PENYULUHAN MASALAH KESEHATAN REPRODUKSI MENORHAGIA PADA WUS DI DESA KRIYAN BARAT

 

Ela Rohaeni1, Iis2

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon

[email protected], [email protected]

 

Diterima: 04-12-2022��������������������� ��������������� Review: 14-12-2022�������� ��������������� ��������������� Publish: 23-12-2022

Abstrak:

Menorrhagia merupakan bentuk gangguan siklus menstruasi dengan jumlah darah yang dikeluarkan cukup banyak dan terlihat dari jumlah pembalut yang dipakai dan gumpalan darahnya. Penyebab terjadinya menorrhagia kemungkinan terdapat mioma uteri (pembesaran rahim), polipendometrium (penebalan diding rahim). Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan WUS tentang kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan dalam program ini adalah memberikan pendidikan kesehatan melalui sosialisasi tentang menorrhagia. Hasil kegiatan penyuluhan tentang masalah kesehatan reproduksi (menorrhagia) pada wanita usia subur di desa Kriyan Barat RW 17 menunjukkan bahwa pengetahuan peserta dalam memahami masalah kesehatan reproduksi tentang menorrhagia mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Diharapkan kepala desa bekerjasama dengan puskesmas mengenai masalah kesehatan reproduksi.

 

Kata kunci: Menorhagia, Masalah Kesehatan Reproduksi, WUS

 

Abstract:

Menorrhagia is a form of menstrual cycle disorder with a large amount of blood secreted and can be seen from the number of pads used and the blood clots. The cause of menorrhagia may be uterine myomas (enlargement of the uterus), polypendometrium (thickening of the uterine lining). The purpose of this activity is to determine the level of WUS knowledge about reproductive health. The method used in this program is to provide health education through outreach about menorrhagia. The results of outreach activities on reproductive health problems (menorrhagia) in women of childbearing age in the village of Kriyan Barat RW 17 showed that the participants' knowledge in understanding reproductive health problems regarding menorrhagia experienced a significant increase. It is hoped that the village head will cooperate with the health center on reproductive health issues.

 

Keywords: Menorhagia, Reproductive Health Problems, WUS��������������������������������������������

Corresponding: Ela Rohaeni

E-mail: [email protected]

https://jurnal.syntax-idea.co.id/public/site/images/idea/88x31.png

 

PENDAHULUAN

Menstruasi adalah keadaan yang normal, yang akan dialami oleh Setiap perempuan yang normal kesehatannya (Septiani & Rahmi, 2022). Tetapi pada saat menstruasi Dapat terjadi beberapa hal yang mungkin dapat mencemaskan diri kita Ataupun keluarga. Walaupun tidak semua perempuan akan mengalami hal Yang sama, namun beberapa gangguan atau perubahan keadaan ketika Menstruasi adalah normal (Florencia Cabral, 2019). Namun demikian, kalau dibiarkan begitu saja apalagi kita tidak mengerti, tidak mempunyai ilmu tentang hal tersebut, Gangguan tersebut mungkin akan semakin parah. Akan tetapi kalau kita Memahaminya dan tahu cara mengatasinya, maka kemungkinan besar Gangguan tersebut akan menjadi ringan sehingga tidak akan mengganggu Aktivitas kita sehari-hari (Efni & Fatmawati, 2021).

Kesehatan menstruasi merupakan salah satu aspek penting dalam Membangun kualitas sumber daya manusia dan berkaitan erat dengan Kesehatan reproduksi (Ernawati Sinaga et al., 2017). Permasalahan seputar menstruasi seringkali Dianggap tabu untuk dibahas di ranah publik dan kurang mendapat Perhatian untuk dipelajari dan diajarkan, khususnya kepada perempuan. Hal tersbut antara lain yang menyebabkan masih tersebarnya mitos seputar Menstruasi dan persepsi yang tidak tepat berkaitan dengan menstruasi (Batubara, 2021). Masalah seputar menstruasi salah satunya adalah menoragia.

Penyebab menorrhagia antara lain ketidakseimbangan hormonal, adanya tumor fibroid rahim, polip serviks, polip endometrium, radang panggul, atau yang lebih parah adalah adanya kanker serviks, kanker��������������� endometrium, atau gangguan penggumpalan darah. Di samping itu penggunaan IUD atau alat kontrasepsi Rahim, gangguan tiroid, peradangan atau infeksi pada vagina atau leher rahim juga dapat menyebabkan menoragia (Fatimah, 2013). Menurut RISKESDAS tahun 2012 presentasi gangguan reproduksi sebanyak 10% mengalami haid tidak teratur (Puspariny, 2017). Dalam penelitian Pradyptasari (2012) yang mengalami polimenorea adalah 6,8%, oligomenora adalah 8,4%, menometroragia adalah 2,5% dan hipomenorea���������� adalah 12,4%. Menorrhagia adalah bentuk gangguan siklus menstruasi tetap teratur, jumlah darah yang dikeluarkan cukup banyak dan terlihat dari jumlah pembalut yang dipakai dan gumpalan darahnya (Siswondo, 2017). Penyebab terjadinya menorrhagia kemungkinan terdapat mioma uteri (pembesaran rahim), polipendometrium (penebalan diding rahim) (Dwi Saputri, 2021). Komplikasi yang ditimbulkan menorrhagia bentuk gangguan siklus menstruasi tetap teratur, jumlah darah yang dikeluarkan cukup banyak bila menorrhagia terus berlanjut bisa menyebabkan anemia. Di Puskesmas Pegambiran ditemukan 3 akseptor KB yang mengalami Menorrhagia (Rofiatun, 2018).

