Aplikasi adalah Variabel Perceived Usefulness berpengaruh
signifikan terhadap variabel Behavior Intention to Use. Berdasarkan
hasil analisis data pada
model ini memiliki nila persentase korelasi Spearman paling besar diantara lainnya. 5. Variabel Attitude Toward Using berpengaruh
signifikan terhadap variabel Behavior Intention to Use
DAFTAR PUSTAKA
AMALIA, A. Y. U. RELISTA, Lionardo, Andries,
& Pratiwi, Miftha. (2021). KOMUNIKASI PERSUASIF KANTOR POS PALEMBANG
DALAM MENINGKATKAN PENGGUNA APLIKASI POSPAY MELALUI KEGIATAN PENYALURAN BANTUAN
SOSIAL TUNAI. Sriwijaya University.
Ayunita, Dian, & Nurmala, N. (2018). Modul
Uji Validitas dan Reliabilitas. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan,
7(1), 17�23.
Budiaji, Weksi. (2013). Skala pengukuran dan
jumlah respon skala likert. Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 2(2),
127�133.
Fahlevi, Pahri, & Dewi, Anthanasia Octaviani
Puspita. (2019). Analisis Aplikasi Ijateng Dengan Menggunakan Teori Technology
Acceptance Model (TAM). Dalam Jurnal Ilmu Perpustakaan, 8(2).
Fatmawati, Endang. (2015). Technology acceptance
model (TAM) untuk menganalisis penerimaan terhadap sistem informasi
perpustakaan. Jurnal Iqra, 9(01).
Hanggono, Aditya Arie. (2015). Analisis atas
praktek tam (technology acceptance model) dalam mendukung bisnis online dengan
memanfaatkan jejaring sosial Instagram. Brawijaya University.
Irawati, Tri, Rimawati, Elistya, & Pramesti,
Nayu Ariloka. (2019). Penggunaan Metode Technology Acceptance Model (TAM) Dalam
Analisis Sistem Informasi Alista (Application Of Logistic And Supply Telkom
Akses). @ Is The Best: Accounting Information Systems and Information
Technology Business Enterprise, 4(2), 106�120.
Mulyani, Asri, & Kurniadi, Dede. (2015).
Analisis Penerimaan Teknologi Student Information Terminal (S-IT) Dengan
Menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Jurnal Wawasan Ilmiah, 7(12).
Nirmala, Dhina. (2020). PENGARUH DUKUNGAN TOP
MANAGEMENT, KEMAMPUAN TEKNIK PERSONAL, DAN KETERLIBATAN PEMAKAI TERHADAP
KINERJA SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PELAYANAN JASA KEUANGAN PT POS
INDONESIA (PERSERO) KEDIRI. UPN" VETERAN" JATIM.
Sayekti, Fran, & Putarta, Pulasna. (2016).
Penerapan Technology Acceptance Model (TAM) dalam pengujian model penerimaan
sistem informasi keuangan daerah. Jurnal Manajemen Teori Dan Terapan|
Journal of Theory and Applied Management, 9(3).
Sukmandari, Daniswara Galuh. (2017). Analisis
aplikasi jadwal perkuliahan berbasis android. Elinvo (Electronics,
Informatics, and Vocational Education), 2(1), 80�84.
Widowati, Ayu Yuni, & Budihartanti, Cahyani.
(2019). ANALISIS KEPUASAN PENGGUNA TERHADAP APLIKASI TRAVELOKA DENGAN
MENERAPKAN METODE TAM. PROSISKO: Jurnal Pengembangan Riset Dan Observasi
Sistem Komputer, 6(2).