Berdasarkan latar belakang tersebut bahwa pasien menorhagia harus Ditangani dengan diberikan asuhan kebidanan. Dari penjelasan diatas maka dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat penulis tertarik untuk melakukan Penyuluhan Masalah Kesehatan Reproduksi Menorhagia Pada WUS di Desa Kriyan Barat RW 17 Lemahwungkuk Kota Cirebon Tahun 2021.

 

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam program ini adalah memberikan pendidikan kesehatan melalui sosialisasi tentang menorrhagia. Populasi dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah seluruh wanita usia subur yang ada di Desa Kriyan Barat. Sampel dalam pengabdian ini sejumlah 6 orang. pelaksanaan kegiatan tanggal 26 Juni 2022. Tempat kegiatan di bali desa Kriyan barat.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan kesehatan tentang pengetahuan kesehatan reproduksi pada wanita usia subur yang mengalami ini dilaksanakan secara tatap muka. Pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan tentang pengetahuan kesehatan reproduksi pada wanita usia subur ini dilakukan secara tatap muka di Desa Kriyan Barat RW 17. Pada kesempatan ini tim pengabdi memaparkan materi tentang pengertian menorrhagia, penyebab, penanggulangan dan penanganan tentang menorhagia selama 45 menit, kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab selama 60 menit.

 

 

 

 

 

Tabel 1 Rincian Kegiatan

 

No

Kegiatan

1

Sosialisasi Program

2

Penyuluhan : Ceramah dan Diskusi mengenai masalah kesehatan

reproduksi Menorrrhagia

3.

Melakukan diskusi

 

Gambar 1 : Penyuluhan tentang menorhagia

Gambar 2 : Sesi Tanya Jawab ( diskusi)

 

Gambar 3 : Foto bersama, selesai kegiatan

 

Wanita Usia Subur (WUS) adalah wanita yang memasuki usia 15 � 49 tahun tanpa memperhitungkan status perkawinannya. Wanita Usia Subur (WUS) mempunyai organ reproduksi yang masih berfungsi dengan baik antara umur 20- 45 tahun. Menstruasi adalah proses keluarnya darah dari vagina yang terjadi diakibatkan siklus bulanan yang dialami pada tubuh wanita. Sedangkan menorrhagia adalah perdarahan haid yang lebih banyak dari normal atau lebih lama dari 8 hari. Penyebab kelainan ini terdapat kondisi pada uterus. Hasil kegiatan penyuluhan tentang masalah kesehatan reproduksi (menorrhagia) pada wanita usia subur di desa Kriyan Barat RW 17 menunjukkan bahwa pengetahuan peserta dalam memahami masalah kesehatan reproduksi tentang menorrhagia mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada kegiatan tersebut juga menghasilkan diskusi yang sangat menarik karena para peserta sangat antusias dalam menerima materi yang disampaikan. Sebagai indikator yang digunakan untuk mengukur meningkatnya pengetahuan dan pemahaman wanita usia subur adalah para peserta mampu mendeskripsikan tentang pengertian menorrhagia, gejala menorrhagia, penyebab menorrhagia serta pengobatan dengan mereka datang untuk konsultasi ke tenaga kesehatan.

 

KESIMPULAN

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman wanita usia tentang pengertian menorrhagia, gejala menorrhagia, penyebab menorrhagia serta pengobatannya dengan mereka datang untuk konsultasi ke tenaga kesehatan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Batubara, Rini Amalia. (2021). Edukasi Kesehatan Tentang Menstruasi dan Permasalahannya Di SMA N 5 Padangsidimpuan Tahun 2021. Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA), 3(3), 97�101.

 

Dwi Saputri, Kristia. (2021). PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP PENGETAHUAN PADA REMAJA DI DESA SAWOO KECAMATAN SAWOO KABUPATEN PONOROGO. Universitas Muhammadiyah Ponorogo.

 

Efni, Nel, & Fatmawati, Tina Yuli. (2021). Edukasi Manajemen Kesehatan Remaja Saat Menstruasi di SMP N 5 Kota Jambi. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 3(2), 215�218.

 

Ernawati Sinaga, Ernawati Sinaga, Nonon Saribanon, Nonon Saribanon, Sa�adah, Suprihatin Nailus, Sa�adah, Suprihatin Nailus, Ummu Salamah, Ummu Salamah, Yulia Andani Murti, Yulia Andani Murti, Agusniar Trisnamiati, Agusniar Trisnamiati, & Santa Lorita, Santa Lorita. (2017). Manajemen kesehatan menstruasi. Universitas Nasional IWWASH Global One.

 

Fatimah, Dewi. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penggunaan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pasar Rebo.

 

Florencia Cabral, Juvenalda. (2019). Gambaran Gangguan Menstruasi pada Mahasiswi Universitas Ngudi Waluyo Kabupaten Semarang. Universitas Ngudi Waluyo.

 

Puspariny, Cynthia. (2017). Tingkat Stres Mempengaruhi Gangguan Siklus Menstruasi. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 6(2), 79�82.

 

Rofiatun, Siti. (2018). PENGARUH PEMBERIAN SUPLEMEN TABLET BESI DAN OBAT CACING TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI DI SMP NEGERI 1 LASEM KABUPATEN REMBANG. Universitas Muhammadiyah Semarang.

 

Septiani, Minda, & Rahmi, Nuzulul. (2022). Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Gangguan Menstruasi Pada Remaja Putri di MTsS Darusa�adah Cot Tarom Kabupaten Bireuen. JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE, 8(2), 1427�1434.

 

Siswondo, Marlini. (2017). GAMBARAN GANGGUAN MENSTRUASI AKSEPTOR KONTRASEPSI SUNTIK 1 BULAN DAN 3 BULAN DI BPM SUNDARI PALEMBANG TAHUN 2015. Jurnal Kesehatan: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 7(12), 77�84.